Anda di halaman 1dari 17

Globalisasi Keuangan

Islam
Abdul Ghofar, DBA., CPMA., CA., Ak.

Sistem Keuangan
Sistem Keuangan merupakan tatanan perekonomian
suatu negara yang berperan dan melakukan aktivitas
jasa keuangan yang diselenggarakan oleh lembaga
keuangan.
Peran sistem keuangan:
Mengalihkan dana yang tersedia dari penabung kepada
pengguna yang kemudian melakukan transaksi perekonomian
lain

Sistem Keuangan Islam


Setidaknya harus memenuhi hal-hal:
a. Kebebasan bertransaksi (Sukarela dan tidak ada yang terdzalimi dan tidak pada hal
yang terlarang)
b. Bebas Maysir, Gharar danRiba
c. Tidak ada rekayasa dan monopoli
d. Setiap pihak berhak mendapatkan informasi yang berimbang
e. Mempertimbangkan pihak ke-3 yang mungkin dirugikan
f. Atas dasar kerjasama dan saling menguntungkan kedua belah pihak
g. Ditujukan untuk kemaslahatan
h. Mengimplementasikan Zakat

Sistem Keuangan Islam Pada masa Nabi dan


Rasul
Di zaman Rasul penerimaan Negara diketahui sebagai berikut:

Perdagangan
Ghanimah (Rampasan Perang)
Zakat, infaq dan Shodaqoh
Jizyah (Pajak dari Non-Muslim)
Amwal Fadhla (harta benda kaum muslimin yang meninggal tanpa ahli waris)
Wakaf
Qurban dan Kaffarat. DLL

Keuangan Islam Modern


Aplikasi dari Keuangan Islam di Dunia ini dimulai dari pendirian bank islam
pertama di Mesir pada tahun 1963 yaituMit Ghamr Local Saving Bank.
Dirikan olehDr Ahmad Elnaggarpada tahun 1963 yang mengambil bentuk
sebuah bank simpanan yang berbasis bagi hasil di Kota Mit Ghamr, Mesir
nasabah yang pada akhir tahun buku 1963/1964tercatat
sebanyak17.560
nasabah yang pada akhir tahun buku 1966/1967 tercatat
sebanyak251.152pada akhir tahun buku.

Islamic Development Bank(1974)


didirikan oleh negara-negara yang tergabung dalam konferensi
islam. Walaupun utamanya bank tersebut adalah bank antar
pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek
pembangunan di negara-negara anggotanya
IDB sendiri menyediakan jasa pinjaman berbasisfeedanprofit
sharinguntuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit
menyatakan diri berdasar pada syariah islam.

Perkembangan Keuangan Islam di zaman


modern (Dunia)
Nasir Social Bank(1971)
Dubai Islamic Bank(1975)
Kuwait Finance House(1977)
Bahrain Islamic Bank(1979)
The Islamic Bank International of Denmark (1983)
Sementaranegara-negara seperti Pakistan, Iran, dan Sudan,
berinisiatifmenerapkan system keuangan Islam secara total, sehingga semua
lembaga keuangan di negara tersebut beroperasi tanpa menggunakan bunga.
Sistem ekonomi Islam menjadi solusi pilihan karena karena sistem ekonomi
Islam berbeda dengan sistem-sistem ekonomi yang lain

Highlights

Positive
Islamic banking
Global Islamic Islamic banks in
progress has
assets in six
International
banking assets
Saudi Arabia,
been has made
core markets
Islamic banking
The global
witnessed a
Kuwait and
in Indonesia,
Qatar,
assets with
profit pool of
compounded
Bahrain
Turkey and
Indonesia, Saudi
commercial
Islamic banks is
annual growth represent more Pakistan, with
Arabia,
banks set to
set to triple by
rate (CAGR) of
than 48.9%,
43.5%, 18.7%
Malaysia, UAE,
exceed US$778b
2019.
around 17%
44.6% and 27.7% and 22.0% CAGR
Turkey on
in 2014
from 2009 to
market share
respectively
course to touch
2013.
respectively.
from 2009US$1.8t by 2019
2013.

Islamic Finance Country Index (IFCI, 2011)

Perkembangan Industri Keuangan


Islam

Urutan Negara Berdasarkan Aset


Syariah (2009 & 2010)

Perbandingan Aset

Non-Perbankan
Sedangkan penerapan prinsip syariah pada sektor di luar industri
perbankan dimulai pada industri asuransi (Takaful). Asuransi yang
pertama kali didirikan adalah Asuransi Takaful di Sudan pada tahun
1979, yang dikelola olehDar al-Mal al-Islami Group.
Dar al-Malmelebarkan sayap bisnisnya ke negara-negara Eropa dan
Asia lainnya. Setidaknya ada empatasuransi
takafuldanretakafulpada tahun 1983, yang berpusat
diLuxembourg, Inggrisdll.

Perkembangan Keuangan Islam di Indonesia


Dimulai dari berdirinya BMI (Bank Muamalat Indonesia) Mei 1992
Hingga saat ini Perkembangan seluruh Perbankan Syariah Di
Indonesia adalah sebagai berikut:

Perkembangan Keuangan Islam di Indonesia

Aset Lembaga Keuangan Syariah

Data Per 2012

Tantangan Keuangan Syariah dalam


menghadapi MEA (JANGKA PENDEK)

JANGKA PENDEK

Kurangnya Pemenuhan
sumber daya insani
(SDI), baik secara
kuantitas maupun
kualitas.

Kurangnya program
sosialisasi dan edukasi
kepada masyarakat.

Kurangnya Inovasi
pengembangan produk
dan layanan perbankan
syariah yang kompetitif
dan berbasis kekhususan
kebutuhan masyarakat.

Tantangan Keuangan Syariah dalam


menghadapi MEA (JANGKA PANJANG)

JANGKA PANJANG

kerangka hukum yang


mampu menyelesaikan
permasalahan keuangan
syariah secara
komprehensif

referensi nilai imbal hasil


(rate of return) bagi
keuangan syariah

kodifikasi produk dan


standar regulasi yang
bersifat nasional dan
global untuk
menjembatani perbedaan
dalam fiqh muammalah