Anda di halaman 1dari 7

Gambaran Klinis dari periodontitis Kronis:

Adanya penumpukan plak supra gingiva dan subgingiva yang biasa di sertai dengan pembentukan kalkulus
Tanda- tanda inflamasi gingiva
Pembentukan poket periodontal yang apabila terjadi resesi gingival bersamaan dengan kehilangan perlekatan maka
poket periodontal nya tetap dangkal
Kehilangan dangkal
Supuratif (bernanah)
Pada pasien dengan OH buruk khas gingiva bisa terjadi pembengkakan ringan hingga moderat dengan warna merah
pucat
Hilangnya stippling gingiva dan perubahan permukaan topography bisa meliputi margin gingiva yang kasar dan
pipih atau papila berkawah
Perdarahan pada pemeriksaan poket menggunakan probe
Perdarahan spontan
Eksudat dari cairan sulkus dan supuratif dari poket
Dapat di temukan kehilangan tulang vertikal dan horizontal.

Pemeriksaan Klinis
1. Pemeriksaan kesehatan
Pemeriksaan kesehatan meliputi riwayat medis dan kesehatan gigi
a. Riwayat Medis
Alasan pentingnya riwayat medis adalah:
Untuk menemukan manifestasi oral dari kondisi sistemik tertentu seperti leukimia, DM,
gangguan hormonal, dan lain-lain.
Untuk memastikan adanya kondisi sistemik seperti kehamilan, DM, kelainan darah, defisiensi
nutrisi yang dapat merubah respon hospes terhadap bakteri.
Untuk menentukan ada atau tidaknya kondisi sistemik tertentu yang membutuhkan modifikasi.
b. Riwayat kesehatan gigi
Pemeriksaan Gigi menyeluruh
- Pemeriksaan jaringan lunak; pemeriksaan ini adalah penulusuran adanya kanker rongga mulut atau
tidak.
- Posisi gigi; meliputi kesesuaian lengkung rahang, maloklusi morfologi, dan migrasi gigi.
- Karies; meliputi pemeriksaan lokasi, jenis, dan luas karies.
- Perawatan Restoratif
- Kebiasaan; misalnya kebiasaan merokok ,menjulurkan lidah, dan lainnya.
- Kondisi pulpa gigi, khususnya yang mengalami kehilangan tulang yang hebat
- Kegoyangan gigi (tes mobilitas)
Pemeriksaan jaringan periodontal
- Warna, bentuk dan konsistensi gingiva
- Perdarahan dan eksudasi purulen
- Kedalaman poket (kedalaman probing)
Cara pemeriksaan kedalaman poket :
a. Selipkan prob ke dalam poket sedapat mungkin sejajar dengan poros panjang gigi dengan tetap
menjaga permukaan gigi sampai dirasakan adanya tahanan

b. Prob dijalankan mengelilingi gigi. Probing dilakukan mulai dari interproksiamal gigi permukaan
vestibular, dijalankan ke arah mesial sepanjang permukaan vestibular sampai ke interproksimal
mesial, kemudian dilakukan dengan cara yang sama di permukaan oral.
- Jarak antara tepi gingiva ke pertautan semento-enamel
- Hubungan antara pertautan semento-enamel dan dasar poket
- Lebar keseluruhan gingiva berkeratin, hubungan antara kedalama probing dan pertemuan mukogingiva dan pengaruh letak frenulum serta perlekatan otot terhadap tepi gingiva
- Perluasan patologis dari daerah furkasi
Pemeriksaan Oklusal
- Evaluasi kebisaan parafungsi yang dilakukan pasien
- Menentukan kontak sisi kerja
- Menentukan kontak sisi penyeimbang
- Menentukan kontak pada posisi protrusif
- Menentukan ekstrusi protrusif
- Memeriksa pergerakan gigi selama gerak mengunyah
- Menentukan hubungan gigi-geligi kontak terbuka yang tidak teratur tempat-tempat impaksi
makanan, permukaan oklusal yang kasar

Pemeriksaan Radiografi
Hal-hal yang dapat ditemukan dari gambaran radiografi :
- Morfologi dan panjang akar
- Perbandingan mahkota
- Perkiraan banyaknya kerusakan tulang
- Hubungan antara sinus maksilaris dengan kelainan bentuk jaringan periodontal
- Resorpsi tulang horizontal dan vertikan pada puncak tulang interproksimal
- Pelebaran ruang ligamen periodonsium di daerah mesial dan distal akar
- Keterlibatan furkasi tingkat lanjut
- Kelainan periapek
- Kalkulus
- Restorasi yang overhanging
- Fraktur akat
- Karies
- Resorpsi akar

Pemeriksaan deposit
Pemeriksaan materi yang terakumulasi pada permukaan gigi seperti pemeriksaan plak dan
kalkulus.

Pemeriksaan penunjang lainnya


Pemeriksaan cairan krevikular gingiva untuk mengetahui adanya enzim katabolik.2,4

1.2

RADIOLOGI
Penilaian radiograf pada kondisi periodontal mencakup:

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
-

Jumlah tulang yang ada


Kondisi alveolar crest
Kehilangan tulang di area furkasi
Lebar ruang ligamen periodontal
Faktor iritan lokal yang menaikkan resiko penyakit periodontal
Kalkulus
Restorasi yang buruk
Panjang dan morfologi akar, serta rasio mahkota-akar
Kontak interproksimal yang terbuka, sehingga menjadi tempat food impaksi
Penilaian anatomi
Posisi sinus maksila, dalam hubungannya pada cacat periodonsium
Gigi yang hilang, berlebih, impaksi, dan gigi yang menyinggung.
Penilaian patolologik
Karies
Lesi periapikal
Resorpsi akar.7
Referensi :

1. Hasel. Thomas M. Color Atlas of Dental Medicine. 23.


2. Dhalimunthe, Saidina Hamzah. Periodonsia, Edisi Revisi. Medan: Departemen Periodonsia
FKG-USU. 2008. 87, 105-141, 1-32, 127-130

Pencegahan :
Pencegahan penyakit periodontal antara lain dengan cara :
1.Menyikat gigi setiap habis makan dengan pasta gigi yang mengandung fluoride
2.Membersihkan sela-sela antara gigi dengan dental floss, dental floss ini gunanya untuk
mengangkat sisa makanan yang terdapat di leher gigi dan di bawah gusi
3.Saat ini sudah banyak di produksi "dental water jet" yang terbukti lebih efektif
menghilangkan perdarahan gusi di bandingkan dental floss
4.Makanan bergizi yang seimbang
5.Mengunjungi dokter gigi secara teratur untuk dilakukan pemeriksaan rutin dan cleaning
Penampakan luar sangat bervariasi tergantung dari lamanya waktu terjadinya penyakit dan
respons dari jaringan itu sendiri.
Warna gingiva bervariasi dari merah sampai merah kebiruan.
Konsistensinya dari odem sampai fibrotik.
Teksturnya tidak stippling,
konturnya pada gingiva tepi membulat dan pada interdental gingiva mendatar.
Ukurannya rata-rata membesar, junctional epithelium berjarak 3-4 mm kearah apikal dari
CEJ. Tendensi perdarahan banyak,
pada permukaan gigi biasanya terdapat kalkulus diikuti dengan adanya eksudat purulen
dan terdapat poket periodontal yang lebih dari 2mm, terjadi mobilitas gigi.

Abses Periodontal

Abses periodontaladalah suatu proses inflamasi purulen yang terlokalisir yang melibatkan
struktur periodontal yang lebih dalam. Abses periodontal merupakan infeksi purulen yang
terlokalisir pada jaringan periodontal dan terklasifikasi berdasarkan asal jaringan yang terinfeksi.
Pembentukan abses ini biasanya dikaitkan dengan adanya poket infraboni, poket dalam yang
kompleks, dan keterkaitan furkasi. Adanya benda asing yang terdesak masuk ke dalam poket
yang dalam menyebabkan penyumbatan dan terhalangnya drainase sehingga terbentuklah abses.
Abses periodontal dapat terjadi secara akut atau kronis. Lesi akut sering mereda dan menetap
menjadi lesi kronis sedangkan lesi kronis dapat berubah tiba-tiba menjadi akut.

Mekanisme terjadinya abses periodontal :


Periodontal abses terjadi ketika bakteri menginfeksi gusi,
menyebabkan penyakit gusi (yang dikenal sebagai periodontitis). Periodontitis menyebabkan
radang di dalam gusi anda, yang dapat membuat jaringan yang mengelilingi akar gigi anda
(periodontal ligament) terpisah dari dasar tulang gigi. Perpisahan ini menciptakan suatu celah
kecil yang dikenal sebagai suatu periodontal pocket, yang sulit untuk dibersihkan dan
membolehkankan bakteri masuk dan menyebar. Periodontal abses dibentuk oleh bakteri dalam
periodontal pocket. Keadaan ini dapat menyebabkan kerusakan tulang alveolar sehingga terjadi
gigi goyang.

ETIOLOGI ABSES PERIODONTAL

Etiologi abses periodontal adalah


1. perluasan infeksi dari poket ke jaringan periodontal.
pendukung terlokalisirnya proses inflammatory supuratif sepanjang lateral akar.
2. perluasan inflamasi dari permukaan dalam poket ke lateral.
dinding saku abses bila obstruksi

3. complex poket
4. skeling yang tidak sempurna
5. perforasi pada dinding lateral akar sewaktu perawatan endodontik.
6. Obstruksi orifisium yang dalam.
7. Kerusakan gingiva akibat benda asing
8. Akibat penyakit pulpa
9. Perubahan respon hospes
Abses ini kemungkinan dibentuk dari oklusi atau trauma pada rongga periodontal pocket
menyebabkan perluasan infeksi dari pocket ke dalam jaringan sekitar. Hal ini disebabkan
masuknya makanan di sela-sela gigi seperti tulang ikan, lepasnya bulu sikat gigi, atau penekanan
dinding pocket akibat tindakan terapi orthodentik atau kekuatan mengunyah yang tidak wajar.
Normalnya sisa abses berada pada jaringan periodontal, kemudian perkembangannya tergantung
pada:
- virulensi, tipe dan jumlah organisme penyebab
- kesehatan jaringan periodontal pasien
- efisiensi dari mekanisme pertahanan tubuh host yang spesifik dan non spesifik
Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/dentistry-oral-medicine/2271076-absesperiodontal/#ixzz1sjt2j336

Kegoyangan gigi sulung dapat disebabkan karena adanya nanah di sekitar jaringan ikat/
pendukung giginya [baca: abses periodontal], yang menyebabkan ikatan antara gigi dengan
tulang rahang terganggu untuk sementara.

Pada kasus ini, pilihan terapinya bukan pencabutan, tapi menghilangkan kumpulan nanah
tersebut. begitu nanah hilang, giginya akan menguat kembali di tulang rahang.

Periodontal abses
PERIODONTAL ABSES
Periodontitis abses ialah suatu inflamasi yang mengandung nanah dijaringan periodontal, bias
bersifat kronis atau akut, sering kali abses menjadi kronis dan abses kronis menjadi akut.
Periodontal abses terlihat adanya pengumpulan pus sepanjang akar gigi disebabkan infeksi
jaringan periodontal dan gigi masih vital, periodontal abses terjadi akibat adanya factor iritasi,
seperti plak, kalkulus, infaksi bakteri, infaksi makanan atau trauma jaringan. Keadaan ini dapat
menyebabkan kerusakan tulang alveolar, sehingga terjadi gigi goyang.
Periodontal abses didiagnosa berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan radiography.
Gejala klinis abses akut sebagai berikut :
Sekeliling ginggiva jadi membesar, merah, edema, dengan permukaan yang lembut dan
mengkilat
Gigi sensitive bila diperkusi
Eksudat purulent bias dikeluarkan dengan pembukaan pocket
Efek sistemik termasuk malaise, demam, dan pembengkakan kelenjar limph regional
Abses bisa tampak sebagai peninggian yang melingkar pada ginggiva
Berdenyut, dan menyebabkan sakit yang menyebar
Periodontal pocket sering dalam dan biasanya berhubungan dengan abses itu. Ini dapat dicatat
dengan pemeriksaan periodontal
Gejala klinis pada umumnya asymptomatic, walaupun sering mengarah ke abses akut. Jika
abses telah menyangkut kedua-duanya pada periodontal dan jaringan sekelilingnya. Karakteristik
klinis dan gejala kedua-duanya mungkin muncul secara bersamaan.
Gambaran radioghrapy pada periodontal abses pada umumnya tampak radio luncent pada
samping permukaan gigi, secara khas nampak di apex dari akar. Walau bagaimanapun karena
lokasi anatomi, kadang-kadang tidak ada perubahan gambaran radiography, kerusakan tulang
yang luas dapat terlihat. Gambaran radiography tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya
pembantu diagnosa periodontal absesm karena variasi lokasi dan langkah-langkah perkembangan
dari abses. Prognosis gigi pada periodontal abses tergantung pada jumlah dan jenis kerusakan
tulang, posisi gigi dan abses dan mobilitas dari gigi Prognosis untuk regenerasi tulang yang
mengalami infeksi akut adalah lebih baik dari pada regenerasi tulang yang mengalami lesi
kronis.
PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN
Pada pengobatan periodontal abses ada beberapa langkah yaitu :
Diagnosa yang benar adalah penting sebab periodontal abses mungkin juga salah diagnosa
seperti periapical abses dan oleh karena itu salah therapy. Diagnosa yang bergantung pada
penemuan klinis, penemuan radiography, dan pemeriksaan pulpa.
Langkah pertama adalah mengurangi abses dan radang yang akut itu. Drainase harus dengan
kuret pada pocket atau insisi abses itu. Pencabutan gigi diperlukan untuk melengkapi drainase

eksudat purulent
Terapi antibiotic adalah indikasi dimana demam atau lymphadenopathy servical terjadi.
Kedua langkah yaitu pengurangan pocket untuk mengangkat penyebab dan abses. Hal ini dapat
menyelesaikan secara efisien pada perawatan periodontal.
Penyesuaian oclusal dan splinting perlu dilakukan
Jika abses telah melibatkan jaringan periodontal dan apex dari gigi, edodontic seperti halnya
perawatan periodontal diperlukan untuk berlangsungnya penyembuhan
Pembersihan plaque dan kalkulus
Memperbaiki kerusakan jaringan periodontal dan meningkatkan kebersihan mulut.
Pencegahan yang dapat dilakukan pada periodontal abses yaitu :
1. Pasien diabetes mellitus dengan periodontitis perlu mendapat perawatan medis pasti yang
cepat dan terapi periodontal, sebab mereka khusus yang peka terhadap perkembangan
periodontal abses.
2. Pasien dengan periodontal pocket atau yang potensial periodontal pocket harus diamati dan
ditetapkan program control dan harus selalau diingatkannya.
3. Pengurangan pocket secara efektif dan pembasan trauma oclusal seharusnya dilakukan.
Penyuluhan pada pasien tentang periodontal abses penting diberikan meliputi :
Penyebab dan mekanisme kondisi ini harus diterangkan kepada pasien
Antibiotic sistemik mungkin diperlukan dan harus sesuai dengan ketentuan
Pasien harus kerkumur-kumur dengan air hangat setiap 2 jam.
Berdasarkan uraian sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa periodontal abses merupakan
suatu inflamasi yang mengandung nanah dijaringan periodontal, yang bias bersifat kronis atau
akut. Penyebab radang yang utama pada abses akut adalah polymorphonuclear leukocyte dan
pada abses kronis adalah lymphosyte. Periodontal abses ini terjadi karena beberapa factor iritasi
yang menyebabkan terjadinya periodontal abses tersebut, termasuk diantaranya seperti plak,
kalkulus, invasi bakteri, impaksi makanan dan trauma jaringan. Periodontal abses dapat di
diagnosa berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan radiography, dengan pengobatan seperti
antibiotic juga dengan tindakan seperti drainase maka periodontal dapat diatasi walaupun
prognosanya tergantung pada jumlah dan jenis kerusakan tulang, posisi gigi dan abses dan
mobilitas dari gigi tersebut.