Anda di halaman 1dari 8

Keperawatan Medikal Bedah 1 KRITISI JURNAL

An Integrated Clinical Approach To Predicting Thebenefit Of Tirofiban In Non-ST Elevation Acute Coronary Syndromes

Keperawatan Medikal Bedah 1 KRITISI JURNAL An Integrated Clinical Approach To Predicting Thebenefit Of Tirofiban In

Disusun Oleh:

Arma Nini Asmina S.Kep C121 11 007

Preseptor Lahan

Preseptor Institusi

(

)

(

)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

F A K U L T A S

K

E D O K T E R A N

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

2015

  • A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang dalam jurnal ini berisi pembenaran mengapa penelitian tersebut diajukan.

  • 1. Pada paragraf pertama dijelaskan bagaimana strategi atau alternatif terapi yang tersedia untuk pasien non ST elevasi myocardial infarction (NSTEMI). Mengingat rincian dari presentasi klinis, resiko dan besarnya manfaat yang ingin dicapai saat dilakukan intervensi, selain itu juga pertimbangan masalah ekonomi dan keamanan pada saat dilakukan intervensi.

  • 2. Analisis dari data klinik mengidentifikasi bahwa indikator klinis dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari hasil yang dapat merugikan antara pasien dengan angina tidak stabil atau NSTEMI

  • 3. Setiap individu beranggapan bahwa pemeriksaan laboratorium, elektrokardiografi, karakteristik penyakit, masing-masing memberikan manfaat prognostik, namun pasien dengan akut sindrom koroner biasanya hadir dengan risiko yang kompleks sehingga membutuhkan informasi yang berupa indikator untuk penilaian risiko. Sebuah alat klinis yang dapat membantu dalam memproduksi penilaian risiko, yang menggunakan beberapa faktor independen prognosis, terbukti bermanfaat, efektif dalam penilaian dan pengambilan keputusan. TIMI (thrombolysis in myocardial infarction) adalah skor risiko yang digunakan untuk penilaian risiko angina tidak stabil (UA) dan Non- ST Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI)

B. Tujuan Penulisan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan skor resiko TIMI (thrombolysis in myocardial infarction) dan memprediksi hasil serta kemampuan dari penggunaan tirofiban pada NSTEMI.

  • A. Penilaian Elemen Dasar

BAB II KRITISI JURNAL

  • 1. Gaya penulisan (padat, jelas, & terorganisir) Jurnal ditulis dengan baik, secara penyusunan kata baik, ringkasan dengan kalimat yang terorganisir dengan baik dan tidak ada penggunaan jargon (Polit & Beck, 2006).

  • 2. Penulis (kredibilitas & kualifikasi) Penulis dalam jurnal ini adalah D. A. Morrow, E. M. Antman, S. M. Snapinn, C. H. McCabe, P. Theroux Dan E. Braunwald. Pada penelitian ini penulis tidak mencantumkan gelarnya masing-masing sehingga pengkritisi jurnal tidak menjelaskan kualifikasi pendidikan untuk para penulis.

  • 3. Judul (jelas, akurat, dan tidak ambigu) Jurnal ini berjudul “An integrated clinical approach to predicting thebenefit of tirofiban in non-ST elevation acute coronary syndromes” dilihat dari judulnya jelas akurat dan tidak ambigu. Judul sebaiknya 10 dan 15 kata dan harus terindentifikasi jelas untuk tujuan belajar pembaca (Connell Meehan, 1999) Dilihat dari judul terdiri dari 15 kata, tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang, dan tidak membingungkan dan tidak menimbulkan multipersepsi (Parahoo, 2006).

    • 4. Abstrak (ringkasan yang jelas termasuk masalah penelitian, sampel, metodologi, hasil, & rekomendasi) Abstrak harusnya ringkas, yang terdiri dari 150-250 kata (Conkin Dale, 2005), namun dalam abstrak ini terdiri dari 212 kata, namun dalam abstrak tidak terdapat rekomendasi penelitian selanjutnya. Hanya terdapat tujuan, metode dan hasil yang dikembangkan, serta kesimpulan.

    • 5. Referensi (apakah semua sumber telah disitasi dengan betul sesuuai dengan style referencing yang digunakan) Penelitian ini sudah menggunakan daftar buku, artikel jurnal, dan media lain yang berhubungan dengan penelitian yang akurat (Polit & Beck, 2006). Penulisan daftar pustaka sudah sesuai dengan sistem vancouver. Namun masih ada tahun referensi yang terlalu lama (1982 -2000).

  • 6. Kesimpulan penilaian Untuk elemen dasar jurnal, gaya penulisan sudah baik, namun kredibilitas dan kualifikasi penulis agak diragukan, judul jelas dan akurat, abstrak tidak terlalu baik, karena tidak terlalu menggambarkan secara menyeluruh, serta masih terdapat referensi dengan tahun yang sudah terlalu lama.

B. Validitas

1. Tujuan/ masalah penelitian & hipotesis (jelas & feasible/ dapat dicapai/ diselesaikan) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan skor resiko TIMI (thrombolysis in myocardial infarction) dan memprediksi hasil serta kemampuan dari penggunaan tirofiban pada NSTEMI. Masalah penelitian selalu menjadi hal pertama yang diperkenalkan dalam sebuah karya tulis, masalah penelitian tergantung pada apa yang ingin diteliti oleh peneliti dan berhubungan dengan tujuan penelitian. Pernyataan terkait masalah penelitian dengan jelas memperlihatkan apa yang ingin dilihat dalam penelitian. Masalah utama biasanya menjadi focus utama (Bassett & Bassett, 2003). Dalam jurnal ini tujuan penulisan atau masalah utama dijelaskan di latar belakang, memiliki headline sendiri yang mampu menarik perhatian pembaca untuk mengetahui tujuan penelitian. Namun hipotesis dalam penelitian ini masih membingungkan (kurang jelas) antara penggunaan penilaain (skor) risiko TIMI atau penggunaan percobaan kelompok tirofiban dengan dan tanpa intravena heparin vs aspirin untuk pengobatan pasien dengan angina tidak stabil dan NSTEMI.

  • 2. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka seharusnya menjelaskan secara mendalam mengenai pertanyaan penelitian, serta teori-teori mendalam yang diambil dari penelitian sebelumna yang berasal dari kutipan primer, yang mampu menunjukkan signifikansi penelitian, dan disusun secara terorganisir, mulai dari hal paling umum sampai pada hal-hal khusus yang berhubungan dengan penelitian. Namun, dalam penelitian ini tinjauan pustaka yang diberikan belum mampu menjawab pertanyaan penelitian, sebab tinjauan pustaka hanya dijelaskan secara singkat bersama dengan latar belakang.

  • 3. Sampel Jumlah sampel harus mencerminkan atau mewakili jumlah populasi, yang mampu mengeneralisasikan populasi (Polit & Beck, 2006). Jumlah sampel dalam

penelitian kuantitatif sangat penting, semakin kecil jumlah sampel beresiko untuk

tidak mewakili populasi. Dalam pemilihan sampel harus diidentifikasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dalam penelitian ini terdapat 1.915 pasien yang diambil berdasarkan kriteria tertentu, namun jumlah populasi tidak diketahui, sehingga tidak diketaui pakah jumlah sampel adekuat atau tidak.

  • 4. Consideration Beuchamp & Childress (2001) mengidentifikasi empat prinsip moral fundamental, yakni autonomy, non malaficience, beneficience dan justice. Dalam jurnal tersebut konsep autonomy atau kebebasan memilih untuk menjadi responden atau tidak, tidak diketahui sebab informed consent penelitian tidak dijelaskan dalam jurnal, namun penelitian tidak merugikan dan membawa keadilan kepada responden, yang meminimalkan kerugian yang diperoleh oleh responden.

  • 4. Metodologi

    • a. Design penelitian. Ada banyak design penelitian yang digolongkan dalam experimental design, akan tetapi dalam jurnal ini digunakan penelitian berdesign kohort (Robson, 2002), yang dijelaskan secara terisrat didalam heading metode penelitian. Namun secara tersurat disebutkan didalam abstrak.

    • b. Pengumpulan data

Dalam

pengumpulan

data,

dalam

penelitian

kuantitatif

beberapa

strategi pengumpulan data dapat digunakan seperti interview, kuesioner, skala

prilaku atau lembar observasi (Polit & Beck, 2006) Dalam jurnal tersebut pengumpulan data, menggunakan data sekunder medical record yang dikumpulkan pada lembar observasi

  • c. Instrumen Penelitian

Instrumen

yang

digunakan

adalah

lembar

observasi

yang

tidak

membutuhkan uji validitas dan reliabilitas.

  • 5. Kesimpulan tingkat validitas Untuk tingkat validitas secara keseluruhan sudah cukup baik.

C.

Reliabilitas

  • 1. Analisa data/ Hasil penelitian Tipe data yang digunakan adalah jenis data numerik, dengan menggunakan uji chi-square, dengan jumlah sampel yang dimasukkan adalah 1.9153 orang, dengan signifikansi hasil penelitian skor risiko TIMI menunjukkan hubungan bergradasi

dengan tingkat kematian atau kejadian iskemik (P <0·001), pasien yang diobati dengan tirofiban ditambah heparin dibandingkan dengan heparin saja (P= 0·05), namun untuk variabel lainnya ada juga p=0.01, p=0.02, p=0.09, p=0.025.

  • 2. Kesimpulan Tingkat reliabilitas Untuk tingkat reliabilitas masih dibawah 80%, sehingga tingkat reliabilitas tidak

D.

terlalu baik. Aplikabilitas 1. Aplikabilitas pada sampel secara general baik, karena dapat memberikan penilaian

(skor) risiko TIMI pada pasien yang menderita angina tidak stabil dan NSTEMI. Temuan ini menunjukkan bahwa penilaian (skor) TIMI berdampak positif untuk kedepannya terkhusus pada proses penilaian agina tidak stabil dan NSTEMI. Semenatara keterbatasan penelitian yakni skor risiko TIMI telah dikembangkan dan divalidasi kepada pasien yang telah terdaftar dalam fase III klinis uji coba, sehingga pasien akan dikeluarkan dari klinis percobaan yang mungkin akan berisiko tinggi untuk hasil yang merugikan. Pada penelitian ini tidak ada rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

  • 2. Kesimpulan aplikabilitas penelitian. Aplikabilitas penelitan masih kurang baik, karena hasil yang diperoleh menghasilkan hasil hubungan negatif dibeberapa aspek.

BAB III KESIMPULAN UMUM TENTANG KUALITAS JURNAL

Berdasarkan hasil pembahasan kritisi jurnal diatas, terlihat dari segi penataan dan tata bahasa disajikan denga baik, dari segi kelengkapan struktur ada beberapa elemen yang hilang, yang memaksa pembaca untuk meraba-raba dan mengartikan sendiri maksud dari kata-kata yang digunakan. Secara umum kredibilitas penulis agak diragukan, sebab tidak ada penulis yang mencantumkan gelarnya sehingga tidak diketahui apa latar belakang pendidikan penulis. Tinjauan pustaka yang diberikan terkesan masih kurang, sebab belum mampu menjawab pertanyaan

penelitian, sebab tinjauan pustaka hanya dijelaskan secara singkat bersama dengan latar belakang. Hasil penelitian bermanfaat sangat baik, memiliki efek positif pada penilaian angina tidak stabil dan NSTEMI, serta berguna untuk penilaian awal sambil menunggu hasil marker jantung, dan lain-lain Namun, dalam jurnal tersebut ada beberapa hal yang kurang dimengerti, dan tidak diuraikan lebih rinci pada penjelasan atau materi yang disampaikan tersebut.

REFERENSI

Bassett C, Bassett J (2003) Reading and critiquing research. Br J Perioper Nurs 13(4): 162–4

Connell Meehan T (1999) The research critique. In: Treacy P, Hyde A, eds. Nursing Research and Design. UCD Press, Dublin: 57–74

Polit D, Beck C (2006) Essentials of Nursing Care: Methods, Appraisal and Utilization. 6th edn. Lippincott Williams and Wilkins, Philadelphia

Parahoo K (2006) Nursing Research: Principles, Process and Issues. 2nd edn. Palgrave Macmillan, Houndmills Basingstoke

Polit D, Beck C (2006) Essentials of Nursing Care: Methods, Appraisal and Utilization. 6th edn. Lippincott Williams and Wilkins, Philadelphia

Robson C (2002) Real World Research. 2nd edn. Blackwell Publishing, Oxford