Anda di halaman 1dari 1

Plasmolisis

Plamolisis adalah peristiwa lepasnya plasmalemma atau membran plasma dan dinding
sel karena dehidrasi sel atau kehilangan air. Peristiwa ini bila jaringan ditempatkan pada
larutan hipertonis sehingga air sel berdifusi keluar menembus membran (osmosis).
Deplasmolisis adalah peristiwa dimana sel yang telah terplasmolisis nampak kembali ke
keadaan semula bila dikembalikan ke air murni. Jaringan tidak mengalami plasmolisis jika
berada di larutan hipotonis dan isotonis. Berdasarkan hal ini metode plasmolisis digunakan
sebagai metode penafsiran nilai potensial osmotik jaringan.
Potensial osmotik jaringan ditaksir eqivalen dengan potensial osmotik suatu larutan
yang telah menimbulkan plasmolisis sebesar 50% disebut insipient plasmolisis. Para ahli
fisiologi tumbuhan menganggap bahwa plasmolisis insipien terjadi pada jaringan yang
separuh jumlah selnya baru saja mulai mengalami plasmolisis (protoplas baru mulai terlepas
dari dinding sel) berarti tekanan dalamnya sama dengan nol. Jika anggapan itu benar, maka
potensial osmotik larutan penyebab plasmolisis insipien setara dengan potensial osmotik di
dalam sel, sesudah keseimbangan tercapai (Salisbury.1992:61-62).
Terlepasnya protoplasma dari dinding sel disebabkan oleh penyusutan atau
pengurangan volume, karena cairan di protoplas sudah lebih pekat dan karenanya potensial
osmotik lebih negatif. Bila pengurangan volume jaringan awal dan jaringan pada keadaan
plasmolisisdilakukan secara hati-hati (seluruh volume jaringan atau lebih baik lagi ukuran
sampel protoplas yang agak besar), maka perubahan potensial osmotik yang disebabkan oleh
perubahan volume dapat diketahui (Salisbury. 1992:62).
Plamolisis menunjukkan bahwa sel mengalami sirkulasi keluar masuk suatu zat,
artinya suatu materi bisa keluar dari sel, dan bisa masuk melalui membrannya. Adanya
sirkulasi ini bisa menjelaskan bahw sel tidak diam,tetapi dinamis dengan lingkungannya, jika
memerlukan materi dari luar maka ia harus ambil materi itu dengan segala cara, yaitu
mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar itu bisa masuk.
Menurut Tjitrosomo bahwa sel yang isinya air murni tidak mengalami plasmolisis.
Jika suatu sel dimasukkan dalam air murni, maka struktur sel itu terdapat nilai potensial air
yang nilainya tinggi atau sama dengan nol, sedangkan di dalam sel terdapat nilai potensial air
yang lebih rendah atau negatif. Hal ini menyebabkan air akan bergerak dari luar sel mauk ke
dalam sel sampai tercapai kedaan setimbang