Anda di halaman 1dari 24

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengawet adalah bahan kimia biosidal yang ditambahkan dalam
kosmetik, obat topikal, makanan dan produk industri lainnya supaya
terjaga dari kemungkinan kontaminasi mikroorganisme seperti bakteri,
jamur, kapang dan alga yang berimplikasi pada percepatan proses
pembusukan. Pengawet merupakan penyebab terbanyak dermatitis
kontak alergi (DKA) karena kosmetik setelah pewangi.
Adanya
menyebabkan

mikroorganisme
perubahan

dalam

sediaan

suatu

obat

sediaan

yang

tidak

obat

dapat

dikehendaki,

disamping itu dapat nenyebabkan terjadinya bulukan, kekeruhan,


pembentukan bau, dan fermentasi bahaya dan terjadinya infeksi oleh
mikroorganisme

patogen

dan

kemungkinan

terbentuknya

produk

metabolisme yang dihasilkan oleh mikroorganisme tersebut.


Untuk memepertahankan kemurniaan suatu sediaan obat selama
dalam penyimpanan dan penggunaan, maka dibutuhkan suatu penstabilan
dengan bahan antimikrobial yang disebut pengawet.
B. Rumusan Masalah
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


Apakah aktivitas pengawet dapat menghambat pertumbuhan
mikroorganisme?
C. Maksud Praktikum
Maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui dan
memahami cara pengujian aktivitas pengawet terhadap mikroorganisme
tertentu.
D. Tujuan Praktikum
Tujuan percobaan adalah untuk menentukan aktivitas pengawet
dengan

konsentrasi

rendah

dan

konsentrasi

tinggiyang

dapat

menghambat pertumbuhan mikroorganisme.


E. Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari uji ini yaitu agar kita dapat mengetahui
bagaimana cara atau pengujian untuk mengetahui aktivitas pengawet,
apakah dapat menghambat mikroorganisme.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


A.

Teori Umum

Pengawet antimikroorganisme adalah zat yang ditambahkan pada


sediaan obat untuk melindungi sediaan tersebut terhadap kontaminasi
mikroorganisme.

Bahaya

dari

pencemaran

mikroorganisme,

baik

bakteri, jamur atau khamir terdapat dimana-mana selama pembuatan,


pengemasan, penyimpanan, dan penggunaan obat, dimana manusia,
lingkungan (ruang, udara) bahan obat dan bahan pembantu, alat-alat
kerja seperti mesin-mesin dan bahan pengemas primer merupakan
sumber kontaminasi utama. (Zaraswati, 2011)
Dehidrasi dapat digunakan untuk mengawetkan bahan makanan
terutama karena menghambat pertumbuhan mikroorganismenya sendiri
tidak selalu terbunuh. Pertumbuhan semua mikroorganisme dapat
dicegah dengan cara mengurangi kelembapan lingkungannya sampai
dibawah titik kritis. Titik kritis ditentukan oleh ciri-ciri organisme
yang bersangkutan dan oleh kapasitas bahan makanan untuk mengikat
air sehingga tidak tersedia sebagai kelembapan bebas yang dapat
ditiadakan oleh proses dehidrasi. (Irianto, 2006)
Pengawet dalam bidang farmasi bertujuan untuk mencegah
pertumbuhan mikrooganisme. Pengawetan merupakan persoalan yang
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


kompleks, dimana setiap produk harus diseleksi. Efektivitas suatu
pengawet tergantung beberapa faktor antara lain: (Djide, 2006 )
1. Bahan dalam sediaan
2. Variasi atau jenis mikroorganisme yang ada
3. pH dan tipe wadah
Untuk menghindari dan mengurangi kemungkinan pencemaran
suatu produk oleh mikroorganisme, dilakukan proses pengawetan
produk. Secara garis besar tehnik pengawetan dapat dibagi dalam tiga
golongan yaitu pengawetan secara alami, pengawetan secara biologi, dan
pengawetan secara kimia. Syarat zat pengawet adalah mampu
membunuh kontaminasi mikroorganisme, tidak toksik atau menyebabkan
iritasi pada pengguna, stabil dan efektif, serta selektif dan tidak
bereaksi dengan bahan. (Sylvia, 2008)

B. Uraian Bahan

1. Air suling (FI III hal: 96)


Nama resmi

: AQUA DESTILLATA

Nama lain

: Air suling

SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


Rumus kimia / BM

: H2O / 18,02

Rumus bangun

: H-OH

Pemerian

: Cairan

tak

berwarna,

jernih,

tidak

berbau dan tidak berasa


Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup rapat

Kegunaan

: Sebagai pelarut

2. Alkohol (FI III hal: 65)


Nama resmi

: AETHANOLUM

Nama lain

: Etanol, alkohol

Rumus kimia / BM

: C2H6O / 46,07

Rumus bangun

: CH3-CH2-OH

Pemerian

: Cairan tak berwarna, jernih, mudah


menguap dan mudah bergerak, bau khas,
rasa panas, mudah terbakar dengan
memberikan

nyala

biru

yang

tidak

berasap
Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air, dalam


kloroform p dan dalam eter p

Penyimpanan
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

: Dalam wadah tertutup rapat


ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


Kegunaan

: Sebagai Antiseptik

3. Asam benzoat (FI III hal: 49)


Nama resmi

: ACIDUM BENZOICUM

Nama lain

: Asam benzoat

Rumus kimia / BM

: C7H6O2 / 122,12

Pemerian

: Hablur halus dan ringan, tidak berwarna,


tidak berbau

Kelarutan

: Larut dalam lebih kurang 350 bagian air,


dalam lebih kurang 3 bagian etanol
(95%)P, dalam 8 bagian kloroform P dan
dalam 3 bagian eter P

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan

: Sebagai pengawet

4. Metyl paraben (FI III hal: 378)


Nama resmi

: METHYLIS PARABENUM

Nama lain

: Metyl paraben, nipagin

Rumus kimia / BM

: C8H8O3 / 152,15

SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


Pemerian

: Serbuk hablur halus, putih, hampir tidak


berbau, tidak mempunyai rasa kemudian
agak membakar diikuti rasa tebal

Kelarutan

: Larut dalam 500 bagian air, dalam lebih


20 bagian air mendidih, dalam 3,5 bagian
etanol (95%)P, dan dalam 3 bagian
aseton, mudah larut dalam eter P dan
dalam larutan alkali hidroksida, larut
dalam 60 bagian gliserol P panas dan
dalam 40 bagian minyak lemak panas

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan

: Sebagai pengawet

5. Natrium benzoat (FI III hal: 395)


Nama resmi

: NATRII BENZOAS

Nama lain

: Natrium benzoat

Rumus kimia / BM

: C7H5NaO2 / 144,11

Pemerian

: Butiran atau serbuk hablur, putih, tidak


berbau atau hampir tidak berbau

SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


Kelarutan

: Larut dalam 2 bagian air dan dalam 90


bagian etanol (95%) P

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan

: Sebagai pengawet

6. Propil paraben (FI III hal: 535)


Nama resmi

: PROPYLIS PARABENUM

Nama lain

: Propil paraben, nipasol

Rumus kimia / BM

: C10H12O3 / 180,21

Pemerian

: Serbuk hablur putih, tidak berbau, tidak


berasa

Kelarutan

: Sangat sukar larut dalam air, dalam 3,5


bagian etanol (95%)P, dalam 3 bagian
aseton P, dalam 140 bagian gliserol P dan
dalam 40 bagian minyak lemak. Mudah
larut dalam alkali hodroksida

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan

: Sebagai pengawet
C. Uraian Mikroba Uji

1. Candida albicans
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


a. Klasifikasi (Garrity, 2004)
Kingdom

: Protista

Phylum

: Bryophyta

Class

: Deuteromycetes

Ordo

: Saccharomycetales

Famili

: Cryptococcaceae

Genus

: Candida

Spesies

: Candida albicans

b. Sifat dan morfologi


Candida merupakan khamir yang berbentuk lonjong, berukuran 3
6 mm, bertunas, yang menghasilkan pseudomisellium baik dalam
biakan maupun jaringan. Candida adalah anggota flora normal
selaput lendir, saluran pencernaan, saluran pernapasan dan
gentalis wanita. Pada sediaan mikroskopik tampak sebagai ragi
lonjong, bertunas, yang memanjang menyerupai hifa. Pada
medium agar yang dieramkan pada suhu kamar, berbentuk koloni
bulat berwarna krem yang memiliki bau seperti ragi, dapat
meragikan glukosa dan laktosa menghasilkan gas, asam dari
sukrosa dan tidak bereaksi dengan laktosa.
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi

2. Pseudomonas aeruginosa
a. Klasifikasi (Garrity, 2004)
Kingdom

: Protista

Divisio

: Protophyta

Classis

: Schizomycetes

Ordo

: Pseudomonales

Familia

: Pseudomonaceae

Genus

: Pseudomonas

Spesies

: Pseudomonas aeruginosa

b. Sifat dan morfologi


Sel tunggal, batang lurus atau melengkung, namun tidak
berbentuk heliks. Pada umumnya berukuran 0,5 1,0 m x 1,5
4,0

m.

Motil

dengan

flagelum

polar,

monotrikus

atau

multitrikus. Tidak menghasilkan selongsong prosteka. Tidak


dikenal adanya stadium istirahat. Gram negatif. Kemoorganotrof.
Metabolisme
Beberapa

dengan
merupakan

respirasi,

tidak

kemilitotrof

pernah

fermentatif.

fakultataif,

dapat

menggunakan H2 dan CO sebagai sumber energi. O 2 molekuler


merupakan
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

penerima

electron

universal;

beberapa

dapat

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


melakukandenitrifikasi

dengan

menggunakan

nitrat

sebagai

penerima pilihan.

3. Staphylococus aereus
a. Klasifikasi (Garrity, 2004)
Kingdom

: Prostista

Divisio

: Protophyta

Class

: Scyzomycetes

Ordo

: Eubacteriales

Famili

: Eubacteriaceae

Genus

: Staphylococus

Spesies

: Staphylococus aereus

b. Sifat dan morfologi


Berbentuk bulat, bergaris tengah 0,15 1,5 mm, terdapat
gerakan seperti buah anggur, satu satu atau berpasangan,
tidak bergerak, tidak tahan pembenihan padat berupa koloni
bulat dengan diameter 1,2 mm sedikit + cembung, amorf tidak
transparan, dapat tumbuh pada suhu 10 40

C, suhu

pertumbuhan optimum 370C pada pH 4 7.


9. Aspergillus niger (Garrity,2004)
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


a.

Klasifikasi
Domain

: Eukaryota

Kerajaan

: Fungi

Filum

: Ascomycota

Upafilum

: Pezizomycotoina

Class

: Eurotiomycetes

Ordo

: Eurotiales

Familia

: Trichomaceae

Genus

: Aspergillus

Species

: Aspergillus niger

b. Morfologi
Merupakan fungi dari filum ascomycetes yang berfilamen,
mempunyai hifa berseptat, dan dapat ditemukan melimpah di
alam.

D. Prosedur Praktikum

SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi

BAB III
KAJIAN PRAKTIKUM
A. Alat yang Dipakai
Adapun alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu
autoklaf, cawan petri, erlenmeyer, hand spray, inkubator, korek api,
lampu spiritus, ose bulat, tabung reaksi, spoit, vial.
B. Bahan yang Digunakan
Adapun bahan-bahan yang digunakan yaitu aquadest, alkohol,
asam benzoat, Aspergillus niger, Candida ablicans, medium NA, medium
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


PDA, metyl paraben, natrium benzoat, propil paraben, Pseudomonas

aeruginosa, Staphylococcus aereus.


C. Cara kerja
1. Penyiapan medium

2. Penyiapan suspensi mikroba


a. Peremajaan bakteri
Stock murni bakteri disiapkan dan medium nutrien agar
(NA) miring. Lalu diambil 1 ose biakan mikroba Aspergillus niger,

Candida ablicans, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus


aereus lalu digoreskan pada medium nutrien agar (NA) dan
diinkubasi selama 1x24 jam pada suhu 37oC.
b. Pembuatan suspensi bakteri

3. Penyiapan pengawet
4. Pengujian aktivitas pengawet
Disiapkan alat dan bahan. Dibuat dua konsentrasi pengawet
(propil paraben) yaitu konsentrasi rendah dan konsentrasi tinggi.
Masing-masing konsentrasi pengawet tersebut dipipet 1 ml lalu
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


dituang kedalam vial, setelah itu medium NA (untuk bakteri) dan
medium PDA (untuk jamur) sebanyak 9ml kedalm vial kemudian
dimasukkan mikroba uji sebanyak 3 ose, dikocok hingga homogen.
Dituang kedalam cawan petri dan dibiarkan hingga memadat lalu
diinkubasi selama hari ke-7, hari-14, hari ke-28 pada suhu yang
sesuai. Dihitung jumlah mikroba uji pada masing-masing hasil
pengamatan.

BAB IV
KAJIAN HASIL PRAKTIKUM
A. Gambar Pengamatan
a. Kelompok I (Influenza)
LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Medium : PCA
Medium : NA

SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083
Medium
Sampel

Keterangan :
1. Cawan petri
2. Zona hambat
3. Peper disk

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

: NA
: Sabun Biore

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Keterangan :
1. Cawan petri
2. Zona hambat
3. Peper disk

Medium : PCA
Medium : NA

b. Kelompok II (Luka Bakar)


Medium
: NA
LABORATORIUM
MIKROBIOLOGI
FAKULTAS FARMASI

Sampel
: Sabun
Biore
UNIVERSITAS MUSLIM
INDONESIA

Keterangan :
1. Cawan petri
2. Zona hambat
3. Peper disk

Medium : PCA

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Medium
Sampel

: NA
: Sabun Biore

Medium : PCA

Keterangan :
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

Medium
Sampel

ULFAH CHAERANY PAJRAH,


: NA
: Sabun Biore

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


1. Cawan petri
2. Koloni bakteri
3. Peper disk

c. Kelompok III (Tipes)


LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Keterangan :
1. Cawan petri
2. Peper disk

Medium : PCA

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Medium

: NA

Sampel

: Sabun Biore

Medium : PCA

Keterangan :
1. Cawan petri
2. Koloni bakteri

SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083
Medium

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

: NA

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi

d. Kelompok IV (kutil )

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Medium : PCA

Medium

Keterangan :
1. Cawan petri
2. Koloni bakteri
3. Peper disk

: NA

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
FAKULTAS FARMASI

Sampel

: Sabun Biore

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Medium : PCA

Keterangan :
1. Cawan petri
SRI MULIANI
S.Farm
150 209
083
Medium
Sampel

ULFAH CHAERANY PAJRAH,


: NA
: Sabun Biore

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


2. Koloni bakteri
3. Peper disk

B. Tabel Pengamatan
Sampel

Mikroba uji

Metyl

PA
SA
AN
CA
PA
SA
AN
CA
PA
SA
AN
CA
PA
SA
AN
CA

paraben

Asam
benzoat

Natrium
benzoat

Propil
paraben

Hari ke 7
0,1
0,2
1296 2280
1080
1480
714
72
312
380
948
475
1127
852
0
1
1
53
1230
719
1200
1400
1430
0
240
784
1670
1221
1420
1800
0
18
240
784

Hari ke 14
0,1
0,2
1200
1444
1032
1420
904
59
2700
2555
908
435
1025
810
82
78
1209
91
1139
654
11000 12000
548
1308
642
2412
1582
1137
1137
1789
15
30
360
813

Hari ke 28
0,1
0,2
1394
1150
1190
982
39
854
2505
2650
993
1115
1050
1350
69
750
75
12000
1120
650
11000 11900
3340
4370
640
2305
1680
1130
1120
1790
17
58
520
820

Keterangan :
PA : Pseudomonas aeruginosa
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


SA : Staphylococcus aereus
AN : Aspergillus niger
CA : Candida ablicans

C. Pembahasan
Pengawet adalah bahan kimia biosidal yang ditambahkan dalam
kosmetik, obat topikal, makanan dan produk industri lainnya supaya
terjaga dari kemungkinan kontaminasi mikroorganisme seperti bakteri,
jamur, kapang dan alga yang berimplikasi pada percepatan proses
pembusukan. Pengawet yang ideal di samping efektif mencegah
kontaminasi berbagai mikroorganisme, juga stabil, cocok dengan bahan
lain dalam suatu produk, non-toksik dan tidak menimbulkan iritasi
maupun sensitisasi.
Paraben atau ester alkyl parahydroxy benzoic acid adalah
pengawet

yang

tidak

berwarna,

tidak

berbau,

dan

nonvolatil;

diinaktifkan oleh surfaktan non-ionik terdiri dari metil-, etil-, propildan

butilparaben.

Aktivitas

paraben

sebagai

bahan

pengawet

ditingkatkan oleh propilen glikol. Pada tahun 1930, paraben ini


diperkenalkan sebagai pengawet kosmetik, makanan dan obat topikal.
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


Golongan yang tersering dipakai adalah metil dan etilparaben. Paraben
efektif terhadap jamur dan bakteri Gram positif tetapi kurang efektif
terhadap Gram negatif termasuk Pseudomonas aeruginosa, sehingga
sering dikombinasi dengan pengawet lain seperti isothiazolines atau
phenoxyethanol yang bersifat formaldehyde releaser. Konsentrasi
yang dipakai pada kosmetik 0,1-0,8%. Walaupun paraben termasuk
pangawet yang cukup ideal tetapi pada tahun 1940 telah dilaporkan
dermatitis kontak alergi yang disebabkan karena paraben.
Sensitisasi paraben pada sediaan kosmetik jarang terjadi
walaupun jumlah pemakai kosmetik lebih luas dari pemakai sediaan
topikal. Hal ini disebabkan karena adanya fenomena paraben paradox.
Fenomena ini terjadi karena paraben mampu mensensitisasi kulit yang
abnormal (trauma, eksim) tetapi tidak mensensitisasi kulit normal.
Reaksi hipersensitivitas tipe cepat berupa urtikaria kontak pada
pemakaian sediaan topikal yang mengandung paraben dan bronkospasme
serta pruritus generalisata setelah injeksi hidrokortison dengan
pengawet paraben. Paraben yang dipakai pada uji tempel dengan
sediaan standar adalah paraben mix 16% yang terdiri dari metil-, etil-,
propil- dan butilparaben dengan konsentrasi masingmasing 4% dalam
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


petrolatum. Konsentrasi yang tinggi ini dibutuhkan untuk menghindari
hasil uji tempel negatif palsu karena uji tempel dilakukan pada kulit
normal.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang didapatkan bahwa pengawet
propil paraben dengan asam benzoat menghambat pertumbuhan
mikroba pada Aspergilus niger. Maka semakin tinggi konsentrasi
pengawet

maka

semakin

mampu

menghambat

pertumbuhan

mikroorganisme.
B.Saran
Agar laporan yang dibuat tidak usah dikasih masuk kelompok
lain, sehingga pengerjaan laporannya tidak sulit.

DAFTAR PUSTAKA
Bibiana W. Lay.1994.Analisis Mikrobiologi Di Laboratorium. PT. Raja
Grapindo Persada: Jakarta

SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,

Uji Aktivitas Pengawet Yang Digunakan Pada Produk Farmasi


Djide, Natsir. dkk. 2006. Mikrobiologi Farmasi Dasar. UNHAS :
Makassar.
Ditjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III . Depkes RI :
Jakarta.
Dwyana, Zaraswati.2011. Mikrobiologi Dasar. Universitas Hasanuddin:
Makassar
Irianto, Koes. 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme.
Yrama Widya : Bandung.
Pratiwi, Sylvia. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Universitas Gadjah
Mada: Yogyakarta
Sylvia,T.Pratiwi. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Erlangga: Yogyakarta

SRI MULIANI
S.Farm
150 209 083

ULFAH CHAERANY PAJRAH,