Anda di halaman 1dari 6

contoh laporan kkl akuntansi audit keuangan PT indofood

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah


Akuntansi adalah bahasa teknis perusahaan. Akuntansi adalah teks yang menjadi media
komunikasi informasi keuangan antara manajer dan pihak-pihak yang berada di luar perusahaan,
ketika manajer tidak memiliki kesempatan secara langsung untuk berkomunikasi melalui wicara.
Akuntansi adalah bahasa tulis yang berfungsi sebagai pengganti bahasa wicara, bahwa aspek
komunikasi dari akuntansi ini seharusnya menjadi dasar dalam pengembangan laporan keuagan
dalam hal ini pengauditan sangatlah diperlukan sebagai dasar laporan keuangan untuk
memverifikasikan

kualitas

laporan

keuangan

yang

dibuat. dari

pemasaran laporan

keuagan adalah berkisar antara kualitas auditor, pendapat auditor, tipe audit.
Auditing suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara
objektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk
menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kreteria yang telah
ditetapkan, serta penyampaian hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.
Audit dan Auditor dapat memberikan dukungan dengan menyatakan bahwa di samping
berhubungan erat dengan masalah pengukuran, hasil audit juga berkaitan erat dengan masalah
komunikasi, sehingga betapapun efektif proses pengukuran yang dilakukan dalam pengauditan
laporan keuagan, informasi yang dihasilkannya akan kurang bermanfaat jika tidak
dikomunikasikan dengan tepat. dari sebuah hasil audit laporan keuagan ini muncul dari
adanya needs atau keinginan dasar manusia dan wants yaitu kehendak kuat yang diiringi dengan
kemampuan untuk menyajkan laporan keuagan yang wajar tanpa pengecualian.
Pengauditan merupakan sarana bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan
perusahaan (stakeholders) untuk memverifikasi kualitas laporan keuangan yang dibuat. Laporan
keuangan auditan tersebut dapat dipercaya kualitasnya apabila audit atas laporan keuangan
tersebut dilakukan oleh auditor yang berkualitas tinggi. Auditor yang berkualitas tinggi diyakini
mempunyai kemampuan untuk mencegah praktik perekayasaan laporan keuagan yang mungkin
dilakukan manajemen. Apabila manajemen kedapatan melakukan manajemen laba, auditor
tersebut bisa mengeluarkan pendapat selain pendapat wajar tanpa perkecualian (unqualified
opinion), bahwa pada perusahaan dengan kualitas auditor yang tinggi (Big Six) kesalahan lebih
kecil dibandingkan pada perusahaan dengan kualitas auditor yang rendah (Non Big Six). Di

Indonesia, yang menyatakan bahwa auditor berkualitas tinggi dapat mengurangi kecenderungan
kesalahan pada laporan keuagan.
Kualitas auditor sebagai variabel independen, pada perusahaan Coca Cola Amatil ini,
kualitas auditor ditempatkan sebagai variabel pemoderasi dalam hubungan antara kualitas auditor
sebagai pemoderasi didasarkan pada peran auditor sebagai pihak yang memberikan pengesahan,
dan bukan sebagai pihak penyaji laporan keuangan.
1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah diatas, maka permasalahan ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1. Sejauh mana hasil Audit berpengaruh terhadap laporan keuagan PT Coca Cola Amatil ?
2. Apakah Auditor yang masuk kategori Big Six mempengaruhi kualitas Auditor?

1.3

Tujuan Laporan
Adalah untuk mengetahui lebih dekat kegiatan pemasaran yang dilakukan PT. Coca Cola
Amatil Indonesia khususnya permasalahan dalam sistem pemasaran ataupun distribusi
memperdagangkan produknya.
Dengan KKL ini diharapkan dapat berguna antara lain sebagai berikut :
1) Untuk Menganalisa pengaruh Hasil Audit terhadap laporan keuangan PT Coca Cola Amatil.
2) Pengaruh kualitas Auditor yang masuk Big Six Auditor Kantor Akuntan Publik (KAP).
Selain tujuan diatas, ini juga mempunyai tujuan yang lebih spesifik, antara lain :
a.
b.

Mengetahui Visi dan Misi coca cola

c.

Standar-standar audit

d.

Mengetahui Tipe-tipe Audit

1.4
a.

Mengetahui sejarah dan perkembangan Coca Cola

Manfaat

Secara teoritis
Hasil laporan dapat dijadikan acuan laporan selanjutnya yang mempunyai objek laporan yang
sama ini.

b.

Secara Praktis
Manfaat dari lapoaran ini adalah :

1. Sebagai bahan masukan bagi PT Coca Cola Amatil pada pelaporan keuagan
2. Sebagai pertimbangan PT Coca Cola dalam menyusun lapoaran keuagan
3. Sebagai bahan referensi bagi penulis tentang STANDAR AUDIT, PENDAPAT AUDIT, TIPE
AUDIT

BAB II
LANDASAN TEORI
Laporan keuangan auditan yang berkualitas, relevan dan reliabel dihasilkan dari audit yang
dilakukan secara efektif oleh auditor yang berkualitas. Pemakai laporan keuangan lebih percaya
pada laporan keuangan auditan yang diaudit oleh auditor yang dianggap berkualitas tinggi
dibanding auditor yang kurang berkualitas, karena mereka menganggap bahwa untuk
mempertahankan kredibilitasnya, auditor akan lebih berhati-hati dalam melakukan proses audit
untuk mendeteksi salah saji atau kecurangan.
Hasil audit tidak bisa diamati secara langsung sehingga pengukuran kualitas audit maupun
kualitas auditor menjadi sulit untuk dioperasionalkan. Untuk mengatasi permasalahan
ini, Dimensi kualitas auditor yang paling sering digunakan dalam pelaporan adalah ukuran
kantor akuntan publik atau KAP. Karena nama baik perusahaan (KAP) dianggap merupakan
gambaran yang paling penting. Selain ukuran KAP, kualitas auditor yang lain adalah spesialisasi
auditor. independensi auditor.
.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1

Gambaran Umum Perusahaan


1. Sejarah Perusahaan
Rasa menyegarkan Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei
1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.
Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola.
Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena
berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia
menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling
terkenal di dunia.

Dr. Pemberton menjual ciptaannya dengan harga 5 sen per gelas di apotiknya dan
mempromosikan produknya dengan membagi ribuan kupon yang dapat ditukarkan untuk mencicipi satu
minuman cuma-cuma. Pada tahun tersebut ia menghabiskan US$46 untuk biaya periklanan. Pada tahun
1892, Pemberton menjual hak cipta Coca-Cola ke Asa G. Chandler yang kemudian mendirikan
perusahaan Coca-Cola pada 1892.
Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam
benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Benda-benda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasilokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warnawarni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan
dan jam dipakai untuk memasyarakatan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan.
Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke,
bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola
sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan
kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan
mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan
yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar.

2. Visi , Misi dan Nilai Perusahaan

Visi : Menjadi perusahaan produsen minuman terbaik di Asia

Misi : Memberikan kesegaran kepada pelanggan dan konsumen kita dengan rasa bangga dan

tenggara

semangat sepanjang hari, setiap hari

Nilai nilai perusahaan :


Sumber Daya Manusia (People)
Pelanggan (Customers)
Semangat (Passion)
Inovasi (Innovation)
Keunggulan (Excellence)
Warga negara yang baik (Citizenship)

3.2

Pembahasan
Audit adalah suatu sistem untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obektif
menetapkan tingkat kesesuaian kreteria yang telah ditetapkan bagi pemakai atau yang
berkepentingan. dalam sistem pengauditan ada beberapa Standar Audit yang perlu diperhatikan
untuk mendapatkan pendapat wajar tanpa pengecualian dalam penyusunan laporan keuagan.
Standar Pelaporan yang perlu diperhatikan dalam pengauditan adalah sebagai berikut :

Standar Pelaporan
a.

Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuagan telah disusun sesuai dengan PABU di
Indonesia

b.

Laporan auditan harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidak konsistenan penerapan
prinsip akuntansi dalam penyususnan Laporan Keuagan periode berjalan di bandingkan dengan
penerapan prinsip akutansi tersebut dalam periode sebelumnya.

c.

Pengungkapan informative dalam laporan keuangan harus di pandang memadai, kecuali


dinyatakan lain dalam laporan audit.

d.

Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara
keseluruhan atau suatu asersi bahwa kenyataan demikian tidak dapat diberikan.

Pendapat dalam pengauditan


a.

Pendapat wajar tanpa pengecualiian (unqualified opinion report) adalah tidak terjadinya
pembatasan dalam lingkup audit, penerapan sesuai dengan PABU, konsisten penerapan prinsip
akutansi, dan pengungkapan memadai. Kata wajar maknanya bebas dari keragu-raguan dan
ketidakjujuran mengungkap informasinya tidak hanya terbatas pada jumlah rupiah dan
pengungkapan namun meliputi pula penggolongan.

b.

Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahsa penjelasan (unqualified opinion report with
explanatory language). Adalah laporan keuangan disajikan secara wajar, namun memerlukan
bahasa penjelasan.

c.

Pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion report). Adalah lingkup audit di batasi
klien, auditor tidak dapat melaksanakan audit penting atau tidak dapat memperoleh informasi
penting karena kondisi diluar kekuasaan klien maupun auditor. PABU yang digunakan dalam
menyusun laporan keuangan tidak diterapkan secara konsisten.

d.

Tidak menyaytakan pendapat (disclaimer of opinion report). Pembatasan luar biasa sifatnya
terhadap lingkup audit sehingga tidak cukup bukti audit yang digunakan. Auditor tidak
independen dalam hubungannya dengan klien.

BAB IV

KESIMPULAN
Hasil pengauditan perlu diterapkan pada PT Coca Cola untuk kualitas laporan keuagan.
Namun disisi lain kualitas auditor yang tinggi ( Big Six ) dapat menambah kualitas laporan
keuagan dari PT Coca Cola Amatil ini. sesuai dengan prosedur yanga ada PT Coca Cola Amatil
memilih auditor yang masuk kategori Big Six sebagai auditor yang dapat meningkatkan nilai
jual perusahaan.
Coca cola sebagai salah satu perusahaan minuman ringan di Indonesia, telah berhasil
meningkatkan kepercayaan pada perusahan ( Stakeholders ) untuk menanamkan saham pada PT
Coca Cola Amatil. Dengan adanya pendapat para audit Wajar tanpa pengecualian ( unqualified
Opinion Report ). Dengan adanya peernyataan auditor tersebut dapat menguntungkan
perusahaan dalam memperoleh dana pinjaman. Hal ini juga dapat meningkatkan pemasaran dan
penjualan produk Coca Cola Amatil.