Anda di halaman 1dari 6

Hakikat dan Dimensi Identitas Nasional

Identitas adalah ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan
membedakannya dengan bangsa lain. Kekhasan yang melekat pada sebuah bangsa banyak
dikaitkan dengan sebutan identitas nasional. Namun demikian, proses pembentukan identitas
nasional bukan sesuatu yang sudah selesai, tetapi sesuatu yang terus berkembang dan kontekstual
mengiki\uti perkembangan zaman.
Secara umum beberapa unsure yang terkandung dalam identitas nasional antara lain :
1. Pola perilaku
Adalah gambaran pola perilaku yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
1. Lambang-lambang
Adalah sesuatu yang menggambarkan tujuan dan fungsi Negara.
1. Alat-alat perlengkapan
Adalah sejumlah perangkat atau alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan
yang berupa bangunan, peralatan dan teknologi.
1. Tujuan yang ingin dicapai
Yang bersumber dari tujuan yang bersifat dinamis dan tidak tetap, seperti budaya unggul, prestasi
dalam bidang tertentu.

Unsur-unsur Pembantuk Identitas Nasional

Salah satu identotas bangsaIndonesiaadalah dikenal sebagai sebuah bangsa yang majemuk.
KemajemukanIndonesiadapat dilihat dari sisi sejarah, kebudayaan, suku bangsa, agama, dan
bahasa.
1. Sejarah
Menurut catatan sejarah, sebelum menjadi sebuah Negara, bangsaIndonesiapernah mengalami
masa kejayaan yang gemilang. Dua kerajaan Nusantara, Majapahit dan Sriwijaya. Kebesaran dua
kerajaan nusantara tersebut telah membekas pada semangat perjuangan BangsaIndonesiapada

abad-abad berikiutnya. Semangat juang bangsaIndonesiadalam menguisir penjajah, menurut


banyak ahli, telah menjadi ciri khas tersendiri bagi bangsaIndonesiayang kemudian menjadi
salah satu unsur pembentuk identitas nasionalIndonesia.
1. Kebudayaan
Aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentukan identitas nasional meliputi yiga unsur,
yaitu akal budi, peradaban, dan pengetahuan.
1. Suku bangsa
Kemajemukan merupakan identitas lain bangsaIndonesia. Kemajemukan alamiah
bangsaIndonesiadapat dilihat pada keberadaan lebih dari ribuan kelompok suku, beragam bahasa,
budaya, dan ribuan kepulauan.
1. Agama
Keanekaragaman agama merupakan identitas lain dari kemajemukan alamiahIndonesia. Dengan
kata lain, keragaman agama dan keyakinan diIndonesiatidak hanya dijamin oleh konstitusi
Negara, tetapi juga merupakan suatu rahmat Tuha Yang Maha Esa yang harus tetap dipelihara
dan disyukuri bangsaIndonesia.
1. Bahasa
Bahasa Indonesia adalah salah satu identitas nasionalIndonesiayang penting.
SekalipunIndonesiamemiliki ribuan bahasa daerah, kedudukan bahasa Indonesia (bahasa yang
digunakan bahasa Melayu) sebagai bahasa penghubung berbagai kelompok etnis yang mendiami
kepulauan Nusantara memberikan nilai identitas tersendiri bagi bangsaIndonesia.

Pancasila : Nilai bersama dalam Kehidupan Kebangsaan dan Kenegaraan

Bangsa yang besar adalah bangsa yang hidup dengan kelenturan budayanya untuk mengadaptasi
unsur-unsur luar yang dianggap baik dan dapat memperkarya nilai-nilai local yang dimiliki.
Ketidakmampuan beradaptasi dengan budaya luar acap kali menempatkan bangsa tersebut ke
dalam kisaran kekeringan atau kekerdilan identitas. Namun demikian terlalu terobsesi dengan
budaya luar dan pada saat yang sama mencampakkan tradisi dan nilai-nilai baik local berpeluang
menjadikan bangsa tersebut kehilangan identitas. Akibatnya bangsa tersebut tidak pernah
menjadi dirinya sendiri.
Pancasila adalah capaian demokrasi paling penting yang dihasilkan oleh para pendiri
bangsaIndonesia. Pancasila merupakan bingkai kemajemukanIndonesia. Pancasila juga
merupakan symbol persatuan dan kesatuanIndonesia.Indonesiamerupakan kawasan subur bagi

pertumbuhan beragam aliran pemikiran dan pergerakan nasional dengan basis ideologi yang
beraneka ragam : Nasionalisme, Sosialisme, Liberalisme, islamisme, Humanisme, dan
sebagainya.
Sebagai sebuah consensus nasional, Pancasila merupakan sebuah pandangan
hidupIndonesiayang terbuka dan bersifat dinamis. Sifat keterbukaan Pancasila dapat dilihat pada
muatan Pancasila yang merupakan perpaduan antara nilai-nilai keIndonesiaan yang majemuk dan
nilai-nilai yang bersifat universal.

Revitalisasi Pancasila

Gelombang demokrasi dalam bentuk tuntutan reformasi dinegara-negara tidak demokrasi,


termasukIndonesia, menjadi ancaman bagi eksistansi ideologi nasional seperti pancasila.
Menurut azra, paling tidak ada 3 faktor yang membuat pancasila tidak relevan lagi saat ini.
Pertama, Pancasila terlanjur tercemar karena kebijakan rezim Soeharto yang menjadikan
Pancasila sebagai alat polotik untuk mempertahankan status quo kekuasaannya.
Kedua, liberalisasi politik dengan penghapusan ketentuan yang ditetapkan Presiden B.J Habibie
tentang Pancasila sebagai satu-satunya asas setiap organisasi.
Ketiga, desentralisasi dan otonomisasi daerah yang sedikit banyak mendorong penguatan
sentiment kedaerahan.
Perlunya revitalisasi Pancasila karena didasari keyakinan bahwa Pancasila merupakan simpul
nasional yang paling tepat bagiIndonesiayang majemuk. Kini sudah waktunya para elite dan
pemimpin nasional memberikan perhatian khusus kepada ideology pemersatu ini jika kita betulbetul peduli pada integrasi Negara bangsaIndonesia.

Globalisasi dan Ketahanan Nasional

1. Hakikat Globalisasi
Secara umum globalisasi adalah suatu perubahan social dalam bentuk semakin bertambahnya
keterkaitan antara masyarakat dengan faktor-faktor yang terjadi akibat transkulturasi dan
perkembangan teknologi modern. Memahami globalisasi adalah suatu kebutuhan, mengingat
majemuknya fenomena tersebut.

Globalisasi merupakan fenomena berwajah majemuk. Istilah globalisasi sering diidentikkan


dengan : Internasionalisasi, Liberalisasi, Universalisasi, Westernisasi atau Amerikanisasi, dan deTeritorialisasi.
Beberapa pengertiam globalisasi :
Pertama, globalisasi sebagai transformasi kondisi spasial-temporal kehidupan.
Kedua, globalisasi sebagai transformasi lingkup cara pandang.
Ketiga, globalisasi sebagai transformasi modus tindakan dan praktik.
Dengan demikian, peningkatan saling keterkaitan antara seseorang atau satu bangsa dengan
bangsa lainnya telah menggiring dunia kearah pembentukan desa global. Desa global merupakan
kenyataan sosial yang saling terpisah secara fisik tapi saling berhubungan dan memengaruhi
secara nonfisik.
Terdapat banyak factor yang mendorong terjadinya globalisasi antara lain pertumbuhan
kapitalisme, maraknya inovasi teknologi komunikasi dan informasi serta diciptakannya regulasiregulasi yang meningkatkan persaingan dalam skala besar dan luas seperti hak cipta, standarisasi
teknis dan procedural dalam produk dan system produksi serat penghapusan hambatan
perdagangan.

2. Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan,
yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan baik yang dating dari luar
negeri maupun dari dalam negeri, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan
integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan
nasional. Dalam rangka ketahanan Nasional, peluang dan tantangan bangsaIndonesiadalam era
globalisasi dapat dijumpai dalam beberapa bidang yang meliputi bidang politik, ekonomi, dan
sosial-budaya.

Multikulturalisme : Antara Nasionalisme dan Globalisasi

Salah satu isu penting yang mengiringi gelombang demokratisasi adalah munculnya wacana
multikulturalisme. Multikulturalisme pada intinya adalah kesediaan menerima kelompok lain
secara sama sebagai kesatuan tanpa memedulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa,
ataupun agama.

1. Pengertian Multikulturalisme
Multikulturalisme menjadi konsep yang menyebar dan dipandang penting bagi masyarakat
majemuk dan kompleks di dunia, dan bahkan dikembangkan sebagai strategi integrasi
kebudayaan melalui pendidikan multikultural.
Konsep multikulturalisme sangat menjunjung perbedaan bahkan menjaganya agar tetap hidup
dan berkembang secara dinamis. Lebih dari sekedar memelihara dan mengambil manfaat dari
pebedaan, perspektif multikulturalisme memandang hakikat kemanusiaan sebagai sesuatu yang
universal. Manusia adalah sama. Bagi masyarakat multikulturalisme perbedaan merupakan
sebuah kesempatan untuk memanifestasikan hakikat sosial manusia dengan dialog dan
komunikasi.Multikulturalisme sangat mementingkan dialektika yang kretif. Karakter masyarakat
multikultural adalah toleran.
2. Multikulturalisme di antara Nasionalisme dan Globalisasi
Dalam sejarahnya, nasionalismeIndonesiamelalui beberapa tahap perkembangan. Tahap pertama
ditandai dengan tumbuhnya perasaan kebangsaan dan persamaan nasib yang diikuti dengan
perlawanan terhadap penjajahan baik sebelum maupun sesudah proklamasi kemerdekaan.
Tahap kedua adalah bentuk nasionalismeIndonesiayang merupakan kelajutan dari semangat
revolusioner pada masa perjuangan kemerdekaan, dengan peran pemimpin nasional yang lebih
besar.
Tahap ketiga adalah nasionalisme persatuan dan kesatuan.
Tahap keempat adalah nasionalisme cosmopolitan.
Upaya membangun Indonesiayang multicultural hanya mungkin dapat terwujud bila : Pertama,
konsep multikulturalisme menyebar luas dan dipahami oleh masyarakat Indonesia. Kedua,
kesamaan pemahaman di antara masyarakat mengenai makna multikulturalisme dan bangunan
konsep yang mendukungnya.
Ada5 hal penting jika melihat hubungan antara Pancasila dan multikulturalisme. Pertama,
multikulturalisme adalah pandangan kebudayaan yang berorientasi praktis, yakni yang
menekankan perwujudan ide menjadi tindakan.

Kedua, multikulturalisme harus menjadi grand strategy ke masa depan, khususnya dalam
pendidikan nasional yang menekankan learning by doing or practicing, dan tidak lagi sematamata kognitif.
Ketiga, dengan memosisikan multikulturalisme sebagai perwujudan Pancasila.
Keempat, kalau multikulturalisme didefinisikan sebagai sejumlah kebudayaan yang hidup
berdampingan, dan seyogianya mengembangkan cara pandang yang mengakui dan menghargai
keberadaan kebudayaan satu sama lain.
Kelima, perubahan cara berfikir pluralisme ke multikulturalisme dalam memandang pancasila
adalah perubahan kebudayaan yang menyangkut nilai-nilai dasar yang tidak mudah diwujudkan.
Diperlukan 2 persyaratan : (1)kita harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai model
multikulturalisme yang sesuai dengan kondisi Indonesia., (2) Kebijakan itu harus berjangka
panjang, konsisten, dan membutuhkan kondisi politik yang mendukung.

Anda mungkin juga menyukai