Anda di halaman 1dari 17

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PENGAWASAN PENGEMBANGAN PPI


1. LATAR BELAKANG
Dilaksanakannya pekerjaan fisik di lapangan membutuhkan
pengawasan yang efektif dan efisien dalam pelaksanaannya,
maka diperlukan pekerjaan Pengawasan (Supervisi). Pengawasan
ini melibatkan tenaga ahli dan personil yang berkompeten di
bidangnya yang salah satu tugasnya membantu pihak Pengguna
Jasa dalam mengawasi jalannya pekerjaan fisik tersebut.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan pengadaan Penyedia jasa konsultansi
pekerjaan pengawasan teknis ini, adalah untuk :
a) Membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengawasan
Pengembangan PPI di dalam melakukan pengawasan teknis
terhadap kegiatan pekerjaan konstruksi di lapangan yang
dilaksanakan

oleh

Penyedia

jasa

konstruksi

(Kontraktor),

berhubung adanya keterbatasan tenaga Satuan Kerja yang


bersangkutan, baik dari segi jumlah (kuantitas) maupun dari segi
kualifikasinya (kualitas).
b) Meminimalkan kendala-kendala teknis yang sering dihadapi
oleh Penyedia jasa konstruksi (Kontraktor) di lapangan dalam
menerapkan desain yang memenuhi persyaratan spesifikasinya.
c) Memberi kepastian dan jaminan kepada Pengguna Jasa bahwa
pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia jasa konstruksi
(kontraktor) sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan teknis
yang tercantum dalam dokumen kontrak.
d) Membantu menyelesaikan revisi desain, bilamana terdapat
perbedaan antara desain yang ada dengan kondisi di lapangan.
Adapun tujuannya adalah pengendalian pelaksanaan pekerjaan
di lapangan untuk mendapatkan hasil pekerjaan konstruksi yang
memenuhi persyaratan yang tercantum di dalam spesifikasi

(tepat mutu), dan dilaksanakan secara tepat biaya serta tepat


waktu.

3. SASARAN
Sasaran

pengadaan

jasa

konsultansi

pengawasan

teknis

Pengawasan Pengembangan PPI, adalah tercapainya hasil


pekerjaan pada kegiatan tersebut di atas sesuai dengan isi
dokumen kontrak, sehingga kinerja jalan yang ditangani
diharapkan dapat memberikan layanannya sampai akhir umur
rencana.
Disamping itu, sebagian tugas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Pengawasan Pengembangan PPI yang bersangkutan, khususnya
dalam hal menyangkut masalah pengendalian teknis di lapangan
dan administrasi teknik pada umumnya, dilimpahkan kepada
Penyedia jasa tersebut.
4. LOKASI KEGIATAN
Lokasi kegiatan berada di PPI Kenyamukan Kabupaten Kutai
Timur Propinsi Kalimantan Timur.
5. SUMBER PENDANAAN
Pagu Anggaran Kegiatan tersebut di atas adalah Rp. 140.000.000(Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) termasuk PPN, sumber dana
berasal dari APBN Tahun Anggaran 2015.

6. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Nama dan Organisasi Pengguna jasa adalah Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) Pengawasan Pengembangan PPI pada Bidang

Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur


sebagai pengendali kontrak Pengawasan Teknis.

Kedudukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengawasan


Pengembangan PPI berada di dalam struktur organisasi institusi
sebagaimana dalam Kerangka Acuan Kerja ini.

DATA-DATA PENUNJANG
7. DATA DASAR
Data Primer dan data sekunder Pekerjaan
8. STANDART TEKNIS
Standar Nasional Indonesia, kriteria pengawasan dan standar
yang berlaku lainnya.
9. REFERENSI HUKUM
Perpres RI No 54 Tahun 2010.
Perpres RI No 70 Tahun 2012.

RUANG LINGKUP
10. LINGKUP KEGIATAN
10.1. Lingkup Kegiatan
Lingkup kegiatan ini adalah :
1. Melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis pada Pengawasan
Pengembangan PPI ditangani agar diperoleh hasil pekerjaan
yang sesuai dengan spesifikasi, sehingga terhindar dari resiko
kegagalan konstruksi.
2. Melaksanakan pengawasan teknis terhadap pekerjaan di
lapangan secara profesional, efektif dan efisien, pada setiap
tahapan kegiatan.
3. Pengendalian

mutu

pekerjaan

di

lapangan

dengan

menerapkan prosedur kerja dan uji mutu pada setiap tahapan


kegiatan pekerjaan sesuai dokumen kontrak.
4. Membuat laporan progress pekerjaan di lapangan dan membuat
rekomendasi setiap permasalahan yang timbul di lapangan.
5. Membuat laporan teknis (bila diperlukan) pada setiap tejadinya
perubahan kinerja pekerjaan.
6. Verifikasi progress fisik dan progress keuangan yang diajukan
oleh Penyedia jasa konstruksi (Kontraktor).
7. Melaksanakan koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)

Pengawasan

Pengembangan

ditentukan seperti dalam KAK ini.

PPI

sebagaimana

10.2. Metodologi
Bagian-bagian pekerjaan yang tercakup dalam pekerjaan ini
meliputi:
a. Mengawasi pelaksanaan pekejaan konstruksi yang dilaksanakan
oleh kontraktor agar hasil pekejaan sesuai dengan gambar
rencana dan spesifikasi pekerjaan yang ada.
b. Mengukur kuantitas pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan
dan melakukan pemeriksaan untuk pembayaran akhir pekejaan.
c. Memeriksa dan menguji mutu bahan-bahan yang digunakan
dan mutu hasil pekerjaannya.
d. Menjamin bahwa konstruksi yang sudah selesai telah memenuhi
syarat.
e. Memberikan saran-saran mengenai perubahan pekejaan dan
tuntutan (claims).
f. Memberikan

rekomendasi

atas

pengoperasian

dan

pemeiiharaan peralatan yang digunakan.


g. Peninjauan kembali desain, dan melaksanakan pemeriksaan
gambar terlaksana.
h. Melaksanakan

pemeriksaan

gambar

terpasang/terbangun

secara bertahap sesuai progress mutual check dan MC yang


dicapai sampai dengan 100%.
i. Melaporkan secara berkala tentang kemajuan pekejaan dan
permasalahannya, mutu pekerjaan serta status keuangan
proyek, berikut kondisi lainnya yang dapat diantisipasi.
11. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah berupa
Laporan Review Design (bila ada), Laporan Bulanan, Laporan
Akhir Kegiatan dan Laporan Keseluruhan dalam bentuk
sofcopy Flashdisk.

12. PERALATAN, MATERIAL, FASILITAS DARI PEJABAT PEMBUAT


KOMITMEN
PPK menyediakan ruang asistensi dan diskusi, PPK akan
mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai
wakil Direksi/pengawas selama waktu pelaksanaan.
13. PERALATAN, MATERIAL DARI PENYEDIA JASA KONSULTANSI
Kendaraan roda 2, komputer, printer dan peralatan pendukung
lainnya sesuai yang tercantum dalam kontrak.
14. LINGKUP KEWENANGAN PENYEDIA JASA
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, Penyedia Jasa harus
terlebih dahulu mempersentasikan Pemahaman Kerangka
Acuan Kerja (KAK) oleh masing-masing Tenaga Ahli dan
menyampaikan :
Struktur Organisasi Perusahaan, Rencana Mutu Kontrak
(RMK), jadwal penugasan personil kepada Pengguna Jasa
untuk mendapatkan persetujuan selanjutnya yang dibuat
berbentuk Berita Acara Mobilisasi Personil, Berita Acara
Telah

Melaksanakan

mengajukan

Tugas,

metodologi

Konsultan

diminta

pelaksanaan

yang

memperlihatkan ketepatan analisa dan urutan langkahlangkah pelaksanaannya dalam hal sarana prasarana
bangunan infrastruktur, dan melaporkan kemajuan hasil
pekerjaan setiap akhir bulan
15. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini
adalah 5 ( Lima ) bulan atau 150 ( Seratus Lima Puluh ) hari
kalender terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai
Kerja (SMPK).

16. PERSONIL
16.1.

Tenaga Ahli
Posisi dan jumlah tenaga ahli yang dibutuhkan untuk melaksanakan
kegiatan ini, adalah sebagai berikut :

No
1
2
3
4

Posisi / Jabatan
Site Engineer
Material Teknisi
Inspector/Surveyor
Drafter & Op. Komputer

Jumlah
Tenaga
1
1
1
1

Pengalaman (Tahun)
4 (S1)
2 (S1)
2 (S1)
2 (SMK)

Setiap tenaga ahli tersebut harus sudah mempunyai sertifikat keahlian


(SKA) dari asosiasi yang berwenang, untuk bidang yang sesuai/sama
dengan jenis pekerjaannya.
Keahlian yang diperlukan, tugas dan tanggung jawab masing-masing
tenaga ahli, yaitu sebagi berikut :
A) Site Engineer
Site Engineer adalah pemimpin tim konsultan atau Direksi Teknis yang
bertanggung jawab langsung kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Pekerjaan Pengawasan Pengembangan PPI dimana timnya ditugaskan
untuk melaksanakan jasa konsultansi pengawasan. Site Engineer
sekurang- kurangnya seorang Lulusan Sarjana Teknik Sipil (S1) dari suatu
perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta yang telah disamakan
atau perguruan tinggi internasional yang diakui serta memiliki Sertifikasi
Ahli (SKA) Teknik Jalan. Untuk perguruan tinggi swasta yang belum
disamakan, harus telah lulus ujian negara. Site Engineer harus memiliki
pengalaman sekurang-kurangnya selama 4 (Empat) tahun untuk S1.
Tugas-tugas Site Engineer meliputi hal-hal tersebut di bawah ini :
a. Mengawasi dan meneliti ketepatan dari semua pengukuran, rekayasa
lapangan yang dilakukan Kontraktor sehingga dapat memudahkan
Pejabat

Pembuat

Pengembangan

Komitmen
PPI

(PPK)

mengambil

Pekerjaan

Pengawasan

keputusan-keputusan

yang

diperlukan, termasuk untuk pekerjaan pengembalian kondisi dan


pekerjaan minor mendahului pekerjaan utama serta rekayasa

terperinci lainnya.
b. Melakukan pengawasan secara teratur dan memeriksa pekerjaan pada
semua lokasi di lapangan dimana pekejaan konstruksi sedang
dilaksanakan serta memberi penjelasan tertulis kepada Kontraktor
mengenai apa yang sebenarnya dituntut dalam pekejaan tersebut, bila
dalam kontrak hanya dinyatakan secara umum.
c. Mengupayakan bahwa kontraktor memahami dokumen Kontrak
secara benar, melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi
serta gambar-ganbar, dan kontraktor menerapkan teknik pelaksanaan
konstruksi yang tepat cocok dengan keadaan lapangan untuk berbagai
macam kegiatan pekerjaan.
d. Membuat rekomendasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Pekerjaan Pengembangan PPI untuk menerima atau menolak
pekerjaan dan material.
e. Mencatat kemajuan setiap hari yang dicapai kontraktor pada lembar
kemajuan pekerjaan (progress schedule) yang telah disetujui.
f. Memonitor secara seksama kemajuan dari semua pekejaan dan
melaporkannya segera/ tepat waktu bila kemajuan pekerjaan
terlambat sebagaimana tercantum pada buku Spesifikasi Umum dan
hal itu benar-benar berpengaruh terhadap jadual penyelesaian yang
direncanakan.

Dalam hal demikian, maka Site Engineer juga

membuat rekomendasi secara tertulis bagaimana caranya untuk


mengejar keterlambatan tersebut.
g. Memeriksa dengan teliti semua kuantitas hasil pengukuran setiap
pekerjaan

yang

telah

selesai

yang

disampaikan

oleh

Inspector/surveyor.
h. Menjamin bahwa sebelum kontraktor diijinkan untuk melaksanakan
pekerjaan berikutnya, maka pekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang
akan

tertutup

atau menjadi

tidak

tampak

harus

sudah

diperiksa/diuji dan sudah memenuhi persyaratan dalam Dokumen


Kontrak.
i. Memberi rekomendasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Pekerjaan Pengembangan PPI menyangkut mutu

dan

jumlah

pekejaan yang telah selesai dan memeriksa kebenaran dari setiap


sertifikat pembayaran bulanan kontraktor.
j.

Membuat perhitungan dan sketsa-sketsa yang benar untuk bahan


pada Pekerjaan Pengembangan PPI setiap akan memerintahkan
perubahan pekerjaan.

k. Mengawasi

dan

memeriksa

pembuatan

Gambar

Sebenarnya

Terbangun / terpasang (as built drawing) dan megupayakan agar


semua gambar tersebut dapat diselesaikan sebelum Penyerahan
Pertama Pekerjaan (PHO).
l. Memeriksa dengan teliti /seksama setiap gambar-gambar kerja dan
analisa/perhitungan-perhitungan konstruksinya dan kuantitasnya,
yang dibuat oleh kontraktor sebelum pelaksanaan.
m. Menyusun/memelihara arsip korespondensi proyek, laporan harian,
laporan mingguan, bagan kemajuan pekerjaan, pengukuran, gambargambar dan lainnya.
n. Membuat laporan-laporan seperti tersebut, mengenai kemajuan fisik
dan keuangan proyek yang ada dibawah wewenangnya dan
menyerahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan
Pengembangan PPI serta instansi lain yang terkait tepat pada
waktunya.
o. Memeriksa dan menanda tangani dokumen pembayaran bulanan

(Monthly Certificate) apabila semua back Up data yang sudah sesuai


dengan ketentuan yang ada di dalam Dokumen Kontrak Fisik.

16.2. TENAGA TEKNISI


Tenaga Teknisi yang diperlukan, tugas dan tanggung jawab masingmasing tenaga teknisi, yaitu sebagi berikut :

A) Material Teknisi
Tenaga ahli tersebut di atas dibantu oleh tenaga teknisi. Seorang
tenaga teknisi lulusan Sarjana Teknik Sipil (S1) Teknik Sipil dengan

pengalaman minimal selama 2 (Dua) tahun bersertifikasi (SKA) Ahli


Geoteknik.

1.

Membantu Site Engineer mengawasi pelaksanaan pekerjaan dari


aspek kualitas pekerjaan berdasarkan dokumen kontrak.

2.

Bertanggung jawab pada Site Engineer untuk mengawasi kualitas


pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor.

3.

Mengawasi

dan

memberi

pengarahan

dan

pelaksanaan

pekerjaaan agar sesuai dengan prosedur berdasarkan spesifikasi


teknis.
4.

Menerima dan menolak hasil pekerjaan kontraktor berdasarkan


spesifikasi teknis.

B) Inspector
Inspector seorang tenaga teknisi lulusan Sarjana Teknik Sipil (S1)
Teknik Sipil dengan pengalaman minimal selama 2 (Dua) tahun
bersertifikasi (SKA) Ahli Teknik Sungai dan Drainase.
Tugas dan kewajiban Inspector adalah mencakup hal-hal sebagai
berikut :
1. Membantu Site Engineer mengawasi pelaksanaan pekerjaan dari
aspek prosedur dan kuantitas pekerjaan berdasarkan dokumen
kontrak.
2. Bertanggung jawab pada Site Engineer untuk mengawasi kuantitas
pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor.
3. Memeriksa gambar kerja kontraktor berdasarkan gambar rencana
serta memeriksa dan memberi ijin pelaksanaan pekerjaan kontraktor.
4. Mengawasi dan memberi pengarahan dan pelaksanaan pekerjaaan
agar sesuai dengan prosedur berdasarkan spesifikasi teknis.
5. Menerima dan menolak hasil pekerjaan kontraktor berdasarkan
spesifikasi teknis.
6. Membuat laporan harian mengenai aktivitas kontraktor untuk

kemajuaan pekerjaan, terdiri dari cuaca, material yang datang


(masuk), perubahan dan bentuk dan ukuran dari pekerjaan,
peralatan di lapangan, kuantitas dari pekerjaan yang telah
diselesaikan, pengukuran di lapangan dan kejadian- kejadian
khusus.
7. Memeriksa gambar terlaksana (As Built Drawing).
8. Membuat catatan lengkap tentang peralatan, tenaga kerja dan
material yang digunakan dalam setiap pekerjaan yang merupakan
atau mungkin akan menjadi pekerjaan tambah (extra).
9. Memeriksa dan menandatangani laporan harian standar.

16.3. TENAGA PENUNJANG / SUPPORTING STAFF


Tenaga ahli dapat dibantu oleh tenaga penunjang/supporting
staf, Setiap tenaga penunjang adalah minimal lulusan SMK atau
sederajat dengan pengalaman minimal selama 2 (dua) tahun untuk
Operator

Cad

dan

memiliki

bersertifikat

(SKT)

Jurugambar/Draftman.
Tenaga penunjang yang diperlukan, tugas dan tanggung jawab
masing-masing tenaga Pendukung, yaitu sebagi berikut :

i. Operator Cad / Drafter


Tugas Dan Tanggung Jawab Operator Cad Antara Lain:
a. Bertugas membantu dalam hal kelancaran penyelesaian back up
data gambar dll yang berkaitan dengan tugas dan tanggung
jawab konsultan.
b. Melakukan koordinasi kepada Site Engineer (SE), Inspector dan
Material Teknisi.
c. Membuat gambar kerja untuk Review Desain (jika dilakukan
Review Desain) yang akan menjadi acuan kontraktor bekerja.

ii. Operator Komputer


Tugas Dan Tanggung Jawab Operator Komputer Antara Lain:
a. Bertugas

membantu

dalam

hal

kelancaran

penyelesaian

dokumen administrasi baik dalam hal pembuatan invoice,


laporan bulanan, laporan akhir maupun semua back up data
yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab konsultan
pengawas dan bertanggung jawab penuh atas pembuatan
dokumen-dokumen administrasi yang dikerjakannya.
b. Melakukan

koordinasi

kepada

Site

Engineer

(SE),

Inspector/Surveyor dan Material Teknisi.

17. JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN


Sebelum pekerjaan dimulai, Penyedia Jasa terlebih dahulu
mengajukan jadwal penugasan / mobilisasi personil, selanjutnya
penyedia jasa akan membuat berita acara (Jadwal waktu
pelaksanaan terlampir).

LAPORAN
18. LAPORAN
Setiap isi laporan harus jelas dan dapat dibaca serta disusun
dalam bahasa Indonesia dengan tata bahasa yang baik dan
benar Ukuran kertas masing-masing laporan adalah kertas A4,
untuk gambar menggunakan kertas A3, jumlah dan pengiriman
laporan ditetapkan sebagai berikut:
18.1. Laporan Bulanan
Pada setiap akhir bulan kalender kecuali pada saat harus
membuat

laporan

membuat

kemajuan

kemajuan
laporan

triwulan,

konsultan

harus

bulanan sebanyak 3

(tiga)

rangkap/buku setiap paket pekerjaan fisik. Laporan ini


merupakan laporan singkat mengenai kemajuan kegiatan
Kontraktor, keadaan cuaca, juga permasalahan yang dialami
oleh kontraktor/konsultan bila ada (menyangkut administrasi,
teknik atau keuangan) dan memberikan rekomendasi atau
saran-saran

bagaimana

menanggulangi/menyelesaikan

permasalahan tersebut. Jadwal pengiriman laporan diatur


sebagai berikut:
a. Ringkasan kemajuan bulanan (progress summary) paling
lambat setiap tanggal 10 (satu) pada bulan berikutnya.
Pengiriman dapat dilakukan melalui Facsimile/telepon
ditujukan

kepada

Pejabat

Pembuat

Komitmen

(PPK)

Pekerjaan Pengawasan Pengembangan PPI.


b. Buku laporan kemajuan bulanan paling lambat setiap tanggal
10 pada bulan berikutnya.

18.2. Laporan Teknis/Gambar Review Design/Asbuilt Drawing


Laporan ini hanya dibuat bila ada perubahan (revisi) desain
yang memerlukan justifikasi teknis pada setiap perubahan
desain atau setiap terjadinya perubahan kinerja pekerjaan.
18.3. Laporan Pengujian Mutu (Bila Diperlukan)
Laporan ini dibuat sebanyak 3 (tiga) rangkap / buku,
bilamana terdapat kegiatan pengujian bahan dan/atau mutu
hasil pekerjaan, baik di laboratorium maupun di lapangan yang
dilaksanakan pada bulan sebelumnya. Isi laporan ini berupa
kesimpulan yang disertai dengan rekapitulasi dari semua hasil
pengujian tersebut di atas, sedangkan data otentik/bukti
pengujian

pada

formulir

laboratorium/lapangan

cukup

disertakan beberapa lembar yang mewakili. Laporan ini


diserahkan sebelum tanggal 10 pada bulan berikutnya.

18.4. Laporan Akhir


Pada akhir masa layanan jasa, konsultan harus menyerahkan
laporan akhir sebanyak 3 (tiga) set untuk setiap paket fisik
bersama-sama

dengan

Gambar

Sebenarnya

Terbangun/Terpasang (as built drawing) dan dilengkapi


dengan foto dokumentasi proyek.
Kalkir gambar tersebut dan negatif film serta cetakannya akan
dikirim ke instansi yang diberi tugas untuk menyimpan dan
memelihara

dan

bila

diperlukan

sewaktu-waktu

dapat

dipinjam.
Isi laporan akhir secara garis besarnya harus menceritakan
secara ringkas dan jelas mengenai metoda pelaksanaan
konstruksi, realisasi biaya pekerjaan dan perubahan-perubahan
kontrak yang terjadi, lokasi-lokasi sumber material dan hasil

pengujian mutu pekerjaan, personil konsultan dan kontraktor


yang terlibat, pelaksanaan pengawasan konstruksi yang telah
dilaksanakan,

rekomendasi

tentang

cara

pemeliharaan

dikemudian hari dan segala permasalahan yang kemungkinan


besar akan timbul pada pekerjaan yang baru saja dilaksanakan,
serta saran-saran tentang perbaikan yang perlu dilakukan pada
proyek-proyek berikutnya untuk pekerjaan yang serupa/sejenis
yang akan ditangani oleh Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan
Umum Kabupaten Kutai Timur.
Untuk memudahkan penjilidan dan Penggunaannya, laporan
akhir ini dapat dibuat menjadi beberapa buku yang terpisah.

HAL LAIN-LAIN
19. PRODUKSI DALAM NEGERI
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus
dilakukan
kecuali

di

dalam

ditetapkan

wilayah

lain

Negara Republik Indonesia

dalam angka

KAK

dengan

pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.


20. PERSYARATAN KERJASAMA
Jika

kerjasama

dengan

penyedia

jasa

konsultansi lain

diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini


maka persyaratan berikut harus dipatuhi:
a. Wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/Kemitraan
yang memuat persentase kemitraan dan perusahaan yang
mewakili kemitraan tersebut.
b. Apabila akan ditetapkan sebagai pemenang, maka perjanjian
Kerja Sama Operasi/Kemitraan harus disahkan oleh notaris.
21. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN
Pengumpulan data dilapangan harus memenui persyaratan
persyaratan dan strandar yang berlaku.
22. ALIH PENGETAHUAN
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk
menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka
alih pengetahuan kepada personil proyek/satuan kerja Pejabat
Pembuat Komitmen.