Anda di halaman 1dari 27

Pengertian

Bambu adalah tanaman jenis


rumput-rumputan dengan rongga
dan ruas di batangnya. Bambu
memiliki banyak tipe. Nama lain
dari bambu adalah buluh, aur, dan
eru. Di dunia ini bambu merupakan
salah satu tanaman dengan
pertumbuhan paling cepat. Karena
memiliki sistem rhizoma-dependen
unik, dalam sehari bambu dapat
tumbuh sepanjang 60cm (24 Inchi)
bahkan lebih, tergantung pada
kondisi tanah dan klimatologi
tempat ia ditanam.

Pertumbuhan
Jika kita perhatikan
pertumbuhan bambu begitu
cepat berkembang di
daerah- daerah yang dingin
dan agak lembab. Di setiap
lokasi begitu banyak bambu
yang tumbuh misalnya
didaerah dekat dengan
aliran sungai, tebing-tebing
ataupun di pinggir pinggir
danau.

Bambu sebagai bahan bangunan


Berikut adalah beberapa fakta menarik
tentang bambu:
1.Sumberdaya terbarukan. Bambu dapat
dipanen dalam waktu hanya 3-5 tahun
dibandingkan dengan 20-50 tahun pada
kebanyakan jenis kayu keras. Produksi
biomasa bamboo diperkirakan sekitar 20-30
ton per hektar per tahun.
2.Berlimpah. Ada lebih dari
1.500 spesies di
seluruh , uruh dunia,
di Indonesia juga
ditemukan lebih dari
100 jenis bambu yang
hampir seluruhnya

3. Lebih kuat dari baja. Jenis-jenis bamboo


tertentu memiliki
kekuatan tensil hingga 28.000 per inci,
dibandingkan
dengan baja yang memiliki tensil 23.000.
4. Meningkatkan pendapatan petani. Bambu
tumbuh di
kawasan pedesaan dan kebanyakan dimiliki
oleh petani
miskin. Memanfaatkan bambu secara lestari
dapat
membantu menambah penghasilan petani.
5. Rumah yang aman. Lebih dari satu miliar
orang tinggal di
rumah bambu. Dalam berbagai kejadian,

Bambu harus diawetkan


Secara alami bamboo memiliki starch atau
kadar gula yang tinggi, gula yang ada dalam
batang bambu ini merupakan makanan dari
larva kumbang bubuk (misanya jenis
Dinodorus minutes). Ketika bambu ditebang,
induk kumbang menempatkan telurnya
disekitar potongan bambu, yang nantinya
akan menjadi larva yang menghasilkan bubuk
pada bambu.
Bahan pengawet yang digunakan
untuk mengawetkan bamboo; yaitu :
Sahabat bambu menggunakan
larutan garam borate, yakni

Bahan pengawet yang aman dan ramah


lingkungan
Borates merupakan bahan pengawet kayu dan
bambu yang paling banyak direkomendasikan
dan diterima oleh berbagai industri, diberbagai
Negara. Keamanan borates sebagai pengawet
kayu telah diakui oleh berbagai penelitian .
Untuk lingkungan bahan pengawet ini juga
cukup aman, karena borates dapat terus di
pakai berulang-ulang, dan tidak perlu dibuang,
cuma ditambahkan jika konsentrasi larutannya
mulai turun.

Cara kerja bahan pengawet tersebut


melindungi bambu
Bahan pengawet borates akan meresap
kedalam batang bambu ketika dilakukan
proses pengawetan. Borates ini bertindak
sebagai racun perut, sehingga ketika larva
kumbang bubuk akan mati ketika memakan
batang bambu yang telah diawetkan.

Perbedaan pengawetan borates dengan


pengawetan menggunakan pestisida
lainnya
Sebagian besar pestisida yang beredar dipasar
yang umumnya berbentuk cairan, merupakan
racun kontak. Jadi hanya kumbang yang kontak
langsung dengan racun yang akan mati.
Sedangkan kita ketahui bahwa yang menjadi
musuh utama bambu adalah larva yang
tersembunyi dalam batang bambu. Pada
banyak percobaan, pengawetan dengan racun
kontak tidak efektif untuk bambu. Ini karena
racun kontak memang dirancang untuk cepat
menguap setelah diaplikasikan, jika tidak akan
berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Jadi

Lama / daya tahan bambu yang diawetkan


dengan borates
Bambu yang tidak diawetkan akan mulai
terserang bubuk dalam hitungan bulan, dan
akan semakin parah seiring berjalannya waktu.
Umumnya bambu tanpa pengawetan hanya
akan bertahan dalam waktu maksimal 3 tahun.
Bahkan ada yang sudah hancur dalam waktu 1
tahun saja! Pengawetan dengan borates dapat
membuat bambu awet terhadap serangan
kumbang bubuk dan rayap hingga puluhan
tahun. Berdasarkan penelitian, borates bisa
bertahan dalam batang bambu hingga lebih dari

Kelemahan pengawetan dengan


menggunakan borates
Sistem pengawetan dengan borates
menggunakan bahan dasar air, jadi bambu
yang diawetkan dengan borates tidak
dianjurkan untuk aplikasi luar ruangan yang
langsung terkena hujan tanpa pelindung.
Karena bahan dasarnya air, jika terkena hujan
terus menerus makin lama kelamaan bahan
pengawetnya akan larut dan dapat
mengurangi efektifitasnya menangkal
kumbang bubuk. Jadi disarankan sedemikian
rupa bangunan yang menggunakan bambu

Bambu yang diawetkan dengan borates


lebih mahal
Bambu yang diawetkan dengan borates memang
lebih mahal harganya karena ada tambahan biaya
dalam bentuk bahan pengawet dan tenaga kerja
untuk mengawetkan. Namun investasi dalam
bentuk bahan yang diawetkan tersebut sebanding
dengan umur pakai bambu. Jadi jika anda
menginginkan gazebo, furniture, warung, cafe,
restoran, rumah atau cottage anda tetap berdiri
kokoh dalam jangka panjang, maka pengawetan
bambu adalah solusinya. Jika tidak diawetkan
siap-siap menggantinya kembali dalam waktu 1-2
tahun. Selain itu secara estetis bambu yang
diawetkan juga terlihat lebih baik (karena tidak

Panjang rata-rata bambu


Rata-rata panjang bambu umumnya 6
meter (direkomendasikan karena lebih
mudah penangannan dan transportasinya),
tapi ada juga bisa jenis bambu panjang 9
meter .
Harga bangunan bambu yang sudah
diawetkan berkisar antara Rp 800.000
hingga 1.500.000 per meter perseginya.
Tergantung dari spesifikasi bahan, dan
kerumitan desain dan pengerjaannya.

Pengawetan Bambu
Pengembangan bambu selalu terganjal oleh ketahanan
material bambu. Tidak sedikit pengguna yang jera
menggunakan produk bambu karena cepat rusak
dimakan kumbang bubuk. Cara mengawetkan bambu
dengan metode Vertical Soak Diffusion (VSD)
menggunakan larutan borate yang telah teruji
keampuhannya memperpanjang umur bambu hingga
puluhan tahun. Pengawetan bambu dengan sistem
Vertical Soak Diffusion (VSD) menggunakan bahan
pengawet yang ramah lingkungan dan aman bagi
kesehatan. Sistem VSD ini awal mulanya dikembangkan
oleh EBF Bali. Metode VSD terbukti efektif melindungi
bambu dari serangan kumbang bubuk dan rayap hingga
puluhan tahun.

Berbagai jenis dan ukuran bambu yang dapat


diawetkan dengan cara diatas, diantaranya
jenis petung, wulung, apus, dan legi.

Proses Pengawetan Bambu


Mengapa bambu harus diawetkan? Bambu
adalah material alami organik. Di iklim tropis
yang dengan kelembaban tinggi seperiti
Indonesia, tanpa pengawetan bambu hanya
dapat bertahan kurang dari tiga tahun. Tidak
seperti kebanyakan kayu keras, bambu memiliki
kandungan gula yang tinggi yang merupakan
makanan alami kumbang bubuk dan serangga
bor lainnya. Kerusakan biologis bambu dapat
mengurangi nilai estetis, kekuatan dan daya
guna bambu, bahkan bubuk yang keluar dari
bambu yang terserang dapat menggangu
kesehatan. Kerusakan dapat menyebabkan
pelapukan, retak, pecah dan yang paling buruk

Pengawetan menjadi sangat penting jika bambu


digunakan untuk keperluan struktur bangunan
karena berkaitan dengan keamanan. Bangunan atau
interior bambu yang diharapkan berdiri lebih dari
tiga tahun sudah seharusnya mempertimbangkan
menggunakan bambu yang telah diawetkan.
Manfaat dan tujuan pengawetan adalah:
1)Memperpanjang usia komponen bambu,
2)Mencegak kerusakan,
3)Mempertahankan kekuatan dan stabilitas
bangunan,
4)Meningkatkan nilai estetis serta,
5)Memberi nilai tambah lain seperti lebih tahan
terhadap api (berdasarkan penelitian, bambu yang
diawetkan dengan borates memiliki tingkat "fire

Konstruksi Bambu
Bambu memiliki kekuatan yang dapat
dipersaingkan dengan baja. Karena kelenturan
dan kekuatannya yang tinggi, struktur bambu
juga merupakan bangunan tahan gempa.
Sayangnya, selama ini kekuatan bambu belum
diimbangi dengan teknik sambungan yang kuat.
Prof. Morisco, mengaplikasikan konstruksi
dengan teknik sambungan yang telah teruji
kekuatannya di laboratorium dan di lapangan.
Berbagai bangunan sekolah, rumah tinggal,
gazebo, dan gudang telah didirikan. Paduan
antara kekuatan, kejelian arsitek, dan
keampuhan bahan pengawet menghasilkan
konstruksi
yang kuat, tahan gempa, indah, dan

AdlProf. Ir. Morisco, Ph. D., dari UGM,


Eko Prawoto Architecture Workshop,
serta beberapa desiner dan arsitek muda
yang concern terhadap bambu, telah
membangun berbagai bangunan bambu.
Kunci utama keawetan bangunan bambu
adalah kombinasi dari pengawetan dan
desain bangunan itu sendiri. Pengawetan
melindungi bangunan bambu dari musuh
biologis yakni kumbang bubuk, rayap dan
jamur. Sedangkan desain bambu juga
haruslah bersahabat dengan bahan bambu
dan mampu melindungi bambu dari
kelembaban, air hujan serta panas matahari

Beberapa jenis bambu yang paling sering digunakan


untuk bangunan bambu adalah:
1)Bambu petung/betung (Dendrocalamus asper). Bambu ini
tumbuh
subur di hampri semua pulau besar di Indonesia.
Memiliki dinding yang tebal dan kokoh serta diameter yang
dapat mencapai lebih dari 20 cm. Dapat tumbuh hingga
lebih 25 meter. Bambu petung banyak digunakan untuk
tiang atau penyangga bangunan. Juga sering di belah untuk
keperluan reng/usuk bangunan. Bambu petung yang peling
umum ada dua jenis yakni petung hijau dan petung hitam.
2)Bambu hitam atau bambu wulung (Gigantochloa
atroviolacea).
Banyak tumbuh di jawa dan sumatra. Jenis bambu ini
dapat mencapai dimeter hingga 14 cm dan tinggi lebih dari
20 meter. Banyak digunakan sebagai bahan bangunan dan
perabot bambu karena relatif lebih tahan terhadap hama.
3)Bambu apus atau tali (Gigantochloa apus). Jenis ini
banyak digunakan
sebagai komponen atap dan dinding pada bangunan.

Pemanfaatan bambu harus didukung oleh upaya


reboisasi dan pengelolaan yang ramah
lingkungan. Sangat perlu untuk menjaga
ketersediaan bambu, tidak hanya untuk
kebutuhan produksi, juga untuk meningkatkan
pendapatan masyarakat dan kualitas lingkungan.
Bambu menghasilkan biomassa tujuh kali lipat
dibanding hutan pepohonan.
Selain itu rumpun bambu berperan dalam
mencegah erosi karena dapat memperkuat
ikatan partikel dan menahan pengikisan
tanah. Karenanya, pemanfaatan bambu
harus diintegrasikan dengan upaya
pelestarian agar bambu tetap tersedia