Anda di halaman 1dari 5

NAMA

: MEIDI ARISALWADI
NIM
: 146090300011005
MATA KULIAH : SEISMOLOGI
DOSEN
: SUKIR MARYANTO, Ph.D
1. Persoalan apa yang menjadi latar belakang jurnal tersebut ?
Dari jurnal Analysis of infrasonic and seismic events related to the 1998
Vulcanian eruption at Sakurajima di latar belakangi oleh adanya transien
infrasonik yang teramati mengikuti letusan eksplosif di gunungapi Sakurajima.
Hal ini terjadi sejak aktivitas gunung pada tahun 1955 di di puncak kawah
Minamidake. Event ini disebut sebagai air shock dengan di tandai oleh
impulsive dan gerakan gelombang pertamanya adalah compressive, biasanya
event ini mengikuti gempa bumi akibat letusan. Jadi, ketika event ini mengikuti
erupsi ekspolsif menunjukan bahwa air shock memiliki sumber yang sama
dengan event seismic eksplosif. Explosion infrasonic and seismic events, sudah
banyak terekam di berbagai gunungapi lainnya seperti Stromboli di Italia, arenal
di Kosta Rika, dan lainnya. Beberapa observasi tentang aktivitas angin (vent),
dengan type durasi yang pendek, impulsive infrasonic event akibat dari
semburan gelembung gas ke atmosfer dari dalam kawah aktif. Sebagai
tambahan impulsive infrasonic event terjadi secara kontinu dengan durasi 10 s
hal ini merupakan kejadian seccara umum pada sebelum dan selama aktivitas
gunungapi Hawaii, Arenal, Karymsky, Seremu dan Merapi yang interpretasikan
hasil dari aliran gas atau sudah dekat dengan permukaan melalui salurannya.
Sinyal infrasonik yang merepresentasikan proses dari sumber yang berkaitan
dengan

sinyal

seismic

yang

diubah

dengan

difraksi

(dibiaskan)

dan

dihamburkan dalam volcanic edifice. Geometri dan atenuasi atmosfer menjadi


factor utama melemahnya energy dari signal infrasonic. Hal ini membuat sinyal
infrasonik menjadi lebih akurat dimana proses langsung dari sumbernya
daripada sinyal seismik yang di interpretasikan. Selanjutnya observasi
infrasonic di gunungapi Sakurajima telah dilakukan menjadi lebih efektif
daripada menggunakan video ketika tidak ada aktivitas yang terlihat
dipermukaan atau ketika cuaca mengaburkan pandangan ke kawah dimana
terdapat emisi gas dan abu

Dari observasi yang dilakukan di gunungapi Sakurajima selama 10 hari


dengan eksperimen seismo-acoustic, dengan mendirikan Sembilan stasiun pada
10 mei dengan radius 2-3 km dari vent (lubang). Dalam 10 hari ada ratusan
event yang terekam, terdapat dua event yang akan di paparkan. Salah satu event
yang terekam pada 17 mei yang mempunyai karakteristik bentuk gelombang
impulsive yang teramati bersamaan dengan saat terdengar letusan dari puncak.
Event lainnya yang terekam pada 18 mei yang mempunyai karakter dimana
bentuk gelombang seismic dan infrasonic yang terlihat bersamaan dengan
semburan (lava) yang turun secara perlahan dari atas kawah. Seismic dan
infrasonic event diinterpretasikan terjadi pada tempat yang dangkal (diatas)
sehingga dapat mendorong terjadinya letusan gunungapi. Berdasarkan distribusi
pusat gempat vulkanik direkam sejak tahun 1955, saluran dekat permukaan
dengan radius 200 m meluas ke reservoir dangkal (Gbr. 1). Sebuah dapur
magma dangkal telah diidentifikasi di zona antara 3 dan 6 km di bawah kawah
di mana redaman gelombang seismik terjadi (Ishihara, 1985; lihat Gambar 1.).

Gambar 1. gambar dari fitur struktural disimpulkan bawah gunungapi


Sakurajima

berdasarkan lokasi hiposenter gempa gunungapi-tektonik

dilambangkan dengan lingkaran di kedua W E dan S-N profil tercatat antara


tahun 1975 dan 1986. ukuran lingkaran mewakili peningkatan gempa
berkekuatan. Jarak horizontal tidak untuk skala. Kotak mendefinisikan zona
aseismic diartikan sebagai lokasi tubuh magma (Ishihara, 1990).

2. Kebaruan apa yang di eksplore pada jurnal tersebut?


Dalam jurnal ini dibahas tentang infrasonic dan seismic event, jadi kebaruan yang
dieksplore membahas kejadian (event) yang terjadi sebelum atau selama letusan
gunungapi dengan menginterpretasikan infrasonic dan seismic event pada gunungapi
Sakurajima. Dari proses pada sumbernya letusan infrasonic dan seismic event yang
terekan di gunungapi Sakurajima sejak awal mulai aktivitasnya (1955) dengan letusan
intermitted yang di interpretasikan sebagai akumulasi gas dari atas kantong magma yang
berada sekitar 2-4 km dari bawah kawah. Lihat (gambar 1), Sebuah model konseptual
dari proses sumber untuk event eksplosif dikembangkan oleh Ishihara (1985, 1990) di
mana sebuah air shock diperkirakan merepresentasikan ledakan pada kantung gas dari
saluran. Kantong gas dibuat sebagai solusi agar mudah menguap di bagian atas ruang
dangkal yang kemudian bergerak melalui salurannya yang menghasilkan ledakan gempa
bumi dan dapat menyebabkan kegagalan terbentuknya kubah lava yang menempati
saluran tersebut, model konseptual untuk proses sumber ini disimpulkan dari event
seismik yang tercatat sejak 1955 diterapkan pada interpretasi dari 1998 data yang
infrasonik dan seismik yang disajikan dalam jurnal ini karena belum ada event letusan
besar yang memiliki secara signifikan mengubah struktur gunung berapi.
3. Bagaimana metode yang digunakan dalam jurnal tersebut sehingga memperoleh hasil
yang tertulis dalam jurnal tersebut ?
Metode yang digunakan dalam jurnal, melihat event yang terjadi pada perode sebelum
dan selama terjadinya aktivitas vulkanik di gunungapi Sakurajima, kemudian di
identifikasi jenis eventnya selajutnya dilakukan analisis spectral untuk event data seismic
dan untuk data infrasonic dilakukan menerapkan band-pass filter dari 0,1 Hz sampai 4
Hz, sinyal untuk rasio noisen secara signifikan berkurang untuk mengungkapkan event
infrasonik yang akan diketahui. Dari data yang digunakan yang pertama seismic
acoustic eksperimen 1998, terdapat sembilan stasiun dari A H. Setiap stasiun
dilengkapi dengan sensor infrasonik dan tiga komponen Mark L-22 2 Hz seismometer
dengan rekaman dalam mode trigger dengan sampling rate 100 Hz. Jenis sensor
infrasonik digunakan dalam percobaan termasuk dua Bruel dan Kjaer, mikrofon
frekuensi rendah, satu ACO-frekuensi rendah mikrofon, dan renam Setra Model 270
microbarom- parameter. Kurva respon instrumen sensor tekanan flat di antara 0,1 dan 20
Hz,

untuk rincian tentang instalasi dan instrumentasi. Selama lima hari percobaan

kesulitan-kesulitan teknis dan angin kencang mengakibatkan rekaman sangat bising di


seluruh jaringan. Dari tanggal 16 jaringan stasiun seismik dan infrasonik itu merekam

tanpa masalah teknis atau kondisi cuaca buruk. Selama penyebaran dan rekaman dalam
periode percobaan sediki taktivitas letusan

terjadi di kawah puncak gunungapi

Sakurajima. Pada tanggal 10 Mei, terjadi ledakan kecil, melepaskan uap dan abu yang
diikuti oleh tambahan uap dan abu selama empat hari ke depan. Pada tanggal 15 Mei
bau belerang yang kuat diamati disertai sedikit abu. Pada tanggal 16 Mei awan abu
coklat teramati di atas puncak. Pada tanggal 17 Mei ledakan terdengar kuat berasal dari
kawah yang disertai dengan penyemburan abu yang lebih berwarna kemerahan dari hari
sebelumnya. Pada tanggal 18 Mei suara pengaliran terdengar dan sedikit abu teramati di
puncak. Kegiatan di puncak kawah mencapai klimaks pada 19 Mei ketika event letusan
Vulcanik mengirim abu dan gas setidaknya 2 km di atas puncak. Antara tanggal 16 dan
19 Mei terdapat 34 event seismik direkam saat jaringan sedang merekam dalam mode
trigger tai hanya 20 dari event seismik tercatat pada lebih dari satu stasiun, sekitar
setengah dari yang tercatat pada setidaknya empat stasiun . Dari analisis lebih dari dua
puluh event , empat jenis kegiatan seismik yang teridentifikasi diantaranya long erod
(LP), explosive, tremor, dan volcano tektonik (VT) untuk memperoleh tipe event
seismic dilakukan analisis spectral. Dan untuk data infrasonic sebelum menganalisis
sinyal dari microbaragraphs, sebuah Butterworth filter diterapkan untuk mengurangi
frekuensi tinggi (> 4 Hz) noise yang berasal dari elektronik. Bentuk gelombang
infrasonik baku dicatat oleh microbarometers (stasiun A-F) memiliki sinyal rendah untuk
rasio noise dibandingkan dengan mikrofon frekuensi rendah (stasiun G, H, I).
Menerapkan band-pass filter dari 0,1 Hz sampai 4 Hz, sinyal untuk rasio noise secara
signifikan berkurang untuk menentukan event infrasonik yang dinyatakan Dua jenis
event infrasonik direkam pada 16-18 Mei : explosive dan tremor berdasarkan konten
spektral yang telah difilter gelombangnya.. Dua event ledakan infrasonik yang tercatat
sekitar 10-15 detik setelah event seismik explosive.

4. Bagaimana kesimpulan jurnal tersebut apakah sesuai dengan yang dipersoalkan dalam
latar belakang ?
Dari kesimpulan yang di tuliskan dalam jurnal, sudah menjawab kejadian atau event
apa saja yang terdapat pada gunungapi Sakurajima, dengan melakukam analisis

infrasonic dan seismic pada sebelum dan selama letusan berlangsung. Terdapat Empat
jenis event seismik yang unik berdasarkan analisa spektral pada seismogram yang
direkam pada 16-19 Mei 1998 di gunungapi Sakurajima. Diantaranya 1) gempa tremor
yang lemah mrmpunyai karakteristik 5-6 Hz mode fundamental yang kemudian bergeser
ke 4-5 Hz dan mempunyai amplitudo tinggi; 2) event LP mempunyai karakteristik durasi
pendek, broad-band, mengumpul, awalnya memilki frekuensi tinggi diikuti dengan coda
gelombang berlangsung 15-20 s dan mode fundamental 4,2-4,4 Hz; 3) event explosif
ditandai dengan pita gelombang pendak (sempit), impulsif, awalnya frekuensi tinggi
diikuti oleh coda gelombang 20-30 s dan model fundamental 4,0-4,4 Hz; dan 4) gempa
VT ditandai dengan pita lebar frekuensi. Sebelum Mei 19, tahun 1998, hanya tremor dan
ledakan event seismik yang ditemukan memiliki komponen infrasonik; Event LP tidak
ditemukan komponen infrasonik. Seperti gempa tremor, tremor infrasonik biasanya
diamati sebagai sinyal latar belakang yang lemah. Urutan event seismik dan infrasonik
diinterpretasikan sebagai gas- banyaknya fluida bergerak melalui crack dan saluran
bawah kawah aktif. Sumber event seismik dan infrasonik explosive dapat disimpulkan
berasal dari ledakan gas di dekat bagian atas kantung magma . Event tremor infrasonik
dan seismic

diasumsikan hasil dari degassing aktif di vent (lubang). Event

diinterpretasikan hasil dari aliran dari fluida melalui celah dipicu oleh

LP

tekanan

transien .Fluida di dalam crack sebagai diidentifikasi dari faktor kualitas Q nilai diukur
dari event LP, explosive, dan tremor yang banyak mengandung gas.
5. Apa saran dan topic yang baru yang mengacu pada jurnal tersebut ?
Mengacu pada jurnal yang melakukan analisis event infrasonic dan seismic dengan
cara analisa spectral dari event-event yang ditemukan pada letusan gunungapi
Sakurajima, dalam pengambilan data seismic atau infrasonic dalam akan lebih lengkap
jika ada event yang terjadi setelah letusan dan untuk lebih jelas dalam penggambaran
struktur bawah permukaan gunungapi Sakurajima, dilakukan penggambaran (pecintraan)
tomografi secara 3D. Untuk topic baru yang bias diteliti berdasarkan jurnal ini adalah
melihat pencitraan tomografi 2D atau 3D berdasarkan data infrasonic dan seismicnya.