Anda di halaman 1dari 13

UNIT I

GERBANG LOGIKA
I.

KONFIGURASI LOGIKA
Gerbang logika adalah rangkaian yang terdiri dari satu atau lebih
masukan, akan tetapi hanya akan menghasilkan satu keluaran berupa
tegangan tinggi atau (1) dan tegangan rendah atau (0). Analisis gerbang
logika biasanya menggunakan Aljabar Boolean, itulah sebabnya gerbang
logika dasar sering disebut dengan rangkaian logika. Rangkaian logika
sering ditemukan dalam sirkuit digital yang di implementasikan secara
elektronik menggunakan dioda dan transistor yang difungsikan sebagai
saklar. Ada beberapa 7 macam gerbang logika diantaranya, gerbang OR,
gerbang NOR, gerbang AND, gerbang NAND, gerbang NOT, gerbang
EX-OR, dan gerbang EX-NOR
Pada gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input)
untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan
menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input)
bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika
salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Simbol yang
menandakan Operasi Gerbang Logika AND adalah tanda titik (.) atau
tidak memakai tanda sama sekali. Contohnya : Z = X.Y atau Z = XY.

Gambar 1. Gerbang logika AND Tabel 1.Tabel kebenaran gerbang AND


Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk
menghasilkan

hanya

Keluaran

(Output).

Gerbang

OR

akan

menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input)


bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika
0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0. Simbol yang
menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (+). Contohnya : Z =
X + Y.

Gambar 2. Inverter
Tabel 2. Tabel kebenaran Inverter
Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk
menghasilkan

hanya

Keluaran

(Output).

Gerbang

OR

akan

menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input)


bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika
0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0. Simbol yang
menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (+). Contohnya : Z =
X + Y.

Gambar 3. Gerbang logika OR


Tabel 3.Tabel kebenaran gerbang OR
Gerbang logika NAND(Non-AND) merupakan kebalikan dari
gerbang AND. Jika input X dan Y keduanya 1, maka output Z akan 0. Jika
salah satu atau kedua inputannya mempunyai input 0, maka output Z
akan1.
Gerbang EX-OR merupakan kepanjangan dari Exclusive OR. Jika
input X dan Y keduanya 1 atau keduanya 0 maka output Z akan 0. Jika X
dan Y salah satu dari kedua inputannya mempunyai input 1 maka output Z
akan 1.
Gerbang EX-NOR merupakan kebalikan dari gerbang Ex-NOR
dan merupakan kepanjangan dari Exclusive NOR. Jika input X dan Y
keduanya 1 atau keduanya 0 maka output Z akan 0. Jika X dan Y salah
satu dari kedua inputannya maka output Z akan 1. Jika input A Ex-OR B
II.

salah satu dari keduanya mempunyai input 0 maka output Z akan 0.


Hasil Data
Dengan menggunakan Digital Experimenter :
1. Buatlah tabel kebenaran (truth table) dari :

# Gerbang AND dan NAND 4

# Gerbang OR dan NOR 4

masukan
masukan
INPUT
OUTPUT
INPUT
OUTPUT
D
C
B
A
Y
Y'
D
C
B
A
Y
Y'
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
1
0
0
0
1
0
0
1
0
0
1
0
1
0
0
0
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
0
1
0
0
0
1
0
1
0
0
1
0
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
0
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
0
1
0
0
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
0
0
1
0
1
1
0
0
1
1
0
1
0
1
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
0
1
1
0
1
1
0
1
1
1
0
1
1
0
0
0
1
1
1
0
0
1
0
1
1
0
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
1
1
0
0
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
Tabel 1. Gerbang logika AND,NAND,OR dan NOR dengan 4 masukkan
Pada gerbang Logika AND jika input bernilai 1 (high), maka
output ( f ) akan 1 , selain itu akan bernilai 0 (low) seperti gambar 2.a .
Dimana inputnya jika ada yang bernilai 0 maka outputnya akan bernilai 0 .
Sedangkan output pada gerbang logika NAND merupakan invers
(kebalikan) dari gerbang logika AND.

(a)
(b)
Gambar 2. (a) Rangkaian AND dalam Digital Eperimenter (b)
Rangakaian NAND dalam Digital Experimenter
Pada gerbang logika OR, bila salah satunya atau semuanya bernilai
1 maka outputnya bernilai 1 tetapi jika semuanya bernilai 0 maka outputnya
akan bernilai 0. Sedangkan pada rangkaian NOR atau Non-OR atau

kebalikan dari OR, jika salah satunya atau semuanya bernilai 1 maka
outputnya bernilai 0 selain itu akan bernilai 1.

(a)

(b)

Gambar 3. (a) Rangkaian OR dalam Digital Experimenter (b)


Rangkaian NOR dalam Digital Experimenter
2. Buatlah tabel kebenaran dan persamaan aljabar Boolean dari rangkaian berikut :
C
B
A
Y
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
1
1
0
1
0
0
1
1
0
1
1

1
1
0
0
Gambar 4. Gerbang logika
1
1
1
0
Tabel 2. Tabel kebenaran 3 masukan
3. Buatlah tabel kebenaran dan persamaan aljabar Boolean dari rangkaian
Half Adder berikut :
Y
0
0
1

X
0
1
0

Sum Carry
0
0
1
0
1
0

1
1
0
1
Gambar 5. Rangkaian Half Adder
Tabel 3. Rangkaian Half Adder
4. Dengan menggunakan IC 7400 (NAND 2 Input) buat tabel kebenaran :
B
0

A
0

Y
0

0
1
1

1
0
1

1
1
1

Gambar 6. Rangkaian gerbang OR


Tabel 4. Tabel kebenaran
IC 7400

Gambar 7. Rangkaian gerbang logika IC 7400

Gambar 8. Rangkaian gerbang EX-OR(Exclusive


OR)

III.

B
0
0
1

A
0
1
0

Y
0
1
1

Tabel 5. Tabel kebenaran


EX-OR

ANALISA DAN PEMBAHASAN


Gerbang Logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu
sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan
tinggi atau tegangan rendah. Gerbang logika merupakan dasar dalam
membentuk

rangkaian

elektronika

digital.

Suatu

gerbang

logika

mempunyai satu terminal keluaran dan satu atau lebih terminal masukan
yang dinyatakan dalam kondisi high (1) atau low (0) tergantung dari levellevel digital pada terminal inputnya. Dalam suatu sistem TTL level high
diwakili dengan tegangan 5V, sedangkan level low diwakili dengan
tegangan 0V.
Logika transistortransistor (TTL) adalah salah satu jenis sirkuit
digital yang dibuat dari transistor dwikutub (BJT) dan resistor. Ini disebut
logika transistor-transistor karena baik fungsi penggerbangan logika
maupun fungsi penguatan dilakukan oleh transistor (berbeda dengan RTL
dan DTL). TTL menjadi IC yang banyak digunakan dalam berbagai

penggunaan,

seperti

komputer,

kontrol

industri,

peralatan

dan

instrumentasi tes, dan lain-lain.


Dengan menggunakan gerbang logika, maka kita dapat merancang
sebuah sistem digital yang akan mengevaluasi level masukan dan
menghasilkan respon keluaran yang spesifik berdasar rancangan rangkaian
logika. Ada tujuh gerbang logika yaitu AND, OR, INVERTER, NAND,
NOR, exclusive-OR (XOR), dan exclusive-NOR (XNOR).
Pada Operasi AND, jika input A AND B keduanya high (1), maka
output ( f ) akan high (1). Bila input A atau B salah satu atau keduanya
low (0) maka output ( f ) akan low (0). Pada gerbang logika AND
menggunakan hubungan seri, lampu hanya akan menyala jika kedua saklar
terhubung.
Pada Operasi OR, jika input A OR B atau keduanya high (1), maka
output ( f ) akan high (1), apabila input A dan B keduanya low (0) maka
output ( f )

akan low (0). Pada operasi OR menggunakan hubungan

paralel, lampu hanya akan menyala hanya jika salah satu atau kedua saklar
terhubung.
Pada Operasi NOT/ INVERTER akan terjadi jika input A high (1)
maka output ( f ) akan low (0). Bila input A low (0), maka output ( f ) akan
high (1). Dengan kata lain, output ( f )-nya merupakan hasil dari
invers(kebalikan) nilai inputnya.
Gerbang logika NAND( Non-AND) merupakan inversi (kebalikan)
dari operasi AND dimana input A AND B keduanya high (1) maka output (
f ) akan low (0), sedangkan jika input A atau B atau keduanya low (0),
maka output ( f ) akan high (1).
Gerbang logika NOR(Non-OR) merupakan inversi (kebalikan) dari
operasi OR. Jika Input A dan B keduanya low (0), maka output ( f ) akan
high (1). Jika Input A OR B salah satu atau keduanya high (1), maka
output ( f ) akan low (0)
Operasi Ex-OR adalah kependekan dari Exclusive OR. Jika salah satu dari
kedua inputnya high (1) atau bukan kedua-duanya, maka output ( f ) akan
high (1). Sebaliknya jika kedua inputnya bernilai low (0) semua atau high

(1) semua, maka output ( f ) akan low (0). Pada tabel kebenaran yang
memiliki nilai outputnya 1 (high), Ex-OR dapat disusun dari gerbang dasar
AND, OR dan NOT.
Operasi Ex-NOR merupakan kebalikan dari Ex-OR. Jika salah satu
dari kedua inputnya high (1) atau bukan kedua-duanya , maka output ( f )
akan low (0). Apabila kedua inputnya bernilai low (0) semua atau high (1)
semua, maka output ( f ) akan high (1). Pada tabel kebenaran di atas yang
memiliki nilai outputnya 1 (high), Ex-NOR juga dapat disusun dari
gerbang dasar : AND, OR dan NOT.
Untuk menyatakan gerbang-gerbang tersebut biasanya digunakan
simbol-simbol tertentu. Ada beberapa standar penggambaran simbol. Salah
satu standar simbol yang populer adalah MIL-STD-806B yang dikeluarkan
oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Dengan menggunakan IC
tipe 7400, gerbang NAND mempunyai 2 input dan 1 output, dimana
gerbang NAND menghendaki semua inputnya bernilai 0 (terhubung
dengan ground) atau salah satunya bernilai 1 agar menghasilkan output
yang berharga 1.
Ada cara untuk mempermudah proses penyederhanaan dengan cara
pemetaan. Peta Karnaugh menggambarkan harga/keadaan suatu fungsi
untuk setiap kombinasi masukan yang mungkin dibentuk. Jadi sebenarnya,
peta Karnaugh memetakan tabel kebenaran dalam kotak-kotak segi empat
yang jumlahnya tergantung dari jumlah peubah (variabel) masukan. Setiap
kotak berisi 0 atau 1 yang menunjukkan keadaan fungsi untuk kombinasi
masukan yang diwakili kotak bersangkutan.
Ajabar boolean memuat variable dan simbol operasi untuk gerbang
logika. Simbol yang digunakan pada aljabar boolean adalah: (.) untuk
AND, (+) untuk OR, dan ( ) untuk NOT/INVERTER. Dalam aljabar
boolean digunakan dua konstanta yaitu logika 0(low) dan logika 1(high),
saat logika tersebut diimplementasikan kedalam rangkaian logika maka
logika tersebut akan bertaraf sebuah tegangan begitupun sebaliknya.
Adder paralel mempelajari tentang penjumlahan dua bilangan biner
dengan kecepatan yang relatif cepat karena semua posisi-posisi bit

dioperasikan secara serentak. Kecepatannya dibatasi oleh waktu


perambatan carry, kerugian utama dari proses penjumlahan paralel adalah
memerlukan sejumlah besar rangkaian logika, yang semakin bertambah
sebanding dengan jumlah bit-bit bilangan yang akan dijumlahkan.
Sedangkan pada penjumlahan seri proses penjumlahan dilakukan dengan
cara yang kurang lebih sama yaitu satu posisi demi satu posisi. Ini
menghasilkan rangkaian yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan
penjumlahan paralel tetapi menghasilkan kecepatan operasi yang jauh
lebih lambat.
Half Adder (HA) adalah suatu rangkaian penjumlah sistem
bilangan biner yang paling sederhana. Rangkaian ini hanya dapat
digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1 bit
saja. Rangkaian half adder mempunyai dua masukan dan dua keluaran
yaitu Summary out (Sum) dan Carry out (Carry). Half Adder dapat
diimplementasikan dengan menggunakan gerbang logika EX-OR

atau

susunan gerbang yang membentuk fungsi EX-OR untuk sum dan gerbang
AND untuk carry. Rangkaian tersebut dapat ditunjukkan pada gambar 2
untuk half adder yang disusun dari gerbang AND, OR dan NOT.

IV.

KESIMPULAN DAN SARAN


A. KESIMPULAN
1. Gerbang logika merupakan dasar dalam membentuk rangkaian
elektronika digital yang mempunyai satu terminal keluaran dan
satu atau lebih terminal masukan yang dinyatakan dalam kondisi
high (1) atau low (0).
2. Ada tujuh gerbang logika yaitu AND, OR, INVERTER, NAND,
NOR, exclusive-OR (XOR), dan exclusive-NOR (XNOR).
3. Peta Karnaugh digunakan untuk menyederhanakan persamaan
logika
4. Ajabar boolean memuat variable dan simbol operasi untuk gerbang
logika
5. Adder paralel merupakan penjumlahan dua bilangan biner dengan
posisi-posisi bit yang dioperasikan secara serentak. Sedangkan
pada penjumlahan seri proses penjumlahan dilakukan dengan
posisi satu demi satu sehingga menghasilkan kecepatan operasi
yang jauh lebih lambat.

6. Rangkaian half adder mempunyai dua masukan dan dua keluaran


yaitu Summary out (Sum) dan Carry out (Carry)
B. SARAN
1. Gunakan kabel jamper yang warnanya berbeda agar mempermudah
praktikan.
2. Usahakan untuk mengambil gambar (picture) objek praktikum
untuk melengkapi data praktikum.
3. Mencatat point penting dari apa yang diterangkan asisten
laboratorium (asleb)

V.

DAFTAR PUSTAKA
Kho I, Dickson."Pengertian Gerbang Logika Dasar dan Jenis-jenisnya".
Diterbitkan

tanggal

23

Desember

2014.http://teknikelektronika.com/pengertian-gerbang-logika-dasarsimbol/.2 Mei 2015


______."Logika

Transistror

Transistor(TTL)".

http://id.wikipedia.org/wiki/Logika_transistortransistor.2 Mei 2015


______.Handout

Peta

Kranaugh.

http://ocw.usu.ac.id/course/download/4190000007-dasar-teknikdigital/tke_113_handout_peta_karnaugh.pdf.2 Mei 2015


______.Handout

gerbang

dan

aljabar

boolean.

http://ocw.usu.ac.id/course/download/4190000007-dasar-teknikdigital/tke_113_handout_gerbang_dan_aljabar_boole.pdf. 2 Mei 2015


Kusuma, Julius Indra. Gerbang Logika Dasar. Diterbitkan tanggal 24
Juni 2013.http://juliusspot.blog.uns.ac.id/?p=111#.2 Mei 2015
______."Rangkaian Adder.http://anotherorion.com/pengertian-half-adderfull-adder-dan-ripple-carry-adder/.2 Mei 2015

______.Rangkaian-rangkaian

Aritmatik

.http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Rang%20Aritmetik.pdf.2 Mei 2015

VI. LAMPIRAN
Tugas dari tabel kebenaran berikut buat rangkaian kombinasi logika yang
mungkin dapat terbentuk sertakan persamaan aljabar Boolean-nya. (Persamaan
minter)
C

0
0
0
0
1
1
1
1

0
0
1
1
0
0
1
1

0
1
0
1
0
1
0
1

0
0
0
1
0
1
0
1

Baris

Minterm

(mj)
0
0
0
0
ABC
1
0
0
1
ABC
2
0
1
0
ABC
3
0
1
1
ABC
4
1
0
0
ABC
5
1
0
1
ABC
6
1
1
0
ABC
7
1
1
1
ABC
Notasi Persamaan SOP:Y= f = m ( 3; 5; 7)
Y = m3 + m5 + m7
Y= ABC+ABC+ABC

Y
0
0
0
1
0
1
0
1

Gambar 5. Rangkaian Gerbang Logika


Tugas : Dengan Karnaugh Map sehingga dapat diperoleh persamaan Boolean
lebih sederhana. Susun rangkaian digital dari persamaan tersebut.

Peta Karnaugh :
C\BA
0
1

00

01

11

10

A'B'C'

AB'C'

ABC'

A'BC'

A'B'C
4

AB'C
5

ABC
7

A'BC
6

Y= ABC+ABC+ABC
Y= AB+AC

Gambar 6. Rangkaian gerbang logika sederhana


Jadi untuk hasil keluaran sederhana dari rangkaian gerbang logika dari
Y=ABC+ABC+ABC adalah Y=AB+AC.