Anda di halaman 1dari 5

SOAL

Untuk mengatasi banjir, pemerintah mengupayakan pembuatan polder, sumur resapan, dan
memperbanyak Ruang Terbuka Hijau. Polder mempunyai kemampuan menyerap air 600m 3,
sumur resapan 30 m3, RTH 300 m3. Pemerintah memiliki anggaran penanganan banjir sebesar
1 miliar rupiah, dan terdapat lahan seluas 100.000m2. Untuk pembangunan 1 polder 10x10
meter diperlukan biaya 5.000.000, 1 sumur resapan 2x5 meter membutuhkan 1.000.000, dan
RTH 50x50 meter membutuhkan dana 10.000.000. Berapa jumlah polder, sumur resapan dan
RTH yang harus dibangun untuk mengoptimasi penanganan banjir, dengan asumsi lahan
terbuka hijau terus bertambah dan biaya pembangunan tetap.

Zmax=100 x 1+30 x 2+900 x 3


5000 x 1+1.000 x 2+10.000 x 3 1.000 .000

100 x 1+10 x 2+2.500 x 3 100.000

Di mana:
x1 = polder
x2 = sumur resapan
x3 = RTH

Jawaban:
1. Penyelesaian menggunakan Forecasting dan Linear Programming
Data Ketersediaan Lahan Basah Untuk Penyerapan Air
Metode Forecasting
Tahun

Luasan Lahan Basah DAS Ciliwung (ha)

1970

10.375.86

1980

8.656.87

1990

5.222.77

2000

4.601.29

2010

??
(Hendrawan et al. 2007)

Measure

Value

Error Measures

Future Period

Forecast

2,024

Bias (Mean Error)

-,051

MAD (Mean
Absolute Deviation)

,477

-2,127

MSE (Mean Squared


Error)

,332

-4,202

Standard Error
(denom=n-2=2)

,814

-6,278

MAPE (Mean
Absolute Percent
Error)

8,572%

10

-8,354

Regression line

11

-10,429

Luas (ha) = 12,403

12

-12,505

-2,076 * Time(x)

13

-14,58

Statistics

14

-16,656

Correlation
coefficient

-,971

15

-18,732

Coefficient of
determination (r^2)

,942

16

-20,807

17

-22,883

18

-24,958

Berdasarkan data dari hasil forecasting diatas, luasan lahan Basah di DAS Ciliwung akan
semakin kritis pada Tahun 2010, yaitu hanya 2.024 ha. Hal ini menjadi isu yang sangat
penting untuk diperhatikan, dan segera diambil tindakan secara serius agar dampak kerusakan
akibat dari rusaknya ekosistem dan DAS Ciliwung dapat diminimalkan. Oleh karena itu
diperlukan adanya suatu intervensi kebijakan oleh pemerintah dengan mengdepankan
perspektif pembangunan berkelanjutan.
Pembangunan berkelanjutan adalah sebuah Prinsip pembangunan yang mengedepankan
keseimbangan interaksi antara pembangunan lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi yang
termanifestasi dalam sebuah kerangka kebijakan publik (Keraf, 2010: 205). Dalam dimensi
kebijakan, pembangunan berkelanjutan dapat diartikan sebagai etika politik yang memiliki
komitmen moral mengenai pembangunan secara keseluruhan dengan memperhatikan
kesimbangan interaksi pembangunan (Keraf, 2010:191).
Keseimbangan interaksi pembangunan ini sangat penting untuk diupayakan dalam formulasi
dan implementasi kebijakan. Tanpa adanya kesimbangan pembangunan, maka pola interaksi
kehidupan yang membentuk suatu jaring kehidupan akan terganggu. Prinsip pembangunan
berkelanjutan ini sangat memperhatikan ambang batas (threshold) agar tidak melampaui daya
dukung lingkungan (carrying capacity) agar pembangunan dapat terus berlanjut tanpa
merusak alam (Salim, 2010:73).
Oleh karena itu, berdasarkan pemahaman atas konsep pembangunan berkelanjutan, dalam
soal ini kami mencoba untuk membuat alternatif pemecahan masalah untuk dapat menambah
jumlah luasan lahan basah yang diperuntukkan sebagai daerah tangkapan air (water
catchment area)yang kami asumsikan berperan sangat besar dalam meminimalkan peluang
terjadinya banjir.

Pemanfaatan Lahan untuk Penyerapan Air


Software QM for Windows 4, Metode linear Programming (maximizing)
X1

X2

X3

RHS

Equation form

Maximize

100

30

900

Constraint
1

5000

1000

10000

<= 1000000

5000X1 + 1000X2
+ 10000X3 <=
1000000

Constraint
2

100

10

2500

<= 100000

100X1 + 10X2 +
2500X3 <= 100000

Max 100X1 + 30X2


+ 900X3

Linear Programming Result


Variable

Status

Value

X1

NONBasic

X2

Basic

625

X3

Basic

37,5

slack 1

NONBasic

slack 2

NONBasic

Optimal Value (Z)

52500

Linear Programming Solution


X1

X2

X3

RHS

Dual

Maximize

100

30

900

Constraint
1

5000

1000

10000

<=

1000000

,0275

Constraint
2

100

10

2500

<=

100000

,25

Solution->

625

37,5

Optimal Z>

52500

Dari hasil perhitungan yang didapatkan, tindakan paling optimal untuk penanganan banjir
sesuai dengan dana yang dimiliki adalah dengan membangun 625 sumur resapan dan
menambah 38 RTH (angka 37,5 dibulatkan ke atas).