Anda di halaman 1dari 8

BAB II

JENIS-JENIS MOTOR DC DAN APLIKASINYA


Berdasarkan sumber arus penguat magnetnya, motor searah (DC) dibedakan
menjadi dua, yaitu:

Gambar 2.1 Skema Jenis-Jenis Motor Dc (azzahratunnisa.wordpress.com


2.1 Motor Arus Searah Penguat Terpisah
Motor DC eksitasi terpisah mempunyai sumber tegangan yang terpisah
antara kumparan medan (pada stator) dan belitan jangkar (pada rotor). Umumnya,
padamotor DC eksitasi terpisah, stator terbuat dari magnet permanen dan ukurannya
kecil.Motor ini mengubah energi listrik menjadi mekanis melalui interaksi kedua
medan magnet. Satu medan dihasilkan oleh magnet permanen, sedangkan medan
yang lai dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir pada kumparan rotor. Interaksi
kedua medan

ini

akan

menghasilkan

gaya

magnetik

(gaya

Lorentz)

menimbulkan torsi untuk dapat menggerakkan motor.

Gambar 2.2 Motor Arus Searah Penguat Terpisah (dunia-listrik.blogspot.com)

yang

Motor DC eksitasi terpisah sangat sering dijumpai dalam industri, misalnya pada
industri mainan, robot, dan mobil elektronik. Beberapa keuntungannya adalah:
1. Pengendalian kecepatannya lebih mudah dibandingkan jenis motor yang lain.
2. Menghasilkan torsi yang tinggi bila dibandingkan dengan motor medan belitan.
3. Ideal untuk dipakai pada aplikasi motor servo karena memiliki kurva kecepatan
dan torsi linear.
4. Arah putaran mudah dibalik.
5. Bentuk fisiknya lebih kecil jika dibandingkan motor DC medan belitan
atau
motor AC
2.2 Motor Arus Searah dengan Penguat Sendiri
Motor jenis ini yaitu arus penguat magnet diperoleh dari motor itu sendiri.
Berdasarkan hubungan lilitan penguat magnet terhadap lilitan jangkar motor DC dengan
penguat sendiri dapat dibedakan :

2.2.1 Motor DC Shunt (Parallel)


Motor ini dinamakan motor DC shunt karena cara pengkabelan motor ini yang
parallel (shunt) dengan kumparan armature. Motor DC shunt berbeda dengan motor
yang sejenis terutama pada gulungan kawat yang terkoneksi parallel dengan medan
armature. Sebuah sirkuit yang parallel juga disebut sebagai shunt. Karena gulungan
kawat medan diparalel dengan armature, maka disebut sebagai shunt winding dan
motornya disebut shunt motor. Motor DC shunt memiliki skema berikut:

Gambar 2.3 Motor DC shunt (dunia-listrik.blogspot.com )


Karakter kecepatan motor DC tipe shunt adalah :

1. Kecepatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban (hingga torque
tertentu setelah kecepatannya berkurang) dan oleh karena itu cocok untuk
penggunaan komersial dengan beban awal yang rendah, seperti peralatan mesin.
2. Kecepatan dapat dikendalikan dengan cara memasang tahanan dalam susunan
seri dengan dinamo (kecepatan berkurang) atau dengan memasang tahanan pada
arus medan (kecepatan bertambah).

Gambar 2.4 karakteristik Motor shunt(dunia-listrik.blogspot.com)


Dalam industry, motor shunt diaplikasikan sebagai Mesin bubut, Drills, Boring Mills,
pembentuk, dan Spinning. Berikut adalah contoh boring mills yang sering digunakan
pada industri.
Motor shunt mempunyai kecapatan hampir konstan. Pada tegangan jepit konstan,
motor ini mempunyai putaran yang hampir konstan walaupun terjadi perubahan beban.
Perubahan kecepatan hanya sekitar 10 %. Misalnya untuk pemakaian kipas angin,
blower, pompa centrifugal, elevator, pengaduk, mesin cetak, dan juga untuk pengerjaan
kayu dan logam.
Motor DC Shunt. Motor DC jenis ini mempunyai ciri kumparan penguat medan
diparalel terhadap kumparan armatur. Kelebihan dari Motor DC jenis ini yaitu tidak
terlalu membutuhkan banyak ruangan karena diameter kawat kecil. Sedangkan
kelemahannya yaitu daya keluaran yang dihasilkan kecil karena arus penguatnya kecil
Rugi-rugi daya pada Penguat Shunt:
a. Rugi-rugi tembaga / listrik
Rugi tembaga terjadi karena adanya resistansi dalam belitan jangkar dan
belitanmedan magnet. Rugi tembaga akan diubah menjadi panas dalam kawat
jangkarmaupun kawat penguat magnet. Desain motor DC dilengkapi dengan kipasrotor
tujuannya untuk menghembuskan udara luar masuk ke dalam jangkar danmendinginkan
panas yang terjadi akibat rugi-rugi tembaga. Rugi tembaga padamotor DC shunt
diantaranya:

1.
2.

Rugi tembaga jangkar (Ia 2. Ra Watt)


Rugi tembaga shun (Ish2 Rsh Watt)
b. Rugi-rugi besi / magnet
Rugi magnetik terdiri dari:
1. Rugi Hysteresis (Kh .f. Bm 1,2 )
2. Eddy current (Ke .f2. Bm2 )
Inti pada stator dan inti pada jangkar motor terdiri dari tumpukan pelattipis dari
bahan ferromagnetis. Tujuan dari pemilihan plat tipis adalahuntuk menekan rugi-rugi
arus Eddy yang terjadi pada motor DC.c.
c.

Rugi-rugi mekanik
Rugi ini disebabkan adanya celah udara pada motor dan rugi kopel / bearingpada stator
2.2.2

Motor DC Seri
Motor DC seri mempunyai torsi awal yang sangat tinggi sehingga dapat memutar
beban yang sangat berat disaat awal. Oleh karena itu, salah satu kegunaannya
adalah sebagai motor starter, motor keran, atau sebagai pengungkit, dimana yang
dipentingkan adalah torsi awal yang kuat
Kumparan medan motor ini dipasang secara seri dengan kumparan armature.
Motor ini, kurang stabil. Pada torsi yang tinggi kecepatannya menurun dan sebaliknya.
Namun, pada saat tidak terdapat beban motor ini akan cenderung menghasilkan
kecepatan yang sangat tinggi. Tenaga putaran yang besar ini dibutuhkan pada elevator
dan Electric Traction. Kecepatan ini juga dibutuhkan pada mesin jahit. Motor DC
disusun dengan skema berikut:

Gambar 2.5 Motor DC Seri (trikueni-desain-sistem.blogspot.com)


Karakter kecepatan dari motor DC tipe seri adalah :

1. Kecepatan dibatasi pada 5000 RPM


2. Harus dihindarkan menjalankan motor seri tanpa ada beban sebab motor akan
mempercepat tanpa terkendali.

Gambar 2.6 karakteristik Motor DC Seri (dunia-listrik.blogspot.com)


Dalam industry, motor DC Seri diaplikasikan sebagai electric traction, elevator,
kompresor udara, penyedot debu, dan pengering rambut. Contoh yang nyata, dapat kita
temui pada mesin mobil. Ketika pada saat pertama kali dihidupkan, mobil memerlukan
tenaga putaran yang kuat untuk membuat mesin dalam mobil hidup. Motor-motor seri
cocok untuk penggunaan yang memerlukan torsi penyalaan awal yang tinggi, seperti
derek

2.2.3 Motor DC Kompon


Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt. Pada motor
kompon, kumpran medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seri dengan
kumparn jangkar sehingga, motor kompon memiliki torsi starting awal yang bagus dan
kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase penggabungan (yakni persentase
kumparan medan yang dihubungkan secara seri), makin tinggi pula torsi starting awal
yang dapat ditangani oleh motor ini.. Dalam industri, motor ini digunakan untuk
pekerjaan apa saja yang membutuhkan torsi besar dan kecepatan yang constant.
Pada motor kompon mempunyai dua buah kumparan medan dihubungkan seri dan
paralel dengan kumparan jangkar. Bila motor dc seri diberi kumparan shunt tambahan
seperti gambar dibawah disebut motor dc kompon (shunt) panjang.

Gambar 2.7 Motor DC Kompon panjang (dunia-listrik.blogspot.com)

Bila motor dc shunt diberi tambahan kumparan seri seperti gambar dibawah disebut
motor dc kompon (shunt) pendek.

Gambar 2.8 Motor DC Kompon pendek (dunia-listrik.blogspot.com)


Karakter dari motor DC tipe kompon/gabungan ini adalah, makin tinggi persentase
penggabungan (yakni persentase gulungan medan yang dihubungkan secara seri), makin
tinggi pula torsi starting awal yang dapat ditangani oleh motor ini.

Gambar 2.9 karakteristik Motor DC Kompon (dunia-listrik.blogspot.com)


Motor kompon digunakan ketika diperlukan kepesatan konstan yang lumayan
dengan beban yang tak beraturan atau tiba-tiba dikenakan beban berat. Beban-beban
seperti mesin cetak, mesin potong, dan mesin torak kerap kali digerakkan oleh motor
kompon.

DAPTAR PUSTAKA
http://konversi.wordpress.com/2015/05/24/motor-arus-searah-dc-bagaimana-bekerjanya/
http://duniaelektronika.blogspot.com/2008/05/24/mesin-arus-searah.html
http://www.animations.physics.unsw.edu.au/jw/electricmotors.html#DCmotors
http://dunia-listrik.blogspot.com/2015/05/24/motor-listrik.html
http://dunia-listrik.blogspot.com/2015/06/04/animasi-motor-dc.html