Anda di halaman 1dari 8

ACEH VERSUS PORTUGIS DAN

VOC

Disusun oleh:
Andi Tenri Fauziyyah Maulia /03
Jessica Revica F /15
Laili Salsabila /17

Ketika Malaka jatuh ke tangan Portugis, Aceh


bangkit dibawah pimpinan Sultan Ali Mughayat Syah
(1514-1528). Yang diteruskan oleh Sultan Salahuddin
(1528-1537). Sultan Alauddin Riayat Syahal Kahar
(1537-1568). Sultan Ali Riyat Syah (1568-1573).
Sultan Seri Alam (1576. Sultan Muda (1604-1607).
Sultan Iskandar Muda, gelar marhum mahkota alam
(1607-1636). Semua serangan yang dilancarkan
pihak Portugis dapat ditangkisnya.

Raja-raja Aceh yang melakukan perlawanan terhadap Portugis


antara lain:
1. Sultan Ali Mughayat Syah, pada masa pemerintahannya,
Aceh bersekutu dengan Kerajaan Johor untuk menyingkirkan
Portugis. Pada tahun 1513, Aceh menyerang Malaka dengan
bantuan Pangeran Sabrang Lor (Pati Unus) dari Demak.
2. Sultan Alaudin Riayat Syah, pada masa pemerintahannya,
yaitu pada tahun 1550, Aceh menyerang Malaka lagi dengan
bantuan Ratu Kalinyamat dari Demak. Namun penyerangan ini
tidak membuahkan hasil.
3. Sultan Iskandar Muda, raja Aceh yang sangat gigih melawan
Portugis adalah Sultan Iskandar Muda. Pada tahun 1629, ia
melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka.

Perlawanan Aceh terhadap Portugis mulai muncul


sejak masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah.
Perlawanan Aceh dilakukan karena Portugis
merupakan saingan kuat Aceh dalam perdagangan di
kawasan Selat Malaka. Selain itu, Portugis juga
memiliki kepentingan menyebarkan agama Kristen,
sementara Aceh memiliki kepentingan menyebarkan
agama Islam. Perlawanan Aceh terhadap Portugis,
dilanjutkan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar
Muda. Namun, kedua belah pihak tidak mampu saling
mengalahkan. Aceh tidak mampu mengusir Portugis
dari Malaka dan sebaliknya, Portugis pun gagal
menanamkan pengaruhnya ke Aceh.

Sebagai akibat pendudukan Portugis, atas kota


Malaka, Aceh menjadi ramai dikunjungi pedagang.
Persaingan dagang antar Portugis dengan Aceh
semakin meruncing dan memicu timbulnya
permusuhan.

Tujuan Sultan Iskandar Muda menyerang Malaka


adalah untuk:
a. Mengusir bangsa Portugis dari Malaka.
b. Mematahkan kekuatan Portugis di daerah Asia
Tenggara.
c. Menguasai daerah produksi lada dan timah
yang berada di sekitar Malaka.
Pada tahun 1629, Sultan Iskandar Muda melakukan
serangan besar-besaran ke Malaka. Akan tetapi
serangan itu dapat digagalkan oleh Portugis.

Untuk itu dilakukan beberapa persiapan antara


lain:
a. Menambah dan melengkapi kapal-kapal
dagang dengan prajurit dan persenjataan.
b. Menjalin hubungan baik dengan Turki dan
Gujarat.
c. Meningkatkan kerja sama dengan kerajaan
Islam di nusantara.
d. Memperkuat pertahanan di dalam negeri.

Namun pada akhirnya, pada tahun 1641 Malaka jatuh


ke tangan VOC. Perjuangan Aceh untuk merebut
Malaka tetap dilaksanakan dengan gigih karena Aceh
menganggap VOC sebagai lawan dan pesaing dalam
perdagangan. Usaha Aceh untuk menghalau
kekuasaan asing terus berlangsung hingga berabadabad kemudian.