Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Listrik adalah bentuk energi sekunder yang paling praktis penggunaannya oleh manusia,
dimana listrik dihasilkan dari proses konversi energi sumber energi primer seperti, potensial air,
energi angin, minyak bumi, gas dan batubara.
Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kehidupan manusia
dewasa ini. Kebutuhan akan energi listrik cenderung meningkat setiap tahunnya. Hal ini
disebabkan karena semakin banyaknya penduduk memerlukan dan menyadari arti pentingnya
listrik untuk menunjang kehidupan sehari-hari. PT. PLN (persero) Kit. Sumbagsel Sektor
Pembangkitan Ombilin merupakan salah satu pensuplai energi listrik di Sumatera. PT. PLN
(Persero) Kit. Sumbagsel Sektor Pembangkitan Ombilin memakai sistem suplai listrik tenaga
uap. PT. PLN (Persero) Kit. Sumbagsel Sektor Pembangkitan Ombilin memiliki dua unit
pembangkit dengan daya setiap unit 100MW. PLTU ini menyalurkan daya ke sistem interkoneksi
Sumatera.
PLTU Ombilin mempunyai 2 buah unit generator, masing-masing unit memiliki kapasitas
100 MW. Pengaturan tegangan pada tiap-tiap generator dilakukan dengan mengatur besarnya
arus eksitasi (arus penguat). Pengaturan besarnya arus penguat generator dilakukan oleh
pengaturan tegangan otomatis. Bila arus eksitasi naik maka daya reaktif yang disalurkan
generator ke sistem akan naik sebaliknya bila turun maka daya reaktif yang disalurkan akan
berkurang. Jika arus eksitasi yang diberikan terlalu kecil, aliran daya reaktif akan berbalik dari
sistem menuju ke generator sehingga generator menyerap daya reaktif dari sistem. Keadaan ini
sangat berbahaya karena akan menyebabkan pemanasan berlebihan pada stator.

1.2.

Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan laporan Kerja Praktek (KP) ini adalah sebagai berikut:

1. Memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana di Institut Teknologi padang.
2. Sebagai perbandingan antara ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan dengan ilmu yang
didapat pada industri selama masa Kerja Praktek (KP).
3. meningkatkan pengetahuan dan wawasan dibidang teknologi khususnya mengenai pembangkitan
energi listrik.
4.

Mengetahui struktur organisasi perusahaan tempat Kerja Praktek (KP).

5. Mempelajari sistem kelistrikan pada PLTU sektor Ombilin.

6. Mengetahui sistem eksitasi generator yang digunakan pada PLTU Ombilin.


1.3.

Batasan Masalah
Untuk menghindari meluasnya permasalahan dalam penyusunan dan penulisan
laporanKerja Praktek (KP) ini, maka penulis hanya dapat membahas masalah mengenai sistem
eksitasi generator pada PLTU sektor Ombilin.

1.4.

Metode Penulisan
Adapun metode penulisan yang digunakan dalam mengumpulkan data untuk pembuatan
laporan ini adalah sebagi berikut:

1. Observasi
Yaitu melakukan penelitian langsung kelapangan untuk memperoleh data-data yang berhubungan
dengan permasalahan.
2. Wawancara dan diskusi
Melakukan Tanya jawab dengan sumber-sumber yang memahami permasalahan.
3. Study Literatur
Mendapatkan data-data yang berhubungan dengan permasalahan melalui referensi.
1.5.

Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan dalam pembahasan penulisan laporan kerja praktek ini disusun
menurut sistematika yang dibagi menjadi Empat BAB, yaitu:

BAB I

Berisi Pendahuluan

Berisikan tentang Latar Belakang, Materi Kerja Praktek (KP), Maksud dan Tujuan, Batasan
Masalah, Metode Pengumpulan Data, dan Sistematika Laporan.
BAB II

Tinjauan Umum PT. PLN (Persero) Sektor Ombilin

Berisikan tentang Sejarah Berdirinya PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel Sektor


Pembangkitan Ombilin, Struktur Organisasi, Konversi Energi PLTU dan Sistem Kerja PLTU
BAB III

Sistem Eksitasi Generator pada PLTU Ombilin

Berisikan tentang pengertian generator, Pengertian Sistem eksitasi, Bagian-bagian pendukung


sistem eksitasi generator pada PLTU Ombilin dan Prinsip kerja sistem eksitasi generator pada
PLTU Ombilin
BAB IV

Penutup

Berisikan kesimpulan dan saran.

BAB II
TINJAUAN UMUM PLTU OMBILIN

2.1

Sejarah Berdirinya PLTU Ombilin

Pembangunan PLTU Ombilin merupakan upaya pemerintah dalam rangka memenuhi


kebutuhan akan pasokan daya listrik yang terus meningkat. Pembangunan PLTU Ombilin juga
merupakan perwujudan program pemerintah yang tertuang dalam GBHN guna menunjang
diversifikasi dan konversi energi dengan memanfaatkan sumber daya batu bara.
Berdasarkan surat keputusan 080.K/ 023/ DIR/ 1995, PT PLN (persero) Sektor Ombilin
adalah salah satu unit organisasi yang berada didaerah Talawi- Sawah Lunto yang berjarak
kurang lebih 120 Km dari kota Padang kearah utara.
PT. PLN (persero) pembangkitan sumbagsel sistem interkoneksi kelistrikan sumbagsel
sumbagteng merupakan sistem kelistrikan antara Sumatera Bagian Selatan Lampung dengan
Sumatera Bagian Tengah Sumatera Bagian Barat Riau.Konstribusi kelistrikan yang
disalurkan sektor pembangkitan Ombilin ke sistem interkoneksi sebesar 29,64 % dari total
keseluruhan pembangkit yang ada di sistem interkoneksi Sumatera Bagian Barat dan Riau.
Kotamadya Sawalunto Propinsi Sumatera Barat merupakan daerah penghasil
pemanfaatan potensi batubara sebagai sumber energi listrik semakin penting mengingat
keterbatasan sumber energi primer.Pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin
sijantang dengan menggunakan bahan bakar batubara merupakan salah satu cara pemanfaatan
potensi batubara di daerah Sawalunto dan sekitarnya.
PLTU Ombilin merupakan PLTU mulut tambang yang tersedia direncanakan beroperasi
tahun 1986 dengan batubara Ombilin dari PT AICdan PT BA UPO. Namun realisasinya PLTU
Ombilin baru memulai beroperasi sejak akhir tahun 1996.
PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Ombilin dibentuk berdasarkan surat direksi
PT. PLN (Persero) No. 080. K/023/DIR/1995, tanggal 18 September 1995 tentang pembuatan
dan penetapan tingkat unit Sektor Pembangkitan Ombilin pada PT. PLN (Persero) Wilayah III
Sektor Pembangkitan Ombilin yang membawahi daerah kerja Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)
Ombilin dengan kapasitas terpasang 2 x 100 MW .

Pada saat awal PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Ombilin berdiri berdasarkan
surat Direksi No. 112. K/023/DIR 1996, tanggal 18 November 1996 tentang Unit Pelaksana
PT. PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera Bagian Selatan pada tanggal 01
Januari 1997, dibentuk unit Organisasi PT. PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran
Sumatera Bagian Selatan Sektor Pembangkitan Ombilin.
PLTU Ombilin terdiri dari 2 unit yaitu unit 1 dan unit 2, masing-masing unit memiliki
kapasitas 100 MW. PLTU Ombilin baru beroperasi untuk pertama kalinya pada tanggal 26
Agustus 1996 untuk unit 1, sedangkan untuk unit 2 baru beroperasi pada tanggal 15 November
1996. Gardu induk Pada PLTU Ombilin menggunakan Gas insulated Switchgear ( GIS ) yang
beroperasi lebih awal yakni pada tanggal 1 april 1996.
Pembangunan PLTU Ombilin unit 1 dan unit 2 di daerah Sawahlunto telah melalui
tahapan-tahapan yang standar dan tentunya juga telah mempertimbangkan beberapa aspek yang
menunjang untuk diputuskannya pembangunan suatu prmbangkit yang sesuai dengan
infrastruktur yang ada. Adapun tahapan pembangunan PLTU Ombilin antara lain dimulai dengan
tahap pasca konstruksi, tahap konstruksi, tahap operasi, tahap pasca operasi.
Pada bulan Juli 1993 kunstruksi utama dimulai dan secara bertahap pembangunan PLTU
Ombilin unit 1 dan unit 2 mulai dikerjakan, 3 (tiga) tahun kemudian yaitu pada bulan Juli
1996,unit 1 beroperasi disusul pada tahun yang sama yaitu pada bulan November 1996 PLTU
unit 2 kemudian beroperasi, sedangkan PLTU itu sendiri dimungkinkan dapat beroperasi selama
30 tahun.
Tenaga listrik yang dihasilkan PLTU Ombilin melalui generator dengan tegangan 11,5 kV
dinaikan menjadi 150 kV melalui trafo utama. Kemudian disalurkan melalui taringan tegangan
tinggi 150 kV yang terhubung ke sistem interkoneksi Sumbagsel, Sumbagteng yang dikendalikan
oleh Pusat Penyaluran dan Pengaturan Beban Sumatera (P3BS).
Tahapan-tahapan pembangunan PLTU, kantor dan sarana penunjang lainnya adalah
sebagai berikut :
No.

Tanggal/Bulan/Tahun

Proses

1.
2.

Juli 1993

Awal pembangunan

Februari 1996

Awal dimulai Comissioning

3.

26 Agustus 1996

Pengoperasian PLTU unit 1

4.

05 November 1996

Pengoperasian PLTU unit 2

5.

15 Desember 1997

Serah terima proyek selesai

6.

2001

PLTG bergabung berkapasitas 3 x


21,35 MW yang berlokasi di
Kecamatan Pauh limo Padang.

Sedangkan hasil total yang diperoleh pada tahun 2001 adalah :


1. Produksi energi listrik adalah 849.790 MW
2. Pemakaian batu bara adalah 371.895 ton
3. Pemakaian solar adalah 3.663.961 liter
Dengan demikian kapasitas terpasang PLTU Ombilin 2 x 100 MW yang akan melayani
sistem kelistrikan Sumbar Riau melalui sistem interkoneksi (sistem ring) 150 KV.
2.2
2.2.1

Struktur Organisasi PLN


Visi dan Misi Perusahaan
PT. PLN (Persero) memiliki visi dan misi sebagai berikut :
Visi :
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan
terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani.
Misi :
a)
Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi
pada kepuasan pelanggan, anggota, perusahan dan pemegang saham.
b)
Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat.
c)
Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan Ekonomi.
d)
Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
Motto :
LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
ELECTRICITY FOR A BETTER LIFE

2.2.2

Struktur Organisasi
Struktur organisasi di PT PLN (Persero) Sektor Ombilin merupakan suatu susunan yang
didalamnya terdapat bagian-bagian yang saling menunjang untuk tercapainya tujuan perusahaan.
Dimana PT PLN (Persero) Sektor Ombilin dipimpin oleh seorang manager yang dibantu 5 orang
Assistant Manager, yaitu :
1.
2.

Assistant Manager Engineering


Assistant Manager Operasi

3.
Assistant Manager Pemeliharaan
4.
Assistant Manager Coal & Ash Handling
5.
Assistant Manager SDM dan ADM
Dalam melaksanakan tugasnya setiap Assistant Manager dibantu oleh beberapa
Supervisor :
a. Assistant Manager Engineering
Mempunyai tugas melakukan perencanaan dan evaluasi pengoperasian pemeliharaan
pembangkitan tenaga listrik. Dalam menjalankan tugasnya, Assistant Manager Engineering
dibantu oleh staf fungsional.
b. Assistant Manager Operasi
Mempunyai tugas / bertugas dalam pelaksanaan pengoperasian unit pembangkit tenaga
listrik dengan rencana & prosedur yang ditetapkan dalam menjalankan tugasnya, Assistant
Manager Operasi dibantu oleh 5 orang Supervisor, yaitu :
1. Supervisor Operasi Shift A
2. Supervisor Operasi Shift B
3. Supervisor Operasi Shift C
4. Supervisor Operasi Shift D
5. Supervisor Analisis Kimia
c. Assistant Manager Pemeliharaan
Dalam menjalankan tugasnya Assistant Pemeliharaan dibantu oleh :
1. Supervisor Pemeliharaan Listrik dan proteksi
2. Supervisor Pemeliharaan Kontrol dan Instrument
3. Supervisor Pemeliharaan Boiler
4. Supervisor Pemeliharaan Turbin

1.
2.
3.
4.

d. Assistant Manager Coal dan Ash Handling


Dalam menjalankan tugasnya Assistant Manager Coal dan Ash Handling dibantu oleh 4
orang Supervisor yaitu:
Supervisor Operasi Coal & Ash
Supervisor Pemeliharaan Coal Handling
Supervisor Pemeliharaan Ash Handling
Supervisor Bahan bakar & Energi primer
e. Assistant Manager SDM & ADM
Mempunyai tugas SDM & ADM. Dalam menjalankan tugasnya Assistant Manager SDM
& ADM dibantu oleh 5 orang Supervisor, yaitu :
1. Supervisor SDM & Umum
2. Supervisor Anggaran & Keuangan
3. Supervisor Akuntansi
4. Supervisor Logistik

f. Manager Unit PLTG Pauh Limo


Manager Unit PLTG Pauh Limo dibantu oleh 3 orang Supervisor, yaitu :
1. Supervisor Operasi
2. Supervisor Pemeliharaan
3. Supervisor Administrasi & Keuangan

2.3

Peralatan Utama PLTU Sektor Ombilin


Peralatan utama PLTU Ombilin secara umum dibagi beberapa bagian, yaitu :

2.3.1

Boiler
Boiler adalah station untuk melakukan proses pemanasan yang akan merubah air
menjadi uap. Boiler memiliki beberapa peralatan bantu, yaitu :
1. Economizer
Economizer berfungsi untuk meningkatkan temperatur air ( pemanasan awal) sebelum
masuk ke boiler untuk selanjutnya di alirkan ke steam drum, komponen ini berada dalam boiler
yang terdiri dari rangkaian pipa-pipa (tubes) yang menerima air dari inlet.
Sumber panas yang diperlukan oleh alat tersebut berasal dari gas buang dalam boiler. Air
mengalir dalam pipapipa, sementara di luar mengalir gas panas yang berasal dari hasil p
embakaran boiler. Selanjutnya steam panas tersebut dimanfaatkan untuk memanaskan air
sehingga temperaturnya meningkat.

Penggunaan Economizer untuk pemanasan awal sangatlah penting, karena:


a. Hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi boiler secara keseluruhan, karena panas yang ada
pada steam bisa dimanfaatkan untuk melakukan usaha.
b. Dengan memanaskan air sebelum air diubah menjadi steam di Boiler, berarti mempermudah
kerja Boiler, hanya sedikit saja panas yang perlu ditambahkan.
c. Pemanasan air hanya akan mengurangi Thermal Shock pada Boiler.
2. Boiler Drum
Berfungsi untuk menyimpan air dalam volume yang besar dan untuk memisahkan uap
dari air setelah proses pemanasan yang terjadi dalam Boiler. Secara umum, ada empat jenis pipa
sambungan dasar yang berhubungan dengan Steam Drum, yaitu:

Feed Water Pipe


Berfungsi mengalirkan air dari Economizer ke Distribution Pipe yang panjangnya sama
persis dengan Steam Drum. Distribute Pipe berfungsi mengalirkan air dari Economizer secara
merata keseluruh bagian Steam Drum.
a.

b.

Downcomer atau Pipa turun

Ditempatkan disepanjang bagian dasar Steam Drum dengan jarak yang sama antara yang
satu dengan yang lainnya. Pipa-pipa ini mengalirkan air dari Steam Drum menuju Boiler
Circulating Pump. Boiler Water Circulating Pump (BWCP) digunakan untuk memompa air
dari Downcomer dan mensirkulasikannya menuju Waterwall yang kemudian air tersebut
dipanaskan oleh pembakaran di Boiler dan dikirim kembali ke Steam Drum.
Waterwall Pipe
Terletak dikedua sisi Steam Drum dan merupakan pipa-pipa kecil yang berderet vertikal
dalam Boiler, setiap pipa disambung satu sama lain agar membentuk selubung yang kontinu
dalam Boiler. Konstruksi seperti ini disebut konstruksi membran. Waterwall bertugas menerima
dan mengalirkan air dari Boiler Circulating Pump kemudian dipanaskan dalam Boiler dan
dialirkan ke Steam Drum.
c.

Steam Outlet Pipe


Merupakan sambungan terakhir, diletakkan dibagian atas Steam
memungkinkan Saturated Steam keluar dari Steam Drum menuju Superheater.
d.

Drum untuk

Dalam Steam Drum, Saturated Steam akan dipisahkan dan diteruskan untuk pemanasan
lebih lanjut di Superheater, sedangkan airnya tetap berada dalam Steam drum dan dialirkan
ke Down Comer, dari sini proses akan dimulai lagi. Selain pipa tersebut, juga terdapatBlowdown
Pipa yang letaknya dibagian bawah Steam Drum, tepat dibawah permukaan air. Saat air berubah
menjadi uap, kotoran-kotoran air akan tetap tinggal di air dalam Steam Drum. Jika konsentrasi
kotoran tersebut menjadi tinggi, kemurnian steam yang keluar dari Steam Drumakan terpengaruh
dan akan terbawa ke Super Heater ataupun ke Turbin. Pipa Blowdown akan menghilangkan
sebagian kotoran air Boiler dari permukaan Steam Drum, dan mengalirkannya sehingga dapat
mengurangi konsentrasi kotoran dalam air Boiler, dan pada akhirnya dapat menjaga Super
Heater dan Turbin tetap bersih.
3. Down Comer
Down Comer berupa pipa berukuran besar, yang menghubungkan bagian bawah boiler
drum dengan Lower Header.
Down comer berfungsi untuk mengalirkan air turun dari boiler drum menuju lower
header. Dari lower header air akan masuk ke tube wall (riser) untuk diubah menjadi uap dan
kembali ke boiler drum.
4. Tube Wall
Panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran di dalam furnace sebagian diberikan
kepada air yang ada di dalam tube wall sehingga air berubah menjadi uap. Selain berfungsi
untuk merubah air menjadi uap tube wall juga mencegah penyebaran panas dalam furnace ke
udara luar.
5. Heater
a. Superheater

Superheater merupakan kumpulan pipa Boiler yang terletak dijalan aliran gas panas hasil
pembakaran. Panas dari gas ini dipindahkan ke Saturated Steam yang ada dalam
pipaSuperheater, sehingga berubah menjadi Super Heated Steam.
Superheater ini ada dua bagian, yaitu Primary Superheater dan Secondary
Superheater. Primary Superheater merupakan pemanas pertama yang dilewati oleh Saturate
Steam setelah keluar dari Steam drum, setelah itu baru melewati Secondary Superheater dan
menjadi Super Heated Steam. SH Steam akan dialirkan untuk memutar High Presure Turbin, dan
kemudian tekanan dan temperaturnya akan turun.
a) Low Temperature Super Heater (LTSH)
b) High Temperatur super Heater (HTSH)
b. Re-Heater
Setelah tekanan dan temperatur SH Steam turun maka SH Steam tersebut akan
dikembalikan ke Boiler untuk pemanasan ulang. Pemanasan ulang ini berlangsung di bagian
Boiler yang disebut Re-Heater yang merupakan kumpulan pipa Boiler yang diberi panas dari
gas pembakaran seperti Superheater. Jadi Re-Heater berfungsi untuk menaikkan temperatur SH
Steam tanpa mempengaruhi tekanannya. Di bagian Re Heater, SH Steam akan dikembalikan
untuk memutar Intermediate Presure Turbine(IP) dan Low Presure Turbine (LP).
c. Air Pre-Heater
Air Pre-Heater adalah instrument yang sistem kerjanya berputar dengan putaran rendah
dan berfungsi untuk memanasi udara pembakaran sebelum dikirim ke Furnace. Pemanas Udara
pembakaran tersebut diambil dari gas buang hasil pembakaran dari Furnace yang dialirkan
melalui Air Pre-Heater sebelum dibuang ke Chimney.
6. Desuperheater
Desuper Heater terletak diantara Low temperatur super heater dan high temperature
super heater yang berfungsi untuk mengendalikan temperature uap dengan cara memancarkan
air dari pemanas tekanan tinggi ke dalam uap.
Untuk pengoperasian boiler ini ada beberapa sistem pendukung utama yang terdiri dari :
a) Sistem bahan bakar
b) Sirkulasi air dalam boiler
c) Sistem udara bahan bakar
d) Sistem gas buang

s uap
uap
p
aker utama

Gambar 2.1. Sistem Pengubahan air menjadi uap dalam Boiler


(Sumber : PT. PLN Persero )
Data teknik Boiler
:
: GEC ALSTHOM Stein Industrie France
: single drum
: 420 ton/ hr
: 110 bar abs
: 513oC
: batu bara
2.3.2

Precipitator, stack
Batubara yang dibakar akan menghasilkan Burning carbon dioxide (CO2), sulphur
dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx). Gas gas ini dikeluarkan dari Boiler. Bottom ashatau
abu yang lebih tebal / berat yang terbuat dari serpihan coarse dijatuhkan ke bawah Boiler dan
masuk ke silo untuk dibuang. Fly ash atau abu yang sangat ringan terbawa oleh gas panas di
dalam Boiler. Fly Ash ini dtangkap oleh electrostatic precipitator ( ESP ) sebelum gas buang
terbang ke udara melalui cerobong asap ( Stack / Chimney ). ESP berfungsi sebagai filter udara
yang menyaring atau menangkap 99.4% fly ash.
2.3.3

Turbin
Turbin adalah alat yang berfungsi untuk merubah energi kinetik menjadi energi mekanik.
Pada PLTU Ombilin yang digunakan adalah turbin uap (steam turbin), memiliki sudu-sudu 20
tingkat. Sudu-sudu pada turbin ini terdiri dari sudu tetap dan sudu gerak. Turbin uap ini juga
dilengkapi dengan 2 (dua) Main Stop Valve dan 4 (empat) Governor Valve.

imum

Spesifikasi Steam Turbin di PLTU Ombilin adalah sebagai berikut :


: Condensing turbin, silinder tunggal, poros tunggal, non reheat dan mempunyai kemampuan
operasi dengan 5 jenis pemanasan pendahuluan (Regenerative Feed Heating System).
Type/tingkat
: impuls/ 20 tingkat
: 100 MW
: 110 MW dalam kondisi throttle valve terbuka lebar (VWO ) dan 5%over pressure.

disi guarantee output :


uap
: 100 bar
p
: 510oC
: 3400 KJ/ Kg
ap
: 373,4 T/ hr
condenser
: 0,091 bar
n putar poros : 3000 rpm
: GEC ALSTHOM Rateu La Courneuve
: TC 114 MV 140
uap keluar
: 96 mbar

2.3.4

Generator
Generator merupakan peralatan yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi
elektrik. Pada PLTU Ombilin ini generator yang digunakan adalah generator sinkron yang
mempunyai 2 buah kutub.

2.3.5

Kondensator (Condensers) & Sistem Air Pendingin (cooling water system)


Air pendingin dialirkan ke dalam pembangkit dan disirkulasikan melalui pipa pipa di
dalam kondensor, yang digunakan untuk mendinginkan uap yang berasal dari turbin. Air
pendingin yang bisa diambil dari air laut akan mendinginkan uap panas sehingga berubah
menjadi air murni kembali dan disirkulasikan kembali ke Boiler untuk dipanaskan menjadi uap
dan memutar turbin. Air pendingin yang diambil dari laut sekarang menjadi hangat karena
adanya pertukaran panas di dalam kondensor, dibuang kembali ke sungai.

2.3.6

Substation, transformer, transmission lines


Listrik yang dihasilkan oleh generator biasanya mempunyai tegangan 6,000 Volt atau
11,000 Volt akan dinaikan tegangannya menjadi 150,000 Volt ( 150kV ) atau 500,000 Volt
( 500kV ) melalui transformer sesuai system kelistrikan di Indonesia dan dialirkan ke Gardu
Induk ( substation ) untuk didistribusikan. Kenaikan tegangan tersebut diperlukan untuk
keperluan pendistribusian hingga ratusan kilometer ke wilayah lain melalui jaringan transmisi.
Untuk penggunaan sehari hari ataupun industri, tegangan tinggi tersebut akan
diturunkan kembali melalui transformer menjadi 380 Volt ( phasa ke phasa ) atau lebih dikenal
220 Volt ( phasa ke netral ).

2.3.7

Sistem Kelistrikan di PT. PLN (Persero) Kit. Sumbagsel Sektor

Pembangkitan Ombilin
PT. PLN (Persero) Kit. Sumbagsel Sektor Pembangkitan Ombilin mempunyai dua unit
pembangkit dengan kapasitas terpasang 2 x 100 Mw. Sistem kelistrikan di PT. PLN (Persero)
Kit. Sumbagsel Sektor Pembangkitan Ombilin menurut tegangan yang digunakan, yaitu :
1. Sistem 150 KV
2. Sistem 6 KV
3. Sistem 380 V
4. Sistem 220 V
5. Sistem Uninteruptable power suply (UPS) 220 V
6. Sistem 48 V DC

Gambar 2.2 Sistem kelistrikan PLTU Ombilin


(Sumber : PT. PLN Persero )
Konstruksi Generator adalah seporos dengan turbin sehingga dengan berputarnya Turbin
maka Generator ikut berputar. Generator dilengkapi dengan penguatan dari exciter maka
generator menghasilkan energy listrik 3 phasa dengan tegangan 11,5 kV. Selanjutnya disalurkan
melalui Generator Transformer sehingga tegangannya dinaikan menjadi 150 kV menuju
GasInsulated Switchgear(GIS) yang merupakan switch yard 1,5 CB. Sistem penyaluran melalui
saluran udara tegangan tinggi 150 kV menuju GI Salak dan GI Indarung.
2.4

Sistem Pengoperasian PLTU Sektor Ombilin


PLTU berbeda dengan PLTA yang hanya memiliki system lebih sederhana berupa
pengolahan air saja, PLTU memiliki semua teknologi yang dibutuhkan mulai dari pengolahan air,
pengolahan bahan baker batu bara serta diesel (High Speed Diesel), teknologi pengolahan
pembuangan limbah (asap dan debu hasil pembakaran batu bara), teknologi transportasi batu

1.
2.
3.
4.

bara, teknologi pendinginan dengan menara pendingin dan masih banyak lagi teknologiteknologi sederhana yang membentuk PLTU Ombilin ini menjadi system terbesar pembangkit
tenaga. Sistem-sistem itu secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi :
Sistem Pengolahan Air
Sistem Bahan Bakar (batu bara dan HSD)
Sistem Air dan Uap
Sistem Udara dan Gas Buang
Skema umum alur konversi energi dari pengoperasian PLTU Ombilin ini adalah:

Gambar 2.3 . Skema Konversi Energi PLTU Ombilin

2.4.1

Sistem Pengolahan Air

Air merupakan salah satu komponen yang penting untuk memenuhi kebutuhan PLTU Ombilin
dalam pembangkitan energi listrik dengan tenaga uap. Air yang digunakan diambil dari sungai Ombilin
setelah memelalui beberapa tahap pengolahan.

Sistem pengolahan air dibedakan atas dua bagian yaitu :


1. Sistem eksternal
2. Sistem internal

A. Sistem eksternal
Sistem eksternal dilakukan di Pretreament Plant dan Water Treatment Plant. Pengolahan air bertujuan
untuk mengolah bahan mentah air (air sungai) menjadi air murni yang siap untuk diubah menjadi uap
sehingga dapat membangkitkan energi listrik.

Sirkulasi air di preatreatment dapat digambarkan sebagai berikut

Gambar 2.4. Sirkulasi air di pretreatment


( Sumber : PT. PLN Persero )

Gambar 2.5 Sistem WTP


(Sumber : PT. PLN (Persero)

1.
Air Sungai Ombilin
Air sungai dipompakan dengan menggunakan River Water Pump (RWP). Di PLTU Ombilin ada tiga buah
RWP yang pengoperasiannya ditentukan dengan kebutuhannya. Jika kebutuhan air 580 ton maka pompa
yang digunakan dua buah RWP. Sedangkan satunya lagi dalam keadaan stand by. Sistem
pengaturannya diatur secara otomatis.

Sebelum air menuju clarifier terlebih dahulu masuk kedalam mixer. Mixer merupakan
tempat pengadukan zat-zat kimia seperti :
Alum/Tawas, yaitu untuk membuat flok dan koagulan dan untuk mempermudah
pengendapan kotoran.
Polyelektrolit, yaitu untuk mempercepat proses pengendapan, yaitu dengan mengikat
partikel-partikel zat terlarut yang terdapat dalam air sehingga dijadikan butiran-butiran yang
melayang-layang di dalam air menjadi berat dan mengendap di dalam air.
Sodium Hypocloride, yaitu untuk menghambat pertumbuhan lumut dan membunuh
mikroorganisme.
Kapur, yaitu untuk menaikkan pH air.
Setelah melalui mixer kemudian diteruskan ke clarifier yang terlebih dahulu air tersebut disaring ke Bar
Screen yang gunanya untuk menyaring benda-benda yang berukuran besar,kemudian air dipompakan ke
Bak Clarifier.

a.

Bak Clarifier

Clarifier ini merupakan bak pengendapan dimana pada bak ini dilengkpai dengan pulsator.
Pulsatorberfungsi untuk menyalurkan atau mendistrikbusikan air bersih yang akan menuju Storage Basin.

b.

Storage Basin (Bak Penampungan)

Storage Basin berfungsi sebagai bak penampungan air dari clafifier yang kemudian dipompakan untuk :

2. Water Service (Pelayanan Air)

Water service merupakan air umpan Sand Filter (Saringan Pasir) dan untuk Service water yaitu air yang
digunakan untuk air minum dan sanitasi (kesehatan) di PLTU Ombilin yang diinjeksikan denganSodium
Hypoclorid.

a.

b.
c.
d.

e.

f.

g.

Pengolahan air yang dilakukan di Water Treatment Plan (WTP) adalah sebagai berikut :
Sand Filter (penyaringan pasir)
Umpan Sand filter ini merupkan tempat penyaringan awal yang kemudian air tersebut di
pompakn melalui Sand filter yang beriksi pasir berutujuan untuk menyaring kotoran-kotoran
yang masih terbawa dari Storage Basin.
Clear Well (Penampungan air bersih)
Berfungsi untuk menampung air bersih yang dipompakan dari Sand Filter.
Aktivated Carbon Filter (Saringan Karbon Aktif)
erfungsi untuk menghilangkan warna, bau, rasa dan sebagai pengikat zat-zat organik.
Cation Exchanger (Penukar Kation)
Berfungsi untuk melepas H+ dan mengikat zat-zat yang terlarut pada air tersebut. Setelah
beroperasi lebih kurang 18 jam Cation Exchanger akan menjadi jenuh diregenerasi
(diinjeksikan) dengan Hcl selama kurang lebih 30 menit.
Anion Exchanger (Penukaran Ion)
Berfungsi untuk melepaskan OH, seperti halnya pada Cation Excharger setelah beroperasi lebih
kurang 18 jam maka anion exchanger akan jenuh sehingga perlu diinjeksikan NaOH selama
lebih kurang 30 menit.
Mixed Bed (Bak Pencampur)
Merupakan alat pencampur yang akan menangkap zat-zat yang lolos dari cation
exchanger sehingga air yang keluar dari mixed bed adalah air yang bebaas mineral.
Demineralizer Tank (bak penampungan air mineral)
Merupakan penampungan air bebas mineral dan dipompkan dengan make up pumpuntuk sistem
internal unit

3.
Make up cooling Tower (menara penampungan air dingin)
Make up cooling tower berguna untuk air penampungan pada cooling tower. Air cooling
tower ini digunakan untuk mendinginkan uap bekas pada condenser. Air untuk cooling tower ini
dipompkan dari storage basin dengan menggunkan cooling tower make up pump dan
diinjeksikan dengan beberapa zat yaitu :
a. sodium hypoclorid
Berfungsi untuk membunuh mikro organisme yang terdapat dalam air
b. cooper corrotion inhibitor
Berfungsi untuk menghambat terjadinya korosi tembaga (Cu) pada pipa condensator
c. Asam Clorid
Berfungsi untuk meningkatkan derajat keasaman air dari cooling tower air dipompakan
ke circulating water intake pit, kemudian dipompakan lagi olehcirculating water pump ke
Condensor yang berfungsi untuk mendinginkan uap bekas. Dari Condensor air masuk ke
bak cooling tower lagi dengan demikian sirkulasi air pendingan merupakan sirkulasi tertutup.
Kemudian air pada cooling tower diambil pada storage basin dengan cooling tower masuk make
up pump.