Anda di halaman 1dari 5

Evaporasi merupakan proses pemisahan air atau penguapan yang terjadi di

dalam suatu larutan untuk meningkatkan kadar larutan tersebut. Proses evaporasi
digunakan dalam berbagai bidang keilmuan, antara lain dalam bidang klimatologi,
kimia dan industri pengolahan makanan. Proses penguapan air sangat bermanfaat
dalam berbagai bidang kehidupan sesuai dengan bidangnya masing masing.
Dalam bidang industri pengolahan pangan, evaporasi banyak sekali
produk-produk yang diawetkan dengan cara pengentalan ini, antara lain
pengolahan susu menggunakan spray dryer, pemurnian gula, dan pengolahan
pengolahan lain yang membutuhkan proses pengentalan larutan. Hal tersebut
selain caranya yang praktis, dampak untuk kesehatan juga tidak ada sehingga
pengentalan ini merupakan sutu metode pengawetan yang aman bagi kesahatan
tubuh. Pengentalan ini perlu dikaji lebih jauh untuk meinigkatkan pemahaman
dalam upaya menciptakan suatu metode alternatif dalam proses pengawetan suatu
produk. Alat yang digunakan untuk proses evaporasi adalah evaporator dan heat
exchanger. Sebagai mahasiswa Teknik Pertanian, sangat penting untuk
mengetahui dan menguasai proses evaporasi baik itu untuk pengolahan makanan
maupun sumberdaya lahan. Oleh karena itu, dalam praktikum acara 6 ini, akan
dilakukan proses evaporasi menggunakan larutan gula.

Seiring perkembangan zaman, perkembangan di bidang mekanisasi pertanian


juga turut berkembang, baik itu dalam proses pra panen maupun pasca penen. Dalam
bidang pertanian, proses pengolahan tanah merupakan proses yang paling awal dan
penting untuk dilakukan. Proses pengolahan tanah dapat dilakukan secara manual
maupun mekanis. Proses manual dalam pengolahan tanah biasanya menggunakan bajak
yang ditarik dengan hewan, sementara pengolahan tanah secara mekanis pada umumnya
menggunakan traktor. Traktor memiliki berbagai macam tipe, antara lain hand traktor
(traktor tangan), traktor mini, dan traktor besar.
Seperti motor bakar lainnya, traktor memiliki beberapa komponen yang
memiliki fungsi yang berbeda beda dan saling terkait membentuk suatu sistem.
Traktor memiliki beberap komponen yang tidak dimiliki oleh komponen motor bakar
lain, seperti sistem penerus daya. Dalam menggunaan traktor diperlukan pengendalian
dan mengusai komponen dan sistem yang ada di dalamnya, baik itu sistem pengapian,
sistem pelistrikan, sistem pelumasan, sistem pendinginan, dan sistem penerusan daya.
Sebagai mahasiswa Teknik Pertanian, diperlukan pemahaman mengenai komponen dan
sistem yang ada di traktor serta pengendaliannya. Oleh karena itu, dalam praktikum
acara 3 ini, dilakukan pengendalian traktor mini.

DASAR TEORI
Evaporasi adalah proses pengurangan kadar air suatu bahan, tidak untuk
tujuan mengawetkan tetapi hanya mengurangi volume dan berat bahan sehingga
memudahkan dalam penanganan berikutnya. Selama evaporasi terjadi dua peristiwa
penting, yaitu transfer massa dan heat transfer. Transfer massa yang dimaksud
adalah perpindahan massa air dari dalam bahan menuju lingkungannya. Sedangkan
heat transfer adalah perpindahan kalor berupa panas dari lingkunghan menuju ke
dalam bahan. Heat transfer yang berlangsung selama evaporasi yaitu heat transfer
secara konveksi (Handojo, 1995).
Bahan pangan yang dihasilkan dari produk-produk pertanian pada umumnya
mengandungkadar air. Kadar air tersebut apabila masih tersimpan dan tidak
dihilangkan, maka akan dapat mempengaruhi kondisi fisik bahan pangan.
Contohnya, akan terjadi pembusukan dan penurunan kualitas akibat masih adanya
kadar air yang terkandung dalam bahan tersebut. Pembusukan terjadi akibat dari
penyerapan enzim yang terdapat dalam bahan pangan oleh jasad renik yang tumbuh
dan berkembang biak dengan bantuan media kadar air dalam bahan pangan
tersebut. Mikroorganisme membutuhkan
perkembangbiakannya.

Jika

kadar

air
air

untuk

pangan

pertumbuhan

dikurangi,

dan

pertumbuhan

mikroorganisme akan diperlambat. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan adanya


suatu proses penghilangan atau pengurangan kadar air yang terdapat dalam bahan
pangan sehingga terhindar dari pembusukan ataupun penurunan kualitas bahan
pangan. Salah satu cara sederhananya adalah dengan melalui proses pengeringan.
Pengeringan merupakan tahap awal dariadanya pengawetan. Pengeringan akan
menurunkan tingkat aktivitas air (Water Activity) atau Aw yaitu jumlah air yang
dapat

digunakan

oleh

mikroorganisme

untuk

pertumbuhan

dan perkembangbiakannya), berat dan volume pangan (Sri Mulia, 2008).

Proses pengeringan ini dipengaruhi oleh suhu, kelembaban udara lingkungan,


kecepatan aliran udara pengering, kandungan air yang diinginkan, energi
pengeringan dan kapasitas pengeringan. Pengeringan yang terlampau cepat dapat
merusak bahan sehubungan permukaan bahan terlalu cepat kering sehingga
kurang bisa diimbangi dengan kecepatan gerakan air bahan menuju permukaan.
Dan lebih lanjut, pengeringan cepat menyebabkan pengerasan pada permukaan
bahan sehingga air dalam bahan tidak dapat lagi menguap karena terhambat. Di
samping itu, kondisi pengeringan dengan suhu yang terlalu tinggi dapat merusak

bahan. Pengaturan suhu dan lamanya waktu pengeringan dilakukan dengan mem
perhatikan kontak antara alat pengering dengan alat pemanas (baik berupa udara
panas yang dialirkan maupun alat pemanas lainnya). Namun demi pertimbanganpertim bangan standar gizi maka pemanasan dianjurkan tidak lebih dari
850C (Pantastico, 2002).
Uap air memiliki keberagaman. Keberagaman itulah yang terkait dengan
kenyataan bahwa uap air terus-menerus ditambahkan ke dalam atmosfer oleh
penguapan dan hilang akibat pengembunan dan curahan yang menjadikannya
bagian yang demikian penting dalam udara. Segi yang paling menonjol dari cuaca
(hujan, salju, hujan es, kabut, halilintar, dan sebagainya) dihasilkan oleh adanya
air dalam atmosfer. Laju evapotranspirasi dinyatakan dengan banyaknya air yang
hilang oleh proses evapotranspirasi dari suatu daerah tiap satuan luas dalam satu
satuan waktu. Ini dapat pula dinyatakan sebagai volume air cair yang hilang oleh
proses evapotranspirasi dari daerah tadi dalam satu satuan waktu yang setara
dengan tinggi atau tebal air cair yang hilang tiap satu satuan waktu dari daerah
yang ditinjau. Satuan waktu yang dipakai bisa satu jam atau satu hari dan satuan
tebal dapat milimeter atau sentimeter (Prawirowardoyo, 1996).
Perpindahan panas adalah pemindahan atau penjalaran panas dari
satutempat ke tempat yang lain karena adanya gradien suhu antara kedua
tempatyang

bersangkutan

dikenal

dengan

heat

Transfer.Yang

menjadi

pendorongterjadinya pindah panas adalah beda suhu. Pindah panas merupakan


prosesdinamis, yaitu panas dipindahkan secara spontan dari satu badan ke badan
lainyang lebih dingin. Kecepatan dari

pindah panas

bergantung dari

perbedaansuhu antara kedua badan, semakin besar perbedaan, maka semakin


besar kecepatan pindah panas.Perbedaan suhu antara sumber panas dan penerima
panas merupakan gayatarik dalam pindah panas. Apabila suhu meningkat, maka
akan meningkatkan juga gaya tarik sehingga kecepatan pindah panas akan
meningkat. Perbedaansuhu antara sumber panas dan penerima panas merupakan
gaya tarik dalam pindah panas. Peningkatan perbedaan suhu akan meningkatkan
gaya tarik sehingga meningkatkan kecepatan pindah panas. Panas yang melalui

satu badan dari badan lain, pindah menembus beberapa perantara, yang
padaumumnya memberikan penahanan pada aliran panas

Earle, R. L. 1996. Satuan Operasi dalam Pengolahan Pangan. Bogor : PT. Sastra Hudaya
Handojo, L. 1995. Teknologi Kimia. Jakarta: Pradnya Paramita
Kartasapoetra. 1989. Teknologi Pengolahan Pasca Panen. Jakarta : Bina Aksara

Maryanto, 2004. Petunjuk Praktikum


JurusanTHP FTP UNEJ

Teknologi

Praptiningsih,
Yulia.
Dkk.
1999. Petunjuk
Jember : JurusanTHP FTP UNEJ

Praktikum

Pengolahan.

Teknologi

Jember:

Pengolahan.

Winarno, F.G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia pustaka
Utama
Pengentalan dan Penguapan Produk Pertanian
Cairhttps://www.scribd.com/doc/45304372/Laporan-Praktikum-III

NERACA MASSA DAN ENERGIPADA UNIT


EVAPORASI
https://www.scribd.com/doc/76633812/Laporan-Evaporasi