Anda di halaman 1dari 15

PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI

TANAH DAN BANGUNAN


Nomor : 287/SPP-ABP/III/2013
Pada hari ini, Sabtu, tanggal duapuluh bulan April tahun duaribu tigabelas (20 04 2013 ), bertempat di Kota Batam, telah
ditandatangani PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN, -untuk selanjutnya disebut Perjanjian
Pengikatan Jual Beli- oleh dan antara:
1.-ARIFIN, dalam hal ini bertindak selaku Direktur Utama untuk dan atas nama PT. ADI BINTAN PERMATA, berkedudukan
di Kota Batam, Komplek Perumahan Anggrek Sari, Blok F5 Nomor 12-A Batam Centre; -untuk selanjutnya disebut
sebagai PIHAK PERTAMA;
2.-Nama
: AIDIL NORMAN
No. KTP/Paspor
: 2171012311770003
Tempat/Tgl Lahir
: Selat Panjang, 23 11 - 1977
Agama
: Islam
Alamat Rumah
: Pulau Sambu RT/RW 001/006 Kel. Tanjung Sari Kec Belakang Padang
Alamat Kantor
:Alamat Surat Menyurat : Pulau Sambu RT/RW 001/006 Kel. Tanjung Sari Kec Belakang Padang
Pekerjaan
: Pegawai Negri Sipil
Telp./Hp
: 0813 6437 6839
-untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Para pihak sebagaimana tersebut di atas menerangkan terlebih dahulu:---------------------------------------------------------------------a.-Bahwa Pihak Pertama adalah sebuah perusahaan pengembang yang bergerak di bidang pembangunan perumahan
(properti), yang telah mendapat izin baik dari pihak Badan Otorita Batam (BOB) maupun Pemerintah Kota (Pemko)
Batam, untuk mengembangkan wilayah pemukiman yang terletak di Kelurahan/Desa Patam Lestari, Kecamatan
Sekupang, Kota Batam;---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------b.-Bahwa Pihak Pertama bermaksud menjual, sebagaimana Pihak Kedua menyatakan memiliki kemampuan/kesanggupan
dan setuju memesan dan membeli, sebagian dari bidang tanah tersebut berikut bangunan yang akan didirikan di atasnya
dan akan dipergunakan oleh Pihak Kedua sebagai rumah untuk tempat tinggal, bukan untuk buka usaha/bisnis; ------------sesuai dengan izin peruntukkan yang diberikan, baik oleh pihak Badan Otorita Batam (BOB) maupun Pemerintah Kota
(Pemko) Batam, dimana: letak blok dan nomor kaveling, luas tanah, serta tipe bangunan sebagaimana dimaksud, akan
diuraikan lebih lanjut pada surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini;-----------------------------------------------------------------------c.-Bahwa peralihan hak serta penyerahan atas sebagian dari bidang tanah berikut bangunan sebagaimana dimaksud pada
huruf b tersebut di atas, tidak akan dilakukan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua apabila:----------------------------------i.-Ijin Peralihan Hak dari Badan Otorita Batam (BOB) belum diterbitkan/diperoleh oleh Pihak Pertama dan/atau;-------------ii.-Bangunan di atas bidang tanah tersebut belum selesai dibangun oleh Pihak Pertama dan/atau;-------------------------------iii.-Pihak Kedua belum melunasi seluruh kewajiban-kewajibannya atas pemesanan/pembelian sebagian dari bidang tanah
berikut bangunan serta biaya-biaya lainnya kepada Pihak Pertama;--------------------------------------------------------------------d.-Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka dengan ini para pihak telah sepakat dan mengikatkan
diri satu sama lainnya untuk mengadakan Perjanjian Pengikatan Jual Beli, sesuai dengan syarat-syarat atau ketentuanketentuan sebagai berikut:-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------OBJEK PENGIKATAN
Pasal 1
1.-Pihak Pertama dengan ini menyanggupi dan mengikat dirinya sekarang dan untuk kemudian pada waktunya menjual dan
menyerahkan kepada Pihak Kedua, sebagaimana Pihak Kedua dengan ini menyatakan memiliki kemampuan dan
menyanggupi serta mengikatkan dirinya sekarang dan untuk kemudian pada waktunya setuju untuk memesan dan
membeli, serta menerima penyerahan dari Pihak Pertama atas tanah dan bangunan yang akan disebut pada ayat 2
Pasal ini;-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2.-Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat satu sama lain bahwa, yang menjadi objek dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli
ini adalah tanah dan bangunan yang terletak di Kelurahan/Desa Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, yang
lebih dikenal sebagai Komplek Akasia Garden, terletak di:------------------------------------------------------------------------------------a. - Blok
b. - Nomor Kaveling

: A-1
: 09

c. - Tipe Bangunan
d. - Luas Tanah

-dengan Spesifikasi Teknik Bangunan sebagai berikut:


-Struktur
: Beton bertulang
-Pondasi
: Tapak beton bertulang
-Rangka Atap : Baja ringan
-Rangka Plafond : Puring
-Plafond
: Gypsum
-KM / WC
: Lantai keramik, dinding keramik
Closet Jongkok, Titik Air Drop
(Tanpa Kran Air)
-Jendela
: Kaca, Kerangka Jendela UPVC
-Pintu Utama
: Pintu Panel
-Pintu Lainnya : Double Triplek
-Pintu KM / WC : PVC

: Town House 70 m2
: 65 m2

-Atap
-Lantai
-Cat
-Dinding

: Spandek
: Keramik
: Emulsi dan Cat Minyak
: Bata merah, Diaci Halus,
Finishing
-Air
: ATB
-Listrik
: PLN 10 Ampere
-Titik Lampu
: Hanya Fitting (Tanpa Bola Lampu)
-Jalan
: Aspal / Cor Beton
-Tidak ada pagar pembatas rumah/tanah, baik di
halaman depan rumah maupun di belakang rumah;

-sesuai dengan gambar Site Plan dan Denah Bangunan yang telah diperlihatkan oleh Pihak Pertama kepada Pihak
Kedua; dimana Site Plan dan Denah Bangunan tersebut telah dipahami, serta telah disetujui oleh kedua belah pihak dan
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, -untuk selanjutnya disebut Tanah
dan Bangunan;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------HARGA JUAL TANAH DAN BANGUNAN
Pasal 2

1.

-Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat satu sama lain bahwa, nilai harga jual Tanah dan Bangunan yang
tersebut pada Pasal 1 ayat 2 Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, yang wajib dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak
Pertama
adalah
sebagai
berikut:----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Harga Jual
: Rp.300.000.000,-. Posisi di Hook/Sudut
: Rp
-. Biaya Kelebihan Luas Tanah
: Rp
-. Biaya Sertifikat HGB dan Akta Jual Beli
: Rp
(+)
-. Jumlah Harga Keseluruhan
: Rp.300.000.000,-. Potongan Harga (Discount)
: Rp 40.000.000,- (-)
-. Total Harga Jual
: Rp260.000.000,Terbilang : Duaratus Enam Puluh Juta Rupiah.
-untuk selanjutnya disebut sebagai Harga Jual;--------------------------------------------------------------------------------------------------

2.-Harga Jual Tanah dan Bangunan sebagaimana yang tersebut pada ayat 1 Pasal ini, telah termasuk biaya Sertifikat Hak
Guna Bangunan, biaya Akta Jual Beli, dan Biaya Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB). Namun harga jual Tanah
dan
Bangunan
tersebut
belum
termasuk
biaya-biaya
antara
lain:-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------a.-Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% (bila diberlakukan Pemerintah);-----------------------------------------------------------------b.-Bagi Pihak Kedua yang membeli secara kredit, maka Pihak Kedua akan dikenakan biaya tambahan berupa biayabiaya Kredit Pemilikan Rumah (untuk selanjutnya disingkat KPR);----------------------------------------------------------------------c.-Biaya-biaya tak terduga lainnya yang timbul di kemudian hari, sebagai akibat peraturan atau kebijakan pemerintah di
bidang perpajakan atau moneter yang menjadi kewajiban Pihak Kedua;--------------------------------------------------------------d.-Apabila Pihak Kedua berkewarganegaraan asing (WNA), maka di luar beban biaya-biaya sebagaimana tersebut pada
ayat 2 huruf a sampai huruf d Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, terhadap Pihak Kedua akan dikenakan biaya
tambahan, berupa biaya Pengurusan Perubahan (Penurunan Hak) Sertifikat HGB ke Hak Pakai di Kantor BPN Kota
Batam, berikut biaya balik nama Sertifikat Hak Pakai (Pecah) atas nama Pihak Pertama ke atas nama Pihak Kedua.

Biaya tambahan tersebut akan diberitahukan/diperhitungkan kepada Pihak Kedua, setelah Pihak Pertama
mengkonfirmasi ke Kantor BPN Kota dan/atau Notaris/PPAT;-----------------------------------------------------------------------------Seluruh biaya-biaya sebagaimana tersebut pada ayat 2 huruf a sampai huruf d Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini,
untuk selanjutnya disebut sebagai Biaya Kewajiban Lainnya;------------------------------------------------------------------------------3.-Biaya Kewajiban Lainnya yang wajib dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama, wajib dilakukan secara cash
maupun secara cicilan, yaitu: dilakukan secara bersamaan pada saat Pihak Kedua membayar angsuran dan/atau
pelunasan kepada Pihak Pertama, dengan perincian sebagaimana akan diuraikan lebih lanjut pada Pasal 4 ayat 2
Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Biaya Kewajiban Lainnya wajib dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama 7 (tujuh) hari sebelum
penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) dilakukan di hadapan PPAT/Notaris; -----------------------------------------------------------4.-Apabila Pihak Pertama telah menetapkan Harga Jual Tanah dan Bangunan berikut transaksi pembayaran angsuran
dan/atau pelunasan dalam bentuk mata uang dolar Singapura, maka penentuan nilai kurs dolar Singapura terhadap mata
uang Rupiah sepenuhnya adalah tetap mengikuti pergerakan nilai kurs dolar Singapura di pasar mata uang asing dari
waktu ke waktu. Kenaikan nilai kurs dolar Singapura terhadap mata uang Rupiah sewaktu-waktu, serta adanya
perubahan atau kebijakan yang diberlakukan oleh pihak otoritas monoter, adalah tidak menjadi tanggung jawab Pihak
Pertama. Pihak Kedua tetap diwajibkan membayar angsuran dan/atau pelunasan sesuai dengan nilai kurs yang berlaku
pada saat itu;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------5.-Jangka waktu atau lamanya proses penyelesaian dokumen induk ke atas nama Pihak Pertama, antara lain: pengurusan
Sertifikat Hak Guna Bangunan di Kantor Pertanahan Nasional Kota Batam, Izin Peralihan, SPJ, SKEP, Surat
Rekomendasi, pemecahan Gambar Penetapan Lokasi (PL), dan pengurusan balik nama Sertifikat Hak Guna Bangunan
ke atas nama Pihak Kedua, berikut jangka waktu proses disetujuinya dan/atau pemasangan instalasi atau pemasukan
arus listrik (PLN) dan air bersih (ATB) ke Tanah dan Bangunan Pihak Kedua, adalah sepenuhnya tergantung pada
instansi terkait;---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Dalam hal ini, sepanjang Pihak Pertama dapat membuktikan secara tertulis telah mengajukan surat permohonan
dan/atau melakukan pengurusan ke instansi terkait, maka Pihak Pertama telah dianggap beritikad baik dan telah
memenuhi kewajibannya secara patut, sehingga Pihak Kedua tidak berhak mendesak Pihak Pertama untuk
mempercepat proses pengurusan surat-surat dan/atau pemasangan/pemasukan arus listrik (PLN) atau air bersih (ATB)
ke instansi terkait; termasuk menunda pembayaran Angsuran Uang Muka dan/atau Angsuran Pelunasan kepada Pihak
Pertama;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------6.-Masa berakhirnya Hak Guna Bangunan (HGB) pada Sertifikat Tanah dan Bangunan yang akan diterbitkan oleh Kantor
BPN Kota Batam ke atas nama Pihak Kedua nantinya, disesuaikan dengan jangka waktu berakhirnya masa
pengalokasian lahan oleh Badan Otorita Batam (BOB) kepada Pihak Pertama sebagaimana tersebut pada Faktur Uang
Wajib Tahunan Otorita (UWTO);----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------7.-Jika dikemudian hari, berdasarkan hasil pengukuran terakhir oleh instansi yang berwenang ternyata luas tanah tersebut
tidak sesuai dengan luas tanah sebagaimana yang tersebut pada Pasal 1 ayat 2 huruf d menurut Perjanjian Pengikatan
Jual Beli, maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat satu sama lain bahwa kelebihan atau kekurangan atas luas
tanah tersebut akan diperhitungkan dengan ketentuan satuan harga adalah sebesar Rp700.000,- per meter persegi un;-Biaya kelebihan atas luas tanah tersebut wajib dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama 7 (tujuh) hari sebelum
penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) dilakukan di hadapan PPAT/Notaris; -----------------------------------------------------------BOOKING FEE, UANG MUKA DAN ANGSURAN
Pasal 3
Untuk setiap transaksi pembelian Tanah dan Bangunan, baik itu transaksi pembelian memakai sistem KPR melalui bank
maupun transaksi pembelian dengan sistem pembayaran cash (Cash Keras/Cash Bertahap), maka:-------------------------------1.-Pihak Pertama telah menetapkan besarnya jumlah uang tanda jadi yang wajib dilunasi secara penuh oleh Pihak Kedua;
-untuk
selanjutnya
disebut
sebagai
Booking
Fee;-------------------------------------------------------------------------------------------------Booking Fee hanya berlaku 14 (empatbelas) hari, terhitung sejak tanggal pembayaran Booking Fee itu dilakukan oleh
Pihak Kedua dan selanjutnya Pihak Kedua diwajibkan membayar Angsuran ke-1 (pertama) kepada Pihak Pertama;---------Apabila setelah lewatnya waktu yang telah ditentukan, ternyata Pihak Kedua belum juga membayar Angsuran ke-1
(pertama); maka Pihak Pertama akan langsung membatalkan secara sepihak transaksi jual-beli ini dengan
memberlakukan sanksi sebagaimana yang tersebut pada ketentuan Pasal 9 Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini , dengan
konsekwensi hukum bahwa Booking Fee yang telah disetor/dibayar oleh Pihak Kedua tidak akan dikembalikan (hangus);-

2.-Untuk transaksi pembelian Tanah dan Bangunan yang memakai sistem KPR dimana pelunasannya dilakukan melalui
Bank; maka Pihak Pertama menetapkan besarnya jumlah angsuran, jumlah periode angsuran dan tanggal jatuh
tempo angsuran uang muka yang wajib dilunasi oleh Pihak Kedua; -untuk selanjutnya disebut sebagai Angsuran
Uang
Muka;---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Besarnya jumlah Uang Muka yang akan diangsur/dibayar oleh Pihak Kedua ini, telah termasuk di dalamnya jumlah
Booking Fee;-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------3.-Untuk transaksi pembelian Tanah dan Bangunan yang dilakukan dengan sistem pembayaran cash (Cash Keras/Cash
Bertahap), maka Pihak Pertama menentukan besarnya jumlah angsuran, jumlah periode angsuran dan tanggal
jatuh tempo angsuran pelunasan yang wajib dibayar oleh Pihak Kedua; -untuk selanjutnya disebut sebagai Angsuran
Pelunasan;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------SISTEM PEMBAYARAN ANGSURAN UANG MUKA/
ANGSURAN PELUNASAN DAN SANKSI
Pasal 4
1.-Sistem pelunasan atas transaksi pembelian Tanah dan Bangunan yang disetujui oleh Pihak Kedua adalah dengan sistem
pembayaran secara: KPR melalui Bank / Cash Uang Muka / Cash Keras / Cash Bertahap*);
2.-Pihak Kedua wajib melunasi pembayaran Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan kepada Pihak Pertama secara
penuh, sesuai dengan besarnya jumlah angsuran, jumlah periode angsuran dan tanggal jatuh tempo angsuran
sebagai berikut:--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Booking Fee
-. Angsuran 1
-. Angsuran 2
-. Angsuran 3
-. Angsuran 4
-. Angsuran 5
-. Angsuran 6

Tgl. 30-03-2013
Tgl. 13-04-2013
Tgl. 13-05-2013
Tgl. 13-06-2013
Tgl. 13-07-2013
Tgl. 13-08-2013
Tgl. 13-09-2013

Jumlah Total Booking Fee & Angsuran Uang Muka


Sisa Pembayaran (KPR / Non KPR*)

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

3.000.000,9.500.000,9.500.000,9.500.000,9.500.000,9.500.000,9.500.000,-(+)

Rp. 60.000.000,Rp.200.000.000,-

3.-Jika Pihak Kedua lalai membayar dan/atau tidak melunasi Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan secara penuh
sesuai dengan ketentuan ayat 2 Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini pada waktu yang telah ditentukan, maka Pihak
Kedua akan dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp10.000,- (sepuluh ribu Rupiah) per harinya;----------------------------Yang dimaksud dengan melunasi Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan secara penuh oleh ayat 4 Pasal
Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini adalah: dalam melakukan pembayaran Angsuran Uang Muka atau Angsuran
Pelunasan kepada Pihak Pertama, besarnya jumlah angsuran pembayaran yang dilakukan oleh Pihak Kedua tersebut
tidak boleh kurang dari nilai Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan yang telah ditetapkan sesuai dengan
ketentuan ayat 2 Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini;------------------------------------------------------------------------------------Kekurangan pembayaran Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan oleh Pihak Kedua, tetap dianggap sebagai
kelalaian dan oleh karena itu Pihak Kedua tetap dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud ayat ini;---------4.-Bilamana kelalaian Pihak Kedua sebagaimana tersebut pada ayat 4 Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini
berlangsung terus menerus hingga 30 (tigapuluh) hari kalender, terhitung sejak tanggal jatuh tempo Angsuran Uang Muka
atau Angsuran Pelunasan yang wajib dibayar; maka Pihak Pertama akan membatalkan secara sepihak transaksi jual-beli
ini dengan memberlakukan sanksi sebagaimana yang tersebut pada ketentuan Pasal 9 Perjanjian Pengikatan Jual Beli
ini;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------5.-Apabila pembayaran Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan dilakukan dengan Cheque (cek) atau Bilyet Giro,
maka pembayaran tersebut baru dapat dianggap sah apabila telah dapat dipindahbukukan ke rekening bank a/n. Pihak
Pertama;
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

6.-Pembayaran Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan dapat dilakukan oleh Pihak Kedua melalui loket kasir
kantor pemasaran PT. ADI BINTAN PERMATA, beralamat di Komplek Perumahan Anggrek Sari, Blok F5 Nomor 12-A
Batam Centre - Kota Batam, atau disetor ke rekening bank a/n. PT. ADI BINTAN PERMATA pada BANK TABUNGAN
NEGARA (Kacapem Tanjung Uncang), dengan Nomor Rekening: 00246-01-30-000011-4; selanjutnya resi bukti
setoran tersebut akan diganti dengan kwitansi atau tanda terima yang sah dari Pihak Pertama; ----------------------------------7.-Pembayaran yang dilakukan oleh Pihak Kedua yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan sebagaimana yang tersebut
dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, tidak diakui sebagai suatu pembayaran yang sah dan oleh karenanya adalah
menjadi
risiko
dan
tanggung
jawab
Pihak
Kedua
pribadi
sepenuhnya;---------------------------------------------------------------------9.-Tidak ada suatu kewajiban dari Pihak Pertama dalam bentuk pemberitahuan apapun, guna mengingatkan kepada Pihak
Kedua atas pembayaran Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan yang telah jatuh tempo yang wajib ia
bayar/lunasi kepada Pihak Pertama;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------PELUNASAN SISA PEMBAYARAN MELALUI KPR DI BANK
Pasal 5
1.-Apabila Pihak Kedua memilih transaksi pembelian Tanah dan Bangunan dengan sistem KPR melalui Bank, maka Pihak
Kedua wajib mengikuti proses administrasi KPR secara patut sesuai dengan ketentuan-ketentuan perbankan, yaitu
meliputi:-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------a.-mengumpulkan data KPR secara lengkap untuk diberikan kepada Pihak Pertama. Kewajiban Pihak Kedua untuk
mengumpulkan data KPR ini telah harus dilakukan, selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum tanggal jatuh tempo
pembayaran Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan yang terakhir; dan/atau -----------------------------------------b.-melakukan proses wawancara di Bank. Pada saat proses wawancara dilakukan oleh pihak Bank, apabila berdasarkan
penilaian dan/atau pendapat pihak Bank bahwa, Pihak Kedua masih perlu menyerahkan data KPR tambahan (diluar
data KPR yang telah diserahkan/dikumpulkan oleh Pihak Kedua), maka Pihak Kedua tetap berkewajiban untuk
melengkapi data KPR tambahan sebagaimana dimaksud; dan/atau -------------------------------------------------------------------c.-melakukan pembayaran biaya-biaya administrasi dan/atau kewajiban-kewajiban lainnya menurut ketentuan Bank
pemberi kredit, dan/atau ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------d.-penanda
tanganan
akad
kredit
di
Bank
oleh
Pihak
Kedua;
--------------------------------------------------------------------------------2.-Pihak Kedua wajib menanda tangani Surat Hutang (Akad Kredit) dan surat-surat lainnya di Bank pada hari, tanggal, dan
waktu yang telah ditentukan oleh Pihak Pertama dan/atau pihak Bank, selambat-lambatnya dalam jangka waktu 7 (tujuh)
hari terhitung sejak:--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------a.-Konfirmasi dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, setelah Pihak Pertama mendapat konfirmasi dari pihak Bank
mengenai telah disetujuinya KPR yang diajukan oleh Pihak Kedua tersebut;---------------------------------------------------------b.-Tanggal surat pemberitahuan yang dikirim oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua;---------------------------------------------3.-Kewajiban Pihak Kedua sebagaimana tersebut pada ayat 2 Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini tetap harus
dilakukan
oleh
Pihak
Kedua,
tanpa
harus
menunggu
penyelesaian:------------------------------------------------------------------------a.-Pekerjaan jalan, parit dan taman di lingkungan komplek perumahan yang masih dalam proses penyelesaian pekerjaan
oleh Pihak Pertama;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------b.-Pekerjaan pemasangan instalasi listrik (PLN) dan air bersih (ATB) atau jaringan telepon (bila ada), dimana
keterlambatan pekerjaan tersebut bukan disebabkan oleh Pihak Pertama, akan tetapi disebabkan oleh keterlambatan
instansi atau adanya kebijakan baru dari instansi itu sendiri;------------------------------------------------------------------------------c.-Pekerjaan atas bagian-bagian fisik bangunan tertentu yang, menurut pendapat (komplein) Pihak Kedua ketika
melakukan pengecekan di lapangan, belum selesai dikerjakan secara sempurna oleh Pihak Pertama. Dalam hal ini,
Pihak Pertama tetap berkewajiban menyelesaikan komplein Pihak Kedua tersebut menurut standard atau spesifikasi
teknis bangunan yang telah ditetapkan oleh Pihak Pertama. Selanjutnya, hak-hak Pihak Kedua tetap dilindungi oleh
Pihak Pertama berdasarkan ketentuan Pasal 12 ayat 2 Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang akan disebutkan di bawah
ini;---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------4.-Apabila Pihak Kedua setelah melakukan pelunasan Angsuran Uang Muka dan Pihak Kedua bermaksud melakukan
pelunasan atas transaksi pembelian Tanah dan Bangunan tersebut tidak melalui KPR di Bank, maka kepada Pihak Kedua
hanya diperbolehkan oleh Pihak Pertama untuk melakukan pelunasan secara Cash Keras, bukan secara Cash

Bertahap.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Untuk itu, Pihak Kedua wajib mengajukan permohonan secara tertulis kepada Pihak Pertama setelah tanggal jatuh
tempo Angsuran Uang Muka terakhir dan tenggang waktu yang diberikan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua untuk
melakukan pelunasan secara Cash Keras tersebut adalah 14 (empatbelas) hari, yaitu terhitung sejak tanggal surat
pemberitahuan
atau
persetujuan
dari
Pihak
Pertama
kepada
Pihak
Kedua;---------------------------------------------------------------Apabila Pihak Kedua tidak mengajukan permohonan secara tertulis kepada Pihak Pertama, maka Pihak Kedua tetap
dianggap melakukan transaksi secara KPR melalui Bank, sehingga Pihak Kedua tetap berkewajiban memenuhi
ketentuan-ketentuan sebagaimana yang tersebut pada ayat 1 dan ayat 2 Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini
dengan segala konsekwensi hukumnya;-----------------------------------------------------------------------------------------------------------5.-Apabila Pihak Kedua tidak memenuhi salah satu kewajiban sebagaimana yang disebutkan pada ayat 1, ayat 2 atau ayat
3 pada Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, maka Pihak Kedua akan dikenakan denda keterlambatan sebesar
Rp10.000,- (sepuluh ribu Rupiah) per harinya, dimana batas maksimum keterlambatan ini hanya berlaku untuk 14
(empatbelas) hari kerja saja. Dan, dengan lewatnya waktu 14 (empatbelas) hari tersebut, maka Pihak Pertama akan
membatalkan secara sepihak transaksi jual-beli ini dengan memberlakukan sanksi sebagaimana yang tersebut pada
ketentuan Pasal 9 Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini;-----------------------------------------------------------------------------------------Pasal 6
1.-Besarnya suku bunga, sistem perhitungan suku bunga KPR, kenaikan suku bunga bank sewaktu-waktu dan jumlah
plafond KPR yang disetujui oleh pihak Bank kepada Pihak Kedua, serta adanya perubahan atau kebijakan yang
diberlakukan oleh pihak otoritas moneter dan/atau Bank pemberi KPR mengenai ketentuan-ketentuan baru yang wajib
dipenuhi oleh Pihak Kedua, adalah tidak menjadi tanggung jawab Pihak Pertama;----------------------------------------------------2.-Pihak Kedua dengan ini mengikatkan diri dan menyetujui bahwa,--------------------------------------------------------------------------a.-Pihak Pertama memiliki hak mutlak untuk menunjuk Bank pemberi KPR untuk dan atas nama Pihak Kedua selaku
konsumen, sesuai dengan kesepakatan internal atau kerja sama antara Pihak Pertama dengan pihak Bank;--------------b.-permohonan KPR atas nama Pihak Kedua yang diajukan ke Bank oleh Pihak Pertama, maksimalnya adalah dua kali
pada dua Bank yang berbeda. Dalam hal ini, sepanjang Pihak Pertama dapat membuktikan telah mengajukan
permohonan KPR atas nama Pihak Kedua ke Bank, maka Pihak Pertama telah dianggap beritikad baik dan telah
memenuhi kewajibannya secara patut, sehingga Pihak Kedua akan menerima segala konsekwensi hukum menurut isi
Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, apabila di kemudian hari jumlah plafond KPR yang diajukan tersebut hanya diterima
sebagian saja atau pun ditolak seluruhnya oleh pihak Bank;------------------------------------------------------------------------------3.-Jumlah plafond KPR atas nama Pihak Kedua yang diajukan namun tidak disetujui sebagian oleh pihak Bank, adalah
bukan merupakan tanggung jawab Pihak Pertama. Pihak Kedua tetap berkewajiban melunasi selisih plafond (nilai) kredit
yang tidak disetujui pihak Bank tersebut kepada Pihak Pertama, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari:-----------------------------a.-sebelum penanda-tanganan Surat Hutang (Akad Kredit) dan surat-surat lainnya dilakukan oleh Pihak Kedua di Bank;
dan/atau
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------b.-sejak
adanya
surat
pemberitahuan
dari
Pihak
Pertama;------------------------------------------------------------------------------------4.-Jumlah plafond KPR atas nama Pihak Kedua yang diajukan namun tidak disetujui seluruhnya oleh Pihak Bank, adalah
bukan merupakan tanggung jawab Pihak Pertama. Pihak Kedua tetap berkewajiban melunasi Harga Jual yang telah
disepakati kedua belah, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari terhitung sejak surat pemberitahuan dari Pihak Pertama
kepada Pihak Kedua; -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------5.-Apabila Pihak Kedua tidak memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana yang tersebut pada ayat 3 atau ayat 4 Pasal
Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, maka Pihak Pertama akan membatalkan secara sepihak transaksi jual-beli ini dengan
memberlakukan sanksi sebagaimana yang tersebut pada ketentuan Pasal 9 Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini;------------LARANGAN RENOVASI
Pasal 7

1.-Pihak Kedua tidak diperkenankan melakukan renovasi bangunan tersebut tanpa seijin tertulis dari Pihak Pertama, selama
masa pembangunan atas bangunan Pihak Kedua sedang dilaksanakan oleh Pihak Pertama dan/atau Pihak Kedua belum
melunasi Harga Jual atas Tanah dan Bangunan tersebut;------------------------------------------------------------------------------------2.-Apabila renovasi bangunan dilakukan oleh Pihak Kedua atas inisiatif dan biaya sendiri, dimana pekerjaaan renovasi
tersebut langsung dilaksanakan di lapangan oleh Pihak Kedua, namun tanpa seijin tertulis dari Pihak Pertama terlebih
dahulu; maka seluruh risiko dan akibat hukum atas tindakan renovasi tersebut sepenuhnya adalah menjadi tanggung
jawab Pihak Kedua dan Pihak Pertama berhak menghentikan dan/atau memerintahkan pembongkaran dan/atau
membongkar sendiri atas bangunan tersebut, dengan seluruh biaya-biaya ditanggung dan dibebankan kepada Pihak
Kedua;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------3.-Apabila rencana renovasi bangunan dilakukan oleh Pihak Kedua, dimana rencana pekerjaan renovasi tersebut
sebelumnya telah dimohonkan secara tertulis dan telah mendapat ijin tertulis dari Pihak Pertama, maka:----------------------a.-Khusus renovasi yang sifatnya berupa pengurangan pekerjaan bentuk fisik bangunan dan/atau bahan material
bangunan, maka Pihak Pertama tidak akan memberikan kompensasi kepada Pihak Kedua dalam bentuk apapun, baik
itu berupa pengembalian dalam bentuk uang maupun bahan material bangunan;--------------------------------------------------b.-Pihak Kedua berkewajiban memenuhi ketentuan-ketentuan mendirikan/renovasi bangunan yang dikeluarkan/
ditetapkan
oleh
Pihak
Pertama;--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------c.-Ijin tertulis yang diberikan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua tersebut hanyalah bersifat administrasi perusahaan
saja, dimana dalam hal ini Pihak Pertama hanya bertindak dalam kapasitasnya sebagai pemilik atau pengelola
kawasan (lokasi) perumahan. Dalam hal ini, Pihak Kedua tetap berkewajiban memenuhi seluruh persyaratan dan
mengurus perijinan (Ijin Mendirikan Bangunan) renovasi ke instansi pemerintah yang berwenang. Singkatnya, Pihak
Pertama tidak bertanggung jawab atas segala akibat hukum atas tindakan renovasi yang dilakukan oleh Pihak Kedua,
apabila Pihak Kedua lalai mengurus perijinan sebagaimana dimaksud; ---------------------------------------------------------------d.-Ketentuan sebagaimana tersebut pada huruf a, b dan c ayat 3 Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini juga berlaku,
apabila Pihak Kedua menunjuk dan/atau membayar Pihak Pertama sebagai kontraktor untuk mengerjakan pekerjaan
renovasi bangunan sebagaimana dimaksud;--------------------------------------------------------------------------------------------------LARANGAN PENGALIHAN HAK DAN LARANGAN LAINNYA
Pasal 8
1.-Selama Pihak Kedua:-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------a.-belum melunasi Harga Jual atas pembelian Tanah dan Bangunan tersebut, meskipun telah dilakukan serah terima
kunci; dan/atau ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------b.-sedang atau telah mengumpulkan data KPR untuk diproses KPR-nya pada pihak Bank, melakukan wawancara di
Bank, menyetor/membayar biaya-biaya administrasi dan/atau kewajiban-kewajiban lainnya menurut ketentuan Bank
pemberi kredit dan/atau tinggal menunggu waktu penanda tanganan akad kredit di Bank; dan/atau --------------------------c.-belum dilaksanakannya jual beli atas Tanah dan Bangunan tersebut di hadapan Notaris/PPAT;-------------------------------d.-masih ada kewajiban yang belum dipenuhi/dilaksanakan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama, meskipun telah
dilakukan serah terima kunci;-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------maka Pihak Kedua dilarang menjual (mengalihkan hak/balik nama) atau menyewakan (termasuk memasang iklan di
media massa, spanduk, banner atau promosi sejenisnya), merenovasi, meminjamkan, atau memberikan kesempatan
kepada Pihak Ketiga untuk menghuni, menempati, mempergunakan atau melakukan tindakan hukum berkenaan dengan
Tanah dan Bangunan tersebut, tanpa persetujuan tertulis dari Pihak Pertama. Apabila larangan ini dilanggar oleh Pihak
Kedua, maka Pihak Pertama berhak membatalkan secara sepihak surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini dengan
memberlakukan sanksi sebagaimana yang tersebut pada ketentuan Pasal 9 Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini; ------------2.-Dalam hal Pihak Pertama memberikan persetujuan tertulis kepada Pihak Kedua, untuk mengalihkan hak dan/atau
mengganti ke blok, nomor kaveling lain atau mengganti nama atas Tanah dan Bangunan yang menjadi objek dari
Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini kepada Pihak Ketiga; maka Pihak Kedua akan dikenakan biaya administrasi sebesar
Rp1.000.000,- (satu juta Rupiah) dari Harga Jual;-----------------------------------------------------------------------------------------------3.-Dalam hal Pihak Kedua melakukan tindakan hukum sebagaimana yang tersebut pada ayat 1 Pasal Perjanjian Pengikatan
Jual Beli ini, tanpa persetujuan tertulis dari Pihak Pertama dan/atau Pihak Kedua tidak membayar biaya administrasi
sebagaimana yang telah ditentukan pada ayat 2 Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini; maka:---------------------------------

a.-Pihak Pertama dibebaskan dari kewajiban untuk melaksanakan jual beli di hadapan Notaris/PPAT dengan Pihak Ketiga
yang mendapatkan hak dari Pihak Kedua;--------------------------------------------------------------------------------------------b.-Sebagai akibat dari ketentuan ayat 3 huruf a Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, maka Pihak Pertama
dibebaskan dari kewajiban untuk menyerahkan kunci rumah/ruko dan/atau sertifikat tanah kepada Pihak Ketiga yang
mendapatkan hak dari Pihak Kedua; dan/atau:-----------------------------------------------------------------------------------------------c.-Pihak Pertama berhak membatalkan secara sepihak transaksi jual-beli ini dengan memberlakukan sanksi
sebagaimana yang tersebut pada ketentuan Pasal 9 Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini;-----------------------------------------4.-Sehubungan dengan pengalihan hak atas Tanah dan Bangunan kepada Pihak Ketiga oleh Pihak Kedua, maka seluruh
ketentuan-ketentuan sebagaimana tersebut pada isi Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini tetap mengikat Pihak Ketiga
sepenuhnya. Demikian pula dengan seluruh akibat hukum yang menyangkut pajak-pajak yang timbul atas pengalihan
hak atas tersebut di kemudian hari, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pihak Kedua dan/atau Pihak Ketiga yang
mendapatkan hak tersebut;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------5.-Pihak Kedua juga dilarang untuk melakukan negosiasi, mengikatkan diri ke dalam kontrak dan/atau perjanjian untuk dan
atas nama Pihak Pertama, dan oleh karena itu Pihak Pertama tidak akan terikat oleh kontrak dan/atau perjanjian apa pun
yang dibuat oleh Pihak Kedua dengan pihak-pihak lainnya;----------------------------------------------------------------------------------KETENTUAN PEMBATALAN DAN SANKSI PEMBATALAN
Pasal 9
1.-Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat satu sama lain bahwa, Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini batal demi hukum
apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:--------------------------------------------------------------------------------------------------------------a.-Dalam hal Pihak Pertama membatalkan secara sepihak Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, berhubung Pihak Kedua
tidak memenuhi salah satu ketentuan/kewajiban sebagaimana yang telah ditentukan dalam isi Perjanjian Pengikatan
Jual Beli ini.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Dengan tidak dipenuhinya salah satu ketentuan/kewajiban sebagaimana dimaksud oleh Pihak Kedua, maka hal
tersebut telah menjadi bukti akan kelalaian Pihak Kedua terhadap isi Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, sehingga
dalam hal ini tidak diperlukan lagi adanya teguran oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, baik itu berupa surat
somasi/pemberitahuan dari Pihak Pertama, surat jurusita atau surat lainnya yang serupa atau adanya Putusan
Pengadilan terlebih dahulu; ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------b.-Dalam hal Pihak Kedua mengundurkan diri atau mengajukan permohonan pembatalkan transaksi jual beli secara
sepihak atas Tanah dan Bangunan ini, karena sebab atau alasan apa pun juga.---------------------------------------------------2.-Konsekwensi hukum atas dibatalkannya Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini menurut ketentuan ayat 1 huruf a atau huruf b
Pasal ini, baik pembatalan tersebut dilakukan oleh Pihak Pertama maupun atas kehendak dari Pihak Kedua itu sendiri,
maka
akan
berlaku
ketentuan-ketentuan
dan/atau
sanksi-sanksi
sebagai
berikut:------------------------------------------------------a.-Apabila jumlah total Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan yang telah dibayar oleh Pihak Kedua kepada
Pihak Pertama belum mencapai 20% (duapuluh persen) dari Harga Jual Tanah dan Bangunan; maka ketentuan
perhitungan dan/atau sanksi yang diberlakukan adalah: seluruh jumlah pembayaran Angsuran Uang Muka atau
Angsuran Pelunasan tersebut dengan sendirinya adalah menjadi haknya Pihak Pertama; --------------------------------------b.-Apabila jumlah total Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan yang telah dilakukan oleh Pihak Kedua kepada
Pihak Pertama telah mencapai atau lebih dari 20% (duapuluh persen) dari Harga Jual Tanah dan Bangunan; maka
ketentuan dan/atau sanksi yang diberlakukan adalah menurut tahapan-tahapan perhitungan sebagai berikut:
i.-Dari jumlah seluruh total pembayaran Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan (tidak termasuk pembayaran
Biaya Kewajiban Lainnya) oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama, maka Pihak Pertama terlebih dahulu akan
memotong besarnya jumlah Booking Fee yang telah disetor/dibayar oleh Pihak Kedua; ------------------------------------ii.-Selanjutnya, Pihak Pertama akan memotong 50% (limapuluh persen) dari jumlah seluruh total pembayaran
Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan yang sebelumnya jumlahnya telah dilakukan pemotongan/dikurangi
Booking
Fee
sebagaimana
tersebut
pada
ketentuan
ayat
2
huruf
b.i.
Pasal
ini;
--------------------------------------------------iii.-Sebelum dikembalikan sisa uang milik Pihak Kedua menurut ketentuan ayat 2 huruf b.i. dan huruf b.ii. tersebut dia
atas, dan apabila masih terdapat denda-denda atau biaya-biaya lainnya yang terhutang berdasarkan isi Perjanjian
Pengikatan Jual Beli ini; maka Pihak Pertama akan memperhitungkannya terlebih dahulu; -----------------------------------

c.-Pihak Kedua dianggap mengundurkan diri, termasuk dan tidak terbatas untuk melepaskan segala hak atas Tanah dan
Bangunan berikut segala hak-hak yang melekat di atas Tanah dan Bangunan tersebut, serta secara otomatis
Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini menjadi batal demi hukum;---------------------------------------------------------------------------3.-Apabila terjadi pembatalan atas surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, baik setelah dilakukan renovasi maupun pada
saat renovasi sedang dilakukan, maka menyimpang dari ketentuan ayat 2 huruf a dan huruf b Pasal Perjanjian
Pengikatan Jual Beli ini, akan berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut:------------------------------------------------------------a.-jumlah seluruh pembayaran Angsuran Uang Muka atau Angsuran Pelunasan berikut uang jaminan (deposit) biaya
renovasi yang telah dilunasi kepada Pihak Pertama, dengan sendirinya adalah menjadi haknya Pihak Pertama dan
Pihak Pertama tidak memiliki kewajiban apapun untuk mengembalikan uang tersebut kepada Pihak Kedua;---------------b.-Pihak Kedua tidak akan mendapat ganti kerugian/kompensasi dalam bentuk apa pun dari Pihak Pertama atas biayabiaya renovasi yang telah dikeluarkan;----------------------------------------------------------------------------------------------------------c.-Pihak Kedua tidak berhak mengklaim pengembalian uang jaminan (deposit) yang telah dibayar kepada Pihak
Pertama;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------d.-Pihak Kedua tidak dibenarkan untuk membongkar kembali atas renovasi yang telah dilakukan, tanpa persetujuan
tertulis dari Pihak Pertama;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------4.-Apabila Pihak Kedua telah menempati (meminjam pakai), sebagaimana Pihak Pertama juga telah memberikan
persetujuan untuk dipinjam pakai (ditempati)nya Tanah dan Bangunan tersebut oleh Pihak Kedua, dan apabila terjadi
pembatalan atas surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, maka selain dikenakan sanksi-sanksi sebagaimana tersebut
pada ayat 2 dan/atau ayat 3 Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, dengan ini Pihak Kedua juga diwajibkan:-------------a.-mengganti seluruh kerusakan fisik (kerugian) atas Tanah dan Bangunan tersebut, dimana seluruh biaya-biaya
sebagaimana dimaksud akan diperhitungkan/dibebankan kepada Pihak Kedua di kemudian harinya;
b.-membayar uang sewa kepada Pihak Pertama sebesar Rp1.500.000,- (satu juta limaratus ribu Rupiah) per bulannya,
terhitung sejak dilakukannya serah terima Tanah dan Bangunan sebagaimana dimaksud kepada Pihak Kedua;
b.-Pihak Kedua wajib menyerahkan Tanah dan Bangunan tersebut dalam keadaan kosong kepada Pihak Pertama, dalam
keadaan seperti pada saat serah terima dilakukan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, yaitu selambat-lambatnya
7 (tujuh) hari sejak dilakukannya pembatalan tersebut.-------------------------------------------------------------------------------------5.-Apabila terjadi pembatalan dan setelah dilakukan perhitungan menurut ketentuan ayat 2 dan/atau ayat 3 dan/atau ayat 4
Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, dan apabila ternyata masih terdapat sisa sejumlah uang yang wajib
dikembalikan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua; maka:-----------------------------------------------------------------------------a.-Pihak Pertama akan mengkonfirmasi secara tertulis hal tersebut kepada Pihak Kedua, sebagaimana Pihak Kedua
dengan ini juga menyatakan setuju untuk memberitahukan kepada Pihak Pertama perihal tanggal
pengambilan/penerimaan sisa uang tersebut. Dan, dengan lewatnya tenggang waktu sebagaimana tersebut pada surat
pemberitahuan yang disampaikan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua tersebut, maka hal itu sepenuhnya
menjadi risiko dan tanggung jawab pribadi dari Pihak Kedua. Pihak Pertama pun tidak memiliki kewajiban untuk
melakukan pemberitahuan berikutnya kepada Pihak Kedua lagi;------------------------------------------------------------------------b.-Dengan lewatnya tenggang waktu surat pemberitahuan sebagaimana tersebut pada ayat 5 huruf a Pasal Perjanjian
Pengikatan Jual Beli ini, maka Pihak Pertama berhak untuk menjual atau mengalihkan hak atas Tanah dan Bangunan
tersebut kepada Pihak Ketiga, tanpa perlu ada kewajiban dari Pihak Pertama untuk memberitahukan terlebih dahulu
secara tertulis kepada Pihak Kedua dan/atau menunggu penyelesaian proses pengambilan/penerimaan sisa uang oleh
Pihak Kedua;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------c.-Pihak Pertama tidak memiliki kewajiban untuk memberikan konfirmasi secara tertulis kepada Pihak Kedua, apabila
ternyata tidak ada lagi sisa sejumlah uang yang harus dikembalikan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, setelah
dilakukan perhitungan menurut ketentuan ayat 2 dan/atau ayat 3 dan/atau ayat 4 Pasal Perjanjian Pengikatan Jual
Beli ini; ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------6.-Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat satu sama lain, bahwa sehubungan dengan pembatalan Perjanjian Pengikatan
Jual Beli ini, maka:---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------a.-Pihak Pertama tidak memiliki kewajiban apapun untuk menyampaikan surat pemberitahuan pembatalan secara tertulis
kepada
Pihak
Kedua
mengenai
hal
pembatalan
tersebut;----------------------------------------------------------------------------------b.-Pihak Pertama berhak menjual Tanah dan Bangunan tersebut kepada Pihak Ketiga, tanpa adanya kewajiban dari
Pihak Pertama untuk melakukan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Pihak Kedua;--------------------------------------------

c.-Para pihak sepakat untuk mengesampingkan ketentuan yang terdapat pada Pasal 1266 dan Pasal 1267 Kitab UndangUndang Hukum Perdata Indonesia, yang mensyaratkan adanya keputusan Pengadilan untuk mengakhiri perjanjian;----d.-Pihak Kedua dengan ini mengikatkan diri dan setuju memberikan KUASA kepada Pihak Pertama:--------------------------------------------------------------------------------------------- K H U S U S --------------------------------------------------------------------------PERTAMA
-Menjual, memindah-tangankan, melepaskan dan menyerahkan hak atas Tanah dan Bangunan berikut segala
bangunan dan tanaman yang melekat di atasnya, baik kepada Pihak Pertama sendiri maupun kepada pihak/orang lain
yang ditunjuk oleh Pihak Pertama, dengan harga serta ketentuan-ketentuan yang dipandang baik oleh Pihak Pertama.
Pihak Pertama pun diberi hak untuk menguasai seluruh uang hasil penjualan/ pelepasan hak atas Tanah dan
Bangunan tersebut. Singkatnya, seluruh hasil penjualan atas Tanah dan Bangunan tersebut adalah menjadi hak
sepenuhnya (milik) Pihak Pertama; --------------------------------------------------------------------------------------------------------------KEDUA
-Menghentikan dan/atau memerintahkan pembongkaran dan/atau membongkar sendiri atas bangunan dan/atau
tanaman-tanaman yang berdiri di atas tanah tersebut, dengan seluruh biaya-biaya ditanggung dan dibebankan kepada
Pihak Kedua, sebagai tindak lanjut dari isi kesepakatan dalam surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah dan
Bangunan,
serta
untuk
menjamin
hak-hak
dan
kepentingan
dari
Pihak
Pertama;
----------------------------------------------------Untuk urusan-urusan tersebut di atas, Pihak Pertama berhak menghadap di manapun diperlukan, termasuk di
hadapan instansi atau Pejabat-Pejabat yang berwenang, memberi dan meminta keterangan-keterangan, mengajukan
laporan-laporan, surat-surat permohonan, menandatangani segala surat permohonan, akta-akta dan surat-surat
lainnya yang diperlukan, segala sesuatu itu Pihak Pertama berhak untuk melakukan segala tindakan apapun yang
diperlukan dan diwajibkan, tidak satupun yang dikecualikan sepanjang untuk menyelesaikan urusan-urusan tersebut di
atas. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Kuasa-kuasa yang diberikan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama sebagaimana disebutkan di atas, adalah
merupakan bagian terpenting yang tidak dapat dipisahkan dari surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah dan
Bangunan yang telah ditanda tangani kedua belah pihak, dan oleh karenanya kuasa-kuasa tersebut tidak dapat ditarik
kembali dan juga tidak akan berakhir karena dibubarkannya Pihak Kedua atau karena sebab-sebab yang termaktub
dalam Pasal 1813, Pasal 1814 dan Pasal 1816 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia, untuk maksud
tersebut para pihak dengan ini secara tegas mengesampingkan ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam Pasal
1813, Pasal 1814 dan Pasal 1816 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia. ---------------------------------------------Singkatnya, Pihak Pertama diberi hak dan mandat penuh untuk melakukan segala sesuatu tindakan hukum, sejauh
mana diperkenankan dan/atau diperbolehkan oleh Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. ---------------------------PEMBANGUNAN/PEKERJAAN BANGUNAN,
FORCE MAJEURE DAN HAK PIHAK PERTAMA
Pasal 10
1.-Kecuali karena hal-hal yang disebabkan oleh atau terjadinya Force Majeure, Pihak Kedua sepakat dan setuju bahwa
Pihak Pertama wajib untuk menyelesaikan pembangunan/pekerjaan bangunan dan menyerahkan Tanah dan Bangunan
tersebut kepada Pihak Kedua selambat-lambatnya, yaitu: pada tanggal, bulan dan tahun pada saat pelunasan
pembayaran Angsuran Uang Muka terakhir atau Pelunasan Angsuran terakhir oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama
sebagaimana yang telah ditentukan pada Pasal 4 ayat 2 tersebut di atas;
2.-Apabila setelah lewatnya waktu dimana Pihak Pertama belum juga menyerahkan Tanah dan Bangunan sebagaimana
tersebut pada ayat 1 Pasal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, -kecuali karena hal-hal yang disebabkan oleh atau
terjadinya Force Majeure-, maka akan berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut:-----------------------------------------------a.-Pihak Pertama akan dikenakan denda keterlambatan penyelesaian pembangunan/pekerjaan bangunan sebesar
Rp10.000,- (sepuluh ribu Rupiah) per harinya kepada Pihak Kedua; -------------------------------------------------------------------b.-Hak Pihak Kedua untuk mengklaim denda keterlambatan sebagaimana dimaksud ayat 2 huruf a Pasal Perjanjian
Pengikatan Jual Beli ini, baru dapat dilakukan setelah Pihak Kedua telah melakukan pelunasan pembelian atas Tanah
dan Bangunan ini, baik secara cash maupun melalui KPR di bank;---------------------------------------------------------------------c.-Hak Pihak Kedua untuk mengklaim denda keterlambatan sebagaimana dimaksud ayat 2 huruf a Pasal Perjanjian
Pengikatan Jual Beli ini menjadi hilang, apabila Pihak Kedua telah menjual (mengalihkan hak/balik nama) atas Tanah

10

dan
Bangunan
ini
kepada
Pihak
Ketiga;---------------------------------------------------------------------------------------------------------3.-Dalam hal terjadi suatu peristiwa Force Majeure, yang menyebabkan terlambatnya penyelesaian pembangunan/
pekerjaan bangunan di lapangan dan terhambatnya Pihak Pertama di dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya yang
telah ditetapkan menurut Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, maka jangka waktu penyelesaian pembangunan/pekerjaan
bangunan akan disesuaikan dengan lama waktu berlangsungnya Force Majeure atau suatu waktu yang menurut
pendapat umum dibutuhkan untuk menyelesaikan pengurusan maupun pekerjaan-pekerjaan yang menjadi kewajiban
Pihak Pertama, dengan ketentuan: Pihak Kedua setuju dan sepakat membebaskan Pihak Pertama dari ganti rugi berupa
apapun dan berapapun besarnya;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------4.-Istilah Force Majeure yang dimaksud dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini adalah peristiwa atau suatu kejadian di
luar kekuasaan manusia, antara lain:---------------------------------------------------------------------------------------------------------------a.-Malapetaka dan bencana alam, berupa: gempa bumi, banjir, tanah longsor, tanah patah, angin topan, hujan badai,
sambaran kilat atau petir, kebakaran, ledakan, tertimpa pesawat terbang atau benda-benda angkasa yang jatuh,
wabah penyakit, dan kejadian lainnya yang semacam itu;---------------------------------------------------------------------------------b.-Pergolakan sosial, berupa: huru-hara, pemogokan buruh, pemberontakan bersenjata, pecah perang dan kejadian
lainnya yang semacam itu;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------c.-Tindakan pemerintah, berupa: mobilisasi Angkatan Bersenjata, blokade dan lain sebagainya;----------------------------------BERITA ACARA SERAH TERIMA
Pasal 11
1.-Dalam hal bangunan yang menjadi objek dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, telah selesai dibangun sesuai dengan
jangka waktu yang dimaksud pada Pasal 10 menurut Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, dan dalam hal Pihak Kedua
telah selesai memenuhi seluruh kewajiban atau telah membayar lunas Harga Jual Tanah dan Bangunan tersebut; maka
Pihak Kedua wajib menandatangani Berita Acara Serah Terima;---------------------------------------------------------------------------2.-Dalam hal Pihak Pertama berhasil mendirikan bangunan lebih cepat dari jangka waktu yang dimaksud pada Pasal 10
ayat 1 menurut Perjanjian Pengikatan Jual Beli, dan dalam hal Pihak Kedua bermaksud menempati (meminjam pakai)
Tanah dan Bangunan dimaksud, maka Tanah dan Bangunan tersebut dapat diserah terimakan oleh Pihak Pertama
kepada Pihak Kedua dengan ketentuan: Pihak Kedua berkewajiban melunasi pembayaran Angsuran Uang Muka atau
Angsuran Pelunasan dan Biaya Kewajiban Lainnya kepada Pihak Pertama dengan membuka dan menyerahkan Cheque
(cek) mundur kepada Pihak Pertama, yang tanggal jatuh temponya telah ditetapkan oleh Pihak Pertama;
---------------------3.-Dalam hal bangunan yang menjadi objek dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini masih dalam pekerjaan atau akan
dilakukan pekerjaan renovasi oleh Pihak Kedua, maka kedua belah pihak sepakat untuk menetapkan tanggal
sebagaimana yang ditentukan pada Pasal 10 menurut Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini (kecuali: karena hal-hal yang
disebabkan oleh atau terjadinya Force Majure) sebagai tanggal dilakukannya serah terima dari Pihak Pertama kepada
Pihak
Kedua;-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------4.-Apabila Pihak Kedua lalai atau karena satu lain hal tidak bersedia untuk menanda tangani Berita Acara Serah Terima,
maka: -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------a.-dengan lewatnya waktu surat pemberitahuan serah terima yang dikirim Pihak Pertama, Pihak Kedua telah dianggap
menerima Tanah dan Bangunan yang menjadi objek dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini dan oleh karenanya Pihak
Pertama telah memenuhi kewajiban untuk menyerahkan Tanah dan Bangunan dalam tenggang waktu yang dimaksud
pada Pasal 10 ayat 1 menurut Perjanjian Pengikatan Jual Beli;--------------------------------------------------------------------------b.-hak komplein Pihak Kedua terhadap masa pemeliharaan atas Tanah dan Bangunan sebagaimana tersebut pada Pasal
12 menurut Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, menjadi hilang;--------------------------------------------------------------------------5.-Serah terima atas Tanah dan Bangunan sebagaimana dimaksud, tidak meliputi:------------------------------------------------------a.-Pekerjaan jalan, parit dan taman di lingkungan komplek perumahan yang masih dalam proses penyelesaian pekerjaan
oleh Pihak Pertama;-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

11

b.-Pekerjaan pemasangan instalasi listrik (PLN) dan air bersih (ATB) atau jaringan telepon (bila ada), dimana
keterlambatan pekerjaan tersebut bukan disebabkan oleh Pihak Pertama, akan tetapi disebabkan oleh kelalaian
instansi atau adanya kebijakan baru dari instansi itu sendiri;------------------------------------------------------------------------------c.-Pekerjaan atas bagian-bagian fisik bangunan tertentu yang, menurut pendapat (komplain) Pihak Kedua ketika
melakukan pengecekan di lapangan, belum selesai dikerjakan secara sempurna oleh Pihak Pertama. Dalam hal ini,
Pihak Pertama tetap berkewajiban menyelesaikan komplain Pihak Kedua tersebut menurut standard atau spesifikasi
teknis bangunan yang telah ditetapkan oleh Pihak Pertama. Selanjutnya, hak-hak Pihak Kedua tetap dilindungi oleh
Pihak Pertama berdasarkan ketentuan Pasal 12 ayat 2 Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang akan disebutkan di bawah
ini;---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------MASA PEMELIHARAAN TANAH DAN BANGUNAN
DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA
Pasal 12
1.-Dengan dilakukannya serah terima Tanah dan Bangunan sesuai ketentuan Pasal 11 menurut Perjanjian Pengikatan Jual
Beli ini, maka:----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------a.-seluruh pemeliharaan atas Tanah dan Bangunan tersebut, -seperti: fisik Tanah dan Bangunan, Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB), tagihan rekening air, listrik, telepon (kalau ada), retribusi kebersihan dan keamanan- , untuk
selanjutnya adalah menjadi tanggung jawab Pihak Kedua sepenuhnya;---------------------------------------------------------------b.-apabila Tanah dan Bangunan yang dibeli oleh Pihak Kedua tersebut adalah tipe bangunan ruko, maka Pihak Kedua
berkewajiban membuka, menjalankan atau mengoperasionalkan usaha/bisnis di Tanah dan Bangunan tersebut,
selambatnya-lambatnya 90 (sembilanpuluh) hari setelah serah terima dilakukan. Apabila ketentuan ini dilanggar, maka
Pihak Pertama akan membatalkan secara sepihak transaksi jual-beli ini dengan memberlakukan sanksi sebagaimana
yang tersebut pada ketentuan Pasal 9 Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini;------------------------------------------------------------2.-Setelah serah terima Tanah dan Bangunan dilakukan, maka masa pemeliharaan atas Tanah dan Bangunan tersebut oleh
Pihak Pertama adalah dalam jangka waktu 90 (sembilanpuluh) hari, terhitung sejak tanggal Berita Acara Serah Terima
tersebut ditandatangani atau terhitung sejak lewatnya waktu pemberitahuan dari Pihak Pertama sebagaimana yang telah
diatur pada Pasal 11 menurut Perjanjian Pengikatan Jual Beli;------------------------------------------------------------------------------3.-Perbaikan-perbaikan atas bagian bangunan yang rusak dilakukan oleh Pihak Pertama hanya berdasarkan surat komplein
yang telah diisi dan telah ditanda tangani oleh Pihak Kedua, komplein mana sesuai dengan Denah Bangunan dan
Spesifikasi Teknik Bangunan yang telah disepakati, dan oleh karenanya segala perbaikan yang menyimpang dari Denah
Bangunan dan Spesifikasi Teknik Bangunan -sepertinya adanya renovasi- adalah bukan merupakan kewajiban dan
tanggung jawab Pihak Pertama;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------4.-Pihak Kedua tidak diijinkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan atas bagian-bagian bangunan yang rusak, dimana
biaya-biaya perbaikan tersebut nantinya dimaksudkan untuk dibebankan kepada Pihak Pertama, baik atas inisiatif sendiri
maupun dengan alasan apapun juga.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------Apabila perbaikan-perbaikan tersebut dilakukan oleh Pihak Kedua, maka hal tersebut merupakan tanggung jawab Pihak
Kedua secara pribadi dan dalam hal ini Pihak Pertama tidak berkewajiban mengganti biaya-biaya perbaikan kepada
Pihak
Kedua;-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------5.-Apabila selama berlangsungnya masa pemeliharaan terjadi kerusakan pada bangunan yang diakibatkan oleh keadaan
Force Majure ataupun karena akibat renovasi yang dilakukan oleh Pihak Kedua, maka Pihak Pertama dibebaskan dari
kewajiban untuk melakukan perbaikan-perbaikan atas bangunan tersebut, oleh karenanya hal tersebut menjadi beban
dan tanggung jawab Pihak Kedua sepenuhnya;-------------------------------------------------------------------------------------------------6.-Terhadap bangunan yang masih dalam pekerjaan atau akan dilakukan pekerjaan renovasi oleh Pihak Kedua, maka atas
Tanah dan Bangunan yang telah dilakukan serah terima, Pihak Kedua tidak memperoleh/memiliki hak atas masa
pemeliharaan dari Pihak Pertama, terhitung sejak tanggal Berita Acara Serah Terima ditandatangani atau terhitung sejak
lewatnya waktu pemberitahuan dari Pihak Pertama sebagaimana yang telah diatur pada Pasal 11 menurut Perjanjian
Pengikatan Jual Beli ini. Dengan kata lain, Pihak Pertama tidak memiliki kewajiban untuk melakukan perbaikan-perbaikan
atas bagian bangunan yang rusak oleh sebab atau dalam kondisi apa pun.-------------------------------------------------------------PENGGUNAAN BANGUNAN DAN HAK PIHAK PERTAMA
Pasal 13

12

1.-Pihak Kedua wajib menggunakan Tanah dan Bangunan tersebut sesuai dengan tujuan peruntukkannya, yaitu: sebagai
rumah
untuk
tempat
tinggal.
Sehubungan
dengan
hal
tersebut,
maka
dengan
ini:
-----------------------------------------------------a.-Pihak Kedua terikat akan tata tertib lingkungan yang dikeluarkan, baik oleh Pihak Pertama, RT/RW setempat, BOB
atau Pemko; ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------b.-Pihak Kedua dilarang menggunakan Tanah dan Bangunan tersebut untuk membuka, menjalankan atau
mengoperasionalkan usaha, khususnya usaha/bisnis bidang perbengkelan (teralis besi, perbaikan kendaraan bermotor
atau mobil) atau segala jenis usaha yang menimbulkan suara/gangguan atau mengandung limbah B3), sebagai tempat
penampungan para TKI atau karyawan/buruh dan tempat penyimpanan barang dagangan / gudang, usaha bidang
perdagangan hewan peliharaan dan/atau hewan unggas yang dapat menimbulkan bau; ------------------------------------------2.-Apabila Tanah dan Bangunan yang dibeli oleh Pihak Kedua tersebut adalah tipe bangunan rumah, maka Pihak Kedua
dilarang membuka, menjalankan atau mengoperasionalkan usaha/bisnis di Tanah dan Bangunan tersebut. Apabila
ketentuan ini dilanggar, maka Pihak Pertama berhak: -----------------------------------------------------------------------------------------a.-menghentikan kegiatan usaha/bisnis yang sedang dijalankan oleh Pihak Kedua tersebut; dan/atau---------------------------b.-membatalkan secara sepihak transaksi jual-beli ini dengan memberlakukan sanksi sebagaimana yang tersebut pada
ketentuan Pasal 9 Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini;--------------------------------------------------------------------------------------KEWAJIBAN ASURANSI
Pasal 14
1.-Apabila Pihak Kedua bermaksud meminjam pakai (menempati), sebagaimana Pihak Pertama juga memberikan
persetujuan untuk dipinjam pakai (ditempati), maka Pihak Kedua dengan ini mengikatkan diri dan memberikan
persetujuannya kepada Pihak Pertama untuk mengasuransikan bangunan yang ditempati oleh Pihak Kedua tersebut
pada perusahaan asuransi yang telah ditunjuk oleh Pihak Pertama; dimana polis asuransi kebakaran sebagaimana
dimaksud menjamin risiko standar, yaitu: kebakaran, petir, ledakan, asap, dan akibat kejatuhan pesawat terbang;----------2.-Nilai pertanggungan yang dijamin dalam polisi asuransi kebakaran tersebut adalah minimal sama dengan Harga Jual
Tanah dan Bangunan yang tercantum dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, sedangkan nama tertanggung pada polis
asuransi tersebut adalah tetap atas nama Pihak Pertama;------------------------------------------------------------------------------------3.-Jangka waktu pertanggungan dalam polis asuransi kebakaran adalah satu tahun dan setelah itu Pihak Pertama akan
memperpanjang
kembali
secara
otomatis;---------------------------------------------------------------------------------------------------------4.-Dokumen asli polis asuransi kebakaran atas bangunan tersebut, adalah menjadi hak Pihak Pertama atau disimpan oleh
Pihak Pertama;--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------5.-Seluruh biaya-biaya asuransi berikut perpanjangannya, menjadi tanggung jawab dan beban dari Pihak Kedua. Pihak
Kedua berkewajiban melunasi biaya-biaya sebagaimana dimaksud kepada Pihak Pertama, selambat-lambatnya 7 (tujuh)
hari setelah adanya surat pemberitahuan dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua;--------------------------------------------------AKTA JUAL BELI
Pasal 15
1.-Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan melangsungkan dan menandatangani Akta Jual Beli atas Tanah dan Bangunan
tersebut di hadapan Notaris/PPAT, dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:-----------------------------------------------------a.-dalam hal Pihak Kedua telah melunasi seluruh pembayaran atas transaksi pembelian Tanah dan Bangunan berikut
denda-denda serta Biaya Kewajiban Lainnya, sebagaimana yang telah ditentukan pada isi Perjanjian Pengikatan Jual
Beli ini;-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------b.-dalam hal Pihak Kedua belum melunasi seluruh pembayaran atas transaksi pembelian Tanah dan Bangunan dan/atau
denda-denda dan/atau Biaya Kewajiban Lainnya sebagaimana yang telah ditentukan pada isi Perjanjian Pengikatan
Jual Beli ini, setelah ditanda tanganinya Akta Jual Beli oleh kedua belah pihak di hadapan Notaris/PPAT; maka Pihak
Kedua dengan ini mengikatkan diri dan menyanggupi untuk melunasi sisa pembayaran dan/atau kewajiban
sebagaimana dimaksud kepada Pihak Pertama, selambat-lambatnya 14 (empatbelas) hari setelah ditanda tanganinya
Akta Jual Beli tersebut;---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

13

2.-Pada saat melangsungkan jual beli Tanah dan Bangunan di hadapan Notaris/PPAT, Pihak Kedua wajib membawa dan
memperlihatkan asli surat-surat berikut kwitansi pembayaran yang dikeluarkan oleh Pihak Pertama, serta wajib melunasi
seluruh biaya-biaya yang telah ditentukan pada Pasal 2 ayat 2 menurut Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini; -------------------

PAJAK-PAJAK DAN BIAYA-BIAYA


Pasal 16
Jika oleh suatu peraturan atau keadaan tertentu, pajak atau biaya-biaya yang timbul di kemudian hari, dimana beban
tambahan biaya tersebut merupakan tanggungannya Pihak Kedua sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian
Pengikatan Jual Beli, maka Pihak Kedua wajib membayar tambahan biaya tersebut sesuai dengan tagihan dan batas waktu
yang disampaikan oleh Pihak Pertama;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------LAIN-LAIN
Pasal 17
1.-Data Pihak Pertama dan Pihak Kedua yang tercantum pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini adalah benar. Oleh
karena itu, setiap berita atau pemberitahuan kepada para pihak dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, disampaikan
melalui kantor Pos Indonesia, surat secara pribadi, surat tercatat, surat kawat atau telex dengan memakai alamat surat
menyurat yang tersebut pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini;--------------------------------------------------------------------------2.-Pihak Kedua dengan ini mengikatkan diri dan menyatakan setuju bahwa, apabila terdapat surat pemberitahuan yang
dikirim oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua melalui surat tercatat sesuai dengan nama dan alamat surat menyurat
yang tercantum pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, baik pengiriman surat pemberitahuan tersebut dilakukan melalui
kantor Pos Indonesia maupun melalui jasa perusahaan ekspedisi lainnya; maka surat pemberitahuan tersebut tetap
dianggap telah dikirim secara patut oleh Pihak Pertama dan dianggap telah diterima oleh Pihak Kedua dalam 7 (tujuh)
hari kerja sejak tanggal pengiriman surat pemberitahuan dilakukan oleh Pihak Pertama;--------------------------------------------3.-Jika terjadi perubahan alamat sebagaimana yang tercantum pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, maka pihak yang
mengubah alamatnya tersebut wajib memberitahukan perubahan tersebut kepada pihak lainnya secara tertulis (dengan
dibuktikan melalui tanda terima pemberitahuan atau melalui media massa), dalam waktu 14 (empatbelas) hari setelah
perubahan ini terjadi atau dilakukan;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------4.-Segala akibat yang timbul karena perubahan alamat yang tidak diberitahukan kepada pihak lainnya, sepenuhnya menjadi
risiko dan tanggung jawab pihak yang merubah alamat yang bersangkutan;------------------------------------------------------------Pasal 18
1.-Judul yang dipergunakan dalam perjanjian ini hanya merupakan referensi saja dan tidak berpengaruh terhadap
konstruksi perjanjian dan tidak memiliki akibat hukum;-----------------------------------------------------------------------------------------2.-Segala hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini, akan diatur kemudian dalam Addendum yang
dibuat, disepakati dan ditandatangani bersama antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua, serta mempunyai kekuatan
hukum
yang
sama
dan
tidak
terpisah
dengan
Perjanjian
Pengikatan
Jual
Beli
ini;------------------------------------------------------3.-Apabila salah satu atau lebih dari ketentuan-ketentuan yang termuat dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini tidak
berlaku, tidak sah dan/atau tidak dapat dilaksanakan dalam hal apa pun berdasarkan hukum yang berlaku; maka
ketentuan-ketentuan lain dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini tetap berlaku dan mengikat bagi para pihak;-------------4.-Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini ditafsirkan dan diatur menurut hukum negara Republik Indonesia. Oleh karena itu,
dalam hal Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini diterjemahkan atau ditandatangani dalam bahasa selain bahasa Indonesia,
dan
jika
terjadi
perselisihan
maka
yang
berlaku
adalah
versi
bahasa
Indonesia;--------------------------------------------------------Pasal 19

14

Dengan
ditandatanganinya
surat
Perjanjian
maka:------------------------------------------------------------------

Pengikatan

Jual

Beli

ini,

a.-apabila Pihak Kedua telah menanda tangani Surat Pernyataan Pemesanan dengan Pihak Pertama sebelumnya, maka
dengan ini Surat Pernyataan Pemesanan tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi;------------------------------------------------------b.-kedua belah pihak dengan ini dinyatakan telah membaca, menyetujui dan sepakat atas seluruh ketentuan-ketentuan
yang tersebut pada isi Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini.------------------------------------------------------------------------------------Pasal 20
Mengenai ketentuan-ketentuan pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini dengan segala akibat hukum dan pelaksanaannya,
para pihak memilih tempat kediaman hukum yang tetap dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Batam.-----

Demikian PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap,
bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama dan sah, serta ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam
keadaan sehat jasmani dan rohani, serta tidak adanya unsur paksaan dari pihak mana pun juga.-------------------------------------

PIHAK KEDUA

AIDIL NORMAN

Kota Batam,
PIHAK PERTAMA
PT. ADI BINTAN PERMATA

ARIFIN
Direktur Utama

15