Anda di halaman 1dari 19

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI

PROSEDUR TETAP TENTANG


KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

PROSEDUR TETAP
TENTANG
KOMUNIKASI DAN KOORDINASI
OPERASI DAN PEMELIHARAAN PEMBANGKIT
(PROTAP KOP)

No. PJB/PROS/.

MEI 2006

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 1

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

KATA PENGANTAR

Prosedure tetap komunikasi dan koordinasi operasi dan pemeliharaan


pembangkit sangat diperlukan dalam pengendalian kinerja pembangkit.
Unit Pembangkitan, serta sub Direktorat terkait di PJB Kantor Pusat harus
menggunakan protap ini sebagai media dalam pengambilan keputusan
dan penyampaian informasi kondisi pembangkit. Kepatuhan dalam
mengikuti protap ini diharapkan dapat memudahkan dalam pengendalian
kinerja pembangkit.
Disamping itu, kebutuhan operasi sistem Jawa Bali saat ini juga
menghendaki adanya komunikasi yang lebih baik antara pengelola
operasi sistem (P3B), Unit Pembangkitan dan PJB Kantor Pusat. Informasi
mengenai kesiapan pembangkit aktual menjadi salah satu parameter
yang penting dalam menentukan perintah operasi sistem. Oleh karena itu
Protap komunikasi dan koordinasi operasi dan pemeliharaan pembangkit
perlu disusun agar semua pihak terkait dapat memperoleh informasi yang
sama untuk keperluan operasi sistem maupun pembangkit.
Protap ini diharapkan dapat berfungsi sebagai referensi aktual dalam
pelaksanaan mekanisme kerja dan koordinasi di internal PJB serta pada
sistem tenaga listrik Jawa Bali sehingga operasi sistem dapat berjalan
lebih baik dan lancar.
Dengan berlakunya Protap ini maka Protap versi sebelumnya dinyatakan
tidak berlaku lagi.

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 2

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

I.

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR................................................................................................................. 2
I.

DAFTAR ISI.................................................................................................................. 3

II.

LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................................. 4

III.

DAFTAR DISTRIBUSI................................................................................................... 5

IV.

NOMOR PENGENDALIAN DOKUMEN........................................................................... 5

V.

CATATAN PERUBAHAN DOKUMEN............................................................................... 6

VI.

ISI PROSEDUR............................................................................................................. 7
1.

PENDAHULUAN................................................................................................... 7

1.1.
UMUM ......................................................................................................................... 7
1.2. MAKSUD DAN TUJUAN......................................................................................... 7
1.3. RUANG LINGKUP................................................................................................. 7
2

TATA CARA KOMUNIKASI DAN KOORDINASI..........................................................9

2.1 Koordinasi Operasi............................................................................................... 9


2.1.1
Periode Real Time.......................................................................................... 9
2.1.2
Periode
Harian......................................................................................................... 9
2.1.3

Periode Mingguan........................................................................................ 11

2.1.4

Periode Bulanan........................................................................................... 12

2.2 Koordinasi Pemeliharaan................................................................................... 13


2.2.1.

Periode Mingguan........................................................................................ 13

2.2.2

Periode Bulanan........................................................................................... 14

2.2.3.

Periode Tahunan.......................................................................................... 14

2.3 Koordinasi Bahan Bakar..................................................................................... 15


2.3.1

Periode Mingguan........................................................................................ 15

2.3.2

Periode Bulanan........................................................................................... 15

2.3.3

Periode Tahunan..........................................Error! Bookmark not defined.

2.4 Koordinasi Pelaporan Gangguan Unit.................................................................16


2.4.1.

Gangguan unit internal................................................................................ 16

2.4.2.

Gangguan unit eksternal............................................................................. 16

2.4.2.1

Pemadaman Sistem Sebagian yang meluas.........................................17

2.4.2.2

Pemadaman Sistem Total...................................................................... 17

3. PENUTUP.............................................................................................................. 18

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 3

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

II.

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

LEMBAR PENGESAHAN

No.

Pembuat Protap

Jabatan

1.

Edy hartono

2.

Retno handayani

Spesialis ME

3.

Arif Wahyuadi

Asmen ROP

4.

Tutur Asmorojoyo

Asmen ROP

5.

Bambang Iswanto

Asmen BBR

6.

Puspohadi

Asmen BBR

7.

Sidik Wiyono

8.

Yossi Noval

9.

Roestam

DM Op.Paiton

10.

Mudjiono

DM Op. Muaratawar

11.

Syarifudin

DM Op. Cirata

12.

Kotot

Tanda Tangan

Tanggal

Asmen ME

DM Op. Gresik
DM Op. Murakarang

DM Op. Brantas
DIPERIKSA dan DISAHKAN

Nama
Djoko Susanto
Prawoko
Amin Rizaq
Paminto Adi B
Ishvandono Yunaini
A.Djati Prasetyo
Miftah
Kamal
Suhata

Jabatan

Tanda Tangan

Tanggal

Manajer Manajemen
Energi
Manajer ROP
Manajer BBR
Manajer UP Gresik
Manajer UP
Muarakarang
Manajer UP Paiton
Manajer UP Muaratawar
Manajer UP Cirata
Manajer UP Brantas

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 4

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

III. DAFTAR DISTRIBUSI


No.

Bidang / Unit / Pelaksana

Personil

1.

SDME

Manajer Manajemen
Energi

2.

SDROP

Manajer Perencana dan


Pengendali Operasi dan
Pemeliharaan

3.

SDBBR

Manajer Bahan Bakar

4.

Unit Pembangkit

5.

IV. NOMOR PENGENDALIAN DOKUMEN

V.
Revis
i ke

CATATAN PERUBAHAN DOKUMEN


Tanggal

Hal
.

Paragraf

Alasan

Disahkan
Oleh

Fungsi/
Jabatan

Tanda
Tangan

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 5

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

Edisi : 02

Revisi: 01

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

Halaman 6

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

VI. ISI PROSEDUR


1. PENDAHULUAN
1.1 UMUM
Protap Koordinasi Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit ini dibuat
sebagai tindak lanjut dari Action Plan Rapat Koordinasi Operasi &
Niaga Bulanan PT Pembangkitan Jawa Bali tanggal 21 Desember
2005. Protap ini menetapkan aturan komunikasi dan koordinasi yang
harus digunakan oleh pihak-pihak terkait baik dilingkungan internal
PT PJB maupun dilingkungan eksternal PT PJB.
Dalam Protap ini Pihak Pihak yang terkait adalah :

Sub Direktorat Manajemen Energi PT PJB (SDME);

Sub Direktorat Perencanaan Operasi & Pemeliharaan PT


PJB (SDROP);

Sub Direktorat Bahan Bakar PT PJB (SDBBR);

Unit Pembangkitan PT PJB (UP);

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN


Protap ini dibuat dengan maksud untuk menjadi acuan tetap
komunikasi koordinasi operasi dan pemeliharaan pembangkit di
lingkungan PJB.
1.3 RUANG LINGKUP
Protap ini meliputi proses komunikasi dan koordinasi operasi dan
pemeliharaan pembangkit untuk periode dan kondisi berikut :
A. Koordinasi
1. Periode
2. Periode
3. Periode
4. Periode
B. Koordinasi
1. Periode
2. Periode
3. Periode
Edisi : 02

Operasi
Real Time
Harian
Mingguan
Bulanan
Pemeliharaan
Mingguan
Bulanan
Tahunan
Revisi: 01

Halaman 7

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

C. Koordinasi Bahan Bakar


1. Periode Harian
2. Periode Mingguan
3. Periode Bulanan
D. Koordinasi Pelaporan Gangguan Unit
1. Gangguan unit sebab internal
2. Gangguan unit sebab eksternal
i. Pemadaman sistem sebagian
ii. Pemadaman sistem meluas
E. Prosedure Pelaporan
1. Real time
2. Harian
3. Mingguan
4. Bulanan
1.4

Definisi :

FO- Force Outage


keluarnya pembangkit akibat adanya kondisi emergensi pada pembangkit
atau adanya gangguan yang tidak diantisipasi sebelumnya serta yang
tidak digolongkan ke dalam MO atau PO.
MO - Maintenance Outage
Outage yang dapat ditunda setelah periode operasi mingguan berakhir dan
unit perlu keluar dari operasi, status lain, atau status RSH sebelum
pelaksanaan PO. MO dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun, mempunyai
tanggal start yang fleksibel, bisa memiliki atau tidak memiliki suatu
periode yang ditentukan.
PO - Planned Outage
Suatu outage yang telah dijadwalkan sebelumnya dan dengan periode
tertentu sesuai rekomendasi pabrikan, dan terjadi satu atau dua kali
dalam satu tahun. Overhauls atau inspeksi dan pengujian turbin dan
boiler adalah contoh tipikal dari PO.
Gangguan internal
FO yang disebabkan gangguan peralatan dilingkungan pembangkit
Gangguan external
FO yang disebabkan gangguan oleh sistem interkoneksi (transmisi),
gangguan pasokan bbm dan gas
Shut down normal
Keluarnya unit pembangkit dari sistem sesuai rencana RDM (rencana daya
mampu) atau permintaan dari dispatcher P3B.
Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 8

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

Real time
kondisi unit aktual dalam waktu dari 3 jam yang meliputi kesesuaian
rencana pembebanan serta kondisi yang berpotensi mengganggu
kelangsungan operasi dan perlu diputuskan segera dengan tujuan agar
kesesuaian pembebanan tercapai dan kondisi gangguan dapat diatasi
segera.
1.5 Referensi
1. Protap IKP
2 Protap HDKS
3 Aplikasi Cause Code dan Aplikasi Dispatch
4 Protap Laporan Gangguan (tugas SDROP)
2. TATA CARA KOMUNIKASI DAN KOORDINASI
2.1

Koordinasi Operasi

2.1.1

Periode Real Time


Koordinasi Real Time ini mengatur tentang tata cara komunikasi
operasi real time unit pembangkit PJB dengan dispatcher P3B.Yang
berhubungan dengan operasi real time adalah :
Rutin
a. Kesesuaian ROH : Supervisor Produksi harus melakukan
pengecekan kesesuaian ROH dengan realisasi pembebanan
setiap jam, Apabila terdapat perintah pembebanan yang tidak
sesuai dengan ROH yang merugikan pembangkit, Supervisor
produksi di UP harus menanyakan ke dispatcher P3B
b. Beban maximum :Apabila unit diminta untuk beban maximum
oleh dispatcer, maka:
1.
Supervisor Produksi UP harus menyampaikan ke
dispatcher P3B mengenai beban maksimum (sesuai DMN)
yang telah dicapai
2.
Bila beban maximum yang dicapai dibawah DMN
(lebih dari 2%),maka Supervisor UP harus meng update
status kinerja DBME dan mencatat log book informasi
mengenai : jam mulai terjadi derating, MW derating,

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 9

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

penyebab derating (cause code) dan jam kondisi derating


dapat diatasi. Apabila dispatcher P3B menanyakan
penyebab derating ,agar disampaikan Cause Code yang
sesuai
c. Penormalan status unit : Apabila kondisi derating tersebut sudah
bisa diatasi, operator UP harus segera menyampaikan kondisi
tersebut ke dispatcher P3B untuk menormalkan status. (dalam
hal ini dispatcher P3B dapat melakukan pengujian pembebanan
terhadap unit tersebut).
d. Di akhir shift supervisor produksi atau yang diberi kewenangan
melakukan
entry
data
ke
DBME
meliputi
realisasi
beban,produksi,pemakaian sendiri, energi primer (sesuai format
yang disepakati).
Non rutin
a. Gangguan Unit Pembangkit :Dalam hal terjadi gangguan di unit
pembangkit, sehingga unit pembangkit
mengalami Forced
Outage (FO), Supervisor UP berkoordinasi langsung dengan
dispatcher P3B .
b. Apabila unit mengalami Forced derating (FD) dan dispatcher
P3B menanyakan penyebab derating ,maka Supervisor
Produksi menyampaikan Cause Code yang sesuai
c. Penormalan status unit : Apabila kondisi gangguan dan derating
tersebut sudah bisa diatasi, operator UP harus segera
menyampaikan kondisi tersebut ke dispatcher P3B untuk
menormalkan status. (dalam hal ini dispatcher P3B dapat
melakukan pengujian pembebanan terhadap unit tersebut).
d. Dalam kondisi poin a,b dan c Supervisor produksi UP harus
segera
i. mencatatkan kejadian tersebut dalam log book
ii. merubah status unit dalam Modul Kinerja DBME.
iii. Membuat laporan gangguan (sesuai protap laporan
gangguan)
Semua komunikasi antara Supervisor produksi UP (yang diberi
kewenangan) dan dispatcer P3B wajib dicatat di buku komunikasi.
(selama belum ada aplikasi dispatch) format terlampir

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 10

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

2.1.2 Periode Harian


Prosedur ini mengatur tentang koordinasi rencana operasi harian
unit pembangkit PJB dengan dispatcher P3B:
a. SDME bertanggung jawab down load dari server P3B dan upload
ROH ke web-me.pjb2.com file Rencana Operasi Harian (ROH)
paling lambat jam 15.30 serta melakukan entry ROH ke aplikasi
DBME untuk dapat diakses oleh operator UP.bila tidak
tersedia ,UP bisa langsung mengakses ke alamat :
ftp://10.6.0.80 (P3B) menggunakan internet explorer
b. Evaluasi ROH :UP (Supervisor Rendal Op) memeriksa kesesuaian
ROH dan RDM, apabila terjadi ketidaksesuaian maka
disampaikan ke SDME .
c. Evaluasi status unit /derating : UP (Supervisor Rendal Op)
memeriksa
1. Terhadap kesesuaian status DBME ,apabila data yang diisikan
Supervisor Produksi tidak sesuai kondisi aktual maka
supervisor rendal Op melakukan koreksi data
2. Terhadap kesesuaian status aktual unit terhadap Harian
Deklarasi Ketidaksiapan (HDKS) dengan alamat hdks.plnjawa-bali.co.id dengan user dan password masing-masing,
apabila terjadi ketidaksesuaian ( status unit, besar derating,
tanggal dan jam awal-akhir gangguan) disampaikan ke SDME
melalui email sisp@pjb2.com cc retno@pjb2.com. SDME akan
menindaklanjuti ketidaksesuaian tersebut.
c. Semua kegiatan yang telah disepakati di ROM maka pada hari H1 pelaksanaan agar Supervisor Rendal Op mengkonfirmasi ke
P3B (UBOS cc dispatcher) melalui telpon dan fax .

2.1.3 Periode Mingguan


Prosedur ini mengatur tentang koordinasi operasi mingguan antara
UP dengan PJB Kantor Pusat untuk satu minggu kedepan :
a.

Edisi : 02

Rencana :
i. Setiap selasa jam 10.00 UP mengirim rencana kesiapan
unit mingguan / RDM (periode jumat jam 00.00 s/d
kamis jam 23.59) melalui DBME, bila ada kendala

Revisi: 01

Halaman 11

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

b.

c.

d.

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

pengisian dapat di email ke SDME cc SDROP


menggunakan format file excel
ii. Rencana pelaksanaan test performance unit agar di
informasikan di RDM
iii. SDROP mengevaluasi RDM untuk kinerja unit, bila ada
masukan dikirimkan ke SDME cc UP yang bersangkutan
sebelum jam 13.00 pada hari selasa
iv. SDME melakukan kompilasi RDM dari semua unit dan
mengevaluasi data tersebut terhadap kebutuhan sistem
Jawa Bali ,dan bila tidak ada perubahan SDME mengirim
ke P3B jam 14.00
v. Strategi beban maximum:bila terjadi potensi derating
yang sifatnya fluktuatif unit agar menginformasikan
dalam RDM (kolom keterangan ) untuk dievaluasi
SDME.
Revisi Rencana
i. Unit pembangkit masih diijinkan melakukan perubahan
RDM sebelum hari kamis jam 10.00 (sesuai poin a.i)
Final
i. SDME bertanggung jawab upload data final RDM dari
P3B
ke web-me.pjb2.com
file
Rencana Operasi
Mingguan (ROM) hari Kamis paling lambat jam 15.30 .
Evaluasi realisasi
i. Supervisor Rendal Operasi UP mengevaluasi kesesuaian
MDKS dengan alamat hdks.pln-jawa-bali.co.id untuk
minggu berjalan dan menginformasikan ke SDME ke
retno@pjb2.com
ii. SDME melakukan klarifikasi MDKS (Mingguan Deklarasi
Ketidaksiapan) dengan P3B untuk penghitungan EAF
bulanan.

2.1.4 Periode Bulanan


Rencana
a. Unit Pembangkit mengirim rencana daya mampu bulanan
dan kesiapan unit setiap tanggal 5 ke SDME (prosedure
sesuai poin 2.1.3.a)

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 12

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

b. P3B mengirim Informasi Sistem Jawa Bali ke SDME setelah


tanggal 5
c. SDME mengajukan penawaran ke P3B setiap tanggal 10-15
d. Sebelum rapat alokasi dengan P3B akan dilaksanakan
Rakor Operasi & Niaga Bulanan yang diikuti oleh VP, SDME,
SDAGA, SDROP, SDBBR, SDPAP, dan UP
e. Setiap minggu ke 3, SDME mengikuti penentuan alokasi
energi bulanan dengan P3B, IP, PMT dan PKP.
f. Hasil alokasi energi sistem Jawa bali dan informasi Sistem
Jawa Bali akan di up load sebagai ROB (Rencana operasi
Bulanan) di Web-me.pjb2.com
Realisasi
a. Setiap tanggal 1 jam 10:00 dilakukan perhitungan transaksi
penjualan tenaga listrik di masing masing unit pembangkit
dengan P3B dan pembuatan berita acara sementara.
b. Paling lambat tanggal 2 jam 10:00 unit supervisor rendal
operasi menghitung hasil perhitungan EAF sementara
dengan data bersumber dari MDKS hingga minggu ke 3
dilengkapi dengan data minggu terakhir masing-masing UP.
Data EAF sementara dikirimkan via email ke SDAGA kecuali
unit dibawah 15 MW.
c. Hasil download transaksi meter elektronik (untuk unit
thermal), data konfigurasi unit (khusus untuk PLTGU) dan BA
sementara dikirim ke SDAGA paling lambat tanggal 2 jam
10:00
d. SDAGA memasukkan hasil perhitungan JTS (Jumlah Tagihan
Sementara) dan EAF sementara ke ftp .pjb2.com
/download/niaga/tahun/bulan paling lambat tanggal 2 jam
13:00
e. Berita Acara Transaksi ditandatangani manajer unit dengan
manajer UPT/APD, soft copy BA dikirim ke SDAGA
f. SDME dan P3B memfinalisasi EAF unit pembangkit PJB
paling lambat tanggal 8 dan membuat Berita Acara final EAF
di upload ke web-me.pjb2.com dan dikirim resmi ke P3B cc
SDAGA
g. Untuk loading data EAF dan produksi kedalam SIT ELLIPSE
dilakukan paling lambat tanggal 2 oleh akuntansi unit
dengan bersumber pada EAF sementara dan produksi.
Setelah data final didapat ,maka SDAGA akan memberi data
tersebut ke SDTAN untuk melakukan jurnal penyesuaian.

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 13

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

2.2

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

Koordinasi Pemeliharaan

2.2.1 Periode Mingguan


Prosedur ini mengatur tentang penetapan jadwal kegiatan
pemeliharaan unit pembangkit PJB untuk satu minggu kedepan :
a.

Rapat koordinasi mingguan antara


bidang operasi dan pemeliharaan unit untuk menetapkan
kegiatan pemeliharaan periode satu minggu kedepan terutama
yang membutuhkan unit stop.
b.
Rencana
kegiatan
pemeliharaan
mingguan dituangkan dalam RDM mingguan sesuai prosedure
2.1.3.a
c. Dalam periode minggu berjalan, apabila ada pemeliharaan tidak
terjadwal dalam RDM , maka unit akan berstatus FO.

2.2.3 Periode Bulanan


Prosedur ini mengatur tentang penetapan jadwal dan kesiapan
pelaksanaan Planned Outage (PO dan MO) pembangkit PJB untuk 2
bulan kedepan :
a. Updating jadwal pemeliharaan 2 bulan kedepan serta kesiapan
sumber daya (spare parts ,SDM, tools ) dilakukan pada Rakor
Operasi & Niaga Bulanan
b. Pengiriman RDM Bulanan pembangkit PJB oleh SDME ke P3B
pada tanggal 5 setiap bulan dengan tembusan ke SDROP
c. UP dapat melakukan revisi RDM bulan depan dan mengirimkan
ke SDME sebelum tanggal 15 untuk dikoordinasikan dengan
SDROP dan selanjutnya disampaikan ke P3B

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 14

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

2.2.4 Periode Tahunan


Prosedur ini mengatur tentang penetapan jadwal pemeliharaan
pembangkit PJB serta kesiapan pembangkit PJB (EAF) untuk 2 tahun
kedepan :
a. Updating jadwal pemeliharaan tahun berjalan serta kesiapan
spare parts dilakukan pada saat Rakor Operasi & Niaga Bulanan
(SDROP/ SDPAP/ UP)
b. Pembuatan/ upating jadwal pemeliharaan 2 tahun kedepan oleh
UP pada bulan Juli yang dikoordinir oleh SDROP
c. Finalisasi jadwal pemeliharaan 2 tahun kedepan oleh UP pada
bulan Oktober yang dikoordinir oleh SDROP
d. Penyampaian jadwal pemeliharaan 2 tahun kedepan oleh SDROP
ke SDME untuk disampaikan ke P3B pada bulan Oktober

2.3

Koordinasi Bahan Bakar

2.3.1 Periode Harian dan Mingguan


a. Unit Pembangkit menginformasikan kondisi stock dan pemakaian
harian (n-1) ke SDBBR paling lambat jam 09.00
b. SDBBR menyampaikan Laporan Harian mengenai pemakaian
dan stock bahan bakar masing-masing unit ke SDME, SDROP dan
DirProd setiap jam 10.00 via email
c. SDBBR setiap selasa menyampaikan informasi kondisi stock,
ketersediaan ruang kosong tanki, jadwal kedatangan kapal yang
diharapkan (ETA = Estimate Time Arrival) dari masing-masing
unit UP PT PJB kepada PT Pertamina dan ditembuskan ke SDME
dan SDROP serta Unit Pembangkit
d. Bila terjadi stock bahan bakar hanya cukup untuk operasional
pemakaian : * 7 hari maka unit pembangkit wajib
menginformasikan ke SDBBR dan tembusan ke SDME , SDROP dan
Dirprod.
* 3 hari operasi maka Unit Pembangkit mengirim surat ke SDME
tembusan SDBBR dan SDROP. Isi surat mencantumkan jumlah life
stock ,hari mampu operasi, mampu produksi. Hasil koordinasi
antara SDME,SDBBR dan SDROP diinformasikan ke UP

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 15

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

* Krisis bahan bakar diluar jam kerja ,supervisor produksi langsung


berkoordinasi dengan dispatcher P3B
Selanjutnya SDME berkoordinasi dengan SDROP ,SDBBR
dan UP untuk membahas langkah-langkah yang
dilaksanakan . bila kondisi tidak memungkinkan SDME
akan memberi surat berupa Fax ke P3B perihal kondisi
volume bahan bakar yang tersedia dengan rencana
mampu produksi untuk pengaturan pembebanan menurut
sistem Jawa Bali.

2.3.2 Periode Bulanan


a. Hasil alokasi energi akan dipakai sebagai pertimbangan oleh
SDBBR untuk menentukan volume nominasi bahan bakar
bulanan kepada pemasok bahan bakar (BBM,Gas,Batubara)
b. Hasil kesepakatan nominasi antara Pemasok bahan bakar dan PT
PJB akan diinformasikan ke UP, SDROP dan SDME
c. SDBBR akan menginformasikan kendala-kendala yang akan
terjadi untuk rencana kedepan saat rapat Koordinasi Operasi dan
Niaga

2.4 Koordinasi Pelaporan Gangguan Unit


2.4.1 Gangguan unit internal
a. Apabila
unit
mengalami
gangguan
internal
sehingga
menyebabkan unit Trip atau harus dimatikan, maka setelah
penormalan kondisi unit baik unit bisa segera di start kembali
atau perlu analisa lebih lanjut, maka operator unit selain harus
mencatat pada log book, juga harus memasukkan data status
unit
pada
Modul
Kinerja
DBME
serta
perlu
segera
menginformasikan
kondisi
unit
secara
singkat
kepada
manajemen terkait melalui Menu SMS Gateway di web-me.

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 16

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

b. Informasi kondisi status unit yang dimasukkan melalui Menu SMS


Gateway di web-me akan segera diteruskan oleh SMS Gateway
ke Deputy Manajer Operasi, Manajer Unit dan PIOP.
c. Direksi terkait dan Sekper akan memperoleh informasi kondisi
status unit dari PIOP.

2.4.2 Gangguan unit eksternal


a. Apabila unit mengalami Trip (FO) akibat terjadinya gangguan di
jaringan (eksternal), maka Operator unit harus segera
melakukan koordinasi dengan Region P3B terkait, guna
mengidentifikasi penyebab gangguan. Setelah penyebab
gangguan diketahui dan disepakati untuk dilakukan penormalan
kondisi unit, baik unit bisa segera di start kembali atau perlu
analisa lebih lanjut, maka operator unit selain harus mencatat
pada log book, juga harus memasukkan data status unit pada
Modul Kinerja DBME serta perlu segera menginformasikan
kondisi unit secara singkat kepada manajemen terkait melalui
Menu SMS Gateway di web-me.
b. Informasi kondisi status unit yang dimasukkan melalui Menu SMS
Gateway di web-me akan segera diteruskan oleh SMS Gateway
ke Deputy Manajer Operasi, Manajer Unit dan PIOP.
c. Direksi terkait an Sekper akan memperoleh informasi kondisi
status unit dari PIOP.

2.4.3

Pemadaman Sistem Sebagian yang meluas


a. Apabila frekuensi system mengalami perubahan (naik/ turun)
yang cukup besar dalam waktu yang relative singkat, maka
operator unit harus berupaya agar unit tidak mengalami Trip
(FO), bisa beroparasi secara islanding atau beroperasi house
load.
b. Dalam kondisi ini maka Operator unit harus segera melakukan
koordinasi dengan Region P3B terkait, guna mengidentifikasi
penyebab gangguan.
Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 17

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

c. Apabila operator unit mengetahui bahwa telah terjadi


pemadaman sistem sebagian yang cukup meluas, maka setelah
penyebab gangguan diketahui dan sudah ada perintah dari
dispatcher P3B untuk dilakukan penormalan kondisi unit, baik
unit bisa segera di start kembali atau perlu analisa lebih lanjut,
maka operator unit harus segera menginformasikan kondisi unit
secara singkat kepada manajemen terkait melalui Menu SMS
Gateway di web-me
d. Setelah kondisi system normal kembali, operator unit harus
mencatat pada log book kejadian tersebut dan, juga harus
memasukkan data status unit pada Modul Kinerja DBME.
e. Informasi kondisi status unit yang dimasukkan melalui Menu SMS
Gateway di web-me akan segera diteruskan oleh SMS Gateway
ke Deputy Manajer Operasi, Manajer Unit dan PIOP.
f. Direksi terkait dan Sekper akan memperoleh informasi kondisi
status unit dari PIOP.

2.4.5

Pemadaman Sistem Total


a. Apabila frekuensi system mengalami perubahan (naik/ turun)
yang cukup besar dalam waktu yang relative singkat, maka
operator unit harus berupaya agar unit tidak mengalami Trip
(FO), bisa beroparasi secara islanding atau beroperasi house
load.
b. Dalam kondisi ini maka Operator unit harus segera melakukan
koordinasi dengan Region P3B terkait, guna mengidentifikasi
penyebab gangguan.
c. Apabila operator unit mengetahui bahwa telah terjadi
pemadaman sistem Total se Jawa Bali, maka untuk unit yang
mengalami Trip namun memiliki fasilitas black start, harus
segera bias hidup kembali dengan fasilitas tersebut.
d. Selanjutnya guna membangun kembali sistem, operator unit
harus mengikuti perintah dari dispatcher P3B.
e. Sambil menunggu proses penormalan system, maka operator
unit harus segera menginformasikan kondisi unit secara singkat
kepada manajemen terkait melalui Menu SMS Gateway di webme atau telepon.

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 18

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI


PROSEDUR TETAP TENTANG
KOORDINASI OPERASI DAN
PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

No. Dokumen

Berlaku
Efektif

: April 2006

f. Setelah kondisi system nrmal kembali, operator unit harus


mencatat pada log book kejadian tersebut dan, juga harus
memasukkan data status unit pada Modul Kinerja DBME.
g. Informasi kondisi status unit yang dimasukkan melalui Menu SMS
Gateway di web-me akan segera diteruskan oleh SMS Gateway
ke Deputy Manajer Operasi, Manajer Unit dan PIOP.
h. Direksi terkait dan Sekper akan memperoleh informasi kondisi
status unit dari PIOP.

VII. PENUTUP
Prosedur tetap ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Dengan
pemberlakuan ketentuan ini maka prosedur lainnya diluar
mekanisme pada ketentuan ini
dan Protap versi sebelumnya
dinyatakan tidak berlaku lagi.
Demikian ketentuan ini dibuat untuk dilaksanakan dengan sebaikbaiknya.

Edisi : 02

Revisi: 01

Halaman 19