Anda di halaman 1dari 2

Diabetes melitus merupakan sindrom homeostasis gangguan energi yang

disebabkan oleh defisiensi insulin atau oleh defisiensi kerjanya dan


mengakibatkan karbohidrat, protein, dan lemak tidak normal. Kelainan ini
merupakan gangguan metabolik endokrin masa anak dan remaja yang paling
lazim dengan konsekuensi penting pada perkembangan fisik dan emosi. Individu
yang menderita diabetes melitus tergantung insulin menghadapi beban serius
yang meliputi kebutuhan mutlak insulin eksogen setiap harinya , dan kebutuhan
untuk mempertahankan terus-menerus pada masukan diet . morbiditas yang
berasal dari kekacauan metabolik dan dari komplikasi jangka panjang yang
mempengaruhi pembuluh darah kecil dan besar serta menyebabkan retinopati,
nefropati , penyakit jantung iskemik.
Diabetes tipe 1
Keadaan ini ditandai dengan insulinopenia berat dan ketergantungan pada
insulin eksogen untuk mencegah ketosis dan agar tetap hidup, karena ini
diabetes tipe 1 disebut diabetes melitus tergantung insulin. Riwayat alamiyahnya
penyakit ini menunjukan bahwa ada fase tidak ketergantungan insulin,
preketotik, baik sebelum dan sesudah diagnosis awal. Meskipun mulainya pada
masa anak, penyakit ini dapat timbul pada usia kapanpun. Diabetes tipe 1
secara jelas berbeda karena hubunganya dengan antigen histokompatibilitas
( HLA) : adanya antibodi terhadap komponen sitiplasma dan komponen sel
permukaan sel pulau dalam sirkulasi. Diabetes pada anak adalah tergantung
insulin dan masuk dalam kategori tipe I.

Epidemiologi
Survei di Amerika Serikat menunjukan bahwa prevelensi diabetes pada
anak umur sekolahan adalah sekitar 1,9 dalam 1000. Namun, frekuensinya
sangan berkorelasi dengan meningkatnya usia, data yang menunjukan kisaran 1
dalam 1430 pada anak usia 5 tahun sampai 1 dalam 360 pada anak usian 16
tahun. Data pada prevelensi dan insiden dalam hubunganya dengan latar
belakang ras atau etnik menunjukan kisaran hampir 30 kasus baru setiap
tahunya pada 100.000 .

Etiologi dan patogenesis


Penyebab dasar temuan temuan klinis pada awal bentuk diabetes
dominan ini pada masa anak adalah sekresi insulin yang menurun tajam.
Meskipun kadar basal insulin dalam plasma dapat normal pada penderita yang
baru didiagnosis, produksi insulin dalam responya terhadap sekretagoga yang
kuat diturunkan dan biasanya hilang setelah berbulan-bulan atau bertahuntahun. Jarang melebihi 5 tahun. Pada penderita tertentu yang dianggap berisiko
tinggi terhadap perkembangan diabetes tipe 1, seperti kembar identik yang tidak
terkena diabetes, penurunan progresif pada kapasitas mengsekresi insulin telah
diketahui selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun sebelum muncul gejala

klinis diabetes, yang biasanya menjadi nampak pada waktu cadangan sekresi
insulin 20% atau kurang dari normal.
Mekanisme yang menyebabkan kegagalan fungsi sel bera pankreas
semakin ke arah kemungkinan kerusakan auotimun pada pulau-pulau pankreas
pada indivisu yang mempunyai kecenderungan. Diabetes tipe 1 telah lama
diketahui mengalami peningkatan prevalensi pada orang-orang dengan kelainan
seperti penyakit Addison, tiroiditis Hashimito , dan anemia pernisiosa , dimana
mekanisme autoimun diketahui adalah patogenik. Keadaan ini , juga diabetes
mellitus tipe 1 tergantung insulin, juga diketahui berkaitan dengan peningkatan
frekuensi HLA tertentu, terutama HLA-B8 , -DR8 , -BW15 , dan DR4. Dilokasikan
pada kromoson 6, sistem HLA adalah kompleks histokompatibilitas mayor, yang
terdiri dari kelompok gen yang mengkode transplantasi antigen dan memainkan
peran sentral pada respons imun.