Anda di halaman 1dari 21

I.

1.1.

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Event organizer secara istilah mempunyai arti penyedia jasa professional

penyelenggara sebuah acara. Padadasarnya sebuah event organizer ataubiasa disebut EO


itu

memiliki

tugas

acara yang diinginkan,

membantu

kliennya

sepertilaunching

(client) untuk

product, company

menyelenggarakan

gathering, anniversary,

exhibitions, seminar, promosi, talkshowdan sebagainya, dari tahap persiapan sampai


dengan event berjalan lancar dengan baik. Event-event yang biasa ditangani sebuah
event organizer berupa pertunjukan musik, pameran produk (buku, mobil, computer,
kerajinan), hingga ke pernikahan.
Dalam menjalankan peran pada sebuah event acara, sebuah EO bertugas untuk
mengkoordinasi,melayani, mensupportkepentingan yang bersangkutan,
misalnya trainer, trainee, vendor training, transportasi, media massa, dan pihak-pihak
terkait lainnya. Dengan menyewa sebuah event organizer, Anda tidak perlu pusing
untuk memikirkan sebuah event karena semua hal yang berkaitan dengan jalannya event
tersebut sudah dikerjakan oleh Event Organizer.

1.2.

Tujuan
Event Organizer usaha kecil ditujukan mengurus acara besar. Memiliki
beberapa tujuan yaitu antara lain :
Menjadi salah satu spesialis perencanaan acara.
Memberikan kompensasi karyawan sesuai dengan kemampuan sehingga terjadi
peningkatan kerja
Memberikan kualitas terbaik setiap acara yang kami tangani.

II.

BUSINESS PLAN

2.1. Visi dan Misi


Visi
1. Menjadi Event Organizer Seminar dan Lembaga Pelatihan Bisnis, Lembaga
Training yang terdepan, terbesar, terbaik dan berkualitas di Indonesia
2. membuka pola pikir dan peningkatan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan
omset usaha dan kemajuan bisnis para mitra dan client dan seluruh
stakeholder
3. Bergerak Menjadi agent of change dalam gerakan perubahan untuk menjadi
pribadi yang mandiri, kreatif, inovatif dan sukses dalam mengelola usaha /
perusahaan
4. Menjadi mitra perusahaan dan fasilitator event untuk kesuksesan acara mitra
Misi
1. Menjadi mitra perusahaan dan menjadi mitra masyarakat dengan memberikan
layanan Pembicara seminar, Pembicara Publik, Pembicara training. Memberi
Layanan pelatihan yang aplikatif dan bisa dipraktekkan dalam organisasi
bisnis / perusahaan baik yang bergerak dalam semua bidang bisnis.
2. Kami menyedialkan layanan Pelatihan Bisnis, Pelatihan Manajemen,
Pelatihan Pemasaran, Pelatihan Inhouse Training
3. Menyediakan Layanan bagi para mitra dam client dengan memberikan Jasa
Eo seminar, Eo untuk seminar, Eo Pelatihan, Eo Training, Eo Gathering, Eo
Team Building, Event Organizer SEMINAR, Outbond Training, Event
Organizer Pelatihan.
2.2. Identifikasi Usaha

Nama Usaha

: Larc Idea Multimedia (LIEM).

Pemilik Usaha : Nofa Darmawan Wiraatmadja

Alamat Usaha : Jalan Pluit Permai 1 No.15, Penjaringan, Kota Jakarta Utara,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14450, Indonesia

CP

: Fax.(021) 819360
Telp.(021) 8193603, Telp.(021) 8520558
Graphic design; Public relation consultant; Event organiser

2.3 Ruang Lingkup Usaha


Event Organizer mempunyai ruang lingkup kerja yang luas, sesua jenis acara
yang ada dan perkembangannya. Macam-macam jenis acara antara lain dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
1) Olahraga
- Pertandingan Profsional
- Kompetisi peringkat
- Pertandingan Persahabatan (eksebisi)
- Lomba-lomba
2) Seni
- Pementasan/pergelaran profit oriented
- Pementasan/pergelaran program acara
- Non Profit
- Institusional/privat
- Lomba/Festival
- Pentas eksebisi/apresiasi
3) Topik Bicara
- Seminar
- Talk Show
- Sarasehan
- Presentasi
- Variety Show
- Diskusi/dialog
4) Pameran
- Pameran komoditi perdagangan
- Pameran seni dan budaya
5) Pribadi
- Pesta Pernikahan
- Pesta Ulang Tahun
- Syukuran
- Jabatan Baru
- Pisah Sambut dan Pesta peringatan pribadi
Istilah penyebutan EO (Event Organizer) bias berbeda-beda, seperti misalnya :
Production, Communication, Biro jasa/agency, Management, Panitia Pelaksana,
Organizing Comitte, Entertainment, dan lain-lainnya.

2.4. Deskripsi Usaha


2.4.1 Jenis Usaha
Event organizer secara istilah mempunyai arti penyedia jasa professional
penyelenggara sebuah acara. Pada dasarnya sebuah event organizer atau biasa
disebut

EO

itu

memiliki

tugas

membantu

kliennya

(client) untuk

menyelenggarakan acara yang diinginkan, seperti launching product,company


gathering, anniversary, exhibitions,seminar, promosi, talkshow dan sebagainya,
dari tahap persiapan sampai dengan event berjalan lancar dengan baik. Eventevent yang biasa ditangani sebuah event organizer berupa pertunjukan musik,
pameran produk (buku, mobil, computer, kerajinan), hingga ke pernikahan.
Dalam menjalankan peran pada sebuah event acara, sebuah EO bertugas
untuk mengkoordinasi, melayani, mensupport kepentingan yang bersangkutan,
misalnya trainer, trainee, vendor training, transportasi, media massa, dan pihakpihak terkait lainnya. Dengan menyewa sebuah event organizer, Anda tidak
perlu pusing untuk memikirkan sebuah event karena semua hal yang berkaitan
dengan jalannya event tersebut sudah dikerjakan oleh Event Organizer.

Dilihat dari jenis acara yang diadakan, EO dapat dikategorikan menjadi:

One Stop Service Agency: EO besar yang mampu menyelenggarakan


berbagai jenis acara hingga skala Internasional sekalipun.

MICE : Kependekan dari Meeting, Incentive, Convention, Exhibition, EO


yang khusus bergerak di bidang penyelenggaraan acara berbentuk
pertemuan.

Musik dan Hiburan: EO yang memiliki spesialisasi di bidang hiburan


terutama musik.

Penyelenggara Pernikahan: EO yang mengkhususkan diri membantu klien


mengadakan pesta pernikahan.

Penyelenggara Ulang Tahun: EO yang ahli membuat pesta ulang tahun


termasuk untuk anak-anak.

Penyelenggara Pribadi: EO khusus yang bergerak untuk penyelenggaraan


pesta pribadi terutama bagi orang kaya.

2.4.2. Prospek Usaha


Jasa dan peranan Event Organizer saat ini semakin banyak dibutuhkan
seiring dengan pesatnya pertumbuhan bisnis yang membutuhkan pengelolaan
terhadap sebuah acara semakin tinggi, dalam hal ini adalah jasa Event Organizer
yang profesional.
Event organizer adalah jasa penyelenggara kegiatan, merupakan usaha
yang dilakukan untuk mempermudah perwujudan ide atau rencana menggelar
sebuah event. Event ini meliputi kegiatan-kegiatan seperti penyelenggaraan
pameran, pameran konvensi, pagelaran musik, pesta, seminar, peluncuran
produk, konferensi pers dan kegiatan lainnya, bisa disesuaikan dengan
permintaan dari pengguna jasa event organizer atau inisiatif event organizer
sendiri.

Bentuk pemanfaatan event organizer juga beragam, misalnya untuk


memastikan terselenggaranya acara talk show, penarikan undian, ulang tahun
anak , wedding, fashion show, ajang lomba dan sejenisnya atau kegiatankegiatan yang mendukung terselenggaranya suatu kegiatan, baik sebelum,
sesudah atau pada saat terselenggaranya kegiatan. Misalnya seperti pemesanan
gedung, penyediaan ruangan, persiapan interior, penyediaan sound system,
penyediaan penari latar dan sebagainya.
Tantangan

seorang

EO

diantaranya

adalah

bagaimana

mampu

merumuskan konsep acara dan membreak downnya kedalam kegiatan teknis


yang sesuai untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh klien. Salah satu
tahapan paling penting justru ketika kita hendak menentukan tema besar yang
akan diangkat untuk sebuah event. Tema besar itulah yang nantinya akan
dipecah menjadi agenda-agenda kecil yang saling terkait dan mendukung.
Apabila tema besar yang diangkat cukup menarik, hal ini akan menjadi magnet
tersendiri dan besar kemungkinan akan memikat para sponsor untuk ikut
berpartisipasi.

Semakin sukses sebuah event yang kita buat, kita akan makin dipercaya
oleh klien untuk menangani berbagai event lainnya. Jika sudah punya beberapa
portofolio event, kita bisa ikut pitching untuk beberapa proyek yang biasanya
diselenggarakan oleh lembaga pemerintah atau berbagai perusahaan swasta.
Salah satu keuntungan bisnis ini adalah adanya pembayaran di muka.
2.5. Rencana Pemasaran
Untuk pertama kali memasarkan event yang pertama kali diadakan, memerlukan
kepercayaan dan keyakinan bahwa event tersebut dapat berjalan dengan sukses. Orang
yang ditugasi memasarkan berani menjamin bahwa keikutsertaan atau partisipasi
mereka sebagai sponsor maupun peserta di dalam event itu akan berdampak positif atau
mendatangkan keuntungan.
Cara yang biasa dilakukan ialah dengan mengajak kerjasama asosiasi, organisasi
kemasyarakatan atau perusahaan besar yang tengah berpromosi.
Media dan Promosi untuk sebuah event
-

Above the line (media Cetak dan Elektronik termasuk di dalamnya dengan

menggunakan jaringan internet)


Bellow the Line (brosur, leaflet, selebaran, spanduk, banner, promo di suatu

acara/event yang berbeda, dsb)


Kombinasi dari keduanya
Promosi bisa dilakukan dengan gathering, launching, konfrensi pers, dan

sebagainya.
Bekerjasama dengan Organisasi pemerintahan dan organisasi kemasyarakat
maupun organisasi keagamaan atau bisa juga dengan Asosiasi profesi yang
memiliki sejumlah anggota dan mereka dapat berperan sebagai alat promosi
event tersebut.

2.6. Rencana Organisasi


Judy Allen membandingkan perencanaan event oleh EO dengan pembuatan
sebuah film oleh sutradara. Event dalam hal ini lebih merupakan program acara
langsung. Apapun bentuknya, baik corporate meetings, conference, convention, atau
event-event lainnya selalu memiliki resiko yang tidak terduga. Sekali event
diselenggarakan maka tidak bisa diulang. EO tidak bisa menentukan bagaimana tamu
dan supplier berkomunikasi dan bereaksi. Oleh karena itu diperlukan sebuah

perencanaan dan persiapan sematang mungkin. Sekecil apapun bentuk event haruslah
dirinci dengan detail termasuk budgetnya. Faktanya pelaksanaan sebuah event selalu
membutuhkan biaya tidak sedikit, bisa ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah. Sebuah
event akan dinyatakan sukses apabila tidak banyak kejadian tak terduga saat event
berlangsung, serta tujuan event itu sendiri dapat memenuhi ekspektasi. Dalam
menyusun sebuah acara dibutuhkan serangkaian tahapan mulai dari perencanaan,
persiapan, pendanaan, hingga aspek-aspek teknis acara.
1.

Menentukan Tujuan Awal

Sebelum merancang event, EO harus dapat menentukan menentukan tujuan event.


Mengapa harus membuat event? Mengapa harus berpartisipasi dalam event? Tujuan
event dapat dibedakan menjadi dua, tujuan jangka pendek (short term objective) dan
tujuan jangka panjang (long term objective). Event dapat dirancang misalnya dengan
tujuan untuk edukasi, menciptakan koneksi, memotivasi, memberikan informasi,
sebagai sarana hiburan, atau kembinasi dari beberapa tujuan itu.
2.

Mempersiapkan Tim

Sebelum menggelar sebuah acara akan dibentuk suatu tim yang terdiri dari sekelompok
orang yang memiliki tanggung jawab masing-masing. Komposisi tim yang tepat sangat
penting dan dapat menentukan kesuksesasn berjalannya suatu acara. Semakin awal
pembentukan tim akan semakin memudahkan dan memberikan waktu membuat
rancangan acara dan ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan.
3.

Menentukan Jenis Event

Dengan menentukan tujuan dari awal dapat membantu penyelenggara menentukan jenis
event yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Masing-masing skenario event
memberikan hasil yang berbeda terhadap waktu, dana, dan energi yang dihabiskan. Oleh
karena itu penting untuk menentukan jenis event yang dapat memberikan value dan
produfitias tinggi terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
2.6.1. Mengatur Acara
Tugas EO tidak hanya selesai sampai terselenggaranya acara. Kita harus
dapat memastikan bahwa acara dapat berlangsung dengan lancar. Beberapa hal
yang harus diperhatikan diantaranya resepsi dan registrasi peserta, serta
dukungan teknis. Resepsi merupakan pihak pertama yang menyambut

kedatangan tamu undangan. Oleh karena usahakan agar memberikan kesan awal
yang baik. Kita juga memeriksa ulang ketersediaan peralatan teknis dan
memastikannya bekerja dengan baik. Tidak adanya peralatan tertentu meskipun
hanya sebentar akan mempengaruhi jadwal waktu acara secara keseluruhan.
Misalnya menyediakan batere cadangan untuk mic wireless yang digunakan
presenter.
2.6.2. Evaluasi Acara
Setelah acara selesai, EO sebaiknya tidak lasung berkemas atau
memberaskan peralatan. Evaluasi sejauh mana acara dapat berjalan dengan
lancar, seberapa efektif taget menerima pesan yang disampaikan, atau
bagiamana keadaan peralatan selama acara, dan lain-lain. Segala informasi dan
data yang diperoleh dari hasil evaluasi akan sangat berharga untuk dijadikan
acuan untuk event-event mendatang.

III.

Analisa dan Studi Kelayakan Usaha

Sebelum menjalankan sebuah event, sebuah rancangan anggaran menjadi sangat


penting untuk mengetahui seberapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan

event yang telah kita rencanakan. Kami dulu biasa menyebutnya RAB (Rancangan
Anggaran Biaya) atau Mata Anggaran. Penyusunan RAB/Mata Anggaran menjadi
bagian yang amat sangat signifikan. Kesalahan dalam penyusunan anggaran bisa
berakibat fatal. Karena selain untuk mengetahui seberapa banyak biaya yang kita
perlukan, RAB juga dapat kita gunakan sebagai patokan dalam mengontrol aliran kas
yang keluar untuk pembiayaan event kita.
Adapun cara dalam menyusun sebuah RAB/Mata Anggaran yang baik dan benar.
1.

Break down konsep event yang telah kita buat. Hal ini nantinya akan
mempengaruhi penentuan lokasi gedung, dekorasi event, bintang tamu dan
perlengkapan-perlengkapan pendukung lain yang sesuai dengan konsep event
yang telah kita kembangkan.

2.

Survey harga supplier dan vendor. Survey harga semua kebutuhan event kita
mulai dari perlengkapan terkecil seperti alat tulis sampai kebutuhan yang paling
besar seperti publikasi. Pastikan harga yang kita dapat adalah harga pasti dan
bukan hasil dari kira-kira atau awang-awang. Masalah pemilihan supplier atau
vendor, itu kebijakan masing-masing.

3.

Survey prosedur perijinan dan biaya keamanan. Perlu kita perhatikan skala
event yang akan kita jalankan apakah itu event lokal atau event nasional serta
perkiraan jumlah keramaian yang akan ditimbulkan sebagai efek dari event kita.
Tingkat perijinan keamanan di kepolisian pun berbeda, untuk event nasional
dengan mobilisasi massa tinggi biasanya perijinan harus sampai ke Polda, namun
untuk skala lokal dengan mobilisasi massa rendah perijinan sampai Polres pun
dimungkinkan. Dan tentunya biaya perijinan akan menjadi berbeda.

4.

Survey prosedur perijinan dan biaya Publikasi. Untuk perijinan publikasi


dapat diurus di pemkot/pemkab, bagian yang mengurusi tergantung dari
pemkot/pemkab masing-masing daerah. Minta daftar biaya pajak masing-masing
titik dengan detail. Dalam penyusunan anggaran, daftar biaya pajak bisa kita
cantumkan secara detail sesuai dengan titik yang kita pasang atau merata-ratakan
biaya pajak dan kemudian digabungkan dengan biaya pembuatan dan pemasangan
item publikasi. Misal, biaya untuk satu buah spanduk adalah Rp. 200.000,00 di
dapat dari biaya rata-rata pajak Rp. 100.000,00; biaya pemasangan Rp. 10.000,00;
dan biaya produksi Rp. 90.000,00.

5.

Survey prosedur perijinan dan pajak hiburan (Ticketing). Perijinan biasanya


dilakukan di Dispenda, besaran biaya pajak hiburan adalah 10%. Pajak hiburan
sebenarnya tidak perlu di masukkan ke RAB/Mata Anggaran. Tapi bisa dijadikan
patokan berapa pengeluaran pajak yang harus kita bayarkan apabila tiket kita
terjual sekian dari total tiket atau habis terjual.

6.

Buat RAB/Mata Anggaran cadangan. Dalam prakteknya, kadang-kadang


rencana kita tidak berjalan mulus. Kita harus mengantisipasinya dengan membuat
beberapa RAB/Mata Anggaran cadangan. Berapa banyak? itu tergantung
antisipasinya. Tapi, saya sarankan buat lebih dari dua RAB/Mata Anggaran. Satu
RAB/Mata Anggaran utama, dan yang lainnya adalah RAB/Mata Anggaran
cadangan. Nampaknya sepele, tapi ini akan sangat berguna pada saat pendapatan
event kita di luar ekspektasi kita.

Pada suatu propinsi dimana perkembangan bisnis dan industri disana sangat maju pesat, dikarenakan
pemerintah daerah tersebut mengeluarkan undang-undang atau peraturan yang meringankan bagi pengusaha. Juga
mampu mengundang investor dari dalam ataupun luar negeri untuk berinvestasi disana. Pengusaha-pengusaha yang
berinvestasi disana merupakan pengusaha kelas kakap, sehingga banyak wirausaha-wirausaha muda membangun
usaha kecil-kecilan untuk memenuhi dan melengkapi kebutuhan-kebutuhan perusahaan besar disana.
Salah satunya adalah usaha Event Organizer (EO). Banyaknya indutri yang telah beroperasi dan mereka sudah
mulai mempromosikan produknya baik dengan iklan ataupun membuat acara-acara yang mengundang masyarakat
tertentu, baik yang dilakukan dikota tersebut atau kebeberapa kota lainnya.
Mengingat kegiatan tersebut bukan kegiatan rutinitas dan sibuknya karyawan perusahaan tersebut, serta
agar kegiatan promosi tersebut berhasil sesuai dengan rencana, maka mereka memerlukan suatu organisasi yang
professional dan sangat berpengalaman dibidang tersebut.
Sehingga didaerah tersebut sangat banyak permintaan akan jasa penyelenggaraan Event Organisasi yang
professional. Mengingat saya mempunyai ke ahlian dan berpangalaman dibidang EO tersebut dan telah mendapat
beberapa order EO dikota tersebut. Maka saya merencanakan akan membuka usaha Event Organisasi dikota ini.
3.1. PEMASARAN
Produk & Segmentasi
Produk usaha ini adalah jasa penyelanggaraan:
-

Acara kegiatan manggung yang mempromosikan produk


Acara seminar yang mengundang orang tertentu untuk memperkenalkan

produknya
Acara rapat atau seminar perusahaan,

Dll.

Sedangkan system pembayaran pada umumnya DP 10% dan sisanya dibayar 1 bulan
setelah acara selesai (setelah hari H).
Segmentasi usaha ini adalah perusahaan yang berlokasi dipropinsi tersebut.
Permintaan
Tiga bulan terakhir saya telah mendapatkan 4 proyek EO di propinsi ini, hal ini
disebabkan informasi dari rekan saya yang bekerja didaerah ini. Diperkirakan jika
membuka usaha EO dikota ini akan mendapatkan rata-rata 4 5 proyek perbulan
dengan nilai rata-rata perproyek sebesar Rp 250.000.000.
Pesaing
Dikota tersebut sring diadakan kegiatan atau acara manggung untuk promosi suatu
produk, tapi diselenggarakn oleh mereka sendiri dan kurang professional, sehingga
hasilnya tidak sesuai dengan rencana. Sedangkan EO yang professional belum ada
dikota tersebut dan dianggap tidak ada pesaing.
Peluang
Mengingat tidak ada pesaing dikota tersebut, maka peluang sama dengan permintaan,
sehingga proyeksi omset perusahaan EO ini adalah:
Tabel 1.
Proyek

Nilai Proyek
(Rp 000)

Total
(Rp 000)

Bulan-1

250.000

Bulan-2

Bulan-3

Bulan

Peluang
Komisi
(%)

Pendapatan
(Rp 000)

500.000

20%

100.000

250.000

750.000

20%

150.000

250.000

750.000

20%

150.000

Bulan-4

250.000

1.000.000

20%

200.000

Bulan-5

250.000

1.000.000

20%

200.000

Bulan-6

250.000

1.000.000

20%

200.000

Bulan-7

250.000

1.250.000

20%

250.000

Bulan-8

250.000

1.250.000

20%

250.000

Bulan-9

250.000

1.250.000

20%

250.000

Bulan-10

250.000

1.250.000

20%

250.000

Bulan-11

250.000

1.250.000

20%

250.000

Bulan-12

250.000

1.250.000

20%

250.000

Tabel 1 : Investasi

Tabel 2 : Operation Cost

Tabel 3 : Inflow

Tabel 4 : Cash Flow

SUMBER DANA INVESTASI


Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana
pinjaman dari bank. Yaitu:
Rp 000
Modal Sendiri

Total

Bulan-0

- Investasi Tetap

45,435

45.435

- Modal Kerja

267.063

--

- Investasi Tetap

106,015

106.015

- Modal Kerja

784.125

--

Total

1,202,638

Bulan-1

Bulan-2 Porsi
30.00%

267,063

50.00%

Kredit Bank
70.00%
267,063

517.063

50.00%

Asumsi Proyeksi Keuangan:


Asumsi-asumsi proyeksi seperti: Harga Jual, Harga Pokok, Biaya Operasional, Tenaga
Kerja, Suku Bunga Bank, Rasio Persediaan, Piutang, Hutang Dagang, Kenaikan Harga
dan Biaya (escalation), Umur Ekonomis / Penyusutan, dan sebagainya.
Pembayaran Kredit
Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada bulan kedua operasional, dan
berakhir pada bulan ke-12. Lebih detail dapat dilihat pada tabel dibawah ini atau pada
lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)

Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit

Pokok Kredit

Bunga Kredit

Total

(Rp 000)

(Rp 000)

(Rp 000)

Bulan-1

75,480

1,414

76,894

Bulan-2

75,480

4,072

79,552

Bulan-3

75,480

10,064

85,544

Bulan-4

75,480

9,058

84,538

Bulan-5

75,480

8,051

83,531

Bulan-6

75,480

7,045

82,525

Bulan-7

75,480

6,038

81,518

Bulan-8

75,480

5,032

80,512

Bulan-9

75,480

4,026

79,506

Bulan-10

75,480

3,019

78,499

Bulan-11

75,480

2,013

77,493

Bulan-12

75,485

1,006

76,491

Bulan

Proyeksi Laba Rugi


Pada bulan operasi pertama diperkirakan sudah mendapatkan keuntungan sebesar
Rp 53.880.000 dan bulan kedua memperoleh laba sebesar Rp 101.221.000. Akumulasi
keuntungan selama 1 tahun pertama adalah Rp 2.002.678.000.
Analisa Investasi
Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:
1. Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali
investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan. Payback
Period usaha ini adalah 7 bulan.
2. Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai
sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan diteriama, sama dengan nilai
sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat
suku bunga bank.

IRR 1 tahun sebesar 18,32%. (diatas bunga bank 1,33% perbulan)


Rasio Keuangan
Metode yang digunakan adalah:
Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya,
minimal 1 atau 100%.
Bulan

Likuiditas

Bulan-1

132.27%

Bulan-2

128.90%

Bulan-3

141.03%

Bulan-4

163.26%

Bulan-5

184.79%

Bulan-6

194.06%

Bulan-7

236.14%

Bulan-8

274.54%

Bulan-9

321.06%

Bulan-10

378.52%

Bulan-11

451.22%

Bulan-12

546.08%

Profitabilitas
Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah
ditanamkan, dapat diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) dan ROE (Rate
of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga bank.

Bulan

ROI

ROE

Bulan-1

8.84%

16.82%

Bulan-2

9.79%

31.60%

Bulan-3

15.53%

45.34%

Bulan-4

16.80%

45.65%

Bulan-5

18.30%

45.97%

Bulan-6

26.55%

61.89%

Bulan-7

29.42%

62.21%

Bulan-8

32.99%

62.52%

Bulan-9

37.55%

62.84%

Bulan-10

43.56%

63.15%

Bulan-11

51.87%

63.46%

Bulan-12

64.09%

63.78%

Terlihat ROI dan ROE makin menigkat yang menyatakan proyek ini layak dibangun.
3.2. Analisis
SWOT adalah singkatan dari Strenghts (kekuatan), Weakness (kelemahan),
Oppurtunities (peluang), Threats(ancaman). Analisa SWOT adalah alat yang digunakan
untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan
kita dalam memasarkan event kita.
Strength and weeknes
Untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan event, kita harus mencermati isu-isu
dalam organisasi yang mempengaruhi kemampuan kita menjual event ke pasar dan
sponsor. Wilayah penting yang perlu digali adalah persepsi dari si EO itu sendiri
terhadap suatu event. Jika EO kita memandang event tersebut sebagai perioritas dan
peluang untuk meningkatkan profil EO, maka event tersebut menjadi sebuah kekuatan.
Namun jika kita memandang event tersebut sebagai pemborosan sumber daya,maka
event tersebut menjadi kelemahan.
Kelemahan dan keuntungan menggunakan Event Organizer yang didapatkan dengan
menggunakan jasanya, salah satunya adalah pihak penyelenggara tidak terlalu khawatir
pada setiap kebutuhan yang harus tersedia pada waktu acara, harga yang ditawarkan
bias dinegosisasi atau disesuaikan dengan konsep acara, disamping itu EO bias
mengetahui dengan detail kebutuhan suatu acara.
Peluang dan Ancaman
Langkah selanjutnya adalah menganalisa semua faktor di luar organisasi yang mungkin
mempengarhi event kita. Analisa eksternal ini akan membantu kita mengidentifikasi
peluang dan ancaman yang terkait dengan event. Segera setelah menentukan ancaman-

ancaman atas event kita, kita bisa menaksir ulang situasi dan menganalisa bagaimana
cara mengubah ancaman itu menjadi peluang.
Sebagai contoh,jika kita sedang menangani sebuah festval untuk anak-anak, faktorfaktor eksternal berikut ini mungkin mempengaruhi event kita :
- Cuaca
- Ada acara yang lebih besar berlangsung pada hari yang sama
- Minimnya kehadiran pada event tahun lalu
- Sediktnya jumlah anak dalam kelompok usia yang relevan di database kita, dan lainlain.
Penting sekali memustkan perhatian pada masing-masing ancaman atas sebuah event
saat kita menjalankan perencanaan, untuk memastikan keberhasilan event tersebut.
Pengategorisasian suatu ancaman akan menentukan cara kita merespon ancaman untuk
meminimalkan efeknya.
1. Monitor
Ancaman yang kita putuskan untuk sekedar dimonitor adalah jenis ancaman yang
tidak atau sedikit dapat di kontrol, tetapi tidak berdampak besar pada event. Kita hanya
ingin tahu apa yang akan terjadi.
2. Monitor dan Analisa
Ancaman yang kita putuskan untuk di monitor dan di analisa merupakan ancaman
yang bisa sedikit dikontrol, tetapi kita perlu memastikan bagaimana ancaman tersebut
dapat mempengaruhi event kita.
3. Strategi-strategi Kontingensi
Ancaman yang kita putuskan untuk di respon dengan suatu startegi kontingensi,
adalah semua ancaman yang dapat kita kurangi pengaruhnya dengan perencanaan.
Sebagai contoh jika cuaca buruk adalah ancaman bagi event di luar ruangan, kita bisa
menetapkan bagaimana kita akan menanganinya, menunda event, pindah ke indoor,
pawang hujan atau sedikit merubah konsep.
4. Analisa in-depth dan Strategi Pengembangan
Ancaman yang kita putuskan untuk di respon dangan analisa in-depth dan strategi
pengembangan adalah semua ancaman yang memiliki kemungkinan paling besar untuk
mempengaruhi event kita. faktor-faktor teknologi, pesaing dan legislatif adalah contoh-

contoh ancaman yang mungkin memerlukan analisa dan strategi pengembangan lebih
detil lagi.
Setelah semua telah kita analisa dengan baik, barulah kita dapat menentukan langkah
selanjutnya untuk menjalankan event yang telah direncanakan, dan alangkah baiknya
apabila kita juga dapat melakukan analisa pesaing dan strategi pemasaran terhadap
event tersebut.
Dari Skema Cashflow dapat di dilihat bahwa usaha EO memang membutuhkan
investasi yang besar di awal khususnya di awal awal merintis usaha, tetapi untuk tahun
ke-2 dan seterusnya pemasukan sudah bias menutupi besarnya investasi di awal.
Terlihat ROI dan ROE makin menigkat yang menyatakan proyek ini layak dibangun.

PENUTUP

Konsep marketing atau yang lebih dikenal dengan pemasaran merupakan salah
satu hal yang sangat penting dan tidak dapat diabaikan dalam menjalankan
sebuah Usaha Event Organizer. Baik peluang bisnis baru maupun bisnis yang telah lama
dirintis, baik bisnis kecil maupun yang telah berkembang sekalipun tidak bisa
dipisahkan dari hal itu. Semuanya membutuhkan konsep marketing untuk
mengembangkan Usaha Event Organizer yang dijalankan. Berbicara tentang konsep
marketing, maka sesungguhnya kita sedang membicarakan bagaimana strategi
pemasaran produk yang kita jual.
Berikut ini kita bahas prinsip dan strategi dasar untuk memasarkan Usaha Event
Organizer yang baru anda buka itu. Cara yang dapat dilakukan diantaranya yaitu dengan
melakukan promosi yang efektif dan terukur, yang dimaksud di sini adalah mengukur
efektifitas promosi misalnya dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaanpertanyaan pada setiap pelanggan yang datang, dari manakah dia tahu informasi
mengenai Usaha Event Organizer kita, lalu selanjutnya membuat paket produk, yang
dimaksud di sini adalah membuat paket-paket produk yang dapat membuat calon
konsumen mempunyai lebih banyak pilihan untuk itu cobalah anda membuat banyak
pilihan produk yang bisa dipilih oleh para konsumen
Meningkatkan strategi pemasaran bisnis juga bisa dilakukan dengan cara
menentukan target pemasaran dan mencari kira-kira peluang Usaha Event Organizer apa
saja bisa dicari dan potensial untuk dikembangkan, selanjutnya yaitu menentukan harga
produk hal ini sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan bisnis yang sedang
anda jalani, lalu lakukan berbagai macam cara promosi,dan ini bisa anda lakukan

dengan menyebar brosur, pamflet, bisa juga menggunakan media internet dengan cara
memasang website yang sesuai dengan produk bisnis yang anda jalankan.
Keberhasilan suatu Usaha Event Organizer tak hanya ditentukan oleh factor
pemasaran tapi juga sering ditentukan oleh factor perencanaan. Sering dikatakan bahwa
perencanaan yang baik mennadikan suatu pekerjaan telah selesai. Pengertian baik
adalah jika perencanaan yang dibuat tepat(alas an, tujuan, kegunaan, sasaran, metode,
relevan), efektif (dapat dilaksanakan) dan efisien (waktu, tenaga dan biaya).
Perencanaan sebaiknya tertulis, karena dokumen merupakan hal yang penting, juga
ingatan manusia sifatnya terbatas. Oleh karena itu dalam membuat perencanaan bisnis
haruslah sebagus mungkin dan dipikirkan secara matang.

PROPOSAL USAHA
Event Organizer
Larc Idea Multimedia

Oleh:

Nofa Didit Prasetyo

26020212140085

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI


JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015