Anda di halaman 1dari 21

Mitigasi Bencana & Pembangunan Berkelanjutan

Perkuliahan:

Mitigasi Bencana dan


Pembangunan Berkelanjutan
Oleh:
Rudiansyah Putra, ST, MSi
JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Mitigasi Bencana & Pembangunan Berkelanjutan

Kuliah Ke-9

Pengenalan Bencana Gempa

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Mitigasi Bencana & Pembangunan Berkelanjutan

Apa itu Gempa?

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Apa yang dimaksud dengan gempa bumi?


Mengapa kehadirannya dapat membuat orang menjadi
sedemikian takutnya?
Secara keilmuan, gempa bumi adalah suatu peristiwa
pelepasan energi gelombang seismic yang terjadi secara
tiba-tiba.
Pelepasan energi ini
diakibatkan karena adanya
deformasi lempeng tektonik
yang terjadi pada kerak bumi.

Mitigasi Bencana & Pembangunan Berkelanjutan

Apa itu Gempa?

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Istilah-istilah pada gempa bumi

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Hiposenter, titik di dalam perut bumi yang merupakan


sumber gempa dinamakan hiposenter atau fokus.
Episenter, proyeksi tegak lurus hiposenter ke permukaan
bumi dinamakan episenter.
Gelombang gempa merambat dari hiposenter ke patahan
sesar fault rupture.
Gempa dangkal (shallow earthquake) terjadi bila
kedalaman fokus dari permukaan adalah 0 70 km.
Gempa dalam (deep earthquake) terjadi di kedalaman 70
700 km.

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Istilah-istilah pada gempa bumi

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Gempa dangkal menimbulkan efek guncangan yang lebih


dahsyat dibandingkan dengan gempa dalam. Hal ini
karena letak fokus gempa lebih dekat dengan permukaan,
dimana batu-batuan bersifat lebih keras sehingga
melepaskan lebih besar regangan (strain).

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Istilah-istilah pada gempa bumi

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Sesar (fault) adalah celah pada kerak bumi yang berada di


perbatasan antara dua lempeng tektonik.
Gempa sangat dipengaruhi oleh pergerakan batuan dan
lempeng pada sesar ini.
Sesar normal (normal fault) terjadi apabila batuan yang
menumpu merosot ke bawah akibat batuan penumpu dikedua
sisinya bergerak saling menjauh.
Sesar terbalik (reverse fault) terjadi apabila batuan yang
menumpu terangkat ke atas akibat batuan penumpu dikedua
sisinya bergerak saling mendorong.
Sesar geseran-jurus (strike-slip fault) terjadi apabila kedua
batuan pada sesar bergerak saling menggelengsar.
Sesar normal dan sesar terbalik menghasilkan perpindahan
arah vertikal, sedangkan sesar geseran-jurus menghasilkan
perpindahan horizontal.

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Istilah-istilah pada gempa bumi

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Gelombang Seismik (Seismic


Waves)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Gerakan batuan yang tiba-tiba di sepanjang celah pada


sesar bumi dapat menimbulkan getaran (vibration) yang
mentransmisikan energi dalam bentuk gelombang
(wave).

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Gelombang Seismik (Seismic


Waves)
Gelombang yang merambat di selasela bebatuan di bawah permukaan
bumi disebut gelombang badan
(body wave). Sedangkan
gelombang yang merambat dari
episenter ke sepanjang permukaan
bumi disebut gelombang
permukaan (surface wave).

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Klasifikasi gempa

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Menurut proses terjadinya:


1. Gempa tektonik, gempa yang terjadi akibat adanya tumbukan
lempeng-lempeng di lapisan litosfer kulit bumi oleh tenaga
tektonik.
2. Gempa vulkanik, gempa yang terjadi akibat aktivitas gunung
berapi
3. Gempa runtuhan atau longsoran, gempa yang terjadi karena
adanya runtuhan tanah atau batuan.
4. Gempa jatuhan, gempa yang diakibatkan oleh adanya benda
langit yang jatuh ke bumi.
5. Gempa buatan, gempa yang sengaja dibuat oleh manusia, mis:
percobaan nuklir bawah tanah.

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Klasifikasi gempa

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Menurut bentuk episentrum,


1. Gempa sentral, gempa yang episentrumnya berbentuk titik
2. Gempa linear, gempa yang episentrumnya berbentuk garis


Menurut kedalam hiposentrum,
1. Gempa bumi dalam, gempa dengan kedalaman hiposentrum
lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi
2. Gempa bumi menegah, gempa dengan kedalaman hiposentrum
berada antara 60 300 km di bawah permukaan bumi
3. Gempa dangkal, gempa dengan kedalaman hiposentrum kurang
dari 60 km di bawah permukaan bumi

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Klasifikasi gempa

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Menurut jarak episentrum,


1. Gempa sangat jauh, gempa yang jarak episentrumnya lebih dari
10.000 km.
2. Gempa jauh, gempa yang jarak episentrumnya sekitar 10.000
km.
3. Gempa lokal, gempa yang jarak episentrumnya kurang dari
10.000 km.

Menurut lokasi episentrum,


1. Gempa daratan, gempa yang lokasi episentrum berada di
daratan
2. Gempa lautan, gempa yang lokasi episentrum berada di lautan.
Gempa jenis ini dapat berpotensi tsunami.

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Dampak gempa bumi

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Gempa mempunyai dampak yang sangat besar bagi


makhluk atau lingkungan yang mengalaminya.
Kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1.
2.
3.
4.

Kekuatan gempa;
Letak hiposentrum;
Struktur tanah;
Struktur bangunan.

Dampak gempa tektonik dapat dikelompokkan menjadi


2 jenis, yaitu dampak primer dan dampak sekunder.

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK

Dampak gempa bumi

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Dampak primer yaitu dampak yang diakibatkan oleh


getaran gempa itu sendiri.
Dampak primer gempa bumi antara lain:

Dapat merusak bangunan dan infrastruktur


Tanah yang retak
akibat gempa

Jalan kereta api yang


menghubungkan
Kobe dan Osaka rusak
akibat gempa

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Dampak gempa bumi

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Banyak orang yang tewas karena keruntuhan bangunan


rumahnya atau bangunan lainnya.

Korban-korban
gempa bumi

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Dampak gempa bumi

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Banyak orang kehilangan harta bendanya yang ikut tertimbun


dalam reruntuhan bangunan
Rumah penduduk
yang roboh karena
gempa

Jalan layang yang


roboh karena gempa

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Dampak gempa bumi

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Dampak sekunder yaitu dampak lain yang dipicu oleh


gempa, mis: tsunami, tanah longsor, tanah yang menjadi
cairan (liquifaksi), kebakaran, dll.
Kondisi rumah
setelah dilanda
tsunami di Aceh

Gedung yang tenggelam ke tanah


yang seolah-olah mencair akibat
gempa jepang 1964

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Risiko gempa di Indonesia

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Wilayah Indonesia mencakup daerah-daerah yang


mempunyai tingkat risiko gempa tinggi di antara
beberapa daerah gempa di seluruh dunia.

Mitigasi Bencana & Pembangunan


Berkelanjutan

Risiko gempa di Indonesia

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Oleh karena itu, pada daerah pemukiman yang cukup


padat, perlu adanya suatu perlindungan untuk
mengurangi angka kematian penduduk dan kerusakan
berat akibat guncangan gempa.
Dengan menggunakan prinsip teknik yang benar, detail
konstruksi yang baik dan praktis, maka kerugian harta
benda dan jiwa manusia dapat dikurangi

Ada Pertanyaan ???


Minggu depan akan dibahas masalah faktorfaktor dasar dari guncangan gempa dan
prinsip-prinsip utama dalam membangun
bangunan tahan gempa

Mitigasi Bencana & Pembangunan Berkelanjutan