Anda di halaman 1dari 14

Semikonduktor

Bahan bersifat :
metal,
insulator,
semikonduktor
PITA ENERGI

tergantung pada pita energi

berhubungan erat dengan konsentrasi


dari pada konduksi elektron pada sebuah

bahan
(disebut juga konsentrasi pembawa (carrier)).
Semakin besar konsentrasi elektron konduksi dari sebuah bahan, maka semakin kecil
resistivitas listrik dari bahan tersebut (semakin bagus sifat konduktornya). Sebaliknya jika
semakin kecil konsentrasi elektron Konduksi, maka bahan tersebut bersifat seperti insulator.

metal, konsentrasi elektron konduksi adalah antara range 10 22 1023 cm-3,


semimetal, konsentrasi elektron konduksi berada dalam range 10 17 1022 cm-3.
semikonduktor, biasanya konsentrasi elektron konduksi berada dalam range
1013 1017 cm-3.

RESISTIVITAS LISTRIK
SEMIKONDUKTOR
Umumnya, semikonduktor diklasifikasi
berdasarkan resistivitas listrik pada suhu
ruangan, dengan nilai resistivitas listriknya
berkisar antara 10-2 sampai 109 ohm-cm.
Resistivitas listrik ini sangat tergantung
pada temperatur. Pada temperatur mutlak
(T=0 K), sebuah kristal semikonduktor
murni bisa bersiat seperti sebuah insulator.

BAHAN SEMIKONDUKTOR
bahan semikonduktor bisa terdiri dari satu
unsur seperti germanium (Ge) dan silikon (Si).
Juga bisa terdiri dari dua unsur atau lebih
(kompoun), seperti galium arsenida (GaAs) dan
silikon karbida (SiC).
Penggunaan bahan semikonduktor cukup
meluas. Cukup banyak peralatan-peralatan
yang berbasis bahan semikonduktor: transistor,
tombol/knop, dioda, fotosel, detektor, dan lainlain.

Kekosongan Pita (Band Gap)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


GAP ENERGI

Besar dari gap energi tergantung pada


TEMPERATUR.
Hal ini disebabkan karena pemuaian (thermal
expansion) sehingga terjadinya proses eksitasi dari
elektron.
Pada temperatur rendah, gap energinya lebih
besar dibandingkan dengan gap energi pada
temperatur tinggi (T>0).
Sifat sebuah bahan semikonduktor sangat
dipengaruhi oleh besar atau ukuran gap energi
(Eg) karena konduktiviti dan konsentrasi pembawa
(carrier) pada umumnya dikontrol oleh rasio gap
energi terhadap temperatur (Eg/kBT).

ADA 2 JENIS GAP ENERGI PADA


MATERIAL :
1. Gap energi transisi secara langsung
(direct transition)
2. Gap energi tidak langsung (indirect
transition)
seperti yang terlihat pada Gambar
6.2.

2 JENIS GAP ENERGI PADA MATERIAL


:

Lubang (Hole)
Sebagaimana telah kita bicarakan sebelumnya, pada
bahan semikonduktor terdapat gap energi antara pita
valensi (yang terisi dengan elektron) dan pita konduksi
yang kosong (tidak ada elektron). Keadaan ini
sebenarnya terjadi pada keadaan ideal.
Pada kenyataannya elektron (-e) dari pita valensi yang
terisi kemungkinan berpindah ke pita konduksi yang
kosong dengan energi .
Hal ini menyebabkan timbul kekosongan (akibat
elektron berpindah) pada pita valensi yang terisi
seperti yang disebut dengan lubang (hole) yang
dikatakan elektron bermuatan positip (+e), seperti
yang terlihat pada Gambar 6.3.

Bagaimana hubungan antara elektron dan hole ???


1. Karena pita energi mempunyai simetri pada daerah Brillouin, maka
vektor gelombang lubang dan elektron mempunyai hubungan
sebagai berikut:
Total dari pada gelombang vektor elektron pada daerah pita adalah .

2. Selain itu, hubungan lain antara lubang (hole) dan elektron adalah
sebagai berikut

Dimana Ec adalah energi yang paling bawah dari pita konduksi dan
Ev adalah energi yang paling atas pada pita valensi.

3. Hubungan Kecepatan
Kecepatan dari pada elektron sama
dengan kecepatan dari lubang (hole).

4. Hubungan massa
massa elektron sama dengan negatif dari
massa hole