Anda di halaman 1dari 14

RSNI 1975:20XX

Rancangan Standar Nasional Indonesia 3

Metode penyiapan secara kering contoh tanah


terganggu dan tanah-agregat untuk pengujian

ICS xx.xxx.xx

Badan Standardisasi Nasional

Daftar isi

Daftar isi ................................................................................................................................. i


Prakata .................................................................................................................................. ii
Pendahuluan .........................................................................................................................iii
1

Ruang lingkup .................................................................................................................. 1

Acuan normatif................................................................................................................. 1

Peralatan ......................................................................................................................... 2

Ukuran contoh tanah........................................................................................................ 3

Penyiapan awal contoh uji................................................................................................ 5

Contoh uji untuk analisis ukuran butir dan berat jenis....................................................... 5

Contoh uji untuk pengujian sifat fisik ................................................................................ 6

Contoh uji untuk pengujian hubungan kadar air-densitas dan pengujian lainnya.............. 6

Ketelitian .......................................................................................................................... 7

Lampiran A (normatif) Gambar alat pemisah contoh tanah dan pembagian contoh tanah
dengan cara perempat........................................................................................................... 8
Lampiran B (informatif) Penjelasan revisi SNI 03-1975-1990 ................................................. 9
Bibliografi............................................................................................................................. 10
Gambar A.1 - Alat pemisah contoh tanah (splitter)................................................................. 8
Gambar A.2 - Pembagian contoh tanah dengan cara perempat (quartering) ......................... 8
Tabel 1 - Jumlah minimum contoh tanah yang diperlukan untuk menentukan gradasi ........... 3
Tabel 2 - Jumlah contoh tanah yang diperlukan untuk pengujian sifat fisik ............................ 4
Tabel 3 Jumlah contoh tanah yang diperlukan untuk pengujian hubungan
kadar air-densitas .................................................................................................................. 4

RSNI 1975:20XX

Prakata

Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Metode penyiapan secara kering contoh tanah
terganggu dan tanah-agregat untuk pengujian adalah revisi dari SNI 03-1975-1990, Metode
mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat. Standar ini mengacu pada
AASHTO Designation: T 87-86 (2004), Standard Method of Test for Dry Preparation of
Disturbed Soil and Soil Aggregate Samples for Test.
Revisi ini hanya dilakukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan beberapa kekurangan
yang terdapat pada SNI 03-1975-1990, terutama penyiapan contoh secara kering, lihat
Lampiran B.
SNI ini dipersiapkan oleh Panitia Teknis No. 91-01 Bahan Konstruksi Bangunan dan
Rekayasa Sipil pada Subpanitia Teknis Rekayasa Jalan dan Jembatan 91-01/S2 melalui
Gugus Kerja Geoteknik Jalan.
Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) Nomor 8
tahun 2007 dan dibahas dalam rapat Konsensus yang diselenggarakan pada tanggal 5 April
2010 di Bandung oleh Subpanitia Teknis yang melibatkan para narasumber, pakar dan
lembaga terkait.

ii

RSNI 1975:20XX

Pendahuluan

Metode penyiapan secara kering contoh tanah terganggu dan tanah-agregat untuk pengujian
yang dimaksudkan dalam standar ini adalah metode atau cara penyiapan contoh tanah dan
tanah yang mengandung agregat untuk pengujian analisis ukuran butir, berat jenis, batas
cair, batas plastis, faktor susut, hubungan kadar air-densitas dan pengujian lainnya yang
mungkin diperlukan. Prosedur penyiapan contoh tanah dilakukan secara kering, tidak
termasuk penyiapan contoh tanah secara basah, sebagaimana ditentukan dalam SNI 031975-1990.
Standar ini digunakan sebagai acuan atau pegangan, terutama bagi teknisi laboratorium,
sehingga diperoleh contoh uji yang mewakili, dengan jumlah dan ukuran butir yang sesuai
dengan ketentuan.
Secara umum, standar ini mencakup ruang lingkup, acuan normatif, istilah dan definisi,
peralatan, ukuran contoh tanah, penyiapan awal contoh uji, contoh uji untuk analisis ukuran
butir, pengujian sifat fisik, pengujian hubungan kadar air-densitas dan pengujian lainnya
yang mungkin diperlukan.

iii

RSNI 1975:20XX

Metode penyiapan secara kering contoh tanah terganggu dan tanah-agregat


untuk pengujian

Ruang lingkup

1.1 Standar ini menetapkan metode atau cara penyiapan secara kering contoh tanah dan
tanah yang mengandung agregat yang diperoleh dari lapangan untuk pengujian analisis
ukuran butir, berat jenis, batas cair, batas plastis, faktor susut, hubungan kadar air-densitas
dan pengujian lainnya yang mungkin diperlukan.
1.2 Standar ini hanya memberikan informasi kualitatif sehingga hal yang menyangkut
presisi tidak digunakan.
1.3

2
2.1

Nilai-nilai yang digunakan dalam standar ini dinyatakan dalam SI.

Acuan normatif
Standar AASHTO

M 92, Wire-Cloth Sieves for Testing Purposes (SNI 03-6866-2002, Spesifikasi saringan
anyaman kawat untuk keperluan pengujian)
M 231, Weighing Devices Used in the Testing of Materials (SNI 03-6414-2002, Spesifikasi
timbangan yang digunakan pada pengujian bahan)
T 88, Particle Size Analysis of Soils (SNI 3423:2008, Cara uji analisis ukuran butir tanah)
T 89, Determining the Liquid Limit of Soils (SNI 1967:2008, Cara uji penentuan batas cair
tanah)
T 90, Determining the Plastic Limit and Plasticity Index of Soils (SNI 1966:2008, Cara uji
penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah)
T 92, Determining the Shrinkage Factors of Soils (SNI 3422:2008, Cara uji penentuan batas
susut tanah)
T 99, Moisture-Density Relations of Soils Using a 2.5-kg (5.5-lb) Rammer and a 305-mm (12in) Drop (SNI 1742:2008, Cara uji kepadatan ringan untuk tanah)
T 100, Specific Gravity of Soils (SNI 1964:2008, Cara uji berat jenis tanah)
T 180, Moisture-Density Relations of Soils Using a 4.54-kg (10-lb) Rammer and a 457-mm
(18-in.) Drop (SNI 1743:2008, Cara uji kepadatan berat untuk tanah)
T 248, Reducing Samples of Aggregate to Testing Size (SNI 13-6717-2002, Tata cara
penyiapan benda uji dari contoh agregat)

3 Istilah dan definisi


Untuk tujuan penggunaan dalam standar ini, istilah dan definisi berikut digunakan
3.1
cara perempat
pembagian atau pemisahan contoh tanah atau tanah yang mengandung agregat menjadi
empat bagian yang sama (quartering) dengan menggunakan alat sederhana seperti sekop,
cangkul atau alat lain yang sesuai

1 dari 10

RSNI 1975:20XX

3.2
contoh tanah kering
contoh tanah atau tanah yang mengandung agregat yang telah dikeringkan di udara terbuka
atau dikeringkan dengan menggunakan alat pengering dengan suhu tidak lebih dari 60 0C
sampai tanah dapat digemburkan atau disaring, tanpa koreksi kadar air higroskopis
3.3
contoh tanah terganggu
contoh tanah atau tanah yang mengandung agregat yang telah mengalami perubahan
struktur akibat adanya gangguan pada waktu pengambilannya di lapangan
3.4
contoh uji
contoh tanah atau tanah yang mengandung agregat yang digunakan untuk pengujian, telah
melalui proses pemecahan gumpalan atau penggemburan, pemisahan, penyaringan,
dengan ukuran butir dan jumlahnya telah sesuai dengan ketentuan
3.5
pemisahan contoh
pembagian atau pemisahan contoh tanah atau tanah yang mengandung agregat menjadi
dua bagian yang sama dengan menggunakan alat pemisah contoh (splitter)
3.6
talam
tempat penampungan atau penyimpanan dan pemecahan gumpalan contoh tanah atau
tanah yang mengandung agregat dalam jumlah yang cukup banyak

3.7
tanah agregat
campuran tanah dan agregat (pasir kerikil)
3.8
tanah vulkanis
tanah yang terbentuk dari lapukan material letusan gunung berapi

4
4.1

Peralatan
Timbangan

Timbangan yang digunakan untuk menentukan massa contoh tanah yang diuji harus sesuai
dengan persyaratan SNI 03-6414-2002. Timbangan untuk menentukan massa contoh tanah
untuk pengujian analisis ukuran butir, berat jenis dan pengujian sifat fisik harus mempunyai
ketelitian pembacaan maksimum 0,01 g dan timbangan untuk menentukan massa contoh
tanah untuk pengujian gradasi (analisis saringan) dan pengujian hubungan kadar airdensitas harus mempunyai ketelitian pembacaan maksimum 1 g.
4.2

Alat pengering

Alat pengering yang sesuai, mampu mengeringkan contoh tanah pada suhu tidak lebih dari
60 C.

2 dari 10

RSNI 1975:20XX

4.3

Saringan

Serangkaian saringan dengan ukuran 19,0 mm (3/4 inci), 4,75 mm (No. 4), 2,00 mm (No.
10), 0,425 mm (No. 40) dan lain-lain sesuai dengan keperluan, lihat Catatan 1. Saringan
harus sesuai dengan SNI 03-6866-2002.
CATATAN 1 - Saringan 75 mm (3 inci), 50 mm (2 inci), 25 mm (inci) dan 9,5 mm (3/8 inci) diperlukan
untuk menentukan gradasi, lihat Tabel 1. Saringan 75 mm (3 inci) juga diperlukan jika contoh tanah
yang tertahan saringan 19,0 mm (3/4 inci) atau tertahan saringan 4,75 mm (No. 4) diperhitungkan,
misalnya untuk pengujian hubungan kadar air-densitas sesuai dengan SNI 1742:2008 atau SNI
1743:2009 dan pengujian CBR sesuai dengan SNI 03-1744-1989.

4.4

Peralatan penggembur

Mangkok porselin atau talam (dengan penumbuk yang dibungkus karet) atau alat
penggembur mekanis yang sesuai untuk memecahkan gumpalan contoh tanah tanpa
menimbulkan pecahnya butiran asli tanah.
4.5

Alat pemisah

Sebuah alat pemisah, lihat Gambar A.1 pada Lampiran A, untuk memisahkan atau membagi
contoh tanah menjadi dua bagian yang sama (sebanding) dan mampu mendapatkan jumlah
contoh tanah yang mewakili tanpa menyebabkan kehilangan butiran halus yang cukup
berarti. Alat pemisah contoh tanah harus dilengkapi dengan wadah/talam yang digunakan
untuk menampung contoh tanah yang dibagi tersebut. Lebar talam harus sama dengan lebar
total dari luncuran (riffle chutes) alat pemisah. Pemisahan contoh tanah pada kain kanvas
juga diperbolehkan, lihat Catatan 2.
CATATAN 2 - Prosedur pemisahan contoh tanah diuraikan dalam SNI 13-6717-2002.

Ukuran contoh tanah

5.1
5.1.1

Jumlah contoh tanah yang diperlukan untuk setiap pengujian, sebagai berikut:
Analisis ukuran butir tanah

Untuk analisis ukuran butir contoh tanah yang lolos saringan 2,00 mm (No. 10) diperlukan
kira-kira 110 g untuk tanah pasiran dan kira-kira 60 g untuk tanah lanauan atau lempungan.
Sejumlah contoh tanah yang tertahan saringan 4,75 mm (No. 4) atau saringan 2,00 mm (No.
10) diperlukan, lihat catatan 3, untuk menentukan gradasi yang mewakili sesuai dengan SNI
03-1968-1990, dan tergantung pada ukuran butir maksimum, jumlah contoh tanah tidak
boleh kurang dari jumlah yang ditunjukkan dalam Tabel 1.
Tabel 1 - Jumlah minimum contoh tanah yang diperlukan untuk menentukan gradasi
Diameter butir maksimum
9,5 mm (3/8 inci)
25 mm (1 inci)
50 mm (2 inci)
75 mm (3 inci)

Jumlah (massa) minimum,


g
500
2 000
4 000
5 000

3 dari 10

Kapasitas dan sensitivitas


timbangan
Mampu mengukur massa
contoh tanah dengan
ketelitian pembacaan
sampai maksimum 1 g

RSNI 1975:20XX

CATATAN 3 - Contoh tanah yang digunakan untuk analisis saringan dapat dipisahkan dengan
menggunakan saringan 2,00 mm (No. 10) sesuai butir 6.2.1 atau saringan 4,75 mm (No. 4) sesuai
butir 6.2.2. Apabila hanya sedikit persentase contoh tanah yang tertahan saringan 2,00 mm (No. 10)
atau saringan 4,75 mm (No. 4), jumlah contoh tanah total diperlukan minimum sesuai dengan Tabel 1.
Persyaratan jumlah minimum sesuai dengan Tabel 1 tersebut diperlukan jika tanah akan digunakan
untuk lapis fondasi atau lapis fondasi bawah, timbunan pilihan, atau lainnya yang mempunyai
persyaratan untuk agregat kasar.

5.1.2

Berat jenis

Untuk pengujian berat jenis dalam kaitannya dengan pengujian analisis ukuran butir tanah
sesuai dengan SNI 3423 : 2008, diperlukan contoh tanah yang lolos saringan 2,00 mm (No.
10) minimum 25 g (kering oven) apabila menggunakan botol/labu ukur dan minimum 10 g
apabila menggunakan piknometer.
5.1.3

Pengujian sifat fisik

Untuk pengujian sifat fisik, diperlukan contoh tanah yang lolos saringan 0,425 mm (No. 40)
minimum 300 g sesuai dengan Tabel 2.
Tabel 2 - Jumlah contoh tanah yang diperlukan untuk pengujian sifat fisik
Jenis pengujian dan standar acuan
Batas cair, SNI 1967 : 2008
Batas plastis, SNI 1966 : 2008
Faktor susut, SNI 3422 : 2008
Kadar air lapangan ekuivalen, AASHTO T 93
Cadangan untuk pemeriksaan ulang
5.1.4

Jumlah (massa)
minimum, g
100
20
30
50
100

Kapasitas dan
sensitivitas timbangan
Mampu mengukur
massa contoh tanah
dengan ketelitian
pembacaan sampai
maksimum 0,01 g

Pengujian hubungan kadar air-densitas

Untuk pengujian hubungan kadar air-densitas (pengujian kepadatan tanah), diperlukan


contoh tanah yang lolos saringan 4,75 mm (No. 4) untuk metode A dan metode B atau
contoh tanah yang lolos saringan 19,0 mm (3/4 inci) untuk metode C dan metode D, sesuai
dengan SNI 1742 : 2008 atau SNI 1743 : 2008. Jumlah contoh tanah yang diperlukan
tergantung pada metode yang digunakan, lihat Tabel 3.
Tabel 3 Jumlah contoh tanah yang diperlukan untuk pengujian hubungan
kadar air-densitas
Metode
uji
A
B
C
D
5.1.5

Diameter butir
maksimum,
lolos saringan
4,75 mm (No. 4)
4,75 mm (No. 4)
19,0 mm (3/4 inci)
19,0 mm (3/4 inci)

Jumlah (massa) minimum, g


Menggunakan Menggunakan
1 contoh tanah 5 contoh tanah
3 000
12 500
7 000
25 000
5 000
15 000
11 000
30 000

Kapasitas dan
sensitivitas timbangan
Mampu mengukur massa
contoh tanah dengan
ketelitian pembacaan
sampai maksimum 1 g

Pengujian lainnya yang mungkin diperlukan

Jumlah contoh tanah yang diperlukan untuk pengujian lainnya mengacu pada metode
pengujian (standar) yang ditetapkan.

4 dari 10

RSNI 1975:20XX

Penyiapan awal contoh uji

6.1 Contoh tanah yang diterima dari lapangan harus dikeringkan secara menyeluruh atau
merata di udara terbuka atau dengan menggunakan alat pengering dengan suhu tidak lebih
dari 60 0C, lihat Catatan 4. Jumlah contoh tanah yang mewakili, yang diperlukan untuk
pengujian harus diperoleh dengan alat pengambil contoh (sampler), atau dengan cara
pemisahan (splitting) atau cara perempat (quartering), lihat Gambar A.1 dan Gambar A.2
pada Lampiran A. Gumpalan butiran contoh tanah harus dipecahkan/digemburkan dengan
peralatan penggembur untuk menghindari pecahnya butiran asli tanah.
CATATAN 4 - Contoh tanah yang dikeringkan dalam oven atau alat pengering lainnya pada suhu
0
tidak lebih dari 60 C dianggap sama dengan contoh tanah yang dikeringkan di udara terbuka. Untuk
tanah vulkanis, tidak boleh dikeringkan dengan menggunakan oven.

6.2 Bagian contoh tanah kering yang digunakan untuk analisis ukuran butir dan pengujian
sifat fisik (termasuk berat jenis) harus ditimbang dan massa yang tercatat merupakan massa
contoh total tanpa koreksi kadar air higroskopis. Bagian contoh tersebut harus dipisahkan
menurut fraksi-fraksi, menggunakan salah satu dari cara berikut:
6.2.1

Menggunakan saringan 2,00 mm (No. 10)

Contoh tanah kering harus dipisahkan menjadi dua fraksi dengan menggunakan saringan
2,00 mm (No. 10). Gumpalan butiran contoh tanah yang tertahan saringan tersebut harus
dipecahkan dengan peralatan penggembur sampai gumpalan butiran contoh tanah terpisah
tetapi tidak sampai memecahkan butiran aslinya, kemudian dipisahkan lagi menjadi dua
fraksi dengan menggunakan saringan 2,00 mm (No. 10).
6.2.2

Menggunakan saringan 4,75 mm (No. 4) dan saringan 2,00 mm (No. 10)

Cara ini dilakukan dalam 2 tahap, sebagai berikut:


a) Contoh tanah kering harus dipisahkan menjadi dua fraksi dengan menggunakan saringan
4,75 mm (No. 4). Gumpalan butiran contoh tanah yang tertahan saringan 4,75 mm (No.
4) harus dipecahkan dengan menggunakan peralatan penggembur sampai gumpalan
butiran contoh tanah terpisah tetapi tidak sampai memecahkan butiran aslinya, dan
dipisahkan lagi menjadi dua fraksi dengan menggunakan saringan 4,75 mm (No. 4).
Contoh tanah yang lolos saringan 4,75 mm (No. 4) harus dicampur secara merata dan
dengan menggunakan alat pengambil contoh atau dengan cara pemisahan atau cara
perempat, lihat Lampiran A, sejumlah contoh tanah yang mewakili yang digunakan untuk
pengujian harus diperoleh dan ditimbang.
b) Contoh tanah yang lolos saringan 4,75 mm (No. 4) yang diperoleh sesuai dengan butir a)
dipisahkan lagi dengan menggunakan saringan 2,00 mm (No. 10), dan diproses sesuai
dengan butir 6.2.1. Contoh tanah yang tertahan saringan 2,00 mm (No. 10) ditimbang
untuk digunakan dalam perhitungan analisis saringan.

Contoh uji untuk analisis ukuran butir dan berat jenis

7.1 Contoh tanah yang tertahan saringan 2,00 mm (No. 10) sesuai dengan butir 6.2.1 atau
tertahan saringan 4,75 mm (No. 4) sesuai dengan butir 6.2.2 setelah penyaringan kedua,
harus dipisahkan untuk digunakan dalam analisis saringan.
7.2 Contoh tanah yang lolos saringan 2,00 mm (No. 10) sesuai dengan butir 6.2.1 atau
butir 6.2.2 harus dicampur secara merata dan dengan menggunakan alat pengambil contoh

5 dari 10

RSNI 1975:20XX

atau dengan cara pemisahan atau cara perempat, lihat Lampiran A, contoh yang mewakili
harus mempunyai massa sesuai dengan jenis pengujian, sebagai berikut:
a) Untuk analisis hidrometer dan analisis saringan contoh tanah yang lolos saringan 2,00
mm (No. 10), diperlukan sebanyak 110 g untuk tanah pasiran dan 60 g untuk tanah
lanauan atau lempungan.
b) Untuk berat jenis contoh tanah yang lolos saringan 2,00 mm (No. 10), diperlukan
sebanyak 25 g apabila menggunakan botol/labu ukur dan 10 g apabila menggunakan
piknometer.

Contoh uji untuk pengujian sifat fisik

8.1 Bagian tersisa dari contoh tanah yang lolos saringan 2,00 mm (No. 10) dipisahkan
menjadi dua fraksi dengan menggunakan saringan 0,425 mm (No. 40). Gumpalan butiran
contoh tanah yang tertahan saringan 0,425 mm (No. 40) harus dipecahkan dengan
menggunakan peralatan penggembur sampai gumpalan butiran contoh tanah terpisah tetapi
tidak sampai memecahkan butiran aslinya. Jika contoh tanah mengandung butiran yang
mudah pecah (rapuh) seperti serpihan mika dan fragmen kerang laut, pemecahan harus
dilakukan secara hati-hati untuk memisahkan/melepaskan tanah yang lebih halus yang
menempel pada butiran yang lebih kasar. Gumpalan contoh tanah yang telah dipecahkan
kemudian dipisahkan menjadi dua fraksi dengan menggunakan saringan 0,425 mm (No. 40)
dan dipecahkan lagi dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Apabila pemecahan yang
berulang-ulang ini menghasilkan sedikit saja contoh tanah yang lolos saringan 0,425 mm
(No. 40), contoh tanah yang tertahan saringan 0,425 mm (No. 40) harus dibuang. Contoh
tanah yang lolos saringan 0,425 mm (No. 40) yang diperoleh dari hasil pemecahan dan
penyaringan harus dicampur secara merata dan digunakan untuk pengujian sifat fisik.

Contoh uji untuk pengujian hubungan kadar air-densitas dan pengujian lainnya

9.1 Untuk pengujian hubungan kadar air-densitas, contoh tanah kering, lihat butir 6.1,
dipisahkan dengan menggunakan saringan 4,75 mm (No. 4) untuk metode A dan metode B,
dan saringan 19,00 mm (3/4 inci) untuk metode C dan metode D. Gumpalan butiran contoh
tanah yang tertahan saringan 4,75 mm (No. 4) atau saringan 19,00 mm (3/4 inci) harus
dipecahkan dengan menggunakan peralatan penggembur sampai gumpalan butiran contoh
tanah terpisah tetapi tidak sampai memecahkan butiran aslinya, kemudian dipisahkan lagi
dengan menggunakan saringan 4,75 mm (No. 4) atau saringan 19,00 mm (3/4 inci).
9.2 Contoh tanah yang tertahan saringan setelah penyaringan kedua, jika diperlukan,
harus disimpan. Contoh tanah yang lolos saringan 4,75 mm (No. 4) atau saringan 19,00 mm
(3/4 inci) pada penyaringan pertama dan kedua dicampur secara merata dan digunakan
untuk pengujian.
9.3 Contoh uji untuk pengujian lainnya harus dipisahkan dengan menggunakan saringan
yang sesuai. Jika perlu, peralatan penggembur harus digunakan untuk memecahkan
gumpalan contoh tanah tertahan saringan tersebut tanpa menimbulkan pecahnya butiran asli
tanah. Gumpalan butiran contoh tanah yang telah dipecahkan, selanjutnya dipisahkan
menjadi dua fraksi dengan menggunakan saringan yang sesuai. Contoh tanah yang
tertahan, dipecahkan kembali dan disaring seperti cara sebelumnya. Contoh tanah yang
tertahan setelah penyaringan kedua , jika diperlukan, harus disimpan. Contoh tanah yang
lolos saringan pada penyaringan pertama dan kedua harus dicampur secara merata dan
digunakan untuk pengujian.

6 dari 10

RSNI 1975:20XX

10 Ketelitian
Oleh karena penyiapan contoh tanah untuk pengujian ini tidak menghasilkan nilai yang
bersifat numerik, ketelitian, penyimpangan dan ketepatan tidak diterapkan

7 dari 10

RSNI 1975:20XX

Lampiran A
(normatif)
Gambar alat pemisah contoh tanah dan pembagian contoh tanah dengan cara
perempat

Gambar A.1 - Alat pemisah contoh tanah (splitter)

a)

Contoh tanah ditumpahkan pada permukaan yang


keras dan bersih, dicampur dan dibentuk menyerupai
kerucut

b)

Contoh tanah diratakan dan dibagi menjadi 2 bagian


yang sama

c)

Setiap bagian sesuai b) dibagi lagi menjadi 2 bagian


yang sama

d)

Ambil 2 bagian contoh yang besilangan dan dicampur


sampai merata, dan sisanya disimpan, jika diperlukan

Gambar A.2 - Pembagian contoh tanah dengan cara perempat (quartering)

8 dari 10

RSNI 1975:20XX

Lampiran B
(informatif)
Penjelasan revisi SNI 03-1975-1990

Metode penyiapan secara kering contoh tanah terganggu dan tanah-agregat untuk pengujian
yang diuraikan pada standar ini adalah revisi dari SNI 03-1975-1990, Metode
mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat (cara kering). Beberapa
perubahan atau perbedaan SNI ini jika dibandingkan dengan SNI 03-1975-1990 ditunjukkan
pada Tabel B.
Tabel B Perbandingan SNI 03-1975-1990 dan SNI 1975: 20xx (revisi)
No.

Uraian

SNI 03-1975-1990

1.

Tata cara penulisan


standar

2.

Ruang lingkup

3.

Acuan normatif

Tidak diuraikan

4.

Istilah dan definisi

Tidak diuraikan

5.

Ukuran contoh
tanah untuk uji
hubungan kadar
air-densitas

6.

Prosedur
penyiapan contoh

7.

Contoh uji untuk


pengujian berat
jenis

Prosedur penyiapan contoh


mencakup cara kering dan
cara basah
Diperlukan contoh uji
sebanyak 25 g apabila
menggunakan piknometer dan
10 g apabila menggunakan
labu/botol ukur

SNI 1975: 20xx (revisi)

Tidak diuraikan

Mengacu pada Pedoman


Standardisasi Nasional (PSN)
Nomor 8 tahun 2007
Mencakup cara kering dan Mencakup cara kering saja
cara basah

Cara A, 20 kg
Cara B, 45 kg
Cara C, 35 kg
Cara D, 70 kg

9 dari 10

Terdiri dari beberapa standar


(SNI dan ASTM)
Diuraikan definisi dari
beberapa istilah yang
digunakan dalam standar
- Cara A, 3 000 g apabila
menggunakan 1 contoh dan
12 500 g apabila
menggunakan 5 contoh
- Cara B, 7 000 g apabila
menggunakan 1 contoh dan
25 000 g apabila
menggunakan 5 contoh
- Cara C, 5 000 g apabila
menggunakan 1 contoh dan
15 000 g apabila
menggunakan 5 contoh
- Cara D, 11 000 g apabila
menggunakan 1 contoh dan
30 000 g apabila
menggunakan 5 contoh
Prosedur penyiapan contoh
mencakup cara kering saja
Diperlukan contoh uji
sebanyak 10 g apabila
menggunakan piknometer dan
25 g apabila menggunakan
labu/botol ukur

RSNI 1975:20XX

Bibliografi

AASHTO Designation: T 87-86 (2004), Standard Method of Test for Dry Preparation of
Disturbed Soil and Soil Aggregate Samples for Test.
AASHTO T 93, Standard Method of Test for Determining the Field Moisture Equivalent of
Soils
SNI 03-1744-1989, Metode pengujian CBR laboratorium.
SNI 03-1968-1990, Metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar.

10 dari 10