Anda di halaman 1dari 7

SKIOZOFRENIA

PENDAHULUAN
Kesehatan adalah suatu kondisi yang bukan hanya bebas dari penyakit, cacat, kelemahan tapi
benar-benar merupakan kondisi positif dan kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang
memungkinkan untuk hidup produtif. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan
orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, individu
dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya agar segala kebutuhannya dapat terpenuhi
tingkat sosial di masyarakat lebih tinggi. Hal ini merupakan dambaan setiap
manusia ( Dep Kes RI. 2000 ).
Gangguan jiwa adalah penyakit non fisik, seyogianya kedudukannya setara dengan penyakit
fisik lainnya. Meskipun gangguan jiwa tersebut tidak dianggap sebagai gangguan yang
menyebabkan kematian secara langsung, namun beratnya gangguan tersebut dalam arti
ketidak mampuan serta invalisasi baik secara individu maupun kelompok akan menghambat
pembangunan, karena tidak produktif dan tidak efisien. Gangguan jiwa (mental
disorder) merupakan salah satu empat masalah kesehatan utama di Negara-negara maju,
modern dan indrustri keempat kesehatan utama tersbut adalah penyakait degeneratif, kanker,
gangguan jiwa dan kecelakaan. Meskipun gangguan jiwa tersebut tidak di anggap sebagai
gangguan jiwa yang menyebabkan kematian secara langsung, namun beratnya gangguan
tersebut dalam arti ketidakmampuan serta invaliditas baik secara individu maupun kelompok
akan menghambat pembangunan, karena tidak produktif dan tidak efisien (Yosep, 2007).

PEMBAHASAN
Skizofrenia berasal dari dua kata, yaitu Skizo yang artinya retak atau pecah (split), dan
frenia yang artinya jiwa. Dengan demikian seseorang yang menderita skizofrenia adalah
seseorang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian ( Hawari, 2003).
Skizofrenia adalah suatu diskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum
diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang luas,
serta sejumlah akibat yang tergantung pada pertimbangan pengaruh genetik, fisik dan sosial

budaya ( Hawari, 2003).Skizofrenia adalah gangguan terhadap fungsi otak yang timbul akibat
ketidakseimbangan dopamine ( salah satu sel kimia dalam otak , dan juga disebabkan oleh
tekanan yang dialami oleh individu. Merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan
ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan sosial.
Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada
rangsang pancaindra).
ANAMNESIS
Pemeriksaan psikiatri terdiri dari dua bagian . yang pertama, bagian riwayat ( contohnya :
riwayat psikiatri, medis, keluarga ), yang mencakup deskripsi pasien tentang bagaimana
gejala episode kini terjadi, pengkajian episode sebelumnya dan terapi sebelumnya, deskripsi
mengenai kondisi medis saat ini dan dahulu, rangkuman masalah psikiatri serta terapi
anggota keluarga, dan riwayat pribadi pasien , yang mengungkapkan fungsi interpersonal dan
adaptasinya dari waktu ke waktu. Informasi riwayat diperoleh tetapi dapat disukung
informasi tambahan dari anggota keluarga, dinas sosial rujukan, dokter yang sebelumnya
menangani, serta rekam medis lama. Bagian kedua pemeriksaan psikiatri , pemeriksaan status
mental , serta sistematis mengaji fungsi dan emosi pasien saat wawancara di lakukan.
1. Riwayat Psikiatri
Identitas : nama, umur, status perkawinan, jenis kelamin, bahasa selain bahasa inggris,

ras kebangsaan, dan bila berhubungan tanyakan agama,dengan siapa tinggal.


Keluhan utama : tepatnya kenapa pasien datang ke psikiater, lebih disukai dalam
bahasa pasien sendiri, bila mendapat informasi bukan dari pasien, catat siapa yang

memberikan.
Riwayat penyakit sekarang : latar belakang kronologis dan perkembangan gejala atau
perubahan prilaku yang memuncak saat pasien mencari bantuan, situasi kehidupan
pasien saat awitan, kepribadian dalam keadaan normal, bagaimana penyakit
mempengaruhi aktivitas hidup dan hubungan pribadi (perubahan kepribadian, minat ,
mood, sikap terhadap orang lain, cara berpakaian, tingkat ketegangan, iritabilitas,
aktivitas , perhatian, konsentrasi, memori, gaya bicara), gejala psikofisiologi, sifat dan
detail disfungsi nyeri ( lokasi), intensitas, fluktuasi, kadar ansietas ( umum dan

nonspesifik )
Riwayat penyakit medis dan psikiatri dahulu : (1) gangguan emosi atau mentalseberapa jauh mengurangi kemampuan, jenis terapi , nama rumah sakit, lama sakit,
efek terapi; (2) gangguan psikosomatik : hay faver, atritis, kolitis, atritis reumatoid,

3) penyakit medis : ikuti pengkajian sistem yang berlaku, penyakit menular seksual,
penyalahgunaan alkohol atau zat lain, beresiko mengidap AIDS, (4) gangguan

neurologis : sakit kepala, trauma kranioserebral, hilang kesadaran, kejang dan tumor.
Riwayat keluarga : tanyakan mengenai deskripsi tentang keluarga mengenai
kepribadian dan intelegensi, serta hubungan mereka sejak pasien kanak-kanak ,
deskripsikan berbagai lingkungan rumah tangga tempat pasien tinggal, hubungan
antara pasien dengan anggota keluarga, adakah keluarga yang mengalami penyakit

gangguan jiwa.
Riwayat pribdi ( anamnesis) : riwayat kehidupan pasien sejak bayi hingga saat ini
sejauh yang dapat diingat, emosi yang berkaitan dengan periode kehidupan yang
berbeda ( menyakitkan, menyebabkan stress, menimbulkan konflik, atau fase dalam
siklus kehidupan.
(1). Masa kanak-kanak awal sampai usia 3 tahun : riwayat pranatal serta kehamilan
ibu dan riwayat kelahiran, kebiasaan pemberian ASI, perkembangan awal
( perkembngan maternal, perkembangan bahasa, perkembangan motorik, pola tidur,
ansietas terhadap orang asing, kecemasan terhadap perpisahan), latihan buang air,
gejala masalah prilaku, kepribadian dan tempramen sebagai anak.
(2). Masa kanak-kanak pertengahan ( 3-11 tahun). Riwayat awal bersekolah,
penyesuaian diri, identifikasi gender, perkembangan hati nurani, hukuman, hubungan
sosial, sikap terhadap sodara kandung dan teman sepermainan.
(3). Masa kanak-kanak akhir ( pubertas sampai remaja). Hubungan sebaya ( jumlah
teman dan kedekatanya), riwayat sekolah (hubungan dengan guru & guru, pelajaran
favorid, prestasi akademik ), perkembangan motorik dan kognitif, masalah fisik dan

emosional.
Riwayat psikoseksual : rasa penasaran awal, permainan seks, masturbasi, dari mana
diperolehnya pengetahuan seksual, penganiayaan seks, awitan pubertas, aktivitas seks

remaja, sikap terhadap lawan jenis, praktik seksual


Latar belakan keagamaan : taat, liberal, campuran ( kemungkinan konflik).
Masa dewasa : riwayat pekerjaan ( pilihan pekerjaan, konflik, hubungan rekan kerja,),
aktivitas sosial ( apakah pasien memiliki teman, hubungan dengan teman, menarik
diri atau bersosialisai dengan baik, minat sosial, hubungan dengan sesama dan lain

jenis).
Seksualitas dewasa

2. Status Mental
Total keseluruhan observasi pemeriksa dan kesan yang diperoleh dari wawancara
awal.

Penampilan
(1). Identifikasi pribadi : sikap terhadap pemeriksa ( kooperatif, penuh perhatian,
tertari, terus terang, defensif, suka bercanda, bermusuhan, menyenangkan, suka
mengelak , berhati-hati.
(2). Perilaku dan aktivitas psikomotor : car berjalan, tik, gerakan tubuh, kedutan,
menerisme, kikuk, tangkas, kaku, lambat, hiperaktif, teragitasi, penuh perlawanan.
(3). Gambaran Umum ( inspeksi) : postur, pembawaan, pakaian, kerapihan, rambut,
keadaan umum, ada tidaknya tanda-tanda ansietas( tangan lembab, dahi berkeringat,

gelisah, postur tegang, suara tertekan, mata melebar.


Gaya Bicara : cepat, lambattertekan, tertahan, emosional, monoton, lantang, berbisik,

pelo, menggumam, gagap, nada tinggi, jeda, spontanitas, kosakata.


Mood dan Afek
(1). Mood ( emosi yang menetap dan telah meresap yang mewarnai presepsi orang
tersebut terhadap dunia) : bagaimana pasien mengatakan yang dirasakan, depresi,
putus asa, iritabilitas, euforiatik, terpesona.
(2). Afek ( ekspresi yang ditunjukan pasien terhadap hal yang ia rasakan didalam) :
bagaimana pemeriksa menilai afek pasien-luas, terbatas, jumlah dan rentang ekspresi,
kesulitan memulai, mempertahankan atau mengakhiri respon emosional sesuai isi

pikiran, budaya.
Pikiran dan Presepsi
(1) Bentuk pikiran :
- Produktivitas : ide yang sangat berlebihan, miskin ide, berfikir cepat, berfikir
-

lambat, apakah pasien bicara spontan atau jika hanya ditanya.


Kontinuitas pikiran : apakah jawaban pasien benar-benar menjawab
pertanyaan dan mengarah ke tujuan, relevan atau tidak, pernyataan yang tidak

logis, tangensial, meracau, suka mengelak, bertahan, perhatian mudah teralih.


Hendaya bahasa : hendaya yang mencerminkan kejiwaan yang terganggu,

seperti gaya bicara inkoheran atau tidak dapat dipahami ( word salad ).
(2) Isi pikiran : tentang penyakit nya, masalah dilingkungan, obsesi, kompulsi,fobia,
obsesi atau rencana bunuh diri, dorongan antisosial yang spesifik.
(3) Gangguan Berfikir
- Waham : isi semua sistem waham,pengaturan, pengakuan pasien menganai
-

kesahihanya, bagaimana waham tersebut mempengaruhi hidupnya.


Ide pengaruh dan ide rujukan: bagaiman ide itu bermula,ide dan makna ide

tersebut dimata pasien.


(4) Gangguan Presepsi
- Halusi dan ilusi : apakah pasien mendengar suara- suara atau melihat peni
-

dampkan, isi, keterlibatan sistem sensorik,situasi pada saat kejadian.


Depersonalisasi dan derealisasi : perasaan terlepas yang ekstrim dari diri atau
lingkunganya.

Fantasi dan Mimpi


- Mimpi : yang menonjol, bila pasien mampu menceritakanya.
- Fantasi : rekuren, favorit, atau khayalan yang tak tergoyangkan.
Sensorium
- Kesiagaan :kewasadaan terhadap lingkungan, rentang perhatian, somnolen,
-

sopor,latergi, koma.
Orientasi :waktu (apakah pasien dapat mengidentifikasi hari dengan benar,
tanggal, jam, jika sudah di rumah sakit apakah ia sudah mengetahui berapa
lama ia berada disana). Tempat (apakah pasien mengetahui dimana ia berada),
Orang (apakah pasien mengenali siapa pemeriksanya dan siapa orang yang
berkontak dengan denganya).

Tilikan
Adalah tingkat kesadaran dan pemahaman pasien akan penyakitnya. Pasien dapat
menunjukan penyangkalan total akan penyakitnya. Ringkasan tingkat tilikan adalah:
- Penyangkalan total atas penyakitnya
- Sedikit meyadari bahwa dirinya sedikit sakit dan memerlukan bantuan namun
-

pada saat yang sama memberi penyangkalan


Kesadaran bahwa dirinya sakit namun menyalahkan orang lain, faktor

eksternal, faktor organik.


Kesadran bahwa penyakit disebabkan oleh sesuatu yang tidak diketahui

didalam diri pasien.


Tilikan intelektual: pengakuan bahwa pasien sakit dan bahwa gejala atau
kegagalan penyesuaian sosial disebabkan oleh perasaan atau gangguan dari
pasien sendiri yang tidak rasional tanpa menerapkanpengetahuan ini pada
pengalaman di masa datang.

PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN PENUNJANG
DIFERENSIAL DIAGNOSIS

WORKING DIAGNOSIS
SKIZOFRENIA
Skizofrenia berasal dari dua kata, yaitu Skizo yang artinya retak atau pecah (split), dan
frenia yang artinya jiwa. Dengan demikian seseorang yang menderita skizofrenia adalah
seseorang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian ( Hawari, 2003).

Skizofrenia adalah suatu diskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum
diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang luas,
serta sejumlah akibat yang tergantung pada pertimbangan pengaruh genetik, fisik dan sosial
budaya ( Hawari, 2003).Skizofrenia adalah gangguan terhadap fungsi otak yang timbul akibat
ketidakseimbangan dopamine ( salah satu sel kimia dalam otak , dan juga disebabkan oleh
tekanan yang dialami oleh individu. Merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan
ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan sosial.
Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada
rangsang pancaindra)

ETIOLOGI
Skizofrenia didiskusikan seolah-olah sebagai suatu penyakit tunggal namun kategori
diagnostiknya mencakup sekumpulan gangguan, mungkin dengan kausa yang heterogen, tapi
dengan prilaku yang sedikit banyak serupa. Pasien skizofrenia menunjukan presentasi klinis ,
respon terhadap terapi dan perjalanan penyakit yang berbeda-beda. Berikut beberapa teori
yang mencoba menjelaskan mengenai etiologi skizofrenia.

Model Diastase- Stres


Menurut model diastase-stres terhadap integritas faktor biologis, psikososial, dan
lingkungan seseorang mungkin memeliki kerentanan spesifik ( diastesis ) yang bila
diaktifkan oleh pengaruh yang penuh tekanan, memungkin timbulnya gejala
skizofrenia. Pada model diastase-stres yang paling umum, diastais atau stres dapat
berupa stres biologis, lingkungan atau keduanya. Komponen lingkungan dapat
bersifat bilogis ( contohnya : infeksi) atau psikologis ( contohnya : situasi keluarga
yang penuh tekanan atau kematian kerabat terdekat). Dasar biologis diastesis dapat
berbentuk lebih lanjut oleh pengaruh epigenetik, penyalahgunaan zat, stres
psikososial, dan trauma.

Neurobiologi
Kausa skizofrenia belum diketahui. Meskipun demikian, dalam satu dekade
belakangan , terdapat peningkatan jumlah penelitian yang mengindikasikan adanya
peran patofisiologis area otak tertentu, termasuk sismtem limbik, kortek frontal,

serebelum dan ganglia basalis. Keempat area ii saling terhubung sehingga disfungsi
suatu area dapat melibatkan proses patologi primer di tempat lain. Pencitraan otak
manusia hidup dan pemeriksaan neuropatologi jaringan otak posmortem menyataka
sistem limbik sebagai lokasi potensial pada setidaknya beberapa, bahkan mungkin
sebagian besar pasien skizofrenia.

Hipotesis Dopamin
Rumusan paling sederhana hipotesis dopamin tentang skizofrenia menyatakan bahwa
skizofrenia timbul akibat aktivitas dopaminergik yang berlebihan. Teori ini
berkembang berdasarkan dua pengamatan. Pertama, kemanjuran serta potensi besar
sebagian besar obat antipsikotik, yaitu ( antagonis reseptor dopamin) berkorelasi
dengan kemampuanya bertindak

EPIDEMIOLOGI
PATOFISIOLOGI
MANIFESTASI KLINIS
PENATALAKSANAAN
PROGNOSIS
KOMPLIKSI
KESIMPULAN