Anda di halaman 1dari 570

Laporan Tahunan 2013 Annual Report

Garuda Indonesia di
Garuda Indonesia in 2013
Pendapatan Usaha
Operating Revenue

Pendapatan Penumpang
Passenger Revenue

Jumlah Destinasi

USD 2,955 juta | million

Subsidiaries

PT Aero Wisata (Aerowisata)

Bidang Usaha: Industri pariwisata dan


hospitality, antara lain perhotelan, jasa boga,
transportasi darat dan keagenan serta tours &
travel.
Line of Business: Tourism and hospitality industry,
including hotels, catering, land transportation,
agency services and tours & travel.

PT Abacus Distribution Systems


Indonesia (Abacus DSI)

64

Destination

Penerbangan per Hari


Daily Departure

Jumlah Penumpang
Passenger

Kargo (Mainbrand + Citilink)


Cargo (Mainbrand + Citilink)

Armada

534
25 juta | million
345,923 tons

Bidang Usaha: Penyedia jasa teknologi informasi


meliputi bidang jasa sistem komputerisasi
reservasi.
Line of Business: Provider of information
technology services in computerized reservation
systems.

PT Garuda Maintenance Facility Aero


Asia (GMFAA)

110 (Mainbrand)
30 (Citilink)

Fleet

Usia Rata-rata Pesawat


Average Fleet Age

Hub Airports
Lounges

USD 3,716 juta | million

Entitas Anak

5.0 Tahun | Years


5

Bidang Usaha: Jasa perbaikan dan perawatan


pesawat terbang termasuk engine dan
komponennya.
Line of Business: Aircraft maintenance, repair
and overhaul including aircraft engines and
components.

PT Aero Systems Indonesia (Asyst)

43 (Domestik | Domestic)
20 (Internasional | International)

Jumlah Pegawai
Employee

7,861

Seat Load Factor

74.1%

On Time Performance

83.8%

Fuel Burn / Blockhours

3,857

Bidang Usaha: Jasa konsultasi dan rekayasa


sistem teknologi informasi serta jasa
pemeliharaan bagi perusahaan penerbangan
maupun industri lain.
Line of Business: Information technology systems
consultation, engineering and maintenance
services for airlines and other industries.

PT Citilink Indonesia

Bidang Usaha: Jasa angkutan udara niaga


berbiaya murah (low cost airline).
Line of Business: Low cost commercial airline.

2013

Laporan Tahunan
Annual Report

Connecting
Diversity
Tahun 2013 merupakan tahun Network Expansion dalam
strategi Quantum Leap 2011-2015. Pada tahun tersebut, Garuda
Indonesia melakukan investasi berupa penambahan jumlah dan
tipe pesawat, serta pembukaan destinasi dan rute baru. Pada
akhir tahun 2013, Garuda Indonesia juga telah menyelesaikan
persiapan akhir untuk bergabung dengan aliansi global
SkyTeam di awal tahun 2014.
Strategi yang dilakukan Garuda Indonesia tersebut semakin
mengukuhkan langkah untuk terus tumbuh dan mendominasi
pasar full service carrier di Indonesia, serta sebagai global player.
Dengan memberikan lebih banyak pilihan destinasi kepada
penumpang, Garuda Indonesia menghubungkan
keanekaragaman potensi budaya, sosial dan ekonomi antara
Indonesia dan dunia internasional.
2013 is the year of Network Expansion in the Quantum Leap 2011-2015 strategy road
map. In that year, Garuda Indonesia invested in additional numbers and type of aircraft,
and in opening new destinations and flight routes. By the end of 2013, Garuda Indonesia
has also completed the final preparations needed to join the SkyTeam global alliance early
in 2014.
Through such a strategy, Garuda Indonesia has positioned itself solidly for continuing
growth to dominate the full service carrier market in Indonesia and to become a truly
global player.
By offering more destination choices for passengers, Garuda Indonesia is connecting the
social, culture and economic diversity between Indonesia and the world.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

Daftar Isi
Contents
1

Opening

48

Corporate
Strategy

Connecting Diversity

48

Memberikan perjalanan
yang lebih nyaman untuk
menikmati keindahan
Indonesia
Journey in comfort to
see the diverse beauty of
Indonesia

Visi, Misi, dan


Nilai-nilai Perusahaan
Vision, Mission, and
Corporate Values

50

Strategi 2013
2013 Strategy

Menghubungkan Anda
dengan lebih banyak
destinasi di dunia
Enjoy the choice of flying
to more destinations in
the world

Menyatukan keragaman
sumber daya kami
untuk memberi Anda
pengalaman terbang yang
unik dan mengesankan
bersama Garuda Indonesia
Bringing together all our
diverse resources
to give you a flying
experience that is
uniquely Garuda Indonesia

Corporate
Profile

Tentang Garuda Indonesia


About Garuda Indonesia

14

Ikhtisar Keuangan &


Operasional
Financial & Operational
Highlights

17

Ikhtisar Saham & Obligasi


Share & Bond Highlights

22

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

42

Penghargaan & Sertifikasi


Awards & Certifications

56

Management
Report

56

Laporan Dewan Komisaris


Report from the
Board of Commissioners

64

Laporan Direksi
Report from the
Board of Directors

74

Management
Discussion &
Analysis of the
Companys
Performance

76

Industri
Industry

82

Komersial
Commercial

100

Operasional
Operational

118

Layanan
Services

132

SkyTeam

138

New Passenger Service


System (PSS)

142

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

180

Tinjauan Keuangan
Financial Review

196

Business
Support
Review

198

Sumber Daya Manusia


Human Resources

214

Teknologi Informasi
Information Technology

220

Procurement

Entitas Anak
Subsidiaries

PT Aero Wisata (Aerowisata)

226

Corporate
Governance

358

Corporate
Social
Responsibility

Visi dan Misi Pelaksanaan


CSR
Vision and Mission of CSR

228

Kerangka Penerapan GCG


GCG Implementation
Framework

360

231

Struktur Tata Kelola


Perusahaan
Corporate Governance
Structure

361

Garuda Indonesia Peduli


Garuda Indonesia Cares

375

Ketenagakerjaan,
Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
Employee, Health and
Work Safety

233

239

Pelaksanaan GCG Tahun


2013
GCG implementation in
2013

253

Dewan Komisaris
Board of Commissioners

264

Direksi
Board of Directors

286

377

Rapat Umum Pemegang


Saham (RUPS)
General Meeting of
Shareholders (GMS)

Komite Pengembangan
Usaha dan Pemantauan
Risiko
Business Development
and Risk Monitoring
Committee

292

Komite Audit
Audit Committee

296

Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary

300

Audit Internal
Internal Audit

305

Pengendalian Internal
Internal Control

307

Akuntan Publik
Public Accountant

308

Manajemen Risiko
Risk Management

315

Perkara Penting yang


Dihadapi Perusahaan
Significant Litigation Cases

329

Kegiatan Hubungan
Investor di Tahun 2013
Investor Relations
Activities in 2013

336

Etika Bisnis dan Etika Kerja


Business Ethics and Work
Ethic

343

Whistleblowing System

348

Komitmen Terhadap
Perlindungan Konsumen
Consumer Protection
Commitment

353

Rencana Program GCG


Tahun 2014
2014 GCG Plan

520

Consolidated
Financial
Statements

Laporan Keuangan
Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir
31 Desember 2013
Dan Laporan Auditor
Independen
Consolidated Financial
Statements
For The Years Ended
December 31, 2013
And Independent Auditors
Report

Corporate
Data

Profil
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Profile

524

Profil Direksi
Board of Directors Profile

528

Pejabat Senior
Key Personnel

532

Direktur Utama Entitas


Anak
Subsidiaries President
Directors

534

Pejabat Kantor Cabang


Key Branch Personnel

536

Struktur Organisasi
Organizational Structure

538

Perkembangan Armada
Fleet History

540

Armada
Fleet

542

Alamat Kantor Cabang


Branch Office

549

Daftar Istilah
Glossary

550

Surat Pernyataan Anggota


Dewan Komisaris
Tentang Tanggung Jawab
Atas Laporan Tahunan
2013
PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk.
Statement of the Board of
Commissioners Regarding
Responsibility for the
2013 Annual Report of
PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk.

Rencana Tahun 2014


Plans for 2014

378
380

519

551

552

Surat Pernyataan Anggota


Direksi
Tentang Tanggung Jawab
Atas Laporan Tahunan
2013
PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk.
Statement of the Board
of Directors Regarding
Responsibility for the
2013 Annual Report of
PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk.
Referensi Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan
(d/h Bapepam-LK)
No. X.K.6 tentang Bentuk
dan Isi Laporan Tahunan
Cross References to
the Financial Services
Authority (previously
Bapepam-LK) Regulation
No. X.K.6 on Form and
Content of The Annual
Report

Bidang Usaha: Industri pariwisata dan


hospitality, antara lain perhotelan, jasa boga,
transportasi darat dan keagenan serta tours &
travel.
Line of Business: Tourism and hospitality industry,
including hotels, catering, land transportation,
agency services and tours & travel.

PT Abacus Distribution Systems


Indonesia (Abacus DSI)

Bidang Usaha: Penyedia jasa teknologi informasi


meliputi bidang jasa sistem komputerisasi
reservasi.
Line of Business: Provider of information
technology services in computerized reservation
systems.

PT Garuda Maintenance Facility Aero


Asia (GMFAA)

Bidang Usaha: Jasa perbaikan dan perawatan


pesawat terbang termasuk engine dan
komponennya.
Line of Business: Aircraft maintenance, repair
and overhaul including aircraft engines and
components.

PT Aero Systems Indonesia (Asyst)

Bidang Usaha: Jasa konsultasi dan rekayasa


sistem teknologi informasi serta jasa
pemeliharaan bagi perusahaan penerbangan
maupun industri lain.
Line of Business: Information technology systems
consultation, engineering and maintenance
services for airlines and other industries.

PT Citilink Indonesia

Bidang Usaha: Jasa angkutan udara niaga


berbiaya murah (low cost airline).
Line of Business: Low cost commercial airline.

2
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Memberikan perjalanan yang


lebih nyaman untuk menikmati
keindahan Indonesia
Journey in comfort to see the
diverse beauty of Indonesia
Garuda Indonesia membuka akses untuk
menjelajahi beragam keindahan alam dan
keunikan budaya yang menjadi daya tarik
wisata di kepulauan Indonesia.
Garuda Indonesia provides access to the popular tourism
destinations in the Indonesian archipelago of unique natural
and cultural attractions.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Garuda Indonesia mulai


mengoperasikan pesawat turboprop
ATR72-600 pada tahun 2013 untuk
melayani penerbangan rute jarak
pendek dan remote area di Indonesia.
Pesawat dengan sub-brand Explore
ini melengkapi pesawat Bombardier
CRJ1000 NextGen sub-brand ExploreJet yang telah dioperasikan sejak
tahun 2012.

In 2013, Garuda Indonesia started


to operate a fleet of ATR72-600
turboprop aircraft to serve shortrange flights and routes to remote
areas in Indonesia. These Explore
sub-brand flights complement
the Explore-Jet sub-brand flights
with Bombardier CRJ1000 NextGen
aircraft in service since 2012.

Melalui pengoperasian tipe


pesawat ini, Garuda Indonesia terus
meningkatkan konektivitas wilayah
Indonesia serta mengembangkan
jaringan penerbangan ke wilayahwilayah pusat pertumbuhan ekonomi
dan tujuan wisata baru di Indonesia.

By operating this aircraft type,


Garuda Indonesia continues
to improve connectivity within
Indonesia and expand its service
network to new growth centers and
tourism destinations throughout
Indonesia.

44

Destinasi di
dalam negeri
Domestic
Destinations

Hub di Medan, Surabaya,


Denpasar, Balikpapan,
Makassar
Hub in Medan, Surabaya,
Denpasar, Balikpapan,
Makassar

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

4
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Menghubungkan Anda
dengan lebih banyak
destinasi di dunia
Enjoy the choice of flying to more destinations
in the world

Berbagai keunikan di dunia kini menjadi


lebih dekat dan mudah dijangkau
melalui kerjasama internasional Garuda
Indonesia.
Through international code share flights, Garuda Indonesia
brings the various unique landmarks in the world within
easy reach.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Pada Desember 2013, Garuda Indonesia


telah terbang ke 20 destinasi internasional
di Asia, Australia, Timur Tengah, dan Eropa.
Selain itu, Garuda Indonesia juga melayani
26 destinasi internasional melalui
kerjasama code share dengan berbagai
maskapai dunia, termasuk Etihad Airways.
Garuda Indonesia akan bergabung
dengan aliansi global SkyTeam
sebagai anggota ke-20, pada 5 Maret
2014, yang akan membuka jalan untuk
terbang ke 1.064 destinasi SkyTeam di 178
negara.

As at December 2013, Garuda


Indonesia flies to 20 international
destinations in Asia, Australia, the
Middle East, and Europe. In addition,
Garuda Indonesia also offer flights to
26 international destinations in code
share arrangements with a variety
of global carriers, including Etihad
Airways. Garuda Indonesia is set to
formally join the SkyTeam global
alliance as its 20th member on
March 5, 2014. This will open the way
to fly to 1,064 SkyTeams destinations
in 178 countries.

Sebagai persiapan bergabung dengan


SkyTeam, Garuda Indonesia sejak Juni
2013 telah berhasil mengimplementasikan
Passenger Service System (PSS) ALTEA,
yang terintegrasi dengan platform yang
digunakan di aliansi maupun mitra code
share.

As part of the SkyTeam joining


preparations, Garuda Indonesia since
June 2013 has implemented the
ALTEA Passenger Service System (PSS)
which is fully integrated with the
platforms used by alliance members
and code share partners.

20

Destinasi
Internasional
International
Destinations

14

Kerja sama
Code Share
Code Share
Agreement

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

6
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Menyatukan keragaman sumber


daya kami untuk memberi Anda
pengalaman terbang yang unik
dan mengesankan bersama
Garuda Indonesia
Bringing together all our diverse resources
to give you a flying experience that is
uniquely Garuda Indonesia

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Keberhasilan Garuda Indonesia dalam tumbuh dan


berkembang menjadi salah satu maskapai terbaik
dunia dan global player saat ini adalah hasil kerja
keras penuh dedikasi dari seluruh karyawan dari
berbagai unit kerja maupun profesi. Melalui kerja
sama solid dan harmonis antara seluruh karyawan,
Garuda Indonesia menggalang sinergi guna mencapai
kinerja yang optimal.
The many successes of Garuda Indonesia in its
journey of growth to become one of best airlines in the
world and a trully global player are the result of the
dedicated hard work of all employees from various
work units and diverse professions. Through solid
and harmonious teamwork among all employees,
Garuda Indonesia gained the needed synergy towards
optimum performance.

One Team, One Spirit, One Goal

8
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Keberhasilan Garuda Indonesia dalam tumbuh dan


berkembang menjadi salah satu maskapai terbaik
dunia dan global player saat ini adalah hasil kerja
keras penuh dedikasi dari seluruh karyawan dari
berbagai unit kerja maupun profesi. Melalui kerja
sama solid dan harmonis antara seluruh karyawan,
Garuda Indonesia menggalang sinergi guna mencapai
kinerja yang optimal.
The many successes of Garuda Indonesia in its
journey of growth to become one of best airlines in the
world and a trully global player are the result of the
dedicated hard work of all employees from various
work units and diverse professions. Through solid
and harmonious teamwork among all employees,
Garuda Indonesia gained the needed synergy towards
optimum performance.

One Team, One Spirit, One Goal

Tentang Garuda Indonesia


About Garuda Indonesia

Seiring semakin meningkatnya permintaan


jasa industri penerbangan, Perusahaan terus
mengembangkan jaringan penerbangan hingga
ke kota-kota pertumbuhan ekonomi dan wisata
baru di wilayah Barat dan Timur Indonesia.
Along with the increasing demand for air travel services, the
Company continues to expand its network, reaching fast growing
economic cities and new tourist destinations in the Western and
Eastern region of Indonesia.

Sejarah penerbangan komersial Indonesia dimulai


saat bangsa Indonesia sedang mempertahankan
kemerdekaannya. Penerbangan komersial pertama
menggunakan pesawat DC-3 Dakota dengan registrasi RI
001 dari Calcutta ke Rangoon dan diberi nama Indonesian
Airways dilakukan pada 26 Januari 1949. Pada tahun yang
sama, 28 Desember 1949, pesawat tipe Douglas DC-3
Dakota dengan registrasi PK-DPD dan sudah dicat dengan
logo Garuda Indonesian Airways, terbang dari Jakarta
ke Yogyakarta untuk menjemput Presiden Soekarno. Inilah
penerbangan yang pertama kali dengan nama Garuda
Indonesian Airways.

Indonesias commercial aviation history began when


Indonesian people was in struggle to defend their
independence. The first commercial flight from Calcutta
to Rangoon was made on January 26, 1949, using a DC-3
Dakota aircraft with the tail number of RI 001 and the
name Indonesian Airways. In the same year, on December
28, 1949, another DC-3 aircraft registered as PK-DPD
and painted with Garuda Indonesian Airways logo flew
from Jakarta to Yogyakarta to pick up President Soekarno.
This was the first flight made under the name of Garuda
Indonesian Airways.

Setahun kemudian, 1950, Garuda Indonesia resmi menjadi


Perusahaan Negara. Pada masa itu, Perusahaan memiliki
38 buah pesawat yang terdiri dari 22 jenis DC-3, 8 pesawat
laut Catalina, dan 8 pesawat jenis Convair 240. Armada
Perusahaan terus berkembang, dimana untuk pertama
kalinya Garuda Indonesia membawa penumpang jamaah

Then, in a year later, in 1950, Garuda Indonesia officially


became a state owned company. During that period, the
Company operated a fleet of 38 aircraft comprising 22
DC-3, 8 Catalina flying boats, and 8 Convair 240. Garuda
Indonesias fleet continued to grow, and eventually made its
first flight to Mecca carrying Indonesian hajj pilgrims in 1956.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Haji ke Mekkah pada tahun 1956. Perjalanan terbang ke


kawasan Eropa dimulai Garuda Indonesia pada tahun 1965
dengan tujuan akhir di Amsterdam.

In 1965, the first flight to European countries started was


made with Amsterdam as the final destination.

Armada Garuda Indonesia dan kegiatan operasionalnya


mengalami revitalisasi dan restrukturisasi besar-besaran
di sepanjang tahun 1980-an. Hal ini menuntut Perusahaan
merancang pelatihan yang menyeluruh bagi karyawannya
dan mendorong Perusahaan mendirikan Pusat Pelatihan
Karyawan, Garuda Indonesia Training Center di Jakarta
Barat. Selain itu, Garuda Indonesia juga membangun Pusat

Garuda Indonesia fleet and operations underwent largescale revitalization and restructuring throughout the 1980s.
This prompted the Company to develop comprehensive
training programs for its air and ground crews and
established a dedicated training facility in West Jakarta,
named the Garuda Indonesia Training Center. In addition,
the Company also built an Aircraft Maintenance Center

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

10
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tentang Garuda Indonesia


About Garuda Indonesia

Perawatan Pesawat di Bandara Internasional SoekarnoHatta pada masa itu. Di awal tahun 1990, strategi jangka
panjang Garuda Indonesia disusun hingga tahun 2000.
Jumlah armada juga terus ditingkatkan sehingga Garuda
Indonesia menjadi salah satu dari 30 besar maskapai
penerbangan di dunia.

at Soekarno-Hatta International Airport. Then in the early


1990s, Garuda Indonesia developed a long-term growth
strategy which was applied until the year 2000. The
Company also continued to expand its fleet placing Garuda
Indonesia among the 30 largest airlines of the world.

Seiring dengan upaya pengembangan usaha, di awal tahun


2005, Garuda Indonesia memiliki tim manajemen baru, yang
kemudian membuat perencanaan baru bagi masa depan
Perusahaan. Manajemen baru Garuda Indonesia melakukan
evaluasi ulang dan restrukturisasi Perusahaan secara
menyeluruh dengan tujuan meningkatkan efisiensi kegiatan
operasional, membangun kembali kekuatan keuangan yang
mencakup keberhasilan Perusahaan dalam menyelesaikan
restrukturisasi utang, menambah tingkat kesadaran
para karyawan dalam memahami pelanggan, dan yang
terpenting memperbarui dan membangkitkan semangat
karyawan Garuda Indonesia.

Along with the initiatives in business development in 2005,


a new management team took office and formulated new
plans for the future of the Company. The new management
undertook a comprehensive re-evaluation and overall
restructuring with the objective improving operational
efficiency, regained financial stability that involved efforts in
debt restructuring, increased awareness among employees
concerning the importance of service to customers and, most
importantly, revived and revitalized the Garuda Indonesia
spirit.

Penyelesaian seluruh restrukturisasi utang Perusahaan


mengantarkan Garuda Indonesia siap untuk mencatatkan
sahamnya ke publik pada 11 Februari 2011. Perusahaan resmi
menjadi perusahaan publik setelah penawaran umum
perdana atas 6.335.738.000 saham Perusahaan kepada
masyarakat. Saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia pada tanggal 11 Pebruari 2011 dengan kode GIAA.
Salah satu tonggak sejarah penting ini dilakukan setelah
Perusahaan menyelesaikan transformasi bisnisnya melalui
kerja keras serta dedikasi berbagai pihak. Per 31 Desember
2013, struktur kepemilikan saham Garuda Indonesia sebagai
Emiten dan Perusahaan publik adalah Negara Republik
Indonesia (69,14%), karyawan (0,4%), investor domestik
(24,34%), dan investor internasional (6,12%).

The successful completion of the Companys debt


restructuring program opened the way for Garuda Indonesia
to go public on February 11, 2011. The Company officially
became a public company after the initial public offering of
6,335,738,000 shares. The Companys shares were listed on
the Indonesia Stock Exchange on February 11, 2011 with code
GIAA. This was one important milestone after the Company
completed the transformation of its business through hard
work and dedication of all parties. As of December 31, 2013,
the share holding structure of Garuda Indonesia as the Issuer
and public company is the Republic of Indonesia (69.14%),
employees (0.4%), domestic investors (24.34%), and
international investors (6.12%).

Untuk mendukung kegiatan operasionalnya, Garuda


Indonesia memiliki 5 (lima) Entitas Anak yang fokus pada
produk/jasa pendukung bisnis Perusahaan induk, yaitu
PT Abacus Distribution Systems Indonesia, PT Aero Wisata,
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT Aero Systems
Indonesia, dan PT Citilink Indonesia. Dalam menjalani
kegiatan operasionalnya, Perusahaan didukung oleh 7.861
orang karyawan, termasuk 2.010 orang siswa yang tersebar
di Kantor Pusat dan Kantor Cabang.

To support its operations, Garuda Indonesia established


5 (five) subsidiaries focusing on products/services that
support the parent companys business. The subsidiaries
were PT Abacus Distribution Systems Indonesia, PT Aero
Wisata, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT Aero
Systems Indonesia, and PT Citilink Indonesia. In conducting
its operations, the Company is supported by 7,861
employees, including 2,010 students spread across the Head
Office and Branch Offices.

Garuda Indonesia group pada 31 Desember 2013


mengoperasikan 140 pesawat yang terdiri dari 2 pesawat
Boeing 747-400, 7 pesawat Airbus A330-300, 11 pesawat

As of December 31, 2013, Garuda Indonesia group operates


140 aircrafts comprising 2 units Boeing 747-400, 7 units
Airbus A330-300, 11 units Airbus A330-200, 7 units Boeing

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

11

Airbus A330-200, 7 pesawat Boeing 737 Classic (seri


300/500), 65 pesawat Boeing 737-800NG, 12 pesawat
CRJ1000 NextGen, 2 pesawat ATR72-600, 4 pesawat Boeing
777-300ER, dan 30 pesawat Citilink yang terdiri dari 24
pesawat Airbus A320-200, 5 pesawat Boeing 737-300 serta
1 pesawat Boeing 737-400.

737 Classic (300/500 series), 65 units Boeing 737-800NG, 12


units CRJ1000 NextGen, 2 units ATR 72-600, 4 units Boeing
777-300ER, and Citilinks fleet of 30 aircraft comprising 24
units Airbus A320-200, 5 units Boeing 737-300 and 1 unit
Boeing 737-400.

Armada 2013 | 2013 Fleet


Garuda Indonesia
Jenis Pesawat
Fleet

Citilink
Jumlah
Total

Jenis Pesawat
Fleet

Jumlah
Total

Boeing 747- 400

Airbus A320-200

24

Airbus A330-300

Boeing 737-300

Airbus A330-200

11

Boeing 737-400

Boeing 737 Classic (seri 300/500)

Boeing 737-800 NG
Bombardier CRJ1000 NextGen

65
12

ATR72-600

Boeing 777-300ER

Total

110

30

Menghadirkan standar baru kualitas layanan dalam industri


air travel, Garuda Indonesia saat ini melayani penerbangan
ke 64 destinasi pilihan yang terdiri dari 44 kota di area
domestik dan 20 kota di area internasional.

Presenting a new standard of service quality in air travel


industry, Garuda Indonesia currently flies to 64 destinations,
consists of 44 cities in Indonesia and 20 cities abroad.

Seiring dengan semakin meningkatnya permintaan


akan jasa industri penerbangan, Garuda Indonesia terus
mengembangkan jaringan penerbangannya hingga ke
kota-kota pertumbuhan ekonomi dan wisata baru di wilayah

Along with the increasing demand for air travel services, the
Company continues to expand its network, reaching fast
growing economic cities and new tourist destinations in
the Western and Eastern region of Indonesia. In addition to

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

12
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tentang Garuda Indonesia


About Garuda Indonesia

Timur Indonesia. Selain melayani penerbangan di rute-rute


tujuan yang dioperasikan, saat ini Garuda Indonesia juga
melaksanakan perjanjian code share dengan 14 maskapai
internasional.

serve its own flight routes, Garuda Indonesia also entered


into the agreement of code share with 14 international
airlines.

Selain itu, mulai 5 Maret 2014, Garuda Indonesia resmi


bergabung dengan aliansi penerbangan SkyTeam,
sebagai bagian dari program pengembangan jaringan
internasionalnya. Dengan bergabung dalam SkyTeam,
pengguna jasa Garuda Indonesia dapat terhubung ke 1.064
destinasi di 178 negara yang dilayani oleh seluruh maskapai
penerbangan anggota SkyTeam dengan total lebih dari
15.700 penerbangan per hari. Para pengguna jasa Garuda
Indonesia juga dapat memperoleh akses ke 564 lounges
terbaik SkyTeam di seluruh dunia. Selain itu, masuknya
Garuda Indonesia ke dalam SkyTeam juga akan menguatkan
Indonesia dalam peta Air Travel dunia.

Additionally, starting on March 5, 2014, Garuda Indonesia,


officially joined the SkyTeam global alliance, as part of
its international network expansion program. By joining
the SkyTeam, Garuda Indonesia passengers are now able
to fly to 1,064 destinations in 178 countries served by all
SkyTeam member airlines with more than 15,700 flights
per day and access 564 lounges worldwide. Moreover,
by joining SkyTeam, Garuda Indonesia will further
establish Indonesia firmly on the map of worldwide
air travel.

Sebagai bagian dari upaya Perusahaan untuk terus


meningkatkan layanan kepada pengguna jasa,
Garuda Indonesia memperkenalkan layanan khas
Garuda Indonesia Experience, yang menghadirkan
keramahtamahan, budaya, dan segala hal terbaik dari
Indonesia melalui kelima panca indera, yaitu sight, sound,
taste, scent, dan touch, untuk diimplementasikan dalam
layanan pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight, dan
post- journey.

As part of the Companys effort in continuously improving


its services to passengers, Garuda Indonesia introduced
the distinctive concept of service called Garuda Indonesia
Experience, which brings hospitality, culture, and
everything best from Indonesia through five senses, namely
sight, sound, taste, scent, and touch, to be implemented in
the service of pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight,
and post-journey.

Garuda Indonesia juga merupakan salah satu maskapai


yang terdaftar sebagai IATA Operational Safety Audit
(IOSA) Operator dan menerapkan standar keamanan dan
keselamatan yang setara dengan maskapai internasional
besar anggota IATA lainnya. Garuda Indonesia menerima
sertifikat IOSA pada tahun 2008 lalu.

Garuda Indonesia is also listed as one of IATA Operational


Safety Audit (IOSA) operators, applying safety and security
standards equivalent to major international airline members
of IATA. Garuda Indonesia received IOSA certification in
2008.

Seiring dengan peningkatan kinerja di berbagai aspek


operasional dan layanan yang dilaksanakan, Garuda
Indonesia meraih apresiasi dan penghargaan dari berbagai
lembaga nasional maupun internasional. Pada tahun
2012, Garuda Indonesia dinobatkan sebagai The Best
International Airline oleh lembaga riset Roy Morgan di
Australia, serta The Worlds Best Regional Airline oleh
Skytrax, lembaga pemeringkat airline yang berkedudukan
di London, dalam ajang pameran kedirgantaraan
Farnborough Airshow.

In line with improvements in various aspects of its


performance and service, Garuda Indonesia has gained
numbers of accolades and recognition from both national
and international institutions. In 2012, Garuda Indonesia was
named as the Best International Airline by Roy Morgan
Research Institutes Australia, as well as The Worlds Best
Regional Airline by Skytrax, the airline rating agency based
in London, during the aerospace exhibition Farnborough
Airshow.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

13

Selanjutnya, dalam pameran kedirgantaraan Paris Air


Show Juni 2013 lalu, Garuda Indonesia juga memperoleh
penghargaan The Worlds Best Economy Class dan Best
Economy Class Airline Seat, serta masuk dalam jajaran The
Worlds Top 10 Airlines. Selain itu, pada acara Passenger
Choice Award 2013 yang diselenggarakan pada September
2013 di Anaheim, California, Amerika Serikat, oleh Airline
Passenger Experience Association (APEX), asosiasi
peningkatan layanan penerbangan yang berkedudukan di
New York, Garuda Indonesia terpilih sebagai Airline Terbaik
di Kawasan Asia dan Australasia (Best in Region: Asia and
Australasia).

Furthermore, during the Paris Air Show in June 2013,


Garuda Indonesia also awarded with The Worlds Best
Economy Class and the Best Economy Class Airline Seat,
and named as The Worlds Top 10 Airlines.
In addition, during the Passenger Choice Awards 2013
held in September 2013 in Anaheim, California, United
States, organized by the Airline Passenger Experience
Association (APEX), the association for the increase in flight
services based in New York, Garuda Indonesia was chosen
as Best in Region: Asia and Australasia .

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan yang tertuang


di dalam Akta No. 24 tanggal 16 November 2010,
kegiatan usaha utama Perseroan adalah melaksanakan
pengangkutan udara niaga berjadwal dan tidak berjadwal
untuk penumpang, barang dan pos dalam negeri dan luar
negeri; melaksanakan reparasi dan pemeliharaan pesawat
udara, baik untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak
ketiga; memberikan jasa penunjang operasional angkutan
udara niaga, meliputi catering dan ground handling baik
untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga;
memberikan jasa layanan sistem informasi yang berkaitan
dengan industri penerbangan baik untuk keperluan sendiri
maupun untuk pihak ketiga; memberikan jasa layanan
konsultasi yang berkaitan dengan industri penerbangan;
memberikan jasa layanan pendidikan dan pelatihan
yang berkaitan dengan industri penerbangan, baik
untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga; dan
memberikan jasa layanan kesehatan personil penerbangan,
baik untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga.

In accordance with the Articles of Association of the


Company, as outlined in the Deed No. 24 dated November
16, 2010, the main business activity of the Company is to
carry out scheduled and non-scheduled commercial air
transport for passengers, cargo and mails in the country and
abroad; carry out repair and maintenance of aircraft either
for internal needs or for third parties; provide operational
support services for commercial air transport, including
catering and ground handling, either for internal or for
third parties; provide information systems services related
to aviation industry, either for internal needs or for third
parties; provide consulting services related to the aviation
industry; provide education and training related to the
aviation industry, either for internal or for third parties; and
provide personnel health services, either for internal or for
third parties.

Dalam melaksanakan kegiatan usaha utamanya tersebut,


Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha pendukung
dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya
yang dimiliki untuk pergudangan, perkantoran, fasilitas
pariwisata, dan penyewaan dan pengusahaan sarana dan
prasarana yang terkait dengan industri penerbangan.

In carrying out its core business, the Company may also


carry out business support activities to optimizing the
utilization of its resources, such as warehousing, offices,
tourism facilities, and leasing and operation of facilities and
infrastructure associated with the aviation industry.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

14
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Ikhtisar Keuangan & Operasional


Financial & Operational Highlights
Angka-angka pada seluruh tabel dan grafik dalam
Laporan Tahunan ini menggunakan notasi bahasa Indonesia

Numerical notations in all tables and graphs


in this Annual Report are in Indonesian

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. & Entitas Anak (dalam USD penuh kecuali dinyatakan lain)
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. & Subsidiaries (In full amount of USD, except stated otherwise)

2013

2012

2011*

Jumlah Pendapatan Usaha

3.716.076.586

3.472.468.962

3.096.328.405

Jumlah Beban Usaha

3.659.628.311

3.304.396.858

3.003.980.817

56.448.275

168.072.104

92.347.588

(47.632.672)

(16.541.550)

4.585.680

Laba Usaha
Jumlah Pendapatan (Beban) NonUsaha Lainnya
Laba Sebelum Pajak

8.815.603

151.530.554

96.933.268

Manfaat (Beban) Pajak

2.384.777

(40.687.981)

(32.707.732)

Laba yang Dapat Diatribusikan


Kepada:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non Pengendali
Laba (Rugi) Komprehensif Lain-lain

Kepentingan Non Pengendali

Operating Expenses
Income from Operations
Total Non Operating Income
(Expenses) - Net
Income Before Tax
Tax Benefit (Expenses)
Net Income Attributable to:

11.038.843

110.596.370

161.537

244.203

(10.634.860)

34.566.735

Owners of the Parent Company


Non Controlling Interest
8.475.080

Laba Komprehensif yang Dapat


Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk

Operating Revenues

Other Comprehensive Net Income


(Loss)
Total Comprehensive Income
Attributable to:

966.308

133.523.947

(400.788)

885.361

Owners of the Parent Company


Non Controlling Interest

Laba Bersih Tahun Berjalan

11.200.380

110.842.573

64.225.536

Net Income

Jumlah Laba Komprehensif

565.520

145.409.308

72.700.616

Total Comprehensive Income

Laba (Rugi) Bersih per Saham

0,00049

0,00488

0,00288

Jumlah Aset Lancar


Jumlah Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset

819.133.923

636.566.218

749.951.148

2.134.651.029

1.881.431.548

1.333.055.661

2.953.784.952

2.517.997.766

2.083.006.809

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

983.890.767

754.207.052

645.834.604

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

852.746.068

648.830.636

514.374.429

Earnings per Share


Total Current Assets
Total Non Current Assets
Total Assets
Total Current Liabilities
Total Non Current Liabilities

Utang Bank dan Lembaga Keuangan

45.222.668

5.651.251

639.391

Liabilitas Sewa Pembiayaan

191.750.944

206.352.598

194.259.709

Lease Liabilities

604.695.491

400.947.490

266.213.169

Long-Term Loans

1.836.636.835

1.403.037.688

1.160.209.033

Pinjaman Jangka Panjang


Jumlah Liabilitas
Modal Saham (lembar saham)

30.000.000.000

30.000.000.000

30.000.000.000

Modal Sebelum Ditempatkan


(lembar saham)

7.359.004.000

7.359.004.000

7.359.004.000

1.146.031.889

1.146.031.889

2.291.936.892

Modal Ditempatkan dan Disetor


Tambahan Modal Disetor
Komponen Ekuitas Lainnya

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

4.548.037

4.548.037

113.067.035

(161.593.912)

(149.237.597)

(100.010.418)

Bank and Financial Institution Loans

Total Liabilities
Authorized Capital Stock (Number of
Shares)
Capital Not Subscribed (Number of
Shares)
Issued and Paid-up Capital
Additional Paid-in Capital
Other Component of Equity

15

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. & Entitas Anak (dalam USD penuh kecuali dinyatakan lain)
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. & Subsidiaries (In full amount of USD, except stated otherwise)

2013
Opsi Saham
Saldo Laba (Defisit)
Kepentingan Non Pengendali
Jumlah Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
Jumlah Investasi
Jumlah Investasi pada Entitas lain
Modal Kerja Bersih
Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas
Operasi
Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas
Investasi
Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas
Pendanaan

2012

2011*

2.770.970

1.148.451

2.278.677

123.920.993

110.598.370

(1.385.459.977)

Stock Option
Retained Earnings (Deficit)

1.470.140

1.870.928

985.567

1.117.148.117

1.114.960.078

922.797.776

Non Controlling Interest

2.953.784.952

2.517.997.766

2.083.006.809

203.611.301

207.816.002

109.289.079

17.459.916

16.517.489

14.986.715

(164.756.844)

(117.640.834)

104.116.544

139.025.923

364.685.555

244.265.953

(382.836.665)

(524.398.946)

(260.726.555)

Cash Flows Used for Investing


Activities

432.274.934

75.457.955

292.674.875

Cash Flows Provided from


(Used for) Financing Activities

Total Equity
Total Liabilities and Equity
Total Investments
Total Investment in Other Entities
Net Working Capital
Cash Flows Provided from Operating
Activities

Rasio | Ratios
Marjin EBITDA **

5,86%

8,58%

7,30%

EBITDA Margin **

Marjin Laba Usaha

1,52%

4,84%

2,98%

Operating Income margin

Marjin Laba Bersih

0,30%

3,19%

2,07%

Net Income Margin

Tingkat Pengembalian Aset

0,38%

4,40%

3,08%

Return on Assets

Tingkat Pengembalian Ekuitas

1,00%

9,94%

6,96%

Return on Equity

Rasio Lancar
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
Rasio Liabilitas terhadap Jumlah Aset
Liabilitas Terbeban Bunga/Ekuitas

83,25%

84,40%

116,12%

164,40%

125,84%

125,73%

Current Ratio

62,18%

55,72%

55,70%

0,54x

0,36x

0,29x

Interest Bearing Liabilities/Equity

Liabilities to Equity Ratio


Liabilities to Total Assets Ratio

Informasi terkait Pendapatan Penumpang | Information related to Passenger Revenue


Jumlah Penumpang (ribu)

24.965,2

20.415,3

17.074,0

Number of Passengers (thousand)

Penumpang Kilometer Diangkut


(dalam juta)

31.950,0

27.342,1

24.434,7

Revenue Passenger Kilometer


(million)

Tempat Duduk Kilometer Tersedia


(dalam juta)

43.133,0

36.013,8

32.473,7

Available Seat Kilometer (million)

74,1

75,9

75,2

Tingkat Isian Penumpang (%)

Passenger Load Factor (%)

Informasi terkait Pendapatan Kargo | Information related to Cargo Revenue


Kargo (juta kilogram)

345,9

280,3

229,4

Cargo (million kilogram)

Muatan kargo (juta ton-kilometer)

630,7

532,9

465,0

Cargo Load (million tonne-kilometer)


*
Sebelum kuasi reorganisasi | Prior to Quasi-Reorganization
** Marjin EBITDA dihitung dengan menjumlahkan Laba (Rugi) Usaha dan beban Penyusutan, dibagi Pendapatan Usaha

EBITDA Margin is calculated from the sum of Operating Income (Loss) and Depreciation Expenses, divided by Operating Income

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

16
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

3.472

Ikhtisar Keuangan & Operasional


Financial & Operational Highlights

3.716

168

3.096

Pendapatan Usaha
(USD Juta)

Laba Usaha

92

(USD Juta)
56

Operating Revenues

Income from Operations

(USD Million)
2011

2012

(USD Million)
2011

2013

2012

2013

2.954

111
2.518
2.083
64

Laba Bersih Tahun Berjalan

Total Aset

Net Income

Total Assets

(USD Juta)

11
2011

2012

(USD Juta)

(USD Million)

2013

(USD Million)
2011

1.837

2012

2013

1.115

1.117

923

1.403
1.160

Total Liabilitas

Total Ekuitas

Total Liabilities

Total Equity

(USD Juta)

(USD Juta)

(USD Million)
2011

2012

2013

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

(USD Million)
2011

2012

2013

17

Ikhtisar Saham & Obligasi


Share & Bond Highlights

Kinerja Saham Garuda Indonesia (GIAA) di Bursa Efek Indonesia


Share Performance of Garuda Indonesia (GIAA) on the Indonesia Stock Exchange
Harga | Price (Rp)

Volume

750

300.000.000

600

240.000.000

450

180.000.000

300

120.000.000

250

60.000.000

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agt

Sep

Okt

Nov

Des

Harga | Price

Sumber: Bloomberg Finance L.P.

Volume

Harga, Volume Saham - Triwulanan (Rupiah, kecuali disebutkan lain)


Price, Volume Shares - Quarterly (Rupiah, except stated otherwise)
Q1
2013

Q2
2012

2013

Q3
2012

2013

Q4
2012

2013

2012

Pembukaan
Opening

660

480

660

620

520

710

500

620

Tertinggi
Highest

690

660

660

740

530

780

510

740

Terendah
Lowest

610

465

465

600

460

580

470

620

Penutupan
Closing

650

620

520

710

500

620

500

660

1.476

1.916

1.016

1.517

419

1.298

306

1.149

22.640

22.640

22.640

22.640

22.640

22.640

22.640

22.640

Jumlah Saham Beredar (Jutaan Saham)


Free Float (Million Shares)

6.987

6.987

6.987

6.987

6.987

6.987

6.987

6.987

Kapitalisasi Pasar (Jutaan Rupiah)


Market Capitalization (Million Rupiah)

14.716.647

14.037.418

11.773.318

16.075.107

11.320.498

14.037.418

Volume Transaksi (Jutaan Saham)


Transaction Volume (Million Shares)
Total Saham (Jutaan Saham)
Total Number of Shares
(Million Shares)

11.320.498 14.943.057

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

18
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Ikhtisar Saham & Obligasi


Share & Bond Highlights

Kinerja Saham (Rupiah, kecuali disebutkan lain)


Share Performance (Rupiah, except stated otherwise)
2013

2012

2011

Harga Tertinggi

690

780

700

Highest Price

Harga Terendah

465

465

390

Lowest Price

Volume Transaksi (jutaan saham)


Total Saham (jutaan saham)

3.217

5.880

4.230

22.640

22.640

22.640

Harga pada Akhir Tahun


Laba per Saham (USD)
Nilai Buku per Saham (USD)

Transaction Volume (Million Shares)


Total Number of Shares
(Million Shares)

500

660

475

0,00049

0,00488

0,0029

Net Income per Shares (USD)

Price at Year End

0,0493

0,0492

0,0407

Book Value per Shares (USD)

Komposisi Pemegang Saham (per 31 Desember 2013)


Shareholders Composition (per December 31, 2013)
Kepemilikan Pemerintah, Domestik & Internasional
Government, Domestic & International Ownership

Kepemilikan Saham Domestik & Internasional


Domestic & International Share Ownership
Jumlah Saham
Number of
Shares

15.653.128.000

69,14%

1.027.304.731

4,54%

90.467.044

0,40%

Institusional (Trans Airways)


Institutional (Trans Airways)

2.466.965.725

10,90%

Institusional (kurang dari 5%)


Institutional (less than 5%)

2.017.366.235

8,91%

Total Domestik
Total Domestic

21.255.231.735

93,88%

4.241.500

0,02%

Institusional
Institutional

1.381.522.765

6,10%

Total Internasional
Total International

1.385.764.265

6,12%

22.640.996.000

100%

6,12%

DOMESTIK | DOMESTIC

24,74%

Negara Republik Indonesia


Government of RI

2013

Ritel
Retail

69,14%

Negara Republik Indonesia


Government of the Republic of Indonesia (RI)
Investor Domestik
Domestic Investor
Investor Internasional
International Investor

Karyawan
Employees

INTERNASIONAL | INTERNATIONAL
Ritel
Retail

TOTAL

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

19

Kepemilikan Saham (per 31 Desember 2013)


Share Ownership (per December 31, 2013)

Credit Suisse AG Singapore


Trust A/C Clients

Negara
Republik Indonesia

2,04%

Publik
Public

69,14%

PT Trans Airways

17,93%

10,90%

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

99,99%
PT Garuda Maintenance
Facility Aero Asia *

51,00%

99,99%

PT Aero Systems
Indonesia

PT Aero Wisata

94,27%

95,00%
PT Abacus Distribution
Systems Indonesia

PT Citilink Indonesia

* Kepemilikan langsung dan tidak langsung | Direct and indirect ownership

Kronologis Pencatatan Saham


Chronology of Share Listings
Tanggal | Date
Pengajuan/Pendaftaran | Filling/Registration
Pendaftaran ke BEI dan KSEI

18 November 2010

Registration to IDX and KSEI

Mini Expose IDX

26 November 2010

Mini Expose IDX

BAPEPAM-LK Pengajuan Pernyataan Pendaftaran


ke-1

6 Desember 2010

BAPEPAM-LK 1st filling of Registration Statement

BAPEPAM-LK Pengajuan Pernyataan Pendaftaran


ke-2

27 Desember 2010

BAPEPAM-LK 2nd filling of Registration Statement

BAPEPAM-LK - Surat Pre-effective

10 Januari 2011

BAPEPAM-LK Pre-effective Letter

BAPEPAM-LK - Surat Pernyataan Effective

31 Januari 2011

BAPEPAM-LK Effective Statement Letter

Paparan Publik - Jakarta

12 Januari 2011

Public Expose - Jakarta

Domestic Roadshow

15 Januari 2011

Domestic Roadshow

International Roadshow / Book Building

13-21 Januari 2011

International Roadshow / Book Building

Penetapan Harga (24 Januari, US Time)

25 Januari 2011

Final Pricing (January 24, US Time)

Pemasaran | Marketing

Penjatahan dan Pembayaran | Allotment & Payment


Retail Offer

2,4,8 Februari 2011

Retail Offer

Penjatahan

9 Februari 2011

Allotment

Distribusi dan Pengembalian

10 Februari 2011

Distribution & Refund

Pencatatan di Bursa Efek Indonesia

11 Februari 2011

Listing in Indonesia Stock Exchange

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

20
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Ikhtisar Saham & Obligasi


Share & Bond Highlights

Kronologi Pencatatan Obligasi


Chronology of Bonds Listing
Peringkat | Rating:
A (idn) PT Fitch Ratings Indonesia
Obligasi Berkelanjutan I Garuda Indonesia
Tahap I Tahun 2013
Garuda Indonesia Sustainable Bond I
Phase 1 Year 2013

Tanggal Pencatatan
Date of Listing

Jumlah (Rp)
Amount (Rp)

Bunga/Jangka Waktu
Interest / Tenor

8 Juli 2013

2.000.000.000.000

9,25% p.a. /
5 tahun

Pembayaran Bunga Obligasi Berkelanjutan I


Garuda Indonesia Tahap I Tahun 2013 hingga 31 Desember 2013
Coupon Payment of Garuda Indonesia Sustainable Bond I
Phase 1 Year 2013 up to December 31, 2013
Keterangan
Notes
Pembayaran Bunga ke-1
1st Coupon Payment

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Tanggal Pembayaran
Payment Date

Jumlah (Rp)
Amount (Rp)

5 Oktober 2013

46.250.000.000

21

Komentar Analis

Analyst Comments

YingYing Hou - BoA Merrill Lynch

YingYing Hou - BoA Merrill Lynch

We expect revenues to continue to grow in 2013 dan 2014,


Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan akan
driven by progress in the Quantum Leap strategy, a positive
terus berlanjut di tahun 2013 dan 2014, didorong oleh
pricing environment, rapid growth of secondary airports,
pencapaian program Quantum Leap, kondisi pricing yang
and membership in the SkyTeam global alliance from first
positif, pertumbuhan pesat bandara-bandara sekunder,
quarter 2014.
dan keanggotaan di aliansi global SkyTeam mulai triwulan
pertama 2014.

Paul Yong CFA - DBS Vickers Securities

Paul Yong CFA - DBS Vickers Securities


Indonesia adalah primadona pasar penerbangan ASEAN.
Sebagai negara kepulauan dengan 235 juta penduduk dan
segmen kelas menengah yang tumbuh pesat, Indonesia
menjadi sasaran utam bagi semua maskapai regional. Kami
baru-baru ini mulai meng-cover analisa saham Garuda
Indonesia dengan rekomendasi BELI pada Target Price (TP)
Rp 650, sejalan dengan pertumbuhan permintan pasar
penerbangan di Indonesia.


Indonesia is the primary market for airline passenger in
ASEAN. An archipelagic country with 235 million population
and a rapidly growing middle class, Indonesia is a star
attraction for regional airlines. We recently started
our coverage of Garuda Indonesia stock with a BUY
recommendation at Target Price (TP) of Rp 650, in line with
growing market demand in Indonesia.

Matthew Wibowo RHB OSK

Matthew Wibowo RHB OSK

Garuda Indonesia (GIAA) telah bertransformasi menjadi


salah satu maskapai terbaik dunia melalui berbagai
kerjasama dan aliansi global. Kami memulai cakupan analisa
saham Garuda dengan rekomendasi BELI pada Target Price
Rp 800, yaitu pada 8 x EV/EBITDAR

Garuda Indonesia (GIAA) has successfully transformed into


one of the best airlines in the world through code share
agreements and global alliance. We started our coverage
on GIAA with a BUY recommendation at Target Price of
Rp 800, or on 8 x EV/EBITDAR

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

22
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

20 Januari | January
Garuda Indonesia Memenangkan Skyscanner Asia Pacific
Airline Food Awards
Situs pencarian perjalanan global terkemuka Skyscanner
mengumumkan Garuda Indonesia sebagai pemenang Asia
Pacific Airline Food Awards 2012 yaitu maskapai dengan
makanan terbaik oleh sejumlah wisatawan internasional. Lebih
dari 200 blogger dan wisatawan internasional dari seluruh
Asia Pasifik telah dimintai pendapat mengenai makanan yang
tersaji dalam penerbangan. Pada kategori penerbangan jarak
jauh, Garuda Indonesia keluar sebagai pemenang pertama,
menyisihkan beberapa maskapai negara tetangga.

30 Januari | January
GMF Dipercaya Sebagai Pusat Perawatan Produk BE
Aerospace
GMF AeroAsia, anak Perusahaan Garuda Indonesia bidang
Maintenance Repair Overhaul (MRO), mendapat kepercayaan
dari BE Aerospace, produsen utama produk-produk interior dan
kabin pesawat dari Amerika Serikat, untuk menjadi Approved
Service Center (ASC) produk-produk B/E Aerospace. Penunjukan
sebagai Approved Service Center akan meningkatkan
kapabilitas dan kapasitas GMF AeroAsia dalam perawatan
kabin dan interior serta manufacturing seat, galley, dan cabin
interior pesawat.

Garuda Indonesia won Skyscanner Asia Pacific Airline Food


Awards
Skyscanner, a leading global travel search site, has unveiled
that Garuda Indonesia won 2012 Asia Pacific Airline Food
Awards, the best for in-flight meals by a panel of international
travellers. More than 200 bloggers and international travellers
from Asia Pacific gave their opinion over in-flight meals. For the
category of long distance flight, Garuda Indonesia won the first
place, outshone airlines from neighbouring countries.

GMF is Appointed as Maintenance Centre for BE Aerospace


Products
GMF AeroAsia, a subsidiary of Garuda Indonesia providing
Maintenance Repair Overhaul (MRO) services, is appointed
by BE Aerospace, the leading producer of aircraft interior and
cabin in USA, to become the Approved Service Centre (ASC) for
their products. The appointment as Approved Service Centre
upgraded the capabilities and capacities of GMF AeroAsia
in conducting cabin and interior maintenance, as well as
manufacturing seat, galley, and cabin interior.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

23

14 Februari | February
Garuda Indonesia Raih Penghargaan The Best Airline
dalam Pelaksanaan Penerbangan Haji
Garuda Indonesia meraih penghargaan The Best Airline
dalam pelaksanaan penerbangan haji dari Direktorat
Jenderal Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority
of Civil Aviation/GACA) dan King Abdul Aziz International
Airport, Jeddah, atas kinerja yang baik selama pelaksanaan
penerbangan haji tahun 2012. Penghargaan diberikan
berdasarkan penilaian terhadap tiga aspek, yaitu perencanaan
penerbangan haji, operasional dan pelayanan (service), dan
tingkat ketepatan penerbangan (On-Time Performance/ OTP).
Garuda Indonesia Received Appreciation as The Best
Airline during Hajj Operation
Garuda Indonesia named as The Best Airline during the hajj
operation bestowed by General Authority of Civil Aviation/
GACA of Saudi Arabia and King Abdul Aziz International Airport,
Jeddah, for showing best performance throughout the hajj
pilgrimage flights in 2013. The award was bestowed based on
assessment on three aspects, namely hajj flight planning,
operational and service, and On-Time Performance (OTP).

17 Februari 2013 | February


Garuda Indonesia Perluas Jaringan Penerbangan Menuju
6 Destinasi Code Share Baru
Sebagai bagian program perluasan jaringan penerbangan,
Garuda Indonesia melalui Code Share Agreement dengan
Etihad Airways menambah layanan penerbangan menuju 6
destinasi baru di Eropa dan Timur Tengah yaitu Frankfurt,
Brussels, Milan, Dusseldorf, Munich, dan Bahrain. Kini total
destinasi code share Garuda yang dilayani maskapai Etihad
menjadi 13 destinasi, dengan kota tambahan Abu Dhabi,
London, Paris, Manchester, Moskow, Athena, dan Muscat.
Penerbangan ke-13 destinasi tersebut dilayani melalui hub Abu
Dhabi.
Garuda Indonesia Expanded Network to 6 New Code Share
Destinations
As part of network expansion program, Garuda Indonesia
through Code Share Agreement with Etihad Airways added
flight service to 6 new destinations in Europe and Middle
East namely Frankfurt, Brussels, Milan, Dusseldorf, Munich,
and Bahrain. Currently, total code share destinations served
by Etihad rose to 13 destinations, adding Abu Dhabi, London,
Paris, Manchester, Moscow, Athens, and Muscat. Flight served
through Abu Dhabi hub.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

24
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

25 Februari | February
Garuda Indonesia Resmikan Garuda Indonesia and
Liverpool FC Experience
Garuda Indonesia dan Liverpool Football Club (LFC)
meresmikan Garuda Indonesia and Liverpool Experience
disaksikan pemain legendaris Liverpool era 1989-1990, Ian Rush
di Garuda Indonesia Gallery, Senayan City, Jakarta. Peresmian
galeri ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk lebih
mendekatkan Liverpool FC kepada pencinta sepakbola di
Jakarta, dan Indonesia secara umum. Hal ini juga merupakan
bagian dari peningkatan layanan kepada pengguna jasa,
khususnya masyarakat Indonesia pencinta sepakbola.

7 Maret | March
Garuda Indonesia Terima Penghargaan Contact Center
Service Excellence Award 2013
Berkat berbagai upaya berkelanjutan dalam memberikan
pelayanan terbaik, Garuda Indonesia menerima Contact Center
Service Excellence Award 2013 dari Majalah Service Excellence
dan Carre Center for Customer Satisfaction and Loyalty (CarreCCSL). Pemenang ditentukan melalui survei Mystery Customer
yang melakukan komunikasi melalui call center maupun email
center. Aspek yang dinilai adalah kepraktisan, kecepatan
dalam merespon pelanggan, serta layanan personal kepada
pelanggan yang ditunjang dengan teknologi.

Garuda Indonesia Officially Open Garuda Indonesia and


Liverpool FC Experience
Garuda Indonesia and Liverpool Football Club (LFC) officially
opened Garuda Indonesia and Liverpool Experience,
witnessed by Liverpools legend of 1989-1990 era, Ian Rush, at
Garuda Indonesia Gallery, Senayan City, Jakarta. The opening of
this gallery is part of Garuda Indonesia efforts to bring Liverpool
FC closer to soccer enthusiast in Jakarta, and Indonesia in
general. This is also part of improving services for customers,
particularly to the community of Soccer enthusiast in Indonesia.

Garuda Indonesia Received Contact Centre Service


Excellence Award 2013
As recognition to its continuing efforts in providing the best
services, Garuda Indonesia received Contact Centre Service
Excellence Award 2013 from Service Excellence Magazine
and Carre Centre for Customer Satisfaction and Loyalty
(Carre-CCSL). Winners were decided based on Mystery
Customer survey who make contact with the Company
through call centre or email centre. The aspects assessed were
practicality, promptness in giving response to customers, as
well as personalized service to customers that is supported by
technology.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

25

15 Maret | March
Garuda Indonesia Luncurkan Layanan Wheelchair
Transporter Untuk Penumpang Penyandang Difabel dan
Pengguna Kursi Roda
Garuda Indonesia meresmikan pengoperasian Wheelchair
Transporter di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,
Cengkareng guna meningkatkan layanan khususnya untuk
penyandang difabel dan penumpang umum pengguna kursi
roda (wheelchair). Mobil khusus kursi roda ini memberi
kemudahan dan kenyamanan ketika melakukan boarding
khususnya bila pesawat sedang diparkir di daerah remote
(tempat parkir pesawat yang jauh dari terminal penumpang).
Garuda Indonesia Launched Wheelchair Transporter
Service for Difables and Wheelchair Users
Garuda Indonesia launched the Wheelchair Transporter
service at Soekarno-Hatta International Airport, Cengkareng
to improve services for difables and any passengers who use
wheelchair. This specially designed car facilitates wheelchair
users in boarding, particularly when the aircraft was parked far
from passengers terminal.

23 Maret | March
Garuda Indonesia Kembali Dukung Earth Hour 2013
Garuda Indonesia melaksanakan kampanye switch off
Earth Hour 2013 di Gedung Manajemen Garuda Indonesia,
Cengkareng, dihadiri Direksi, Direktur Konservasi WWF serta
karyawan Garuda Indonesia, yang merupakan salah satu bentuk
kepedulian Garuda Indonesia terhadap pelestarian alam dan
lingkungan, serta perwujudan komitmen kepada pengurangan
dampak perubahan iklim. Tahun 2013 ini merupakan tahun ke-5
keikutsertaan Garuda Indonesia dalam kampanye ini sejak
dilaksanakan tahun 2009 lalu.
Garuda Indonesia Again Support Earth Hour 2013
Garuda Indonesia conducted switch off campaign during
Earth Hour 2013 at Garuda Indonesia Management Building,
Cengkareng, attended by EVP Operations, Director of
Conservation of WWF and employees of Garuda Indonesia,
as part of Garuda Indonesias concern towards environment
conservation, and commitment to help reducing the impact
of climate change. 2013 is the fifth year of Garuda Indonesia
participation in this campaign since 2009.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

26
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

4 April | April
Garuda Indonesia Gallery Terbesar dan Terlengkap di
Surabaya
Garuda Indonesia meresmikan pembukaan Garuda Indonesia
Gallery, fasilitas layanan terbesar dan terlengkap di Indonesia
yang berlokasi di lantai satu pusat perbelanjaan Ciputra World,
Surabaya. Ini adalah fasilitas layanan terpadu (one stop service)
untuk kemudahan penerbangan dengan Garuda meliputi
layanan reservasi dan pembelian tiket, city check-in dan self
check-in, paket wisata Garuda Indonesia Holiday, layanan
Garuda Frequent Flyer, layanan bagi penumpang yang
bepergian dengan grup, serta layanan lainnya.

22 April | April
Garuda Indonesia dan ALAFCO Tandatangani Perjanjian
Kerjasama Pengadaan 2 Boeing 777-300ER dengan Prinsip
Syariah
Garuda Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama
pengadaan 2 pesawat Boeing 777-300ER dengan Perusahaan
leasing dan financing asal Kuwait, Aviation Lease and Finance
Company (ALAFCO) dengan prinsip syariah. Kerjasama ini
adalah salah satu milestones penting mengingat Garuda
Indonesia merupakan satu-satunya maskapai di Indonesia yang
pertama kali melaksanakan perjanjian kerjasama pengadaan
pesawat yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip Syariah.

Garuda Indonesia Gallery, the Largest and the Most


Complete in Surabaya
Garuda Indonesia officially opened Garuda Indonesia Gallery,
the largest and the most complete facility of services in
Indonesia situated in the first floor of Ciputra World Shopping
Centre, Surabaya. It is a one stop service facility to facilitate
customers of Garuda Indonesia in making reservation and
purchasing ticket, city check-in and self check-in, Garuda
Indonesia Holiday package, Garuda Frequent Flyer service,
group passenger services, and many more.

Garuda Indonesia and ALAFCO Signed MoU on Collaboration


for Procurement of 2 Boeing 777-300ER with Sharia
Principles
Garuda Indonesia signed MoU on agreement for the
procurement of 2 units of Boeing 777-300ER with a Kuwait
based leasing and financing company, namely Aviation Lease
and Finance Company (ALAFCO) under sharia principles. This
marked one of the milestones in Garuda Indonesia history,
being the first airline in Indonesia entering into agreement on
procuring aircraft under sharia principles.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

27

25 April | April
Garuda Indonesia Luncurkan Garuda Orient Holidays (GOH)
Taiwan
Sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan
mancanegara ke Indonesia, Garuda Indonesia melalui entitas
anaknya, PT Aerowisata, meluncurkan Garuda Orient Holidays
(GOH) Taiwan di Taipei, Taiwan. GOH merupakan inhouse
wholeseller atau unit yang mengembangkan produk paket
wisata destinasi Indonesia bagi wisatawan asal negara tersebut.
Produk-produk yang akan ditawarkan oleh Garuda Orient
Holidays ini nantinya akan saling melengkapi dengan produkproduk paket wisata yang yang sudah ada di pasar Taiwan.
Garuda Indonesia Launches Garuda Orient Holidays (GOH)
Taiwan
In an effort to promote foreign tourist visit to Indonesia, through
its subsidiary, Aerowisata, Garuda Indonesia launched Garuda
Orient Holidays (GOH) Taiwan in Taipei, Taiwan. GOH is an
inhouse wholeseller or units that develop holiday package to
Indonesia for tourists from that country. The products offered by
Garuda Orient Holidays will be complementary to the existing
products in Taiwan.

26 April | April
Garuda Indonesia Laksanakan RUPS Tahunan 2013
Garuda Indonesia melaksanakan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan (RUPST) bertempat di Hotel Ritz Carlton, Pacific
Place, Jakarta. RUPST ketiga yang dilaksanakan Garuda sejak
melaksanakan IPO pada bulan Februari 2011 menghasilkan
beberapa keputusan penting, di antaranya mengesahkan
Laporan Tahunan Perseroan tahun 2012, perubahan susunan
Dewan Komisaris dan Direksi, serta persetujuan Penawaran
Umum Terbatas (PUT) melalui Right Issues dan/atau instrumen
pinjaman dalam rangka pengembangan usaha.
Garuda Indonesia Held the 2013 Annual General Meeting of
Shareholders
Garuda Indonesia held Annual General Meeting of
Shareholders (AGM) at the Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta.
This third AGM since IPO in February 2011 resulted in several
important resolutions, including ratifying the Companys 2012
Annual Report, changes in the composition of the Board of
Commissioners and Board of Directors, as well as the approval
of the Limited Public Offering (LPO) through the Right Issues
and/or loan instruments for business development.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

28
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

3 Mei | May
Garuda Indonesia Resmikan Medan Sebagai Hub Baru di
Indonesia Barat
Untuk mendukung national connectivity transportasi udara
di wilayah Indonesia Barat, Garuda Indonesia meresmikan
kota Medan, Sumatera Utara, sebagai Hub ke-4. Penetapan
Medan sebagai Hub ke-4 Garuda Indonesia, setelah Jakarta,
Denpasar dan Makassar, adalah program pengembangan
jaringan penerbangan dan wujud komitmen mendukung
program Pemerintah Masterplan Percepatan dan Perluasan
Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) guna meningkatkan
perekonomian, perdagangan dan bisnis di kota-kota di
kawasan.
Garuda Indonesia Inaugurated Medan as the New Hub in
West Indonesia
To support national connectivity in air transportation in
west of Indonesia, Garuda Indonesia inaugurated Medan,
North Sumatera, as the fourth Hub, after Jakarta, Denpasar
and Makassar, is a network development program and a
commitment to support the Governments Master Plan for
the Acceleration and Expansion of Indonesian Economic
Development (MP3EI) to improve the economy, trade and
business in the cities in the said region.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

5 Mei | May
Garuda Indonesia Terapkan Immigration on Board Rute
Shanghai-Jakarta
Garuda Indonesia menerapkan layanan Immigration
on Board pada rute Shanghai Jakarta sejalan dengan
upaya peningkatan layanan serta menunjang peningkatan
kepariwisataan dari China ke Indonesia umumnya dan Shanghai
ke Jakarta khususnya. Layanan Immigration on Board yang
baru di rute Shanghai-Jakarta ini melengkapi layanan yang sama
yang telah diterapkan sebelumnya di enam rute lain antara
Tokyo (Narita)Jakarta, SeoulJakarta, SydneyJakarta, Tokyo
(Narita)Denpasar, OsakaDenpasar dan SydneyDenpasar.
Garuda Indonesia Introduced Immigration on Board to the
Shanghai-Jakarta Route
Garuda Indonesia introduced Immigration on Board service to
the Shanghai Jakarta route in line with the effort to improve its
services and to support the promotion of tourism from China to
Indonesia in general and Shanghai to Jakarta in particular. The
Immigration on Board service in the Shanghai-Jakarta route
complements the same service that has been applied previously
in six other routes: Tokyo (Narita)Jakarta, SeoulJakarta,
SydneyJakarta, Tokyo (Narita)Denpasar, OsakaDenpasar
and SydneyDenpasar.

29

11 Mei | May
Garuda Indonesia World Photo Contest (GAWPC) 2013
Setelah mencatat sukses di tahun-tahun lalu, Garuda Indonesia
kembali menggelar Garuda Indonesia World Photo Contest
(GAWPC) 2013 yang merupakan event fotografi berskala
internasional sejak dimulai tahun 2007 lalu diikuti para
fotografer nasional dan internasional dari ASEAN, Australia,
China, Jepang, Timur Tengah dan Eropa. Tema GAWPC 2013
adalah My Enchanting Town dengan entry 15.000 photo dari
10.000 peserta dan 45 negara.
Garuda Indonesia World Photo Contest (GAWPC) 2013
Following its success in the previous year, Garuda Indonesia
again held Garuda Indonesia World Photo Contest (GAWPC)
2013, an event of international scale with the first commencing
in 2007. Participating in this event were photographers from
home and abroad, such as ASEAN, Australia, China, Japan,
Middle East and Europe. The theme of 2013 GAWPC was My
Enchanting Town with entry amounted to 15,000 photos from
10,000 participants and 45 countries.

28 Mei | May
Garuda Indonesia Terima Penghargaan Indonesia Service
Quality Award 2013 dan Indonesia Most Admired
Companies 2013
Berkat berbagai pencapaian yang diraih sejalan dengan
program transformasi Perusahaan yang dilaksanakan selama
ini, Garuda Indonesia menerima penghargaan sebagai
Indonesia Most Admired Companies dari Warta Ekonomi serta
juga menerima penghargaan di acara Indonesia Service Quality
Award 2013 untuk kategori Domestic Airline dan International
Airline dari Majalah Service Excellence bekerjasama dengan
Carre Center for Customer Satisfaction & Loyalty, sebuah
lembaga konsultan bidang service dan customer satisfaction.
Garuda Indonesia Received Indonesia Service Quality
Award 2013 and Indonesia Most Admired Companies 2013
Owing to the accomplishments achieved by the Company, in
line with its transformation program, Garuda Indonesia was
named as Indonesian Most Admired Companies from Warta
Ekonomi, and also received award during the Indonesia
Service Quality Award 2013 for the category of Domestic and
International Airline from Service Excellence Magazine and
Carre - Centre for Customer Satisfaction & Loyalty, a service and
customer satisfaction consultant.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

30
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

7 Juni | June
Garuda Indonesia Cargo dan Jan de Rijk Logistics Kerjasama
Penyediaan Jasa Road Feeder Service di Eropa
Garuda Indonesia melalui Strategic Business Unit (SBU) Garuda
Indonesia Cargo menandatangani kerjasama Road Feeder
Services (trucking) dengan Perusahaan trucking asal Belanda,
Jan de Rijk di Munich, Jerman. Melalui kerjasama ini, Garuda
Cargo dapat melayani pengiriman kargo ke lebih dari 30 kota
destinasi di Eropa. Pengiriman kargo akan menggunakan
penerbangan rute JakartaAmsterdam yang kemudian
didistribusikan Jan de Rick ke kota-kota destinasi di wilayah
Eropa.
Garuda Indonesia Cargo and Jan de Rijk Logistics
Collaborate on Road Feeder Services in Europe
Garuda Indonesia through its Strategic Business Unit (SBU)
Garuda Indonesia Cargo signed agreement on Road Feeder
Services (trucking) with a Dutch based trucking company, Jan de
Rijk in Munich, Germany. Under this collaboration agreement,
Garuda Cargo can serve cargo delivery to more than 30
destinations in Europe. Cargo delivery will be carried by plane
from Jakarta to Amsterdam, to be distributed by Jan de Rick to
destination cities in Europe.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

11 Juni | June
Garuda Indonesia Menerbitkan Obligasi Berkelanjutan
Tahap I 2013
Garuda Indonesia melaksanakan Due Dilligence Meeting &
Public Expose dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi Berkelanjutan Garuda Indonesia Tahap I Tahun 2013
yang menyerap dana hingga Rp 2 triliun dan ditawarkan
dengan jangka waktu (tenor) 5 tahun. Obligasi ini memperoleh
rating A (idn) (Single A) dari PT Fitch Ratings Indonesia dan
direncanakan agar terlaksana sepenuhnya pada semester kedua
tahun 2013.
Garuda Indonesia Issued Phase I/2013 Sustainable Bond
Garuda Indonesia held Due Diligence Meeting & Public
Expose as part of Sustainable Public Offering for Garuda
Indonesia Phase I/2013 Sustainable Bond absorbing up to
Rp 2 trillion and is offered with a tenor of 5 years. The bonds
are rated A(idn) (Single A) by PT Fitch Ratings Indonesia.

31

18 Juni | June
Garuda Indonesia Raih Worlds Best Economy Class 2013
dari Skytrax di Paris Airshow
Kinerja Garuda Indonesia semakin diakui di tingkat
internasional setelah di ajang Paris Airshow 2013 berhasil
meraih predikat Worlds Best Economy Class 2013 dari
Skytrax, lembaga pemeringkat penerbangan independen
berkedudukan di London. Garuda Indonesia berhasil
mengalahkan kandidat maskapai-maskapai lain yaitu Singapore
Airlines dan Asiana Airlines. Dalam kesempatan yang sama,
Garuda Indonesia juga berhasil meraih award Best Economy
Class Airline Seat 2013 dari Skytrax.
Garuda Indonesia was Named as Worlds Best Economy
Class 2013 from Skytrax in Paris Airshow
Gaining more international recognition, Garuda Indonesia was
named as the Worlds Best Economy Class 2013 by Skytrax,
a London based independent rating agency, during the Paris
Airshow 2013. Garuda Indonesia outshone other candidates,
such as Singapore Airlines and Asiana Airlines. During the same
event, Garuda Indonesia also received Best Economy Class
Airline Seat 2013 award from Skytrax.

22 Juni | June
Garuda Indonesia Kini Partner Penuh Bali Beach Clean Up
Pada tahun 2013, Garuda Indonesia menjadi partner penuh
program Bali Beach Clean Up (BBCU) yang diinisiasi Coca-Cola
Amatil Indonesia dan Quiksilver guna mendukung berbagai
program pelestarian lingkungan dan penghijauan pantaipantai tujuan wisata di Pulau Bali. Melalui kemitraan yang erat
dengan Bendesa Adat Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran, dan
Kedonganan, BBCU telah berkembang menjadi sebuah program
harian, dengan 74 kru pembersih pantai yang setiap hari
membersihkan 9,7 km garis pantai yang paling ramai di Bali.
Garuda Indonesia Now is the Full Partner of Bali Beach
Clean Up
In 2013, Garuda Indonesia has became the full partner of
Bali Beach Clean Up (BBCU) program initiated by Coca-Cola
Amatil Indonesia and Quiksilver to support environmental
conservation and trees replanting in a number of Bali tourist
destinations. Through a close partnership with Bendesa Adat
Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran, and Kedonganan, BBCU has
evolved into a daily program, with 74 crew cleaning 9.7 km long
beach every day, at most visited beaches in Bali.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

32
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

23 Juni | June
Garuda Indonesia Implementasikan Sistem Layanan
Penumpang Baru
Sejalan dengan persiapan untuk bergabung dengan aliansi
penerbangan global SkyTeam, Garuda Indonesia melaksanakan
peningkatan sistem reservasi dan layanan penumpang melalui
penerapan The Alta Passenger Services System (PSS)
yang dikembangkan oleh Amadeus. Sistem baru tersebut
menggantikan sistem reservasi lama Garuda Indonesia,
Automatic Reservation Garuda Indonesia (ARGA), yang telah
dipergunakan sejak tahun 1987 serta mampu menghadirkan
pelayanan terbaik untuk kenyamanan pengguna jasa.
Garuda Indonesia Implemented New Passengers Services
System
Along with the preparation to joining SkyTeam Global Alliance,
Garuda Indonesia improves its reservation and passengers
service system by adopting The Alta Passenger Services
System (PSS) developed by Amadeus. This new system
replaced the old system adopted by Garuda Indonesia,
Automatic Reservation Garuda Indonesia (ARGA), which has
been used since 1987 and has provided the best services for the
convenience of users.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

2 Juli | July
Garuda Indonesia dan Kementerian Perhubungan Gelar
International Green Aviation Conference 2013
Bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan Republik
Indonesia, Garuda Indonesia menggelar International
Green Aviation Conference 2013 di Benoa, Bali. Mengangkat
tema, Indonesia Green Aviation Initiatives for Sustainable
Development of Air Transportation, konferensi ini merupakan
forum pertama yang pernah dilaksanakan di kawasan regional
Asia Pasifik yang mengusung tema Green Aviation Initiatives
dalam kaitan dengan Sustainable Air Transportation. Sejumlah
topik terkait perkembangan industri penerbangan akan
menjadi fokus pembahasan konferensi tersebut; perkembangan
infrastruktur bandara untuk mendukung efisiensi penerbangan,
serta upaya pencapaian target pengurangan emisi gas rumah
kaca.
Garuda Indonesia and the Ministry of Transportation Held
International Green Aviation Conference 2013
In collaboration the Ministry of Transportation of Republic
Indonesia, Garuda Indonesia held International Green Aviation
Conference 2013 in Benoa, Bali. Under the theme of Indonesia
Green Aviation Initiatives for Sustainable Development of
Air Transportation, this conference is the first forum held in
Asia Pacific carrying the theme Green Aviation Initiatives in
conjunction with Sustainable Air Transportation. A number
of topics related to the development in aviation industry
will be the focus of discussion in this conference; such as the
development of airport infrastructure in supporting flight
efficiency, as well as efforts to achieve the target of reducing
greenhouse gas emissions.

33

2 Juli | July
Garuda Indonesia Sambut Boeing 777-300ER dan Resmikan
Layanan First Class
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. meresmikan armada
terbaru pesawat state-of-the-art Boeing 777-300ER, sekaligus
meluncurkan layanan premium First Class, yang dipadukan
dengan konsep keramahtamahan Indonesia, Garuda Indonesia
Experience. Pesawat Boeing 777-300ER dan layanan First
Class merupakan upaya pengembangan jaringan penerbangan
internasional, terutama untuk rute-rute penerbangan jarak jauh,
dan sebagai bagian dari langkah Perusahaan untuk menjadi
Global Player

4 Juli | July
Garuda Indonesia dan Taman Safari Indonesia Resmikan
Konservasi dan Pelestarian Jalak Bali
Sebagai bagian dari program CSR dan bentuk kepedulian
terhadap burung Jalak Bali (Bali Mynah) yang terancam
kepunahan, Garuda Indonesia melakukan kerjasama Program
Konservasi Burung Jalak Bali dengan Bali Safari & Marine Park.
Melalui program ini, Garuda Indonesia berupaya meningkatkan
populasi jalak Bali dengan memberikan bantuan pembangunan
1 unit rumah (aviary) dan pelestarian sebanyak 18 ekor Jalak Bali,
yang diharapkan membantu pelestarian populasi burung Jalak
Bali.

Garuda Indonesia Welcomes Boeing 777-300ER and


Launches First Class Service
Garuda Indonesia inaugurated its new state-of-the-art Boeing
777-300ER, and launched First Class premium services,
combined with the Indonesian hospitality concept, Garuda
Indonesia Experience. The arrival of Boeing 777-300ER
and the launching of First Class is part of the expansion of
international network, especially for the long distance route,
and also as part of the Companys initiatives to become Global
Player.

Garuda Indonesia and Taman Safari Indonesia Inaugurated


the Conservation and Preservation of Jalak Bali
As part of CSR program and concern towards the preservation
effort of the endangered species Jalak Bali (Bali Mynah), Garuda
Indonesia and Bali Safari & Marine Park organize Jalak Bali
Conservation Program. Through this program, Garuda Indonesia
aims to increase the population of jalak Bali by donating for the
construction 1 unit of aviary and breeding population of 18 Jalak
Bali, expected to help the Jalak Bali conservation.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

34
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

19 Juli | July
Garuda Indonesia dan Liverpool FC luncurkan Garuda
Frequent Flyer Liverpool FC Edition Card
Sebagai bagian dari pelaksanaan Global Partnership antara
Garuda Indonesia dengan Liverpool Football Club diluncurkan
Garuda Frequent Flyer Liverpool Football Club (GFF LFC)
Edition Card yang merupakan kartu berdesain khusus yang
diperuntukkan bagi para pelanggan Garuda Indonesia dan fans
Liverpool FC. Sebagaimana kartu GFF reguler, kartu ini memiliki
empat tingkat keanggotaan, yaitu Blue, Silver, Gold, dan
Platinum. Dengan memiliki GFF LFC Edition Card pemilik kartu
akan menikmati berbagai penawaran menarik.
Garuda Indonesia and Liverpool FC Launched Garuda
Frequent Flyer Liverpool FC Edition Card
As part of Global Partnership between Garuda Indonesia
and Liverpool Football Club, the Company launched Garuda
Frequent Flyer Liverpool Football Club (GFF LFC) Edition
Card, specially designed for Garuda Indonesia customers and
Liverpool FC fans. Like in GFF regular, this card has four level of
membership, namely Blue, Silver, Gold, and Platinum. GFF LFC
Edition Card also gives its holders various interesting offers.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

31 Juli | July
Garuda Indonesia Menerima 2 Penghargaan dalam
Pelestarian Lingkungan
Upaya Garuda Indonesia untuk meminimalkan dampak negatif
terhadap lingkungan telah mendapat apresiasi dari masyarakat
dengan diterimanya penghargaan Indonesia Green Company
Achievement 2013 serta Sri Kehati Award atas komitmen
Garuda Indonesia terhadap pelestarian lingkungan dan
pembangunan berkelanjutan. Penghargaan diberikan oleh
majalah SWA dan merupakan penyelenggaraan yang pertama
kalinya.
Garuda Indonesia Received 2 Awards for Environmental
Conservation
Garuda Indonesias effort to minimize negative impact on
environment gained public recognition with the award
Indonesia Green Company Achievement 2013 and Sri
Kehati Award due to its commitment towards environment
conservation and sustainable growth. The awards was
bestowed from SWA Magazine marking its first time event.

35

3 Agustus | August
Garuda Indonesia Layani Rute JakartaTanjung Pinang
(Bintan)
Dalam rangka memperluas jaringan penerbangan domestik,
Garuda Indonesia mulai melayani rute penerbangan baru
JakartaTanjung Pinang (Pulau Bintan). sebanyak satu kali
dalam sehari (daily flight), dengan menggunakan armada
Boeing 737-500 yang berkapasitas 96 penumpang. Pembukaan
rute baru ini diharapkan memudahkan pengguna jasa,
khususnya pebisnis dan wisatawan, serta meningkatkan potensi
pariwisata serta iklim investasi di kota Tanjung Pinang melalui
akses penerbangan langsung dari Jakarta.
Garuda Indonesia Serves JakartaTanjung Pinang (Bintan)
In the effort to expand its domestic network, Garuda
Indonesia opened a new route JakartaTanjung Pinang (Pulau
Bintan), flying daily once a day using Boeing 737-500 with
96 passengers. The opening of this new route is expected
to facilitate passengers, particularly business and leisure
travellers, as well as increasing the potential of tourism and
investment in Tanjung Pinang, by providing direct flights from
Jakarta.

9 September | September
Garuda Indonesia Terbangkan 90.108 Calon Jemaah Haji
Garuda Indonesia memulai pelaksanaan penerbangan
kloter pertama calon jemaah haji Indonesia secara serentak
di 7 embarkasi dari 10 embarkasi yang dilayani. Kesepuluh
embarkasi yang dilayani adalah Padang, Solo, Balikpapan,
Makassar, Lombok, Jakarta Medan, Palembang, Banjarmasin
dan Banda Aceh. Pelaksanaan fase keberangkatan adalah
10 September 2013 hingga 9 Oktober 2013, sementara
penerbangan fase kepulangan dilaksanakan pada tanggal 20
Oktober 2013 hingga 19 November 2013.
Garuda Indonesia Carried 90,108 Hajj Pilgrims
Garuda Indonesia flew the first group of Hajj Pilgrims
simultaneously in 7 embarkation from 10 embarkation served by
Garuda, namely Padang, Solo, Balikpapan, Makassar, Lombok,
Jakarta, Medan, Palembang, Banjarmasin and Banda Aceh. The
phase of departure took place between 10 September 2013 to
October 9, 2013, while the phase of arrival took place between
October 20, 2013 to November 19, 2013.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

36
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

11 September | September
Garuda Indonesia Terpilih sebagai Maskapai Terbaik Region
Asia dan Australasia dalam Ajang Passengers Choice Awards
2013 di Anaheim, USA
Garuda Indonesia terpilih sebagai pemenang kategori Best
in Region: Asia and Australasia dalam ajang penghargaan
Passenger Choice Awards 2013 yang diselenggarakan oleh
Airline Passenger Experience Association (APEX) asosiasi
peningkatan layanan penerbangan berkedudukan di New York,
Amerika Serikat. Garuda Indonesia berhasil mengungguli 5
maskapai penerbangan lain, yaitu Singapore Airlines, Qantas
Airways, Cathay Pacific, Air New Zealand, dan Pakistan Airlines.
Garuda Indonesia was Named as The Best Airlines in Asian
and Australasian Region in the Passengers 2013 Choice
Awards in Anaheim, USA
Garuda Indonesia was named as winner for the category of
Best in Region: Asia and Australasia in the event of Passenger
Choice Awards 2013 held by Airline Passenger Experience
Association (APEX) an association for the improvement of
aviation services based in New York, USA. Garuda Indonesia
outshone five other airlines who were also finalists in the Best
in Region: Asia and Australasia category, namely Singapore
Airlines, Qantas Airways, Cathay Pacific Airways, Air New
Zealand, and Pakistan International Airlines.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

13 September | September
Garuda Indonesia Bersama BNI Menggelar Garuda Indonesia
Travel Fair 2013
Garuda Indonesia bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia
sebagai bank partner kembali menggelar Travel Fair terbesar
di Indonesia, Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2013 di Jakarta
yang merupakan puncak dari pelaksanaan roadshow GATF di
15 kota besar di Indonesia sepanjang tahun 2013 ini, antara lain
di Makassar, Manado, Padang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung,
Balikpapan, Denpasar, Medan, Semarang, Banjarmasin,
Jayapura, Palembang, Pekanbaru dan Pontianak.
Garuda Indonesia and BNI Held 2013 Garuda Indonesia
Travel Fair
Garuda Indonesia and Bank Negara Indonesia held Garuda
Indonesia Travel Fair (GATF) in Jakarta. GATF is the largest travel
fair in Indonesia. Before, GATF also held in 15 cities namely
Makassar, Manado, Padang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung,
Balikpapan, Denpasar, Medan, Semarang, Banjarmasin,
Jayapura, Palembang, Pekanbaru and Pontianak.

37

2 Oktober | October
Garuda Indonesia Hadirkan Layanan Inflight Connectivity
di Pesawat B777-300ER
Garuda Indonesia menghadirkan layanan Inflight Connectivity
secara komersial di seluruh penerbangan Boeing 777-300ER
sehingga penumpang Garuda Indonesia, baik First Class,
Executive Class, maupun Economy Class, dapat terhubung
dengan koneksi internet melalui WiFi selama penerbangan.
Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan nilai
tambah bagi pengguna jasa karena mereka dapat tetap
melanjutkan aktivitas bisnis selama penerbangan.
Garuda Indonesia Launched Inflight Connectivity
in B777-300ER
Garuda Indonesia presented Inflight Connectivity
commercially in all Boeing 777-300ER so that all of its
passengers, from First Class, Executive Class, and Economy
Class, can get connected with internet through WiFi during
flights. This service is expected to provide added value for
customers giving them a chance to proceed with their business
activities during the flight.

18 Oktober | October
Garuda Indonesia Terpilih sebagai The Rising Star Carrier of
The Year untuk Layanan Kargo dalam Ajang Payload Asia
Award 2013
Garuda Indonesia terpilih sebagai The Rising Star Carrier
of The Year untuk layanan kargo dalam ajang Payload Asia
Award 2013 yang dilaksanakan Contineo Media dari Singapura.
Penetapan Garuda Indonesia sebagai pemenang kategori
tersebut didasarkan pada survei terhadap pengguna jasa yang
memberikan penilaian terhadap aspek Network Growth and
Development Strategy, Operational Performance in Year
2012, Customer Service Product Innovations serta Market
Responsiveness/Adaptability.
Garuda Indonesia Named as The Rising Star Carrier of The
Year for Cargo Services in Payload Asia Award 2013
Garuda Indonesia named as The Rising Star Carrier of The
Year for cargo services during Payload Asia Award 2013 held by
Contineo Media from Singapore. Garuda Indonesia was named
a winner for the category based on survey involving users,
assessing the aspect of Network Growth and Development
Strategy, Operational Performance in Year 2012, Customer
Service Product Innovations and Market Responsiveness/
Adaptability.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

38
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

20 November | November
Garuda IndonesiaJet Airways Tandatangani Kerjasama
Code Share
Garuda Indonesia dan maskapai dari India, Jet Airways,
menandatangani Code Share Agreement dimana Garuda
menempati marketing party Jet Airways pada rute-rute antara
Singapura dengan Mumbai, Delhi, dan Chennai. Sedangkan
Jet Airways menempati marketing party Garuda Indonesia
pada rute Indonesia - Singapura. Kerjasama ini juga mencakup
layanan full fledged frequent flyer partnership kedua
maskapai, yaitu Jet Airways JetPrivilege dan Garuda Indonesia
Frequent Flyer (GFF).
Garuda IndonesiaJet Airways Signed MoU on Code Share
Garuda Indonesia and Indian airlines, Jet Airways, signed
MoU on Code Share Agreement where Garuda will act as
marketing party for Jet Airways on routes between Singapore
and Mumbai, Delhi, and Chennai. While Jet Airways will act as
marketing party for Garuda Indonesia on route Indonesia Singapore. This collaboration also covers full fledged frequent
flyer partnership between the two airlines, namely Jet Airways
JetPrivilege and Garuda Indonesia Frequent Flyer (GFF).

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

20 November | November
Garuda Indonesia Hentikan Pengangkutan Produk Hiu
Garuda Indonesia menghentikan layanan pengangkutan
produk ikan hiu sebagai wujud kepedulian dan komitmennya
menjaga kelestarian alam dan lingkungan, berlaku bagi segala
pengiriman dan pengangkutan sirip ikan hiu maupun produk
hiu lainnya melalui jasa angkutan kargo berdasarkan kebijakan
Embargo On Shipment All Kind Shark Fin. Sebelumnya Garuda
juga mendukung kampanye anti perdagangan hiu #SOSharks
yang diinisiasi oleh WWF-Indonesia serta berkontribusi dalam
pengurangan perdagangan sirip ikan hiu di pasar global.
Garuda Indonesia Stops Shipping Shark Products
Garuda Indonesia stopped shipping shark products out of
concern and as a proof of commitment towards environment
preservation, applied to all kinds of shipping and transportation
of shark fins and other shark products, pursuant to Embargo
On Shipment All Kind Shark Fin. Previously, Garuda also
supported the campaign against shark trading #SOSharks,
initiated by WWF-Indonesia, and contributed in the effort to
ban shark fins trading in global market.

39

25 November | November
Garuda Indonesia Perkenalkan Sub-Brand Explore ATR72600 untuk Melayani Rute-rute Penerbangan di Remote Area
Garuda Indonesia memperkenalkan sub-brand Explore
seiring bergabungnya pesawat turboprop ATR72-600 dalam
jajaran armada serta memperkenalkan sub-brand Explore Jet
melalui armada Bombardier CRJ1000 NextGen untuk melayani
penerbangan Garuda Indonesia di wilayah timur dan barat
Indonesia. Penggunaan kedua sub-brand tersebut sejalan
dengan keunggulan armada ATR72-600 dan Bombardier
CRJ1000 NextGen yang mampu melayani rute-rute penerbangan
ke wilayah-wilayah baru yang memiliki keterbatasan landasan.
Garuda Indonesia Introduced the Sub-Brand Explore
ATR72-600 to Serve Flight Routes in Remote Areas
Garuda Indonesia introduced sub-brand Explore after
receiving the turboprop ATR72-600 and introduced sub-brand
Explore Jet with Bombardier CRJ1000 NextGen to serve
Garuda Indonesias routes in east and west part of Indonesia.
The use of both sub-brand is in line with the advantage of
ATR72-600 and Bombardier CRJ1000 NextGen which can serve
new destination with limited runway.

28 November | November
Turnamen Internasional Garuda Indonesia Tennis Open
2013 dan Garuda Indonesia Tennis Junior Masters 2013
Dimulai
Garuda Indonesia menggelar turnamen internasional Garuda
Indonesia Tennis Open 2013 serta Garuda Indonesia
Tennis Junior Masters yang merupakan pengembangan dari

tournament GITM yang telah dilaksanakan setiap tahun sejak


tahun 2008. GITM adalah turnamen internasional yang diikuti
32 petenis putera dan 16 petenis puteri berdasarkan ranking
ITF dan PNP dengan total hadiah USD 25.000 untuk pemenang
putera dan USD 12.500 untuk pemenang puteri.
The International Tournament Garuda Indonesia Tennis
Open 2013 and Garuda Indonesia Tennis Junior Masters
2013 Are Opened
Garuda Indonesia held the international tournament Garuda
Indonesia Tennis Open 2013 and Garuda Indonesia Tennis
Junior Masters, a development from the GITM tournament
which held annually since 2008. GITM is an international
tournament contested by 32 male tennis players and 16 female
tennis players based on ITF and PNP ranking with total prize of
USD 25,000 for male and USD 12,500 for female.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

40
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

16 Desember | December
Garuda Indonesia Raih Penghargaan Indonesia Sustainable
Business Awards 2013 untuk Kategori Logistik dan
Transportasi
Garuda Indonesia meraih apresiasi sebagai Industry Champion
Indonesia Sustainable Business Awards 2013 untuk kategori
sektor usaha logistik dan transportasi dalam kegiatan End
of Year Press Conference Indonesia Business Council for
Sustainable Development (IBCSD). Garuda melaksanakan
program mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan, yang
dimanifestasikan dalam CSR and Sustainability Program
mencakup berbagai aspek, seperti ekonomi, pembinaan
masyarakat, dan lingkungan hidup secara berkesinambungan.
Garuda Indonesia Won Indonesia Sustainable Business
Awards 2013 for the Category Logistic and Transportation
Garuda Indonesia was named as the Industry Champion
Indonesia Sustainable Business Awards 2013 for the category
of logistic and transportation business during the event
End of Year Press Conference Indonesia Business Council
for Sustainable Development (IBCSD). Garuda Indonesia
implements program that aims to achieve sustainable growth,
as manifested in CSR and Sustainability Program covering
various aspects, including economy, community development,
and environment on continuous basis.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Peristiwa Penting 2013


2013 Event Highlights

17 Desember | December
Tingkatkan Layanan, Garuda Luncurkan Mobile Ticketing
Counter
Garuda Indonesia meluncurkan layanan Mobile Ticketing
Counter (MTC) yaitu fasilitas reservasi dan ticketing bergerak
yang menggunakan satu unit kendaraan (bus) khusus yang
tersedia di lokasi tertentu, untuk melayani para pengguna
jasa yang tinggal atau berkantor jauh dari ticketing/sales
office Garuda Indonesia. Melalui Mobile Ticketing Counter ini,
para pengguna jasa Garuda Indonesia dapat membeli tiket,
melakukan Reservasi, dan melakukan city check-in, layanan
Garuda Indonesia Frequent Flyer (GFF), serta layanan lainnya.
Improving Service, Garuda Launched Mobile Ticketing
Counter
Garuda Indonesia launched Mobile Ticketing Counter (MTC)
services to facilitate mobile reservation and ticketing using one
specially designed bus available on certain location, to serve
customers living or working at locations far from ticketing/
sales office of Garuda Indonesia. With Mobile Ticketing
Counter, Garuda Indonesia customers can purchase ticket, make
reservation, and city check-in, Garuda Indonesia Frequent
Flyer (GFF) services, and many more.

41

19 Desember | December
Garuda Indonesia Kembangkan Layanan Inflight
Connectivity di Jajaran Armada Airbus A330
Setelah menghadirkan fasilitas Inflight Connectivity pada
penerbangan Boeing 777-300ER, Garuda Indonesia akan
mengembangkan layanan tersebut di armada Airbus A330 baik
di Executive Class maupun Economy Class yang memungkinkan
penumpang untuk terhubung ke koneksi internet melalui WiFi
selama penerbangan. Secara bertahap Garuda Indonesia akan
menerapkan layanan ini pada rute-rute penerbangan domestik
maupun internasional yang dilayani dengan seluruh pesawat
Airbus A330-200 dan Airbus A330-300.
Garuda Indonesia Developed Inflight Connectivity Service
in Airbus A330
After presenting Inflight Connectivity on Boeing 777-300ER,
Garuda Indonesia will develop these service in Airbus A330, for
both Executive Class and Economy Class, so that passengers
can be connected to the Internet via WiFi connection during
flight. Garuda Indonesia will gradually implement this service
on any domestic and international flights served with Airbus
A330-200 and Airbus A330-300.

19 Desember | December
Garuda Indonesia ANA (All Nippon Airways) Tandatangani
MoU Kerjasama Strategis
Garuda Indonesia dan ANA (All Nippon Airways)
menandatangani MoU kerjasama strategis meliputi code share
agreement dan Frequent Flyer program. Dengan kerja sama
ini, penumpang ANA yang hendak melakukan penerbangan
ke Indonesia melalui Jakarta, dapat melakukan penerbangan
lanjutan dengan Garuda ke kota-kota besar di Indonesia.
Sementara para penumpang Garuda yang hendak melakukan
penerbangan ke Jepang melalui Tokyo (via Narita dan Haneda)
dan Osaka (via Kansai), dapat melakukan penerbangan lanjutan
dengan ANA ke beberapa kota besar di Jepang.
Garuda Indonesia ANA (All Nippon Airways) Signed the
MoU of Strategic Partnership
Garuda Indonesia and ANA (All Nippon Airways) signed
the MoU of strategic partnership, which covers code share
agreement and Frequent Flyer program. With this partnership,
passengers of ANA who fly to Indonesia via Jakarta, can
proceed on connecting flight with Garuda to other major cities
in Indonesia. While passengers of Garuda Indonesia who fly to
Japan via Tokyo (Narita and Haneda) and Osaka (Kansai), can
proceed on connecting flight with ANA to major cities in Japan.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

42
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Penghargaan & Sertifikasi


Awards & Certifications

PASSENGER CHOICE AWARDS 2013


BEST IN REGION : ASIA AND AUSTRALASIA
Top 5 Best Overall Passenger Experience
Top 5 Best Ground Experience
Top 5 Best Inflight Publication

ASIA PACIFIC AIRLINE FOOD AWARDS 2012


The Best Long-haul Airline Food
Top 5 Short-haul Airline Food

SKYTRAX AWARDS
2013
The Worlds Best Economy Class
Best Economy Class Arlne Seat

ASEAN PREMIUM AIRLINE OF THE YEAR


Frost & Sullivan

CUSTOMER SATISFACTION AWARD


Domestic Airline Of The Year 2012
Roy Morgan

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

43

No.

Penghargaan & Sertifikat


Awards & Certifications

Asia Pacific Airline Food Awards 2012


The Best Long-haul Airline Food
Top 5 Short-haul Airline Food

Indonesia Inhouse Magazine Award 2013


Gold Winner The Best of State Owned Enterprise Inhouse
Magazine (InMA) 2013 Award for VIEW Edition No.3/2012
Internal Magazine of Garuda Indonesia

Top Brand Award 2013


Category: Airlines

47

2011/2012 Vision Awards Annual Report Competition


First Rank Top 100 Annual Reports Worldwide
First Rank (Platinum Award) category Aerospace &
Defense
First Rank (Platinum Award) category Transportation &
Logistics
Special Achievement Award : The Most Engaging Annual
Report (Platinum) worldwide

Dari
From

Tanggal
Date

Skyscanner

14 Januari 2013

SPS

8 Februari 2013

Majalah Marketing & Frontier


Marketing Magazine & Frontier

8 Februari 2013

League of American
Communications Professionals
(LACP)

25 Februari 2013

Indonesia Most Admired CEO 2013

Warta Ekonomi

26 Februari 2013

Call Center Award 2013


Contact Center Service Excellence Award 2013

Service Excellence, Carre

7 Maret 2013

10

Penghargaan atas partisipasi SBU Garuda Cargo dalam


mensukseskan pelaksanaan Sistem National Single
Window (NSW) Airportnet Bandar Udara Internasional
Soekarno-Hatta untuk mendukung Indonesia National
Single Window (INSW)
Recognition for the participation of Garuda Cargo SBU in
promoting the implementation of National Single Window
(NSW) Airportnet system at Soekarno-Hatta International
Airport in support of Indonesia National Single Window
(INSW)

Menteri Perhubungan RI
Minister of Transportation of the
Republic of Indonesia

13 Maret 2013

11

Indonesia Service To Care Award 2013

Marketeers, MarkPlus Insight

18 Maret 2013

12

Penghargaan Aksi untuk Bumi 2013


Kategori Bisnis
Award Aksi untuk Bumi 2013
Business category

WWF Indonesia &


Komunitas EARTH HOUR
Indonesia
WWF Indonesia &
EARTH HOUR Community
Indonesia

23 Maret 2013

13

ASEAN Premium Airline of The Year

Frost & Sullivan

28 Maret 2013

14

Customer Satisfaction Award


Domestic Airline Of The Year 2012

Roy Morgan

28 Maret 2013

15

CEO Inovatif Untuk Negeri


CEO Innovative for the Country

GATRA

15 April 2013

Penghargaan Nasional Hak Kekayaan Intelektual 2013


National Award for Intellectual Property Right 2013

Kementerian Hukum dan Hak


Asasi Manusia RI
Direktorat Jenderal Hak
Kekayaan Intelektual
Ministry of Law and Human
Rights of the Republic of
Indonesia
Directorate General of
Intellectual Property Right

26 April 2013

16

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

44
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

No.

Penghargaan & Sertifikasi


Awards & Certifications

Penghargaan & Sertifikat


Awards & Certifications

Dari
From

Tanggal
Date

17

The 20 Best Airlines In The World


Ranking at #7
In-Flight Experience: 80
On-Time Performance: 74

Business Insider

26 April 2013

18

Fortune Most Admired Companies 2013


The First Winner in Infrastructure, Utilities and
Transportation Industry

Fortune Indonesia

2 Mei 2013

19

Fortune Most Admired Companies 2013


The Third Winner in CrossSector Industry

Fortune Indonesia

2 Mei 2013

20

The Best CEO 2013


The 1st Rank of The Best CEO 2013

SWA, Ipsos and Dunamis


Organization Services

13 Mei 2013

21

Penghargaan Atas Pencapaian Kinerja dan Terobosan


yang Dilakukan dalam BUMN Penyambung Nusantara
Award for Performance and Breakthrough in BUMN
Penyambung Nusantara

Kementerian BUMN
MInistry of SOE

19 Mei 2013

22

Penghargaan Atas Pencapaian Kinerja Dan Terobosan


Yang Dilakukan Dalam Pelaksanaan Program BUMN
Peduli
Award for Performance and Breakthrough in the
Implementation of BUMN Peduli Program

23

Kementerian BUMN
MInistry of SOE

19 Mei 2013

Indonesia Most Admired Companies 2013

Warta Ekonomi

28 Mei 2013

24

Service Quality Award 2013


Category: International Airline

Service Excellence, Carre

28 Mei 2013

25
26
27

BUMN Best PR Program

Forum Humas BUMN

5 Juni 2013

BUMN Best PR Officer

Forum Humas BUMN

5 Juni 2013

Web BUMN Awards 2013

BERITASATU.COM

10 Juni 2013

28

Corporate Image Award 2013


Category: Airlines

Bloomberg Businessweek,
Frontier Consulting Group

12 Juni 2013

Skytrax Awards 2013


The Worlds Best Economy Class
Best Economy Class Arlne Seat

Skytrax

18 Juni 2013

Indonesia Green Awards 2013


Category:
Pelestari Hutan
Pelopor Pencegahan Polusi
Pemimpin Pelestari Bumi (for Pak Emirsyah Satar)

The La Tofi School of CSR

25 Juni 2013

34

BUMN Innovation Expo & Award 2013


Pemenang II Stan Terbaik
BUMN Innovation Expo & Award 2013
Second Place - Best Booth

Debindo, Kementerian BUMN RI


Debindo, Ministry of SOE

30 Juni 2013

35

The 1st Champion of Indonesia Original Brand 2013


Product Category: Airline Service

SWA

4 Juli 2013

2012 Vision Awards


Annual Report Competition
First Rank (Platinum Award) category Transportation &
Logistics
Ranking at #6 Top 100 Annual Reports Worldwide
Ranking at #4 Top 50 Annual Reports In The Asia-Pacific
Region
Best In-House Annual Report Platinum Worldwide

League of American
Communications Professionals
(LACP)

15 Juli 2013

2930
31-33

36-39

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

45

No.

Penghargaan & Sertifikat


Awards & Certifications

40

The Indonesia Brand Champion Award 2013

Marketeers, MarkPlus Insight

25 Juli 2013

41

Indonesia Most Favorite Women Brand 2013


Category: Airline

Marketeers, MarkPlus Insight

25 Juli 2013

42

Indonesia Green Company Achievement 2013

SWA

31 Juli 2013

43

A Listed Company In Sustainable Responsible


Investment (SRI) Kehati Index

Indonesian Biodiversity
Foundation

31 Juli 2013

44

ARC Awards International XXVII


SILVER in the category/classification
Traditional Annual Report: Airline

45

International Business Awards (IBA)


Bronze Stevie Winner
Best Annual Report (Print)

46

Senayan City Infinite Merit Award 2013


Presented to Mr. Emirsyah Satar

Senayan City

18 Agustus 2013

47

BUMN Marketing Award 2013


Special Corporate Marketing
Recognition Award 2013

BUMN Track

27 Agustus 2013

48

BUMN Marketing Award 2013


Bronze Winner, Category Strategic

BUMN Track

27 Agustus 2013

49

Word of Mouth Marketing Most #1 Recommended Brand


First Winner In Flight / Airline Service Category

SWA, onbee

29 Agustus 2013

50

Indonesias Top 50
Company Excellent Achievement

Koran SINDO

27 Agustus 2013

51

Passenger Choice Awards 2013


Best in Region : Asia and Australasia
Top 5 Best Overall Passenger Experience
Top 5 Best Ground Experience
Top 5 Best Inflight Publication

Airline Passenger Experience


Association (APEX)

9 September 2013

52

Indonesia Best Brand Platinum 2013


Product Category: Airline Service

SWA, MARS

20 September 2013

53

Anugerah Business Review 2013


The Best Corporate Communication of The Year 2013

Business Review

24 September 2013

GKPM Awards 2013


CSR Best Practice for MDGs
Kategori: MDGs Tujuan-1, MDGs Tujuan-7

Menteri Koordinator Bidang


Kesejahteraan Rakyat Republik
Indonesia

2 Oktober 2013

56

Best In Travel 2013


Best Cabin Service

Asia Smart Travel

3 Oktober 2013

57

Payload Asia Award 2013


The Rising Star Carrier of The Year
Presented to SBU Garuda Cargo

Contineo Media Pte Ltd

17 Oktober 2013

58

Travel Rave Leaders GALA


Travel Business Leader Award in Asia Pacific (TBLA)
The 2013 Travel Business Leader of the Year

Singapore Tourism Board, CNBC

22 Oktober 2013

59

Indonesia Most Favorite Netizen Brand 2013


Category: Airline

Marketeers, MarkPlus Insight

28 Oktober 2013

60

4 Infobank BUMN Awards 2013


BUMN Kategori Industri Non-Keuangan yang Berpredikat
Sangat Bagus

Infobank

30 Oktober 2013

54-55

Dari
From

Tanggal
Date

Mercomm

31 Juli 2013

Stevie Awards

14 Agustus 2013

th

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

46
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

No.

Penghargaan & Sertifikasi


Awards & Certifications

Penghargaan & Sertifikat


Awards & Certifications

Dari
From

Tanggal
Date

61

The 5th IICD Corporate Governance Conference And


Awards
Best Right of Shareholders 2013

The Indonesian Institute for


Corporate Directorship (IICD)

30 Oktober 2013

62

Digital Marketing Award 2013


Great Performing Website
Category: Airlines

Survey One, Majalah Marketing

7 November 2013

63

PR Program & People Of The Year 2013


Best of the Best Marketing Public Relations Program 2013
Program: Garuda Indonesia & Liverpool FC Experience

MIX

7 November 2013

64

Economic Challenges Awards 2013


Category: Airline Industry Sector

Metro TV

15 November 2013

65

Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2013


The Best in Achieving Total Customer Satisfaction
Category: Airline

Frontier Consulting Group, SWA

20 November 2013

66

2013 Strategy Into Performance Execution Excellence


(SPEX2) Award
The Best in Airline Industry

GML Consulting, Fortune


Indonesia Magazine

25 November 2013

67

Indonesia Sustainable Business Awards 2013


Logistic & Transportation

Sustainable Business Awards


(SBA)

28 November 2013

Penghargaan Serikat Perusahaan Pers (SPS)


Indonesia Public Relations Awards & Summit (IPRAS)
1. Korporasi Pilihan SPS 2013
2. CEO Pilihan SPS 2013
3. Tokoh PR Pilihan SPS 2013
Recognition from Serikat Perusahaan Pers (SPS)
Indonesia Public Relations Awards & Summit (IPRAS)
1. Favorite Corporation SPS 2013
2. Favorite CEO SPS 2013
3. Favorite PR Figure SPS 2013

SPS

29 November 2013

71

Piagam Penghargaan
Perusahaan Pemeduli Terhadap Penyandang Disabilitas
Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial (UPKS) Dalam
Rangka Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tingkat Provinsi
DKI Jakarta Tahun 2013
Award
A Company that Care for People with Disability - in
connection with International Disability Day (HDI) DKI
Jakarta Year 2013

Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI


Jakarta

5 Desember 2013

72

Anugerah BUMN 2013


Juara 1 BUMN Jasa Non Keuangan Berdaya Saing Terbaik
Anugerah BUMN 2013
First Place Winner - Non-Financial Services SOE with Best
Competitiveness

BUMN Track

5 Desember 2013

68-70

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

47

No.

Penghargaan & Sertifikat


Awards & Certifications

Dari
From

Tanggal
Date

Indonesia Human Capital Study (IHCS) 2013


1. The Best For Human Capital Initiative - Industrial
Relationship
2. The Best For Human Capital Initiative - Culture
Development
3. The Best For All Criteria
4. The Best For CEO Commitment

Business Review, Dunamis


Human Capital

5 Desember 2013

77

43rd Creativity International Awards 2013 - Gold


Magazine Design Complete
Award for Garuda Indonesia In-flight magazine Colours,
March 2013
Agency Fish

Creativity International Awards

Desember 2013

78

Akuntan Award 2013


Akuntan of The Year 2013
Accountant Award 2013
Accountant of The Year 2013

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)


Indonesia Accountant
Association (IAI)

12 Desember 2013

79

Good Corporate Governance Award 2013


Most Trusted Company Based on Corporate Governance
Perception Index (CGPI)

SWA, IICG

16 Desember 2013

80

Indonesia Travel & Tourism Awards 2013/14


Category: Indonesia Leading International Airline

ITTA Foundation

16 Desember 2013

81

Customer Loyalty Award 2013


Net Promoter Leader
The Net Promoter Score (NPS) Leader for Airlines Category

SWA, Net Promoter, Hachiko

18 Desember 2013

82

The Best Airline Hajj Season 1434H/2013

General Authority of Civil


Aviation (GACA) King Abdul Aziz
International Airport

Desember 2013

73-76

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

48
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Visi, Misi, dan Nilai-nilai Perusahaan


Vision, Mission, and Corporate Values

Visi

Vision

Misi

Mission

Menjadi Perusahaan penerbangan yang handal


dengan menawarkan layanan yang berkualitas
kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan
Indonesia.
A strong distinguished airline through providing
quality services to serve people and goods around
the world with Indonesian hospitality.

Sebagai Perusahaan penerbangan pembawa


bendera bangsa (flag carrier) Indonesia yang
mempromosikan Indonesia kepada dunia guna
menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan
memberikan pelayanan yang profesional.
The flag carrier of Indonesia that promotes Indonesia
to the world, supporting national economic
development by delivering professional air travel
services.

Nilai-nilai
Perusahaan
Corporate
Values

Tata Nilai Perusahaan yang disebut sebagai FLY-HI


terdiri dari:
eFficient & effective, Loyalty, Customer CentricitY,
Honesty & openness, dan Integrity.
Corporate Value called Fly-Hi consisting of:
eFficient & effective, Loyalty, Customer CentricitY,
Honesty & openness, and Integrity.

Visi & Misi telah disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris pada 23 April 2009 serta dievaluasi oleh Dewan Komisaris secara
periodik setiap 3 (tiga) tahun.
Vision & Mission have been approved by the Board of Directors and the Boards of Commissioners on 23 April 2009 and
periodically evaluated by the Board of Commissioners every 3 (three) years.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

49

eFficient & effective

Bekerja dengan akurat, hemat dan tepat waktu


untuk memberikan hasil yang berkualitas.
Work in an accurate, efficient and timely manner to
produce high-quality result.

Loyalty

Menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan


tanggung jawab.
Carry out duties with full dedication and
responsibility.

Customer CentricitY

Melayani dengan tulus dan mengutamakan


kepuasan pelanggan.
Serve with sincerity and focus on customer
satisfaction.

Honesty & openness

Menjunjung tinggi kejujuran, ketulusan,


keterbukaan dengan tetap memperhatikan prinsip
kehati-hatian.
Uphold honesty, sincerity, openness and caution.

Integrity

Menjaga harkat dan martabat serta


menghindarkan diri dari perbuatan tercela yang
dapat merusak citra profesi dan Perusahaan.
Maintain dignity and refrain from improper
conduct that may damage Company image and
profession.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

50
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Strategi 2013
2013 Strategy

Guna memastikan
pertumbuhan masa
depan, Perusahaan
memfokuskan
pada strategi
pengembangan
jaringan, sebagai
bagian dari Strategi
Quantum Leap 20112015.
To ensure future growth,
the Company focused
its strategy on network
expansion, as part of the
Quantum Leap strategy
2011-2015.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Garuda Indonesia menyusun Strategi Quantum Leap demi


memastikan tercapainya pertumbuhan bisnis Perusahaan
secara berkesinambungan, sehingga Perusahaan dapat
mencapai kondisi profitabilitas yang berkesinambungan
(sustainable profitable growth).
Di tahun 2013, Perusahaan memfokuskan strateginya
pada pengembangan jaringan (network expansion), yang
merupakan bagian dari Strategi Quantum Leap 2011-2015.
Selain memfokuskan pada pengembangan jaringan,
Perusahaan juga memiliki tiga indikator strategis yang ingin
dicapai yaitu pencapaian produktivitas (ASK/Employee)
sebesar 5,52 juta, kembali diterapkannya layanan First
Class, Right Issue, dan dioperasikannya pesawat tipe baru
ATR72-600.
Selain itu, Perusahaan mencatat pencapaian lain sebagai
berikut:
Pemenuhan minimal 90% persyaratan keanggotaan
Aliansi Global SkyTeam. Keseluruhan proses diharapkan
dapat selesai di triwulan pertama tahun 2014 sehingga

Garuda Indonesia developed a Quantum Leap strategy to


secure a sustainable business growth that will support a
sustainable profitable growth.
In 2013, the Company focused its strategy on network
expansion, which became part of the Quantum Leap
strategy 2011-2015. In addition to focusing on network
development, the Company also had three strategic
indicators to achieve, including the productivity (measured
by ASK/Employee) of 5.52 million, the introduction of
First Class services, Rights Issue and the operation of new
aircraft ATR72-600.
In addition, the Company also recorded other achievements
as follows:
The fulfilment of minimum 90% requirement to become
a member of Global Alliance SkyTeam. All processes are
expected to complete in the first quarter of 2014, hence

51

Strategic Milestones Quantum Leap 2011-2015

2015
Quantum Leap

2014
Service
Excellence

2013
2012
2011

Global
Alliance

IPO

Initial Public
Offering (IPO)
Citilink
Revitalization

Network
Expansion

Dedicated
Terminal
Garuda Sub100 Seater

ASK/
Employee
5.52 mio
First Class
Service
ATR 72-600

Garuda Indonesia diharapkan akan siap menjadi


anggota Aliansi Global SkyTeam di triwulan tersebut.
Kendati proses belum selesai, Garuda Indonesia
telah merasakan peningkatan competitive advantage
sebagai kandidat anggota SkyTeam dengan berhasil
diselesaikannya berbagai kesepakatan bilateral dengan
beberapa airline anggota SkyTeam.
Pembukaan jalur penerbangan ke berbagai propinsi di
Indonesia, dengan menggunakan CRJ, yang merupakan
pesawat narrow body dengan kapasitas < 100 seats,
dan mampu melayani low density market. Keseriusan
Garuda Indonesia dalam mengembangkan jaringan
ke wilayah Timur Indonesia dengan menggunakan
CRJ ini akan semakin mempertajam eksistensi Garuda
Indonesia sebagai flag carrier.
Kedatangan Boeing tipe B777 300ER, yang
memperkuat jajaran armada Garuda Indonesia untuk
armada berbadan lebar (wide body), dan untuk jarak
jelajah jauh (long haul), merupakan gambaran komitmen
Garuda Indonesia dalam mencapai target Quantum
Leap yang telah ditetapkan.

Best Cabin
Crew
SkyTrax 5 Star
Denpasar
Dedicated
Terminal
Fly to All
Province
Capital
Member of
SkyTeam

194 Aircraft
Dedicated
Aircrafts for
Hajj
First Flight to
USA

Garuda Indonesia will become a member of Global


Alliance SkyTeam within that quarter. Even though the
process has not yet been completed, Garuda Indonesia
already recognized higher competitive advantage
being a candidate member of SkyTeam following the
successful bilateral agreement with some members of
SkyTeam.
The establishment of flight network to several provinces
in Indonesia using CRJ aircraft, which was a narrow body
aircraft with less than 100 seats capacity, and has the
ability to serve low density market. Garuda Indonesias
commitment to develop network to eastern part of
Indonesia by using the CRJ will further strengthen its
presence as Indonesias flag carrier.
The arrival of Boeing B777-300 ER which also
strengthened Garuda Indonesias fleet in wide body and
long haul aircraft category, which highlighted Garuda
Indonesias commitment to meet Quantum Leaps
target.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

52
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Strategi 2013
2013 Strategy

Financial

Consistent High
Quality of Products &
Services

Learning &
Growth

Internal
Business
Process

Sustainable
Profitable Growth

Customer

Strategy Map

Revenue
Enhancement

Product Quality
Enhancement

Employer of
Choice

Dalam menjalankan strateginya, Perusahaan menggunakan


pendekatan Balance Score Card (BSC), dan menetapkan
sasaran-sasaran strategis (strategic objectives) yang
dikelompokkan kedalam 4 perspektif yaitu perspektif
Keuangan/Financial, perspektif Pelanggan/Customer,
perspektif Proses Internal/Internal Process dan perspektif
Pembelajaran dan Pertumbuhan/Learning & Growth.
Keterkaitan seluruh sasaran strategis tersebut, dapat dilihat
pada peta strategis (strategic map) dibawah ini. Dengan
menggunakan pendekatan ini, Perusahaan memperoleh
beberapa keuntungan dalam melakukan pengelolaan
strategi, yaitu:
1. Dapat memberikan gambaran utuh bagaimana strategi
pencapaian visi/tujuan Perusahaan.
2. Sebagai alat untuk menjamin bahwa visi/tujuan-tujuan
Perusahaan didukung oleh setiap individu di Perusahaan
(mendukung proses penjabaran strategi),

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Operational
Excellence

High Performance
Organization

In implementing its strategy, the Company uses Balance


Score Card (BSC) approach and determined strategic
objectives which were grouped into 4 perspectives, i.e.
Financial perspective, Customer perspective, Internal
Process, and Learning & Growth perspective. The
relationship of all strategic objectives is described on
the following strategic map. Based on this approach,
the Company could obtain several benefits from the
implementation of the strategic management, as follows:

1. It can provide full picture on the strategy to achieve the


Companys vision/goals
2. It can serve as a tool to ensure that all Companys
vision/goals are supported by each individual within the
Company (support the strategy description process).

53

3. Membantu penyusunan indikator kinerja untuk individu,


sehingga mendukung sistem manajemen kinerja
Perusahaan.

3. It can assist the formulation of individuals performance


indicator hence can support the Companys performance
management system.

Inisiatif strategis Perusahaan kemudian dijabarkan ke dalam


tujuh komponen pendorong Strategi Quantum Leap atau
dikenal sebagai 7 Drivers Quantum Leap. Ketujuh komponen
tersebut adalah sebagai berikut:
1. Domestic
Perusahaan mencanangkan untuk terus tumbuh dan
mendominasi pasar full service carrier di Indonesia.
Strategi yang diambil adalah peningkatan layanan
sebagai bagian dari upaya pemenuhan target rating
Skytrax, yaitu menjadi bintang 5, dan sekaligus
mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas ASEAN di
tahun 2015 serta memperkuat posisi di kelas premium di
pasar domestik. Selain itu juga dilakukan peningkatan
produk dengan dihadirkannya produk penerbangan
dengan menggunakan pesawat tipe ATR 72-600.
2. International
Di pasar Internasional, Perusahaan memiliki potensi
peningkatan yang besar. Agar dapat terus meningkatkan
daya saing terutama dibandingkan dengan pesaing
regional di Asia Pasifik, beberapa strategi yang
digunakan adalah:
Melakukan kerja sama code share, dengan maskapai
penerbangan potensial yang setara, dengan prinsip
mutualisme. Beberapa kerja sama code share

The Companys strategic initiatives are then translated into


the seven drivers of Quantum Leap strategy. The seven
drivers are as follows:
1. Domestic
The Company is committed to grow consistently and
dominate the Full Service Carrier market in Indonesia.
The strategy adopted is improving the service quality as
part of an initiative to meet the Skytrax rating target, to
become a 5 star airline as well as to prepare for ASEAN
free market in 2015 as well as to strengthen its position
in the premium class in the domestic market. In addition,
product improvement is also conducted through the
utilization of new ATR72-600.
2. International
In the international market, the Company has
a high potential of growth. In order to improve
the competitiveness particularly compared with
regional competitors in Asia Pacific, several strategy
implemented were:
Having code share agreement with reputable
international airlines under mutually benefit
principle. Some code share cooperation has been

7 Drivers
1

Domestic
Grow and
Dominate Full
Service Market

International
Enormous
Upside
Potential

Human Capital
Right Quality &
Right Quantity

LCC
Citilink to
Address
the LCC
Opportunity

Cost Discipline
Efficient in
Cost Structure
Compared to
Peers

Brand
Stronger Brand,
Better Product
& Services

Fleet
Expand,
Simplify &
Rejuvenate
Fleet

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

54
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Strategi 2013
2013 Strategy

telah dilakukan adalah code share dengan Etihad


Airways. Kerjasama ini dilakukan dengan prinsip
mutualisme, dan sebagai realisasi kerja sama
tersebut, di bulan Desember 2012 Garuda Indonesia
memindahkan transit point untuk penerbangan ke
Eropa dari Dubai ke Abu Dhabi. Dari kerja sama
code share ini, keuntungan yang diperoleh adalah
perluasan jaringan penerbangan melalui Abu
Dhabi, terhubungnya jaringan penerbangan Garuda
Indonesia dengan Etihad Airways, dan sebaliknya.
Persiapan untuk bergabung dalam aliansi global
SkyTeam. SkyTeam saat ini beranggotakan 19
maskapai penerbangan besar. Manfaat keanggotaan
aliansi ini diantaranya adalah terhubungnya Garuda
Indonesia ke dalam Jaringan rute yang luas, dengan
15,000 penerbangan per hari, mencakup 1,064
tujuan di 178 negara, dan rata-rata melayani 569 juta
penumpang per tahun, serta 564 Airport Lounges di
seluruh dunia.
LCC
3.
Perusahaan mengisi pasar Low Cost Carrier melalui
Citilink. Keberadaan Citilink di industri akan semakin
memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai premium
airline. Strategi yang diterapkan untuk Citilink adalah
sebagai berikut:
Memisahkan manajemen Perusahaan dari Garuda
Indonesia (Spin Off), dengan Corporate Culture
Citilink: Simple, On Time, dan Convenient.
Melakukan ekspansi penambahan armada dengan
prinsip Simple Fleet (jenis yang sama, dan sesuai
untuk market LCC).
Memaksimalkan perawatan pesawat, serta jaminan
keselamatan penerbangan.
Berfokus pada rute-rute jarak pendek dan
menengah, baik domestik dan internasional.
Memaksimalkan utilisasi pesawat agar mencapai
level jam yang tinggi.
Konsep layanan yang efisien dan tanpa layanan
tambahan.
Biaya distribusi yang rendah. Perusahaan akan terus
mengembangkan Citilink sehingga bisa mandiri dan
menguntungkan.
4. Fleet
Strategi Garuda Indonesia dalam pengembangan
armada adalah menyeimbangkan jumlah armada
dengan kebutuhan armada yang beragam, sehingga
dapat mendukung pertumbuhan bisnis Perusahaan.

Low cost of distribution. The Company will continue


developing Citilink to become independent and
profitable
4. Fleet
Garuda Indonesias strategy for fleet expansion was to
ensure a balance between the number of fleet and the
necessity to have various types of aircraft in order to
support the Companys business growth.

Dengan demikian, armada yang ada dapat dioperasikan


secara efisien dan memiliki fleksibilitas untuk memenuhi
kebutuhan jaringan rute Garuda Indonesia yang

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

established, with Etihad Airways. Such cooperation


is developed based on mutually benefit principle
and as a result, Garuda Indonesia moved its transit
point for European flight from Dubai to Abu Dhabi
in December 2012. This code share cooperation
allowed the Company to expand its flight network
through Abu Dhabi and to be connected with Etihad
Airways network, vice versa.

Preparation to join global SkyTeam alliance.


SkyTeam currently consist of 19 large airlines.
The benefit of this alliance is Garuda Indonesias
connectivity to wider route network with 15,000
flights daily covering 1,064 destinations in 178
countries and an average 569 million passengers
served per year as well as 564 Airport Lounges
around the world.
3. LCC
The Company would satisfy the Low Cost Carrier (LCC)
segment through its Citilink. The existence of Citilink in
the industry will further strengthen Garuda Indonesias
position as a premium airline. Strategy implemented for
Citilink were as follows:
Spin off Citilink management from Garuda Indonesia
with Corporate Culture: Simple, On Time, and
Convenient.
Expand fleet under simple fleet principle (a similar
type and suitable for LCC market).
Maximize the aircraft maintenance and ensure the
flight safety.
Focus on short and medium route flight, for both
domestic and international flight
Maximize aircraft utilization to achieve higher flight
hours.
Efficient Service concept without additional charges.

As a result, the available fleet can be operated efficiently


and has the flexibility to meet Garuda Indonesias
various route networks. The arrival of Boeing 777-

55

beragam. Kedatangan armada Boeing 777-300ER


di tahun 2013 menambah kekuatan armada Garuda
Indonesia dengan armada untuk kategori jarak jauh
(long haul), dan akan memungkinkan Perusahaan untuk
memperkenalkan produk baru yaitu layanan kabin
First Class. Selain itu Perusahaan juga mendatangkan
pesawat tipe ATR 72-600 untuk melayani rute-rute
perintis di domestik.
5. Brand
Seperti halnya di tahun 2012, strategi Garuda Indonesia
di tahun 2013 pada aspek pengembangan brand
adalah melalui pengembangan lanjutan dari konsep
Garuda Indonesia Experience. Strategi ini berupaya
memberikan proposisi premium untuk produk Garuda
Indonesia, yang dicapai melalui pengembangan 4
komponen utama, yaitu:
Keramahan khas Indonesia
Kualitas Customer Service yang prima
Interior kabin yang modern
Armada baru
6. Cost Discipline
Strategi Perusahaan di tahun 2013 untuk aspek cost
discipline adalah memfokuskan pada upaya penekanan
biaya secara berkesinambungan namun tanpa
mengabaikan peningkatan kualitas pelayanan. Strategi
ini diterapkan melalui dua inisiatif berikut:
Peralihan dari Indirect Sales Model (c/o: agen)
menjadi Direct Sales Model (c/o: internet, call
center), sehingga dapat menekan biaya penjualan.
Pengoperasian armada baru yang dapat mengurangi
biaya perawatan dan biaya bahan bakar.
7. Human Capital
Strategi Perusahaan di tahun 2013 untuk aspek
pengembangan sumber daya manusia adalah berfokus
pada internalisasi Fly-Hi, yang diimplementasikan
melalui berbagai inisiatif strategis sebagai berikut:
Pengembangan organisasi
Meningkatkan Performance Management System
Membangun kapabilitas kepemimpinan
Strategi Sumber Daya Manusia yang sejalan dengan
strategi Garuda
Membangun budaya, penjualan, pelayanan,
operasional berkinerja tinggi, serta learning culture.

Conversion from Indirect sales model (e.g agent)


to direct sales model (e.g: internet, call center) to
reduce selling expenses.
The operation of new fleet which can reduce
maintenance cost and fuel cost.
7. Human Capital
The Companys strategy in 2013 for human capital
development aspect was to focus on the internalization
of Fly-Hi culture, which was implemented through
various initiatives as follows:
Developing organization
Improving Performance Management System
Developing leadership capability
Developing Human Resource strategy that is
consistent with Garuda Indonesias strategy
Developing culture, sales, service, high performance
organization as well as learning culture.

Dengan menjalankan strategi tersebut di atas, diharapkan


akan terjadi peningkatan produktivitas karyawan yang
dapat mendukung peningkatan profitabilitas Perusahaan.

By implementing all the above strategies, greater


employees productivity can be achieved hence can support
the Companys higher profitability.

Pada akhirnya, hal tersebut juga akan memberikan dampak


positif pada peningkatan tingkat pendapatan per karyawan.

In the end, this can bring positive impact to the revenue per
employee.

300ER in 2013 strengthened Garuda Indonesias fleet


for long haul category and would enable the Company
to introduce new product, First Class cabin services. In
addition, the Company also acquired new aircraft ATR
72-600 to serve remote areas in the domestic market.

5. Brand
Similar to that in 2012, Garuda Indonesias strategy for
brand development aspect was to continue Garuda
Indonesia Experience concept. This strategy tried
to offer premium proposition to Garuda Indonesias
product, which was achieved through the development
of 4 main components, i.e.:
Indonesian hospitality
Outstanding customer service quality
Modern cabin interior
New fleet
6. Cost Discipline
The Companys strategy in 2013 for cost discipline
aspect was to focus on initiatives to reduce cost
consistently without sacrificing the quality of services.
This strategy was implemented through 2 initiatives, i.e.:

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

56
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Laporan Dewan Komisaris

Report from the Board of Commissioners

Pembukaan ruterute domestik


baru merupakan
dukungan terhadap
program Masterplan
Percepatan
dan Perluasan
Pembangunan
Ekonomi Indonesia
(MP3EI).
The commissioning of new
domestic routes was part of
the support for the Master Plan
Program for the Acceleration
and Expansion of Indonesia
Economic Development
(MP3EI).

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Perekonomian Indonesia menghadapi banyak tantangan di


tahun 2013. Tekanan terhadap neraca berjalan dan anggaran
pemerintah membuat pemerintah menaikkan harga BBM
bersubsidi rata-rata sebesar 33% pada tanggal 21 Juni 2013
yang memicu tingginya inflasi domestik di tahun tersebut.
Tekanan terhadap neraca berjalan membuat mata uang
Rupiah mengalami depresiasi yang signifikan, yaitu sebesar
23% di tahun 2013, depresiasi terbesar dibandingkan
dengan depresiasi mata uang negara-negara ASEAN
lainnya.

Di antara komponen-komponen Produk Domestik Bruto,


sektor transportasi masih mencatat kenaikan tertinggi
pada tahun 2013 yaitu 10,2%, yang antara lain tercermin
dari pertumbuhan trafik penumpang domestik dan
internasional. Di tahun 2013, trafik penumpang domestik
tumbuh sebesar 15% sementara penumpang internasional
tumbuh sebesar 5,1%.
Among the Gross Domestic Products components, the
transportation sector recorded the highest growth in
2013, of around 10.2%, which was reflected in the growth
of both domestic and international passenger traffic. The
domestic and international passenger traffic grew by 15%
and 5.1%, respectively.

The Indonesian economy faced several challenges in 2013.


Pressure toward the current account and the governments
budget had forced the government to escalate the price
of subsidized fuel by an average 33% on June 21, 2013,
which triggered high domestic inflation throughout the
year. Pressure towards the current account led to a sizeable
depreciation of the Rupiah, which was around 23% against
US Dollar in 2013; the highest depreciation when compared
against other ASEAN currencies.

57

Bambang Susantono
Komisaris Utama
President Commissioner

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

58
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Laporan Dewan Komisaris


Report from the Board of Commissioners

Sementara itu, inflasi Indonesia tercatat sebesar 8,4%


di tahun 2013, lebih tinggi dibandingkan dengan 4,3% di
tahun 2012. Untuk meredam laju inflasi, BI menaikkan suku
bunga acuan secara bertahap sejak bulan Juni 2013, dan
hal tersebut memicu kenaikan suku bunga perbankan pada
umumnya. Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh sebesar
5,8% di tahun 2013, menurun dibandingkan 6,3% di tahun
2012.

Secara keseluruhan, jumlah penumpang udara pada


tahun 2013 mencapai 93,6 juta penumpang, terdiri dari
82,1 juta penumpang domestik dan 11,4 juta penumpang
internasional, meningkat dari total 81,3 juta penumpang
udara di tahun 2012.

Meanwhile, domestic inflation was recorded at 8.4% in


2013, much higher when compared to inflation in 2012
which was 4.3%. In order to ease the inflation, Bank
Indonesia adjusted the policy rate on a gradual basis since
June 2013, which led to an escalating interest rate in the
banking sector. The Gross Domestic Product (GDP) growth
decelerated to 5.8% in 2013 from 6.3% in 2012.

Penilaian atas Kinerja Direksi

Assessment on Directors Performance

Di tahun 2013, Manajemen Garuda Indonesia melanjutkan


pelaksanaan strategi Quantum Leap yang telah
dicanangkan sebelumnya, dengan fokus pada ekspansi
jaringan penerbangan.

Throughout 2013, the management of Garuda Indonesia


continued the implementation of the ongoing Quantum
Leap strategy, which focuses more on flight network
expansion.

Sejalan dengan objektif tersebut, Direksi telah


melaksanakan berbagai program dan inisiatif untuk
mengembangkan jaringan penerbangan, antara lain melalui
penambahan jumlah armada dan menjalin kerja sama
code share dengan beberapa maskapai penerbangan
internasional seperti Jet Airways untuk memperluas jaringan
penerbangan internasional. Di samping itu, persiapan untuk
bergabung dengan SkyTeam telah mencapai tahap akhir,
dan diharapkan Garuda Indonesia dapat masuk secara resmi
menjadi anggota aliansi global SkyTeam pada triwulan
pertama tahun 2014.

Untuk sektor domestik, Garuda Indonesia telah meluncurkan


sub brand Explore ATR72-600 dan Explore-Jet
Bombardier CRJ1000 NextGen untuk melayani penerbangan
ke rute-rute remote di seluruh pelosok Nusantara. Kami
menilai langkah Perusahaan membuka jalur penerbangan
baru ke pusat-pusat eknomi baru tersebut akan semakin
memperkuat posisi Garuda Indonesia di wilayah Indonesia
bagian Barat dan Timur. Langkah ini juga merupakan
dukungan Garuda Indonesia terhadap program Master
Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi
Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang dilaksanakan
pemerintah, melalui pengembangan konektivitas antar kota
di 6 koridor pengembangan ekonomi di Indonesia.

Consistent with such a goal, The Board of Directors applied


several programs and initiatives to expand the flight
network; such as increasing the number of aircrafts and
establishing code share cooperation with international
airlines like Jet Airways to extend the international flight
network. Apart from that, the preparation to join the
SkyTeam had reached the final stage and hence Garuda
Indonesia officially became the newest member of the
global SkyTeam alliance by the first quarter of 2014.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

In general, the total number of airline passengers in 2013


reached 93.6 million passengers, which consisted of 82.1
million domestic passengers and 11.4 million international
passengers, an increase from the total 81.3 million
passengers in 2012.

In the domestic sector, Garuda Indonesia launched the


sub-brands; Explore ATR 72-600 and the ExploreJet
Bombardier CRJ1000 NextGen, to provide services to the
remotest areas of Indonesia. We believe the strategy to
open several new routes to the new center of economic
activities will strengthen Garuda Indonesias position in
the Western and Eastern Indonesia. This strategy is also
part of Garuda Indonesias support to the Governments
Master Plan Program for the Acceleration and Expansion of
Indonesia Economic Development (MP3EI). By developing
inter-city connectivity in the six economic development
corridors throughout Indonesia.

59

Tidak hanya pada tingkatan induk Perusahaan, investasi


juga dilaksanakan pada entitas anak Perusahaan, dalam
rangka meningkatkan keunggulan kompetitif entitas anak di
bidang industri masing-masing. Investasi ini menimbulkan
beban yang cukup besar di tahun 2013, namun hasil yang
dicapai akan dapat mendukung pertumbuhan bisnis Garuda
Indonesia beserta entitas anak dalam jangka menengah dan
jangka panjang.

Meanwhile, investment was allocated not only at the


parent level but also at the subsidiaries in order to enhance
competitive advantages of the subsidiary entities in their
respective industries. Although the investment triggered
significant spending in 2013, the results will support the
business growth of Garuda Indonesia and the subsidiaries in
the medium and long term horizon.

Iklim perekonomian yang kurang kondusif dan persaingan


di industri penerbangan yang semakin ketat membuat
Perusahaan hanya mencatat pertumbuhan pendapatan
usaha sebesar 7,0% di tahun 2013 menjadi USD 3,72 miliar.

The unfavorable economic climate and stiffer competition


in the airline industry had affected the Companys
performance and led to only a 7.0% increase in operating
revenues in 2013 to USD 3.72 billion.

Sejalan dengan pengembangan armada yang dilaksanakan,


beban operasional meningkat secara berarti sebesar 10,8%
dari tahun 2012 menjadi USD 3,66 miliar di tahun 2013,
meski demikian Perusahaan tetap dapat menghasilkan laba
operasional sebesar USD 56,4 juta. Laba bersih mengalami
penurunan dari USD 110,8 juta di tahun 2012 menjadi
USD 11,2 juta di tahun 2013, selain karena faktor-faktor yang
telah disebutkan diatas juga diakibatkan oleh kerugian yang
dibukukan oleh entitas anak Perusahaan, Citilink.

Terlepas dari hal tersebut, Komisaris menyampaikan


penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Manajemen
atas upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan
reputasi Perusahaan di pasar internasional. Upaya dan
langkah tersebut telah mendapatkan apresiasi dan
recognition dari berbagai stakeholders, yang antara
lain ditandai dengan keberhasilan Garuda Indonesia
memperoleh penghargaan The Worlds Best Economy
Class 2013 dan The Best Economy Class Airline Seat 2013
dari Skytrax dan meraih peringkat ke-8 dalam daftar The
Worlds Top 10 Airlines.

Furthermore, due to fleet expansion, operating expenses


increased sizably by 10.8% from 2012 to USD 366 billion in
2013. Nonetheless, the Company was still able to generate
an operating profit of USD 56.4 million. The Company
hence still booked a net profit of USD 11.2 million in 2013,
but decreased from the USD 110.8 million recorded in 2012.
The decrease in the bottom line was not only caused by
the previously mentioned factors but also the loss being
recorded by the subsidiary, Citilink.

Pandangan atas Prospek Usaha Perusahaan

Opinion on Company Prospects

Mengacu pada pencapaian di tahun 2013, khususnya


di sisi pengembangan armada dan jaringan, Garuda
Indonesia akan memiliki landasan yang lebih kokoh untuk
meningkatkan posisinya di industri penerbangan global.

Considering the achievement in 2013, particularly in the


fleet and network expansion, Garuda Indonesia will have
a strong foundation to further enhance its position in the
global airline industry.

Besides a weakened financial performance, the Board


of Commissioners would like to extend the highest
appreciation to the management for all of their efforts to
escalate the Companys reputation in the international
market. All of the initiatives and ideas have gained the
appreciation and recognition from many stakeholders,
some of which were the The Worlds Best Economy Class
2013 and The Best Economy Class Airline Seat 2013
from Skytrax and ranked number 8 in The Worlds Top 10
Airlines.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

60
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Laporan Dewan Komisaris


Report from the Board of Commissioners

Dengan semakin baiknya konektivitas antar daerah


dan internasional yang dilayani oleh maskapai Garuda
Indonesia, maka Perusahaan akan memiliki peluang
yang lebih besar untuk memperbaiki kinerjanya ketika
perekonomian domestik menunjukkan perbaikan. Secara
umum, tekanan inflasi diproyeksikan akan berkurang di
tahun 2014, demikian halnya dengan tekanan terhadap mata
uang Rupiah. Dengan demikian, walaupun ketidakpastian
politik akan mewarnai tahun 2014 karena adanya pemilihan
umum, kinerja sektor transportasi diproyeksikan akan
meningkat. Hal ini akan memberikan iklim yang kondusif
bagi Garuda Indonesia untuk melanjutkan pertumbuhannya
di tahun 2014.

Dewan Komisaris berharap Direksi di tahun 2014 dapat terus


melanjutkan program Quantum Leap yang telah ditetapkan
sebelumnya. Dewan Komisaris akan terus meningkatkan
pengawasan agar di tahun 2014 Garuda Indonesia dapat
meningkatkan kinerja keuangannya. Namun, perhatian
khusus tetap perlu diberikan kepada Strategic Business
Unit (SBU) serta anak-anak Perusahaan agar kinerjanya
dapat terus ditingkatkan sehingga dapat mendukung kinerja
Perusahaan secara konsolidasi.

The improvement in the connectivity of inter-city routes in


the domestic and international market served by Garuda
Indonesia will bring a wider opportunity for the Company
to improve its performance whenever the national economy
recovers. Overall, inflation and exchange rate pressures
are projected to ease in 2014. Therefore, despite political
uncertainty in 2014 due to the general election, the
transportation sector is projected to perform better. This
will provide a conducive climate for Garuda Indonesia to
continue growing in 2014.

Komite-Komite di Bawah Dewan Komisaris

Committees within the Board of Commissioners

Pada tahun 2013 sebagai tindak lanjut atas peraturan


Menteri Negara BUMN dalam meningkatkan pengurusan
dan pengawasan BUMN, Dewan Komisaris melakukan
perampingan jumlah Komite Komisaris dari yang
sebelumnya 3 (tiga) Komite Komisaris menjadi 2 (dua)
Komite Komisaris, yaitu Komite Audit, serta Komite
Pengembangan Usaha dan Pemantauan Risiko. Komite
Nominasi Remunerasi dan Tata Kelola Perusahaan, yang
sebelumnya menjadi salah satu Komite yang membantu
tugas Dewan Komisaris, dilebur tugas-tugasnya ke Komite
Audit.

Sesuai peraturan-peraturan terbaru dari Otoritas Jasa


Keuangan (dahulu Bapepam-LK) dan kementerian BUMN,
pada tahun 2013 Komite Audit telah menyusun Piagam
Komite Audit baru yang telah ditandatangani oleh Dewan
Komisaris dan berlaku mulai tanggal 25 Juni 2013.

In order to follow up regulations stipulated by SOE


(State Owned Enterprises) Minister on the managing
and monitoring of state owned enterprises, the Board
of Commissioners streamlined the numbers of the BOC
Committee from three to two, which consists of the Audit
Committee and the Business Development and Risk
Monitoring Committee. The tasks and responsibilities of
the previous Remuneration Nomination and Corporate
Governance Committee that assisted the Board of
Commissioners, has been transferred to the Audit
Committee.

Perubahan Susunan Dewan Komisaris

Changes in the Board of Commissioners Structure

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)


Garuda Indonesia tanggal 26 April 2013 mengukuhkan
pemberhentian dengan hormat Sonata Halim Yusuf dan
Bambang Wahyudi sebagai anggota Dewan Komisaris.

The Annual General Meeting of Shareholders (AGMS)


of Garuda Indonesia dated April 26, 2013 accepted the
resignation of Sonata Halim Yusuf and Bambang Wahyudi
as the members of the Board of Commissioners.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

The Board of Commissioners expects the management can


continue the ongoing Quantum Leap program in 2014.The
Board of Commissioners will enhance monitoring in 2014 to
ensure improvement in the financial performance of Garuda
Indonesia. Nonetheless, special attention is still needed for
the Strategic Business Unit (SBU) and subsidiaries in order
to enhance their performance, which will eventually ensure
a positive impact for the Company on a consolidated basis.

In compliance with the latest regulations issued by the


Financial Service Authority (OJK, previously BapepamLK) and the State Owned Enterprises Ministry, the Audit
Committee accomplished the new Audit Committee
Charter in 2013, and which was signed by the Board of
Commissioners and effective since June 25, 2013.

61

Atas nama pribadi dan Dewan Komisaris, saya


menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggitingginya kepada Sonata Halim Yusuf dan Bambang
Wahyudi atas sumbangan tenaga dan pikirannya selama
masa bakti sebagai anggota Dewan Komisaris.

Pada RUPST tersebut telah diangkat Bagus Rumbogo


sebagai anggota Dewan Komisaris, dan Chris Kanter
sebagai anggota Dewan Komisaris Independen yang baru.
Kami menyambut gembira kehadiran Bagus Rumbogo
dan Chris Kanter ke dalam Dewan Komisaris yang
dengan keahlian dan pengalaman yang dimilikinya akan
memperkuat fungsi pengawasan Dewan Komisaris.

On behalf of the Board of Commissioners, I wish to extend


our appreciation and gratitude to Sonata Halim Yusuf and
Bambang Wahyudi for their contribution during their tenure
as members of the Board of Commissioners.

Pada tanggal 2 Desember 2013, Bagus Rumbogo


mengajukan pengunduran diri sebagai anggota Dewan
Komisaris, sejalan dengan penugasan barunya yang efektif
diberlakukan terhitung tanggal 26 November 2013.

Atas nama Dewan Komisaris, saya mengucapkan terima


kasih kepada Pemegang Saham atas dukungan yang telah
diberikan kepada Garuda Indonesia, dan juga kepada
Manajemen serta seluruh karyawan Garuda Indonesia
atas upaya dan kerja keras yang telah diberikan, sehingga
Perusahaan tetap dapat mencatat kinerja yang baik di
tengah perekonomian domestik yang kurang mendukung di
tahun 2013.

Ucapan terima kasih dan penghargaan juga kami sampaikan


kepada seluruh pelanggan, mitra kerja dan mitra usaha
Garuda Indonesia atas segenap dukungan yang telah
diberikan kepada Garuda Indonesia di tahun 2013, dan kami
berharap dukungan serta kerjasama yang baik dapat terus
dilanjutkan di masa-masa mendatang.

On December 2, 2013, Bagus Rumbogo tendered his


resignation as a member of the Board due to his new
assignment, which was effective from November 26, 2013.

The AGMS also appointed Bagus Rumbogo as the new


member of the Board of Commissioners and Chris
Kanter as the new independent member of the Board of
Commissioners. We welcome both Bagus Rumbogo and
Chris Kanter as the new members of the Board and believe
their expertise and experience would strengthen the
monitoring function of the Board of Commissioners.

On behalf of the Board of Commissioners, I would like to


thank all of the shareholders for the continuous support
towards Garuda Indonesia, the Management and also all
of the staff of Garuda Indonesia for the efforts, initiatives
and hard work that enabled the Company to record a good
performance amidst challenging domestic economic climate
in 2013.

We also wish to extend our gratitude and appreciation to all


the customers, business partners, and other stakeholders
of Garuda Indonesia throughout 2013. We hope to receive
continued support and cooperation in the years to come

Bambang Susantono
Komisaris Utama
President Commissioner

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

62
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Dewan Komisaris

Board of Commissioners

Wendy Aritenang
Komisaris
Commissioner

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Chris Kanter

Komisaris Independen
Independent Commissioner

63

Bambang Susantono
Komisaris Utama
President Commissioner

Betti Setiastuti Alisjahbana


Komisaris Independen
Independent Commissioner

Peter F. Gontha

Komisaris Independen
Independent Commissioner

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

64
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Laporan Direksi

Report from the Board of Directors

Dengan jajaran
armada baru yang
didukung teknologi
mutakhir dan
hemat bahan bakar,
Garuda Indonesia
akan mampu
meningkatkan efisiensi
secara signifikan
di tahun-tahun
mendatang.
Equipped with a new high-tech
and economical fuel efficient
fleet, Garuda Indonesia will be
able to significantly enhance
operating efficiency in the
years to come.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Tahun 2013 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi


perekonomian Indonesia. Kenaikan harga bahan bakar
bersubsidi dipertengahan tahun memicu inflasi domestik
hingga mencapai 8,4%, dan defisit neraca berjalan
yang meningkat menyebabkan Rupiah terdepresiasi
sangat tajam selama tahun 2013. Tingginya inflasi dan
melemahnya Rupiah tersebut menyebabkan permintaan
terhadap jasa transportasi udara, khususnya pada pasar
full service airline seperti Garuda Indonesia mengalami

Pada tahun 2013, Garuda Indonesia mendatangkan 36


pesawat baru, termasuk 10 untuk Citilink, sehingga total
pesawat yang dioperasikan selama tahun 2013 menjadi
140 pesawat, termasuk 12 Bombardier CRJ-1000 NextGen
dan 2 ATR72-600 yang melayani rute-rute remote di
kawasan Indonesia timur dan barat, dengan rata-rata
umur pesawat membaik menjadi 5 tahun dari 5,8 tahun
pada tahun 2012.
Garuda Indonesia brought in 36 new aircraft in 2013; 10 of
which were under the Citilink brand. The total number of
aircraft in operation during 2013 was therefore 140 units;
including 12 Bombardier CRJ-1000 NextGen and 2 ATR
72-600 to serve remote areas in Eastern and Western
Indonesia, with an improved average fleet age of 5 years
from the 5.8 years in 2012.

2013 was a year full of challenges for Indonesias economy.


An increase in the price of subsidized fuel in the middle
of the year triggered higher domestic inflation to rise to
8.4% and a higher current account deficit, which led to
a steep depreciation of the Rupiah against several other
foreign currencies, particularly the US dollar. Higher
inflation and a weakening Rupiah caused a declining

65

Emirsyah Satar
Direktur Utama
President & CEO

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

66
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Laporan Direksi
Report from the Board of Directors

penurunan. Tidak hanya individu yang harus mengalami


penyesuaian pola pengeluaran akibat tekanan inflasi
dan pelemahan mata uang, namun korporasi juga harus
mengurangi anggaran belanja transportasinya. Hal ini
memberikan dampak negatif terhadap kinerja Perusahaan
di tahun tersebut. Kendati di tahun 2013 jumlah penumpang
yang diangkut mengalami peningkatan sebesar 22,3%,
namun pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan
pertumbuhan pasar secara keseluruhan, sehingga
Perusahaan mencatat penurunan pangsa pasar, baik untuk
sektor domestik maupun internasional.

Sementara itu, dalam rangka mempersiapkan pengembangan


bisnis ke depan, di tahun 2013 Garuda Indonesia melakukan
investasi yang cukup besar dalam penambahan armada
untuk menunjang kegiatan operasional penerbangan. Tidak
hanya pada tingkatan induk Perusahaan, investasi juga kami
laksanakan pada entitas anak Perusahaan, dalam rangka
meningkatkan keunggulan kompetitif Perusahaan anak di
bidang industri masing-masing. Investasi ini menimbulkan
beban yang cukup besar di tahun tersebut, namun hasil
yang dicapai akan dapat mendukung pertumbuhan bisnis
Garuda Indonesia beserta entitas anak dalam jangka
menengah dan jangka panjang.

Dalam situasi dan kondisi tersebut, Garuda Indonesia


berupaya secara konsisten melakukan peningkatan efisiensi.
Berbagai indikator efisiensi menunjukkan perbaikan, seperti
fuel burn/blockhours yang menurun dari 3.981 di tahun
2012 menjadi 3.857 di tahun 2013. Perbaikan juga tercermin
dalam Cost per ASK yang mengalami penurunan dari
USc 7,9 menjadi USc 7,6.

Sejalan dengan strategi Quantum Leap yang telah


dicanangkan Perusahaan, di tahun 2013 Perusahaan
memfokuskan pada pengembangan network penerbangan
dan persiapan yang intensif dalam memenuhi persyaratan
menjadi anggota resmi aliansi global SkyTeam di tahun
2014 mendatang untuk menjadikan Garuda Indonesia
pemain global (global player).

demand for air transport services, particularly full service


airlines like Garuda Indonesia. The declining demand was
not only evident in the retail segment, where individuals
had to adjust their expense habits and patterns, but also
from the corporate segment, where most of enterprises
had to reduce their budgets for transportation expenses.
These adversely affected the Companys performance in
general. Despite experiencing an increase of 22.3% on the
passengers carried, it was still lower than the market growth
in general, which brought a decreasing market share in both
domestic and international markets.

Kinerja Perusahaan Tahun 2013

Company Performance in 2013

Kebijakan Strategis
Iklim perekonomian yang kurang kondusif dan persaingan
di industri penerbangan yang semakin ketat membuat
Perusahaan hanya mencatat pertumbuhan pendapatan
usaha sebesar 7,0% di tahun 2013 menjadi USD 3,72 miliar.
Dari sisi keuangan, sejalan dengan pengembangan armada
yangkami laksanakan, beban operasional meningkat secara

Strategic Policy
An unfavorable economic climate and tighter competition
in the airline industry significantly affected the Company,
which eventually booked a growth of only 7.0% in operating
revenue during 2013 which totalled USD 3.72 billion.
Meanwhile, operating expenses increased significantly by
10.8% from 2012 to USD 3.66 billion in 2013, mostly caused

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Meanwhile, in order to further develop business in the


future, Garuda Indonesia allocated sizeable investments in
2013 particularly for fleet expansion to support operations.
Not only at the parent level, the investment was also
allocated to the subsidiaries with the aim to sharpen the
competitive advantages in each respected industry. These
investments led to significant expenses in 2013, but it is
expected to generate results that can support the business
of Garuda Indonesia and its subsidiaries in the medium and
long run.

During this situation and with these conditions, Garuda


Indonesia put consistent effort into improving efficiency.
Some indicators have shown improvement, such as
declining fuel burn to block hours to 3,857 in 2013 from
3,981 in 2012, as well as cost per ASK to USDc 7.6 from
previously USDc 7.9.

In accordance with the Quantum Leap strategy, in 2013


the Company focused more on network expansion and
intensifying preparations to fulfill the requirements to
become an official member of SkyTeam in 2014, and
transform Garuda Indonesia into a global player.

67

berarti sebesar 10,8% dari tahun 2012 menjadi


USD 3,66 miliar di tahun 2013, namun Perusahaan dapat
tetap mencatat laba operasional sebesar USD 56,4 juta.

Walaupun Perusahaan harus menghadapi beban biaya yang


cukup besar terkait dengan ekspansi yang dilakukan serta
kerugian besar yang dibukukan oleh entitas anak Citilink,
akan tetapi Perusahaan mampu mencatat laba bersih
sebesar USD 11,2 juta di tahun 2013, menurun dari USD 110,8
juta di tahun 2012, dan meraih laba komprehensif sebesar
USD 565,5 ribu di tahun 2013, menurun dari USD 145,4 juta
di tahun 2012.

Selain itu, meskipun mengalami penurunan laba, hal


penting yang kami laksanakan di tahun 2013 adalah
kemampuan kami melakukan pelunasan kredit sindikasi
sebesar USD 55 juta dari Citi Club Deal di triwulan kedua
tahun 2013 dan USD 75 juta kredit dari Indonesia Exim Bank
di triwulan ketiga tahun 2013. Selain itu, Perusahaan juga
berhasil menerbitkan obligasi sejumlah Rp 2 triliun di bulan
Juli 2013.

Dalam aspek operasional, tahun 2013 Garuda Indonesia


mendatangkan 36 pesawat baru yang terdiri dari 2 Airbus
A330-200, 1 Airbus A330-300, 4 Boeing 777-300ER, 10
Boeing 737-800NG, 7 Bombardier CRJ1000 NextGen, 2
ATR72-600 dan 10 Airbus A320-200 untuk Citilink serta
melepaskan 2 pesawat, sehingga total pesawat yang
dioperasikan selama tahun 2013 menjadi 140 pesawat,
dengan rata-rata umur pesawat membaik menjadi 5,0 tahun
dari 5,8 tahun pada tahun 2012. Seiring dengan kedatangan
pesawat ATR72-600, dan pengoperasian armada sub
100-seater Bombardier CRJ1000 NextGen sejak Oktober
2012, Garuda Indonesia pada November 2013 meluncurkan
sub brand Explore dan Explore Jet yang melayani ruterute remote di wilayah timur dan barat Indonesia.

Dengan jajaran armada baru yang didukung teknologi


mutakhir dan hemat bahan bakar, maka Perusahaan
akan dapat terus meningkatkan efisiensi di tahun-tahun
mendatang.

Dalam bidang komersial, kami terus melakukan


pengembangan rute dan jaringan (network) penerbangan,
baik di pasar domestik maupun internasional. Di tahun
2013, kami membuka 28 rute baru yang terdiri dari 24 rute
domestik (1 rute di antaranya adalah re-instate) dan 4 rute
internasional. Rute baru tersebut melayani 11 kota tujuan
baru, yaitu Bengkulu, Tanjung Pinang, Tanjung Pandan,
Berau, Sorong, Manokwari, Bima, Labuan Bajo, Ende,

by the fleet expansion. However, the Company was still able


to record an operating profit of USD 56.4 million.

Although the Company had to bear sizeable costs due to


the expansion and significant loss booked by the subsidiary
Citilink, the Company still recorded a net profit of USD 11.2
million in 2013. It was lower than compared to that recorded
in 2012 of USD 110.8 million. Meanwhile, the comprehensive
income dropped to USD 565.5 thousand in 2013 from
USD 145.4 million in 2012.

Despite recording a lower profit, the Company repaid both


the syndicated loan of USD 55 million from Citi Club Deal
in the second quarter of 2013, as well as the USD 75 million
loan from Indonesia Exim Bank in third quarter of the year.
On the other hand, the Company also managed to raise
Rp 2 trillion funds through bonds issuance in July 2013.

From an operational aspect, Garuda Indonesia brought in


36 new aircraft in 2013, which consisted of 2 Airbus A330200, 1 Airbus A330-300, 4 Boeing 777-300ER, 10 Boeing
737-800 NG, 7 Bombardier CRJ1000 NextGen, 2 ATR 72600 and 10 Airbus A320-200 for Citilink, while 2 aircrafts
were disposed. Therefore, during 2013 the fleet contained
140 modern aircraft with average age of 5 years, an
improvement from 5.8 years in 2012. Following the arrival of
the ATR 72-600 aircrafts and the operation of sub-100 seater
Bombardier CRJ1000 NextGen fleet since October 2012,
Garuda Indonesia launched a new sub brand; Explore and
Explore Jet, to serve routes to remote areas in the Eastern
and Western Indonesia.

With a new high-tech and economical fleet, the Company


will be able to continue improving operating efficiency in
the years to come.

From a commercial aspect, the Company continued further


developing routes and networks in both the domestic and
international market. In 2013, the Company commenced
30 new routes, of which 25 were domestic (including 1
reinstated route) and 5 international routes. The new
routes serve 11 destinations; namely Bengkulu, Tanjung
Pinang, Tanjung Pandan, Berau, Sorong, Manokwari, Bima,
Labuan Bajo, Ende, Penang, and Brisbane. The Company

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

68
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Penang, dan Brisbane. Selain itu, kami juga meningkatkan


kerjasama code share dengan beberapa maskapai
internasional, seperti Jet Airways dari india.

Dari aspek layanan, kami memperkenalkan New Service


Concept serta layanan First Class yang bisa dinikmati di
pesawat baru Boeing 777-300ER, dan juga memperkenalkan
layanan Executive Class dan Economy Class baru yang
lebih baik. Peningkatan layanan ini merupakan persiapan
kami menuju service excellence di tahun 2014.

Sejalan dengan berbagai perbaikan dan pengembangan


yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Garuda Indonesia
memperoleh apresiasi dan penghargaan (award) dari
berbagai institusi dalam dan luar negeri. Pada tahun 2013
Perusahaan berhasil memperoleh 82penghargaan, terdiri
dari 23 awards internasional, seperti The Worlds Best
Economy Class 2013 dan The Best Economy Class Airline
Seat 2013 dari Skytrax dan meraih peringkat ke-8 dalam
daftar The Worlds Top 10 Airlines serta 59 penghargaan
dari dalam negeri, mencakup aspek transformasi,
manajemen, pelayanan, keuangan, Good Corporate
Governance, branding, dan human capital.

Melalui penerapan budaya Perusahaan Fly-Hi yang terus


dikembangkan dan dilandasi semangat One Team,
One Spirit, One Goal, maka produktivitas karyawan
secara umum mengalami peningkatan di tahun 2013 yang
akan membawa Perusahaan sebagai High Performance
Organization di masa datang.

Kinerja Entitas Anak & Strategic Business Unit (SBU)


Seiring dengan pertumbuhan kinerja Garuda Indonesia,
maka Entitas Anak dan SBU juga terus didorong untuk
menjadi entitas bisnis yang mandiri dan menguntungkan. Di
tahun 2013, kinerja SBU secara umum mengalami perbaikan,
demikian halnya dengan kinerja entitas anak. Namun,
Citilink masih membukukan rugi komprehensif sebesar
USD 48 juta karena Citilink masih berada dalam tahap
pengembangan untuk melayani pasar segmen LCC yang
terus berkembang.

Kami akan terus meningkatkan kinerja Entitas Anak dan


SBU di masa datang sehingga memiliki kemampuan untuk
mandiri yang pada gilirannya dapat mendukung pencapaian
kinerja keuangan Garuda Indonesia secara konsolidasi.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Laporan Direksi
Report from the Board of Directors
also intensified code share cooperation with several
international airlines like Jet Airways of India.

From a service perspective, we introduced a New Service


Concept and First Class service in the new Boeing 777300ER aircraft as well as an improved Executive Class
and Economy Class. This improvement was part of our
preparation towards service excellence in 2014.

After continuous improvement and development, Garuda


Indonesia was granted awards from several international
organizations. In 2013, the Company obtained 82
recognitions, of which 23 were international awards;
including The Worlds Best Economy Class 2013 and The
Best Economy Class Airline Seat 2013 from Skytrax and
ranked 8th on the list of The Worlds Top 10 Airlines, as
well as 59 domestic acknowledgements, including aspects
like transformation, management, services, financial, Good
Corporate Governance, branding, and human capital.

Through implementation of the continuously developed


Fly-Hi corporate culture and supported by the spirit of One
Team, One Spirit, One Goal, the staff productivity improved
in 2013. This is expected to bring the Company further as a
high performance organization in the future.

Performance of Subsidiaries and Strategic Business Units


(SBU)
In line with the enhancement of Garuda Indonesias
performance, all of the subsidiaries and SBU have been
encouraged to become both independent and profitable.
In 2013, most of the SBU and subsidiaries showed
improvement. Citilink however, still lagged behind and
posted a comprehensive loss of USD 48 million as it was
still in development stage of serving the prospective LCC
market.

We will persist to strengthen the performance of the SBU


and subsidiaries in the future to enable them to have the
capability to become independent and therefore provide
positive support to the overall financial performance of
Garuda Indonesia on a consolidated basis.

69

Perbandingan Hasil yang Dicapai dengan yang


Ditargetkan
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, kondisi
perekonomian domestik yang kurang kondusif dan
tingginya persaingan membuat Perusahaan tidak berhasil
memenuhi beberapa target yang telah ditetapkan untuk
tahun 2013, baik target dari sisi keuangan maupun
operasional. Faktor melemahnya Rupiah terhadap US dollar
telah pula menyebabkan terjadinya penurunan permintaan
secara keseluruhan sehingga mempengaruhi pencapaian
pendapatan Perusahaan.

Comparison Between Targets and Results

Sementara itu, dalam kaitan dengan rencana pengoperasian


dedicated terminal, maka Garuda Indonesia akan
melanjutkan proses penyelesaian dan pengoperasian
dedicated terminal tersebut yang belum sepenuhnya
terselesaikan pada tahun 2013.

Kendala-Kendala yang Dihadapi


Kepadatan bandara dan fasilitas infrastruktur lainnya
merupakan salah satu tantangan yang harus dapat kami
kelola, mengingat kualitas infrastruktur bandara akan
mempengaruhi kualitas layanan kami kepada pelanggan,
selain juga sangat mempengaruhi kegiatan operasional
penerbangan khususnya terhadap ketepatan jadwal
penerbangan (On Time Performance) dan efisiensi bahan
bakar.

Selain itu sejalan dengan ekspansi usaha Perusahaan,


kualitas sumber daya manusia merupakan aspek yang
mendapatkan fokus perhatian Perusahaan, sehingga
berbagai pelatihan terus kami lakukan untuk meningkatkan
kapabilitas karyawan dalam melaksanakan rencana-rencana
Perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Meanwhile, in relation to the plan to operate a dedicated


terminal, although not fully finished in 2013, Garuda
Indonesia will continue to explore the option and complete
the finishing stage.

Prospek Tahun 2014

Prospects in 2014

Dengan harapan terjadinya perbaikan perekonomian


Indonesia di tahun 2014 dan terus membaiknya
perekonomian global, maka Perusahaan optimis dapat
memperbaiki kinerjanya di tahun 2014. Tahun 2014
Perusahaan akan menekankan pada tercapainya service
excellence, disamping tentunya terus melanjutkan
momentum pertumbuhannya. Garuda Indonesia telah
dijadwalkan akan resmi menjadi anggota SkyTeam pada
tanggal 5 Maret 2014 yang akan semakin mengokohkan
posisi Perusahaan sebagai global player. Perusahaan juga
akan terus mengembangkan Garuda Indonesia menjadi
organisasi yang memiliki world class process, system and
human capital.

With the expectation of a recovery in the Indonesian


economy in 2014 as well as an improvement in the global
economy, the Company is optimistic to be able to revamp
performance. In 2014, the Company will emphasize more
on the achievements of service excellence, as well as
continuing growth momentum. Garuda Indonesia is
scheduled to be an official member of SkyTeam by
March 5, 2014, which will further strengthen the Company
as a global player. The Company will continue to develop
Garuda Indonesia to become an organization with world
class processes, systems and human capital.

As explained earlier, an unfavorable economic climate and


tighter competition made it difficult for the Company to
achieve their 2013 targets, both financially and operationally.
Other factors like the depreciation of the Rupiah against
the US dollar also weakened the overall demand, which
eventually affected the Companys revenues.

Our Challenges
Air traffic congestion and airport infrastructure facilities
are challenges that need to be managed as they will affect
our service quality to the customers and flight operational
particularly the accuracy of flight schedule (On-time
Performance) and fuel efficiency.

Meanwhile, aligned with business expansion, the Company


has also focused on the quality of human resources and
continuously provided training to enhance the staffs
capability in executing the Companys plans.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

70
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Laporan Direksi
Report from the Board of Directors

Dalam kaitan dengan entitas anak, khususnya Citilink yang


memberikan kontribusi negatif kepada Perusahaan di tahun
2013, maka Perusahaan akan terus berupaya memperkuat
manajemen Citilink dan melakukan langkah-langkah
strategis yang diperlukan untuk memperbaiki kinerja Citilink
di tahun 2014.

Meanwhile, the Company will continue to provide support


to the management of Citilink to take the strategic actions
needed to recover its performance in 2014 after it posted a
negative contribution in 2013.

Ulasan Penerapan Good Corporate Governance

Implementation of GCG in 2013

Tahun 2013 merupakan tahun terakhir dalam tahapan


Good Garuda Citizen guna mewujudkan Perusahaan yang
beretika dan bertanggung jawab dengan membangun
budaya Good Corporate Governance. Pada tahun 2013
ini Garuda Indonesia menetapkan hasil penilaian praktik
penerapan GCG sebagai salah satu Key Performance
Indicator (KPI) Perseroan.

Tahapan penerapan Good Corporate Governance


selanjutnya yaitu tahap Garuda Group Governance antara
tahun 2014 hingga 2015, dimana Garuda Indonesia akan
menerapkan dan membentuk perangkat Good Corporate
Governance pada entitas anak. Sehingga diharapkan
Garuda Indonesia beserta seluruh entitas anak secara grup
berkomitmen dan senantiasa menerapkan prinsip-prinsip
Good Corporate Governance.

Garuda Indonesia melaksanakan GCG Assessment untuk


tahun buku yang berakhir 31 Desember 2013 yang dilakukan
oleh Ernst & Young Indonesia selaku assessor independen.
Assessment dilakukan dengan mengacu kepada indikator/
parameter GCG di dalam surat No. SK-16/S.MBU/2012 dari
Kementerian Negara BUMN. Sampai dengan buku Laporan
Tahunan ini diterbitkan, pelaksanaan GCG assessment
masih berlangsung sehingga Perseroan belum memperoleh
skor GCG assessment tahun buku 2013.

Pada sisi lain, untuk kelima kalinya Garuda Indonesia


di tahun 2013 kembali mengikuti riset pemeringkatan
implementasi GCG untuk tahun buku 2012 yang
diselenggarakan The Indonesian Institute for Corporate
Governance (IICG) dengan tema Good Corporate
Governance dalam Perspektif Pengetahuan. Garuda
Indonesia memperoleh skor 85,93 dan termasuk dalam
kategori Most Trusted Company.

Review on Good Corporate Governance for 2013 will be the


last stage in the Good Garuda Citizen in order to achieve
an organization with a strong work ethic and responsible to
develop a Good Corporate Governance culture. In 2013, the
Company implemented the results of GCG practice into one
of the Key Performance Indicators (KPI) of the Company.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

The next stage of implementing Good Corporate


Governance will be Garuda Group Governance, which is
scheduled in 2014 and 2015. In this stage, Garuda Indonesia
will implement and develop GCG guidance for subsidiaries.
Therefore, Garuda Indonesia and its subsidiaries as a group,
will have a strong commitment and always implement Good
Corporate Governance principles.

Garuda Indonesia performed a GCG assessment for the year


ending December 31, 2013 with Ernst & Young Indonesia
as the independent assessor. The assessment was done
based on the GCG indicators and parameters stated in the
guidance letter No. SK-16/S.MBU/2012 from the StateOwned Enterprise Ministry. Given that the GCG assessment
is still on going at the time this annual report is being
published, the Company is therefore unable to provide the
GCG assessment scores for the year 2013.
In the meantime, in 2013 Garuda Indonesia took part in
research to rank the GCG implementation for the year 2012,
held by The Indonesian Institute for Corporate Governance
(IICG) with the main theme; Good Corporate Governance
from a Knowledge Perspective. Garuda Indonesia gained
a score of 85.93 and was classified into the Most Trusted
Company category.

71

Sementara itu, ASEAN Capital Market Forum telah


menetapkan ASEAN GCG Scorecard yang diadopsi dari
berbagai international standards and best practices
sebagai dasar untuk menilai praktik GCG perusahaan publik
di wilayah ASEAN. The Indonesian Institute Corporate
Directorship (IICD) sebagai lembaga independen penilai
praktik GCG pada perusahaan publik di Indonesia, dengan
menggunakan ASEAN GCG Scorecard telah menetapkan
Garuda Indonesia sebagai Perusahaan BUMN terbaik untuk
kategori Best Rights of Shareholders pada 30 Oktober
2013.

Furthermore, the ASEAN Capital Market Forum established


the ASEAN GCG Scorecard, which was adopted from
several international standards and best practices, as a
basis to assess public companies GCG practices in ASEAN.
The Indonesian Institute Corporate Directorship (IICD),
the independent GCG practice appraiser that implements
ASEAN GCG Scorecard, announced Garuda Indonesia
as the best state-owned Company for Best Rights of
Shareholders category on October 30, 2013.

Perubahan Komposisi Direksi

Changes in the Board of Directors

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)


tanggal 26 April 2013, Pemegang Saham melakukan
perubahan susunan Direksi khususnya untuk jabatan
Direktur Pemasaran dan Penjualan. Sehubungan dengan
berakhirnya masa jabatan Elisa Lumbantoruan untuk jabatan
tersebut, dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima
kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada beliau
atas dedikasi dan kontribusinya selama bertugas sebagai
Direksi. Saya juga menyambut Meijer Frederik Johannes
yang kini bergabung di jajaran Direksi sebagai Direktur
Pemasaran dan Penjualan.

In the Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) on


April 26, 2013, the Shareholders made some changes in the
Board of Directors and particularly for the position of EVP
Marketing and Sales. With the completion of the term of
office of Elisa Lumbantoruan in that particular position, I
would like to convey my appreciation and thanks to Elisa
Lumbantoruan for his dedication and contribution during
his tenure in the Board. At the same time, I would like to
welcome Meijer Frederik Johannes who has joined the Board
in the capacity of EVP Marketing and Sales.

Apresiasi

Appreciation

Sebagai penutup, saya mengucapkan terima kasih kepada


para pelanggan, mitra usaha, mitra kerja, dan stakeholders
lain atas kerjasama dan dukungan yang telah diberikan
kepada Garuda Indonesia selama tahun 2013. Kami juga
menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada
seluruh karyawan atas kerja keras dan dedikasi yang telah
diberikan kepada Perusahaan sehingga Garuda Indonesia
tetap mencatat kinerja yang positif di tengah berbagai
tantangan dalam industri maupun perekonomian domestik
dan global. Kami juga menyampaikan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada Pemegang Saham atas segenap
dukungan yang diberikan, sehingga Perusahaan dapat terus
melakukan pengembangan di tahun 2013 dan melanjutkan
momentum pertumbuhannya untuk menjadi global player.

As a closing statement, I would like to extend my gratitude


to our customers, business partners, working partners, and
other stakeholders for their close cooperation and support
for Garuda Indonesia throughout 2013. Gratefulness and
appreciation must also awarded to all the staff for their hard
work and dedication to enable Garuda Indonesia to record
a positive performance amidst challenges in the airline
industry, as well as in the domestic and global economy.
I also wish to show my appreciation to the shareholders for
all the support that enabled the Company to develop further
in 2013 and continue the growth momentum to become a
global player.

Emirsyah Satar
Direktur Utama
President & CEO

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

72
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Direksi

Board of Directors

Handrito Hardjono
Direktur Keuangan
EVP Finance

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Batara Silaban

Direktur Teknik &


Pengelolaan Armada
EVP Maintenance &
Fleet Management

Meijer Frederik Johannes


Direktur Pemasaran &
Penjualan
EVP Marketing & Sales

Emirsyah Satar
Direktur Utama
President & CEO

73

Novianto Herupratomo
Direktur Operasi
EVP Operations

Faik Fahmi

Direktur Layanan
EVP Services

Judi Rifajantoro

Direktur Strategi,
Pengembangan Bisnis &
Manajemen Risiko
EVP Strategy, Business
Development & Risk
Management

Heriyanto Agung Putra


Direktur SDM & Umum
EVP Human Capital &
Corporate Affairs

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

74
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Analisa & Pembahasan


Manajemen atas Kinerja
Perusahaan
Management Discussion & Analysis of
the Companys Performance

Pada tahun 2013, Garuda


Indonesia Group melayani 25
juta penumpang rute domestik
dan internasional, meningkat
dari 20,4 juta penumpang pada
tahun 2012.
In 2013, Garuda Indonesia Group served
25 million passengers, both domestic and
international routes, up from 20.4 million
passengers in 2012.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

75

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

76
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Industri
Industry
Trafik penumpang
penerbangan
internasional dari
Indonesia tercatat
meningkat 9,5%
sementara jumlah
penumpang
domestik meningkat
2,1%.
Traffic of international
passengers from Indonesia
grew by 9.5%, while
domestic passenger
grew by 2.1%.

Kondisi Umum Global


Pada awal tahun 2013, ancaman krisis ekonomi dunia
masih tetap tinggi dengan sumber penyebab utamanya
adalah proses pemulihan krisis di Zona Eropa dan
melemahnya kapabilitas ekonomi Amerika Serikat
akibat program pengetatan belanja publik. Namun pada
akhirnya, pemulihan ekonomi global yang sebelumnya
tersendat, perlahan mulai melaju dengan tumpuan
penggerak utamanya adalah Zona Asia dan AS sendiri.

Global Condition
In early 2013, global economic crisis still poses serious
threat mainly arises from the recovery process in Europe
and the weakening of the U.S. economy due to tightening
of public spending program. But eventually, the previously
faltered global economic recovery has recently progressing
forward with Asia and the U.S. itself as the driving force.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

77

Produksi & Trafik (Mainbrand + Citilink) | Production & Traffic (Mainbrand + Citilink)
2013

2012

Tonase Kilometer Diangkut (000)

3.772.759

3.124.107

Freight Tonne Kilometer (000)

Tonase Kilometer Tersedia (000)

6.243.907

5.153.394

Available Freight Tonne Kilometer (000)

Penumpang Diangkut

24.965.239

20.415.285

Penumpang Kilometer Diangkut (000)

31.949.989

27.342.093

Revenue Passenger Kilometer (000)

Tempat Duduk Kilometer Tersedia (000)

43.133.085

36.013.832

Available Seat Kilometer (000)

74,07

75,92

Tingkat Isian Penumpang (%)

Passenger Traffic

Passenger Load Factor (%)

Indikator Penting | Primary Indicators


2013
Ketepatan Waktu Penerbangan Mainbrand
(%)

83,8

2012
84,9

On-Time Performance - Mainbrand


Flights (%)

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

78
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Industri
Industry

Selain itu, indikasi positif atas pemulihan krisis Eropa dan


pertumbuhan negara ekonomi utama Asia, yaitu Jepang,
China dan India ikut memotori perbaikan ekonomi global.
Perbaikan ini akan berlanjut sampai tahun 2014 sehingga
dapat menstimulasi kembali kestabilan ekonomi global.

Positive indication of the recovery of the European crisis


and the economic growth in major Asian countries, namely
Japan, China and India also empowering the global
economic recovery. These improvements continue until 2014
so as to stimulate the recovery of global economic stability.

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi


global tahun 2014 akan mencapai 3,2% atau lebih tinggi
dibandingkan dengan estimasi pada bulan Juni 2013 yaitu
3%, dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan selama
tahun 2013 sebesar 2,4%. Ekonomi negara berkembang juga
diproyeksi tumbuh sekitar 5,3% tahun ini atau meningkat
dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 4,8% (sumber: Web
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia).

The World Bank has projected a global economic growth


of 3.2% in 2014, higher than estimated in June 2013, which
was 3%, and higher than that of 2013, which was 2.4%.
Developing economies also projected to grow about 5.3%
this year, an increase from 4.8% in 2013. (source: Cabinet
Secretariat of the Republic of Indonesia).

Adanya indikasi prospek yang cerah ini menjadi momentum


bagi Indonesia untuk ikut menjaga pertumbuhan
ekonominya, dengan tumpuan utamanya dari jalur
perdagangan maupun jalur finansial.

An indication of a bright prospect provided momentum for


Indonesia to maintain its economic growth, mainly based on
trade and finance.

Tujuan Wisata
Tourism Destination

Tana Toraja
Sesuai dengan arti namanya, Tana Toraja bagaikan tanah para raja. Aman
terlindung oleh gunung-gunung tinggi dan tebing-tebing granit, hutan hijau dan
persawahan yang membentang indah mewarnai dataran tinggi di utara propinsi
Sulawesi Selatan ini. Orang Toraja saat ini masih mematuhi kuno mereka, ritual
kepercayaan dan tradisi, walaupun banyak yang telah memeluk agama Kristen.
Toraja terkenal dengan upacara pemakaman yang unik, namun sangat rumit, lama
dan melibatkan seluruh penduduk desa.
Untuk menuju ke sana, Garuda Indonesia menyediakan layanan penerbangan ke
Makassar dan dari sana wisatawan dapat memilih untuk melanjutkan perjalanannya
melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat perintis, atau menggunakan bus
melalui jalan darat.
Tana Toraja means, literally, the Land of Kings. Situated in the northern highlands
of the province of South Sulawesi, paddy fields and lush forests lie secure amidst
high mountain range and granite cliffs. The people of Toraja today, while practicing
Christianity as a formal religion, still observe some of their traditional and ancient
rituals and beliefs. Toraja is mostly well-known for its unique burial ceremony,
involving whole villages in long and intricate ceremonial processes.
To get to Tana Toraja, one can fly first with Garuda Indonesia to Makassar, the
capital city of South Sulawesi. From Makassar, proceed by air using the so-called
pioneer flight, or make an overland journey using bus transportation.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

79

Kondisi Umum Domestik

Domestic Condition

Perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan


Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,8%, mengalami
penurunan dibandingkan 6,3% di tahun 2012. Pertumbuhan
PDB ini terjadi di semua sektor lapangan usaha,
dengan pertumbuhan tertinggi dibukukan oleh sektor
pengangkutan dan komunikasi, yaitu sebesar 10,2%.
Kondisi ekonomi makro yang kurang stabil di tahun 2013,
seperti meningkatnya inflasi, pelemahan nilai tukar Rupiah
dan defisit transaksi berjalan telah mempengaruhi kinerja
perusahaan selama tahun 2013.

Indonesias economy posted a Gross Domestic Product


(GDP) growth of 5.8%, lower than 2012 which stood at 6.3%.
GDP growth occurred at all sectors, with the highest growth
recorded by transportation and communications sector
by 10.2%. The less stable macroeconomic condition in
2013, marked with rising inflation, weakening currency and
current account deficit, has affected the performance of the
Company in 2013.

Industri penerbangan Indonesia pada tahun 2013 dinilai


masih sangat prospektif. Prospek ini tumbuh seiring
dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya
beli masyarakat Indonesia. Menggeliatnya permintaan
terhadap industri penerbangan membuat semakin
banyaknya maskapai penerbangan yang berlomba-lomba
meramaikan lalu lintas udara Indonesia. Harga tiket yang
semakin terjangkau serta makin bervariasinya pilihan
maskapai penerbangan menyulut pertumbuhan pesat

The aviation industry in Indonesia in 2013 is still considered


prospective, in line with the economic growth and the
increase in purchasing power. The increasing demand for
air travel has prompted many airlines companies to join
the competition in Indonesian aviation industry. More
affordable ticket prices, as well as more choice of airlines,
have made more and more Indonesian people choose
flight as the main mode of transportation. The Ministry of
Transportation of Republic of Indonesia has noted that

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

80
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Industri
Industry

masyarakat Indonesia yang memilih untuk mengakses moda


transportasi tersebut sebagai pilihan utama. Kementerian
Perhubungan Republik Indonesia mencatat persaingan
dalam industri penerbangan akan semakin sengit dan akan
diimbangi pula dengan peningkatan jumlah penggunanya.

competition in the airline industry will be increasingly fierce


and accompanied by the increased number of users.

Pada akhir 2013 maskapai penerbangan asing yang masuk


ke bandara Soekarno Hatta tercatat berjumlah 37 buah,
yaitu Air Asia, Air China, All Nippon, Royal Brunei Airlines,
Cathay Pacific Airways, Cebu Pacific, China Airlines, China
Southern Airlines, Emirates, Etihad Airways, Eva Air, Japan
Airlines, Jetstar, KLM, Korean Air, Kuwait Airways, Mihin
Lanka, Malaysia Airlines, Philippines Airlines, Qantas
Airways, Qatar Airways, Saudi Arabia Airlines, Sinchuan
Airlines, Singapore Airlines, Thai Airways, Tiger Airways,
Turkish Airways, Value Air, Vietnam Airlines, Yemenia
Airways, Business Air, Malindo Airways, Asiana Airlines,
National Air, Xiamen Airlines, China Eastern, Thai Lion Air.
(Sumber: Airport Authority)

In 2013, the number of foreign airlines companies entered


Soekarno Hatta Airport was 37, namely Air Asia, Air China,
All Nippon, Royal Brunei Airlines, Cathay Pacific Airways,
Cebu Pacific, China Airlines, China Southern Airlines,
Emirates, Etihad Airways, Eva Air, Japan Airlines, Jetstar,
KLM, Korean Air, Kuwait Airways, Mihin Lanka, Malaysia
Airlines, Philippines Airlines, Qantas Airways, Qatar Airways,
Saudi Arabia Airlines, Sinchuan Airlines, Singapore Airlines,
Thai Airways, Tiger Airways, Turkish Airways, Value Air,
Vietnam Airlines, Yemenia Airways, Business Air, Malindo
Airways, Asiana Airlines, National Air, Xiamen Airlines, China
Eastern, Thai Lion Air. (Source: Airport Authority).

Pasar Bisnis Penumpang

Passenger Market

Bisnis penerbangan internasional dunia mengalami


pertumbuhan trafik Revenue Passenger Kilometers (RPK)
sebesar 5,2%, sebagaimana yang dilaporkan oleh IATA.
Pemulihan trafik ini sejalan dengan pemulihan ekonomi
global dan ditopang oleh penambahan kapasitas Available
Seat Kilometers (ASK) sebesar 4,8%. Seat Load Factor
(SLF) rata-rata penerbangan internasional tercatat sebesar
79,5%, meningkat dibandingkan periode 2012 sebesar
78,9%. Trafik penumpang penerbangan internasional Asia
Pasifik, sebagaimana yang dilaporkan oleh maskapaimaskapai penerbangan anggota Association of Asia Pacific
Airlines (AAPA), mencapai 219 juta orang di tahun 2013,
mengalami peningkatan sebesar 6% dibandingkan tahun
sebelumnya. Selain itu, RPK juga meningkat 5,8% menjadi
813 miliar pada tahun 2013. Peningkatan ini mencerminkan
kuatnya permintaan pada rute-rute regional yang dipicu
oleh pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Pasifik dan
penambahan kapasitas ASK sebesar 4,8%. SLF rata-rata
penerbangan internasional Asia Pasifik tercatat sebesar
78,2%.

For international passenger market, Revenue Passenger


Kilometers (RPK) posted an increase of 5.2%, as reported
by IATA. Such increase was consistent with the global
economic recovery and was supported by 4.8% increase in
Available Seat Kilometers (ASK). Average Seat Load Factor
for international flights was recorded at 79.5%, which was
an increase from 78.9% in 2012. Traffic of international
passengers in the Asia Pacific services, as reported by
member airlines of Association of Asia Pacific Airlines
(AAPA), reached 219 million passengers in 2013, an increase
of 6% over the previous year. Furthermore, RPK also grew
by 5.8% to 813 billion in 2013. The growth reflected strong
demand for regional routes triggered by the economic
growth in the Asia Pacific region and the 4.8% increase in
ASK capacity. Average Seat Load Factor for the Asia-Pacific
services was recorded at 78.2%.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

81

Pada tahun 2013, Garuda Indonesia melayani 15,85 juta


penumpang dalam 65.131 penerbangan di 76 rute domestik,
serta 3,77 juta penumpang dalam 13.566 penerbangan di 31
rute internasional yang diterbangi sendiri.

In 2013, Garuda Indonesia served 15.85 million passengers


in 65,131 flights in 76 domestic routes, and 3.77 million
passengers in 13,566 flights in 31 international routes of its
own.

Trafik penumpang penerbangan internasional Indonesia


yang diangkut dari Indonesia tercatat meningkat 9,5%
dari 11,9 juta orang pada tahun 2012 menjadi 13 juta orang
pada tahun 2013 (sumber: BPS). Kenaikan penumpang
internasional yang berasal dari Indonesia diperkirakan
juga dipicu oleh meningkatnya aktivitas ekonomi dan
meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah. Jumlah
penumpang domestik meningkat 2,1% dari 54,5 juta orang
pada tahun 2012 menjadi 55,7 juta orang (sumber: BPS).
Kenaikan ini sebagai hasil dari aktivitas perekonomian
nasional yang bertumbuh, meningkatnya pendapatan
per kapita masyarakat Indonesia, penambahan maskapai
penerbangan, harga tiket yang terjangkau dan pemenuhan
kualitas pelayanan serta keselamatan penerbangan.

The number of outgoing international passengers from


Indonesia grew by 9.5% from 11.9 million people in 2012
to 13 million people in 2013 (Source: BPS). The growth in
international passenger traffic from Indonesia was driven by
the growing economic activity and the increasing number
of middle-class population. The number of domestic
passengers grew by 2.1% from 54.5 million people in 2012 to
55.7 million people (Source: BPS). The increase in domestic
passengers from Indonesia was a result of improved
domestic economic activities, rising income per capita for
Indonesian people, fleet expansion, more affordable airfare
ticket, and better service quality and safety standard.

Pasar Bisnis Kargo Udara.

Air Cargo Market

Bisnis penerbangan kargo udara global mengalami


peningkatan Freight Tonne Kilometer (FTK) 1,4% dan
Available Freight Tonne Kilometer (AFTK) sebesar 2,6%
sebagaimana yang dilaporkan oleh IATA. Sementara tingkat
isian kargo rata-rata penerbangan global tercatat sebesar
45,3%. Peningkatan FTK dan AFTK terutama terjadi di area
Middle East, yaitu masing-masing sebesar 12,8% dan 11,8%.
Namun harga pengiriman kargo secara global mengalami
penurunan sebesar 4,9%, yang berdampak pada penurunan
pendapatan kargo secara global sebesar 3,2%.

As reported by IATA, global air cargo traffic recorded an


increase in Freight Tonne Kilometer (FTK) by 1.4% while
Available Freight Tonne Kilometer (AFTK) grew by 2.6%.
Average cargo load factor in international flights was
45.3%. Increase in FTK and AFTK mainly occurred in the
Middle East, which was 12.8% and 11.8% respectively. But
the rate for global cargo shipments decreased by 4.9%
impacting a decline in global cargo revenues by 3.2%.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

82
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Komersial
Commercial
Pada tahun 2013,
jaringan penerbangan
Garuda Indonesia
diperluas dengan
penambahan 28
rute baru baik
rute domestik dan
internasional.
In 2013, Garuda Indonesia
flight network expanded
with the addition of 28 new
routes on both domestic and
international routes.

Garuda Indonesia terus melakukan ekspansi jaringan guna


meningkatkan connectivity antar wilayah di Indonesia.
Ekspansi jaringan tidak hanya difokuskan pada kota-kota
besar di Indonesia, melainkan juga ke pelosok daerah di
tanah air. Namun kondisi perekonomian domestik yang
kurang mendukung menyebabkan kinerja komersial
tidak optimal, sebagaimana tercermin dalam kurang
seimbangnya antara produksi dengan pendapatan yang
diperoleh di tahun 2013.

To enhance connectivity between regions in Indonesia,


Garuda Indonesia continues to expand its network. This
network expansion is not only focus on big cities in
Indonesia, but also extends to remote areas in the country.
However, less favorable domestic economic condition led to
an imbalance result between production and revenue in the
year 2013.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

83

Network Management

Network Management

Kebijakan pengembangan jaringan penerbangan di


tahun 2013 tetap sejalan dengan kebijakan Quantum
Leap 2011 2015, dimana di tahun 2013 difokuskan pada
network expansion. Selain itu perusahaan juga ikut aktif
menyukseskan program Pemerintah MP3EI (Master Plan
Percepatan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia) dan
berupaya mengoptimalisasikan sumber daya yang semakin
bertambah.

Policy on flight network development in 2013 remained


in line with the Quantum Leap 2011 2015 policy, which
focused on network expansion. In addition, the Company
also plays active role in supporting Government program
MP3EI (Master Plan Program for the Acceleration and
Expansion of Indonesia Economic Development) in effort to
optimize growing resources.

Ekspansi jaringan di tahun 2013 dilakukan dengan


menambah 26 pesawat baru, yaitu 4 pesawat Boeing 777300ER, 2 pesawat Airbus A330-200, 1 pesawat Airbus A330300, 10 pesawat Boeing 737-800NG, 7 pesawat Bombardier
CRJ1000 NextGen, 2 pesawat ATR 72-600. Selain itu, Garuda
Indonesia juga membuka 28 rute baru yang terdiri dari
24 rute di Domestik (1 rute di antaranya adalah re-instate)
dan 4 rute di Internasional. Rute baru tersebut melayani 11
kota tujuan baru, yaitu Bengkulu, Tanjung Pinang, Tanjung
Pandan, Berau, Sorong, Manokwari, Bima, Labuan Bajo,
Ende, Penang, dan Brisbane.

Network expansion in 2013 was channeled through


the addition of 26 new aircraft, which were 4 Boeing
777-300ER aircraft, 2 Airbus A330-200 aircraft, 1 Airbus
A330-300 aircraft, 10 Boeing 737-800NG aircraft, 7
Bombardier CRJ1000 NextGen aircraft, 2 ATR 72-600
aircraft. Furthermore, Garuda Indonesia also opened 28
new routes, consisting of 24 Domestic routes (include 1
re-instated route) and 4 International routes. The new route
would serve 11 new destinations, namely Bengkulu, Tanjung
Pinang, Tanjung Pandan, Berau, Sorong, Manokwari, Bima,
Labuan Bajo, Ende, Penang, and Brisbane.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

84
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Komersial
Commercial

Strategi Jaringan Penerbangan Domestik

Domestic Flight Network Strategy

Strategi jaringan penerbangan Domestik difokuskan pada


ekspansi melalui pembukaan beberapa rute baru dan kota
tujuan baru. Rute Bengkulu, Tanjung Pandan, dan Tanjung
Pinang dilayani dengan B737 classic, rute Berau, Sorong,
dan Manokwari dilayani dengan CRJ1000, sementara kota
tujuan Bima, Labuan Bajo dan Ende dilayani dengan jenis
pesawat baru ATR72-600. Pesawat ATR72-600 dengan
kapasitas 70 seat berfungsi sebagai feeder rute dari dan
ke kota pendukung. Sebanyak 2 unit ATR72-600 mulai
dioperasikan pada bulan Desember 2013, dari 25 buah
yang sudah dipesan oleh Perusahaan. Pertumbuhan pasar
domestik selama tahun 2013 tercatat sebesar 13,2% di tahun
2013 yang diakomodasi dengan pertumbuhan produksi ASK
sebesar 15,8%.

Strategy on domestic flight network is focused on


expansion through opening of several new routes and
new destinations. Routes Bengkulu, Tanjung Pandan,
and Tanjung Pinang are served with B737 classic, routes
Berau, Sorong and Manokwari are served with CRJ1000,
while destinations such as, Bima, Labuan Bajo and Ende
are served with new ATR72-600 aircraft. ATR72-600 is an
aircraft with capacity of 70 seats functioning as a feeder
route connecting supporting cities. Two units of ATR72-600
have begun operating in December 2013, out of 25 units
ordered by the Company. Domestic market growth for 2013
was 13.2% which was complemented by the 15.8% growth of
ASK production.

Sejalan dengan program Pemerintah MP3EI, Perusahaan


ikut mengembangkan perekonomian melalui pembangunan
hub-hub baru, seperti Medan dan Balikpapan melengkapi
hub sebelumnya di Cengkareng, Denpasar, Surabaya, dan
Makassar. Diharapkan dengan pembangunan lebih banyak
hub baru ini, sumber daya Perusahaan dapat digunakan
semakin optimal.

In line with the Governments program of MP3EI, the


Company participated in economic development through
opening of new hubs, such as Medan and Balikpapan which
to complement existing hubs at Cengkareng, Denpasar,
Surabaya, and Makassar. With opening of more new hubs,
it is expected that utilization of Company resources will
become more optimal.

Tujuan Wisata
Tourism Destination

Yogyakarta
Kombinasi antara berbagai candi kuno berusia ratusan tahun, tempat-tempat
bersejarah lainnya dalam peradaban Jawa, diwarnai dengan berbagai atraksi
budaya, dan keindahan alam membuat Yogyakarta sangat menarik untuk
dikunjungi baik oleh wisatawan asing maupun wisatawan lokal. Itu sebabnya,
Yogyakarta menjadi destinasi wisata di Indonesia yang menduduki posisi
tertinggi setelah Bali.
Untuk memudahkan wisatawan berkunjung ke Yogyakarta, Garuda Indonesia
pada tahun 2013 mengoperasikan 10 penerbangan per hari di rute Jakarta
- Yogyakarta p.p., dan merencanakan pembukaan rute langsung baru dari
Makassar dan Medan ke Yogyakarta.
Yogyakarta is a favourite destination for overseas as well as domestic tourists,
with several ancient temples and other Javanese historical places of interest,
cultural attractions, and beautiful natural scenery. In fact, Yogyakarta is the
second most popular tourism destination in Indonesia after Bali.
To facilitate travelers wishing to visit Yogyakarta, Garuda Indonesia in 2013
operates 10 flights daily in Jakarta - Yogyakarta vv route, with plans to open
new direct routes from Makassar and Medan to Yogyakarta.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

85

Dalam upaya menciptakan percepatan eksekusi proses


bisnis, terutama untuk mendukung pencapaian target
penjualan, Perusahaan membentuk 4 Region Domestik,
dengan pusat region di Medan, Jakarta, Surabaya dan
Makassar.

In effort to accelerate the execution of business process,


primarily to achieving the sales target, the Company formed
4 Domestic Regions, with head offices in Medan, Jakarta
Surabaya and Makassar.

Strategi Jaringan Penerbangan Internasional

International Flight Network Strategy

Strategi jaringan penerbangan internasional dilakukan


dengan memperkuat rute-rute internasional melalui
penambahan frekuensi dan pembukaan rute baru.
Pertumbuhan pasar Internasional selama tahun 2013 pada
rute-rute yang diterbangi Perusahaan mencapai 7,7% yang
diakomodasi dengan pertumbuhan produksi ASK sebesar
13,5%.

Strategy on International Flight Network is channeled


through strengthening international routes by adding
frequency and opening of new routes. Through this
expansion, the Company managed to achieve 7.7% growth
from the international market for 2013 on flown routes, as
well as recording a 5.1% increase in number of passengers
carried. This was accommodated by the 13.5% increase from
ASK production, which still leave room for improvement.

Di tahun 2013, perusahaan membuka 2 destinasi


internasional baru, yaitu Penang dan Brisbane. Sementara
itu, dalam rangka menciptakan percepatan eksekusi
proses bisnis, terutama untuk mendukung pencapaian
target penjualan, Perusahaan juga merestrukturisasi region
dan membentuknya menjadi 5 Region Internasional,
dengan pusat di Singapura, Tokyo, Shanghai, Sydney dan
Amsterdam.

In 2013, to accelerate business execution process in order


to achieving sales targets, the Company opened 2 new
international destination, namely Penang and Brisbane.
At the same time, Company also restructured the regions
and classified them into 5 International Regions, with
head offices in Singapore, Tokyo, Shanghai, Sydney and
Amsterdam.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

86
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Komersial
Commercial

Rute Domestik | Domestic Routes


Hub Medan
Banda Aceh

Hub Surabaya

Hub Denpasar

Banjarmasin

Medan

Semarang
Bandung

Surabaya

Pekanbaru

Denpasar

Batam

Padang

Lombok

Kupang

Palembang

Labuan Bajo
Bima

Ende

Banda Aceh

Medan
Tarakan
Pekanbaru
Batam

Tanjung Pinang

Padang

Berau

Pontianak

Balikpapan

Pangkal Pinang

Jambi
Palembang

Tanjung Pandan

Palangkaraya
Banjarmasin

Bengkulu
Tanjung Karang

Semarang

Jakarta

Bandung
Yogyakarta

Surabaya
Solo

Mataram
Malang

Denpasar
Lombok

25

Rute Baru Domestik | New Domestic Routes


MedanBatamMedan MedanPadangMedan MedanPalembangMedan PadangPekanbaruPadang
BatamPekanbaruBatam MedanAcehMedan JakartaAcehJakarta JakartaTanjung PinangJakarta
JakartaBengkuluJakarta JakartaTanjung PandanJakarta MedanPekanbaruMedan
MedanBatamTanjung KarangBatamMedan DenpasarBandungDenpasar SurabayaKupangSurabaya
DenpasarSemarangDenpasar DenpasarKupangDenpasar JakartaTernateJakarta SurabayaBanjarmasinSurabaya
BalikpapanBanjarmasinBalikpapan BalikpapanBerauBalikpapan BalikpapanManadoBalikpapan
JakartaAmbonJakarta MakassarSorongManokwariJayapuraManokwariSorongMakassar

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

87

Hub Balikpapan

Hub Makassar

Berau
Sorong

Manado

Manokwari

Jayapura
Balikpapan

Makassar

Banjarmasin

Manado

Ternate
Manokwari

Gorontalo

Palu

Sorong

Biak
Jayapura

Ambon

Kendari

Timika

Makassar

Labuan Bajo
Bima
Ende

Kupang

Rute Baru ATR72-600


ATR72-600 Routes
DenpasarBimaLombokDenpasar
DenpasarLabuan BajoEndeLabuan BajoDenpasar

Hub
Medan
Surabaya
Denpasar
Balikpapan
Makassar

44

Destinasi Domestik
Domestic Destinations
Destinasi Baru 2013:
Bengkulu, Tanjung Pinang,
Tanjung Pandan, Berau,
Sorong, Manokwari, Bima,
Labuan Bajo, Ende.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

88
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Komersial
Commercial

Rute Internasional | International Routes


Moscow
Amsterdam

Manchester
London

Paris

Dusseldorf
Frankfurt
Munich

Brussels

Milan
Athena

Bahrain

Abu Dhabi

Jeddah
Muscat

Rute 2012
2012 Routes
Code Share
Rute Baru 2013
2013 New Routes

Rute Baru Internasional


New International Routes
MedanPenangMedan
SurabayaSingapuraSurabaya
JakartaOsakaJakarta
JakartaBrisbaneJakarta
JakartaPerthJakarta

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

13

Destinasi Code Share


dengan Etihad
Code Share Destinations
with Etihad
Frankfurt, Brussels, Milan, Dusseldorf,
Munich, Bahrain, Abu Dhabi, London, Paris,
Manchester, Moskow, Athena, Muscat.

89

Seoul

Beijing

Tokyo
Osaka

Shanghai
Guangzhou

Taipei
Hong Kong

Bangkok
Penang

Kuala Lumpur

Medan
Singapore

Balikpapan
Surabaya

Jakarta

Makassar

Denpasar

Brisbane
Perth

Sydney
Melbourne

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

90
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Komersial
Commercial

Selain mengatur strategi jaringan penerbangan domestik


dan internasional, unit Network Management juga
bertanggung jawab terhadap hal berikut:

Aside from managing strategy of domestic and international


network, the Network Management unit is also responsible
for the following:

1. EU-ETS: European UnionEmissions Trading Scheme


Tahun 2013 merupakan Trading Period EU ETS
yang kedua, namun Garuda Indonesia masuk ke
dalam kategori de minimis, yaitu kategori operator
penerbangan yang tidak ikut terlibat dalam skema EU
ETS untuk dipantau selama periode tertentu. Adapun
kriteria de minimis adalah frekuensi penerbangan
kurang dari 243 flights dalam periode 4 bulan berturutturut (Januari-April, Mei-Agustus, September-Desember),
atau total emisi tahunan kurang dari 10.000 tonnes per
tahun.

1. EU-ETS: European UnionEmissions Trading Scheme


Year 2013 was the second year of the EU ETS Trading
Period, Garuda Indonesia however has already fall
into de minimis category, whereby flight operator
requires no monitoring period in the EU ETS scheme. De
minimis is a criteria where flight frequency is less than
243 flights in 4 consecutive months period (JanuaryApril, May-August, September-December), or has total
annual emissions to less than 10,000 tonnes per year.

Total frekuensi penerbangan Garuda di wilayah Eropa


pada tahun 2013 adalah sebagai berikut:
Januari April : 148 flights
Mei Agustus : 194 flights
September Desember : 210 flights

Total frequency of Garuda Indonesia flights in Europe for


2013 was as follows:
January April : 148 Flights
May August : 194 Flights
September December : 210 Flights

Tujuan Wisata
Tourism Destination

Pulau Komodo
Sebagai salah satu dari the New Seven Wonders of Nature, Pulau Komodo
merupakan tujuan wisata yang sangat menarik perhatian dunia karena merupakan
habitat asli hewan Komodo yaitu spesies kadal terbesar di dunia dengan rata-rata
panjang 2-3 meter. Pulau Komodo kini semakin mudah dikunjungi setelah dibukanya
rute penerbangan setiap hari DenpasarLabuan Bajo yang merupakan gerbang
untuk petualangan di Taman Nasional Komodo.
Pembukaan rute baru Garuda Indonesia bertujuan memperluas dan memperkuat
jaringan penerbangan di pasar domestik, khususnya wilayah Indonesia Timur yang
memiliki potensi ekonomi dan wisata bahari yang besar.
As one of the New Seven Wonders of Nature, Komodo Island is a tourist
destination that has been attracting worldwide attention, since it is the natural
habitat of Komodo dragon, the worlds largest living lizard with average length of
23 meter. Nowadays is easy to take a trip to Komodo Island with the opening of
the new daily flight route from Denpasar to Labuan Bajo, the gate of adventure at
Komodo National Park.
The opening of Garuda Indonesias new destinations aims to expand and
strengthen its network in the domestic market, especially in eastern Indonesia
which has great economic and marine tourism potentials.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

91

Karena frekuensi penerbangan perusahaan tidak


melebihi 243 flights pada periode empat bulanan di
tahun 2013, maka perusahaan tidak terlibat dalam
skema EU ETS 2013. Akibatnya, perusahaan tidak perlu
mengkompensasi keluaran emisi di tahun tersebut
kendati total keluaran emisi Garuda sesungguhnya
melebihi 10.000 tonnes.

Due to frequency of flights did not exceed 243 flights


during four months period in 2013, the Company need
not be in the 2013 EU ETS scheme. As a result, the
Company was not required to compensate for emissions
output in that year even though total emissions output
of Garuda Indonesia exceeded 10,000 tonnes.

2. Kerja Sama dengan Airline Partners


Dalam rangka meningkatkan kinerja melalui kerja sama
dengan airline partners, selama tahun 2013 Garuda
Indonesia bekerja sama dengan 14 airline, yaitu China
Airlines (CI), China Eastern Airlines (MU), China Southern
Airlines (CZ), Etihad (EY), Jet Airways (9W), KLM, Kenya
Airways (KQ), Korean Air (KE), Philippines Airlines (PR),
Singapore Airlines (SQ), Royal Brunei (BI), Silk Air (MI),
Turkish Airlines (TK) dan Xiamen Airlines (MF).

2. Cooperation with Airline Partners


In order to improve performance, Garuda Indonesia
cooperated with additional 14 airlines during the year
2013, which were China Airlines (CI), China Eastern
Airlines (MU), China Southern Airlines (CZ), Etihad (EY),
Jet Airways (9W), KLM, Kenya Airways (KQ), Korean Air
(KE), Philippines Airlines (PR), Singapore Airlines (SQ),
Royal Brunei (BI), Silk Air (MI), Turkish Airlines (TK) and
Xiamen Airlines (MF).

Dengan adanya kerja sama tersebut, maka per


31 Desember 2013 perusahaan telah memiliki sekitar 846
penerbangan berjadwal yang dioperasikan oleh airline
partners ke 26 destinasi baru yang tidak dioperasikan
oleh Garuda Indonesia.

With this cooperation in place, the Company has now


owned about 846 scheduled flights operated by Airlines
partners with 26 new destinations which were not
operated by Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

92
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

3. Global Alliance dengan SkyTeam.


Sebagai kelanjutan dari program keikutsertaan Garuda
Indonesia dalam Aliansi Global SkyTeam telah dibentuk
Team yang akan memantau progress milestone
keanggotaan Perusahaan di SkyTeam:
1. TST (Transition Support Team) yang anggotanya
terdiri dari Maskapai Penerbangan yang telah
memiliki perjanjian bilateral dengan Garuda Indonesia
(Airline Partners Sponsor) dan SkyTeam Office. Tugas
dari TST ini adalah Anggota SkyTeam (Airline Partners
Sponsor) membantu Garuda Indonesia dalam proses
pemenuhan persyaratan keanggotaan untuk menjadi
anggota SkyTeam, sedangkan SkyTeam Office lebih
melihat kemajuannya (sejauh mana perusahaan telah
memenuhi persyaratan keanggotaan). Koordinasi
TST untuk memantau kemajuan pemenuhan syarat
keanggotaan ini dilakukan setiap 3 bulanan di Jakarta.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Komersial
Commercial

3. Global Alliance with SkyTeam


As continuation of participation in the SkyTeam Global
Alliance program, Garuda Indonesia has formed a Team
that would oversee the Companys progress in the
SkyTeam membership milestone:
1. TST (Transition Support Team), whose members
comprise of Airlines that has already had bilateral
agreement with Garuda Indonesia (Airline Partners
Sponsor) and SkyTeam Office. As member of
SkyTeam (Airline Partners Sponsor), the task of TST
is to assist Garuda Indonesia to become eligible
member of SkyTeam. SkyTeam Office on the other
hand put more emphasis on progress (the extent to
which the Company has complied with the terms of
membership). Such evaluation by TST is conducted
quarterly in Jakarta.

93

2. IT2 (Information System Integrated Team)


Tugas tim ini akan meliputi pelaksanaan conference
call minimal sekali setiap bulan dengan seluruh
airline partners SkyTeam. Issue: perbedaan waktu
antar SkyTeam partners. Tujuannya adalah untuk
menyamakan persepsi dan seluruh aktivitas integrasi
system Garuda Indonesia dengan sistem masingmasing anggota.

2. IT2 (Information System Integrated Team)


The task of this team includes: conducting monthly
conference call with all SkyTeam airline partners.
Time difference between SkyTeam partners is
a notable issue. The objective of this call is to
synchronize perception and overseeing system
integration of Garuda Indonesia with each member.

Di samping 2 tim di atas, setiap bulannya juga dilakukan


Big Conference Call dengan beberapa anggota SkyTeam
yang mengangkat issue mengenai time difference antar
SkyTeam partners. Tujuannya adalah untuk melihat
kemajuan Perusahaan dari sisi bisnis dan untuk airline
partner membantu Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan keanggotaan.

Aside from the 2 teams above, each month a Big


Conference Call is conducted with several members
of SkyTeam as platform to raise issue regarding the
time difference between SkyTeam partners. The goal is
to monitor progress of Companys business and assist
Company in achieving membership requirements.

Adapun persyaratan SkyTeam juga mencakup pengadaan


Modul Frequent Flyer. Modul ini berfungsi untuk
memperbaiki kinerja GFF agar keluhan/complaint yang
selama ini banyak dapat diminimalkan.

One of the requirements of Skyteam is to also include


provision of Frequent Flyer Module. This module serves as
a tool to improve performance of GFF so complaints can be
significantly reduced.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

94
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Komersial
Commercial

Kemajuan yang diharapkan dari Project SkyTeam selama


tahun 2013 adalah mempersiapkan Garuda Indonesia
dalam menghadapi SkyTeam Audit sebagai bagian utama
untuk dapat diterima menjadi anggota SkyTeam. Hal ini
sangat memerlukan komitmen dan kerja sama dari semua
personel Perusahaan dan semua pemangku kepentingan
untuk dapat memanfaatkan peluang agar Garuda Indonesia
dapat menjadi airline terbesar di antara anggota SkyTeam
mengingat pertumbuhan pasar Asia dan Indonesia yang
sangat pesat.

Expected result for 2013 from this SkyTeam Project was for
Garuda Indonesia to be prepared in dealing with Skyteam
Audit as major step to becoming a SkyTeam member. This
requires complete commitment and co-operation from
all personnel and stakeholders to take advantage of this
opportunity in making Garuda Indonesia as the largest
airline member of SkyTeam to capture the rapid growth of
Asian and Indonesian market.

Diharapkan dengan sudah memenuhi semua persyaratan


yang diperlukan, maka target untuk menjadi full member di
awal tahun 2014 dapat dipenuhi.

When all requirements are met, target to become full


member in early 2014 is expected to materialize.

Revenue Management

Revenue Management

Seiring dengan perkembangan bisnis Perusahaan


dan adanya tuntutan peningkatan kinerja, Perusahaan
telah berhasil menerapkan sistem baru Passenger
Service System (PSS), yaitu Altea yang dapat memenuhi
tuntutan perkembangan bisnis global. Dengan PSS
yang baru ini diharapkan Garuda Indonesia akan dapat
memenangkan persaingan yang semakin ketat. Di awal
tahun 2013, Perusahaan telah mengganti sistem lama
Revenue Management System dengan sistem baru, yaitu
PROS, yang merupakan sistem pendukung pengambil
keputusan Revenue Management yang berfungsi untuk
memaksimalkan pendapatan. Perusahaan pun telah
menggunakan Fare Management System sebagai deal
management dalam penentuan dan distribusi harga, yang
sekaligus juga merupakan database harga yang terpusat.
Dengan adanya sistem ini selain akan meningkatkan
efisiensi juga akan menjamin terlaksananya Good Corporate
Governance.

With expansion of Company business and increasingly


demand on performance improvement, the Company has
managed to implement a new Passenger Service System
(PSS) called Altea that able to accommodate demands of
growing global business. With PSS, Garuda Indonesia is
expected to weather through tougher competition. At the
beginning of 2013, Company removed outdated Revenue
Management System and replaced it with a new system
called PROS, a support system for Revenue Management
decision makers to maximizing revenues. The Company has
adopted Fare Management System as a deal management
in determining price distribution in which is also a
centralized price database. The presence of this system
would not only improve efficiency but also ensuring the
practice of Good Corporate Governance.

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan terhadap


pelanggan, maka pada bulan Januari 2013, Perusahaan telah
memasukkan biaya pelayanan jasa penerbangan Passenger
Service Charge (PSC) pada tiket pesawat karena mekanisme
pembayaran PSC sebelumnya dianggap kurang mendukung
kelancaran pelayanan penumpang di bandara. Untuk
penerbangan domestik, hanya Garuda Indonesia yang
telah menerapkan PSC dalam tiket ini, sementara hampir
sebagian besar negara di dunia ini telah menerapkan sistem
ini.

In order to improve quality of the service to customers, since


beginning January 2013, the Company started to charge
Passenger Service Charge (PSC) directly on plane tickets
as previous PSC payment mechanisms at the airport was
deemed incapable of giving smooth service to passengers.
Most countries in the world have adopted this practice and
only Garuda Indonesia that has implemented PSC on the
ticket for domestic flights.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

95

Program-program yang berhasil dan telah berjalan


dengan baik pada tahun 2013 akan terus dilakukan
dan disempurnakan dalam pelaksanaannya. Program
Early Birds, Advanced Purchased, harga khusus melalui
direct channel dan harga khusus untuk partnership dan
sponsorship akan terus dilakukan. Selain itu pemberian
harga khusus untuk corporate yang selama ini telah berjalan
juga akan terus dilaksanakan dan disempurnakan.

Programs that were run well and succeeded in 2013 will


still be carried on and further refined in the execution.
Early Birds program, Advanced Purchased, special rates
through direct channel and special rates for partnership and
sponsorship will be continued. Current granting of special
rates for corporate is still practiced and perfected.

Untuk meningkatkan jaringan penerbangan dan memenuhi


kebutuhan pelanggan, Perusahaan telah melakukan
kerja sama dengan lebih dari 50 airline partner untuk
memperluas tujuan perjalanan dengan harga yang
kompetitif dan memasukkan harga tersebut ke dalam
sistem sehingga proses auto pricing saat menerbitkan tiket
dapat dilakukan. Proses auto pricing memegang peranan
yang penting karena dapat meningkatkan efisiensi dan
akan mengurangi kesalahan yang ditimbulkan akibat human
error.

To improve flight network and to meet customer needs, the


Company has cooperated with more than 50 airline partners
so that travel destinations can be expanded at competitive
price and with allocation of price into the system, it ensures
smooth process of auto pricing when issuing tickets. The
process of auto pricing played an important role as it would
improve efficiency and reduce human error.

Dalam upaya mendukung program efisiensi biaya,


sepanjang tahun 2013 Perusahaan juga telah melakukan
negosiasi dengan Global Distribution System (GDS)
sebagai penyedia sistem reservasi dan ticketing bagi para
travel agent sehingga dapat mendukung peningkatan
layanan penjualan melalui indirect channel. Di tahun 2013
Perusahaan berhasil melakukan penghematan sebesar
29,30% dari total anggaran untuk biaya GDS.

In order to support cost efficiency program, the Company


has also negotiated with Global Distribution System (GDS)
to provide reservation and ticketing system for travel agents
so sales through indirect channel would be improved. As
the result, in 2013 the Company managed to save 29.30% of
total budget on GDS cost.

Passenger Yield Harga

Passenger Yield Price

Secara keseluruhan terjadi penurunan yield di tahun


2013 dari USc 9,99 di tahun 2012 menjadi USc 9,1 seiring
melemahnya Rupiah terhadap US dollar dan semakin
ketatnya persaingan di industri.

Overall yield declined from USc 9.99 in the year 2012 to


USc 9.1 in 2013 along with the weakening of Rupiah to
the US dollar and increasingly intense competition in the
industry.

Pemasaran

Marketing

Garuda Indonesia aktif melakukan promosi di tahun


2013. Salah satu aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh
perusahaan adalah Garuda Indonesia Travel Fair (GATF).
GATF merupakan kegiatan tahunan Garuda Indonesia yang
diadakan di berbagai daerah dan puncaknya dilakukan
di Jakarta. Untuk pelaksanaan GATF 2013 di daerah,
Perusahaan mengadakan secara serentak di 15 kota, yaitu
Makassar, Manado, Surabaya, Padang, Yogyakarta, Medan,
Denpasar, Balikpapan, Semarang, Bandung, Banjarmasin,
Pontianak, Pekanbaru, Palembang dan Jayapura. Selain

Garuda Indonesia actively engaged in promotions in 2013.


One of marketing activities conducted by the Company is
the Garuda Indonesia Travel Fair (GATF). GATF is Garuda
Indonesias annual exhibition held in various regions with
its peak in Jakarta. The 2013 GATF was simultaneously held
in 15 cities, namely Makassar, Manado, Surabaya, Padang,
Yogyakarta, Medan, Denpasar, Balikpapan, Semarang
Bandung, Banjarmasin, Pontianak, Pekanbaru, Palembang
and Jayapura. Aside from acting as marketing strategy and
corporate communication strategy of Garuda Indonesia,

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

96
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Komersial
Commercial

sebagai strategi pemasaran dan strategi komunikasi


korporat Garuda Indonesia, pelaksanaan GATF 2013 ini juga
dilatarbelakangi oleh perkembangan produk dan layanan
Garuda Indonesia serta Garuda Indonesia Group yang masih
dianggap perlu untuk dikomunikasikan kepada mitra usaha
maupun masyarakat umum.

the GATF 2013 exhibition is intended to communicate the


development of products and services. Garuda Indonesia
as well as Garuda Indonesia Group deemed it necessary to
communicate to business partners and general public.

Selain itu, hubungan baik dengan pihak industri pariwisata


di masing-masing kota tersebut serta dengan mitra
usaha Garuda Indonesia di ke-15 kota tersebut juga perlu
ditingkatkan melalui kegiatan GATF ini yang juga sebagai
sarana pembelajaran bagi mitra usaha Garuda Indonesia di
daerah dalam kegiatan pameran.

Relationship with the tourism industry and business


partners in each of 15 cities would be improved through
this GATF event, which also can serve as learning tool for
Garuda Indonesias business partners in the regions.

Puncak GATF berlangsung di Jakarta pada tanggal 13 hingga


15 September 2013. Tidak kurang dari 50 Travel Agent,
20 Hotel, 8 National Tourism Office (NTO), 19 Korporasi,
13 Hotel & Park dan 22 Media Partner serta 15 UKM dan
mitra binaan Garuda Indonesia berpartisipasi dalam acara
tersebut. Dalam acara tersebut, GATF menampilkan miniatur
pesawat Boeing 777-300ER dengan layanan baru First Class.

The peak of GATF was held in Jakarta on September 13-15,


2013. More than 50 Travel Agents, 20 Hotels, 8 National
Tourism Offices (NTO), 19 Corporations, 13 Hotel & Park
and 22 Media Partners as well as 15 SMEs and Garuda
Indonesias assisted SMEs participated in the event. During
the event, GATF displayed miniature of Boeing 777-300ER
aircraft with new First Class service.

Selain armada dan layanan baru Garuda Indonesia, hal lain


yang juga diperkenalkan dalam event GATF 2013 adalah
informasi mengenai bergabungnya Garuda Indonesia
dengan aliansi global SkyTeam. Kalimat singkat Joining
in March 2014 yang ditempatkan bersama logo Garuda
Indonesia pada sebuah wall of fame mewakili informasi
tersebut.

During the 2013 GATF, in addition to introducing new fleet


and service, it was also announced the membership of
Garuda Indonesia to SkyTeam global alliance, represented
by a catch word Joining in March 2014 embedded
alongside with Garuda Indonesia logo in the wall of fame.

Untuk tahun 2013, event GATF berhasil menghasilkan


penjualan lebih dari Rp 70 miliar, lebih tinggi dibandingkan
tahun sebelumnya yang Rp 54 miliar.

The 2013 GATF managed to generate revenue of more than


Rp 70 billion, higher than last year figure of Rp 54 billion.

Distribusi Penjualan

Sales Distribution

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat


di bidang teknologi dan komunikasi, saluran distribusi
Garuda Indonesia pun ikut berkembang dan semakin
bervariasi. Melalui dua saluran penjualan utama, yaitu
saluran langsung (direct channel) dan saluran tidak
langsung (indirect channel), Perusahaan berusaha untuk
mendekatkan diri dengan pelanggan. Direct channel terdiri
dari Call Center, Sales Office & Ticketing Office, Website,
Garuda Online Sales (GOS), Interline Staff Travel Agreement
(ISTA), sementara Indirect Channel terdiri dari Agent
IATA-BSP, GSA (General Sales Agent), dan IBCS (IATA BSP
Consolidator System).

In line with advancement in the field of technology and


communications, the distribution channels of Garuda
Indonesia were also evolving and increasingly diverse.
Through the two main sales channels, direct and indirect,
the Company strived to engage closer with customers.
Direct Channel consists of Call Center, Sales Office &
Ticketing Office, Garuda Online Sales (GOS), Interline Travel
Staff Agreement (ISTA), whilst Indirect Channel comprises
of IATA-BSP Agents, GSA (General Sales Agent), and IBCS
(IATA BSP Consolidator System).

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

97

Demi meningkatkan kemudahan akses masyarakat


terhadap Garuda Indonesia, Perusahaan telah melakukan
penambahan dan pengembangan kantor cabang, kantor
penjualan dan pengembangan konsep distribusi baru
di seluruh wilayah Indonesia. Di tahun 2013, Perusahaan
membangun 9 kantor cabang baru dan 8 kantor penjualan.

To improve ease of public access to Garuda Indonesia,


the Company enhanced and opened more branch offices,
sales office and applied new distribution concept across
Indonesia region. In 2013, the Company has established 9
new branch offices and 8 sales offices.

Selain itu, Garuda Indonesia juga telah menambah jenis


saluran penjualan langsung dengan meluncurkan kembali
Mobile Ticketing Counter (MTC) pada bulan November
2013. MTC merupakan konsep penyediaan layanan reservasi
dan layanan lainnya dengan menggunakan unit kendaraan
bergerak. Saat ini terdapat 2 MTC yang beroperasi di
wilayah Jakarta, dan direncanakan akan bertambah di
wilayah lainnya di seluruh Indonesia.

Garuda Indonesia also re-launched its previous direct sales


channel Mobile Ticketing Counter (MTC) in November 2013.
MTS is a concept of service with ability to make reservations
as well as other services using mobile vehicles. There are
currently 2 MTC operating in Jakarta and is planned to add
more for other regions throughout Indonesia.

Saluran penjualan lain yang dikembangkan oleh Garuda


Indonesia adalah Gerai Counter, yaitu counter penjualan
yang bersifat moveable (dapat dipindahkan) dan dikelola
oleh pihak ketiga. Umumnya gerai counter berada di lobby
hotel, mall, dan gedung perkantoran. Gerai pertama telah
diluncurkan di Tangerang City Mall pada September 2012.

Other sales distribution channel developed by Garuda


Indonesia is Kiosk Counter which is a moveable sales
counter and managed by third parties. Generally Kiosk
Counter was located at hotel lobby, mall and office building.
The first counter was launched in Tangerang City Mall on
September 2012.

Di tahun 2013, Perusahaan telah bekerja sama dengan pihak


ketiga untuk membangun 14 gerai di Wamena, Bulukumba,
Maros, Tambolaka, Ende, Labuan Bajo, Bima, Pekanbaru,
Tasikmalaya dan Jakarta. Garuda indonesia akan melakukan
pengembangan gerai lainnya ke beberapa kota lainnya di
Indonesia di masa mendatang.

In 2013, the Company teamed up with third-parties in


building 14 outlets in Wamena, Bulukumba, Maros,
Tambolaka, Ende, Labuan Bajo, Bima, Pekanbaru,
Tasikmalaya and Jakarta. Garuda Indonesia is planning to
expand this outlet to several other cities in Indonesia in the
future.

Selama tahun 2013 porsi penjualan melalui travel agent


(IATA BSP agent) merupakan penyumbang terbesar di
antara seluruh channel distribusi, dengan jumlah agent aktif
tercatat sebanyak 673 Agen IATA BSP Domestik dan 8.306
agen IATABSP Internasional. Sedangkan jumlah anggota
Garuda Online System (GOS/badan usaha selain travel
agent) mencapai 7.829 anggota. Di tahun 2013, terdapat
penambahan kantor penjualan General Sales Agent (GSA)
di 3 negara, yaitu India, Malaysia (Penang), Srilanka, selain
kantor GSA yang telah ada sebelumnya di Amerika Serikat,
Kanada, Vietnam, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat
Arab, Brunei, Kuwait, Frankfurt, London, Belgia, dan Abu
Dhabi dan Auckland.

During the year 2013, revenue portion contributed by


travel agents (IATA BSP agent) was the highest among
all distribution channels, with the number of active agent
recorded as many as 673 Domestic IATA-BSP agents and
8,306 International IATA-BSP agents while the number
of Garuda Online System (GOS/business entities other
than travel agent) has reached to 7.829 members. In 2013,
General Sales Agent (GSA) were added in 3 countries,
namely India, Malaysia (Penang) and Srilanka in addition to
current operating GSA in USA, Canada, Vietnam, Philippines,
Qatar, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Brunei, Kuwait,
Frankfurt, London, Belgium, Abu Dhabi and Auckland.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

98
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Komersial
Commercial

Corporate Sales

Corporate Sales

Corporate Sales menjadi salah satu prioritas yang


dilakukan oleh Perusahaan guna meningkatkan pendapatan
mengingat besarnya potensi yang dimiliki oleh segmen
ini. Potensi penjualan untuk pasar corporate masih terbuka
lebar dan akan terus dikembangkan oleh Perusahaan seiring
dengan terus bertambahnya jumlah corporate customers
maupun pendapatan yang dihasilkan. Garuda Indonesia
secara aktif terus menggarap pasar ini dengan mengadakan
kerja sama dengan berbagai perusahaan, baik dalam negeri
maupun luar negeri.

Considering its potential magnitude, Corporate Sales


became one of priorities undertaken by the Company in
order to increase revenue. Sales potential from corporate
market is still wide open and will continue to be developed
by the Company along with the continuously increasing
number of corporate customers and their revenue
generation. Garuda Indonesia is actively continued to
cultivate this market by having partnership with various
companies, both domestically and abroad.

Keuntungan yang didapat oleh pelanggan corporate berupa


harga khusus korporasi dan manfaat lain yang disesuaikan
dengan kebutuhan perusahaan, seperti pengkreditan PPN,
tambahan bagasi 10 kg dan lainnya.

Benefits offered to corporate customers were special


corporate price and other tailoredadvantages, such as
crediting of VAT, additional 10 kg baggage allowance and
much more.

Bagi Garuda Indonesia, keuntungan yang diperoleh dari


peningkatan corporate sales adalah terciptanya captive
market yang berkesinambungan, disamping juga akan
mengurangi biaya distribusi dan mendukung perluasan
pasar. Di tahun mendatang, Garuda Indonesia akan lebih
fokus pada perusahaan besar yang mempunyai banyak
cabang dan mempunyai potensi tinggi dalam perjalanan
dinas atau untuk keluarganya

For Garuda Indonesia, the gain from increased corporate


sales was to have sustainable captive market, aside from
reduction of distribution cost and expansion of market.
In the coming years, Garuda Indonesia will focus on
large companies that have many branches and have high
potential in travelling for business or family purposes.

Untuk pasar luar negeri, perusahaan telah mengembangkan


konsep kerja sama Global Contract dengan perusahaan
bertaraf multinasional. Kontrak kerja sama tersebut
berlaku di semua negara dimana perusahaan tersebut
memiliki perwakilan. Kontrak yang sedang berjalan adalah
global contract dengan Shell International Ltd., Standard
Chartered Bank, Citibank NA, Microsoft, Total, Caterpillar,
IBM, UBS, HSBC. Selain itu, Perusahaan juga sedang dalam
proses dengan beberapa perusahaan lainnya seperti Merck
dan World Bank.

For overseas markets, the Company has embarked a


partnership concept of Global Contract with world
class multinational companies. This cooperation contract
would be valid in all countries where the Company has
representative office. Global contract that already in place
were Shell International Ltd., Standard Chartered Bank,
Citibank N.A., Microsoft, Total, Caterpillar, IBM, UBS and
HSBC. The Company is also in the process of engaging with
other firms such as Merck and the World Bank.

Sampai dengan akhir tahun 2013 jumlah pelanggan


corporate mencapai 1.981 perusahaan, dengan kenaikan
pendapatan rata-rata dari tahun 2007 hingga 2013 mencapai
46,8%. Pendapatan di tahun 2013 tercatat sebesar Rp 2,01
triliun.

By end of 2013, the number of corporate customers has


reached to 1,981 companies, with revenue rise in average of
46.8% from 2007 until 2013. Revenue for 2013 was recorded
at Rp 2.01 trillion.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

99

E-Commerce

E-Commerce

Di tahun 2013, Garuda Indonesia juga terus berupaya untuk


meningkatkan kinerja dari jalur distribusi E-Commerce.
Total penumpang (passenger traffic) dari jalur distribusi
ini mencapai 4.132.790 penumpang di tahun 2013, atau
menyumbang sekitar 16,6% dari total penumpang Garuda
Indonesia. Hal ini pada gilirannya meningkatkan penjualan
E-Commerce Perusahaan dari USD 308 juta di tahun 2012
menjadi USD 401,3 juta di tahun 2013 atau meningkat
sebesar 30,4%.

In 2013, Garuda Indonesia also continued to improve the


performance of E-Commerce distribution channel. Total
passengers (passenger traffic) from these distribution
channels reached to 4,132,790 passengers in 2013,
which accounted for approximately 16.6% from the total
passengers of Garuda Indonesia. This in turn boosted the
Companys E-Commerce revenue from USD 308 million in
2012 to USD 401.3 million in 2013, or an increase of 30.4%.

Unit kerja e-commerce (EC) membawahi 5 channel distribusi


yaitu: B2C (www.garuda-indonesia.com); B2T (gosga.
garuda-indonesia.com); B2B (corga.garuda-indonesia.com);
mobile/aps (m.garuda-indonesia.com ) dan call center
(08041807807 atau 021-2351999).

The e-commerce (EC) working unit overseeing the 5


channel distribution are: B2C (www.garuda-indonesia.com);
B2T (gosga.garuda-indonesia.com); B2B (corga.garudaindonesia.com); mobile/aps (m.garuda-indonesia.com ) and
call center (08041807807 or 021-2351999).

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

100
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Operasional
Operational
Secara keseluruhan,
indikator-indikator
kinerja operasional
berhasil dipertahankan
tetap baik di tengah
ekspansi jaringan
penerbangan dan
jumlah armada.
Overall, operational
performance indicators were
well maintained amid flight
network and fleet expansion.

Perekonomian domestik yang kurang kondusif di tahun


2013 turut mempengaruhi kinerja operasional perusahaan.
Ekspansi armada yang signifikan di tahun 2013 tidak dapat
mencapai hasil yang optimal di tengah tingginya laju inflasi
dan pelemahan Rupiah terhadap mata uang global. Namun
perusahaan terus berusaha meningkatkan efisiensi demi
mendukung pertumbuhan yang berkesinambungan di masa
datang. Perusahaan juga terus berupaya meningkatkan
daya saingnya guna memperkokoh posisinya di industri
penerbangan nasional dan internasional.

Unfavorable economic condition during 2013 had significant


effect on the Companys operation. Sizeable fleet expansion
in 2013 brought less optimal results given high domestic
inflation and weakening of Rupiah against other global
currencies. Nonetheless, the Company put tremendous
efforts to improve efficiency to support gradual growth
in the future. The Company also continued to enhance its
competitive advantages in the domestic and international
airline industry.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

101

Armada

Fleet

Sarana produksi atau pesawat yang digunakan sampai


dengan bulan Desember 2013 berjumlah 140 pesawat,
mengalami peningkatan dari 106 pesawat di tahun 2012.
Selama tahun 2013, Perusahaan mendatangkan 36 pesawat
baru, yang terdiri dari 2 pesawat Airbus A330-200, 1 pesawat
Airbus A330-300, 10 pesawat Boeing 737-800NG, 4 pesawat
Boeing 777-300ER, 7 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen
dan 2 pesawat ATR72-600 (untuk melayani penerbangan
mainbrand Garuda Indonesia), serta 10 pesawat Airbus
A320-200 untuk melayani penerbangan low cost carrier
(Citilink).

Total fleet in operation throughout 2013 reached 140 units,


improved from 106 units in 2012. In 2013, the Company
brought about 36 new aircrafts consisted of 2 Airbus A330200, 1 Airbus A330-300, 10 Boeing 737-800NG, 4 Boeing
777-300ER, 7 Bombardier CRJ1000 NextGen and 2 ATR72600, all to serve the mainbrand Garuda Indonesia, as well
as 10 Airbus A320-200 for the subsidiary low-cost carrier
Citilink.

Pada bulan Juni 2013, Perusahaan mendatangkan pesawat


Boeing 777-300ER dan pada bulan November 2013
Perusahaan menambah jumlah armadanya dengan pesawat
ATR72-600 yang memulai penerbangan perdananya pada
tanggal 3 Desember 2013.

Garuda Indonesia received Boeing 777-300ER aircraft in


June 2013 while the ATR72-600 aircraft were brought in by
November 2013 and commenced its operation on December
3, 2013.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

102
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Operasional
Operational

Rute dan Jaringan

Routes and Networks

Pada tahun 2013 Garuda Indonesia membuka 28 rute baru


yang terdiri dari 24 rute di Domestik (juga terdapat 1 rute
re-instate) dan 4 rute di Internasional. Rute baru tersebut
melayani 11 kota tujuan baru yaitu Bengkulu, Tanjung
Pinang, Tanjung Pandan, Berau, Sorong, Manokwari, Bima,
Labuan Bajo, Ende, Penang dan Brisbane.

Garuda Indonesia introduced 28 new routes in 2013, of


which 24 routes to serve domestic market (included one
reinstate route) and 4 international routes. The new routes
cover 11 new destinations namely Bengkulu, Tanjung Pinang,
Tanjung Pandan, Berau, Sorong, Manokwari, Bima, Labuan
Bajo, Ende, Penang and Brisbane.

Selain melakukan ekspansi rute, Perusahaan juga


meningkatkan frekuensi penerbangan, baik di sektor
domestik maupun internasional demi memperkokoh posisi
Perusahaan di sektor domestik dan mendominasi frequency
share di sektor domestik.

Apart from route expansion, the Company also increased


flight frequency for both domestic and international
routes to strengthen its position and expand market share
particularly in the domestic market.

Selama tahun 2013, total frekuensi meningkat sebesar


21,9% menjadi 78.697 penerbangan. Jumlah frekuensi
penerbangan domestik pada tahun 2013 adalah 65.131
penerbangan atau 83% dari total frekuensi penerbangan
mainbrand. Peningkatan frekuensi ini merupakan hasil
kajian Perusahaan atas permintaan terhadap sarana
transportasi udara. Perusahaan senantiasa melakukan studi
kelayakan sebelum membuka rute baru atau meningkatkan
frekuensi untuk memastikan bahwa penambahan rute dan
peningkatan frekuensi ini akan berdampak positif terhadap
kinerja operasional Perusahaan.

Total flight frequency of Garuda Indonesia in 2013 increased


by 21.9% to 78,697 flights. The flight frequencies of domestic
routes were 65,131 flights, or 83% of total mainbrand.
The increase was a result of the Company assessment
on demand for air transportation. The Company always
conducts feasibility study before establishing new route
or increasing the flight frequency to ensure it will bring
positive impact to the operational performance.

Aircraft Maintenance Management

Aircraft Maintenance Management

Mengacu pada visi Garuda Indonesia yaitu menjadi


perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan
pelayanan berkualitas kepada masyarakat dunia dengan
menggunakan keramahan Indonesia, maka Aircraft
Maintenance Management sebagai bagian dari Direktorat
Teknik bertanggung jawab dalam mendukung operasional
penerbangan Garuda Indonesia, baik domestik maupun
internasional melalui penyediaan pesawat yang handal
serta kondisi kabin yang prima. Aircraft Maintenance
Management memastikan bahwa pengaturan serta
pemeliharaan pesawat dilakukan dan dilaksanakan sesuai
dengan Company Maintenance Manual (CMM) serta
Continuing Airworthiness Maintenance Program (CAMP)
yang telah disahkan oleh Authority serta persyaratan
keselamatan dan kelaikan udara lainnya untuk masingmasing tipe pesawat.

In accordance to Garuda Indonesias vision to become a


reliable airline that provides quality services to customers
through Indonesia hospitality, the Aircraft Maintenance
Management under Technical Directorate is responsible to
support operational of Garuda Indonesia in both domestic
and international markets by providing reliable aircraft
and excellent cabin condition. Aircraft Maintenance
Management Division ensures the aircraft management
and maintenance are conducted in accordance with the
Company Maintenance Manual (CMM) and the Continuing
Airworthiness Maintenance Program (CAMP) that is
approved by the Authority, as well as flight safety and other
flight test requirements for each aircraft.

Perawatan pesawat secara terencana dan terkendali perlu


dilakukan agar pemenuhan jumlah dan tipe pesawat setiap
harinya sesuai dengan rencana penerbangan unit Operasi
dan Niaga, baik rute domestik maupun internasional.
Kontribusi keterlambatan jadwal penerbangan yang
disebabkan oleh kerusakan pesawat atau penyebab teknis
lainnya, harus diminimalkan untuk mendukung target

Well planned and managed aircraft maintenance have to


be performed to fulfill daily requirement for number and
type of aircraft aligned with flight plan from Operation and
Business unit, for both domestic and international market.
Flight delay due to aircraft breakdown or other technical
issues have to be minimalized to support flight schedule
accuracy target. Adequate ground time for maintenance

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

103

ketepatan penerbangan Garuda Indonesia. Ground time


yang memadai untuk pemeliharaan dan perawatan sangat
diperlukan, guna memastikan dilaksanakan pekerjaannya
dengan benar sehingga pesawat selalu berada dalam
kondisi layak terbang.

is crucial to ensure proper maintenance procedure and


activities being done properly hence the aircraft is always in
ready-for-operation condition.

Kondisi kabin pesawat berikut penampilan interior dan


eksterior pesawat juga harus dijaga dan dirawat agar selalu
memberikan kenyamanan kepada penumpang. Peralatan
yang ada di dalam pesawat seperti Seat, Passenger
Entertainment System/ PES, Cabin Light, Lavatory, Galley,
Luggage Bin harus dipastikan berfungsi dengan baik agar
dapat memberikan kenyamanan kepada penumpang.
Kebersihan dan kerapihan kondisi Carpet, Seat Cover,
Curtain, Sidewall, Cabin Partition, Ceiling juga harus terus
dijaga untuk memenuhi standar tampilan interior kabin
airline bintang lima. Demikian pula dengan tampilan
eksterior atau bagian luar pesawat juga menjadi ukuran
dalam upaya menciptakan kenyamanan penumpang. Semua
aktivitas yang dilakukan sejalan dengan target Perusahaan
untuk mencapai 5 Star Airline dari Skytrax pada tahun 2015.

Cabin, interior and exterior of the aircraft have to be


maintained, cleaned and refreshed to give comfort for the
passengers. The aircraft equipments like seat, passenger
entertainment system or PES, cabin light, lavatory, galley,
luggage bin have to be in good condition. Cleanliness
and tidiness of the carpet, seat cover, curtain, sidewall,
cabin partition, and ceiling have to be maintained to meet
interior standard for five-star airline. So does the aircraft
exterior, which is also the parameter for creating passenger
comfort. All of the efforts and activities are aligned with the
Companys target to achieve Five-Star Airline from Skytrax
by 2015.

Pencapaian Aircraft Maintenance Management secara


umum meliputi pemenuhan pesawat, fungsional kabin dan
penampilan interior kabin dan eksterior.

Achievement of the Aircraft Maintenance unit in general


included aircraft availability, cabin functionality, cabin
interior appearance and aircraft exterior.

Aircraft Availability

Aircraft Availability

Pemenuhan pesawat di tahun 2013 mencapai 99,54%,


mengalami penurunan dibandingkan tahun 2012 yang
sebesar 99,65%. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa
kejadian AOG (Aircraft on Ground) di tahun 2013 terutama
untuk tipe pesawat Airbus A330-300.

Aircraft availability in 2013 reached 99.54%, slightly


declined from 99.65% in 2012. This was due to several
events of aircraft on ground during 2013, especially for
Airbus A330-300.

Cabin Functionality

Cabin Functionality

Kinerja fungsional kabin rata-rata di tahun 2013 tercatat


sebesar 99,81% meningkat dari 99,38% di tahun 2012.
Penambahan stok material baik dalam hal jenis maupun
jumlah di Cengkareng dan beberapa lokasi di luar
Cengkareng, permintaan Free of Charge (FOC) material
untuk roll over program dan percepatan pengiriman stok
material consignment adalah beberapa strategi yang
dilakukan untuk mencapai kinerja ini.

Performance of cabin functionality reached average 99.81%


in 2013, improved from 99.38% in 2012. Several actions
were taken to achieve this improvement such as increasing
number and type of material stocks in Cengkareng and
other locations, request for free of charge material for roll
over program, and accelerating delivery of material stock
consignment.

Cabin Interior and Exterior Appearance

Cabin Interior and Exterior Appearance

Pencapaian indikator penampilan interior kabin di tahun


2013 mempunyai nilai rata-rata sebesar 95,01%, meningkat
darii 94,83% di tahun 2012. Hal ini terkait erat dengan
implementasi penuh Aircraft Interior Maintenance Program
(AIMP) yang sudah dimulai pada akhir tahun 2012.

Average achievement for interior appearance indicators


was recorded at 95.01% in 2013, improved from 94.83% in
2012. This was mostly supported by full implementation of
Aircraft Interior Maintenance Program (AIMP), which had
been started since 2012.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

104
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Operasional
Operational

Di tahun 2014, Garuda Indonesia juga akan


mengembangkan kemampuan perawatan kabin di 5 lokasi
besar, yaitu Medan, Balikpapan, Surabaya, Denpasar dan
Makassar sebagai upaya menjaga fungsionalitas dan
penampilan di area kabin.

In 2014, Garuda Indonesia will develop ability for cabin


maintenance in five major locations namely Medan,
Balikpapan, Surabaya, Denpasar, and Makassar as effort to
maintain functionality and appearance of the aircraft cabin.

Kinerja Operasional

Operational Performance

Secara umum kinerja operasional mengalami perbaikan


di tahun 2013 kecuali indikator On Time Performance yang
mengalami penurunan terutama karena faktor fasilitas
bandara.

Operating performance in general improved in 2013 except


the On Time Performance indicator, which was weaker
partly due to airport facilities factors.

On Time Performance

On Time Performance

Tingkat ketepatan penerbangan On Time Performance


(OTP) Garuda Indonesia tercatat sebesar 83,79%,
mengalami penurunan dari 84,9% di tahun 2012. Penyebab
penurunan OTP antara lain adalah faktor fasilitas bandara
9,71%, faktor teknik 1,77% dan faktor cuaca 1,16%. Perbaikan
tingkat OTP dilakukan dengan peningkatan operational
monitoring and control serta dengan station management
control. Garuda Indonesia juga terus melakukan program
OTP enhancement dan monitoring terhadap 2 faktor
penyebab keterlambatan.

Indicator for On Time Performance (OTP) of Garuda


Indonesia was recorded at 83.79%, declined from 84.9%
in 2012. Some factors causing the decline in OTP score
were airport facilities factor by 9.71%, technical issues by
1.77%, and climate factor by 1.16%. Improvement in OTP can
be done through tightening operational monitoring and
control as well as by station management control. Garuda
Indonesia continues the OTP enhancement and monitoring
programs toward two major causes for flight delay.

Jika memperhatikan OTP pada setiap stasiun pada periode


Januari - Desember 2013, maka Perth merupakan bandara
dengan OTP tertinggi yaitu 96,5%. Sedangkan Jeddah
adalah bandara dengan OTP terendah: 53,08%. Untuk
stasiun domestik, OTP tertinggi adalah Banda Aceh yaitu
94,13% dan OTP terendah adalah Sorong, yaitu 46,34%.

Looking at OTP per station throughout 2013, Perth airport


appeared to have the highest OTP, which was 96.5%. On the
flip side, Jeddah airport has the lowest OTP of only 53.08%.
Meanwhile, among domestic stations, the highest was
Banda Aceh airport with 94.13% and the lowest was Sorong
airport with 46.34% score.

On Time Performance

Penyebab Keterlambatan | Cause of Delays

2012

2013

2012

100%

9,13

2013

9,71

95%
90%
85%
80%
1,58 1,77

75%
70%

Jan

Feb Mar Apr

Mei

Jun

Jul

Agt

Sep

Okt Nov Des

Apt.
Fac.

Technic

0,98 0,98 0,81 0,83 1,09 1,16 0,76 0,99


Flops

Comm. Weather

Sta
Handl

0,37 0,36 0,23 0,17


System

Other

Utilisasi Pesawat

Aircraft Utilization

Tingkat utilisasi armada mainbrand secara rata-rata stabil


pada 10 jam 44 menit per hari di tahun 2012 maupun di
tahun 2013. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada
tipe pesawat Boeing 737-800 dan pesawat berbadan
lebar. Sementara tipe pesawat Boeing 737-300 mengalami
penurunan akibat pengalihan operasi ke pesawat baru

The average utilization rate of the mainbrand fleet was


stable at 10 hours 44 minutes per day in 2012 and 2013.
Significant increases were recorded for Boeing 737-800 and
other wide-body aircraft while Boeing 737-300 experienced
a decline due relocation of the operation and stand by
policy. Garuda Indonesia will continue the route and flight

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

105

0,76

2.490

0,72
1.944

Incident Rate

OHR Target vs Achievement

per 1.000 keberangkatan


0,29

2012

1.320
867

0,25

Safety Achievement

Achievement (Reports)

Safety Target

Target (Reports)

2013

2012

2013

dan kebijakan stand by. Garuda Indonesia akan terus


mengembangkan rute dan jaringan penerbangannya ke
seluruh propinsi di Indonesia untuk meningkatkan tingkat
utilisasi pesawat di masa yang akan datang.

networking expansion to all provinces in Indonesia in order


to increase the aircraft utilization in the years to come.

Produktivitas Awak Kokpit dan Awak Kabin

Productivity of Cockpit and Cabin Crew

Produktivitas awak pesawat yang dihitung berdasarkan


total block hours dibandingkan dengan jumlah awak
pesawat yang berproduksi mengalami sedikit penurunan
di tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012. Hal
tersebut dikarenakan jumlah penambahan awak kabin dan
kokpit yang lebih besar dari penambahan jumlah jadwal
penerbangan. Penambahan awak pesawat ini dilakukan
sebagai persiapan penambahan jadwal penerbangan pada
tahun berikutnya mengingat proses training crew yang
membutuhkan waktu lama.

Productivity of the crew based on total block hours over


total numbers of productive crew declined in 2013 from that
in 2012. It was mainly caused by greater numbers of cockpit
and cabin crew recruitment than required for increase in
flight frequency. This intense crew recruitment was aimed
for preparation to further increase in flight frequency in the
near future considering relatively long time span for crew
training process.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

106
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Operasional
Operational

Produktivitas Awak Kabin tercatat sebesar 84 jam 34 menit


di tahun 2013, menurun dibandingkan dengan 86 jam 39
menit di tahun 2012. Penurunan produktivitas terutama
terjadi di bandara Cengkareng dan Jepang. Sementara
itu, produktivitas awak kokpit juga menurun dari 67 jam 01
menit menjadi 66 jam 51 menit. Penurunan produktivitas ini
terutama terjadi di tipe pesawat Boeing 737-800 dan Boeing
737.

Cabin crew productivity in 2013 weakened to 84 hours 34


minutes from 86 hours 39 minutes in 2012. The decline was
mainly recorded at Cengkareng and Tokyo airports. Cockpit
crew productivity also dropped to 66 hours 51 minutes from
67 hours 01 minutes, mainly occurred at Boeing 737-800 and
Boeing 737.

Jumlah Awak Kabin perusahaan tercatat sebanyak 3.332


orang di tahun 2013, meningkat dari 2.376 orang di tahun
2012, seiring dengan peningkatan jumlah armada serta
penambahan rute penerbangan.

Intensified recruitment led to sizeable increase in numbers


of cabin crew to 3,332 crews in 2013 from 2,376 crews in
2012, aligned with increasing numbers of aircraft and flight
frequency.

Efisiensi Biaya

Cost Efficiency

Program Efisiensi Biaya yang dilakukan oleh jajaran


Direktorat Operasi pada tahun 2013 merupakan kelanjutan
dari apa yang telah diterapkan pada tahun 2012 dengan
program tambahan e-Learning DG & AVSEC agar dapat
dicapai hasil yang lebih optimal. Program efisiensi yang
dijalankan adalah melalui penerapan Economical Tanking,
Optimalisasi penggunaan Ground Power Unit (GPU), Flight
Fuel Conservation, Centralized Flight Planning, Crew
Transport dan Zero Flight Time Training.

Cost efficiency program implemented in 2013 by


Operational Directorate was a continuation of the same
program in 2012 but with additional module of e-Learning
DG & AVSEC to accelerate optimal results. The efficiency
program was executed through implementing Economical
Tanking, Optimizing the use Ground Power Unit (GPU),
flight fuel conservation, centralized flight planning,
crew transport and zero flight time training. Economical
tanking for instance, is a fuel cost saving program through

Tujuan Wisata
Tourism Destination

Bunaken
Diresmikan tahun 1991, Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu taman laut
pertama di dunia dan dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Bunaken memiliki 20 titik penyelaman, dan berhiaskan 13 jenis terumbu karang
serta 91 jenis ikan. Pemandangan yang paling sensasional di bawah laut Bunaken
adalah terumbu karang vertikal yang menjulang ke bawah sedalam 25-50 meter.
Sebagai tempat yang sudah dikenal di dunia internasional, akses ke tempat wisata
Taman Laut Bunaken sangat mudah, ada banyak penerbangan menuju Manado.
Garuda Indonesia menyediakan jadwal penerbangan dari Jakarta ke Manado dua
kali sehari, 7 hari seminggu.
Established in 1991, the Bunaken National Sea Park is one of the first sea parks in
the world, and has been designated as a World Heritage Site by UNESCO. There
are some 20 diving sites at Bunaken, offering 13 different types of coral reefs and 91
species of fish. One the most sensational sight to see underwater is a vertical coral
reef extending some 20-25 meters under water.
Already a world-famous destination, access to the Bunaken National Sea Park is
easy, including from Manado. Garuda Indonesia offers regular flights from Jakarta
to Manado twice daily, 7 days a week.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

107

Economical Tanking, yaitu program untuk menghemat


biaya bahan bakar dengan menerapkan prosedur tankering
dengan tujuan memperoleh keuntungan dari perbedaan
harga bahan bakar diantara dua stasiun (departure dan
arrival). Selama tahun 2013 program ini diterapkan di station
Balikpapan, Jakarta, Jayapura, Denpasar, Manado, Medan,
Surabaya, Ujung Pandang, Kuala Lumpur, Penang dan
Singapura.

implementation of tankering procedure to gain benefit from


difference in fuel prices between two stations (departure
and arrival). During 2013, this program was applied in some
stations like Balikpapan, Cengkareng, Jayapura, Denpasar,
Manado, Medan, Surabaya, Makassar, Kuala Lumpur,
Penang and Singapore.

Optimalisasi Penggunaan GPU merupakan upaya


mengoptimalkan penggunaan GPU sebagai pengganti
Auxiliary Power Unit (APU) di bandara domestik dan
Internasional untuk pesawat yang RON (Remain Over
Night; Pesawat yang menginap di bandara hingga melewati
hari), pesawat penerbangan pertama setelah selesai RON
dan untuk pesawat yang transit lebih dari 2 jam. Station
yang melakukan optimalisasi penggunaan GPU selama
tahun 2013 adalah stasiun domestik (Ambon, Banjarmasin,
Balikpapan, Batam, Cengkareng, Denpasar, Yogyakarta,
Mataram, Manado, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang,
Pontianak, Semarang, Surabaya, Solo dan Makassar) dan
Internasional (Amsterdam, Guangzhou, Korea, Osaka, Tokyo,
Sydney, Beijing dan Shanghai).

Optimizing use of GPU is conducted by replacing the


Auxiliary Power Unit (APU) with GPU in domestic and
international airports for aircraft with RON (Remain Over
Night) status; first flight after RON, and for aircraft in transit
for more than 2 hours. Some domestic stations applied the
optimizing use of GPU in 2013 such as Ambon, Banjarmasin,
Balikpapan, Batam, Cengkareng, Denpasar, Yogyakarta,
Mataram, Manado, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang,
Pontianak, Semarang, Surabaya, Solo and Makassar, as well
as international stations like Amsterdam, Guangzhou, Korea,
Osaka, Tokyo, Sydney, Beijing and Shanghai.

Flight Fuel Conservation, merupakan penghematan


penggunaan bahan bakar yang diperoleh dari selisih Flight
Plan Trip Fuel (yang selanjutnya disebut sebagai Plan
Fuel) dengan Fuel Burn (yang selanjutnya disebut sebagai
Actual Fuel). Fuel saving terjadi ketika actual fuel lebih
kecil dibandingkan plan fuel. Upaya-upaya yang dilakukan
untuk memperoleh penghematan tersebut adalah Potable
Water Management, Optimum Centre of Gravity, Nearest
alternate, Implementasi Cost Index, Peningkatan Koordinasi
dengan ATC untuk mendapatkan optimum flight level
dan direct routes, CANPA (Constant Angle Non Precision
Approach) dan IFP Cat.D, ETOPS untuk pesawat Airbus
A330, PBN (RNPAR, STAR CGK), Optimasi route JeddahCengkarang dan Conservation yang dilakukan dalam
Maintenance Program. Zero Flight Time Training merupakan
Flight Training yang semula harus menerbangkan pesawat
digantikan secara simulator. e-Learning DG and AVSEC,
Recurrent Dangerous Good dan AVSEC yang diwajibkan
untuk Flight Operation Officer (FOO) sekali setahun
dilakukan secara e-learning. Penghematan yang diperoleh
meliputi biaya transportasi, akomodasi, SPPD, biaya
instruktur dan biaya penggunaan kelas.

Flight fuel conservation is a fuel consumption saving derived


from the difference between flight plan trip fuel (plan fuel)
with fuel burn (actual fuel). Saving can be achieved when
the actual fuel is less than the plan fuel. Several actions
taken for fuel saving were Potable Water Management,
Optimum Centre of Gravity, nearest alternate,
implementation of Cost Index, intensified coordination
with ATC to obtain optimum flight level and direct routes,
CANPA (Constant Angle Non Precision Approach) and IFP
Cat.D, ETOPS for Airbus A330, PBN (RNPAR, STAR CGK),
optimizing Jeddah-Cengkareng route, and conservation in
the maintenance program. Zero Flight Time training is
the replacement of actual aircraft with flight simulator for
training purposes. E-Learning DG and AVSEC, Recurrent
Dangerous Good and AVSEC, which are mandatory for
Flight Operation Officer (FOO) on annual basis, had been
held through e-learning. In general, cost saving included
transportation expenses, accommodation, SPPD, costs for
instructor, and in-class expenses.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

108
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Operasional
Operational

Efisiensi biaya yang diperoleh pada tahun 2013 mencapai


Rp 124 miliar, mengalami peningkatan 41% dibandingkan
tahun sebelumnya yang sebesar Rp 88 miliar.

Total cost efficiency in 2013 amounted to Rp 124 billion,


significant increase of 41% from Rp 88 billion in 2012.

Sementara itu, Flight Fuel Conservation berhasil


menghemat penggunaan bahan bakar pada tahun 2013
sebesar 18,5 juta liter, lebih rendah 24% dibandingkan tahun
sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya
flight time yang disebabkan oleh meningkatnya kepadatan
lalu-lintas udara. Total pemakaian bahan bakar (fuel burn)
di tahun 2013 tercatat sebesar 1.371 juta liter, meningkat
sebesar 16% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 1.183
juta liter. Peningkatan ini dipicu oleh peningkatan produksi
dimana frekuensi penerbangan mengalami peningkatan
sebesar 22% sedangkan Available Tonne Kilometer (ATK)
mengalami peningkatan sebesar 16%.

Meanwhile, through Flight Fuel Conservation the Company


managed to save the use of fuel up to 18.5 million liters in
2013, 24% lower than that in 2012. The decline was due to
longer flight time caused by heavy air traffic. Total fuel burn
in 2013 was recorded at 1,371 million liters, increased by 16%
of 1,183 million liters in 2012. The increase was triggered by
intensified operation, of which flight frequency increased by
22% while Available Tonne Kilometer (ATK) also escalated
by 16%.

Rencana Tahun 2014

Plan in 2014

Untuk menjaga konsistensi terhadap kualitas produk dan


pelayanan dari sisi operasional, Garuda Indonesia akan
tetap menargetkan ketepatan penerbangan (On Time
Performance/OTP) sebesar 85%. Target OTP tersebut
akan dicapai melalui peningkatan manajemen operasional
yaitu dengan pengalihan beberapa rute penerbangan
dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Halim Perdana
Kusuma, penempatan Base Pesawat dan awak pesawat
di luar Cengkareng. Hal ini guna menghindari kepadatan
arus penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu di
tahun 2014 dilakukan pengoperasian dedicated gate Garuda
Indonesia di beberapa bandara domestik.

In order to maintain consistency over product and service


quality from operational stand point, Garuda Indonesia
will continue to set 85% as the target for the On Time
Performance (OTP). The strategy to achieve such target
will be improvement in operational management through
relocating base of several routes from Soekarno-Hatta
Airport Cengkareng to Halim Perdana Kusuma Airport
Jakarta, and placing base of the aircraft and the crews
outside Cengkareng. This strategy is intended to avoid air
traffic congestion at Soekarno-Hatta Airport Cengkareng. In
addition, Garuda Indonesia will also operate dedicated gate
at several domestic airports.

Peningkatan manajemen operasional di bidang teknologi


akan dilakukan dengan melengkapi teknologi terbaru di
pesawat dengan pemasangan electronic flight bag (EFB)
dan implementasi Centralized Flight Planning/Dispatch
(CFP/D).

Improvement in technology as part of the operational


management will be continued by inserting new technology
to the aircraft like Electronic Flight Bag (EFB), and
implementation of Centralized Flight Planning.

Implementasi CFP/D yang telah dilakukan di Australia akan


dilanjutkan di Haneda, Taipei, dan Halim Perdana Kusuma.
Peningkatan manajemen operasional juga akan dilakukan
untuk domestik Hub yang baru saja dibentuk di Makassar,
Balikpapan, dan Medan dan akan dilanjutkan di tahun
2014 di Surabaya dan Denpasar. Efisiensi biaya menjadi
perhatian yang sangat besar. Selain melanjutkan program
efisiensi yang sudah ada seperti Fuel Conservation Program,
Centralized Flight Dispatch Document Service, Zero Flight
Time Training dan e-learning DG and AVSEC, Garuda
Indonesia bekerja sama dengan General Electric (GE)

Dispatch (CFP/D). The CFP/D that was implemented in


Australia, will be applied in Haneda, Taipei, and Halim
Perdana Kusuma Airport. Enhancement of operational
management will also carried out for domestic hub recently
established in Makassar, Balikpapan, and Medan, while
Surabaya and Denpasar will follow suit in 2014. In addition,
cost efficiency will continue to be one of the main focuses.
Apart from continuing the implementation of existing
programs like Fuel Conservation Program, Centralized Flight
Dispatch Document Service, Zero Flight Time Training and
e-learning DG and AVSEC, Garuda Indonesia in cooperation

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

109

untuk melakukan kajian terhadap pengelolaan pemakaian


bahan bakar pesawat di Perusahaan dan mencari inisiatif
baru dalam program penghematan fuel (Fuel conservation
program).

with General Electric (GE) holds assessment toward aircraft


fuel consumption management and seek for new initiative
for fuel conservation program.

Aspek Keselamatan Penerbangan

Flight Safety Aspect

Garuda Indonesia berkomitmen untuk mengutamakan


aspek keselamatan dan keamanan, dengan senantiasa
mengacu pada SOP maupun standard dan best practices
yang berlaku di setiap kegiatan operasionalnya. Garuda
Indonesia sebagai IOSA (IATA Operational Safety Audit)
Operator mematuhi standar keselamatan IOSA Standards
yang merupakan acuan/standar internasional tertinggi dan
digunakan oleh maskapai bertaraf internasional lainnya.

Garuda Indonesia is fully committed to flight safety aspect


by always in accordance with the SOP, international
standard and best practices in every operation activity.
Garuda Indonesia as IOSA (IATA Operational Safety Audit)
operator has complied with IOSA standards for safety,
which is the highest international standards and has been
used as reference by other international airlines.

Di tahun 2013 Garuda Indonesia telah mempersiapkan


diri untuk resertifikasi sebagai IOSA Operator pada tahun
2014 dan mempertahankan standar safety sesuai dengan
aturan yang terbaru dengan mengadakan Departmental
Audit pada bulan Juli Desember 2013 di area operasional.
Resertifikasi tesebut merupakan resertifikasi ketiga bagi
Garuda Indonesia. IOSA Standards merupakan acuan/
standar internasional tertinggi dari IATA untuk aspek
Safety & Aviation Security yang harus diaplikasikan oleh

In 2013, Garuda Indonesia had made preparation for IOSA


operator recertification in 2014 and maintained safety
standard in accordance with the latest regulation by
conducting Departmental Audit in July-December 2013 in
the operational area. The recertification will be the third
for Garuda Indonesia. IOSA is the highest international
standards from IATA for Safety & Aviation Security that
has to be applied by all member-of-IATA airlines, and highly
recommended for non-IATA airlines. As Garuda Indonesia

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

110
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Operasional
Operational

maskapai anggota IATA dan sangat disarankan bagi


maskapai non-anggota IATA lainnya, dimana jika Garuda
Indonesia memenuhi standar dalam IOSA tersebut, maka
Garuda Indonesia juga mempunyai standar keselamatan
dan keamanan bertaraf internasional yang sama dengan
maskapai lainnya, terutama yang menjadi anggota IATA
atau yang non-anggota IATA tetapi juga bersertifikasi IOSA.

complied with IOSA standards, it means the Company has


international safety and security standards equal to the
standards of other international airines, both IATA members
or non-members but with IOSA certificate.

Garuda Indonesia juga secara konsisten menerapkan


Safety Management System (SMS) sebagai metode
pengelolaan Safety di maskapai penerbangan dalam
mengidentifikasi potensi penyebab kecelakaan, memitigasi
risiko yang ada pada tingkat yang serendah mungkin yang
tujuannya menjaga dan meningkatkan kinerja keselamatan
penerbangan pada tingkat yang setinggi mungkin, dan
diukur dalam bentuk incident rate. Pencapaian Incident rate
per 1.000 keberangkatan di tahun 2013 adalah 0,25 atau
lebih rendah dibandingkan dengan incident rate di tahun
2012 sebesar 0,29.

Garuda Indonesia is also consistently implement Safety


Management System (SMS) to identify potential causes
of accident, mitigation of risks potentially appear at the
smallest level with aim to protect and improve flight safety
performance, measured by incident rate, up to the ultimate
level. The incident rate per 1,000 departures was 0.25 in
2013, lower than that of 0.29 in 2012.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa unit-unit yang terkait


dengan operasional penerbangan Garuda Indonesia sudah
lebih konsisten terhadap pengelolaan operasional sehingga
dapat mengurangi jumlah insiden yang timbul di tahun 2013
ini.

This indicated more consistent implementation of


operational management in the operational-related units of
Garuda Indonesia and hence managed to reduce numbers
of incident during 2013.

Tujuan Wisata
Tourism Destination

Derawan
Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur, yang terdiri dari beberapa pulau dan
beberapa gosong karang, merupakan salah satu surga bagi pecinta wisata alam
dan dunia bawah laut. Di sana terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil
yang menjadi tempat perlindungan bagi banyak spesies, seperti penyu hijau, penyu
sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda dan lain-lain.
Sebagai bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk membantu mempromosikan
tujuan wisata Kepulauan Derawan, selain menambah jumlah penerbangan dari
Balikpapan tujuan Berau, juga dengan mengundang jurnalis dan blogger untuk
mengunjungi Derawan.
Derawan Islands in East Kalimantan consist of a number of small islands and
coralbanks, and a popular destination for nature and diving lovers. The ecosystem
contains a variety of unique fauna such as green turtle, scales turtle, whale,
dolphins, giant clam, coconut crab, dugong, barracuda and others.
To make it even easier for tourists to go to Derawan, Garuda Indonesia recently
increased the flight frequency in the Balikpapan - Berau route. Garuda Indonesia
also invites a number of journalists and bloggers to Derawan in 2013 to promote
the islands as a tourist destination.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

111

Laporan Operational Hazard, yang merupakan salah


satu sarana untuk mengidentifikasi hal-hal yang dapat
membahayakan dan menimbulkan risiko terjadinya
insiden pada operasional penerbangan, disamping juga
menunjukkan konsistensi karyawan untuk peduli terhadap
keselamatan dan keamanan operasional penerbangan,
tercatat sebanyak 2.490 laporan, lebih tinggi dibandingkan
dengan 1.944 laporan pada tahun 2012.

The Hazard Operational Reports, which is one of tools


to identify dangerous things that has potential risk for
incident occurrence as well as reflection to consistency of
staff awareness toward flight safety and security, reached
2,490 reports in 2013 and 1,944 in 2012.

Untuk mendukung implementasi dari komitmen Garuda


Indonesia terhadap aspek keselamatan penerbangan,
maka dilakukan Management Review secara korporat
oleh Corporate Safety Committee (CSC) yang diketuai oleh
Direktur Utama dan Direktur yang lain sebagai anggota, dan
dilaksanakan 2 (dua) kali setahun

Corporate management review by Corporate Safety


Committee (CSC) led by the President Director and other
directors as members is held once in two years to support
the implementation of Garuda Indonesias commitment
toward flight safety and security.

Rencana Tahun 2014

2014 Plan

Sebagai maskapai penerbangan yang mengutamakan aspek


keselamatan dan keamanan, Garuda Indonesia, akan terus
melakukan usaha-usaha untuk selalu mematuhi standar
keselamatan IOSA Standards, dengan mempertahankan
dan mengelola IOSA compliance.

As an airline with safety and security as main priority,


Garuda Indonesia will continuously take efforts and
initiatives to always comply with IOSA standards for safety
and security.

Di tahun 2014 Perusahaan akan menurunkan jumlah


maximum incident yang dapat diterima per 1.000
departures, meningkatkan jumlah minimum Operational
Hazard Report per tahun dan menyelesaikan IOSA
Certification Audit di bulan April 2014. Pada Corporate
Safety Committee telah ditetapkan bahwa target maksimal
incident rate tahun 2014 adalah sebesar 0,72 per 1.000
departures dan target minimal penerimaan Operational
Hazard Report (OHR) adalah sebanyak 1.320 laporan.

In 2014, the Company aims to reduce number of acceptable


maximum incidents per 1,000 departures, increase the
minimum numbers of Operational Hazard Report (OHR) per
year, and accomplish the IOSA Certification audit in April
2014. The Corporate Safety Committee set 0.72 per 1,000
departures as the target for maximum incident rate for 2014
and 1,320 reports as target for minimum OHR.

Kesehatan dan Keselamatan terhadap Penumpang

Health and Safety of the Passengers

Keselamatan dan kesehatan penumpang, awak pesawat,


serta kelayakan pesawat dapat terjaga dengan baik bila
keseluruhan operasi penerbangannya berlangsung sesuai
peraturan dan standarisasi yang ada. Semua itu dilakukan
agar operasi penerbangan dapat berjalan dengan aman,
nyaman dan efisien. Standarisasi ini didokumentasikan
dalam bentuk Operation Manuals, dengan sumber yang
menjadi acuan dalam penetapan standar mengacu kepada
ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
Annexes (ketentuan-ketentuan yang berasal dari ICAO),
CASR (Civil Aviation Safety Regulation) merupakan
ketentuan dari Direktorat Kelaikan Udara dan
Pengoperasian Pesawat Udara dari Kementerian
Perhubungan.

Health and safety of the passenger and crews, as well


as aircraft viability can be well achieved only when the
overall flight operation complies with the regulation and
international standards. It should be performed to make
the flight operation safe, comfortable and efficient. This
standardization is documented into Operation Manuals,
which refer to several sources like:
Annexes (several guidances from ICAO),
CASR (Civil Aviation Safety Regulation), which is the
guidance from The Directorate for Air Safety and
Aircraft Operation (Direktorat Kelaikan Udara dan
Pengoperasian Pesawat Udara) of the Transportation
Ministry.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

112
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Operasional
Operational

IOSA (praktek terbaik industri penerbangan yang


direkomendasikan)
Kebijakan Internal

IOSA (the best and highest recommended standards for


airline industry practices)
Internal policies.

Peran Flight Attendant Menjaga Keselamatan


Penumpang
Kegiatan yang mencerminkan seorang Flight Attendant

Role of Flight Attendant in Assuring Passenger Safety

tetap menjaga keselamatan penerbangan, antara lain;


Initial Flight Attendant dinyatakan qualified jika telah
menyelesaikan ground safety training yang dilanjutkan
pada tahapan flight training serta mereka telah lulus
medical examination.
Setiap kurun waktu 12 bulan, mereka mendapatkan
recurrent safety training untuk menguji ulang
kemampuan mereka pada aspek safety, termasuk
melakukan penyelamatan penumpang pada saat terjadi
keadaan darurat. Bagi mereka yang belum lulus dalam
recurrent training harus menyelesaikan specific training
yang disebut Requalification Training.
Setiap kurun waktu 12 bulan melakukan medical
examination untuk memastikan mereka selalu dalam
kondisi fit to fly.
Pada saat mereka aktif sebagai Flight Attendant mereka
harus mengacu/melaksanakan semua prosedur yang
ada pada operation/safety manual mereka, termasuk
menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang
selama penerbangan.

Some actions that reflect flight attendant engagement in


assuring flight safety are as follow;
An initial flight attendant is affirmed qualified only after
accomplishing ground safety training and followed
by flight training as well as passing the medical
examination.
Every 12 months, a flight attendant has to take recurrent
safety training for capability reexamination in safety
aspect, including rescuing passengers in emergency
situation. For those who have not passed the recurrent
training, have to accomplish a specific training named
Requalification Training.
Once in 12 months, flight attendant has to take medical
examination to ensure fit to fly condition.
While still active, flight attendant has to always applies
all the procedures in the operation/safety manual,
including to assure safety and comfort of passengers
during the flight.

Program Penerbangan Haji

Hajj Flight

Di tahun 2013, penerbangan haji Garuda Indonesia berhasil


mencapai tingkat ketepatan waktu penerbangan (On Time
Performance/OTP) sebesar 94%, mengalami peningkatan
dibandingkan 85% di tahun 2012. OTP Fase-1 Keberangkatan
tercatat sebesar 97%, sementara OTP Fase-2 Kepulangan
tercatat sebesar 91%. Perbaikan OTP ini dimungkinkan oleh
digunakannya Dedicated Gate di East Terminal bandara
King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi pada saat pemulangan
jemaah haji ke Indonesia.

In 2013, the On Time Performance (OTP) level of hajj


pilgrimage flight reached 94%, a significant improvement
from 85% in 2012. The OTP of Phase-1 Departure was
recorded at 97% while the OTP Phase-2 Arrival reached 91%.
Improvement in OTP was supported by the use of dedicated
gate at the East Terminal of King Abdulaziz Airport Jeddah,
Saudi Arabia for returning of the hajj pilgrims to Indonesia.

Kegiatan operasional penerbangan haji 1434H/2013M, untuk


fase-1 dilaksanakan pada tanggal 10 September hingga
9 Oktober 2013 (khusus embarkasi Jakarta dan Medan
penerbangan ke Madinah berlangsung tanggal 10 hingga
24 September 2013), sedangkan Fase-2 dilaksanakan pada
tanggal 20 Oktober hingga 19 November 2013 (khusus
Embarkasi Jakarta dan Medan, penerbangan dari Madinah
menuju tanah air tanggal 4 hingga 19 November 2013).

Phase-1 of the hajj pilgrimage flights were carried out from


September 10 to October 9, 2013 (September 10-24, 2013
for Jakarta and Medan embarkation direct fly to Medinah).
Phase-2 were conducted from October 20 to November 19,
2013 and for Jakarta and Medan embarkation bases, the
back-home flights from Medinah were done from
4 to November 19, 2013.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

113

Pada tahun 2013, Garuda Indonesia menerbangkan


89.946 jemaah haji yang tergabung dalam 234 kelompok
terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yaitu Banda Aceh,
Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Solo, Banjarmasin,
Balikpapan, Makassar dan Lombok. Jumlah ini mengalami
penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebagai akibat
dari penurunan kuota jemaah haji sebanyak 20% yang
diberlakukan kepada setiap negara oleh pemerintah Arab
Saudi karena Masjidil Haram sedang diperluas.

Garuda Indonesia carried hajj pilgrims of 89,946 people


in 2013, divided into 234 flight groups called Kloter from
10 embarkation bases in Banda Aceh, Medan, Padang,
Palembang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan,
Makassar and Lombok. Total passengers declined from the
previous year caused by lower hajj quota by 20% imposed
to every country by the Saudi Arabia Government due to
extension project of Masjidil Haram.

Dalam penerbangan haji tahun ini Garuda Indonesia


mengoperasikan 12 pesawat yang terdiri dari 9 pesawat
Airbus A330, 2 pesawat Boeing 747-400 dan 1 pesawat
Boeing 777-300ER. Pesawat tersebut rata-rata berusia muda
dan bahkan ada pesawat yang diproduksi tahun 2011.

In 2014, Garuda Indonesia will utilize 12 aircrafts for hajj


pilgrimage flight, nine of which are the Airbus A330, two
Boeing 747-400 and one Boeing 777-300ER. The average
age of aircrafts is considerably low, even there is an aircraft
that was built in 2011.

Sebagai bagian dari pelayanan Garuda Indonesia kepada


para jemaah, khususnya untuk mengatasi kendala
komunikasi (bahasa), mengingat sebagian jemaah haji
hanya mampu berbahasa daerah, maka Perusahaan telah
menugaskan 492 orang awak kabin haji, yang mayoritas di
antaranya adalah putera/puteri daerah yang berasal dari
daerah-daerah embarkasi.

As part of the hajj pilgrimage services, especially to


overcome language barrier given the fact that some of the
hajj pilgrims can only speak their mother-tongue language
instead of Bahasa Indonesia, Garuda Indonesia assigned
492 cabin crews coming from similar origin with regions at
the embarkation base.

Jumlah Embarkasi, Jemaah & OTP Operasional Haji


Number of Embarkation, Hajj Pilgrim & OTP Hajj Flight

Embarkasi
Embarkation

Jumlah
Jemaah
Number of
Hajj Pilgrims

Pesawat
Digunakan
Aircraft Used

Kapasitas
Penumpang
Passenger
Capacity

Jumlah Kloter
Number of
Group Flight

OTP - Fase 1
OTP - Phase 1
(%)

OTP - Fase 2
OTP -Phase 2
(%)

Banda Aceh

3.157

B-777

440

15

100

100

Medan

6.613

B-777

440

93

93,33

Padang

5.928

A330

374

16

100

81,25

Palembang

5.883

A330

360

17

100

88,24

Jakarta

17.873

B-744

455

40

95

97,5
90,14

26.457

A330

375

71

96

Banjarmasin

Solo

4.182

A330

325

13

100

100

Balikpapan

4.259

A330

360

12

92

91,67

Makassar

11.947

A330

375

32

100

90,63

Lombok

3.647

A330

325

11

100

63,64

234

97*

91*

89.946
* Rata-rata OTP | OTP Average

Pemulangan WNI Overstay

Carry Home the Overstay Indonesian Citizens

Pada saat pelaksanaan operasional haji Fase 1 tahun


1434H/2013M, Garuda Indonesia membantu program
Pemerintah untuk memulangkan Warga Negara Indonesia
Overstay (WNIO) dari Arab Saudi dengan menggunakan
empty flight pesawat haji.

During the hajj pilgrimage flight program in 2013, Garuda


Indonesia also assisted the Government to carry home the
overstay Indonesian citizens (WNIO) from Saudi Arabia by
utilizing the empty flights.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

114
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Operasional
Operational

Pelaksanaan pemulangan WNIO dilakukan dalam 2 kali


empty flight pesawat haji fase-1.
1). GA 7119/06 Oktober 2013, total 357 penumpang,
termasuk 24 bayi
2). GA 6319/09 Oktober 2013, total 363 penumpang,
termasuk 22 bayi.

The returning of WNIO were done in two times, using empty


flights from Phase-1 of the hajj pilgrimage flight.
1). 357 passengers including 24 infants were carried in GA
7119 flight on October, 2013
2). 363 passengers including 22 infants in GA6319 flight on
October 9, 2013.

Untuk pemulangan WNIO ini Garuda Indonesia memperoleh


tambahan pendapatan sebesar USD 130.002.

For this program, Garuda Indonesia gained additional


revenues of USD 130,002.

WNI Overstay 2013 | 2013 WNI Overstay


Kloter
Group
Flight

Nomor
penerbangan
Flight Number

Tanggal
Date

Dewasa
Adult

Anak-anak
Children

Bayi
Infant

Total

7119

6 Oktober

297

36

24

357

6319

9 Oktober

329

12

22

363

982/983

9 November

404

49

31

484

980/981

16 November

427

26

45

498

980/981

24 November

403

50

42

495

980/981

27 November

414

38

40

492

982/983

1 Desember

403

50

40

493

2.677

261

244

3.182

Penerbangan Haji Khusus

Hajj Special Flight

Penerbangan haji khusus untuk fase-1 berlangsung sejak


tanggal 22 September hingga 10 Oktober 2013, dengan
total frekuensi sebanyak 19 flight dan dilayani oleh 18
regular flight dan 1 extra flight. Jumlah penumpang
tercatat sebanyak 4.457 penumpang. Total pendapatan
yang diperoleh pada fase-1 adalah sebesar USD 6 juta.
Di fase-2, penerbangan haji khusus ini berlangsung
sejak tanggal 19 Oktober hingga 4 November 2013
dengan total frekuensi sebanyak 16 flight dan jumlah
penumpang sebanyak 4.738 penumpang. Total
pendapatan yang diperoleh pada fase-2 adalah sebesar
USD 6,2 juta.
Kontribusi Unit Umrah, Hajj Plus & Workers pada
operasional penerbangan haji khusus 2013, yaitu:
- Fase-1, sebanyak 2.241 penumpang atau sebesar
50% dari total penumpang Fase 1.
- Fase-2, sebanyak 2.177 penumpang atau sebesar
46% dari total penumpang Fase 2.

The flight for hajj special phase-1 took place on


September 22 to October 10, 2013, with a total frequency
of 19 flights, comprising 18 regular flights and 1 extra
flight. Total number of passengers reached 4,457
persons. Total revenue from phase-1 was USD 6 million.
In phase-2, the flight for special hajj took place from
October 19 to November 4, 2013 with a total frequency
of 16 flights and total passengers of 4,738 passengers.
Total revenue from phase-2 was USD 6.2 million.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Contribution from Umrah Unit, Hajj Plus & Workers


during special hajj operation in 2013, was:
- Phase-1, with a total of 2,241 passengers or 50% of
total passenger in Phase-1.
- Phase-2, with a total of 2,177 passengers or 46% of
total passenger in Phase-2.

115

Service Improvement

Service Improvement

Garuda Indonesia senantiasa berupaya meningkatkan


kualitas layanan kepada para pelanggan. Di tahun 2013,
upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan
kepada para pelanggan adalah sebagai berikut:
Perusahaan menyiapkan website www.haji-ga.com yang
dapat diakses oleh masyarakat dan data dari website
ini bersifat real-time (on-line) untuk mempermudah
masyarakat mendapatkan informasi tentang jadwal
keberangkatan dan kepulangan penerbangan haji,
Kegiatan sosialisasi mengenai ketentuan barang
bawaan disampaikan kepada jemaah haji, mulai dari
penyebaran brosur/booklet, sosialisasi langsung
kepada jemaah haji dan PPIH (Panitia Penyelenggara
Ibadah Haji), distribusi dan penayangan CD/VCD perihal
ketentuan barang bawaan, serta pemasangan standing
poster/spanduk di asrama haji embarkasi.
Pelaksanaan body search dan sweeping bagasi
yang di luar ketentuan kepada jemaah haji dengan
menggunakan hand metal detector oleh petugas haji
Garuda Indonesia dilakukan di area Plaza Airport KAIAJeddah sebelum jemaah haji tersebut masuk ke dalam
airport. Kegiatan ini dilakukan selain untuk kenyamanan,
keselamatan dan keamanan dalam penerbangan juga
untuk memperlancar proses security Xray oleh pihak
Airport Authority Jeddah.
Program rekrutmen awak kabin haji putera dan puteri
daerah terus dilakukan untuk dapat melancarkan
komunikasi dalam melayani jemaah haji khususnya pada
saat di dalam pesawat (in flight service).

Garuda Indonesia always strives to improve service quality


to customers. Some efforts being taken in 2013 to improve
service quality to customers were:

Penyediaan makanan di pesawat yaitu dua (2) kali meal


dan satu (1) kali snack selama penerbangan. Menu
makanan yang disediakan Garuda Indonesia telah
sesuai dengan selera jemaah haji dari masing-masing
embarkasi dengan persetujuan Gubernur setempat.
Garuda Indonesia memberikan uang santunan asuransi
extra cover kepada jemaah haji yang wafat selama
dalam layanan penerbangan. Kegiatan ini dilakukan
bekerja sama dengan asuransi PT Jasindo dan di tahun
2013 Perusahaan telah menyerahkan santunan kepada 8
(delapan) orang ahli waris di beberapa embarkasi.
Pada pelaksanaan program Continual Improvement
operasional haji tahun 1434H/2013M telah dilakukan
serangkaian kegiatan audit sertifikasi Sistem
Manajemen Mutu ISO 9001-2008. Kegiatan sertifikasi
sistem manajemen mutu ini dilakukan oleh Unit Haji,
VVIP & Charter sebagai upaya implementasi penjaminan
kualitas pelayanan kepada jemaah haji.

The Company launched www.haji-ga.com website


that can be accessed on real-time basis to provide
information regarding schedule on departure and arrival
of hajj flights.
Held events to socialize regulation on carry bag/luggage
to the hajj, including spread the brochure/booklets,
direct meeting with the hajjs and the Hajj Pilgrimage
Coordinator called PPIH, distribution of CD/VCD that
consist of information on carry bag/luggage, as well as
posted banner at the hajj pilgrim dormitory.
Conducting several body-search and sweeping for
uncomplied luggages to the hajj pilgrims utilizing hand
metal detector by the hajj officers of Garuda Indonesia
at the Airport Plaza of KAIA Jeddah before the hajj
pilgrims entering the airport. These activities were
carried out to ensure not only for comfort, safety and
security but also to avoid bottle necking during Xray
security process by the Jeddah airport authority.
Cabin crew recruitment program for specific hajj
purpose, which focus on recruiting local talents from
several provinces in Indonesia, is continued to carried
out in order to avoid communication breakdown in
serving the passengers during in flight service.
During the flight, in flight meal is provided twice
plus one time snack. The menu provided by Garuda
Indonesia had been adjusted to local taste of the
respective embarkation base with approval from the
Provincial Governor.
Garuda Indonesia provided extra insurance coverage for
deceased hajj pilgrims during the flight. This service was
provided in corporation with PT Jasindo, the insurance
company. During 2013, the Company paid the insurance
claim to beneficiaries of eight deceased hajj pilgrims.
As part of the Continual Improvement in the hajj
operation program during 2013, a series of audits on the
management system quality ISO 9001-2008 certification
had been performed. The events were done by Hajj Unit,
VVIP & Charter as efforts to implement warranty on the
service quality guarantee to the hajj pilgrims.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

116
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Operasional
Operational

Dalam pelaksanaan kegiatan Safety & Security,


Unit Haji, VVIP & Charter tetap berkomitmen untuk
melakukan implementasi program Safety & Security
mengacu kepada program IOSA yang telah dicanangkan
oleh Perusahaan.
Pada kegiatan pelaksanaan program pengukuran tingkat
kepuasan jemaah haji, telah dilaksanakan riset kepuasan
pelanggan yang dilakukan oleh Unit Marketing
Research. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui
tingkat kepuasan jemaah haji. Metode yang dilakukan
yaitu dengan melakukan distribusi kuesioner kepada
jemaah haji di pesawat dan wawancara di asrama haji
embarkasi. Hasil Customer Satisfaction Index (CSI)
yang dicapai pada pelaksanaan operasional haji tahun
1434H/2013 adalah sebesar 81%, di atas target yang
ditetapkan yaitu 79%.

In the application of safety and security, the Hajj Unit,


VVIP & Charter always commit to implement Safety &
Security program in accordance to IOSA program being
set by the Company.

Kinerja Finansial

Financial Performance

Berdasarkan total jemaah haji yang diangkut, yaitu sebanyak


89.946 orang, maka total pendapatan bersih angkutan haji
tahun 1434H/2013M tercatat sebesar Rp 2,1 triliun
(USD 195,1 juta). Selain itu, Garuda Indonesia juga
memperoleh pendapatan lainnya, yang berasal dari
program kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri
dalam pengangkutan WNIO tahun 2013 tercatat sebesar
Rp 24,2 miliar (USD 1,9 juta).

Total net revenues from hajj pilgrimage program in 2013,


which carried 89,946 passengers, reached Rp 2.1 trillion
or equivalent to USD 195.1 million. On top of that, Garuda
Indonesia also booked other revenues from the Foreign
Affair Ministry for the WNIO program of Rp 24.2 billion or
equivalent USD 1.9 million.

Penghargaan

Appreciation

Pada pelaksanaan operasional haji tahun 1434H/2013M,


General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab
Saudi memberikan penghargaan kepada perusahaan
penerbangan yang telah berpartisipasi atas suksesnya
operasional haji 1434H/2013M di King Abdulaziz
International Airport Jeddah.

For the operational of 2013 hajj pilgrimage program, the


General Authority of Civil Aviation (GACA) Saudi Arabia
rewarded the airlines being participated and contributed
to the success of the hajj operational events in 2013 at King
Abdulaziz International Airport Jeddah.

Pada tahun ini Garuda Indonesia kembali mendapat Award


dari GACA sebagai The Best Airline Hajj Operation 2013,
untuk lingkup Planning, Operations, Services & Ontime
Performance.

Meanwhile, Garuda Indonesia is also awarded as The


Best Airline Hajj Operation 2013 by GACA for planning,
operations, service, and ontime performance.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

The Marketing Research Unit carried out research


to measure the hajj pilgrims satisfaction level. The
approaches were through distribution of in-flight
questionnaires to the hajj pilgrims as well as interview
in the hajj pilgrim dormitory. The result of Customer
Satisfaction Index (CSI) for 2013 was 81%, higher than
the target of 79%.

117

Selain itu Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU)


Kementerian Agama RI, Bapak Anggito Abimanyu juga telah
memberikan apresiasi kepada Perusahaan atas pelaksanaan
penerbangan haji tahun ini, khususnya dalam hal pelayanan
dan tingkat ketepatan waktu penerbangan Garuda
Indonesia.

Apart from that, Dr. Anggito Abimanyu as Director General


of Hajj and Umrah of the Ministry of Religious Affairs of
the Republic of Indonesia (RI) gave appreciation to the
Company for hajj flight operations especially for the services
and ontime performance of Garuda Indonesia flights.

Rencana Tahun 2014

Plan for 2014

Total kuota jemaah yang akan diangkut sebanyak


90.108 jemaah mengacu kepada kuota pemerintah
dan menunggu hasil tender Garuda Indonesia di
Kementerian Agama RI.
Pesawat yang digunakan 12 pesawat berbadan lebar.
Garuda Indonesia akan memberikan 1 galon air zamzam (isi 10 Liter) kepada jemaah jika pemerintah Arab
Saudi memberikan izin dibawa pada fase-1 empty flight
pesawat haji.

Total quota for hajj pilgrimage for 2014 is 90, 108


pilgrims referring to the government quota and tender
within the Ministry of Religious Affair Republic of
Indonesia.
12 wide-body aircrafts will be utilized.
Garuda Indonesia will provide 1 gallon of Zamzam
water to each hajj pilgrim if allowed by the Saudi Arabia
government in the Phase-1 of hajj empty flights.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

118
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Layanan
Services
Garuda Indonesia
meluncurkan layanan
First Class, serta
memperkenalkan
New Service Concept
untuk meningkatkan
kualitas pelayanan
menuju standar
Skytrax 5-Star.
To improve its quality service,
Garuda Indonesia introduces
New Service Concept in
its First Class service to the
standard of Skytrax 5-Star.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

New Service Concept merupakan pengembangan lebih


lanjut dari Garuda Indonesia Experience, konsep layanan
yang menyajikan aspek-aspek terbaik dari Indonesia kepada
para penumpang yang telah diluncurkan tahun 2009.

To improve its quality service, Garuda Indonesia introduces


New Service Concept in its First Class service to the
standard of Skytrax 5-Star.

119

Kualitas layanan selama


penerbangan (in-flight cabin
services) secara konsisten
terus meningkat dari tahun
ke tahun.
Quality of service during the
flight (in-flight cabin services)
consistently increased from
year to year

84

Indeks Kepuasan
Pelanggan 2013
2013 Customer
Satisfaction Index

98,6

Tingkat Kepuasan Pelanggan


terhadap Layanan Awak Kabin
Customer Satisfaction Index to
In-flight Cabin Crew service

Melalui Garuda Indonesia Experience, Garuda Indonesia


menciptakan ciri khas yang membanggakan yang
didasarkan pada 5 panca indra atau 5 senses (sight,
sound, scent, taste, touch) dan mencakup 24 Customer
Touch Points mulai dari pelayanan pre-journey, pre-flight,
in-flight, post-flight dan post-journey.

New Service Concept is a further refinement of Garuda


Indonesia Experience, the concept of service initiated
in 2009, to presenting best aspects of Indonesia to the
passengers. Through the Garuda Indonesia Experience,
Garuda Indonesia invented specific characteristic indulging
the 5 senses (sight, sound, scent, taste, touch) and
encompassing 24 Customer Touch Points, starting from
pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight and post-journey.

Sight

Sight

Konsep sight menawarkan berbagai keindahan Indonesia,


termasuk beragam tekstil tradisional yang menyajikan
warna cerah, pola indah, serta tekstur unik. Keseluruhan
konsep tersebut dapat ditemui pada desain interior yang
baru di kabin pesawat Garuda Indonesia, yang memadukan
warna-warna alami dan motif tradisional Indonesia yang
indah. Konsep sight juga tercermin dalam warna-warna
menarik seragam awak kabin Garuda Indonesia.

Sight concept offers the beauty of Indonesia, including


various traditional fabrics that offer bright color, beautiful
pattern and unique texture. All these concepts can be found
at new aircrafts interior design which combined natural
colors and Indonesian exquisite traditional motives. This
concept is also reflected on the attractive colors of cabin
crew uniform.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

120
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Layanan
Services

Sound

Sound

Musik dan alat musik tradisional Indonesia merupakan


cermin keragaman kelompok etnis dan budaya di Indonesia.
Para penumpang dapat menikmati kecanggihan perangkat
hiburan di penerbangan First Class, kelas Bisnis maupun
Ekonomi. Perangkat mutakhir Audio and Video On Demand
(AVOD) menawarkan berbagai pilihan untuk menikmati
hiburan, termasuk musik tradisional dan kontemporer
Indonesia.

Music and traditional instruments is mirror of diversity of


ethnic groups and cultures in Indonesia. Passengers can
enjoy it through sophisticated entertainment device in the
First Class, Business Class and Economy flight. Cutting edge
Audio and Video On Demand (AVOD) device offers a variety
of options to enjoy the entertainment, including traditional
and contemporary music of Indonesia.

Scent

Scent

Beragam kelopak bunga dan tumbuhan beraroma telah


digunakan sejak zaman dahulu. Keharuman ini merupakan
perpaduan dari minyak sari dari tumbuhan dan rempahrempah asli Indonesia seperti cengkeh dan pala, demi
menciptakan aroma yang menyegarkan sekaligus
menenangkan, yang dapat juga dirasakan di kantor
penjualan dan di Lounge Garuda Indonesia.

Diverse flower petals and aromatic herbs have been used


since ancient times. This fragrance is a blend of oils from
plants and spices native to Indonesia such as clove and
nutmeg, to create refreshing and soothing fragrance that
can be sensed in the Garuda Indonesia Lounge and sales
offices.

Taste

Taste

Seni kuliner Indonesia dipengaruh budaya berbagai negeri


yang kini menyatu dalam cita-rasa makanan tradisional.
Cita-rasa dan pengalaman khas Indonesia terwujud dalam
sajian makanan dan minuman khas Garuda Indonesia
seperti aneka sate, nasi kuning dan jus martebe, racikan
buah markisa dan terung belanda.

Indonesian Culinary Arts is influenced by various cultures


and blended in the flavor of traditional foods. This
tantalizing flavor of Indonesia is infused in the food and
drink distinctive to Garuda Indonesia, such as assortment
of satay, yellow rice and martebe juice, a mixture of passion
fruit and tamarillo.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

121

Touch

Touch

Garuda Indonesia Experience adalah konsep layanan baru


yang menyajikan aspek-aspek terbaik dari Indonesia kepada
para penumpang. Mulai dari saat reservasi penerbangan
hingga tiba di bandara tujuan, para penumpang akan
dimanjakan oleh layanan tulus dan bersahabat yang
menjadi ciri keramahtamahan Indonesia, dan disimbolkan
oleh Salam Garuda Indonesia dari para awak kabin.

The Garuda Indonesia Experience is a new concept of


service which presents best aspects of Indonesia to
passengers. Starting from flight reservation until arrival at
destination airport, passengers will be spoiled by courteous
and friendly service which characterize Indonesian
hospitality and symbolized by the Garuda Indonesia
Greeting of cabin crew.

Di tahun 2013, Garuda Indonesia terus melakukan berbagai


program layanan yang diharapkan dapat terus memberikan
nilai tambah bagi Garuda Indonesia. Berbagai program yang
dilaksanakan adalah:

In 2013, Garuda Indonesia executed a wide range of service


programs that were expected to continuously provide
added value to Garuda Indonesia. Programs that have been
implemented were:

Pre Flight

Pre Flight

Sejalan dengan penambahan layanan First Class maka


salah satu program Garuda Indonesia adalah menghadirkan
First Class Lounge dimana Garuda Indonesia menjadi
satu-satunya maskapai di Indonesia yang memiliki layanan
ini. Selain itu, Garuda Indonesia juga menghadirkan New
Business Class Lounge untuk meningkatkan konsep layanan
kepada penumpang Business Class di Bandara Internasional
Soekarno Hatta. Selanjutnya layanan ini juga akan
dihadirkan di bandara yang menjadi Hub utama Garuda
Indonesia. Hal ini selaras dengan tujuan Garuda Indonesia

One of the programs introduced by Garuda Indonesia for


its First Class was the launch of First Class Lounge where
Garuda Indonesia became the only airline in Indonesia
offering this service. In addition, Garuda Indonesia also
opened New Business Class Lounge to enhance concept
of service to Business Class passengers at the SoekarnoHatta International Airport. This service will be extended
to airports that are main Hub of Garuda Indonesia. This
is in alignment with objective of Garuda Indonesia to be
in the 5-Star rank of Skytrax version. In addition, service

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

122
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Layanan
Services

menuju 5-Star versi SkyTrax. Selain itu, peningkatan layanan


ini juga dalam rangka menyongsong bergabungnya Garuda
Indonesia dengan aliansi SkyTeam.

improvement is also called for Garuda Indonesia in order to


join the SkyTeam alliance.

Fasilitas First Class Lounge Garuda Indonesia menyajikan


beragam hidangan bintang lima ala carte dan ruang tunggu
penuh kemewahan dengan ciri khas terbaik Indonesia. Sofa
yang memanjakan pelanggan First Class lengkap dengan
Smart TV, VIP Room, ruang refleksi dan ruang ibadah.
New Business Class Lounge juga hadir dengan konsep
layanan yang lebih nyaman, modern, penuh kehangatan
dan serta menyajikan beragam hidangan buffet. Fasilitas
yang disediakan antara lain berupa ruang VIP serta business
center dengan pelayanan yang ramah.

First Class Lounge facilities at Garuda Indonesia offers a


variety of five stars ala carte menus and luxurious waiting
room best reflecting Indonesian characteristic. First Class
customers can relax in pampering sofas complete with
Smart TV, VIP Room, foot massage and worship space. The
New Business Class Lounge also comes with the concept of
comfort, modern, full of warmth and serves with a variety
of buffet menus. Facilities provided includes VIP room and
business center with friendly service.

Selain layanan lounge Garuda Indonesia, para pelanggan


juga dapat merasakan kenyamanan di bandara saat
menunggu keberangkatan. Fasilitas lain yang dapat
dinikmati yaitu layanan Premium Check-in counter, layanan
priority untuk para pelanggan premium, serta Personal
Service Assistant.

Aside from Garuda Indonesia lounge services, customers


awaiting for departure can also feel comfortable at the
airport. Other facilities that can be enjoyed are Premium
Check-in counters, a priority service for premium customers,
and Personal Service Assistant.

In Flight

In Flight

Berbagai program yang dilaksanakan di tahun 2013, di


antaranya adalah implementasi New Service Concept,
sebuah konsep layanan baru yang dikembangkan untuk
memberikan pengalaman penerbangan kelas dunia, yang
dimulai dengan hadirnya layanan First Class di pesawat
Boeing 777-300ER serta penambahan fungsi baru pada
standar layanan Awak Kabin, yakni Chef on Board, Manager
Cuisine dan Maitre dCabin. Termasuk di dalam new service
concept tersebut adalah:
Implementasi layanan baru First Class untuk pesawat
Boeing 777-300 ER. Penambahan pesawat Boeing 777300 pada tahun 2013 diimbangi dengan menciptakan
layanan baru dengan konsep Intimate, warm, and
Luxury.
Implementasi layanan baru Executive Class di pesawat
Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300. Bersamaan
dengan layanan First Class juga dilakukan peningkatan
layanan pada Executive Class, untuk di beberapa macam
tipe pesawat. Adapun filosofi layanan yang diberikan:
Energetic, Authentic, and Dynamic
Implementasi layanan baru Economy Class. Selaras
dengan program peningkatan layanan di berbagai kelas,
maka Economy Class pun diperbarui dalam layanan
dengan filosofi: Dynamic, Positive and Warm.

Various programs that were held in 2013, among which


was the implementation of New Service Concept, a new
concept of service formulated to provide a world class flight
experience, which was initiated at the advent of First Class
service in Boeing 777-300ER aircraft as well as adding new
roles upon standard service of Cabin Crew, namely Chef on
Board, Cuisine Manager and Maitre dCabin. Included in the
new service concept were:

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Implementation of new First Class service in Boeing


777-300ER aircraft. The additions of Boeing 777-300 in
2013 were equipped with new service concept that is
intimate, warm, and luxury.
Implementation of new service for Executive Class in
Boeing 777-300ER and Airbus A330-300 aircraft. At the
same time with First Class services, Executive Class
services were also enhanced in some types of aircraft.
The philosophy of services rendered here is: Energetic,
Authentic, and Dynamic.
Implementation of new service for Economy Class. In
line with service improvement program in all classes,
the service of Economy Class was also imbued with new
philosophy of: Dynamic, Positive and Warm.

123

Peralatan baru untuk semua layanan. Sesuai dengan


peningkatan layanan baru yang memiliki filosofi berbeda
dengan sebelumnya, maka dibuatkan spesifikasi baru
untuk semua peralatan pendukung layanan tersebut,
seperti crockery, cutleries, pajamas, slipper, dan
amenity.
IFE dan IFC untuk pesawat Boeing 777-300ER. Adapun
fasilitas yang dapat dinikmati adalah: Wifi Broadband,
Real time live TV, IP TV. Layanan internet diberikan free
of charge untuk pelanggan First Class dan berbayar
untuk pelanggan Business dan Economy class
Peningkatan layanan pada pesawat CRJ1000:
- Penyajian makanan panas untuk rute-rute tertentu
- Layanan iPad untuk penumpang business class.
Food & Beverage.
Filosofi kuliner Garuda Indonesia adalah Sajian yang
disukai secara global yang ditawarkan dalam format
yang beragam Globally Preferred Cuisines offered in
a diverse format. Adapun 3 pilihan yang ditawarkan
adalah an Indonesian regional festival degustation,
Japanese kaiseki dan Modern European. Selain
itu juga ditawarkan berbagai pilihan minuman yang
eksklusif serta aneka juice segar berkualitas baik. Semua
pelanggan First Class dilayani oleh Chef on Board yang
berpengalaman.

New equipment for all services. In adopting new service


philosophy, new technical specifications of equipment
were installed to support the new service, such as
crockery, cutleries, pajamas, slipper, and amenity.

IFE and IFC for Boeing 777-300ER.


Facilities that can be enjoyed are: Wifi Broadband, Real
time live TV, IP TV. Internet service is provided free of
charge for First Class customers and paid-basis for
Business and Economy Class customers.
Service improvement on CRJ1000 aircraft:
- Provision of hot meal for certain routes
- iPad service for Business Class passengers.
Food & Beverage.
Culinary philosophy of Garuda Indonesia is the provision
of cuisine that are well-liked globally, presented in
the format of Globally Preferred Cuisines offered in a
diverse format. There are 3 options to choose from, an
Indonesian regional festival degustation, Japanese
kaiseki and Modern European. It also offers a wide
selection of exclusive beverages as well as a variety of
best quality fresh juices. All First Class customers are
served by the experienced Chef on Board.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

124
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Layanan
Services

Post Flight

Post Flight

Pada tahun 2013, inovasi yang dilakukan oleh Garuda


Indonesia dalam upaya meningkatkan layanan kepada
pelanggan adalah dengan menciptakan layanan Premium
Arrival Lounge and Baggage Collection di Bandara
Internasional Soekarno-Hatta. Selanjutnya layanan ini
juga akan dihadirkan di 6 Hub domestik utama Garuda
Indonesia. Seiring dengan meningkatnya jumlah
pelanggan yang ada, maka Garuda Indonesia berupaya
untuk terus dapat meningkatkan layanan kepada semua
pelanggan terutama para pelanggan premium. Layanan ini
memberikan kenyamanan bagi para pelanggan ketika baru
saja mendarat dan menunggu bagasi mereka.

In 2013, innovation carried out by Garuda Indonesia to


improve customer service were introduction of Premium
Arrival Lounge and Baggage Collection at the SoekarnoHatta International Airport. This service will also be
expanded to 6 Major Domestic Hub of Garuda Indonesia.
As number of customers increasingly growing, Garuda
Indonesia strives to continuously improve service to all
customers, specifically the premium customers. These
services offer comforts for customers on their arrivals and
when waiting for their luggage.

Indeks Kepuasan Pelanggan

Customer Satisfaction Index

Salah satu parameter yang digunakan Perusahaan


untuk mengukur tingkat keberhasilan berbagai program
layanan yang telah diupayakan adalah dengan melakukan
pengukuran tingkat kepuasan pelanggan.

One of parameter that is used by Companies to measure the


level of success of its various implemented programs is by
measuring level of customer satisfaction.

Untuk itu, Perusahaan secara teratur mengukur indeks


kepuasan pelanggan melalui survei di dalam pesawat
yang disajikan dalam Inflight Magazine. Melalui survei
ini penumpang memberikan penilaian terhadap kinerja
layanan pada 28 Customer Touch Point. Penumpang juga
memberikan pengukuran terhadap tingkat kepentingan dari
setiap titik layanan tersebut bagi pelanggan.

The Company regularly measure customer satisfaction index


through onboard survey, provided in the Inflight Magazine.
Passengers are able to give genuine assessment on the
service performance based on 28 Customer Touch Point.
Passengers also give assessment based on the level of
importance on any customer point of services.

Berdasarkan hasil pengukuran di tahun 2013 Garuda


Indonesia berhasil mempertahankan level kepuasan
pelanggan pada Indeks 84, sama dengan pencapaian
tahun 2012. Dengan skala pengukuran 100, indeks tersebut
menunjukkan bahwa pelanggan Garuda Indonesia berada
pada level Satisfaction/Puas terhadap kinerja layanan
secara keseluruhan. Customer Satisfaction Index ini
kemudian digunakan sebagai informasi untuk menetapkan
fokus pengembangan dan strategi Perusahaan ke depannya.

Based on 2013 assessment result, Garuda Indonesia


managed to maintain its level of customer satisfaction
Index at 84, similar to the achievement of 2012. With
scale measurement of 100, the index showed that Garuda
Indonesia customers were on the level of Satisfaction on
overall service performance. This Customer Satisfaction
Index is then used as information to establish development
focus and future corporate strategy.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

125

Indeks Kepuasan Pelanggan | Customer Satisfaction Index

81

2009

100
75 - 99
50 - 74.99
25 - 49.99

83

84

84

84

2010

2011

2012

2013

: Very Satisfied
: Satisfied
: Not Fully Satisfied
: Dissatisfied

Berdasarkan hasil pengukuran terhadap layanan Awak


Kabin di tahun 2013, Garuda Indonesia berhasil memperoleh
level kepuasan pelanggan pada Indeks 98,6, meningkat
dibandingkan dengan pencapaian tahun 2012. Dengan
skala pengukuran 100, indeks tersebut menunjukkan bahwa
pelanggan Garuda Indonesia berada pada level Satisfied/
Puas terhadap kinerja layanan Awak Kabin, yang sekaligus
menyatakan bahwa ini merupakan atribut paling penting
(The Most Important Attribute). Customer Satisfaction
Index ini kemudian digunakan sebagai informasi untuk
menetapkan fokus pengembangan layanan Awak Kabin dan
strategi Perusahaan ke depannya.

In terms of Cabin Crew service, the 2013 measurement


results showed Garuda Indonesia has succeeded in
achieving level of 98.6 in customer satisfaction index,
an increase compared to the achievement in 2012. With
scale measurement of 100, it suggested that customers of
Garuda Indonesia were at the level of Satisfied at Cabin
Crew service, which invariably noted as the most important
attribute. This Customer Satisfaction Index is used as
information in determining focus of development for Cabin
Crew service and future corporate strategy.

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan guna


mendukung implementasi New Service Concept di
tahun 2013, Garuda Indonesia memberikan pelatihan
uplifting service kepada Awak Kabin. Pelatihan yang
dikembangankan khusus ini bertujuan untuk mencetak Awak
Kabin dengan pola pikir bintang lima. Garuda Indonesia
juga melakukan pembaruan terhadap standar layanan Awak
Kabin seperti pengembangan standar bahasa negara asal
dan tujuan untuk pemberitahuan di dalam pesawat serta
perubahan tata cara layanan dalam rangka pemenuhan
SkyTeam Onboard Requirement dan juga dalam rangka
pencapaian layanan bintang lima versi Skytrax.

To support the implementation of new service concept


in 2013, Garuda Indonesia implemented uplifting service
training for Cabin Crew. This specially developed training
is aimed to program cabin crew with five-star way of
thinking. Garuda Indonesia also reformed its Cabin Crew
standard service, such as mastering standard language
of the country of origin and destination country when
giving announcements on the plane and reformed the
service procedures in order to fulfil the Skyteam Onboard
Requirement in attaining five-star Skytrax version of service
level.

Feedback Performance

Feedback Performance

Komitmen yang tinggi terhadap layanan membuat


Perusahaan menerapkan sistem yang memungkinkan
diperolehnya feedback dari para pelanggan demi kemajuan
layanan Perusahaan. Dalam rangka membangun komunikasi
yang simultan dengan pelanggan, Garuda Indonesia
dituntut untuk menemukan metode yang paling kreatif
dan efektif untuk menampung aspirasi customer serta
memiliki komitmen penuh untuk mengolah feedback

High commitment to service forces the Company to install


system for customer to be able to give feedback. In order
to build a simultaneous communication with customers,
Garuda Indonesia was pushed to find method that was most
effective and creative to accommodate the aspiration of
customers as well as having full commitment to translate
those feedbacks into a series of improvements and new
innovations. To endorse the ease of communication and

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

126
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Layanan
Services

menjadi serangkaian langkah perbaikan maupun inovasi


baru. Menyediakan berbagai akses yang mudah dijangkau
oleh Customer untuk menyampaikan Voices yang
merupakan bentuk keterbukaan dan komitmen Perusahaan
untuk menjalankan prinsip Customer Centricity. Saat ini
Perusahaan menyediakan media untuk mengakomodasi
penilaian dari para pelanggan terhadap layanan
Perusahaan, penilaian ini disebut Customer Voice, yang
dapat disampaikan melalui E-mail, Call Centre, Suggestion
Form yang tersedia di Inflight Magazine, ataupun melalui
Surat.

63%

commitment to Customer Centricity value, the Company


provides several accesses for Customer to easily give their
Voices. The Company currently accommodates customers
feedback on service through Customer Voice, that can be
conveyed through E-mail, Call Centre, Suggestion Form in
the Inflight Magazine or post mail.

64%

Feedback
Performance

21%

Compliment

16%

Complain

16%

21%

2012
2013

Suggestion

Disamping media yang disediakan oleh Perusahaan,


Garuda Indonesia juga memantau seluruh feedback yang
disampaikan melalui berbagai media online maupun
media sosial. Upaya perbaikan dan konsistensi layanan,
yang dilaksanakan selama tahun 2013, membuahkan hasil
yang positif, sebagaimana tercermin pada peningkatan
Compliment dari 63% di tahun 2012 menjadi 64% di tahun
2013. Sementara itu, persentase komplain menurun dari 21%
di tahun 2012 menjadi 16%, Suggestion meningkat dari 16%
di tahun 2012 menjadi 21% di tahun 2013.

In addition to the Companys provided accesses, Garuda


Indonesia also monitor all feedback received through online
media and social media. Effort carried out to consistently
improve the service, has showed positive results in 2013,
as reflected in the increase of Compliment from 63% in
the year 2012 to 64% in 2013. Meanwhile, the percentage
of complaints declined to 16% from 21% in the year 2012.
Customers Suggestion is also up to 21% in 2013 compared
to 16% in the year 2012.

Optimasi Customer Feedback


Keseluruhan feedback yang diterima kemudian dikelola
dalam database yang up-to-date dan komprehensif.
Database ini kemudian dikelola menjadi berbagai laporan

Optimizing of Customer Feedback


These comprehensive feedbacks were then updated in the
database. This Database produces various management
reports and improvement programs, among others are:

manajemen dan program perbaikan:


A. Laporan Manajemen
Setiap customer feedback diolah menjadi informasi
yang disampaikan ke manajemen dan unit terkait
pengambil keputusan. Adapun laporan manajemen yang
tersedia antara lain adalah:
- Monthly Management Report yang ditujukan kepada
Direksi dan Unit terkait.
- Weekly Management Report yang ditujukan kepada
Direksi.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

A. Management Report
Any customer feedback is processed into information
that is presented to management and related decision
makers unit. Management reports that are available
among others:
- Monthly Management Report for the Board of
Directors and Related Units.
- Weekly Management Report for Directors.

127

B. Reference for Related Department.


Laporan ini berfungsi sebagai informasi bagi
departemen terkait untuk melakukan bisnis proses
lanjutan.

B. Reference for Related Department.


This report serves as information for relevant
departments to conduct business process continuation.

C. Enhance Customer Intimacy Program


Database Customer Voice juga dioptimalkan untuk
membangun hubungan dengan para pelanggan.
Perusahaan menetapkan program Attentive Customer
dengan memberikan apresiasi kepada pelanggan
tertentu yang memberikan masukan dengan
frekuensi tertentu dalam periode 1 tahun. Program ini
dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Perusahaan
serius dalam mencermati dan mengolah setiap masukan
yang diberikan.

C. Enhance Customer Intimacy Program


Customer Voice database is also used to optimize
customer relationship. The Company organized
Attentive Customer program by awarding customer
that has provided feedback during a period in a year.
This program is intended to show the Companys
serious commitment to value and examine every given
feedback.

D. Tools to Review Business Process


Berbagai masukan yang disampaikan digunakan sebagai
review terhadap kelengkapan Standard Operation
Procedure (SOP).

D. Tools to Review Business Process


Every received feedback is used as a review on
completeness of the Standard Operation Procedure
(SOP).

Sejalan dengan upaya Perusahaan untuk terus melakukan


penataan, perbaikan dan pengembangan pelayanan agar
selalu dapat memenuhi harapan para pengguna jasa,
maka setiap masukan yang berupa Customer Need and
Wants kemudian dikelola menjadi sebuah informasi dan
referensi bagi unit terkait sehingga dapat menjadi acuan
dalam menetapkan corrective action maupun improvement
program.

In line with the Companys continuous efforts to structure,


improve and expand service to meet the customer
expectation, a Customer Need and Wants program was
introduced. This information is later managed as reference
to related units in ascertaining corrective actions and
improvement programs.

Berbagai masukan dari pelanggan telah menjadi acuan


bagi perbaikan layanan, terutama dalam hal peningkatan
titik layanan yang memiliki kesenjangan antara tingkat
kepentingan dan kinerja yang dirasakan oleh pelanggan.

Various feedbacks from customers have become point


of reference for service improvement, specifically in
narrowing the gap between level of importance and level of
performance perceived by customers.

Garuda Frequent Flyer

Garuda Frequent Flyer

Garuda Frequent Flyer (GFF) sebagai program loyalitas


pelanggan Garuda Indonesia terus aktif melaksanakan
berbagai inisiatif guna mempertahankan serta menambah
jumlah pelanggan setia Garuda Indonesia. Anggota GFF
pada akhir tahun 2013 tercatat berjumlah 919.607 atau
meningkat sebesar 28,5% dibandingkan dengan tahun
2012. Trafik penerbangan dari anggota GFF terhadap
penerbangan Garuda Indonesia adalah 30,11%, angka ini
mengalami peningkatan dari 29,4% di tahun 2012.

Garuda Frequent Flyer (GFF) serves as a customer loyalty


program of Garuda Indonesia. It continues to actively
engage in various initiatives in order to maintain and
improve the number of loyal customers to Garuda
Indonesia. GFF members by the end of 2013 were recorded
at 919,607 or an increase of 28.5% compared to 2012. Flight
traffic of GFF members was up to 30.11% from 29.4% in 2012.

Dalam rangka memberikan tambahan manfaat bagi


anggota GFF saat menggunakan layanan penerbangan
airlines partner, Garuda Indonesia menjalin kerja sama
Frequent Flyer Program (FFP) dengan 3 airline partner
baru di 2013, yaitu Etihad Airways, Air France/KLM, dan Jet
Airways.

Garuda Indonesias Frequent Flyer Program (FFP) offers


additional benefit to GFF members when using partner
airlines. Three new partner airlines were added in 2013,
namely Etihad Airways, Air France/KLM, and Jet Airways.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

128
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Layanan
Services

Memasuki pertengahan tahun 2013, GFF melaksanakan


berbagai program akuisisi baru yaitu GFF Instant
Membership di Premium Check-in Counter di Bandara
Soekarno-Hatta. Penumpang yang belum menjadi anggota
GFF akan langsung memperoleh nomor kartu keanggotaan
GFF pada saat check in dan penerbangannya akan
memperoleh miles. Guna menjaring lebih banyak anggota
baru dari segmen khusus, GFF menerbitkan edisi spesial
kartu co-branding dengan Liverpool Football Club sejak Juli
2013.

In mid-2013, GFF engaged in number of new acquisition


programs, namely GFF Instant Membership at the
Premium Check-in Counters at the Soekarno-Hatta Airport.
Passengers who have yet to become a GFF member would
instantly get their GFF membership card upon check-in and
earn mileage on their flight. In order to capture more new
members in special segment, GFF issued a special edition
card, co-branding with Liverpool Football Club since July
2013.

Pada bulan Agustus 2013, GFF mempersembahkan layanan


baru yaitu Lounge Redemption. Anggota GFF Silver dapat
menikmati layanan airport lounge yang telah bekerja sama
dengan GFF dengan cara menukarkan mileagenya menjadi
voucher lounge. Selain digunakan sendiri, voucher lounge
dapat pula diberikan kepada anggota keluarga dan rekan
untuk bersama-sama menikmati layanan airport lounge. Hal
ini merupakan perbaikan layanan bagi anggota GFF, dimana
sebelumnya hanya penumpang kelas eksekutif, anggota
GFF Platinum dan GFF Gold yang dapat menikmati layanan
airport lounge.

In the month of August 2013, GFF introduced a new service


called Lounge Redemption. GFF Silver members can enjoy
airport lounges that have cooperation with GFF by way of
exchanging their mileage into a lounge voucher. This lounge
voucher can be passed to family members and colleagues
to also be able to enjoy airport lounge service. This is an
improvement of service for GFF members, where previously
can only be enjoyed by executive class passengers and
members of GFF Platinum and GFF Gold.

Keberadaan GFF juga menghasilkan kontribusi revenue


bagi Garuda Indonesia yang berasal dari penjualan mileage
pada kerja sama Co-branding, FFP Partnership airline
dan non-airline, Program Buy Mileage, dan keanggotaan
ECPlus. Di tahun 2013 total pendapatan GFF mencapai
Rp 97.273.056.377, meningkat 32% dibanding tahun
sebelumnya.

The existence of GFF also contributes revenue for Garuda


Indonesia, which derives from the selling of mileage from
the Co-branding cooperation, the FFP Partnership airline
and non-airline, the Buy Mileage program, and the ECPlus
membership. The total GFF revenue in 2013 reached
Rp 97,273,056,377, an increase of 32% over the previous
year.

Jumlah & Pertumbuhan Anggota GFF | Total GFF Members & Growth
Jumlah Anggota GFF | Total GFF Members

Pertumbuhan | Growth

1.000.000
900.000
800.000
700.000
600.000
500.000
400.000
300.000
200.000
100.000
0

2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

8.794

33.793

61.501

88.447

117.126

126.025

152.274

200.279

271.063

356.000

469.348

568.629

715.646

919.607

24.999

27.708

26.946

28.679

8.899

26.249

48.005

70.784

84.937

113.348

99.281

147.017

203.961

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

129

97,27

33,7
28,7 28,4 29,4
26

24

73,50
58,32
47,77
35,22

Kontribusi Trafik GFF


GFF Traffic Contribution

GFF Revenue

25,93

(Miliar Rupiah)
(Billion Rupiah)

(%)

2008 2009 2010 2011 2012 2013

2008 2009 2010 2011 2012 2013

Skytrax Cabin Staff Award

Skytrax Cabin Staff Award

Di tahun 2013, Garuda Indonesia memperoleh peringkat


ke tujuh pada kategori Best Cabin Staff versi Skytrax,
mengalami perbaikan dibandingkan posisi tahun 2012.
Pencapaian ini menunjukkan adanya peningkatan pada
standar serta konsistensi pelayanan Awak Kabin.

In 2013, Garuda Indonesia was ranked seven at the Best


Cabin Staff category in Skytrax version, which was an
improvement from its position in 2012. This achievement
also suggested a consistent improvement to the standard of
service of Cabin Crew.

The Worlds Best Airline Cabin Staff


2013

2012

Cathay Pacific Airways

Malaysia Airlines

Asiana Airlines

Asiana Airlines

Malaysia Airlines

EVA Air

EVA Airlines

Singapore Airlines

Singapore Airlines

ANA All Nippon Airways

ANA All Nippon Airways

Thai Airways

Garuda Indonesia

Qatar Airways

Qatar Airways

Garuda Indonesia

Hainan Airways

Cathay Pacific Airways

10

Hainan AIrways

10 Thai Airways

Selain itu, Skytrax menyatakan bahwa terdapat peningkatan
terhadap atribut layanan Awak Kabin dibandingkan dengan
hasil audit sebelumnya. Di tahun 2013 ini terhadap 86 atribut
pada kategori Cabin Staff.

Furthermore, Skytrax also reported improvements in the


attribute of Cabin Crew services compared to previous
audit result. In 2013, there were 86 attribute for Cabin Staff
category.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

130
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Layanan
Services

Rencana Tahun 2014

2014 Plan

Di tahun 2014, Garuda Indonesia akan terus berupaya


meningkatkan layanan demi mendukung peningkatan
pangsa pasar Perusahaan, implementasi layanan baru
untuk semua kelas akan terus dilanjutkan yang sebelumnya
fokus untuk rute International, pada tahun 2014 akan
fokus pada rute Domestik, dan juga program peningkatan
content In Flight Entertainment, selain itu juga training
uplifting service, initial training yang bertaraf international
serta pengembangan instruktur akan dilakukan untuk
meningkatkan kualitas layanan serta kualifikasi Awak Kabin
yang diharapkan dapat terus memberikan nilai tambah bagi
Garuda Indonesia, dan sebagai persiapan mencapai Best
Cabin Staff 2014 versi Skytrax.

In 2014, in order to increase market share, Garuda Indonesia


will continue to strive to improve services. Implementation
of new service which previously focused on International
routes will be also imposed on Domestic routes and
enhancing content of the In Flight Entertainment. In
addition, uplifting service training, international-standard
initial training as well as development for instructors
will be carried out to improve the quality of service and
qualifications of Cabin Crew, which are expected to
continuously generate added value to Garuda Indonesia,
and in line with the goal to achieve Best Cabin Staff of
Skytrax version in 2014.

Selain itu tahun 2014, Garuda Indonesia akan fokus pada


peningkatan layanan di Ground, baik dari layanan di pre
journey (Call Center, Airport/ City Ticketing Office), pre/
post flight khusus peningkatan Airport dan post journey
(layanan Customer Care). Garuda Indonesia akan membuat
standardisasi baru mengenai layanan di Ground dalam
rangka pencapaian bintang lima versi Skytrax di tahun 2015.

Moreover, Garuda Indonesia will also focus in enhancing


services on the Ground, which are services ranging from pre
journey (Call Center, Airport/City Ticketing Office), Airport
enhancement on pre/post flight and post journey (Customer
Care). Garuda Indonesia will impose new standard of
service on the Ground within the framework of achieving the
five-star Skytrax version in 2015.

Terkait GFF, inisiatif utama yang akan dilakukan adalah


rebranding GFF, yang antara lain meliputi perubahan nama
produk, desain kartu keanggotaan, dan penambahan tingkat
keanggotaan tertinggi. Brand FFP Garuda Indonesia akan
menjadi GarudaMiles mulai bulan Maret 2014. Tujuan dari
rebranding ini adalah untuk meningkatkan brand awareness
dan brand equity GFF sehingga GFF dapat berkembang
lebih dari sekedar sebuah Frequent Flyer Program. Dengan
brand yang baru, Program Frequent Flyer Garuda Indonesia
akan bertransformasi menjadi sebuah program loyalitas
yang berorientasi pada bisnis dan memberikan keuntungan
lebih bagi Garuda Indonesia.

As for GFF, main initiatives to be executed is rebranding of


GFF, which among others include changing of product name,
new design for membership card and adding membership
level. Beginning March 2014, Garuda Indonesias FFP Brand
will become GarudaMiles. The objective of this rebranding
is to increase brand awareness and brand equity of GFF so
GFF is able to evolve much more than just a Frequent Flyer
Program. With new brand, the Garuda Indonesia Frequent
Flyer Program will transform into a loyalty program with
business orientation and profit generation for Garuda
Indonesia.

Rencana yang tidak kalah pentingnya di tahun 2014 adalah


implementasi system FFP yang baru yang tidak saja dapat
digunakan untuk program loyalitas pelanggan namun dapat
mendukung program-program Customer Relationship
Management. Penggunaan sistem baru ini nantinya
diharapkan dapat mendukung pelaksanaan inovasi-inovasi
GFF dalam jangka panjang.

Plan that is equally important in 2014 will be the


implementation of the new FFP system which will not
only be used for customer loyalty program but also has
capability to support Customer Relationship Management
programs. The use of this new system is expected to
support implementation of GFF innovations in the long
term.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

131

Seiring dengan perkembangan FFP dunia, GFF akan terus


mengembangkan program-programnya agar dapat lebih
menyetarakan diri dengan FFP terkemuka dunia. Di tahun
2014 GFF merencanakan untuk meluncurkan beberapa
produk baru yang akan memberikan kemudahan dan
meningkatkan daya tarik bagi anggota, seperti Online
Redemption, GFF Mobile, dan Corporate Mileage Program.

In line with development of the FFP world, GFF will


continuously enhance its programs to match with other
world-leading FFP. In 2014, GFF is planning to launch several
new products that offer lots of benefits and attractive to
members, such as the Online Redemption, GFF Mobile, and
Corporate Mileage Program.

Disamping itu, seiring dengan rencana bergabungnya


Garuda Indonesia dalam aliansi global SkyTeam, maka
anggota GFF akan mendapatkan banyak keuntungan
baru berupa perolehan mileage di seluruh penerbangan
19 airlines SkyTeam dan juga penukaran mileage dengan
award ticket di seluruh penerbangan airlines SkyTeam
tersebut. Selain itu, anggota GFF Platinum dan GFF Gold
akan dikenali sebagai anggota SkyTeam Elite Plus dan
Elite yang akan menikmati berbagai keuntungan ketika
menggunakan layanan penerbangan airlines SkyTeam
seperti bagasi tambahan, priority reservation, priority
check-in dan priority boarding. Selain kerja sama dengan
airlines SkyTeam, GFF juga akan menambah keuntungan
bagi anggotanya melalui kerja sama FFP dengan partner
airlines terkemuka lainnya. Adapun untuk meningkatkan
pendapatan dari kerja sama dengan non-airline partner,
GFF akan menambah jumlah non-airline partner dan bekerja
sama dengan lebih intensif meluncurkan program-program
baru yang menarik minat partner dan pelanggannya untuk
bertransaksi dengan GFF.

Furthermore, along with Garuda Indonesias plan to be


part of global alliance with SkyTeam, members of GFF will
reap more benefits in earning mileage in all 19 SkyTeam
airlines flight and also capability of exchanging the mileage
to an award ticket throughout SkyTeam airlines flights.
In addition, GFF Platinum and GFF Gold members will be
recognized as member of SkyTeam Elite Plus and Elite
which would enjoy more advantages when flying with
SkyTeam airlines, such as additional baggage, priority
reservation, priority check-in and priority boarding. Aside
from cooperation with SkyTeam airlines, GFF members
would also enjoy added values through FFP cooperation
with other leading partner airlines. To increase revenue, GFF
will also add more non-airline partners and cooperate more
intensively through the launching of new programs that are
attractive for partners and customers to transact with GFF.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

132
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

BUFFER SPACE

Penumpang Garuda
Indonesia dapat
terbang ke berbagai
destinasi dunia dalam
jaringan penerbangan
maskapai SkyTeam
dengan kenyamanan
dan kemudahan
optimal.
S K Y T E A M

Garuda Indonesia passengers


now can fly to more
destinations in the world
using SkyTeam networks
with optimal comfort and in
convenient way.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Langkah Strategis Memperkuat Pertumbuhan


Bergabungnya Garuda Indonesia dengan SkyTeam
merupakan sebuah keputusan strategis yang dapat menjadi
landasan untuk memperkuat pertumbuhan Perusahaan di
SKYTEAM BLOCKMARK SLOGAN
masa depan.
N dossier :

Date : 09/12/10

100

80

30

ValidationPada
:
DA/DCtanggal

5 Maret 2014, Garuda Indonesia akan resmi


Validationmenjadi
Client
anggota ke-20 aliansi SkyTeam, sebuah aliansi
kerja sama penerbangan antar maskapai penerbangan di
dunia. Garuda Indonesia memilih untuk bergabung dengan
SkyTeam, satu di antara tiga aliansi maskapai penerbangan
dunia, karena jaringan penerbangan SkyTeam dan Garuda
Indonesia bisa saling melengkapi.

Strategic Moves to Strengthen Growth


By joining SkyTeam, Garuda Indonesia has made a strategic
decision that will provide the Company with strong
foundation for its future growth.
On March 5, 2014, Garuda Indonesia will officially become
the 20th member of the SkyTeam alliance, an alliance
of global airlines. Garuda Indonesia has chosen to join
SkyTeam, one of the worlds three airline alliances, since the
routes offered by SkyTeam airlines and Garuda Indonesia
can complete each other.

133

Maskapai-maskapai penerbangan yang menjadi anggota


SkyTeam dapat mengembangkan bisnisnya bersama-sama
secara terintegrasi. Garuda Indonesia melihat adanya
peluang pertumbuhan usaha yang begitu besar dengan
bergabung ke SkyTeam.

The airline that joined SkyTeam can together develop their


business in an integrated manner. Garuda Indonesia sees
such great opportunities of growth by joining SkyTeam.

SkyTeam membawa lebih dari seribu destinasi baru di


seluruh dunia bagi Garuda Indonesia, dengan demikian
jaringan penerbangan yang dapat dinikmati oleh pelanggan
Garuda Indonesia menjadi semakin luas. Namun bukan ini
saja keuntungan yang dapat diraih Garuda Indonesia dari
SkyTeam.

SkyTeam brings more than thousand new destinations


around the world for Garuda Indonesia, thus the flight
network that can be enjoyed by Garuda Indonesia
customers is becoming increasingly widespread. But this
is not the only benefit that can be achieved by Garuda
Indonesia from SkyTeam.

Di lain pihak, penumpang dari maskapai lain dalam aliansi


SkyTeam akan semakin mudah untuk melakukan perjalanan
ke berbagai destinasi dalam negeri yang dilayani oleh
Garuda Indonesia. Hal ini berarti potensi Garuda Indonesia
untuk meraih penumpang dari luar negeri akan semakin
besar. Pendapatan Garuda Indonesia diproyeksikan
meningkat antara 10 hingga 15 persen setelah Garuda
Indonesia bergabung dengan SkyTeam.

On the other hand, passengers from other airlines in the


SkyTeam alliance will be enjoying a more convenient way
to travel to various domestic destinations served by Garuda
Indonesia. This means that the opportunities for Garuda
Indonesia to carry passengers from abroad will be even
greater. Garuda Indonesia revenues is projected to increase
between 10 to 15 percent upon joining the SkyTeam.

Di luar hal-hal tersebut di atas, ada hal-hal lain yang sama


pentingnya bagi masa depan Garuda Indonesia.

Apart from of the things mentioned above, there are other


things that are equally important to the future of Garuda
Indonesia.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

134
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SkyTeam

Pertama. Kualitas layanan yang dapat dinikmati pelanggan


Garuda Indonesia akan meningkat secara signifikan, antara
lain melalui layanan premium SkyPriority. SkyPriority
menawarkan kemudahan akses di bandara bagi high value
customers yang meliputi penumpang Elite Plus, First Class
dan Business Class. Akses tersebut dapat dirasakan oleh
high value customers dengan tersedianya priority pada
beberapa touch point sebagai berikut: check-in baggage,
drop-off baggage, ticket office queueing, passport
control, security lines, boarding, transfer desk & baggage
handling. Terkait hal tersebut, Garuda Indonesia harus
mempertahankan kualitas layanannya pada level terbaik
dunia untuk dapat terus berada dalam aliansi SkyTeam.

First. The quality of customer service that can be enjoyed


by Garuda Indonesia passengers will increase significantly,
including through premium services provided by SkyPriority.
SkyPriority offers convenient access in the airport for the
high value customers which includes passenger from Elite
Plus, First Class and Business Class. Such privileges can be
enjoyed by high value customers on multiple touch points
as follows: check-in baggage, baggage drop-off, ticket
office queuing, passport control, security lines, boarding,
transfer desk and baggage handling. Related to this,
Garuda Indonesia has to maintain its service at the best
level of quality in the world to be able to continue as part of
SkyTeam alliance.

Kedua. Maskapai-maskapai yang tergabung dalam SkyTeam


dapat saling bertukar pengetahuan dan pengalaman,
sehingga secara bersama-sama semua maskapai tersebut
dapat mengembangkan layanannya secara maksimal.

Second. SkyTeam members can exchange knowledge and


experience, so that together they can develop their services
to its full potential.

Ketiga. Sinergi antar maskapai SkyTeam akan menciptakan


efisiensi biaya yang signifikan. Sebagai contoh, Garuda
Indonesia dapat memanfaatkan fasilitas di bandara secara
bersama-sama dengan anggota lainnya.

Third. The synergy between the SkyTeam members will


create significant cost efficiencies. For example, Garuda
Indonesia can use the facilities at the airport jointly with
other members.

Keempat. Garuda Indonesia juga akan mendapatkan


keuntungan intangible yang sangat penting untuk

Fourth. Garuda Indonesia will also gain essential intangible


benefit for the sustainability of its business, namely the

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

135

kesinambungan usahanya, yakni Brand Value. Garuda


Indonesia sebagai sebuah brand akan semakin kuat di mata
dunia.

Brand Value. Garuda Indonesia as a brand will be stronger


in the eyes of the world.

Secara garis besar, bergabung dengan SkyTeam sejalan


dengan strategi jangka panjang Garuda Indonesia dan
mendukung upayanya untuk mencapai target Quantum Leap
2011-2015.

Broadly speaking, joining SkyTeam is in line with Garuda


Indonesias long-term strategy and will support its efforts to
achieve the target of Quantum Leap 2011-2015.

Kenyamanan Jaringan SkyTeam

The Convenience of SkyTeam Network

Dengan bergabung ke SkyTeam, Garuda Indonesia dapat


memberi manfaat lebih bagi para penumpangnya dalam
bentuk jaringan penerbangan ke seluruh penjuru dunia
yang dirancang untuk memberi kenyamanan optimal dalam
perjalanan, baik sebelum keberangkatan, saat transit,
hingga kedatangan.

By joining SkyTeam, Garuda Indonesia can provide more


benefits to passengers in the form of network around the
world that are designed to provide optimum comfort in
transit, either before departure, during transit, until the
arrival.

Salah satu bentuk layanan yang disediakan SkyTeam dan


maskapai-maskapai anggotanya adalah proses transfer
penumpang dan bagasi dari penerbangan yang satu ke
penerbangan berikut dengan cara yang cepat dan nyaman.

One of the services provided by SkyTeam members is the


process of transferring passengers and baggage from one
flight to the next flight in a fast and convenient way.

Selain pilihan jadwal lebih beragam dan jaringan


penerbangan yang sangat luas, serta pengelolaan yang
profesional, maka kemana pun tujuan penerbangannya,
para penumpang akan mendapatkan layanan proses
reservasi antar connecting flight yang dirancang sederhana
dan mengutamakan kenyamanan penumpang pesawat.

In addition to a more diverse choice of flight schedule and


extensive network, as well as professional management,
wherever the destination is, the passenger can rest assure
that they will get a reservation service between connecting
flights in a simple manner and put their comfort first.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

136
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SkyTeam

SkyTeam terus-menerus meninjau jaringan penerbangan


global yang dimilikinya untuk menemukan destinasidestinasi baru dan meningkatkan kualitas dari bandarabandara di destinasi yang sudah ada. SkyTeam
mengupayakan proses transfer dan check-in yang cepat
dan nyaman di setiap bandara yang disinggahi oleh
maskapai-maskapai penerbangan anggotanya. Dengan
demikian, penumpang Garuda Indonesia dapat menikmati
pengalaman terbang yang menyenangkan dimana pun dan
kapan pun mereka terbang.

SkyTeam continuously review its global network in an


effort to discover new destinations and improve the quality
of airports in the existing destinations. SkyTeam seeks to
provide fast and convenient transfer and check-in process
in every airport served by SkyTeam airlines member. Hence,
Garuda Indonesia passengers can enjoy a pleasant flying
experience wherever they fly and whenever they like.

Semua fasilitas bersama anggota SkyTeam menyediakan


layanan check-in, premium customer check-in, transfer
desks dan lounge. Untuk memperlancar proses transfer,
maskapai anggota SkyTeam membuka layanan transfer
kiosk di beberapa bandara. Bila penumpang ketinggalan
pesawat, maka transfer kiosk ini dapat membantu
memberikan boarding pass baru untuk penerbangan
alternatif, serta memberikan layanan lain yang dibutuhkan
penumpang sambil menunggu keberangkatan.

All joint facilities of SkyTeam members provide check-in


service, premium customer check-in, transfer desks and
lounges. To expedite the transfer process, SkyTeam member
airlines opens transfer service kiosk at several airports. In
the event that the passenger missed the flight, the transfer
service kiosk can help provide them with new boarding
pass for alternatives flight, as well as provide other services
required while waiting for departure.

SkyTeam Lounge

SkyTeam Lounge

Sejak bergabung dengan SkyTeam akan ada banyak


fasilitas baru yang dapat dinikmati oleh penumpang Garuda
Indonesia. Salah satunya adalah SkyTeam Lounge.

Since joining SkyTeam, there are lots of new facilities that


can be enjoyed by passengers of Garuda Indonesia, one of
which is a SkyTeam lounge.

Terdapat 564 lounge eksklusif di seluruh penjuru dunia


tersedia bagi penumpang Garuda Indonesia. Semua lounge
yang dimiliki oleh maskapai-maskapai yang menjadi
anggota SkyTeam dirancang untuk memberi standar
kenyamanan dan layanan yang konsisten, antara lain
suasana lounge yang nyaman dan tenang, staf yang ramah,
sopan dan profesional, serta fasilitas yang memenuhi syarat
yang diajukan oleh SkyTeam.

There are 564 exclusive lounges all over the world available
to passengers of Garuda Indonesia. All lounges owned by
SkyTeam members provides standardized comfort and
service features, among others, comfortable and calm
atmosphere, friendly, courteous and professional staff, as
well as other facilities as required by SkyTeam.

SkyTeam menyadari bahwa lounge bukan sekedar ruang


tunggu keberangkatan namun harus memberi manfaat
lebih bagi para calon penumpang, baik untuk sekedar
beristirahat, maupun untuk melanjutkan aktivitas bisnis.
Oleh sebab itu, selain menyediakan layanan makanan dan
minuman, lounge-lounge tersebut harus memiliki layanan
yang mendukung keperluan bisnis, seperti koneksi wi-fi
yang dapat diandalkan.

SkyTeam realizes that lounge is not merely a place to wait


for departure but should also provide more benefits for
passengers, for take a rest or to continue business activities.
Therefore, in addition to providing food and beverage,
lounges must provides service that supports business
purposes, such as reliable wi-fi connection.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

137

SkyTeam mensyaratkan seluruh anggotanya untuk


saling bekerja sama dalam penggunaan lounge. Dengan
demikian, penumpang dari setiap maskapai SkyTeam dapat
menggunakan fasilitas lounge dari maskapai anggota
SkyTeam lainnya.

SkyTeam requires all members to mutually cooperate in the


use of the lounge. Thus, SkyTeam passengers of any airline
can use the lounge facilities of other SkyTeam member
airlines.

Penumpang yang berhak menggunakan fasilitas lounge,


atau Lounge Access, dari maskapai anggota SkyTeam
adalah para pemegang SkyTeam Frequent Flyer Elite Plus,
penumpang First Class dan penumpang Business Class.

Passengers entitled to use the lounge facilities, or Lounge


Access, of SkyTeam member airlines are the holders of the
SkyTeam Frequent Flyer Elite Plus, First Class and Business
Class passengers.

SkyTeam Lounge Access


Fasilitas SkyTeam Lounge Access diberikan kepada

SkyTeam Lounge Access

penumpang premium pada hari keberangkatan, baik untuk


penerbangan transit dari dalam atau ke luar negeri yang
menggunakan maskapai anggota SkyTeam. Fasilitas ini
dapat dinikmati penumpang mulai dari 24 jam sebelum
keberangkatan.

SkyTeam Lounge Access facilities provided to premium


passengers on the day of departure, both for the cost
of transit in or out of the country that uses the SkyTeam
member airlines. This facility can be enjoyed by passengers
ranging from 24 hours before departure.

Tentang SkyTeam

About SkyTeam

SkyTeam didirikan oleh empat maskapai penerbangan


dunia, yakni Aeromexico, Air France, Delta Air Lines dan
Korean Air pada bulan Juni tahun 2000. Pada tahun 2013,
SkyTeam tumbuh menjadi sebuah aliansi beranggotakan 19
maskapai penerbangan, yang menawarkan lebih dari 1.000
destinasi, serta frekuensi penerbangan yang lebih tinggi dan
konektivitas yang lebih luas. Dalam sepuluh tahun terakhir,
di saat dunia penerbangan global sedang menghadapi
tantangan, SkyTeam justru berhasil menggandakan jumlah
penerbangan dan jumlah destinasinya.

SkyTeam was founded by four international airlines, namely


Aeromexico, Air France, Delta Air Lines and Korean Air
in June 2000. By 2013, the SkyTeam alliance grew into 19
member airlines, offering more than 1,000 destinations and
higher flight frequency and wider connectivity. In the last
ten years, while global airlines industry was in challenging
times, SkyTeam members managed to double the number
of flights and of destinations.

Dalam mengembangkan jaringan penerbangannya,


sebagaimana yang terlihat dari keragamannya, SkyTeam
berfokus pada pertumbuhan jaringan yang tidak hanya
semakin luas namun juga saling melengkapi. SkyTeam juga
merancang berbagai program menarik dan kemudahan bagi
penumpang maskapai penerbangan anggotanya.
Baik untuk perjalanan bisnis maupun perjalanan pribadi,
SkyTeam memberikan pilihan yang lebih beragam
dan lebih nyaman bagi penumpang pesawat. Di masa
mendatang, seiring dengan pertumbuhannya SkyTeam akan
meningkatkan kualitas layanan yang diberikan, sambil tetap
berpegang pada semboyannya: Caring more about you.

In developing its flight network, as evident from its diversity,


SkyTeam focused on network growth which was not only
more widespread but also complementary to each other.
SkyTeam also designed a variety of exciting programs
and facilities for passenger airline members. For business
trip or personal trip, SkyTeam provides greater choice and
more convenient for passengers. In the future, along with
its growth, SkyTeam will improve the quality of services
provided, while still adhering to its motto: Caring more
about you.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

138
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

New Passenger Service System (PSS)

Amadeus ALTEA
Passenger Service System (PSS) adalah salah satu sistem
utama sebuah maskapai penerbangan. PSS adalah sistem
yang digunakan untuk melayani penumpang mulai dari
tahapan penjualan di reservasi, ticketing, hingga tahapan
check-in di bandara. Sistem PSS ini juga digunakan untuk
pengaturan schedule penerbangan, inventory, alokasi seat
di pesawat, pengelolaan fare & pricing, pengelolaan bagasi
penumpang, pengelolaan code share dan interline, serta
layanan-layanan lainnya.

Passenger Service System (PSS) is one of the critical


systems used by airlines, in order to serve passengers from
the stage of sales at reservation center, through ticketing
and all the way to check-in at the airport. PSS is also utilized
to set flight schedules, inventory, seats allocation, fare and
pricing management, passenger baggage management,
code share and interline management, and other services.

Pada umumnya PSS juga terintegrasi dengan sistem


dan aplikasi lain seperti Revenue Management System,
Revenue Accounting System, Scheduling System, Data
Warehouse, Pricing Engine, Internet Booking Engine,
Catering System, dan sistem-sistem lainnya yang saling
mendukung untuk memberikan layanan kepada penumpang
dan mengoptimalkan pendapatan bagi maskapai. Selain itu,
PSS juga terhubung dengan sistem pihak ke-3 seperti Global
Distribution System (GDS) untuk penjualan di travel agent
dan PSS maskapai lain yang bekerja sama untuk keperluan
code share, interline, dan lainnya.

In general, PSS is integrated with other system and


application, such as Revenue Management System,
Revenue Accounting System, Scheduling System, Data
Warehouse, Pricing Engine, Internet Booking Engine,
Catering System, and many more, giving a mutual support
in servicing passengers and optimizing revenues for the
airlines. In addition, PSS is also connected with the third
party system, namely with the Global Distribution System
(GDS) for the sales processing at travel agent and with the
PSS of other airlines in partnership for the purposes of code
share, interline, and others.

Pada tahun 2013, Garuda Indonesia telah berhasil migrasi


ke sistem PSS baru bernama Alta yang dikembangkan
oleh Amadeus dan telah digunakan oleh 8 dari 19 maskapai
yang tergabung dalam SkyTeam. Sistem Alta-Amadeus
juga digunakan lebih dari 160 maskapai yang ada di seluruh
dunia.

In 2013, Garuda Indonesia has successfully migrated to the


new PSS system called Alta developed by Amadeus, which
has been used by 8 of the 19 airlines members of SkyTeam.
Alta-Amadeus also used in more than 160 airlines around
the world.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

139

Kelebihan New PSS (ALTEA)

The Advantages of New PSS (Altea)

Sistem PSS Alta yang dikembangkan oleh Amadeus


menggunakan model hosted community system, dimana
pengelolaan, pemeliharaan, pengembangan, dan
penanganan atas masalah yang terjadi pada sistem dan
hal teknis lainnya merupakan tanggung jawab penyedia
layanan PSS (Amadeus). Selain itu Amadeus telah memiliki
beberapa customer yang tergabung menjadi satu komunitas
pengguna layanan PSS. Komunitas inilah yang menjadi
pendorong pengembangan dan sumber inisiatif agar
sistem bisa mengikuti dan memiliki fungsionalitas terbaik
dan best practice PSS. Pada komunitas ini maskapaimaskapai dapat bertukar pikiran dan bekerja sama untuk
melakukan pengembangan sistem ke depan agar dapat
lebih kompetitif. Oleh karena itu, maskapai tidak perlu lagi
berinvestasi untuk keperluan infrastruktur sistem karena
penyedia layanan PSS telah memiliki kesadaran dan
selalu cepat tanggap untuk memenuhi ketentuan standar
industri tepat pada waktunya. Di sisi lain, maskapai dapat

The PSS Altea was developed by Amadeus based on


hosted community systems, in which the management,
maintenance, development, and technical problem handling
are the responsibility of the service provider (Amadeus).
Moreover, Amadeus users have formed a community of PSS
users, which helps fueling the development of the system in
order to build the best functioning system. The community
facilitates the airlines to exchange ideas and work together
to make the future development of the system in order to be
more competitive. Therefore, users no longer have the need
to invest for infrastructure systems since the PSS provider is
aware of the needs of users and is able to respond promptly
and comply with industry standards in a timely manner.
On the other hand, the airlines can focus themselves on
pursuing business development without having to bother
with development of the systems or any technical problems
now that they have become the obligation of the service

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

140
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

New Passenger Service System (PSS)

lebih fokus untuk melakukan pengembangan bisnis dan


kebijakan/prosedur guna meningkatkan pendapatan dan
tidak perlu dipusingkan lagi dengan masalah-masalah
teknis pengembangan yang menjadi kewajiban penyedia
layanan. Maskapai akan mendapatkan lebih banyak
kesempatan untuk berinovasi menggunakan sistem yang
sudah siap dari segi fungsionalitas untuk menghadapi
kompetisi dengan pesaing-pesaingnya dan memperoleh
peningkatan pendapatan.

provider. This will give airlines more opportunities to


innovate with the functionally ready system to face the
competition and to increase revenue.

Berada di dalam sistem yang memiliki banyak customer juga


berarti bahwa segala bentuk koneksi antar sistem dengan
sistem/aplikasi pihak ketiga yang pernah dibuat untuk
salah satu maskapai anggota komunitas pengguna layanan
PSS (baik sistem milik internal maupun eksternal/partner),
dapat digunakan juga oleh anggota komunitas lainnya
tanpa harus melakukan pengembangan lagi dari awal. Hal
ini memberikan efisiensi yang cukup besar, bukan hanya
dari sisi biaya tetapi juga waktu dan sumber daya untuk
pengembangan.

Adopting a system that has gained a lot of users also


means that any form of connection between systems with
third-party system/applications have been ever created for
one of the community members of PSS service users (both
internal and external/partner owned systems), can also be
used by other members of community without having to
develop from zero. This provides considerable efficiency,
not only in terms of cost but also in time and resources for
development.

Keuntungan-keuntungan seperti inilah yang saat ini


masih belum dimiliki oleh Garuda Indonesia yang masih
menggunakan model in-house system dan tidak memiliki
komunitas. Walaupun ada beberapa maskapai lain yang
memiliki platform yang sama dengan Garuda Indonesia,
akan tetapi karena perbedaan dalam model sistem,
membuat Garuda Indonesia harus lebih banyak berusaha
sendiri untuk memenuhi standar internasional industri
penerbangan, mengikuti best practice, mengusahakan
pengembangan fungsionalitas ke depan dan membangun
sendiri koneksi dan integrasi dengan sistem/aplikasi lain,
membangun sendiri koneksi dengan sistem PSS maupun
aliansi global dari awal, dan harus berinvestasi besar untuk
keperluan infrastruktur sistem secara periodik agar dapat
terus mengikuti kemajuan teknologi.

Garuda Indonesia do not have this kind of advantages since


it still uses in-house system with any community to support.
Despite some other airlines using the same platform
with Garuda Indonesia, but due to the differences in the
model, the Company has to settle it by itself to meet the
international standard for aviation industry, or to adopt best
practices, to seek for the development of future functionality
and to build own connections and integration with other
system/applications, build their own connections with the
PSS system and global alliance from the start, and had to
make huge investment for building system infrastructure
periodically in order to keep abreast of advances in
technology.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

141

Proses pengimplementasian ALTEA

Altea Implementation Process

Implementasi PSS ini akan dilakukan dalam dua fase cut


over. Pertama, cut over sistem reservasi, ticketing, dan
inventory yang akan dilaksanakan selama 1 tahun dan
ditargetkan selesai pada Juni 2013. Kedua, cut over sistem
Departure Control (DCS). Sistem DCS ini diimplementasikan
secara bertahap mulai September 2013 sampai November
2013. Setelah seluruh proses cut over dilaksanakan, Proyek
memasuki proses post implementation support, untuk
menyediakan dukungan dan help desk pasca cut over.

The implementation of PSS will be carried out in two


phases of cut over. First, cut over reservation, ticketing, and
inventory systems carried out in one year and is targeted
to be completed in June 2013. Second, cut over Departure
Control system (DCS). DCS system is implemented in stages
from September 2013 to November 2013. After the whole
process of cut over was completed, then the Project entered
the post-implementation support, to provide support and
help desk following cut over.

Implementasi ini melibatkan seluruh kantor penjualan


Garuda Indonesia dan bandara yang menjadi tujuan Garuda.
Training untuk keperluan peralihan sistem ini dimulai pada
Februari 2013 dan meliputi lebih dari 40 instruktur dan
15.000 end-users yang terdiri dari petugas inventory, frontliners, airport staff, call center, dan travel agents.

The implementation involves all sales offices and


destination airports. Training for transition purposes of this
system began in February 2013 and attended by more than
40 instructors and 15,000 end-users consisting of inventory
officers, front-liners, airport staff, call centers, and travel
agents.

Kondisi setelah mengimplementasikan ALTEA


Dengan terintegrasinya keseluruhan sistem core airline
dalam satu database, mulai dari inventory, rerservation
and ticketing, sampai dengan departure control, maka

Post-Implementation of Altea

sinkronisasi data penerbangan dan penumpang menjadi


lebih baik dan akurat, sehingga dapat meminimalisir
permasalahan ketidaksinkronan data pada sistem. Selain
itu, sinkronisasi data dengan sistem GDS dan airline partner
pun menjadi lebih baik.

With the integration of the entire core system of the airline


in one database, from inventory, reservation and ticketing,
up to departure control, the Company has a better and
more accurate synchronization of flight and passenger data,
hence minimizing the problems of discrepancies in the data
on the system. Apart of that, synchronization of data with
GDS systems and airline partners can be done in a better
fashion.

Altea juga mendukung beberapa persyaratan untuk


bergabung dengan Aliansi Global SkyTeam pada Maret
2014, di antaranya:
Alliance Display
PNR View
Share Frequent Flyer Profiles
Real-time access to partner airline
Redemption class availability display for all partners
Simple code share & through check-in

Altea also supports some of the requirements for joining


SkyTeam Global Alliance in March 2014, among others:
Alliance Display
PNR View
Share Frequent Flyer Profiles
Real-time access to partners airline
Redemption class availability
Display for all partners
Simple code share & through check-in

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

142
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU &
Entitas Anak
SBU & Subsidiaries

SBU Garuda Sentra Medika (SBU GSM)


SBU GSM mendukung pencapaian program Quantum
Leap Garuda Indonesia melalui pengelolaan awak
pesawat, mulai dari proses rekrutmen calon awak
pesawat (pilot dan awak kabin), health monitoring
dan health coaching awak pesawat, sampai dengan
pelaksanaan case management program untuk
awak pesawat yang mengalami kasus long sick atau
dinyatakan unfit.
Dalam melaksanakan pengelolaan kesehatan awak
pesawat, SBU GSM mengikuti aturan yang tertulis
dalam ketentuan ICAO Annex 1, Civil Aviation Safety
Regulations (CASR) Part 67 dan part 183 tentang
pemeliharaan kesehatan oleh operator penerbangan.

SBU dan Entitas Anak


mencatat perbaikan
kinerja di tahun 2013,
kecuali Citilink yang
masih mengalami
kerugian karena fase
investasi yang sedang
dijalaninya.
SBU and subsidiaries
reported improvement in
their performance during
2013, except for Citilink which
still carried a loss due to its
ongoing investment.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Bertindak sebagai pelaksana dalam pengelolaan


kesehatan awak pesawat adalah para dokter
spesialis kesehatan penerbangan (SpKP) dan dokterdokter penerbangan (Flight Surgeon) yang telah
berpengalaman lebih dari 20 tahun serta didukung
oleh fasilitas layanan kesehatan yang lengkap. Selain
itu, para dokter SBU GSM juga berperan dalam

SBU Garuda Sentra Medika (SBU GSM)


SBU GSM supports Garuda Indonesias Quantum
Leap program through air crew management, starting
from recruitment (for pilot and cabin crews), health
monitoring and health coaching for air crew, until the
implementation of case management program for air
crew who suffered long period of illness.
In managing air crews health care, SBU GSM follows
regulation stipulated in the International Civil Aviation
Organization (ICAO) Annex 1, Civil Aviation Safety
Regulations (CASR) Part 67 and Part 183 about the
health maintenance by airlines.
Serves as the personnel who manage air crews health
care are medical specialist for aviation (SpKP) and
Flight Surgeon with more than 20 years experience
and is supported by comprehensive health care
facilities. In addition, medical doctor of SBU GSM
plays a role in teaching Basic Medical Knowledge for

143

mengajarkan Basic Medical Knowledge untuk awak kabin.


Untuk menjamin kontinuitas dan efektivitas pelaksanaan
program pemeliharaan kesehatan awak pesawat Garuda
Indonesia, SBU GSM selama tahun 2013 telah merekrut dan
mengirim beberapa dokternya untuk mengikuti pendidikan
dokter penerbangan (Flight Surgeon) di Lembaga Kesehatan
Penerbangan dan Antariksa TNI-AU (Lakespra).

cabin crew. To ensure continuity and effectiveness of health


maintenance program for Garuda Indonesias cabin crew,
SBU GSM has recruited and sent some of its doctor to join
Flight Surgeon Training program at Indonesian Air Force
Health Care Institute (Lakespra) during 2013.

Dalam pelaksanaan pengelolaan kesehatan awak


pesawat Garuda Indonesia, SBU GSM telah memperoleh
kepercayaan dari Kementerian Perhubungan Direktorat
Jenderal Perhubungan Udara cq Balai Kesehatan
Penerbangan (Hatpen) untuk melakukan Medical Check
Up Personil Penerbangan kelas II dan Kelas III (Cabin
Crew, Flight Operations Officer dan Air Craft maintenance
Engineer), mengacu pada ketentuan ICAO Annex 1 Chapter
6 tentang Medical Provisions for Licensing Standard, Civil
Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67, Keputusan
Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2000 dan peraturan
terkait lainnya. Pada tahun 2013 selain di Jakarta, SBU GSM
juga telah melakukan Medical Check Up & Licensing di
beberapa Hub yaitu Denpasar dan Makassar.

In managing Garuda Indonesias air crew health care, SBU


GSM has been entrusted by the Ministry of Transportation,
the Directorate General of Air Transportation, in this
instance represented by the Flight Medical Clinic (Hatpen),
to perform the medical check up for Class II and Class
III (cabin crews, flight operation officers and aircraft
maintenance crews) flight personnel, with reference to
the stipulations of ICAO Annex 1 Chapter 6 on Medical
Provisions for Licensing Standard, Civil Aviation Safety
Regulations (CASR) Part 67, Ministry of Transportation
Decree No. 25 Year 2000, and other relevant regulations.
Besides Jakarta, SBU GSM has also conducted Medical
Check Up & Licensing in several hubs, such as Denpasar and
Makassar during 2013.

SBU GSM juga melakukan koordinasi dengan Hatpen


untuk kelancaran kegiatan Medical Check Up awak kokpit
sehingga target penyelesaian lisensi kesehatan bagi awak
kokpit dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu.

SBU GSM also coordinates with Hatpen to facilitate Medical


Check Up examination for cockpit crew so that the health
license can be issued within the targeted time.

SBU GSM melaksanakan Program Pencegahan dan


Penyalahgunaan Alkohol dan Narkoba oleh awak pesawat
dan personil terkait lainnya, melalui pemeriksaan Alkohol
dan Narkoba baik secara rutin maupun random check,
sehingga keselamatan (safety) dalam penerbangan terjaga
sesuai dengan aturan Civil Aviation Safety Regulations
(CASR) Part 120 subpart E Kementerian Perhubungan
Republik Indonesia.

SBU GSM performs examination for alcohol and drugs


both regularly and randomly to prevent abuse of the use
of alcoholic beverages or drugs by air crews and other
related personnel so that flight safety can be maintained
in accordance with stipulations of the Civil Aviation Safety
Regulations (CASR) Part 120 subpart E issued by the Ministry
of Transportation.

Klinik-klinik yang dimiliki oleh SBU GSM ditunjuk sebagai


provider utama perusahaan asuransi untuk melayani
pengobatan awak pesawat Garuda Indonesia berdasarkan
Service Level yang disepakati antara Garuda Indonesia
dengan perusahaan asuransi. Di samping itu SBU GSM juga
tetap menjalankan fungsi promotif dan preventif bagi awak
pesawat untuk mengurangi terjadinya loss of work days
yang berkepanjangan sehingga produktivitas kerja awak
pesawat lebih terjaga.

Health clinics owned by SBU GSM was appointed as the


main provider of insurance Company to serve medical
treatment for Garuda Indonesias air crew based on the
Service Level Agreement between Garuda Indonesia and
insurance company. However, SBU GSM still performed its
promotion and prevention action for air crews in order to
reduce the occurrence of prolonged loss of work days so
that productivity of the air crews can be maintained.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

144
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

Upaya promotif dan preventif oleh SBU GSM antara lain


dilakukan melalui pelaksanaan program health coaching
secara individu bagi awak pesawat yang berisiko tinggi
sehingga faktor risiko terjadinya sudden in capacity
dapat diminimumkan. Sementara bagi awak pesawat
yang mengalami kasus long sick, SBU GSM melakukan
case management program dengan melakukan health
monitoring terhadap penyakit yang diderita oleh awak
pesawat, agar kasus dapat cepat diselesaikan dan awak
pesawat kembali On-line. SBU GSM berkoordinasi dengan
Hatpen untuk melakukan advokasi terhadap awak kokpit
yang dinyatakan unfit (grounded) oleh Hatpen karena
masalah kesehatan, bila perlu dengan melakukan medical
flight test baik di simulator maupun saat menerbangkan
pesawat untuk menilai status aero medis dan kelaikan
terbang awak kokpit.

Promotion and prevention efforts undertaken by SBU GSM


include individual health coaching programs for high risk
air crews in order to minimize the risk of sudden incapacity.
For air crews with a case of long illness, SBU GSM
conducts case management program through coaching and
monitoring on the air crews illness so that the problem can
be settled and the crew can continue its service. SBU GSM
also coordinates with Hatpen in an advocacy function for
cockpit crews being grounded on health issues by Hatpen,
by performing medical flight tests both at flight simulators
and during flight operations, in order to assess the aero
medical and flight readiness status of the respective cockpit
crews.

Bentuk dukungan SBU GSM dalam operasional


penerbangan di luar pelayanan kesehatan adalah
penyediaan dan distribusi Aviation Kit yang terdiri
dari Emergency Medical Kit, First Aid Kit dan Universal
Precaution Kit sesuai dengan ketentuan dari ICAO annex 6
tentang persyaratan pesawat komersial. Selain menyiapkan
Kits untuk penerbangan Garuda Indonesia, SBU GSM
juga telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan
penerbangan swasta yang ada di Indonesia maupun
perusahaan penerbangan asing yang melakukan perawatan
pesawatnya di PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia.

Other supports from SBU GSM for flight operations other


than medical services are being the provider and distributor
of Aviation Kit, comprising the Emergency Medical Kit, First
Aid Kit and Universal Precaution Kit, in accordance with
the requirements of ICAO Annex 6 regarding commercial
aircraft. Besides providing Kits for Garuda Indonesia, SBU
GSM has also cooperated with a number of domestic and
overseas airlines having their aircraft maintenance at PT
Garuda Maintenance Facility Aero Asia.

Di samping itu SBU GSM berperan dalam melakukan


assessment dan approval penumpang sakit, layanan
pendampingan terhadap penumpang yang memerlukan
penanganan khusus (medical escort) dan pengelolaan
terhadap tabung oksigen yang khusus dipergunakan dalam
kabin pesawat.

In addition, SBU GSM also gives assessment and approval


for passengers who are ill, provides medical escort and
manages oxygen bottles special for usage in the aircraft
cabin.

3,08

2,25

3,08

2,55

2012
2013

0,3
0
Managed Care Health Care

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Garuda
Sentra Medika
Revenues
(USD Juta | USD Million)

Total

145

Setiap tahunnya SBU GSM menjadi salah satu unit yang


mendukung pelaksanaan kegiatan haji Garuda Indonesia
meliputi rekrutmen calon awak kabin haji di berbagai
area embarkasi, pemeliharaan kesehatan awak kabin dan
petugas haji selama musim haji termasuk di Saudi Arabia,
melakukan assessment dan approval pemulangan jemaah
haji yang sakit, serta penyediaan obat-obatan dan alat
kesehatan untuk setiap embarkasi dan armada pesawat
Garuda Indonesia yang digunakan dalam operasional
haji sesuai dengan persyaratan yang dikeluarkan oleh
Departemen Agama RI dan Departemen Kesehatan RI.

SBU GSM is one of the units supporting the Garuda


Indonesias Hajj flights services every year, which includes
recruiting cabin crews and hajj personnel at several
embarkation point, taking care of health maintenance of
cabin crews and Hajj personnel during the Hajj season and
at Saudi Arabia, giving assessment and approval for Hajj
pilgrims being sent home due to illness, and providing
medical supplies and facilities at each flight embarkation
point and at Garuda Indonesias dedicated hajj flights, in
accordance with requirements issued by the Ministry of
Religious Affairs and Ministry of Health of Indonesia.

Sebagai unit kesehatan di Garuda Indonesia, SBU GSM


memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan Corporate
Social Responsibility (CSR) perusahaan yang terkait dengan
kegiatan kesehatan. Kerja sama pelaksanaan CSR dilakukan
SBU GSM dengan unit Social Responsibility dan PKBL
Garuda Indonesia, dengan melaksanakan kegiatan edukasi
kesehatan (health talk), pengobatan massal, khitanan dan
donor darah.

As the health unit in Garuda Indonesia, SBU GSM took role


in the Companys corporate social responsibility involving
the medical activities. SBU GSM cooperated with Corporate
Social Responsibility and PKBL unit of Garuda Indonesia
to conduct health talk, mass medical treatment, mass
circumcised and blood donor activities.

211.759

78.827 81.489

67.259 66.266

44.603

KMO

201.823

31.109

GSO

20.381 18.030
TGR

BKS

Kunjungan Pasien
Patients Visit

2012
2013
689 4.929
BNT

Aspek Operasional
Jumlah kunjungan pasien selama tahun 2013 tercatat
sebanyak 201.823 kunjungan, mengalami penurunan
sebesar 4,7% bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan
di tahun 2012 yang sebanyak 211.759 kunjungan.
Menurunnya angka kunjungan ini disebabkan oleh
pengalihan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) karyawan
Garuda Indonesia dan keluarganya yang sebelumnya
dikelola oleh SBU GSM menjadi dikelola oleh pihak
asuransi. Hal tersebut sedikit banyak berpengaruh kepada
penurunan angka kunjungan ke SBU GSM karena cukup
banyak peserta yang memilih provider layanan kesehatan di
luar jaringan klinik yang dimiliki oleh SBU GSM.

Total

Operational Aspects
Number of visits by patients during 2013 amounted to
201,823 visits, a decline of 4.7% compared with 211,759 visits
recorded in 2012. This was a result of the transfer of health
care management of Garuda Indonesia from previously
under SBU GSM to insurance companies. Such transfer gave
some impact to the performance as quite significant amount
of members choose health care providers outside the clinic
network owned by SBU GSM.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

146
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

Walaupun secara total kunjungan pasien selama tahun 2013


mengalami penurunan, jumlah kunjungan pasien asuransi
dan umum di Klinik Kemayoran (KMO) dan Klinik Satelit
Bintaro (BNT) selama 2013 mengalami peningkatan masingmasing sebesar 3,4% dan 615% bila dibandingkan dengan
tahun 2012. Klinik Bintaro didirikan oleh SBU GSM pada
bulan Agustus 2012. Sedangkan jumlah kunjungan pasien
di Klinik Garuda Sentra Operasi (GSO), Bekasi (BKS) dan
Tangerang (TGR) mengalami penurunan masing-masing
sebesar 30,3%, 11,5% dan 1,5%.

Even though total number of patients during 2013 declined,


the number of visits by insurance and non-insurance
patients at Klinik Kemayoran (KMO) and Klinik Satelit
Bintaro (BNT) grew by 3.4% and 615%, respectively in 2013
compared with that in 2012. Klinik Bintaro was established
by SBU GSM in August 2012. Meanwhile, number of visits
at Klinik Garuda Sentra Operasi (GSO), Bekasi (BKS) and
Tangerang (TGR) posted a decline by 30.3%, 11.5% and 1.5%,
respectively.

Aspek Keuangan
Meskipun jumlah kunjungan pasien SBU GSM selama
tahun 2013 mengalami penurunan, pendapatan mengalami
peningkatan sebesar 21% menjadi USD 3,08 juta di tahun
2013 dari USD 2,55 juta di tahun 2012. Hal ini disebabkan
oleh peningkatan pendapatan bisnis Health Care sebesar
USD 0,83 Juta atau 37% dari USD 2,25 juta di tahun 2012.
Kontributor pendapatan Health Care terbesar adalah
Farmasi; Laboratorium; Poli Gigi dan Dental Cosmetic; Poli
Umum; dan Medical Check Up. Sementara itu, pendapatan
usaha Managed Care mengalami penurunan sebesar
USD 0,30 Juta.

Financial Performance
Despite decline in the number of visits during 2013, SBU
GSM recorded a 21% increase in total revenue to USD 3.08
million in 2013 from USD 2.55 million in 2012. This was
attributable to higher revenue from Health Care business by
USD 0.83 million or increased by 37% from Rp 2.25 million
in 2012. The highest revenue contributor for health care
was pharmacy, dental and cosmetic clinics, general clinic
and medical check up. Meanwhile, operating income from
managed care declined by USD 0.30 million.

Di tahun 2013 kontributor pendapatan SBU GSM terbesar


berasal dari customer peserta asuransi yaitu mencapai 77%
dari total keseluruhan pendapatan Health Care.

In 2013, the largest contributor to revenue of SBU GSM


came from insurance customers which accounted for 77% of
total revenue from Health Care.

Rencana Spin Off SBU GSM


Pada tahun 2013 Garuda Indonesia merencanakan untuk
melakukan pemisahan (Spin-Off) terhadap SBU GSM.
Perusahaan sudah meminta konsultan hukum untuk
melakukan kajian hukum berkenaan dengan rencana
pemisahan SBU GSM tersebut.

SBU GSMs Spin Off Plan


In 2013 Garuda Indonesia planned to spin off its SBU GSM.
The Company has asked legal consultant to provide a legal
review related to this plan.

Berdasarkan kajian hukum dari konsultan hukum,


dalam melakukan pemisahan SBU GSM, selain harus
memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas,
pihak ketiga dan tenaga kerja, Garuda Indonesia juga
harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti melakukan
penyertaan modal dalam bentuk Aktiva Tetap berupa
Tanah dan Bangunan di Kemayoran yang selama ini
digunakan untuk operasional SBU GSM. Selain itu, juga
perlu dipertimbangkan adanya potensi pembayaran
kompensasi atas penggunaan Tanah Hak Pengelolaan
Lahan kepada Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPK
Kemayoran) oleh perusahaan jika pemisahan SBU GSM jadi

Based on the legal review provided by the legal consultant,


Garuda Indonesia not only required to take care of the
minority shareholders, third parties and employees but
also meet some other requirements, such as having equity
investment in form of fixed assets, i.e Land and Building at
Kemayoran which is currently being used for the operation
of SBU GSM. Furthermore, a potential compensation
payment for the usage of land to the Kemayoran Estate
Management (PPK Kemayoran) also needed to be
considered before the spin off. The Companys management
has decided to delay the process of SBU GSMs spin off
and asked the SBU GSM management to conduct Asset

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

147

dilakukan. Manajemen Perusahaan telah memutuskan untuk


menunda proses pemisahan SBU GSM dan memerintahkan
manajemen SBU GSM untuk melakukan program
Optimalisasi Aset dan Bisnis SBU GSM ke depan agar
semakin mandiri dan berkembang.

Optimization program and business program to be able to


grow and become independent.

Rencana Tahun 2014

2014 Plan

Sejalan dengan rencana Perusahaan untuk fokus ke


bisnis jasa angkutan udara, di mana Perusahaan akan
memperluas jaringan usaha dengan membuka Hub di
beberapa kota besar di Indonesia, maka manajemen SBU
GSM juga berusaha meningkatkan nilai perusahaan dengan
mengembangkan bisnis jaringan klinik di kota-kota di mana
terdapat perwakilan Garuda Indonesia sehingga dukungan
terhadap operasional Garuda Indonesia bisa optimal,
sekaligus bisa meningkatkan nilai pasar SBU GSM melalui
pengembangan kompetensi unggulan dan meningkatkan
pangsa pasar bisnis layanan kesehatan kepada perusahaanperusahaan asuransi, korporasi dan masyarakat umum di
mana SBU GSM beroperasi.

In line with the Companys plans to focus on the air


transportation business, whereby the Company will
expand its network by opening hub at several big cities
in Indonesia, the SBU GSM management will also try
to enhance the Company value by expanding its clinic
network to cities where Garuda Indonesias representative
office operated. As a result, SBU GSM can support Garuda
Indonesias operation, increase its market value through
the development of core competencies and increase its
health care business segments market share at insurance
companies, corporations and the general public.

Di tahun 2014, Perusahaan berencana akan melakukan


program Optimalisasi Aset dan Bisnis SBU GSM antara lain
dengan:
1. Mengoptimalkan competitive advantage GSM sebagai
satu-satunya Civil Aviation Medical Center di Indonesia
yang diakui oleh Ditjen Perhubungan Udara guna
mendukung sepenuhnya kegiatan operasional Garuda
Indonesia dan memanfaatkan peluang bisnis di Aviation
Medical Services
2. Membangun kerja sama dengan pihak-pihak terkait
untuk memastikan bahwa optimalisasi aset dan bisnis
SBU GSM dapat direalisasikan.
3. Mengingat potensi bisnis yang ada terkait dengan
jumlah karyawan dan keluarga yang dimiliki oleh Garuda
Indonesia dan Anak Perusahaan ( 60.000 jiwa), saat
ini sedang dikaji kemungkinan untuk mengembalikan
fungsi utama SBU GSM sebagai Airline Medical
Department yang mengelola benefit kesehatan seluruh
karyawan dan keluarga Garuda Indonesia Group. Jika
SBU GSM difungsikan sebagai pengelola utama benefit
kesehatan seluruh Garuda Indonesia Group, maka
dengan pengelolaan yang tepat dan profesional SBU
GSM dapat mengembangkan bisnisnya dengan cepat
dan mandiri.

In 2014, the Company will carry out asset optimization and


business program through:
1. Optimizing competitive advantage of SBU GSM as
the only Civil Aviation Medical Center in Indonesia
accredited by the Directorate General of Air
Transportation in order to support Garuda Indonesias
operation and utilize the business opportunity in the
Aviation Medical Services
2. Promoting cooperation with related parties to ensure
that asset optimization program and business program
can be realized.
3 Considering the business potential related to Garuda
Indonesia Groups employees and family (around
60,000 people), a study to review the possibilities
to restore the main role of SBU GSM as the Airline
Medical Department that manage health care benefit of
all employees and family of Garuda Indonesia Group,
is currently being carried out. If SBU GSM serves its
function as the main provider of health care benefit of all
Garuda Indonesia Group, with proper management, SBU
GSM can grow its business fast and independent.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

148
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

SBU Cargo

SBU Cargo

SBU Cargo menangani pelayanan jasa angkutan barang


melalui transportasi udara dengan menggunakan pesawatpesawat yang dimiliki oleh Garuda Indonesia. Selain
melakukan penjualan langsung, SBU Cargo juga menjual
layanannya melalui kerja sama dengan para mitra, yaitu
Agen atau Freight Forwarder dan GSSA (General Sales
and Service Agent), baik untuk tujuan domestik maupun
internasional.

SBU Cargo handles cargo transportation services by air


transport using the aircraft of Garuda Indonesia. In addition
to direct selling, SBU Cargo also promotes its services
through cooperation with its partners, i.e. various Agents
or Freight Forwarder and GSSA for both domestic and
international destinations.

SBU Cargo melalui Cargo Service Center (CSC) melayani


pengiriman barang City to Port ataupun City to City,
sehingga proses pengiriman barang semakin dekat dengan
pemilik dan juga penerima barang. Di akhir tahun 2013,
telah dibangun lebih dari 30 Cargo Service Center di kotakota besar di Indonesia seperti Bandung, Yogyakarta, dan
Makassar sebagai tambahan dari CSC yang sudah berdiri di
bandara-bandara. Di Jakarta sendiri telah dibangun 9 Kantor
CSC, yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta. SBU Cargo
menjalin kerja sama dengan maskapai seperti Korean Air,
Malaysia Airlines, China Airlines, untuk memperluas layanan
pengiriman barang ke beberapa destinasi mancanegara.

SBU Cargo through Cargo Service Center (CSC) handles


City to Port and City to City cargo transportation services
so that the delivery process of cargo can be closer to the
sender and beneficiary. At the end of 2013, around 30 Cargo
Service Center has been established at several big cities
in Indonesia, like Bandung, Yogyakarta and Makassar,
complementing to CSC that has been existed at airports.
In Jakarta, 9 CSC offices has been established which was
widely spread at some regions in Jakarta. SBU Cargo formed
cooperation with a number of airlines such as Korean Air,
Malaysia Airlines, China Airlines to expand cargo deliveries
to various destinations overseas.

Selain itu SBU Cargo juga melakukan self-handled


warehouse di Gudang Cengkareng, Soekarno Hatta.
Sementara di gudang lainnya, kegiatan pergudangan
dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Sejalan dengan peningkatan lalu lintas barang di bandara
Cengkareng, SBU Cargo telah bekerja sama dengan
pengelola pergudangan lainnya, yaitu PT Gapura Angkasa
dan PT Pos Logistik, dengan tujuan untuk memperluas area
pengelolaan pergudangan khususnya untuk pengiriman
domestik.

In addition, SBU Cargo also managed its own warehouse


operations at the Cengkareng Warehouse, Soekarno-Hatta.
Meanwhile, activities at other warehouses are handled by
third party service providers. Consistent with the growth in
cargo at Cengkareng airport, SBU Cargo has cooperated
with other warehouse managements, like PT Gapura
Angkasa and PT Pos Logistik, aiming to expand area for
warehouse management, particularly for local delivery
services.

Pada bulan Juni 2013, SBU Cargo menandatangani kerja


sama layanan road feeder dengan penambahan Belanda,
Jan de Rijk, di Munich, Jerman. Dalam kerja sama ini, SBU
Cargo dapat melayani pengiriman kargo ke lebih dari 30
destinasi di Eropa. Kargo akan diangkut dengan pesawat
dari Jakarta ke Amsterdam untuk kemudian didistribusikan
oleh Jan de Rijk ke kota-kota tujuan di Eropa.

Garuda Indonesia Cargo signed agreement on Road Feeder


Services (trucking) with a Dutch based trucking company,
Jan de Rijk in Munich, Germany on June 2013. Under this
collaboration agreement, Garuda Cargo can serve cargo
delivery to more than 30 destinations in Europe. Cargo
delivery will be carried by plane from Jakarta to Amsterdam,
to be distributed by Jan de Rick to destination cities in
Europe.

Pada akhir tahun 2013, SBU Cargo telah menjalankan


pengiriman door to door, bekerja sama dengan pihak ketiga
dan memperkenalkan kembali produk GO Express. Dengan
adanya produk ini, maka masyarakat dapat melakukan
pengiriman yang akan diambil dari tempat pemilik barang
dan diantar langsung ke tujuan penerima barang, layaknya
pengiriman dengan jasa kurir.

At the end of 2013, SBU Cargo has offered door to door


cargo services, in cooperation with third parties and
reintroduced its GO Express product. This product allowed
customers to enjoy pick up services directly from their place
and delivered to the beneficiary, similar to courier services.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

149

Aspek Operasional
Pada tahun 2013, Freight Tonne Carried penerbangan
mencapai 269.033 tonnes, meningkat sebesar 15,98%
dibandingkan tahun 2012, sementara Freight Tonne
Kilometres mencapai 570.068, atau meningkat sebesar
15,18%. Cargo Load Factor tercatat sebesar 46,08%,
mengalami penurunan dibandingkan 47,51% di tahun 2012
sebagai akibat dari kenaikan kapasitas, terutama di sektor
domestik.

Operational Aspects
In 2013, Freight Tonne Carried recorded at 269,033 tonnes,
or increased by 15.98% compared to that in 2012, while the
Freight Tonne Kilometer reached 570,068 or increased by
15.18%. Cargo Load Factor recorded at 46.08%, a decline
from 47.51% in 2012 as a result of increasing capacity,
particularly for domestic sector.

Aspek Keuangan
Selama tahun 2013, jumlah Pendapatan Angkutan Udara
Kargo meningkat sebesar 5,51% dari USD 184,8 juta di tahun
2012 menjadi USD 195,0 juta di tahun 2013. Peningkatan
ini dipicu oleh penambahan kapasitas Freight Available
Tonne Kilometres sebesar 18,75%, dan strategi penerapan
harga yang kompetitif yang berdampak pada peningkatan
kargo diangkut. Pendapatan barang memberikan kontribusi
terbesar terhadap total pendapatan kargo yaitu USD 186,3
juta di tahun 2013, meningkat dari USD 177,8 juta di tahun
2012. Sementara sisanya berasal dari pendapatan pos yang
tercatat sebesar USD 8,8 juta, atau naik 24,5% dari tahun
sebelumnya.

Financial Aspects
During 2013, total revenues from air cargo services grew by
5.51% from USD 184.8 million in 2012 to USD 195.0 million
in 2013. The increase in revenues was driven by a 18.75%
capacity increase of Freight Available Tonne Kilometer and
the implementation of competitive pricing strategy which
affected the growth in cargo carried. Revenue from cargo
contributed the largest to total revenues from cargo services
of USD 186.3 million in 2013, an increase from USD 177.8
million in 2012. The remaining revenues were attributed to
the postal delivery revenues amounted to USD 8.8 million,
or increased by 24.5% compared with the previous year.

Pendapatan lain SBU Garuda Cargo diperoleh melalui jasa


pergudangan di Gudang Cengkareng, Soekarno-Hatta, yang
meningkat sebesar 9,93% dari USD 24,3 juta di tahun 2012
menjadi USD 26,7 juta di tahun 2013.

Other revenues from SBU Cargo was derived from


warehouse services at Cengkareng Warehouse, SoekarnoHatta Airport, which increased by 9.93% from USD 24.3
million in 2012 to USD 26.7 million in 2013.

Operational Excellence
Untuk menuju Operational Excellence, SBU Cargo telah
menerapkan standar internasional dalam kegiatan
bisnisnya dengan memiliki sertifikasi IOSA. Selain itu,
Garuda Indonesia merupakan satu-satunya maskapai
domestik yang memiliki lisensi penanganan DG (Dangerous
Goods) di Indonesia. Peningkatan layanan juga dilakukan di
gudang berkaitan dengan proses pengiriman kargo. Saat ini
SBU Cargo telah menyediakan cool room dan cold storage
sebagai tempat penyimpanan produk yang mudah rusak
(perishable).

Operational Excellence
To achieve Operational Excellence, SBU Cargo has applied
international standard for its business activities by having
IOSA certification. In addition, Garuda Indonesia is the only
domestic airline which has licence for Dangerous Goods
management in Indonesia. Improvement in services was
also carried out at warehouse involving cargo delivery
process. Currently, SBU Cargo has provided cool room and
Cold storage to deal with perishable product storage.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

150
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

Rencana Tahun 2014

2014 Plan

1. Mengembangkan kerja sama SPA dengan maskapai


penerbangan lainnya khususnya untuk destinasi Eropa
dan Amerika.
2. Menunjuk GSSA di kota-kota luar negeri yang tidak
diterbangi oleh Garuda untuk mengembangkan saluran
distribusi.
3. Menerapkan strategi harga untuk beberapa
penerbangan berdasarkan waktu dan tingkat isian.
4. Melakukan standardisasi layanan operasional dengan
menjadi anggota dari Cargo2000.
5. Mengembangkan layanan angkutan udara dengan
menggunakan pesawat khusus kargo.
6. Mengembangkan kerja sama operasi dengan pihak ke-3
untuk meningkatkan jumlah gerai dan efisiensi biaya
dari kantor penjualan kargo Garuda.
7. Menerapkan kerja sama untuk penanganan kargo umrah
dan haji.
8. Pengadaan additional warehouse equipment
dan upgrade system untuk memperlancar proses
penanganan kargo.
9. Melaksanakan kerja sama untuk Cargo Village.
10. Melakukan persiapan untuk bergabung dengan Cargo
SkyTeam.
11. Membentuk perusahaan mandiri dengan melakukan
SpinOff dari Garuda Indonesia.

1. Developing SPA cooperation with other airlines,


particularly for European and US destination.

Entitas Anak

Subsidiaries

Garuda Indonesia memiliki 5 Entitas Anak, yaitu PT Aero


Wisata, PT Abacus Distribution Systems Indonesia,
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT Aero Systems
Indonesia dan PT Citilink Indonesia.

Garuda Indonesia has 5 subsidiaries, namely PT Aero


Wisata, PT Abacus Distribution Systems Indonesia,
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT Aero Systems
Indonesia and PT Citilink Indonesia.

2. Appointing GSSA overseas which is not served by


Garuda Indonesia to expand distribution channel.
3. Implementing pricing strategy for several flights based
on time and load factor.
4. Standardizing operational services by becoming
members of Cargo 2000
5. Developing air transport services using freighter aircraft.
6. Promoting joint operation with third parties to increase
number of outlets and to improve cost efficiency from
Garuda Indonesias cargo sales offices.
7. Establishing partnership to manage umrah and hajj
cargo.
8. Acquiring additional warehouse equipment and
upgrading system to facilitate the cargo management
process.
9. Establishing cooperation for Cargo Village.
10. Preparing to join SkyTeam Cargo.
11. Establishing independent Company through spin-off
from Garuda Indonesia.

Kepemilikan Saham di Entitas Anak | Share Ownership in Subsidiaries

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

99,00%
PT Garuda Maintenance
Facility Aero Asia

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

51,00%
PT Aero Systems
Indonesia

99,99%
PT Aero Wisata

94,27%
PT Citilink Indonesia

95,00%
PT Abacus Distribution
Systems Indonesia

151

Perseroan memiliki penyertaan saham secara langsung pada 5 Entitas Anak sebagai berikut:
Garuda Indonesia has direct equity investments in 5 subsidiaries as follow:

No

Entitas Anak
Name of Entity

Bidang Usaha
Line of Business

Kepemilikan
Ownership

Tahun
Penyertaan
Year of
Participation

Keterangan
Operasional
Operational
Status

PT Abacus Distribution
Systems Indonesia

Penyedia jasa sistem


komputerisasi reservasi
Provider of computerized
reservation system services

95,00% kepemilikan langsung


oleh Perseroan
95.00% direct ownership by the
Company

1995

Sudah Beroperasi
Operating

PT Garuda Maintenance
Facility Aero Asia

Perbaikan dan pemeliharaan


pesawat terbang
Aircraft repair and
maintenance

99,00% kepemilikan langsung


oleh Perseroan
99.00% direct ownership by the
Company

2002

Sudah Beroperasi
Operating

2005

Sudah Beroperasi
Operating

2009

Sudah Beroperasi
Operating

1989

Sudah Beroperasi
Operating

1,00% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
1.00% indirect ownership
through Aerowisata
3

PT Aero Systems Indonesia

Penyedia jasa teknologi


informasi
Provider of Information
Technology services

51,00% kepemilikan langsung


oleh Perseroan
51.00% direct ownership by the
Company
49,00% kepemilikan tidak
langsung melalui Aerowisata
49.00% indirect ownership
through Aerowisata

PT Citilink Indonesia

Angkutan udara niaga


Commercial airline

94,27% kepemilikan langsung


oleh Perseroan
94.27% direct ownership by the
Company
5,73% kepemilikan tidak
langsung melalui Aerowisata
5.73% indirect ownership
through Aerowisata

PT Aero Wisata

Perhotelan, jasa boga dan


agen perjalanan
Hotels, catering and travel
agent

99,99% kepemilikan langsung


oleh Perseroan
99.99% direct ownership by the
Company

Perseroan memiliki penyertaan saham secara tidak langsung pada 14 Entitas Anak melalui Aerowisata sebagai berikut:
The Company has indirect ownership through Aerowisata in the following 14 subsidiaries:

No

Entitas Anak
Name of Entity

Bidang Usaha
Line of Business

Kepemilikan
Ownership

Tahun
Penyertaan
Year of
Participation

Keterangan
Operasional
Operational
Status

1.

PT Mirtasari Hotel
Development

Hotel

99,994% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
99.994% indirect ownership
through Aerowisata

1979

Sudah Beroperasi
Operating

2.

PT Aerofood Indonesia
(dahulu bernama PT
Angkasa Citra Sarana
Catering Service)

Jasa boga pesawat


Airline catering

99,9991% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
99.9991% indirect ownership
through Aerowisata

1982

Sudah Beroperasi
Operating

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

152
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

No

Entitas Anak
Name of Entity

Bidang Usaha
Line of Business

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

Kepemilikan
Ownership

Tahun
Penyertaan
Year of
Participation

Keterangan
Operasional
Operational
Status

3.

PT Aero Globe Indonesia


(dahulu bernama PT Biro
Perjalanan Wisata Satriavi)

Biro perjalanan wisata


Travel bureau

99,9995% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
99.9995% indirect ownership
through Aerowisata

1974

Sudah Beroperasi
Operating

4.

PT Aerotrans Services
Indonesia (dahulu
bernama PT Mandira
Erajasa Wahana)

Jasa Transportasi
Transportation services

99,998% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
99.998% indirect ownership
through Aerowisata

1988

Sudah Beroperasi
Operating

5.

PT Aerojasa Perkasa

Penjualan tiket
Ticket sales

99,87% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
99.87% indirect ownership
through Aerowisata

1998

Sudah Beroperasi
Operating

6.

PT Aerojasa Cargo

Jasa Pengurusan Transportasi


Freight Forwarding

99,91% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerojasa
Perkasa
99.91% indirect ownership
through Aerojasa Perkasa

2003

Sudah Beroperasi
Operating

7.

PT Senggigi Pratama
Internasional

Hotel

99,993% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
99.993% indirect ownership
through Aerowisata

1997

Sudah Beroperasi
Operating

8.

Garuda Orient Holidays,


Pty, Limited

Biro perjalanan wisata


Travel bureau

100,00% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
100.00% indirect ownership
through Aerowisata

1981

Sudah Beroperasi
Operational

9.

Garuda Orient Holidays


Korea Co, Limited

Biro perjalanan wisata


Travel bureau

60,00% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
60.00% indirect ownership
through Aerowisata

2008

Sudah Beroperasi
Operating

10.

Garuda Orient Holidays


Japan Co, Ltd

Biro perjalanan wisata


Travel bureau

60,00% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
60.00% indirect ownership
through Aerowisata

2009

Sudah Beroperasi
Operating

11.

PT GIH Indonesia

Biro perjalanan wisata


Travel bureau

60,00% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
60.00% indirect ownership
through Aerowisata

2012

Sudah Beroperasi
Operating

12.

PT Bina Inti Dinamika

Hotel

61,89% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
61.89% indirect ownership
through Aerowisata

1987

Sudah Beroperasi
Operating

13.

PT Aero Hotel
Management

Manajemen Hotel
Hotel Management

90,00% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
90.00% indirect ownership
through Aerowisata

2009

Sudah Beroperasi
Operating

1992

Dalam tahap
pengembangan
In development

10,00% kepemilikan tidak


langsung melalui PT Mirtasari
Hotel Development
10.00% indirect ownership
through PT Mirtasari Hotel
Development
14.

PT Belitung Intipermai

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Hotel

99,999968% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
99.999968% indirect ownership
through Aerowisata

153

Perusahaan memiliki penyertaan saham baik langsung maupun tidak langsung sebesar kurang dari 50% pada Entitas Asosiasi
sebagai berikut:
The Company has direct and indirect ownership of less than 50% in the following Associated Entities:

No

Entitas Anak
Name of Entity

Bidang Usaha
Line of Business

Kepemilikan
Ownership

Tahun
Penyertaan
Year of
Participation

Keterangan
Operasional
Operational
Status

1.

PT Aeronurti

Jasa Akomodasi
Accommodation Services

45,00% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
45.00% indirect ownership
through Aerowisata

1996

Sudah Beroperasi
Operating

2.

PT Aeroprima

Jasa Akomodasi
Accommodation Services

40,00% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
40.00% indirect ownership
through Aerowisata

1993

Sudah Beroperasi
Operating

3.

PT Bumi Minang Padang

Jasa Akomodasi
Accommodation Services

10,10% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
10.10% indirect ownership
through Aerowisata

1989

Sudah Beroperasi
Operating

4.

PT Nusa Dua Graha


Internasional

Jasa Akomodasi
Accommodation Services

6,06% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
6.06% indirect ownership
through Aerowisata

1988

Sudah Beroperasi
Operating

5.

PT Arthaloka Indonesia

Jasa Pengelolaan Properti


Property management services

2,58% kepemilikan tidak


langsung melalui Aerowisata
2.58% indirect ownership
through Aerowisata

1988

Sudah Beroperasi
Operating

6.

PT Gapura Angkasa

Jasa ground handling dan


penunjang operasional
penerbangan
Ground handling and flight
support services

37,50% kepemilikan langsung


oleh Perseroan
37.50% direct ownership by
the Company

1998

Sudah Beroperasi
Operating

7.

Pan Asia Pacific Aviation


Services Ltd.

Jasa ground handling dan


penunjang operasional
penerbangan
Ground handling and flight
support services

17,65% kepemilikan langsung


oleh Perseroan
17.65% direct ownership by
the Company

1998

Sudah Beroperasi
Operating

8.

Abacus International Pte.


Ltd.

Sistem Informatika
Informatics systems

2,06% kepemilikan langsung


oleh Perseroan
2.06% direct ownership by
the Company

1997

Sudah Beroperasi
Operating

9.

PT Merpati Nusantara
Airlines

Penerbangan
Airline

4,21% kepemilikan langsung


oleh Perseroan
4.21% direct ownership by
the Company

1978

Sudah Beroperasi
Operating

Salah satu Entitas Asosiasi yang tidak masuk ke dalam


laporan keuangan konsolidasian Perusahaan namun
memiliki peran besar terhadap kelancaran operasional
Garuda Indonesia adalah PT Gapura Angkasa yang bergerak
di bidang ground handling dan penunjang operasional
penerbangan.

One associated company that is not included in the


companys consolidated financial statement but perform
a big role to facilitate the operation of Garuda Indonesia is
PT Gapura Angkasa which engaged in ground handling and
flight support services.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

154
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

PT Aero Wisata

PT Aero Wisata didirikan di Jakarta pada tanggal 30 Juni 1973 dengan misi
mengembangkan usaha jasa yang berkaitan dengan industri pariwisata dan
hospitality. Untuk mendukung misi ini, Aerowisata memiliki sejumlah Entitas
Anak yang bergerak di usaha-usaha perhotelan, jasa boga, transportasi darat
dan keagenan serta tours & travel.
Perusahaan-perusahaan anak dengan kepemilikan hak suara lebih dari 50%
adalah PT Bina Inti Dinamika, PT Mirtasari Hotel Development, PT Senggigi
Pratama International, PT Aerofood Indonesia, PT Aerotrans Services
Indonesia, PT Aero Globe Indonesia, Garuda Orient Holidays Pty. Ltd, Garuda
Orient Holidays Korea Co. Ltd. PT Aerojasa Perkasa, Garuda Orient Holidays
Japan Co. Ltd, PT Aero Hotel Management dan PT Belitung Inti Permai.
PT Aero Wisata was established in Jakarta on June 30, 1973 with a mission to
develop businesses related to tourism and hospitality industry. To support
this mission, Aerowisata has some subsidiaries engaged in hotel, catering
service, land transportation, agency services, as well as tours & travel
services.
Subsidiaries with more than 50% ownership are Bina Inti Dinamika,
PT Mirtasari Hotel Development, PT Senggigi Pratama International,
PT Aerofood Indonesia, PT Aerotrans Services Indonesia, PT Aero Globe
Indonesia, Garuda Orient Holidays Pty. Ltd, Garuda Orient Holidays Korea
Co. Ltd. PT Aerojasa Perkasa, Garuda Orient Holidays Japan Co. Ltd, PT Aero
Hotel Management and PT Belitung Inti Permai.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

155

Ikhtisar Keuangan (IDR Juta) | Financial Highlights (IDR Million)

Uraian
Pendapatan Usaha
Beban Usaha

2013

Perkembangan
Changes
%

2012

2.862.093

2.499.347

Description

13,1

Operating Revenues
Operating Expenses

2.726.419

2.434.309

12,0

Laba Usaha

99.674

65.038

53,3

Income from Operations

Laba Bersih

66.103

52.923

24,9

Net Income

2.460.626

2.013.137

22,2

Assets

904.123

683.447

32,3

1.556.503

1.329.689

17,1

Aset
Liabilitas
Ekuitas

Liabilities
Equity

Disajikan sesuai Laporan Keuangan yang diaudit dalam mata uang Rupiah
Represented in IDR currency based on the Audited Financial Statements

Susunan pengurus PT Aero Wisata selengkapnya adalah


sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Abdulgani
Komisaris
: Abdul Anshari Ritonga
Komisaris
: Agus Priyanto
Direksi
Direktur Utama
Direktur

: Alexander M.T. Maneklaran


: Doddy Virgianto

Management composition of PT Aero Wisata is as follows:


Board of Commissioners
President Commissioner : Abdulgani
Commissioner
: Abdul Anshari Ritonga
Commissioner
: Agus Priyanto
Board of Directors
President Director
Director

: Alexander M.T. Maneklaran


: Doddy Virgianto

Selama tahun 2013 pendapatan usaha PT Aerowisata


meningkat 13,1% dari tahun lalu menjadi sebesar
Rp 2,86 triliun sementara itu beban usaha sebesar
Rp 2,73 triliun, meningkat 12,0% dari tahun lalu. Meskipun
ada peningkatan biaya usaha, pencapaian laba usaha
mengalami peningkatan 53,3% dibandingkan tahun
lalu menjadi sebesar Rp 99,67 miliar yang berasal dari
kenaikan pendapatan usaha sebesar 13,1% terutama akibat
peningkatan meal uplift.

In 2013, PT Aero Wisatas operating revenue grew by 13.1%


to Rp 2.86 trillion, while operating expenses increased by
12.0% to Rp 2.73 trillion. Despite an increase in operating
expenses, operating profit grew by 53.3% to Rp 99.67
billion compared with that in previous year, particularly
enabled by 13.1% increase in operating revenue as a result
of an increase in meal uplift.

Dengan memperhitungkan pendapatan dan biaya lain-lain,


maka pada tahun 2013 laba bersih yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk adalah sebesar Rp 66,1 miliar.

After taking into account other income and expenses, net


profit attributed to owners of the parent company reached
Rp 66.1 billion.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

156
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Total Aset per 31 Desember 2013 tercatat sebesar Rp 2,46


triliun, meningkat 22,2% dari tahun sebelumnya terutama
karena piutang usaha dan aset tetap meningkat. Liabilitas
per 31 Desember 2013 meningkat sebesar 32,3% menjadi
sebesar Rp 904,12 miliar terutama karena peningkatan
utang usaha dan utang jangka panjang. Ekuitas per 31
Desember 2013 tercatat sebesar Rp 1,56 triliun, meningkat
17,1% dari tahun 2012 seiring perbaikan kinerja.

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries
Total assets recorded at Rp 2.46 trillion as of December
31, 2013, an increase of 22.2% compared with that in 2012,
particularly due to rising account receivables and fixed
assets. Liabilities grew by 32.3% to Rp 904.12 billion as of
31 December 2013, particularly supported by an increase in
account payable and long term debt. Equity was recorded at
Rp 1.56 trillion as of 31 December 2013, an increase of 17.1%
compared to that in 2012 consistent with improvement in
the performance.

Kepemilikan Saham di Entitas Anak | Share Ownership in Subsidiary

Entitas Anak
Subsidiaries

Lokasi
Domicile

PT Aero Wisata dan entitas anak/


and subsidiaries (PT AWS)

Aerowisata Building
Jl. Prapatan No. 32 Jakarta
Tel. (62-21) 3500012
Fax. (62-21) 2310030

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Kegiatan Usaha Utama


Main Business Activities
Hotel, jasa boga,
penjualan tiket
Hotel, catering, ticketing
services

Persentase
Kepemilikan
Percentage of
Ownership
%

Tahun Operasi
Komersial
Start of
Commercial
Operations

99,99

1973

157

PT Abacus
Distribution
Systems
Indonesia

PT Abacus Distribution Systems Indonesia merupakan perusahaan yang


bergerak di penyedia jasa teknologi informasi dan komunikasi. Visi
perusahaan adalah menjadi salah satu GDS (Global Distribution Systems)
dan penyedia jasa teknologi informasi dan komunikasi terdepan di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan meliputi bidang jasa sistem komputerisasi reservasi,
menyewakan perangkat komputer kepada biro-biro perjalanan, menyediakan
fasilitas pelatihan kepada karyawan biro perjalanan dan menyediakan
petugas yang dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh biro
perjalanan dalam mengoperasikan Computerized Reservation Systems (CRS).

PT Abacus Distribution Systems Indonesia is a company engaged in the


provision of information technology and communication services. The
Companys vision is to become one of the leading providers of Global
Distribution System (GDS) and information technology and communication
services in Indonesia. The scope of its businesses include providing
computerized reservation system services, renting computer system for
travel agencies, providing training facilities for staff of travel agencies, and
providing help desk personnel to assist travel agencies in operating their
Computerized Reservation System (CRS).

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

158
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

Ikhtisar Keuangan (USD) | Financial Highlights (USD)

Uraian

Perkembangan
Changes
%

2013

2012

Pendapatan Usaha

3.082.209

2.840.466

Beban Usaha

8,5

Operating Revenues
Operating Expenses

2.684.529

2.744.524

(2,2)

Laba Usaha

397.680

95.942

314,5

Laba Bersih

125.115

71.490

75,0

Aset

Description

Income from Operations


Net Income

5.565.956

6.228.900

(10,6)

Assets

Liabilitas

548.770

995.522

(44,9)

Liabilities

Ekuitas

5.017.187

5.233.378

(4,1)

Equity

Susunan pengurus PT Abacus Distribution Systems


Indonesia selengkapnya adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Faik Fahmi
Komisaris
: Mega Satria
Komisaris
: Peter John Gammon

Management composition of PT Abacus Distribution


Systems Indonesia is as follows:
Board of Commissioners
President Commissioner : Faik Fahmi
Commissioner
: Mega Satria
Commissioner
: Peter John Gammon

Direksi
Direktur

Board of Directors
Director

: Iswandi Said

Pendapatan usaha yang diperoleh PT Abacus DSI tercatat


sebesar USD 3.082.209 di tahun 2013, meningkat 8,5%
dibandingkan dengan tahun 2012 terutama karena adanya
peningkatan pendapatan komisi. Beban usaha menurun
sebesar 2,2% menjadi USD 2.684.529 karena adanya
penurunan biaya penjualan sebagai dampak dari adanya
sharing biaya dengan Garuda Indonesia dan Abacus
International Pte Ltd (AIPL) sehingga laba usaha yang
dicapai meningkat secara signifikan menjadi USD 397.680.
dan laba bersih meningkat sebesar 75,0% menjadi
USD 125.115

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

: Iswandi Said

PT Abacus DSI recorded operating revenues of USD


3,082,209 in 2013, or increased by 8.5% compared with
a year earlier due to increase in commission income.
Operating expenses declined by 2.2% to USD 2,684,529
with the decrease in sales expenses resulting from cost
sharing with Garuda Indonesia and Abacus International Pte
Ltd (AIPL), which led to a significant increase in operating
profit to USD 397,680, while net profit grew by 75.0% to
USD 125.115.

159

Total Aset per 31 Desember 2013 tercatat sebesar


USD 5.565.956, menurun 10,6% dari tahun 2012 karena
adanya penurunan aset tetap. Liabilitas per 31 Desember
2013 tercatat sebesar USD 548.770, menurun 44,9% dari
tahun 2012 karena adanya penurunan utang lain-lain.
Ekuitas per 31 Desember 2013 tercatat sebesar
USD 5.017.187, menurun 4,1% dari tahun 2012 karena adanya
penurunan nilai wajar aset tetap hasil appraisal.

As of December 31, 2013, total assets recorded at


USD 5,565,956, declined by 10.6% from 2102, due to
decrease in fixed asset. Liabilities recorded at USD 548,770,
decreased by 44.9% compared with the previous year, due
to decrease in other liabilities. Equity declined by 4.1% to
USD 5,017,187, due to decrease in fair value of fixed asset
after appraisal

Kepemilikan Saham di Entitas Anak | Share Ownership in Subsidiary

Entitas Anak
Subsidiaries
PT Abacus Distribution Systems
Indonesia (ADSI)

Lokasi
Domicile
Jl. Mampang Prapatan
Raya No. 93 Jakarta
Tel. (62-21) 27535331,
27535399
Fax. (62-21) 7943517

Kegiatan Usaha Utama


Main Business Activities
Penyedia jasa sistem
komputerisasi reservasi
Computerize reservation
system services provider

Persentase
Kepemilikan
Percentage of
Ownership
%

Tahun Operasi
Komersial
Start of
Commercial
Operations

95,00

1996

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

160
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

PT Garuda
Maintenance
Facility
AeroAsia

PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMFAA) didirikan pada tanggal


26 April 2002 untuk melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program
Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya,
khususnya di bidang jasa perbaikan dan perawatan pesawat terbang serta
bidang lainnya yang berkaitan dengan jasa perbaikan dan perawatan
pesawat terbang, serta memupuk keuntungan bagi Garuda Indonesia dengan
menyelenggarakan jasa perbaikan dan perawatan pesawat terbang termasuk
engine dan komponennya.

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFAA)was established on April


26, 2002 to implement and support the Governments policies and programs
in the national economy and development, particularly in the area of aircraft
repair and maintenance services and other services related to aircraft repair
and maintenance, as well as generating profits for the Company through the
provision of aircraft repair and maintenance services, including the repair and
maintenance of aircraft engines and components.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

161

Ikhtisar Keuangan (USD) | Financial Highlights (USD)

Uraian

2013

Pendapatan Usaha

230.294.144

Beban Usaha

Perkembangan
Changes
%

2012
211.637.715

Description

8,8

Operating Revenues
Operating Expenses

212.481.455

197.201.215

7,7

Laba Usaha

17.812.689

14.436.500

23,4

Income from Operations

Laba Bersih

19.127.169

11.021.269

73,5

Net Income

207.854.836

179.673.245

15,7

Liabilitas

Aset

119.647.774

110.026.311

8,7

Ekuitas

88.207.062

69.646.934

26,6

Assets
Liabilities
Equity

Susunan pengurus PT Garuda Maintenance Facility Aero


Asia selengkapnya adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Heriyanto Agung Putra
Komisaris
: Djoko Murdjatmodjo
Komisaris
: Batara Silaban

The composition of the management of PT Garuda


Maintenance Facility Aero Asia is as follows:
Board of Commissioners
President Commissioner : Heriyanto Agung Putra
Commissioner
: Djoko Murdjatmodjo
Commissioner
: Batara Silaban

Direksi
Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur

Board of Directors
President Director
Director
Director
Director
Director
Director

: Richard Budihadianto
: Gatot Satriawan
: Setijo Awibowo
: Harkandri M Dahler
: Iwan Joeniarto
: Agus Sulistyono

: Richard Budihadianto
: Gatot Satriawan
: Setijo Awibowo
: Harkandri M Dahler
: Iwan Joeniarto
: Agus Sulistyono

GMFAA mencatat pendapatan usaha sebesar


USD 230.294.144 di tahun 2013, meningkat 8,8%
dibandingkan tahun 2012. Sementara itu, beban usaha
tercatat sebesar USD 212.481.454, meningkat sebesar
7,7% dibandingkan tahun 2012 sehingga laba usaha yang
diraih mencapai USD 17.812.689, atau meningkat 23,4%
dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini berasal
dari kenaikan pendapatan GA-PBTH (Power by the Hour)
dan pendapatan non Garuda Indonesia.

PT GMFAA recorded operating revenues of USD 230,294,144


in 2013, an increase of 8.8% compared with a year earlier.
Operating expenses grew by 7.7% to USD 212,481,454, led
to an increase in operating profit to USD 17,812,689 or grew
by 23.4% compared with a year earlier. The increase was
due to the increase in income from GA-PBTH (Power by the
Hour) and income from non Garuda Indonesia.

Laba bersih tercatat sebesar USD 19.127.169, meningkat


73,5% dibandingkan tahun sebelumnya terutama
disebabkan oleh laba selisih kurs.

Net profit stood at USD 19,127,169 or grew by 73.5%


compared to a year earlier mainly due to foreign exchange
gain.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

162
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Total Aset per 31 Desember 2013 tercatat sebesar


USD 207.854.836, meningkat 15,7% dibandingkan tahun
2012 karena adanya peningkatan aset tetap. Liabilitas
per 31 Desember 2013 meningkat sebesar 8,7% menjadi
USD 119.647.774 karena adanya peningkatan utang jangka
panjang. Ekuitas per 31 Desember 2013 tercatat sebesar
USD 88.207.062, meningkat 26,6% dari tahun sebelumnya
karena adanya perbaikan kinerja.

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries
As of December 31, 2013, total assets reached
USD 207,854,836 grew by 15.7% from last year, due to
increase in fixed assets. Liabilities recorded a growth of
8.7% to USD 119,647,774 due to increase in long term
liabilities. Equity recorded at USD 88,207,062, increased
by 26.6% from a year earlier as a result of improvement in
performance.

Kepemilikan Saham di Entitas Anak | Share Ownership in Subsidiary

Entitas Anak
Subsidiaries
PT Garuda Maintenance Facility
Aero Asia (GMFAA)

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Lokasi
Domicile

Kegiatan Usaha Utama


Main Business Activities

Gedung Manajemen GMF


Lt. 3 Bandara Soekarno
Hatta Cengkareng
Tel. (62-21) 5508608
Fax. (62-21) 5502441

Perbaikan dan
pemeliharaan pesawat
terbang

Persentase
Kepemilikan
Percentage of
Ownership
%

Tahun Operasi
Komersial
Start of
Commercial
Operations

99,00

2002

163

PT Aero
Systems
Indonesia

PT Aero Systems Indonesia, sebelumnya dikenal dengan nama PT Lufthansa


Systems Indonesia, berdiri sejak tahun 2005. Per akhir Desember 2010,
Garuda Indonesia memiliki 51% kepemilikan di perusahaan ini, sementara
sisanya sebesar 49% dimiliki oleh PT Aero Wisata.
Ruang lingkup kegiatan PT Aero Systems Indonesia meliputi bidang jasa
konsultasi dan rekayasa sistem teknologi informasi serta jasa pemeliharaan
bagi perusahaan penerbangan maupun industri lain.

PT Aero Systems Indonesia, previously known as PT Lufthansa Systems


Indonesia, was established in 2005. As of December 2010, Garuda Indonesia
owns 51% ownership in this company, with the remaining 49% ownership
was held by PT Aero Wisata.
The scope of activities of PT Aero Systems Indonesia include consultation
and engineering services in information technology systems as well as
maintenance services to airlines and other industries.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

164
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

Ikhtisar Keuangan | Financial Highlights (USD)

Uraian

2013

Perkembangan
Changes
%

2012

Pendapatan Usaha

22.078.793

19.413.420

Beban Usaha

19.653.863

18.176.178

8,1

Laba Usaha

2.424.930

1.237.242

96,0

Income from Operations

Laba Bersih

783.885

510.418

53,6

Net Income

Aset

29.414.854

29.638.625

(0,8)

Assets

Liabilitas

16.284.886

17.293.542

(5,8)

Liabilities

13.129.968

12.346.083

6,3

Ekuitas

13,7

Description
Operating Revenues
Operating Expenses

Equity

Susunan pengurus PT Aero Systems Indonesia


selengkapnya adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Judi Rifajantoro
Komisaris
: Heriyanto
Komisaris
: Jenny Mustopha

The composition of the management of PT Aero Systems


Indonesia is as follows:
Board of Commissioners
President Commissioner : Judi Rifajantoro
Commissioner
: Heriyanto
Commissioner
: Jenny Mustopha

Direksi
Direktur Utama
Direktur

Board of Directors
President Director
Director

: Tulus Danardono
: Mohammad Ismed Arifin

: Tulus Danardono
: Mohammad Ismed Arifin

Pendapatan Usaha PT Aero Systems Indonesia selama


tahun 2013 tercatat sebesar USD 22.078.793 meningkat
sebesar 13,7% dari tahun 2012. Biaya usaha meningkat
8,1% menjadi sebesar USD 19.653.863 sehingga laba usaha
yang diperoleh tercatat sebesar USD 2.424.930 meningkat
signifikan dibandingkan tahun lalu yang sebesar
USD 1.237.242.

Operating income of PT Aero Systems Indonesia in 2013


amounted to USD 22,078,793 grew by 13.7% from 2012.
Operating expenses grew by 8.1% to USD 19,653,863
led to an operating income of USD 2,424,930 increased
significantly from the previous year that stood at
USD 1,237,242.

Dengan peningkatan pendapatan usaha yang lebih tinggi


dibandingkan dengan biaya usaha, maka PT Aero System
Indonesia mampu membukukan peningkatan laba bersih
sebesar 53,6% di tahun 2013 menjadi USD 783.885.

With the increase in operating income is higher than the


operating expenses, PT Aero System Indonesia booked an
increase of net income, 53.6% in 2013 to USD 783,885.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

165

Total Aset per 31 Desember 2013 tercatat sebesar


USD 29.414.854, menurun sebesar 0,8% dibandingkan
tahun 2012 akibat adanya penurunan kas dan setara kas.
Liabilitas per 31 Desember 2013 tercatat sebesar
USD 16.284.886 menurun 5,8% karena adanya penurunan
biaya yang masih harus dibayar dan utang tidak lancar.
Ekuitas per 31 Desember 2013 tercatat sebesar
USD 13.129.968 atau meningkat 6,3% dari tahun sebelumnya
karena adanya peningkatan kinerja.

Total Assets as of 31 December 2013 stood at


USD 29,414,854, decreased by 0.8% from 2012 due to
the decrease in cash and cash equivalent. Liabilities as of
December 31, 2013 stood at USD 16,284,886 decreased by
5.8% due to a decrease in accrued expenses and noncurrent debt. Equity as of December 31, 2013 stood at
USD 13,129,968, an increase of 6.3% from the previous year
due to an increase in performance.

Kepemilikan Saham di Entitas Anak | Share Ownership in Subsidiary

Entitas Anak
Subsidiaries
PT Aero Systems Indonesia
(dahulu/formerly) PT Lufthansa
Systems Indonesia

Lokasi
Domicile

Kegiatan Usaha Utama


Main Business Activities

Ratu Plaza (Office Tower)


Lt. 28-29
Jl. Jend. Sudirman Kav. 9
Jakarta 10270
Tel. (62-21) 7252350,
7255670, 7255660/
29356000 jidom 2540
Fax. (62-21) 7256062

Penyedia jasa teknologi


informasi

Persentase
Kepemilikan
Percentage of
Ownership
%

Tahun Operasi
Komersial
Start of
Commercial
Operations

51,00

2005

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

166
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

PT Citilink
Indonesia

PT Citilink Indonesia didirikan pada tahun 2009 dan menjalankan usaha di


bidang jasa angkutan udara niaga berbiaya murah (low cost). Citilink telah
memperoleh Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal
No. SIUAU/ NB-027 tanggal 27 Januari 2012 dan Air Operator Certificate
(AOC) No. AOC/121-046 tanggal 22 Juni 2012 masing-masing dari Kementerian
Perhubungan. Dengan diperolehnya surat izin usaha dan AOC ini, Citilink
resmi berdiri sebagai entitas sendiri.
Sebagai kelanjutan dari pengembangan usaha low cost carrier (LCC), Citilink
mendapat investasi 5 unit pesawat Boeing 737-300 dan aset-aset lainnya
dari Garuda Indonesia. Disamping itu terhadap pesawat Airbus A320-200
yang disewa Garuda Indonesia dilakukan sub-lease ke Citilink. Investasi yang

PT Citilink Indonesia was founded in 2009 and engaging in the business of


low cost carrier. Citilink obtained Scheduled Commercial Air Transportation
Permit No. SIUAU/NB-027 on January 27, 2012 and Air Operator Certificate
(AOC) Number AOC/121-046 on June 22, 2012 from the Ministry of
Transportation. After receiving the SIUAU/NB permit and be AOC certified,
Citilink officially operated as an independent business entity.
Following the business development as Low Cost Carrier (LCC), Citilink
received investment in form of 5 units of Boeing 737-300 and other assets
from Garuda Indonesia. In addition, the Airbus A320-200 rented by Garuda

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

167

besar pada Citilink ini akan membuat perusahaan ini lebih


siap bersaing dan memberikan landasan yang kuat untuk
pengembangan usaha di masa mendatang.

Indonesia was sub-leased to Citilink. High investment in


Citilink will prepare the company to compete and to provide
strong foundation for business development in the future.

Modal ditempatkan dan disetor Citilink per 31 Desember


2013 adalah Rp 431.710 juta atau setara USD 44.901.104,
yang terdiri dari 406.960 lembar saham yang dimiliki oleh
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dan 24.750 lembar
saham yang dimiliki oleh PT Aero Wisata. Persentase
kepemilikan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dan
PT Aero Wisata per 31 Desember 2012 masing-masing
adalah 94,27% dan 5,73%.

The paid-in capital of Citilink as of December 31, 2013


amounted to Rp 431,710 million, or equivalent to
USD 44,901,104, comprising of 406,960 shares held by
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. and 24,750 shares held
by PT Aero Wisata. The share ownership percentage of
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. and PT Aero Wisata as
of December 31, 2012 were 94.27% and 5.73%, respectively.

Susunan pengurus Citilink selengkapnya adalah sebagai


berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Handrito Hardjono
Komisaris
: Meijer Frederik Johannes
Komisaris
: Daryatmo

The composition of the management of PT Citilink is as


follows:
Board of Commissioners
President Commissioner : Handrito Hardjono
Commissioner
: Meijer Frederik Johannes
Commissioner
: Daryatmo

Direksi
Direktur Utama
: Muhammad Arif Wibowo
Direktur Produksi : Hadinoto Soedigno
Direktur Keuangan : Albert Burhan

Board of Directors
President Director
: Muhammad Arif Wibowo
Chief Operation Officer : Hadinoto Soedigno
Chief Finance Officer
: Albert Burhan

Operasional

Operational

Industri penerbangan nasional terus mencatat


pertumbuhan, baik dari segi kapasitas maupun jumlah
penumpang yang diangkut. Penambahan kapasitas
yang berasal dari penambahan armada pesawat dari
para operator penerbangan pada gilirannya mendorong
peningkatan jumlah penumpang domestik sebesar 2,1% dari
54,5 juta orang pada tahun 2012 menjadi 55,7 juta orang
pada tahun 2013 sebagaimana dilaporkan Badan Pusat
Statistik (BPS). Sementara itu, kendati perekonomian masih
mencatat laju pertumbuhan yang relatif tinggi yaitu 5,78%,
pelemahan nilai tukar telah meningkatkan biaya-biaya
operasi penerbangan karena sejumlah biaya berbasis US
Dollar, seperti sewa dan pemeliharaan pesawat. Di sisi lain,
kepadatan (congestion) bandara-bandara utama membatasi
optimalisasi penambahan frekuensi dan rute penerbangan
dari para operator.

National aviation industry continues to record


commendable growth, both in terms of capacity as well
as number of passengers carried. Additional capacity from
the fleet expansion of airline companies has promoted an
increase in domestic passengers, grew by 2.1% from 54.5
million people in 2012 to 55.7 million in 2013 as reported
Central Bureau of Statistics (BPS). Meanwhile, although
Indonesia posted a relatively high economic growth of
5.78%, the weakening of the exchange rate have increased
operating costs since some of the expenses must be paid
in USD, such as leasing and maintenance fee. On the other
hand, the congestion of major airports has put limits on the
efforts to optimize the addition of flight frequency and the
expansion of routes.

Citilink menerapkan strategi yang ditujukan untuk


mengembangkan pasar, mengambil pangsa pasar
budget traveller yang cukup besar dan mendukung
Garuda Indonesia dalam mempertahankan dominasinya

Citilink implements strategy to develop market, aiming


at budget traveller which has a quite significant market
share, and to support Garuda Indonesia in maintaining
its dominance in all segments. Given that the Citilink

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

168
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

di semua segmen. Mengingat Citilink baru berdiri pada


tahun 2012, maka strategi ini dijalankan secara bertahap.
Citilink menjalankan strategi Network Penetration dengan
mengembangkan hub Batam dan membuka rute-rute dan
destinasi baru yang didukung oleh penambahan pesawat,
peningkatan layanan ground support dan ticketing office
di bandara, serta fokus keselamatan dan keamanan
penerbangan. Sebagai hasilnya, pangsa pasar Citilink dapat
terus ditingkatkan.

was newly established in 2012, then the strategy must


be executed in stages. Citilink runs Network Penetration
strategy by establishing hub Batam and opening new routes
and new destinations supported with fleet expansion,
enhancement of ground support services, and ticketing
office at the airports, as well as focusing on aviation safety
and security. As a result, Citilinks market share can be
improved.

Di tahun 2013, Citilink menambah pesawat sebanyak 10 unit


Airbus A320-200 dengan cara sewa (leasing). Sementara itu,
satu pesawat milik Boeing 737-300 mengalami total loss di
Padang. Dengan demikian, jumlah pesawat bertambah dari
21 unit di tahun 2012 menjadi 30 unit di tahun 2013. Per 31
Desember 2013, Citilink mengelola 24 unit Airbus A320-200
sewa, 4 unit Boeing 737-300 milik sendiri, 1 unit Boeing 737400 sewa dan 1 unit Boeing 737-300 sewa. Usia rata-rata
pesawat menurun dari 9,0 tahun di tahun 2012 menjadi 6,7
tahun di tahun 2013.

In 2013, Citilink received 10 units Airbus A320-200 by


leasing. On the other hand, one unit Boeing 737-300 is
written off as total loss in Padang. Hence, the fleet was
expanded from 21 units in 2012 to 30 units in 2013. As of 31
December 2013, Citilink operates 24 units of leased Airbus
A320-200, 4 units Boeing 737-300 owned aircraft, 1 unit
Boeing 737-400 and 1 unit of Boeing 737-300, leased. The
average of aircraft age decreased from 9.0 year in 2012 to
6.7 year in 2013.

Network penetration diwujudkan dengan menjadikan


Batam sebagai hub ketiga sesudah Jakarta dan Surabaya,
membuka 14 rute baru, menambah kota yang dilayani dan
meningkatkan jumlah frekuensi penerbangan. Frekuensi
penerbangan dari Batam ditingkatkan dari 6 kali sehari di
tahun 2012 menjadi 13 kali sehari di tahun 2013. Rute-rute
baru dari Jakarta menuju Bengkulu, Jambi, Yogyakarta,
Malang, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Semarang dan Tanjung
Pandan. Rute-rute baru lainnya adalah Batam-Pekanbaru,
Batam-Palembang, Balikpapan-Yogyakarta, BalikpapanMakassar, Surabaya-Kupang dan Makassar-Ambon.

Network penetration is realized by making Batam as the


third hub after Jakarta and Surabaya, opening 14 new routes,
expanding destination and increasing flight frequency.
The flights frequency from Batam increased from 6 times
a day in 2012 to 13 times a day in 2013. There were new
routes from Jakarta to Bengkulu, Jambi, Yogyakarta, Malang,
Pangkal Pinang, Pekanbaru, Semarang and Tanjung Pandan.
Other new routes are the Batam-Pekanbaru, BatamPalembang, Balikpapan-Yogyakarta, Balikpapan-Makassar,
Surabaya-Kupang and Makassar-Ambon.

Jumlah kota dan destinasi baru yang dilayani ada 12 yaitu


Bengkulu, Jambi, Yogyakarta, Malang, Pangkal Pinang,
Pekanbaru, Semarang, Tanjung Pandan, Palembang,
Kupang, Solo dan Ambon. Jumlah frekuensi penerbangan
searah harian pada akhir tahun 2013 meningkat dari 98
kali sehari di akhir tahun 2012 menjadi 134 kali sehari di
akhir tahun 2013. Sementara itu, layanan penerbangan rute
Balikpapan-Denpasar, Balikpapan-Makassar, Balikpapan-

Number of new cities and destinations served are 12,


namely Bengkulu, Jambi, Yogyakarta, Malang, Pangkal
Pinang, Pekanbaru, Semarang, Tanjung Pandan, Palembang,
Kupang, Solo and Ambon. The one way trip for daily
increased from 98 times a day at the end of 2012 to 134
times a day by the end of 2013. Meanwhile, BalikpapanDenpasar, Balikpapan-Makassar, Balikpapan-Solo,
Surabaya-Makassar, Makassar-Ambon and Bandung-

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

169

Solo, Surabaya-Makassar, Makassar-Ambon dan BandungDenpasar dihentikan karena pertimbangan ekonomis. Ruterute ini dan destinasi Solo dan Ambon tidak ditampilkan
dalam Gambar Jaringan Rute karena tidak dilayani pada
akhir Desember 2013.

Denpasar were closed for economic considerations. These


routes and destinations Solo and Ambon are not shown in
Figure of Network because they were not served by the end
of December 2013.

Jaringan Rute penerbangan akhir 2013 adalah sebagai


berikut:

As of the end 2013, the Network Route is as follows:

Jaringan Rute Citilink Desember 2013 | Citilinks Route Network December 2013

MEDAN
BATAM
PEKANBARU
PANGKAL PINANG
PADANG

BALIKPAPAN

JAMBI
TANJUNG PANDAN

BENGKULU

PALEMBANG
JAKARTA

BANJARMASIN
SEMARANG
MAKASSAR

SURABAYA
MALANG
BANDUNG
YOGYAKARTA

MATARAM
DENPASAR
KUPANG

Citilink mencatat utilisasi pesawat sebesar 7:23 jam per


hari, relatif stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya
7:24 jam per hari. Pencapaian utilisasi ini dipengaruhi oleh
struktur rute dengan rata-rata jarak segmen penerbangan
(stage length) 789 kilometer dan kepadatan bandarabandara utama.

Citilink recorded aircraft utilization at 7:23 hours per day,


relatively stable compared to the previous year of 7:24
hours per day. This was is affected by route structures with
an average flight segment (stage length) of 789 kilometers
and congestion of major airports.

Dengan skala produksi yang meningkat tajam, jangkauan


destinasi yang meluas dan pemenuhan layanan
penerbangan yang basic, Citilink menambah sumber
daya di segala lini, baik operasional, manajemen maupun
administratif. Citilink menambah awak kokpit, awak kabin,
personil penjualan dan pemasaran serta profesi lainnya
sehingga jumlah personil pada akhir Desember 2013 tercatat
sebanyak 951 orang dari 531 orang pada akhir Desember
2012.

With a sharp increase in production scale, expanding


destination range and the fulfilment of basic flight services,
Citilink needs to add resources at all lines, including
operational, management and administrative. Citilink added
its cockpit crew, cabin crew, sales and marketing personnel
as well as other professions so that the number of
personnel as of the end of December 2013 were 951 people,
increased from 531 people at the end of December 2012.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

170
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

Jumlah Pegawai | Number of Employees


Uraian

31 Desember 2013
December 31, 2013

31 Desember 2012
December 31, 2012

Perubahan | Change
2012-2013

Description

Penerbang

265

156

69,9%

Cockpit Crew

Awak kabin

382

213

79,3%

Cabin Crew

Teknik

25

17

47,1%

Technical

Niaga

100

57

75,4%

Commercial

14

10

40,0%

Finance and Accounting

100,0%

Information Technology

138

61

126,2%

Operation

19

13

46,2%

Administration &
General

951

531

79,1%

Keuangan dan Akuntansi


Teknologi informasi
Operasi
Administrasi & Umum
Jumlah

Total

Selama tahun 2013, beberapa inisiatif yang dilakukan oleh


Citilink untuk memperbaiki kinerja operasional adalah:
Penambahan pesawat baru Airbus 320-200
Penambahan personil cockpit crew, cabin crew dan
profesi lainnya; dan pengisian pejabat Vice President,
Senior Manager, serta penggantian beberapa District
Sales Manager.
Persiapan dari sisi operasional baik berupa peningkatan
On Time Performance, persiapan destinasi baru,
pembenahan ground support, dan kerja sama
maintenance.
Upaya pengurangan biaya dengan dimulainya fuel
conservation program, pengurangan biaya RON
(Remain Over Night), pengurangan tipe pesawat,
pengurangan biaya maintenance & ground handling.
Payment channel di Alfamart, Alfamidi, dan Lawson
(sekitar 7.000 8.000 toko)
Payment channel di PT Pos Indonesia bekerja sama
dengan Citibank
Mobile application untuk Blackberry, Android, dan iOS.
Ticketing office baru di Terminal 1 C
Wall unit self check-in counter di Terminal 1 C
Peningkatan ancillary revenues berupa fee atas
pembayaran dengan kartu kredit/debit, peningkatan
tarif excess baggage dan green seat
Kerja sama passenger, cargo dan donasi di web dengan
PMI.
Pemberhentian operasional Boeing 737 sejak Juli 2013

Throughout 2013, a number of initiatives made by Citilink to


improve its operating performance were:
Addition of new Airbus 320-200
Addition of cockpit crew, cabin crew and other
profession; and filling the position of Vice President,
Senior Manager, and replacing a number of District
Sales Manager.
Conducting operational preparation include increasing
On Time Performance, preparing new destination,
improving ground support, and maintenance
cooperation.
Cost efficiency began with fuel conservation program,
reducing expenses of RON (Remain Over Night),
simplifying fleet, reducing maintenance & ground
handling fees.
Payment channel at Alfamart, Alfamidi, and Lawson
(approximately 7,000 8,000 stores)
Payment channel at PT Pos Indonesia in collaboration
with Citibank
Mobile application for Blackberry, Android, and iOS.
New ticketing office at Terminal 1C
Wall unit self check-in counter at Terminal 1 C
Increasing ancillary revenues in form of fees charged
for purchases made with credit/debt cards, increasing
excess baggage and green seat charges,
Collaboration between passengers, cargo and donation
in web with PMI.
Ceasing the operation of Boeing 737 since July 2013

Perusahaan mencatat kenaikan kapasitas kursi yang


tersedia dan ASK sebagai hasil dari penambahan jumlah
pesawat dan frekuensi penerbangan. Kursi yang tersedia

The Company recorded an increase in available seats


capacity and ASK resulting from the addition of aircraft and

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

171

dalam penerbangan meningkat sebesar 74,0% menjadi


6.896 ribu sementara ASK meningkat sebesar 75,1%
menjadi 5.465 juta.

flight frequency. The available seat grew by 74.0% to 6,896


thousand while ASK grew by 75.1% to 5,465 million.

Indikator Penerbangan Citilink | Citilink Key Indicators

Uraian
Description

Agustus Desember
2012
August December
2012

Perubahan
2012-2013
Change
2012-2013

2013

2012

30

21

42,9%

Rata-rata jumlah pesawat


Total Average of Aircraft

22,5

13,2

70,5%

Utilisasi armada (jam/hari)


Aircraft Utilization (hour/day)

7:23

7:24

(0,2%)

951

531

79,1%

Jumlah rute | Number of Route

28

19

47,4%

Jumlah kota yang dilayani | Number of Cities Served

23

11

109,1%

Jumlah pesawat 31 Des.

30

21

42,9%

6,1

5,8

Jumlah pesawat 31 Desember


Number of Aircraft - December 31

Jumlah pegawai - 31 Desember


Number of Employee - December 31

Perubahan
Agustus Desember
2012-2013
Change
August December
2012-2013

Indikator Keuangan | Financial Indicators:

Passenger Yield (USc) | Passenger Yield (USc)


Biaya per ASK (USc) | Cost per ASK (USc)
Harga avtur per liter (USc)
Avtur Price per liter (USc)

6,1

5,4%

0,8%

6,3

6,5

6,3

(1,7%)

(1,7%)

87,4

92,3

92,3

(5,3%)

(5,3%)

Jumlah penumpang yang diangkut dan volume penjualan


revenue passenger kilometres (RPK) meningkat cukup besar
sehingga menaikkan pangsa pasar penumpang domestik.
Jumlah penumpang meningkat sebesar 86,9% menjadi
5.347 ribu orang dan RPK meningkat sebesar 87,7% menjadi
4.201 juta. Pangsa pasar Citilink dalam pasar domestik
meningkat 4,3 percentage point menjadi 9,6%. Kenaikan
ini didorong oleh peningkatan kapasitas dan tingkat isian
tempat duduk (seat load factor).

Number of passengers carried and the volume of sales of


revenue passenger kilometer (RPK) increased significantly
thereby increasing the market share for domestic
passengers. The number of passengers carried grew by
86.9% to 5,347 thousand people and RPKs increased
by 87.7% to 4,201 million. Citilinks market share in the
domestic market increased by 4.3 percentage points to
9.6%. This increase was driven by increased capacity and
seat load factor.

Citilink meraih dua penghargaan dan mencatat ratarata On Time Performance (OTP) tahun 2013 sebesar
80,5%. Penghargaan ini adalah Service to Care Awards
yang diterima dari Marketeers pada bulan Maret 2013
berdasarkan survei pembaca MarketPlus Magazine dan
pakar industri serta Indonesia Leading Low Cost Airline dari
program The Indonesian Travel and Tourism Awards (ITTA)
pada bulan Desember 2013.

In 2013, Citilink won two awards and recorded an average


On Time Performance (OTP) of 80.5%. The awards were
Service to Care Award from Marketeers in March 2013 based
on a survey conducted by MarketPlus Magazine readers and
experts, and Indonesia Leading Low Cost Airline from The
Indonesian Travel and Tourism Awards (ITTA) in December
2013.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

172
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

Citilink dapat meningkatkan pendapatan dari penumpang


dengan menaikkan harga jual tiket rata-rata per kilometer
(passenger yield) dan kenaikan SLF. Harga jual tiket ratarata dinaikkan sebesar 5,4% dari USc 5,8 menjadi USc 6,1
pada 2013. Tingkat isian penumpang meningkat sebesar
5,3 percentage points dari 71,7% pada tahun 2012 menjadi
77% pada tahun 2013. Kenaikan ini didukung oleh network
penetration, peningkatan brand awareness dan penerapan
revenue management yang dilakukan dalam upaya merebut
pangsa pasar dan memasarkan rute-rute baru.

Citilink can increase revenue from passengers by increasing


passenger yield and SLF. The passenger yield raised by
5.4% from USc5.8 to USc6.1 in 2013. Passenger Load Factor
increased by 5.3 percentage points from 71.7% in 2012
to 77% in 2013. This increase is supported by a network
penetration, increased brand awareness and application
of revenue management in order to capture bigger market
share and to sell new routes.

Biaya unit Cost/ASK dapat ditekan sebesar 1,7% dari


USc 6,5 pada tahun 2012 menjadi USc 6,3 pada tahun 2013.
Penurunan ini terutama dimungkinkan oleh penurunan
harga avtur sebesar 5,3% menjadi USc 87,4 per liter,
penggunaan jenis pesawat Airbus A320-200 yang
berkapasitas 180 kursi dan inisiatif untuk mengurangi biaya.

Unit Cost/ASK can be reduced by 1.7% from USc 6.5 in 2012


to USc 6.3 in 2013. The decrease was made possible mainly
due to decrease in jet fuel price by 5.3% to USc 87.4 per
liter, use of the type Airbus A320-200 aircraft with a capacity
of 180 seats and the initiatives to reduce costs.

Statistik Operasional Citilink | Citilinks Operational Statistics

Uraian
Description
Frekuensi | Frequencies
Frekuensi mingguan pada bulan
Desember
Weekly frequencies in December
Kursi yang tersedia
Available Seat
Tempat duduk-kilometer tersedia
(ASK)
Available Seat Kilometer (ASK)
Rata-rata jarak segmen
penerbangan
Average Flight Segment

Unit

2013

2012

2011

Agustus Desember
2012
August December
2012

Perubahan
Change
2012-2013

Perubahan
Agustus Desember 2012FY 2013
Change August December 2012
- FY 2013

(000)

39

24,1

13,9

12

61,8%

221%

938

620

376

620

51,3%

51%

(000)

6.896

3.964

2.104

2.036

74,0%

239%

(juta)

5.465

3.121

1,778

1.586

75,1%

244%

km

789

781

841

772

1,0%

2%

Jam terbang | Block Hour

(000)

60

36

21

18

68,0%

239%

Jumlah penumpang diangkut


Number Passenger Carried

(000)

5.347

2.861

1.626

1.445

86,9%

270%

(juta)

4.201

2.238

1.354

1.120

87,7%

275%

Tingkat isian tempat duduk (SLF)


Seat Load Factor (SLF)

77,0

71,7

76,1

70,6

5,3pp.

6,6pp

Pangsa pasar penumpang


Market Segment

9,6

5,3

3,2

6,1

4,3pp.

3,5pp

(000 ton)

77

48

28

24

60,2%

216%

(juta)

468

239

145

120

95,7%

291%

Penumpang-kilometer diangkut
(RPK)
Passenger-Kilometer Carried (RPK)

Tonase kargo diangkut


Tonnage Cargo Carried
Tonase-kilometer diangkut (RTK)
Revenue Tonne Kilometer (RTK)

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

173

Tinjauan Keuangan

Financial Review

Di tahun 2012 Citilink hanya beroperasi selama 5 bulan,


yaitu sejak Agustus 2012 hingga Desember 2012. Sebelum
periode tersebut, Citilink menggunakan AOC Garuda
Indonesia sehingga dibukukan dalam laporan keuangan
Garuda Indonesia. Dengan demikian, angka perbandingan
merupakan angka 12 bulan di tahun 2013 dibandingkan
dengan 5 bulan di tahun 2012.

In 2012, Citilink operates only for 5 months, from August


2012 to December 2012. Prior to this period, Citilink
used Garuda Indonesia AOC and hence is recorded in
the financial statements of Garuda Indonesia. Hence,
the comparative figures are between 12 months in 2013
compared to 5 months in 2012.

Citilink membukukan kenaikan jumlah pendapatan usaha


sebesar 272% dari sejumlah USD 73 juta di tahun 2012
menjadi USD 273 juta di tahun 2013. Peningkatan ini
terutama berasal dari kenaikan kapasitas ASK sebesar
244%, kenaikan SLF sebesar 6,6 percentage points dan
kenaikan passenger yield sebesar 0,8%.

Citilink posted an increase in total operating revenues of


272% from USD 73 million in 2012 to USD 273 million in
2013. Increase was primarily derived from the increase in
capacity of ASK by 244%, SLF by 6.6 percentage points and
increase in passenger yield by 0.8%.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

174
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

Sedangkan beban usaha meningkat sebesar 218%


dari USD 105 juta menjadi USD 334 juta di tahun 2013.
Kenaikan ini berasal dari kenaikan ASK yang sebesar
244%, penambahan pesawat, personil dan infrastruktur
operasional untuk pengembangan usaha lebih lanjut.
Kenaikan beban usaha ini mengakibatkan Citilink
mencatat peningkatan rugi usaha dan rugi bersih
komprehensif dibandingkan tahun sebelumnya menjadi
masing-masing sebesar USD 60 juta dan USD 48 juta.
Investasi dan penambahan aset yang dilakukan berhasil
meningkatkan jumlah aset sebesar 45% dari USD 73 juta
pada 31 Desember 2012 menjadi USD 106 juta pada 31
Desember 2013. Aset yang meningkat antara lain adalah
dana perawatan pesawat dan uang jaminan, uang muka
pembelian pesawat serta aset pajak tangguhan.

Meanwhile, operating expenses increased by 218% from


USD 105 million to USD 334 million in 2013. Increase was
derived from ASK, which grew by 244%, the addition of
aircraft, personnel and operational infrastructure for further
business development. Increased operating expenses led to
increased nett operating loss and net loss each of
USD 60 million and USD 48 million respectively.
Investment and asset additions has made total assets grew
by 45% from USD 73 million at December 31, 2012 to
USD 106 million at December 31, 2013. Increase Assets
include aircraft maintenance funds and security deposits,
advances for purchase of aircraft and tax assets deferred.

Liabilitas mengalami peningkatan terutama liabilitas jangka


panjang sedangkan Ekuitas menurun karena kerugian yang
dialami. Liabilitas jangka pendek per 31 Desember 2013
tercatat sebesar USD 73 juta, meningkat dari USD 45 juta
per 31 Desember 2012. Liabilitas jangka panjang per
31 Desember 2013 tercatat sebesar USD 58 juta, meningkat
dari USD 5 juta per 31 Desember 2012. Ekuitas menurun dari
USD 23 juta menjadi defisit sebesar USD 25 juta.

Liabilities was increased, mainly due to the increase in long


term liabilities, while equity decreases due to the losses
suffered. Short-term liabilities as of December 31, 2013
stood at USD 73 million, an increase of USD 45 million as of
December 31, 2012. Long-term Liabilities as of December 31,
2013 stood at USD 58 million, an increase of USD 5 million
as of December 31, 2012. Equity decreased from USD 23
million to a deficit of USD 25 million.

Citilink menggunakan kas untuk aktivitas operasi dan


investasi masing-masing sejumlah USD 31 juta dan USD 30
juta. Pendanaan bersih yang diperoleh berjumlah USD 61
juta yang berasal dari induk perusahaan.

Citilink used cash for operating and investing activities


amounted to USD 31 million and USD 30 million
respectively. Net financing totalling USD 61 million was
obtained from the parent company.

Ikhtisar Keuangan (USD 000) | Citilink Financial Highlight (USD thousand)


2013

2012

Perkembangan
Growth

Jumlah pendapatan usaha

273.399

73.398

272%

Total Revenues

Jumlah beban usaha

333.604

104.943

218%

Operating Expenses

Laba (rugi) usaha

(60.205)

(31.545)

Penghasilan keuangan
Laba (rugi) sebelum pajak
Manfaat pajak
Laba (rugi) bersih periode berjalan
Laba komprehensif lain
Jumlah laba (rugi) bersih
komprehensif

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

(2.818)

308

(63.023)

(31.237)

14.543

2.827

(48.480)

(28.410)

511

6.315

(47.969)

(22.095)

Income (Loss) Operations


Finance Income
Income (Loss) before Tax
414%

Tax Benefit
Income (Loss) for The Year

-92%

Other Comprehensive Income


Total Comprehensive Income
(Loss)

175

Ikhtisar Keuangan (USD 000) | Citilink Financial Highlight (USD thousand)


Perkembangan
Growth

2013

2012

Jumlah aset lancar

27.005

32.035

-16%

Total Current Assets

Jumlah aset tidak lancar

79.049

41.110

92%

Total Non-Current Assets


Total Assets

Jumlah aset

106.055

73.144

45%

Jumlah liabilitas jangka pendek

73.309

45.254

62%

Jumlah liabilitas jangka panjang

57.726

4.901

1078%

Modal saham

44.901

44.901

0%

Tambahan modal disetor

(3.104)

4.543

3.211

Komponen ekuitas lainnya


Saldo laba (defisit)

Total Current Liabilities


Total Non-Current Liabilities
Authorized Capital Stock
Additional Paid In Capital

41%

Other Component of Equity

(71.320)

(25.124)

Jumlah ekuitas

(24.980)

22.989

Retained Earnings (Deficit)

Jumlah liabilitas dan ekuitas

106.055

73.144

Arus kas diperoleh dari (digunakan


untuk) aktivitas operasi

(31.089)

2.770

Net Cash Provided from Operating


Activities

Arus kas diperoleh dari (digunakan


untuk) aktivitas investasi

(30.221)

3.223

Net Cash Provided from Investment


Activities

Arus kas diperoleh dari (digunakan


untuk) aktivitas pendanaan

60.585

(109)

Total Equity
45%

Total Liabilities and Equity

Net Cash Used in Financing


Activities

Rencana Tahun 2014

2014 Plan

Di tahun 2014, Citilink akan melanjutkan pengembangan


usaha untuk dapat meningkatkan kinerja dan mendorong
pertumbuhan yang berkelanjutan melalui hal-hal berikut:
1. Menjamin ketersediaan armada pesawat melalui
komitmen dengan pabrik pesawat terbang
2. Penambahan armada melalui cara sewa
3. Mengembangkan hub-hub penerbangan domestik, baik
pada medium-high density market maupun secondary
market
4. Ekspansi di regional
5. Penetrasi brand di pasar budget traveller
6. Mengembangkan layanan non-penerbangan untuk
mendapat ancillary income
7. Penambahan dan peningkatan sumber daya manusia
dan infrastruktur
8. Menjalankan beragam inisiatif untuk menurunkan unit
cost secara berkelanjutan.
9. Mengembangkan layanan penerbangan carter.

In 2014, Citilink will continue its business development


effort to improve performance and drive sustainable growth
through the following:
1. Ensure availability of aircraft through a commitment to
the aircraft manufacturer
2. Additions fleet through leasing
3. Developing domestic hubs, both in the medium-highdensity markets as well as secondary market
4. Expansion in regional
5. Brand penetration in budget traveller market
6. Developing non-flight service to gain ancillary income
7. Additions and improvement of human resources and
infrastructure
8. Conducting various initiatives to reduce the unit cost on
an ongoing basis.
9. Develop a charter flight service.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

176
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

Kepemilikan Saham di Entitas Anak | Share Ownership in Subsidiary

Entitas Anak
Subsidiary
PT Citilink Indonesia

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Lokasi
Domicile
Kantor Pusat | Head Office
Menara Citicon Lt. 16
Jl. S. Parman Kav. 72
Jakarta

Kegiatan Usaha Utama


Main Business Activities
Jasa penerbangan LCC
LCC airline services

Persentase
Kepemilikan
Percentage of
Ownership
%

Tahun Operasi
Komersial
Start of
Commercial
Operations

94,27

2012

177

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

178
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

SBU & Entitas Anak


SBU & Subsidiaries

PT Gapura
Angkasa

PT Gapura Angkasa dibentuk berdasarkan perjanjian kerja sama tiga Badan


Usaha Milik Negara, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., PT Angkasa Pura I
dan PT Angkasa Pura II.
Tujuan utama didirikannya Perusahaan ini pada tahun 1998 adalah untuk
memenuhi kebutuhan akan bertumbuhnya jasa ground handling yang
profesional bagi perusahaan penerbangan domestik maupun internasional
yang beroperasi di seluruh bandara-bandara di Indonesia. PT Gapura
Angkasa mulai beroperasi pada tanggal 01 April 1998 melayani 11 airlines,
dengan total produksi mencapai 42,000 flights per tahun, sebagian besar
adalah penerbangan Garuda Indonesia.
PT Gapura Angkasa was founded based on Cooperation Agreement between
three State Owned Enterprises, namely PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.,
PT Angkasa Pura I and PT Angkasa Pura II.
The main objective behind the foundation of the Company in 1998 is to meet
the growing needs of professional ground handling services for domestic
and international airlines companies operating in all airports in Indonesia.
PT Gapura Angkasa commenced start its operation on April 1, 1998 serving
11 airlines, with total production reached 42,000 flights per year, mostly are
Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

179

Sejak itu, Gapura Angkasa terus bertumbuh baik secara


organisasi maupun kemampuannya. Komitmen Perusahaan
terhadap kualitas, safety & security serta customer
satisfaction menjadi faktor-faktor kunci bagi keberhasilan
Gapura Angkasa. Keberhasilan itu telah dibuktikan dengan
diterimanya beberapa pengakuan maupun penghargaan,
diantaranya Sertifikat Operasi, ISO 9001:2000, SNI Award
maupun ISAGO.

Since then, Gapura Angkasa continues to grow in terms


of organization and capability. Its commitment towards
quality, safety & security, and customer satisfaction became
key factors for the success of Gapura Angkasa, proved by
recognition or awards, such as Certificate of Operation, ISO
9001:2000, SNI Award and ISAGO.

Saat ini Perusahaan didukung oleh lebih dari 11.000


karyawan yang berdikasi dan berkompetensi di bidangnya
dan sejumlah 4.884 unit armada GSE yang terdiri atas
1.061 motorized dan 3.823 non motorized. Perusahaan
juga melayani lebih dari 43 airlines dengan total produksi
223.855 flights termasuk di dalamnya Chartered Flights,
VVIP Flights dan Military Flights dengan jaringan operasi

To date, the Company is supported by more than 11,000


dedicated and competent employees and 4,884 units of
GSE, comprising 1,061 motorized and 3,823 non motorized.
The Company serves more than 43 airlines with total
production of 223,855 flights including Chartered Flights,
VVIP Flights and Military Flights with operational network in
more than 30 airports in Indonesia.

lebih dari 30 bandara di Indonesia.


Susunan Pengurus PT Gapura Angkasa adalah sebagai
berikut:

Composition of the Board of Management of PT Gapura


Angkasa is as follow:

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Kimisaris

: Capt. Novianto Herupratomo


: Rinaldo J. Azis
: Yushan Sayuti
: Edie Haryoto
: IGN Bambang Tjahjono

Board of Commissioners
President Commissioner : Capt. Novianto Herupratomo
Commissioner
: Rinaldo J. Azis
Commissioner
: Yushan Sayuti
Commissioner
: Edie Haryoto
Commissioner
: IGN Bambang Tjahjono

Direksi:
Direktur Utama
Direktur Operasi
Direktur Komersial
Direktur Keuangan

: Agus Priyanto
: Heru Legowo
: Tharian
: Hariyanto

Board of Directors
President Director
Director of Operation
Director of Commercial
Director of Finance

: Agus Priyanto
: Heru Legowo
: Tharian
: Hariyanto

Kepemilikan Saham di Entitas Anak | Share Ownership in Subsidiary

Entitas Anak
Subsidiary
PT Gapura Angkasa

Lokasi
Domicile
Jl. Angkasa
Kota Baru Bandar
Kemayoran
Jakarta 10610
Tel. 021 654-5410
012 654-1876
012 654-1877
012 654-1878
012 654-1879

Kegiatan Usaha Utama


Main Business Activities
Ground handling, smart
handling, logistics

Persentase
Kepemilikan
Percentage of
Ownership
%

Tahun Operasi
Komersial
Start of
Commercial
Operations

37,5%

1998

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

180
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tinjauan Keuangan
Financial Review

Pendapatan Usaha
Perusahaan pada
tahun 2013 tercatat
USD 3.716 juta,
meningkat 7,0%
atau USD 244 juta
dibandingkan tahun
2012.

Lingkungan Operasional

The Companys operating


revenue was recorded at
USD 3,716 million, an increase
of 7.0% or equivalent to
USD 244 million compared
with 2012.

Operating Environment

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Perekonomian global mulai menunjukkan tanda-tanda


pemulihan di tahun 2013 seiring mulai menguatnya
perekonomian Amerika Serikat dan Eropa. Sementara itu,
kendati mengalami penurunan, China masih mencatat
pertumbuhan ekonomi tertinggi yaitu sebesar 7,7% di
tahun 2013. Hal ini memicu permintaan terhadap jasa
penerbangan, baik penumpang ataupun kargo untuk
mendukung aktivitas perdagangan dunia.
Trafik penumpang penerbangan internasional Asia Pasifik,
sebagaimana yang dilaporkan oleh maskapai-maskapai
penerbangan anggota Association of Asia Pacific Airlines
(AAPA), mencapai 220 juta orang di tahun 2013, meningkat
lebih dari 12 juta orang atau 6,0% dibandingkan tahun
sebelumnya. Selain itu, Revenue Passenger Kilometers
(RPK) juga meningkat sebesar 5,2% menjadi 813 miliar,

The global economic environment has initiated its recovery


process in 2013 along with improvement in the US and
European economy. Meanwhile, China still recorded the
highest economic growth of 7.7% in 2013, despite it was
actually slower than in the previous year. This triggered
demand for air transportation services, both for passengers
and cargo to support the world trading activities.
International passenger traffic for Asia Pacific regions, as
reported by members of Association of Asia Pacific Airlines
(AAPA), reached 220 million in 2013, increased by more than
12 million passengers or grew by 6.0% compared with the
previous year. In addition, Revenue Passenger Kilometers

181

yang mencerminkan kuatnya permintaan terhadap rute-rute


regional yang dipicu oleh pertumbuhan ekonomi kawasan
Asia Pasifik dan penambahan kapasitas Available Seat
Kilometers (ASK) sebesar 4,8%.

(RPK) also grew by 5.2% to 813 billion, which reflected


strong demand for regional routes, driven by economic
growth in the Asia Pacific region and a 4.8% increase in the
capacity as measured by Available Seat Kilometers (ASK).

Sementara itu, perekonomian domestik mencatat


penurunan pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar
5,8% di tahun 2013 dibandingkan dengan 6,3% di tahun
2012. Pertumbuhan tertinggi masih dicatat oleh sektor
pengangkutan dan telekomunikasi yaitu sebesar 10,2%.
Pertumbuhan ekonomi ini dicapai di tengah laju inflasi yang
tinggi, pelemahan nilai tukar rupiah serta defisit transaksi
berjalan.

Meanwhile, domestic economy decelerated to 5.8% in 2013


compared with 6.3% in 2012. The highest growth was still
recorded by transportation and telecommunication sector
by 10.2%. Such economic growth was achieved amid high
inflation, weakening currency and current account deficit.

Industri penerbangan di tahun 2013 masih tetap prospektif,


seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan
daya beli masyarakat Indonesia. Menggeliatnya permintaan
terhadap industri penerbangan membuat persaingan
bisnis di industri penerbangan berlangsung ketat. Garuda
Indonesia memilih untuk melihat persaingan ini sebagai
tantangan untuk memicu Perusahaan menjadi lebih baik
dan memberikan yang terbaik bagi seluruh pelanggan dan
stakeholder lainnya.

The airline industry in 2013 remained favourable in line with


the economic growth and rising peoples purchasing power.
Growing demand for airline services led to tightening
business competition within the industry. Garuda Indonesia
opted to see such competition as a challenge to drive the
Company better and to offer the best to its customers and
other stakeholders.

Hasil-Hasil Operasional

Operational Results

Pencapaian kinerja keuangan Perusahaan di tahun 2013


dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor
eksternal yang mempengaruhi adalah depresiasi mata
uang Rupiah, Yen, dan Won terhadap US Dollar, tingkat
inflasi yang tinggi, dan kepadatan beberapa bandara
utama domestik. Sedangkan faktor internal utama yang
mempengaruhi adalah pengembangan rute-rute baru
sebagai initial investment bagi Perusahaan.

The financial performance in 2013 was affected by both


external and internal factors. External factors included
depreciation of Rupiah, Yen and Won against the US
dollar, high inflation level and the congestion at some
major domestic airports. Meanwhile, main internal factors
included new route expansion as an initial investment for
the Company.

Pendapatan Usaha
Pendapatan usaha Garuda Indonesia Grup meningkat
sebesar USD 243,6 juta atau 7,0% menjadi USD 3.716 juta
pada tahun 2013. Peningkatan ini terutama berasal dari
kenaikan sebesar 9,8% pada penerbangan berjadwal
menjadi USD 3.170 juta dan kenaikan sebesar 4,4%
pada pendapatan usaha lainnya menjadi USD 330 juta.
Sementara itu pendapatan dari penerbangan tidak
terjadwal mengalami penurunan sebesar 19,7% menjadi
USD 216 juta di tahun 2013, dari USD 269 juta di tahun 2012
terutama akibat pembatasan kuota haji oleh Pemerintah
Arab Saudi.

Operating Revenues
Garuda Indonesia Groups operating revenues increased
by USD 243.6 million or 7.0% to USD 3,716 million in 2013.
Such increase was attributed to the growth of 9.8% in
scheduled airline services to USD 3,170 million and a growth
of 4.4% in other operating revenue to USD 330 million.
Meanwhile revenue from non-scheduled airline service fell
by 19.7% to USD 216 million in 2013 from USD 269 million in
2012 particularly due to a limit on hajj quota set up by Saudi
Arabia government.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

182
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tinjauan Keuangan
Financial Review

Pendapatan Usaha Penerbangan Berjadwal


Pendapatan dari penerbangan berjadwal meningkat
sebesar 9,8% di tahun 2013 menjadi USD 3.170 juta.
Pendapatan ini mendominasi pendapatan usaha Perusahaan
di tahun 2013, yaitu mencakup 85,3% dari total pendapatan
usaha.

Operating Revenue Scheduled Airline Services


Revenue from scheduled airline services grew by 9.8%
to USD 3,170 million in 2013. This revenue dominated the
Companys operating revenue in 2013, representing 85.3%
of total operating revenue.

Peningkatan pendapatan penumpang penerbangan


berjadwal antara lain dimungkinkan oleh peningkatan
sebesar 22,3% pada jumlah penumpang dari 20,4 juta
penumpang di tahun 2012 menjadi 25 juta penumpang di
tahun 2013. Hal ini menyebabkan kenaikan pendapatan
dari penumpang sebesar 10,0% dari USD 2.688 juta di
tahun 2012 menjadi USD 2.955 juta di tahun 2013. Kenaikan
penumpang di tahun 2013 antara lain mencerminkan
keberhasilan program Garuda Travel Fair (GATF), program
early bird promotion, dan perbaikan dalam e-commerce.

The increase in revenue from passengers of scheduled


airline services was partly enabled by the growth of 22.3%
in the number of passengers from 20.4 million in 2012 to
25 million passengers in 2013. This caused an increase in
revenue from passengers by 10.0% from USD 2,688 million
in 2012 to USD 2,955 million in 2013. The increase in the
number of passengers during 2013 partly attributed to the
success of Garuda Travel Fair (GATF) program, early bird
promotion program, and improvement in e-commerce.

Sementara itu, pendapatan kargo dari penerbangan


berjadwal juga naik sebesar 6,0% menjadi USD 196 juta
di tahun 2013. Pendapatan ini menyumbang sekitar 6,2%
dari total pendapatan penerbangan berjadwal di tahun
2013. Kenaikan ini dimungkinkan oleh peningkatan muatan
kargo diangkut dari 280 juta kg di tahun 2012 menjadi 346
juta kg pada tahun 2013. Peningkatan pendapatan kargo
diantaranya disebabkan oleh program reservasi Sky Chain
dan implementasi Cargo Service Centre di pasar domestik.

Meanwhile, revenue from cargo of scheduled airline services


also grew by 6.0% to USD 196 million in 2013. This revenue
contributed around 6.2% to total revenue from scheduled
airline services in 2013. Such increase was enabled by the
growth in cargo carried from 280 million kg in 2012 to 346
million kg in 2013. The increase in revenue from cargo was
due to Sky Chain reservation program and implementation
of Cargo Service Centre in the domestic market.

Pendapatan dari Penumpang Penerbangan Berjadwal (USD Juta)


Passenger Revenue from Scheduled Airline Services (USD Million)

2013
Penerbangan Mainbrand
Penerbangan Citilink
Total

2.699

2.557

5,5%

257

130

96,8%

2.955

2.687

10,0%

Pendapatan Usaha Penerbangan Tidak Berjadwal


Pembatasan kuota Haji sebesar 20% oleh Pemerintah
Arab Saudi menyebabkan penurunan pendapatan dari
penerbangan tidak berjadwal sebesar 19,7% di tahun 2013,
dari USD 269 juta di tahun 2012 menjadi USD 216 juta di
tahun 2013. Pendapatan dari penerbangan haji mencakup
90,4% dari total pendapatan dari penerbangan tidak
berjadwal.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Perkembangan %
Growth %

2012

Mainbrand Flight
Citilink Flight

Operating Revenues Non Scheduled Airline Services


The limit on hajj quota to only 20% by the Saudi Arabia
government caused a decline of 19.7% in the revenue from
non scheduled airline services from USD 269 million in
2012 to USD 216 million in 2013. Revenue from hajj flight
represented 90.4% to total revenue from non scheduled
airline services.

183

Pendapatan Usaha Lainnya


Pendapatan Usaha Lainnya mengalami peningkatan sebesar
4,4% dari USD 316 juta di tahun 2012 menjadi
USD 330 juta di tahun 2013. Peningkatan ini terutama
berasal dari peningkatan jasa boga sebesar 20,6%, dari
USD 50 juta di tahun 2012 menjadi USD 60 juta di tahun 2013
akibat meningkatnya jumlah meal uplift kepada operator
penerbangan lain serta peningkatan industrial catering.

Operating Revenues Other Operating Revenues


Other Operating revenues increased by 4.4% from USD 316
million in 2012 to USD 330 million in 2013. Such increase
was particularly derived from the growth in catering services
by 20.6% from USD 50 million in 2012 to USD 60 million in
2013 as a result of an increase in meal uplift to other airlines
and an increase in industrial catering.

Beban Usaha
Beban usaha mengalami peningkatan sebesar 10,8% dari
USD 3.304 juta di tahun 2012 menjadi USD 3.660 juta di
tahun 2013 antara lain dipicu oleh peningkatan sebesar
17,6% pada beban operasional penerbangan. Beban
operasional penerbangan menyumbang 61,3% terhadap
beban usaha.

Operating Expenses
Operating expenses grew by 10.8% from USD 3,304 million
in 2012 to USD 3,660 million in 2013 partly triggered by
the growth of 17.6% in flight operations expenses. Flight
operations expenses accounted for 61.3% to total operating
expenses.

Kendati beban operasional penerbangan mengalami


peningkatan, unit cost layanan penumpang jasa
penerbangan berjadwal turun sebesar 3,8% menjadi
USc 7,55 di tahun 2013 dari USc 7,85 di tahun 2012.
Penurunan ini mencerminkan upaya efisiensi yang dilakukan
Perusahaan.

Even though flight operating expenses posted an increase,


unit cost for passenger services of scheduled airline services
declined by 3.8% to USc 7.55 in 2013 from USc 7.85 in 2012.
The decline showed initiatives conducted by the Company
to boost efficiency.

Beban operasional penerbangan tercatat sebesar


USD 2.245 juta, atau meningkat 17,6% dari USD 1.909
juta di tahun 2012 seiring dengan kenaikan beban bahan
bakar, beban sewa dan charter pesawat. Beban bahan
bakar merupakan penyumbang terbesar dari beban
operasional penerbangan, yaitu mencakup 63,3% dari
total beban operasional penerbangan di tahun 2013.
Beban bahan bakar meningkat sebesar 13,2% dari
USD 1.255 juta di tahun 2012 menjadi USD 1.420 juta di
tahun 2013, terutama akibat peningkatan jam terbang,
dimana Block Hour (BH) meningkat sebesar 23,9%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya, walaupun
harga rata-rata avtur mengalami penurunan dari USc
91,0/liter di tahun 2012 menjadi USc 87,6/liter di tahun
2013. Fuel burned/BH mengalami penurunan sebesar
3,1% dari 3.981 liter/BH di tahun 2012 menjadi 3.857
liter/BH di tahun 2013, menunjukkan keberhasilan
Perusahaan melakukan efisiensi bahan bakar melalui
pemanfaatan armada yang lebih efisien serta
keberhasilan pelaksanaan program fuel conservation.
Beban sewa dan charter pesawat meningkat 32,0%
dari USD 449 juta di tahun 2012 menjadi USD 592 juta
di tahun 2013 seiring penambahan armada sewa yang
dilakukan selama tahun 2013 untuk mendukung strategi

Flight operations expenses was recorded at USD 2,245


million, or increased by 17.6% from USD 1,909 million in
2012 due to higher jet fuel expenses as well as aircraft
rental and charter expenses. Fuel expenses were the
largest contributor to flight operations expenses,
representing 63.3% to total flight operations expenses
in 2013. Fuel expenses grew by 13.2% from USD 1,255
million in 2012 to USD 1,420 million in 2013, particularly
due to higher flight hour, whereby block hour increased
by 23.9% compared with a year earlier. This is
despite the fact that average jet fuel prices have
actually declined from USc 91.0/liter in 2012 to
USc 87.6/liter in 2013. Fuel burned/BH fell by 3.1% from
3,981 liter/BH in 2012 to 3,857 liter/BH in 2013, showing
the Companys success in conducting fuel efficiency
through the utilization of more efficient aircraft and fuel
conservation program.

Aircraft rental and charter expenses increased by 32.0%


from USD 449 million in 2012 to USD 592 million in
2013 driven by additional leased aircraft during 2013
to support the Companys business expansion. The

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

184
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

ekspansi Perusahaan. Melalui pengoperasian armada


pesawat baru yang lebih efisien, Perusahaan dapat
mengurangi beban perawatan dan penggunaan bahan
bakar pesawat. Usaha-usaha lain dalam efisiensi biaya
terus dilakukan untuk memperbesar margin keuntungan
serta dilakukannya sale and lease back atas armada
pesawat baru untuk mengurangi beban keuangan dan
beban depresiasi.
Beban tiket, penjualan dan promosi yang menyumbang
9,2% dari total beban usaha juga mengalami
peningkatan sebesar 5,8% menjadi USD 336 juta.
Beban pemeliharaan dan perbaikan tercatat sebesar
USD 288 juta, mengalami penurunan sebesar 0,2%
dari tahun 2012 seiring dengan semakin rendahnya
rata-rata umur pesawat yang dimiliki Perusahaan dan
menurunnya beban pemeliharaan dan perbaikan pada
pihak ketiga.
Beban pelayanan penumpang mengalami peningkatan
sebesar 7,4% dari USD 264 juta di tahun 2012 menjadi
USD 284 juta di tahun 2013 seiring peningkatan jumlah
penumpang dan peningkatan kualitas layanan yang
diberikan oleh Perusahaan. Upaya peningkatan kualitas
layanan ini dibarengi dengan upaya pengendalian
biaya. Hal ini terlihat dari cost/ASK yang mengalami
penurunan sebesar 3,8%, dari USc 7,85 pada tahun 2012
menjadi USc 7,55 pada tahun 2013.
Beban bandara mengalami peningkatan dari USD 240
juta di tahun 2012 menjadi USD 267 juta di tahun 2013
seiring peningkatan jumlah penerbangan dari 153.266
pada tahun 2012 menjadi 196.403 pada tahun 2013, serta
pembukaan kantor cabang dan rute baru di tahun 2013.
Beban ini menyumbang 7,3% dari total beban usaha di
tahun 2013.
Beban administrasi dan umum berjumlah USD 219 juta
atau 6,0% dari total beban usaha, mengalami kenaikan
sebesar 2,4% yang dipicu oleh kenaikan beban pajak,
penyusutan dan asuransi.
Beban operasional hotel meningkat 30,8% dari USD 26
juta di tahun 2012 menjadi USD 34 juta di tahun 2013,
disebabkan oleh meningkatnya beban operasi dan
bahan baku makanan. Beban ini menyumbang 0,9% dari
total beban usaha.
Beban operasional transportasi dan operasi jaringan
mengalami kenaikan masing-masing sebesar 8,3% dan
6,7%. Adapun porsi beban ini terhadap total beban
usaha masing-masing sebesar 0,5%.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Tinjauan Keuangan
Financial Review
operation of new efficient aircraft allowed the Company
to cut its maintenance expenses and fuel consumption.
Other initiatives to improve cost efficiency has been
consistently carried out to widen profit margin, in
addition to the adoption of sale and lease back
policy for new fleet to reduce financial charges and
depreciation expenses.
Ticketing, sales and promotion expenses which
contributed 9.2% to total operating expenses, increased
by 5.8% to USD 336 million.
Maintenance and overhaul expenses was recorded at
USD 288 million, declined by 0.2% from that in 2012
consistent with lower age of fleet operated by the
Company and the decline in maintenance and overhaul
expenses to third parties.
Passenger services expenses increased by 7.4% from
USD 264 million in 2012 to USD 284 million in 2013
consistent with the growth in number of passengers and
improvement in the quality of services. Effort to improve
quality of services was followed by cost discipline. This
could be seen from cost/ASK which fell by 3.8% from
USc 7.85 in 2012 to USc 7.55 in 2013.
User charge and station expenses increased from
USD 240 million in 2012 to USD 267 million in 2013 in
line with the growth in the number of flight from 153,266
in 2012 to 196,403 in 2013 as well as the opening of new
branches and routes in 2013. Such expenses contributed
7.3% of total operating expenses in 2013.

General and administrative expenses which reached


USD 219 million or 6.0% to total operating expenses,
posted an increase of 2.4% driven by an increase in tax
expenses, depreciation and insurance cost.
Hotel operation expenses grew by 30.8% from
USD 26 million in 2012 to USD 34 million in 2013, caused
by the increase in operating expenses and raw material
for foods. Such expenses contributed 0.9% of total
operating expenses.
Transportation operation expenses and network
operation expenses posted an increase by 8.3% and
6.7%, respectively. These expenses accounted for each
0.5%.

185

Perusahaan memperoleh pendapatan lain-lain sebesar


USD 50 juta pada tahun 2013 yang terutama berasal
keuntungan selisih kurs sebesar USD 48 juta, sedangkan
untuk tahun 2012 perusahaan mencatat keuntungan
selisih kurs sebesar USD 9 juta.

The Company recorded other income amounted to


USD 50 million in 2013 which particularly derived from
the foreign exchange gain amounted to USD 48 million.
This was higher than USD 9 million in 2012.

Laba Komprehensif | Total Comprehensive Income

Uraian

Perkembangan %
Growth %

2013

2012

Pendapatan Usaha

3.716.076.586

3.472.468.962

Beban Usaha

3.659.628.311
56.448.275
(47.632.672)

Laba Usaha
Penghasilan (Beban) Lain-lain
- Bersih

7,02

Operating Revenues

3.304.396.858

10,75

Operating Expenses

168.072.104

(66,41)

Income from Operations

(16.541.550)

187,96

Other (Income) Charges


Income Before Tax

Laba Sebelum Pajak

8.815.603

151.530.554

(94,18)

Manfaat (Beban) Pajak

2.384.777

(40.687.981)

(105,86)

Laba Periode Berjalan


Laba/(Rugi) Komprehensif Lain
Jumlah Laba Komprehensif

Description

Tax Benefits (Expense)

11.200.380

110.842.573

(89,90)

Net Income for The Year

(10.634.860)

34.566.735

(130,77)

Other Comprehensive (Loss)


Income

565.520

145.409.308

(99,61)

Total Comprehensive Income

Laba Usaha dan EBITDA


Perusahaan membukukan laba usaha sebesar USD 56 juta di
tahun 2013, mengalami penurunan sebesar 66,4% dari
USD 168 juta di tahun sebelumnya. Sebagai akibatnya,
EBITDA mengalami penurunan sebesar 26,9% menjadi
USD 218 juta di tahun 2013.

Income from Operations and EBITDA


The Company booked operating profit of USD 56 million in
2013, declined by 66.4% from USD 168 million in previous
year. As a result, EBITDA fell by 26.9% to USD 218 million in
2013.

Penghasilan (Beban) Lain-lain


Perusahaan mencatat penghasilan lain-lain yang berasal
dari pendapatan keuangan sebesar USD 10 juta di tahun
2013. Selain pendapatan keuangan, penghasilan lain-lain
juga berasal dari bagian laba bersih asosiasi yang tercatat
sebesar USD 2 juta di tahun 2013.

Other Income (Charges)


The Company recorded other income derived from finance
income amounted to USD 10 million in 2013. In addition to
finance income, other income also stemmed from equity
in net income of associates amounted to USD 2 million in
2013.

Sementara itu, beban lain-lain berasal dari beban keuangan


yang meningkat menjadi USD 60 juta di tahun 2013 dari
USD 25 juta di tahun 2012. Peningkatan beban keuangan
ini terutama berasal dari beban bunga yang meningkat
menjadi USD 44 juta di tahun 2013 akibat penambahan
pinjaman jangka panjang dan terkait penambahan armada
untuk mendukung ekspansi Perusahaan di tahun 2013.

Meanwhile, other expenses was derived from finance cost


which increased to USD 60 million in 2013 from USD 25
million in 2012. The increase in finance cost was particularly
due to higher interest expenses of USD 44 million in 2013
as a result of additional long term loans related to fleet
expansion to support the Companys business development
in 2013.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

186
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tinjauan Keuangan
Financial Review

Laba Sebelum Pajak


Laba sebelum pajak tercatat sebesar USD 9 juta di tahun
2013, mengalami penurunan sebesar 94,2% dibandingkan
tahun 2012 yang tercatat sebesar USD 152 juta.

Income before Tax


Income before tax recorded at USD 9 million in 2013,
declined by 94.2% from USD 152 million in 2012.

Laba Bersih
Laba bersih tercatat sebesar USD 11 juta di tahun 2013,
menurun dari USD 111 juta di tahun 2012. Sebagai akibat dari
penurunan laba bersih, margin bersih mengalami penurunan
dari 3,2% di tahun 2012 menjadi 0,3% di tahun 2013.

Net Income
Net income recorded at USD 11 million in 2013, declined
from USD 111 million in 2012. As a result of the decline in net
income, net margin declined from 3.2% in 2012 to 0.3% in
2013.

Laba Komprehensif
Jumlah Laba Komprehensif Perusahaan tercatat sebesar
USD 0,6 juta di tahun 2013 turun 99,6% dibandingkan tahun
2012 yang sebesar USD 145 juta. Penurunan ini diakibatkan
Perusahaan mengalami Rugi Komprehensif Lain sebesar
USD 11 juta sedangkan pada tahun 2012 Perusahaan
memperoleh Laba Komprehensif Lain sebesar USD 35 juta.
Penurunan tersebut terutama akibat selisih kurs karena
penjabaran laporan keuangan terkait depresiasi mata uang
Rupiah terhadap Dollar Amerika.

Comprehensive Income
Total comprehensive income was USD 0.6 million in 2013,
declined by 99.6% from USD 145 million in 2012. Such
decline was due to other comprehensive loss amounted
to USD 11 million compared with other comprehensive
income of USD 35 million recorded in 2012. This was due
to exchange differences on translating foreign operations
related to weaker Rupiah against the US dollar:

Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja


keuangan Perusahaan di tahun 2013, antara lain:
Tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 yaitu
5,8%, melemah dibandingkan tahun 2012 yang tercatat
sebesar 6,3%
Depresiasi mata uang Rupiah, Yen dan Won terhadap
Dollar Amerika
Tingkat inflasi Indonesia yang mencapai 8,38%
Meningkatnya persaingan dalam industri penerbangan
Keterbatasan slot, traffic right dan runway terutama di
bandara Cengkarang dan Denpasar.

External factors affecting the Companys performance


during 2013 were, among others:
Decelerated Indonesian economic growth from 6.3% in
2012 to 5.8% in 2013.

Sedangkan faktor-faktor internal yang mempengaruhi


kinerja keuangan Perusahaan tahun 2013, adalah sebagai
berikut:
Pengembangan rute-rute baru sebagai wujud investasi
awal Perusahaan.
PT Citilink yang masih dalam tahap pengembangan
pasar domestik

Meanwhile internal factors affecting the Companys


performance during 2013 were as follows:

Depresiasi mata uang Rupiah, Yen dan Won terhadap Dollar


Amerika, tingkat inflasi yang tinggi, serta persaingan dalam
industri penerbangan berdampak pada penurunan tingkat
isian penumpang (seat load factor) dan harga jual per
penumpang (passenger yield) yang masing-masing turun
2,4% dan 6,1% dibandingkan di tahun 2012.

Weakening Rupiah, Yen and Won against the US dollar, high


inflation and tighter competition in the industry caused a
decline in seat load factor and passenger yield by 2.4% and
6.1%, respectively compared with that in 2012.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Weakening of Rupiah, Yen and Won against the


US dollar
Inflation level which reached 8.38%
Tightening competition in the airline industry.
Limited slot, traffic right and runway at Cengkareng and
Denpasar airports

Route expansion as an initial investment for the


Company
PT Citilink was still in the development stage in the
domestic market.

187

Sementara dampak keterbatasan slot, traffic right dan


runway pada kinerja operasional Perusahaan terlihat dari
penurunan ketepatan penerbangan (OTP) yang turun 1,3%
dibandingkan di tahun 2012.

Meanwhile, impact of limited slot, traffic right and runway


on the Companys operational performance was reflected
on a decline in OTP by 1.3% from that in 2012

Posisi Keuangan

Financial Position

Aset
Jumlah aset Perusahaan tercatat sebesar USD 2.954 juta di
tahun 2013, mengalami peningkatan dibandingkan dengan
USD 2.518 di tahun 2012, terutama dipicu oleh peningkatan
sebesar 28,7% dalam aset lancar dan 13,5% dalam aset
tidak lancar.

Assets
The Companys assets was recorded at USD 2,954 million in
2013, an increase from USD 2,518 million in 2012, particularly
triggered by a growth of 28.7% in current assets and 13.5%
in non current assets.

Aset Lancar
Aset lancar tahun 2013 tercatat sebesar USD 819 juta,
meningkat dibandingkan aset lancar di tahun 2012 yang
sebesar USD 637 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan
oleh:
Peningkatan kas dan setara kas sebesar 45,9% menjadi
USD 475 juta di tahun 2013 dari USD 326 juta di tahun
2012, terutama disebabkan oleh pengembalian uang
muka pembelian pesawat, serta tambahan pinjaman
jangka panjang guna mendukung ekspansi bisnis
Perusahaan melalui pengoperasian armada baru yang
diharapkan dapat mengurangi biaya perawatan dan
biaya bahan bakar.
Peningkatan piutang usaha sebesar 8,1% menjadi USD
140 juta di tahun 2013 seiring peningkatan tagihan
kepada pihak ketiga.

Current Assets
Current assets were recorded at USD 819 million in 2013, an
increase from USD 637 million in 2012. Such increase was
due to:

Aset Tidak Lancar


Aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 13,5%
dari USD 1.881 juta di tahun 2012 menjadi USD 2.135 juta di
tahun 2013. Kenaikan ini antara lain disebabkan oleh:
Kenaikan dana perawatan pesawat dan uang jaminan
yang meningkat sebesar 33,7%, dari USD 462 juta
di tahun 2012 menjadi USD 618 di tahun 2013. Dana
perawatan pesawat meningkat sebesar 134,9% dari USD
351 juta di tahun 2012 menjadi USD 473 juta di tahun
2013 seiring meningkatnya jumlah pesawat yang disewa,
dari 84 pesawat di tahun 2012 menjadi 117 pesawat di
tahun 2013.

Non Current Assets


Non current assets increased by 13.5% from USD 1,881
million in 2012 to USD 2,135 million in 2013. Such increase
was due to:
An increase of 33.7% in maintenance reserve fund and
security deposits from USD 462 million in 2012 to
USD 618 million in 2013. Maintenance reserve funds
grew by 134.9% from USD 351 million in 2012 to
USD 473 million in 2013 consistent with the increase in
the number of leased fleet from 84 fleet in 2012 to 117
fleet in 2013.

Increase in cash and cash equivalent by 45.9% to


USD 475 million in 2013 from USD 326 million in 2012,
particularly caused by refund of advance payments for
purchase of aircraft and additional long term loans to
support the Companys business expansion through the
operation of new fleet which was expected to reduce
maintenance and fuel expenses.
Increase in account receivable by 8.1% to USD 140
million in 2013 along with an increase in receivables to
third parties.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

188
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tinjauan Keuangan
Financial Review

Peningkatan aset tetap-bersih sebesar 8,15%, dari


USD 798 juta di tahun 2012 menjadi USD 863 di tahun
2013, terutama disebabkan oleh penambahan aset tetap
seperti rotable parts, simulator, aset sewa pembiayaan,
dan pengembangan aset sewa seiring ekspansi armada
Perusahaan.

Increase in net fixed assets by 8.15% from USD 798 in


2012 to USD 863 million in 2013, particularly due to an
increase in fixed assets like rotable parts, simulator,
financial lease assets and additional leased assets
related to the Companys fleet expansion.

Liabilitas
Liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
30,5% menjadi USD 984 juta di tahun 2013 antara lain
disebabkan oleh kenaikan utang bank dan lembaga
keuangan dari USD 6 juta di tahun 2012 menjadi USD 45 juta
di tahun 2013. Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun juga mengalami kenaikan dari
USD 186 juta di tahun 2012 menjadi USD 348 juta di tahun
2013 seiring dengan jatuh jatuh temponya beberapa
pinjaman jangka panjang yang dimiliki oleh Perusahaan.

Liabilities
Current liabilities grew by 30.5% to USD 984 million in 2013,
partly due to an increase in loans from banks and financial
institution from USD 6 million in 2012 to USD 45 million
in 2013. Current maturities of non current liabilities also
increased from USD 186 million in 2012 to USD 348 million
in 2013 as some long term loans were due.

Sementara itu, liabilitas jangka panjang mengalami


peningkatan sebesar 31,4% dari USD 649 juta di tahun 2012
menjadi USD 853 di tahun 2013 yang terutama dipicu oleh
kenaikan sebesar 110,1% dalam pinjaman jangka panjang
di tahun 2013 untuk menunjang pengembangan bisnis
Perusahaan, yang terutama ditujukan untuk penambahan
armada. Rencana strategis Perusahaan penambahan
armada baru adalah realisasi mencapai sasaran program
Quantum Leap. Dalam program Quantum Leap, Perusahaan
ditargetkan mengoperasikan sekitar 190 pesawat.
Perusahaan menilai bahwa jika program Quantum Leap ini
dapat dilakukan dengan baik, Perusahaan akan tumbuh
sesuai dengan perkembangan dan permintaan pasar dan
pada saat yang bersamaan bersinergi dengan Pemerintah
dalam mendukung pembangunan Republik Indonesia,
khususnya pelaksanaan program konektivitas MP3EI.

Meanwhile, non current liabilities increased by 31.4%


from USD 649 million in 2012 to USD 853 million in
2013 particularly driven by a 110.1% increase in long term
loans during 2013 to support the Companys business
development, particularly to expand fleet. The Companys
strategic plan to expand its fleet was a step to meet the
target defined in the Quantum Leap program. Under
the Quantum Leap program, the Company has target to
operate around 190 fleets. The Company believes that if the
Quantum Leap program can be executed well, the Company
can grow consistent with the growth in market and demand
while at the same time promoting a synergy with the
government to support the development of Indonesia,
particularly related to the MP3EI connectivity.

Ekuitas
Ekuitas mengalami peningkatan dari USD 1.115 juta di tahun
2012 menjadi USD 1.117 juta di tahun 2013 sebagai akibat dari
laba bersih yang diperoleh Perusahaan di tahun 2013.

Equity
Equity increased from USD 1,115 million in 2012 to USD 1,117
million in 2013 as a result of the net income generated
throughout the year 2013.

Arus Kas
Pada tanggal 31 Desember 2013, kas dan setara kas
tercatat sebesar USD 475 juta, meningkat sebesar 45,9%
dibandingkan posisi pada 31 Desember 2012 yang tercatat
sebesar USD 326 juta.

Cash Flows
As of December 31, 2013, cash and cash equivalent was
recorded at USD 475 million, increased by 45.9% compared
with USD 326 million as of December 31, 2012.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

189

1. Aktivitas Operasional
Arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai
USD 139 juta di tahun 2013 mengalami penurunan
sebesar 61,9% dibandingkan dengan USD 365 juta
di tahun 2012, terutama berasal dari pengeluaran kas
kepada pemasok dan karyawan yang meningkat sebesar
24,7% dari USD 2.911 juta di tahun 2012 menjadi
USD 3.630 juta di tahun 2013.
2. Aktivitas Investasi
Arus kas yang digunakan untuk kegiatan investasi
mencapai USD 383 juta di tahun 2013, mengalami
penurunan dibandingkan dengan USD 524 juta di tahun
2012. Hal ini terutama disebabkan oleh penerimaan
pengembalian uang muka pembelian atas pesawat yang
delivery tahun 2013 meningkat sebesar 442,5% dari
USD 73 juta di tahun 2012 menjadi USD 399 juta di tahun
2013.
3. Aktivitas Pendanaan
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
meningkat sebesar 472,9% dari USD 75 juta di tahun
2012 menjadi USD 432 juta di tahun 2013, terutama
berasal dari pinjaman jangka panjang sebesar
USD 813 juta, yang terdiri dari USD 431 juta pinjaman
jangka panjang, USD 182 juta pinjaman bank dan
lembaga keuangan serta USD 200 juta obligasi. Pada
tahun 2013 Perusahaan membayar pinjaman jangka
panjang dan utang bank dan lembaga keuangan
masing-masing sebesar USD 228 juta dan USD 142 juta.

1. Operating Activities
Cashflow from operating activities reached USD 139
million in 2013, declined by 61.9% compared with
USD 365 million in 2012, particularly came from cash
paid to suppliers and employees which increased by
24.7% from USD 2,911 million in 2012 to USD 3,630
million in 2013.

Pengungkapan Lain-lain

Other Disclosure

Struktur Modal
Kebijakan struktur modal Perusahaan adalah untuk
mempertahankan struktur modal yang optimal untuk
mencapai tujuan-tujuan usaha, termasuk melalui rasio
modal yang sehat dan peringkat kredit yang kuat.

Capital Structure
The Companys capital structure policy is to maintain an
optimum capital structure to support business objectives,
including maintaining a sound capital ratio and a strong
credit rating.

Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal


Pada tahun 2013, Perusahaan telah memperoleh fasilitas
utang baru dengan total sebesar USD 350 juta dari
beberapa bank, antara lain sindikasi Citibank, Permata
Bank, BRI, Panin Bank dan sindikasi BCA. Fasilitas ini
digunakan untuk membiayai pengembangan armada.
Pinjaman ini adalah pinjaman tanpa agunan, dengan bunga
cukup rendah, yang sekaligus membuktikan kepercayaan
perbankan kepada Perusahaan semakin kuat.

Commitment for Capital Investment


In 2013, the Company obtained a new debt facility
amounted to USD 350 million from several banks, such
as syndication of Citibank, Permata Bank, BRI, Panin Bank
and syndication of BCA. The facility was used to finance the
Companys fleet expansion program. This loan facility was
unsecured (without any collateral) and carried low interest
rates which confirmed increasing trust from commercial
banks toward the Company.

2. Investment Activities
Cashflow used for investment activities reached
USD 383 million in 2013, a decline from USD 524 million
in 2012. This was particularly due to an increase of
442.5% in the refund of advance payments for purchase
of aircraft delivered in 2013 from USD 73 million in 2012
to USD 399 million in 2013.

3. Financing Activities
Net cash received from financing activities increased by
472.9% from USD 75 million in 2012 to USD 432 million
in 2013, particularly attributed to long term debt loans
amounted to USD 813 million, consisting of USD 431
million of long term loans, USD 182 million of bank loans
and financial institutions and USD 200 millions of bonds.
In 2013, the Company paid its long term loans as well as
its bank loans and financial institution by USD 228 million
and USD 142 million, respectively.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

190
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tinjauan Keuangan
Financial Review

Pada awal bulan Juli 2013, Perusahaan menerbitkan Obligasi


sebesar Rp 2 triliun berjangka waktu 5 tahun dengan tingkat
bunga 9,25% per tahun. Obligasi ini akan jatuh tempo
pada tanggal 5 Juli 2018. Hasil pemeringkatan atas obligasi
ini adalah A(idn) (Single A) yang diberikan oleh Lembaga
Pemeringkat Efek PT Fitch Ratings Indonesia.

Early July 2013, the Company has issued bonds amounted


to Rp 2 trillion with 5 year tenor and coupon rate of 9.25%
annually. The bond will due on July 5, 2018. A rating agency,
PT Fitch Ratings Indonesia, rated the bond A(idn) (Single A).

Pendanaan Investasi Penambahan Armada


Selama tahun 2013 Garuda Indonesia mendatangkan 26
pesawat dan Citilink mendatangkan 10 pesawat. Skema
pendanaan untuk penambahan armada ini adalah sebagai
berikut:

Funding for Fleet Expansion


During 2013, Garuda Indonesia received the delivery of 26
aircraft, while Citilink received 10 aircraft. Funding for this
fleet expansion is described below:

Sale & Lease Back

Operating Lease

EDC Financing

Total

Garuda Indonesia
Boeing 777-300ER

Airbus A330-300

Boeing 737-800NG

4
3
9

Bombardier CRJ1000

ATR72-600

10
2

7
2

Citilink
Airbus A320-200

10
Total

26

10
2

36

Uang Muka Pembelian Pesawat


Selama tahun 2013 Perusahaan telah membayar uang
muka pembelian pesawat sebesar USD 368 juta kepada
perusahaan manufaktur pesawat seperti Boeing, Airbus
dan Bombardier. Uang muka tersebut dibayarkan untuk
pembelian pesawat dengan tipe Boeing 737-800NG,
Boeing 777-300ER, Airbus 330-200/300, Airbus 320-200,
Bombardier CRJ1000 dan ATR72-600. Sumber dana yang
digunakan untuk pembayaran uang muka pembelian
pesawat ini berasal dari hasil penerbitan surat utang jangka
panjang berbentuk Obligasi, pinjaman komersial bank dan
pendapatan operasional Perusahaan.

Advances for Purchase of Aircraft


During 2013 the Company has paid an advances of
USD 368 million for the purchase of aircraft to the aircraft
manufacturers such as Boeing, Airbus and Bombardier.
These advances were paid for purchase of Boeing 737800NG, Boeing 777-300ER, Airbus 330-200/300, Airbus
320-200, Bombardier CRJ1000 and ATR72-600 aircraft. The
source of funding for these aircraft purchase advances are
from the issuance of long-term bonds, commercial bank
loans, and operating income of the Company.

Kebijakan Investasi
Kebijakan investasi Perusahaan di tahun 2013 adalah
menjaga Capex agar tidak melebihi anggaran secara
keseluruhan, kendati terdapat kebutuhan untuk melakukan
investasi.

Investment Policy
The Companys investment policy in 2013 was to maintain
capital expenditure so that it would not exceed the total
budget even though there was a need for investment.

Akuisisi dan Divestasi


Tidak ada kejadian akuisisi dan divestasi di tahun 2013.

Acquisition and Divestment


There is no event of acquisition nor divestment during 2013.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

191

Restrukturisasi Utang
Restrukturisasi utang Perusahaan telah selesai
ditandatangani pada akhir tahun 2010, tetapi hal tersebut
merupakan awal dari babak baru dimana Perusahaan harus
tetap membayar cicilan pokok utangnya secara teratur.

Debt Restructuring
The Companys debt restructuring was signed at the end
of 2010, which marked the beginning of the new stage
whereby Company need to regularly pay the instalment of
its debt principal.

Dalam tahun 2013, seluruh pembayaran bunga dan pokok


utang kepada kreditur dapat dilaksanakan tepat waktu.
Pembayaran bunga selama tahun 2013 adalah
USD 5.230.250 dan pembayaran pokok USD 85.012.270. Hal
ini mengakibatkan saldo pokok utang yang direstrukturisasi
berkurang menjadi USD 151.689.143. Sumber dana
pembayaran bunga dan utang pokok pada tahun 2013
berasal dari pendapatan operasional Perusahaan.

In 2013, the Company has paid all interest and principal


of its debt to its creditors according to the schedule. The
interest payment during 2013 was USD 5,230,250 while
the principal payment was USD 85,012,270. Such payment
reduced the principal of restructured debt to
USD 151,689,143. The source of payment for interest and
principal during 2013 was derived from the Companys
operating revenue

Kemampuan Membayar Utang


Debt to Equity Ratio (DER) Perusahaan tahun 2013 adalah
0,71x dibandingkan dengan 1,26x di tahun 2012. Hal ini
disebabkan oleh kenaikan total liabilitas terkait dengan
program ekspansi dan revitalisasi armada untuk memenuhi
pertumbuhan pasar yang pesat. Hingga saat ini pembayaran
utang Perusahaan masih dikategorikan lancar.

Debt Servicing Capability


The Companys Debt to Equity Ratio (DER) was recorded at
0.71x in 2013, compare to 1.26x in 2012. This was due to an
increase in total liabilities related to fleet expansion and
revitalization to meet the growing demand in the market.
The Companys debt payment was still classified as current.

Tingkat solvensi (solvency ratio) Perusahaan, yang dihitung


dengan membagi jumlah laba bersih dan penyusutan
dengan jumlah liabilitas jangka pendek dan jangka panjang
mengalami penurunan dari 17,2% di tahun 2012 menjadi
9,4% di akhir tahun 2013. Penurunan ini disebabkan oleh
penurunan laba bersih yang signifikan di tahun 2013.

The Companys solvency ratio, calculated by dividing a total


of net income and depreciation to a total of long-term and
short-term liabilities, declined from 17.2% in 2012 to 9.4% in
2013. Such decline was a result of a significant decline in net
income during 2013.

Kolektibilitas Piutang Usaha


Kolektibilitas adalah pengukuran piutang yang dapat ditagih
oleh Perusahaan kepada pelanggan/debitur sebagai akibat
dari transaksi penjualan secara kredit dan atau bentuk
kerja sama lainnya dimana penyelesaian kewajiban debitur
ditentukan dengan jangka waktu jatuh tempo tertentu
sesuai kesepakatan.

Trade Receivables Collectibility


Collectibility is a measurement of receivables that can be
collected from the customer/debtor as a result of the credit
sales transaction and/or other form of partnership whereby
the settlement of debtors liabilities was set at certain
maturity date according to the agreement.

Penggolongan piutang berdasarkan kolektibilitas sebagai


aset produktif adalah klasifikasi piutang berdasarkan
kelancaran atau ketidaklancaran penyelesaian piutang,
dengan penggolongan kolektibilitas sebagai berikut:
Lancar, piutang belum jatuh tempo dan tidak terdapat
tunggakan;
Kurang Lancar, piutang telah jatuh tempo melampaui
6 bulan dan belum ada pelunasan serta terdapat
tunggakan. Upaya penyelesaian piutang masih dilakukan
melalui proses negosisasi dengan debitur;

The category of receivables based on its collectibility as


productive assets was a classification of receivables based
on current or non current payment of the receivables, with
classification as follows:
Current, payment of receivables is not yet due and there
is no arrears
Non current, payment of receivables has been due for
more than 6 months and there is no payment made as
well as there is arrear. Settlement is conducted through
negotiation process with the debtor.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

192
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tinjauan Keuangan
Financial Review

Macet, piutang telah jatuh tempo melampaui jangka


waktu 12 bulan dan belum ada pelunasan serta terdapat
tunggakan. Upaya penyelesaian diserahkan kepada pihak
pengadilan negeri (pihak berwajib lainnya) atau diajukan
penggantian ganti rugi kepada perusahaan asuransi.

Bad debt, payment of receivables has been due for more


than 12 months and there is no payment made as well as
there is arrear. Settlement is conducted through national
court (or other relevant parties) or making a claim to
insurance Company.

Rata-rata periode kolektibilitas piutang merupakan jumlah


piutang usaha dibagi dengan pendapatan dikali 365 hari.
Periode kolektitibilitas rata-rata selama tahun 2013 adalah
14 sampai dengan 26 hari.

Average receivable turnover is calculated based on total


account receivables divided by revenue times 365 days.
Average receivable turnover during 2013 was 14 to 26 days.

Kebijakan Dividen
Setelah melakukan kuasi reorganisasi di tahun 2012,
Perusahaan dapat melakukan pembagian dividen. Namun
di tahun 2013 tidak dilakukan pembagian dividen karena
Perusahaan sedang berada dalam masa konsolidasi/
mengubah haluan dimana untuk menyerap pertumbuhan
pasar yang sangat pesat, diperlukan pendanaan yang cukup
besar.

Dividend Policy
After quasi reorganization in 2012, Garuda Indonesia has
an ability to distribute dividend. However, the Company
did not pay dividend in 2013 because the Company is still
in the consolidation/turnaround phase, which requires
substantial funding to take benefit from the rapid growth in
the markets.

Di masa datang, dengan tetap memperhatikan peraturan


perundangan yang berlaku, kondisi keuangan Perusahaan
serta kewajiban Perusahaan terhadap para kreditur
termasuk kreditur ECA, Perusahaan berencana membagikan
dividen tunai maksimum 50,0% dari laba bersih setiap
tahunnya dengan syarat:
1. Terdapat kelebihan kas (excess cash) Perusahaan di
tahun yang bersangkutan sebagaimana disyaratkan
dalam Restrukturisasi Utang tanggal 21 Desember 2010,
2. Tidak ada saldo yang jatuh tempo dan belum dibayar
atas perjanjian sewa dan tidak ada saldo lainnya yang
jatuh tempo dan belum dibayar atas peminjaman utang
lainnya, dan
3. Tidak ada kejadian sehubungan dengan pailit dan
ketidakmampuan membayar kewajiban yang ada.

In the future, while still referring to the prevailing regulation,


the Companys financial condition and its liabilities to
the creditor, including ECA creditor, the Company plan to
distribute cash dividend maximum 50.0% of the net income
every year under the following condition:

Berdasarkan hal tersebut di atas, Perusahaan berencana


untuk membagikan dividen setidaknya sekali setahun
kecuali diputuskan lain dalam RUPS.

Based on the above statement, the Company plans to


distribute dividend at least once in a year except decided
differently during the General Meeting of Shareholders
(GMS).

Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana (IPO)


Pada awal tahun 2011, Perusahaan mencatatkan sahamnya
di Bursa Efek Indonesia. Dari hasil penjualan saham,
Perusahaan berhasil memperoleh dana sebesar

The Use of Proceed from Initial Public Offering (IPO)


In the beginning of 2011, the Company has successfully
listed its share in the Indonesian Stock Exchange. From
the Initial Public Offering (IPO), the Company managed to

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

1. There is excess cash during that particular year as is


required under debt restructuring agreement dated
December 21, 2010.
2. There is no liabilities that due and unpaid against any
rental agreement and there is other debt due and
unpaid against any debt; and
3. There is no event of default and inability to pay the
existing liabilities.

193

Rp 3.187.020.395.046. Perusahaan berkomitmen untuk


mengoptimalkan penggunaan dana hasil IPO, yaitu sebesar
80% digunakan untuk ekspansi usaha, pengembangan
rute dan armada baru serta 20% digunakan untuk
membiayai belanja modal Perusahaan maupun entitas anak.
Perusahaan telah menggunakan dana hasil IPO sebesar
Rp 3.015.740.895.046, sehingga dana yang tersisa di akhir
tahun 2013 adalah sebesar Rp 171.279.500.000 yang akan
digunakan untuk belanja modal entitas anak.

obtain fresh funds of Rp 3,187,020,395,046. The Company


is committed to maximize the IPO proceeds, whereas
approximately 80% will be used for business, route and
new fleet expansion and 20% will be used to finance capital
expenditure at both parent Company and subsidiaries. From
the proceeds of the IPO, the Company has utilized a total of
Rp 3,015,740,895,046 while the remaining funds of
Rp 171,279,500,000 as at year-end 2013 will be used to
finance capital expenditures at subsidiaries.

Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi


Pada tanggal 27 Juni 2013, Perseroan mendapatkan surat
efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerbitkan
Obligasi. Pada tanggal 5 Juli 2013 Perseroan menerima
dana hasil penawaran umum obligasi sebesar sekitar
Rp 1,9941 triliun (sesudah dipotong biaya transaksi).
Berdasarkan rencana penggunaan dana hasil penawaran
umum sebagaimana diterbitkan dalam Prospektus,
Perusahaan akan menggunakan sekitar 80% dana untuk
pembayaran Pre Delivery Payment (PDP) dan sekitar 20%
sisanya digunakan untuk pembayaran sewa pesawat. Per
31 Desember 2013, Perusahaan telah menggunakan seluruh
dana hasil penawaran umum obligasi sesuai dengan
rencana yang disampaikan.

Utilization of Proceeds from Bonds Public Offering


On June 27, 2013, the Company obtained approval from
the Financial Services Authority (OJK) to issue Bonds.
On July 5, 2013, the Company has received the proceeds
from bonds public offering amounting to around Rp 1.9941
trillion (after transaction costs deductions). The Company
intended, as disclosed in the Prospectus, to use around
80% of the proceeds for Pre Delivery Payment (PDP) while
the remaining around 20% would be used for payment of
aircraft lease rent. As of December 31, 2013, the Company
has fully utilized all the proceeds obtained from the bond
public offering in accordance to what the Company has
disclosed to the public.

Asuransi Armada Pesawat


Peningkatan exposures asuransi pesawat karena
pertumbuhan jumlah armada memungkinkan Perusahaan
memperoleh penurunan premi yang signifikan di tahun 2013.
Penurunan premi ini juga disebabkan oleh menurunnya Loss
Ratio 5 tahunan secara signifikan. Selain penurunan premi,
Perusahaan juga berhasil mendapat penyelesaian klaim
atas pesawat Boeing 737-300 dan Boeing 737-500 di tahun
2013. Tetap dipertahankannya Sertifikat IOSA juga semakin
meningkatkan kepercayaan underwriter di pasar asuransi
dunia. Perusahaan memperoleh rate asuransi yang hampir
mendekati rate asuransi maskapai penerbangan lain yang
setara di industri penerbangan internasional khususnya Asia
Pasifik. Pada tahun-tahun mendatang Perusahaan akan terus
berupaya menurunkan rate asuransi agar sejajar dengan
perusahaan penerbangan international yang setara.

Fleet Insurance
Growing exposures to fleet insurance as a result of
significant fleet expansion has enabled the Company to cut
its insurance premium rate substantially during 2013. Such
decline in premium rate was also enabled by a significant
decline in loss ratio for the last five years. In addition to
getting lower premium rate, the Company was also able
to settle its claim on Boeing 737-300 and Boeing 737-500
during 2013. Being a consistent holder of IOSA Certificate
has also contributed to gaining underwriters trust in the
global insurance market. The Company then obtained
insurance premium rate which was almost at par to the
other international airlines globally, particularly in Asia
Pacific. In the future, the Company will continue trying to
reduce its insurance premium rate so that it will be at par to
other international airlines globally.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

194
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tinjauan Keuangan
Financial Review

Asuransi Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan


Nomor 77 Tahun 2011
Selama tahun 2013, Perusahaan telah melaksanakan
Asuransi Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan
Udara sebagai kepatuhan terhadap Peraturan
Menteri Perhubungan No. 77 tahun 2011 jo Peraturan
Menteri Perhubungan No. 92 tahun 2011. Penanganan
kompensasi atas kerugian penumpang akibat kecelakaan,
ketidaknyamanan perjalanan, kerugian atas bagasi dan
kargo secara baik telah mendudukkan Perusahaan pada
posisi yang comply (sangat patuh) pada penerapan
Peraturan Menteri dimaksud.

Insurance Based on Minister of Transportation Decree


No. 77 Year 2011
During 2013, the Company has followed insurance
responsibility of airlines to comply with the Ministry of
Transportation Decree No. 77 Year 2011 jo Minister of
Transportation Decree No. 92 Year 2011. The management
of compensation to passenger losses due to accident, travel
inconveniences, baggage and cargo losses has placed the
Company in a compliant position in implementing such
Ministry Decree.

Cash Management
Untuk mendukung aktivitas Cash Management, Perusahaan
telah melakukan sosialisasi dan pelatihan untuk Pooling
Operational Bank Account di seluruh kantor cabang
domestik yang mendorong kemampuan Finance Manager
kantor cabang melakukan internet banking, pembayaran
e-tax dan efisiensi rekening di kantor cabang. Selain itu
untuk pengelolaan kas dan rekening bank yang optimal
telah dikembangkan Sistem Automatisasi Daily Report
dan Sistem Proxy Management. Perusahaan juga tetap
memonitor pengembangan cash management yang
sebelumnya telah dilakukan seperti Virtual Account
untuk efisiensi jumlah rekening, Weekly Transfer Fund
dengan Branch Office Domestik, Automatic Payment yaitu
pembayaran menggunakan data yang telah diposting di
SAP langsung ke server Bank serta Automatic Posting
MT940 dari Bank ke server SAP.

Cash Management
To support Cash Management activities, the Company
has carried out socialization and training for Pooling
Operational Bank Account at all domestic branches,
which supported the ability of Branch Offices Finance
Manager to carry out internet Banking, e-tax payment and
account efficiency at branch offices. In addition, in order to
manage cash and bank account optimally, an Automated
Daily Report and Management Proxy System have been
developed. The Company also kept monitoring the previous
cash management development, such as Virtual account to
promote efficiency in terms of number of account, Weekly
Transfer Fund with domestic branch office as well as
Automatic Payment, ie payment using data posted at SAP
directly to the bank server and automatic Posting MT940
from Bank to SAP server.

Kejadian Penting Setelah Tanggal Neraca


Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak
cukup material terhadap keadaan keuangan konsolidasian
dan hasil usaha Perusahaan, yang terjadi setelah tanggal
Laporan Auditor Independen tertanggal 30 Januari 2014 atas
Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2013 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny (anggota
dari Deloitte Touche Tohmatsu Limited) dengan pendapat
Wajar Tanpa Pengecualian.

Event After the Reporting Period


There is no material event which has material impact to the
Companys consolidated financial statement and operating
result, which occurred after the Independent Auditor
Report dated January 30, 2014 for Consolidated Financial
Report for the year ended December 31, 2013 as has been
audited by the public accountant office Osman Bing Satrio
& Eny (member of Deloitte Touche Tohmatsu Limited) with
unqualified opinion.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

195

Transaksi Benturan Kepentingan


Sepanjang tahun 2013, Perusahaan tidak melakukan
transaksi yang dapat digolongkan sebagai transaksi yang
mengandung benturan kepentingan.

Conflict of Interest Transaction


Throughout the year 2013, the Company did not engage in
any transaction that could be classified as transactions with
conflict of interest.

Transaksi dengan Pihak Berelasi


Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan entitas
anak melakukan transaksi dengan pihak berelasi, yang
didefinisikan sebagai pihak atau entitas dimana Pemerintah
Republik Indonesia memiliki pengaruh signifikan
berdasarkan kepemilikan atau pengendalian manajemen.
Pemerintah Republik Indonesia adalah pemegang saham
mayoritas di Perusahaan. Nama-nama pihak yang berelasi,
serta bentuk dan jumlah transaksi dengan masing-masing
pihak berelasi tersebut diungkapkan secara terinci pada
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.

Related Parties Transaction


In the normal course of business, the Company and
its subsidiaries engaged in transactions with related
parties, which are defined as parties or entities in which
the Government of Indonesia has a significant influence
on the basis of ownership or management control. The
Government of Indonesia is the majority shareholder in
the Company. The names of these related parties, as well
as the type and amount of transactions with these parties,
are presented in details on the Notes to the Consolidated
Financial Statements.

Pengaruh Perubahan Peraturan Pemerintah


Tidak ada perubahan peraturan perundang-undangan
yang berpengaruh signifikan terhadap Perusahaan dan
berdampak langsung terhadap laporan keuangan.

Impact of Changes in Government Regulations


There were no changes in the laws and regulations that
have had a significant impact on the Company or directly
impacted its financial statements.

Pengaruh Perubahan Kebijakan Akuntansi


Tidak terdapat perubahan kebijakan akuntansi sampai
dengan 31 Desember 2013.

Changes in Accounting Policy


There was no changes in accounting policy until December
31, 2013.

Prospek Usaha 2014


Dari sisi permintaan, pasar bisnis penumpang maupun
kargo udara internasional pada tahun 2014 diprediksi masih
akan terus menguat, dan terutama untuk trafik di kawasan
Asia-Pasifik. Hal ini sejalan dengan stabilnya pertumbuhan
ekonomi negara-negara di kawasan tersebut, termasuk
Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terus
berdampak positif terhadap kebutuhan akan penerbangan
domestik.

2014 Business Prospect


On the demand side, the international passenger market
and air cargo market in 2014 are predicted to continue to
grow quite strongly, and especially for traffic in the AsiaPacific region. This reflects on the stable growth of major
economies in the region, including Indonesia. Continuing
economic growth in Indonesia will also fuel increasing
demand for domestic flights.

Di sisi lain, tingkat profitabilitas maskapai-maskapai


penerbangan, dan khususnya Garuda Indonesia, masih
sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal seperti
harga bahan bakar, kompetisi pada industri penerbangan,
serta volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

On the other hand, airline profitability, and especially for


Garuda Indonesia, will continue to be quite heavily affected
by a number of external factors such as prices of jet fuel,
competition in airline industry, and the volatile exchange
rate of Rupiah against the US Dollar.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

196
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tinjauan Pendukung
Bisnis
Business Support Review

Peningkatan kualitas
pelayanan dalam New Service
Concept memberikan lebih
banyak kenyamanan dan
kemudahan bagi penumpang
sebelum, selama, dan setelah
penerbangan.
Improved quality of care in the New
Service Concept provides more comfort
and convenience to passengers in
pre-flight, in-flight and post-flight.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

197

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

198
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Sumber Daya
Manusia
Human Resources

Perluasan rute dan


jaringan penerbangan
diimbangi dengan
upaya pemenuhan
kebutuhan sumber
daya manusia dari
sisi jumlah maupun
kualitas.
The expansion of route and
network is balanced with the
effort to meet the needs of
human resources in terms of
quantity and quality.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Strategi bisnis yang dilakukan oleh Garuda Indonesia


pada tahun 2013 difokuskan pada upaya untuk
terus mengembangkan dan memperkuat jaringan
penerbangannya baik di pasar domestik maupun
pasar internasional melalui pembukaan layanan rute
baru penerbangan. Hal ini sejalan dengan dengan
upaya Perusahaan dalam mencapai pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Sebagai bagian dari strategi Perusahaan di pasar domestik,
pada bulan November 2013 lalu, Garuda Indonesia
memperkenalkan sub-brand Explore dan Explore Jet,
yang akan melayani rute penerbangan ke wilayah-wilayah
yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan tujuan
wisata di remote area di Indonesia. Explore dan Explore
Jet akan memanfaatkan pesawat-pesawat baru yang
dimiliki Garuda Indonesia, yakni pesawat turboprop ATR 72600 dan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen.
Perluasan jaringan dan penambahan armada dengan
pesawat-pesawat baru berteknologi mutakhir ini
membutuhkan dukungan kuat dari sisi sumber daya
manusia. Oleh sebab itu perencanaan sumber daya
manusia yang dilakukan Garuda Indonesia pada tahun 2013
disesuaikan dengan strategi pertumbuhan yang disusun
oleh Perusahaan.

In 2013, Garuda Indonesia focused its business strategy
on expanding and strengthening its flight network in the
domestic market and in the international market as well,
through the opening of new flight routes. This is in line with
the Companys efforts in achieving sustainable growth.
As part of the Companys strategy in the domestic market, in
November 2013, Garuda Indonesia introduced a sub-brand
Explore and Explore Jet to serve routes to new economic
growth areas and tourism destinations in the remote areas
in Indonesia. Explore and Explore Jet will fly using the
new aircraft owned Garuda Indonesia, the ATR 72-600
turboprop aircraft and the Bombardier CRJ1000 NextGen
aircraft.
Network and fleet expansion with the addition of new
aircrafts with modern technology requires strong support
from human resources side. Therefore in 2013, Garuda
Indonesia adjusted its human resource planning to suit with
the growth strategy prepared by the Company

199

Perencanaan Sumber Daya Manusia dan Rekrutmen

Human Resource Planning and Recruitment

Pada dasarnya, perencanaan sumber daya manusia


merupakan suatu proses penyediaan tenaga kerja untuk
memenuhi kebutuhan perusahaan. Agar perencanaan
sumber daya manusia ini dapat dilakukan dengan baik,
terkait dengan strategi Perusahaan di tahun 2013, maka
perlu terlebih dahulu mengidentifikasi dan menganalisa
apa yang sesungguhnya menjadi kebutuhan Perusahaan.
Dengan demikian perencanaan sumber daya manusia dapat
mendukung pelaksanaan strategi dan pencapaian target
Perusahaan.

Essentially, human resource planning is a process of


supplying personnel to meet the needs of the Company.
For the purpose of having a well planned human resource
strategy, in conjunction with the Companys strategy in 2013,
it is imperative to first identify and analyze the Companys
actual need, and thus the human resource planning can
be able to support the implementation of strategy and the
achievement of target.

Untuk mendorong produktivitas pegawai dan menjadikan


Garuda Indonesia sebagai organisasi berkinerja tinggi,
perencanaan sumber daya manusia di Perusahaan dibangun
di atas 3 pilar utama, yakni:
1. Budaya Perusahaan yang akan mendorong terciptanya
working environment yang kondusif, yang pada
akhirnya akan mendorong kinerja yang terbaik dan
berkelanjutan;

To encourage employee productivity and to make Garuda


Indonesia a high-performing organization, the Companys
human resource planning is built on three main pillars,
namely:
1. Corporate culture that will encourage the creation of
a conducive working environment, which in turn will
encourage the best and sustainable performance;

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

200
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Sumber Daya Manusia


Human Resources

2. Pengelolaan talenta yang akan memastikan tersedianya


para pemimpin perusahaan di masa depan; dan
3. Meningkatkan dan mengembangkan peran people
manager yang mampu menjadi mentor dan
coacher yang kompeten sehingga pegawai dapat
mengembangkan kompetensinya serta terjaga
produktivitas dan kinerjanya.

2. Talent management that will ensure the availability of


the Companys future leaders; and
3. Improving and expanding the role of people manager
who is able to be the competent mentor and coach
so that employees can develop their competence and
maintain their productivity and performance.

Tujuan dari proses pengelolaan talent di garuda Indonesia


adalah:
1. Mempertahankan talent-talent terbaik yang dimiliki
Perusahaan;
2. Mengikuti perubahan yang terjadi pada Perusahaan;
3. Mengembangkan tim unggulan terbaik;
4. Memperoleh calon pengganti untuk posisi-posisi kunci;
5. Mengantisipasi dan memenuhi persyaratan keahlian di
masa depan;
6. Membantu perencanaan sumber daya organisasi;
7. Memastikan adanya peluang bagi pegawai yang
berpotensi tinggi; serta
8. Membangun budaya yang mendorong pencapaian
kinerja yang maksimal.

The purpose of the talent management process in Garuda


Indonesia is:
1. Retain the Companys best talent;

Pada tahun 2013 fokus pengelolaan talent yang dilakukan


oleh Perusahaan, antara lain mencakup:
Talent Acquisition baik dari internal ataupun eksternal.
Talent acquisition secara internal dilakukan melalui
proses review dan evaluasi terhadap talent-talent yang
saat ini telah dimiliki oleh Perusahaan. Sedangkan
Talent Acquisition secara eksternal dilakukan melalui
proses rekrutmen untuk mengisi posisi-posisi yang
penting guna meningkatkan kompetitivitas Perusahaan
sesuai dengan perkembangan industri. Pada tahun
2013, Talent Acquisition dari eksternal berfokus pada
pemenuhan Management Trainee.
Pengembangan Talent yang mencakup aspek
assignment, mentoring dan leadership development.
Program pengembangan talent yang dilakukan di tahun
2013, adalah:
- Meningkatkan kerja sama dengan General
Electric (GE) guna mengembangkan leadership
dan kemampuan manajemen para talent melalui
Garuda Indonesia GE Institute. Training yang
dilakukan bersifat massal, regional ataupun global.
Selain itu pada tahun 2013 juga dilakukan pelatihan
bersama dengan perusahaan lain, dengan tujuan
mengembangkan networking para talent.

In 2013, the focus of the Companys talent management,


among others, include:
Talent Acquisition, both internally and externally.
Talent acquisition is done internally through a process of
review and evaluation of the talent currently owned by
the Company. While external Talent Acquisition is done
through the process of recruitment to fill key positions
to improve the competitiveness of the Company in
conform with the development of the industry. In 2013,
external Talent Acquisition was focused on fulfilling the
Management Trainee.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

2.
3.
4.
5.

Keeping up with the changes in the Company;


Developing the best team;
Obtaining replacement candidates for key positions;
Anticipating and meeting the skill requirements for the
future;
6. Assisting resource planning for the organization;
7. Ensuring the opportunities for high-potential employees;
and
8. Establishing a culture that encourages achievement of
maximum performance.

Talent Development that includes the aspect of


assignment, mentoring and leadership development.
Talent development program conducted in 2013 are:

Promoting the cooperation with General Electric


(GE) in developing the leadership and talent
management capabilities through Garuda
Indonesia-GE Institute. The training is conducted in
mass, regional or global. Additionally, in 2013 the
Company also conducted a joint training with other
companies, aiming at developing the networking of
talents.

201

Melaksanakan Program Management Trainee


(MT) sebanyak 3 (tiga) batch dengan fokus
pengembangan di bidang Sales & Marketing,
Finance, Services dan Flight Operation Officer,
sebagai upaya untuk mempersiapkan Future
Leaders. Tahun 2013 adalah tahun pertama
pelaksanaan Program Management Trainee dengan
fokus pengembangan di bidang Services dan Flight
Operation Officer, untuk memenuhi kebutuhan SDM
Perusahaan terkait dengan peningkatan operasional
dan ekspansi layanan perusahaan.
- Mengembangkan talent dari Cabin Crew melalui
Cabin Crew Development Program (CCDP).
Dengan adanya CCDP diharapkan perusahaan akan
mendapatkan talent yang siap menjadi pemimpin di
unit Cabin Crew dan pemimpin di unit lain. Program
ini mempunyai durasi selama satu tahun dan diikuti
oleh 20 orang peserta.
Pengembangan peran kepala unit sebagai People
Manager yang sejalan dengan perannya sebagai Bisnis
Manager yang berkewajiban untuk mengelola dan
memastikan kinerja unit yang dipimpinnya sejalan
dengan kinerja Perusahaan.
Pengembangan peran sebagai People Manager
dilaksanakan dengan mengadakan program yang
meningkatkan kemampuan coaching dan mentoring
untuk mengembangkan talent yang berada di
bawah koordinasinya. Pada tahun 2013, Perusahaan
mengadakan Mentors Forum guna meningkatkan
kemampuan kepala unit sebagai people manager
terutama kemampuan dalam melakukan coaching dan
mentoring. Pelaksanaan Mentors Forum juga bertujuan
untuk menunjang program-program pengembangan
talent seperti Management Trainee dan Cabin Crew
Development Program.
Proses dan mekanisme melalui Talent Review
(meliputi kinerja dan potensi) dilakukan untuk
memastikan tersedianya key people dan key position
melalui strategi dan metode Talent Management
yang terintegrasi dengan strategi perencanaan dan
target jangka panjang Perusahaan serta sesuai dengan
peraturan perundangan.

Conducting Management Trainee (MT) Program


for 3 (three) batches, focusing on the development
in the field of Sales & Marketing, Finance, Services
and Flight Operation Officer, to prepare the Future
Leaders. The year 2013 saw the first implementation
of the Management Trainee Program with a focus
on development of operation and Flight Services
Officer, to meet the human resources needs related
to the Companys operational improvement and
expansion of services.

Developing talent for the Cabin Crew through Cabin


Crew Development Program (CCDP). With the CCDP,
the Company expected to have talents that are
ready to become leaders of the Cabin Crew unit and
leaders in other units. The program is conducted
for a duration of one year and attended by 20
participants.
Developing the role of unit heads as the People
Manager, in line with their role as Business Manager
who are in charge of managing and ensuring the
performance of the unit under their lead, in line with the
Companys performance.
The development of People Manager role, is carried out
through programs designed to enhance the ability of
coaching and mentoring, to develop talents under their
coordination. In 2013, the Company held Mentors Forum
to improve the ability of the head units as a people
manager, especially the ability to conduct coaching and
mentoring. Mentors Forum is held in order to support
talent development programs, such as Management
Trainee and Cabin Crew Development Program.

Processes and mechanisms through Talent Review


(includes performance and potential) are done to ensure
the availability of key people and key position through
a strategy and method of Talent Management, which
is integrated with the Companys long-term strategy
planning and targets, in accordance with the laws and
regulations

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

202
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Kinerja SDM
Performance Management System (PMS) merupakan salah
satu sarana bagi People Manager untuk mengelola pegawai
di jajarannya serta memastikan pencapaian KPI individu dan
unit yang dikelolanya.

Sumber Daya Manusia


Human Resources
HR Performance
Performance Management System (PMS) is one of the
means for People Manager to manage the personnel
under his/her coordination and to ensure the attainment of
individual and units KPI.

Siklus PMS terdiri dari Plan, Performance & Development


Plan, Tracking dan Review. Dengan melaksanakan siklus ini,
people manager dapat menyusun rencana KPI dan target
individu, melakukan langkah-langkah pengembangan yang
tepat, melakukan coaching dan tracking, dan melakukan
review atas pencapaian target. Semua tahapan siklus
tersebut diarahkan untuk memastikan pencapaian target.

PMS Cycle comprising Plan, Performance & Development


Plan, Tracking and Review. By performing this cycle, people
manager can draw a plan for KPI and individual target, take
the right initiatives of development, coaching and tracking,
and review the attainment of target. All the stages within
the cycle are aimed at ensuring the attainment of target.

Dengan memperhatikan karakteristik dari setiap kelompok


pegawai, Performance Management System diterapkan
secara berbeda untuk Fungsi Penerbang, Awak Kabin dan
Pegawai Head Office-Branch Office (HOBO). PMS untuk
Penerbang difokuskan pada produktivitas, kepatuhan dalam
menjalankan tugas yang diberikan, disiplin dan komitmen
terhadap Perusahaan. PMS bagi Awak Kabin difokuskan
pada perilaku melayani/service dan produktivitas dari Awak
Kabin. Sedangkan bagi pegawai HOBO, PMS difokuskan
kepada pencapaian KPI yang dikelola oleh people manager
melalui siklus PMS.

Taking into consideration the characteristic of each


employee group, Performance Management System is
applied differently to the functions of Pilot, Cabin Crew and
Head Office-Branch Office (HOBO) staff. PMS for Pilot is
focused on productivity, compliance in performing duties,
discipline and commitment for the Company. PMS for
Cabin Crew is focused on the service and productivity of the
cabin crew. As for the HOBO staff, PMS is focused on the
attainment of KPI managed by the people manager through
PMS cycle.

Pada tahun 2014, PMS bagi pegawai HOBO akan


disesuaikan dengan karakter jabatan, terutama untuk
pegawai di bagian sales dan layanan. Dengan demikian
penerapan PMS akan semakin tajam dan fokus dalam
menilai Kinerja Pegawai.

In 2014, PMS for HOBO staff will be adjusted in accordance


with the character of position, especially in sales and
service department. Hence, the implementation of PMS
will be more effective and focus in assessing employee
performance.

Budaya Perusahaan

Corporate Culture

Perubahan lingkungan yang begitu cepat menuntut


Perusahaan untuk mengambil langkah strategis agar
organisasi dapat terus berkembang dengan baik sesuai
dengan perubahan yang terjadi. Salah satu langkah yang
diambil Perusahaan adalah melakukan internalisasi budaya
perusahaan secara konsisten dan berkesinambungan.

In a rapidly changing business environment, the Company


is required to make strategic initiatives in order to maintain
the Companys growth along with the changes. One of the
initiatives taken by the Company is to consistently and
continuously internalize the corporate culture.

Budaya perusahaan dapat menjadi pembeda mengapa


suatu strategi dapat diimplementasikan dengan sukses
pada suatu perusahaan, namun gagal di perusahaan
lain. Karena budaya perusahaan mempunyai pengaruh
kuat terhadap perilaku seluruh pegawai, maka budaya
perusahaan juga menentukan kemampuan Perusahaan
dalam mengubah arah strateginya. Semakin banyak
karyawan yang memahami dan melaksanakan budaya
perusahaan maka semakin mudah Perusahaan
menyesuaikan strateginya dengan dinamika pasar.

Corporate culture can set the different between success


and failure of a strategy implemented by a company.
Corporate culture has a strong influence on the employees
behaviour, therefore it also a factor that determine the
ability of a company to change its strategic direction. The
more employees understand and implement the corporate
culture, the more easily for the Company to adjust its
strategy in respond to market dynamics.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

203

Transformasi Budaya Perusahaan

Transforming Corporate Culture

Budaya perusahaan Garuda Indonesia Fly-Hi yang terdiri


dari nilai-nilai eFficient & effective, Loyalty, customer
centricitY, Honesty & openness dan Integrity hingga
saat ini terus menjadi panduan/pedoman perilaku Insan
Garuda Indonesia. Melalui program internalisasi yang
terstruktur dan sistematis, nilai-nilai budaya Fly-Hi menjadi
bagian tak terpisahkan dari Strategi Transformasi Budaya
untuk mendukung Transformasi Bisnis, yang bertujuan
membentuk High Performance People yang menerapkan
nilai-nilai budaya perusahaan dalam segala aspek
organisasi dan mencapai Result Operational Excellence,
sehingga dapat menjadikan Garuda Indonesia sebagai High
Performance Organization.

Garuda Indonesias corporate culture called Fly-Hi


consisting of eFficient & effective, Loyalty, customer
centricitY, Honesty & openness and Integrity, to this
day continues to serve as guide/manual for Garuda
Indonesia personnel. Through a structured and systematic
internalization program, the values of Fly-Hi has became
the integral part of the Cultural Transformation Strategy to
support Business Transformation aiming at establishing the
High Performance People who apply the values of corporate
culture in all aspects of the organization and achieving
Operational Excellence Result, and hence making Garuda
Indonesia as a High Performance Organization.

Dengan tujuan tersebut maka program internalisasi dan


implementasi budaya Fly-Hi yang sudah berlangsung sejak
tahun 2007, terus dijalankan oleh seluruh unsur dalam
perusahaan dari berbagai aspek organisasi. Sejalan dengan
arahan Direktur Utama, pada tahun 2013 telah disusun dan
dilakukan berbagai inisiatif program dan internalisasi yang
bertujuan untuk terus mendorong implementasi Fly-Hi
di seluruh unit kerja dan kantor cabang, serta melakukan
standardisasi program implementasi dan perilaku yang
sesuai dengan nilai-nilai Fly-Hi di tingkat perusahaan, dan
memperluas unit yang terlibat sehingga mendorong kinerja
Perusahaan secara optimal dan berkesinambungan.

To serve these objectives, the internalization and


implementation of Fly-Hi that has been going on since 2007,
will continuously be implemented across the board and in
all aspects of organization. In line with the direction of the
President Director, the Company has prepared and carried
out a variety of internalization programs and initiatives
aimed at continuously driving the implementation of Fly
- Hi in all units and branches, as well as standardizing the
implementation program and behaviour in accordance with
the values of Fly - Hi at the corporate level, and expand the
units involved so as to encourage optimal and sustainable
performance.

Kick Off Program 2013 dan Fly-Hi Expo

2013 Program Kick Off and Fly-Hi Expo

Sebagai implementasi Fly-Hi, Perusahaan telah menyusun


Corporate Program dengan tiga program utamanya, yakni:
1. Innovation Culture;
2. Service Culture; dan
3. Learning Culture.
Corporate Program didukung oleh Supporting Program yaitu
Risk Culture.

As the implementation of the Fly-Hi, the Company has


developed a Corporate Program comprising three main
programs, namely:
1. The Innovation Culture;
2. Service Culture; and
3. Learning Culture.
Corporate Program is supported by the Supporting Program,
namely Risk Culture.

Corporate dan Supporting Program menjadi acuan program


budaya di seluruh unit yang ditujukan untuk memberikan
dampak positif pada perubahan perilaku, menciptakan
lingkungan kerja yang kondusif, serta mendorong
pencapaian kinerja dan produktivitas individu, unit dan
perusahaan secara menyeluruh.

Corporate and Supporting Programs serve as reference


for corporate culture programs throughout all units, aimed
at putting positive impact on behaviour change, creating
conducive working environment, and encouraging the
achievement of the performance and productivity of
individuals, units and the Company as a whole.

Kick Off Program Fly-Hi 2013 dan Expo dilaksanakan pada


tahun 2013 ini dengan melibatkan seluruh Unit Kerja dan
Kantor Cabang Domestik, yaitu dengan menghadirkan
perwakilan tim implementasi Fly-Hi (TIF) di unit-unit
tersebut. Fly-Hi Expo merupakan sarana internal untuk

The 2013 Fly-Hi Program Kick Off and the Fly-Hi Expo held
in 2013 involved the entire Units and Domestic Branches,
with representatives of Fly-Hi implementation team (TIF)
of these units attending the event Fly-Hi Expo is intended
to facilitate a comparison/benchmarking among units that

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

204
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Sumber Daya Manusia


Human Resources

melakukan perbandingan/benchmark dengan unit kerja


lain, baik yang sudah mampu secara konsisten dan secara
penuh menjalankan program Fly-Hi maupun unit kerja yang
belum melaksanakan.

have been consistently and fully applied Fly-Hi, as well as


those who have not.

Sharing Forum Fly-Hi

Fly-Hi Forum Sharing

Memasuki tahun ketujuh tahap internalisasi nilainilai perusahaan, dan salah satu titik berat adalah
implementation evidence, baik dampak Fly-Hi terhadap
perubahan perilaku, memberi nilai tambah kepada Unit
Kerja dan berdampak kepada kinerja unit; tentunya, untuk
terus mendorong proses tersebut diperlukan media yang
menunjukkan bentuk implementasi Fly-Hi sehingga mampu
mendorong unit lain untuk melakukannya.

Entering the seventh year of the corporate values


internalization stages, an emphasis was put on the
implementation evidence, to show how FLY-HI has
positively influenced peoples behaviors, given added
values to work units and improved units performance; it
certainly takes a media to keep encouraging this process by
showing a successful unit in the implementation of FLY-HI in
order to encourage other units to do likewise.

Salah satu media tersebut adalah sharing forum, yaitu


sharing untuk berbagi pengalaman dan memberikan
inspirasi efektivitas penerapan budaya.

One of these media is a sharing forum, which is held in


sessions to share experiences that will inspire how effective
the culture has been for the successful unit.

Sharing forum sebagai media internal dan eksternal


best practices sharing yang dirasakan penting untuk
mendapatkan insight mengenai bagaimana unit
menerapkan Fly-Hi (proses), bagaimana hasilnya (result),
peran Pimpinan dan Tim Implementasi Fly-Hi (TIF) dalam
mendorong implementasi secara konsisten dan selalu walk
the talk yang akan mendorong pegawai di jajarannya untuk
menerapkannya dalam keseharian kerja.

Sharing forums is considered as the best practice and


important internal media to demonstrate how a unit
should implement FLY-HI (process), what it should achieve
(result), and the role leaders play in promoting consistent
implementation and how they always walk the talk to
encourage employees under their directions to apply it
daily.

Fly-Hi Acceleration Sharing Forum bertujuan untuk:


Sarana sharing antar TIF di seluruh unit kerja
Menjadi forum komunikasi mengenai Implementasi FlyHi di masing-masing unit kerja HO dan BO
Menjadi sarana untuk memantau kemajuan yang telah
dicapai dalam penerapan program Fly-Hi perusahaan
Sharing implementasi dari perusahaan yang budaya
perusahaannya dianggap kuat.

Fly-Hi Acceleration Sharing Forum is intended to:


Become a forum for sharing among Fly-Hi Internalization
Fly-Hi (TIF) Teams in all units
Become a forum for communication on the
implementation of Fly-Hi in HO and BO work unit
Provide a means used to monitor progress made during
the implementation of Fly-Hi corporate programs
Become a forum to look into other companies that are
deemed to have strong corporate culture.

Induction Program

Induction Program

Pada tahun 2013, Perusahaan juga melakukan induction


program melalui Workshop Transformasi Budaya yang
dilaksanakan secara periodik bagi para karyawan baru.
Tujuan dari program ini adalah proses pembelajaran kepada
para karyawan baru mengenai nilai-nilai perusahaan,
sehingga mereka dapat dengan capat beradaptasi dan
berperilaku sesuai nilai-nilai perusahaan, apapun latar
belakang mereka.

During 2013, the Company held an induction program


through Culture Transformation Workshop, which was
conducted periodically for new employees. The program
aims at giving new employees a learning on the corporate
values, so that they can promptly adapt and behave
according to the values of the company, regardless of their
background.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

205

Workshop yang diikuti oleh karyawan Head Office dan


Branch Office, juga awak kabin serta pilot, ini dilaksanakan
selama 1 hari dengan metode experiential learning. Peserta
menpelajari konsep Fly-Hi dan 10 perilaku utama melaui
sekumpulan simulasi, agar peserta dapat melakukan dan
mengalaminya sendiri.

Workshop was attended by employees from the Head


Office and Branch Office, as well as the cabin crew and
pilot, held in 1 day using experiential learning method.
Participant is expected to learn the Fly-Hi concept and 10
main behaviours, through series of simulation, to give the
participant first hand experience.

Selain itu juga dilakukan group discussion terkait dengan


perilaku-perilaku yang harus muncul dalam keseharian kerja
sesuai dengan nilai-nilai Fly-Hi dan in class method.

Group discussion also conducted to discuss about the


attitudes that should be daily demonstrated during work in
accordance with FLY-HI values and in class.

Materi yang diberikan adalah pesan dari CEO tentang


Implementasi Fly-Hi, GA Group CEO Message, pemaparan
terkait pentingnya budaya dalam organisasi, diskusi perilaku
stop-start-continue, serta presentasi hasil diskusi kelompok.
Workshop diakhiri dengan wrap up serta penandatangan
komitmen dari seluruh peserta.

Lectures in the workshop included message from the CEO


of the Implementation Fly-Hi, GA Group CEO Message,
disclosures of the importance of a culture in an organization,
discussions on the stop-start-continue and presentations
of summaries of the group discussions. The workshop was
concluded with wrap ups after which all participants signed
for their commitment.

Customized Training Program

Customized Training Program

Dalam kaitan dengan upaya memberikan awareness dan


reminder di segala lini, telah diselenggarakan sejumlah
workshop yang disesuaikan dengan kebutuhan unit, seperti:
Workshop Direktorat, Workshop GA dan GA Group

As an effort to promote awareness and give reminders in all


business lines, a number of workshops tailored to the needs
of each unit were held, including: Workshop for Directorate,
Workshop GA and GA Group

Strategi Remunerasi

Remuneration Strategy

Strategi Remunerasi Garuda Indonesia disusun dengan


mempertimbangkan 3 hal yaitu: Market, Meritocracy dan
Company Capability. Untuk tetap kompetitif di pasar tenaga
kerja, Garuda Indonesia menerapkan kebijakan dimana
nilai suatu kelompok jabatan didasarkan pada beberapa
ukuran, antara lain jenis pekerjaan, bobot jabatan dan
harga jabatan tersebut di pasar. Garuda Indonesia juga
mempertimbangkan kinerja dan produktivitas pegawai
dalam menetapkan penghargaan kepada pegawai.
Selain itu, untuk menjaga sustainability Perusahaan maka
pemberian penghargaan tetap mempertimbangkan
kemampuan Perusahaan baik di tahun berjalan ataupun di
masa depan.

Garuda Indonesias Remuneration Strategy was prepared


by considering these three things: Market, Meritocracy
and Company Capability. To remain competitive in the
labor market, Garuda Indonesia applies a policy in which
value of a group of position was based on some measure,
among other job type, job weight and job pricing in the
market. Garuda Indonesia also considers the performance
and productivity of employees in determining their
remuneration. In addition, to maintain the sustainability
of the Company, remuneration is given by considering the
Companys current and future capability.

Pada tahun 2013 Garuda Indonesia mempertajam


strategi remunerasi bagi karyawan dengan menerapkan
pemberian penghargaan melalui komponen remunerasi
kepada Penerbang, Awak Kabin dan Pegawai HOBO yang
disesuaikan (customized) dengan karakter pekerjaan.

In 2013 Garuda Indonesia refined its remuneration strategy


by providing appreciation that is included in remuneration
for Pilot, Cabin Crew and Employee at HOBO, which was
customized with the job character.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

206
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Sumber Daya Manusia


Human Resources

Pengembangan Kompetensi/Pendidikan

Competence Development/Education

Selain yang telah diuraikan di atas, pengembangan


kompetensi bagi pegawai secara keseluruhan juga dilakukan
melalui sistem Employee Development Program (EDP).
EDP dilakukan bersamaan dengan proses Performance
Management System. Di awal tahun, People Manager
melakukan coaching dengan pegawai untuk menyepakati
pengembangan yang akan diberikan kepada pegawai baik
melalui training, seminar atau penugasan pekerjaan.

Besides the aforementioned, in overall the competence


development for employees also carried out through
Employee Development Program (EDP). EDP is carried out
in conjunction with the Performance Management System.
At the beginning of the year, People Manager carried
out coaching process with employees to agree on the
development to be provided to employees through training,
seminars, or work assignments.

Corporate University

Corporate University

Dalam upaya semakin meningkatkan pengembangan SDM


Perusahaan, pada 2013 Perusahaan menyelenggarakan soft
launching beberapa academy diantaranya: Pilot Academy,
Flight Attendant Academy, Finance Academy, Maintenance
& Engineering Academy, Ground Service Academy,
Marketing & Sales Academy, serta Cargo Academy.
Diperuntukan sebagai lembaga yang mampu memberikan
solusi pembelajaran serta menghasilkan karyawan yang
memiliki kinerja tinggi, seluruh academy dalam Corporate
University ini diharapkan dapat turut berkontribusi pada
pertumbuhan bisnis Garuda Indonesia.

In an effort to further enhance the Companys human


resource development, in 2013 the Company held a soft
launch for some academy, among others: Pilot Academy,
Flight Attendant Academy, Finance Academy, Maintenance
& Engineering Academy, Ground Service Academy,
Marketing & Sales Academy, and Cargo Academy. Intended
as institutions that are able to provide learning solutions
and to produce high-performing employees, the entire
academy in this Corporate University are expected to
contribute to the business growth of Garuda Indonesia.

Pengembangan Karir

Career Development

Garuda Indonesia memberi kesempatan mengembangkan


karir yang jelas dan terencana tanpa membedakan
gender, suku, agama dengan melalui talent review pada
setiap jenjang yang dipertimbangkan adalah kemampuan,
pengetahuan, prilaku, kinerja serta potensi dari setiap
pegawai.

Garuda Indonesia provides employees with opportunity to


develop their clear and well-planned career regardless of
gender, ethnicity, religion through talent review at every
level, by assessing their capability, knowledge, behaviour,
performance and potential of each employee.

Jumlah Karyawan

Number of Employee

Jumlah karyawan pada tahun 2013 adalah sebanyak 7.861


karyawan meningkat sebesar 12,2% dibandingkan dengan
jumlah karyawan pada tahun 2012 yaitu sebanyak 7.008
karyawan. Hal ini untuk mendukung operasional dengan
pemenuhan terutama karyawan di sektor yang dipengaruhi
secara langsung penambahan jumlah armada dan
penambahan kapasitas (operasional).

Number of employee in 2013 was 7,861 employees, grew


by 12,2% compared with the number of employee in 2012
which stood at 7,008 employees. This is done to support the
Companys operation regarding the availability of employee
in the sectors directly effected by the expansion of the fleet
and the operational capacity.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

207

Jumlah Karyawan Berdasarkan Usia


Employee by Age
Kelompok Usia (tahun)
Age Classification (year)

7%
13%

2013

2012

> 50

1.043

938

41 50

2.566

2.476

31 40

806

946

21 30

2.934

2.198

512

450

7.861

7.008

< 21
Total

7%

37%

13%

31%

2013

2012
33%

14%

10%

> 50

41 50

31 40

35%

21 30

< 21

2012

47%

Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin


Employee by Gender
Jenis Kelamin
Gender

51%

2013

Pria | Male

4.022

3.737

Wanita | Female

3.839

3.271

Total

7.861

7.008

S3 | Doctorate Degree
S2 | Master Degree
S1 | Bachelor Degree

2013

49%

Pria | Male

Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Employee by Education
Pendidikan
Education

2013

53%

2012

Wanita | Female

4%

2012

308

312

2.654

2.356

Diploma | Diploma Degree

1.656

802

SLTA | High School

3.239

3.534

Total

7.861

7.008

41%

2013

5%

34%

50%

2012

34%

11%

21%

S2

S1

Diploma

SLTA

S3 : 0%

Master
Degree

Bachelor
Degree

Diploma
Degree

High
School

Doctorate
Degree : 0%

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

208
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Sumber Daya Manusia


Human Resources
3,1%

Jumlah Karyawan Berdasarkan Jabatan


Employee by Position
Jabatan
Position

2013

8,5%

2012

Manajemen Senior
(Direksi, VP, SM, GM)
Senior Management
(BOD, VP, SM, GM)

244

Manajemen Madya
(Manager, DM)
Middle Management
(Manager, DM)

442

Supervisor

273

261

Staf Pelaksana
Staff

2.278

2.410

Captain & First Officer

1.026

816

Flight Service Manager & Flight


Attendant

2.928

2.195

Trainee (Management, Cockpit,


Cabin)

670

681

7.861

7.008

Total

37,2%

< 8 tahun | years

411

2013

2012

419

18-23 tahun | years

1.947

1.970

24-32 tahun | years

1.266

1.193

231

219

7.861

7.008

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

31,3%

5,9%

2012

3,7%

34,4%

11,6%

Manajemen Senior
(Direksi, VP, SM, GM)
Senior Management
(BOD, VP, SM, GM)

Captain & First Officer

Manajemen Madya
(Manager, DM)
Middle Management
(Manager, DM)

Trainee (Management,
Cockpit, Cabin)

Flight Service Manager & Flight


Attendant

Supervisor
Staf Pelaksana
Staff

6,0%
24,8%

231

Total

29%

2,9%

3.207

> 33 tahun | years

2013

9,7%

13,1%

4.186

9 -17 tahun | years

5,6%

234

Jumlah Karyawan Berdasarkan Masa Kerja


Employee by Year of Service
Masa Kerja
Year of Service

3,3%
3,5%

53,3%

2013

28,1%
45,8%

2012

16,1%
2,9%

17,0%
3,1%

< 8 tahun | Year

18-23 tahun | Year

9-17 tahun | Year

24-32 tahun | Year

> 33 tahun | Year

209

Jumlah Karyawan berdasarkan Profesi | Employee by Profession

Profesi
Profession

No

Tetap
Permanent

Calon Pegawai
Employee Candidate

Kontrak
Contract

Siswa
Student

2013

2012

2013

2012

2013

2012

2013

2012

774

688

278

154

251

239

Diperbantukan

Cuti Di Luar Tanggungan


Perusahaan
Unpaid Leave

Cuti Gravida Maternity Leave

1.318

1.275

1.587

908

375

431

40

29

12

Sales & Promotion

694

669

50

100

Airport Handling

489

434

28

109

Maintenance & Engineering

105

110

17

22

All Other Personel

1.327

1.283

106

169

44

11

Cuti Di Luar Tanggungan


Perusahaan
Unpaid Leave

Pegawai diperbantukan
Secondment

22

25

4.783

4.524

2.066

1.426

670

681

38

38

27

29

SBU GARUDA CARGO

264

259

10

13

Jumlah | Total SBU (B)

302

297

37

42

5.085

4.821

2.103

1.504

670

681

7.861

7.008

A.1

Pilot & Copilot


Aktif
Active

Cabin Attendant
Aktif
Active
Cuti Gravida
Maternity Leave
Cuti Di Luar Tanggungan
Perusahaan
Unpaid Leave

Jumlah Pegawai PT Garuda


Indonesia (A)
Number of Employee Garuda
Indonesia (A)
B.1
2

SBU GSM

Total Karyawan (A+B)


Total Employee Garuda Indonesia
(A+B)
Total Jumlah Karyawan
Total Employees

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

210
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Sumber Daya Manusia


Human Resources

Biaya Program Pengembangan SDM

Cost of HR Development Program

Perusahaan berkomitmen untuk selalu meningkatkan dan


mengembangkan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan
Garuda Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui
program-program training dan learning. Pada tahun
2013, Perusahaan mengeluarkan training investment bagi
karyawan sebesar Rp 20,65 juta per orang yang terbagi
dalam 4 kategori program training, yaitu: Flight Operation
Training, Flight Attendant Training, Airline Business Training
dan Flight Operation Officer Training.

The Company is committed to constantly improve and


develop the competency of its employees. That commitment
is realized through series of training and learning programs.
In 2013, the investment made by the Company in the form of
employee training programs amounted to Rp 20.65 million
per person, comprising of 4 categories of training programs,
namely: Flight Operation Training, Flight Attendant Training,
Airline Business Training and Flight Operation Officer
Training.

Pengelolaan Hubungan Industrial

Industrial Relations Management

Garuda Indonesia memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB)


yang disusun bersama dengan serikat pekerja dan ditinjau
secara periodik setiap dua tahun. Setelah ditandatanganinya
PKB pada tahun 2012, maka pada tahun 2013 adalah
melaksanakan hal-hal yang tercantum dalam PKB tersebut
serta terus meningkatkan hubungan komunikasi di antara
Serikat Pekerja dan Manajemen melalui Lembaga Kerja
sama Bipartit (LKS Bipartit).

Garuda Indonesia has a Collective Labour Agreement


(CLA) prepared together with Garuda Indonesia Joint
Trade Unions, reviewed periodically every two years.
Upon the signing of CLA in 2012, the year 2013 saw the
implementation of the items listed in the CLA, as well as
the continuation of improvement on the communication
between the labor unions and the management through
bipartite Institute (LKS Bipartit).

LKS Bipartit dilandasi dengan pemahaman akan peran,


tugas serta tanggung jawab masing-masing, yang
merupakan harapan setiap perusahaan dan karyawan. LKS
Bipartit terdiri dari unsur manajemen dan unsur perwakilan
serikat pekerja yang terdiri dari Serikat Karyawan Garuda
Indonesia (Sekarga), Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia
(IKAGI), dan Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG).

LKS Bipartit was established based on the understanding


of the roles, duties and responsibilities of each party, which
is the hope of the Company and all employees. LKS Bipartit
is composed of management and employee representative
elements, consisting of Garuda Indonesia Joint Trade Unions
(SEKARGA), Garuda Indonesia Cabin Crew Association
(IKAGI), and the Garuda Indonesia Pilots Association (APG).

LKS Bipartit merupakan komite karyawan dan manajemen


yang dibentuk secara sukarela bertujuan untuk
mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang menjadi
kepentingan bersama yang umumnya tidak didiskusikan
dalam perundingan. LKS Bipartit memberi ruang bagi
manajemen dan karyawan untuk membangun komitmen
dalam ruang dialog yang egaliter dan dinamis menuju
hubungan industrial yang harmonis.

LKS Bipartit is a committee of employees and management,


which was formed on voluntary basis aiming at
identifying and resolving issues generally not discussed
in the negotiations, for both parties interest. LKS Bipartit
facilitates a forum for management and employees to build
a commitment an egalitarian and dynamic dialogue towards
harmonious industrial relation.

LKS Bipartit juga berupaya untuk menumbuhkan


komunikasi yang baik antara manajemen dan karyawan,
dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan
kinerja dan produktivitas, sehingga bisa mencapai
target dan tujuan bersama. Sepanjang tahun 2013, LKS
Bipartit juga banyak membahas mengenai kesejahteraan
pegawai, hingga masukan-masukan karyawan terkait
operasional perusahaan. Semuanya menjadi masukan untuk
meningkatnya kinerja dan produktivitas Perusahaan secara
utuh.

LKS Bipartit also seeks to foster good communication


between management and employees, and a positive
impact on performance and productivity improvement,
to achieve mutual targets and goals. Throughout 2013,
LKS Bipartit has discussed the welfare of employees and
employee inputs related to the Companys operation. The
results becomes input for increasing the performance and
productivity of the Company as a whole.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

211

Jenis Imbalan Kerja Dan Deskripsi

Types of Employee Benefits and Description

a. Imbalan Pasca-kerja
Program Iuran Pasti
Perusahaan dan PT Garuda Maintenance Facility
Aero Asia (GMFAA), entitas anak, menyelenggarakan
program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan
tetapnya. Program pensiun tersebut dikelola oleh
Dana Pensiun Garuda Indonesia (DPGA), yang akta
pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. KEP-403/KM.17/1999 tanggal 15 Nopember
1999. luran dana pensiun masing-masing berjumlah
7,5% dari gaji dasar karyawan dimana sebesar
2% ditanggung karyawan dan sisanya ditanggung
entitas anak.

a. Post-Employment Benefits
Defined Contribution Plan
The Company and PT Garuda Maintenance Facility
Aero Asia (GMFAA), a subsidiary, established a
defined contribution pension plan for all their
permanent employees. The pension plan is managed
by Dana Pensiun Garuda Indonesia (DPGA), whose
deed of establishment was approved by the
Minister of Finance of the Republic of Indonesia in
his Decision Letter No. KEP-403/KM.17/1999 dated
November 15, 1999. The pension fund contributions
are equivalent to 7.5% of employees basic salaries
wherein 2% are assumed by the employees and the
difference is assumed by the subsidiary.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham


Tahunan (RUPST) Perusahaan tanggal 26 April 2013,
di setujui dan ditetapkan perubahan iuran dana
pensiun Perusahaan dari yang semula 7,5% dari
gaji dasar karyawan menjadi 10% dan perubahan
iuran yang ditanggung karyawan dari yang semula
2% menjadi 3% dan sisanya menjadi tanggungan
Perusahaan.

Based on the results of the Annual General Meeting


of Shareholders (AGMS) of the Company held
on 26 April 2013, the Companys pension fund
contributions is increased from the original 7.5% of
employees basic salaries to 10% and the change in
the contribution by the employee from the original
2% to 3% and the rest is assumed by the Company.

PT Abacus Distribution Systems Indonesia


(ADSI), entitas anak, menyelenggarakan program
penutupan asuransi atas jaminan hari tua untuk
semua karyawan yang memenuhi persyaratan.
Program jaminan hari tua ini memberikan manfaat
jaminan hari tua yang ditentukan berdasarkan
penghasilan terakhir peserta. Program jaminan hari
tua ini dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Pendanaan jaminan hari tua berasal dari kontribusi
entitas anak tersebut dan karyawannya masingmasing sebesar 7,5% dan 2,5% dari gaji dasar.

PT Abacus Distribution Systems Indonesia (ADSI),


a subsidiary, established an insurance program
covering post-retirement benefits for all qualified
permanent employees. This program provides
post-retirement benefits based on the participants
latest salaries. This program is managed by PT
Asuransi Jiwasraya (Persero). The program is funded
by contributions from the respective subsidiary and
its employees at 7.5% and 2.5%, of the employees
basic salaries, respectively.

Program Imbalan Pasti


PT Aero Wisata, entitas anak, menyelenggarakan
program pensiun manfaat pasti untuk seluruh
karyawan tetapnya yang dikelola oleh Dana Pensiun
Aero Wisata yang akta pendiriannya telah disahkan
oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. KEP-044/KM.10/2007 tanggal
26 Maret 2007. Iuran dana pensiun berasal dari
kontribusi PT Aero Wisata dan karyawan masingmasing sebesar 11,40% dan 5% dari gaji kotor. Pada
masa pensiun, karyawan akan memperoleh manfaat
sebesar 2,5% kali masa kerja kali penghasilan dasar
pensiun.

Defined Benefit Plan


PT Aero Wisata, a subsidiary, established a
defined benefit pension plan for all its permanent
employees. The plan is managed by Dana Pensiun
Aero Wisata whose deed of establishment was
approved by the Minister of Finance of Republic
of Indonesia in his Decision Letter No. KEP-044/
KM.10/2007 dated March 26, 2007. The pension fund
is funded by contribution from PT Aero Wisata and
its employees at 11.40% and 5%, respectively, of the
employees gross salaries. At retirement age, the
employees will obtain benefit of 2.5% times working
period times basic pension income

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

212
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Sumber Daya Manusia


Human Resources

Grup (GMFAA, ADSI, ASI dan AWS) juga


memberikan imbalan kepada karyawan yang
memenuhi persyaratan sesuai dengan kebijakan
Perusahaan yang didasarkan pada Undang-undang
Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003. Tidak terdapat
pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan
sehubungan dengan imbalan kerja ini.

The Grup (GMFAA, ADSI, ASI and AWS) also provide


benefits to their qualifying employees in accordance
with the Companys policies based on Labor Law
No. 13 Year 2003. No funding has been made to this
defined benefit plan.

b. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lain


Grup (GMFAA, ADSI, ASI dan AWS) memberikan
penghargaan masa bakti kepada karyawan yang telah
bekerja selama 20 tahun sesuai dengan kebijakan
Perusahaan. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan
oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan kerja ini.

b. Other Long-term Benefit


The Group (GMFAA, ADSI, ASI and AWS) provides long
service awards to their employees who have already
rendered 20 years of service in accordance with the
Companys policies. No funding has been made to this
long-term benefit.

Kebijakan Akuntansi Imbalan Kerja

Employee Benefits Accounting Standards

a. Imbalan Pasca-Kerja
Perhitungan imbalan pasca-kerja ditentukan dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit.
Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui menggunakan
metode koridor. Akumulasi keuntungan dan kerugian
aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi
10% dari jumlah yang lebih besar diantara nilai kini
liabilitas imbalan pasti atau nilai wajar aset program
diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa
masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam
program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung,
apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan
sebaliknya diakui sebagai beban dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan periode rata-rata
sampai imbalan tersebut menjadi vested. Keuntungan
atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian diakui
langsung ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut
terjadi.

Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasca-kerja


di laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan
nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja disesuaikan
dengan keuntungan dan kerugian aktuarial belum diakui
dan biaya jasa lalu belum diakui, dan dikurangi dengan
nilai wajar aset program.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

a. Post-Employment Benefits
Post-employment benefits are determined using
the Projected Unit Credit Method. The accumulated
unrecognized actuarial gains and losses that exceed
10% of the greater of the present value of the defined
benefit obligations and the fair value of plan assets,
is recognized on straight-line basis over the expected
average remaining service years of the participating
employees. Past service cost is recognized immediately
to the extent that the benefits are already vested, and
otherwise is amortized on a straight-line basis over the
average period until the benefits become vested. Gains
or losses on the curtailment or settlement is recognized
immediately when the curtailment or settlement occurs.

The employee benefits obligation recognized in the


consolidated statements of financial position represents
the present value of the defined benefit obligation as
adjusted for unrecognized actuarial gains and losses
and unrecognized past service cost, and reduced by the
fair value of plan assets.

213

b. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lain


Perhitungan imbalan kerja jangka panjang ditentukan
dengan menggunakan Projected Unit Credit. Biaya
jasa lalu dan keuntungan (kerugian) aktuarial diakui
langsung pada periode yang bersangkutan. Keuntungan
atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian diakui
langsung ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut
terjadi.

b. Other Long-Term Benefits


Long-term benefits are determined using the Projected
Unit Credit Method. Past service cost and actuarial
gains (losses) are recognized immediately in the
current operations. Gains or losses on the curtailment
or settlement is recognized immediately when the
curtailment or settlement occurs.

Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan


kerja jangka panjang di laporan posisi keuangan
konsolidasian merupakan nilai kini liabilitas imbalan
kerja pasti.

Employee Engagement
Perusahaan mengamati engagement pegawai setiap
tahun melalui survei yang selalu dimutahirkan metode dan
proses pengukurannya. Hasil survei menjadi materi People
Manager untuk meningkatkan engagement pegawai di
unitnya. Untuk itu Perusahaan telah melakukan peningkatan
pengetahuan dan ketrampilan People Manager dalam
melakukan coaching sumber daya manusia. Dengan
demikian para People Manager berkewajiban untuk
menciptakan suasana engage sehingga timbul kreativitas,
inovasi dan peningkatan produktivitas pegawai. Hasil survei
juga menjadi masukan unit Human Capital Management
dalam memutahirkan kebijakan Perusahaan dalam
pengelolaan sumber daya manusia. Selain itu, pengukuran
engagement pegawai menjadi salah satu unsur penilaian
perusahaan berkinerja unggul.yang akhirnya terkait dengan
Perusahaan sebagai Employer of Choice.

The long-term employee benefit obligation recognized


in the consolidated statement of financial positions
represents the present value of the defined benefit
obligation.

Employee Engagement
Employee engagement was observed annually through
surveys which methods and processes of measurement are
continuously updated. The results of the survey becomes
the input for People Manager to improve employee
engagement in his/her unit. For this objective, the Company
has upgraded the knowledge and skill in HR coaching for
People Manager and hence they are obliged to create an
engaging atmosphere that can nurture creativity, innovation
and increase employee productivity. The survey results also
used by the Human Capital Management unit as the base
for updating the Companys policy in managing human
resources. In addition, measuring employee engagement is
one of the elements in assessing an excellent company and
eventually is associated with the company as an Employer
of Choice.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

214
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Teknologi
Informasi
Information
Technology
Inisiatif TI tahun 2013
difokuskan untuk
mendukung migrasi
platform PSS ke sistem
Amadeus Altea serta
bergabungnya Garuda
Indonesia ke dalam
SkyTeam.
IT initiatives in 2013 were
focused on supporting the
migration of PSS platform to
Amadeus Altea system and the
joining of Garuda Indonesia
into SkyTeam.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Berbagai program pengembangan teknologi informasi


yang dilakukan oleh Garuda Indonesia sepanjang
tahun 2013 pada dasarnya diarahkan untuk mendukung
strategi bisnis yang dijalankan Perusahaan. Kian ketatnya
persaingan seiring dengan masuknya maskapai asing dan
bertumbuhnya perusahaan penerbangan low cost carrier,
serta dalam rangka menyongsong Quantum Leap tahun
2014, membuat upaya pengembangan teknologi informasi
perusahaan harus bermuara kepada operational excellence.

Kebijakan Masterplan IT
Garuda Indonesia telah menyusun dan menerapkan IT
Masterplan 2012-2016 untuk mendukung pencapaian target
bisnis Perusahaan melalui inisiatif-inisiatif yang terfokus,
serta pemilihan teknologi yang realistis dan pragmatis.
Inisiatif IT Garuda Indonesia dilaksanakan berdasarkan
skala prioritas yang difokuskan pada key objective berikut:
1. Mengganti core airline system (PSS);
2. Menyediakan teknologi yang dibutuhkan untuk
bergabung dengan SkyTeam.

Several development programs of Information technology


were undertaken by Garuda Indonesia during 2013, aimed
at supporting the Companys business strategy. With the
increasingly intense competition, along with the entry of
foreign airlines in Indonesia and the growth of low cost
carriers, as well as to meet the Quantum Leap in 2014, the
information technology development should be aimed at
operational excellence.

IT Masterplan
Garuda Indonesia has prepared and implemented IT
Masterplan 2012-2016 to support the achievement of
business targets through focused initiatives and choice of
realistic and pragmatic technology.
The implementation of Garuda Indonesia IT initiatives is
based on scale of priorities, focusing on the following key
objectives:
1. To replace core airline system (PSS);
2. To provide technology required to join the SkyTeam
alliance.

215

3. Membangun platform teknologi yang handal untuk


semua area bisnis.
4. Memfasilitasi untuk memberikan diferensiasi terfokus
pada area bisnis tertentu.
5. Membangun kapabilitas TI sehingga dapat
meningkatkan kemampuan Garuda Indonesia secara
signifikan dalam mengimplementasi berbagai inisiatif
Teknologi Informasi.

3. To develop a reliable platform of technology for all area


of business.
4. To facilitate in making differences for certain business
area.
5. To develop IT capability to significantly improve Garuda
Indonesias ability to implement various IT initiatives

Masterplan IT Garuda Indonesia dibangun di atas delapan


prinsip teknologi yang kesemuanya ditujukan untuk
mendukung pencapaian target Perusahaan, serta melakukan
diferensiasi bila diperlukan. Kedelapan prinsip tersebut
adalah:
1. Memilih sistem standar industri penerbangan, dan
menerapkannya untuk fungsi-fungsi yang menawarkan
kemampuan bagi Garuda Indonesia untuk kompetitif.

Garuda Indonesia IT Masterplan was built on eight


principles of technology, all of which are intended to
support the achievement of the Company, as well as to
differentiate whenever needed. The eight principles are:
1. Choosing a system that complies with the aviation
industry standard and applying it to functions that allow
Garuda Indonesia to be competitive.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

216
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Teknologi Informasi
Information Technology

2. Memilih sistem IT yang dinamis dan mempunyai


kemampuan yang terbaik dikelasnya, untuk digunakan
pada fungsi-fungsi yang membutuhkan kemampuan
diferensiasi kompetitif. Untuk fungsi lainnya difokuskan
untuk menggunakan sistem terintegrasi menggunakan
platform yang telah terbukti handal dan tidak perlu
kustomisasi.
3. Mengembangkan arsitektur IT yang luwes dan dapat
digunakan kembali, serta memberikan kemudahan
bagi calon penumpang untuk mengakses layanan dan
informasi melalui berbagai channel.
4. Mengembangkan arsitektur IT yang dapat menjamin
kerahasiaan data pelanggan dan perusahaan, dengan
menerapkan kebijakan, proses dan perangkat keamanan
yang sesuai.
5. Menerapkan standard best practice di sistem aplikasi.
6. Melakukan integrasi informasi untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas yang memberikan manfaat
untuk pelanggan dan perusahaan.
7. Memanfaatkan infrastruktur dengan menyediakan
bandwith yang memadai, keamanan, dan kontinuitas
bisnis.
8. Melaksanakan proyek dan menyediakan layanan IT
yang sesuai standar industri dengan dukungan mitra
IT terpercaya untuk menjamin ketepatan waktu dan
efektivitas.

2. Choosing a dynamic IT systems with the best-in-class


capabilities to applied on functions that are required to
have of competitive differentiation. For other functions,
the initiatives focused on using an integrated system on
a platform that has been proven reliable and need not
customization.

Pelaksanaan Program di Tahun 2013


Di tahun 2013 telah banyak rencana roadmap inisiatif IT
Masterplan Perusahaan yang dilaksanakan dan membawa

Implementation of Program in 2013

dampak penting dalam mendukung pertumbuhan


Perusahaan menyongsong Quantum Leap Garuda
Indonesia.

3. Developing flexible and re-usable IT architecture, and


facilitate easy access for passengers to get services and
information through various channels.
4. Developing IT architecture that can ensure the
passengers and company data confidentiality, by
implementing appropriate policies, security processes
and devices.
5. Applying best practice standards in application system.
6. Performing integration of information to improve
efficiency and effectiveness in providing benefits for
customers and companies.
7. Utilizing the infrastructure to provide adequate
bandwidth, security, and business continuity.
8. Implementing projects and providing IT services in
accordance with the industry standard with support
from reliable partners to ensure the timeliness and
effectiveness.

In 2013, many plans in the road map for the IT Master Plan,
which has been implemented and brought significant
impact to support the growth of the Company towards the
Quantum Leap.

Inisiatif IT pada tahun 2013 difokuskan untuk menyiapkan


seluruh IT requirement dalam rangka mendukung
diterapkannya sistem baru untuk layanan penumpang,
yakni Passenger Services Systems (PSS) Amadeus Altea,
dan mendukung bergabungnya Garuda Indonesia ke dalam
SkyTeam.

IT initiatives in 2013 was focused in preparing all IT


requirements to support the implementation of new
Passenger Services Systems (PSS) Amadeus Altea, and the
joining of Garuda Indonesia to SkyTeam.

Berikut ini adalah berbagai inisiatif IT Masterplan yang


dilaksanakan di tahun 2013:
Melakukan peningkatan capacity, reliability, dan security
terkait network untuk mendukung kesiapan operasional
sistem Amadeus Altea.
Menyelesaikan Implementasi Enterprise Service
Bus (ESB) yang meliputi ESB, ODS (Operation Data
Stores) dan MQ Server. ESB akan berfungsi untuk
mengintegrasikan sistem PSS baru dengan IOCS, IBE,
dan seluruh impacted system.

Following is the initiatives in IT Masterplan carried out in


2013:
Improving capacity, reliability, and security related
to network to support the operational readiness of
Amadeus Altea.
Completing the implementation of Enterprise Service
Bus (ESB) including ESB, ODS (Operation Data Stores)
and MQ Server. ESB will be functioned to integrate new
PSS with IOCS, IBE, and all impacted system.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

217

Migrasi Sistem PSS ARGA menjadi Amadeus Altea.


Dan di tahun yang sama diselesaikan implementasi
Reservation, Inventory, dan Ticketing (RIT) dan
Departure Control System (DCS), sehingga seluruh
operasional di branch office, airport domestik dan
internasional sudah menggunakan sistem Amadeus
Altea.
Menyelesaikan Integrated Contact Center untuk
mendukung layanan pelanggan sesuai dengan standar
SkyTeam
Menyelesaikan integrasi Garuda Frequent Flyer
(GFF) dengan FFP seluruh anggota SkyTeam dengan
menggunakan aplikasi integrator sesuai dengan
platform SkyTeam.
Arsitektur IT Perusahaan (EA) telah selesai
penyusunannya, mencakup arsitektur infrastruktur,
arsitektur aplikasi dan arsitektur informasi perusahaan.
EA ini digunakan sebagai panduan menyusun kebijakan
IT yang strategis dan sejalan dengan aspek bisnis.
Lingkup awal implementasi EA meliputi Direktorat
Operasi (DO), Direktorat Marketing & Sales (DN), dan
beberapa unit di bawah Direktorat Service (DC).
Menyelesaikan set-up Disaster Recovery Center (DRC)
untuk sistem IOCS, yang ditujukan untuk memastikan
business continuity. Akan menyusul set-up DRC untuk
core application lainnya yang memiliki critical business
impact bagi Garuda Indonesia.
Untuk inisiatif terkait pengembangan kapabilitas IT serta
model operasional IT telah dilakukan dalam beberapa
inisiatif TI antara lain penyusunan IT Service Catalog,
managed service web developer untuk menangani
permintaan user akan pembuatan website, set-up PMO
IT, dan set-up Tools untuk IT Service Desk.
Kebijakan, standard, dan prosedur terkait IT Security
(ISMS) sesuai ISO 27001 sudah disetujui Direksi
dan secara bertahap sudah diimplementasikan. Ini
merupakan salah satu persyaratan dari SkyTeam, untuk
memastikan keamanan data dari anggota aliansi.
Proyek penyusunan tata kelola TI sudah dimulai
dan ditargetkan selesai di tahun 2014. Inisiatif ini
dilaksanakan untuk memenuhi target Permen BUMN
PER-02/MBU/2013 tentang IT Governance yang
mensyaratkan bahwa Tata kelola TI BUMN minimal
berada pada maturity level 3 di tahun 2018.
Project IT Maintenance Repair and Overhaul (MRO)
sudah memasuki tahap realisasi, yaitu data cleansing di
sistem lama yang akan dimigrasikan ke sistem baru.
Implementasi Fare Management System (FMS) selesai
dilakukan.

Migrating PSS ARGA to Amadeus Altea. And in the


same year completing the Reservation, Inventory, and
Ticketing (RIT) and Departure Control System (DCS), so
that the operation in all branch offices, domestic and
international airports has used Amadeus Altea.

Completing the Integrated Contact Center to support


passenger services in comply with the SkyTeam
standard.
Completing the integration of Garuda Frequent Flyer
(GFF) with the FFP of all members of SkyTeam using
integrator application that comply to the SkyTeams
platform.
The Companys IT architecture (EA) has been completed,
which include infrastructure architecture, application
architecture and information architecture. EA is used as
a guide to develop strategic IT policies, aligned with the
business aspect. The initial scope of the implementation
of the EA includes the Directorate of Operations (DO),
Directorate of Marketing & Sales (DN), and some units
under the Directorate of Service (DC).
Completing the Disaster Recovery Center (DRC) set-up
for IOCS system, to ensure business continuity. Will
be followed by DRC set-up for other core applications
which has critical business impact for Garuda Indonesia.
For the initiatives related to the development of IT
capabilities and IT operational model, several IT
initiatives have been undertaken, namely IT Service
Catalogue, managed service web developer to handle
user request in developing website, set-up PMO IT, and
Tools set-up for IT Service Desk.
The policies, standards, and procedures related to
IT Security (ISMS) pursuant to ISO 27001 has been
approved by the Board of Directors (BoD) and has been
gradually implemented. This is one of the requirements
of SkyTeam to ensure the security of its members data.
The project of establishing IT governance has been
commenced and is targeted to finish in 2014. This
initiative was implemented to meet the target from
Minister of SOEs Regulation No. PER-02/MBU/2013 on
IT Governance requiring that SOEs IT Governance is at
least at maturity level 3 in 2018.
IT Maintenance Repair and Overhaul (MRO) Project has
entered realization stages, namely data cleansing in old
system to be migrated to the new system.
The Implementation of Fare Management System (FMS)
has been completed.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

218
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Rencana 2014
Objective Rolling Initiatives IT Master Plan di tahun 2014
adalah build engine for growth. Tema ITMP tersebut
dipilih dalam rangka mendukung rencana bisnis untuk
meningkatkan kelangsungan kenaikan pendapatan
perusahaan melalui peningkatan kualitas produk dan
layanan kepada pelanggan pada tahap pertumbuhan.
Berdasarkan rencana bisnis Garuda tersebut maka disusun
inisiatif IT untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Teknologi Informasi
Information Technology
Plan in 2014
The objective of Rolling Initiatives of IT Master Plan in
2014 is to build engine for growth. The theme for ITMP was
chosen in order to support the Companys business plan
to improve the continuity of revenues increase through
improvement on the quality of products and services for
passengers in the stage of growth. Based in the Companys
business plan, the IT initiatives were prepared to support
business growth.

Berikut ini adalah inisiatif IT Masterplan yang akan


dijalankan di tahun 2014:
Peningkatan fitur di website Garuda Frequent Flyer (GFF)
yaitu Interactive Redemption Upgrade (IRU) dan Profile
Access Synchronization. Sistem GFF saat ini belum
memilki fitur tersebut untuk diintegrasikan dengan PSS
Amadeus Altea.
Peningkatan utilisasi Self Service Check In (SSCI) dengan
penambahan KIOSK yang akan ditempatkan di Bandara
Cengkareng.
Konsolidasi enterprise reporting berdasarkan Roadmap
Enterprise Data Warehouse. Cakupan awal enterprise
reporting adalah Commercial (BLF, SLF, Route
Profitability), Treasury (Profit, Revenue, Free Cash Flow),
dan PSS Operational Reporting.
Melanjutkan implementasi EITA dengan cakupan
di Direktorat Service (DC) dan Direktorat Strategi,
Pengembangan Bisnis & Risk Management (DQ).
Implementasi Customer Relationship Management
(CRM).
Melakukan kalibrasi untuk sistem commercial planning.
Mengintegrasikan bisnis proses Operations dengan
Network Planning, melalui integrasi sistem IOCS dengan
sistem Netlineplan.
Mengintegrasikan bisnis proses operations dengan
Maintenance Repair Overhaul, melalui integrasi sistem
IOCS dengan Sistem MRO.
Inisiatif untuk mendukung single version of truth melalui
pelaksanaan project Enterprise Data Warehouse, telah
menghasilkan roadmap yang akan diimplementasikan
selama 5 tahun ke depan.

Following are the initiatives of IT Masterplan to be carried


out in 2014:
Feature improvement in Garuda Frequent Flyer (GFF)
website, namely Interactive Redemption Upgrade (IRU)
and Profile Access Synchronization. Currently, the GFF
system has no such feature to be integrated with the
PSS Amadeus Altea.
Increased utilization of Self Service Check In (SSCI) by
adding KIOSK in Airport Cengkareng.

Inisiatif-inisiatif tersebut disusun ke dalam dokumen


Information Technology Portfolio (ITPP) tahun 2014. Unit
IT berkewajiban untuk melaksanakan inisiatif tersebut
dengan manajemen IT berdasarkan standar kerangka
kerja IT yaitu COBIT dan ITIL. Oleh karena itu unit IT tetap
melakukan improvement terhadap kerangka kerja IT
tersebut pada tahun 2014 agar sesuai dengan peraturan
pemerintah Indonesia dalam melaksanakan tata kelola IT (IT
Governance).

Those initiatives were set forth in the 2014 Information


Technology Portfolio (ITPP). The IT Unit is in charge to
perform those initiatives with IT management based on the
IT framework, namely COBIT and ITIL. To that end, the IT
unit continues to improve the IT framework in 2014 to suit
with the Government regulation in IT Governance.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Consolidating enterprise reporting based on Road


map Enterprise Data Warehouse. The initial scope of
enterprise reporting was Commercial (BLF, SLF, Route
Profitability), Treasury (Profit, Revenue, Free Cash Flow),
and PSS Operational Reporting.
Proceeding with the implementation of EITA in
Directorate of Service (DC) and Directorate of Strategy,
Business Development & Risk Management (DQ).
Implementing Customer Relationship Management
(CRM).
Calibrating commercial planning system.
Integrating operation process business with Network
Planning, through the integration of IOCS system and
Netlineplan system.
Integrating proses operations process business with
Maintenance Repair Overhaul, through the integration
of IOCS system and MRO system.
The initiatives undertook to support single version of
truth through Enterprise Data Warehouse project has
resulted in a roadmap to be implemented in the next 5
years

219

Selain inisiatif IT tersebut di atas untuk mendukung bisnis,


IT juga mendukung komunikasi dan koordinasi kerja agar
produktivitas karyawan meningkat. Untuk mencapai tujuan
tersebut, Garuda telah bekerja sama dengan Microsoft
dengan menggunakan Office 365 untuk memberikan
layanan yang prima terhadap karyawan.

In addition to the aforementioned IT initiatives in supporting


the business, IT also supports the communication and
coordination in order to increase employee productivity.
To achieve these objectives, Garuda has collaborated with
Microsoft using Office 365 to provide excellent service to
employees.

Untuk mencapai layanan yang prima terhadapa bisnis


dibutuhkan layanan operasional IT yang prima, oleh karena
itu Divisi IT juga memperkuat layanan operasional IT dengan
alignment inisiatif dengan Asyst, anak perusahaan yang
bergerak dalam bidang IT.

ITs operational excellence is needed to be able to provide


excellent services in the business. Therefore, IT Division also
strengthens its operational services through the alignment
of initiative with Asyst, a subsidiary engaged in the IT
business.

Bersama Asyst, Divisi IT juga akan melaksanakan layanan


standard IT yaitu ITIL secara bertahap. Pada tahap awal akan
dilaksanakan improvement terhadap Service Desk yang
mencakup layanan helpdesk dengan aplikasi terbaik untuk
layanan ITIL. Tahap selanjutnya adalah peningkatan layanan
IT terhadap bisnis dengan memanfaatkan IT Service Catalog
yang telah disusun pada tahun 2013 untuk membangun
layanan IT problem management dan Incident management
sehingga layanan operasional IT dapat mencapai kinerja
terbaik.

Together with Asyst, IT will also gradually implement


standard IT services namely ITIL. During the initial phase,
improvement on Service Desk will be take place, which
include helpdesk services with the best applications for ITIL
services. The next stage is the improvement of IT service to
the business by utilizing IT Service Catalogue developed in
2013 to build the ITs problem management and incident
management, with the objective of to have the best
performance from IT operation.

Pada akhirnya, semua inisiatif IT tersebut memerlukan


dukungan infrastruktur IT yang prima sebagai fondasi IT
untuk mendukung operasional IT. Dengan memanfaatkan
teknologi terbaru masa kini maka beberapa inisiatif untuk
melakukan improvement adalah:
Bersama dengan Asyst membangun DC berbasis
VMWare dan juga DRC untuk aplikas-aplikasi yang kritis
terhadap bisnis.
Membangun New IT Backbone dan peningkatan
reliability network di airport untuk meningkatkan
layanan jaringan guna mendukung aplikasi serta
operasional bisnis.
Mengimplementasikan IT Security Policy berdasarkan
Manual Keamanan Informasi (MKI) Garuda Indonesia
agar selaras dengan IT Policy SkyTeam untuk menjamin
keamanan IT guna bergabung dengan aliansi
penerbangan SkyTeam.

Eventually, all the IT initiatives require support from


excellent IT infrastructure as the foundation to support IT
operations. By utilizing the latest technology today, several
initiatives of improvement are:
Together with Asyst, building a VMWare- based DC-and
also the DRC for critical applications for business.
Building New IT Backbone and increased network
reliability at the airport to improve network services to
support applications and business operations.
Implementing IT Security Policy based on Information
Security Manual (ICM) of Garuda Indonesia in order to
be aligned with the SkyTeams IT Policy to ensure IT
security to join the SkyTeam.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

220
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Procurement

Dengan tercapainya
tahap Procurement
Excellence, fungsi
Pengadaan kini
merupakan salah
satu elemen strategis
dalam meningkatkan
kinerja Garuda
Indonesia.
With the attainment of
Procurement Excellence
phase, the Procurement
function now becomes one
of the strategic elements in
improving the performance of
Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Saat ini, pengadaan telah berkembang menjadi salah


satu fundamental dalam kesuksesan pencapaian bisnis
perusahaan. Hal ini dikarenakan Garuda Indonesia
menyadari pentingnya penerapan strategi pengadaan
dalam mendukung kinerja perusahaan. Melalui strategi
penerapan yang direncanakan dengan matang dan
disesuaikan dengan strategi bisnis perusahaan, Perusahaan
dapat meningkatkan competitive advantagesnya baik dari
sisi efisiensi,efektivitas maupun nilai tambah yang diperoleh
dari strategi pengadaan barang dan jasa. Itu sebabnya,
Garuda Indonesia menjalankan strategi pengadaan secara
konsisten dalam satu rangkaian proses yang terencana
sesuai dengan Garuda Indonesia Procurement Roadmap.
Garuda Indonesia Procurement Roadmap merupakan
rangkaian proses yang terdiri dari empat tahapan. Tahap
pertama adalah tahap Basic Buying, dimana di awal
perjalanannya, pengadaan dilakukan secara desentralisasi,
parsial dan belum adanya proses konsolidasi yang
berpengaruh pada standardisasi kualitas dan harga atas
barang/jasa. Tahap berikutnya adalah tahap Strategic
Buying, dimana pembelian dilakukan secara terkonsolidasi
dengan kontrak jangka panjang, dan melakukan klasifikasi
supplier berdasarkan kompetensinya. Pada tahap

Currently, procurement has evolved to become one


of the fundamental elements for the Company to
achieve its business success. This is because Garuda
Indonesia recognizes the importance of implementing
the procurement strategy in support of the Companys
performance. Through a carefully planned implementation
strategy, tailored to the Companys business strategy, the
Company is able to increase its competitive advantages,
in terms of efficiency, effectiveness as well as added
value which was gained from the strategy of procurement
of goods and services. Therefore, Garuda Indonesia
implemented consistently strategy in procurement as a
series of well planned process in line with Garuda Indonesia
Procurement Road Map.
Garuda Indonesia Procurement Road map is a series of
process comprising four phases. The first phase is Basic
Buying, whereas in the beginning, the procurement was
conducted on decentralized and partial basis without
consolidation that affecting the standard of quality and
prices of the goods/services. The next phase is Strategic
Buying, whereas consolidated purchases were made with
long-term contracts using supplier classification according

221

DRIVES STRATEGY THROUGH PROCUREMENT

Balance Sheet

Bottom Line

Working Capital

Garuda Indonesia
Quantum Leap

Supply Chain
Procurement System Development
Governing Strategic Procurement Culture

Procurement Result

Procurement Challenges

selanjutnya, atau tahap Partnership, fokus Perusahaan


beralih dari upaya efisiensi dan jangka pendek ke arah
efisiensi biaya dari sisi vendor yang dilakukan dengan
strategi kerja sama jangka panjang. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan produktivitas vendor yang akan berdampak
pula pada kinerja Perusahaan. Pada tahap ini, Perusahaan
mengembangkan sistem value chain untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas proses pengadaan.

to their competencies. At the later phase of Partnership,


the Companys focus is shifted from short-term efficiencies
to cost efficiency on the supplier side from long-term
cooperation that enhances productivity of the suppliers that
will impact the Companys performance. In addition, the
Company is also developing a value chain system towards
more efficient and effective procurement processes.

Tahap ke empat, dimana Perusahaan berada saat ini, adalah


tahap Procurement Excellence. Pada tahap ini, Perusahaan
melakukan implementasi atas Supply Chain Management
secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai aspek
seperti source quality & risk, suppliers cost driver, serta
customer focus. Pada tahap ini, proses pengadaan di
Perusahaan mengarah pada prinsip buyer focuses on own
core competencies, dimana Perusahaan membangun
banyak kemitraan, sehingga proses transaksional dalam
pengadaan barang/jasa dapat dikurangi dan Perusahaan
dapat memfokuskan upayanya pada core business serta
pengembangan strategi ke depan.

The fourth phase, or the current phase, is the phase of


Procurement Excellence. In this phase, the Company
has implemented Supply Chain Management as a whole,
involving various aspects such as source quality & risk,
suppliers cost driver, and customer focus. During this phase,
the procurement process applies the principle of the buyer
focuses on own core competencies, whereas the Company
built partnerships, so that the transactional process in the
procurement of goods/services can be reduced and the
Company can focus its efforts on core business as well as
the development of future strategy

Kemitraan yang dibangun oleh Perusahaan diarahkan pada


Continuous Joint Performance Improvement, dimana
setiap pihak yang terlibat melakukan penyempurnaan
proses dan peningkatan kinerja sehingga dapat mendorong
pertumbuhan serta memberikan nilai tambah bagi kedua
belah pihak.

The partnership built by the Company was aimed at


Continuous Joint Performance Improvement, in which
every parties involved refine the process and improve the
performance in order to spur growth and to generate added
value for both parties.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

222
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Procurement

Perusahaan telah melakukan langkah-langkah


pengembangan strategi pengadaan pada tahun 2013 untuk
menjawab tantangan bisnis yang pertumbuhannya semakin
pesat, khususnya dalam industri penerbangan.

The Company has undertook several initiatives to develop


procurement strategy in 2013, addressing the rapidly
growing business challenges, particularly in the aviation
industry

1. Supply Chain
Integrasi yang efektif dalam suatu supply (Supply
Chain Management) akan menjadi faktor kunci bagi
Perusahaan dalam mencapai perbaikan-perbaikan yang
diperlukan agar Perusahaan tetap kompetitif.

1. Supply Chain
Effective integration within a supply chain (Supply Chain
Management) will be the key factor for the Company
in achieving necessary improvements to remain
competitive.

Dalam upaya menerapkan Supply Chain Management


Perusahaan yang efektif, efisien, serta dapat
memberikan pelayanan prima bagi Customer, di tahun
2013, Perusahaan melakukan beberapa perubahan

In order to implement an effective and efficient Supply


Chain Management that can provide excellent services
for Customers, in 2013 the Company made several
changes on the business process and procurement

Garuda Indonesias End to End Procurement & Logistic System

Payment

Warehouse
Requisition

Invoice
Verification

Inventory

Good
Receipt

Consumption

Supplier
Determination

PO Monitoring
Vendor Selection
Order Processing

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

223

business process dan strategi pengadaan, antara


lain Joint Procurement yang mendukung efektivitas
serta menjaga standardisasi kualitas dalam rangka
bergabungnya Perusahaan pada Aliansi Global
SkyTeam.

strategy, among others, the Joint Procurement that


support the effectiveness and maintain the quality
standards in order to join the SkyTeam Global Alliance.

Perusahaan juga melakukan pemberdayaan pada


Bagian Pengadaan di Branch Office guna mendukung
percepatan dan efektivitas penyediaan barang/jasa
yang berpengaruh pada peningkatan pelayanan dan
efektivitas operasional. Hal ini juga sejalan dengan
strategi Perusahaan yang memfokuskan planning &
strategi pengadaan di area pusat dan eksekusi di area
Branch Office.

The Company also empowered the Procurement Section


at Branch Offices in order to support the acceleration
and effectiveness of the supply of goods/services that
has impact on service improvement and operational
effectiveness. It is also in line with the Companys
strategy to focus the planning & procurement strategy in
the head office, while executing at Branch Offices.

Di samping itu, Perusahaan menerapkan Sourcing


Strategy dengan melakukan intensifikasi skema
horizontal supply chain (partnership), dimana
Perusahaan membangun kolaborasi dan sinergi yang
intensif, baik dengan anak perusahaan maupun dengan
pihak ketiga lain, sehingga risiko bisnis dan proses
transaksional dapat diminimalisasi serta perusahaan
dapat fokus pada core business dan pengembangan
strategi lebih lanjut.

In addition, the Company applied Sourcing


Strategy by intensifying the horizontal supply chain
(partnership) scheme, where the Company builds
intensive collaboration and synergy, with subsidiaries
or with other third parties, so that business risk
and transactional processes can be minimized and
the Company can focus on core business and the
development of further strategy.

Sampai dengan saat ini Perusahaan telah


mengembangkan kemitraan dengan beberapa pihak
antara lain General Electric (GE) dalam kaitannya
dengan pengembangan kapabilitas GMF untuk
maintenance engine, Accor Hotel Group dalam ruang
lingkup penyediaan jasa akomodasi untuk awak pesawat
Garuda dan kemitraan lain yang memfokuskan pada
peningkatan nilai tambah baik itu bagi Perusahaan
maupun pihak ketiga.

To date, the Company has entered into partnerships


with several parties, among others, General Electric
(GE) in the development of GMF capability for engine
maintenance, Accor Hotel Group for the provision of
accommodation services for Garuda flight crew and
other partnerships focusing on increasing added value
for the Company and third parties

Ruang lingkup Sourcing Strategy juga meliputi evaluasi


atas kinerja supplier, baik yang sedang dalam masa
pelaksanaan pekerjaan maupun yang telah selesai masa
pelaksanaan pekerjaan. Hal ini merupakan instrumen
penting bagi Perusahaan dalam upaya menjaga standar
kualitas dan performance Perusahaan melalui dukungan
pihak ketiga.

The scope of Sourcing Strategy also includes the


evaluation of suppliers performance, those who still
working on the project as well as those who has finish
it. This is an important instrument for the Company in
maintaining the standards of quality and performance of
the Company using third-party support

2. Procurement & Logistic System Development


Sebagai bagian dari strategi pengadaan dimana saat ini
kecepatan, akurasi dan transparansi proses pengadaan
menjadi tuntutan utama, peran Teknologi Informasi
(TI) dalam pengadaan sangat diperlukan. Perusahaan
telah melakukan implementasi sistem pengadaan dan
logistik yang handal dan terintegrasi yaitu dengan core
sistem Material Management dan Supplier Relationship

2. Procurement & Logistic System Development


As part of the procurement strategy, where currently the
speed, accuracy and transparency of the procurement
process is the key, Information Technology (IT) plays
increasingly important role in the procurement process.
The Company has implemented procurement and
logistics systems that are reliable and integrated using
Material Management and Supplier Relationship

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

224
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Procurement

Management untuk menunjang proses pengadaan dan


pengelolaan logistik yang ada di Perusahaan. Ruang
lingkup sistem pengadaan tersebut mencakup end
to end process pengadaan dimulai dari permintaan
pengadaan, interaksi dengan supplier sampai dengan
penerimaan barang/jasa serta pengelolaan inventory.

Management core system to support the process of


procurement and logistics management in the Company.
The scope of the procurement system includes the end
to end procurement process starting from procurement
requests, interaction with suppliers up to the receipt of
goods / services and inventory management.

Pada tahun 2013, Perusahaan secara intensif melakukan


pengembangan sistem berbasis Material Management
& Supplier Relationship Management antara lain
sistem konsinyasi, sistem barcode dan pengembangan
E-Catalogue untuk meningkatkan efektivitas pengadaan
dan pengelolaan logistik untuk menunjang produktivitas
dan kinerja Perusahaan.

In 2013, the Company has intensively developed a


system based on Materials Management & Supplier
Relationship Management, among others consignment
systems, barcode systems and the development
of E-Catalogue to improve the effectiveness of
procurement and logistics management to support the
productivity and performance of the Company.

Di samping itu, Perusahaan juga mengoptimalkan


penggunaan Electronic Procurement berbasis web
sebagai media penyampaian informasi serta ketentuan
Pengadaan di Perusahaan dan juga menampilkan
kemudahan kepada supplier untuk mendaftar sebagai
rekanan Garuda.

In addition, the Company also optimizing the use of


web-based Electronic Procurement as a media to deliver
information and Procurement provisions in the Company
and also to show the ease of registering as supplier for
Garuda partners

3. Governing Strategic Procurement Culture


Penerapan budaya perusahaan merupakan hal yang
tidak terpisahkan dalam implementasi pengadaan.
Integritas sebagai salah satu budaya perusahaan
merupakan nilai utama yang harus dipegang teguh
bagi setiap personil pengadaan dalam setiap aktivitas
pengadaan. Untuk itu, sebagai wujud komitmen
untuk menjunjung tinggi profesionalisme kerja dalam
rangka menunjang pencapaian kinerja perusahaan
serta berkaitan dengan implementasi Kode Etik
serta Budaya Perusahaan, secara rutin dilaksanakan
penandatanganan Pakta Integritas (Conflict of Interest)
setiap tahun oleh personil pengadaan.

3. Governing Strategic Procurement Culture


The implementation of corporate culture is inseparable
from the implementation of procurement. Integrity
as one of the Companys culture is the core value
that must be adhered by all procurement personnel
in every procurement activities. To that end, as a
commitment to uphold the professionalism in order to
support the Companys performance and related to the
implementation of the Code of Ethics and Corporate
Culture, each year, all procurement personnels shall
signed the Integrity Pact (Conflict of Interest).

Di samping itu, setiap pegawai yang memiliki fungsi


pengadaan harus mempunyai kemampuan dan
kompetensi yang standar guna menjalankan strategi
pengadaan sesuai dengan arah perkembangan bisnis
Perusahaan. Untuk itu, Perusahaan di tahun 2013
menerbitkan Procurement License yang diberikan
kepada personil pengadaan melalui serangkaian
training dan evaluasi. Procurement License ini memiliki
masa berlaku 2 tahun dan dapat dibatalkan/dicabut
apabila personil pengadaan terbukti terlibat dengan
permasalahan integritas

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

In addition, any employee in procurement function


shall posses the standard capability and competency
in conducting procurement strategy in accordance with
the direction of the Companys business. To that end,
in 2013 the Company issued a Procurement License to
be granted to procurement personnel through a series
of training and evaluation. License Procurement has a
validity period of 2 years and can be cancelled/revoked
if the procurement personnel is proven to be involved in
the breach of integrity

225

Sepanjang tahun 2013, Forum Pengadaan secara


rutin juga dilakukan sebagai salah satu implementasi
Knowledge Management dalam berbagi pengetahuan
dan pengalaman dalam melaksanakan proses
pengadaan yang sesuai dengan prosedur dan kebijakan
yang berlaku di Perusahaan.

Throughout 2013, the Procurement Forum was conducted


on regular basis as one of the implementation of
Knowledge Management in sharing knowledge and
experience in carrying out the procurement process in
accordance with the policies and procedures applicable
to the Company.

Langkah-langkah pengembangan pada strategi


pengadaan yang dilakukan secara fokus dan konsisten
diarahkan untuk memberikan dampak yang positif
kepada kinerja Perusahaan, termasuk pada aspek
finansial yang nantinya berkembang pula dalam
penentuan strategi Perusahaan.

The development of procurement strategies is


consistently focused on providing a positive impact for
the Companys performance, including the financial
aspects which will be developed in determining the
Companys strategy

Rencana tahun 2014

Plan of 2014

Strategi pengadaan di tahun 2014 adalah melanjutkan ke


tahapan pengembangan selanjutnya sebagai upaya menjadi
World Class Procurement yaitu dengan mengembangkan
risk based procurement sebagai strategi pengadaan,
pengembangan sistem pengadaan yang berorientasi
bisnis, serta membangun iklim yang eksternal fokus untuk
optimalisasi sistem pengadaan. Dengan langkah-langkah
tersebut diharapkan Perusahaan dapat terus meningkatkan
competitive advantage yang berperan dalam penentuan
strategi Perusahaan ke depan.

The procurement strategy in 2014 is to continue to the


next phase of development as part of the effort to become
a World Class Procurement, by developing risk based
procurement as procurement strategy, developing businessoriented procurement system, and to build external climate
focused on the optimization of the procurement system.
With these initiatives, the Company is expected to continue
to develop its competitive advantages that can determine
the Companys future strategy.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

226
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Garuda Indonesia memperoleh


penghargaan The Best Airline
Hajj Operation dari General
Authority of Civil Aviation Saudi
Arabia atas kinerja operasional
yang baik selama operasional
haji tahun 2013.
Garuda Indonesia was named Best
Airline Hajj Operation by the Saudi Arabia
General Civil Aviation Authority for its
outstanding performance during the 2013
Hajj Operation.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

227

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

228
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola
Perusahaan
Corporate Governance

Pada tahun 2013


Garuda Indonesia
menetapkan hasil
penilaian praktik
penerapan GCG
sebagai salah satu
Key Performance
Indicator (KPI)
Perusahaan.
In 2013, Garuda Indonesia
determined the results from
the assessment of GCG
implementation to be used
as one of the Companys Key
Performance Indicators (KPI).
Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Kerangka Penerapan GCG


Garuda Indonesia senantiasa berkomitmen penuh untuk
selalu melaksanakan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola
Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance
(GCG) dalam kegiatan usahanya serta selalu berupaya untuk
terus meningkatkan dengan melakukan berbagai usaha
perbaikan dalam penerapan Good Corporate Governance,
guna mewujudkan perusahaan yang dapat dipercaya dari
para pemangku kepentingan, berkinerja unggul dan dapat
tumbuh secara berkesinambungan.
Penerapan Good Corporate Governance Garuda Indonesia
mengacu dan berpedoman kepada Peraturan Menteri
BUMN No. PER-01/MBU/2011 perihal Penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance)
Pada Badan Usaha Milik Negara, Pedoman Umum Good
Corporate Governance yang dikeluarkan oleh Komite
Nasional Kebijakan Governance (KNKG) tahun 2006.

GCG Implementation Framework


Garuda Indonesia is always fully committed to implement
the principles of Good Corporate Governance (GCG) in its
course of business and strive to continuously improve its
implementation, in any way possible, in order to build a
trustworthy, excellent and sustainable company.
The Good Corporate Governance implementation in Garuda
Indonesia refers to the Minister of SOEs Regulation
No. PER-01/MBU/2011 on Implementation of Good
Corporate Governance In State-Owned Enterprises, as well
as the Guidelines on Good Corporate Governance issued by
the National Committee on Governance (KNKG) in 2006.

229

Sebagai wujud implementasi Good Corporate Governance,


Garuda Indonesia telah menetapkan dan mengesahkan
Pedoman Kebijakan Perusahaan, yang merupakan
pedoman kebijakan pelaksanaan tata kelola perusahaan;
Board Manual, yang merupakan pedoman bagi Direksi
dan Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya; Etika Kerja & Etika Bisnis, yang
merupakan pedoman perilaku kerja pegawai Garuda
Indonesia dan pedoman bagi pegawai Garuda Indonesia
dalam melaksanakan kegiatan usaha Perusahaan dengan
pihak pemangku kepentingan. Garuda Indonesia juga telah
menetapkan dan memperbaharui secara terus menerus
prosedur-prosedur operasional dan manual-manual
teknis pada seluruh lini organisasi sehingga setiap fungsi
organisasi dalam melaksanakan tugasnya berpedoman dan
tunduk kepada aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan
tersebut.

As a form of implementation of Good Corporate


Governance, Garuda Indonesia has established and
validated the Guidelines for Corporate Policies, a
guideline of corporate governance implementation; Board
Manual, a guideline for the Board of Directors and the
Board of Commissioners in carrying out their duties and
responsibilities; Work Ethics & Business Ethics, a code of
conduct for employees of Garuda Indonesia in carrying out
business activities with the Companys stakeholders. Garuda
Indonesia has established and will continue to update its
standard operating procedures and technical manuals for
the entire line of the organization, so that every function of
the organization will always be guided by and in compliance
with the rules and policies, in carrying out their duties.

Tahapan Good Corporate Governance

Good Corporate Governance Stages

Sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2013, Garuda


Indonesia menetapkan 3 (tiga) tahapan dalam penerapan
Good Corporate Governance.

From 2005 to 2013, Garuda Indonesia has implemented


3 (three) stages of corporate governance.

Pada tahap Good Governed Garuda antara tahun 2005


hingga 2008, Garuda Indonesia memfokuskan diri pada
upaya pemenuhan terhadap peraturan dan perundangundangan. Pada tahap Good Governed Garuda, antara

At the Good Governed Garuda stage, between 2005


and 2008, Garuda Indonesia focused on the efforts to
comply with the law and regulations. At the stage of Good
Governed Garuda, between 2009 and 2010, Garuda

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

230
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

tahun 2009 hingga 2010, Garuda Indonesia melakukan


proses internalisasi tata nilai budaya kerja baru yang
disingkat Fly-Hi (eFficient & effective, Loyalty, customer
centricitY, Honesty & openness and Integrity). Selanjutnya
pada tahap Good Garuda Citizen, antara tahun 2011-2013,
Garuda Indonesia berusaha mewujudkan praktik bisnis
yang bersih, beretika dan bermartabat di semua lapisan
manajemen dan pegawai Perusahaan.

Indonesia conducted the internalizing process of the new


work culture called Fly-Hi (Efficient and effective, Loyalty,
customer centricity, openness and Honesty & Integrity).
The next stage was Good Garuda Citizen, between 2011
and 2013, where Garuda Indonesia seeks to uphold clean,
ethical and dignified business practices on all levels of
management and employees of the Company.

Pada tahun 2011, sejalan dengan rencana Quantum Leap,


Garuda Indonesia meluncurkan buku pedoman Etika Bisnis
dan Etika Kerja Garuda Indonesia yang mengatur mengenai
apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan oleh setiap
pegawai Garuda Indonesia dalam relasinya dengan semua
Pemangku Kepentingan baik dengan pelanggan, pegawai,
vendor, agen, pemegang saham dan para pemangku
kepentingan lainnya. Peluncuran buku yang telah dilengkapi
dengan panduan Whistleblowing System ini diharapkan
dapat membentuk mindset dan perilaku bersih disetiap
Insan Garuda Indonesia dalam jangka panjang.

In 2011, in line with the Quantum Leap plan, Garuda


Indonesia launched the Guidelines of Business Ethics and
Work Ethic governing the propriety of employees of Garuda
Indonesia in their relation with all Stakeholders, including
customers, fellow employees, vendors, agents, shareholders
and other stakeholders. The aforesaid guidelines, equipped
with guidelines on Whistleblowing System, is expected to
shape the mind-set and integrity of every Garuda Indonesia
employee in the long run.

Tahap Good Garuda Citizen memiliki sasaran untuk


membangun budaya GCG melalui pendekatan pada 3 (tiga)
aspek penting yaitu Leadership, Systems & Members.

The stage of Good Garuda Citizen aims to build GCG


culture, by approaching 3 (three) important aspects, namely
Leadership, Systems and Members.

Terkait aspek Leadership telah dilakukan workshop


berkaitan dengan fungsi dan peran para leader sebagai
role model dalam membangun budaya GCG. Komitmen
Dewan Komisaris dan Direksi terhadap penerapan GCG di
Garuda Indonesia juga ditunjukkan dengan pelaksanakan
assessment GCG secara konsisten dan melakukan tindak
lanjut atas rekomendasi hasil assessment.

On the aspect of leadership, workshops have been


conducted in relation with the function and role of
leaders as role model in developing GCG culture. The
commitment of both the Board of Commissioners and the
Board of Directors is also demonstrated by the consistent
implementation of GCG assessment and the follow up
on the recommendation made based on the assessment
results.

Terkait aspek System, Garuda Indonesia memastikan bahwa


setiap individu memahami peran, tugas, ukuran kinerja serta
target yang harus dicapai.Untuk itu Perusahaan merancang
suatu model sistem manajemen kinerja yang terstruktur
dan sistematis. Sistem ini memuat kontrak manajemen
antara Direksi dan Dewan Komisaris yang memuat Indikator
Kinerja Utama (Key Performace Indicators) dan targettarget perusahaan yang harus dicapai, kemudian dijabarkan
menjadi KPI dan target unit kerja hingga target individu
setiap pegawai.

On the aspect of the System, PT Garuda Indonesia


(Persero) Tbk (Company) shall ensure that all employees
understand their role, duties, performance measurement
and targets to be achieved. To that end, the Company
designed a structured and systematic performance
management system. This system includes a management
contract between the Board of Directors and the Board
of Commissioners, which covers the Key Performance
Indicators (KPI) targets that are translated into the KPI, and
targets for both unit and individual.

Terkait aspek Members, Garuda Indonesia merancang


program pelatihan dengan mengintegrasikan konsep dan
prinsip-prinsip GCG dalam silabus program pelatihan.

In the aspect of employees (Members), Garuda Indonesia


has designed a training program by integrating the GCG
concepts and principles in its training program syllabus.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

231

Perusahaan melakukan program komunikasi internal melalui


berbagai saluran media perusahaan atau intranet dengan
memuat artikel-artikel berkenaan dengan GCG baik konsep
maupun implementasinya di Perusahaan.

The Company conducted internal communication programs


through various channels or intranet, containing articles on
GCG concepts and its implementation in the Company.

Tahapan penerapan Good Corporate Governance


selanjutnya yaitu tahap Garuda Group Governance, antara
tahun 2014 hingga 2015, yang mana Garuda Indonesia
akan menerapkan dan membentuk perangkat Good
Corporate Governance pada anak perusahaannya. Sehingga
diharapkan Garuda Indonesia beserta anak perusahaannya
secara group berkomitmen dan senantiasa menerapkan
prinsip-prinsip Good Corporate Governance.

The next stage of the implementation of Good Corporate


Governance is the stage of Garuda Group Governance,
between 2014 and 2015, in which Garuda Indonesia will
implement and establish Good Corporate Governance
structure in its subsidiaries. Hence, it is expected that
Garuda Indonesia and its subsidiaries, as a group, are
committed to consistently implementing the principles of
Good Corporate Governance.

Struktur Tata Kelola Perusahaan

Corporate Governance Structure

Struktur tata kelola perusahaan Garuda Indonesia secara


garis besar tunduk dan sesuai pada ketentuan perundangundangan yang berlaku, yang terdiri dari Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi.
Masing-masing organ Perusahaan tersebut mempunyai
hak dan kewajiban serta peran dalam penerapan Good
Corporate Governance sebagaimana yang ditetapkan
dalam Anggaran Dasar Garuda Indonesia dan/atau diatur
dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. RUPS
merupakan organ Perusahaan tertinggi yang merupakan
wadah bagi para pemegang saham Perusahaan dalam
mengambil keputusan penting dan material berkaitan
dengan Perusahaan dan melaksanakan haknya, dengan
tetap memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan
perundang-undangan yang berlaku. RUPS tidak dapat
melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan
kewenangan dari Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan
Komisaris merupakan organ Perusahaan yang bertugas
dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan
pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi atas
kebijakan pengurusan Perusahaan, termasuk memastikan
bahwa Perusahaan telah melaksanakan Good Corporate
Governance.

In general, the corporate governance structure in Garuda


Indonesia obeys and complies with the prevailing
regulations, comprising General Meeting of Shareholders
(GMS), the Board of Commissioners, and the Board of
Directors. Each organ has the rights and obligations as
well as role in the implementation of Good Corporate
Governance set forth in the Articles of Association of
Garuda Indonesia and/or stipulated in the prevailing laws
and regulations. GMS is the Companys highest decisionmaking body and a forum for shareholders to exercise their
rights, while observing the provisions from the Articles of
Association and the prevailing law and regulation. GMS
shall not intervene in the conduct of duties, functions and
authority of the Board of Commissioners and the Board
of Directors. The Board of Commissioners is the organ in
charge of and collectively responsible for overseeing and
providing advices to the Board of Directors regarding the
management policies, including ensuring that the Company
has been implementing good corporate governance.

Penerapan Asas Good Corporate Governance


Dalam menjalankan praktik bisnisnya, Perusahaan
mengutamakan kelangsungan hidup Perusahaan dan
kepentingan stakeholders. Perusahaan juga mengutamakan
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

Implementation of Principles of Good Corporate


Governance
In its course of business, the Company prioritizes its
sustainability and the interests of stakeholders. The
Company also assigned a priority to its compliance with the
applicable laws and regulations.

Sebagai BUMN dan perusahaan terbuka, Perusahaan


menerapkan prinsip-prinsip GCG untuk tumbuh,
berkembang dan berkelanjutan. Penerapan GCG pada
Perusahaan bertujuan untuk:

As a State-Owned Enterprise (SOE) as well as a public


company, the Company implements the principles of good
corporate governance in order to grow, to flourish and to
sustain. The GCG implementation in the Company aims to:

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

232
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

a. Mengoptimalkan nilai Perusahaan agar Perusahaan


memiliki daya saing yang kuat, baik secara
nasional maupun internasional, sehingga mampu
mempertahankan keberadaannya dan hidup
berkelanjutan untuk mencapai maksud dan tujuan
Perusahaan;
b. Mendorong pengelolaan Perusahaan secara profesional,
efisien dan efektif serta memberdayakan fungsi dan
meningkatkan kemandirian organ Perusahaan;
c. Mendorong agar organ Perusahaan dalam membuat
keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai
moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan, serta kesadaran akan adanya
tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap pemangku
kepentingan (stakeholders) maupun kelestarian
lingkungan di sekitar Perusahaan;
d. Meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam
perekonomian nasional; dan
e. Meningkatkan iklim yang kondusif bagi perkembangan
investasi nasional.

a. Optimize the Companys value in order to have


a strong competitiveness, both at national and
international level, so that it can maintain its existence
and sustainability as well as achieving its goals and
objectives;

Perusahaan harus senantiasa memastikan terlaksananya


prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan bisnis
Perusahaan, yaitu:
a. Transparansi (Transparency)
Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis,
Perusahaan menyediakan informasi yang material dan
relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami
oleh pemangku kepentingan. Perusahaan mengambil
inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah
yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan,
tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan
keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan
pemangku kepentingan lainnya. Namun demikian
prinsip keterbukaan yang dianut oleh Perusahaan tidak
mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan
kerahasiaan perusahaan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan, rahasia jabatan, dan hak-hak
pribadi.
b. Akuntabilitas (Accountability)
Perusahaan berupaya untuk mempertanggungjawabkan
kinerjanya secara transparan dan wajar melalui
pengelolaan yang benar, terukur dan sesuai
dengan kepentingan Perusahaan dengan tetap
memperhitungkan kepentingan pemegang saham
dan pemangku kepentingan lain. Perusahaan memiliki
ukuran kinerja untuk semua jajaran Perusahaan yang
konsisten dengan sasaran usaha Perusahaan, serta
memiliki sistem penghargaan dan sanksi (reward and
punishment system).

In its course of business, the Company must constantly


ensure the implementation of GCG principles, namely:

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

b. Promote a professional, efficient and effective


management, as well as empower the function and
enhance the independence of the Companys organ;
c. Encourage the Companys organ to make decisions
and to take actions based on high moral values
and compliance with laws and regulations, as well
as awareness of social responsibility towards its
stakeholders, and environmental sustainability;

d. Promote the Companys contributions to national


economy; and
e. Promote conducive climate for national investment..

a. Transparency
In maintaining objectivity in its course of business,
the Company shall provide material and relevant
information, in a way that is easily accessible and be
understood by stakeholders. The Company undertook
initiatives to reveal not only the matters required
by legislation, but also other matter of importance
for shareholders, creditors and other stakeholders.
However, the principle of openness adopted by the
Company does not reduce the obligation to comply with
the provisions on confidentiality in accordance with laws
and regulations, confidentiality of position, and personal
rights.

b. Accountability
The Company seeks to report its business performance
in a transparent and fair manner, through proper and
measurable administration in accordance with the
interests of the Company, while taking into account
the interests of shareholders and other stakeholders.
Accountability is a necessary prerequisite for a
sustainable performance. The Company has placed a
system to assess performance across the Company,
which is consistent with the Companys objectives and
has also adopted reward and punishment system.

233

c. Tanggung Jawab (Responsibility)


Organ Perusahaan (Rapat Umum Pemegang Saham,
Dewan Komisaris dan Direksi) mematuhi peraturan,
perundang-undangan, Anggaran Dasar dan peraturan
Perusahaan serta melaksanakan tanggung jawab
terhadap masyarakat dan lingkungan, sehingga dapat
terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang
dan mendapat pengakuan sebagai good corporate
citizen.
d. Independensi (Independency)
Untuk melancarkan pelaksanaan asas tata kelola
perusahaan yang baik, Perusahaan dikelola secara
independen sehingga masing-masing organ Perusahaan
tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi
oleh pihak lain. Masing-masing organ Perusahaan tidak
terpengaruh oleh kepentingan tertentu, bebas dari
benturan kepentingan (conflict of interest) dan dari
segala pengaruh atau tekanan, sehingga pengambilan
keputusan dapat dilakukan secara obyektif.
e. Kewajaran dan kesetaraan (Fairness)
Dalam melaksanakan kegiatannya, Perusahaan
senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang
saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan
asas kewajaran dan kesetaraan.

c. Responsibility
The Companys Organs (General Meeting of
Shareholders, Board of Commissioners and Board
of Directors) shall comply with the prevailing laws,
regulations, Articles of Association and the Company
regulations, and perform their responsibilities towards
the community and the environment, in order to
maintain business sustainability and gained recognition
as good corporate citizen.
d. Independency
To further expedite the implementation of good
corporate governance principles, the Company shall
be managed independently so that each companys
organ does not dominate nor intervene one another.
Each organ shall not be influenced by certain partys
interests, free from conflict of interest and from any
influence or pressure, so that any decisions will be made
objectively.

Pelaksanaan GCG Tahun 2013

GCG implementation in 2013

Tahun 2013 merupakan tahun terakhir dalam tahapan


Good Garuda Citizen, guna mewujudkan perusahaan
yang beretika dan bertanggung jawab dengan membangun
budaya Good Corporate Governance. Pada tahun 2013
ini Garuda Indonesia menetapkan hasil penilaian praktik
penerapan GCG sebagai salah satu Key Performance
Indicator (KPI) perusahaan.

The year of 2013 was the last stage of Good Garuda


Citizen, in which the Company strives to build itself as
an ethically responsible company by establishing good
corporate governance culture. In 2013, Garuda Indonesia
started to use assessment results on GCG implementation
as one of the Key Performance Indicators (KPIs).

Proses Penilaian Kinerja Direksi dan Dewan Komisaris

Performance Assessment Process of the Board of


Directors and the Board of Commissioners

Pada setiap akhir tahun dan awal tahun buku, Direksi


membuat dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan (RKAP) yang dilengkapi dengan Ukuran Kinerja
Utama (Key Performance Indicators/KPI) dan target yang
harus dicapai.

At the end of each year and the beginning of the fiscal year,
the Board of Directors prepared and submitted Work and
Budget Plan/Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
(RKAP) with KPI and targets to be achieved.

RKAP, KPI dan target perusahaan, disahkan dan


ditandatangani bersama oleh Direksi dan Dewan Komisaris
Perusahaan.

RKAP, KPI and Companys target are reviewed and adjusted


by the Board of Commissioners, then approved and
signed jointly by the Board of Directors and the Board of
Commissioners.

e. Fairness and Equality


In conducting its activities, the Company shall take into
consideration the interests of shareholders and other
stakeholders, based on the principles of fairness and
equality.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

234
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Dewan Komisaris melakukan penilaian atas kinerja


manajemen berdasarkan pencapaian KPI dan target
serta berdasarkan indikator yang digunakan oleh Dewan
Komisaris. Hasil penilaian Dewan Komisaris atas kinerja
manajemen selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk
membuat usulan pemberian remunerasi dan tantiem bagi
Direksi dan Dewan Komisaris kepada Kementerian BUMN,
selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna.

The Board of Commissioners makes assessment on the


Managements performance based on the achievement
of KPIs and targets and indicators used by the Board of
Commissioners. The result of the assessment serves as the
ground for the recommendation for the remuneration and
tantiem of the member of the Board of Directors and the
member of the Board of Commissioners to be submitted to
the Minister of SOE, as the Series A Dwiwarna Shareholders.

Key Performance Indicator (KPI)

Key Performance Indicator (KPI)

Komitmen Direksi dalam mencapai Key Performance


Indicator (KPI) tahun 2013 dituangkan dalam Rencana Kerja
dan Anggaran Perusahaan yang disetujui oleh Dewan
Komisaris pada tanggal 29 Januari 2013.

The commitment of the Board of Directors towards the


achievement of 2013 KPI was formalized in Work and Budget
Plan approved by the Board of Commissioners on
January 29, 2013.

Sasaran Strategis, KPI dan Target 2013 | Strategic Targets, KPI and 2013 Targets
Sasaran Strategis
Strategic Target
Sustainable Profitable Growth

Consistent of High Quality of


Products & Services

Revenue Enhancement

Product Quality Enhancement

Operation Excellence

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Key Performance Indicator

Target 2013

Net Profit

USD 90,6 Mio

EBITDAR

USD 694,1 Mio

Margin per ASK

USc 0,52

Subsidiaries Operating Profit in RKAP

USD 4,5 Mio

International Route Performance

RR*

Cost per ASK (CASK)

USc 8,14

Market Share

28,6% Domestic / 26,5% International

Internal Audit IQSA

100%

SKYTRAX rating

4 Star (with 60% of the attribute getting


5 star SKYTRAX rank)

SLF and CLF

76,7% and 48,10%

# of FFP Membership

790.000

% of GFF Traffic Contribution

36%

% of GFF Membership Contribution in


Premium Cabin

51%

Global Alliances

90% meet the membership requirement

New Routes Performance Level


(with min age of route & months)

CM3 *

Customer Satisfaction Index

Avg. 80/min index per attribute 75

# of New Aircraft

2 A332, 1 A333, 4 B773ER, 10 B738, 7


CRJ1000

Average Age of Fleet

5.20 years

Aircraft Utilization

10:59 hours/Day

Reliability Index

99,27

Number of Pilot

1.221

Number of Cabin Crew

3.177

GA B777-300ER (1st delivery)

100% in May 2013

235

Sasaran Strategis, KPI dan Target 2013 | Strategic Targets, KPI and 2013 Targets
Sasaran Strategis
Strategic Target
Employee of Choice

High Performance Organization

Key Performance Indicator

Target 2013

Percentage of Employee Engagement

62%

Employee Satisfaction Index

70% with unfavorable criteria <20%

% of Employee Development Plan

80%

Rating Perusahaan Idaman

Big 5

ASK/Employee

5,28 Mio

Strategic Planning Deviation

80%

KPKU Score

510

GCG Index

85

Score of PKBL Program Effectivity

70%

SBU Spin Off

GA Cargo & GSM

Information Capital Readiness Index

75%

Evaluasi dan Pencapaian


Pada tahun 2013, Perusahaan berhasil mencapai beberapa
pencapaian positif di antaranya:
Jumlah penumpang meningkat sebesar 22,3% menjadi
25 juta, dan kargo meningkat sebesar 23,4% menjadi
345.923 ton.
Tingkat isian penumpang mencapai 74,1% dan tingkat
utilisasi pesawat dapat dipertahankan, yaitu 10 jam 44
menit.
Ditengah kepadatan lalu lintas di bandarakhususnya
Soekarno-Hatta, tingkat ketepatan penerbangan dapat
dipertahankan di atas 80%, yaitu 83,8%.
Pendapatan Operasi meningkat sebesar 7% menjadi
USD 3,72 miliar dibanding tahun 2012 yang sebesar
USD 3,47 miliar, dan pendapatan dari penumpang
meningkat 10% menjadi USD 2,96 miliar dibanding
tahun 2012 yang sebesar USD 2,69 miliar.

Evaluation and Achievement


In 2013, the Company achieved the following positive
accomplishments:
Number of passengers grew by 22.3% to 25 million, and
cargo grew by 23.4% to 345.923 ton.

Sepanjang tahun 2013, industri penerbangan menghadapi


kondisi cukup berat dimana nilai tukar rupiah terhadap
USD melemah dan harga bahan bakar juga relatif tinggi.
Pada tahun lalu Perusahaan juga harus melakukan
serangkaian investasi untuk menunjang peningkatan
operasional, dan proses pelepasan Citilink sebagai low
cost carrier.

Throughout 2013, the airline industry has to face tough


challenges due to the weakening of Rupiah against US
Dollar and the rising fuel prices. Last year, the Company
made a series of investments to support operational
improvements and was in the process of divesting the low
cost carrier, Citilink.

Kondisi tersebut mempengaruhi kinerja keuangan


Perusahaan, dimana pada tahun 2013 perolehan Laba
Operasi perusahaan menurun sebesar 66,4% menjadi
USD 56,4 juta, dibanding tahun 2012 lalu yang sebesar
USD 168,1 juta, Laba Bersih juga menurun dari USD 110,8 juta
pada tahun 2012 menjadi USD 11,2 juta tahun ini. Meskipun

The aforesaid condition has significant effects on the


Companys financial performance in 2013 where its
Operating Income declined by 66.4% to USD 56.4 million,
compared to 2012 which stood at USD 168.1 million, Net
Income also declined from USD 110.8 million in 2012 to
USD 11.2 million this year. Despite the profit decline, in 2013

Seat load factor reached 74.1% and aircraft utilization


rate can be maintained at 10 hours 44 minutes.
Amidst the busy traffic of the airports especially
Soekarno-Hatta, our On Time Performance can be
maintained at above 80%, namely 83.8%.
Operating Income grew by 7% to USD 3.72 billion
compared to 2012 which stood at USD 3.47 billion,
and revenue from passenger grew by 10% to USD 2.96
billion compared to 2012 which was USD 2.69 billion.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

236
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

mengalami penurunan laba, namun pada tahun 2013


Perusahaan berhasil melunasi pinjaman sebesar total
USD 130 juta; yang terdiri dari USD 55 juta dari Citi Club
Deal-1, dan USD 75 juta dari Indonesia Exim Bank.

the Company settled its loan of USD 130 million, consisting


of USD 55 million from Citi Club Deal-1, and USD 75 million
from Indonesia Eximbank.

Selama tahun 2013, Garuda Indonesia Group menerima 36


pesawat baru terdiri dari 4 Boeing 777-300ER, 2 Airbus 330200, 1 Airbus 330-300, 10 Boeing 737-800NG, 7 Bombardier
CRJ1000 NextGen, 2 ATR 72-600, dan 10 Airbus A320 untuk
Citilink, sehingga total pesawat yang dioperasikan selama
tahun 2013 adalah sebanyak 140 pesawat, dengan rata-rata
usia pesawat 5 tahun.

During 2013, Garuda Indonesia Group received 36 new


aircrafts, comprising 4 Boeing 777-300ER, 2 Airbus 330200, 1 Airbus 330-300, 10 Boeing 737-800NG, 7 Bombardier
CRJ1000 NextGen, 2 ATR 72-600, and 10 Airbus A320 for
Citilink, and hence total number of aircraft operated by the
Company in 2013 was 140 aircrafts, with an average age of
5 years.

Ekspansi Operasional dan Peningkatan Layanan yang


Dilaksanakan Tahun 2013

Operational Expansion and Service Improvement in


2013

Sejalan dengan peningkatan potensi pasar penerbangan


baik pasar domestik maupun internasional, pada tahun 2013
yang lalu Perusahaan membuka berbagai rute baru, seperti :
Domestik:
BandungDenpasar, BatamPekanbaru, Balikpapan
Banjarmasin, BalikpapanMenado, BalikpapanBerau,
JakartaBengkulu, JakartaTanjung Pandan, Jakarta
Tanjung Pinang, MakassarSorongManokwari
Jayapura.

In line with the increasing potential of aviation market,


both domestic and international, the Company opened new
routes in 2013, namely:
Domestic:
BandungDenpasar, BatamPekanbaru, Balikpapan
Banjarmasin, BalikpapanManado, BalikpapanBerau,
JakartaBengkulu, JakartaTanjung Pandan, Jakarta
Tanjung Pinang, MakassarSorongManokwari
Jayapura.

Internasional:
- SurabayaSingapura, DenpasarBrisbane, dan
penerbangan langsung JakartaOsaka (yang
sebelumnya dilayani melalui Denpasar).
- Melalui kerjasama dengan Etihad Airways,
Perusahaan menambah layanan penerbangan ke
6 destinasi baru di Eropa dan Timur Tengah yang
dilayani Etihad Airways, yaitu Frankfurt, Brussels,
Milan, Dusseldorf, Munich, dan Bahrain.

International:
- SurabayaSingapore, DenpasarBrisbane,
and direct JakartaOsaka flight (previously via
Denpasar).
- In collaboration with Etihad Airways, the Company
added 6 new destination in Europe and Middle
East served by Etihad Airways, namely Frankfurt,
Brussels, Milan, Dusseldorf, Munich, and Bahrain.

Untuk melayani penerbangan (konektivitas) di wilayah barat


Indonesia, pada bulan Mei 2013, Perusahaan membuka
Hub di Medan, sehingga Perusahaan dapat melayani
penerbangan langsung dari Medan menuju kota-kota di
sekitarnya (Pekanbaru, Batam, Palembang, Padang, Aceh
dan Penang) dengan menggunakan pesawat Bombardier
CRJ1000 NextGen.

To serve flights in western part of Indonesia, in May


2013, the Company opened a Hub in Medan, in order to
serve direct flights from Medan to the surrounding cities
(Pekanbaru, Batam, Palembang, Padang, Aceh and Penang)
using Bombardier CRJ1000 NextGen.

Pada Juli 2013, Perusahaan memperkenalkan New Service


Concept yang menghadirkan layanan First Classyang
pernah dimiliki sebelumnyadi armada baru Boeing 777300ER, dan memperkenalkan layanan Executive Class dan
Economy Class baru yang lebih baik.

In July 2013, the Company introduced New Service


Concept offering First Class service like it used to have
in its new armada of Boeing 777-300ER, as well as a newly
improved Executive Class and Economy Class services.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

237

Guna melayani penerbangan pada rute-rute ke remote


area di wilayah timur dan barat Indonesia, pada November
2013 lalu, maka Perusahaan memperkenalkan sub-brand
Explore yang dilayani dengan armada baru turboprop
ATR 72-600, dan sub-brand Explore Jet melalui armada
Bombardier CRJ1000 NextGen yang dioperasikan sejak
Oktober 2012 lalu.

To serve flights in the remote areas in the eastern and


wester part of Indonesia, in November 2013, the Company
introduced the sub-brand Explore which use a new
armada of ATR 72-600 turboprop, and sub-brand Explore
Jet which use the Bombardier CRJ1000 NextGen, joined the
fleet in October 2012.

Award dan Apresiasi Tahun 2013

Award and Appreciation in 2013

Pada tahun 2013 Perusahaan berhasil meraih berbagai


apresiasi dan award dari dalam dan luar negeri; dalam
bidang pelayanan, operasional, pengembangan SDM,
maupun good corporate governance, sebanyak 82
penghargaanmeningkat dibandingkan tahun 2012 yang
sebanyak 68 penghargaan.

In 2013, The Company received numerous appreciation and


awards, from home and abroad, in the areas of service,
operational, human resource development, and good
corporate governance, as much as 82 award-higher than
that of 2012 that which was 68 awards.

Pada Juni 2013, dalam kesempatan acara Paris Airshow,


Skytrax mengumumkan Garuda Indonesia sebagai Worlds
Best Economy Class 2013 dan Best Economy Class Airline
Seat 2013, dan perusahaan juga berhasil meraih posisi
nomor 8 dari The 10 Worlds Best Airline.

In June 2013, during the Paris Airshow, Skytrax named


Garuda Indonesia as the Worlds Best Economy Class
2013 and the Best Economy Class Airline Seat 2013. The
Company also named as the best 8th in The 10 Worlds
Best Airline.

Sementara itu, sebagai bentuk pengakuan penerapan


GCG dari lembaga internasional, Garuda Indonesia meraih
penghargaan 1st Rank Top 100 Annual Reports Worldwide,
dan Annual Report Garuda Indonesia juga meraih beberapa
penghargaan internasional lainnya.

As a recognition on its GCG practices, Garuda Indonesia


received an award as the 1st Rank Top 100 Annual Reports
Worldwide, and its Annual Report also won a number of
international recognitions.

Pencapaian KPI Corporate | Achievement of KPI Corporate


Indikator
Indicator

No.

Satuan
Unit

Realisasi
Realization

Target

A. Aspek Operasional | Operational Aspect


1

Seat Load Factor

76,69

73,66
46,08

Cargo Load Factor

48,10

On Time Performance

85,00

83,79

Market Share International

26,50

23,70

Market Share Domestic

# of FFP Membership

Member

Reliability Index

Index

Fleet Utilization

Hours/day

Customer Satisfaction Index

Min index factor per attribute 75

10

IOSA Certification

% certificated

11

SKYTRAX rating

Index (star)

28,60

27,98

790.000

919.607

99,27

99,46

10.58

10.44

80,00

83,80

100

100

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

238
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Pencapaian KPI Corporate | Achievement of KPI Corporate


Indikator
Indicator

No.
12

# of New Aircraft

Satuan
Unit

Realisasi
Realization

Target

A 330-200 (unit)

A 330 (unit)

B 777-300ER (unit)

10

10

B 737-800 (unit)
CRJ-1000 (unit)

ATR72-600 (unit)

1.197

1.052

13

Number of Pilot

Person

14

Number of Cabin Crew

Person

3.163

2.905

15

Average Age of Fleet

Years

05.20

05.00

16

GA B777-300ER (1st delivery)

Date

100% in May 2013

100%

17

# of Dedicated Terminal/Gate
Implementation (2 terminal/gate in 2013)

2 Terminal/gate

2 Terminal/gate

Jumlah Bobot
B. Aspek Finansial | Financial Aspect
1

Net Profit

USD (Million)

90,56

11,04

EBITDAR

USD (Million)

803,68

705,78

Margin per ASK

Usc

0,52

0,03

Cost per ASK

Usc

8,14

7,76

% of FFP Member Contribution

36,00

30,10

% of GFF Contribution in Premium Cabin

51,00

49,30

Subsidiaries Operating Profit in RKAP 2013

USD (Million)

3,80

(28,20)

International Route Performance

RR

New Routes Performance Level (USD Mio)

CM3

RR+

RR-

CM3+

CM3-

C. Aspek Dinamis | Dynamic Aspect


1

Employee Development Plan

Percentage of Employee Satisfaction

80,00

81,10

a. Satisfaction

63,00

71,70

b. Engagement

62,00

67,40

ASK/Employee

Juta

5,52

5,30

Information Capital Readiness Index

Index

75,00

75,98

SBU Spin Off

# of SBU

Global Alliance

Rating Perusahaan Idaman

Number

GCG Implementation

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

2,00

1,00

90,00

96,30

5,00

5,00

85,00

90,91

239

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

General Meeting of Shareholders (GMS)

RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada


Direksi atau Dewan Komisaris, dalam batas yang ditentukan
dalam Undang-undang tentang Perseroan Terbatas (UUPT)
dan ketentuan Anggaran Dasar (AD).

GMS holds all the authorities that cannot be delegated to


the Board of Directors or to the Board of Commissioners
within the limits stipulated in Law on Limited Liability
Company (UUPT) and the Articles of Association of
Company.

Pada tahun 2013, Garuda Indonesia telah melaksanakan


RUPS Tahunan Tahun Buku 2012 yang diselenggarakan pada
tanggal 26 April 2013 (RUPS Tahunan).

In 2013, Garuda Indonesia held the General Meeting of


Shareholders for the Fiscal Year of 2012 on 26 April 2013
(Annual GMS).

Prosedur pelaksanaan RUPS Tahunan


Prosedur penyelenggaraan RUPS Tahunan telah memenuhi
ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan yang berlaku, termasuk ketentuan peraturan
di bidang Pasar Modal. Prosedur tersebut adalah sebagai
berikut:
Memberitahukan rencana penyelenggaraan RUPS
Tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai
batas waktu yang dipersyaratkan.
Mengiklankan pengumuman mengenai akan
dilaksanakannya RUPS Tahunan dalam 2 harian
berbahasa Indonesia dan 1 harian berbahasa Inggris,
sesuai batas waktu yang dipersyaratkan.
Mengiklankan panggilan RUPS Tahunan kepada para
Pemegang Saham dalam 2 harian berbahasa Indonesia
dan 1 harian berbahasa Inggris, sesuai batas waktu yang
dipersyaratkan.
Mengumumkan hasil RUPS Tahunan dalam 2 surat
kabar berbahasa Indonesia dan 1 surat kabar berbahasa
Inggris, sesuai batas waktu yang dipersyaratkan.

Procedure to Hold Annual GMS


The procedure to hold Annual General Meeting of
Shareholders has complied with the Articles of Association
and the prevailing laws and regulations, including the
provisions on capital market. The procedure is as follows:

Pemungutan Suara
Perusahaan memiliki 2 jenis saham yang terdaftar dalam
Daftar Pemegang Saham yang terdiri dari:
Saham Seri A Dwiwarna
Saham Seri B

Voting
The Company has 2 types of shares in the List of
Shareholders comprising:
Series A Dwiwarna Share
Series B Share

Perusahaan memberikan hak-hak istimewa kepada


pemegang Saham Seri A dan hanya khusus dimiliki oleh
Negara Republik Indonesia. Hak dan batasan yang berlaku
pada saham Seri B juga berlaku bagi saham Seri A.

Series A Dwiwarna share, that can only be owned by the


Republic of Indonesia, was given the privilege. The rights
and limitation applied to Series B also applied to series A.

Hak-hak istimewa dimaksud adalah untuk:


(i) Menyetujui pengangkatan dan pemberhentian Dewan
Komisaris dan Direksi
(ii) Menyetujui perubahan Anggaran Dasar termasuk
perubahan modal
(iii) Menyetujui penggabungan, peleburan, pengambilalihan
dan pemisahan Perseroan, pengajuan permohonan agar
Perseroan dinyatakan pailit, dan pembubaran

The said privilege was the rights to:


(i) Approve the appointment and dismissal of the Board of
Commissioners and the Board of Directors.
(ii) Approve the amendment of the Articles of Association,
including change of capital.
(iii) Approve merger, consolidation, take over and spin off of
the Company, filing for bankruptcy, and dissolution

Notify the plan to hold GMS and E-GMS to Financial


Services Authority (OJK) in timely manner as required.
Announce the plan of GMS and E-GMS in 2 Indonesia
language newspapers and 1 English newspaper, in
timely manner as required.
Announce the GMS and E-GMS to shareholders in
2 Indonesian language newspapers and 1 English
newspaper, in timely manner as required.
Announce the results of GMS and E-GMS in 2
Indonesian language newspapers and 1 English
newspaper, in timely manner as required.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

240
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

(iv) Meminta laporan dan penjelasan mengenai hal tertentu


kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan
dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan
khususnya peraturan di bidang Pasar Modal.

(iv) Request for report and explanation on certain


matters to the Board of Directors and the Board of
Commissioners by taking into account the prevailing
rules and regulation, especially those on capital market.

Sesuai dengan Pasal 25 ayat 13 Anggaran Dasar Perseroan,


tata cara pemungutan suara yang dilakukan dalam
pelaksanaan RUPS adalah secara lisan kecuali apabila
Pimpinan Rapat menentukan lain.

Pursuant to Article 25 paragraph 13 of the Companys


Articles of Association, voting is done by verbal response,
except when the presiding chairperson decides otherwise.

Pemungutan suara secara lisan dilakukan dengan


Mengangkat Tangan dengan prosedur sebagai berikut:
1. Mereka yang memberikan suara Tidak Setuju akan
diminta untuk mengangkat tangan dan menyerahkan
kartu suaranya.
2. Mereka yang tidak memberikan Suara (Abstain) diminta
untuk mengangkat tangan dan menyerahkan kartu
suaranya.
a. Sesuai dengan Pasal 25 ayat 11 Anggaran Dasar
Perseroan, Suara Abstain dianggap mengeluarkan
suara yang sama dengan suara mayoritas pemegang
saham yang mengeluarkan suara.
b. Selanjutnya jumlah suara yang tidak setuju akan
diperhitungkan dengan suara yang sah dan
selisihnya merupakan jumlah suara yang setuju.

A verbal vote is performed with a Show of Hand through


the following procedure:
1. Those opposed to the motion are asked to raise their
hands and then to handover their voting cards.

Apabila terdapat peserta Rapat yang kehadirannya telah


diperhitungkan dalam menentukan kuorum, namun tidak
berada di ruangan Rapat pada saat pemungutan suara
dilakukan, maka yang bersangkutan dianggap menyetujui
segala keputusan yang diambil dalam Rapat. Perusahaan
memberikan hak yang setara kepada seluruh pemegang
saham, tanpa membedakan jumlah, jenis dan kelas saham
yang dimiliki.

In the event a Meeting participant, whose presence has


been noted earlier to establish the meeting quorum, is
absent in the Meeting venue at the time of the voting
procedure, the said participant is taken to be in agreement
with all decisions taken at the Meeting. The Company grants
equal voting right to all shareholders without regard to the
number, type or class of shares owned.

Pelaksanaan RUPS
RUPS Tahunan yang dilaksanakan pada tanggal 26 April
2013 dihadiri oleh 83,679% atau seluruhnya berjumlah
18.945.708.289 (delapan belas miliar sembilan ratus empat
puluh lima juta tujuh ratus delapan ribu dua ratus delapan
puluh sembilan) saham dari seluruh Pemegang Saham. Hal
ini berarti telah memenuhi ketentuan AD Pasal 25 mengenai
kuorum, hak suara dan keputusan dalam RUPS. RUPS telah
memutuskan hal-hal sesuai dengan agenda rapat.

The Implementation of GMS


The Annual GMS held in April 26, 2013, was attended by
83.679% or representing 18,945,708,289 (eighteen billion
nine hundred and forty-five million seven hundred and eight
thousand two hundred and eighty-nine) shares of the total
issued shares. Therefore has complied with the Article 25 of
the Articles of Association with regards to quorum, voting
rights and resolution of GMS. The GMS has made decisions
on items pertaining to the agenda.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

2. Those abstaining from giving their votes are asked to


raise their hands and then to handover their voting card.
a. In accordance with Article 25 paragraph 11 of the
Companys Articles of Association, an Abstain Vote
counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right.
b. Next, the number of No votes is calculated against
the number of legitimate voters, and the difference
is taken as representing the number of Yes votes.

241

Agenda RUPS Tahunan :


1. Persetujuan dan Pengesahan Laporan Tahunan
Perseroan Tahun 2012 termasuk di dalamnya Laporan
Kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan
Komisaris, serta Pengesahan Laporan Keuangan
Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2012;
2. Persetujuan Laporan Kegiatan Tahunan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan tahun buku
2012, dan Pengesahan Laporan Keuangan PKBL Tahun
Buku 2012;
3. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun
Buku 2012;
4. Penunjukkan Kantor Akuntan Publik (KAP) Untuk
Memeriksa Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan
Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
Perseroan Tahun Buku 2013;
5. Penetapan Tantiem Tahun Buku 2012, Gaji/Honorarium
berikut Fasilitas dan Tunjangan lainnya bagi Direksi dan
Dewan Komisaris Tahun Buku 2013;
6. Perubahan Susunan Kepengurusan Perseroan;
7. Perubahan Nomenklatur anggota-anggota Direksi
Perseroan;
8. Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Komisaris
untuk melaksanakan peningkatan modal ditempatkan
dan disetor Perseroan dalam rangka pelaksanaan
program Management and Employee Stock Option Plan
(MESOP);
9. Pengukuhan Pemberlakuan Peraturan Menteri Badan
Usaha Milik Negara No. PER-03/MBU/2012 tentang
Pedoman Pengangkatan Anggota Direksi dan Anggota
Dewan Komisaris Anak Perusahaan Badan Usaha Milik
Negara tanggal 29 Maret 2012 dan Peraturan Menteri
Badan Usaha Milik Negara No. PER-12/MBU/2012
tentang Organ Pendukung Dewan Komisaris/Dewan
Pengawas BUMN tanggal 24 Agustus 2012;

10. Persetujuan Perubahan Iuran Program Pensiun;


11. Persetujuan Pendanaan/Pembiayaan Dalam Rangka
Pengembangan Usaha, melalui Penawaran Umum
Terbatas (PUT) dengan Penerbitan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (HMETD) dan/atau Instrumen Pinjaman.

The agenda of the GMS were as follow:


1. Approval and Ratification of the 2013 Annual Report
of the Company, including Business Activity Report,
Supervisory Report from the Board of Commissioners,
and Ratification the Companys Financial Statements for
the year ended December 31, 2012;
2. Approval of the Partnership and Community
Development Program Annual Report for the fiscal year
2012, and Ratification to the Financial Statement of PKBL
for fiscal year of 2012;
3. Approval of the Appropriation of Net Income for the
Fiscal Year of 2012;
4. Appointment of the Public Accountant Firm (KAP) to
Audit the Companys Financial Statements and PKBL
Financial Statements of the fiscal year 2013;
5. Determination of Tantiem for fiscal year 2012, Salary/
Honorarium and Facilities and other Benefits for the
Board of Directors and the Board of Commissioners for
the fiscal year 2013;
6. Change of the composition of the Management of the
Company;
7. Change of Nomenclature of members of the Board of
Directors;
8. Delegation of authority to the Board of Commissioners
to exercise issued and paid-up capital of the Company
for the implementation of Management and Employee
Stock Option Plan (MESOP) program;
9. Endorse the enactment of the Regulation of the Minister
of State Owned Enterprises No. PER-03/MBU/2012 on
the Guidelines for the Appointment of Member of the
Board of Directors and the Board of Commissioners
of the Subsidiaries of State Owned Enterprises
dated 29 March 2012 and Regulation of the Minister
of State Owned Enterprises No. PER-12/MBU/2012
on the Supporting Company Organ of the Board of
Commissioners/Supervisory Board of SOEs dated 24
August 2012;
10. Approval on the Change of Contribution for Pension
Plan; and
11. Approval on the Funding/Leasing for Business
Development, through Rights Issue with Preemptive
Right (HMETD) and/or Loan Instrument.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

242
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Keputusan RUPS Tahunan tanggal 26 April 2013 adalah:

Resolutions from Annual GMS held in April 26, 2013 are as


follow:

Agenda 1
Pengambilan keputusan agenda 1 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 1
Decision for agenda 1 was made by voting with details as
follow:

Jumlah Suara
yang Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara
Tidak Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

1.648.000

18.944.060.289

18.945.708.289

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan


Peraturan Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap
mengeluarkan suara yang sama dengan suara mayoritas
yang dikeluarkan secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam-LK Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

1. Menyetujui dan mengesahkan:


a. Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2012,
termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan
Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2012;
b. Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2012
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Osman Bing Satrio & Eny berafiliasi dengan Deloitte
Touche Tohmatsu sebagaimana dalam laporannya
No. GA113/0142/GIA/OS tertanggal 26 Maret 2013,
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dalam
semua hal yang material posisi keuangan PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk., dan entitas anak tanggal
31 Desember 2012, 1 Januari 2012/31 Desember 2011
dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan hasil usaha,
serta arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 sesuai dengan
Standar Akuntasi Keuangan Indonesia.
2. Memberikan pelunasan dan pembebasan sepenuhnya
(acquit et de charge) kepada setiap anggota Direksi dan
Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan
dan pengawasan yang telah dijalankan selama
Tahun Buku yang berakhir 31 Desember 2012, sejauh
tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Keuangan
konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir 31
Desember 2012 dan 2011.

1. Approve and ratify:


a. The Annual Report of Fiscal Year 2012, including the
Report on the Implementation of Supervisory Duties
of the Board of Commissioners for Fiscal Year 2012;
b. The Companys Financial Statements for Fiscal Year
2012, which have been audited by Public Accountant
Firm of Osman Bing Satrio & Eny, member of
Deloitte Touche Tohmatsu as stated in the report
No. GA113/0142/GIA/OS dated March 26, 2013,
with the opinion of fairly in all material respects
in relation to the financial position of PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk., and its subsidiaries as of
December 31, 2012, and January 1, 2012/December
31, 2011 and January 1, 2011 / December 31, 2010 and
operation results and cash flows for the years ended
December 31, 2012 and 2011 is in accordance with the
Indonesian Financial Accounting Standard.
2. Give full release and discharge (acquit et de charge) to
the Board of Directors and the Board of Commissioners
for the management and supervisory actions in Fiscal
Year ended December 31, 2012, to the extent that such
actions are reflected in the consolidated financial
statements for the years ended December 31, 2012 and
2011.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

243

Agenda 2
Pengambilan keputusan agenda 2 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 2
Decision for agenda 2 was made by voting with details as
follow:

Jumlah Suara
yang Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara
Tidak Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

1.648.000

18.944.060.289

18.945.708.289

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan


Peraturan Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap
mengeluarkan suara yang sama dengan suara mayoritas
yang dikeluarkan secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam - LK
Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

1. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan


Program Kemitraan dan Bina Lingkungan/PKBL tahun
buku 2012 termasuk Laporan Keuangan yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio
& Eny berafiliasi dengan Deloitte Touche Tohmatsu
sebagaimana dalam Laporannya No. GA113 0208
PKBLGIA OS tertanggal 26 Maret 2013.
2. Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung
jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada
setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas
tindakan pengurusan dan pengawasan PKBL yang
telah dijalankan selama tahun buku yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012 sejauh tindakan tersebut
tercermin di Laporan Pelaksanaan PKBL Tahun 2012.

1. Approve and validate:


Partnership and Community Development Program/
PKBL Annual Report for fiscal year 2012 includes
Financial Statements that have been audited by Public
Accountant Firm of Osman Bing Satrio & Eny, member
of Deloitte Touche Tohmatsu as stated in the Report No.
GA113 OS PKBLGIA 0208 dated March 26, 2013.
2. Give full release and discharge (acquit et de charge) to
the Board of Directors and the Board of Commissioners
for the PKBL management and supervisory actions in
Fiscal Year ended December 31, 2012, to the extent that
such actions are reflected in the consolidated financial
statements for the years ended December 31, 2012 and
2011.

Agenda 3
Pengambilan keputusan agenda 3 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 3
Decision for agenda 3 was made by voting with details as
follow:

Jumlah Suara Yang


Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara Tidak


Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

137.107.500

85.000

18.808.515.789

18.945.623.289


Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan dan Peraturan
Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap mengeluarkan
suara yang sama dengan suara mayoritas yang dikeluarkan
secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam-LK Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

244
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Yang


Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Perseroan tahun
buku 2012 sebesar USD 110.598.370,00 sebagai berikut:
1. Dividen sebesar 0%.
2. Sebesar 5% dari Laba Yang Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk berdasarkan Laporan Keuangan
Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2012 atau sebesar USD 5.529.919,00 digunakan untuk
Cadangan Wajib Perseroan.
3. Sebesar 95% dari Laba Yang Diatribusikan Kepada
Pemilik Entitas Induk berdasarkan Laporan Keuangan
Konsolidasian untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember
2012 atau sebesar USD 105.068.451,00 digunakan untuk
Cadangan Lainnya.

Approve and authorize the appropriation of Profit


Attributable to Owner of the Parent Entity for fiscal year
2012 amounted to USD 110,598,370 as follows:
1. Dividend of 0%.
2. 5% of the Profit Attributable to Owners of the Parent
Entity, based on the Consolidated Financial Statements
for the year ended December 31, 2012, or a sum of
USD 5,529,919 was appropriated for statutory reserve of
the Company.
3. 95% of the Profit Attributable to Owners of the Parent
Entity, based on the Consolidated Financial Statements
for the year ended December 31, 2012, or a sum
of USD 105,068,451 was appropriated for Other
Reserves.

Untuk Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ini,


Perseroan tidak mengalokasikan Laba Bersih tahun 2012
untuk sumber dana PKBL, tetapi Perseroan akan membentuk
cadangan biaya tahun 2013 untuk Program Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan yang besarnya sesuai dengan kebutuhan
dan kemampuan Perseroan.

In this Annual General Meeting of Shareholders, the


Company did not allocate 2012 Net Income as source of
fund for CSR, but the Company will establish a reserve cost
in 2013 for Corporate Social Responsibility Program in the
amount appropriate to the needs and capabilities of the
Company.

Agenda 4
Pengambilan keputusan agenda 4 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 4
Decision for agenda 4 was made by voting with details as
follow:

Jumlah Suara
yang Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara
Tidak Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

137.107.500

18.808.600.789

18.945.708.289

Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan dan Peraturan


Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap mengeluarkan
suara yang sama dengan suara mayoritas yang dikeluarkan
secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam - LK
Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

Menyetujui pelimpahan kewenangan kepada Dewan


Komisaris Perseroan untuk melakukan pemilihan/seleksi
atas Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan
Keuangan Perseroan Tahun Buku 2013 dan Laporan
Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
Perseroan Tahun Buku 2013 dan penetapannya harus
mendapat persetujuan terlebih dahulu dari pemegang
saham seri A Dwiwarna, dengan ketentuan Dewan
Komisaris harus mengajukan usulan Kantor Akuntan Publik
tersebut kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dalam
waktu 2 (dua) bulan setelah ditutupnya Rapat.

To approve the delegation of authority to the Companys


Board of Commissioners to appoint the public accounting
firm to audit the Companys Financial Statements for fiscal
year 2013 and the Report on the Implementation of the
Partnership and Community Development Program for fiscal
year 2013 and the stipulation of which must obtain prior
approval from the series A Dwiwarna shareholder, provided
that the Board of Commissioners shall submit proposal of
the appointment of the said Public Accountant Firms to the
Series A Dwiwarna Shareholders within two (2) months after
the closing of the GMS.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

245

Agenda 5
Pengambilan keputusan agenda 5 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 5
Decision for agenda 5 was made by voting with details as
follow:

Jumlah Suara
yang Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara
Tidak Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

137.107.500

631.835

18.807.968.954

18.945.076.454

Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan dan Peraturan


Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap mengeluarkan
suara yang sama dengan suara mayoritas yang dikeluarkan
secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam - LK
Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

1. Menetapkan gaji Direktur Utama Perseroan tahun 2013


sebesar Rp 138.500.000,00 per bulan, sedangkan gaji
Direktur dan honorarium Dewan Komisaris mengikuti
ketentuan sebagai berikut:
- Direktur : 90% gaji Direktur Utama
- Komisaris Utama : 40% gaji Direktur Utama
- Komisaris : 36% gaji Direktur Utama

1. Determine the salary of the President Director for 2013


in the amount of Rp 138,500,000 per month, while the
salary of Directors and honorarium for the Board of
Commissioners is subject to the following provisions:
- Director: 90% of the salary of the President Director
- President Commissioner: 40% of the salary of the
President Director.
- Commissioner: 36% of the salary of the President
Director.
2. Determining the tantiem over the Companys
performance for financial year 2012 for Directors and
Commissioners amounting to Rp 18,838,000,000
divided among the President Director, Directors,
President Commissioner, Commissioners of 100%,
90%, 40% and 36% respectively, and distributed
proportionally in line with the tenure of respective Board
members in 2012. Income tax accruing from said tantiem
is applied to the beneficiary and shall not be deducted
as Company expenses.
3. Determining the remuneration and benefits for
members of BOC and BOD for financial year 2013
remained the same as in 2012, in line with the prevailing
regulations as stated in the Regulation of the State
Minister of SOE No. Per-07/MBU/2010 dated December
27, 2010.

2. Menetapkan tantiem atas kinerja Perseroan tahun buku


2012 untuk Direksi dan Dewan Komisaris sebesar
Rp 18.838.000.000, yang dibagi untuk Direktur Utama,
anggota Direksi, Komisaris Utama, anggota Dewan
Komisaris masing-masing 100%, 90%, 40%, 36%
dan dibagikan secara proporsional sesuai dengan
masa bakti yang bersangkutan pada tahun 2012. Pajak
Penghasilan atas tantiem dibebankan kepada penerima
dan tidak boleh dibebankan sebagai biaya Perseroan.
3. Menetapkan tunjangan dan fasilitas Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan tahun 2013 sama dengan tahun
sebelumnya sesuai pada ketentuan sebagaimana
tertuang dalam Peraturan Menteri Negara BUMN
No. PER-07/MBU/2010 tanggal 27 Desember 2010.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

246
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Agenda 6
Pengambilan keputusan agenda 6 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 6
Decision for agenda 6 was made by voting with details as
follow:

Jumlah Suara
yang Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara
Tidak Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

10.819.000

453.112.747

18.481.776.542

18.492.595.542

Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan dan Peraturan


Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap mengeluarkan
suara yang sama dengan suara mayoritas yang dikeluarkan
secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam-LK Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

A 1. Mengukuhkan pemberhentian dengan hormat


Tuan Sonatha Halim Yusuf sebagai anggota Dewan
Komisaris Perseroan terhitung sejak tanggal 16
Januari 2013, sehubungan dengan surat Menteri
BUMN No. SR-49/MBU/2013 tanggal 28 Januari
2013, perihal Perubahan Anggota Dewan Komisaris
Perseroan dengan ucapan terima kasih atas
sumbangan tenaga dan pikirannya selama masa
bakti sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan.
2. Mengangkat Tuan Bagus Rumbogo, sebagai
anggota Dewan Komisaris Perseroan sesuai surat
Menteri BUMN No. SR-117/MBU/2013 tanggal 20
Februari 2013 perihal Perubahan Anggota Dewan
Komisaris Perseroan terhitung sejak ditutupnya
RUPS ini, dengan tidak mengurangi hak dari RUPS
untuk sewaktu waktu dapat memberhentikan yang
bersangkutan sebelum masa jabatannya berakhir.

A 1. Approve the dismissal of Mr. Sonatha Halim Yusuf


as member of the Board of Commissioners of
the Company effective since January 16, 2013, in
conjunction with the letter from the Minister of
SOEs No. SR-49/MBU/2013 dated January 28,
2013, on the change of composition of the Board
of Commissioners of the Company, along with the
highest appreciation for the contribution during his
service as the Commissioner of the Company.
2. Appoint Bagus Rumbogo, as member of the Board
of Commissioner of the Company pursuant to the
Letter of the Minister of SOEs No. SR-117/MBU/2013
dated February 20, 2013 regarding the Change of
the Composition of the Board of Commissioners
effective since the closing of this GMS, without
depriving the right of GMS to dismiss the members
of the Board of Commissioners at any time before
his incumbency.
3. Respectfully dismiss Bambang Wahyudi from his
position as member of the Board of Commissioners,
pursuant to the Letter of the Minister of the
SOEs No. SR-216/MBU/2013 dated April 8, 2013
regarding the change of composition of the Board
of Commissioners of the Company, effective since
the closing of this GMS, along with the highest
appreciation for the contribution during his service
as the Commissioner of the Company.
4. Appoint Chris Kanter as member of the Board
of Commissioners, pursuant to the Letter of the
Minister of the SOEs No. SR-216/MBU/2013 dated
April 8, 2013 regarding the change of composition
of the Board of Commissioners of the Company,
effective since the closing of this GMS, without
depriving the right of GMS to dismiss the members
of the Board of Commissioners at any time before
his incumbency.

3. Memberhentikan dengan hormat Tuan Bambang


Wahyudi dari jabatannya sebagai anggota Dewan
Komisaris Perseroan sesuai surat Menteri BUMN
No. SR-216/MBU/2013 tanggal 8 April 2013 perihal
Perubahan Anggota Dewan Komisaris Perseroan
terhitung sejak ditutupnya RUPS ini, dengan ucapan
terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikirannya
selama masa bakti sebagai anggota Dewan
Komisaris.
4. Mengangkat Tuan Chris Kanter sebagai anggota
Dewan Komisaris Independen Perseroan sesuai
surat Menteri BUMN No. SR-216/MBU/2013 tanggal
8 April 2013 perihal Perubahan Anggota Dewan
Komisaris Perseroan, terhitung sejak ditutupnya
RUPS ini, dengan tidak mengurangi hak dari RUPS
untuk sewaktu-waktu dapat memberhentikan yang
bersangkutan sebelum masa jabatannya berakhir.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

247

5. Dengan demikian susunan Dewan Komisaris


Perseroan sejak ditutupnya Rapat ini menjadi
sebagai berikut:
a. Tuan Bambang Susantono sebagai Komisaris
Utama;
b. Nyonya Betti Setiastuti Alisjahbana sebagai
Komisaris Independen;
c. Tuan Peter Frans Gontha sebagai Komisaris
Independen;
d. Tuan Wendy Aritenang sebagai Komisaris;
e. Tuan Doktorandus Bagus Rumbogo sebagai
Komisaris;
f. Tuan Chris Kanter sebagai Komisaris
Independen.

5. Hence, the composition of the Board of


Commissioners of the Company after this meeting:

6. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi


Perseroan, dengan hak subtitusi untuk menyatakan
dalam akta notaris tersendiri mengenai keputusan
dalam agenda Rapat ini dan melakukan segala
tindakan yang diperlukan berkaitan dengan
keputusan ini sesuai peraturan perundang-undangan
yang berlaku termasuk untuk mendaftarkan susunan
anggota Dewan Komisaris Perseroan.

6. Granted the power and authority to the Board of


Directors, with substitution rights to declare in
separate notarial deeds of the decisions of this
GMS and to take any action necessary related to
the agenda of this meeting in accordance with
the prevailing rules and regulations, including
the registration of the member of the Board of
Commissioners.

B 1. Memberhentikan dengan hormat Tuan Elisa


Lumbantoruan dari jabatannya sebagai anggota
Direksi Perseroan sesuai surat Menteri BUMN
No. SR-286/MBU/2013 tanggal 23 April 2013 perihal
Perubahan susunan kepengurusan dan Nomenklatur
Anggota-anggota Direksi Perseroan, terhitung sejak
ditutupnya RUPS ini, dengan ucapan terima kasih
atas sumbangan tenaga dan pikirannya selama
masa bakti sebagai anggota Direksi.
2. Mengangkat Tuan Meijer Frederik Johannes, sebagai
Direktur yang merupakan Direktur Tidak Terafiliasi
dalam rangka memenuhi ketentuan Pasar Modal,
terhitung sejak ditutupnya Rapat ini, dengan tidak
mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham
untuk sewaktu-waktu dapat memberhentikan yang
bersangkutan sebelum masa jabatannya berakhir.

Apabila yang bersangkutan masih menjabat


pada jabatan lain yang dilarang oleh peraturan
perundang-undangan untuk dirangkap dengan
jabatan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Negara,
maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri
dari jabatannya tersebut. Pengangkatan ini berlaku
efektif setelah ditetapkannya keputusan tentang
pemberhentian yang bersangkutan dari jabatannya
saat ini.

a. Bambang Susantono as President Commissioner;


b. Betti Setiastuti Alisjahbana as Independent
Commissioner;
c. Peter Frans Gontha as Independent
Commissioner;
d. Wendy Aritenang as Commissioner;
e. Bagus Rumbogo as Commissioner; and
f. Chris Kanter as Independent Commissioner.

B 1. Respectfully dismiss Elisa Lumbantoruan from his


position as Director of the Company in accordance
with the Letter of the Minister of SOEs No. SR-286/
MBU/2013 dated April 23, 2013 concerning the
Change of Management and Nomenclature of the
Board of Directors, effective since the closing of this
GMS, along with the highest appreciation for the
contribution during his service as the Director of the
Company.
2. Appoint Meijer Frederik Johannes, as Unaffiliated
Director to comply with the provision of the capital
market law, effective since the closing of this
meeting, without depriving the right of GMS to
dismiss the members of the Board of Commissioners
at any time before his incumbency

In the event that Meijer Frederik Johannes currently


holds another position which is prohibited by the
laws and regulations to be held concurrently with
the position as a member of the Board of Directors
of State-owned Enterprises, then he shall resign
from his current position. His appointment will be
effective upon the determination of his resignation
from his current position.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

248
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Agenda 7
Pengambilan keputusan agenda 7 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 7
Decision for agenda 7 was made by voting with details as
follow:

Jumlah Suara
yang Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara
Tidak Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

1.264.000

387.453.500

18.556.990.789

18.558.254.789

Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan dan Peraturan


Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap mengeluarkan
suara yang sama dengan suara mayoritas yang dikeluarkan
secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam - LK
Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

1. Mengubah nomenklatur jabatan anggota-anggota


Direksi Perseroan menjadi sebagai berikut:
- semula Direktur Utama tetap Direktur Utama;
- semula Direktur Keuangan menjadi Direktur;
- semula Direktur Layanan menjadi Direktur;
- semula Direktur Pemasaran dan Penjualan menjadi
Direktur;
- semula Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum
menjadi Direktur;
- semula Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada
menjadi Direktur;
- semula Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan
Manajemen Risiko menjadi Direktur;
- semula Direktur Operasi menjadi Direktur.

1. Change the nomenclature of the post of members of the


Board of Directors of the Company to be as follows:
- Previously President Director, remained President
Director;
- Previously Director of Finance, currently Director;
- Previously Director of Services currently Director;
- Previously Director of Marketing and Sales, currently
Director;
- Previously Director of Human Resources and
General Affairs currently Director;
- Previously Director of Engineering and Fleet
Management, currently Director;
- Previously Director of Strategy, Business
Development and Risk Management, currently
Director;
- Previously the Director of Operations, currently
Director.
2. Reassign the members of the Board of Directors,
appointed based on the resolutions of the General
Meeting of Shareholders for fiscal year 2011 held on April
27, 2012 in conjunction with the change in nomenclature
is as follows:
a. Handrito Hardjono from Director of Finance to
Director;
b. Faik Fahmi from Director of Services to Director;

2. Mengalihkan penugasan anggota-anggota Direksi


Perseroan yang diangkat berdasarkan hasil Keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun
Buku 2011 tanggal 27 April 2012 sehubungan dengan
perubahan nomenklatur menjadi sebagai berikut:
a. Tuan Handrito Hardjono semula Direktur Keuangan
menjadi Direktur;
b. Tuan Faik Fahmi semula Direktur Layanan menjadi
Direktur;
c. Tuan Heriyanto Agung Putra semula Direktur Sumber
Daya Manusia dan Umum menjadi Direktur;
d. Tuan Batara Silaban semula Direktur Teknik dan
Pengelolaan Armada menjadi Direktur;
e. Tuan Judi Rifajantoro semula Direktur Strategi,
Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko
menjadi Direktur;
f. Tuan Novianto Herupratomo semula Direktur
Operasi menjadi Direktur.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

c. Heriyanto Agung Putra from Director of Human


Resources and General Affairs to Director;
d. Batara Silaban from Director of Engineering and
Fleet Management to Director;
e. Judi Rifajantoro from Director of Strategy, Business
Development and Risk Management to Director;
f. Novianto Herupratomo from Director of Operations
to Director.

249

Dengan demikian susunan anggota Direksi Perseroan


sejak ditutupnya Rapat ini menjadi sebagai berikut:
a. Tuan Emirsyah Satar sebagai Direktur Utama;
b. Tuan Handrito Hardjono sebagai Direktur;
c. Tuan Faik Fahmi sebagai Direktur;
d. Tuan Heriyanto Agung Putra sebagai Direktur;
e. Tuan Batara Silaban sebagai Direktur;
f. Tuan Judi Rifajantoro sebagai Direktur;
g. Tuan Novianto Herupratomo sebagai Direktur;
h. Tuan Meijer Frederik Johannes sebagai Direktur.

Hence, the composition of the Board of Directors of the


Company as of the closing of this Meeting is as follows:
a. Emirsyah Satar as President Director;
b. Handrito Hardjono as Director;
c. Faik Fahmi as Director;
d. Heriyanto Agung Putra as Director;
e. Batara Silaban as Director;
f. Judi Rifajantoro as Director;
g. Novianto Herupratomo as Director; and
h. Meijer Frederik Johannes as Unaffiliated Director.

Agenda 8
Pengambilan keputusan agenda 8 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 8
Decision for agenda 8 was made by voting with details as
follow:

Adapun pembagian tugas dan wewenang anggota


Direksi sebagaimana dimaksud ditetapkan berdasarkan
keputusan Direksi Perseroan.
3. Masa jabatan Direksi Perseroan yang dialihtugaskan
sebagaimana dimaksud pada jangka 2 (dua) diatas
meneruskan sisa masa jabatannya sesuai dengan hasil
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Tahun Buku 2011 tanggal 27 April 2012.
4. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi
Perseroan, dengan hak substitusi untuk menyatakan
dalam akta notaris tersendiri mengenai keputusan
dalam agenda Rapat ini dan melakukan segala tindakan
yang diperlukan berkaitan dengan keputusan ini sesuai
peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk
untuk mendaftarkan susunan anggota Direksi Perseroan.

The segregation of duties and responsibilities of the


aforementioned members of the Board of Directors are
stipulated in the decision of the Board of Directors.
3. The reassigned Directors as referred to in point 2 (two)
continue their term of office through their remaining
service year in accordance with the resolution of the
General Meeting of Shareholders for fiscal year 2011 held
on 27 April 2012.
4. Granted the power and authority to the Board of
Directors, with the right of substitution to declare in
separate Notarial deeds of the decisions of the agenda
of this meeting and to take any action necessary related
to this decision, in compliance with applicable laws,
including to register the composition of the Board of
Directors.

Jumlah Suara
yang Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara
Tidak Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

9.815.000

4.181.662

18.931.711.627

18.941.526.627

Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan dan Peraturan


Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap mengeluarkan
suara yang sama dengan suara mayoritas yang dikeluarkan
secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam-LK Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

Menyetujui pelimpahan kewenangan kepada Dewan


Komisaris Perseroan untuk menyatakan realisasi
peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor
Perseroan sehubungan dengan pelaksanaan Program
Management and Employees Stock Option Plan (MESOP)
yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham
pada tanggal 15 November 2010 dan Keputusan Edaran
Para Pemegang Saham sebagai pengganti Rapat Umum

Approve the delegation of authority to the Board of


Commissioners of the Company to declare the realization
of the increase in the issued and paid-up capital of the
Company in conjunction with the implementation of the
Management and Employees Stock Option Plan (MESOP)
which has been approved in the General Meeting of
Shareholders on November 15, 2010 and the Shareholders
Circular Resolution as replacement to Extraordinary General

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

250
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 26 Januari


2011, untuk jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung sejak
ditutupnya Rapat ini.

Meeting of Shareholders on January 26, 2011, for a period of


1 (one) year after the closing of this Meeting.

Agenda 9
Pengambilan keputusan agenda 9 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 9
Decision for agenda 9 was made by voting with details as
follow:

Jumlah Suara
yang Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara
Tidak Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

1.264.000

251.994.000

18.692.450.289

18.693.714.289

Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan dan Peraturan


Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap mengeluarkan
suara yang sama dengan suara mayoritas yang dikeluarkan
secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam-LK Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

Menyetujui pengukuhan pemberlakuan Peraturan Menteri


BUMN sebagai berikut:
1. Peraturan Menteri BUMN No. PER-03/MBU/2012
tanggal 29 Maret 2012 tentang Pedoman Pengangkatan
Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Anak
Perusahaan BUMN;
2. Peraturan Menteri BUMN No. PER-12/MBU/2012 tanggal
24 Agustus 2012 tentang Organ Pendukung -Dewan
Komisaris/Dewan Pengawas BUMN.

To approve the enactment of the Minister of State Owned


Enterprises Regulation as follow:
1. Regulation of the Minister of SOEs No. PER-03/
MBU/2012 dated March 29, 2012 on Guidelines for the
Appointment of Member of the Board of Directors and
Member of the Board of Commissioners of the SOEs
subsidiaries;
2. Regulation of the Minister of SOE No. PER-12/MBU/2012
dated August 24, 2012 on Supporting Organ of the
Board of Commissioners/Board of Supervisors of SOEs.

Agenda 10
Pengambilan keputusan agenda 10 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 10
Decision for agenda 10 was made by voting with details as
follow:

Jumlah Suara
yang Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara
Tidak Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

146.662.500

304.467.412

18.494.578.377

18.641.240.877

Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan dan Peraturan


Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap mengeluarkan
suara yang sama dengan suara mayoritas yang dikeluarkan
secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam-LK Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

Menyetujui perubahan Iuran Program Pensiun yaitu (i) Iuran


Perusahaan semula 5,5% (lima koma lima persen) menjadi
7% (tujuh persen); (ii) Iuran Pegawai yang semula 2% (dua
persen) menjadi 3% (tiga persen).

Approved the change of the contribution to the Pension


Plan, namely (i) the Companys Contribution from 5.5% (five
point five percent) to 7% (seven percent); (ii) Employees
Contribution from 2% (two percent) to 3% (three percent).

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

251

Agenda 11
Pengambilan keputusan agenda 10 ini dilakukan dengan
pemungutan suara dengan detail sebagai berikut:

Agenda 11
Decision for agenda 11 was made by voting with details as
follow:

Jumlah Suara
yang Hadir
Total Vote Present

Jumlah Suara Abstain


Number of Abstain Vote

Jumlah Suara
Tidak Setuju
Number of No Vote

Jumlah Suara Setuju


Number of Yes Vote

Total Suara Setuju


Total Number of
Yes Vote

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)+(4)

18.945.708.289

10.819.000

140.991.662

18.793.897.627

18.804.716.627

Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan dan Peraturan


Bapepam-LK No. IX.J.1 suara abstain dianggap mengeluarkan
suara yang sama dengan suara mayoritas yang dikeluarkan
secara sah dalam RUPS.

In accordance with the Articles of Association of the


Company and Bapepam-LK Regulation No. IX.J.1, an abstain
vote counts toward the majority vote of shareholders who
exercised their voting right in the GMS.

Menyetujui rencana pengembangan usaha Perseroan


melalui penambahan armada pesawat, mesin maupun aset
lainnya dan penguatan kebutuhan modal Perseroan dengan
model pendanaan melalui pinjaman komersial, penerbitan
obligasi dan/atau penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (HMETD) melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT).
Terhadap rencana tersebut Direksi perlu menyiapkan kajian
dan rencana pelaksanaan secara komprehensif sehingga
diperoleh waktu yang tepat untuk pelaksanaan pada
harga yang wajar, dengan tetap memperhatikan ketentuan
sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

To approve the Companys business development plan


through additional airplane fleets, engine or other assets
and strengthen of Companys capital needs by using type
of funding namely commercial loan, bonds issuance and/
or issuance of Right Issue (Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu) through Limited Public Offering. Pursuant to such
plan, the Board of Directors shall prepare a comprehensive
assessment and action plan in order to obtain the right
time for implementation at reasonable prices, by keep
considering the provisions stipulated in Companys Articles
of Association and prevailing laws and regulations.

Dalam RUPS tersebut Direksi juga menyampaikan laporanlaporan sebagai berikut:


1. Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
Saham Perdana.

The Board of Directors also submitted the following reports


to the GMS:
1. Report of the use of proceed from Initial Public Offering.

Pada awal tahun 2011, Garuda Indonesia telah berhasil


mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek. Dari
hasil penjualan saham, Garuda Indonesia berhasil
memperoleh dana sebesar Rp 3.187.000.000.000.
Garuda Indonesia berkomitmen untuk memaksimalkan
dana hasil Initial Public Offering (IPO), sebesar 80%
digunakan untuk ekspansi usaha, pengembangan
rute dan armada baru, serta 20% digunakan untuk
membiayai belanja modal Perseroan maupun Anak
Perusahaan.

Penggunaan dana yang telah terpakai sampai dengan


tahun 2012 sebesar:
a. Rp 2.055.000.000.000 untuk pengembangan
armada baru yaitu untuk mendanai Pre-Delivery
Payment (PDP), security deposit dan biaya lain
terkait pengembangan armada

The use of proceed until 2012 amounted to:


a. Rp 2,055,000,000,000 for fleet expansion, to fund
the Pre Delivery Payment (PDP), security deposit
and other expenses related to fleet expansion.

In 2011, Garuda Indonesia successfully listed its shares


on the Stock Exchange. From the sale of shares, Garuda
Indonesia received Rp 3,187,000,000,000. Garuda
Indonesia is committed to maximize the proceeds from
the Initial Public Offering (IPO), 80% is used for business
development, expansion of new routes and fleet,
while 20% is used to fund capital expenditures of the
Company and its subsidiaries.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

252
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

b. Rp 461.002.000.000 untuk belanja modal Perseroan.

Dengan demikian sisa dana hasil Penawaran Umum


yang belum digunakan per 31 Desember 2012 adalah
sebesar Rp 176.022.000.000, yang seluruhnya
dialokasikan untuk membiayai belanja modal investasi
kepada anak perusahaan.

b. Rp 461,002,000,000 for capital expenditure of the


Company.

Hence, the remain of proceed from IPO per December


31, 2012 amounted to Rp 176,022,000,000 all of which
is allocated for funding the capital expenditure of
subsidiaries.

2. Laporan Perkembangan Tambahan Penyertaan Modal


Negara.

2. Report on the Additional States Equity Participation.

Pada tanggal 28 Juni 2012, pemegang saham


Perusahaan telah menyetujui pengeluaran saham baru
oleh Perseroan yang akan diambil bagian seluruhnya
oleh Negara Republik Indonesia sebagai bagian dari
tambahan penyertaan modal negara atas aset berupa
unit jet engine test cell eks Protocol Loan Perancis yang
pengadaannya melalui DIP Departemen Perhubungan
tahun 1982/1983 (sesuai surat Menteri Keuangan
Republik Indonesia No. S-124/MK.016/1993 tanggal
28 Januari 1993).

On June 28, 2012, the Companys shareholders have


approved the issuance of new shares which will be
entirely taken by the Government of the Republic
of Indonesia as part of the additional states equity
participation on the assets of jet engine test cell unit
ex French Protocol Loan, procured through the DIP of
Department of Transportation year 1982/1983 (according
to the letter of the Minister of Finance of the Republic of
Indonesia No. S-124/MK.016/1993 dated
January 28, 1993).

Saat ini, Perusahaan, Kementerian BUMN, dan Kementerian


Keuangan masih mendiskusikan tambahan penyertaan
modal negara tersebut. Laporan ini disampaikan
memberikan keterbukaan informasi kepada pemegang
saham terkait dengan status tambahan penyertaan modal
negara tersebut.

Currently, the Company, the Ministry of SOEs, and the


Ministry of Finance are still discussing about additional
states equity participation. This report is presented
to provide a disclosure to shareholders related to the
additional states equity participation.

Realisasi Keputusan RUPS


1. Pemilihan/seleksi atas Kantor Akuntan Publik
Dewan Komisaris Perusahaan telah melakukan
pemilihan/seleksi atas Kantor Akuntan Publik untuk
mengaudit Laporan Keuangan Perusahaan Tahun Buku
2013 dan Laporan Pelaksanaan Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan Perusahaan Tahun Buku 2013 dan telah
mengajukan usulan Kantor Akuntan Publik tersebut
kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dalam waktu
sebelum 2 (dua) bulan setelah ditutupnya Rapat.
2. Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris Anak
Perusahaan
Dengan dikukuhkannya Peraturan Menteri BUMN
No. PER-03/MBU/2012 tanggal 29 Maret 2012 tentang
Pedoman Pengangkatan Anggota Direksi dan Anggota
Dewan Komisaris Anak Perusahaan BUMN, dalam
merencanakan pengangkatan Direksi dan Dewan
Komisaris Anak Perusahaan, Perusahaan mengacu
kepada peraturan tersebut.

Realization of the GMS Resolutions


1. The Appointment of Public Accountant Firm
The Board of Commissioner has appointed the public
accounting firm to audit the Companys Financial
Statements for Fiscal Year 2013 and the Report on the
Implementation of the Partnership and Community
Development Program for Fiscal Year 2013 and has
proposed the said public accounting firm to the Series A
Dwiwarna Shareholders within 2 (two) months after the
closing of the Meeting.
2. Appointment of the Board of Directors and the Board of
Commissioner of Subsidiaries
With the enactment of the Regulation of the Minister
of SOEs No. PER-03/MBU/2012 dated March 29,
2012 on Guidelines for Appointment of Members of
the Board of Directors and Members of the Board of
Commissioners of the SOEs Subsidiaries, in planning
the appointment of the Board of Directors and the Board
of Commissioners of the subsidiary, the Company refers
to the said rules.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

253

3. Perubahan Susunan Kepengurusan Perseroan


Perusahaan telah menyatakan dalam akta notaris
tersendiri atas keputusan mengenai perubahan susunan
Direksi dan Dewan Komisaris sesuai akta Notaris Aryanti
Artisari SH. MKn. No. 129 tanggal 26 April 2013 tentang
Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dan telah
diterima pemberitahuannya oleh Menteri Hukum dan
HAM sesuai suratnya No. AHU-AH.01.10.25243 tanggal
20 Juni 2013.
4. Organ Pendukung Dewan Komisaris
Perusahaan telah menindaklanjuti agenda kesembilan
keputusan RUPS mengenai pengukuhan Peraturan
Menteri BUMN No. PER-12/MBU/2012 tentang Organ
Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas Badan
usaha Milik Negara, berdasarkan Surat Keputusan
Dewan Komisaris No. JKTDW/SKEP/062/2013 tanggal
23 September 2013, Perseroan mengubah jumlah Komite
Dewan Komisaris dari sebelumnya 3 (tiga) Komite
menjadi 2 (dua) Komite, yaitu Komite Audit dan Komite
Pengembangan Usaha Dan Pemantauan Risiko.
5. Perubahan Iuran Program Pensiun
Perusahaan sebagai Pendiri Dana Pensiun Garuda
Indonesia telah menerbitkan Surat Keputusan Direktur
Utama No. JKTDZ/SKEP/50023/13 tanggal 10 Juni 2013
dan telah disahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
sesuai Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa
Keuangan No. KEP-467/NB.1/2013 tanggal 21 Agustus
2013 tentang Pengesahan Atas Peraturan Dana Pensiun
Garuda Indonesia dari Dana Pensiun Garuda Indonesia,
yang mengubah (i) Iuran Perusahaan semula 5,5% (lima
koma lima persen) menjadi 7% (tujuh persen); (ii) Iuran
Pegawai yang semula 2% (dua persen) menjadi 3% (tiga
persen).

3. Changes in the Composition of the Companys


Management
The Company has declared in separate deeds the
decision regarding the changes in the composition of
the Board of Directors and the Board of Commissioners
in accordance with the deed made before Notary
Aryanti Artisari SH. Mkn. No. 129 dated April 26, 2013 on
Decision Statement of the Companys Meeting of
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk and the notification
of which has been received by the Ministry of Justice in
the Letter No. AHU-AH.01.10.25243 dated June 20, 2013.
4. The Board of Commissioners Supporting Organ
The Company has followed up the resolution from the
agenda nine of the GMS on the enactment of Minister
of SOEs Regulation No. PER-12/MBU/2012 regarding
the Supporting Organ of the BOC/Supervisory Board
of State-Owned Enterprises, based on the Board of
Commissioner Decree No. JKTDW/SKEP/062/2013
dated September 23, 2013, the Company changed the
number of the Board of Commissioners Committee
from previously three (3) Committees into 2 (two)
Committees, namely the Audit Committee and the
Business Development and Risk Monitoring Committee.
5. Changes in Contribution for Pension Program
The Company as the founder of Garuda Indonesia
Pension Fund has issued the Decree of President
Director No. JKTDZ/SKEP/50023/13 dated June 10,
2013 and has obtained approval from the Financial
Services Authority (OJK) in accordance with the Board of
Commissioners of OJK Decision No. KEP-467/NB.1/2013
dated August 21, 2013 on the Ratification of the
Regulation of Pension Funds of Garuda Indonesia from
Garuda Indonesia Pension Funds, which change
(i) the Companys Contribution from originally 5.5% (five
point five percent) to 7% (seven percent); (ii) Employee
Contribution from originally 2% (two percent) to 3%
(three percent).

Dewan Komisaris

Board of Commissioners

Dewan Komisaris adalah organ Perusahaan yang


bertugas untuk melaksanakan pengawasan atas
kebijakan kepengurusan Perusahaan dan kegiatan usaha
Perusahaan serta untuk memberikan nasihat kepada Direksi
sebagaimana diminta atau ketika diperlukan dalam rangka
memastikan Perseroan dikelola sesuai dengan maksud dan
tujuan usahanya, dan tidak dimaksudkan untuk kepentingan
pihak atau golongan tertentu. Dewan Komisaris
wajib, dengan itikad baik dan tanggung jawab penuh,
melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perusahaan.
Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan dengan

The Board of Commissioners is the organ of the Company


that is in charged on supervising the Companys
management policies and business activities, as well as to
advise to the Board of Directors as requested or whenever
necessary in order to ensure the Company is managed in
accordance with its purpose and object, and is not intended
for the benefit of a particular party or group. The Board
of Commissioners shall carrying out their duties for the
benefit of the Company in good faith and full responsibility.
Members of the Board of Commissioners have relations
with members of the Board of Directors, and the Controlling

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

254
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Pemegang Saham pengendali dan Direksi Perusahaan. Hal


ini diatur dalam Pasal 108 UUPT, Pasal 31 UU BUMN, Pasal 15
AD, Pasal 12 Permen BUMN No. 01/2011).

Shareholder. (Article 108 of Law on Limited Liability


Company, Article 31 Law on SOEs, Article 15 Articles of
Association, Article 12 Minister of SOEs Regulation
No. 01/2011).

Tugas, Kewajiban, dan Wewenang Dewan Komisaris

Duties, Obligations, and Authority of the Board of


Commissioners
The fundamental characteristics of the Board of
Commissioners is that the Board of Commissioners is an
assembly where each member of the board shall not act
on their own but based on the Board of Commissioners
decision.

Karakteristik mendasar Dewan Komisaris adalah bahwa


Dewan Komisaris merupakan suatu majelis, dimana setiap
anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendirisendiri melainkan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris.

Sebagaimana disebutkan di awal, tugas Dewan Komisaris


adalah dengan itikad baik dan tanggung jawab penuh
melakukan pengawasan dan memberikan nasihat dan
pendapat kepada Direksi dalam rangka memastikan bahwa
Perusahaan dikelola sesuai dengan maksud dan tujuan
kegiatan usaha Perusahaan. Tugas khusus dapat diberikan
kepada Komisaris Independen. Dewan Komisaris membuat
pembagian tugas yang diatur oleh anggota Dewan
Komisaris itu sendiri.

As mentioned earlier, the Board of Commissioners


discharge their duties in good faith and full responsibility
to supervise and advise and give opinion to the Board of
Directors in order to ensure that the Company is managed
in accordance with the Companys business objective and
purposes. The Independent Commissioner can be assigned
with specific tasks. The segregation of duties of the Board
of Commissioners is decided among the members of the
Board of Commissioners itself.

Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris Tahun 2013


1. Pemantauan atas pelaksanaan RJPP 2011-2015 dan RKAP
2013
2. Pemantauan atas implementasi Capital Expenditure
(Capex)
3. Pemantauan atas pelaksanaan Enterprise Risk
Management (ERM)
4. Pemantauan atas pelaksanaan program implementasi
GCG
5. Pemantauan atas pelaksanaan kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan
6. Pemantauan atas pelaksanaan audit internal dan
eksternal perusahaan, serta tindak lanjutnya
7. Memberikan pendapat dan persetujuan terhadap RKAP
2014.

Implementation of Board of Commissioners Duties in 2013


1. Monitoring the implementation of RJPP 2011-2015 and
RKAP 2013
2. Monitoring the implementation of Capital Expenditure
(Capex)
3. Monitoring the implementation of Enterprise Risk
Management (ERM)
4. Monitoring the implementation of GCG implementation
program
5. Monitoring the compliance of laws and regulations

Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris memiliki


beberapa kewajiban sebagaimana yang ditetapkan dalam
Pasal 116 UUPT, Pasal 31 UU BUMN, Pasal 15 (2b) AD
Perseroan, Pasal 12 dan 15 Peraturan Menteri No. 01/2011:

In performing their duties, as stipulated in Article 116 of Law


on Limited Liability Company, Article 31 Law on SOEs, Article
15 (2b) of the Articles of Association of the Company, Article
12 and 15 Minister of SOEs Regulation No. 01/2011, the Board
of Commissioners is responsible to, among others:
a. Supervision
Supervising the Companys activities growth, including
preparing opinion and advice report, to the GMS
relating to the supervisory duties and actions from
the previous fiscal year. The Board of Commissioners
is responsible and is authorized to supervise the
management policies, the management of the Company

a. Pengawasan
Mengawasi perkembangan kegiatan dan kinerja
kepengurusan Perusahaan termasuk menyediakan
laporan pendapat dan saran untuk RUPS sehubungan
dengan seluruh tugas pengawasan dan tindakan
yang dilakukan selama tahun buku sebelumnya.
Dewan Komisaris bertanggung jawab dan berwenang

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

6. Monitoring the implementation of internal and external


audit works on the company, as well as follow-up
actions on audit findings
7. Providing opinion and approval on RKAP 2014.

255

melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan,


jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai
Perusahaan maupun usaha Perusahaan dan memberikan
nasihat kepada Direksi. Pengawasan dan nasihat yang
diberikan dilakukan untuk kepentingan Perusahaan
dan sesuai maksud dan tujuan Perusahaan, dan tidak
dimaksudkan untuk kepentingan pihak atau golongan
tertentu.
b. Tanggapan atas Laporan Tahunan Direksi
Meneliti dan memberikan tanggapan kepada RUPS
atas laporan berkala dan Laporan Tahunan yang
disiapkan oleh Direksi dan memastikan bahwa Direksi
bertanggung-jawab terhadap Laporan Keuangan
dengan memberikan sertifikasi terhadap Laporan
Keuangan sesuai dengan peraturan OJK (Bapepam-LK)
dan menandatangani Laporan Tahunan tersebut. Dewan
Komisaris harus memastikan bahwa dalam Laporan
Tahunan Perusahaan telah memuat informasi mengenai
identitas Direksi, pekerjaan-pekerjaan utamanya,
jabatan Dewan Komisaris di perusahaan lain, termasuk
rapat-rapat yang dilakukan dalam satu tahun buku (rapat
internal maupun rapat gabungan dengan Direksi), serta
honorarium, fasilitas, dan/atau tunjangan lain yang
diterima dari Perusahaan.
c. Rapat Dewan Komisaris dan Risalahnya
Menyelenggarakan rapat bulanan Dewan Komisaris
dan menyiapkan risalah rapat Dewan Komisaris dan
memegang salinan risalah tersebut. Seluruh anggota
Dewan Komisaris wajib menandatangani risalah Rapat
Dewan Komisaris paling lambat 7 hari kerja setelah
dilakukannya Rapat Dewan Komisaris.
d. Keterbukaan Kepemilikan Saham
Melaporkan kepada Perusahaan mengenai kepemilikan
saham mereka dan keluarga mereka di Perusahaan atau
Perusahaan lain. Peraturan Pasal Modal mewajibkan
Dewan Komisaris untuk melaporkan kepemilikan
sahamnya di dalam Perusahaan dalam waktu 10 hari
sejak terjadinya transaksi.
e. Persetujuan RKAP dan RJPP
Memberikan pendapat dan persetujuan terhadap
RJPP dan RKAP yang disusun Direksi. Dengan
disetujuinya RJPP dan RKAP oleh Dewan Komisaris,
maka Direksi berwenang untuk melaksanakan dan
mengimplementasikan pelaksanaan RJPP dan RKAP
selama periode tahun anggaran tersebut.
f. Usulan Akuntan Publik
Mengusulkan kepada RUPS mengenai penunjukan
Akuntan Publik yang akan melakukan pemeriksaan atas
buku-buku Perusahaan baik entitas induk maupun anak
perusahaan.

in general, related to the Company and its business; and


to advise the Board of Directors. Supervision and advice
given are conducted for the interest of the Company,
in line with the Companys object and purposes and
are not intended for the benefit of a particular party or
group.

b. Feedback on the Annual Report


Reviewing and providing feedback to the GMS on
periodical and Annual Report prepared by the Board
of Directors and ensure that the Board of Directors is
accountable for the financial statement by certifying
the financial statements in accordance with the
regulations from OJK (Bapepam-LK) and signed the
Annual Report. The Board of Commissioners shall
ensure that the Annual Report of the Company has
contained information with regards to identity of the
Directors, main duties, Commissioners position in other
companies, and meetings during one fiscal year (internal
and joint meetings with the Board of Directors), as well
as the honorarium, facilities, and/or allowance received
from the Company.
c. The Board of Commissioners Meetings and Minutes
To convene monthly Board of Commissioners
meeting and prepared the minutes of the Board of
Commissioners meeting and keep the copy of the
minutes. All members of the Board of Commissioners
shall put their signature on the minutes of Board of
Commissioners meeting not later than 7 work days as of
the date of the Board of Commissioners meetings.
d. Disclosure on Share Ownership
Reporting to the Company with regards to their and
their familys share ownership in the Company or other
Companies. Capital Market regulation requires the
Board of Commissioners to report share ownership in
the Company within 10 days after such transaction date.
e. Approval on RKAP and RJPP
To provide opinions and approval on Long Term
Corporate Plan (RJPP) and Work Plan and Budget (RKAP)
prepared by the Board of Directors. Upon the Board of
Commissioners approval on RJPP and RKAP, the Board
of Directors is authorized to execute and implement the
RJPP and RKAP during the fiscal year.
f. Proposing Public Accountant
Propose to the GMS with regards to the appointment of
Certified Public Accountants that will audit the books of
the Company.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

256
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

g. RKAP Tahunan Dewan Komisaris dan Penilaian


Kinerja Komisaris
Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan
Dewan Komisaris yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan
Perusahaan. Dewan Komisaris dapat memberikan
usulan mengenai Indikator Pencapaian Kinerja/Key
Performance Indicator (KPI) yang merupakan ukuran
penilaian atas keberhasilan pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab pengawasan dan pemberian nasihat
oleh Dewan Komisaris, kepada RUPS. Dewan Komisaris
dapat memberikan penugasan kepada Komite Nominasi
dan Remunerasi berupa penyusunan Key Performance
Indicator (KPI) Dewan Komisaris dengan sistem self
assessment atau sistem lain untuk kemudian diputuskan
dalam rapat Dewan Komisaris.
h. Penilaian Kinerja Direksi

Dewan Komisaris memberikan penilaian dan


evaluasi mengenai kinerja Direksi berdasarkan KPI
yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris, baik secara
perseorangan maupun kolektif.
i. Persetujuan atas Pendayagunaan Aktiva Tetap
Perseroan
Dewan Komisaris harus memberikan persetujuan
atau penolakan selambat lambatnya 30 (tiga puluh)
hari setelah menerima permohonan dari Direksi
atas Pendayagunaan Aktiva Tetap. Dalam hal
Pendayagunaan Aktiva Tetap harus disetujui oleh
RUPS, maka Dewan Komisaris juga harus memberikan
tanggapan tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh)
hari, yang ditujukan kepada Direksi setelah menerima
permohonan dari Direksi mengenai pendayagunaan
tersebut. Pendayagunaan Aktiva Tetap (Pasal 32 dan 33
Permen BUMN No. 06/2011).
j. Melakukan Pelaporan Kepada RUPS
Dewan Komisaris wajib menyampaikan laporan tentang
tugas pengawasan yang telah dilakukan selama tahun
buku yang baru lampau kepada RUPS.
k. Memantau Pelaksanaan Good Corporate Governance
Pemantauan atas penerapan Good Corporate
Governance dilakukan oleh Dewan Komisaris untuk
memastikan bahwa Good Corporate Governance
di Perusahaan telah berjalan secara efektif dan
berkelanjutan.

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
g. The Board of Commissioners RKAP and Performance
Assessment
Preparing the Board of Commissioners annual work
plan and budget which is an integral part of the
Companys Annual Work Plan and Budget. The Board
of Commissioners may provide suggestions regarding
the Key Performance Indicators (KPI), a performance
measurement in evaluating the success of carrying out
the Board of Commissioners oversight and advisory
duties and responsibility. The Board of Commissioners
may assign the Nomination and Remuneration
Committee to draft a Key Performance Indicator (KPI)
of the Board of Commissioners with self assessment
system or other systems to be decided later in the Board
of Commissioners meeting.
h. Assessment on the Performance of the Board of
Directors
The Board of Commissioners provides assessment
and evaluation on the performance of the Board of
Directors based on the KPIs set forth by the Board of
Commissioners, either individually or collectively.
i. Approval on the Utilization of the Companys Fixed
Asset
The Board of Commissioners must give their approval
or rejection no later than 30 (thirty) days upon receiving
a request from the Board of Directors with regards
to the Utilization of the Companys Assets Fixed. The
Utilization of the Companys Fixed Assets must gain
approval from GMS, then the Board of Commissioners
must give a written response no later than 30 (thirty)
days to the Board of Directors upon receiving request
from the Board of Directors regarding the matter.
Utilization of Fixed Assets (Article 32 and 33 Minister of
SOEs Regulation No. 06/2011).
j. Reporting to the GMS
The Board of Commissioners shall submit report on the
monitoring duties carried out during the last fiscal year
to the GMS.
k. Monitoring the Implementation of Good Corporate
Governance
Monitoring the implementation of good corporate
governance is conducted by the Board of
Commissioners to ensure that good corporate
governance in the Company was conducted effectively
and sustainably.

257

l. Melakukan Evaluasi Terhadap Sekretariat Dewan


Komisaris
Dewan Komisaris melakukan evaluasi atas kinerja
Sekretariat Dewan Komisaris setiap 1 tahun dengan
menggunakan metode yang ditetapkan oleh Dewan
Komisaris.
m. Mengkaji Visi dan Misi Perseroan
Dewan Komisaris secara periodik bertanggung jawab
untuk mengkaji dan menyetujui penyempurnaan Visi dan
Misi Perusahaan.
n. Memastikan tindak lanjut atas temuan
Whistleblowing System
Dewan Komisaris dapat mengakses sistem
Whistleblowing System untuk melihat atau memonitor
laporan yang diterima oleh Whistleblowing System,
melalui penanggung jawab yang sebelumnya telah
ditetapkan atau ditunjuk dengan menggunakan user
login yang telah disampaikan sebelumnya.

l. Evaluation on the Secretariat of the Board of the


Commissioners
The Board of Commissioners evaluate on the
performance of the Secretariat of the Board of
Commissioners Secretary annually using method
determined by the Board of Commissioners.
m. Review of the Companys Vision and Mission
The Board of Commissioners is responsible for the
periodic reviews of, and to approve improvement on,
the Companys vision and mission statements.
n. Ensuring follow-up on findings Whistleblowing
System
The Board of Commissioners can access the
Whistleblowing System to view or to monitor reports
received by the Whistleblowing System, through the
appointed person in charge by using a user login that
has been submitted previously.

Dalam melakukan tindakan pengawasan atas tindakan


pengurusan yang dilakukan oleh Direksi, Dewan Komisaris
berwenang untuk:
a. memeriksa buku-buku, surat-surat bukti, persediaan
barang, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas
dan lain-lain surat berharga serta mengetahui segala
tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi;
b. memasuki bangunan-bangunan dan halaman-halaman
atau tempat-tempat lain yang dipergunakan atau
dikuasai oleh Perusahaan;
c. meminta keterangan/penjelasan dari Direksi atau
pejabat lainnya mengenai segala persoalan yang
menyangkut pengelolaan Perusahaan dan Direksi
harus memberikan semua keterangan/penjelasan yang
berkenaan dengan Perusahaan sebagaimana diperlukan
oleh Dewan Komisaris;
d. mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah
dan akan dijalankan oleh Direksi;
e. meminta Direksi dan/atau pejabat lainnya di bawah
Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri
Rapat Dewan Komisaris;
f. mengangkat dan memberhentikan Sekretaris Dewan
Komisaris;
g. memberhentikan sementara anggota Direksi;
h. membentuk Komite Audit, Komite Remunerasi dan
Nominasi, Komite Pemantau Risiko dan komite lainnya
jika dianggap perlu;
i. menghadiri rapat Direksi dan memberikan pandangan
terhadap hal yang dibicarakan;
j. melakukan tindakan pengawasan sepanjang tidak
bertentangan dengan ketentuan AD.

In supervising the management of the Company undertaken


by the Board of Directors, the Board of Commissioners is
authorized to:
a. To examine accounts, letters of evidence, inventories,
to review cash flow and other securities, and to have all
information on every action that has been carried out by
the Board of Directors.
b. Enter the any buildings, offices or premises used or
owned by the Company.
c. Request explanation from the Board of Directors and/or
other officials on any matters relating to the Company,
and each member of the Board of Directors is oblige
to provide such required information for the Board of
Commissioners;
d. To be informed on all policies and actions that has and
will be done by the Board of Directors;
e. Request the Board of Directors and/or other officials
under the Board of Directors, with permission
from the Board of Directors to attend the Board of
Commissioners meeting;
f. To appoint and dismiss the Board of Commissioners
Secretary;
g. To temporarily dismiss member of the Board of Director;
h. To establish the Audit Committee, Remuneration and
Nomination Committee, Risk Monitoring Committee and
other committees deemed necessary;
i. To attend the Board of Directors meeting and to offer
opinion on the matter discussed;
j. To exercise the authority to supervise on other matters,
provided that it is not violate the regulations and the
Articles of Association.

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

258
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Pengawasan dan Pengendalian Internal


Fungsi pengawasan dan pengendalian ada pada Dewan
Komisaris, mencakup fungsi pengawasan dan pengendalian
yang melekat (embedded internal control) pada setiap unit
bisnis, termasuk unit-unit pendukung, Audit Internal, audit
eksternal, serta fungsi asuransi dan manajemen risiko.
Dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian, Dewan
Komisaris dibantu oleh Komite Audit.

Supervision and Internal Control


The Board of Commissioners performs supervision and
control functions, involving the supervision and embedded
internal control in each of the business units including
supporting units, internal audit, external audit, as well as
assurance and risk management functions. In discharging
its supervision and control functions, the Board of
Commissioners is assisted by the Audit Committee.

Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi dan Dewan


Komisaris
Perusahaan telah memiliki pedoman kerja terkait tata
kelola perusahaan (Board Manual) yang disusun sebagai
pedoman dan etika bagi Direksi dan Dewan Komisaris
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk
kepentingan terbaik bagi Perusahaan.

Board Manual
The Company has in place a Board Manual, which is
formulated to serve as a guideline for the Board of Directors
and Board of Commissioners in performing their duties and
responsibilities in the best interest of the Company.

Secara garis besar Board Manual memuat pedoman dan


ketentuan mencakup 3 bidang, yaitu:
1. Organ Perusahaan yaitu Direksi, Dewan Komisaris dan
Pemegang Saham
2. Tindakan Perusahaan (corporate action) tertentu
3. Hubungan antara Perusahaan dengan pemegang saham
dan lembaga pemerintah.

Basically, the Board Manual contains guidelines and


stipulations concerning 3 areas, namely:
1. The Companys organs, namely the Board of Directors,
Board of Commissioners, and Shareholders
2. Certain types of corporate actions
3. Relationship between the Company and Shareholders
and other Government institutions.

Dalam bab Organ Perusahaan dimuat ketentuan, antara


lain, mengenai tugas, wewenang, larangan, tanggung
jawab, masa jabatan, etika binis dan anti korupsi, rapat,
serta hubungan antar Organ Perusahaan. Di bagian
tindakan Perusahaan tertentu, diatur mengenai transaksi
afiliasi dan benturan kepentingan, transaksi material, serta
keterbukaan informasi.

The chapter on Companys Organs contains stipulations


on, among others, the duties, authority, prohibitions,
responsibility, term of office, business ethics and anti
corruption, meetings, and relationship among Company
Organs. The chapter on certain corporate actions regulates
transactions with affiliates and conflict of interest, material
transactions, and information disclosure.

Pada bab akhir, dimuat ketentuan tentang hubungan


Perusahaan dengan pemegang saham Seri A Dwiwarna,
serta kementerian dan lembaga Pemerintah sebagai
regulator. Pada bulan Oktober 2012, Direksi dan Dewan
Komisaris telah mengesahkan Board Manual hasil
penyempurnaan Board Manual terbitan tahun 2007.

The last chapter contains stipulations on the Companys


relationship with holder of Dwiwarna Series A shares as
well as with various Government ministries and institutions
as regulators. In October 2012, the Board of Directors and
Board of Commissioners have approved the current Board
Manual as an improvement on the 2007 Board Manual.

Independensi Dewan Komisaris


Anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan
keluarga, hubungan keuangan dan hubungan afiliasi dengan
anggota Direksi, anggota Komisaris lainnya dan Pemegang
Saham Pengendali. Hubungan keluarga dan hubungan
keuangan secara detil dapat dilihat pada tabel berikut:

Independence of the Board of Commissioners


Members of the Board of Commissioners have no relative,
financial and affiliated relations with members of the Board
of Directors, other members of the Board of Commissioners,
and the Controlling Shareholder. Relative and financial
relations are disclosed in details in the following table:

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

259

Hubungan Keluarga Dengan


Family Relation with
Dewan
Komisaris
Board of
Commissioners
Nama
Name

Ya
Yes

Tidak
No

Direksi
Board of
Directors
Ya
Yes

Tidak
No

Hubungan Keuangan Dengan


Financial Relation with

Pemegang
Saham
Pengendali
Controlling
Shareholder
Ya
Yes

Tidak
No

Dewan
Komisaris
Board of
Commissioners
Ya
Yes

Tidak
No

Pemegang
Saham
Pengendali
Controlling
Shareholder

Direksi
Board of
Directors
Ya
Yes

Tidak
No

Ya
Yes

Tidak
No

Bambang Susantono

Bambang Wahyudi*

Wendy Aritenang

Sonatha H. Yusuf*

Betti Alisjahbana

Peter F. Gontha

Chris Kanter*

Bagus Rumbogo*

* Perubahan susunan Dewan Komisaris pada RUPST tanggal 26 April 2013


Change of the Board of Commissioners composition on Annual GMS dated April 26, 2013

Rangkap Jabatan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Periode 2013
Concurrent Position of Board of Commissioners of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. for period of 2013
Nama Komisaris
Name of Board of
Commissioners

Posisi di Garuda
Indonesia
Position in Garuda
Indonesia

Posisi di Institusi Lain


Position in Other
Institutions

Perusahaan/Badan
Organisasi
Company/
Organizational Body

Bidang Usaha
Field of Business

Bambang Susantono

Komisaris Utama
President Commissioner

Wakil Menteri
Perhubungan
Deputy Minister of
Transportation

Kementerian Perhubungan
Ministry of Transportation

Pemerintah
Government

Bambang Wahyudi*

Komisaris
Commissioner

Komisaris
Commissioner

PT Nusantara Turbin dan


Propulsi
PT Nusantara Turbin and
Propulsi

Industri
Industry

Sonatha Halim Yusuf*

Komisaris
Commissioner

Asisten Deputi Bidang


Restrukturisasi
Assistant to the Deputy
Minister in Restructuring

Kementerian BUMN
Ministry of SOEs

Pemerintah
Government

Betti S. Alisjahbana

Komisaris Independen
Independent
Commissioner

Komisaris
Commissioner

PT Quantum Business
International

Industri Kreatif
Creative Industry

Komisaris
Commissioner

PT Sigma Cipta Caraka

Jasa Teknologi
Informasi
Information
Technology Services

Wendy Aritenang

Komisaris
Commissioner

Inspektur Jenderal
Inspector General

Kementerian Perhubungan
Ministry of Transportation

Pemerintah
Government

Peter F. Gontha

Komisaris Independen
Independent
Commissioner

Group Publisher

Beritasatu Media Holding

Industri Media
Media Industry

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

260
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Rangkap Jabatan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Periode 2013
Concurrent Position of Board of Commissioners of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. for period of 2013
Nama Komisaris
Name of Board of
Commissioners

Posisi di Garuda
Indonesia
Position in Garuda
Indonesia

Perusahaan/Badan
Organisasi
Company/
Organizational Body

Posisi di Institusi Lain


Position in Other
Institutions

Bidang Usaha
Field of Business

Bagus Rumbogo*

Komisaris
Commissioner

Staf Ahli Bidang Hubungan


Antar Lembaga
Expert Staff of InterInstitutional Relations

Kementerian BUMN
Ministry of SOEs

Pemerintah
Government

Chris Kanter*

Komisaris Independen
Independent
Commissioner

Chairman

Sigma Sembada Group

Industri Energi dan


Logistik
Energy and Logistic
Industry

* Perubahan susunan Dewan Komisaris pada RUPST tanggal 26 April 2013


Change of the Board of Commissioners composition on Annual GMS dated April 26, 2013

Rapat Dewan Komisaris


Sesuai ketentuan Pasal 16 ayat 7 Anggaran Dasar, Dewan
Komisaris mengadakan rapat paling sedikit setiap bulan
sekali, dalam Rapat tersebut Dewan Komisaris dapat
mengundang Direksi. Sampai dengan Desember 2013,
Dewan Komisaris telah melaksanakan rapat sebanyak 18 kali
dengan rincian jumlah rapat dan tingkat kehadiran seperti
tertuang dalam tabel berikut ini:

Board of Commissioners Meeting


Pursuant to the Article 16 paragraph 7 of the Articles of
Association, the Board of Commissioners convenes a
meeting at least once every month, and may invite the
Board of Directors. As of December 2013, the Board of
Commissioners has conducted 18 meetings with the detail of
Number of Meetings and the attendance levels as follow:

Rapat Internal Dewan Komisaris | Board of Commissioners Internal Meeting


No.
1

Peserta Rapat
Meeting Attendance
Bambang Susantono

Jabatan
Position
Komisaris Utama
President Commissioner

Hadir
Present

Jumlah Rapat
Total of Meeting

Tingkat Kehadiran
Level of Presence

100%
100%

Bambang Wahyudi*

Komisaris | Commissioner

Wendy Aritenang

Komisaris | Commissioner

88%

Sonatha H. Yusuf*

Komisaris | Commissioner

100%

Betti Alisjahbana

Komisaris Independen
Independent Commissioner

88%

Peter F. Gontha

Komisaris Independen
Independent Commissioner

66%

Chris Kanter*

Komisaris Independen
Independent Commissioner

88%

Bagus Rumbogo*

Komisaris | Commissioner

100%

* Perubahan susunan Dewan Komisaris pada RUPST tanggal 26 April 2013


Changes of the Board of Commissioners composition on Annual GMS dated April 26, 2013

Garuda Indonesia 2013 Laporan Tahunan

261

Rapat Dewan Komisaris Bersama Direksi | Board of Commissioners Meeting with Board of Directors
No.

Peserta Rapat
Meeting Attendance

Jabatan
Position

Hadir
Present

Jumlah Rapat
Total of Meeting

Tingkat Kehadiran
Level of Presence

100%
100%

DEWAN KOMISARIS | BOARD OF COMMISSIONERS


1

Bambang Susantono

Komisaris Utama
President Commissioner

Bambang Wahyudi*

Komisaris | Commissioner

Wendy Aritenang

Komisaris | Commissioner

88%

Sonatha H. Yusuf*

Komisaris | Commissioner

66%

Betti Alisjahbana

Komisaris Independen
Independent Commissioner

88%

Peter F. Gontha

Komisaris Independen
Independent Commissioner

77%

Chris Kanter*

Komisaris Independen
Independent Commissioner

100%

Bagus Rumbogo*

Komisaris | Commissioner

100%

DIREKSI | BOARD OF DIRECTORS


1

Emirsyah Satar

Direktur Utama
President & CEO

88%

Handrito Hardjono

Direktur Keuangan
EVP Finance

100%

Faik Fahmi

Direktur Layanan
EVP Services

100%

Elisa Lumbantoruan**

Direktur Pemasaran dan


Penjualan
EVP Marketing & Sales

100%

Heriyanto Agung Putra

Direktur SDM & Umum


EVP Human Capital &
Corporate Affairs

88%

Batara Silaban

Direktur Teknik dan


Pengelolaan Armada
EVP Maintenance & Fleet
Management

88%

Judi Rifajantoro

Direktur Strategi,
Pengembangan Bisnis &
Manajemen Risiko
EVP Strategy, Business
Development & Risk
Management

100%

Novijanto H.

Direktur Operasi
EVP Operations

66%

Meijer Frederik Johannes**

Direktur Pemasaran dan


Penjualan
EVP Marketing & Sales

100%

** Perubahan susunan Direksi pada RUPST tanggal 26 April 2013


Changes of Board of Directors composition on Annual GMS dated April 26, 2013

Garuda Indonesia 2013 Annual Report

262
Opening
Corporate Profile
Corporate Strategy
Management Report
Management Discussion & Analysis of the Companys Performance
Business Support Review
Corporate Governance
Corporate Social Responsibility
Consolidated Financial Statements
Corporate Data

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Masa Jabatan Komisaris


Masa jabatan keanggotaan Dewan Komisaris adalah
terhitung sejak tanggal ditetapkan oleh RUPS yang
mengangkatnya dan berakhir pada penutupan RUPS
Tahunan yang ke-5 setelah tanggal pengangkatannya,
namun dengan tidak mengurangi hak dari RUPS untuk
sewaktu-waktu dapat memberhentikan para anggota
Dewan Komisaris sebelum masa jabatannya berakhir.

Term of Office of Commissioners


The term of office of members of the Board of
Commissioners starts from the date of appointment by
the General Meeting of Shareholder (GMS) and ends
at the closing of the 5th Annual GMS after the date of
appointment, without limiting the right of the GMS to
dismiss the members of the Board of Commissioners at any
ti