Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO 1 Blok Genitourinaria


Anuku Sakit
Kelompok 3

Ria Renta Uli Sirait

1018011094

Mia Febriani P

1018011077

Gindi Cinintia A

1018011062

Komang Indra S

1018011069

Faddly Hendarsyah

1018011058

Zaky Faris Maulana

1018011006

Kurnia Putra W

1018011070

Elvi Yana

1018011057

Rizni Fitriana

1018011097

Amelia Sagita P

1018011108

Ucha Clarinta

1018011100

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013

KATA PENGANTAR

Assalammualaikum wr. wb.

Alhamdulillah, puji dan syukur kami ucapkan atas ke hadirat


Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya
sehingga kami dapat menyusun Laporan skenario 1 ini.
Selanjutnya, kepada dosen-dosen yang terlibat dalam Blok
Genitourinaria, kami ucapkan terima kasih atas segala pengarahannya
sehingga laporan ini dapat kami susun dengan cukup baik.
Kami menyadari banyak kekurangan dalam penulisan laporan
ini, baik dari segi isi, bahasa, analisis, dan sebagainya. Oleh karena itu,
kami ingin meminta maaf atas segala kekurangan tersebut, hal ini
disebabkan karena masih terbatasnya pengetahuan, wawasan, dan
keterampilan kami. Selain itu, kritik dan saran dari pembaca sangat
kami harapkan, guna untuk kesempurnaan laporan ini dan perbaikan
untuk kita semua.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan
wawasan berupa ilmu pengetahuan untuk kita semua.

Wassalammualaikum wr. wb.

Bandar Lampung, Mei 2013

Tim Penulis

DAFTAR ISI

Kata
Pengantar ................................................................................................
...... i
Daftar
Isi ............................................................................................................
... ii
A.Step
1 .................................................................................................... 1
B. Step
2 ................................................................................................... 1
C. Step
3 ................................................................................................... 1
D. Step
4 ................................................................................................... 3
E. Step
5 .................................................................................................. . 7
F. Step
6 .................................................................................................. . 8
G. Step
7 .................................................................................................. . 8

Skenario 1
ANUKU SAKIT
Seorang ibu datang ke puskesmas membawa anak laki lakinya berusia 1th dengan
keluhan sulit BAK. Seorang ibu bercerita, ketika akan BAK ujung kelaminnya
menggembung dahulu baru memancar, dengan pancaran yang kecil. Dari hasil
pemeriksaan fisik ditemukan pada ujung kelamin anak bengkak dan berwarna
kemerahan serta salah satu buah zakarnya tidak ditemukan didalam kantungnya.
Dokter menyimpulkan bahwa anak tersebut mengalami kelainan bawaan.

STEP 1
STEP 2
1. Bagaimana
2.
3.
4.
5.
6.

perbandingan

jaminan

kesehatan

menurut

video

yang

ditayangkan?
Adakah undang-undang yang mengatur tentang jaminan kesehatan?
Bagaimana sistem pelayanan kesehatan di Indonesia?
Apa itu asuransi? Apa fungsinya? Siapa sasarannya?
Apa saja syarat pengajuan asuransi?
Bagaimana cara klaim asuransi?

STEP 3
1. Dari video yang ditampilkan, dapat disimpulkan:
a. Amerika
Hanya beberapa penyakit saja yang bisa diasuransikan
Jika memiliki penyakit yang telah ditentukan, asuransi dapat di tolak
Jika tidak memiliki asuransi, biaya ditanggung masing-masing
Asuransi bisa didapatkan dari tempat kerja
b. Inggris
Semua biaya ditanggung oleh pemerintah
Biaya pelayanan kesehatan diperoleh dari pajak yang dibayar oleh
masyarakat, kecuali beberapa pelayanan yang memerlukan alat
tertentu

c. Indonesia
Ada dua jenis layanan asuransi kesehatan, dari pemerintah dan dari
pihak swasta

2. Undang-undang mengenai asuransi dan pelayanan kesehatan


UU No 2 tahun 1992 tentang Usaha Perasurasian
3. Sistem pelayanan kesehatan di Indonesia dikelola oleh 2 pihak. Pertama oleh
pemerintah melalui ASKES, JAMKESMAS dan lainnya. Kedua oleh swasta
dalam berbagai macam bentuk perusahaan asuransi.
4. Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem,
atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial)
untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian
dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti
kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan pembayaran
premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang
menjamin perlindungan tersebut.
Asuransi ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dengan sasaran masyarakat secara umumnya.
5. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengajuan asuransi:
a. Keadaan keluarga
b. Pekerjaan
c. Riwayat penyakit
d. Jumlah gaji
Pada asuransi swasta biasanya dilakukan pendataan pegawai. Perusahaan
bekerjasama dengan perusahaan asuransi, tergantung kesanggupan
pegawai.
6. Cara Klaim Asuransi disesuaikan dengan kebijakan perusahaan yang
menyediakan jasa. Berkas yang diperlukan biasanya terdiri dari formulir
pengajuan klaim, surat keterangan dokter, dan berkas lainnya.

STEP 4
1. Dari video yang ditampilkan, dapat disimpulkan:
a. Amerika
Hanya beberapa penyakit saja yang bisa diasuransikan
Jika memiliki penyakit yang telah ditentukan, asuransi dapat di
tolak
Jika tidak memiliki asuransi, biaya ditanggung masing-masing
Asuransi bisa didapatkan dari tempat kerja
b. Inggris
Semua biaya ditanggung oleh pemerintah
Biaya pelayanan kesehatan diperoleh dari pajak yang dibayar oleh
masyarakat, kecuali beberapa pelayanan yang memerlukan alat
tertentu
Dana yang didapatkan 80% dari pajak yang dibayar oleh
masyarakat dan sisanya dari anggaran negara
c. Indonesia
Ada dua jenis layanan asuransi kesehatan, dari pemerintah dan dari
pihak swasta
Pemerintah menyediakan Askes, biaya yang digunakan adalah
sumbangan wajib per bulan yang biasanya dipotong sebesar 2%
dari gaji yang diterima oleh pegawai negeri.
Untuk Jamkesmas, biaya yang digunakan merupakan anggaran dari
pemerintah

yang

dikhususkan

untuk

menangangi

masalah

kesehatan di masyarakat.
2. Undang-undang mengenai asuransi dan pelayanan kesehatan
Di bawah ini adalah daftar peraturan dan Perundangan terkait Asuransi
Kesehatan dan hanya tersedia dalam bahasa Indonesia.
1. UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
2. UU No 19 tahun 2003 tentang BUMN
3. UU No 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
4. PP No 61 tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan dan Pengelolaan
Program Legislasi Nasional
5. UU No 40 tahun 2004 tentang SJSN
6. Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang UU No 40 / 2004
7. UU No 2 tahun 1992 tentang Usaha Perasurasian

3. Sistem pelayanan kesehatan di Indonesia dikelola oleh 2 pihak. Pertama oleh


pemerintah melalui Askes, Jamkesmas dan lainnya. Kedua oleh swasta dalam
berbagai macam bentuk perusahaan asuransi.
a. Pemerintah menyediakan Askes, biaya yang digunakan adalah
sumbangan wajib per bulan yang biasanya dipotong sebesar 2% dari
gaji yang diterima oleh pegawai negeri.
b. Untuk Jamkesmas, biaya yang digunakan merupakan anggaran dari
pemerintah yang dikhususkan untuk menangangi masalah kesehatan di
masyarakat. Jamkesmas ditujukan khusus untuk orang yang kurang
mampu dan miskin.
c. Untuk Swasta, biasanya diadakan oleh suatu perusahaan perasuransian
dengan berbagai macam ketentuan. Dana yang didapat adalah dari
iuran wajib masing-masing anggota.
4. Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem,
atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial)
untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian
dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti
kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan pembayaran
premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang
menjamin perlindungan tersebut.
Asuransi ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dengan sasaran masyarakat secara umumnya.

5. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengajuan asuransi:


a. Keadaan keluarga
b. Pekerjaan
c. Riwayat penyakit
d. Jumlah gaji
Pada asuransi swasta biasanya dilakukan pendataan pegawai. Perusahaan
bekerjasama dengan perusahaan asuransi, tergantung kesanggupan pegawai.
6. Cara Klaim Asuransi disesuaikan dengan kebijakan perusahaan yang
menyediakan jasa. Berkas yang diperlukan biasanya terdiri dari formulir
pengajuan klaim, surat keterangan dokter, dan berkas lainnya.

Persyaratan Pengajuan Klaim Kesehatan


1. Formulir Klaim Kesehatan (diisi oleh Tertanggung yang dirawat atau bila
usianya di bawah 18 tahun, maka formulir dilengkapi oleh Pemegang
Polis).
2. Pernyataan Dokter untuk Klaim Kesehatan (diisi oleh dokter yang
merawat Tertanggung).
3. Nasabah mengembalikan ke-2 formulir yang telah diisi tersebut beserta
kelengkapannya yaitu :
o Kuitansi

dan

bukti

pembayaran

perawatan

rumah

sakit

(asli/fotokopi legalisir).
o Perincian nama dan harga obat-obatan yang diberikan selama
perawatan (asli/fotokopi legalisir).
o Perincian nama / jenis dan harga alat-alat medis yang dipakai
selama perawatan (asli/fotokopi legalisir).
o Perincian nama/jenis dan harga pemeriksaan laboratorium, X-ray,
dan lain-lain pemeriksaan yang dilakukan selama perawatan
(asli/fotokopi legalisir).
o Perincian jenis dan biaya lain-lain yang terdapat dalam kuitansi
sehingga jumlah keseluruhannya sesuai dengan jumlah biaya yang
tercantum dalam kuitansi yang diserahkan kepada PT AXA
Mandiri Financial Services (asli/fotokopi legalisir).
o Hasil pemeriksaan penunjang (laboratorium, X-ray, CT scan, USG,
dan lain-lain pemeriksaan) yang dilakukan oleh nasabah selama
perawatan.

10

STEP 5
1. UU yang mengatur Pelayanan kesehatan atau asuransi
2. Pelayanan kesehatan atau asuransi ( Definisi,
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Tujuan,Prinsip,Jenis,Sasaran,Program)
Syarat syarat Asuransi
Jenis pelayanan kesehatan nasional
Sistem pembiayaan kesehatan
Asuransi Wajib dan Asuransi Sukarela
SJSN
Puskesmas dan Program progrmnya
Opini sistem asuransi tiap negara

11

STEP 7
1. UU yang mengatur Pelayanan kesehatan atau asuransi
SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL (UU NO. 40/2004)
-Pasal 1 (1) UU No. 40/2004 Jaminan Sosial adalah salah satu bentuk
perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi
kebutuhan dasar hidupnya yang layak

12

-Pasal 1 (2) UU No. 40/2004 Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah suatu tata
cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggara
jaminan sosial
ASURANSI SOSIAL
Pasal 1 (3) UU No. 40/2004 Asuransi Sosial adalah suatu mekanisme
pengumpulan dana yang bersifat wajib yang berasal dari iuran guna memberikan
perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang menimpa peserta dan/atau anggota
keluarganya
PROGRAM JAMINAN SOSIAL
Pasal 18 UU No. 40/2004 a. Jaminan Kesehatan b. Jaminan Kecelakaan Kerja c.
Jaminan Hari Tua d. Jaminan Pensiun e. Jaminan Kematian
ASURANSI PENGATURAN
1. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD)
2. Diluar KUHD: A. UU No. 2/1992 (USAHA PERASURANSIAN) B. UU No.
3/1992 (JAMSOSTEK) C. PP No. 26/1981 (TASPEN) D. PP No. 68/1991
(ASABRI) E. PP No. 69/1991 (ASKES) F. UU No. 33/1964 (DPWKP/JASA
RAHARJA) G. UU No. 34/1964 (DKLLJ/JASA RAHARJA) H. UU No. 40/2004
(SJSN)

2. Pelayanan kesehatan atau asuransi


( Definisi,Tujuan,Prinsip,Jenis,Sasaran,Program)
-

Definisi

Suatu perjanjian dimana sipenanggung dgn mene-rima suatu premi


mengikatkan dirinya utk membe-ri ganti rugi kpd tertanggung yg mgk diderita krn
terjadinya suatu peristiwa yg mengandung ketidak-pastian & yg akan
mengakibatkan kehilangan, ke-rugian atau kehilangan suatu keuntungan (Kitab
Undang-Undang Hukum Dagang, 1987)

13

Suatu mekanisme pengalihan resiko (sakit) dari resiko perorangan menjadi


resiko kelompok (A. A. Gde Muninjaya)
Syarat Pokok Asuransi

Ada perjanjian

Ada pembelian perlindungan

Ada pembayaran premi

Unsur-unsur Asuransi

Tertanggung

Penanggung/badan asuransi

Penyedia pelayanan

Manfaat Asuransi

Membebaskan peserta dari kesulitan menyediakan dana tunai

Biaya kesehatan dapat diawasi

Mutu pelayanan dapat diawasi

Tersedianya data kesehatan

Jenis asuransi

Bersadarkan Pengelola Dana :


o Asuransi Kesehatan Pemerintah
Pada sistem ini, biaya dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Pelayanannya diberikan secara cumacuma oleh pemerintah sehingga sangat jarang penyelenggaraan pelayanan
kesehatan disediakan oleh pihak swasta. Untuk negara yang kondisi keuangannya

14

belum baik, sistem ini sulit dilaksanakan karena memerlukan dana yang sangat
besar.
Contoh :

Dana pemerintah pusat

Dana pemerintah provinsi

Dana pemerintah kabupaten kota

Saham pemerintah & BUMN


Premi bagi Jamkesmas yang dibayarkan oleh pemerintah

Asuransi Kesehatan Swasta


Peran swasta dalam pembiayaan kesehatan ternyata cukup penting. Dana
yang dialokasikan pemerintah untuk pembiayaan kesehatan masyarakat Indonesia
masih belum mencukupi. Oleh karena itu dalam pembiayaan kesehatan diperlukan
hubungan kemitraan yang baik antara pihak swasta dan pemerintah, dimana pihak
swasta tetap dapat memegang sektor penyelenggaraan fasilitas kesehatan,
sedangkan pemerintah tetap mengadakan pengawasan dengan mengeluarkan
kebijakan-kebijakan untuk meregulasi pihak swasta agar dalam penyelenggaraan
pelayanan kesehatan tetap memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat,
sebagai contoh: memberlakukan Askeskin di Rumah Sakit Swasta. Dengan
adanya hal tersebut diharapkan masyarakat miskin tetap dapat menerima
pelayanan dari fasilitas kesehatan swasta.

Berdasarkan Keikutsertaan Anggota :


o

Asuransi kesehatan wajib


Jamsostek
-

Pengusaha wajib membayar pekerjanya, pekerja sebagai peserta hanya


diberikan kepada pekerja yang menjadi peserta.

Perlindungan ini meliputi perlindungan dasar yang hanya mencakup


kecelakaan, kesehatan, kematian dan hari tua
15

Prinsip dasar jamsostek UU no 23 tahun 1992


Skala bilangan besar
Gotong royong
Pemerataan perlindungan
Kemanfaatan terjamin
Pendidikan masa depan
JENIS PROGRAM

DIBAYAR OLEH
Pengusaha

Naker

Jaminan Kecelakaan
kerja
Kelp 1
Kelp 2
Kelp 3
Kelp 4

0.24% x upah 1 bl
0.54 x upah 1 bl
1.27% x upah 1 bl
1.74% x upah 1 bl

Jaminan hari tua

3.70% x upah 1 bl

Jaminan kematian

0.30% x upah 1 bl

2%

Jaminan pemeliharaan
kesehatan
Keluarga
Tidak berkeluarga

6%
3%

a. Paket Jaminan Pelayanan Kesehatan Dasar


1. Rawat jalan tingkat pertama
2. Rawat jalan tingkat lanjutan

16

3. Rawat inap
4. Pemeriksaan kehamilan & pertolongan persalinan
5. Penunjang diagnostik
6. Pelayanan khusus
7. Gawat darurat
8. Yang tidak ditanggung
1. Pelayanan
2. Yankes diluar pelaksana yang dituju
3. Penyakit/cidera hubungan kerja
4. Penyakit karena lakohol, narkotik,kelamin/AIDS
5. Perawatan kosmetik untuk kecantikan
6. Pemeriksaan kesehatan umum/berkala
7. Transplantasi ginjal
8. Pemeriksaan fertilitas
9. Penyakit kanker
10. Hemodialisa
11. Obat-obatan yang tidak ditanggung

Obat-obat kosmetik

Semua obat vitamin

Obat berupa makanan: susu

Obat gosok;

Obat kesuburan

Obat kanker

12. Tindakan super spesialis.


13. Transportasi menuju pelayanan kesehatan

b. Jaminan kecelakaan kerja


Tata cara pengajuan:

Pengusaha wajib memberi P3K

17

Pengusaha wajib mengisi & mengirimkan formulir 3 ke


Depnaker & jamsostek tidak lebih dari 2x24 jam

Setelah menerima surat keterangan dokter wajib melapor dalam


2x24 jam (Form 3b)

c.

Jaminan kecelakaan kerja

Biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan ke RS atau

rumahnya termasuk biaya P3K


Biaya pemeriksaan, pengobatan atau perawatan, selama di RS termasuk rawat

jalan
o

Biaya rehabilitasi berupa alat bantu (orthese) dan atau alat ganti (protese)

STMB: 4 bulan pertama 100% x upah


bulan kedua 75% x upah
bulan seterusnya 50%x upah
o

Santunan cacat sebagian: besar % sesuai tabel x 70 bl upah

Santunan cacat total

Santunan kematian

d.

Jaminan kematian
Besar Jaminan
o Rp. 5.000.000 : santunan kematian
o Rp. 1.000.000 : biaya pemakaman

e.

Jaminan hari tua


o Tenaga kerja telah mencapai usia 55 th
o Tenaga kerja yang mengalami cacat
o Tempat kerja yang akan meninggalkan wilayah RI
o Tenaga kerja yang berhenti bekerja
o Tenaga kerja yang menjadi PNS/ABRI

Askes PNS
18

o Asuransi kesehatan sukarela


Dapat

berasal

dari

individual

ataupun

perusahaan.

Sistem

ini

mengharapkan agar masyarakat (swasta) berperan aktif secara mandiri dalam


penyelenggaraan maupun pemanfaatannya. Hal ini memberikan dampak adanya
pelayanan-pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh pihak swasta, dengan
fasilitas dan penggunaan alat-alat berteknologi tinggi disertai peningkatan biaya
pemanfaatan atau penggunaannya oleh pihak pemakai jasa layanan kesehatan
tersebut.
Contoh :

CSR (Corporate Social Responsibility)

Pengeluaran rumah tangga baik yang dibayarkan tunai atau melalui sistem
asuransi

Hibah dan donor dari LSM

Berdasarkan Jenis Pelayanan dan/atau Jumlah Dana yg Ditanggung :


o Seluruh Jenis Pelayanan
o Sebagian Pelayanan

Berdasarkan Jumlah Peserta yg Ditanggung :


o Perseorangan (individual health insurance)
o Satu keluarga (family health insurance)
o Satu kelompok (group health insurance)
Berdasarkan Peranan Badan Asuransi :
o Hanya sbg pengelola dana

19

o Sebagai pengelola dana sekaligus penyelenggara pelayanan


kesehatan

Berdasarkan jenis dan kompleksitas pelayanan kesehatan yg diselenggarakan


dan atau yang dimanfaatkan :
o Biaya pelayanan kedokteran
Biaya yang di maksud adalah biaya yang di butuhkan untuk
menyelenggarakan dan atau memamfaatkan pelayan kedokteran., yang tujuan
utamanya untuk mengobati dan memulihkan kesehatan penderita.
Biaya pelayanan kedokteran (penyelenggara kesehatan)
1.Sumber dana amat bervariasi
2.Dana tergantung kemampuan pemerintah
3.Penyebaran dana ditentukan undang- undang.
4.Pengunaan dana kurang memperhatikan efektivitas-efisiensi.
o Biaya pelayanan kesehatan masyarakat
Biaya yang di butuhkan untuk menyelenggarakan atau memanfaatkan
pelayanan kesehatan masyarakat, yang tujuan utama untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta untuk mencegah penyakit.

3. Syarat syarat perjanjian


SYARAT-SYARAT SAHNYA PERJANJIAN
1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya
2. Kecakapan untuk membuat perjanjian

20

3. Suatu hal tertentu


4. Suatu sebab yang halal
JENIS-JENIS PERJANJIAN
1. Perjanjian Sepihak
2. Perjanjian Dua Pihak (Timbal Balik)
3. Perjanjian Bersyarat
4. Perjanjian Untung-untungan
AZAS-AZAS PERJANJIAN
1. Konsensualisme
2. Kebebasan Berkontrak
3. Mengikatnya Perjanjian
4. Good Faith (Itikat Baik)
SYARAT-SYARAT KEPENTINGAN
1. Dapat dinilai dengan uang
2. Diancam bahaya
3. Tidak dilarang undang-undang

ASAS-ASAS ASURANSI
1. Kepentingan.
2. Itikat Baik (Good Faith)
3. Indemnitas

21

4. Subrogasi
5. Reasuransi
4. Jenis Pelayanan Kesehatan Nasional
ASKES JAMKESMEN
SIAPA PESERTA PT ASKES (PERSERO) PROGRAM ASKES
JAMKESMEN ?

Peserta Jamkesmen adalah Menteri atau pejabat tertentu beserta


keluarganya selama yang bersangkutan menduduki jabatan dan melaksanakan
tugasnya.

Menteri adalah menteri yang memimpin kementerian dan pejabat yang


diberi kedudukan atau hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri.

Pejabat Tertentu adalah pejabat di lingkungan Pemerintah Pusat yang


memimpin lembaga pemerintah non departemen, pejabat eselon I, dan pejabat
yang diberikan kedudukan atau hak keuangan dan fasilitas setingkat eselon I.

Keluarga adalah istri/suami, dan anak yang masih dalam tanggungan


sesuai peraturan perundang-undangan di bidang pegawai negeri sipil.
APA HAK SEBAGAI PESERTA ASKES JAMKESMEN ?

Mendapat pelayanan sesuai aturan yang berlaku dalam PMK

Memperoleh Kartu Askes Jamkesmen

Memperoleh pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan yang


ditunjuk/dipilih peserta sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Memperoleh penjelasan / informasi tentang hak, kewajiban serta tata


cara pelayanan kesehatan

Menyampaikan keluhan serta memperoleh tanggapan dan solusi


terhadap keluhan yang disampaikan.
APA KEWAJIBAN SEBAGAI PESERTA ASKES JAMKESMEN ?

22

Mengisi Daftar Isian Peserta dengan data identitas diri sebagai dasar
untuk penerbitan Kartu Askes Jamkesmen

Mengetahui dan mentaati semua ketentuan dan prosedur yang berlaku

Menggunakan haknya secara wajar sesuai ketentuan

Menjaga agar Kartu Askes Jamkesmen tidak dimanfaatkan oleh yang


tidak berhak

Menginformasikan kepada satf Personal care Officer (PCO) di Kantor


Cabang PT Askes (Persero) setempat tentang dokter pilihan / provider pilihan
peserta

Menghubungi PCO di Kantor Cabang PT Askes (Persero) setempat


bila mendapat pelayanan di provider dalam waktu 2x24 jam.
APAKAH KARTU ASKES JAMKESMEN ITU ?
Kartu Askes Jamkesmen merupakan identitas peserta sebagai bukti yang sah
dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang wajib dimiliki oleh setiap Menteri
dan Pejabat Tertentu beserta keluarganya selama melaksanakan tugasnya.
PROSES KARTU JAMKESMEN

Pendataan Menteri dan Pejabat Tertentu dikoordinir melalui


Departemen / Instansi/ Lembaga/ badan yang bersangkutan atau sesuai
ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan

Peserta mengisi Daftar Isian Peserta Jamkesmen

Menyerahkan pas foto berwarna ukuran 2x3 cm masing-masing


sebanyak 2 (dua) lembar.

TEMPAT PERAWATAN

23

Fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang bekerjasama dengan PT Askes


(Persero) atau provider pilihan peserta yang terdiri dari :
1.

Dokter Keluarga dan Poliklinik 24 jam

2.

Dokter Spesialis

3.

RS Swasta

4.

RS Pemerintah

5.

RS TNI/POLRI

6.

Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD)/PMI

7.

Apotek

8.

Optikal

9.

Laboratorium

10.
Jaringan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK)

Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP), dapat diperoleh di :

1.

Dokter keluarga yang ditunjuk

2.

Dokter keluarga pilihan peserta

3.

Dokter spesialis di Rumah Sakit yang ditunjuk

4.

Dokter spesialis pilihan peserta

Pelayanan Rawat jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan Rawat Inap (RI),
dapat diperoleh di Rumah Sakit Swasta yang telah ditunjuk untuk bekerjasama
dengan PT Askes (Persero), atau Rumah Sakit pilihan peserta.
PROSEDUR DAN RUANG LINGKUP PELAYANAN
Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang diberikan kepada Menteri dan Pejabat
Tertentu terdiri dari :

1.

Pelayanan Rawat Jalan tingkat Pertama (RJTP)

2.

Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL)

3.

Pelayanan Rawat Inap (RI)

4.

Pelayanan gigi dan mulut

5.

Pelayanan persalinan
24

6.

Penggantian alat kesehatan

7.

Pelayanan darah

8.

Pelayanan General Check Up

9.

Pelayanan kesehatan di luar negeri

10.

Pelayanan ambulans
GAWAT DARURAT (EMERGENCY)
1. Mengisi Formulir Pengajuan Klaim (FPK)
2. Kuitansi Pembayaran Asli bermeterai cukup
3. Berkas pendukung asli lainnya
4. Berkas Pengajuan klaim diserahkan kepada PCO
Kantor Cabang setempat
5. Batas pembayaran klaim 7 (tujuh) hari kerja
Kedaruratan Sistem Pernafasan : Mimisan, Sumbatan Jalan Nafas,
Batuk darah hebat, status asmatikus, cidera dada (trauma thorax), keluhan
lain : sesak nafas, asma, batuk darah, ada benda asing
Kedaruratan system jantung dan pembuluh darah : shock, Dengue
Shock Syndrome, payah jantung akut, krisis Hipertensi, Infark Jantung
Akut, cidera vascular (edema,nyeri yang bertambah), keluhan lain : nyeri
dada, pusing kepala hebat, vertigo, migran, panas tinggi.
Jamkestama
Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Ketua, Wakil Ketua, dan
Anggota DPR, DPD, BPK, Komisi Yudisial, Hakim Mahkamah Konstitusi dan
Hakim Agung Mahkamah Agung, yang selanjutnya disebut Jaminan Kesehatan
Utama (Jamkestama) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan dengan fasilitas
pelayanan yang paling tinggi selama melaksanakan tugasnya..
Siapa Saja Peserta Jamkestama ?
1.Peserta Jamkestama adalah Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR, DPD,
BPK, Komisi Yudisial, Hakim Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung

25

Mahkamah Agung beserta Keluarganya selama yang bersangkutan menduduki


jabatan dan melaksanakan tugasnya.
2.Keluarga adalah Isteri/Suami dan Anak yang masih dalam tanggungan
sesuai peraturan perundang-undangan.
Apa Saja Hak Peserta ?
1.Mendapat pelayanan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan
yang mengatur pelaksanaan program jaminan pemeliharaan kesehatan Ketua,
Wakil Ketua, dan Anggota DPR, DPD, BPK, Komisi Yudisial, Hakim
Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung Mahkamah Agung.
2.Memperoleh Kartu Peserta
3.Memperoleh pelayanan kesehatan pada fasilitas-fasilitas kesehatan yang
bekerjasama dengan PT Askes (Persero) maupun yang dipilih sendiri oleh
Peserta.
4.Memperoleh penjelasan/informasi mengenai hak dan kewajiban serta tata
cara pelayanan kesehatan.
Apa Saja Kewajiban Peserta ?
1.Mengisi Daftar Isian Peserta dengan data identitas diri sebagai dasar untuk
penerbitan Kartu Peserta.
2.Mengetahui dan mentaati semua ketentuan dan prosedur yang berlaku
3Menjaga agar Kartu Peserta tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak
berhak.
4.Memberikan informasi kepada Personal Care Officer (PCO) PT Askes
(Persero) bila mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan
Apakah Personal Care Officer (PCO) ?
Petugas PT Askes (Persero) yang ditunjuk untuk mempermudah akses komunikasi
dalam pelayanan kesehatan setiap saat.

PCO bertanggung jawab dalam hal :

26

a. Melayani permintaan informasi.


b. Membantu penyelesaian masalah prosedur dan administrasi.
c. Menangani keluhan
Apakah Hospital Liason Officer (HLO) ?
Petugas Rumah Sakit Jaringan Askes yang bertugas untuk membantu :
a. Penyelesaian masalah prosedur dan administrasi.
b. Menangani keluhan dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan atau rawat inap.
c. Menjadi penghubung antara pihak Rumah Sakit dengan PT Askes (Persero).
Apakah Kartu Peserta Jamkestama ?
Kartu Peserta merupakan identitas Peserta sebagai bukti yang sah dalam
memperoleh pelayanan kesehatan bagi Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR,
DPD, BPK, Komisi Yudisial, Hakim Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung
Mahkamah Agung beserta keluarganya selama melaksanakan tugasnya.
Bagaimanakah Penerbitan Kartu Peserta Jamkestama ?
1. Pendaftaran Peserta dikoordinir oleh Sekretariat Jenderal pada lembaga yang
bersangkutan
2. Peserta mengisi Daftar Isian Peserta
Bagaimanakah Jika Ada Penggantian Peserta
Dalam hal Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR, DPD, BPK, Komisi Yudisial,
Hakim

Mahkamah

Konstitusi

dan

Hakim

Agung

Mahkamah

Agung

diganti/diberhentikan dari jabatannya, maka Peserta tetap memperoleh jaminan


pemeliharaan kesehatan sampai dengan 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak surat
keputusan diganti/diberhentikan dari jabatannya.

Dimana Sajakah Tempat Pelayanan Askes ?

27

Fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang bekerjasama dengan PT Askes


(Persero) atau fasilitas kesehatan yang dipilih oleh Peserta yang terdiri dari :
1. Dokter Keluarga
2. Dokter Spesialis
3. RS Swasta
4. RS Pemerintah
5. RS TNI/POLRI
6. Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD)/PMI
7. Apotek
8. Optikal
9. Laboratorium
Apa Saja Jenis Pelayanan Yang Dijamin ?
1. Pelayanan Rawat Jalan tingkat Pertama (RJTP)
2. Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL)
3. Pelayanan Rawat Inap (RI)
4. Pelayanan gigi dan mulut
5. Pelayanan persalinan
6. Penggantian alat kesehatan
7. Pelayanan darah
8. Pelayanan General Check Up
9. Pelayanan evakuasi sakit
10. Pelayanan kesehatan di luar negeri
11. Pelayanan ambulans

Pelayanan Apa Saja Yang Tidak Dijamin ?


1. Pelayanan dan tindakan kosmetika.
2. Program dalam rangka ingin mempunyai anak.
3. Kecanduan narkoba ( narkotika/obat-obatan/zat adiktif lainnya ) dan kecanduan
alkohol serta obat berbahaya lainnya.

28

4. Pengobatan dan tindakan medis yang masih dikategorikan eksperimen.


5. Biaya komunikasi.
Bagaimanakah Prosedur Pengajuan Klaim ?
a. Mengisi Formulir Pengajuan Klaim (FPK).
b. Kuitansi Pembayaran Asli bermeterai cukup.
c. Berkas pendukung yang terkait dengan klaim yang
diajukan.
d. Berkas pengajuan klaim diserahkan kepada PCO
Kantor Cabang PT Askes (Persero) setempat.
e. Batas pembayaran klaim paling lambat 7 (tujuh)
hari kerja terhitung sejak klaim diterima dengan
lengkap oleh PT Askes (Persero).

5. Sistem Pembiayaan Kesehatan


Subsistem Pembiayaan Kesehatan adalah tatanan yang menghimpun
berbagai upaya penggalian, pengalokasian, dan pembelanjaan sumberdaya
keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Tujuan subsistem pembiayaan kesehatan adalah tersedianya pembiayaan
kesehatan dengan jumlah yang mencukupi, teralokasi secara adil dan
termanfaatkan secara berhasil-guna dan berdaya-guna, untuk menjamin
terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Subsistem pembiayaan kesehatan terdiri dari tiga unsur utama,yakni
penggalian dana, alokasi dana, dan pembelanjaan.

29

1. Penggalian dana adalah kegiatan menghimpun dana yang diperlukan


untuk penyelenggaraan upaya kesehatan dan atau pemeliharaan
kesehatan.
2. Alokasi dana adalah penetapan peruntukan pemakaian dana yang telah
berhasil dihimpun, baik yang bersumber dari pemerintah, masya'rakat,
maupun swasta.
3. Pembelanjaan adalah pemakaian dana yang telah dialokasika dalam
anggaran pendapatan dan belanja sesuai dengan peruntukannya dan
atau dilakukan melaluijaminan pemeliharaan kesehatan wajib atau
suka rela.
Penyelenggaraan Subsistem Pembiayaan Kesehatan mengacu pada prinsipprinsip sebagai berikut:
1. Jumlah dana untuk kesehatan harus cukup tersedia dan dikelola
secara berdaya-guna, adil, dan berkelanjutan yang didukung oleh
transparasi dan akuntabilitas.
2. Dana pemerintah diarahkan untuk pembiayaan upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perorangan bagi masyarakat rentan
dan keluarga miskin.
3. Dana masyarakat diarahkan untuk pembiayaan upaya kesehatan
perorangan yang terorganisir, adil, berhasil-guna, dan berdayaguna
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan baik berdasarkan prinsip
solidaritas sosial yang wajib maupun sukarela, yang dilaksanakan
secara bertahap.
4. Pemberdayaan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan diupayakan
melalui penghimpunan secara aktif dana sosial untuk kesehatan
(misal: dana sehat)atau memanfaatkan dana masyarakat yang telah
terhimpun (misal: dana sosial keagamaan) untuk kepentingan
kesehatan.
5. Pada dasarnya penggalian, pengalokasian, dan pembelanjaan
pembiayaan kesehatan di daerah merupakan tanggung jawab
pemerintah daerah. Namun untuk pemerataan pelayanan kesehatan,
Pemerintah menyediakan dana perimbangan
(matching grant) bagi daerah yang kurang mampu.

30

BENTUKPOKOK
Penggalian Dana
a. Penggalian dana untuk UKM Sumber dana untuk UKM terutama
berasal dari pemerintah baik pusat maupun daerah, melalui pajak
umum, pajak khusus, bantuan dan pinjaman, serta berbagai sumber
lainnya. Sumber dana lain untuk upaya kesehatan masyarakat adaiah
swasta serta masyarakat. Sumber dari swasta dihimpun dengan
menerapkan prinsip public-private partnership yang didukung dengan
pemberian insentif, misalnya keringanan pajak untuk setiap dana
yang disumbangkan. Sumber dana dari masyarakat dihimpun secara
aktif oleh masyarakat sendiri guna membiayai upaya kesehatan
masyarakat misalnya dalam bentuk dana sehat, atau dilakukan secara
pasif, yakni menambahkan aspek kesehatan dalam rencana
pengeluaran dari dana yang sudah terkumpul di masyarakat, misalnya
dana sosial keagamaan.
b. Penggalian dana untuk UKP Sumber dana untuk UKP berasaldari
masing-masing individu dalam satu kesatuan keluarga. Bagi masyarakat
rentan dan keluarga miskin, sumberdananya berasal dari pemerintah
melalui mekanisme jaminan pemeliharaan kesehatan wajib.
Pengalokasian Dana
a. Alokasi dana dari pemerintah
Alokasi dana yang berasal dari pemerintah untuk UKM dan UKP
dilakukan melalui penyusunan anggaran pendapatan dan belanja, baik
pusat maupun daerah, sekurang-kurangnya 5% dari PDB atau 15o/o
dari total anggaran pendapatan dan belanja setiap tahunnya.
b. Alokasi dana dari masyarakat
Alokasi dana yang berasal dari masyarakat untuk UKM dilaksanakan
berdasarkan asas gotong royong sesuai dengan kemampuan.
Sedangkan untuk UKP dilakukan melalui kepesertaan dalam program
jaminan pemeliharaan kesehatan wajib dan atau sukarela.

31

Pembelanjaan
a. Pembiayaan kesehatan dari pemerintah dan public-private partnership
digunakan untuk membiayai UKM. Pembiayaan kesehatan yang
terkumpul dari Dana Sehat dan Dana Sosial Keagamaan digunakan
untuk membiayai UKM dan UKP.
b. Pembelanjaan untuk pemeliharaan kesehatan masyarakat rentan dan
kesehatan keluarga miskin dilaksanakan melalui Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan wajib. Sedangkan pembelanjaan untuk pemeliharaan
kesehatan keluarga mampu dilaksanakan melaluiJaminan Pemeliharaan
Kesehatan wajib dan atau sukarela.
c. Di masa mendatang, biaya kesehatan dari pemerintah secara bertahap
digunakan seluruhnya untuk pembiayaan UKM dan jaminan
pemeliharaan kesehatan masyarakat rentan dan keluarga miskin.
- Fee for service
o

Tarif per tindakan

Cenderung untuk meningkatkan biaya kesehatan

- Salary
o Pelayanan kesehatan dengan jaminan pembayaran, namun cenderung
untuk menurunkan pelayanan kesehatan.
o Sangat tergantung dengan etik

- Kapitasi
o Memacu pelayanan kesehatan dengan metode promotif dan preventif
untuk menjaga pelayanan kesehatan dengan sehingga dapat
mengendalikan biaya kesehatan.

32

Kapitasi berasal dari kata kapita yang berarti kepala. Sistem Kapitasi
berarti cara perhitungan berdasarkan jumlah kepala yang terikat dalam kelompok
tertentu. Kepala dalam hal ini berarti orang atau peserta atau anggota. Pembayaran
bagi pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) dengan Sistem Kapitasi adalah
pembayaran yang dilakukan oleh suatu Lembaga kepada PPK atas jasa pelayanan
kesehatan yang diberikan kepada anggota lembaga tersebut, yaitu dengan
membayar di muka sejumlah dana sebesar perkalian anggota dengan satuan biaya
(unit cost) tertentu.
Dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam menentukan kapitasi adalah
akurasi prediksi angka utilisasi (penggunaan pelayanan kesehatan) dan penetapan
biaya satuan.
Besaran angka kapitasi ini sangat dipengaruhi olehangka utilisasi pelayanan
kesehatan dan jenis paket (benefit) asuransi kesehatan yang ditawarkan serta biaya
satuan pelayanan.
Kapitasi = Angka utilisasi x Biaya satuan/unit
cost

Angka utilisasi dapat diketahui dari berbagai laporan yang ada, umpamanya
Susenas, atau dari Dinas Kesehatan setempat. Angka utilisasi dipengaruhi
oleh:
1) Karakteristik Populasi
2) Sifat Sistem Pelayanan
3) Manfaat yang ditawarkan
4) Kebijakan asuransi
Utilisasi adalah: tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan yang dimiliki
sebuah klinik/praktik. Dinyatakan dalam persen (prosentase) jumlah kunjungan
per 100 orang di populasi tertentu (jumlah kunjungan/total populasi x 100%).
Memberikan gambaran tentang:

33

Kualitas pelayanan
Risiko suatu populasi (angka kesakitan)
Utilisasi tinggi menunjukkan: kualitas pelayanan buruk atau derajat
kesehatan peserta buruk
Penting untuk menghitung tarif atau kapitasi

Unit Cost adalah biaya rata-rata untuk setiap jenis pelayanan pada kurun
waktu tertentu yang hanya dapat dihitung bila administrasi keuangan rapi
(sistematis), sehingga dapat melihat pemasukan untuk setiap jenis pelayanan.
Rumus: Jumlah pendapatan untuk setiap jenis pelayanan/jumlah
kunjungan untuk pelayanan tersebut. Unit cost identik dengan tarif atau harga jual
(harga pokok ditambah margin). Unit cost memberikan gambaran tentang:
-

Efisiensi pelayan\an
Risiko biaya suatu populasi (beban biaya)
Unit cost tinggi menunjukkan: Pelayanan tidak efisien atau populasi
memiliki risiko biaya tinggi (banyak penyakit degeneratif)

Unit cost penting untuk menghitung tarif atau kapitasi,kontrol biaya dan
ketaatan tim terhadap SOP yang telah disepakati berdasarkan Satuan biaya
kapitasi ditetapkan perkiraan besarnya resiko gangguan kesehatan yang
memerlukan pelayanan kesehatan di kalangan anggota lembaga pendanaan
kesehatan tersebut dalam waktu tertentu.

Faktor-faktor yang menentukan satuan biaya kapitasi:


1) Bentuk-bentuk gangguan/masalah kesehatan yang umumnya dialami anggota
beserta prevalensisnya.
2) Jenis-jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan untuk mengatasi gangguan
kesehatan tersebut beserta tarifnya

34

3) Tingkat penggunaan pelayanan kesehatan oleh anggota pelayanan kesehatan,


dihitung angka/Dari setiap biaya kapitasi dengan mengalikan angka utilisasi
tersebut dengan satuan biaya riil (real cost). Jumlah dari semua angka kapitasi
yang didapat menjadi angka kapitasi rata-rata per peserta per bulan.
Manfaat sistem kapitasi,antara lain :
-

Ada jaminan tersedianya anggaran untuk pelayanan kesehatan yang akan

diberikan
Ada dorongan untuk merangsang perencanaan yang baik dalam pelayanan

kesehatan, sehingga dapat dilakukan :


Pengendalian biaya pelayanan kesehatan per anggota
Pengendalian tingkat penggunaan pelayanan kesehatan
Efisiensi biaya dengan penyerasian upaya promotif-preventif dengan

kuratif-rehabilitatif
Rangsangan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu,

efektif dan efisien


Peningkatan pendapatan untuk PPK yang bermutu
Peningkatan kepuasan anggota yang akan menjamin tersedianya kesehatan
masyarakat

6. Asuransi wajib dan Asuransi sukarela


o

Asuransi kesehatan wajib


Jamsostek
-

Pengusaha wajib membayar pekerjanya, pekerja sebagai peserta hanya


diberikan kepada pekerja yang menjadi peserta.

Perlindungan ini meliputi perlindungan dasar yang hanya mencakup


kecelakaan, kesehatan, kematian dan hari tua

Prinsip dasar jamsostek UU no 23 tahun 1992

35

Skala bilangan besar


Gotong royong
Pemerataan perlindungan
Kemanfaatan terjamin
Pendidikan masa depan

7. SJSN ?
Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) merupakan amanat UUD 1945 yang
mewajibkan negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu, sesuai dengan
martabat kemanusiaan.

Program

ini

akan diselenggarakan

oleh Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan penyatuan dari beberapa


BUMN yang ditunjuk, yaitu PT. Jamsostek, PT. Askes, PT. Taspen, dan PT.
Asabri.
Dalam penyelenggaraannya, BPJS terdiri atas BPJS Kesehatan dan BPJS
Ketenagakerjaan Dalam APBN 2013,
anggaran untuk

Pemerintah

telah

mengalokasikan

persiapan pelaksanaan SJSN, antara lain berupa penyertaan

modal negara, peningkatan kapasitas puskemas dan rumah sakit milik


Pemerintah.

Selain

itu,

Pemerintah

juga menyediakan anggaran

peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat pelayanan kesehatan,

untuk
serta

anggaran sosialisasi, edukasi dan advokasi kepada masyarakat tentang SJSN dan
BPJS.
Mulai 2014, Pemerintah menanggung iuran bagi masyarakat miskin dan kurang
mampu (yang disebut sebagai Penerima Bantuan Iuran atau PBI) untuk menjamin
keikutsertaan mereka dalam program ini. Dengan berbagai kebijakan tersebut,
alokasi belanja negara akan meningkat secara signifikan.
Program Jaminan Kesehatan Nasional

36

Mulai 2014, BPJS Kesehatan akan mengelola jaminan kesehatan yang akan
memberikan
kepastian jaminan kesehatan bagi setiap rakyat Indonesia. Jaminan ini diberikan
dalam bentuk pelayanan kesehatan perseorangan yang komprehensif, mencakup
peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan

dan pemulihan,

termasuk obat dan bahan medis dengan teknik layanan terkendali mutu dan biaya
(managed care).
Program jaminan kesehatan digelar berdasarkan prinsip asuransi sosial dan
ekuitas, yaitu kesamaan dalam memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medis
yang tak terkait dengan besaran iuran yang dibayarkan. Besar iuran ditetapkan
sebagai prosentase tertentu dari upah, bagi mereka yang memiliki penghasilan.
Pemerintah akan membayarkan iuran bagi mereka yang tidak mampu (fakir
miskin).
Program Jaminan Ketenagakerjaan Nasional
Program jaminan ketenagakerjaan nasional digelar paling lambat mulai
pertengahan

2015 oleh BPJS Ketenagakerjaan. Program ini meliputi empat

jaminan, yaitu (a) kecelakaan kerja, (b) hari tua, (c) pensiun, dan (d) kematian.
(a) Jaminan Kecelakaan Kerja
Program ini bertujuan untuk memberikan kepastian jaminan pelayanan dan
santunan jika tenaga kerja mengalami kecelakaan saat menuju, menunaikan dan
selesai menunaikan pekerjaan. Jaminan ini juga memberikan pelayanan medis
untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan.
Program

ini diberikan pada peserta

yang membayar iuran, yang besarnya

ditetapkan secara proporsional terhadap upah, dan

seluruhnya ditanggung

pemberi kerja. Bentuknya berupa pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis,


dan uang tunai bagi pekerja yang mengalami cacat tetap total atau meninggal.
(b) Jaminan Hari Tua

37

Program ini merupakan program jangka panjang yang diberikan dalam


bentuk uang tunai secara sekaligus saat peserta memasuki masa pensiun. Jika
peserta meninggal, program ini bisa diterimakan kepada ahli waris yang sah.
Program Jaminan Hari Tua digelar berdasarkan prinsip asuransi sosial (asuransi
dengan pembayaran iuran antara pekerja dan pemberi kerja) atau tabungan wajib.
Besar

manfaat

dihitung

berdasarkan

akumulasi

iuran

ditambah

hasil

pengembangannya.
Program ini diberikan kepada

peserta yang membayar iuran, yang besarnya

ditetapkan secara proporsional terhadap upah, dan

ditanggung bersama oleh

pemberi kerja dan pekerja. Bagi pekerja tidak menerima upah, besar iuran dalam
jumlah nominal, dan ditetapkan oleh Pemerintah.
(c) Jaminan Pensiun
Program ini dibayarkan secara berkala dalam jangka panjang sebagai
substitusi dari penurunan atau hilangnya penghasilan karena peserta mencapai
usia tua (pensiun), mengalami cacat total permanen, atau meninggal.
Pada dasarnya mekanisme jaminan pensiun digelar berdasarkan asuransi sosial.
Namun bagi pekerja yang tidak memenuhi batas minimal jangka waktu
pembayaran iuran, diberi kesempatan melalui mekanisme tabungan wajib. Pekerja
ini mendapatkan uang tunai sebesar akumulasi iuran dan hasil pengembangannya
saat berhenti bekerja.
Sama seperti program Jaminan Hari Tua, peserta jaminan pensiun adalah pekerja
yang telah membayar iuran, yang dihitung secara proporsional terhadap upah, dan
ditanggung bersama oleh pemberi kerja dan pekerja. Bagi pekerja yang tak
menerima upah, besar iuran dalam jumlah nominal dan ditetapkan oleh
Pemerintah.
Manfaat jaminan pensiun berupa uang tunai yang diterima setiap bulan sebagai :

pensiun hari tua, diterima peserta setelah pensiun sampai meninggal dunia;
pensiun cacat, diterima peserta yang cacat akibat kecelakaan atau akibat
penyakit sampai meninggal dunia;
38

pensiun janda/duda yang diterima janda/duda ahli waris peserta sampai

meninggal dunia atau menikah lagi;


pensiun anak yang diterima anak ahli waris peserta sampai mencapai

usia 23 tahun, atau sampai bekerja atau menikah;


pensiun orang tua yang diterima orang tua ahli waris peserta lajang
sampai batas waktu tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(d) Jaminan Kematian


Program Jaminan Kematian merupakan program jangka pendek sebagai
pelengkap progam jaminan hari tua, yang dibiayai dari iuran dan hasil
pengelolaan dana santunan kematian. Manfaat

jaminan kematian

diberikan

kepada ahli waris yang sah pada saat peserta meninggal dunia.
Program ini diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran.
Bagi pekerjaanpenerima upah, iuran dihitung proporsional terhadap upah, dan
sepenuhnya dibayar oleh pemberi kerja. Bagi pekerja yang tidak menerima upah,
besar iuran dalam jumlah nominal, dibayar oleh peserta dan ditetapkan oleh
Pemerintah

8.Puskesmas dan Program progrmnya ?


Puskesmas hanya bertanggung jawab untuk sebagian upaya pembangunan
kesehatan yang dibebankan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota sesuai
tdengan kemampuannya. Secara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah
satu kecamatan. Tetapi apabila disatu kecamatan terdapat lebih dari satu
puskesmas, maka tanggung jawab wilayah keja dibagi antar puskesmas dengan
memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa, kelurahan, RW), dan masingmasing puskesmas tersebut secara operasional bertanggung jawab langsung
kepada dinas kesehatan kabupaten/ kota (Sulastomo, 2007).

39

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten atau


kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu
wilayah kerja. Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan
kabupaten atau kota (UPTD). Puskesmas berperan menyelenggarakan sebagian
dari tugas teknis operasional dinas kesehatan kabupaten atau kota dan merupakan
unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di
Indonesia (Sulastomo, 2007).
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah
tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia sehat. Kecamatan
sehat adalah gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai
melalui penbangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup didalam
lingkungan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yangbermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya (Sulastomo, 2007).
Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan puskesmas adalah
mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional, yaitu :
1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya.
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di
wilayah kerjanya.
3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan puskesmas.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan per orangan, keluarga, dan
masyarakat, serta lingkungannya (Depkes RI, 2003).
Kedudukan puskesmas
Kedudukan puskesmas dibedakan menurut keterkaitannya dengan sistem
kesehatan nasional, sistem kesehatan kabupaten/kota, dan sistem pemerintah
daerah.
a. Sistem kesehatan nasional (SKN)
Kedudukan puskesmas dalam sistem kesehatan nasional adalah sebagai
sarana pelayanan kesehatan strata pertama yang bertanggung jawab

40

menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan


masyarakat di wilayah kerjanya.
b. Sistem kesehatan kabupaten/kota
Kedudukan puskesmas dalam sistem kesehatan kabupaten/kota adalah
sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan
kesehatan kabupaten/kota di wilayah kerjanya.
c. Sistem pemerintahan daerah
Kedudukan puskesmas adalah dalam sistem pemerintah daerah adalah
sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang
merupakan unit struktural pemerintah daerah kabupaten/kota bidang
kesehatan di tingkat kecamatan.
d. Antar sarana pelayanan kesehatan stata pertama
Diwilayah kerja puskesmas terdapat berbagai organisasi pelayanan
kesehatan strata pertama yang dikelola oleh praktek dokter, praktek dokter
gigi, praktek bidan, poliklinik dan balai kesehatan masyarakat. Kedudukan
puskesmas diantara berbagai sarana pelayanan kesehatan strata pertama ini
adalah sebagai mitra. Diwilayah nkerja puskesmas terdapat pula berbagai
bentuk upaya kesehatan-kesehatan berbasis dan bersumberdaya
masyarakat seperti posyandu, polindes, pos obat desa, dan pos UKK.
Kedudukan puskesmas diantara berbagai sarana pelayanan kesehatan
berbasis dan bersumberdaya masyarakat adalah sebagai pembina.
Wilayah kerja puskesmas
Wilayah kerja puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan.
Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan
infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah
kerja puskesmas.
Puskesmas merupakan perangkat pemerintah daerah tingkat II, sehingga
pembagian wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh bupati atau walikota, dengan
saran teknis dari kepala dinas kesehatan kabupaten/kota. Sasaran penduduk yang
dilayani oleh sebuah puskesmas rata-rata 30.000 penduduk setiap puskesmas.

41

Untuk perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka puskesmas perlu ditunjang


dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yang disebut puskesmas
pembantu dan puskesmas keliling.
Khusus untuk kota besar dengan jumlah penduduk satu juta atau lebih, wilyah
kerja puskesmas bisa meliputi satu kelurahan. Puskesmas di ibukota kecamatan
dengan jumlah penduduk 150.000 juta lebih merupakan puskesmas pembina yang
berfungsi sebagai pusat rujukan bagi puskesmas kelurahan dan juga mempunyai
fungsi koordinasi.
Luas wilayah yang masih efektif untuk sebuah puskesmas di daerah pedesaan
adalah suatu area dengan jari-jari 5km, sedangkan luas wilayah kerja yang
dipandang optimal adalah area dengan jari-jari 3km
Fungsi puskesmas
Puskesmas di era desentralisasi mempunyai 3 fungsi yaitu:
a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan
Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan memiliki makna
bahwa puskesmas harus berperan sebagai motor dan motifator
terselenggaranya pembangunan yang mengacu, berorientasi serta dilandasi
oleh kesehatan sebagai faktor pertimbangan utama. Pembangunan yang
dilaksanakan di kecamatan, seyogyanya yang berdampak terhadap
lingkungan sehat dan perilaku sehat, yang muaranya adalah peningkatan
kesehatan masyarakat.
b. Memberdayakan masyarakat dan memberdayakan keluarga
Pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitas yang bersifat non
instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat
agar mampu mengidentifikasi masalah, merencanakan dan melakukan
pemecahan dengan memanfaatkan potensi setempat dan fasilitas yang ada,
baik dengan instansi lintas sektoral maupun LSM dan tokoh masyarakat.
Pemberdayaan keluarga adalah segala upaya fasilitas yang bersifat non
instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga agar
mampu mengidentifikasi masalah, merencanakan dan mengambil

42

keputusan untuk melakukan pemecahannya dengan benar, tanpa atau


dengan bantuan pihak lain.
c. Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama
Pelayanan kesehatan tingkat pertamaadalah pelayanan yang bersifat
mutlak perlu, yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat
serta mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. Upaya pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
diselenggarakan puskesmas bersifat holistik, komprehentif, terpadu dan
berkesinambungan. Misi ini berkaitan erat dengan program yang
dilaksanakan puskesmas. Pada era desentralisasi ini, program kesehatan
dasar dan program kesehatan pengembangan.
Kegiatan pokok puskesmas
Untuk tercapainya visi pembangunan kesehatan melalui puskesmas yakni
terwujudnya kecamatan sehat menuju indonesia sehat, puskesmas bertanggung
jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan
masyarakat, yang keduanya jika di jangkau dari sitem kesehatan nasional
merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Upaya kesehatan tersebut di
kelompokkan menjadi dua yakni:

a. Upaya kesehtan wajib


Upaya kesehatan wajib puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta yang
mempunyai daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan
masyarakat. Upaya kesehatan wajib ini harus diselenggarakan oleh setiap
puskesmas yang ada di wilayah indonesia.
Upaya kesehatan wajib tersebut adalah:
1) Upaya promosi kesehatan
2) Upaya kesehatan liskungan
3) Upaya kesehatan i bu dan anak serta keluarga berencana
4) Upaya perbaikan gizi masyarakat
5) Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
6) Upaya pengobatan
b. Upaya kesehatan pengembangan

43

Upaya kesehatan pengembangan puskesmas adalah upaya yang ditetapkan


berdasarkan permasalahan kesehatan yang di temukan di masyarakat serta
di sesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Upaya kesehatan
pengembangan dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok puskesmas yang
telah ada yakni:
1) Upaya kesehatan sekolah
2) Upaya kesehatan olah raga
3) Upaya perawatan kesehatan masyarakat
4) Upaya kesehatan kerja
5) Upaya kesehatan gigi dan mulut
6) Upaya kesehatan jiwa
7) Upaya kesehatan usia lanjut
8) Upaya pembinaan pengobatan tradisional

9.Opini tentang Sistem Asuransi di Negara ?


-

AKN di Kanada

Di Kanada Sistem asuransi kesehatan yang menjamin akses kepada


pelayanan komprehensif berkembang sejak lebih dari 50 tahun yang lalu. Sebelum
tahun 1940an, penduduk Kanada mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cara
membayar dari kantong sendiri (out of pocket) sesuai dengan kemampuannya
masing-masing. Penduduk yang mampu bisa membeli asuransi kesehatan
komersial, tetapi sebagian besar penduduk tidak mampu membelinya. Hal itu
menimbulkan banyak masalah akses dan kemanusiaan akibat penduduk tidak
mampu membayar pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya. Usaha menyediakan
jaminan kesehatan kepada semua penduduk dimulai tahun 1947 ketika propinsi
Saskathcwan memulai penyelenggaraan asuransi kesehatan wajib/sosial, yang
sering juga disebut asuransi kesehatan publik, untuk pelayanan rumah sakit saja.

44

Sepuluh tahun kemudian, pemerintah federal tertarik untuk memperluas


sistem jaminan yang diberikan oleh propinsi Saskatchwan. Pada tahun 1956,
pemerintah federal merangsang propinsi lain untuk menyelenggarakan jaminan
perawatan rumah sakit dengan memberikan kontribusi sebesar 50% dari dana
yang dibutuhkan propinsi. Pada tahun 1961 seluruh propinsi dan dua daerah
teritorial telah menyetujui untuk memberikan paling tidak jaminan rawat inap.
Sampai dengan tahun tersebut, pelayanan rawat jalan pada praktek dokter, baik
yang praktek mandiri maupun kelompok, masih harus dibayar sendiri oleh
penduduk.

Propinsi Saskatchwan melihat hal tersebut sebagai beban penduduk yang


harus dipikul bersama, sehingga pemerintah propinsi memulai perluasan manfaat
asuransi kesehatan publik dengan menanggung pelayanan rawat jalan dokter di
luar rumah sakit. Pemerintah federal Kanada melihat manfaat asuransi kesehatan
komprehensif bagi penduduk dan pertumbuhan ekonomi di propinsi itu. Melihat
itu, pemerintah Federal pada tahun 1968, memutuskan untuk merangsang propinsi
lain menerapkan asuransi kesehatan komprehensif.

Empat tahun kemudian yaitu tahun 1972 seluruh propinsi telah


menyediakan jaminan kesehatan komprehensif. Pada tahun itulah tujuan Asuransi
Kesehatan Nasional Kanada tercapai. Pendanaan program Medicare tersebut
selama 20 tahun (sejak 1956) ditanggung bersama oleh pemerintah propinsi dan
pemerintah federal, masing-masing sama besar.

Pada tahun 1977 pendanaan tidak lagi menggunakan sistem proporsional


biaya yang dibutuhkan, melainkan pemberian block grant per kapita dari
pemerintah federal kepada pemerintah provinsi. Bentuk block grant itu
memberikan keleluasaan kepada pemerintah propinsi menggunakan tersebut untuk

45

membiayai program kesehatan lain, seperti tambahan paket obat bagi lansia dan
perawatan gigi bagi anak-anak.

Tahun 1979, sebuah telaah sistem kesehatan Kanada menunjukkan bahwa


sistem kesehatan di Kanada merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Pada
telaah yang sama ditemukan pula bahwa banyak dokter yang menarik biaya
konsultasi tambahan langsung kepada pasien disamping yang telah dibayar oleh
pemerintah propinsi. Fakta itu mengancam akses penduduk karena ada beban
tambahan untuk membiayai biaya pelayanan kesehatannya. Dalam undangundang Kesehatan Kanada tahun 1984, pemerintah federal menjatuhkan denda
kepada pemerintah propinsi sebesar jumlah biaya yang ditarik oleh dokter di
propinsi itu yang dikurangkan dari pendanaan pusat, jika propinsi mengijinkan
dokter menarik biaya tambahan dari penduduk yang ditengarai akan memberatkan
penduduk dan merusak sistem nasional. Kebijakan ini ditujukan agar seluruh
penduduk Kanada terbebas dari beban biaya besar jika ia atau anggota
keluarganya sakit.

AKN Amerika Serikat

Negara tetangga Kanada (Amerika Serika) telah lama bergelut untuk


mewujudkan sebuah AKN. Pasa saat ini, AS dapat dikatakan mempunyai asuransi
kesehatan nasional rawat inap untuk penduduk diatas 65 tahun saja (lansia) yang
disebut Medicare part A. Karena AKN di Amerika Serikat hanya berlaku bagi
penduduk lansia, tidak semua penduduk Amerika yang berjumlah sekitar 280 juta
jiwa memiliki asuransi kesehatan. Sekitar 50 juta penduduk AS yang berusia di
bawah 65 tahun (sekitar 25% penduduk usia produktif) tidak memiliki asuransi
kesehatan. Ini merupakan suatu bukti kegagalan mekanisme pasar dalam bidang
kesehatan, karena AS memang didominisasi oleh asuransi kesehatan komersial.
Dengan belanja kesehatan per kapita kini lebih dari US$ 5.000 per tahun, AS

46

adalah satu-satunya negara maju yang tidak mampu memiliki asuransi kesehatan
nasional.
Di Amerika di tahun 1970an, terdapat 15 usulan RUU (Bill) AKN yang
semuanya kandas akibat banyaknya interes bisnis dan politik sehingga
kepentingan publik tidak terlindungi dengan baik. Di kala itu, 23% penduduk AS
tidak memiliki asuransi kesehatan, sedangkan saat ini angka tersebut masih
berkisar 18%. Dalam masa hampir 40 tahun, sejak Medicare diluncurkan, AS
tidak mampu meningkatkan perluasan penduduk yang dicakup asuransi. Berbagai
reformasi sistem asuransi kesehatan yang dilakukan Amerika, misalnya dengan
UU Portabilitas Asuransi dan berbagai UU lain yang bertujuan memperluas
cakupan asuransi secara parsial, tanpa AKN, tidak mampu mancapai cakupan
universal. Inilah salah satu bukti market failure dalam pencapaian cakupan
universal asuransi kesehatan.
Sesungguhnya di AS telah diusulkan puluhan model pendanaan dan
penyelenggaraan yang dapat digolongkan menjadi tiga model yaitu (1) kombinasi
kontribusi wajib (payroll taxes) dan anggaran pemerintah seperti model Inggris,
(2) perluasan program Medicare dengan kontribusi wajib kepada seluruh
penduduk seperti model umum di negara maju lain, dan (3) bantuan premi dari
pemerintah untuk penduduk miskin dan tidak mampu. Upaya terakhir untuk
mewujudkan AKN di Amerika dilakukan oleh Presiden Bill Clinton di tahun
1993, yang juga gagal karena kekuatan perusahaan asuransi, yang takut
kehilangan pasar dan memiliki dana lebih besar, lebih mampu mempengaruhi
rakyat Amerika dan anggota Kongres untuk menolak usulan Clinton. Kegagalan
AS dalam mengembangkan AKN, yang lebih mementingkan kepentingan pebisnis
asuransi, merupakan pelajaran yang harus cermati untuk dapat dihindari.

AKN di Jerman

Jerman dipandang sebagai negara pertama yang memperkenalkan asuransi


kesehatan sosial di jaman Otto von Bismarck di tahun 1883. Pada masa lalu,

47

jumlah badan penyelenggara asuransi kesehatan sosial (sickness funds), yang


seluruhnya bersifat nirlaba, berjumlah sekitar lima ribuan. Namun demikian,
karena dorongan efisiensi dan portabilitas, banyak sickness funds yang merjer
sehingga kini jumlahnya sudah menysut menjadi 270 saja. Penyusutan jumlah
badan penyelenggara asuransi kesehatan sosial di Jerman ini menunjukkan bahwa
usaha dengan pool kecil tidak mampu bertahan(sustainable) dan tekanan ekonomi
serta tuntutan portabilitas mengharuskan merjer. Kini asuransi kesehatan sosial
terbesar dipegang oleh badan yang bernama AOK yang mengelola hampir 70%
peserta asuransi kesehatan sosial di Jerman.
Semua penduduk dengan penghasilan di bawah EUR 3.375 per bulan
wajib mambayar kontribusi untuk asuransi kesehatan yang kini mencapai 14%
dari upah sebulan. Penduduk yang berpenghasilan diatas itu, boleh tidak menjadi
peserta sickness funds, akan tetapi sekalimereka tidak ikut (opt out) dengan
membeli asuransi kesehatan komersial, mereka tidak diperkenankan lagi ikut
asuransi sosial. Akibatnya, hanya 10% saja penduduk Jerman yang membeli
asuransi kesehatan komersial. Jerman memang tidak memiliki satu lembaga
asuransi kesehatan yang secara khusus dirancang untuk menjamin seluruh
penduduk secara nasional karena sejarah perkembangan negara yang sejak awal
terpecahpecah dalam negara bagian (lander).
Namun demikian, Jerman telah menjamin seluruh penduduknya dengan
biaya separuh dari yang dikeluarkan Amerika karena sistemnya didominasi
asuransi kesehatan sosial. Hanya karena jumlah badan penyelenggara asuransi
sosial yang banyak dan paket jaminan yang sangat liberal, maka sistem asuransi
kesehatan Jerman hanya sedikit efisien dibandingkan dengan sistem asuransi
kesehatan
Amerika yang didominasi oleh usaha asuransi kesehatan komersial.
-

AKN di Beland

Karena hubungan sejarah dengan Jerman, sistem asuransi kesehatan di


Belanda sedikit banyak mengikuti pola-pola Jerman dengan modifikasi. Belanda

48

sesungguhnya juga memberlakukan AKN dengan pooling risiko biaya medis yang
besar (exceptional medical expenses) yang dikelola oleh satu badan berskala
nasional yang dikenal dengan nama AWBZ. Pelayanan kesehatan yang tidak
mahal dikelola oleh berbagai badan penyelenggara asuransi kesehatan sosial yang
bersifat nirlaba yang diatur oleh UU Sickness Funds Act (ZFW). Sebagian
penduduk berpenghasilan tinggi dibolehkan (opt out) untuk membeli asuransi
kesehatan komersial. Dengan model yang hampir sama dengan Jerman, sistem
asuransi kesehatan di Belanda memiliki pendanaan yang berskala Nasional untuk
kasus-kasus katastropik dan pendanaan lokal untuk kasus-kasus medis yang
berbiaya relatif kecil.

AKN di Australia
Australia mengeluarkan UU Asuransi Kesehatan Nasionalnya di tahun

1973 dengan memberikan jaminan pelayanan komprehensif kepada seluruh


penduduk Australia, baik yang berada di Australia maupun yang berada di
beberapa negara tetangga seperti di Selandia Baru dan warga negara beberapa
negara Eropa yang tinggal di Australia. Asuransi, yang juga disebut Medicare
dikelola oleh Health Insurance Commisioner di tingkat negara Federal. Sejak
tahun 1973, seluruh penduduk Australia tidak perlu memikirkan biaya perawatan
jika mereka sakit.
Karenanya penyakit tidak akan membuat mereka jatuh miskin. Reformasi
sistem Asuransi Kesehatan Nasional Australia terjadi pada tahun 1990an dengan
merangsang penduduk untuk membeli asuransi kesehatan komersial. Begitu
baiknya pengelolaan Medicare ini sehingga diperlukan perangsang khusus bagi
penduduk yang ingin membeli asuransi kesehatan swasta dengan cara
memberikan pengurangan kontribusi asuransi wajib. Namun ternyata jumlah
penduduk Australia yang memilih membeli asuransi kesehatan komerisal semakin
hari semakin sedikit.

49

AKN di Jepang
Sebagai sekutu Jerman dalam Perang Dunia II di Asia, Jepang memiliki

pola sistem asuransi kesehatan yang mengikuti pola Jerman dengan berbagai
modifikasi. Di Jepang istilah AKN (Kokuho, Kokumin Kenko Hoken) digunakan
untuk penyelenggaraan asuransi kesehatan bagi pekerja mandiri (self-employed),
pensiunan

swasta

maupun

pegawai

negeri,

dan

anggota

keluarganya.

Penyelenggara AKN diserahkan kepada pemerintah daerah. Sementara asuransi


kesehatan bagi pekerja aktif di sektor formal diatur dengan UU asuransi sosial
kesehatan secara terpisah.
Jepang telah memulai mengembangkan asuransi sosial kesehatan sejak
tahun 1922 dengan mewajibkan pekerja di sektor formal untuk mengikuti program
asuransi kesehatan sosial. Akan tetapi, mewajibkan asuransi kesehatan bagi
pekerja sektor formal saja tidak bisa menjamin penduduk di sektor informal dan
penduduk yang telah memasuki usia pension mendapatkan asuransi kesehatan.
Untuk memperluas jaminan kesehatan kepada seluruh penduduk (universal
coverage), Jepang kemudian memperluas cakupan asuransi kesehatan dengan
mengeluarkan UU AKN. Dalam sistem asuransi kesehatan di Jepang, peserta dan
anggota keluarganya harus membayar urun biaya (cost sharing) yang besarnya
bervariasi antara 20-30% dari biaya kesehatan di fasilitas kesehatan. Bagian urun
biaya inilah yang menjadi pangsa pasar asuransi kesehatan komersial.
AKN di Taiwan
Negara Asia yang pertama kali secara eksplisit menggunakan istilah AKN
dengan melakukan pooling nasional adalah Taiwan. Komitmen Presiden yang
sangat kuat dibuktikan dengan lahirnya UU AKN pada tahun 1995 dengan sistem
yang dikelola oleh Biro NHI, suatu Biro di dalam Depkes Taiwan, sebagai satusatunya pengelola. Sistem AKN di Taiwan ini dimulai dengan menggabungkan
penyelenggaraan asuransi kesehatan bagi pegawai negeri, pegawai swasta, petani
dan pekerja di sektor informal, yang sebelumnya dikelola secara terpisah oleh
badan penyelenggara masing-masing, seperti sistem di Indonesia dengan Askes
dan Jamsostek. Penggabungan tersebut telah meningkatkan efisiensi dan kualitas
pelayanan yang menjamin akses yang sama kepada seluruh penduduk. Paket

50

jaminan komprehensif yang sama meningkatkan kepuasan peserta dengan tingkat


kepuasan lebih dari 70%. Sistem AKN di Taiwan merupakan salah satu sistem
yang menanggung pengobatan tradisional Cina dalam paket jaminan yang
diberikan kepada pesertanya.

51