Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar belakang
Pembangunan kesehatan secara berkesinambungan telah dimulai sejak

dicanangkannya Rencana Pembangunan Lima Tahun I pada tahun 1969 yang


secara nyata telah berhasil mengembangkan berbagai sumber daya kesehatan,
serta melaksanakan upaya kesehatan yang berdampak pada peningkatan derajat
kesehatan masyarakat.
Dalam 20 tahun terakhir, pembangunan kesehatan yang diselenggarakan
secara berkesinambungan, berkelanjutan, menyeluruh, terarah, dan terintegrasi
tersebut didasarkan pada Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang telah ditetapkan
pada tahun 1982. SKN tersebut secara nyata telah dipergunakan sebagai acuan
dalam penyusunan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) bidang Kesehatan,
penyusunan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, dan juga
sebagai acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan, pedoman, dan arah
pelaksanaan pembangunan kesehatan.
Memasuki milenium ketiga, seperti juga terjadi di banyak negara,
Indonesia menghadapi berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar
baik eksternal maupun internal, yang perlu dipertimbangkan dalam melaksanakan
pembangunan nasional, termasuk pembangunan kesehatan.
Dalam konteks eksternal, perubahan dan tantangan strategis yang terjadi
adalah berlangsungnya era globalisasi, perkembangan teknologi, transportasi, dan
telekomunikasi-informasi yang mengarah pada terbentuknya dunia tanpa batas.
Globalisasi yang ditandai oleh meningkatnya persaingan bebas, mengharuskan
setiap bangsa meningkatkan daya saing. Sejalan dengan itu, demokratisasi, hak
asasi manusia dan pelestarian lingkungan hidup telah menjadi tuntutan dunia yang
semakin

mendesak.

Keterikatan

Indonesia

dengan

berbagai

komitmen

internasional seperti Agenda-21 yang mengatur pembangunan berkelanjutan dan


agenda internasional lainnya di bidang kesehatan, perlu dipertimbangkan dalam
penyusunan kebijakan dan penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

Dalam konteks internal, perubahan dan tantangan strategis yang terjadi


adalah munculnya krisis moneter pada tahun 1997 yang kemudian berkembang
menjadi krisis multi dimensi meliputi krisis politik, ekonomi, sosial, budaya, dan
keamanan yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Berbagai kondisi tersebut
berdampak luas terhadap peri kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan
bernegara, di antaranya meningkatnya pengangguran dan jumlah penduduk
miskin, menurunnya derajat kesehatan penduduk yang pada gilirannya
berpengaruh terhadap mutu sumber daya manusia Indonesia.
Diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang
Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang
Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, serta dilakukannya amandemen
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) pada
tahun 2002, juga merupakan perubahan dan tantangan strategis internal lainnya
yang perlu pula diperhatikan.
Sejalan dengan itu, untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan
strategis yang ada, Sidang MPR tahun 1998 telah menetapkan Ketetapan MPR R.I
Nomor X Tahun 1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan. Ketetapan
MPR ini mengamanatkan perlu dilakukannya pembaharuan melalui reformasi
total kebijakan pembangunan dalam segala bidang. Untuk bidang kesehatan
pembaharuan tersebut telah berhasil dilaksanakan yakni dengan ditetapkannya visi
pembangunan kesehatan di Indonesia yang baru, yaitu Indonesia Sehat 2010.
Selanjutnya berdasarkan visi tersebut, telah berhasil ditetapkan pula dasardasar, misi, strategi, dan paradigma pembangunan kesehatan yang baru yaitu
Paradigma Sehat yang inti pokoknya menekankan pentingnya kesehatan sebagai
hak asasi manusia, kesehatan sebagai investasi bangsa, dan kesehatan menjadi
titik sentral pembangunan nasional. Dalam rangka melaksanakan kebijakan
otonomi daerah, desentralisasi merupakan salah satu strategi yang ditetapkan
untuk mencapai visi Indonesia Sehat 2010 dan misi pembangunan kesehatan.
Untuk mendukung keberhasilan pembaharuan kebijakan pembangunan
kesehatan yang telah dilakukan tersebut, diperlukan adanya SKN baru yang
mampu menjawab dan merespon berbagai tantangan pembangunan kesehatan,
baik untuk masa kini maupun untuk masa mendatang.

Puskesmas merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat


terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai ujung tombak
sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, sehingga Puskesmas selain bertanggung
jawab

dalam

menyelenggarakan

pelayanan

kesehatan

masyarakat

juga

bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelayanan kedokteran.


Pada saat ini Puskesmas telah didirikan di hampir seluruh pelosok tanah
air. Untuk menjangkau seluruh wilayah kerjanya, Puskesmas diperkuat dengan
Puskesmas pembantu serta Puskesmas keliling.
Upaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari usaha
kesehatan wajib, upaya kesehatan pengembangan serta program inovasi. Upaya
kesehatan wajib merupakan usaha kesehatan yang dilaksanakan oleh seluruh
puskesmas di Indonesia.Upaya ini memberikan daya ungkit paling besar terhadap
keberhasilan pembangunan kesehatan, melalui peningkatan indek pembangunan
manusia (IPM), serta merupakan kesempatan global dan nasional. Yang termasuk
dalam upaya kesehatan wajib adalah promosi kesehatan, kesehatan lingkungan,
kesehatan ibu, anak dan KB, serta perbaikan gizi dan masyarakat, serta
pencegahan, pemberantasan dan penularan penyakit serta pengobatan.
Masalah yang dihadapi secara garis besar oleh suatu Puskesmas terdapat 2
jenis yaitu masalah internal dan eksternal. Masalah internal dapat berupa
kurangnya tenaga kesehatan, biaya operasional untuk pelayanan masih cukup
tinggi sedangkan dana yang dapat disediakan pemerintah masih kurang, kepuasan
pengguna jasa Puskesmas belum optimal, kurangnya komunikasi, koordinasi antar
bagian, bidang dan unit. Masalah eksternal berupa faktor sosial ekonomi dan
pendidikan masyarakat sekitar Puskesmas serta citra dan tingkat pelayanan yang
mungkin kurang begitu baik sehingga mempengaruhi angka kunjungan secara
signifikan.
1.2. Pengertian Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah unit pelaksana teknis
dinas kesehatan kabupaten/ kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
pengembangan kesehatan di suatu wilayah kerja.
Puskesmas

merupakan

satuan

organisasi

fungsional

yang

menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata,


dapat diterima dan dijangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif

masyarakat

dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi tepat guna dengan biaya yang dapat di pikul oleh pemerintah dan
masyarakat.upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan
kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang
optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan.
Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas adalah pelayanan
kesehatan yang menyeluruh meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan
rehabilitatif. Upaya ini ditujukan kepada semua penduduk. Dengan demikian
puskesmas dapat dikatakan sebagai ujung tombak pelayanan dasar yang berfungsi:
1. sebagai pusat pengembangan kesehatan di wilayah kerjanya.
2. membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka
meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat,
3. memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat di wilayah kerjanya.
1.3.

Wilayah Kerja
Secara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan.

Tetapi bila satu kecamatan mempunyai satu lebih dari satu puskesmas, maka
tanggungjawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas, dengan memperhatikan
keutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan). Masing-masing puskesmas tersebut
secara

operasional

bertanggungjawab

langsung

kepada

dinas

kesehatan

kabupaten/kota. Untuk perluasan wilayah jangkauan pelayanan kesehatan, maka


puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan yang lebih sederhana yang
disebut puskesmas pembantu dan puskesmas keliling ditambah dengan polindes.
1.4.

Jenis Pelayanan
Puskesmas harus

mampu

mendiagnosa

masalah

kesehatan

dan

mengidentifikasi potensi yang tersedia di wilayah kerja. Pelayanan di puskesmas


diselenggarakan dengan prinsip komprehensif, integratif, berkesinambungan, dan
adanya dukungan sistem rujukan yang berurutan.
1.5. Fungsi Puskesmas
Dalam mewujudkan peranan Puskesmas, maka fungsi Puskesmas adalah:
a. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan.

Puskesmas

selalu

berupaya

menggerakkan

dan

memantau

penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia


usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan
kesehatan. Di samping itu Puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak
kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah
kerjanya. Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang dilakukan
puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan
penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.
b. Pusat pemberdayaan masyarakat.
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat,
keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan, dan
kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan
aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaannya,
serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program
kesehatan.

Pemberdayaan

perorangan,

keluarga

dan

masyarakat

ini

diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya sosial


budaya masyarakat setempat.

c. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.


Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan
tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan
kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggungjawab puskesmas meliputi:
1). Pelayanan kesehatan perorangan
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi
(private goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan
kesehatan

perorangan,

tanpa

mengabaikan

pemeliharaan

kesehatan

dan

pencegahan penyakit. Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk
puskesmas tertentu ditambah dengan rawat inap.
2). Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik
(public goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan

serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan


pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain
promosi kesehatan, pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan
gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa serta
berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.

1.6. Visi dan Misi Puskesmas


Visi

pembangunan

kesehatan

yang

diselenggarakan

oleh

Puskesmas adalah tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya


Indonesia Sehat.
Kecamatan Sehat adalah gambaran masyarakat kecamatan masa depan
yang ingin melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup
dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta
memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas
adalah mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional. Misi
tersebut adalah:
a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya.
Puskesmas akan selalu menggerakkan dan memantau penyelenggaraan
pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah
kerjanya.
b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah
kerjanya.
Puskesmas akan selalu berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat yang
bertempat tinggal di wilayah kerjanya makin berdaya di bidang kesehatan, melalui
peningkatan pengetahuan dan kemampuan menuju kemandirian untuk hidup
sehat.
c. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.

Puskesmas akan selalu berupaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan


yang sesuai dengan standar dan memuaskan masyarakat, mengupayakan
pemerataan pelayanan kesehatan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan dana
sehingga dapat dijangkau oleh seluruh anggota masyarakat.

d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat


berserta lingkungannya.
Puskesmas akan selalu berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan,
mencegah dan menyembuhkan penyakit, serta memulihkan kesehatan perorangan,
keluarga dan masyarakat yang berkunjung dan yang bertempat tinggal di wilayah
kerjanya, tanpa diskriminasi dan dengan menerapkan kemajuan ilmu dan
teknologi kesehatan yang sesuai. Upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan
yang dilakukan puskesmas mencakup pula aspek lingkungan dari yang
bersangkutan.

1.7.

Tujuan Pelayanan Kesehatan oleh Puskesmas


Tujuan pelayanan kesehatan oleh Puskesmas adalah meningkatkan derajat

kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. dan mendukung tercapainya tujuan


pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja
Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
1.8.

Tujuan Penulisan
Fakultas Kedokteran dalam sistem pendidikannya berorientasi kepada

masyarakat dalam hal ini mahasiswa yang menjalani Family Medicine pada
Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas, salah satu
tugasnya adalah ditempatkan di Puskesmas.

Adapun Tujuan penulisan laporan ini adalah:


1. Merupakan pertanggung jawaban dan melengkapi tugas Family Medicine
pada Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran
Komunitas FK UNSYIAH.

2. Melatih diri untuk mendapat pengalaman bila menjadi dokter yang bertugas
sebagai calon pemimpin di tingkat kecamatan yaitu Puskesmas.
3. Mengetahui secara aktual dan jelas kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di
Puskesmas.

BAB II
PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM

2.1 Geografi dan Demografi


Puskesmas Kopelma Darussalam terletak di Jalan Inong Balee Dusun
Sederhana, Desa Kopelma Darussalam, Kecematan Syiah Kuala, Kota Banda
Aceh dengan jarak 8 km dari pusat kota Banda Aceh.
Batas wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam secara geografis
adalah:
I. Sebelah barat berbatasan dengan Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke
II.

Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh.


Sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh

III.

Besar.
Sebelah selatan berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng

IV.

Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh.


Sebelah utara berbatasan dengan Selat Malaka.

Gambar 2.1 Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam


Puskesmas ini mempunyai luas bangunan 150 m2 dengan luas tanah
2558 m2, yang terdiri dari:
a) Bangunan induk sebanyak 1(satu) unit
b) Perumahan dokter sebanyak 2 (dua) unit
Wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam seluas 7.376 Ha meliputi
5 (lima) desa yaitu Lamgugob, Rukoh, Deah Raya, Kopelma dan Ie Masen Kayee
Adang yang terbagi menjadi 23 (dua puluh tiga) dusun, dengan jumlah penduduk

19.726 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 9.707 jiwa dan penduduk
wanita sebanyak 10.019 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 5221 (lihat
Tabel 1). Selain itu Puskesmas Kopelma Darussalam memiliki dua puskesmas
pembantu (Pustu) yaitu Puskesmas Lamgugop dan Puskesmas Pembantu Rukoh.
Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Wilayah Puskesmas Kopelma Darussalam
Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2010
NO

DESA

LUAS
(KM)

1
2
3
4
5

Lamgugop
Rukoh
Deah Raya
Kopelma
Ie Masen KA
JUMLAH

1.582
952
1.782
2.062
702
7.080

KK

JUMLAH PENDUDUK
LAKIPEREMPUAN JUMLAH

1175
1519
229
1308
990
5221

LAKI
2.414
2.543
356
2.243
2.151
9.707

2.010
3.073
2.685
293
1.958
10.019

4.424
5.228
649
5.316
4.109
19.726

Sumber: kantor statistik, 2010


2.2 Susunan Organisasi
Dari segi sumber daya manusia Puskesmas Kopelma Darussalam
memiliki tenaga kerja (personalia) sebanyak 48 orang yang terdiri dari:

Tabel 2.2 Jumlah Sumber Daya Manusia Di Puskesmas Kopelma Darussalam


Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2010
Sumber daya manusia
1. Dokter umum
2. Dokter gigi
3. SKM
4. PSIK
5. AKZI
6. AKBID
7. AKPER
8. AKL
9. AAK
10. SPK/Perawat
11. SMF
12. Bidan
13. SPRG
14. SD

Jumlah
2 orang
1 orang
8 orang
1 orang
1 orang
11 orang
8 orang
1 orang
1 orang
4 orang
1 orang
6 orang
2 orang
1 orang
10

Sumber: Dasar Puskesmas Kopelma Darussalam, 2010


Susunan pemimpin Puskesmas Kopelma Darussalam terdiri dari:
a. Unsur Pimpinan, yaitu Kepala Puskesmas.
b. Unsur Pembantu Pimpinan, yaitu urusan tata usaha.
c. Unsur pelaksanaan yang dilaksanakan oleh 17 (tujuh belas) unit kegiatan yang
melaksanakan kegiatan Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan
pengembangan puskesmas.

Tabel 2.3 Data Jumlah Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Kopelma


Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2010
No Tenaga Kesehatan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Dokter Umum
Dokter Gigi
SKM
PSIK
AKZI
AKBID
AKPER
AKL
AKG
AAK
SPK/Perawat
SMF
Bidan
SPPH
SPRG
SMU
SD
Jumlah

Puskesmas Induk
PNS PTT Bakti
2
1
6
1
1
1
5
6
2
1
1
3
5
1
13
2
1
34
2
4

Puskesmas Pembantu
PNS PTT BAKTI
1
1
2
-

Polindes
Total
PNS PTT
2
1
8
1
1
5
11
8
1
0
1
4
1
6
0
2
0
1
5
48

Sumber:Dasar Puskesmas Kopelma Darussalam, 2010


2.3 Kegiatan Puskesmas
Sesuai dengan buku pedoman manajemen Puskesmas yang dikeluarkan
oleh Dirjen Binkesmas Depkes RI 2006, maka upaya kesehatan wajib yang
dilaksanakan adalah:
a. Upaya Promosi Kesehatan

11

b.
c.
d.
e.
f.

Upaya Kesehatan Lingkungan


Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
Upaya Perbaiki Gizi
Upaya Pemberantasan Penyakit Menular
Upaya Pengobatan Dasar.
Selain program wajib, Puskesmas Kopelma juga melakukan upaya

kesehatan pengembangan, yaitu:


a. Upaya Kesehatan Sekolah
b. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
c. Upaya Kesehatan Gizi dan Mulut
d. Upaya Kesehatan Jiwa
e. Upaya Kesehatan Usia Lanjut
f. Upaya Kesehatan Mata
g. Usaha Pembinaan Pengobatan Tradisional
h. Kesehatan Olahraga.
2.3.1 Upaya Promosi Kesehatan
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa semua usaha yang berhubungan
dengan masyarakat termasuk pula dalam bidang kesehatan, tidak akan berhasil
baik bila masyarakat tidak diberi pendidikan dan penerangan yang sebaikbaiknya.
Promosi kesehatan kepada masyarakat bertujuan untuk menimbulkan
pengertian tentang masalah kesehatan ddan menggerakkan masyarakat agar turut
serta secara aktif dalam usaha-usaha kesehatan. Kegiatan yang dilaksanakan
antara lain:
a. Penyuluhan kepada masyarakat
b. Pelatihan kader posyandu
c. Pelatihan pengolahan dana sehat
d. Berpartisipasi dalam pameran pembangunan
e. Pembinaan pos obat desa.
2.3.2. Upaya Kesehatan Lingkungan
Sebagai program pendukung pelayanan kuratif, kesehatan lingkungan
memegang peranan penting pada upaya pencegahan (preventif) terhadap penyakit.
Tujuan dari program kesehatan lingkungan adalah untuk meningkatkan kesehatan
lingkungan pemukiman melalui upaya sanitasi dasar, pengawasan mutu
lingkungan dan tempat-tempat umum untuk terciptanya lingkungan sehat, bersih,
indah serta tidak memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan.
Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut antara lain:
1. Penyehatan sarana air bersih.
2. Penyehatan pembuangan kotoran.

12

3.
4.
5.
6.

Penyehatan lingkungan pemukiman.


Pengawasan peredaran dan penggunaan pestisida.
Pengawasan pengelolaan sampah.
Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum dan tempat pembuatan/penjualan

7.

makanan dan minuman.


Pencatatan dan pelaporan.

2.3.3 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak


Upaya kesehatan ibu dan anak yang bergerak dalam pendidikan
kesehatan, pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan penting sekali untuk
meningkatkan kesehatan umum dari masyarakat.
Tujuan dari program ini adalah untuk menurunkan angka kematian dan
kesakitan ibu, bayi dan anak, sehingga tercapainya kemampuan hidup sehat
melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya
untuk menuju Norma Keluarga Kecil Keluarga Bahagia Sejahtera (NKKBN) serta
meningkatkan derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang
optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya.
Kegiatan ini selain dilaksanakan di puskesmas juga dilaksanakan di luar
puskesmas yaitu di Posyandu dalam ruang lingkup Puskesmas Kopelma
Darussalam.
Kegiatan KIA di Puskesmas Kopelma Darussalam meliputi:
1. KIA di dalam gedung, kegiatan yang dilakukan:
a. Pemeriksaan dan pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan
balita.
b. Pemeriksaan anak dengan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) yaitu
suatu pendekatan keterpaduan dalam tatalaksana balita sakit dengan tujuan
menurunkan angka kesakitan dan kematian yang terkait dengan penyebab
utama penyakit pada balita melalui peningkatan kualitas pelayanan
kesehatan
c.
d.
e.
f.
g.

dan

memberi

kontribusi

terhadap

pertumbuhan

dan

perkembangan kesehatan anak.


Pemberian imunisasi kepada ibu dan balita.
Penyuluhan gizi setiap kunjungan ibu hamil dan balita.
Pemberian Vitamin A dan tablet besi (Fe).
Pendeteksian dan pemeliharaan ibu hamil dan balita resiko tinggi.
Pencatatan dan pelaporan.

2. KIA di luar gedung, kegiatan yang dilakukan:


a. Di Posyandu:
1) Penyuluhan ibu hamil, ibu bersalin dan ibu menyusui.
2) Pemeriksaan ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita.

13

3) Pemberian imunisasi TT.


4) Pemberian tablet besi(Fe)
5) Pembinaan kader posyandu.
b. Di taman kanak-kanak
1) Deteksi dini perkembangan anak pra sekolah.
2) Kunjungan dan pemeriksaan kesehatan anak pada taman kanak-kanak di
wilayah kerja puskesmas.
Tabel 2.4 Cakupan PWS KIA di Puskesms Kopelma Darussalam Kecamatan
Syiah Kuala Tahun 2010
No

Desa

Sasaran

Jumlah Kunjungan

Lamgugop

Bumil Bulin Bayi KI


91
86
82
63

%
69,9

K4
57

%
63,0

Resti %
5
27,6

Rukoh

104

99

94

70

67,9

57

55,0

43,4

Deah Raya

14

13

13

79

562

73

52,1

16,9

Kopelma

109

104

99

89

881,4 60

54,9

13,7

Ie Masen

86

82

78

130

151,0 81

94,1

34,9

KA
Puskesmas

404

385

367

429

106,3 328

81,3 26

32,2

Sumber: Data KIA Puskesmas Darussalam, 2010


Keterangan:
K1 : Ibu hamil pertama kali datang periksa = 429
K4 : Kunjungan ibu hamil yang lebih dari satu kali = 328
2.3.4. Upaya perbaikan Gizi
Program perbaikan gizi masyarakat bertujuan untuk menurunkan angka
penyakit gizi kurang yang umunnya banyak diderita

oleh masyarakat yang

berpenghasilan rendah (baik di desa maupun di kota) terutama pada anak balita
dan ibu.
1.
2.
3.
4.

Untuk mewujudkan program ini, usaha-usaha yang dilakukan adalah:


Penyuluhan gizi.
Penimbangan bayi/balita.
Pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah (PMT-AS)
Pemberian vitamin A kepada balita dan ibu hamil setiap bulan Februari dan

Agustus.
Pemberian tablet besi (Fe) untuk ibu hamil dan menyusui.
Pelatihan dan pembinaan posyandu.
Pemantauan/survey konsumsi gizi.
Melaksanakan PWS-Gizi/Pemantauan status gizi (PSG).
Pencatatan dan pelaporan.
Sasaran pelaksanaan program gizi adalah:
1. Menurunkan prevalensi KKP pada balita.
2. Menurunkan prevalensi kurang vitamin A di daerah rawan.
5.
6.
7.
8.
9.

14

3. Penurunan prevalensi anemia pada ibu hamil


2.3.5 Upaya Pemberantasan Penyakit Menular
Kegiatan dititikberatkan kepada beberapa penyakit terutama yang banyak
terdapat di daerah dengan sanitasi yang jelek serta gizi masyrakat yang masih
rendah. Memberantas penyakit menular berarti menghilangkan atau mengubah
cara perpindahan penyakit menular dan atau infeksi. Penularan itu dapat terjadi
secara langsung atau tidak langsung.
Unit P2M melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan di atas,
diantaranya sebagai berikut:
1. Kegiatan pencegahan penyakit yaitu imunisasi
2. Kegiatan pengobatan penyakit meliputi penanggulangan penyakit ISPA,
Skabies, TBC Paru, Kusta, Malaria, DHF, Diare, dan Rabies.
3. Kegiatan pencegahan dan pemberantasan vektor,yaitu kegiatan berupa
penyuluhan, pemberantasan sarang nyamuk, pemberian abatisasi dan
penyemprotan/fogging terhadap nyamuk demam berdarah dan malaria.
Kegiatan pencegahan berupa penyuluhan tentang penyakit menular dan
akibatnya serta pelayanan imunisasi bagi bayi dan anak, calon pengantin dan ibu
hamil.
Tabel 2.5 Data Penyakit Menular Puskesmas Kopelma Darussalam
Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2010
No
Jenis Penyakit
Jumlah Kasus
1
Diare
402
2
DBD
62
3
Campak
40
4
Malaria
94
Sumber : Data P2M Puskesmas Kopelma Darussalam, 2010

Meninggal
0
3
0
0

Diagram 2.1 Data Penyakit Menular Puskesmas Kopelma Darussalam


Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2010

15

2.3.6 Upaya pengobatan


Program ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap hari kerja.
Bentuk pelayanan di Puskesmas Kopelma Darussalam diarahkan kepada
kemampuan

pengenalan (diagnosis) penyakit dan pengobatan sederhana.

Pelayanan yang diberikan pengobatan rawat jalan, dengan pemberian obat-obatan


selama tiga hari sedangkan penanganan dan pengobatan yang menbutuhkan
spesialisasi dan tindakan lanjut akan dikirim atau dirujuk ke fasilitas kesehatan
yang memiliki sarana kesehatan yang lebih lengkap. Puskesmas Kopelma
Darussalam tidak hanya memberikan melayani pasien umum tetapi juga melayani
pasien ASKES, Jamkesmas dan JKA.
Tabel 2.6 Data 10 (Sepuluh ) Kunjungan Kasus Terbesar di Puskesmas
Kopelma Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2010.
Nama penyakit
Commom cold
Infeksi akut lain pernfasan atas
Penyakit kelianan pada lambung
Hipertensi
Penyakit pada system jaringan otot dan
pengikat
Penyakit kulit dan alergi
Peny. Pulpa dan jaringan periapikal
Diabetes Melitus
Vertigo
Diare

Jumlah
pria wanita
2703
2704
1384
1390
772
780
648
635
590
598
553
477
428
156
87

550
480
408
148
83

Total
5407
2774
1552
1283
1188
1103
957
836
304
170

16

Sumber : Data Puskesmas Kopelma Darussalam, 2010

Diagram 2.2

Data 10 (Sepuluh ) Kunjungan Kasus Terbesar di Puskesmas


Kopelma Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2010

2.3.7 Upaya Kesehatan sekolah


Adapun tujuan umum UKS adalah mempertinggi nilai kesehatan,
mencegah dan mengobati penyakit serta rehabilitasi anak-anak sekolah dan
lingkungannya sehingga didapatkan anak-anak yang sehat jasmani, rohani dan
sosial.
1.
2.
3.
4.

Untuk melaksanakan kegiatan inni dilakukan upaya-upaya yang meliputi:


Meningkatkan kesehatan siswa (upaya promotif)
Upaya pencegahan (upaya preventif)
Pemulihan kesehatan
Rehabilitasi
Dalam kegiatannya yaitu mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah,

kegiatan yang dilaksanakan yaitu:


1. Pemeriksaan kesehatan umum.
2. Pengukuran tinggi badan dan berat badan.
3. Penyuluhan kesehatan dan penyelenggaraan pendidikan kesehatan.
4. Penjaringan anak sekolah.
5. Pengobatan.
6. Kegiatan perbaikan gizi.
7. Pemberian imunisasi DT dan TT.

17

8. Rujukan.
9. Pencatatan dan pelaporan.
2.3.8 Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
Perawatan kesehatan masyarakat adalah usaha perawatan yang dijalankan
dalam masyarakat yang dilakukan saat sakit maupun sehat, guna meningkatkan
derajat kesehatan memperbaiki hygiene lingkungan, pencegahan penyakit dan
stabilisasi.
Tujuan program ini antara lain:
1. Masyarakat memahami arti sehat dan sakit.
2. Meningkatkan kemapuan individu, masyarakat untuk melaksanakan upaya
perawatan dasar untuk mengatasi masalah kesehatan.
3. Tertangani kelompok keluarga rawan yang memerlukan pembinaan dan asuhan
keperawatan.
4. Terlayaninya kelompok khusus (panti) yang memerlukan pembinaan dan
asuhan keperawatan dasar.
5. Terlayaninya kasus-kasus tertentu yang memerlukan penanganan tindak lanjut
dan asuhan keperawatan di puskesmas dan di rumah.
2.3.9 Upaya kesehatan gigi dan mulut
Sasaran kegiatan adalah ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan
usia lanjut. Usahanya meliputi:
1. Penyuluhan di sekolah dan posyandu mengenai pentingnya kesehatan gigi.
2. Pemeriksaan dan pengobatan gigi anak sekolah (UKGS).
3. Pemeriksaan, perawatan dan pengobatan di poliklinik gigi.
4. Rujukan.
5. Pencatatan dan pelaporan.

2.3.10 Upaya kesehatan jiwa


Upaya kesehatan jiwa puskesmas adalah upaya kesehatan jiwa yang
dilaksanakan di tingkat puskesmas secara khusus atau terintregitas dengan
program lainnya.
Kegiatan yang dilakukan di puskesmas Kopelma Darussalam meliputi:
1. Pengenalan dini ganggun jiwa.
2. Memberikan upaya pertolongan pertama pada pasien gangguan jiwa.
3. Melakukan home visit pada pasien gangguan jiwa.
4. Memberikan rujukan ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh bila diperlukan.
5. Pencatatan dan pelaporan.
2.3.11 Upaya kesehatan lanjut usia

18

Berdasarkan Undang-Undang No. 9 Tahun 1960 tentang pokok-pokok


kesehatan, setiap warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan setinggitingginya, maka dalam upaya pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh
penduduk Indonesia dilakukan pembinaan bagi usia lanjut yang bertujuan untuk
meningkatkan derajat kesehatan usia lanjut agar selama mungkin dapat aktif,
mandiri dan berguna.
Kegiatan yang dilakukan antara lain:
1. Penyeluhan kesehatan/gizi.
2. Pemeriksaan kesehatan usila bila dibutuhkan.
3. Proteksi dan tindakan khusus usila.
4. Konseling.
5. Pencatatan dan pelaporan.
2.3.12 Upaya Kesehatan Mata
Upaya kesehatan mata atau pencegahan kebutaan telah ditingkatkan
dalam pembangunan kesehatan sebagai salah satu kegiatan pokok puskesmas. Hal
tersebut dikaitkan dengan pembinaan dan peningkatan fungsi puskesmas dalam
bidang pelayanan kesehatan paripurna.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kegiatan:
1. Penyuluhan tentang kesehatan mata.
2. Pemberian vitamin A dosis tinggi untuk balita setiap bulan Februari dan
Agustus.
3. Pemberian vitamin A dosis tinggi untuk ibu bersalin dan ibu nifas.
4. Pengobatan penyakit mata ringan.
Tabel 2.7 Data Kunjungan Pasien Penyakit Mata Di Puskesmas Darussalam
Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2010
No
1
2
3
4
5
6

Jenis Penyakit Mata


Glaukoma
Katarak
Kelainan refraksi
Kelainan kornea
Penyakit mata lainnya
Infeksi pada mata

Jumlah
1
15
136
275
27

Sumber : Data puskesmas Kopelma Darussalam, 2010


Diagram 2.3 Data Kunjungan Pasien Penyakit Mata Di Puskesmas
Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2010

19

2.3.13 Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional


Pembinaan upaya pengobatan tradisional ditujukan kepada upaya
peningkatan mutu pelayanan tradisional.
Sasaran program meliputi:
1. Pembinaan terhadap pengobatan tradisional.
2. Pembinaan terhadap petugas kesehatan.
3. Pembinaan terhadap masyarakat.
4. Pembinaan terhadap kader dan tokoh masyarakat.
5. Peningkatan dan pemanfaatan obat untuk keluarga (toga/apotik hidup).
2.3.14 Kesehatan Olahraga
Olahraga sebagai bagian dari budaya kehidupan telah lama dianggap
sebagai cara yang tepat untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup
melalui latihan fisik. Secara khsusus tujuan antara lain:
1. Mengembangkan upaya peningkatan derajat kesehatan.
2. Membantu penyegaran jasmani.
3. Membantu rujukan rehabilitasi bagi penderita cacat fisik ke rumah sakit.
4. Membantu penyuluhan dan bimbingan latihan fisik untuk lanjut usia.
2.3.15 Pencatatan dan Pelaporan
Untuk mengamati dan menilai status puskesmas, dilakukan suatu sistem
pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas (SP2TP), dimana semua kegiatan
yang dilakukan oleh puskesmas baik yang di dalam maupun luar gedung harus
dicatat dan dilaporkan.

20

Pelaporan yang diperlukan dibuat secara terpadu meliputi data kegiatan


untuk monitoring dan perencanaan kegiatan selanjutnya. Laporan-laporan
kegiatan yang dilakukan adalah:
1. Laporan bulanan:
a. LB 2.
b. LB 3.
c. Laporan diare.
d. Laporan imunisasi.
e. Laporan skabies.
f. Laporan KB.
g. Laporan keadaan pegawai puskesmas.
h. Laporan ASKES/umum/jamkesmas.
i. Laporan KIA.
2. Laporan yang diakses dengan komputer simpus adalah:
a. LB 1.
b. LB 2.
c. Laporan 10 penyakit terbanyak.
3. Laporan tahunan
4. Laporan Kejadian Luar Biasa (KLB)
2.4 Fasilitas kesehatan
Laboratorium sederhana
Upaya ini dilakukan untuk menunjang usaha pemberantasan
penyakit menular, penyelidikan, epidemiologi dan pembinaan kesehatan.
Tujuan pengadaan laboratorium sederhana untuk memberikan pelayanan
laboratorium secara cepat dan mudah.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium Puskesmas
Kopelma Darussalam selama tahun 2010 adalah:
1. Di dalam gedung:
a. Pemeriksanaan urine, feses, darah rutin, sputum, serta plano test.
b. Pemeriksaan golongan darah.
c. Pemeriksaan DDR untuk mendeteksi adanya malaria dll.
d. Pemeriksaan jamaah haji.
e. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap.
2. Di luar gedung
a. Pemeriksanaan feses dan Hb murid sekolah.
b. Pelacakan jamaah haji yang telah pulang dari tanah suci.
c. Membantu kegiatan posyandu.

BAB III
PENUTUP

21

3.1 Kesimpulan
Puskesmas merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat
terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai ujung tombak
sistem pelayanan kesehatan di Indonesia,sehingga Puskesmas selain bertanggung
jawab

dalam

menyelenggarakan

pelayanan

kesehatan

masyarakat

juga

bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelayanan kedokteran.


Dalam upaya meningkatkan kesehatan seluruh kegiatan pokok di
Puskesmas Kopelma Darussalam berjalan dengan baik secara rutin dan
terorganisir. Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan
berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat
pelayanan kesehatan strata pertama. Untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan
penyelenggaraan upayanya.
Program

kerja

tahunan

Puskesmas

Kopelma

Darussalam

secara

operasional kegiatannya dilaksanakan oleh staf puskesmas yang terorganisir


dalam struktur organisasi Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh.
Terlepas dari keberhasilan dalam pelaksanaan program, namun masih
dijumpai kendala-kendala yang memerlukan perbaikan untuk lebih meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat di masa yang akan datang.
3.2 Hambatan
Secara umum, dalam pelaksanaan program kerja puskesmas Kopelma
Darussalam dijumpai beberapa permasalahan/hambatan diantaranya:
-

Penyediaan jenis-jenis obat yang terbatas sehingga pengobatan pasien


hanya berdasarkan obat-obat yang tersedia di puskesmas.

3. Saran

22

Perlu perhatian serta dukungan dari semua pihak baik dari Dinas
Kesehatan dan Pemda Kota Banda Aceh serta masyarakat agar programprogram kesehatan di Puskesmas Kopelma Darussalam dapat dilaksanakan
dengan baik dan sebagaimana mestinya sehingga dapat menyelesaikan
masalah-masalah kesehatan yang ada di wilayah kerja puskesmas.

Perlunya sarana dan dana yang memadai serta mencukupi untuk menjaga
kelangsungan kegiatan operasional kesehatan di wilayah kerja puskesmas.

23