Anda di halaman 1dari 5

NAMA

: SALMAN SALIM

FAKULTAS : FARMASI
JURUSAN

: S1 PENDIDIKAN APOTEKER
SINOPSIS BUKU
FIQH PRIORITAS

Fiqh prioritas (fiqh

al-awlawiyyat) atau fiqh urutan pekerjaan. Dengan

memperlajari ilmu fiqh ini membedakan apa yang seharusnya didahulukan oleh
agama dan apa pula yang seharusnya diakhirkan; apa yang dianggap berat dan
apa pula yang dianggap ringan; dan apa yang dihormati oleh agama dan apa
pula yang disepelekan olehnya.
Hubungan Antara Fiqh Prioritas Dan Fiqh Pertimbangan
Peran terpenting yang dapat dilakukan oleh fiqh pertimbangan ini ialah:
1)

Memberikan pertimbangan antara berbagai kemaslahatan dan manfaat dari


berbagai kebaikan yang disyariatkan.

2)

Memberikan pertimbangan antara berbagai bentuk kerusakan, madharat, dan


kejahatan yang dilarang oleh agama.

3)

Memberikan pertimbangan antara maslahat dan kerusakan, antara kebaikan


dan kejelekan apabila dua hal yang bertentangan ini bertemu satu sama lain.

Fiqh

pertimbangan

--dan

pada

gilirannya,

fiqh prioritas--mengharuskan

kita:
1)

Mendahulukan dharuriyyat atas hajjiyyat, apalagi terhadap tahsinat;

2)

Dan mendahulukan hajjiyyat atas tahsinat dan kamaliyyat.


Dharuriyyat itu ada lima macam: agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta

kekayaan. Sebagian ulama menambahkan dharuriyyat yang keenam, yaitu


kehormatan.

Apabila dalam suatu perkara terdapat manfaat yang lebih besar, maka
perkara itu boleh dilakukan, sedangkan kerusakan kecil yang ada padanya dapat
diabaikan. Di antara kaidah penting dalam hal ini ialah: "Menolak kerusakan
harus didahulukan atas pengambilan manfaat."
Fiqh Prioritas juga berkaitan erat dengan

Fiqh

Tujuan Syari'ah.

Semua orang
sepakat bahwa hukum-hukum syari'ah secara menyeluruh memiliki alasan, dan
juga terdapat tujuan tertentu yang ada di balik bentuk lahiriah hukum syari'ah
yang harus dilaksanakan itu; karena sesungguhnya

di antara nama-nama

Allah ialah al-Hakim (Maha Bijaksana) , yang disebut di dalam al-Qur'an alKarim lebih dari sembilan puluh kali. Allah yang Maha Bijaksana tidak akan
membuat syari'ah agama tanpa tujuan, sebagaimana Dia tidak akan menciptakan
sesuatu dengan sia-sia.
Bahkan, bentuk ibadah mahdhah (ibadah yang murni) juga mempunyai
tujuan-tujuan tertentu, yang kadang-kadang alasan ibadah itu disebutkan oleh alQur'an: Shalat

misalnya,

adalah

untuk

mencegah

perbuatan keji dan

mungkar [al-'Ankabut: 45]; zakat untuk membersihkan


diri

manusia [at-Taubah:103];

puasa

untuk

dan menyucikan

menjadikan

manusia

bertaqwa[al-Baqarah, 183]; dan ibadah haji untuk menyaksikan berbagai


manfaat, dan menyebut nama Allah [al-Hajj, 28].
Tidak diragukan lagi bahwa fiqh prioritas memiliki hubungan yang erat
dengan fiqh nash syari'ah yang bersifat parsial. Di mana nash yang parsial ini
berkaitan dengan tujuan secara umum, kaidah-kaidah umum, sehingga yang
parsial ini dapat dikembalikan kepada yang umum, dan sebaliknya, masalahmasalah cabang dapat dikembalikan kepada yang pokok.
Yang paling penting di sini ialah membedakan antara nash yang bersifat qath'i
dan nash yang bersifat zhanni, antara nash yang muhkam dan nash yang
mutasyabih. Nash yang zhanni mesti dipahami berdasarkan yang qath'i, dan
nash yang mutasyabih mesti dipahami dalam kerangka nash yang muhkam

PRIORITAS
1. Memprioritaskan Kualitas atas Kuantitas
2. P r i o r i t a s I l m u At a s Am a l
3. P r i o r i t a s P e m a h a m a n At a s H a f a l a n
4. P r i o r i t a s M a k s u d d a n Tuj u a n At a s P e n a m p i l a n L u a r
5. P r i o r i t a s I j t i h a d At a s Taq l i d
6. P r i o r i t a s S t u d i d a n P e r e n c a n a a n P a d a U r u s a n D u n i a
7. P r i o r i t a s D a l a m P e n d a p a t - P e n d a p a t F i q h
P R I O R I TAS FATWA D A N D A K WAH
1. Memprioritaskan Persoalan yg Ringan & Mudah Atas Persoalan yg Berat
& Sulit
2. P e n g a k u a n At a s K o n d i s i D a r u r a t
3. M e n g u b a h F a t w a K a r e n a P e r u b a h a n Wak t u d a n Tem p a t
4. Menjaga Sunnah Pentahapan (Marhalah) Dalam Da'wah
5. Meluruskan Budaya Kaum Muslimin
6. Ukuran Yang Benar: Perhatian Terhadap Isu-isu Yang Disorot
Oleh Al-Qur'an
PRIORITAS BIDANG AMAL
1. Prioritas Amal Yang Kontinyu Atas Amal Yang Terputus-Putus
2. Prioritas Amalan Yang Luas Manfaatnya Atas Perbuatan Yang
Kurang Bermanfaat

3. Prioritas Terhadap Amal Perbuatan yg Lebih Lama Manfaatnya &


Lebing Langgeng Kesannya
4. Prioritas Beramal Pada Zaman Fitnah
5. Prioritas Amalan Hati Atas Amalan Anggota Badan
6. Perbedaan TIngkat Keutamaan Sesuai dg Tingkat Perbedaan
Waktu, Tempat & Keadaan
PRIORITAS PERKARA
1. Prioritas Perkara Pokok Atas Perkara Cabang
2. Prioritas Fardhu Atas Sunnah dan Nawafil
3. Prioritas Fardhu 'Ain Atas Fardhu Kifayah
4. Prioritas Hak Hamba Atas Hak Allah Semata-mata
5. Prioritas Hak Masyarakat Atas Hak Individu
6. Prioritas Wala' (Loyalitas) Kepada Umat Atas Wala' Terhadap
Kabilah & Individu
PRIORITAS PERKARA DILARANG
1. Prioritas Dalam Perkara Yang Dilarang
2. Membedakan Antara Kekufuran, Kemusyrikan & Kemunafikan,
Yang Besar & Yang Kecil
3. Kemaksiatan Besar Yang Dilakukan Oleh Hati Manusia
4. Bid'ah Dalam Aqidah
5. Syubhat

6. Makruh
PRIORITAS BIDANG REFORMASI
1. Memperbaiki Diri Sebelum Memperbaiki Sistem
2. Pembinaan Sebelum Jihad
3. Mengapa Pembinaan Lebih Diberi Prioritas
4. Prioritas Perjuangan Pemikiran
F I Q H P R I O R I TAS WAR I S A N P E M I K I R A N
1. Fiqh Prioritas Dalam Warisan Pemikiran Kita
2. I m a m a l - G h a z a l i D a n F i q f P r i o r i t a s
3. Para Ulama Yang Punya Kepedulian Terhadap Fiqh Prioritas