Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

SISTEM JARINGAN
PENGENALAN JARINGAN LAN

Disusun oleh:
Kelompok 10

ARFIANTO WAHYU PRATAMA (41814010045)


UBAIDILLAH SAEPULLOH (41814010046)
M.DIRSZA SAFIRO ASYARI (41814010058)

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik
dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun

isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya
dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat
kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan
yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Juni 2015
Penyusun

Daftar isi
Cover i
Kata Pengantar

ii

Daftar isi

iii

Local Area Network (LAN)

1. Pendahuluan 1
2. Aspek Teknologi

2
3. Jenis LAN

4. Protokol

10

4. Protokol Baku Sublayer Mac 11


Daftar Pustaka 16

LOCAL AREA NETWORK ( LAN )


1. PENDAHULUAN
Komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi umumnya berlangsung antar lokasi yang berdekatan.
Pertukaran informasi dalam suatu organisasi biasanya berlangsung antar pemakai dalam organisasi dalam
tersebut yang umumnya berlokasi dalam satu bangunan atau kompleks. Pemakaian komputer merupakan
keharusan dalam dunia bisnis masa kini oleh karena itu komunikasi yang dahulu didominasi oleh
sambungan percakapan telepon, sekarang mulai didominasi oleh komunikasi data. Komunikasi data
menaikkan produktivitas dan daya saing perusahaan karena informasi yang diperlukan dapat tersedia dengan
cepat dan dapat diakses secara mudah tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Komputer harus dapat saling
berhubungan dengan mudah serta aman paling sedikit antar komputer yang terletak dalam satu bangunan
atau satu kompleks dari suatu organisasi.
Distributed processing menuntut adanya jaringan yang dirancang khusus untuk komunikasi cepat di
dalam satu organisasi. Jaringan ini dikenal sebagai LAN (Local Area Network). LAN memudahkan
pertukaran informasi antar komputer dan pemakai di dalam lokasi geografi yang tertentu dan terbatas. LAN
karena sifat penggunaannya dianggap sebagai suatu jaringan pribadi (private network) yang dikelola oleh
korporat yang merupakan pemilik jaringan ini. Akses ke dalam jaringan hanya diberikan kepada pihak yang
ditertentukan oleh pemiliknya.
Jaringan komunikasi yang biasa dikenal dan ditemui ialah jaringan telepon (Public Switched Telephone
Network, PSTN) yang bersifat terbuka bagi umum (public communication network). Jaringan bagi umum ini
dapat dipergunakan oleh siapa saja dengan suatu imbalan tertentu. Jaringan pribadi akan menggunakan
layanan jaringan umum ini bilamana komunikasi harus dilakukan antar lokasi yang berbeda letak
geografiknya atau berbeda organisasinya. Kemudahan dalam pemilihan teknologi LAN memungkinkan
adanya penyaluran data dengan kecepatan tinggi. Karena jaraknya pendek kecepatan yang digunakan dapat
tinggi. Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan ciri khas LAN menjadi agak kabur karena jarak
antar komputer (host) bertambah besar sehingga melampaui jarak yang umum dikenal sebagai batas lokal.
Komunikasi antar LAN dapat dilakukan dengan mudah sehingga dapat dibentuk jaringan yang
memberikan akses organisasi lain secara selektif (extranet) disamping dipakai secara internal (intranet).
Suatu organisasi terutama dalam bidang niaga (business) memerlukan LAN karena beberapa hal antara lain:

Menggunakan data base yang sama

Kemudahan mendapatkan informasi

Bertambahnya penggunaan computer

Perubahan sifat dan cara komunikasi

Pemakaian bersama sumber daya (resource sharing)

Fleksibilitas

2. ASPEK TEKNOLOGI
LAN merupakan salah satu bentuk jaringan packet broadcast. Sifat LAN ditentukan oleh media
transmisi, topologi dan protokol akses media. Media transmisi bersama dengan topologi menentukan
kecepatan, efisiensi saluran, tipe data yang boleh disalurkan dan juga aplikasi yang dapat didukung oleh
jaringan. Sifat lalu lintas data bursty terutama jikalau digunakan untuk electronic mail, filing, dan
sebagainya. Dalam merancang LAN beberapa hal penting lain yang perlu diperhatikan antara laian adalah
ketentuan baku (Standard) dan kesesuaian (compatibility ). Masalah ini tidak pernah hilang dan untuk ini
usaha mengatasinya yaitu dengan pemakaian protokol standar. LAN tidak saja harus dapat berfungsi dalam
daerah operasinya sendiri tetapi juga harus dapat berinteraksi dengan jaringan lain misalnya jaringan
korporat lain, Internet dan lain-lain.
Oleh karena itu ia harus dapat melayani protokol yang berlaku pada jaringan luar tersebut. Terminal atau
komputer yang tersambung pada LAN harus mempunyai cara untuk mengakses media transmisi bilamana ia
hendak menggunakannya baik untuk mengirimkan data atau dipanggil untuk menerima data. Akses ini dapat
dilakukan dengan cara misalnya switching, polling dan sebagainya. Pilihan media transmisi yang dapat
digunakan untuk membentuk cukup bervariasi seperti kabel tembaga UTP (Unshielded Twisted Pair), kabel
coax, pemakaian gelombang elektromaknetik dan serat optik. Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah
struktur atau topologi jaringan yaitu pola menghubungkan terminal atau komputer ke jaringan. Topologi ini
berhubungan erat dengan metode akses dan media transmisi.
Dalam merancang LAN perlu ditentukan dan dipertimbangkan masalah berikut:

Keandalan (reliability) dengan memperhatikan besaran MTBF (Mean Time Before Failure),
MTTR (Mean Time To Repair), jenis kendali yaitu terpusat atau terdistribusi.waktu rata-rata
untuk perbaikan

Kemudahan dalam pemeliharaan (maintainability). Maintainability dan reliability merupakan


dua hal yang saling berkaitan. Maintainability tidak begitu menonjol bila reliabilitynya tinggi
dan sebaliknya.

Kapasitas dan kecepatan pengalihan data (data transfer) yang tergantung pada faktor lebar pita
(bandwidth) band yang juga ditentukan oleh metode akses dan media transmisi yang digunakan,
error rate dan metode recovery, protokol dan juga beban jaringan (trafik)

Luas jangkauan yaitu besarnya daerah pelayanan yang dapat dicakup dan umumnya diukur
dengan jarak yang terjauh antara dua terminal yang termasuk jaringan ini. Untuk memperoleh
jangkauan ini harus digunakan beberapa LAN yang dihubungan dengan perankat
internetworking seperti gateway, router atau bridge.

Biaya yang harus dikeluarkan seperti misalnya yang menyangkut perangkat lunak, instalasi,
perawatan dan operasi dan sebagainya.

Fleksibilitas yaitu kemudahan dalam mengatasi batas kemampuannya atau penambahan fasilitas
karena pertumbuhan suatu organisasi
5

3. JENIS LAN
LAN pada dasarnya dapat dibedakan atas:
a. Topologi
b. Teknik penyaluran sinyal
c. Media transmisi
d. Metode Akses
a. Topologi:
LAN menggunakan topologi yang sama seperti jaringan lain. Topologi adalah cara stasiun atau
host (node) saling dihubungkan.
1. Point-to-point:
Setiap stasiun atau host dihubungkan secara langsung dengan host lain. Setiap host mempunyai
kedudukan yang sama sehingga LAN tidak tergantung pada salah satu host. Pada dasarnya
hubungan antar stasiun hanya diketahui oleh stasiun yang bersangkutan.
2. Bus (Multipoint):
LAN ini merupakan jaringan broadcast karena informasi dikirimkan melalui medium transmisi
ke semua stasiun yang tersambung pada medium ini. Setiap stasiun saling dihubungkan melalui
suatu medium yang dipergunakan bersama yang dapat berupa kabel, serat optik ataupun
gelombang elektromaknetik.. Interface untuk node disambungkan ke medium ini. Tiap-tiap
node akan memeriksa address dari informasi yang dikirimkan untuk menentukan siapa
penerimanya. LAN juga tidak tergantung pada salah satu node karena kendalinya tersebar
(distributed). Keuntungan: jumlah node dapat ditambahkan atau dikurangi tanpa mengganggu
operasi yang telah ada. Kerugiannya: kalau tingkat lalu-lintas tinggi dapat terjadi kongesti.
Contoh yang terkenal Ethernet.

STASIUN
A

MAU

STASIUN
B

MAU

STASIUN
C

MAU

MAU

STASIUN
D

Gambar Topologi Bus

3. Ring:
semua node saling dihubungkan dalam bentuk lingkaran (ring). Informasi berjalan dalam
saluran transmisi secara searah (unidirectional), sehingga data beredar di dalam lingkaran.
Informasi berjalan dari satu node ke node yang lain. Informasi disalurkan dalam bentuk paket.
Tiap paket mengandung alamat sumber dan tujuan. Paket yang diterima oleh satu stasiun akan
diperiksa alamatnya, bilamana bukan untuknya paket akan diberikan kepada stasiun berikutnya
demikian seterusnya sehingga tiba di tempat tujuan. Paket ini kemudian akan beredar sampai
kembali ke sumber dan kemudian dikeluarkan dari peredaran. Paket harus dibuang untuk
menghindari beredarnya tanpa batas dalam ring tersebut. Paket juga dapat dibuang oleh stasiun
yang dituju. Pembuangan paket oleh sumber lebih disukai karena memungkinkan konfirmasi
otomatis .Setiap node di dalam LAN ini akan saling bergantungan. Bila satu node terganggu,
maka seluruh LAN akan terganggu, akan tetapi sekarang telah ada teknik untuk mengatasi
masalah ini yaitu dengan cara melepaskan node yang tidak bekerja dari LAN tersebut dan
menggantikannya dengan node yang berdekatan. Teknik ini memerlukan peralatan yang lebih
rumit. Tiap node yang ada pada ring mempunyai repeater (transceiver) yang melakukan tugas
tersebut di atas. LAN dengan topologi ini mempunyai keuntungan yaitu data rate tinggi dan
dapat melayani lalu lintas yang intensitasnya tinggi serta sambungan point to point membuat
transmission error diperkecil. Kerugian topologi ini antara lain sukar menambah atau
mengurangi node kerusakan pada media transmisi dapat menghentikan seluruh operasi.

STASIUN
A

MAU

STASIUN
B

MAU

MAU

STASIUN
C

MAU

STASIUN
D

Gambar Token Ring


4. Star:
Stasiun yang tersambung pada jaringan umumnya tidak langsung berhubungan dengan stasiun
lain tetapi harus menyalurkannya melalui suatu pusat Stasiun pusat ini seringkali berupa
sebuah switch . Semua jalur komunikasi tersambung ke satu titik pusat.
7

HUB

STASIUN
A

STASIUN
B

STASIUN
C

STASIUN
D

Gambar Konfugarasi dengan Hub


5. Tree:
Tidak semua node mempunyai kedudukan yang sama. Node yang kedudukannya lebih tinggi
"menguasai" node dibawahnya. Jaringan sangat tergantung pada node tertentu terutama pada
node yang kedudukannya tertinggi. Karena itu juga dapat disebut sebagai "hierachical
topology", sedang yang lainnya kedudukan semua node sama disebut sebagai "peer
topology".
b. Teknik Penyaluran sinyal:
Menunjukkan cara penyaluran sinyal dalam saluran transmisi. Teknik transmisi yang digunakan
baseband (sinyal digital) dan broadband (sinyal analog pada tingkat RF). Dalam penyaluran sinyal
perlu diperhatikan masalah daya dari sinyal untuk mencegah timbulnya gangguan seperti
timbulnya sinyal harmonik. Teknik penyaluran data yang umum dipakai:

Baseband:
Dengan cara ini umumnya data dikirimkan dalam bentuk pulsa digital setelah melalui proses
encoding. Hanya satu sinyal dalam sesaat yang dapat memakai media transmisi, sehingga
hanya ada satu kanal komunikasi. Mudah implementasinya sehingga sebagian besar LAN
mempergunakan cara ini seperti 10BASET, 100BASET dan sebagainya.

Broadband:
Data selalu dimodulasi terlebih dulu sebelum dikirimkan seperti FDM. Jarak yang
dicapainya dapat jauh sekali dan dapat mencampur data, gambar (video) maupun suara
(voice) dalam pengirimannya. Implementasinya lebih sukar dan memerlukan peralatan yang
lebih canggih dari pada baseband, sehingga menjadi lebih mahal. Spektrum dari media
transmisi dapat dibagi-bagi sesuai dengan kebutuhan. Broadband adalah unidirectional
sehingga sinyal hanya merambat ke satu arah. Untuk mendapatkan hubungan yang full
duplex harus ada dua saluran data.

c. Media Transmisi:
8

Pada dasarnya segala media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektro
magnetik dapat dipergunakan sebagai media transmisi pengiriman data di dalam suatu LAN.
Tetapi yang paling banyak dipergunakan adalah kabel twisted pair, coaxial, serat optik dan
gelombamng elektromaknetiks.

Twisted Pair Cable:


Media ini yang paling mudah dipergunakan dan juga yang paling murah. Jenis twisted pair
yang paling umum adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Dapat melayani transmisi data
dengan kecepatab yang sangat tinggi yaitu 100 Mbps ke atas untuk jarak tertentu.

Kabel Coaxial:
Tidak begitu banyak dipakai lagi karena UTP telah dapat mengatasi masalah kecepatan
transmisi data. Kabel koaxial tidak begitu mudah pemasangannya dan agak mahal.

Serat Optik:
Media ini merupakan media pilihan bilamana kecepatan yang dikehendaki tinggi ataupun
lebar pita harus besar. Jarak jangkaunya juga lebih jauh dibandingkan dengan UTP sehingga
sering dipergunakan sebagai backbone bagi jaringan korporat atau kampus. Instalasi tidak
terlalu mudah dan harganya masih relatif mahal. Tidak terpengaruh oleh lingkungan seperti
derau (noise) sehingga dapat dikatakan "error free".

Gelombang Mikro (Microwave):


Teknik

selular

memungkinkan

penggunaan

gelobang

mikro

secara

ekonomik.

Perkembangan teknik multiplre access CDMA meningkatkan kapasitas dan kecepatan


transmisi data sehingga penggunaan medium elektromaknetik makin meluas. Keuntungan
medium ini adalah cakupan yang tidak bergantung pada geografi dan kemungkinan
mobilitas dalam melakukan komunikasi.
d. Metode akses:
Untuk mengakses media transmisi diperlukan cara pengaturannya karena penggunaan
bersama saluran komunikasi yang jumlahnya terbatas. Suatu saluran di dalam LAN dapat
dipergunakan oleh suatu node untuk berhubungan dengan node yang lain. Topologi bus/star
merupakan topologi yang paling sukar dalam menentukan metode aksesnya. Ada berbagai macam
metode yang dipergunakan, antara lain:

CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection)


- Token Bus
- Token Ring
- TDMA (Time Division Multiple Access)
- Polling
Dari berbagai metode akses yang tersedia metode yang menonjol penggunaannya adalah

CSMA/CD. Teknik kendali akses media ini menggunakan prinsip contention. Dalam prinsip
9

contention maka semua stasiun yang hendak mengirimkan informasi ke stasiun yang lain
berlomba untuk mendapatkan saluran yang diperlukan. Tiap stasiun akan memantau jaringan
untuk melihat ada tidaknya transmisi yang dilakukan oleh stasiun lain. Bila ada stasiun yang
sedang mengirimkan data, stasiun ini harus menunda keinginan untuk mengirimkan informasinya
sampai stasiun yang sibuk tadi selesai. Tiap stasiun yang mengirimkan informasi ke dalam
jaringan akan menunggu konfirmasi dari penerima. Bilamana konfirmasi diterima maka
diketahui bahwa informasi telah diterima dengan baik Bila ada dua atau lebih stasiun yang
mengirimkan informasi melalui saluran transmisi maka akan terjadi gangguan disebabkan
terjadinya tabrakan (collision). Transmisi dihentikan dengan cara mengirimkan sinyal jamming
untuk memberitahu semua stasiun, sehingga saluran dapat bebas. Setelah waktu tertentu (back off
time) tiap stasiun boleh mencoba menduduki saluran lagi. Hal ini dilakukan sampai saluran yang
dikehendaki didapatkan. Perbedaan tengggang waktunya dari tiap stasiun memberikan
kemungkian keberhasilan dalam pendudukan saluran untuk transmisi informasi ini, kecuali bila
kesibukan medium akses ini tinggi sekali. Metode akses ini digunakan oleh protokol Ethernet
yang kemudian menjadi dasar standard LAN IEEE 802.3.
Token Ring menggunakan suatu token yang diedarkan ke semua node yang ada dalam ring.
Setiap stasiun akan memeriksa apakah ada data yang ditujukan kepadanya atau tidak. Kalau
semua stasiun menganggur (idle) maka token tersebut disebut sebagai token bebas . Stasiun yang
ingin mengirimkan data, harus menunggu sampai sebuah token tiba padanya. Token tersebut
diubah menjadi token sibuk, informasi segera disalurkan bersamanya. Setiap stasiun akan
memeriksa apakah ada data yang ditujukan kepadanya. Bila ada ia akan mengambil data tersebut
dan meneruskan token tersebut ke node berikutnya, demikian pula bila hendak mengirim data ia
akan memasukkan data ke dalam token tersebut. Jelaslah bahwa setiap data yang dikirimkan
haruslah memiliki alamat yang dituju. Bila token"yang berisi informasi tersebut telah kembali ke
node pengirim. node ini harus mengembalikannya kembali menjadi token. Sebuah free token
akan diberikan pada ring bilamana stasiun telah menyelesaikan transmisi informasi, token busy
sudah kembali ke stasiun. Kelemahannya ialah lebih lambat karena token harus beredar ke semua
stasiun meskipun tidak semuanya memerlukannya. Kelambatan akan nyata sekali bila LAN
dalam keadaan sibuk. Standar IEEE 802.5 memberikan spesifikasi Token ring ini. Dalam token
ring dapat timbul kejadian seperti tidak ada token beredar atau token selalu sibuk. Untuk
mengatasi hal ini maka sebuah stasiun ditunjuk sebagai pemantau token.
4. PROTOKOL
IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) Commputer Society sangat giat
dalam usahanya memberikan standard untuk LAN. Sebagai hasilnya dikeluarkan beberapa macam
ketentuan baku untuk LAN mengenai kendali akses (access control) dan topologi kabel fisiknya.
Selain itu juga telah berhasil ditentukan sebuah protokol yang memberikan interface ke
tingkatan pelayanan komunikasi yang lebih tinggi. Standard IEEE yang dikenal untuk LAN antara
10

lain IEEE 802.3 CSMA/CD, IEEE 802.4 Token Bus dan IEEE 892.5 Token Ring. Protokol LAN
yang menggunakan gelombang elektromaknetik untuk metode aksesnya yang telah dibakukan
adalah IEEE802.11b. Selain LAN dengan ketentuan baku IEEE tersebut masih terdapat beberapa
macam LAN yang menggunakan ketentuan lain seperti Ethernet, Hyperbus, dan lain-lain.
Standard IEEE802.x ini membagi data link layer menjadi Logical Link Control (LLC) dan
Medium Access Control (MAC) sublayer. LLC memberikan protokol yang tidak tergantung pada
media untuk transmisi dan layer network. Sublayer ini menyediakan layanan connection oriented
maupun connectionless ke layer network. Untuk layanan connection oriented, LLC harus
membentuk rangkaian virtual sebelum memulai pengalihan service data unit dan menyediakan
kemampuan mengurutkannya, kendali aliran serta error recovery.melalui sambungan yang telah
dibentuk. Layanan connectionless hanya memerlukan cara penyampaian informasi baik secara point
to point, multicast maupun broadcast. Layanan connectionless digunakan bila fungsi seperti error
recovery dan sequencing diberikan pada layer yang lebih tinggi. LLC melakukan interpretasi dari
Protokol Data Unit (PDU) yang diterima dan membuat PDU untuk menjawab dan memberikan
konfirmasi. IEEE 802.2 mendefinisikan fungsi LLC.
MAC ada di antara LLC dan layer fisik dan bertugas memberikan akses ke jaringan.
Pembentukan frame maupun pembongkarannya dilakukan juga disini. Oleh karena LAN
menyalurkan informasi melalui medium fisik dan tidak perlu mengadakan routing, maka layer yang
terlibat hanyalah layer 1 dan layer 2. MAC adalah sublayer sangat penting pada LAN karena dasar
komunikasi LAN adalah broadcast atau multi access channel. Sublayer ini mendefinisikan format
dari frame dan strategi akses ke media transmisi. Standard yang umum dipakai ialah IEEE 802.3
CSMA/CD, IEEE 802.4 Token Bus, IEEE 802.5 Token Ring.
Protokol baku yang digunakan bagi LAN ialah:

IEEE 802.1 mendefinisikan primitf yang digunakan,

IEEE 802.2 Protokol LLC

IEEE 802.3 Protokol MAC dengan cara akses akses CSMA/CD

IEEE 802.4 Protokol MAC dengan cara akses Token Passing Bus

IEEE 802.5 Protokol MAC dengan cara akses Token Ring.

5. PROTOKOL BAKU SUBLAYER MAC


Protokol IEEE 802.5
Merupakan standard MAC yang lebih dikenal sebagai Token Ring. Setiap stasiun
mempunyai sebuah ring interface. Sebuah ring terdiri atas ring interface yang disambungkan secara
point-to-point. Ring tersebut akan mengkopy 1 bit yang be buffer kemudian dikirimkan ke ring
kembali dengan demikian setiap stasiun secara aktif melalukan sinyal digital ke stasiun selanjutnya.
Setiap stasiun secara fisik tersambung pada 2 stasiun lain dan menerima sinyal dari sebuah stasiun
serta meneruskannya ke stasiun selanjutnya. Tiap stasiun akan melakukan regenerasi pada sinyal
11

yang diterimanya. Kesempatam menduduki saluran diberikan melalui token. Token merupakan
paket khusus yang beredar dalam ring. Tiap antarmuka pada stasiun harus mendeteksi token lalu
memutuskan untuk melanjutkannya atau mengirimkan data. Stasiun yang ingin mengirimkan data
akan mengeluarkan token tesebut dari ring.
Ring interface beroperasi dalam mode Listen dan Transmit. Bit yang disalurkan akan
kembali ke pengirim setelah berputar melalui ring sehingga pengirim dapat memeriksanya kembali.
Stasiun yang telah selesai mengirimkan data harus memberikan token kembali. Sebuah stasiun dapat
menahan token selama 10 msec. Delay time biasanya hanya 1 bit (Latency stasiun 1 bit). Total delay
time dari ring (walk time) tergantung dari banyaknya statsiun. Untuk sinkronisasi paket digunakan
"non data" signalling yaitu ditandai dengan tidak adanya transisi pada pertengahan bit. "Non data J"
mempunyai polaritas sama dengan trailing edge dari sinyal sebelumnya dan "non data K"
berpolaritasnya kebalikannya. Sebagai media transmisi IEEE 802.5 menggunakan STP (Shielded
Twisted Pair) dan sinyal yang dipakai ialah differential Manchester encoding. Format Token dari
Token Ring adalah sebagai berikut:

Start Delimiter

Access Control
End Delimiter

R
E

P
1

Start Delimiter:
1 oktet untuk menunjukkan awal dari paket dan mengandung invalid Differential Manchester
code.
Access Control:
menunjukkan apakah paket tersebut token atau informasi.
P: menunjukkan proritas 3 bit
T: kalau 0 paket ini token
M: Monitor bit untuk menjaga agar token berprioritas tinggi tidak beredar terus
R: stasiun berprioritas tinggi meminta agar token diberikan kembali dengan prioritas tinggi
End Delimiter:
1 oktet untuk menunjukkan akhir dari token dan dapat mem-berikan indikasi adanya error ke
pengirim. Tugas bit:
I: menunjukkan transmisi multiple paket
E: terjadi kesalahan
Data yang telah siap dikirimkan akan dibentuk menjadi sebuah paket informasi dengan
pemberian paket control, dan address yang sesuai lalu ditempatkan pada sebuah queue. Bilamana
sebuah token tiba dengan prioritas yang sesuai maka token tersebut diubah menjadi sebuah paket
12

informasi. Stasiun sekarang mengirimkannya paket tersebut. Stasiun yang mengenali alamatnya
akan menyimpan informasi tersebut ke dalam buffernya dan mengirimkan ke stasiun berikutnya.
Pengirim akan meng-abaikan semua sinyal masuk sampai ia menerima paket aslinya. Sebuah token
baru akan dikeluarkan bersama dengan fill bits sampai ia menerima token baru tersebut atau paket
pengiriman baru. Bilamana terjadi time out misalnya karena token terganggu maka stasiun yang
mempunyai data untuk dikirim akan membangkitkan token dengan terlebih dahulu mengirimkan
paket informasinya dan kemudian mengakhirinya dengan membuat token baru. Format frame data:

DEST.
LSAP
ADDRESS

SOURCE
LSAP
ADDRESS

CONTROL

DATA

Starting delimiter
sama seperti pada Token
Access Control
sama seperti pada Token, hanya bit T yang berbeda. Bit tersebut menjadikannya sebuah paket
data
End delimiter
sama seperti pada Token
Paket control
membedakan data paket dan berbagai control paket.
Data field
maksimum 133 oktet
FCS:
dihitung mulai dari paket control oktet sampai dengan data
FS
menunjukkan pada pengirim bahwa data telah diambil
Protokol IEEE 802.3
Menggunakan CSMA/CD untuk mengakses media transmisi. Protokol ini memungkinkan transmisi
data dengan kecepatan 10 Mbps melalui saluran koaksial sepanjang 500 m (yang disebut satu segment).
Untuk menanbah jangkauannya dapat digunakan Repeater. Sebuah sistem dapat terdiri atas 5 segment
sehingga jangkauan antar stasiun maksimum 2500 m. Stasiun disambungkan ke saluran melalui sebuah
media access unit (MAU). Sebuah stasiun mempunyai NIC (Network Interface Card) untuk disambungkan
ke MAU. MAU bagi CSMA/CD ini biasanya disebut juga Transceiver yang dapat mengirim dan menerima
secara bersamaan (full duplex). Pengiriman informasi oleh stasiun dilakukan dengan cara broadcasting. Pada
saat sebuah stasiun selesai melakukan transmisinya maka stasiun lain baru boleh melakukannya. Terdapat

13

kemungkinan bahwa ada 2 stasiun pada saat yang besamaan melakukan pengirimana sehingga akan terjadi
tabrakan (collision). Kedua stasiun akan mendeteksinya dan berhenti melakukan transmisi. Pengiriman akan
diulang lagi setelah tenggang waktu yang ditentukan secara acak (1-persistent). CSMA/CD mengunakan
sinyal baseband dan dalam hal ini MAU melakukan Manchester Encoding pada sinyal digital yang
disalurkan sehingga adanya tabrakan (collision detection) dapat diketahui. Kalau terjadi tabrakan maka paket
tidak dapat dikenali dan kedua stasiun akan mengeluarkan sinyal jamming (panjangnya 32 bit). EEE 802.3
dengan kabel koaksial mempunyai ukuran framet antara 64 oktet sampai maksimum 1518 oktet. Format
frame IEEE 802.3 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

PREAMBLE

7 OKTET

START DELIMITER

1 OKTET

DESTINATION ADDRESS

2 ATAU 6 OKTET

SOURCE ADDRESS

2 ATAU 6 OKTET

LENGTH
DATA + PAD
FCS

2 OKTET
MIN. 46 OKTET
4 OKTET

Gambar Paket IEEE 802.3


Preamble:
7 oktet dengan pola 10101010 yang sama berturut-turut. Digunakan untuk sinkronisasi
rangkaian fisik. LSB disalurkan terlebih dahulu.
Start Delimiter:
satu oktet dengan pola 10101011 untuk menunjukkan awal paket dan untuk sinkronisasi
paket. LSB disalurkan terlebih dahulu.
Destination address:
2 atau 6 oktet (Ethernet) untuk menunjukkan tempat tujuan, juga terdapat alamat untuk
fasilitas multicast (bit pertama = 0 menunjukkan single stasiun atau multiple address bila bit
pertama = 1) dan broadcast. Bit 46 menunjukkan address alamat itu lokal atau global.
Source Address:
2 oktet atau 6 oktet untuk menunjukkan originating stasiun
Length:

14

2 oktet menunjukkan banyaknya oktet dari data. Paket ukuran minimum 64 oktet dan
maksimum 1518 oktet dihitung dari address tujuan sampai dengan FCS. Digunakan pad
agar unkuran paket minimum 64 oktet.
FCS:
4 oktet yang digunakan unuk pemeriksaan kesalahan dihitung sesudah start delimiter.
Di dalam perkembangannya ternyata standard yang paling banyak dipakai ialah Ethernet. IEEE 802.3
dikembangkan atas dasar Ethernet. Perbedaannya hanyalah dalam panjang Informasi. Ethernet tidak dapat
lebih dari 1500 oktet, sedangkan 802.3 dapat lebih besar dari 1500 oktet. Sinyal yang sekarang umum
digunakan adalah baseband dan media transmisinya ialah UTP. Ketentuan baku Ethernet yang digunakan
secara luas ialah:
-

10BaseT
Secara fisik tiap komputer dihubungkan dalam bentuk topologi star menuju ke sebuah perangkat
keras yang dikenal dengan nama 10BaseT Hub. Hub berfungsi sebagai transceiver bagi semua
komputer yang tersambung padanya. Tiap komputer akan menggunakan kabel UTP dengan konektor
RJ45 pada kedua sisinya. NIC hanya mengolah frame yang ditujukan padanya. Panjang kabel
maksimum dari komputer ialah 100 m bila kecepatan maksimum 10 Mbps. 10Base T menggunakan
4 pasang kabel UTP, 2 pasang untuk mengirimkan dan 2 pasang lagi untuk menerima. Kabel UTP

yang digunakan kategori 3 atau kategori 5.


100BaseT (Fast Ethernet)
Menggunakan twisted pair untuk kecepatan maksimum 100 Mbps. 100BaseT menggunakan
topologi fisik sama seperti 10BaseT demikian pula MAC serta frame formatnya.

Daftar Pustaka

15

https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=11&cad=rja&uact=8&ved=0CBoQFjAAOAo&url=http
%3A%2F%2Frepository.binus.ac.id%2Fcontent
%2FEL323%2FEL32359432.doc&ei=7jB0VeaJCdbd8AXtr4LQDw&usg=AFQjCNGd0IlOtRxacItNyf
W-EQzsXiX97g&sig2=mY_i3A6_RTpKB8lUHzIZTA

16