Anda di halaman 1dari 4

Tromboflebitis Superfisialis

Tromboflebitis Superfisialis menyerang pembuluh darah subkutan di ekstremitas


bawah,penyebab tersering tromboflebitis pada ekstremitas atas adalah infis
intravena,terutama jika memasukan larutan asam dan hipertonik.Tromboflebitis
superfisialis pada ekstremitas bawah biasanya disebabkan oleh varises vena dan
trauma,jika tidak diketahui penyebab pasti tromboflebitis superfisialis harus
dipertimbangkan kemungkinan proses penyakit lain yang mendasari,seperti
penyakit burger atau keganasan.
( Price,2012 )

Perjalanan tromboflebitis superfisialis biasanya jinak dan swarsina.emboli paru


jarang terjadi,tetapi dapat terjadi perluasan trombus ke sistem vena
profunda,teritamma jika trombus berada dekat saluran penghubung utama atau
pada pertemuan natara vena safena dan poplitea atau vena femoralis.
( Price,2012 )

Manifestasi Klinis
Manifestasi khas dari tromboflebitis superfisialis adalah nyeri akut disertai rasa
terbakar dan nyeri tekan permukaan.Tromboflebitis superfisialis biasanya lebih
nyeri dari pada trombosis vena profunda karena ujung ujung saraf kulit
berdekatan dengan letak proses peradangannya.kulit disepanjang vena tersebut
mungkin menjadi eritematosa dan hangat.Mungkin kulit juga terlihat sedikit
bengkak.vena tersebut dapat teraba.Kekakuan vena ini kadang-kadang disebut tali
subkutan,dapat timbul manifestasi sistemik dari peradangan ini,berupa demam
dan malaise.
( Price,2012 )
Pengobatan
Pengobatan tromboflebitis superfisialis berupa meninggkan ekstremitas yang
terserang dan mengompresnnya dengan air hangat.Obat anti radang (seperti
aspirin) dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan meningkatkan kerja
antitrombosis.Kaus kaki penekan atau pembalus elstik dapat mengurangi stasis
dan meningkatkan aliran balik vena dari ekstremitas bawah.Kateter intravena
apapun pada daerah yang terserang harus diambil apabila karakter tersebut
berperan dalam terjadinya tromboflebitis superfisialis.bila tredapat kemungkinan
perluasan penyakit pembuluh darah vena profunda utama,dapat di indikasikan

ligasi atau pemotongan vena superfisialis yang terserang pada persambungan


safenofermoral.
( Price,2012 )

Penyakit vena Tromboembolik


Istilah penyakit tromboembolik mencerminkan hubungan antara trombosis,yaitu
proses pembentukan darah,dan resiko emboli yang selalu ada.Seringkali tanda
pertama trombosis vena adalah emboli paru.hal ini menyebabkan pengobatan
trombosis vena profunda ditekankan pada pencegana emboli.sebagai
akibatnya,kedua proses tersebut saling berkaitan.
( Price,2012 )

Harus ditarik garis perbedaan yang jelas antara tromboflebitis dan flebotrombisis
berdasarkan pada derajat peradangan yang menyertai proses
trombotik.Tromboflebitis ditandai oleh tanda-tanda peradangan
akut.Flebotrombosis menunjukan adanya trombosis vena tanpa tanda dan gejala
peradangan yang jelas.Perbedaan ini dianggap penting dalam menentukan resiko
emboli paru karena perdangan dipercaya meningkatkan daya lekat bekuan darah
pada dinding pembuluh darah,sehingga mengurangi risiko emboli paru. Kini
disadari bahwa tidak dapat membedakan kedua istilah ini dengan
jelas.peradangan biasanya timbul bersama dengan trombosis,karena itu keadaan
ini hanya menunjukan perbedaan derajat proses yang sudah lebih dahulu
terjadi.selain itu emboli paru menjadi resiko,walaupun tidak ada manifestasi
trombosis vena.
( Price,2012 )

Istilah tromboflebitis superfisial adalah istilah yang lebih di sukai untuk


menunjukan peradangan vena vena superfisial.Istilah trombosis vena profunda
lebih di sukai untuk penyakit tromboembolik pada vena profunda ekstremitas
bawah . proses tromboembolik pada vena yang superfisial memiliki manifestasi
dan ciri peradangan yang lebih berat dibandingkan dengan proses tromboembolik
pada sistem vena profunda.tromboflebitis superfisial dan trombosis vena
profunda.
Patofisiologi

Mekanisme pasti mengenai keadaan yang mengawali terjadinya trombosis tiga


kelompok faktor pendukung yang dikenal sebagai trias virchow,lazim dijumpai :
a.stasis aliran darah
b.cedera endotel
c hiperkoagulabilitas darah.
Kontribusi relatif dari setiap faktor dan bagaimana hubungan antara faktor-faktor
tersebut masih dalam perdebatan.
Stasis atau lambatnya aliran darah merupakan predposisi untuk terjadinya
trombosis dan tampak nya menjadi faktor pendukung pada keadaan imobilisasi
saat anggota gerak tidak dapat dipakai untuk jangka waktu lama.Imobilisasi
( seperti yang timbul ) selama masa perioprasi atau pada paralisasi )
menghilangkan pengaruh pompa vena perifer meningkatkanstagnasi dan
pengumpulan daah di ekstremitas bawah.Diusulkan bahwa stasis darah di belakan
daun katup vena dapat menyebabkan penumpukan trombosit dan fibrin,yang
mencetuskan perkembangan trombosis vena.
( Price,2012 )

Walaupun cedera endotel diketahui dapat mengawali pembentukan trombus,lesi


yang nyata tidak selalu ditunjukan.tetapi perubahana endotel yang tidak jelas,yang
disebabkan oleh perubahan kimiawi,iskemia atau anoksia,atau peradangan dapat
terjadi.penyebab kerusakan endotel yang jelas adalah trauma langsung pada
pembuluh darah ( sperti fruktur dan cedera jaringan lunak ) dan infus intravena
atau zat-zat yang mengiritasi ( seperti kalium klorida,kemoterapi atau antibiotik
dosis tinggi ).
( Price,2012 )

Hiperkoagulabilitas darah bergantung pada interaksi kompleks antara berbagai


macam variabel,ternasuk endotel pembuluh darah,faktor faktor pembekuan dan
trombosit,sistem fibrinolitik intrinsik menyeimbangkan sistem pembekuan
melalui lisis dan disolusi bekuan untuk mempertahankan patensi
vaskular.Keadaan hiperkoagulasi timbul akibat perubahan salah satu variabel
ini.kelainan hematologis,keganasan,trauma,terapi esterogen,atau pembedahan
dapat menyebabkan kelainan koagulasi.
( Price,2012 )

Trombosis vena apapun rangsangan yang mendasarinya akan meningkatkan


resistensi aliran vena dari ekstremitas bawah.dengan meningkatnya
resitensi,pengosongan vena akan erganggu,menyebabkan peningkatan volume dan
tekanan darah vena.Trombosis dapat melibatkan kantong katup dan merusak
fungsi katup.katup yang tidak berfungsi atau inkompeten mempermudah
terjadinya stesis dan penimbunan darah di ekstremitas .
( Price,2012 )

Trombosis akan semakin menadi semakin terorganisis dan melekat pada dinding
pembuluh darah apabila trombus semakin matang.Sebagai akibatnya,resiko
embolisasi menjadi lebih besar pada fase-fase awal trombosis,namun demikian
ujung bekuan tetap dapat terlepas dan menjadi emboli sewaktu fase
organisasi.selain itu,perluasan trombus dapat membentuk ujung yang panjang dan
beabs,dan dapat lepas menjadi emboli yang menuju sirkulasi paru.perluasan
progesif juga meningkatkan derajat obstuksi vena dan melibatkan daerah-daerah
tambahan dari istem vena.Pada akhirnya,patensi lumen mungkin distabilkan
dalam derajat tertentu ( atau direkanalisasi dengan retraksi bekuan dan lisis
melalui sitem fibrinolitik endogen.Sebagai besar pasien memiliki lumen yang
terbuka tapi dengan daun katup terbuka dan jaringan parut,yang menyebabkan
aliran vena dua arah.
( Price,2012 )

Price sylvia A.and Willson Lorraine M.2012 .Patofisiologi Konsep Klinis Prosesproses penyakit.EGC : Jakarta