Anda di halaman 1dari 3

Lesson & Learn Film Mad Money

Muhammad Aliza Shofy 125020307111043


Identifikasi Skema Penipuan (pencurian)
Bridget punya akses ke hampir semua ruangan. Jadi, dia bertugas menggantikan gembok
di gerobak kereta uang dengan gembok baru pada salah satu gerobak uang. Lalu dia
memberitahukan nomor gerobak itu kepada Jackie ketika dia datang menjemput gerobak uang
yang baru untuk dihancurkan oleh Nina. Sambil menunggu lift, Jackie akan membuka gembok
gerobak uang dan memasukkan beberapa bundel ke tong sampah, baru mengantarkan sisanya ke
Nina. Brigdet kemudian datang mengambil kantong sampah itu, karena memang itulah
tugasnya.
Nina sudah memiliki kunci cadangan untuk gembok itu, maka dia bisa membukanya.
Kemudian menempatkan kembali gembok yang lama pada tempatnya. Di akhir jam kerja mereka
mereka akan membagi-bagikan uang itu di toilet dan menyembunyikannya di pakaian dalam
mereka. Lalu keluar kantor dengan tenang. Keberhasilan yang pertama itu membuat mereka
sangat gembira. Masing-masing mereka mendapatkan 33.000 dollar
Identifikasi Pelaku Penipuan
Sejumlah faktor yang mencirikan pelaku penipuan, termasuk posisinya dalam perusahaan, kolusi
dengan pihak lainnya, gender, umur, serta pendidikan.
1. Gender, walaupun gambaran demografis berubah, terdapat lebih banyak pria daripada
wanita yang menempati posisi berotoritas dalam perusahaan, hingga memberikan pria
akses yang lebih besar kepada aktiva tetapi tidak dipungkiri juga bahwa pelaku bergender
wanita juga bias melakukan kecurangan.
2. Posisi. Mereka yang berada dalam posisi yang paling tinggi memiliki akses terbesar atas
dana dan aktiva perusahaan, tetapi terkadang posisi paling rendah yang memiliki akses
dan kurang dikontrol juga akan dapat memberikan kesempatan dalam berbuat curang.
3. Umur. Dalam melakukan kecurangan umur setiap individu tidak menjamin kesetiaan dan
kejujuran terhadap perusahaan. Setiap inidividu walaupun berbeda umur dapat
dimungkinkan melakukan kecurangan walaupun sudah lama bekerja di perusahaan
tersebut.
4. Pendidikan. Umumnya, mereka yang memiliki pendidikan lebih tinggi menempati posisi
yang lebih tinggi dalam perusahaan, dan walaupun bekerja di posisi yang rendah dalam
perusahaan mereka yang berpendidikan tingi dapat memanfaatkan kemampuan mereka
untuk berbuat curang.
5. Kolusi. Salah satu alasan untuk memisahkan kewajiban pekerjaan adalah untuk
menghindari adanya peluang yang dibutuhkan oleh pelaku untuk melakukan penipuan.
Ketika orang-orang dalam posisi yang penting berkolusi, mereka menciptakan peluan
untuk mengendalikan atau mendapatkan akses ke berbagai aktiva, yang tidak mungkin
terjadi jika tidak berkolusi.

Dimensi fraud Diamond


1. Tekanan
Pada film disini semua pelaku (tokoh) mempunyai tekanan finansial dalam
kehidupannya. Pelaku Bridget mempunyai tekanan finansial untuk melunasi hutanghutang keluarga dan memperbaiki kembali kehidupannya. Pelaku Nina mempunyai
tekanan finansial untuk menyekolahkan anak-anaknya agar memperoleh pendidikan yang
lebih baik. Sedangkan pelaku Jackie mempunyai tekanan finansial untuk membangun
masa depan kehidupan dengan kekasihnya.
2. Kesempatan
Sebagai janitor, Bridget punya akses ke hampir semua ruangan. Pada suatu saat dia
mengetahui celah keamanan melalui cctv yang ia saksikan. Dia menemukan cara untuk
membobol suatu system keamanan dengan bekerjasama dengan beberapa orang yang
bersangkutan.
3. Rasionalisasi
Disini pelaku menganggap uang yang mereka curi tidak akan merugikan siapapun karena
uang yang dicuri adalah uang using yang akan dihancurkan.
4. Kemampuan
Pada film ini semua pelaku mempunyai kemampuan untuk melakukan kejahatan itu.
Disini kemampuan mereka adalah mampu dengan tenang dan membuat rencana
pencurian yang sempurna. Mereka telah mengetahui seluk beluk keamanan dan sudah
berulang kali melakukannya. Mereka masing-masing menjalankan peran kejahatan
dengan sangat professional tanpa diketahui oleh pihak keamanan. Mereka telah
merencanakan dengan matang kejahatan yang mereka lakukan. Bahkan pada saat mereka
disituasi genting karena kesalahan teknis mereka dapat mengatasi masalah mereka
dengan lancer.
Pembelajaran dalam pengendalian internal
Pembuatan dan pemeliharaan sistem pengendalian internal adalah kewajiban pihak manajemen
yang penting. Hal yang mendasar bagi pihak manajemen dalam menyediakan informasi adalah
memberikan jaminan yang wajar bahwa perusahaan dikendalikan dengan baik. Para auditor
internal adalah partisipan utama dalam memastikan kecukupun pengendalian.
Dalam pengendalian internal auditor internal harus membuat rencana organisasi dan
metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan
andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian
dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Sistem pengendalian internal terdiri atas berbagai
kebijakan, praktik, dan prosedur yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai empat tujuan
umum, yaitu:
1.
Menjaga aktiva perusahaan.
2.
Memastikan akurasi dan keandalan catatan serta informasi akuntansi.
3.
Mendorong efisiensi dalam operasional perusahaan.
4.
Mengukur kesesuaian dengan kebijakan serta prosedur yang ditetapkan oleh pihak
manajemen.

Prosedur-prosedur pengendalian khusus yang digunakan dalam sistem pengendalian internal dan
pengendalian manajemen mungkin dikelompokkan menggunakan empat kelompok pengendalian
internal berikut ini:
1. Pengendalian untuk Pencegahan, Pengendalian untuk Pemeriksaan, dan Pengendalian
Korektif .
2. Pengendalian umum dan Pengendalian aplikasi.
3. Pengendalian Administrasi dan Pengendalian Akuntansi.
4. Pengendalian Input, proses, dan output .
Dengan monitoring, auditor internal bisa mengetahui kualitas sistem pengendalian internal dan
operasi sesuai dengan diinginkan. Hal ini bisa dilakukan dengan prosedur yang terpisah dan
pengujian pengendalian oleh auditor. Monitoring dengan memanfaatkan sistem komputer yang
terintegrasi dengan operasional rutin bisa memberikan laporan manajemen yang menunjukkan
baik tren maupun kondisi normal dan yang tidak seharusnya yang terjadi. Seperti dalam film
mad money sudah menerapkan monitoring dengan menggunakan cctv ataupun jangkauan akses
setiap karyawan. Namun monitoring harus diperkuat lagi dengan inpeksi rutin yang tidak
mengandalkan teknologi tetapi juga harus dengan pendekatan humanis.
Oleh karena itu harus dibuat aktivitas pengendalian berupa kebijakan dan prosedur untuk
memastikan tindakan yang tepat dilakukan untuk merespon resiko yang diidentifikasi. Aktivitas
pengendalian bisa dibedakan menjadi 2 kategori :
1. Pengendalian teknologi informasi meliputi pengendalian umum seperti akses terhadap
pusat data, pengembangan sistem dan perawatan program komputer, dan pengendalian
aplikasi meliputi integritas dari sistem untuk memastikan output dari setiap subsistem
sesuai.
2. Pengendalian fisik adalah pengendalian terhadap aktivitas manusia dalam lingkungan
system perusahaan.