Anda di halaman 1dari 24

SKIZOAFEKTIF DAN

PENANGANANNYA

ANIN DARAYANI AYUB


C11111369

DEFINISI
Menurut DSM IV dan PPDGJ
Ganggua
n
Skizoafek
tif

Skizofreni
a

Ganggua
n afektif

Terjadi secara
bersamaan

Sejarah
Tahun 1913: George H Kirby
Tahun 1921: August Hoch
menggambarkan pasien dengan ciri
campuran skizofrenia dan gangguan
afektif (mood)
Tahun 1933: Jacon
Kasanin
Istilah Gangguan
Skizoafektif

EPIDEMIOLOGI

Etiologi
Kemungkinan Penyebab :

Genetik

Ketidakserimbang
an
neurotransmiter

Anggota keluarga skizofrenia


Anggota keluarga gangguan
mood
Anggota keluarga Skizoafektif
Resiko terpapar stressor

Faktor lainnya: situasi


dan stressor

Faktor
Resik
o

Patofisiologi
O Patofisiologi yang akurat belumlah

dibuktikan , namun penelitian


mengatakan bahwa gangguan
skizoafektif melibatkan
ketidakseimbangan neurotransmiter
di dalam otak
O Abnormalitas pada kadar serotonin,
norepinefrin, dan dopamine yang
berperan dalam gangguan ini.

Gambaran Klinis

Ganggun Skizoafektif
A. Suatu periode penyakit yang berkesinambungan selama
suatu waktu , terdapat(DSM-IV)
salah satu episode depresi mayor,

episode manik, atau episode campuran yang terjadi bersamasama dengan gejala yang memenuhi kriteria A Skizofrenia.
Catatan : Episode depresi mayor harus termasuk kriteria A1 : mood
terdepresi
B. Selama periode penyakit yang sama, terdapat waham atau
halusinasi selama paling kurang 2 minggu tanpa gejala mood yang
menonjol
C. Terdapat gejala yang memenuhi kriteria suatu episode mood untuk
bagian besar durasi total periode aktif dan residual dari penyakit
D. Gangguan bukan karena efek fisiologis langsung dari zat (misalnya
penyalahgunaan zat, pengobatan) atau suatu kondisi medis umum
Sebutkan tipe :
Tipe Bipolar : Jika gangguan termasuk suatu episode manik atau
campuran ( atau suatu episode manik atau campuran dan episode
depresi mayor)
Tipe depresi : Jika gangguan hanya termasuk episode depresi
mayor

Skizofrenia (DSM-IV) A
A. Gejala karakteristik : Dua (atau lebih) dari yang berikut
ini masing-masing ditemukan pada bagian waktu yang
bermakna selama periode 1 bulan (atau kurang jika
berhasil diobati)
Waham
Halusinasi
Bicara kacau (misalnya sering menyimpang atau
inkoheren)
Perilaku kacau atau katatonik yang nyata
Gejala negatif yaitu, pendataran afek, alogia, avolisi
Catatan : Dibutuhkan hanya satu kriteria A jika waham
bizar atau halunasi tediri dari suara yang terus
menerus mengomentari perilaku atau pikiran
seseorang atau dua atau lebih suara yng berbincang
satu dengan lain nya.

Gangguan Skizoafektif
Diagnosis gangguan PPDGJ
skizoafektif hanya
dibuat apabila
III
gejala-gejala definitif adanya skizofrenia dan gangguan

afektif sama-sama menonjol pada saat yang bersamaan


(simultaneously) atau dalam beberapa hari yang satu
sesudah yang lain, dalam satu episode penyakit yang
sama, dan bilamana sebagai konsekuensi dari ini, episode
penyakit tidak memenuhi kriteria baik skizofrenia maupun
episode manik atau depresif
Tidak dapat digunakan untuk pasien yang menampilkan gejala
skizofrenia dan gangguan afektif tetapi dalam episode
penyakit yang berbeda
Bila seorang pasien skizofrenik menunjukkan gejala depresif
setelah mengalami suatu episode psikotik, diberi kode
diagnosis F20.4 (depresi pasca skizofrenia). Beberapa pasien
dapat mengalami episode skizoafektif berulang, baik berjenis
manik (F25/0) maupun depresif (F25.1) atau campuran dari
keduanya (F25.2). Pasien lain mengalami satu atau dua
epsode skizoafektif terselip diantara episode manik atau
depresif (F30- F33).

F.25.0 Skizoafektif Tipe


Manik
Kategori ini digunakan baik untuk episode

skizoafektif tipe manik yang tunggal maupun


untuk gangguan berulang dengan sebagian
besar episode skizoafektif tipe manik.
Afek harus meningkat secara menonjol atau
ada peningkatan afek yang tidak begitu
menonjol dikombinasi dengan iritabilitas atau
kegelisahan yang memuncak.
Dalam episode yang sama harus jelas ada
sedikitnya satu, atau lebih baik lagi dua, gejala
skizofrenia yang khas (sebagaimana ditetapkan
untuk skizofrenia, F20 pedoman diagnostik (a)
sampai dengan (d).

F.25.1 Skizoafektif Tipe


Depresif
Kategori ini harus dipakai baik untuk episode

skizoafektif tipe depresif yang tunggal, dan untuk


gangguan berulang dimana sebagian besar
episode di dominasi oleh skizoafektif tipe
depresif.
Afek Depresif harus menonjol, disertai oleh
sedikitnya dua gejala khas, baik depresif maupun
kelainan perilaku terkait seperti tercantum dalam
uraian untuk episode depresif.
Dalam episode yang sama, sedikitnya harus jelas
ada satu, dan sebaiknya ada dua , gejala khas
skizofrenia (sebagaimana ditetapkan dalam
pedoman diagnostik skizofrenia F20 (a) sampai
(d)).

F.20 Skizofrenia (a)-(d)


Harus ada sedikitnya
satu gejala
berikut ini yang
PPDGJ
III
amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila

gejala-gejala itu kurang jelas) :


(A).- Thought Echo = Isi pikiran dirinya sendiri yang
berulang atau bergema dalam kepalanya dan isi pikiran
ulangan, walaupun isi sama namum kuallitas berbeda atau
Thought Insertion or Withdrawal = Isi pikiran yang
asing dari luar masuk kedalam pikirannya (insertion) atau
isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya
(withdrawal).
Thought Broadcasting = Isi pikirannya tersiar keluar
sehingga orang lain atau umum mengetahuinya.

(a)-(d)
(B) Delusion of Control = Waham tentang dirinya
dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari
luar.
Delusion of Influence = Waham tentang dirinya
dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar.
Delusion of Passivity = Waham tentang dirinya
tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan
dari luar.
(Tentang Dirinya = secara jelas merujuk ke
pergerakkan tubuh atau anggota gerak atau
kepikiran , tindakan, atau penginderaan khusus)
Delusional Perception = Pengalaman inderawi
yang tak wajar yang bermakna sangat khas bagi
dirinya, biasanya bersifat mistik atau mukjizat

(a)-(d)
(C) Halusinasi Auditorik :
Suara Halusinasi yang berkomentar
secara terus menerus terhadap perilaku
pasien atau
Mendiskusikan perihal pasien diantara
mereka sendiri ( diantara berbagai suara
yang berbicara) atau
Jenis suara halusinasi lain yang berasal
dari salah satu anggota tubuh
(D) Waham-waham Menetap Jenis lainnya,
yang menurut budaya setempat dianggap
tidak wajar dan sesuatu yang mustahil

Temuan Klinis
Penampilan rapi/berantakan
Kontak mata meningkat / menurun
Ekspresi wajah normal / sedih/ senang
Mood depresi/ manik/ euthym
Bicara miskin ide / berlebih

Ide bunuh diri / tidak

Ide pembunuhan

Orientasi dan kesadaran

Konsentrasi

Diagnosa banding
O Skizofrenia
O Gangguan mood depresif atau manik

atau bipolar
O Penyalahgunaan amfetamin dan
phencyclidine (PCP)

Terapi

Target : Menghilangkan gejala psikotik dan gejala


afektif (depresi atau manik)

Psikofarmaka

Psikoterapi

Psikofarmaka

Psikoterapi
Pasien sebaiknya mendapatkan terapi yang
melibatkan keluarganya, untuk
perkembangan sosialnya
Psikoterapi terapi supportif dan terapi
komunitas asertif.
Terapi meliputi edukasi tentang
gangguannya,
Peran keluarga pasien dalam pengobatan
serta menjalankan aktivitas sehari-hari.
Peran keluarga dibutuhkan dalam terapi ini

Prognosis

Gangguan Mood

Skizoafektif
Skizofrenia
prognosis pasien
dengan skizoafektif
tipe depresif
menyerupai prognosis

Prognosis lebih buruk :


keadaan premorbid yang buruk,
onset yang perlahan-lahan,
tidak ada faktor pencetus,
Menonjolnya gejala psikotik khususnya
gejala defisit atau gejala negatif,
onset yang lambat ,
tidak ada remisi dan
riwayat keluarga adanya skizofrenia

TERIMA
KASIH