Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

KARAKTERISTIK ARUS TEGANGAN DIODA ZENER

Disusun Oleh :

1.
2.
3.
4.
5.

Anik Masruroh
Alif Risky K
Nur Adhimah
Endang Lutvia N
Ita wulandari

(12030654006)
(12030654010)
(12030654011
(12030654028)
(12030654052)

PENDIDIKAN IPA 2012 A

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI PENDIDIKAN IPA
2015

KARAKTERISTIK ARUS-TEGANGAN DIODA ZENER


ABSTRAK
Telah kami lakukan percobaan Karakteristik Arus-Tegangan Dioda
Zener bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik arus dan tegangan dioda
zener yang terpanjar maju (forward bias) dan terpanjar mundur (reverse bias)
serta menggambar kurva hubungan V-I pada diode zener yang terpanjar maju
dan terpanjar mundur. Metode percobaan yang kami gunakan adalah dengan
merangkai dioda zener, hambatan, dan catu daya sesuai dengan rangkaian dioda
zener terpanjar maju, menyalakan catu daya dengan besar tegangan 3V,
mengukur arus yang ada pada rangkaian dan tegangan pada dioda zener,
mengulangi langkah-langkah di atas untuk input yang berbeda dengan mengubah
nilai resistansi potensiometer, serta mengulangi langkah-langkah di atas pada
rangkaian dioda zener terpanjar mundur. Berdasarkan percobaan dioda zener
terpanjar maju besarnya tegangan hampir sama meskipun resistansi berbeda
yaitu sebesar 0,79 volt. Sedangkan nilai arus pada dioda zener terpanjar maju
besarnya bergantung pada nilai resistansi yang digunakan. Nilai arus terkecil
sebesar 0,55 mA pada resistansi sebesar 4,720 K 5 %, yang merupakan
resistansi terbesar. Dan nilai arus terbesar sebesar 2,35 mA pada resistansi
sebesar 0,859 K 5 %, yang merupakan resistansi terkecil. Sedangkan pada
dioda zener terpanjar mundur nilai tegangan besarnya selalu sama meskipun
besarnya resistansi berubah yaitu sebesar 3,2 volt. Sedangkan besarnya arus juga
selalu sama yaitu sebesar 2 A. Hal tersebut dapat disebabkan karena dioda
mendapatkan tegangan yang melampaui batas sehingga mengalami "tegangan
tembus"(breakdown voltage, serta ketelitian mulitimeter analog yang digunakan
kurang teliti, sedangkan nilai arus yang terukur sangat kecil ( dalam satuan A)
sehingga arus yang terukur dengan multitester sama serta kurang telitinya
pengamat dalam mengukur arus dengan menggunakan multitester. Berdasarkan
kesimpulan dari percobaan yang telah kami lakukan maka hipotesis kami dapat
diterima.

Kata kunci : Dioda zener, forward bias, reverse bias.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah terlepas dari alatalat elektronika, dan hampir semua peralatan elektronika memerlukan
sumber arus searah dan sumber tegangan konstant. Salah satunya yaitu
dioda yang merupakan sebuah komponen yang dapat menyalurkan listrik
kesatu arah. Dan ioda zener adalah salah satu dioda yang memiliki sisi
eksklusif pada daerah breakdown, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai
stabilizer atau pembatas tegtangan. Dioda zener biasanya dipakai untuk
menghasilkan sumber tegangan konstant dari sumber tegangan yang
berubah-ubah, tetapi sering juga digunakan pada rangkaian-rangkaian
pembatas. Sehingga dapat dipergunakan dalam rangkaian pembentuk
gelombang.
Sebuah diode zener juga digunakan sebagai regulator tegangan
shunt, dan regulator tegangan sebagai sebuah kelas sirkuit yang
memberikan sumber tegangan tetap dioda zener mempunyai tegangan lulut
yang sangat tajam pada saat break down, artinya akan terjadi perubahan
arus yang sangat besar, pada perubahan tegangan yang sangat kecil. Daya
dan arus maksimum dioda zener yang diperhatikan agar dioda tidak rusak
akibat perubahan arus yang besar. Oleh karena itu dilakukan percobaan
Karakteristik Arus Tegangan Dioda Zener.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana karakteristik arus dan tegangan dioda zener yang terpanjar
maju (forward bias) dan terpanjar mundur (reverse bias) ?
2. Bagaimana gambar kurva hubungan V-I pada diode zener yang
terpanjar maju dan terpanjar mundur ?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas adapun tujuannya yaitu :
1. Untuk mendeskripsikan karakteristik arus dan tegangan dioda zener
yang terpanjar maju (forward bias) dan terpanjar mundur (reverse
bias)
2. Menggambar kurva hubungan V-I pada diode zener yang terpanjar
maju dan terpanjar mundur

BAB II
DASAR TEORI
A. Pengertian Dioda Zener
Dioda Zener adalah

diode

yang

memiliki

karakteristik

menyalurkan arus listrik mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan


yang diberikan melampaui batas "tegangan tembus" (breakdown voltage)
atau "tegangan Zener". Ini berlainan dari diode biasa yang hanya
menyalurkan arus listrik ke satu arah.
Dioda yang biasa tidak akan mengalirkan arus listrik untuk
mengalir secara berlawanan jika dicatu-balik (reverse-biased) di bawah
tegangan rusaknya. Jika melampaui batas tegangan operasional, diode
biasa akan menjadi rusak karena kelebihan arus listrik yang menyebabkan
panas. Namun proses ini adalah reversibel jika dilakukan dalam batas
kemampuan. Dalam kasus pencatuan-maju (sesuai dengan arah gambar
panah), diode ini akan memberikan tegangan jatuh (drop voltage) sekitar
0.6 Volt yang biasa untuk diode silikon. Tegangan jatuh ini tergantung dari
jenis diode yang dipakai.
Sebuah diode Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan diode
biasa, kecuali bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tegangan tembus yang
jauh dikurangi, disebut tegangan Zener. Sebuah diode Zener memiliki p-n
junction yang memiliki doping berat, yang memungkinkan elektron untuk
tembus (tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pita konduksi
material tipe-n. Sebuah diode Zener yang dicatu-balik akan menunjukan
perilaku tegangan tembus yang terkontrol dan akan melewatkan arus
listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan Zener.
Sebagai contoh, sebuah diode Zener 3.2 Volt akan menunjukan tegangan
jatuh pada 3.2 Volt jika diberi catu-balik. Namun, karena arusnya terbatasi,
sehingga diode Zener biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan
referensi, untuk menstabilisasi tegangan aplikasi-aplikasi arus kecil, untuk
melewatkan arus besar diperlukan rangkaian pendukung IC atau beberapa
transistor sebagai output.

Tegangan tembusnya dapat dikontrol secara tepat dalam proses


doping. Toleransi dalam 0.05% bisa dicapai walaupun toleransi yang
paling biasa adalah 5% dan 10%.
Dioda zener sebagai diode semikonduktor yang berkerja pada
daerah dadal (break down) mempunyai tegangan dadal mulai dari 2 V
hingga puluhan volt. Kemampuan daya terdisipasi juga bermacam-macam,
ada yang berkisar 100 mW, 200 mW, 400 mW, dan lebih besar lagi. Semua
diode di pasaran dijual dengan tanda tulisan atau kode voltase operasinya
ditulis dipermukaan kristal diode , biasanya dijual dinamakan diode Zener.

(a) Simbol
(a) Dioda Zener; (b) Dioda Zener: (c) Karakteristik Dioda Zener
(b)

(c)

B. Karakteristik Dioda Zener


Struktur dioda zener hampir sama dengan dioda pada umumnya,
hanya konsentrasi doping saja yang berbeda. Kurva karakteristik dioda
zener juga sama seperti dioda pada umumnya, namun pada daerah
breakdown dimana pada saat bias mundur mencapai tegangan breakdown
maka arus dioda naik dengan cepat seperti pada gambar karakteristik dioda
zener dibawah. Daerah breakdown inilah yang menjadi referensi untuk
penerapan dari dioda zener. Sedangkan pada dioda biasa daerah
breakdown meru[pakan daerah kritis yang harus dihindari dan tidak
diperbolehkan

pemberian

tegangan

mundur

breakdown, karena bisa merusak dioda biasa.

sampai

pada

daerah

Gambar 1. Kurva karakteristik Dioda Zener


Sumber: http://elektronika-dasar.web.id/wpcontent/uploads/2012/03/Kurva-Karakteristik-Dioda-Zener.jpg
Titik breakdown dari suatu dioda zener dapat dikontrol dengan
memvariasi konsentrasi doping. Konsentrasi doping yang tinggi, akan
meningkatkan jumlah pengotoran sehingga tegangan zenernya (Vz) akan
kecil. Demikian juga sebaliknya, dengan konsentrasi doping yang rendah
diperoleh Vz yang tinggi. Pada umumnya dioda zener dipasaran tersedia
mulai dari Vz 1,8 V sampai 200 V, dengan kemampuan daya dari hingga
50 W. Penerapan dioda zener yang paling penting adalah sebagai regulator
atau stabilizer tegangan (voltage regulator). Rangkaian dasar stabilizer
tegangan menggunakan dioda zener dapat dilihat pada gambar dibawah.
Agar rangkaian ini dapat berfungsi dengan baik sebagai stabilizer
tegangan, maka dioda zener harus bekerja pada daerah breakdown. Yaitu
dengan memberikan tegangan sumber (Vi) harus lebih besar dari tegangan
dioda zener (Vz).
Rangkaian Dasar Stabilizer

Gambar 2. Rangkaian dasar stabilizer


Sumber: http://elektronika-dasar.web.id/wpcontent/uploads/2012/03/Rangkaian-Dasar-Stabilizer-Tegangan.jpg
Pada dioda zener terdapat nilai Izm (Arus zener maksimum) yang
telah ditentukan ooleh pabrik dan arus zener tidak boleh melebihi Izm
tersebut, karena akan mengakibatkan kerusakan pada dioda zener. RS
adalah hambatan yang berfungsi sebagai pembatas arus untuk rangkaian
stabilizer tegangan. Apabila tegangan Vi lebih tinggi dari Vz dan RL lebih
besar dari RL minimum maka fungsi dari stabilizer tegangan pada dioda
zener dapat bekerja, oleh karena itu RL harus lebih besar dari RLmin.
RLmin dapat ditentukan pada saat VL = Vz sebagai berikut:

Nilai RLmin ini akan menjamin dioda zener bekerja secara konsisten.
Bila zener sudah bekerja, berarti VL = Vz = konstan, dan dengan
menganggap Vi tetap maka turun tegangan pada RS (VR) juga tetap, yaitu:

Sehingga arus yang mengalir pada RS dapat diketahui dengan:

Dan arus yang mengalir pada dioda zener dapat ditentukan dengan :

Arus pada dioda zener (Iz) tidak boleh melebihi nilai Izm yang telah
ditentukan pabrik, untuk membatasi arus zener ini dapat mengatur nilai RS
dengan rumusan diatas.
C. Pemakaian

Dioda Zener digunakan secara luas dalam sirkuit elektronik.


Fungsi utamanya adalah untuk menstabilkan tegangan. Pada saat
disambungkan secara parallel dengan sebuah sumber tegangan yang
berubah-ubah yang dipasang sehingga mencatu-balik, sebuah diode Zener
akan bertingkah seperti sebuah kortsleting (hubungan singkat) saat
tegangan mencapai tegangan tembus diode tersebut. Hasilnya, tegangan
akan dibatasi sampai ke sebuah angka yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sebuah diode Zener juga digunakan seperti ini sebagai regulator tegangan
shunt (shunt berarti sambungan parallel, dan regulator tegangan sebagai
sebuah kelas sirkuit yang memberikan sumber tegangan tetap.
D. Prinsip Kerja Dioda Zener
Bila kita menghubungkan sebuah dioda seri dengan sebuah sumber
tegangan DC sehingga dioda mengalami bias maju (forward bias),
tegangan dioda akan cenderung konstan walaupun tegangan power
supplynya dinaikkan terus.

Gambar 3. Rangkaian Dioda Zenner


Sumber : http://teknikelektronika.com/wpBias Balik
(Reverse Bias), Rangkaian tersebut merupakan cara umum
content/uploads/2014/09/Mengukur-Dioda-Zener.jpg

Dalam Rangkaian diatas, Dioda Zener dipasang dengan prinsip

dalam pemasangan Dioda Zener. Dalam Rangkaian tersebut, tegangan


Input (masuk) yang diberikan adalah 12 V tetapi Multimeter menunjukan
tegangan yang melewati Dioda Zener adalah 2,8 V. Ini artinya tegangan
akan turun saat melewati Dioda Zener yang dipasang secara Bias Balik
(Reverse Bias). Sedangkan fungsi Resistor dalam Rangkaian tersebut
adalah untuk pembatas arus listrik.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Alat dan Bahan
1. Dioda Zener
2. Hambatan
3. Catu daya
4. Multimeter
5. Potensiometer
6. Kabel Penghubung
B. Rancangan Percobaan

1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

Gambar 3.1. Rancangan percobaan Forward Bias

Gambar 3.2. Rancangan percobaan Reverse Bias

C. Variabel dan Definisi Operasional


Variabel kontrol
: dioda zener, multimeter, hambatan
Definisi Operasional
: dioda zener adalah dioda yang memiliki
karakteristik menyalurkan arus listrik mengalir ke arah yang
berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas.
Multimeter adalah alat yang mampu mengukur arus dan tegangan.
Hambatan yang tertera pada gelang-gelang pada resistor
Variabel manipulasi
: nilai resistansi potensiometer
Definisi Operasional
: nilai resistansi adalah nilai resistansi yang
dihitung berdasarkan warna gelang
Variabel respon
: nilai arus dan tegangan
Definisi Operasional
: nilai arus yang terdapat pada rangkaian
nilai tegangan yang terdapat pada dioda zener
D. Langkah Kerja
Forward Bias
1. Merangkai dioda zener, hambatan, dan catu daya sesuai dengan diagram
berikut:

2.
3.
4.
5.

Menyalakan catu daya dengan besar tegangan 3V


Mengukur arus yang ada pada rangkaian dan tegangan pada dioda zener
Menuliskan data hasil pengukuran pada tabel pengamatan
Mengulangi langkah-langkah di atas untuk input yang berbeda dengan
mengubah nilai resistansi potensiometer.

Reverse Bias
1. Merangkai dioda zener, hambatan, dan catu daya sesuai dengan diagram
berikut:

2. Menyalakan catu daya dengan besar tegangan 3V


3. Mengukur arus yang ada pada rangkaian dan tegangan pada dioda zener
4. Menuliskan data hasil pengukuran pada tabel pengamatan
Mengulangi langkah-langkah di atas untuk input yang berbeda dengan
mengubah nilai resistansi potensiometer.

BAB IV
DATA DAN ANALISIS
A. Data
Dari percobaan Karakteristik arus tegangan dioda zener yang telah
dilakukan diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 1. Forward Bias
No
1
2
3
4
5

Input (Volt)
3
3
3
3
3
Tabel 2. Reverse Bias

If (mA)
1,35
1,45
0,55
1,80
2,35

Vz (Volt)
0,80
0,80
0,75
0,80
0,80

Rtotal (K) 5 %
1,640
1,500
4,720
1,150
0,859

No
1
2
3
4
5

Input (Volt)
3
3
3
3
3

If (A)
2
2
2
2
2

Vz (Volt)
3,2
3,2
3,2
3,2
3,2

Rtotal (K) 5 %
1,640
1,500
4,720
1,150
0,859

B. Analisis
Percobaan kali ini dilakukan untuk mendeskripsikan Karakteristik
Arus-Tegangan Dioda Zener. Percobaan dilakukan dengan menggunakan
rangkaian dioda zener yang terbias maju (forward bias) dan terbias
mundur (reverse bias). Percobaan dilakukan dengan memanipulasi
resisitansi rangkaian sebanyak 5 kali, yaitu sebesar 1,640 K 5 % ; 1,500
K 5 % ; 4,720 K 5 % ; 1,150 K 5 % ; dan 0,859 K 5 %. Dan
variabel yang dikontrol adalah tegangan input sebesar 3 V.
Percobaan dioda yang terbias maju (forward bias), pada percobaan
pertama dengan nilai resistansi sebesar 1,640 K 5 % didapatkan arus
rangkaianan (If) sebesar 1,35 mA dan tegangan pada dioda zener (Vz)
sebesar 0,80 Volt.
Pada percobaan kedua dengan nilai resistansi sebesar 1,500 K 5
% didapatkan arus rangkaianan (If) sebesar 1,45 mA dan tegangan pada
dioda zener (Vz) sebesar 0,80 Volt.
Pada percobaan ketiga dengan nilai resistansi sebesar 4,720 K 5
% didapatkan arus rangkaianan (If) sebesar 0,55 mA dan tegangan pada
dioda zener (Vz) sebesar 0,75 Volt.
Pada percobaan keempat dengan nilai resistansi sebesar 1,150 K
5 % didapatkan arus rangkaianan (If) sebesar 1,35 mA dan tegangan pada
dioda zener (Vz) sebesar 0,80 Volt.
Pada percobaan kelima dengan nilai resistansi sebesar 0,859 K 5
%. didapatkan arus rangkaianan (If) sebesar 1,35 mA dan tegangan pada
dioda zener (Vz) sebesar 0,80 Volt.
Berdasarkan hasil percobaan dioda zener terbias maju (forward
bias) dengan memanipulasi resistansi rangkaian didapatkan rata-rata arus
rangkaianan (If) sebesar 1,50 mA dan tegangan pada dioda zener (Vz)
sebesar 0,79 Volt.
Percobaan dioda yang terbias mundur (reverse bias), pada
percobaan pertama dengan nilai resistansi sebesar 1,640 K 5 %

didapatkan arus rangkaianan (If) sebesar 2 A dan tegangan pada dioda


zener (Vz) sebesar 3,2 Volt.
Pada percobaan kedua dengan nilai resistansi sebesar 1,500 K 5
% didapatkan arus rangkaianan (If) sebesar 2 A dan tegangan pada dioda
zener (Vz) sebesar 3,2 Volt.
Pada percobaan ketiga dengan nilai resistansi sebesar 4,720 K 5
% didapatkan arus rangkaianan (If) sebesar 2 A dan tegangan pada dioda
zener (Vz) sebesar 3,2 Volt.
Pada percobaan keempat dengan nilai resistansi sebesar 1,150 K
5 % didapatkan arus rangkaianan (If) sebesar 2 A dan tegangan pada
dioda zener (Vz) sebesar 3,2 Volt.
Pada percobaan kelima dengan nilai resistansi sebesar 0,859 K 5
%. didapatkan arus rangkaianan (If) sebesar 2 A dan tegangan pada dioda
zener (Vz) sebesar 3,2 Volt.
Berdasarkan hasil percobaan dioda zener terbias mundur (reverse
bias) dengan memanipulasi resistansi rangkaian didapatkan rata-rata arus
rangkaianan (If) sebesar 2 mA dan tegangan pada dioda zener (V z) sebesar
3,2 Volt.
Berdasarkan data yang diperoleh dapat dibuat grafik hubungan
antara arus dan tegangan pada dioda zener forward bias sebagai berikut:

Grafik Hubungan Arus-Tegangan Dioda Zener terbias Maju (Forward Bias)


2.5
2
1.5
I (mA)

1
0.5
0
0.74

0.75

0.76

0.77

0.78

0.79

0.8

0.81

V (Volt)

Gambar 4.1 grafik hubungan V dan I pada forward bias

Berdasarkan grafik di atas pada dioda zener yang terbias maju


besarnya arus mengalami kenaikan. Arus terkecil sebesar 0,55 mA dengan
tegangan dioda sebesar 0,75 Volt. Pada tegangan 0,08 Volt arus mengalami
kenaikan.
Berdasarkan data yang diperoleh dapat dibuat grafik hubungan
antara arus dan tegangan pada dioda zener reverse bias sebagai berikut:

Grafik Hubungan Arus-Tegangan Dioda Zener Terbias Mundur (Reverse Bias)


2.5
2
1.5
I (A)

1
0.5
0
3

3.5

4.5

5.5

6.5

V (Volt)

Gambar 4.1 grafik hubungan V dan I pada reverse bias

Berdasarkan grafik di atas diketahui bahwa tegangan dioda zener


sebesar 3,2 Volt dan arus dalam rangkaian sebesar 2A.
Pada percobaan pertama untuk rangkain dioda zener terpanjar maju
kami mengukur besarnya tegangan pada osiloskop kami mendapatkan data
bahwa pada arus sebesar 1,35 mA besarnya tegangan yang terukur pada
osiloskop sebesar 10,0 volt dan jarak antar lembah pada gelombang yang
terbentuk sebesar 3,0. Pada arus sebesar 1,45 mA, tegangan yang terukur
pada osiloskop sebesar 10,0 volt dan jarak antar lembah pada gelombang
yang terbentuk sebesar 2,5. Pada arus sebesar 0,55 mA, tegangan yang
terukur pada osiloskop sebesar 10,0 volt dan jarak antar lembah pada
gelombang yang terbentuk sebesar 2,5. Pada arus sebesar 1,80 mA,
tegangan yang terukur pada osiloskop sebesar 10,0 volt dan jarak antar
lembah pada gelombang yang terbentuk sebesar 2,5. Pada arus sebesar
2,35 mA, tegangan yang terukur pada osiloskop sebesar 10,0 volt dan
jarak antar lembah pada gelombang yang terbentuk sebesar 2,5.

Pada percobaan kedua untuk rangkaian dioda zener terpanjar


mundur kami mengukur besarnya tegangan pada osiloskop dan kami
memperoleh data bahwa pada arus sebesar 2A besarnya tegangan yang
terukur pada osiloskop sebesar 10,0 volt dan jarak antar lembah pada
gelombang yang terbentuk sebesar 2,5. Dan besarnya tegangan pada tiaptiap pengulangan adalah sama besar.
C. Pembahasan
Dari hasil percobaan dengan judul Karakteristik Arus-Tegangan
Dioda

Zener

yang

telah

dilakukan

yang

bertujuan

untuk

mendeskripasikan arus-trgangan dioda zener yang terbias maju (forward


bias) dan terbias mundur (reverse bias). Percobaan ini delakukan dengan
memanipulasi resistansi rang kaian sebanyak 5 kali yaitu sebesar 1,640
K 5 % ; 1,500 K 5 % ; 4,720 K 5 % ; 1,150 K 5 % ; dan 0,859 K
5 %. Dengan menggunakan tegangan input sebesar 3 Volt.
Pada percobaan pertama dioda zener dirangkai dalam keadaan
terbias maju (forward bias) kemudian diukur arus dalam rangkaian dan
tegangan pada dioda zener. Dari hasil pengukuran didapatkan nilai arus
dalam rangkaian sebesar 1,35 mA; 1,45 mA; 0,55 mA; 1,80 mA; dan 2,35
mA. Sedangkan nilai tegangan pada dioda zener sebesar 0,80 Volt; 0,80
Volt; 0,75 Volt; 0,80 Volt; dan 0,80 Volt. Nilai arus terkecil sebesar 0,55
mA pada resistansi sebesar 4,720 K 5 %, yang merupakan resistansi
terbesar. Dan nilai arus terbesar sebesar 2,35 mA pada resistansi sebesar
0,859 K 5 %, yang merupakan resistansi terkecil. Ini menunjukkan
bahwa semakin kecil resistansi rangkaian maka arus pada rangkaian
semakin besar. Namun nilai tegangan dioda zener hampir sama karena
derangkai secara seri. Pada percobaan ini didapatkan rata-rata arus dalam
rangkaianan (If) sebesar 1,50 mA dan tegangan pada dioda zener (Vz)
sebesar 0,79 Volt.
Pada percobaan kedua dioda zener dirangkai dalam keadaan terbias
mundur (reverse bias) kemudian diukur arus dalam rangkaian dan
tegangan pada dioda zener. Dari hasil pengukuran didapatkan nilai arus
dalam rangkaian yang sama yaitu sebesar 2 A pada nilai resistansi yang
berbeda-neda. Resistansi yang digunakan sebesar 1,640 K 5 % ; 1,500
K 5 % ; 4,720 K 5 % ; 1,150 K 5 % ; dan 0,859 K 5 %. Nilai

tegangan pada dioda zener juga sama yaitu sebesar 3,2 Volt pada resistansi
yang berbeda-beda. Menurut teori semakin besar resistansi dalam
rangkaian maka arusnya semakin kecil. Namun arus yang kami dapatkan
sama. Perbedaan ini disebabkan karena beberapa faktor yaitu kurang
telitinya pengamat dalam mengukur arus dengan menggunakan multitester,
dan multitester yang digunakan kurang tepat dimana tingkat ketelitiannnya
kurang , karena menggunakan multitester analog sedangkan nilai arus
yang terukur sangat kecil ( dalam satuan A) sehingga arus yang terukur
dengan multitester sama.
Dari hasil percobaan diketahui bahwa karakteristik dioda zener
yang terbias maju (forward bias) sama seperti karakteristik dioda biasa.
Dioda zener akan mengalirkan arus setelah mencapai tegangan barier
dioda zener yaitu sebesar 0,79 Volt. Ketika resistansi rangkaian berubah,
arus juga kan berubah. Semakin kecil resistansi maka arus yang mengalir
semakin besar. ketika resistansi diubah, arus juga berubah sedangkan
tegangan dioda cenderung konstan. Sedangkan karakteristik dioda zener
yang terbias mundur (reverse bias) berbeda dengan dioda biasa yang hanya
mengalirkan arus ke satu arah (tidak bisa mengalirkan listrik dalam
keadaan terbias mundur). Menurut teori diode zener memiliki karakteristik
menyalurkan arus listrik mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan
yang diberikan melampaui batas "tegangan tembus" (breakdown voltage)
atau "tegangan Zener". Dari percobaan dioda zener terbias maju (forward
bias) didapatkan tegangan zener sebesar 0,79 Volt. Tegangan input yang
diberikan pada rangkaian dioda zener terbias mundur (reverse bias)
sebesar 3 Volt. Dan arus yang terukur dalam rangkaian sebesar 2 A. Ini
menunjukkan bahwa tegangan input lebih besar daripada tegangan zener
sehingga dioda zener bisa mengalirkan arus sebesar 2 A , dengan arah
yang berlawan. Hal tersebut menunjukkan hasil percobaan sesuai dengan
teori.

BAB V
PENUTUP
A. SIMPULAN
Berdasarkan percobaan Karakteristik Arus-Tegangan Dioda
Zener yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa karakteristik
tegangan dan arus pada dioda zener forward bias maupun reverse bias
adalah sebagai berikut:
1. Pada dioda zener yang terpanjar maju (forward bias) besarnya
tegangan hampir sama meskipun resistansi berbeda. Rata-rata
besarnya tegangan sebesar 0,79 volt. Sedangkan nilai arus pada dioda
zener terpanjar maju besarnya bergantung pada nilai resistansi yang
digunakan. Semakin besar resistansi maka nilai arusnya semakin kecil,
dan sebaliknya. Nilai arus terkecil sebesar 0,55 mA pada resistansi
sebesar 4,720 K 5 %, yang merupakan resistansi terbesar. Dan nilai
arus terbesar sebesar 2,35 mA pada resistansi sebesar 0,859 K 5 %,
yang merupakan resistansi terkecil.
2. Pada dioda zener yang terpanjar mundur (reverse bias) nilai tegangan
besarnya selalu sama meskipun besarnya resistansi berubah yaitu
sebesar 3,2 volt. Sedangkan besarnya arus juga selalu sama yaitu
sebesar 2 A. Hal tersebut dapat disebabkan karena dioda
mendapatkan tegangan yang melampaui batas sehingga terjadi
"tegangan tembus" (breakdown voltage), selain itu ketelitian
mulitimeter analog yang digunakan kurang teliti, sedangkan nilai arus
yang terukur sangat kecil ( dalam satuan A) sehingga arus yang
terukur dengan multitester sama serta kurang telitinya pengamat
dalam mengukur arus dengan menggunakan multitester
Berdasarkan kesimpulan dari percobaan yang telah kami lakukan
maka hipotesis kami dapat diterima yakni Tegangan pada dioda zener yang
terpanjar maju (forward bias) dan terpanjar mundur (reverse bias)
besarnya sama meskipun potensiometer diubah-ubah. Sedangkan arus
pada rangkaian harus diberi resistor agar besarnya tidak berlebihan.

B. SARAN
Dalam melakukan percobaan karakteristik dioda zener sebaiknya
praktikan harus memahami cara menggunakan serta membaca skala pada
alat seperti multimeter dan oscilocope terlebih dahulu agar data hasil
praktikum menjadi lebih valid.

Daftar Pustaka
Akbar Harlimah, Akhmad. 2015. Pengertian Dioda Zener Fungsi Dioda Zener
Prinsip

Kerja

Dioda

Zener

Diakses

melalui

http://sikil-

rayapen.blogspot.com/2015/03/pengertian-dioda-zener-fungsi-dioda.html
pada minggu 26 April 2015 pukul 20.00 WIB
Anonim .2012. Dioda Zener diakses melalui http://elektronika-dasar.web.id/teorielektronika/dioda-zener/ pada minggu 26 April 2015 pukul 20.00 WIB
Malang, Yulianto. 2013. PERCOBAAN 7: KARAKTERISTIK DIODA ZENER
diakses melalui http://warung-elektronika. blogspot. com/ 2013/ 05/
percobaan-7-karakteristik-dioda-zener.html pada minggu 26 April 2015
pukul 20.00 WIB
Sutrisno, 1996. Elekronika Dasar: Teori & Penerapannya. Bandung: ITB
Tim elektronika dasar.2015.Panduan Praktikum Untuk Prodi Pendidikan IPA.
Surabaya:Unesa

LAMPIRAN
a. Terpanjar Maju
b.
Pengulangan ke-1
5,4
x 1,5=
c.
If =
10
0,81
d.

Vzener

q. Terpanjar Mundur
r.

f.If =
g.

u.

i. If =

k.
l. If =
m.

Pengulangan ke-4
7,2
x 2,5=
1,8
10

2,35
p.

Vzener

3,2
x 2,5=3,2 v
10

y.

Pengulangan ke-3
0,4
x 50=2 A
If = 10

z.

Vzener

aa.
=

ab.

Pengulangan ke-4
0,4
x 50=2 A
If = 10

ac.

Vzener

3,2
x 10=3,2 v
10

Pengulangan ke-5
9,4
x 2,5=
If =
10

o.

Vzener

3,2
x 10=3,2 v
10

3,2
x 2,5=3,2
10
n.

w.

x.

3,2
x 2,5=3,2
10

Vzener

v.

Pengulangan ke-2
0,4
x 50=2 A
If = 10

3,2
x 10=3,2 v
10

Pengulangan ke-3
2,2
x 2,5=
0,55
10

j. Vzener =

3,2
x 2,5=3,2
10
h.

Vzener
3,2
x 10=3,2 v
10

Pengulangan ke-2
5,8
x 2,5=
1,45
10
Vzener

t.
=

3,2
x 2,5=3,2
10
e.

s.

Pengulangan ke-1
0,4
x 50=2 A
If = 10

ad.

ae.

Pengulangan ke-5
0,4
x 50=2 A
If = 10

af.

Vzener

3,2
x 10=3,2 v
10

ag.
ah. Hambatan total
1.
2.
3.
4.
5.
ai.

1,64 k 5%
1,50 k 5%
4,72 k 5%
1,15 k 5%
859 5%