Anda di halaman 1dari 11

Model Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kinerja Dosen Berdasarkan Fuzzy Tahani

Nurul Hamdi Universitas Sumatra Utara Email : Acehhamdi@yahoo.co.id

ABSTRAK

Kinerja dosen yang baik, apabila Dosen menjalankan perkuliahan sesuai dengan Standar mutu perkuliahan dimana dalam suatu perkuliahan dosen memiliki GBPP, Silabus SAP, kontrak perkuliahan, materi perkuliahan, media perkuliahan, soal UTS, UAS dan tugas yang telah tersedia. Model fuzzy database tahani digunakan untuk keperluan melakukan manipulasi data tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kinerja Dosen yang bersifat ambigu. Variabel yang digunakan adalah nilai mahasiswa dan nilai kuesioner. Nilai mahasiswa dan nilai kuesioner diberikan secara linguistik, yaitu buruk sekali, buruk, cukup, baik dan baik sekali. Bentuk linguistik direpresentasikan dengan menggunakan himpunan fuzzy dengan kurva bahu dan kurva segitiga. Dari himpunan fuzzy variabel nilai mahasiswa dan nilai kuesioner, ditentukan fungsi keanggotaan dari kedua variabel. Dari kedua variabel, dihasilkan dua puluh lima aturan (rule) yang merupakan output dari sistem fuzzy database ini. Dengan adanya sistem fuzzy database ini, dapat dihasilkan informasi keberhasilan dosen mengajar yang lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan model database standar.

KataKunci

:

Fuzzy Database, Fuzzy Query, Tahani, Basisdata Fuzzy, Himpunan Fuzzy.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Logika dapat diartikan sebagai penyelarasan berfikir yang disesuaikan dengan kenyataan sehari hari, sehingga kualitas pengetahuan selalu berada dalam pengujian terus-menerus2 dan bergerak secara emperistis dan teoritis. Logika menyelaraskan kaidah-kaidah objektif dengan situasi subjektif dan konkrit. Logika konvensional yang dikemukakan oleh Aristoteles yang nilai kebenarannya mempunyai kondisi yang pasti yaitu benar dan salah (dwinilai) dengan tidak ada kondisi antara. Sebagai contoh, akan disusun himpunan Mahasiswa yang lulus, maka setiap Mahasiswa dapat dilihat dengan jelas apakah lulus atau tidak. Logika konvensional terlihat dari adanya dua jawaban yaitu “ya”

1

2

atau “tidak”. Namun dalam kehidupan nyata, pemikiran mengenai logika konvensional dengan dwinilai (benar atau salah) sangatlah tidak mungkin. Sehingga pada tahun 1965, Lotfi Zadeh mengemukakan dan mengembangkan logika fuzzy. Pada dasarnya logika fuzzy merupakan suatu cara yang tepat untuk memetakan suatu ruang input ke suatu ruang output. Zadeh berpendapat bahwa logika benar atau salah dari logika konvensional tidak dapat mengatasi masalah degrasi yang ada dan berkembang saat ini. Penggunaan teknik logika fuzzy telah cukup meluas pada berbagai aplikasi mulai dari konsumen elektronik, robotik, kendali industri, pemprosesan data dan lain-lain. Teknik logika fuzzy sangat cocok digunakan pada sistem yang dalam pemprosesannya banyak melibatkan aturan (rule based). Sistem logika fuzzy biasanya memiliki sifat fault tolerant serta mampu mengakomodasi ketidak presisian dalam proses akuisis data (resmana & Kuntjoro, 2006: 1). Dalam logika fuzzy ada beberapa model database, salah satunya adalah fuzzy database model tahani. Fuzzy database model tahani masih tetap menggunakan relasi standar, hanya saja model ini menggunakan teori himpunan fuzzy untuk mendapatkan informasi pada query-nya. Sebagai contoh model tahani dapat diterapkan terhadap analisis model tingkat kepuasan Mahasiswa terhadap kinerja Dosen, dimana data yang digunakan meliputi data nilai mahasiswa dan data nilai quesioner yang terdiri dari tiga komponen penilaian, yaitu motivasi, perencanaan perkuliahan dan pelaksanaan perkuliahan.

Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian tesis ini yaitu :

(1) Melakukan analisis model tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen yang dilihat dari nilai Mahasiswa dan nilai quisioner dengan menggunakan fuzzy database tahani. (2) Menerapkan fuzzy data tahani pada data yang bersifat samar.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Dasar Logika Fuzzy Logika fuzzy adalah suatu sistem logis pada suatu informasi logis yang bertujuan pada suatu formalisasi dari taksiran pemikiran. Tidak seperti logika klasik (boolean), logika fuzzy memiliki nilai yang kontinu. Fuzzy dinyatakan dalam derajat keanggotaan dari suatu keanggotaan dan derajat dari kebenaran. Oleh karena itu, suatu dapat dikatakan sebagian benar dan sebagian salah pada waktu yang sama. Dasar logika fuzzy adalah teori himpunan fuzzy. Pada teori himpunan fuzzy, peranan derajat keanggotaan sebagai penentu keberadaan elemen dalam suatu himpunan sangatlah penting. Nilai keanggotaan atau derajat keanggotaan atau membership function menjadi ciri utama dari penalaran dengan logika fuzzy tersebut (Kuswanto, 2008).

3

Alasan Digunakannya Logika Fuzzy Ada beberapa alasan digunakannya logika fuzzy (1) Konsep logika fuzzy mudah dimengerti. Karena logika fuzzy menggunakan dasar teori himpunan, maka konsep matematis yang mendasari penalaran fuzzy tersebut cukup mudah untuk dimengerti. (2) Logika fuzzy sangat fleksibel, artinya mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan, dan ketidakpastian yang menyertai permasalahan. (3) Logika fuzzy memiliki toleransi terhadap data yang tidak tepat. Jika diberikan sekelompok data yang cukup homogen, dan kemudian ada beberapa data yang “eksklusif”, maka logika fuzzy memiliki kemampuan untuk menangani data eksklusif tersebut. (4) Logika fuzzy mampu memodelkan fungsi-fungsi nonlinier yang sangat kompleks. (5) Logika fuzzy dapat membangun dan mengaplikasikan pengalaman- pengalaman para pakar secara langsung tanpa harus melalui proses pelatihan. Dalam hal ini, sering dikenal dengan nama fuzzy expert system menjadi bagian terpenting. (6) Logika fuzzy dapat bekerjasama dengan teknik-teknik kendali secara konvensional. Hal ini umumnya terjadi pada aplikasi di bidang teknik mesin maupun teknik elektro. (7) Logika fuzzy didasarkan pada bahasa alami. Logika fuzzy menggunakan bahasa sehari-hari sehingga mudah dimengerti.

METODOLOGI PENELITIAN Pendahuluan Tujuan dari tesis ini adalah untuk melakukan analisis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kinerja Dosen dengan menggunakan fuzzy tahani, dalam meningkatkan kualitas mengajar dosen yang lebih baik diambil sampel nilai akademik mahasiswa berupa kartu hasil studi mahasiswa yang dapat digunakan sebagai pedoman analisis dalam pembuatan keputusan. Data nilai akademik mahasiswa diperoleh dari data pendidikan akademik dan mensurvei dosen yang mengajar pada mahasiswa di Politeknik Aceh Selatan Tapaktuan. Kemampuan pelayanan kepada mahasiswa merupakan landasan utama menuju indikator dosen profesional di samping beberapa persyaratan lainnya. Tidak berlebihan kalau mengatakan bahwa standarisasi menjadi dosen profesional tidaklah mudah, karena semua persyaratan saling terkait dan tidak bisa dipenuhi oleh satu aspek saja. Yang menjadi point penting dalam rumusan tersebut adalah profesional itu dimulai dengan pelayanan sebagai syarat utama, disinilah sebenarnya nilai profesional yang paling mudah dipraktekkan oleh para pendidik kita, seringkali bagi mereka mengajar itu hanya sebatas tugas saja, tidak berbasis kompetensi untuk kepuasan mahasiswa. Mengajar dalam pendekatan profesional harus diartikan dalam pengertian yang lebih luas yang dapat memuat aspek-aspek profesionalisme yang terkait dengan lingkungan tugasnya. Keberhasilan mahasiswa dalam belajar adalah harus menjadi tanggung jawab mengajar dosen, dengan demikian mengajar akan mengandung unsur pelayanan yang lebih intens,

4

jadi mengajar tidak hanya diartikan sekedar proses penyampaian materi yang terdapat dalam setiap mata kuliah, melainkan harus mengalami perubahan kearah

positif (change of behavior). Peningkatan kualitas profesionalisme dosen dapat

memberikan dampak positif pada berbagai pihak. Bagi mahasiswa, tingkat profesionalisme dosen yang baik dapat memuaskan kebutuhan belajarnya karena merasa dihargai dalam proses perkuliahan serta merasa puas karena mereka

merasa menemukan straw institusi yang profesional. Dalam studi pendahuluan, yang menjadi sasaran pokok adalah melihat bagaimana variabel-variabel yang akan dipelajari. Pada obyek penelitian, variabel-variabel tersebut dipelajari melalui dokumentasi yang ada, selanjutnya sekaligus dipilih sampel studi. Selain sampel nilai akademik mahasiswa, diperlukan juga quesioner dosen yang berisi penilaian dosen mengenai perencana perkuliahan, proses perkuliahan, evaluasi perkuliahan. Data Quesioner ini diisi oleh mahasiswa terhadap dosen yang megajar matakuliah.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis deskriptif.

Analisis deskriptif digunakan untuk melihat tingkat kepuasan mahasiswa terhadap

kinerja dosen dalam pembelajaran.

Penelitian ini dilaksanakan pada dua data set model. Untuk pertama,

penulis menggunakan dataset nilai akademik yang diambil dari Program Studi

Teknik Informatika Politeknik Aceh Selatan ( Poltas ) Tapaktuan data set berupa

nilai mata kuliah. Data yang kedua penulis menggunakan data set quesioner yang menilai

perencana perkuliahan, proses perkuliahan, evaluasi perkuliahan. Kumpulan data yang diperoleh digunakan sebagai contoh sumber input untuk melakukan analisa

dengan menggunakan fuzzy database tahani.

Pada penelitan ini penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Skoring yaitu memberikan skor terhadap butir-butir pertanyaan yang terdapat

dalam angket

2. Tabulasi dan analisis yaitu perhitungan data yang sudah diberikan skor berdasarkan jenis data yang dikumpulkan yaitu data kualitatif yang kemudian diubah menjadi kuantitatif maka teknik yang digunakan adalah analisis statistik, yaitu dengan mengggunakan rumus statistic (persentase) yang digunakan untuk mendeskripsikan hasil penelitian dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

F P = X 100 N Keterangan : P = Angket Persentase F = Frekuensi
F
P =
X 100
N
Keterangan :
P
= Angket Persentase
F
= Frekuensi Jawaban
N
= Banyaknya Responde

5

Berdasarkan data-data yang diperoleh berkaitan dengan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam pembelajaran pada Program Studi Teknik Informatika Politeknik Aceh Selatan maka berikut ini disajikan hasil penelitian sebagai berikut :

Tangible (bukti langsung) Bukti Langsung (tangible), yaitu bentuk fisik yang ada pada dosen saat melaksanakan proses perkuliahan yang bisa dirasakan serta dapat dilihat langsung oleh mahasiswa. Indikator penilaiannya meliputi : dosen berpenampilan menarik dan meyakinkan, fasilitas fisik, sarana komunikasi. Dosen menggunakan strategi pembelajaran yang menarik. Tabel 1. Distribusi frekuensi kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen pada dimensi tangible

No

Aspek

 

PENILAIAN

 

Σ

   

SP

P

CP

KP

TP

 

1

Dosen menggunakan strategi pembelajaran yang menarik

8

53

32

5

1

100

2

Dosen menggunakan media/alat bantu pembelajaran yang menarik

9

51

29

9

3

100

3

Dosen menggunakan bahasa yang jelas,menarik, dan mudah dipahami

10

55

31

3

1

100

4

Suara dosen yang jelas dalam menreangkan perkuliahan

12

58

26

3

1

100

5

Dosen berpenampilan menarik dan berpakaian rapi dan sopan

19

66

12

1

1

100

 

Rata-Rata (%)

12

57

26

4

1

100

Reability (keandalan) Keandalan (reability), yaitu kemampuan dosen untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan tepat dan akurat kepada mahasiswa. Indikator penilaiannya meliputi : ketepatan waktu kuliah, keseuaian pelaksanaan jadwal kuliah, ketetapan materi dalam proses belajar mengajar. Tabel 2. Distribusi frekuensi kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen pada dimensi reability

No

Aspek

 

PENILAIAN

 

Σ

   

SP

P

CP

KP

TP

 

1

Dosen menjelaskan system perkuliahan, referensi, aturan, dan system evaluasi dan tugas pada perkuliahan pertama.

19

51

26

3

0

100

2

Dosen menyampaikan tata tertib perkuliahan.

17

51

29

2

0

100

3

Dosen hadir dan mengakhiri perkuliahan tepat waktu.

15

54

26

4

1

100

4

Dosen mampu menjelaskan dengan baik.

11

56

30

4

0

100

5

Dosen memberikan tugas yang sesuai dan memberikan umpan balik

9

56

31

4

1

100

 

Rata-Rata (%)

14

54

28

3

1

100

6

Responsiveness (daya tanggap) Daya tanggap (responsiveness), yaitu respon atau ketepatan tindakan dari dosen dalam membantu mahasiswa sebagai pemakai jasa atau konsumen. Indikator penilaiannya meliputi : kesediaan dosen membantu mahasiswa dalam mengatasi kesulitannya, kesediaan dosen menyediakan waktu untuk berkonsultasi di luar jam mengajar Tabel 3. Distribusi frekuensi kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen pada dimensi responsiveness

No

 

Aspek

 

PENILAIAN

 

Σ

   

SP

P

CP

KP

TP

 

1

Kesigapan dosen dalam menjawab pertanyaan mahasiswa

9

55

33

3

0

100

2

Dosen menumbuhkan minat dan semangat mahasiswa dalam pembelajaran.

8

53

30

7

1

100

3

Dosen

menumbuhkan

suasana

belajar

yang

         

100

menyenangkan.

10

56

28

6

1

4

Adanya

jadwal

konsultasi

yang

disediakan

9

46

31

13

1

100

dosen.

 

Rata-Rata (%)

 

9

53

31

7

1

100

Assurance (jaminan) Jaminan (assurance), yaitu bukti tanggung jawab dari dosen kepada mahasiswa dari segi pelayanannya. Indikator penilaiannya adalah pemahaman dan wawasan dosen dalam melakukan proses belajar dan mengajar. Tabel 4. Distribusi frekuensi kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen pada dimensi assurance

No

Aspek

   

PENILAIAN

 

Σ

   

SP

P

CP

KP

TP

 

1

Dosen mengembalikan kepada mahasiswa.

lembar

jawaban

ujian

4

34

29

21

11

100

2

Dosen memiliki standar penilaian.

 

17

62

18

2

0

100

3

Dosen mengumumkan nilai ujian tepat waktu.

14

54

25

6

0

100

 

Rata-Rata (%)

12

50

25

10

4

100

Empathy (empati) Empati (empathy), yaitu sikap dan perilaku dosen selama berinteraksi dengan mahasiswanya. Indikator penilaiannya meliputi : keramahan dan perhatian dosen dalam interaksi dengan mahasiswa. Tabel 5. Distribusi frekuensi kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen pada dimensi empathy

No

 

Aspek

 

PENILAIAN

 

Σ

   

SP

P

CP

KP

TP

 

1

Dosen

memberikan

perhatian

terhadap

8

47

36

7

1

100

kemajuan mahasiswa.

 

2

Kesediaan dosen untuk membantu mahasiswa dalam masalah perkuliahan.

7

43

38

11

1

100

7

3

Dosen memberikan masukan/pujian terhadap mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik.

10

48

34

6

1 100

 

Rata-Rata (%)

9

46

36

8

1 100

Keterangan : SP KP

: Sangat Puas,

: Kurang Puas, TP

P

: Puas, : Tidak puas

CP : Cukup Puas,

Pada dimensi tangible ( bukti langsung ) tingkat kepuasan mahasiswa sudah dikategorikan puas. Hal ini dilihat dari aspek dosen yang menggunakan strategi pembelajaran yang menarik sebesar 53 %, aspek dosen menggunakan media/alat bantu pembelajaran yang menarik sebesar 51 %, aspek dosen menggunakan bahasa yang jelas, menarik dan mudah dipahami sebesar 55%, aspek suara dosen yang jelas dalam menerangkan perkuliahan sebesar 58%, aspek dosen berpenampilan menarik dan berpakaian rapi dan sopan sebesar 66 %. Pada dimensi reability ( keandalan) tingkat kepuasan mahasiswa sudah dikategorikan puas . hal ini bisa dilihat dari aspek dosen menjelaskan system perkuliahan, materi, referensi, aturan, dan system evaluasi dan tugas pada perkuliahan pertama sebesar 51 %, aspek dosen menyampaikan tata tertib perkuliahan sebesar 51 %, aspek dosen hadir dan mengakhiri perkuliahan tepat waktu sebesar 54%, aspek dosen mampu menjelaskan dengan baik sebesar 56%, dan pada aspek dosen memberikan tugas yang sesuai dan memberikan umpan balik sebesar 56%. Pada dimensi responsiveness (daya tanggap) tingkat kepuasan mahasiswa sudah dikategorikan puas. Hal ini bisa dilihat dari aspek kesigapan dosen dalam menjawab pertanyaan mahasiswa sebesar 55%, aspek dosen menumbuhkan minat dan semangat mahasiswa dalam pembelajaran sebesar 53%, dosen dapat menumbuhkan suasana belajar yang menyenangkan sebesar 56%, aspek adanya jadwal konsultasi yang disediakan oleh dosen sebesar 46%. Pada dimensi assurance (jaminan) tingkat kepuasan mahasiswa sudah dikategorikan puas. Hal ini bisa dilihat dari aspek dosen mengembalikan lembar jawaban ujian kepada mahasiswa sebesar 34%, aspek dosen memiliki standar penilaian sebesar 62%, aspek dosen mengumumkan nilai ujian tepat waktu sebesar 54%. Pada dimensi emphaty (empati) tingkat kepuasan mahasiswa sudah dikategorikan puas. Hal ini bisa dilihat dari aspek dosen memberikan perhatian terhadap kemajuan mahasiswa sebesar 47%, aspek kesediaan dosen untuk membantu mahasiswa dalam masalah perkuliahan sebesar 43%, aspek dosen memberikan masukan pujian terhadap mahasiswa yang mampu menjawab pertany

Proses Fuzzifikasi Database berdasarkan Fuzzy Tahani

Setelah

melalui

tahapan

fuzzifikasi,

selanjutnya

penulis

membangun

aplikasi yang mensimulasikan tahapan fuzzifikasi.

a. Jendela Presentasi

8

Jendela ini berguna untuk perhitungan kelulusan mahasiswa perkelas dari dosen tertentu dan matakuliah tertentu, serta menghitung nilai µ dari nilai persen kelulusan.

serta menghitung nilai µ dari nilai persen kelulusan. Gambar 4.3. Halaman untuk menentukan fire strength dari

Gambar 4.3. Halaman untuk menentukan fire strength dari nilai kelulusan mahasiswa

b. Jendela Kepribadian Dosen Jendela ini berfungsi untuk menghitung nilai kuesioner dosen dan nilai µ total nilai kuesioner.

nilai kuesioner dosen dan nilai µ total nilai kuesioner. Gambar 4.4. Halaman untuk menentukan fire strength

Gambar 4.4. Halaman untuk menentukan fire strength dari nilai kuesioner dosen

c. Jendela Rule Jendela ini untuk menentukan aturan (rule) yang dikombinasikan dengan operator AND, yaitu dengan mengambil nilai keanggotaan terkecil antarelemen pada himpunan-himpunan yang bersangkutan. Fire Strength merupakan hasil yang diperoleh dari halaman ini.

9

9 Gambar 4.5. Halaman untuk menentukan Fire strength sebagai hasil operasi KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil

Gambar 4.5. Halaman untuk menentukan Fire strength sebagai hasil operasi

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai sebagai berikut :

1. Tingkat kepuasan mahasiswa Politeknik Aceh Selatan Program Studi Teknik Informatika terhadap kinerja dosen dalam pembelajaran yang ditinjau dari dimensi tangible (bukti langsung) sebagian besar responden 57% menyatakan puas terhadap semua aspek, dari dimensi Reability (keandalan) sebagian besar responden 54% menyatakan puas terhadap semua aspek, dimensi responsiveness (daya tanggap) sebagian besar responden 53% menyatakan puas terhadap semua aspek, dari dimensi assurance ( jaminan ) sebagian besar responden 50% menyatakan puas terhadap semua aspek, dari dimensi empathy ( empati ) sebagian besar responden 46% menyatakan puas terhadap semua aspek.

2. Penelitian ini menunjukkan korelasi variabel kemampuan dosen dengan variabel nilai mahasiswa, dalam menentukan tingkat kepuasan Mahasiswa terhadap kinerja dosen mengajar.

3. Database fuzzy tahani membantu dalam mendeskripsikan suatu metode pemrosesan query Fuzzy dengan didasarkan atas manipulasi bahasa yang dikenal dengan nama SQL. Dengan menggunakan database standar, dapat dicari data dengan spesifikasi tertentu dengan menggunakan query.

SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka penulis menyampaikan saran sebagai berikut :

1. Dari dimensi bukti langsung atau tangible diharapkan dosen dapat menggunakan media pembelajaran dan memilih strategi pembelajaran yang menarik pada saat proses perkuliahan. Dari dimensi keandalan atau reability diharapkan dosen selalu hadir dan mengakhiri perkuliahan sesuai jadwal atau tepat waktu dan memberikan tugas yang sesuai dan memberikan umpan balik. Dari dimensi daya tanggap atau responsiveness diharapkan dosen dapat menumbuhkan minat dan semangat mahasiswa dalam pembelajaran dan menyediakan jadwal konsultasi. Dari dimensi jaminan atau assurance

10

diharapkan dosen dapat mengembalikan lembar jawaban ujian kepada mahasiswa dan mengumumkan nilai ujian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dari dimensi empati atau empathy diharapkan dosen dapat membantu mahasiswa dalam masalah perkuliahan.

2. Untuk menganalisa kebenaran pendekatan model aturan (rule) yang telah di dapat, dapat memberikan rekomendasi kepada perguruan tinggi lain yang membidangi akademik untuk menguji kebenaran pendekatan aturan yang di miliki dengan kemampuan dosen harus mengacu kepada kurikulum berbasis kompetensi.

3. Dari pendekatan model aturan yang di dapat, perlu menjadi perhatian khusus bagi manajemen Politeknik Aceh Selatan ( Poltas ) Tapaktuan untuk melihat dan mengambil keputusan variable mana yang harus diperhatikan untuk mendukung peningkatan tingkat keberhasilan dosen mengajar agar mendapatkan predikat sangat baik, sehingga mahasiswa yang dihasilkan juga lebih berkualitas dan lebih mampu bersaing.

DAFTAR KEPUSTAKAAN Amalia, L., Fananie, Z.B. and Utama, D.N. 2010. Dalam Jurnalnya yang berjudul Model Fuzzy Tahani Untuk Pemodelan Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Eliyani, Pujianto, U. and Rosyadi, D. 2009. Dalam jurnalnya yang berjudul Decision Support System Untuk Pembelian Mobil Menggunakan Fuzzy Database Model Tahani. Hidayat, H. and Yusro, M., M. 2007.Dalam jurnalnya yang berjudul Desain Sistem Pakar Fuzzy Untuk Diagnosis Kanker Prostat. Purnomo and Kuswanto, H. 2010. Dalam jurnalnya yang berjudul Aplikasi Logika Fuzzy Untuk Pendukung Keputusan. Kuswanto, 2004. Dalam jurnalnya yang berjudul Fuzzy Quantification Theory I Untuk Analisis Hubungan Antara penilaian Kinerja Dosen Oleh Mahasiswa, Kehadiran Dosen dan Nilai Kelulusan Mahasiswa. Media Informatika. Volume 2. No 1.

, S. 2007. Dalam jurnalnya yang berjudul Sistem Fuzzy Untuk

Klasifikasi Indikator Kesehatan Daerah.

, S. 2007. Dalam jurnalnya yang berjudul Basisdata Fuzzy Untuk

Pemilihan Bahan Pangan Berdasarkan Kandungan Nutrien. Lukas, S., Meiliayana, and Simson, W. 2009. Dalam jurnalnya yang berjudul Penerapan Logika Fuzzy Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Jalur Peminatan Mahasiswa. Mishra, J. 2011. Fuzzy Query Processing. International Journal of Research and Reviews in Next Generation Networks. Vol. 1, No. 1. Sangkala and Wulandari F. 2005. Pembuatan Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Teori Fuzzy Untuk Mengembangkan Suatu Produk Baru. Jurnal Sains, Teknologi dan Industri. Vol. 2 : No. 2.

11