Anda di halaman 1dari 10

BERMAIN

POKOK BAHASAN

: Tumbuh kembang anak

SUB POKOK BAHASAN

: Bermain dan alat bermain

SASARAN

: Anak usia 3 tahun

TEMPAT

: Ruang Mawar RS.Dinesa Asih

WAKTU

: 20 menit

I;

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah mengikuti permainan selama 20 menit diharapkan anak bisa
berlatih kognitif dan motorik halusnya.

II;

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah mengikuti permainan ini anak mampu :
a; Mengenal bentuk bentuk benda dan gambar.
b; Mengenal warna .
c; melatih motorik halus, yaitu melatih keterampilan tangan untuk
persiapan menulis, persepsi visual

III;

KEGIATAN BERMAIN

NO

TAHAP

KEGIATAN

Pembukaan
( 5 menit )

Memberi salam
Menjelaskan proses bermain

Pelaksanaan
( 10 menit )

Menanyakan

Penutup
(5menit )

Evaluasi
Beri pujian

kepada

MEDIA
Puzzle

V;

METODE
Demonstrasi

VI;

EVALUASI
Standar persiapan
a; Alat puzzle

Lisan
apakah

sebelumnya pernah bermain puzzle


Menjelaskan aturan bermain
Membimbing anak menyusun puzzel
karena

menyelesaikan puzzle
Salam penutup

IV;

anak

MEDIA

anak

berhasil

puzzel

Lisan

b; Tempat yang nyaman untuk bermain

Standar proses
Menjelaskan cara bermain puzzle kepada anak
Standar hasil
a; Anak mampu memilih & menyusun bentuk puzzle dengan tepat
b; Anak mampu memilih warna yang tepat untuk menyusun puzzle
c; Anak mampu memecahkan masalah yang ada di puzzle sesuai
kemampuan
VII;

PUSTAKA
Soetjiningsih, SpAk, 1995, Tumbuh Kembang Anak, Jakarta: EGC.
Suherman ( 1999 ). Buku Saku Perkembangan Anak. Jakarta : EGC

VIII;

LAMPIRAN
Materi

LAMPIRAN MATERI

A; Definisi Tumbuh Kembang

Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar,


jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa
diukur dengan ukuran berat, ukuran panjang, umur tulang dan keseimbangan
metabolik.

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan ( skill) dalam


struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan
dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.
B; Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang
Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan normal
yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun faktor-faktor tersebut antara
lain:
1; Faktor dalam (internal)
a; Ras/etnik atau bangsa
Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak memiliki faktor
herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.

b; Keluarga
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh yang tinggi, pendek,
gemuk atau kurus.

c; Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertama
kehidupan dan masa remaja.
d; Jenis Kelamin
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada
laki-laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki
akan lebih cepat.
e; Genetik
Faktor genetic (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi anak
yang akan menjadi cirri khasnya. Faktor genetic merupakan modl dasar dalam
mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak.
f; Kelainan Kromosom
Banyak penyakit keturunan yang disebabkan oleh kelainan kromosom,
seperti; sindrom Down, sindrom Turner, dll.
2; Faktor Luar (eksternal)
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya
potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan memungkinkan
tercapainya

potensi

bawaan,

sedangkan

yang

kurang

baik

akan

menghambatnya. Lingkungan ini merupakan bio-fisiko-psiko-sosial yang


mempengaruhi individu setiap hari, mulai dari konsepsi ssampai akhir
hayatnya.

Faktor Prenatal
a; Gizi
Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang
hamil, lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) atau
lahir mati dan sering menyebabkan cacat bawaan.
b; Mekanis
Mekanis (pita amniotik, ektopia, posisi fetus yang abnormal, trauma,
oligohidrmnion). Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan
oligohidramnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti clubfoot,
mikrognatia dan kaki bengkok.
c; Toksin/Zat Kimia
Beberapa obat-obatanThalidomide, phenitoin, methadone, obat-obat anti
kanker dan lain sebagainya dapat menyebabkan kelainan bawaan.
d; Endokrin
Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes melitus sering menunjukkan
kelainan berupa makrosomia, kardiomegali dan hiperplasia adrenal.
e; Infeksi
Infeksi pada Trimester pertama dan kedua adalah oleh TORCH (Toksoplasma,
Rubella, Sitomegalo viris, Herpes Simpleks) dapat menyebabkan kelainan
pada janin, misalnya katarak, bisu tuli, mikrosefali, retradasi mental dan
kelainan jantung congenital.

f; Kelainan Imunologi
Eritroblastosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah antara janin
dan ibu sehingga ibu membentuk antibody terhadap sel daarah merah janin,
kemudian melalui plasenta masuk ke dalam peredarahan darah janin dan akan
menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia
dan Kern icterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.
g; Anoksia Embrio
Anoksia embrio (gangguan fungsi plasenta) Keadaan anoksia pada embrio
dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu.
h; Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapt
menyebabkan jaringan otak.
C; Definisi bermain

Menurut Karl Buhler dan Schenk Danziger, bermain adalah kegiatan


yang menimbulkan kenikmatan dan kenikmatan itu menjadi rangsangan bagi
perilaku lainnya. Menurut charlote Buhler menganggap bermain sebagai
pemicu kreativitas
Masa anak usia dini salah satunya dikenal sebagai masa bermain.
Hampir sebagian waktunya digunakan untuk bermain karena dengan bermain

itulah anak usia dini tumbuh dan mengembangkan seluruh aspek


perkembangan yang ada pada dirinya.
Nilai
Menyatakan

bermain

bagi

perkembangan

bahwa ada hubungan

yang

kognitif
erat

vygotsky(1976).

antara

bermain dan

perkembangan kognitif. Bermain merupakan kesempatan bagi anak untuk


bereksplorasi,

mengadakan

penelitian,

percobaan,

untuk

berkreasi,

menemukan serta membentuk dan membangun saat mereka menggambar,


bermain air, bermain dengan tanah liat atau plastisin dan bermain balok.
Minat, daya konsentrasi, inisiatif, daya imajinasi dan daya kreasi serta daya
fantasi anak dapat di pupuk pula melalui bermain bebas.

D; Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini

Bermain dapat membantu tumbuh kembang anak dan memberikan manfaat


antara lain:
1.

Merangsang fungsi panca indera anak, misalnya :


Mainan dengan suara
Mainan dengan warna
Mainan dengan bermacam tekstur (halus/kasar)

2.

Meningkatkan ketangkasan, misalnya:


Melatih anak merangkak, berjalan, melompat dengan satu kaki
Bermain bola

3.

Meningkatkan kecerdasan berbahasa, misalnya:


Puzzle, menyusun balok, dan petak umpet

Main tebakan dan membaca buku


4.

Meningkatkan interaksi social antara anak dengan orang tua atau temannya.

E; Alat Permainan Edukatif (APE)

Alat Permainan Edukatif (APE) adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai
sarana atau alat permainan yang mengandung nilai pendidikan
Prinsip APE
a; mengaktifkan alat indra secara kombinasi.
b; mengandung kesesuaian dan kebutuhan aspek perkembangan.
c; memiliki kemudahan dalam penggunaannya bagi anak.
d; Membangkitkan minat mendorong anak untuk bermain.
e; Memiliki nilai guna sehingga bermanfaat bagi anak.

Sifat Isi APE


a. Instruktif, mengandung pesan perintah yang harus dikerjakan (penugasan).
b. Informatif, mengandung pesan hal-hal baru yang harus diketahui anak.
c. Motivasi, dapat menggugah minat dan perhatian anak.
d. Rekreatif, memberikan rasa senang, aman, nyaman, gembira dan bahagia bagi anak.
Jenis-jenis Alat Permainan Edukatif
1. Puzzle
2. Meronce / menjahit .
3. Balok membangun
4. Puzzle kotak pos
5. Maze
6. Menara kelereng
8. Bentuk geometri dasar dan menengah