P. 1
Bab 3(Contoh skripsi akutansi 2)

Bab 3(Contoh skripsi akutansi 2)

|Views: 1,284|Likes:
Dipublikasikan oleh chepimanca
BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

3.1

Gambaran Umum PT. Distriversa BuanaMas Perseroan adalah suatu badan hukum Indonesia yang telah secara sah berdiri dan dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia. Perseroan menjalankan bisnis utama dibidang distribusi, yang menyediakan jasa penjualan barang-barang yang dipasok dari perusahaan Brataco Group dan beberapa supplier lainnya dengan jangkauan pasar se-Indonesia. Perseroan ini didirikan pada tahun 1994 dengan nam
BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

3.1

Gambaran Umum PT. Distriversa BuanaMas Perseroan adalah suatu badan hukum Indonesia yang telah secara sah berdiri dan dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia. Perseroan menjalankan bisnis utama dibidang distribusi, yang menyediakan jasa penjualan barang-barang yang dipasok dari perusahaan Brataco Group dan beberapa supplier lainnya dengan jangkauan pasar se-Indonesia. Perseroan ini didirikan pada tahun 1994 dengan nam

More info:

Published by: chepimanca on Feb 14, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

3.1

Gambaran Umum PT. Distriversa BuanaMas Perseroan adalah suatu badan hukum Indonesia yang telah secara sah berdiri dan dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia. Perseroan menjalankan bisnis utama dibidang distribusi, yang menyediakan jasa penjualan barang-barang yang dipasok dari perusahaan Brataco Group dan beberapa supplier lainnya dengan jangkauan pasar se-Indonesia. Perseroan ini didirikan pada tahun 1994 dengan nama PT. Distriversa BuanaMas oleh Bapak dan Ibu Winata berdasarkan akta tertanggal 25 November 1994 nomor 264, yang dibuat dihadapan Adam Kasdarmadji, Sarjana Hukum, notaris di Jakarta. Akta telah memperoleh persetujuan dari pihak yang berwenang, sebagimana ternyata dari Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia tertanggal 27 Desember1994 nomor C2-19.019 HI.01.01.Th.94 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tertanggal 12 September 1995 nomor 73. Dalam menjalankan usahanya pertama kali, PT. Distriversa BuanaMas ini berkedudukan di Bandung. Pada tahun 1999, PT. Distriversa BuanaMas mendirikan 6 cabang, 6 gudang dan 6 subdistributor di luar pulau Jawa, sedangkan pada tahun 2000 membangun cabang baru di Jakarta, Palembang, Malang. Pada tahun 2001 membangun cabang baru di Pontianak, Solo, Cirebon. Pada tahun 2003 menambah cabang baru lagi di Jakarta dan sampai tahun 2005, PT. Distriversa

38

39 BuanaMas telah memiliki 15 cabang dan 15 subdistributor yang tersebar di seluruh nusantara. Perusahaan ini menjalankan usahanya dengan cara menjual barang-barang ke seluruh pelosok nusantara dengan bantuan pendistribusian melalui kantor cabangcabangnya dan mendapat pasokan dari perusahaan Brataco Group (PT. Ikapharmindo Putramas dan PT. Ikafood) dan beberapa perusahaan diluar Brataco Group , barang-barang yang dipesan customer dikirim melalui darat, udara, dan laut, tergantung dari jarak keberadaan customer dari cabang terdekat PT. Distriversa BuanaMas. Jenis barang yang dijual seperti makanan, farmasi dan berbagai macam kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pada awal berdirinya sampai sekarang ini, PT. Distriversa BuanaMas mempunyai beberapa macam pelayanan utama seperti gudang yang tersentralisasi, biaya angkut dan pabean untuk barang impor, penjualan dan penagihan, pengiriman dan pelayanan setelah penjualan terhadap tempat-tempat penjualan, manajemen resiko terhadap kredit, pelayanan pemasaran, sistem pelaporan, pelayanan publik dan public relation, hubungan dengan institusi pemerintah, registrasi. Dalam menjalankan usahanya, PT. Distriversa BuanaMas mengutamakan kepercayaan kepada customer-nya, terutama customer lama, sehingga perusahaan tidak menetapkan suatu jaminan hutang bagi masing-masing customer, selama customer tersebut membayar piutang yang ada tepat pada waktunya. Untuk sekarang ini, melalui 15 cabang dan 15 subdistributor yang tersebar di Indonesia disertai dengan dukungan dari banyak sumber daya manusia yang berkualitas, PT.

40 Distriversa BuanaMas telah menjalin kerjasama dengan 30.000 customer yang ada di seluruh nusantara.

3.2

Visi dan Misi PT. Distriversa BuanaMas Visi : Menjadi perusahaan distribusi yang berorientasi kepada pelanggan dan dikenal di seluruh nusantara. Misi : a. Menjadi perusahaan distribusi yang berorientasi kepada kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat. b. Memberi jasa pelayanan yang cepat, tepat, dan terpercaya. c. Memperluas cabang-cabang yang mencakup seluruh nusantara sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. d. Membentuk dan menyediakan Sumber Daya Manusia yang tanggap, efisien dan berdedikasi tinggi pada visi dan misi perusahaan, serta dapat meningkatkan kemampuan dalam pengoperasian teknologi modern sehingga memberi pelayanan yang berkualitas baik. e. Menjalin kerjasama yang erat dengan pelanggan, supplier, mitra bisnis, lembaga terkait, dan pemerintah dalam menjalankan bisnis perusahaan. f. Mencapai peningkatan penghasilan dan pengembalian investasi bagi pemegang saham dengan operasional dan praktek keuangan yang disiplin.

41 3.3 Struktur Organisasi Perusahaan Struktur Organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap tentang hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggungjawab dalam pekerjaanya yang berbeda-beda pada suatu organisasi menurut keahlian (skill) yang dimilikinya. Pada PT. Distriversa BuanaMas struktur organisasinya berbentuk garis, dimana tiap-tiap bagian mempunyai kepala dan seorang kepala tidak dapat memerintah bawahannya sewenang-wenang. (Struktur Organisasi terdapat pada gambar 3.1)

42

43 3.4 Tugas, Tanggungjawab dan Wewenang Struktur Organisasi pada PT. Distriversa BuanaMas memiliki tugas,

tanggungjawab dan wewenang sebagai berikut: 1. BOD (Bottom Of Director) BOD pada PT. DBM adalah sebagai pemilik dan pemimpin tunggal yang dipegang oleh 1 orang Tugas BOD: a. Menentukan kebijakan yang perlu diambil b. Merumuskan tujuan dan kebijakan umum perusahaan Tanggungjawab BOD: a. Menetapkan Visi dan Misi perusahaan b. Menetapkan dan mengarahkan strategi kepada semua karyawan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan aktifitas perusahaan Wewenang BOD: a. Mewakili perseroan di dalam dan di luar pengadilan tentang segala hal dan dalam segala tindakan, baik yang mengenai kepengurusan maupun kepemilikan b. Menetapkan keputusan perjanjian kerjasama dengan pihak lain 2. Direktur Tugas Direktur: a. Menentukan kebijakan yang perlu diambil b. Merumuskan tujuan dan kebijakan umum perusahaan

44 Tanggungjawab Direktur: a. Bertanggung jawab kepada BOD b. Menetapkan dan mengarahkan strategi kepada semua karyawan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan aktifitas perusahaan Wewenang Direktur: a. Menetapkan keputusan b. Melakukan hubungan kerjasama dengan pihak luar 3. Manager Logistik Tugas Manager Logistik: a. Memimpin serta mengkoodinir kegiatan pembelian b. Memberikan laporan persediaan kepada pihak yang diajak bekerjasama Tanggungjawab Manager Logistik: a. Mengkoordinir fungsi persediaan b. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembelian Wewenang Manager Logistik: a. Memeriksa laporan persediaan b. Menyejutui pemesanan barang ke supplier 4. Manager Konsumen Tugas Manager Konsumen: a. Memimpin dan mengkoordinasi seluruh kegiatan penjualan yang ada di supermarket, hypermarket, minimarket, grosir, retail dan salon b. Meningkatkan penjualan produk

45 Tanggungjawab Manager Konsumen: a. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan penjualan b. Membuat laporan mengenai pencapai penjualan, aktifitas promosi, kondisi pasar serta masalah yang muncul untuk divisi konsumen Wewenang Manager Konsumen: a. Menetapkan DPC (Discount Proposal Control) b. Menetapkan budget control Manager Penjualan Tugas Manager Penjualan: a. Mengembangkan jalur penjualan dan distribusi b. Memastikan pencapaian target penjualan Tanggungjawab Manager Penjualan: a. Menganalisa pelaksanan kegiatan penjualan dibidang konsumen b. Membuat laporan mengenai pencapai penjualan, aktifitas promosi, kondisi pasar serta masalah yang muncul Wewenang Manager Penjualan: a. Mengusulkan permintaan DPC (Discount Proposal Control) b. Mengusulkan permintaan bugdet control 5. Manager Pharma Tugas, tanggungjawab dan wewenang Manager Pharma sama dengan Manager Konsumen yang berbeda hanya di divisi. Tugas Manager Pharma: a. Memimpin dan mengkoordinasi seluruh kegiatan penjualan yang ada di toko obat, apotik, institusi pharma.

46 b. Meningkatkan penjualan produk Tanggungjawab Manager Pharma: a. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan penjualan di bidang pharma b. Membuat laporan mengenai pencapai penjualan, aktifitas promosi, kondisi pasar serta masalah yang muncul untuk divisi pharma Wewenang Manager Pharma: a. Menetapkan DPC (Discount Proposal Control) b. Menetapkan budget control Asisten Pharma disini bertugas hanya membantu Manager Pharma. Apabila Manager Pharma tidak ditempat maka Asisten Pharma yang menggantikannya. 6. Region Manager Tugas Region Manager: a. Menanggani semua cadang yang masuk dalam satu region. b. Meningkatkan target penjualan dalam semua divisi Tanggungjawab Region Manager: a. Bertanggung jawab atas semua kegiatan cabang yang masuk dalam devisi yang dia pimpin b. Membuat laporan mengenai pencapai penjualan, aktifitas promosi, kondisi pasar serta masalah yang muncul ditiap area masing-masing. Wewenang Region Manager: a. Memutuskan semua hal yang terjadi di cabang yang termasuk dalam divisi yang dipimpinnya b. Meminta laporan keuntungan, laporan omzet.

47 7. Key Account Tugas Key Account: a. Memberikan laporan tentang kegiatan yang dilakukan oleh competitor b. Membantu kepala cabang dalam mencari omzet penjualan. Tanggungjawab Key Account: a. Bertanggung jawab kepada Region Manager, Manager divisi konsumen, Manager divisi pharma, assisten Manager pharma dan kepala-kepala cabang b. Melakukan sales spreading dengan salesman atau supervisor Wewenang Key Account: a. Melakukan inspeksi mendadak ke setiap outlet. b. Meminta tambahan diskon kepada manager 8. Bussines Development Coordinator Tugas Bussines Development Coordinator: a. Mencari principle baru untuk diajak bekerja sama b. Menjalin hubungan baik dengan principla baik dalam persediaan barang, diskon. Tanggungjawab Bussines Development Cordinator: a. Bertanggung jawab kepada Direktur, BOD, Key Account. b. Bertanggung jawab dalam menangani masalah-masalah berhubungan dengan principle. Wewenang Bussines Development Cordinator: a. Mengusulkan principle baru b. Mengadakan negosiasi dengan principle

48 3.5 DFD PT. Distriversa BuanaMas 3.5.1 sDiagram Konteks Diagram konteks sistem penjualan kredit dan piutang dagang yang berjalan pada PT. Distriversa BuanaMas (DBM) dapat dilihat pada gambar 3.2
Purchase_order

Faktur_terotorisasi Bukti_pembayaran

Pelanggan Gudang
Surat_penawaran_barang

faktur Faktur_untuk_ surat_tagihan Faktur_untuk_tanda_terima_ pengiriman_barang

Sisfo_penjualan_ dan_piutang

Faktur

Laporan_penjualan

Laporan_piutang

Manajemen

Gambar 3.2 Diagram Konteks Sistem Yang Berjalan

49 3.5.2 Diagram Nol Diagram nol menggambarkan sistem penjualan kredit dan piutang dagang berdasarkan prosedur yang sedang berjalan pada PT. Distriversa BuanaMas (DBM) dapat dilihat pada gambar 3.3

50

Pelanggan

Surat_penawaran_barang

1.0 memberikan_ penawaran

Ms_barang

Credit_limit

Purchase_order

2.0 menerima_order

Ms_customer

Purchase_order

Gudang

faktur

3.0 membuat_faktur Tr_sales

faktur 4.0 mengirim_barang

Faktur_untuk_tanda_terima_pengiriman_barang

Faktur_terotorisasi Faktur_untuk_surat_tagihan

5.0 melakukan_ penagihan

Bukti_pembayaran

6.0 membuat_jurnal

Tr_jurnal

Manajemen

Laporan_penjualan

7.0 membuat_laporan

Laporan_piutang

51 Gambar 3.3 Diagram Nol Sistem Yang Berjalan

3.6

Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang Pada PT. Distriversa BuanaMas Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang pada PT. Distriversa BuanaMas adalah sebagai berikut: 1. Memberikan penawaran a. Bagian SAS (Supervisor Administrative Sales) mengecek database persediaan barang dan memberikan penawaran kepada customer. 2. Menerima order a. Bagian SAS menerima pesanan dari customer baik melalui telepon, faximale yang berupa purchase order maupun melalui salesman. b. Bagian SAS mengecek saldo kredit dari account customer. Jika ternyata account customer tidak memiliki hutang sama sekali atau memiliki hutang yang wajar bagi perusahaan (ditolerir), maka customer dapat memesan barang. c. Bagian SAS menyerahkan purchase order ke bagian penjualan. 3. Membuat faktur a. Bagian penjualan menerima purchase order dari bagian SAS dan membuat faktur 5 rangkap berdasarkan purchase order. b. Menyerahkan faktur 5 rangkap ke bagian gudang. 4. Mengirim barang a. Bagian gudang menerima faktur 5 rangkap dari bagian penjualan dan menyiapkan barang sesuai pesanan pada faktur.

52 b. Bagian gudang memberikan barang beserta faktur ke bagian ekspedisi. c. Bagian ekpedisi menerima barang dan faktur dari bagian gudang. d. Bagian ekspedisi memberi tanda (check) pada daftar pengiriman barang setiap kali ada pengiriman barang. e. Bagian ekspedisi mengirim barang ke customer, meminta tanda tangan customer dan menyerahkan faktur rangkap ke 3 ke customer sebagai tanda terima pengiriman barang. f. Setelah selesai mengirim barang, bagian ekspedisi menyerahkan faktur rangkap ke 1 dan ke 2 ke inkaso, faktur rangkap ke 4 ke bagian akuntansi, dan faktur rangkap ke 5 ke bagian penjualan. 5. Melakukan penagihan a. Bagian inkaso menerima faktur rangkap ke 1 dan ke 2 dari bagian ekspedisi dan mengarsip sementara kedua faktur tersebut sampai tanggal jatuh tempo untuk diserahkan ke bagian debt collector. b. Bagian debt collector menerima faktur rangkap ke 1 dan ke 2 dari bagian inkaso. c. Bagian debt collector menagih hutang customer dengan faktur rangkap ke 1 dan ke 2 sebagai surat tagihan. d. Pelanggan melunasi pembayaran dan menandatangani kedua faktur tersebut serta menerima faktur rangkap ke 1 sebagai bukti pelunasan. e. Bagian debt collector menyerahkan uang/giro/cek dan faktur rangkap ke 2 sebagai bukti pembayaran ke bagian kasir. f. Bagian kasir menerima uang/giro/cek dan faktur rangkap ke 2 dari bagian debt collector serta membuat tanda terima hasil penagihan .

53 g. Bagian kasir menyerahkan faktur rangkap ke 2 dan tanda terima hasil penagihan ke bagian inkaso. h. Bagian inkaso menerima faktur rangkap ke 2 dan tanda terima hasil penagihan kemudian meng-update status piutang. i. Bagian inkaso mengarsip secara permanen faktur rangkap ke 2. 6. Membuat Jurnal a. Bagian akuntansi menerima faktur rangkap ke 4 dari bagian ekspedisi. b. Bagian akuntansi faktur. 7. Membuat Laporan a. Bagian akuntansi membuat laporan penjulan dan piutang berdasarkan jurnal penjulan kredit dan piutang dagang untuk diserahkan ke manajemen. b. Bagian akuntansi mengarsip secara permanen faktur rangkap ke 4. membuat jurnal penjualan dan piutang berdasarkan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->