Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

PT. Indonesia Power


PT. Indonesia Power adalah salah satu anak perusahaan PT. PLN (Persero)

yang didirikan pada tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT PLN Pembangkitan
Jawa Bali I. Pembentukan perusahaan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Kehakiman Republik Indonesia Nomor C2-12496 HT.01.01.TH.1995. Sejak 3
Oktober 2000 berganti nama menjadi Indonesia Power sebagai penegasan atas
tujuan perusahaan yang menjadi perusahaan pembangkitan tenaga listrik independen
yang

berorientasi

bisnis

murni.

Indonesia

Power

merupakan

perusahaan

pembangkitan tenaga listrik terbesar di Indonesia. Untuk mengelola 127 mesin


pembangkit dengan total kapasitas terpasang sekitar 8.888 MW, Indonesia Power
memiliki delapan Unit Bisnis Pembangkitan yang tersebar di berbagai lokasi di Pulau
Jawa dan Bali, serta satu Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan.

Gambar 1.1 Kantor Pusat Indonesia Power


Indonesia Power terus melakukan upaya penambahan kapasitas pembangkit
lisrtik, baik di Pulau Jawa maupun di luar pulau Jawa antara lain Kalimantan Barat,

Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jambi, dan Nusa Tenggara Timur. Dengan
identitas baru, Indonesia Power mendeklarasikan Visi dan Misi yang terintegrasi
dengan rencana baru untuk menjadi perusahaan publik dan meningkatkan diri
menjadi pembangkit kelas dunia. Untuk mendukung terealisasinya keinginan
tersebut, Indonesia Power dan seluruh Unit Bisnisnya telah berbenah diri. Hal ini
dibuktikan dengan diperolehnya berbagai penghargaan nasional dan internasional
antara lain ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan), ISO 9001 (Sistem
Manajemen Mutu), SMK3 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Indonesia, Penghargaan Padma untuk bidang Pengembangan Masyarakat, dan
ASEAN Renewable Energy Award.
1.1.1

PT. Indonesia Power UBP Bali


PT. Indonesia Power UBP Bali merupakan salah satu unit pelaksanan

pengusahaan pembangkit yang berada di bawah

PT. Indonesia Power dan

menyediakan tenaga listrik di pulau Bali.

Gambar 1.2 Peta Geografis PT Indonesia Power UBP Bali


Sejarah berdirinya dimulai sekitar tahun 1990. Pemerintah Indonesia
mempertimbangkan perlu adanya deregulasi pada sektor ketenagalistrikan. Langkah
ke arah deregulasi tersebut diawali dengan berdirinya PAITON SWASTA 1, yang
dipertegas dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 37 tahun 1992 tentang
pemanfaatan sumber daya swasta melalui pembangkit pembangkit listrik swasta.
Kemudian akhirnya tahun 1993 menteri pertimbangan dan energi (MPE) menerbitkan

kerangka dasar kenijakan berupa sasaran dan kebijakan pengembangan sub-sektor


ketenagalistrikan.Kebijakan

pedoman

jangka

panjang

restrukrisasi

sektor

ketenagalistrikan.
Sebagai penerapan tahap awal, pada 1994 PLN diubah statusnya dari Perum
menjadi Persero. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 3 Oktober 1995 PT.PLN
Persero membentuk 2 anak perusahaan yang tujuannya untuk memisahkan misi sosial
dan misi komersial. Salah satu anak perusahaan tersbut adalah PT Pembangkitan
Tenaga Listrik Jawa Bali 1 atau lebih dikenal dengan PJB 1. Anak perusahaan ini
berfungsi untuk menjalankan fungsi komersial pada bidang pembangkitan tenaga
listrik dan usaha usaha lain yang terkait dengan bidang tersebut.
Pada tanggal 3 Oktober 2000 ( ulang tahun yang kelima), manajemen
perusahaan mengumumkan perubahan nama PLN PJB I menjadi PT. Indonesia
Power. Perubahan nama ini ditunjukkan untuk menanggapi persaingan usaha yang
semakain ketat dalam bidang ketenagalistrikan serta sebagai suatu persiapan untuk
privatisasi perusahaan yang akan dilakukan dalam waktu yang dekat.
Pembangkit-pembangkit listrik milik PT. Indonesia Power memanfaatkan
teknologi modern berbasis komputer dengan mengunakan berbagai energi primer
seperti batu bara, air, panas bumi, gas alam, minyak bumi, dll. Pembangkitpembangkit yang dimiliki PT. Indonesia Power tersebut tersebar dalam 8 unit bisnis
pembangkit yang terdiri atas Priok ,Suralaya, Saguling ,Kamojang, Mrica, Semarang,
Perak-Grati dan Bali. Untuk total daya mampu terbesarnya PT. Indonesia Power
merupakan yang terbesar di Indonesia diantara perusahaan pembangkit lainnya.
Untuk mengantisipasi kenaikan daya yang terus menerus dimana setiap tahun
pertumbuhan konsumsi listrik sekitar 12 persen maka PT Indonesia Power UBP Bali
menambah kapasitas pembangkit dengan program PLTD SEWA yakni dengan BOT
(Built Operation Transfer ) dan BOO (Built Operation Owner ). Tanggal 7 November
2010 terpasang PLTD BOO Pemaron dengan daya mampu sebesar 45 MW dengan
menggunakan 59 unit PLTD. Pada pusat beban yakni di Denpasar terpasang 3 Unit
PLTD BOO dan 3 unit PLTD BOT. Commisioning PLTD BOO Pesanggaran tanggal

27 Pebruari 2011 dan PLTD BOT Pesanggaran tanggal 16 Maret 2011. Kapasitas
total pembangkit UBP Bali sampai dengan tahun Juni 2011 sebesar 557.69 MW.
Selama tahun 1995 Bali mengkonsumsi energi listrik dari PLN sebesar 889
GWh yang disediakan dari PLTD sebesar 84 GWh, dari PLTG sebesar 295 GWh dan
pasokan dari Jawa sebesar 509 GWh. Tahun 1996 terjadi kenaikan konsumsi energi
listrik menjadi sebesar 1017 GWh yang disediakan dari PLTD, PLTG dan pasokan
dari Jawa berturut-turut sebesar 84 GWh, 305 Gwh dan 627 GWh. Tahun 1997 terjadi
kenaikan konsumsi energi listrik menjadi sebesar 1136 GWh yang terdiri atas
pasokan dari PLTD sebesar 160 GWh, dari PLTG sebesar 432 GWh dan dari Jawa
sebesar 544 GWh.
Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik tersebut PT Indonesia Power Unit
Pembangkitan Bali mempunyai 11 unit PLTD dan 4 unit PLTG yang semuanya
terletak di Pesanggaran, Denpasar. Di samping itu pada akhir tahun 1997 telah selesai
dibangun PLTG Gilimanuk terletak di ujung barat pulau Bali.Seluruh pembangkit
tenaga listrik menggunakan bahan bakar minyak HSD sebagai energi primernya. UBP
Bali juga mengelola PLTG Pemaron yang berada di utara pulau Bali.
Dari pembangkit listrik tersebut 9 Unit PLTD energi listrik yang dibangkitkan
disalurkan langsung ke jaringan tegangan 20kV. Dua unit PLTD, energi listrik yang
dibangkitkan disalurkan langsung ke jaringan transmisi 150 kV. Dengan kapasitas
dari Pembangkit Listrik di Pesanggaran dan Gilimanuk dan ditambah sistem
Interkoneksi Jawa-Bali, UBP Bali menjamin tersedianya tenaga listrik yang cukup
dan dapat diandalkan.
Unit Bisnis Pembangkitan Bali merupakan salah satu unit pembangkit yang
dimiliki dan dioperasikan oleh PT Indonesia Power. Pada 1973, unit ini awalnya
bernama Sektor Pesanggaran di bawah Otoritas PLN Wilayah XI dan pada 1997
menjadi Sektor Bali di bawah Otoritas PT PLN Pembangkitan dan Penyaluran Jawa
Bagian Timur dan Bali. Sejak 1995, ketika PT PLN (Persero) membentuk anak
perusahaan yang disebut PT PLN Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa Bali (PLN PJB

I), Sektor Bali dinamakan sebagai Unit Pembangkitan Bali. Pada 30 Oktober 2000,
PLN PJB I berubah nama menjadi PT Indonesia Power.
Unit Pembangkitan Bali berubah nama menjadi Unit Bisnis Pembangkitan
Bali. Pusat pembangkit yang dikelola oleh UBP Bali terutama dimaksudkan untuk
memenuhui kebutuhan pulau itu sendiri saat pasokan dari Sistem Jawa Bali yang
disalur melalui kabel bawah laut dari Ketapang (Jawa) ke Gilimanuk tidak
mencukupi.
1.1.1.1 Profil Perusahaan
1. Nama Perusahaan
2. Jenis Badan Hukum
3. Alamat Perusahaan
4. Nomor Telepon
5. Nomor Fax
6. Status Permodalan
7. Bidang Usaha
8. SK AMDAL disetujui
9. Penanggung Jawab
10. Jabatan

: PT. INDONESIA POWER UBP BALI


: PT ( Perseroan Terbatas)
: JI. Brigjen I.G. Ngurah Rai, Pasanggaran
: (62-361) 720-421, 720-422
: (62-361) 720-519
: BUMN
: Pembangkit Tenaga Listrik
: 371 tahun 2004, 25 Nopember 2004
: IGN. Agung Subawa Putra
: General Manager

1.1.1.2 Kegiatan Usaha


Untuk saat ini PT Indonesia Power UBP Bali hanya mengelola 4 unit PLTG di
Pesanggaran, 1 unit PLTG berlokasi di Gilimanuk dan 2 unit PLTG di Pemaron
dengan daya totak terpasang adalah 481,85 MW.
1.1.1.3 Visi, Misi, Tujuan dan Motto Perusahaan
Visi, Misi, Tujuan dan Motto dari PT Indonesia Power UBP Bali adalah
sebagai berikut:
Visi PT. Indonesia Power adalah :

Menjadi Perusahaan Publik dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat


dengan lingkungan.

Misi PT. Indonesia Power adalah :

Melakukan usaha dalam bidang ketenagalistrikan serta mengembangkan


usaha-usaha lainnya yang berkaitan, berdasarkan kaidah industri dan niaga
yang sehat, guna menjamin keberadaan dan pengembangan perusahaan dalam
jangka panjang
Tujuan PT. Indonesia Power adalah :
a) Memberikan nilai tambah bagi pelanggan , karyawan dan pemilik.
b) Menghasilkan keuntungan yang menjamin pertumbuhan yang menjamin
berkesinambungan.
c) Mencapai tingkat kinerja setara dengan perusahaan pembangkitan tenaga
listrik kelas dunia.
d) Membangun budaya perusahaan yang memiliki nilai-nilai : Integritas,
Profesional, Harmonis, Pelayanan Prima, Peduli Pembelajar dan Inovatif.

Motto PT. Indonesia Power adalah :


Bersamakita maju (Together for a better tomorrow).

1.1.1.4 Data Prestasi Unit Bisnis Pembangkitan Bali


1. Zero Accident Award: 2002-sekarang
2. Sertifikat SMK3: 2002,2005,2008, 2011
3. Sertifikat Sistem Manajemen Pengamanan ( Peraturan Kepala Polri
No.24/2007): 2008
4. Sertifikat Sistem Manajemen Mutu (ISO 14001): 2003, 2006, 2009
5. Sertifikat Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001): 2003, 2006, 2009
1.1.1.5 Aset Perusahaan
Bali dikenal sebagai Pulau Dewata dan merupakan daerah tujuan wisata yang
terus berkembang. Dengan perkembangan yang bersifat alami itu, Bali membutuhkan
listrik yang andal dan memadai. Unit Bisnis Pembangkitan Bali (UBP Bali) terdiri
dari 4 unit pembangkitan berbahan bakar gas. 1 unit pembangkitan diesel ada di
Gilimanuk, 2 unit pembangkit diesel ada di Pemaron, Singaraja. Di samping itu,
Sistem tenaga listrik di Bali didukung dari Jawa melalui dua jalur kabel bawah laut
antara Ketapang Gilimanuk sebesar 220 MW.
Tabel 1.1 Power Plant of Bali Generation Business Unit

Jumlah

Kapasitas Terpasang

Total

Mesin

( MW )

( MW )

21.35

21.35

PLTG Pesanggaran

20.1

20.10

PLTG Pesanggaran

42

84.00

PLTG Gilimanuk

133.8

133.80

PLTG Pemaron

48.8

97.60

PLTD BOO Pesanggaran

10.5

30

PLTD BOT Pesanggaran

18.4

50

PLTD BOO Pemaron

59

45

Nama Mesin
PLTG Pesanggaran

1.1.1.6 Gedung dan Fasilitas PT Indonesia Power UBP Bali Unit Pesanggaran

Gambar 1.3 Peta lokasi PLTD/G Pesanggaran


Luas area yang ditempati PT Indonesia Power UBP Bali adalah 53.000 m 2.
Gedung dan fasilitas yang terdapat di PT Indonesia Power UBP Bali antara lain:
1. Gedung kantor baru dan gedung kantor lama.
2. Gedung PLTD stationA dan PLTD station B.
3. Lapangan olah raga yaitu lapangan tenis dan voli. MAN

4. Ruang pompa PMK diesel bahan bakar dan container.


5. Mess, Tempat Ibadah, Perpustakaan dan Laboratorium Kimia.
6. Lokasi Tangki bahan bakar, tangki penampungan dan pengolahan limbah.
7. Gardu Induk Pesanggaran. Tempat parkir, koperasi, dan kantin, Gedung
Pertemuan.
8. Lokasi PT Indonesia Power UBP Bali terbagi atas beberapa bagian yaitu:
a. Lokasi mudah terbakar.
b. Lokasi evakuasi.
c. Lokasi tegangan tinggi.
d. Lokasi Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
e. Lokasi Getaran dan Kebisingan.
1.1.1.7 Pengelolaan Lingkungan
Berdasarkan hasil evaluasi dampak penting dalam andil dari operasional
PLTD, PLTG dan rencana pengembangan PLTGU, diperkirakan beberapa jenis
dampak besar dan penting yang perlu dikelola sebagai berikut:
1. Menurunnya kualitas udara
2. Meningkatnya kebisingan dan getaran
3. Menurunya kualitas atau potensi air bawah tanah
4. Menurunnya kualitas air permukaan
5. Timbulnya keresahan masyarakat
6. Terjadinya kebakaran
7. Terganggunya kesehatan masyarakat
Oleh sebab itu perlunya dilakukan pengelolaan lingkungan di sekitar
pembangkit. Hal-hal yang telah dilakukan oleh PT Indonesia Power UBP Bali yaitu:

1.Terhadap Kualitas Udara


Menyediakan filter pada masing-masing cerobong untuk menyaring gas
buang yang dikeluarkan dari proses pembakaran.

2.Meningkatnya Tingkat Kebisingan dan Getaran


Menggunakan Teknologi yang dapat meminimalisi tingkat kebisingan yang
disebabkan oleh pengoperasian sistem pembangkit.Dengan menggunakan
Glasswool sebagai media/bahan peredam bunyi atau menempatkan mesinmesin yang mengeluarkan bunyi bising pada ruang kedap udara.
Membuat Green Belt dari tanaman yang mampu meredam kebisingan yang
dikeluarkan mesin pembangkit.
1.1.2

Topik Kerja Praktek di PT. Indonesia Power UBP Bali


Pemeliharaan terhadap unit unit pembangkit di PT. Indonesia Power UBP

Bali sangat penting terhadap kinerja dan efisiensi dari sebuah unit pembangkit.
Terutama pemeliharaan yang dilakukan terhadap turbin dari sebuah unit pembangkit.
Pemeliharaan terhadap turbin maupun unit pembangkit lainnya dapat dilakukan
sesuai dengan pemeliharaan terencana maupun pemeliharaan tak terencana. Dalam
kerja praktek ini mengambil topic tentang pemeliharaan terhadap unit pembangkit
PLTG di PT. Indonesia Power UBP Bali serta pengaruhnya terhadap efisiensi unit
PLTG
1.1.3

Struktur Organisasi PT. Indonesia Power UBP Bali


PT Indonesia Power memiliki struktur organisasi yang menjelaskan alur tugas

kerja dan wewenang kepemimpinan dan bawahan.Struktur organisasi perusahaan


menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tahap hubungan diantara
fungsi-fungsi, bagian-bagian, dan posisi maupun orang-orang yang menunjukkan
kedudukan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu
struktur organisasi. Dari struktur organisasi tersebut akan membentuk suatu kerja
sama yang baik antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya, serta bawahan yang
satu dengan yang lainnya. PT Indonesia Power UBP Bali menggunakan struktur
organisasi yang bersifat structural.
Masing masing jabatan mempunyai tugas dan tanggung jawab sesuai posisi
pada struktur organisasi perusahaan. Berdasarkan surat keputusan Direksi Nomor

055.K/023/PJB/1997 mengenai tugas dan tanggung jawab masing masing bidang


yang dapat diuraikan sebagai berikut :
1. General Manajer
General Manajer bertindak sebagai pimpinan tertinggi di UBP Pesanggaran Bali
yang diberi wewenang penuh untuk mengelola perusahaan sesuai dengan target
kontrak manajemen yang telah ditandatangani antara General Manajer dengan
Direktur Utama PT. Indonesia Power kantor pusat Jakarta. Tanggung jawab General
Manajer sebagai berikut :
a. Tersedianya rencana kerja dan anggaran unit bisnis pembangkitan jangka
pendek,jangka menengah dan jangka panjang.
b. Terintegrasinya kegiatan operasional unit pembangkit.
c. Terkoordinasinya kegiatan komunikasi internal dan eksternal.
d. Terkoordinasinya kegiatan inovasi/perkembangan teknologi unit pembangkit.
e. Terkoordinasinya kegiatan manajemen mutu unit pembangkit.
f. Terbinanya unit pembangkit PLTD/G Pesanggaran, PLTG Gilimanuk dan PLTG
Pemaron.
2. Ahli Audit Teknik
Tugas Ahli Audit Teknik adalah melakukan audit internal perusahaan pada bidang
teknik sesuai dengan kaidah normatif audit. Audit internal tersebut mengacu pada
kebijaksanaan yang diterapkan oleh direksi. Tujuan dari audit internal adalah untuk
menjamin accountability kegiatan kegiatan di PT Indonesia Power Pesanggaran
UBP Bali.
3. Ahli Audit Administrasi
Tugas Ahli Audit Administrasi adalah melakukan audit internal perusahaan pada
bidang administrasi sesuai dengan kaidah normatif audit. Audit internal pada bidang
administrasi tersebut mengacu pada kebijaksanaan yang diterapkan oleh direksi.
Tujuan audit internal dalam bidang administrasi adalah untuk menjamin
accountability kegiatan kegiatan di PT Indonesia Power UBP Bali.
4. Manajer Teknik

Tugas Manajer Teknik adalah mengelola dan mengkoordinasi kegiatankegiatan


bidang pemeliharaan PLTD/G yang meliputi pemeliharaan peralatanperalatan mesin
serta alat bantunya, listrik, kontrol instrument beserta alat bantunya ,bengkel untuk
mendukung keandalan operasi unit pembangkit dengan tanggung jawab sebagai
berikut:
a. Tersusunnya rencana kerja dan anggaran bidang pemeliharaan.
b. Tersedianya Instruksi Kerja (IK) bidang pemeliharaan.
c. Tersedianya keandalan system dan peralatan unit pembangkit.
d. Teratasinya gangguan sistem, sub sistem dan peralatan unit pembangkit.
e. Tersedianya laporan bidang pemeliharaan.
f. Terjaminnya kegiatan Lingkungan dan K3 di lingkungan unit kerjanya.
g. Terkelolanya pengembangan dan pembinaan bawahan.
5. Manajer Engineering dan Manajemen Aset
Manajer

Engineering

dan

Manajemen

Aset

bertugas

mengelola

dan

mengkoordinasi kegiatan perencanaan, evaluasi dan engineering unit bisnis


pembangkitan yang meliputi penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Bidang
Operasi dan Pemeliharaan baik jangka panjang, menengah ataupun pendek, evaluasi
pelaksanaan operasional dan pemeliharaan pembangkit monitoring kerja pembangkit
menyangkut keandalan dan efisiensi pembangkit. Kegiatan utamanya antara lain :
a. Tersusunnya rencana kerja dan anggaran operasi pembangkit.
b. Tersusunnya rencana kerja dan anggaran pemeliharaan pembangkit.
c. Tersusunnya kebutuhan bahan bakar dan suku cadang.
d. Terkelolanya kegiatan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangkit.
e. Terlaksananya pembinaan inovasi dan rekayasa bidang teknik di Unit
Pembangkit.
f. Terkelolanya peningkatan ( improvement ) keandalan dan efisiensi pembangkit.
g. Terkelolanya knowledge center Unit Pembangkit.
h. Terkelolanya pembinaan dan pengembangan bawahan.
6. Manajer Logistik

Tugas Manajer Logistik adalah mengkoordinasi pengelolaan logistik unit


pembangkit denga kegiatan utama sebagai berikut :
a. Penyusun rencana pengadaan barang dan jasa.
b. Pengelolaan dan pengendalian untuk kebutuhan operasi pemeliharaan.
c. Pengembangan sistem dan prosedur kegiatan.
d. Pengelolaan barang barang.
e. Pengelolaan database logistik.
7. Manajer SDM & Humas
Tugas Manajer SDM & Humas adalah mengkoordinasi pengelolaan SDM dan
hubungan masyarakat unit pembangkit dengan kegiatan utama sebagai berikut :
a. Pengembangan organisasi.
b. Perencanaan dan pengadaan karyawan.
c. Pengembangan karir.
d. Pengelolaan kehumasan dan pengembangan komunitas.
e. Pengelolaan kesekretariatan dan rumah tangga kantor.
f. Pengelolaan fasilitas kerja.
g. Pengelolaan K3.
h. Pengelolaan keamanan.
8. Manajer SIS & Keuangan
Mempunyai tugas mengkoordinasi pengelolaan system informasi dan keuangan
unit pembangkit dengan kegiatan utamanya sebagai berikut:
a. Penyusunan anggaran bisnis.
b. Pengelolaan system informasi dan keuangan.
c. Pengembangan system administrasi keuangan.
9. Manajer Unit PLTG Gilimanuk
Mempunyai tugas mengelola kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan PLTG
dengan kegiatan utama sebagai berikut :
a. Penyusunan rencana pengoperasian dan pemeliharaan PLTG.

b. Pengembangan system dan prosedur operasi dan pemeliharaan.


c. Pengelolaan kegiatan operasi dan pemeliharaan PLTG sesuai kebutuhan system.
d. Pengkoordinasian kegiatan administrasi umum dan keamanan.
10. Manajer Unit PLTG Pemaron
Mempunyai tugas mengelola kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan PLTG
dengan kegiatan utama sebagai berikut :
a. Penyusunan rencana pengoperasian dan pemeliharaan PLTG.
b. Pengembangan system dan prosedur operasi dan pemeliharaan.
c. Pengelolaan kegiatan operasi dan pemeliharaan PLTG sesuai kebutuhan system.
d. Pengkoordinasian kegiatan administrasi umum dan keamanan.
11. Manajer Unit PLTD/G Pesanggaran
Mempunyai tugas mengelola kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan PLTG
dengan kegiatan utama sebagai berikut :
a. Penyusunan rencana pengoperasian dan pemeliharaan PLTD/G Pesanggaran
dan PLTD Pontianak.
b. Pengembangan system dan prosedur operasi dan pemeliharaan.
c. Pengelolaan kegiatan operasi dan pemeliharaan PLTD/G Pesanggaran dan
PLTD Pontianak sesuai kebutuhan system.
d. Pengkoordinasian kegiatan administrasi umum dan keamanan.

Adapun struktur organisasi PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan


Bali Unit Pesanggaran adalah sebagai berikut:

Gambar 1.4 Struktur Organisasi PT Indonesia Power UBP Bali


Setiap perusahaan untuk menggerakan Visi dan Misinya tidak lepas dari kerja
sama yang kolektif antara pimpinan dan bawahannya sehingga target yang diinginkan
tercapai secara terorganisir dan signifikan tentunya. Struktur organisasi PLTD/G
Pesanggaran adalah struktur organisasi garis, dimana setiap bagian dalam struktur
tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab dibidangnya dengan dedikasi dan
kredibilitas kepala unit PLTD/G Pesanggaran tersebut.
Struktur organisasi PLTD/G Pesanggaran tersusun dari :
1.

Manager Unit adalah Pimpinan atau kepala Unit PLTG itu sendiri yang mengatur
dan bertanggung jawab atas apapun yang berkaitan dengan Unit tersebut.

2.

Supervisor Senior (SS) adalah kepala dibidang teknis maupun bidang umum
yang membawahi Supervisor untuk melaporkan setiap progres yang sudah
dilaksanakan ataupun yang akan di rencanakan sekaligus memeberi instruksi.
Supervisor Senior di PLTD/G Pesanggaran terbentuk tiga bagian yaitu, Operasi,
Pemeliharaan dan Umum.

3.

Supervisor adalah penanggung jawab sekaligus pemberi instruksi kepada senior


dan junior. Supervisor PLTD/G Pesanggaran terbagi menjadi empat bagian yaitu,

Operasi, Pemeliharaan mesin, Pemeliharaan listrik, Pemeliharaan C & I (Control


& Instrumen) dan Pelaksana logistik
4.

Teknisi adalah karyawan lapangan. Teknisi di PLTD/G Pesanggaran terdiri dari


dua bagian yaitu teknisi senior dan teknisi junior.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA