Anda di halaman 1dari 10

GEMPA

Skenario Role Play KGD, By: Herma, Usie, Linda

PENOKOHAN:
1.

Keluarga (tokoh utama):

5. Presiden

Dani

6. Wakil Presiden

Maia

7. Petugas Presiden

Al

8. Kepala BMG

El

9. Staf BMG

Dul

10.Guru di Tempat les Dul

mulan

11.Teman2 dul

2. Tim SAR

12.Perawat di RS

3. Tim Penolong (dokter, perawat,

13.Petugas di RS

relawan)

14.Wartawan

4. Polisi
SETTING:
Waktu

: 16.45 s.d. 18.30 WIB

Tempat

Pemukiman penduduk

Kelas

Kantor pemerintahan (BMG)

Rumah Sakit

NASKAH DRAMA:

BABAK I (setting tempat: rumah penduduk) - saat terjadi gempa


Suatu hari kala senja hampir tiba dalam sebuah rumah di sudut kota..
Sekilas senja itu tampak seperti hari-hari biasanya aktivitas rutin yang
menyibukkan dari pagi akan disudahi saat sore menjelang.. kemudian munculah
Lelaki dengan setelan kemeja yang setengah tergulung baru pulang dari kantor dan
seorang wanita paruh baya sedang duduk di beranda ditemani secangkir teh
hangat.
Dani : Assalamualaikum...
Maia : Wa alaikum salam... Eh Papa udah pulang...
Dani : Anak2 kemana ma?? Ko papanya pulang pada ga ad di rumah...
Maia : Al masih les, El lagi diajak sama tante Mulan jenguk temennya yang
sakit, si Dul lagi tidur tu
Dani : Hah,,jam segini masih tidur aja tu anak.. (berjalan menuju kamar
Dul)
Ketika sang ayah hendak menuju kamar buah hatinya... Tiba2... sang ayah panik..
karena pijakan jalan menuju kamar dul terasa bergetar...
Dani : ya ampuunn apa ini... kok goyang2..!!?
Maia : (berteriak histeris menuju Dani)..... papaaaaaaaa!!... gempa..!!!
Sontak saja ketika sang istri berteriak ke arahnya... dani bergegas menyelamatkan
dul yang tengah tertidur lelap... namun sayangnya.... tiba-tiba plafon rumah
ambruk... namun masih bisa terhindarkan.. akan tetapi.. saat dani dan dul berhasil
keluar kamar.... mereka jatuh dan belum sempat bangun mereka tertimpa rak
lemari di dekatnya......
BRUKKK!!!
(suara rak terjatuh cukup kencang)
Maia pun berusaha membantu mengangkat rak tersebut, walaupun dengan sisasisa tenaga karena dia pun sempat tertimpa reruntuhan dan terluka cukup parah.
Maia: papaaa.... duullll... ayo.... cepat kita keluar dari sini sekarang!
Akhirnya mereka bertiga berhasil keluar dari rumah.... dengan cedera luka yang
sangat parah... kemudian tim SAR yang sejak tadi sudah tiba, membantu
memobilisasi mereka untuk berkumpul bersama warga lainnya di tempat aman
yang sudah disediakan.......

###
BABAK 2 (setting tempat: Kelas) saat terjadi gempa
Sementara itu di tempat les bhs. Inggris Al.. ketika waktu telah menunjukkan pukul
16. 45 WIB sehingga kelas pun diakhiri....
Guru

: Oke class.... enough for today... see u tomorrow, good

evening....
Murid2

: good evening sir....

Namun saat pengajar dan murid-murid hendak bersiap-siap pulang... suasana


menjadi heboh seketika...
Al

: (menanyakan pada gurunya).. mister... kok tiba-tiba kepala Al pusing


ya? Berasa goyang smua..!

Guru : oh god!! Kmu benar Al! mister juga merasakan hal yang sama, Ini
gempa....!!.. ayo anak2 cepat keluar dari ruangan ini sekarang...!!
Murid2

: (berteriak panik) gempaaaatolooong.........!!!

Segera setelah guru menutup kelas.... dan tiba-tiba gedung tersebut terguncang
hebat..... papan tulis dan alat-alat yang tergantung di dinding bergoncang hebat.....
vas bunga di atas meja pun terjatuh.... anak-anak panik dan segera berlari keluar.....
namun saking paniknya,,,, mereka malah bertabrakan dan saling mendorong agar
dapat keluar kelas..... guru mereka terdesak dan tidak bisa keluar.... gempa semakin
dahsyat mengguncang,,, guru tertimpa lemari yang terletak disudut kelas.... anak2
yang masih berdesakan di pintu makin panik dan ketakutan melihat itu semua...
salah satu anak yang melihat hal tersebut adalah Al...
Murid2

: misteeeerr..! (teriak penuh histeris)

Guru : sudah! Kalian semua tidak perlu hiraukan saya. CEPAT KELUAR!!
Setelah lama saling dorong-mendorong di depan pintu... Akhirnya Al dan beberapa
temannya dapat selamat keluar dengan selamat walaupun dengan luka yang cukup
parah karena tertendang dan terkena reruntuhan......Mereka lalu berkumpul di
lapangan luas di tengah gedung tersebut... suasana disana sangat
memprihatinkan,,,, banyak yang luka-luka dan tak sedikit pula yang tertimbun di
dalam gedung....

Ketika Al hendak menghubungi keluarga di rumah,,,, Telepon genggamnya tak bisa


digunakan karena tidak ada sinyal.... Al menangis sejadi-jadinya.... apalagi setelah
diketahui bahwa guru kesayangan dan beberapa temannya terjebak dan tidak
tertolong akhirnya tim SAR dan polisi pun tiba al dan teman2nya segera
diantar ke RS.
###
BABAK 3 (setting tempat: Kantor Pemerintahan) - saat terjadi gempa
Aktivitas yang menyibukkan di ruang kerja BMKG, Presiden, Menkominfo dan
Mensos tiba-tiba teralihkan oleh suatu kejadian luar biasa. Saat diketahui salah
seorang staf BMKG datang tergopoh-gopoh ke dalam ruang kerja..
Staf BMKG

: (tok..tok..tok..) Pak, lapor, sore ini pada pukul 17.00 telah


terjadi gempa dengan kekuatan 6 SR.

Kepala BMKG
: Ya Tuhan,,dimana kejadian berlangsung.. Tolong
bawakan saya laporannya.
Staf BMKG

: Ini Pak.. kejadian berlangsung di daerah Manaboa..

Kepala BMKG
: ini keadaan yang genting. Tolong segera sambungkan
telepon ke istana...presiden perlu tahu tentang ini dan harus
segera diambil kebijakan
Staf BMKG

: siap pak, segera saya sambungkan.

Staf BMKG pun segera menghubungi presiden setelah berbicara melalui ajudan
khusus presiden akhirnya Kepala BMKG berbicara langsung dengan presiden..
Kepala BMKG
: Sore pak,,saya mau melaporkan bahwa telah terjadi
gempa dengan kekuatan 6 SR..
Presiden

: Ya Tuhan,,kapan dan dimana??

Kepala BMKG

: di daerah Manaboa pada pukul 17.00

Presiden

: Baik terima kasih atas laporannya,, pantau terus kemungkinan


gempa susulan yang lebih besar.. (menelpon petugas)
Pak,,sambungkan saya ke Menkominfo

Wapres

: Ada apa yang terjadi Pak??

Presiden

: telah terjadi gempa dengan kekuatan 6SR di daerah manaboa


pada pukul 17.00,, tolong bapak segera hubungi Mensos

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Presiden segera menginstruksikan


Menkominfo supaya menghubungi pers, sehingga masyarakat bisa mengetahui
kejadian tersebut. Di sisi lain, Wapres menghubungi Mensos. Pihak BMKG juga telah
menghubungi BPBN selah mendapat instruksi Presiden euntuk segera memberikan
bantuan dan menurunkan tim ke lokasi Bencana.
###

BABAK 4 (setting tempat: Rumah Sakit) - saat terjadi gempa


Bukan main senangnya hati El ketika tante Mulan mengajak El ke Rumah
Sakit untuk menjenguk teman Tante Mulan. Bagi El, Rumah Sakit adalah tempat
yang menyenangkan karena di sana dia bisa melihat berbagai hal-hal menarik
untuk diperhatikan.. namun, baru saja mereka berdua keluar dari lift menuju
sebuah ruangan di lantai 5, Tiba-tiba terasa guncangan hebat membuat
seluruh penghuni RS panik dan histeris sebelum akhirnya ditenangkan dan dituntun
ke tempan aman oleh petugas RS
Petugas

: perhatian semua pengunjung RS yang terhormat,

PERINGATAN: ini gempa dan bukan sedang simulasi. Harap tenang..


dan silahkan berjalan menyusuri pinggiran tembok sebelah kiri
menuju tangga darurat serta lindungi kepala anda dengan helm
pelindung yang telah di sediakan di pos penjagaan tiap lantai.. terima
kasih.
El

: Tante..! ini kenapa?? Ada apa??

Mulan : waduh el, ini gempa!! Ayo kita ambil helm pelindungnya dan segera
keluar dari sini!!..
El dan Mulan yang belum sempat menjenguk temannya yang sakit tersebut
terpaksa bergegas turun menuju tangga darurat. Sepanjang pelarian El sempat
memperhatikan banyak hal tapi yang paling menarik perhatian El saat para
tenaga medis khususnya perawat membantu mengevakuasi para korban
El

: Tante Mulan.. pasien2 yang sakit di sini bangaimana? Siapa yang


menolong mereka untuk pergi dari sini?

Mulan : (masih dalam keadaan cemas) yaampuunn el..el.. kita selamat aja
blum tentu , jangan pikirin yang lain dulu ah. Tenang aja, orang-orang
di RS biasanya pasti sudah terlatih untuk menyelamatkan pasien
dalam keadaan bencana seperti ini. Sudah, jangan banyak Tanya lagi!!
Percepat langkahmu!! Kita harus keluar dari gedung ini sekarang juga!!
Situasi saat terjadi gempa di RS memang tidak terlalu parah dibandingkan dengan
tempat lain. Hal ini disebabkan sistem siaga bencana telah terkoordinasi dengan
baik dan didukung dengan akses penyelamatan yang mudah serta gedung yang
tahan gempa. Maka dari itu, walaupun dalam situasi gempa.. orang2 dengan tertib
keluar menuju tempat yang aman. Sebenarnya banyak hal yang ingin el tanyakan
kepada tantenya, tpi dia tidak berani karena tantenya sudah terlihat sangat cemas
dan tidak memungkinkan untuk bertanya kembali. Tidak lama kemudian.. saat
berjalan keluar, el sempat mendengarkan pembicaraan para perawat saat
mengevakuasi pasien.

Perawat 1: suster.. pasien di ruang ICU ruang aster 302 tidak mungkin
sempat kita selamatkan.
(sambil membantu memindahkan pasien yang patah tulang ke kursi
roda)
Perawat 2: yasudah.. yang kira-kira bisa diselamatkan dan tidak menyita
waktu. Lagipula pasien di ruang aster tersebut dalam keadaan tidak
sadar dan banyak intervensi yang dilakukan, akan memakan waktu
banyak untuk mengevakuasinya (sambil menggiring pasien yang
masih mampu berdiri). Kita berdoa saja ..
Perawat 1: iya.. kita berdoa saja..
Sejenak, el merenungi pembicaraan kedua perawat tersebut, dan akhirnya ia
mengerti juga.. pada kondisi tertentu tidak semua pasien dapat diselamatkan.. dan
el merasa bersyukur.. karena teman tantenya termasuk ke dalam pasien yang
berhasil di evakuasi. Pasalnya penyakit yang diderita teman tantenya tidak terlalu
parah dan sudah dalam tahap pemulihan.
Setelah 5 menit proses evakuasi, semua pengunjung dan pasien RS yang telah
berhasil keluar dikumpulkan di sebuah lapangan dengan tenda-tenda darurat

sementara yang telah disiapkan RS untuk diintervensi jika mengalami luka atau
cidera.
Gempa pun mereda situasi dinyatakan telah aman.
El

: tante mulan orang rumah bagaimana ya keadaannya? Apalagi al


sedang les (Tanya el cemas kepada mulan)

Mulan : smua usaha telah kita lakukan sekarang kita berdoa saja..
mudah2an mereka smua selamat (ucap mulan yang menahan
tangis ketakutan demi el..)
El

: iya tante hiks (memeluk mulan dengan isak tangis)

Sebenarnya mereka berdua masih belum tenang teringat akan keluarga di


rumah terlebih lagi el yang masih duduk di bangku sekolah. Walupun sudah
kelas 1 SMA.. hal ini merupakan kejadian pertama kali yang cukup membuatnya
panik. Kemudian el dan mulan berinisiatif menghubungi mereka melalui telepon..
namun sayangnya jalur telepon terputus.. apalagi telepon genggam mereka tidak
ada mendapatkan sinyal akibat gempa sekarang mereka hanya bisa pasrah..
menunggu.. dan berdoa karena akses keluar jalan pun terhambat karena tertutup
oleh reruntuhan bangunan..
###

BABAK 5 (setting tempat: tenda pengungsian perumahan warga)-pasca


gempa
Semua orang di Manaboa kebingungan dan tampak panik sore itu. Mereka
berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Teriakan anak dan para
wanita terus terdengar dimana-mana. Sementara itu, bantuan dari rumah sakit
terdekat dan TNI sudah mulai berdatangan....Keadaan di rumah sakit juga mulai
sibuk dengan banyaknya korban yang terluka. Mahasiswa dari bidang kesehatan
seperti Kedokteran dan Keperawatan yang mendengar kejadian ini langsung

menurunkan relawan ke tempat... semua sibuk membantu korban dan


mengevakuasi korban...
Penolong 1

: (menggusur korban yang tidak sadar ke tempat aman di sisi


tenda, kemudian berkata kepada rekannya penolong 2) gawat!
Apneu dan risiko fraktur cervical! Tolong Bantu posisikan
joutrass

Penolong 2

: baik, siap hitungan mundur .. 3..2..1.. ( penolong 1


melakukan RJP s.d. 3 siklus)..

Setelah 1 menit dilakukan RJP


Penolong

: berhasil! Korban bernapas!

Penolong 2

: bagus! Segera pasang collar neck!

Segera setelah pertolongan pertama pada kegawatdaruratan diberikan oleh


tim medis.. para survivor (korban yang selamat) dilarikan ke RS.. termasuk dani,
maia dan dul yang dalam keadaan setengah sadar.
###

BABAK 6 (setting tempat: rumah sakit)-pasca gempa


Sirine ambulance terdengar riuh di RS kala itu.. setelah gempa mereda
para polisi dan tim SAR masih menyisir para korban yang masih tertimbun atau
mungkin yang masih bisa diselamatkan. Ini sudah satu jam sejak gempa terjadi
para korban yang berhasil diselamatkan dan telah dilakukan Pertolongan Pertama
Gawat Darurat (PPG) satu per satu berdatangan ke RS. Jumlahnya semakin
bertambah dengan berbagai keadaan yang cukup parah..

Para pewarta berita pun tidak kalah untuk ikut meramaikan suasana
mereka sibuk memotret dan merekam gambar yang menurut mereka penting dan
pastinya komersil. Berbagai pertanyaan mereka lontarkan kepada para tim SAR,
korban, tenaga medis yang sempat mereka tanyai seadanya dengan jawaban yang
sangat minim mengingat di saat seperti ini. Orang-orang penting yang terlibat
sudah pasti sangat sibuk
Wartawan 1 : berapa jumlah korban hingga saat ini pak?
Polisi 1

: blum tau pasti karena masih banyak korban yang belum


tersisir. Sudah nanti saja tanya2nya! Maaf kami sedang sibuk!
(bentak polisi agak kesal)

Wartawan 1 : (menghadap kamera dan mereport berita singkat- dalah hati:


biarin dah dibentak dikit yang penting dapat beritanya..
hheehey) kemudian wartawan itu pun memulai aksinya
pemirsa hingga saat ini korban gempa mandaboa belum dapat
dipastikan, namun dari jumlah perkiraan yang ada.. terdapat
sekitar 256 korban luka-luka dan 57 korban tewas di tempat dan
lainnya masih belum ditemukan. Demikian yang dapat saya
sampaikan. Nantikan kabar kami selanjutnya
Begitulah sekilas gambaran tentang suasana pasca gempa. Riuh ramai orang
yang lalu lalang dengan hysteria dan kesedihan yang mereka pikul masingmasing seakan mengetuk hati siapapun orang yang melihatnya. Tidak lama
kemudian. Iring2an mobil bernomor polisi B 1 RI pun tiba. Presiden beserta
menteri penting lainnya datang melihat kondisi gempa tentu saja dengan
spontan, para wartawan yang telah sigap dari tadi langsung menyerbu iring2an
tersebut dan berebutan mengambil gambar terbaik....
Para wartawan : pak presiden. Tindakan apa yang akan bapak lakukan
untuk mengatasi bencana ini pak? Apakah ada kebijakan2
lain lalu bagaimana tanggapan bapak tentang korban yang
semakin banyak berjatuhan? Apa memang benar penyataan
bahwa pemerintah Indonesia selalu lambat untuk masalah
seperti ini bla .. bla. (wartawan bertanya dengan ricuh
kepada pak presiden yang sebenarnya sudah cukup pusing)
Presiden

: (berusaha mengatasi keadaan dan berkata dengan bijak)


sudah ada beberapa tindakan yang telah dilakukan

pemerintah.. yang pasti smua di fokuskan untuk penyelamatan


korban dan para keluarga yang terkena bencana lengkapnya
bisa ditanya lebih jauh setelah situasi mereda.. mohon
kesabaran.. sekarang mohon kerjasama dan doanya saja..
terima kasih (sambil berlalu pergi)
Para wartawan: (masih merasa belum puas).. tapi pakkk bagaimana
bla..bla
Sementara itu el dan mulan yang sudah mendapat beberapa perawatan dari tim
RS karena walaupun selamat.. mereka berdua sempat tertimpa figura yang
terpajang untungnya luka mereka tidak parah sehingga masih bisa ikut
membantu mngevakuasi korban bersama tim penyelamat lainnya
Pada saan el dan mulan membantu mengangkat korban dari ambulan ke IGD
bukan main bahagianya tanpa sengaja mereka melihat dani, maia dan dul yang
tengah diantar dengan tandu disusul dengan el dan beberapa beberapa
temannya walaupun dengan keadaannya cukup mengkhawatirkan el dan mulan
masih bersyukur setidaknya keluarga mereka dapat terselamatkan.
# Tamat #

Anda mungkin juga menyukai