Anda di halaman 1dari 18

PRESENTASI KASUS PSIKIATRI

(NON PSIKOTIK)
ILMU KEDOKTERAN JIWA
Disusun Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Kepaniteraan Klinik
Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa
RSJ. Prof.dr. Soeroyo Magelang

Diajukan Kepada:
Dr. Aliyah, Sp.KJ
Disusun Oleh:
Tryanto Amrisal M. (01.206.5313)
Hamidah. (01.206.5195)
Anang Argo (01.202.4313)
Muh.Heri (01.205.5028)
Adhisti Prihastuti (01.206.5114)
Shofiyana (01.206.5293)
Deffy Leksani Anngar Sari (01.206.5157)
Meyvita Silviana (01.206.5225)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER


UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
2010
1

STATUS PASIEN

I;

II;

IDENTITAS PASIEN
Nama
Usia
Tempat tanggal lahir
Jenis Kelamin
Status Pernikahan
Agama
Pendidikan
Suku Bangsa
Alamat
Nomor RM

: Ny. S
: 30 tahun
: Semarang, 14 Februari 1980
: Perempuan
: Belum Nikah
: Islam
: SMA
: Jawa
: Gunung Tumpeng Rt 9/3 Kec. Suruh, Semarang
: 40xx

RIWAYAT PSIKIATRI
Anamnesa diperoleh secara alloanamnesa dan autoanamnesis pada tanggal 10
Januari 2011

Keterangan

Allooanamnesa I

Nama

Ny.S

Umur

55 Tahun

Agama

Islam

Sifat Perkenalan

Akrab

Hubungan dengan pasien

Ibu Kandung

Pekerjaan

IRT

Pendidikan terakhir

SMA

Alamat

Gunung Tumpeng Rt 9/3


Kec. Suruh, Semarang

A;

KELUHAN UTAMA
Pasien mengeluh sulit tidur.

B;

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


( Riwayat perjalanan penyakit diperoleh dari autoanamnesis,Alloanamnesis dan
catatan medis)
Pasien datang ke poli psikiatri RSJ Magelang dengan keluhan sulit tidur setiap malam,

kurang lebih selama 2 bulan. Pasien mengalami sulit tidur apabila tidur lebih dari jam 22.00.
pasien sering terbangun karena ketakutan memikirkan masa depannya dan pasien tidak bisa tidur
lagi hingga pagi.
Kurang lebih tahun 2006, pasien mengeluh gejala yang sama. Pasien sulit tidur karena
memikirkan diusianya yang sudah 25 tahun belum mendapatkan pasangan, padahal prioritasnya
adalah menikah pada tahun tersebut. Pasien merasa takut dan cemas ketika adik kedua pasien
bertunangan dengan kekasihnya. Jika memikirkan masalah tersebut pasien menjadi pusing,
gemetaran, gelisah, perut sakit dan kadang berkeringat dingin. Jika ada perkumpulan keluarga
pasien merasa tidak nyaman dan lebih suka menyendiri karena takut ditanya masalah pernikahan.
Pasien sering berobat ke dokter karena keluhan pusingnya yang sangat mengganggu namun pada
kenyataannya tidak di dapatkan kelainan pada pemeriksaan. Karena keluhan tidak berkurang,
maka pasien memutuskan berobat ke psikiater dan diberikan terapi, setelah itu pasien merasa
lebih baik sehingga pasien merasa sembuh dan tidak kontrol lagi.
Tahun 2011 pasien datang ke poli pskiatri RSJ Magelang karena keluhan timbul kembali.
Keluhan bertambah berat akibat adik kedua nya menikah. Pasien merasa kuatir karena sampai
saat ini pasien masih belum mendapatkan jodoh padahal saat ini usianya hampir 30th. Ia merasa
3

cemas karena telah dilangkahi oleh adiknya. Selain itu oleh orang tua nya,pasien juga selalu
dibandingkan dengan adiknya. Sehingga setiap hari pasien memikirkan nasibnya kalau tidak bisa
mendapatkan jodoh. Pasien juga merasa gelisah, cemas, perasaan tidak tenang, sakit kepala,
tegang, leher terasa kaku, berkeringat dan juga sakit perut. Dalam bekerja pasien sering tidak
berkonsentrasi, waktu luang pasien digunakan untuk melamun dan memikirkan akan nasibnya,
pasien merasa malu terhadapa lingkungan sehingga pasien jadi malas untuk bergaul, pasien
menjadi malas berdandan dan nafsu makan berkurang.

C;

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


1; RIWAYAT PSIKIATRI
Pasien tidak pernah mengalami gangguan jiwa.
2; RIWAYAT MEDIS UMUM

Pasien tidak pernah mengalami kecelakaan yang mengenai kepala yang


menyebabkan pasien dirawat di rumah sakit. Pasien juga tidak pernah mengalami
panas yang lama serta riwayat kejang sebelumnya. Pasien tidak pernah mengalami
keracunan. Riwayat stroke tidak ada.
3; Penyalahgunaan Alkohol dan NAPZA

Pasien tidak pernah merokok, mengkonsumsi alkohol dan memakai obat-obatan


terlarang.
D;

RIWAYAT PREMORBID
1; Riwayat prenatal & perinatal
Pasien merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Pasien lahir di bidan dekat
rumah.
2; Masa anak-anak awal (0-3 tahun)
Pasien dirawat oleh orang tua kandung, mendapat kasih sayang cukup. Duduk,
merangkak, berjalan sesuai dengan usianya. Telah mampu menumpuk 2 balok,
mencoret-coret dan dapat dilatih BAK dan BAB. Telah mampu menyusun 6 balok,

mampu membuat kalimat dengan 3 kata, mampu menyebut 6 nama anggota badan,
menyalin gambar, mampu mengenal 4 warna dan mampu naik sepeda roda 3.
3; Masa anak-anak pertengahan (3-11 tahun)

Penderita tinggal bersama orang tua. Pertumbuhan dan perkembangan penderita


cukup baik, bermain dengan teman sebayanya dan hubungan dengan teman
berlangsung baik. Pasien mampu menyalin gambar, menulis nama sendiri, mengikat
tali sepatu dan naik sepeda roda 2. Pasien masuk SD pada usia 6 tahun, saat masuk
pertama tidak perlu ditunggu. Mampu menyebut deret 5 angka maju, menyebut deret
4 angka mundur. Pasien merasa senang bersekolah dan mempunyai cukup teman di
sekolah. Pasien juga senang bergaul dengan teman-teman sepermainan yang tinggal
di dekat rumahnya. Selama disekolah pasien tidak pernah tinggal kelas dan
prestasinya termasuk di atas rata-rata.
4; Masa anak-anak akhir (pubertas-remaja)
Setelah lulus SD pasien melanjutakan ke jenjang SMP. Ketika SMP hubungan
dengan teman- teman sekolah baik dan prestasi dalam batas rata-rata. Pasien tidak
pernah tinggal kelas semasa SMP. Kemudian pasien melanjutkan ke jenjang SMA,
hubungan dengan teman sekolahnya baik, dan prestasinya cukup. Pasien tidak
pernah memilih teman dalam bergaul dan sering mengikuti kegiatan yang diadakan
oleh sekolah. Hubungan dengan teman baik.
5; Riwayat masa dewasa

a. Riwayat pendidikan
Pasien sekolah sampai jenjang SMA. Prestasi cukup dan tidak pernah
tinggal kelas. SD ditempuh dalam waktu 6 tahun. Hubungan pasien
dengan
teman dan guru-gurunya baik.
b. Riwayat pekerjaan
Pasien bekerja sebagai karyawan Pabrik.
c. Riwayat pernikahan
Pasien belum pernah menikah
d. Riwayat kemiliteran
Pasien tidak pernah terlibat maupun mengikuti wajib militer
e. Riwayat keagamaan
Pasien beragama Islam. Sholat 5 waktu dan sesekali mengikuti kegiatan
keagamaan lain, seperti pengajian
f. Riwayat aktivitas sosial
5

Pasien mengikuti kegiatan kemasyrakatan di kampungnya.


g. Riwayat hukum
Pasien tidak pernah bermasalah dengan hukum dan tidak pernah terlibat
dengan tindakan kriminalitas.
h. Situasi hidup sekarang
Pasien tinggal bersama orang tua dan kedua adiknya. Sumber penghasilan
dari ayah dan ibu sebagai PNS. Biaya pengobatan ditanggung oleh keluarga.
Kesan ekonomi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
6. Riwayat Psikoseksual
Pasien tidak pernah mengalami penyiksaan seksual maupun penyimpangan sosial.
7. Riwayat Keluarga
Keluaraga tidak ada riwayat gangguan jiwa. Tidak ada penggunaan alkohol dan
perilaku antisosial. Sikap pasien terhadap keluarga baik.
GENOGRAM
Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Penderita
GRAFIK PERJALANAN PENYAKIT

2011
M
E
N
T
A
L

2006

P
E
R
A
N

KETERANGAN
;

Tahun 2006 pasien datang ke poli psikiatri RSJ Magelang dengan keluhan takut dan cemas
ketika adik kedua pasien bertunangan dengan kekasihnya. Target pasien adalah menikah pada
usia 25 tahun sedangkan pada tahun ini pasien belum memiliki pasangan. Jika memikirkan
masalah tersebut pasien menjadi pusing, gemetaran, gelisah, perut sakit dan kadang
berkeringat dingin. Jika ada perkumpulan keluarga pasien merasa tidak nyaman dan lebih
suka menyendiri karena takut ditanya masalah pernikahan.

Tahun 2011 pasien datang ke poli psikiatri RSJ Magelang dengan keluhan sulit tidur. Pasien
resah karena adik kedua nya telah menikah. Pasien merasa kuatir karena sampai saat ini
pasien masih belum mendapatkan jodoh padahal saat ini usianya hampir 30th. Ia merasa
cemas karena telah dilangkahi oleh adiknya,selain itu oleh orang tua nya,pasien juga selalu
dibandingkan dengan adiknya. Pasien merasa gelisah, cemas, perasaan tidak tenang, sakit
kepala, tegang, leher terasa kaku, berkeringat dan juga sakit perut. Dalam bekerja pasien
sering tidak berkonsentrasi, waktu luang pasien digunakan untuk melamun dan memikirkan
akan nasibnya, pasien merasa malu terhadapa lingkungan sehingga pasien jadi malas untuk
bergaul, pasien menjadi malas berdandan dan nafsu makan berkurang.
III;

PEMERIKSAAN STATUS MENTAL


A; Gambaran Umum
Deskripsi umum
1; Kesan umum
Tampak perempuan usia 30 tahun, wajah sesuai umur, penampilan rapi,
perawatan diri cukup, status gizi cukup.
2; Kesadaran
Komposmentis
3; Perilaku dan aktivitas psikomotor
Normoaktif
4; Pembicaraan
7

Menjawab pertanyaan yang diajukan dengan spontan dengan volume suara yang
cukup.
5; Sikap terhadap pemeriksa
Kooperatif
Keadaan afektif
1; Mood

: eutimik

2; Afek

: appropiate

3; Roman muka : normomimik


4; Perhatian

: mudah ditarik, mudah dicantum

Fungsi intelektual (kognitif)


1; Taraf pendidikan, pengetahuan dan kecerdasan
Pendidikan sampai tamat SMA, tingkat kecerdasan sesuai dengan pendidikan dan
intelegensi.
2; Daya konsentrasi
Baik
3; Orientasi

Waktu

: baik

Tempat

: baik

Orang

: baik

Situasi

: baik

4; Daya ingat

Jangka pendek

: baik

Jangka sedang

: baik

Jangka panjang : baik

5; Pikiran abstrak
Baik
Gangguan persepsi
8

1; Halusinasi dan Ilusi tidak ditemukan


2; Depersonalisasi dan Derealisasi tidak ditemukan
Proses Pikir
1; Bentuk pikir

: realistik

2; Arus pikir

Produktivitas

: cukup ide

Kontinuitas

: spontan, relevan

Hendaya berbahasa

: tidak ada

3; Isi Pikir
Preokupasi

: pasien ingin sembuh dari penyakitnya dan tidak


tergantung dengan obat

Obsesi

Gangguan pikiran

: tidak ada

o Waham bizzare
-

Tought broadcasting ( siar pikir )

:(-)

Tought insertion ( sisip pikir )

:(-)

Tought withdrawal ( kendali pikir ) : ( - )

Tought of echo

:(-)

Waham magik mistik

:(-)

o Waham non bizarre


-

Waham curiga

:(-)

Waham kebesaran

:(-)

Waham kejar

:(-)

Waham cemburu

:(-)

Waham dosa / bersalah

:(-)

Waham somatik

:(-)

Waham tak berguna

:(-)

Pengendalian impuls
9

Pasien dapat mengendalikan diri saat pemeriksaan


Daya Nilai
Norma sosial

: saat ini pasien bersosialisasi dengan baik.

Uji daya nilai

: tidak terganggu

Penilaian realitas

: derealistik ( - ), depersonalisasi ( - )

Persepsi ( tanggapan ) pasien tentang diri dan kehidupannya


Pasien ingin segera sembuh dari sakitnya dan ingin sekali tidak ketergantungan dengan
obat yang diberikan oleh dokter.
Tilikan ( insight )
Baik
Taraf dapat dipercaya
Dapat dipercaya
IV;

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan fisik dilakukan pada bulan Januari 2011 pada pukul 10.00 WIB.
A. PEMERIKSAAN FISIK UMUM
1. Keadaan umum

: baik, kesadaran komposmentis, kesan gizi cukup

2. Kesadaran

: composmentis

3. Tanda vital

: TD : 130/90 mmHg
Nadi : 100x / menit
RR : 24x / menit
Suhu : 36,7O C

4. Kepala

: mesochepal, tidak ditemukan bekas luka

5. Mata

: sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, pupil isokor, refleks


cahaya +/+

6. Leher

: pembesaran kelenjar tiroid (-), limfonodi tidak teraba

7. Thoraks
10

Paru

: simetris, versikoler, ronki -/-, wheezing -/-

Jantung

: teraba iktus cordis di SIC V midklavikularis sinistra, tidak kuat


angkat, s I/II regular, bising (-)

8. Abdomen

: datar, peristaltik (+) normal, supel, hepar/lien tidak teraba, nyeri


tekan (-), turgor kulit normal

9. Ekstrimitas

: tonus dan pergerakan normal, edema (-)

Kesan

: tidak ada kelainan

B. Pemeriksaan Neurologi
1. GCS

: E4M6V5 = 15

2. Kaku kuduk

: dalam batas normal

3. Nervus kranialis

: dalam batas normal

4. Pemeriksaan motorik

V;

Superior

Inferior

Kekuatan

5/5

5/5

Gerakan

Bebas/bebas

Bebas/bebas

Tonus

N/N

N/N

Trofi

eu/ eu

eu/eu

5. Pemeriksaan Sensibilitas

+/+

+/+

6. Refeks Fisiologis

+/+

+/+

7. Reflek Patologis

-/-

-/-

GEJALA YANG DIDAPAT

Sindrom Anxietas

cemas

Berdebar debar

Sakit kepala

Sakit perut

Sesak nafas

11

VI; DIAGNOSIS BANDING


1; Gangguan cemas menyeluruh ( F41.1)
2; Gangguan campuran anxietas dan depresi ( F41.2)
Pembahasan
1; Gangguan Cemas Menyeluruh (F.41.1)
No

Kriteria Diagnostik

Pada pasien

1.

Penderita harus menunjukkan anxietas sebagai gejalaTerpenuhi


primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk
beberapa minggu sampai beberapa bulan, yang tidak
terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi
khusus tertentu saja (sifatnya free floating atau
mengambang)

2.

Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsure-unsurTerpenuhi


berikut:
a; Kecemasan (khawatir akan nasip buruk, merasa
seperti diujung tanduk, sulit konsentrasi, dsb)
b; Ketegangan motorik (elisah, sakit kepala,
gemetaran, tidak dapat santai), dan
c; Overaktivitas otonom (kepala terasa ringan,
berkeringat, jantung berdebar-debar, sesak
napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut
kering, dsb)
Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhanTerpenuhi
berlebihan untuk ditenangkan (reassurance) serta
keluhan-keluhan somatic berulang yang menonjol

3.

4.

Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara Terpenuhi


(untuk beberapa hari, khususnya depresi, tidak
membatalkan diagnosis utama Gangguan Anxietas
Menyeluruh, selama hal tersebut tidak memenuhi
kriteria lengkap dari episode depresif (F32.-), gangguan
anxietas fobik (F40.-), gangguan panik (F41.0), atau
gangguan obsesi kompulsif (F42.-)

2; Gangguan Campran Anxietas dan Depresi (F.41.2)


No

Kriteria Diagnostik

Pada pasien
12

1.

Terdapat gejala gejala anxietas maupun depresi,Tidak terpenuhi


dimana masing masing tidak menunjukkan rangkai
gejala yang cukup berat untuk menegakkan diagnosis
tersendiri. Untuk anxietas, beberapa gejala otonomik
harus ditemukan walaupun tidak terus menerus,
disamping rasa cemas atau kekhawatiran berlebihan.

2.

Bila ditemukan anxietas berat disertai depresi yangTerpenuhi


lebih ringan, maka harus dipertimbangkan ketegori
gangguan anxietas lainnya atau anxietas fobik.

3.

Bila ditemukan sindrom depresi dan anxietas yangTidak terpenuhi


cukup berat untuk menegakkan masing masing
diagnosis, maka kedua diagnosis tersebut harus
dikemukakan dan diagnosis gangguan campuran tidak
dapat digunakan. Jika karena sesuatu hal hanya dapat
dikemukakan satu diagnosis maka gangguan depresi
harus diutamakan.

4.

Bila gejala tersebut berkaitan erat dengan stressTidak terpenuhi


kehidupan yang jelas, maka harus digunakan kategori
F43.2 gangguan penyesuaian.

VII;

DIAGNOSIS KERJA
Aksis I

: Gangguan cemas menyeluruh ( F41.1)

Aksis II

:-

Aksis III

: Tidak ditemukan adanya kelainan fisik

Aksis IV

: Masalah dengan primary support group (keluarga)

Aksis V

: GAF Scale 70 61 = beberapa gejala ringan dan menetap, disabilitas

ringan dalam fungsi, secara umum masih baik.


VIII;

TERAPI

Farmakoterapi
o Alprazolam 3x0,5mg

Terapi suportif

13

Jika keluhan keluhan muncul kembali, pasien dibimbing untuk relaksasi diri
dengan cara menarik nafas dalam - dalam kemudian menghembuskannya pelan
- pelan. Lakukan hal tersebut berkali kali sampai keluhan mereda.

Pasien diberi keleluasaan untuk menceritakan tentang kehidupannya dan


membangun rasa percaya pasien terhadap orang lain serta mengungkapkan
segala permasalahannya.

Membangkitkan kepercayaan diri pasien bahwa dia dapat sembuh dan masalah
yang dihadapinya dapat segera teratasi, memberikan motivasi dan semangat
kepada pasien agar menjalani hidup dengan baik.

Terapi reduktif terdiri dari :


o Terapi kerja: memotivasi pasien untuk tetap bekerja dan melakukan hobi
hobinya.
o Terapi keluarga dan relaksasi: keluarga diberikan informasi tentang
keluhan keluhan yang dialami oleh pasien dan diberi pemahaman
bagaimana cara memahami dan memotivasi pasien dengan benar.

IX;

PROGNOSIS
No.
1;
2;
3;
4;
5;
6;
7;
8;
9;

Prognosis
Perjalanan penyakit kronis
Onset : usia muda
Factor pencetus jelas
Faktor Organik : tidak ada
Ada riwayat keluarga gangguan jiwa : tidak ada
Dukungan keluarga : ada
Gambaran Kepribadian cemas menghindar
Respon terapi : mau minum obat
Faktor psikososial : ada

Baik

Buruk
+

+
+
+
+
+
+
+
+

Kesimpulan prognosis :
1; Prognosis at vitam

: dubia ad bonam

2; Prognosis at sanam

: dubia ad bonam

3; Prognosis at fungsionam : dubia ad bonam


X;

PEMBAHASAN
14

1; Aspek Diagnosis
Berdasarkan PPDGJ III, depresi merupakan kondisi emosional yang gejala afek
depresif; kehilangan minat dan kegembiraan; berkurangnya energi yang menuju
meningkatnya keadaan mudah lelah; konsentrasi dan perhatian berkurang; gagasan
tentang rasa bersalah pesimistis; gagasan untuk melakukan hal yang membahayakan;
tidur terganggu; nafsu makan berkurang.
Pada gangguan ansietas menyeluruh, keluhan cemas dan kekhawatiran yang terjadi
hampir sepanjang hari, menetap dan berlangsung lama (beberapa minggu atau bulan),
sakit kepala, berdebar-debar, gangguan tidur, sakit perut, sesak napas, dan rasa takut
mati. Sehingga diagnosis banding yang dapat diajukan pada kasus ini adalah
Gangguan Cemas Menyeluruh dan Gangguan Campuran Ansietas dan Depresi.
Pada Gangguan Campuran Anxietas dan Depresi terdapat gejala-gejala anxietas, di
mana masing-masing tidak menunjukkan rangkaian gejala yang cukup berat untuk
menegakkan diagnosis tersendiri. Untuk anxietas, beberapa gejala otonomik harus
ditemukan walaupun tidak terus menerus, disamping rasa cemas atau kekhawatiran
berlebihan.
2; Aspek Terapi
ALPRAZOLAM
a; Cara Kerja
;

Farmakodinamik
Alprazolam merupakan derivat triazolo benzodiazepin dengan efek cepat dan
sifat umum yang mirip dengan diazepam. Alprazolam merupakan anti ansietas
dan anti panik yang efektif. Mekanisme kerjanya yang pasti belum diketahui.
Efek tersebut diduga disebabkan oleh ikatan alprazolam dengan reseptorreseptor spesifik yang terdapat pada susunan saraf pusat. Secara klinis, semua
senyawa benzodiazepin menyebabkan depresi susunan saraf pusat yang
bervariasi tergantung pada dosis yang diberikan.
15

Farmakokinetik
Pada pemberian secara oral, alprazolam diabsorpsi dengan baik dan
absorpsinya tidak dipengaruhi oleh makanan sehingga dapat diminum dengan
atau tanpa makanan. Konsentrasi puncak dalam darah dicapai dalam waktu 1 2 jam setelah pemberian oral dengan waktu paruh eliminasinya adalah 12 - 15
jam. Waktu paruh ini berbeda-beda untuk pasien usia lanjut (16,3 jam), orang
dewasa sehat (11 jam), pasien dengan gangguan fungsi hati (antara 5,8 - 65,3
jam) serta pada pasien dengan masalah obesitas (9,9 - 40,4 jam). Sekitar 70 80% alprazolam terikat oleh protein plasma. Alprazolam mengalami
metabolisme di hati menjadi metabolit aktifnya dan metabolit lainnya yang
tidak aktif. Metabolit aktif ini memiliki kekuatan 1 kali dibandingkan
dengan alprazolam, tetapi waktu paruh metabolit ini hampir sama dengan
alprazolam. Ekskresi alprazolam sebagian besar melalui urin, sebagian
melalui ASI dan dapat melalui sawar plasenta.

b; Indikasi

Antiansietas termasuk neurosis ansietas, gejala-gejala ansietas

Antidepresi termasuk ansietas yang berkaitan dengan depresi

Antipanik termasuk penyakit-penyakit atau gangguan panik dengan atau tanpa


agoraphobia

c; Kontra Indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap benzodiazepin, penderita glaukoma sudut
sempit akut, penderita insufisiensi pulmonari akut
d; Efek Samping
-

Yang sering terjadi: drowsiness, kekeringan, sakit kepala ringan

Yang jarang terjadi: perubahan berat badan, nervousness, gangguan


memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan
16

manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia


tremor
-

Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan


berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, peningkatan tekanan intraokular

Pernah dilaporkan pada penggunaan benzodiazepin ansiolotik, seperti :


distonia, iritabilitas, anoreksia, fatique, gangguan bicarajaund/'ce lemah otot,
gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan
abnormal fungsi hati.

e; Peringatan dan perhatian


-

Pasien-pasien dengan kecenderungan ketergantungan obat dan alkohol harus


diberikan dengan sangat hati-hati, karena dapat meningkatkan resiko
ketergantungan

Tidak dianjurkan untuk pasien dengan diagnosa utama schizophrenia

Seperti obat-obat CNS lainnya, pasien yang menggunakan Alprazolam tidak


dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin

Tidak boleh digunakan pada wanita hamil atau menyusui

Penggunaan Alprazolam belum dipastikan pada depresi yang disertai psikiatri,


pada gangguan bipolar atau pada depresi 'endogeneous' (seperti pada pasien
depresi berat)

Dianjurkan untuk memberikan dosis efektif terkecil untuk menghindari


berkembangnya ataksia atau sedasi yang berlebihan

Hati-hati pemberian obat ini pada pasien gangguan fungsi ginjal dan hati,
insufisiensi pulmonari kronik

Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak di bawah 18 tahun


belum diketahui dengan pasti

17

f; Dosis dan Cara Pemberian


1; Dosis awal harus rendah dan penyesuaian dosis dilakukan setiap minggu
2; Pengobatan anxietas akut tidak boleh melebihi 4 minggu
3; Obat ini dapat diberikan jika diperlukan, dan jika beberapa kali pemberian
secara akut diperlukan, maka periode bebas obat selama 2-4 minggu harus
diberlakukan diantara waktu pemberian obat. Gejala yan tetap muncul dapat
diatasi dengan antidepresan atau buspirone
4; Pada usia lanjut dosis yang diberikan harus rendah
g; Interaksi Obat :
Golongan benzodiazepin termasuk Alprazolam dapat meningkatkan efek CNS
depresan bila digunakan bersamaan dengan obat-obat psikotropik lain,
antikonvulsan, antihistamin, etanol dan obat-obat lain yang mempunyai efek CNS
depresan
h; Alasan pemilihan Alprazolam
Potensi sebagai antianxietas tinggi dan memiliki waktu paruh yang panjang yaitu
berkisar antara 10-15 jam. Keuntungan obat dengan waktu paruh panjang
dibandingkan dengan waktu paruh yang pendek adalah dosis yang lebih jarang,
konsentrasi plasma yang kurang bervariasi dan fenomena putus obat yang lebih
ringan. Alprazolam juga mempunyai onset of action lebih cepat dan mempnyai
komponen afek anti depresif.

18