Anda di halaman 1dari 6

TUGAS ISTILAH RADIOLOGI

BAGIAN RADIOLOGI PERSAHABATAN


Nama
: Gina Novita Sari
NRP
: 1320221126
Program studi
: Kepaniteraan
Jakarta

klinik

FK

UPN

Veteran

1. Infiltrat
Penetrasi interstisium yang bersifat patologis dalam jaringan atau
sel yang tidak normal atau dalam jumlah yang berlebihan,
merupakan suatu proses aktif dari infeksi paru.
Gambaran radiologi : terdapat bercak bercak, titik titik kecil
seperti awan/kabut (patchy) dengan densitas rendah atau sedang
dengan batas tidak tegas.
2. Fibrosis
Pembentukan jaringan fibrosa pada perbaikan atau penggantian
unsur unsur parenkimatosa dalam jumlah yang melampaui
keadaan biasa, yang merupakan proses lama dari infeksi paru.
Gambaran radiologi : berupa sarang seperti garis tipis atau tebal,
berbatas tegas dengan densitas tinggi.
3. Kalsifikasi
Proses mengerasnya jaringan organik akibat deposit garam garam
kalsium dalam substansianya dan menandakan suatu proses infeksi
paru lama.
Gambaran radiologi : berupa bercak bercak atau bintik bintik
kapur dengan densitas tinggi.
4. Bullae
Rongga menyerupai kista berbentuk bulat, sering terbentuk akibat
rupturnya alveolus yang melebar. Tanpa adanya gambaran
bronkovesikuler yang berisi udara berdinding tipis dan berbatas
tegas. Atau berupa kantong radiolusen di perifer lapangan paru
dengan ukuran 1 2 cm atau lebih, tterutama di bagian apeks paru
dan bagian basal paru dimana jaringan paru sekitarnya akan
terkompresi.
Gambaran radiologi : berupa daerah berbentuk bulat tanpa
gambaran pembuluh darah.
5. Kista
Berupa gambaran bulat berisi cairan, berdinding tipis akibat suatu
proses peradangan kronis paru.

Gambaran radiologi : bayangan bulat berdinding tipis dengan variasi


ukuran, radiolusen. Bila lebih dari satu dan tersebar di kedua paru
dikenal sebagai paru polikistik.
6. Kavitas
Suatu ruang atau cekungan berongga, berupa lingkaran dan
berdinding tipis dan licin tetapi mungkin pula tebal berbatas tidak
licin. Timbul akibat proses pelunakan sarang kiju pada TB paru.
Gambaran radiologi : lubang kecil dikelilingi jaringan fibrotic dan
bersifat berubah pada pemeriksaan berkala, dinamakan lubang sisa
(residual cavity).
7. Abses
Kumpulan cairan nanah dikelilingi jaringan inflamasi akibat
peradangan di jaringan paru yang menimbulkan nekrosis dengan
pengumpulan nanah.
Gambaran radiologi : gambaran seperti cavitas yang berdinding
tebal dengan area konsolidasi di sekitarnya yang disertai air fluid
level
8. Tuberculoma
Massa seperti tumor yang disebabkan oleh pembesaran atau
agregasi tuberkel kaseosa atau sarang sarang perkijuan terjadi
akibat pembesaran lesi tuberkulosa dan merupakan TB paru post
primer.
Gambaran radiologi : berupa nodul dengan diameter 0,5 4 cm,
berbatas licin, tegas dan di dalam atau di tepinya terdapat sarang
perkapuran.
9. Pleural effusion
Pembentukan cairan di dalam rongga plura, jenisnya meliputi
cylothorax, hemothorax, hydrothorax dan pyothorax.
Gambaran radiologi : berupa perselubungan homogen yang
menutupi struktur paru bawah yang biasanya relatif radioopak
dengan permukaan atas cekung, berjalan dari lateral atas kearah
medial bawah.
10.
Pneumothorax
Terdapatnya udara dalam rongga pleura akibat masuknya udara dari
luar tubuh sehingga terdapat rongga diantara pleura parietalis dan
pleura visceralis. Bisa terjadi akibat trauma seperti luka tusuk.
Gambaran radiologi : gambaran hiperlusen avaskuler, dapat disertai
kolap di daerah hillus dan mendorong mediastinum ke arah
kontralateral. Selain itu sela iga menjadi lebih lebar.

11.
Schwarte
Berupa penebalan pleura yang terjadi akibat penyakit pleura kronis,
seperti pleuritis dan pneumothorax berulang yang menyebabkan
terjadinya penimbunan jaringan ikat di pleura yang mengalami
kalsifikasi.
Gambaran radiologi : berupa garis garis densitas tinggi yang tidak
teratur atau kalsifikasi, biasanya terjadi di lapangan paru bawah dan
menyebabkan sinus costofrenikus menjadi tumpul.
12.
Tumor paru
Pertumbuhan jaringan dengan multiplikasi sel sel yang tidak
terkontrol dan progresif yang terdapat di jaringan paru.
Gambaran radiologi : bila massa bersifat jinak gambaran berupa
perselubungan homogen radioopak dengan batas tegas dan bila
massa ganas berupa perselubungan inhomogen batas tidak tegas
dan tidak teratur. Kadang disertai emfisema setempat, atelektasis,
peradangan paru, atau efusi.
13.
Tumor mediastinum
Sesuatu massa abnormal yang terdapat di mediastinum yang
berasal dari salah sati struktur atau organ yang berada di rongga
tersebut.
Gambaran radiologi : perselubungan homogen yang abnormal di
daerah mediastinum
14.
Emfisema
Keadaan dimana paru lebih banyak berisi udara, ukuran paru
bertambah, baik anteroposterior maupun ukuran paru secara
vertikal ke arah diafragma.
Gambaran radiologi : berupa gambaran paru yang lebih radiolusen.
Penambahan ukuran paru anteroposterior memberi gambaran
thorax kifosis sedangkan penambahan ukuran paru vertikal
menyebabkan diafragma letak rendah (datar)
15.
Kardiomegali
Suatu keadaan dimana ukuran jantung lebih besar yang ditandai
dengan ukuran CTR lebih dari 50%. Pada kardiomegali salah satu
atau lebih dari empat ruang jantung membesar, namun paling
sering bilik jantung kiri.
16.
Aorta elongasi
Suatu keadaan dimana bertambah panjangnya aorta. Dinilai dengan
mengukur jarak antara tepi atas manubrium sterni dengan batas
atas arcus aorta. Nilai normalnya adalah 2 cm

17.
Dilatasi aorta
Gambaran aorta yang melebar lebih dari 4 cm dihitung dari tepi
aorta ascenden ke tepi aorta desenden.
18.
Kalsifikasi aorta
Gambaran perkapuran pada aorta.
Gambaran radiologi : tampak gambaran opak seperti tulang di
aorta
19.
Edema paru
Adanya cairan pada interstitium ataupun pada alveoli.
Gambaran radiologi : Bayangan kerley B lines dengan panjang yang
dapat mencapai 2 cm di zona lateral bawah menunjukkan edema
pada interstitium. Ketika edema telah melibatkan rongga alveoli,
akan tampak gambaran butterfly pattern.
20.
Bronkiektasis
Suatu keadaan bronkus yang melebar akibat hilangnya elastisitas
dinding otot bronkus.
Gambaran radiologi : bronkovaskular yang kasar yang umumnya
terdapat di lapangan bawah paru atau gambaran garis-garis
translusen yang panjang menuju hilus dengan bayangan konsolidasi
sekitarnya akibat peradangan sekunder, kadang-kadang juga bisa
berupa bulatan-bulatan translusen yang sering dikenal sebagai
honey comb appearance. Bulatan translusen ini dapat berukuran
besar (diameter 1-10cm) yang berupa kista-kista translusen dan
kadang-kadang berisi cairan (air fluid level) akibat peradangan
sekunder.
21.
Atelektasis
Suatu keqdaan paru atau sebagian paru yang mengalami hambatan
berkembang secara sempurna sehingga aerasi paru berkurang atau
tidak ada sama sekali.
Gambaran radiologi : berupa gambaran pengurangan volume paru
lobaris, segmental, atau seluruh paru. Dengan akibat kurangnya
aerasi sehingga memberikan bayangan lebih suram dengan
penarikan mediastinum ke arah atelektasis, sedangkan diafragma
tertarik ke atas dan sela iga menyempit. Klasifikasi dibagi menjadi
atelektasis lobaris bawah, atelektasis lobaris tengah kanan,
atelektasis lobaris atas, atelektasis segmental, dan atelektasis
lobularis.
22.

Pneumonia

Suatu radang pada parenkim paru, sehingga alveoli yang menyerap


oksigen dari atmosfer meradang dan terisi oleh cairan.
Pneumonia dibagi menjadi :

Pneumonia alveolar
Eksudat elveolar memberikan gambaran air bronchogram biasanya
ditemukan pada daerah konsolidasi. Prosesnya bisa terjadi
segmental atau non segmental.
Pneumonia interstitial
Pada fase akut terlihat bronchial cuffing yaitu penebalan dan edema
dinding alveolus. Corakan bronkovaskular meningkat, hiperaerasi,
bercak-bercak infiltrat dan efusi pleura dapat terjadi.

23.
TB paru
Merupakan infeksi kronis yang disebabkan mycobacterium
tuberculosis, yang terutama menyerang saluran pernapasan.
Gambaran radiologis dibagi menjadi :
Tuberculosis primer
Daerah konsolidasi pneumonik perifer (fokus Ghon) dengan
pembesaran kelenjar hilus mediastinum (kompleks primer). Keadaan
ini biasanya dapat sembuh dengan gambaran kalsifikasi. Daerah
konsolidasi berukuran kecil, lobaris, atau lebih luas hingga seluruh
lapangan paru.
Tuberculosis post primer atau tuberculosis reaktif
Konsolidasi bercak, terutama pada lobus atas atau segmen apikal
pada lobus bawah, sering disertai kavitas, efusi pleura, empiema,
atau penebalan pleura.
24.
TB Milier
Suatu perluasan penyakit tuberkulosis akibat penyebaran
hematogen, tampak bintik bintik ukuran 1 2 mm tersebar secara
merata.
Gambaran radiologi : berupa gambaran menyerupai badai kabut,
nodul nodul multipel yang merata di seluruh lapang paru.
25.
Metastasis paru
Suatu keadaan perpindahan penyakit dari satu organ ke organ paru
yang tidak langsung berhubungan dengan paru.
Gambaran radiologi : berupa gambaran nodul nodul multipel yang
berbatas tegas di kedua hemithoraks.
26.

Pleuropneumonia

Suatu keadaan efusi pleura yang menyertai pneumonia bakteri,


abses paru atau bronkiektasis. Khasnya dapat dijumpai predominan
sel sel PMN.
Gambaran radiologi : berupa gambaran radioopak yang
menyebabkan diafragma tidak dapat dinilai disertai adanya
penebalan pada pleura atau kalsifikasi dari pleura.
27.
Inspirasi maksimal
Suatu kondisi inspirasi terkuat yang mampu dilakukan penderita
setelah ekspirasi normal.
Gambaran radiologi : normalnya terlihat tulang iga anterior VI dan
posterior IX pada foto thorax PA. ICS V terdapat pada puncak
diafragma.
28.
Bentuk Iga
Depan : memiliki kedudukan lateral yang lebih tinggi daripada
medial, sehingga akan membetuk huruf V.
Belakang : memiliki kedudukan medial lebih tinggi daripada lateral,
sehingga akan membetuk huruf A
29.
Hidropneumothorax
Suatu keadaan pneumothorax yang disertai dengan cairan serous
dalam cavum pleura dan memperlihatkan level cairan.
Gambaran radiologi : berupa gambaran air fluid level pada ronga
pleura dan sinus kostofrenikus yang tidak memiliki corakan
bronkovaskular, sudut sinus kostofrenikus tumpul, kadang terdapat
pendorongan paru ke arah kontralateral. Dapat dilihat dengan posisi
PA dan tegak.
30.
Persisten Thymus
Suatu keadaan thymus yang menetap hingga kehidupan dewasa,
yang kadang kadang menjadi hipertrofi.
Gambaran radiologi : berupa gambaran mediastinum superior yang
radioopak dan berbentuk layar.