Anda di halaman 1dari 2

Humektan adalah suatu bahan higroskopis yang mempunyai sifat dapat mengikat

air dari udara yang lembab dan sekaligus mempertahankan air yang ada pada
sediaan. Humektan merupakan zat kimia yang larut dalam air di mana nantinya zat
tersebut akan mengikat air pada bahan sehingga kadar airnya menurun.
Tiga golongan humektan :
-

Golongan gula : sukrosa, dekstrosa, maltose dan fruktosa


Poliol : glikol, sorbitol, gliserol dan manitol
Garam : natrium klorida, natrium bromide, kalium klorida

Pengaruh konsentrasi humektan dan lama penyimpanan terhadap mutu keripik biji
durian, sartika raudah sipahutar.
Semakin banyak humektan yang ditambahkan maka jumlah air bebas yang dapat
dikeluarkan semakin kecil. Hal ini disebabkan karena humektan dengan konsentrasi
yang lebih tinggi akan lebih kuat untuk mengikat air sehingga kadar air pada bahan
tetap stabil. Hal ini sesuai dengan pernyataan Purnomo (1995) yang menyatakan
bahwa humektan merupakan zat kimia yang larut dalam air di mana nantinya zat
tersebut mengikat air pada bahan shiengga kadar airnya menurun.

Humektan berfungsi untuk memperbaiki stabilitas suatu bahan dalam jangka yang
lama sebelum sampai ke konsumen. Humektan juga melindungi komponen yang
terikat kuat di dalam bahan yang belim mengalami kerusahan termasuk kadar air,
kadar lemak dan komponen lainnya.

Jenis BTP Humektan


1. Natrium laktat
ADI : Tidak dinyatakan (not limited)
Fungsi lain : Pengatur keasaman, pengemulsi, pengental, peningkat
volume, penstabil
2. Kalium laktat
ADI : not limited
Fungsi lain : Pengatur keasaman
3. Natrium hidrogen malat
ADI ; Not specified
Pengatur keasaman
4. Natrium malat
ADI : Not spescified
Pengatur keasaman
5. Gliserol
Not specidied
Pengemulsi, pengental, penstabil
6. Polidekstrosa
Not specified
Peningkat volume, pengemulsi, pengental, penstabil
7. Triasetin
Not specified
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK
INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG BATAS MAKSIMUM
PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN HUMEKTAN