Anda di halaman 1dari 9

Nutrisi pada

Lansia

OLEH:
Desi Febriyani

ILMU KEPERAWATAN
STIKES BINA PUTERA
BANJAR

2015

Nutrisi pada
Lansia

Bagi lansia pemenuhan


kebutuhan gizi yang
diberikan dengan baik
yang
dapat

membantu dalam proses


beradaptasi selain itu
dapat menjaga
kelangsungan pergantian
sel-sel tubuh sehingga
dapat memperpanjang
usia.

Tips Makanan Sehat


bagi Lansia
1. Komsumsi
makanan
mengandung
karbohidrat
yang
berfungsi
sebagai
penyedia energi. Pada
lansia konsumsi gula
dibatasi
2. Makanan mengandung
protein sebagai zat
pembangun dari sel
tubuh.
Lansia
sebaiknya
memilih
daging
unggas
daripada daging sapi
atau kambing.
3. Konsumsi mineral dan
air yang cukup. Lansia

hendaknya minum 6-8


gelas
sehari
mengingat
fungsi
ginjal menurun dan
melancarkan BAB.
4. Mengurangi makanan
berlemak, santan, dan
minyak
5. Mengurangi makanan
yang asam dan pedas
karena
dapat
mengganggu
kesehatan
lambung
dan alat pencernaan.
6. Mengurangi
pemakaian
garam,
yakni tidak lebih dari 4
gram per hari

7. Memperbanyak
makanan
yang
berkalsium
tinggi,
seperti susu dan ikan.
8. Memperbanyak
makanan
berserat,
seperti
sayuran
mentah.
9. Mengurangi konsumsi
gula dan makanan
yang
mengandung
karbohidrat tinggi.
10. Menggunakan
sedikit minyak untuk
menumis dan kurangi
makanan
yang
digoreng.
Perbanyak
makanan yang diolah
dengan
dipanggang

atau direbus karena


makanan
tersebut
mudah dicerna.

yang

kecil.

Perencanaan Makanan
Untuk Lansia
1. Perlu di perhatikan
porsi makanan, jangan
terlalu kenyang. Porsi
makan
hendaknya
diatur merata dalam
satu
hari
sehingga
dapat
makan
lebih
sering dengan porsi

Contoh menu:
Pagi : Buburayam
Jam 10.00 : Roti
Siang
:
Nasi,
pindangtelur,
sup,
papaya
Jam 16.00 : Nagasari
Malam
:
Nasi,
sayurbayam, tempe
goreng, pepes ikan,
dan pisang.

2. Makanlah
makanan
yang mudah dicerna
3. Bila
kesulitan
mengunyah
karena
gigi rusak makanan
harus
lunak/lembek
atau dicincang
4. Makanan selingan atau
snack, susu, buah, dan
sari buah sebaiknya
diberikan

Latihan Rentang
Gerak
(ROM)

OLEH:
Desi Febriyani

ILMU KEPERAWATAN

STIKES BINA PUTERA


BANJAR
2015

ROM

(Range
Of
Apa itu ROM???
Motion)
ROM
adalah sejumlah
pergerakan
yang
mungkin
dilakukan
pada bagaian-bagian
tubuh
untuk
menghindari
adanya
kekakuan
sebagai
dampak
dari
perjalanan
penyakit
ataupun gejala sisa.

Indikasi

Mengapa
dilakukan
ROM?
1. Adanya
problem
gerak:
a. Kelumpuhan/kelema
han separuh tubuh
akibat
serangan
stroke
b. Kelumpuhan/kelema
han otot-otot wajah,
lengan/tangan atau
tungkai/kaki
c. Kekakuan
sendi
akibat patah tulang,
rematik
atau
kelumpuhan
2. Vertigo (sakit kepala
berputar putar
3. Nyeri otot, persendian
atau
tulang,
nyeri

pinggang,
tengkuk,
lutut, bahu, dll
4. Kelemahan fisik akibat
tirah baring yang lama

Jenis ROM
1. ROM paasif: latihan
yang dilakukan dengan
bantuan orang lain.
ROM pasif dilakukan
karena pasien belum
mampu menggerakan
anggota badan secara
mandiri.
2. ROM
pasif:
pasien
menggunakan ototnya
untuk
melakukan
gerakan
secara
mandiri.

Instruksi umum ROM


1. Idealnya latihan ini
dilakukan 1x sehari
2. Lakukan
masingmasing gerakan 10
hitungan
latihan
dilakukan dalam waktu
30 menit.
3. Mulai latihan secara
perlahan dan pertahan
4. Jangan
memaksa
suatu gerakan pada
pasien, gerakan hanya
digerakan
sampai
batas yang ditoleransi
pasien
5. Hentikan
latihan
apabila pasien merasa
nyeri

Bagaimana Gerakan
ROM pasif pada
anggota gerak
bawah???
1. Tekuk pangkal paha
dan lutut (fleksi)

2. Rotasi (perputaran)
pangkal paha
Ket: dekatkan kaki
pasien pada pelatih

lalu putar ke arah


dalam

Atau :
a. Dukung
pada
bawah lutut dan
tumit
b. Tekuk tegak ke
arah dada (900)
c. Dorong
kaki
menjauhi pelatih
d. Tarik
lagi
mendekati pelatih
3. Gerakan
pinggul
menjauhi tubuh:

Keterangan
3:
tempatkan
tangan
kanan
pelatih
di
bagian pergelangan
kaki
pasien
dan
tangan kiri dibawah
lutut.
Tarik
kaki
menjauhi tubuh dan
kembalikan
seperti
posisi semula.
4. Perputaran
pergelangan kaki

Ket
5:
pegang
pergelangan
kaki
pasien dan putar ke
dalam
5. Gerakan jari kaki
ditekuk dan ditarik
ke arah muka (fleksi
dan ekstensi)

6. Tarikan tumit

Ket 6: tarik tumit ke


arah luar dan bagian
atas ke arah dalam
yang berlawanan
7. Peputaran
daerah
lumbar
8. Tarikan lutut
Ket 8: tarik lurus
bagian
kaki
dan
kembalikan ke posisi
semula

Tidur Lansia

OLEH:
Desi Febriyani

ILMU KEPERAWATAN
STIKES BINA PUTERA
BANJAR
2015

TIDUR
LANSI
Apa itu tidur???
A
Tidur merupakan
suatu
keadaan tidak sadar di
mana persepsi dan

reaksi
individu
terhadap
lingkungan
menurun
atau
menghilang, dan dapat
dibangunkan kembali
dengan
indra
atau
rangsangan
yang
cukup.
Berapa kebutuhan
tidur lansia???
Sebagian
besar
lansia berisiko tinggi
mengalami
gangguan
tidur akibat beberapa
faktor. Selama penuaan,
terjadi perubahan fisik
dan mental yang diikuti
dengan perubahan pola

tidur yang khas yang


membedakan dari orang
yang lebih muda.
Usia
lanjut
membutuhkan
waktu
tidur 6-7 jam perhari.
Walaupun
mereka
menghabiskan
lebih
banyak waktu di tempat
tidur, tetapi usia lanjut
sering
mengeluh
terbangun pada malam
hari,
memiliki
waktu
tidur
kurang
total,
mengambil lebih lama
tidur, dan mengambil
tidur siang lebih banyak.
Sebagai
contoh
seorang
lansia
yang

mengalami osteoartritis
mempunyai
kesulitan
tidur akibat nyeri sendi.
Apa saja gangguan
tidur pda lansia???
1. Insomnia
Yaitu kesulitan untuk
tetap tidur atau pun
seseorang
yang
terbangun dari tidur,
tetapi merasa belum
cukup tidur
2. Hipersomnia
Hipersomnia dicirikan
dengan tidur lebih dari
8 atau 9 jam per
periode
24
jam,
dengan keluhan tidur
berlebihan
3. Enuresis

Enuresis yaitu kencing


yang tidak disengaja
atau
mengompol,
paling banyak terjadi
pada laki-laki
4. Narkolepsi
Merupakan keinginan
yang tidak terkendali
untuk
tidur
atau
serangan mengantuk
mendadak,
sehingga
dapat tertidur pada
setiap saat di mana
serangan
tidur
itu
datang
5. Apnea tidur
Apnea
tidur
merupakan
henti
napas saat tidur atau

mendengkur
yang
disebabkan
oleh
rintangan
terhadap
pengaliran udara di
hidung dan di mulut.

Faktor-faktor yang
mempengaruhi istirahat
tidur
1. Lingkungan
2. Respon terhadap
penyakit
3. Gaya hidup
4. Depresi
5. Stress emosi
6. Pengaruh
7. Makanan

8. Obat-obatan.

Cara mengatasi
gangguan tidur pada
lansia
1. Hindari minuman yang
merangsang gangguan
tidur
seperti
kopi,
alkohol, cokelat hitam
2. Batasi asupan cairan
pada malam hari dan
berkemih sebelum
tidur
3. Gunakan alat bantu
tidur (misal; air hangat
untuk
kompres

relaksasi
otot,
dan
pijatan di ekstremitas
bawah)
4. Tenangkan
pikiran
biarkan
otak
mengalami
relaksasi
dengan
berdoa,
sholat, mengaji, senam
pernafasan ringan
5. Mengatur jadwal tidur
dan
waktu
bangun
sehingga
menjadi
suatu kebiasaan
6. Pastikan
tidak
ada
suara
berisik
yang
mengganggu.