Anda di halaman 1dari 146

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN GURU TIK


IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

SMP/SMA/SMK
TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN


KEBUDAYAAN
2015

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Diterbitkan oleh:
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan
dan Penjaminan Mutu Pendidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2015

Copyright 2015, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan
komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

ii

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

SAMBUTAN
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Kurikulum 2013 pada
tahun 2015 dilaksanakan untuk kelas III, VI, IX dan XII di16.991 sekolah yang
tersebar pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Kurikulum 2013 merupakan
pengembangan dari kurikulum sebelumnya untuk merespon berbagai tantangan
internal dan eksternal.
Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip
utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua,
standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti
yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi
terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.
Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima,
semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan
kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Aplikasi yang taat
asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan
keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.
Implementasi Kurikulum 2013 merupakan langkah strategis dalam menghadapi
globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan.Titik tekan
pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan
tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses
pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian
antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Pengembangan
kurikulum menjadi amat penting sejalan dengan kontinuitas kemajuan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni budaya serta perubahan masyarakat pada
tataran lokal, nasional, regional, dan global di masa depan. Aneka kemajuan dan
perubahan itu melahirkan tantangan internal dan eksternal pada bidang
pendidikan.
Untuk menjamin keterlaksanaan implementasi Kurikulum 2013 pada 16.991
sekolah maka kepada semua guru dan kepala sekolah di sekolah sasaran serta
pengawas diberikan pelatihan implementasi Kurikulum 2013. Pelatihan sudah
dimulai pada tahun 2013 dan berlanjut pada tahun 2014 dan 2015 untuk semua
mata pelajaran. Mengingat jumlah peserta pelatihan yang cukup besar maka
pelatihan ini melibatkan semua stakeholder pendidikan baik di pusat maupun
daerah.
Mudah-mudahan pelatihan implementasi Kurikulum 2013 ini bisa berjalan dengan
baik dan lancar. Akhirnya, kepada semua pihak yang telah mendedikasikan
dirinya dalam memberikan kontribusi dan mempersiapkan pelatihan Kurikulum
Teknologi Informasi dan Komunikasi

iii

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

2013, saya mengucapkan banyak terima kasih. Semoga bermanfaat untuk


mencerdaskan bangsa Indonesia.
Jakarta, Mei 2015
Kepala Badan PSDMPK-PMP

Syawal Gultom
NIP 196202031987031002

iv

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya Perangkat
(Pedoman, Panduan, Modul beserata perangkat pendukung lainnya) Pelatihan
Implementasi Kurikulum 2013. Perangkat ini merupakan dokumen wajib dalam
rangka pelatihan calon narasumber, instruktur, dan guru untuk memahami
Kurikulum 2013 dan kemudian mengiimplementasikannya dalam proses
pembelajaran di sekolah.
Kurikulum 2013 ini diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2013/2014.
Pada tahun 2013 telah dilakukan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk
Kelas I, IV, VII, dan X. Pada Tahun ajaran 2014 telah dilaksanakan pelatihan untuk
kelas I, II, IV, V, VII, IX, dan X. Selanjutnya pada tahun Ajaran 2015/2016
diharapkan Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di seluruh kelas I sampai dengan
Kelas XII pada 16.991 sekolah, yaitu sekolah yang pada tahun ajaran 2015/2016
yang sudah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 (tiga) semester berturut
turut.
Menjelang implementasi Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2015/2016 pada
kelas III, VI, IX dan XII penyiapan tenaga guru dan tenaga kependidikan lainnya
sebagai pelaksana kurikulum perlu dilakukan. Sehubungan dengan itu, Badan
Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan
Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP), telah menyiapkan strategi
Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi guru, kepala sekolah, dan
pengawas.
Pada tahun 2015 pelatihan dilakukan bagi pengawas SD/SMP/SMA/SMK, kepala
sekolah SD/SMP/SMA/SMK, dan guru Kelas III, VI, IX, dan XI. Guna menjamin
kualitas pelatihan tersebut, maka Badan PSDMPK dan PMP telah menyiapkan
Pedoman Pelatihan, Buku 1 Panduan untuk Narasumber Nasional dan Instruktur
Nasional, dan Buku 2 Modul Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 sesuai
dengan kelas, mata pelajaran, dan jenjang pendidikan. Modul ini diharapkan
dapat membantu semua pihak menjalankan tugas dalam Pelatihan Implementasi
Kurikulum 2013.
Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi aktif kepada
pejabat dan staf di jajaran BPSDMPK dan PMP, dosen perguruan tinggi, konsultan,
widyaiswara, pengawas, kepala sekolah, dan guru yang terlibat di dalam
penyusunan modul-modul tersebut di atas.

Jakarta, Mei 2015


Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Kepala Pusat Pengembangan


Profesi Pendidik

Unifah Rosyidi
NIP 196204051987032001

vi

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

DAFTAR ISI
SAMBUTAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR

ISI

vii

STRUKTUR MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

..
viii

MATERI PELATIHAN 1: RASIONAL DAN ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM


2013

1.1

Rasional Kurikulum 2013

..
4
1.2

Elemen Perubahan Kurikulum 2013

..

MATERI

PELATIHAN

2:

PERAN

DAN

TUGAS

GURU

TIK

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

DALAM

14

2.1

Pemahaman

Peran

dan

Tugas

Guru

TIK

18
2.2 Pemahaman Konsep, Kompetensi, Materi dan Pembimbingan TIK

22

MATERI PELATIHAN 3: PERENCANAAN PROGRAM

3.1

Penyusunan

Rancangan

Pelaksanaan

33
Bimbingan

TIK

.
38
Teknologi Informasi dan Komunikasi

vii

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

3.2

Pemahaman

Rencana

Fasilitasi

Guru

dan

Tenaga

Kependidikan

45
3.3 Pemahaman

Rencana

Penilaian

Bimbingan

TIK

MATERI

PELATIHAN

4:

PELAKSANAAN

47
PROGRAM

..
53
4.1 Pelaksanaan Bimbingan TIK
..
4.2 Pelaksanaan Fasilitasi Guru dan Tenaga Kependidikan

57

.
4.3 Penilaian dan Pelaporan Program

61

..
62
MATERI PELATIHAN 5: PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

....

79

5.1 Penyusunan Rancangan Media Pembelajaran/Storyboard

.
5.2 Pembuatan Media Pembelajaran berbasis TIK

81
.

.
92
DAFTAR PUSTAKA
.

viii

116

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

GAMBARAN STRUKTUR MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI


KURIKULUM 2013

Materi Pelatihan 1: Rasional dan Elemen Perubahan


Kurikulum 2013

1.1 Rasional Kurikulum 2013


1.2 Elemen Perubahan Kurikulum2013

Materi Pelatihan 2: Peran dan Tugas Guru TIK dalam


Implementasi Kurikulum 2013

MATERI
PELATIH
AN

2.1 Pemahaman Peran dan Tugas Guru TIK


2.2 Pemahaman Konsep, Kompetensi, Materi
dan
Pembimbingan TIK
Materi Pelatihan 3: Perencanaan Program

3.1 Penyusunan Rancangan Pelaksanaan


Bimbingan TIK
3.2 Pemahaman Rencana Fasilitasi Guru dan
Tenaga Kependidikan
3.3 Pemahaman Rencana Penilaian Bimbingan
Materi Pelatihan 4: Pelaksanaan Program
4.1Pelaksanaan Bimbingan TIK
4.2Pelaksanaan Fasilitasi Guru dan Tenaga
Kependidikan
4.3Penilaian dan Pelaporan Program
Materi Pelatihan 5: Pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis TIK
5.1Penyusun Rancangan Media
Pembelajaran/Storyboard
5.2Pembuatan Media Pembelajaran berbasis TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi

ix

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 1
RASIONAL DAN ELEMEN
PERUBAHAN KURIKULUM 2013
1.1. RASIONAL KURIKULUM 2013
1.2. ELEMEN PERUBAHAN
KURIKULUM 2013

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 1:
RASIONAL DAN ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM 2013
Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi untuk
mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik tersebut.
Kurikulum 2013 dikembangkan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan
sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia
berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu
berubah; (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga
negara yang demokratis, bertanggung jawab.
Pada materi pelatihan ini Anda mempelajari konsep Kurikulum 2013 yang
meliputi Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013.
Kompetensi yang ingin dicapai:
1. Memahami secara utuh rasional kurikulum 2013
2. Memahami elemen perubahan Kurikulum 2013.

Indikator:
1. Menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan
perkembangan masa depan.
2. Menjelaskan elemen-elemen perubahan pada Kurikulum 2013.
Langkah Kegiatan
1. Rasional Kurikulum 2013:

Menyimak
paparan
tentang
rasional
Kurikulum 2013

Tanya jawab tentang


rasional Kurikulum
2013

2. Elemen Perubahan Kurikulum 2013

Menyimak
paparan
tentang elemen
perubahan
Kurikulum 2013

Tanya jawab tentang


elemen perubahan
Kurikulum 2013

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

HO-1.1

1.1. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013


A. Pengertian Kurikulum
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua
dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang
digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi
kedua dimensi tersebut.
B. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:
1. Tantangan Internal
Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan
dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan)
Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses,
standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan,
standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan,
dan standar penilaian pendidikan.
Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk
Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini
jumlah penduduk Indonesia usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak
dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua
berusia 65 tahun ke atas). Jumlah penduduk usia produktif ini akan
mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya
mencapai 70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah
bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang
melimpah
ini
dapat
ditransformasikan
menjadi
sumberdaya
manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan
agar tidak menjadi beban.
2. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan
berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan
teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan
perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan
4

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan


tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern
seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of
Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic
Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan
eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia,
pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi
bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International
Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan
Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun
1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak
menggembirakan dalam beberapa kali
laporan yang dikeluarkan
TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang
ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.
C. Penyempurnaan Pola Pikir
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai
berikut:
1. Penguatan pola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang
dipelajari dan gaya belajarnya (learning style) untuk memiliki
kompetensi yang sama;
2. Penguatan pola pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didikmasyarakat-lingkungan alam, sumber/media lainnya);
3. Penguatan pola pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat
menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat
dihubungi serta diperoleh melalui internet);
4. Penguatan pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif
mencari
semakin
diperkuat
dengan
pendekatan pembelajaran
saintifik);
5. Penguatan pola belajar sendiri dan kelompok (berbasis tim);
6. Penguatan pembelajaran berbasis multimedia;
7. Penguatan pola pembelajaran berbasis klasikal-massal dengan tetap
memperhatikan pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap
peserta didik;
8. Penguatan
pola
pembelajaran
ilmu
pengetahuan
jamak
(multidisciplines); dan
9. Penguatan pola pembelajaran kritis.
D. Penguatan Tata Kelola Kurikulum
Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut.
1. Penguatan tata kerja guru lebih bersifat kolaboratif;
2. Penguatan
manajeman
sekolah
melalui
penguatan
kemampuan
manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational
leader); dan
3. Penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan
proses pembelajaran.
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

E. Penguatan Materi
Penguatan materi dilakukan dengan cara pengurangan materi yang tidak
relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta
didik.
F. Karakteristik Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut.
1. Mengembangkan keseimbangan antara sikap spiritual dan sosial,
pengetahuan, dan keterampilan, serta menerapkannya dalam berbagai
situasi di sekolah dan masyarakat;
2. Menempatkan sekolah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar agar peserta didik mampu menerapkan apa yang
dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat
sebagai sumber belajar;
3.
Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan
berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
4. Mengembangkan
kompetensi
yang
dinyatakan
dalam
bentuk
Kompetensi Inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar
mata pelajaran;
5. Mengembangkan Kompetensi Inti kelas menjadi unsur pengorganisasi
(organizing elements) Kompetensi Dasar. Semua Kompetensi Dasar dan
proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang
dinyatakan dalam Kompetensi Inti;
6. Mengembangkan Kompetensi Dasar berdasar pada prinsip akumulatif,
saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar-mata
pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

1.2. Elemen Perubahan Kurikulum 2013

HO-1.2

Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di


seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Standar nasional pendidikan terdiri atas standar kompetensi lulusan, standar isi,
standar proses, standar kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pembiayaan, standar penilaian pendidikan (UU No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional).
Di dalam kerangka pengembangan kurikulum 2013, dari 8 satandar nasional
pendidikan seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan
Nasional, hanya 4 standar yang mengalami perubahan yang signifikan, seperti
yang tertuang di dalam matriks berikut ini.

Standar Kompetens Lulusan


Standar Kompetensi Lulusan adalah criteria mengenai kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan
standarisi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik
dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan
peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa
belajarnya disatuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah.
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

a. KompetensiLulusanSD/MI/SDLB/Paket A

Lulusan SD/MI/SDLB/Paket A
keterampilan sebagai berikut.

memiliki

sikap,

pengetahuan,

dan

SD/MI/SDLB/PaketA
Dimensi

Kualifikasi Kemampuan

Sikap

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang


beriman, berakhlak mulia,berilmu, percaya diri, dan
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam di lingkungan
rumah, sekolah, dan tempat bermain.

Pengetahuan

Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual


berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait fenomena dan kejadian di
lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.

Keterampilan

Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif


dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai
dengan yang ditugaskan kepadanya.

b. Kompetensi Lulusan SMP/MTs/SMPLB/Paket B

Lulusan SMP/MTs/SMPLB/Paket B memiliki sikap,


keterampilan sebagai berikut.
SMP/MTs/SMPLB/Paket B
Dimensi

p engetahuan,

dan

Kualifikasi Kemampuan

Sikap

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang


beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya.

Pengetahu
an

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan


prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian yang tampak mata.

Keterampil
an

Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif


dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret
sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

sumber lain sejenis.


c. Kompetensi Lulusan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/Paket C

Lulusan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/Paket C memiliki sikap, pengetahuan,


dan keterampilan sebagai berikut.
SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/Paket C
Dimensi

Kualifikasi Kemampuan

Sikap

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang


beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

Pengetahu
an

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,


dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena dan kejadian.

Keterampil
an

Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif


dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret
sebagai pengembangan dari yang dipelajari di
sekolah secara mandiri.

1. Standar Isi
Standar Isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat
kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis
pendidikan tertentu.
Tingkat kompetensi merupakan batas minimal pencapaian kompetensi
sikap,pengetahuan,

dan

dinyatakan

deskripsi

kompetensi

dalam

keterampilan.

pengetahuan

kemampuanberpikirdan

kualitas

Pencapaian
tertentu,

dinyatakan

dimensi

dalam

kompetensi

sedangkan
skor

pengetahuannya,

sikap

pencapaian

tertentu

untuk

sedangkan

untuk

kompetensi keterampilan dinyatakan dalam deskripsi kemahiran dan/atau


skor tertentu. Pencapaian tingkat kompetensi dinyatakan dalam bentuk
deskripsi kemampuan dan/atau skor yang dipersyaratkan pada tingkat
tertentu. Tingkat pencapaian

KI dan

KD

berbeda

untuk setiap satuan

tingkat pendidikan mulai dari SD/MI kelas awal (I III) dan kelas atas (IVVI),
SMP/MTs kelas VII-IX, dan SMA/SMK/MA kelas X -XII. Tingkat pencapaian
kompetensi ditentukan sebagai berikut.
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

No.

1.

Tingkat
Kompetensi
Tingkat 0

Tingkat Kelas
TK/RA
Kelas I SD/MI/SDLB/PAKETA

2.

Tingkat 1

Kelas II SD/MI/SDLB/PAKETA
Kelas III SD/MI/SDLB/PAKETA

3.

Tingkat 2

Kelas IV SD/MI/SDLB/PAKETA
Kelas V SD/MI/SDLB/PAKETA

4.

Tingkat 3

Kelas VI SD/MI/SDLB/PAKETA
Kelas VII SMP/MTs/SMPLB/PAKET B

5.

Tingkat 4

6.

Tingkat 4A

7.

8.

Tingkat 5

Tingkat 6

Kelas VIII SMP/MTs/SMPLB/PAKETB


Kelas IX SMP/MTs/SMPLB/PAKET B
Kelas X SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/ PAKET
C/PAKET C KEJURUAN
Kelas XI SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/
PAKET C / PAKET C KEJURUAN
Kelas XII SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/
PAKET C/ PAKET C KEJURUAN

2. Standar Proses
Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada
satu satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan.
Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan
fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan
melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran
serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip
pembelajaran yang digunakan:
1. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
10

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis


aneka sumber belajar;
3. Dari
pendekatan
tekstual
menuju
penggunaan pendekatan ilmiah;
4. Dari pembelajaran
kompetensi;

berbasis

konten

proses
menuju

sebagai

penguatan

pembelajaran

berbasis

5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;


6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju
pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills)
dan keterampilan mental (softskills);
9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10. Pembelajaran
yang
menerapkan
nilai-nilai
dengan
memberi
keteladanan (ing ngarso sungtulodo), membangun kemauan (ingmadyo
mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam
proses pembelajaran (tut wuri handayani);
11.

Pembelajaran yang
masyarakat;

berlangsung

di

rumah,

di

sekolah,

dan

di

12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,
siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya
peserta didik.
Terkait dengan prinsip di atas,dikembangkan standar proses yang mencakup
perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran,
penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.
Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada
standar kompetensi lulusan dan standar isi. Standar kompetensi lulusan
memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus
dicapai. StandarIsi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan
belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan
ruang lingkup materi.
Sesuai dengan standar kompetensi lulusan, sasaran pembelajaran mencakup
pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan.
Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses
psikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima,
menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan
Teknologi Informasi dan Komunikasi

11

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

diperoleh
melalui aktivitas mengingat,
memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi, mencipta. Keterampilan diperoleh melalui
aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan
mencipta. Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan
turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Untuk memperkuat
pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antar mata
pelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan
pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquirylearning).
Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya
kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan
menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis
pemecahan masalah (project based learning).
Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai
berikut:
Sikap

Pengetahuan

Keterampilan

Menerima

Mengingat

Mengamati

Menjalankan

Memahami

Menanya

Menghargai

Menerapkan

Mencoba

Menghayati,

Menganalisis

Menalar

Mengamalkan

Mengevaluasi

Menyaji

Mencipta

Karakteristik proses pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik


kompetensi. Pembelajaran tematik terpadu di SD/MI/SDLB/Paket A
disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.
Karakteristik proses pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik
kompetensi. Pembelajaran tematik terpadu diSMP/MTs/SMPLB/Paket B
disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Proses
pembelajaran di SMP/MTs/SMPLB/Paket B disesuaikan dengan karakteristik
kompetensi yang mulai memperkenalkan mata pelajaran dengan
mempertahankan tematik terpadu pada IPA dan IPS.
Karakteristik proses pembelajaran di SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/
Paket C Kejuruan secara keseluruhan berbasis mata pelajaran, meskipun
pendekatan tematik masih dipertahankan.
Standar Proses pada SDLB, SMPLB, dan SMALB diperuntukkan bagi tuna
netra, tuna rungu, tuna daksa, dan tuna laras yang intelegensinya normal.
Secara umum pendekatan belajar yang dipilih berbasis pada teori tentang
taksonomi tujuan pendidikan yang dalam lima dasawarsa terakhir yang
secara umum sudah dikenal luas. Berdasarkan teori taksonomi tersebut
capaian pembelajaran dapat dikelompokkan dalam tiga ranah yakni: ranah
kognitif, affektif dan psikomotor. Penerapan teori taksonomi dalam tujuan
pendidikan diberbagai negara dilakukan secara adaptif sesuai dengan
12

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

kebutuhannya masing-masing. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003


tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengadopsi taksonomi dalam
bentuk rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga
ranah tersebut secara utuh/holistik, artinya pengembangan ranah yang satu
tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya. Dengan demikian proses
pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi yang mencerminkan
keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3. Standar Penilaian
Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur,
dan instrumen penilaian hasil belajar Peserta Didik.
Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah. Penilaian dalam proses pendidikan merupakan komponen yang
tidak dapat dipisahkan dari komponen lainnya khususnya pembelajaran.
Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk
mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar oleh
pendidik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan
perbaikan hasilbelajar peserta didik secara berkesinambungan. Penegasan
tersebut termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik
memiliki peran antara lain untuk membantu peserta didik mengetahui
capaian pembelajaran (learning outcomes). Berdasarkan penilaian hasil
belajar oleh pendidik, pendidik dan peserta
didik
dapat memperoleh
informasi tentang kelemahan dan kekuatan pembelajaran dan belajar.
Dengan mengetahui kelemahandan kekuatannya, pendidik dan peserta didik
memiliki arah yang jelas mengenai apa yang harus diperbaiki dan dapat
melakukan
refleksi
mengenai
apa
yang
dilakukannya
dalam
pembelajarandan belajar. Selain itu bagi peserta didik memungkinkan
melakukan proses transfer cara belajar tadi untuk mengatasi kelemahannya
(transfer oflearning). Sedangkan bagi guru, hasil penilaian hasil
belajar
oleh
pendidik merupakan
alat
untuk mewujudkan akuntabilitas
profesionalnya, dan dapat juga digunakan sebagai dasar dan arah
pengembangan pembelajaran remedial atau program pengayaan bagi
peserta didik yang membutuhkan, serta memperbaiki rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) dan proses pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Pelaksanaan penilaian hasil belajar oleh pendidik merupakan wujud
pelaksanaan tugas profesional pendidik sebagaimana termaktub dalam
Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Penilaian
hasil belajar oleh pendidik tidak terlepas dari proses pembelajaran. Oleh
karena itu, penilaian hasil belajar oleh pendidik menunjukkan kemampuan
guru sebagai pendidik profesional.
Dalam

konteks pendidikan

Teknologi Informasi dan Komunikasi

berdasarkan

standar (standard-based
13

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

education), kurikulum berdasarkan


kompetensi
(competency-based
curriculum), dan pendekatan belajar tuntas (mastery learning) penilaian
proses dan hasil belajar merupakan parameter tingkat pencapaian
kompetensi minimal. Untuk itu, berbagai pendekatan, strategi, metode,
teknik, dan model pembelajaran perlu dikembangkan untuk memfasilitasi
peserta didik agar mudah dalam belajar dan mencapai keberhasilan belajar
secara optimal.
Kurikulum 2013 mempersyaratkan penggunaan penilaian autentik
(authenticassesment). Secara paradigmatik penilaian autentik memerlukan
perwujudan pembelajaran autentik (authenticinstruction) dan belajar
autentik (authentic learning). Hal ini diyakini bahwa penilaian autentik lebih
mampu memberikan informasi kemampuan peserta didik secara holistik dan
valid.

14

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Teknologi Informasi dan Komunikasi

15

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 2
PERAN DAN TUGAS GURU TIK
DALAM
IMPLEMENTASI KURIKULUM
2013
2.1 PEMAHAMAN PERAN DAN TUGAS
GURU TIK
2.2 PEMAHAMAN KONSEP, KOMPETENSI,
MATERI, DAN PEMBIMBINGAN TIK

16

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Teknologi Informasi dan Komunikasi

17

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 2 :
PERAN DAN TUGAS GURU TIK DALAM IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
2.1.

Pemahaman Peran Dan Tugas Guru TIK

Saat ini dunia telah memasuki era informasi yang berkembang dan terus
berkembang. Informasi menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh semua
kalangan baik instansi pemerintah maupun swasta. Teknologi yang berkembang
menyediakan kesempatan yang besar untuk pengembangan manajemen
pendidikan dan proses pembelajaran yang berkualitas di sekolah melalui
pemanfaatan TIK. Dengan demikian TIK memiliki potensi yang sangat besar
untuk mentransformasikan seluruh aspek pendidikan di sekolah untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Dalam rangka mewujudkan situasi pembelajaran yang
mendukung potensi peserta didik perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi yang dapat mengeksplorasi sumber belajar secara
efektif dan efisien dengan memaksimalkan peran guru TIK dan KKPI.
Pada materi pelatihan ini Anda akan memelajari peran dan tugas guru TIK dalam
implementasi kurikulum 2013
Kompetensi
Memahami peran dan tugas guru TIK dalam implementasi kurikulum
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mengidentifikasi peran dan tugas guru TIK dalam implementasi kurikulum
2. Menjelaskan peran dan tugas guru TIK dalam implementasi kurikulum
Langkah Kegiatan

Tanya
jawab
tentang
peran dan
tugas guru
TIK dalam
implementa
si kurikulum

18

Mengamati
tayangan
fenomena
guru TIK

Diskusi
kelompok
Tentang peran
dan tugas guru
TIK dalam
implementasi
kurikulum

Presentasi
hasil diskusi
kelompok dan
tanyajawab
dengan
kelompok lain
dan
Penyimpulan
hasil diskusi
tentang peran
dan tugas
guru TIK
dalam
implementasi
kurikulum

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

2.2

Pemahaman Konsep, Kompetensi, Materi, Dan Pembimbingan TIK

Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta meluasnya


perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola dan cara
kegiatan yang dilaksanakan di industri, perdagangan, dan pemerintahan serta
sosial politik. Perkembangan ekonomi berbasis TIK dan masyarakat informasi
(information society) telah memunculkan paradigma baru yang dominan.
Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi TIK akan menentukan
masa depan bangsa.
Penerapan dan pengembangan kurikulum Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) di sekolah adalah salah satu langkah strategis dalam
menyongsong masa depan pendidikan Indonesia. Kurikulum masa depan
TIK bukan sekedar mengikuti trend global melainkan merupakan suatu
langkah strategis di dalam upaya meningkatkan akses dan mutu layanan
pendidikan kepada masyarakat. Kurikulum TIK masa yang akan datang perlu
dikembangkan mengarah pada terwujudnya sistem pendidikan terpadu
yang dapat membangun bangsa yang mandiri, dinamis dan maju. Sudah
barang tentu semua ini harus diikuti oleh kesiapan seluruh komponen
sumber daya manusia baik dalam cara berpikir, orientasi perilaku, kultur,
sikap dan sistem nilai yang mendukung pengembangan kurikulum teknologi
informasi dan komunikasi untuk kemaslahatan manusia.
Pada materi pelatihan ini Anda memelajari konsep, kompetensi, materi, dan
pembimbingan TIK
Kompetensi
1. Memahami konsep, kompetensi dan ruang lingkup materi TIK
2. Mendeskripsikan model pembelajaran/pembimbingan TIK
Indikator
1. Menjelaskan konsep TIK dan implementasinya pada pendidikan dalam
kaitannya dengan perkembangan masa depan
2. Menjelaskan kompetensi TIK
3. Menjelaskan ruang lingkup materi TIK untuk jenjang SMP/SMA/SMK
4. Menjelaskan model-model pembelajaran/pembimbingan TIK (Klasikal dan
Individual)
Langkah Kegiatan

Teknologi Informasi dan Komunikasi

19

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Tanya
jawab
tentang
Konsep TIK
dan
implementa
si-nya di
Satuan
Pendidikan

20

Mengamati
paparan/taya
ngan TIK
dalam
Pembelajara
n

Diskusi
kelompok
tentang
Konsep,
Kompetensi,
Materi, dan
pembimbingan
TIK
(Klasikal/Individ
u)

Presentasi hasil
diskusi kelompok dan
tanyajawab dengan
kelompok lain
dan
Penyimpulan hasil
diskusi tentang
Konsep, Kompetensi,
Materi, dan
Pembimbingan TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

HO-2.1

2.1. Pemahaman Peran dan Tugas Guru TIK


A. Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan
pembelajaran
untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian
tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang
kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Kurikulum dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai
berikut.
1. Pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran
berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan
terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama.
2. Pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi
pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakatlingkungan alam, sumber/ media lainnya).
3. Pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring
(peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja
yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet).
4. Pola pembelajaran pasif menjadi
pembelajaran aktif mencari
(pembelajaran peserta didik aktif mencari semakin diperkuat dengan
model pembelajaran pendekatan sains).
5. Pola belajar sendiri/mandiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim).
6. Pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat
multimedia.
7. Pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuh pelanggan (users)
dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap
peserta didik.
8. Pola pembelajaran ilmu pengetahuan tungga (monodiscipline) menjadi
pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines).
9. Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.
Berdasarkan hasil survei ECAR Student Study Mobile TIK di tahun 2010,
pencarian informasi dalam penggunaan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) yang dilakukan oleh peserta didik menempati posisi
teratas. Posisi kedua ditempati pada penggunaan TIK untuk mengakses
jejaring sosial, disusul mengakses E-Mail, Maps, akses musik, dan lainnya.
Dengan akses terhadap informasi yang dilakukan peserta didik, tentu
saja proses pembelajaran TIK di abad 21 ini merupakan suatu keharusan.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi landasan kehidupan di
abad ke 21. Bimbingan TIK yang dilakukan di sekolah dimaksudkan untuk
mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi pesatnya
Teknologi Informasi dan Komunikasi

21

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

perkembangan teknologi, sehingga peserta didik dapat memanfaatkan


TIK dengan baik dan benar sesuai dengan keahliannya.
Di dalam pencapaian tujuan pembelajaran peran TIK menjadi sangat
penting bagi guru dan peserta didik dalam mencari, mengolah,
menyimpan, menyajikan, menyebarkan data dan informasi dalam rangka
untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran. U ntuk mewujudkan
suasana pembelajaran dan proses pembelajaran aktif, diharapkan guru
memanfaatkan berbagai sumber belajar agar potensi peserta didik dapat
dikembangkan secara maksimal untuk mewujudkan tujuan pendidikan.
Dalam rangka untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang mendukung
potensi peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum, pembelajaran di
sekolah perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi yang dapat mengekplorasi sumber belajar secara efektif
dan efisien dengan memaksimalkan peran guru TIK dan guru KKPI di
sekolah.
B. Deskripsi Peran Dan Tugas Guru TIK
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun
2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru
Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi
Kurikulum 2013, bahwa Guru TIK sebagai guru profesional dalam pelaksanaan
kurikulum memiliki peran dan kewajiban sebagai berikut:
1. membimbing peserta didik SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang
sederajat untuk mencari, mengolah, menyiapkan, mendistribusikan,
menyajikan, menginformasikan serta memanfaatkan data dan informasi
dalam
berbagai
cara
untuk
mendukung
kelancaran
proses
pembelajaran.
2. memfasilitasi sesama guru pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau
yang sederajat dalam menggunakan TIK untuk persiapan, pelaksanaan,
dan penilaian pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah;
3. memfasilitasi tenaga kependidikan pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK,
atau yang sederajat dalam menerapkan dan mengembangkan sistem
informasi manajemen sekolah berbasis TIK.
Guru TIK memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan
pembimbingan TIK terhadap peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Guru TIK melaksanakan bimbingan TIK kepada:
1. Peserta didik pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat
untuk:
a. mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, menyebarkan data dan
informasi dalam rangka untuk mendukung kelancaran proses
pembelajaran;
b. pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan,
potensi,
bakat,
minat,
dan
kepribadian peserta didik di
sekolah/madrasah dengan memanfaatkan TIK
sebagai
sarana
untuk mengeksplorasi sumber belajar;
2. Sesama guru pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang
22

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

sederajat untuk:
a. pengembangan sumber belajar dan media pembelajaran;
b. persiapan pembelajaran;
c. proses pembelajaran;
d. penilaian pembelajaran; dan
e. pelaporan hasil belajar;
3. T enaga kependidikan pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang
sederajat untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem manajemen sekolah.
Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru TIK dan KKPI yang diterbitkan
oleh Direktorat Jenderal Dikdas dan Direktorat Jenderal Dikmen tahun 2014,
uraian tugas dan hasil pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut.
No

Uraian tugas

menyusun rancangan
pelaksanaan bimbingan TIK
melaksanakan bimbingan dan fasilitasi
TIK per semester untuk :
a. peserta didik
b. guru
c. tenaga kependidikan

Dokumen rencana
Pelaksanaan Bimbingan
TIK
*
Dokumen
laporan
pelaksanaan bimbingan
dan fasilitasi TIK untuk
a. peserta didik *
b. guru, dan tenaga
kependidikan **

menyusun alat ukur/lembar kerja


program bimbingan TIK

Instrumen evaluasi
bimbingan TIK*

mengevaluasi proses dan hasil


bimbingan TIK

Data hasil evaluasi


bimbingan TIK*

menganalisis hasil bimbingan TIK

Data hasil analisis *

melaksanakan tindak lanjut hasil


evaluasi dengan memperbaiki
pelaksanaan bimbingan TIK
menjadi pengawas penilaian dan
evaluasi terhadap proses dan
hasil belajar tingkat sekolah dan
nasional
mengembangkan sistem informasi
manajemen sekolah berbasis
teknologi informasi

Dokumen laporan pelaksanaan


Program tindak lanjut *

10

Hasil

Dokumen laporan hasil


pengawasan terhadap
penilaian dan evaluasi
proses dan hasil belajar
1. Dokumen perancangan
Program pengembangan **
2. Dokumen laporan hasil
pengembangan SIM sekolah

membimbing peserta didik dalam


kegiatan ekstrakurikuler

Laporan hasil kegiatan


bimbingan ekstrakurikuler *

melaksanakan kegiatan
pengembangan diri dalam
Pengembangan Keprofesian

Sertifikat dan laporan deskripsi


diri hasil kegiatan
pengembangan diri **

Teknologi Informasi dan Komunikasi

23

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

11

melaksanakan publikasi ilmiah


dan/atau membuat karya inovatif/seni

Hasil karya ilmiah **

Keterangan :
Penghargaan yang diberikan kepada guru berupa:
* Pemenuhan Beban Kerja
** Pemenuhan Angka Kredit
C. Beban Kerja Guru TIK
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68
Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru
Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi
Kurikulum 2013 dan Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru TIK dan KKPI yang
diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Dikdas dan Direktorat Jenderal Dikmen
tahun 2014, dalam pelaksanaan tugas, guru TIK harus memenuhi beban
kerja sebagai berikut :
1.
Beban
kerja
guru
TIK
paling
sedikit
melaksanakan pembimbingan untuk 150 (seratus lima puluh) peserta
didik per tahun pada 1 (satu) atau lebih satuan pendidikan.
Pelaksanaan beban kerja guru TIK diatur secara terprogram.
Mekanismenya adalah bahwa dalam memberikan pembimbingan
dilakukan untuk setiap peserta didik, minimal 5 (lima) kali pertemuan
setiap
semester
secara
klasikal/kelompok,
dan
melaksanakan
pembimbingan individual pada hari kerja dengan jadwal yang diatur oleh
guru dan sekolah.
2.
Guru TIK memberikan fasilitasi bagi guru
dan
tenaga kependidikan SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK secara
terprogram, dengan ketentuan minimal 2 (dua) kali pertemuan setiap
semester, secara klasikal/kelompok dan melakukan fasilitasi individual
pada hari kerja berdasarkan kesepakatan dengan teman guru dan
tenaga administrasi.

24

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

HO-2.2.

2.2: Pemahaman Konsep, Kompetensi, Materi, Dan


Pembimbingan TIK
A. Konsep TIK
Teknologi Informasi (TI) seperti yang didefinisikan dalam Information
Technology Association of America (ITAA) adalah studi, perancangan,
lapangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis computer,
khususnya perangkat lunak aplikasi dan perangkat keras komputer. Istilah
teknologi Informasi ditemukan sekitar tahun 1970. Hingga abad ke 20,
kerjasama
antara
militer
dan industri mengembangkan
teknologi
elektronik,
komputer
dan
inforamsi. Militer
telah melakukan
dan
membiayai penelitian untuk inovasi di bidang mekanisasi dan komputasi.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan perluasan dari TI dengan
menggabungkan konsep Teknologi Komunikasi dalam Teknologi Informasi. Hal
ini disebabkan oleh begitu kuatnya keterikatan antara Teknologi Informasi
dengan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai
pengertian dari dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi
Komunikasi. Teknologi Informasi, mempunyai pengertian luas yang meliputi
segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu,
manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi mempunyai
pengertian segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk
memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Karena itu, Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah suatu padanan
yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala
aspek yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan,
dan transfer/pemindahan informasi antar media menggunakan teknologi
tertentu. Salahsatu peralatan TIK yang sangat diperlukan dalam berbagai bidang
antara lain komputer. Sistem komputer pertama adalah UNIVAC I yang didisain
oleh J. Presper Eckert dan John Mauchly untuk Biro Sensus Amerika Serikat. Pada
akhir tahun 70an berkembang microcomputer berupa personal komputer (PC)
yang dibuat pertama kali oleh perusahaan komputer IBM. Sejak itu, empat
generasi komputer telah ditemukan. Langkah pengembangan tiap generasi
menunjukkan pada penurunan ukuran fisik perangkat keras dengan
peningkatan kemampuan kinerja PC. Komputer generasi pertama
menggunakan tabung hampa udara, kemudian transistor, dan ketiga
menggunaka IC (integrated circuit). Generasi keempat sudah menggunakan
sistem yang kompleks yaitu VLSI (Very Large Scale Integration).
Dalam Buku Albera Learning, Alberta-Kanada tentang Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) dinyatakan bahwa Teknologi adalah tentang cara segala
sesuatu dikerjakan; Juga Teknologi adalah proses, perkakas (tools) dan teknik
yang mengubah aktivitas manusia. Di sisi lain dalam buku tersebut
didefinisikan bahwa TIK adalah tentang cara-cara baru dimana kita dapat
berkomunikasi, mencari tahu, membuat keputusan, dan menyelesaikan
masalah-masalah. TIK adalah proses, perkakas, dan teknik untuk:
Teknologi Informasi dan Komunikasi

25

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

a.
b.
c.
d.

Mengumpulkan dan mengidentifikasi informasi.


Mengklasifikasi dan mengorganisasi.
Merangkum dan mensintesa.
Berspekulasi dan memprediksi.

Kurikulum TIK mengandung konsep-konsep tersebut yang saling berhubungan


sebagai berikut:
1. Berkomunikasi, mencari
tahu (inkuiri), membuat
keputusan, dan
menyelesaikan masalah
adalah tentang kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam
proses
untuk secara kritis menilai informasi, mengelola inkuiri, menyelesaikan
masalahmasalah, melakukan penelitian dan berkomunikasi dengan bermacammacam
audien.
Peserta didik diharapkan untuk menerapkan pengetahuan dan
keterampilan mereka dalam kehidupan sehari dalam situasi dunia nyata.
Dalam Buku Information and Communication Technology, The
National
Curriculum for England, Key Stage 1-4, 1999 dinyatakan bahwa TIK
dapat menimbulkan pengembangan spiritual, moral, sosial, dan budaya
peserta didik melalui TIK.
a). Pengembangan spiritual peserta didik. Dengan membantu peserta didik
untuk berdiskusi tentang
bagaimana keterbatasan-keterbatasan TIK
membuat kita ingat terhadap siapa yang menciptakan kita sebagai
manusia (sebagai contoh: dapatkah komputer mencipta?). Juga dengan
membantu peserta didik menyadari kreativitas dan imaginasi mereka
sendiri.
b) Pengembangan moral, melalui pemikiran beberapa isu etika di sekitar
kita tentang salah penggunaan informasi (Contoh: hak untuk
mengetahui informasi pribadi), menyadari bagaimana TIK dapat
melipatgandakan hasil dari usaha kita, dan akibatnya mengapresiasi
kebutuhan kebutuhan tanggungjawab yang lebih besar dalam
penggunaannya.
c) Pengembangan sosial, melalui pemikiran tentang bagaimana
TIK dapat memfasilitasi komunikasi dan berbagi informasi, serta
diskusi bagaimana TIK mempengaruhi jalan kehidupan, cara bekerja
dan berkomunikasi (Contoh: dampaknya terhadap pekerjaan, hubungan
sosial, dan masyarakat terbatas).
d) Pengembangan budaya, melalui diskusi tentang bagaimana TIK
menimbulkan kontek-kontek budaya (Contoh: bagaiamana sebuah
presentasi world wide web (www) mencerminkan budaya dari
pembuatnya).
2. Konsep, pengetahuan, dan operasi dasar
Peserta didik mampu mengenali secara mendalam hakekat dan dampak
Teknologi
Informasi
26

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

dan Komunikasi, etika dan moral pemanfaatan teknologi, media massa


digital,
masalah
ergonomis
dan
keamanan,
dasar-dasar
komputer,
dan
pengoperasian
teknologi
multimedia.
3. Pengolahan informasi untuk produktivitas
Peserta didik mampu menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk
berbagai macam perangkat produktifitas teknologi meliputi: penggunaan
Sistem Operasi (Operating System); melakukan setting periferal ;
pengoperasian software ; pemanfaatan jaringan. Pemecahan masalah,
eksplorasi dan komunikasi. Peserta didik mampu menerapkan pengetahuan
dan keterampilannya dalam situasi kehidupan nyata untuk mendapatkan
informasi, mengelola gagasan, memecahkan masalah, melakukan
penelitian, dan menggunakan perangkat komunikasi untuk mendapatkan
dan mengirimkan informasi.
Kompetensi peserta didik yang terbentuk dari aspek Konsep,
pengetahuan, dan operasi dasar atau aspek Pengolahan informasi untuk
produktifitas akan membangun kompetensi dari aspek pemecahan
masalah, eksplorasi dan komunikasi.
B. Kompetensi TIK
1.
Peserta Didik
Visi pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu agar
peserta didik dapat menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan
Komunikasi secara baik dan benar untuk mendapatkan dan memproses
informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga
peserta didik mampu berkreasi, mengembangkan sikap inisiatif,
mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah
beradaptasi dengan perkembangan yang baru.
Ripley (2009) mengelompokkan kemampuan TIK siswa menjadi sembilan
kemampuan:
a. Mencari dan memilah Siswa mampu mencari dan memilah informasi
dari berbagai sumber sesuai dengan yang dikehendaki.
b. Mengelompokkan dan sistematis Siswa mampu menggunakan
pendekatan sistematis untuk mengetahui suatu ilmu pengetahuan.
c. Mengembangkan Ide Siswa mampu melakukan penghitungan dan
pendataan.
d. Berbagi Informasi Siswa mampu melakukan komunikasi dan kolaborasi
dengan memanfaatkan teknologi.
e. Melakukan reviw Siswa mampu melakukan reviw dalam proses
penyempurnaan.
f. Menyelesaikan tugas Siswa mampu mengerjakan tugas yang
diberikan.
g. Kendali Siswa mampu memanfaatkan teknologi untuk mengendalikan
sebuah obyek.
h. Permodelan Siswa mampu memanfaatkan TIK sebagai alat untuk
membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahan.
i. Menampilkan informasi Siswa mampu menggunakan berbagai
Teknologi Informasi dan Komunikasi

27

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

teknologi untuk keperluan presentasi.


2.
Guru
Dua kerangka acuan utama untuk penyusunan Kerangka Kompetensi TIK
untuk guru di Indonesia adalah UNESCO ICT-CFT (UNESCO ICT Competency
Framework for Teachers) dan Kerangka Kerja Abad 21 yang masing-masing
komponennya relevan dengan konteks di Indonesia. Beberapa Kerangka
kerja lain yang diacu adalah ISTE dan ECDL. Kompetensi dasar TIK untuk
guru
berguna
sebagai
acuan
dalam
upaya
berkesinambungan
1
meningkatkan profesional guru .
Menurut UNESCO, perubahan pendidikan melalui TIK melampaui tiga
pendekatan: literasi teknologi, pendalaman pengetahuan, dan kreasi
pengetahuan. Ketiga pendekatan ini memiliki implikasi yang berbeda secara
pedagogis, praktik pengajaran oleh guru, pengembangan profesional,
kurikulum dan asesmen, serta pengelolaan dan administrasi sekolah.
Sehubungan dengan pedagogi, penggunaan TIK mengharuskan guru untuk
mengembangkan cara-cara inovatif dalam pemanfaatan teknologi untuk
memperbaiki pembelajaran dan mendorong a. literasi teknologi; b.
pendalaman pengetahuan; dan c. kreasi pengetahuan2.
a. Tahap Literasi Teknologi
Dalam tahapan ini, literasi teknologi merupakan tahapan mendasar
yang akan mendorong dan memfasilitasi peserta didik menggunakan
teknologi baru serta tahapan yang membutuhkan perubahan kebijakan
yang paling mendasar. Tahapan ini fokus pada pengembangan literasi
teknologi guru untuk mengintegrasikan peralatan TIK ke dalam
kurikulum. Literasi teknologi ini mempersyaratkan fokus pada distribusi
yang merata untuk memungkinkan perluasan akses yang mengurangi
kesenjangan digital (digital divide) serta lebih menjamin keberhasilan
ketiga tahapan dalam pengembangan pendidikan. Hasil akhir tahap
literasi ini adalah guru kompeten dalam memanfaatkan TIK dalam
pembelajaran untuk memberdayakan peserta didik agar mampu
menguasai teknologi baru sebagai bekal bagi diri peserta didik dalam
mengembangkan dirinya sebagai pembelajar sepanjang hayat (UNESCO,
2008).
b. Tahap Pendalaman Pengetahuan
Tahap ini adalah tahap yang lebih mendalam dan lebih memiliki dampak
terhadap pembelajaran. Pendalaman pengetahuan membutuhkan
peserta didik sebagai pelaku untuk mengaplikasikan pengetahuan
dalam rangka peningkatan keterampilan pemecahan masalah yang
kompleks di lingkungan kerja. Hal ini akan menambah nilai terhadap
pembangunan nasional, misalnya melalui inovasi yang menawarkan
solusi terhadap tantangan nasional. Untuk mencapai pendekatan ini,
pengembangan profesional guru harus fokus pada penyediaan
pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan metodologi dan
teknologi yang lebih kompleks. Perubahan dalam kurikulum harus
Kompetensi TIK untuk guru telah dikembangkan oleh Pustekkom. Kompetensi ini disadur dari
dokumen Naskah Akademik Kerangka Kompetensi TIK (Pustekkom, 2014).
2
UNESCO (2008). ICT Competency Standards for Teachers: Policy Framework. p. 9.
1

28

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan


masalah-masalah di dunia nyata, yang mungkin membutuhkan
keterampilan kolaboratif peserta didik di tingkat local maupun global.
Guru di sini merupakan pengelola atau fasilitator lingkungan
pembelajaran3. Kompetensi tahap pendalaman pengetahuan bertujuan
agar guru mampu memanfaatkan TIK dalam pembelajaran untuk
memberdayakan peserta didik sehingga mampu menerapkan
pengatahuan dari mata pelajaran yang diterimanya untuk memecahkan
permasalahan kompleks yang dihadapinya dalam lingkungan kerja dan
masyarakat (UNESCO, 2008).
c. Tahap Kreasi Pengetahuan
Tahap ini adalah tahap yang paling kompleks karena melibatkan pelaku
pendidikan yang terlibat dan dapat memperoleh manfaat dari proses
kreasi pengetahuan, inovasi, dan partisipasi dalam pembelajaran
seumur hidup. Perubahan kurikulum diharapkan dapat meningkatkan
keterampilan kolaborasi, komunikasi, berpikir kreatif, inovasi, dan
berpikir kritis. Guru dapat mencontohkan keterampilan ini kepada
peserta didik-peserta didik mereka melalui pengembangan profesional
yang mereka alami sendiri. Di sini guru dapat mengembangkan
keterampilan yang lebih rumit dalam penggunaan teknologi dan
keterampilan kolaborasi dengan rekan kerja untuk merancang
pembelajaran berbasis proyek yang menantang bagi peserta didik.
UNESCO mengusulkan sebuah matriks yang mengkombinasikan literasi
teknologi, pendalaman pengetahuan, dan kreasi pengetahuan dengan 6
komponen dari kebijakan, kurikulum, asesmen, pedagogi, penggunaan
teknologi, pengelolaan sekolah dan administrasi, serta pengembangan
profesional guru4. Standar kompetensi ini dikembangkan melalui
kerjasama dengan Intel, Cisco dan Microsoft. Setiap sel dari
matriks ini terdiri atas satu modul dalam Kerangka Kerja ICT-CFT 5.

UNESCO. 2008. ICT Competency Standards for Teachers: Policy Framework.


UNESCO. 2008b. ICT Competency Standards for Teachers: Implementation Guidelines.
5
UNESCO. 2008c. ICT Competency Standards for Teachers: Competency Standards Modules.
4

Teknologi Informasi dan Komunikasi

29

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Dalam konteks Indonesia, berdasarkan keadaan geografis dan kondisi


pemanfaatan TIK pada saat ini, maka tahapan kompetensi TIK untuk
guru ditambah dengan satu tahap lanjut, yaitu berbagi pengetahuan
(knowledge dissemination). Tahap ini merupakan tahap yang paling
lanjut dalam pemanfaatan TIK oleh guru karena melibatkan pendidik
sebagai agen pembaharu melalui berbagai kegiatan berbagi dan
bertukar pengetahuan, baik dengan sesama guru maupun dengan
masyarakat umum, melalui berbagai cara, strategi, bentuk, dan modus,
untuk menciptakan komunitas belajar. Kegiatan ini melibatkan guru
untuk melakukan publikasi online di ranah publik maupun ranah
komunitas tertentu, forum diskusi sinkronus maupun asinkronus,
kolaborasi
kegiatan
akademik
untuk
meningkatkan
kualitas
pembelajaran juga pengembangan profesionalisme, serta pembentukan
komunitas belajar yang melibatkan guru, peserta didik, dan masyarakat
umum lintas ruang dan waktu.
Dengan demikian, tahapan yang diadopsi dan digunakan untuk
kerangka kerja kompetensi TIK guru di Indonesia meliputi (1) Literasi TIK
(Penguasaan dasar TIK), (2) Pendalaman Pengetahuan (Akuisisi dan
rekayasa pengetahuan), (3) Kreasi Pengetahuan (Menghasilkan karya
yang mengandung nilai kebaharuan), (4) Berbagi Pengetahuan
(Mengembangkan komunitas belajar dan berbagi).
3. Tenaga Kependidikan
Kerangka kompetensi TIK bagi tenaga kependidikan adalah dititikberatkan
pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam penggunaan
aplikasi pengelolaan data dan informasi untuk mendukung implementasi
sistem informasi manajemen sekolah.
C. Materi TIK
1.

30

Ruang Lingkup Materi Bimbingan TIK


a. penggunaan komputer sebagai media belajar
b. mencari data dan informasi,
c. mengolah data dan informasi,
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

d.
e.
f.
g.
h.
i.

menyiapkan data dan informasi


mendistribusikan data dan informasi
menyajikan data dan informasi (Komunikasi)
menginformasikan data dan informasi
memanfaatkan data dan informasi
mengendalikan obyek menggunakan teknologi (prakarya rekayasa
elektronik atau robotik)
j. etika pemanfaatan teknologi informasi
k. dampak sosial pemanfaatan teknologi informasi
l. dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan IPTEK
2.
Ruang Lingkup Materi Fasilitasi TIK sesama guru
a. Literasi TIK
1) Pengenalan penggunaan komputer sebagai media pembelajaran
Sebagai langkah awal untuk pengembangan kemampuan guru dalam
penggunaan komputer sebagai salah satu media pembelajaran,
seluruh guru harus menguasai penggunaan komputer dan aplikasi
dasar berupa :
a) menyalakan dan mematikan komputer
b) memanfaatkan media penyimpanan seperti CD dan Flashdisk;
c) menggunakan LCD Projector;
d) menggunakan Aplikasi pengolah kata;
e) menggunakan Aplikasi pengolah angka;
f) menggunakan Aplikasi pembuat presentasi;
g) dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan
IPTEK;
2) Pengenalan Intranet dan Internet :
a) menghubungkan ke jaringan sekolah / Intranet;
b) menghubungkan ke jaringan internet melalui ISP atau hotspot
area;
c) menggunakan aplikasi web browser;
d) menggunakan mesin pencarian;
e) menggunakan Email (surat elektronik);
f) menggunakan Blog;
g) dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan
IPTEK.
3) Pengenalan hak atas kekayaan intelektual
a) menyebutkan macam-macam hak dan kewajiban dalam
penggunaan atas data dan informasi;
b) menyebutkan jenis-jenis hak atas kekayaan intelektual
berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi;
c) menjelaskan dampak pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi;
d) menjelaskan kriminalitas dalam teknologi informasi dan
komunikasi; dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan dan
perkembangan IPTEK.
b. Pendalaman Pengetahuan
1. Penggunaan website sekolah
a) mengunggah materi ajar;
b) mengisi komentar forum diskus sekolah;
Teknologi Informasi dan Komunikasi

31

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

c) mengisi artikel, berita danpengumuman;


d) mengunggah nilai siswa;
e) dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan
perkembangan IPTEK .

dan

2.

Penggunaan sistem informasi sekolah


a) sistem Aplikasi Dapodik;
b) sistem Aplikasi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan;
c) dan
lain-lain
disesuaikan
dengan
kebutuhan
dan
perkembangan IPTEK.
3. Penggunaan aplikasi e-learning
a) pengenalan dasar aplikasi Learning Management System;
b) memasukkan materi ajar berupa word, presentasi atau animasi;
c) membuat aktivitas siswa berupa forum diskusi dan chatting interaktif;
d) Memasukkan materi soal menggunakan fasilitas LMS, untuk diujikan
kepada siswa secara online;
e) memonitoring aktifitas siswa;
f) mengevaluasi hasil latihan online/ ujian online;
g) dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan
IPTEK.
4. Dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan
IPTEK
D.Pembimbingan TIK
Pada hakekatnya, pembimbingan Teknologi Informasi dan Komunikasi
menyiapkan peserta didik agar dapat terlibat pada perubahan yang pesat
dalam dunia kerja maupun kegiatan
lainnya
yang
mengalami
penambahan dan perubahan dalam variasi penggunaan teknologi.
Peserta didik menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi
untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi
secara kreatif namun bertanggungjawab. Peserta didik belajar bagaimana
menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi agar dengan cepat
mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan masyarakat,
komunitas, dan budaya. Penambahan kemampuan karena penggunaan
Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif
dan kemampuan belajar mandiri, sehingga peserta didik dapat memutuskan
dan mempertimbangkan sendiri kapan dan di mana penggunaan
Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal,
termasuk apa implikasinya saat ini dan di masa yang akan datang.
Guru dapat menggunakan berbagai teknik dan metode pembelajaran
untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Teknik dan metode
pembelajaran yang dipilih harus dalam bentuk demonstrasi yang melibatkan
partisipasi aktif peserta didik. Guru perlu mempertimbangkan
model
pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan. Guru
juga harus membuat perencanaan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu,
jenis penugasan.
32

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Strategi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan materi dan kondisi


peserta didik dapat meningkatkan partisipasi dari semua peserta didik dan
kelompok dalam satu kelas, yang antara lain meliputi :
1. Pemanfaatan studi kasus dari berbagai sumber informasi
2. Dorongan agar peserta didik mau berpikir kritis mengenai isu-isu dalam
teknologi informasi
3. Fasilitas belajar secara efektif melalui praktek langsung, refleksi, dan diskusi
4. Peningkatan kemampuan kerjasama termasuk aktivitas yang melibatkan
peserta didik untuk bekerjasama dalam kelompok kecil atau dalam tim
5. Penumbuhan sikap menghargai usaha peserta didik untuk memicu
kreativitas mereka.
6. Pemanfaatan sumber-sumber yang merefleksikan minat dan pengalaman
peserta didik
7. Pemberian akses pada semua peserta didik untuk menggunakan berbagai
sumber belajar dan penguasaan berbagai alat bantu belajar.
8. Penyajian/presentasi hasil karya peserta didik di majalah dinding atau acara
khusus pameran misalnya pada saat pembagian raport, atau acara lainnya
9. Penyajian/presentasi hasil karya peserta didik di web sekolah, atau web klub
Teknologi Informasi dan Komunikasi
10.Penyajian/presentasi publikasi hasil karya peserta didik pada brosur sekolah,
atau brosur khusus Teknologi Informasi dan Komunikasi
Bimbingan kepada peserta didik dapat dilaksanakan dengan cara
klasikal/kelompok dan individual.
1. Klasikal /kelompok
Memberikan bimbingan secara terjadwal dalam bentuk bimbingan secara
klasikal/kelompok dengan tatap muka yang dilaksanakan secara berkala
yang dilaksanakan paling tidak 5 (lima) kali dalam 1 (satu) semester,
masuk dalam jadwal akademik di sekolah. Materi bimbingan tertuang
dalam program tahunan dan program semester. Materi pembimbingan
terkait dengan pemanfaatan TIK untuk mencari, mengolah, menyimpan,
menyajikan, menyebarkan data dan informasi dalam rangka mendukung
kelancaran proses pembelajaran.
2. Individual
Bimbingan kepada peserta didik secara individu dilakukan
sesuai
dengan
jam
kerja
guru dengan memberikan konsultasi kepada
peserta didik secara individual di sekolah. Bimbingan peserta didik
dilakukan untuk membantu dan memfasilitasi kesulitan dalam mencari,
mengolah, menyimpan, menyajikan, menyebarkan data, dan informasi
dalam rangka untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek, masalah
dan discovery learning, dibuktikan dengan lampiran daftar peserta didik
yang melakukan konsultasi, jadwal konsultasi, materi konsultasi, dan hasil
konsultasi.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

33

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

LK-2.1
Lembar Kegiatan
PERAN DAN TUGAS GURU TIK DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM
Tujuan:

Memahami peran dan tugas Guru TIK dalam implementasi kurikulum

2013.
Langkah Kerja:
1. Cermati hand-out peran dan tugas Guru TIK, Permendikbud nomor 68

tahun 2014, dan pedoman pelaksanaan tugas guru TIK dan KKPI.
2. Diskusikan dalam kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut,

tuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom yang tersedia.


3. Presentasikan hasil diskusi, setiap kelompok menyajikan salah satu

jawaban pertanyaan hasil diskusi.


4. Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain.

No
1

Pertanyaan

Jawaban

Apa saja peran guru TIK?


Bagaimana uraian tugas guru TIK
dalam implementasi kurikulum?
Bagaimana strategi implementasi

peran dan tugas guru TIK di


sekolah
Jelaskan beban kerja guru TIK

dalam Implementasi Kurikulum


2013 ?
Apa tanggapan Anda terkait peran

dan tugas guru TIK dalam


implementasi kurikulum 2013?

34

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Lembar Kegiatan

LK-2.2

KONSEP TIK, KOMPETENSI, MATERI, DAN PEMBIMBINGAN TIK


Tujuan: Memahami konsep, kompetensi, materi, dan pembimbingan TIK
Langkah Kerja:
1. Cermati tayangan atau hand-out berkaitan dengan konsep, kompetensi,
materi, dan pembimbingan TIK.
2. Diskusikan dalam kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut,
tuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom yang tersedia.
3. Presentasikan hasil diskusi, setiap kelompok menyajikan salah satu
jawaban pertanyaan hasil diskusi.
4. Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain
No
1

Pertanyaan

Jawaban

Mengapa perlu adanya TIK dalam


pembelajaran?
Jelaskan kompetensi TIK yang

dibutuhkan oleh peserta didik,


guru, dan tenaga kependidikan ?
Jelaskan ruang lingkup materi TIK

yang diberikan dalam bimbingan


TIK dan fasilitasi TIK ?

Bagaimana strategi implementasi


pembimbingan TIK di sekolah?

Teknologi Informasi dan Komunikasi

35

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 3
PERENCANAAN PROGRAM
PENYUSUNAN RANCANGAN
PELAKSANAAN BIMBINGAN TIK
3.2. PEMAHAMAN RENCANA FASILITASI
GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
3.3. PEMAHAMAN RENCANA PENILAIAN
BIMBINGAN TIK
3.1.

36

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Teknologi Informasi dan Komunikasi

37

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 3:
PERENCANAAN PROGRAM
Perencanaan program pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek
untuk dapat memperkirakan berbagai tindakan yang akan dilakukan.
Perencanaan pembimbingan tersebut perlu dilakukan agar guru dapat
mengkoordinasikan berbagai komponen pembimbingan yang berorientasi pada
pembentukan kompetensi, yakni kompetensi, materi pokok, indikator hasil
belajar, dan penilaian. Indikator hasil belajar berfungsi sebagai alat untuk
mengukur ketercapaian kompetensi. Sedangkan penilaian sebagai alat untuk
mengukur pembentukan kompetensi serta menentukan tindakan yang harus
dilakukan jika kompetensi standar belum tercapai.
Perencanaan program dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Rancangan pelaksanaan bimbingan TIK
2. Rancangan pelaksanaan fasilitasi TIK
3. Perencanaan penilaian dan pelaporan program bimbingan dan fasilitasi TIK
3.1.

Penyusunan Rancangan Pelaksanaan Bimbingan TIK

Penyusunan rancangan pelaksanaan bimbingan merupakan bagian dari


kegiatan manajemen guru yang akan dijalankan dalam bimbingan TIK, sejak dari
tahap perencanaan hingga mencapai tahap evaluasi dan tindak lanjut.
Rancangan pelaksanaan bimbingan TIK dilakukakan secara sistematis dalam
jangka waktu yang telah ditetapkan. Rancangan pelaksanaan Bimbingan TIK ini
dibuat agar program bimbingan yang akan dijalankan oleh guru pembimbing TIK
efektif dan dapat dievaluasi.
Penyusunan Rancangan Pelaksanaan Bimbingan TIK dengan bentuk sebagai
berikut :
1. Bimbingan TIK secara klasikal atau kelompok
2. Bimbingan TIK secara individual.
Kompetensi
1. Memahami penyusunan Rancangan Pelaksanaan Bimbingan TIK secara
klasikal / Kelompok
2. Memahami penyusunan Rancangan Pelaksanaan Bimbingan TIK secara
individual
Indikator
1. Menjelaskan penyusunan Rancangan Pelaksanaan Bimbingan TIK secara
klasikal
2. Menjelaskan penyusunan Rancangan Pelaksanaan Bimbingan TIK secara
individual
Langkah Kegiatan

38

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Tanya jawab
tentang
penyusunan
rancangan
pelaksanaan
bimbingan
TIK dan
implementasi
-nya di
Satuan
Pendidikan

Mengamati
paparan/tay
angan
berkaitan
dengan
penyusunan
rancangan
pelaksanaan
bimbingan
TIK dalam
pembelajara
n

Diskusi
kelompok
tentang
penyusunan
rancangan
pelaksanaan
bimbingan TIK,
(Klasikal/Kelom
pok dan
Individu)

Presentasi
hasil diskusi
kelompok dan
tanya jawab
dengan
kelompok lain
dan
Penyimpulan
hasil diskusi
tentang
penyusunan
rancangan
pelaksanaan
bimbingan TIK

3.2. Pemahaman Rencana Fasilitasi Guru Dan Tenaga Kependidikan


Fasilitasi merupakan suatu proses layanan bimbingan terhadap guru dan tenaga
kependidikan dalam konteks memanfaatkan TIK untuk pengembangan sumber
belajar dan media pembelajaran, persiapan pembelajaran, proses pembelajaran,
penilaian pembelajaran, dan pelaporan hasil belajar, serta penerapan dan
pengembangan sistem informasi manajemen sekolah.
Penyusunan Rencana Fasilitasi Guru dan Tenaga Kependidikan adalah rencana
yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembimbingan untuk
mencapai suatu kompetensi.
Tujuan dari penyusunan rencana fasilitasi guru dan tenaga kependidikan adalah
untuk memberikan pedoman kepada fasilitator dalam menyampaikan materi
yang akan diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan.
Kompetensi
Memahami rencana fasilitasi guru dan tenaga kependidikan
Indikator Pencapaian Kompetensi
Menjelaskan rencana fasilitasi guru dan tenaga kependidikan

Langkah Kegiatan

Tanya
jawab
tentang
Rencana
Fasilitasi
Guru dan
Tenaga
kependidika

Mengamati
paparan/taya
ngan
Rencana
Fasilitasi
Guru dan
Tenaga
kependidikan

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Diskusi
kelompok
tentang
Rencana
Fasilitasi
Guru dan
Tenaga
kependidika
n

Presentasi hasil
diskusi kelompok
dan tanyajawab
dengan kelompok
lain dan
Penyimpulan hasil
diskusi tentang
Rencana Fasilitasi
Guru dan Tenaga
39

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

kependidikan

40

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

3.3. Pemahaman Rencana Penilaian Bimbingan TIK


Penilaian merupakan suatu proses yang berarti penilaian terdiri dari serangkaian
kegiatan yang direncanakan yang merujuk pada tujuan, pengembangan
instrument dan kumpulan data, olah dan tafsiran yang kemudian lahir keputusan.
Tujuan dan fungsi penilaian, terkait dengan program, proses, hasil dan umpan
balik dalam pendidikan baik yang berkenaan dangan tugas guru, kelembagaan,
siswa, maupun hal lainnya.
Kompetensi
Memahami penilaian bimbingan TIK

Indikator Pencapaian Kompetensi


Menjelaskan penilaian bimbingan TIK

Langkah Kegiatan

Tanya
jawab
tentang
Pemahama
n penilaian
bimbingan
TIK

Mengamati
paparan/
tayangan
Penilaian
Bimbingan
TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Diskusi
kelompok
tentang
Penilaian
Bimbingan
TIK

Presentasi hasil
diskusi kelompok
dan tanyajawab
dengan kelompok
lain dan
penyimpulan hasil
diskusi tentang
Penilaian
Bimbingan TIK

41

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

HO-3.1

3.1 Penyusunan Rancangan Pelaksanaan


Bimbingan TIK
A. Penyusunan Program Tahunan, Program Semester, Silabus, dan

Rencana Pelaksanaan Bimbingan


1. Menyusun Program Tahunan
Program tahunan pelaksanaan pembimbingan TIK memuat rumusan
kompetensi/materi, sasaran kelas, jumlah peserta didik, jenis bimbingan,
dan jadwal waktu pelaksanaan selama 1 (satu) tahun.
Rumusan kompetensi/materi memuat tentang kompetensi/materi yang
akan diberikan kepada peserta didik selama 1 tahun. Sasaran kelas
memuat tentang rombongan belajar per tingkatan kelas. Jumlah peserta
didik memuat tentang akumulasi dari jumlah peserta didik yang dibimbing
untuk memenuhi beban kerja guru TIK membimbing sekurang-kurangnya
150 peserta didik. Jenis bimbingan memuat tentang bentuk bimbingan
yang terdiri dari klasikal/kelompok dan atau individual. Waktu memuat
tentang pelaksanaan bimbingan selama 1 (satu) tahun pada semester 1
atau 2.
Contoh Program Tahunan
PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN TIK
TAHUN PELAJARAN 20/20.
NAMA SEKOLAH : SMP ............
KELAS
: VII
Jumla
h
Siswa
Sasar
an

Jenis
Bimbin
gan

Waktu

N
O

RUMUSAN KOMPETENSI / MATERI

Sasar
an
Kls

150
siswa

K, I

Semester 1

Melakukan operasi dasar komputer

Memahami fungsi dan proses kerja


berbagai peralatan teknologi informasi
dan komunikasi

K, I

Semester 1

Memahami ketentuan penggunaan


teknologi informasi dan komunikasi

K, I

Semester 1

K, I

Semester 1
dan 2

42

Menggunakan
perangkat
pengolah
kata
mengolah
menghasilkan informasi

lunak
dan

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

5
6
7

Menggunakan
internet
untuk
keperluan mencari dan menyebarkan
informasi
Program
kelompok
peminatan/pengembangan diri
Bimbingan individual, dapat dilakukan
setiap waktu tanpa terjadwal

K, I

Semester 1
dan 2

Klp

Semester 1
dan 2

Semester 1
dan 2

Catatan : K = Klasikal ; I = Individual ;


Klp = Kelompok

Mengetahui,

Kepala .

_______________________
NIP.

Guru TIK

________________________
NIP.

2. Menyusun Program Semester


Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan yang
memuat rumusan kompetensi/materi, sasaran kelas, jumlah peserta
didik,

jenis bimbingan dan jadwal

waktu

pelaksanaan,

sehingga

terpetakan kegiatan bimbingan selama satu semester.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

43

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Contoh Program Semester


PROGRAM SEMESTER BIMBINGAN TIK
TAHUN PELAJARAN 20/20.
NAMA SEKOLAH : SMP.
KELAS
: VII

NO

1
1
1.
1
1.
2
1.
3
1.
4
1.
5
2
2.
2
40

KOMPETENSI /
MATERI POKOK

2
Melakukan operasi dasar
komputer
Prosedur mengaktifkan
dan mematikan computer
Pengenalan beberapa
aplikasi perkantoran
Operasi dasar pada Sistem
Operasi (OS) computer
Pengaturan
peripherialpada Sistem
Operasi computer

Sas
ara
n
Kls

Ju
mlah
Sis
wa
Sas
aran
4

Jenis
Bi
mb
in
gan
5
K, I

Semester Ganjil
Juli

Agustus

September

3 4 1 2 3 4 1 2
6

3
8

Oktober

5 1

2
9

Novembe
r

Desember

Ke
t

3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5
10

11

13

150
sisw
a

Manajemen file dan folder


Memahami fungsi dan
proses kerja berbagai
peralatan teknologi
informasi dan komunikasi
Pengenalan fungsi, dan
cara kerja jaringan
telekomunikasi (wireline,

K, I

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015


wireless, modem dan
satelit)

NO

1
3

3.
1

3.
2

3.
3

41

KOMPETENSI /
MATERI POKOK

2
Memahami ketentuan
penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi
Penerapan aturan yang
berkaitan dengan etika
dan moral terhadap
perangkat keras dan
perangkat lunak teknologi
informasi dan komunikasi
Penerapan prinsip-prinsip
Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3)
dalam menggunakan
perangkat keras dan
perangkat lunak teknologi
Informasi dan komunikasi
Hak Atas Kekayaan
Intelektual (HAKI) dalam
teknologi informasi dan
komunikasi

Sas
ara
n
Kls
3
7

Ju
mlah
Sis
wa
Sas
aran
4

Jeni
s
Bi
mbi
nga
n
5

Semester Ganjil
Juli

Agustus

September

3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
6

Oktober
1

K, I

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Desember

KE
T

3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5

Novembe
r

10

11

13

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015


Menggunakan perangkat
lunak pengolah kata untuk
mengolah dan
menghasilkan informasi

4.
1

42

150
sisw
a

K, I

Pembuatan dokumen
pengolah kata dengan
variasi tabel, grafik,
gambar, dan diagram

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

NO

1
5

KOMPETENSI /
MATERI POKOK

2
Program kelompok
peminatan/pengembangan
diri
Bimbingan individual
untuk seluruh rumusan
kompetensi di atas, dapat
dilakukan setiap waktu
tanpa terjadwal

Sas
aran
Kls

Ju
mlah
Sis
wa
Sas
aran
4

Jeni
s
Bi
mbin
gan
5

Klp

Semester Ganjil
Juli

Agustus

September

3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
6

Novembe
r

Oktober
2

Ke
t

3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5

Desember

10

Mengetahui,

11

13

..,

Kepala .
_______________________
NIP.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Guru TIK
________________________
NIP.

43

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

3. Silabus
Menurut Yulaewati (2004:12) silabus merupakan seperangkat rencana
serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang
disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling
berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar.
Dalam merencanakan pembimbingan TIK secara sistematis perlu
dibuat silabus, sekurang-kurangnya memuat kompetensi, materi
pokok, jenis bimbingan dan penilaian.
Kompetensi merupakan seperangkat sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh peserta
didik setelah memelajari suatu muatan pembelajaran, menamatkan
suatu program atau menyelesaikan satuan pendidikan tertentu.
Materi pokok merupakan pokok-pokok materi pembelajaran yang
harus dipelajari peserta didik sebagai sarana pencapaian kompetensi.
Jenis bimbingan merupakan kegiatan bimbingan dalam bentuk
klasikal/kelompok atau individual.
Penilaian merupakan proses pengumpulan informasi/bukti tentang
capaian pembimbingan peserta didik dalam kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan
sistematis, selama dan setelah proses bimbingan.

44

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Contoh silabus bimbingan TIK :


SILABUS BIMBINGAN TIK
SMP NEGERI 1 INDONESIA
KELAS
: VII (TUJUH)
SEMESTER : I (SATU)
KOMPETENSI
1
Memahami fungsi dan proses kerja
berbagai peralatan teknologi
informasi dan komunikasi yang
ditopang oleh sikap cermat dan
menghargai Hak Atas Kekayaan
Intelektual

JENIS
BIMBINGAN
3

MATERI POKOK
2
1.1 Prosedur Mengaktifkan dan
mematikan komputer sesuai
dengan prosedur

Individual

1.2 Pengenalan beberapa aplikasi


perkantoran

Klasikal

1.3 Operasi dasar pada operating


system (OS) komputer

Individual

1.4 Mengatur setting peripheral pada


operating system (OS) komputer

Individual

1.5 Manajemen file dan folder

Individual

PENILAIAN
4
Sikap: Observasi
Pengetahuan:Tes Lisan
Keterampilan:Unjuk kerja
Sikap: Observasi
Pengetahuan: Tes Tulis
Keterampilan: Sikap: Observasi
Pengetahuan:Tes Lisan
Keterampilan:Unjuk kerja
Sikap: Observasi
Pengetahuan:Tes lisan
Keterampilan:Unjuk kerja
Sikap: Observasi
Pengetahuan:Tes Lisan
Keterampilan:Unjuk kerja

Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Bimbingan TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Guru

45

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Nama Kepala Sekolah

Nama Guru

TIK
NIP.

46

NIP.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

4. Rencana Pelaksanaan Bimbingan TIK


Rencana
Pelaksanaan
Bimbingan
TIK
adalah
rencana
yang
menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembimbingan untuk
mencapai suatu kompetensi. Secara ringkas Rencana Pelaksanaan
Bimbingan adalah rencana operasional kegiatan pembimbingan baik
secara klasikal/kelompok dan atau individual.
Rencana pelaksanaan bimbingan TIK dalam bentuk kegiatan konkret
langkah demi langkah yang dilakukan oleh guru TIK untuk
membimbing peserta didik. Satu hal yang amat penting dalam
penyusunan RPB TIK adalah bahwa kegiatan pembimbingan diarahkan
agar terfokus pada peserta didik, guru berperan sebagai fasilitator.
Ketika guru memilih pendekatan, metode, materi, pengalaman
belajar, interaksi pembimbingan memungkinkan peserta didik aktif,
dan guru memfasilitasi serta mendampinginya.
Rencana Pelaksanaan Bimbingan TIK memuat kompetensi, materi pokok,
indikator, Jenis/bentuk bimbingan, sasaran, alokasi waktu, dan penilaian.
Kompetensi merupakan ukuran kemampuan minimal yang mencakup
pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dan
mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu
materi yang diajarkan
Materi pokok merupakan pokok-pokok materi pembelajaran yang harus
dipelajari peserta didik sebagai sarana pencapaian kompetensi.
Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar dan merupakan
sub-kompetensi dasar. Indikator dirumuskan sesuai dengan karakteristik
satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik dan dirumuskan
dalam kata kerja operasional yang terukur dan atau dapat diobservasi,
sebagai acuan penilaian.
Jenis bimbingan merupakan kegiatan bimbingan dalam bentuk
klasikal/kelompok atau individual.
Sasaran bimbingan adalah Peserta didik, guru dan tenaga kependidikan
Alokasi waktu merupakan waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
bimbingan sesuai kompetensi yang ingin dicapai.
Penilaian merupakan proses pengumpulan informasi/bukti tentang
capaian pembimbingan peserta didik dalam kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan
sistematis, selama dan setelah proses bimbingan.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

47

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

CONTOH Rencana Pelaksanaan Bimbingan TIK


KOP SEKOLAH
RENCANA PELAKSANAAN BIMBINGAN TIK
1. Kompetensi

Memahami fungsi dan proses kerja


berbagai

peralatan

informasi

dan

teknologi

komunikasi

yang

ditopang oleh sikap cermat dan


menghargai

Hak

Atas

Kekayaan

beberapa

aplikasi

Intelektual
2. Materi Pokok

: Pengenalan
perkantoran

3. Indikator

: Mampu mengenal beberapa aplikasi


perkantoran

4. Bentuk Bimbingan TIK

: Klasikal / Kelompok / Individual

5. Sasaran bimbingan

: Peserta didik

6. Alokasi Waktu

: 1 x 45 menit

7. Penilaian

Sikap, Pengetahuan, dan

Keterampilan
,
.
Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Guru TIK

Nama Kepala Sekolah


--------------------------NIP.

Nama Guru TIK


-----------------------------------NIP

48

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

B.

Penjadwalan
Bimbingan kepada peserta didik dapat dilaksanakan dengan cara
klasikal/kelompok dan individual.
a. Klasikal /kelompok
Memberikan
bimbingan
secara
terjadwal
dalam
bentuk
klasikal/kelompok dengan tatap muka yang dilaksanakan berkala
sekurang-kurangnya 5 (lima) kali dalam 1 (satu) semester yang
materinya tertuang dalam program tahunan dan program semester.
b. Individual
Bimbingan kepada peserta didik secara individual dilakukan
sesuai
dengan
jam
kerja
guru
dengan memberikan
konsultasi kepada peserta didik secara individual di sekolah.
Dalam rangka pelaksanaan pembimbingan agar dapat berjalan secara
efektif maka perlu dilakukan pengalokasian waktu bimbingan TIK dalam
jadwal akademik di satuan pendidikan.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

49

Contoh penjadwalan bimbingan TIK :

50

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi Informasi dan Komunikasi

51

HO-3.2

3.2. Pemahaman Rencana Fasilitasi Guru


dan Tenaga Kependidikan
A. Bentuk Fasilitasi TIK
Kegiatan fasilitasi sesama guru dapat dilaksanakan melalui kegiatan antara
lain sebagai berikut.
1. Workshop, In House Training, Pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP), dan pelatihan Guru.
Guru TIK memberikan pelatihan secara tatap muka terjadwal dan berkala
dalam program 1 tahun yang dituangkan dalam program pelatihan guru
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan satuan pendidikan dengan
materi pengembangan dan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran.
2. Individual
Bimbingan guru secara individual dilakukan pada saat jam kerja dengan
memberikan konsultasi sesuai dengan kebutuhan guru di bidang teknologi
informasi di satuan pendidikan/sekolah; antara lain: mencari sumber
belajar, pembuatan media pembelajaran, pengolahan nilai menggunakan
spread sheet.
Sedangkan, kegiatan fasilitasi tenaga kependidikan dapat dilaksanakan
melalui berbagai kegiatan antara lain sebagai berikut.
1. Workshop, In House Training, Pembimbingan Tenaga Kependidikan.

Guru TIK memberikan pembimbingan secara tatap muka terjadwal dan


berkala dalam program tahunan yang dituangkan dalam program
pelatihan tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
satuan pendidikan dengan materi pengembangan dan pemanfaatan TIK
untuk pembangunan dan implementasi sistem informasi manajemen
sekolah, antara lain pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik), instalasi
dan entri data SIMPAK, e-kinerja guru, inventarisasi kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru, instalasi dan entri
data sistem informasi perpustakaan, serta informasi dan data lainnya.
2. Individual

Bimbingan tenaga kependidikan lainnya secara individual dilakukan pada


saat jam kerja dengan memberikan konsultasi sesuai dengan kebutuhan
tenaga kependidikan dalam hal pembangunan dan implementasi sistem
informasi manajemen sekolah.
B. Program Fasilitasi TIK
Program Fasilitasi TIK merupakan program kegiatan memfasilitasi guru dan
tenaga kependidikan dalam pemanfaatan TIK untuk mendukung pembelajaran
dan implementasi sistem informasi manajemen sekolah. Program fasilitasi TIK
dapat berupa kegiatan workshop/IHT dan konsultasi individual yang termuat
dalam program sekolah.
52

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Program Fasilitasi TIK terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi


kegiatan, yang termuat dalam Panduan Pelaksanaan Workshop/IHT bagi Guru
dan Tenaga Kependidikan.
Rincian Program Program bimbingan dan fasilitasi TIK yang memuat:
1. Sasaran : siswa/guru/tenaga kependidikan yang akan dilibatkan dalam
kegiatan
2. Tujuan : dirumuskan dalam bentuk kompetensi
3. Materi : isi kegiatan yang dapat mengarahkan tercapainya\ kompetensi
yang
dimaksudkan
4. Metode : cara yang akan ditempuh untuk tercapainya kompetensi yang
dimaksudkan
5. Waktu : kapan kegiatan dilakukan
6. Tempat : dimana kegiatan dilakukan
7. Penilaian : bagaimana hasil kegiatan dapat diukur dan diketahui

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

53

HO-3.3

3.3. Pemahaman Penilaian Bimbingan TIK


A. Hakekat Penilaian
Penilaian merupakan suatu upaya sistematis yang dikembangkan oleh suatu
institusi pendidikan yang ditujukan untuk menjamin tercapainya kualitas proses
pendidikan serta kualitas kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan yang
telah ditetapkan. (Cullen, 2003 dalam Fathul Himan,2004).
Ada empat pokok terkait dengan penilaian dalam pendidikan, yaitu:
1. Penilaian diungkapkan sebagai suatu proses yang berarti penilaian terdiri dari
serangkaian kegiatan yang ditrencanakan yang merujuk pada tujuan,
pengembangan instrument dan kumpulan data, olah dan tafsiran yang
kemudian lahir keputusan.
2. Tersurat bahwa penilaian dilakukan secara sistemik, berarti bahwa penilaian
berdasarkan pada aturan-aturan dan prinsip-prinsip tertentu
3. Adanya tingkat perolehan , mengandung arti bahwa dalam penilaian akan
selalu sampai pada suatu putusan melalui kreiteria yang menjadi tolok ukur.
4. Munculnya kata tujuan-tujuan pendidikan, yaitu kegiatan penilaian akan selalu
terkait dengan tujuan-tujuan pendidikkan yang telah ditetapkan, sebagai nilai
rujukan dan orientasi dalam proses penilaian khususnya dan pendidikan pada
umumnya.
Ada empat istilah yang terkait dengan konsep penilaian yang digunakan untuk
mengetahui keberhasilan belajar peserta didik.
1. Pengukuran (measurement) adalah proses penetapan ukuran terhadap suatu
gejala menurut aturan tertentu (Guilford, 1982). Pengukuran pendidikan
berbasis kompetensi berdasar pada klasifikasi observasi unjuk kerja atau
kemampuan peserta didik dengan menggunakan suatu standar. Pengukuran
dapat menggunakan tes dan non-tes. Pengukuran pendidikan bisa bersifat
kuantitatif atau kualitatif. Kuantitatif hasilnya berupa angka, sedangkan
kualitatif hasilnya bukan angka (berupa predikat atau pernyataan kualitatif,
misalnya sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat kurang), disertai deskripsi
penjelasan prestasi peserta didik.
2. Pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan
kegiatan penilaian.
3. Penilaian (assessment) adalah istilah umum yang mencakup semua metode
yang biasa digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok
peserta didik. Proses penilaian mencakup pengumpulan bukti yang
menunjukkan pencapaian belajar peserta didik. Penilaian merupakan suatu
pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan karakteristik
seseorang atau sesuatu (Griffin & Nix, 1991). Penilaian mencakup semua
proses pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan penilaian tidak terbatas pada
karakteristik peserta didik saja, tetapi juga mencakup karakteristik metode
mengajar, kurikulum, fasilitas, dan administrasi sekolah. Instrumen penilaian
untuk peserta didik dapat berupa metode dan/atau prosedur formal atau
informal untuk menghasilkan informasi tentang peserta didik. Instrumen
54

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

penilaian dapat berupa tes tertulis, tes lisan, lembar pengamatan, pedoman
wawancara, tugas rumah, dan sebagainya. Penilaian juga diartikan sebagai
kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran atau kegiatan untuk memperoleh
informasi tentang pencapaian kemajuan belajar peserta didik.
4. Evaluasi (evaluation) adalah penilaian yang sistematik tentang manfaat atau
kegunaan suatu objek (Mehrens & Lehmann, 1991). Dalam melakukan evaluasi
terdapat judgement untuk menentukan nilai suatu program yang sedikit
banyak mengandung unsur subjektif. Evaluasi memerlukan data hasil
pengukuran dan informasi hasil penilaian yang memiliki banyak dimensi,
seperti kemampuan, kreativitas, sikap, minat, keterampilan, dan sebagainya.
Oleh karena itu, dalam kegiatan evaluasi, alat ukur yang digunakan juga
bervariasi bergantung pada jenis data yang ingin diperoleh.
Pengukuran, penilaian, dan evaluasi bersifat bertahap (hierarkis), maksudnya
kegiatan dilakukan secara berurutan, dimulai dengan pengukuran, kemudian
penilaian, dan terakhir evaluasi.
B. Tujuan dan Fungsi Penilaian
Tujuan dan fungsi penilaian, terkait dengan program, proses, hasil dan umpan
balik dalam pendidikan baik yang berkenaan dangan tugas guru, kelembagaan,
siswa, maupun hal lainnya.
1.
Tujuan Penilaian Hasil Belajar
Tujuan Umum :
a. Menilai pencapaian kompetensi peserta didik;
b. Memperbaiki proses pembelajaran;
c. Sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar siswa.
Tujuan Khusus :
a. Mengetahui kemajuan dan hasil belajar siswa;
b. Mendiagnosis kesulitan belajar;
c. Memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar;
d. Penentuan kenaikan kelas;
e. Memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diri
dan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan.
2.
Fungsi Penilaian Hasil Belajar
a. Bahan pertimbangan dalam menentukan sejauh mana peserta didik telah
menguasai suatu kompetensi. Apakah siswa tertentu dapat mellanjutkan
studi ke materi berikut atau harus mengulang kembali materi pelajaran
yang bersangkutan. Untuk keperluan ini dibutuhkan data obyektif tentang
kemajuan bellajar siswa melalui penilaian.
b. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu
memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik
untuk perencanaan program belajar , pengembangan kepribadian, maupun
untuk penjurusan (sebagai bimbingan)..
c. Menemukan
kesulitan
belajar,kemungkinan
prestasi
yang
bisa
dikembangkan peserta didik, dan sebagai alat diaaknosis yang membantu
pendidik/guru menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial
atau pengayaan.
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

55

d. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang


berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya.
e. Pengendali bagi pendidik/guru dan sekolah tentang kemajuan
perkembangan peserta didik.
C. Prinsip Penilaian
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian hasil belajar peserta didik
antara lain:
1. penilaian ditujukan untuk mengukur pencapaian kompetensi;
2. penilaian menggunakan acuan kriteria yakni berdasarkan pencapaian
kompetensi peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran;
3. penilaian dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan;
4. hasil penilaian ditindaklanjuti dengan program remedial bagi peserta didik
yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan dan program
pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan;
5. penilaian harus sesuai dengan kegiatan pembelajaran.
Agar penilaian hasil belajar bisa berjalan akurat, maka perlu mengenal dan
mengasimilasikan prinsip-prinsip umum sebagai berikut:
a. Sahih (valid), yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan
kemampuan yang diukur;
b. Objektif, yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas,
tidak dipengaruhi subjektivitas penilai;
c. Adil, yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik, dan
tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, agama, bahasa,
suku bangsa, dan jender;
d. Terpadu, yakni penilaian merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari
kegiatan pembelajaran;
e. Terbuka, yakni prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan
keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;
f. Menyeluruh dan berkesinambungan, yakni penilaian mencakup semua aspek
kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik yang sesuai, untuk
memantau perkembangan kemampuan peserta didik;
g. Sistematis, yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan
mengikuti langkah-langkah yang baku;
h. Menggunakan acuan kriteria, yakni penilaian didasarkan pada ukuran
pencapaian kompetensi yang ditetapkan;
i. Akuntabel, yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi
teknik, prosedur, maupun hasilnya.
j. Edukatif, berarti penilaian dilakukan untuk kepentingan dan kemajuan
peserta didik dalam belajar.
Prinsip khusus dalam Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik berisikan prinsipprinsip Penilaian Autentik sebagai berikut.
a. Materi penilaian dikembangkan dari kurikulum.
b. Bersifat lintas muatan atau mata pelajaran.
c. Berkaitan dengan kemampuan peserta didik.
d. Berbasis kinerja peserta didik.
e. Memotivasi belajar peserta didik.
f. Menekankan pada kegiatan dan pengalaman belajar peserta didik.
g. Memberi kebebasan peserta didik untuk mengkonstruksi responnya.
h. Menekankan keterpaduan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
56

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

i. Mengembangkan kemampuan berpikir divergen.


j. Menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran.
k. Menghendaki balikan yang segera dan terus menerus.
l. Menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata.
m. Terkait dengan dunia kerja.
n. Menggunakan data yang diperoleh langsung dari dunia nyata.
o. Menggunakan berbagai cara dan instrumen.
Lembar Kegiatan

LK-3.1

PENYUSUNAN RANCANGAN PELAKSANAAN BIMBINGAN TIK


Tujuan: Memahami rancangan pelaksanaan bimbinganTIK
Langkah Kerja:
1.
2.

Cermati hand-out rancangan pelaksanaan bimbingan TIK


Diskusikan dalam kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut,

3.

tuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom yang tersedia


Presentasikan hasil diskusi, setiap kelompok menyajikan salah satu

4.

jawaban pertanyaan hasil diskusi


Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain
No
1

Pertanyaan
Mengapa perlu adanya

Jawaban

penyusunan rancangan
2

pelaksanaan bimbingan TIK ?


Apa saja perangkat pembimbingan
yang diperlukan dalam rancangan
pelaksanaan bimbingan TIK ?

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

57

Lembar Kegiatan

LK 3.2

PEMAHAMAN RENCANA FASILITASI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


Tujuan :

Memahami Rencana Fasilitasi Guru dan Tenaga kependidikan

Langkah Kerja:
1. Cermati hand-out perencanaan program
2. Diskusikan dalam kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut,
tuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom yang tersedia
3. Presentasikan hasil diskusi, setiap kelompok menyajikan salah satu
jawaban pertanyaan hasil diskusi
4. Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain
No
1

Pertanyaan

Jawaban

Apa yang dimaksud dengan


fasilitasi?
Jelaskan mengenai Rencana

Fasilitasi Guru dan Tenaga


Kependidikan ?
Apa Tujuan dari penyusunan

rencana fasilitasi guru dan tenaga


kependidikan?
Jelaskan perbedaan materi

4.

fasilitasi guru dan tenaga


kependidikan !

58

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Lembar Kegiatan

LK-3.3

PEMAHAMAN RENCANA PENILAIAN BIMBINGAN TIK


Tujuan: Memahami konsep penilaian dalam bimbingan TIK
Langkah Kerja:
1.
2.

Cermati hand-out perencanaan penilaian bimbingan TIK!


Diskusikan dalam kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut,

3.

tuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom yang tersedia!


Presentasikan hasil diskusi, setiap kelompok menyajikan salah satu

4.

jawaban pertanyaan hasil diskusi!


Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain!
No

Pertanyaan

Bagaimana hakekat penilaian


bimbingan TIK?

Apa tujuan penilaian bimbingan


TIK?

Apa fungsi penilaian bimbingan


TIK?

Bagaimana prinsip penilaian


bimbingan TIK?

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

Jawaban

59

MATERI PELATIHAN 4
PELAKSANAAN PROGRAM
4.1.
PELAKSANAAN BIMBINGAN TIK
PESERTA
DIDIK
4.2.
PELAKSANAAN FASILITASI TIK
GURU DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
4.3.
PENILAIAN DAN PELAPORAN
PROGRAM

60

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

61

MATERI PELATIHAN :
4. PELAKSANAAN PROGRAM
Pelaksanaan program merupakan kelanjutan dari materi sebelumnya yaitu
perencanaan program, tetapi pada pelaksanaan program akan lebih dibahas
mengenai implementasi model bimbingan dan fasilitasi TIK di sekolah.
Pembahasan pelaksanaan program akan dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1.
Pelaksanaan bimbingan TIK
2.
Pelaksanaan fasilitasi TIK bagi guru dan tenaga kependidikan
3.
Penilaian dan pelaporan program bimbingan dan fasilitasi TIK
Kompetensi
1. Melaksanakan bimbingan TIK secara klasikal atau kelompok dan secara
individual
2. Melaksanakan fasilitasi TIK bagi guru dan tenaga kependidikan
3. Melaksanakan penilaian dan pelaporan program bimbingan dan fasilitasi TIK
Indikator
1. Melaksanakan bimbingan TIK secara klasikal/ kelompok, individu dan

implementasinya pada pendidikan dalam kaitannya dengan perkembangan


masa depan
2. Melaksanakan fasilitasi TIK bagi guru dan tenaga kependidikan
3. Melaksanakan penilaian dan pelaporan program bimbingan dan fasilitasi TIK
Langkah Kegiatan
a. Melaksanakan bimbingan TIK secara klasikal/kelompok dan individu
Mengamati
tayangan
berisi
pembimbing
an TIK

Diskusi
kelompok
pembimbinga
n TIK secara
Klasikal dan
Individual

Melaksanakan
simulasi
pembimbingan
secara klasikal
dan individu

Presentasi
dan
penyimpulan
hasil diskusi
dan simulasi
tentang
Pembimbinga
n TIK

b. Melaksanakan fasilitasi TIK bagi guru dan tenaga kependidikan


Mengamati
tayangan
berisi
fasilitasi TIK
bagi guru
62

Diskusi
kelompok
Tentang
fasilitasi TIK
bagi guru dan
tenaga

Melaksanakan
simulasi
fasilitasi TIK
bagi guru dan
tenaga
kependidikan

Presentasi
dan
penyimpulan
hasil diskusi
dan simulasi
tentang

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

dan tenaga
kependidika
n

fasilitasi TIK
bagi guru dan
tenaga
kependidikan

kependidikan

c. Melaksanakan fasilitasi TIK bagi guru dan tenaga kependidikan


Mengamati
tayangan
berisi
penilaian
dan
pelaporan
program
bimbingan
dan fasilitasi
TIK

Diskusi
kelompok
tentang
penilaian dan
pelaporan
program
bimbingan
dan fasilitasi
TIK

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

Melaksanakan
penilaian dan
pelaporan
program
bimbingan dan
fasilitasi TIK

Presentasi
dan
penyimpulan
hasil diskusi
tentang
penilaian dan
pelaporan
program
bimbingan
dan fasilitasi
TIK

63

4.1. PELAKSANAAN BIMBINGAN TIK


4.1.

Pelaksanaan Bimbingan TIK


Semangat kurikulum 2013 mendorong kepada semua guru dapat
mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi kedalam semua
mata pelajaran yang diajarkan sehingga akan lebih menyemarakan inovasi
pembelajaran di dalam suasana kelas. Kenyataannya belum semua guru
sebagai aktor utama pembelajaran dapat mengimplementasikan TIK
kedalam pembelajaran yang mendorong peserta didik memanfaatkan TIK
dalam pembelajaran, lebih jauh lagi bagaimana bisa mendorong suasana
manajemen sekolah berbasis TIK.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 68 Tahun 2014,
memberikan salah satu peran bagi Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI)
sebagai pembimbing peserta didik pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK.
Menurut para ahli, bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada
individu agar mampu memahami diri dan lingkungannya. Istilah bantuan
dalam bimbingan tidak diartikan sebagai bantuan material (seperti uang,
hadiah, sumbangan, dan lain-lain), melainkan bantuan yang bersifat
menunjang bagi pengembangan pribadi bagi individu yang dibimbing.
Bimbingan merupakan suatu proses yang mengandung pengertian bahwa
bimbingan merupakan kegiatan yang berkesinambungan, bukan kegiatan
seketika atau kebetulan. Dalam proses bimbingan, pembimbing tidak
memaksakan kehendaknya sendiri, tetapi berperan sebagai fasilitator
perkembangan
individu.
Dalam
bimbingan,
yang
aktif
dalam
mengembangkan diri, mengatasi masalah, atau mengambil keputusan
adalah individu itu sendiri.
Pada materi pelatihan ini Anda akan mempelajari bimbingan TIK untuk
peserta didik dengan beberapa pendekatan yaitu :
1. Pelaksanaan program bimbingan TIK bagi peserta didik secara klasikal
atau kelompok
2. Pelaksanaan program bimbingan TIK bagi peserta didik secara
individual.
A. Pelaksanaan Program Bimbingan TIK Bagi Peserta Didik Secara
Klasikal atau Kelompok
1.
Pelaksanaan Program Bimbingan TIK Bagi Peserta
Didik Secara Klasikal
Salah satu upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan TIK dalam
rangka membantu membimbing peserta didik adalah dengan
memberikan pelayanan bimbingan secara klasikal atau kelompok.
Bimbingan klasikal merupakan bimbingan yang dirancang menuntut

64

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

pembimbing untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta


didik dikelas secara terjadwal. Pembimbing memberikan bimbingan
ini kepada peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa
diskusi kelas atau curah pendapat.
Dari pengertian tersebut disimpulkan bahwa bimbingan klasikal dapat
diartikan sebagai bimbingan yang diberikan kepada semua peserta
didik.Hal ini menunjukkan bahwa dalam proses bimbingan progam
sudah disusun secara baik dan siap untuk diberikan kepada peserta
didik secara terjadwal, kegiatan ini berisikan informasi yang diberikan
oleh seorang pembimbing kepada peserta didik secara langsung.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses bimbingan TIK
secara klasikal yaitu bagaimana perbedaan antara mengajar dan
membimbing, apa tujuan dan fungsi membimbing secara klasikal,
bagaimana langkah-langkah bimbingan secara klasikal, dan materi
apa yang harus disajikan pada bimbingan secara klasikal.
a. Perbedaan Mengajar dan Membimbing
Bimbingan klasikal berbeda dengan mengajar. Bimbingan klasikal
memiliki beberapa ketentuan dalam pelaksanaanya. Adapun
perbedaannya antara mengajar dan membimbing :
1) Bimbingan klasikal bukanlah suatu kegiatan mengajar atau
menyampaikan materi pelajaran sebagaimana mata pelajaran
yang dirancang dalam kurikulum pendidikan di sekolah,
melainkan menyampaikan informasi yang dapat berpengaruh
terhadap tercapainya perkembangan yang optimal seluruh
aspek perkembangan dan tercapainya kemandirian peserta
didik.
2) Materi bimbingan klasikal berkaitan erat dengan domain
bimbingan yaitu bimbingan belajar, pribadi, dan sosial serta
aspek-aspek perkembangan peserta didik.
3) Guru mata pelajaran dalam melaksanakan tuganya adalah
menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dan tugas
guru bimbingan adalah menyelenggarakan bimbingan TIK yang
memandirikan peserta didik
b. Tujuan Membimbing Secara Klasikal
Untuk mencapai sebuah hasil dari proses bimbingan yang
diharapkan maka bimbingan yang klasikal harus memiliki tujuan
dan fungsi pendidikan. Menurut Downing (Soetjipto dan Kosasai
200: 50) tujuan bimbingan dan fasilitasi di sekolah adalah
membantu peserta didik :
1) Mengatasi kesulitan dalam belajarnya, sehingga memperoleh
prestasi belajar yang tinggi.
2) Mengatasi terjadinya kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang
dilakukan pada saat proses belajar
3) Mengatasi
kesulitan-kesulitan
yang
berkaitan
dengan
kelanjutan studi
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

65

4) Mengatasi kesulitan kesulitan yang berhubungan dengan


perancangan dan pemilihan jenis pekerjaan setelah mereka
lulus
c. Fungsi Membimbing Secara Klasikal
Bimbingan TIK secara klasikal mempunyai berbagai fungsi, antara
lain sebagai berikut :
1) Dapat terjadinya interaksi sehingga saling mengenal antara
guru bimbingan dengan peserta didik
2) Dapat terjadinya hubungan emosional antara guru bimbingan
dengan peserta didik sehingga akan terciptanya hubungan
hubungan yang bersifat mendidik dan membimbing.
3) Dapat terciptanya keteladanan dari guru bimbingan bagi
peserta didik yang dapat berpengaruh terhadap
perubahan-perubahan sikap dan perilaku baik pada
peserta.
4) Dapat terjadinya kesempatan bagi guru bimbingan dan
fasilitasi TIK melakukan tatap muka dan observasi
terhadap kondisi peserta didik dan suasana belajar di
kelas.
d. Langkah-langkah Membimbing Secara Klasikal
Menurut Linda Webb dan Greg A Brigman terdapat beberapa
langkah yang perlu diperhatikan sebagai berikut :
1) Melakukan pemahaman peserta didik (menentukan kelas,
menyiapkan
instrumen
pemahaman
peserta
didik,
pengumpulan
data,
analisis
data,
dan
merumuskan
pemahaman).
2) Menentukan kecenderungan kebutuhan bimbingan klasikal bagi
peserta didik atas dasar hasil pemahaman peserta didik.
3) Memilih metode dan teknik yang sesuai untuk memberian
bimbingan klasikal (metode saintifik).
e. Materi Pembimbingan Secara Klasikal
Materi bimbingan TIK secara klasikal sebagai bahan penyampaian
materi. Disamping itu materi ini juga sebagai lampiran dalam
pembuatan Rancangan Penyajian Materi (RPM) sesuai yang
dikehendaki dalam Rubrik Penilaian Kinerja Guru Bimbingan TIK.
2.

66

Pelaksanaan Program Bimbingan TIK Bagi Peserta


Didik Secara Kelompok
Menurut Prayitno (1997) layanan bimbingan kelompok merupakan
dua jenis layanan kegiatan yang saling keterkaitannya sangat besar.
Keduanya mempergunakan dinamika kelompok sebagai media
kegiatannya.
Lebih
jauh
Sukardi
dan
Kusmawati
(2008)
mengungkapkan bahwa masalah yang dapat dibahas meliputi
berbagai masalah dalam segenap bimbingan (yaitu bidang bimbingan
pribadi, sosial, belajar, dan karir).
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Sementara Romlah (2001: 3) mendefinisikan bahwa bimbingan


kelompok merupakan salah satu teknik bimbingan yang berusaha
membantu individu agar dapat mencapai perkembangannya secara
optimal sesuai dengan kemampuan, bakat, minat, serta nilai-nilai
yang dianutnya dan dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan
kelompok ditujukan untuk mencagah timbulnya masalah pada siswa
dan mengembangkan potensi siswa.
Bimbingan kelompok memungkinkan beberapa orang secara
bersama-sama melangsungkan proses kegiatan menjadikannya lebih
efisien dalam hal penggunaan waktu. Hal ini tentu menguntungkan
banyak pihak, mulai dari pembimbing itu sendiri dan yang
dibimbingnya. Manfaat lain dari bimbingan kelompok ini adalah
menjadi luasnya perspektif peserta didik yang mengalami masalah
karena mendapatkan banyak masukan dari anggota kelompoknya.
Untuk mendapatkan proses yang maksimal dalam pelaksanaan
bimbingan kelompok, maka dibutuhkan perencanaan program
layanan yang matang. Tidak hanya itu langkah-langkah yang harus
ditempuh dalam pelaksanaan bimbingan klasikal dan kelompok pun
hendaknya telah dipersiapkan dengan matang oleh pembimbing,
bahkan hingga proses evaluasi dan tindak lanjut sekalipun.
Kegiatan bimbingan kelompok memiliki beberapa tahap yang antara
satu tahap dengan tahap yang lainnya bersifat kontinue, sehingga tak
bisa dihilangkan keberadaannya. Menurut Sitti Hartinah (2009)
kegiatan bimbingan TIK kelompok ini pada umumnya terdiri atas tiga
tahap perkembangan, yaitu tahap pembentukan, tahap pelaksanaan
kegiatan, dan pengakhiran.Tahap yang terakhir dari serangkaian
kegiatan yang dilakukan pada proses bimbingan kelompok adalah
pasca bimbingan kelompok. Pertanyaannya adalah apa yang
dilakukan pada proses ini?
Kegiatan yang dilakukan pada proses ini adalah menyelenggarakan
evaluasi pelaksanaan bimbingan kelompok. secara umum evaluasi
dalam program bimbingan TIK ialah berupaya untuk menelaah
program bimbingan TIK yang telah dan sedang dilaksanakan untuk
mengembangkan dan memperbaiki program bimbingan TIK di sekolah
yang bersangkutan. Demikian pula dengan evaluasi kegiatan
bimbingan TIK, dimaksudkan agar kekurangan-kekurangan pada
tahapan proses konseling kelompok yang telah di lakukan dapat
diperbaiki agar dapat diminimalisir pada kegiatan selanjutya.
3.

Pelaksanaan Program Bimbingan TIK Bagi Peserta


Didik Secara Individual.

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

67

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan


yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi
yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan
jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan
guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada
juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99),
Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh
orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik
anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing
dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri
dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan
dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Hal yang perlu diperhatikan pada pelaksanaan bimbingan TIK secara
individual hampir sama dengan bimbingan TIK secara klasikal atau
kelompok. Tetapi pada bimbingan secara individual harus lebih tepat
dalam memilih strategi karena akan berhubugan dengan
permasalahan yang lebih komplek dan waktu bimbingan yang lebih
lama.

68

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

HO4.2

4.2. Pelaksanaan Fasilitasi Guru dan Tenaga


Kependidikan
4.2.
Pelaksanaan
(Tendik)

Fasilitasi Guru Dan Tenaga Kependidikan

Keterampilan guru dalam pemanfaatan TIK sebagai sumber belajar dalam


pelaksanaan pembelajaran di sekolah menjadi sangat penting. Sesuai
dengan peran, kewajiban dan hak guru TIK tercantum dalam permen
nomor 68 tahun 2014 bahwasannya guru TIK berperan memfasilitasi
sesama guru pada SMP/MTs, SMA/MA, /SMK/MAK, atau yang sederajat
untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada
pendidikan dasar dan menengah; dan memfasilitasi tenaga kependidikan
pada SMP/MTs, SMA/MA, /SMK/MAK,atau yang sederajat dalam
mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.
Guru TIK juga berkewajiban dan tanggung jawab memfasilitasi sesama
guru pada SMP/MTs, SMA/MA, /SMK/MAK, atau yang sederajat untuk
mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, serta menyebarkan data dan
informasi dalam berbagai cara untuk persiapan, pelaksanaan, dan
penilaian pembelajaran; dan memfasilitasi tenaga kependidikan pada
SMP/MTs, SMA/MA, /SMK/MAK,atau yang sederajat dalam mengembangkan
sistem manajemen sekolah berbasis TIK.

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

69

HO4.3.
4.3.

Teknik Penilaian Dan Pelaporan Bimbingan dan


Fasilitasi TIK

A. Penilaian Bimbingan
1. Ruang Lingkup Bimbingan TIK
Ruang lingkup penilaian bimbingan TIK mencakup kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga
dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik
terhadap standar yang telah ditetapkan.
2. Jenis-jenis Penilaian pada Bimbingan TIK
Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme,
prosedur, dan instrumen penilaian hasil bimbingan peserta didik. Penilaian
bimbingan TIK terhadap peserta didik pada kurikulum 2013 mencakup:
penilaian otentik, penilaian diri, dan penilaian berbasis portofolio, yang
diuraikan sebagai berikut.
a.

Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara


komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses,dan
keluaran (output) pembelajaran.
b. Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta
didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan
kriteria yang telah ditetapkan.
c. Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan
untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk
penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar
kelas khususnya pada sikap/perilaku dan keterampilan.
3. Pengertian Penilaian dan Penilaian Autentik
Penilaian (assesment) adalah proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian
autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk
menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pada
proses bimbingan, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Penilaian autentik menilai kesiapan peserta didik, serta proses
dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen
(inputprosesoutput) tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan
hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak
instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect)
dari pembelajaran.
Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah
(scientific approach) dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum
2013. Karena penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan
70

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menanya,


menalar, mencoba, dan membangun jejaring. Penilaian autentik cenderung
fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta
didik untuk menunjukkan kompetensi mereka yang meliputi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Karenanya, penilaian autentik sangat
relevan bimbingan TIK baik di jenjang SMP, SMA maupun SMK.
Penilaian autentik merupakan pendekatan dan instrumen penilaian yang
memberikan kesempatan luas kepada peserta didik untuk menerapkan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sudah dimilikinya dalam bentuk
tugas-tugas: membaca dan meringkasnya, eksperimen, mengamati, survei,
projek, makalah, membuat multi media, membuat karangan, dan diskusi
kelas. Kata lain dari penilaian autentik adalah penilaian kinerja, termasuk di
dalamnya penilaian portofolio dan penilaian projek.
Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan
program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau bimbingan
TIK. Selain itu, hasil penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan
untuk memperbaiki proses pembimbingan yang memenuhi Standar
Penilaian Pendidikan.
4. Prinsip dan Pendekatan Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi
faktor subjektivitas penilai.
b. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana,
c. menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
d. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan pelaporannya.
e. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar
pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
f. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak
internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan
hasilnya.
g. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.
5. Karakteristik Penilaian Bimbingan TIK pada Kurikulum 2013
a. Otentik
Memandang penilaian dan pembimbingan secara terpadu. Penilaian
otentik harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah.
Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh
merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Penilaian otentik
tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi
lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta
didik.
b. Berkesinambungan
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

71

c.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai


perkembangan hasil bimbingan peserta didik, memantau proses,
kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk penilaian
proses, dan penilaian hasil.
Menggunakan teknik penilaian yang bervariasi
Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk,
portofolio, unjuk kerja, projek, pengamatan, dan penilaian diri.

6. Teknik Penilaian
Teknik penilaian yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan dalam bimbingan TIK meliputi:
a. Penilaian Kompetensi Sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi,
penilaian diri, penilaian teman sejawat (peer evaluation) oleh peserta
didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian
diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala
penilaian. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara
berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung
maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang
berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
1) Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta
peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan
dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang
digunakan berupa lembar penilaian diri.
2) Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan
cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan
pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar
penilaian antarpeserta didik.
3) Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang
berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan
peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan,
dan penugasan.
1) Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban
singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian
dilengkapi pedoman penskoran.
2) Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
3) Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek
yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan
karakteristik tugas.
c. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja,
yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu
kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan
penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau
skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
72

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

1) Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa


keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan
tuntutan kompetensi.
2) Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi
kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis
maupun lisan dalam waktu tertentu.
3) Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara
menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu
yang
bersifat
reflektif-integratif
untuk
mengetahui
minat,
perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam
kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan
nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap
lingkungannya.
B. Instrumen Penilaian Bimbingan TIK
Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan:
a)
Substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai;
b)
Konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk
instrumen yang digunakan; dan
c)
Penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai
dengan tingkat perkembangan peserta didik.
1. Instrumen Penilaian Sikap
Contoh lain instrumen penilaian sikap adalah :
Lembar Pengamatan Sikap
Kelas

: .

Hari, tanggal

: .

Materi Pokok/Tema : .

Percaya Diri

Santun

Didik

Gotong Royong

Toleransi

Peserta

Tanggung Jawab

Disiplin

Nama

Jujur

Sikap
Keteranga
n

Keterangan Penskoran :
4 = apabila selalu konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

73

3 = apabila sering konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap dan


kadang-kadang tidak sesuai aspek sikap
2 = apabila kadang-kadang konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek
sikap dan sering tidak sesuai aspek sikap
1 = apabila tidak pernah konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap

74

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

2. Instrumen Penilaian Pengetahuan


Contoh lain instrumen penilaian pengetahuan adalah :
INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN BIMBINGAN TIK

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

75

KOMPETE
PENILAIA
MATERI POKOK
NSI
N
Memahami
fungsi dan
proses
kerja
berbagai
peralatan
teknologi
informasi
dan
komunikasi
yang
ditopang
oleh sikap
cermat dan
mengharga
i Hak Atas
Kekayaan
Intelektual

1.1. Prosedur
Mengaktifk
an dan
mematikan
komputer
sesuai
dengan
prosedur

Tes tulis
Pilihan
Ganda

1.2. Pengena
lan
beberapa
aplikasi
perkantora
n

Tes tulis
Pilihan
Ganda

1.3. Operasi

Tes tulis
Pilihan
Ganda

dasar pada
operating
system
(OS)
komputer

76

BUTIR SOAL

KUNCI
JAWABA
N
1. C

SKO
R*)

1. Cara
1
mematikan
komputer
yang benar
adalah:
a.
Tancapkan
kabel listrik tombol exit
b. Tombol
start
tancapkan
kabel listrik
c.
Tancapkan
kabel listrik tombol
power
d. Tombol
exit - tombol
power
2. Dibawah ini 2. A
1
yang
merupakan
aplikasi
perkantoran
yang
digunakan
untuk
mengolah
kata adalah:
a. Microsoft
Word
b. Microsoft
Excel
c. Microsoft
Powerpont
d. Corel Draw
3.
Untuk
3. A
1
memulai
mengoperas
ikan pada
sistem
operasi
Windows
dapat kita
gunakan
tombol :
a. Start b.
Power c. Menu
Teknologi Informasi dan Komunikasi
d. Exit

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

3. Instrumen Penilaian Keterampilan


Contoh lain instrumen penilaian keterampilan adalah :

Kelas
Semester
Nama Siswa
Materi
pengolah kata

Nilai

Aspek Yang Dinilai

o
1

INSTRUMEN PENILAIAN KETRAMPILAN


BIMBINGAN TIK
: ...................
: ...................
: ...................
: Membuat dokumen sederhana menggunakan aplikasi

Membuka dan menjalankan program


aplikasi

Penggunaan menu dan ikon

Kerapian bentuk dan tampilan dokumen

Ketepatan waktu menyelesaikan tugas


JUMLAH
Keterangan penilaian:
1 = tidak kompeten
2 = cukup kompeten
3 = kompeten
4 = sangat kompeten
Kriteria penilaian dapat dilakukan sebagai berikut
1). Jika peserta didik memperoleh skor 13-16 dapat ditetapkan sangat
kompeten
2). Jika peserta didik memperoleh skor 9- 12 dapat ditetapkan kompeten
3). Jika peserta didik memperoleh skor 5 - 8 dapat ditetapkan cukup kompeten
4). Jika peserta didik memperoleh skor 1 - 4 dapat ditetapkan tidak kompeten

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

77

C. Pelaporan Hasil Bimbingan TIK


Contoh Format Laporan Capaian Kompetensi
LAPORAN CAPAIAN KOMPETENSI
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SMP NEGERI 1 INDONESIA
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2014/2015
N
o
1

Standar Kompetensi
Memahami fungsi dan
proses kerja berbagai
peralatan teknologi
informasi dan
komunikasi yang
ditopang oleh sikap
cermat dan menghargai
Hak Atas Kekayaan
Intelektual

Kelas

Nilai
K

3.33

3.67

3.67

2.33

SB

2.33

4.00

2.33

4.00

Prosedur mengaktifkan
dan mematikan komputer
sesuai dengan prosedur
Pengenalan beberapa
aplikasi perkantoran
Pengenalan beberapa
aplikasi perkantoran
Operasi dasar pada
operating system(OS)
komputer

Keterangan :
P = Pengetahuan, K = Keterampilan, S = Sikap
SB = Sangat Baik, B = Baik, C = Cukup, K = Kurang
Deskripsi :
Peserta didik mampu memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan
teknologi informasi dan komunikasi yang ditopang oleh sikap cermat dan
menghargai Hak Atas Kekayaan Intelektual dengan BAIK
Mengetahui,
..........................
Kepala ............................

............
NIP.

78

,
Guru TIK

NIP.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

D. Pelaporan Fasilitasi TIK


Salah satu kewajiban guru TIK adalah memfasilitasi tenaga pendidikan dan
kependidikan. Kegiatan ini dapat dilakukan dalam bentuk workshop atau
IHT (In House Training). Pada setiap akhir semester kegiatan ini harus
dilaporkan oleh guru TIK kepada pimpinan sekolah.
Laporan memuat Pendahuluan, Pelaksanaan dan Penutup. Selengkapnya
sistematika laporannya sebagai berikut :
BAB

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Hasil yang Diharapkan

BAB

II

PELAKSANAAN
A. Pengorganisasian
B. Waktu dan Tempat
C. Narasumber dan Fasilitator
D. Peserta
E. Struktur Program
F. Pembiayaan
G. Jadwal Pelaksanaan

BAB

III

PENUTUP

LAMPIRAN
Daftar Nama Narasumber
Daftar Nama Peserta

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

79

Lembar Kegiatan

LK-4.1.1

KONSEP PELAKSANAAN BIMBINGAN TIK


Tujuan: Mendiskusikan tentang konsep pelaksanaan bimbinganTIK bagi peserta
didik
Langkah Kerja:
1. Cermati hand-out pelaksanaan bimbingan TIK
2. Diskusikan dalam kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut,
tuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom yang tersedia
3. Presentasikan hasil diskusi, setiap kelompok menyajikan salah satu jawaban
pertanyaan hasil diskusi
4. Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain
No
1

Pertanyaan
Mengapa perlu bimbingan TIK

bagi peserta Didik?


Apa saja ruang lingkup materi

Jawaban

bimbingan TIK bagi peserta didik di


3

jenjang SMP/SMA/SMK ?
Bagaimana strategi bimbingan TIK
bagi peserta didik di jenjang

SMP/SMA/SMK?
Bagaimana model pembimbingan
TIK bagi peserta didik dapat
diimplementasikan dengan baik?

80

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Lembar Kegiatan

LK-4.1.2

PELAKSANAAN BIMBINGAN TIK UNTUK PESERTA DIDIK SECARA KLASIKAL


ATAU KELOMPOK
Tujuan:

Mengidentifikasi pelaksanaan bimbingan TIK secara klasikal atau

kelompok
- Membuat strategi pelaksanaan bimbingan TIK secara klasikal atau
kelompok
Langkah Kerja:
A. Klasikal
1. Diskusikan secara kelompok, lakukan simulasi berikut.
2. Indentifikasi kelemahan kompetensi TIK peserta didik pada umumnya
berdasarkan pengalaman Anda sebagai guru TIK
3. Berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan, berikan cek list pada kolom
(Penting, Kurang Penting, dan Tidak Penting) untuk ditingkatkan kompetensi
TIK peserta didik
4. Pilihlah 3 kompetensi TIK peserta didik yang akan ditingkatkan berdasarkan
hasil cek list tersebut.
5. Buatlah strategi pelaksanaan

dalam

bentuk

lembar

kerja

kegiatan

bimbingan TIK untuk peserta didik secara klasikal berdasarkan 3 pilihan


kompetensi TIK tersebut.
6. Presentasikan hasil diskusi.
7. Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain

No

Kompetensi TIK Yang Lemah

Penti

Kurang

Tidak

ng

Penting

Penting

1.
2.
3.
4.
5.
6.
...
...
Ds
t

B. Kelompok
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

81

1. Diskusikan secara kelompok


2. Indentifikasi kelemahan kompetensi TIK peserta didik pada umumnya
berdasarkan pengalaman Anda sebagai guru TIK
3. Berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan, kelompokkan berdasarkan
kelompok kompetensi yang sejenis.
4. Berdasarkan identifikasi yang telah dikelompokan, berikan cek list pada
kolom (Penting, Kurang Penting, dan Tidak Penting) untuk ditingkatkan
kompetensi TIK peserta didik
5. Pilihlah 3 kompetensi TIK peserta didik yang akan ditingkatkan berdasarkan
hasil cek list tersebut.
6. Buatlah strategi pelaksanaan

dalam

bentuk

lembar

kerja

kegiatan

bimbingan TIK untuk peserta didik secara kelompok berdasarkan 3 pilihan


kompetensi TIK tersebut.
7. Presentasikan hasil diskusi.
8. Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain
9. Presentasikan hasil diskusi tersebut.
10.Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain
Identifikasi kompetensi TIK peserta didik yang perlu ditingkatkan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
...
...
Dst.

No

Kelompok Kompetensi TIK Yang

Penti

Kurang

Tidak

Sejenis

ng

Penting

Penting

1.
2.
3.
82

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
.
...
...
Ds
t

Lembar Kegiatan

LK-4.1

BIMBINGAN TIK UNTUK PESERTA DIDIK SECARA INDIVIDUAL


Tujuan: - Mengidentifikasi pelaksanaan bimbingan TIK secara individual.
- Membuat strategi pelaksanaan bimbingan TIK secara individual.

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

83

Langkah Kerja:
1.
2.

Diskusikan secara kelompok, lakukan simulasi berikut.


Pilihlah 3 peserta didik yang mempunyai kompetensi TIK relatif kurang
dibandingkan dengan teman-temannya berdasarkan pengalaman Anda

3.
4.

sebagai guru TIK.


Indentifikasi kelemahan kompetensi TIK 3 peserta didik tersebut.
Berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan, berikan cek list pada kolom
(Penting, Kurang Penting, dan Tidak Penting) untuk ditingkatkan kompetensi

5.

TIK peserta didik


Pilihlah 1 peserta didik yang akan ditingkatkan 2 kompetensi TIK

6.

berdasarkan hasil cek list tersebut.


Buatlah strategi pelaksanaan dalam bentuk lembar kerja kegiatan
bimbingan

TIK

untuk

peserta

didik

secara

individual.

(Anda dapat

melibatkan tutor sebaya sebagai mitra dalam bimbingan TIK untuk peserta
7.
8.

didik secara individual).


Presentasikan hasil diskusi tersebut.
Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain

1.

Nama Peserta
Didik
....................

2.

...................

3.

...................

No

84

Kompetensi TIK
Yang Lemah

Pentin
g

Kurang
Penting

Tidak
Penting

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Lembar Kegiatan

LK-4.2
FASILITASI TIK UNTUK GURU

Tujuan:

- Mengidentifikasi pelaksanaan bimbingan TIK secara individual.


- Membuat strategi pelaksanaan bimbingan TIK secara individual.

Langkah Kerja:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Diskusikan secara kelompok, lakukan simulasi berikut.


Tunjuklah 1 orang menjadi guru TIK, yang lain menjadi guru mata pelajaran
Identifikasi kompetensi TIK yang sangat dibutuhkan oleh para guru.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, diskusikan model-model fasilitasi
yang dapat dilakukan oleh guru TIK.
Presentasikan hasil diskusi tersebut.
Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain.

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

85

Lembar Kegiatan

LK-4.3
TEKNIK PENILAIAN BIMBINGAN TIK

Tujuan: Diskusi kelompok tentang penilaian bimbingan TIK, membuat instrumen


dan format laporan capaian kompetensi TIK.
Langkah Kerja:
1.
2.

Cermati hand-out tentang penilaian bimbingan TIK


Diskusikan dalam kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut,

3.

tuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom yang tersedia


Presentasikan hasil diskusi, setiap kelompok menyajikan salah satu

4.

jawaban pertanyaan hasil diskusi


Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain
No
1

Pertanyaan
Jelaskan macam-macam teknik

penilaian dalam bimbingan TIK


Apa saja ruang lingkup penilaian

bimbingan TIK?
Buatlah contoh instrumen

penilaian bimbingan TIK!


Buatlah contoh instrumen format

Jawaban

laporan capaian kompetensi


5

bimbingan TIK!
Buatlah contoh instrumen
pelaporan fasilitasi TIK !

86

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Lembar Kegiatan

LK-4.4

PENILAIAN PROGRAM PELAKSANAAN BIMBINGAN TIK


Tujuan:
1.

Memahami teknik penilaian bimbingan dan fasilitasi TIK

2.

Mampu membuat dokumen instrumen penilaian capaian kompetensi


bimbingan TIK.

3.

Mampu membuat instrumen pelaporan fasilitasi TIK pendidik dan tenaga


kependidikan

Langkah Kerja:
1.

Amati contoh instrumen penilaian pengetahuan, sikap dan ketrampilan

2.

pada materi di atas


Buatlah instrumen penilaian sesuai dengan kondisi di sekolah masing

3.

masing
Simulasikan instrumen penilaian yang telah anda buat, terhadap proses
bimbingan bagi peserta didik dan fasilitasi TIK bagi guru dan tenaga

4.
5.

kependidikan
Presentasikan hasil penilaian yang telah anda buat
Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

87

LK-4.5
Lembar Kegiatan
PELAPORAN PROGRAM PELAKSANAAN BIMBINGAN TIK
Tujuan:
1.

Memahami teknik pelaporan bimbingan dan fasilitasi TIK

2.

Mampu

membuat

dokumen

format

pelaporan

capaian

kompetensi

bimbingan TIK.
3.

Mampu membuat format pelaporan fasilitasi TIK pendidik dan tenaga


kependidikan

Langkah Kerja:
1.
2.

Amati contoh format pelaporan pada materi di atas


Buatlah format pelaporan sesuai dengan kondisi di sekolah masing

3.

masing
Simulasikan format pelaporan yang telah anda buat, terhadap proses
bimbingan bagi peserta didik dan fasilitasi TIK bagi guru dan tenaga

4.
5.

88

kependidikan
Presentasikan hasil laporan yang telah anda buat
Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 5
PENGEMBANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN
5.1. PENYUSUNAN RANCANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN/
STORYBOARD
5.2. PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN
BERBASIS TIK

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

89

90

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

MATERI PELATIHAN 5 :
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
Media pembelajaran adalah salah satu unsur yang memegang peranan penting
dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran sebagai salah satu sumber
belajar dapat membantu guru memperkaya wawasan siswa. Berbagai bentuk dan
jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru akan menjadi sumber ilmu
pengetahuan bagi siswa.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan keinginan dan minat yang baru, dan rangsangan kegiatan
belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan
sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan
isi pelajaran.
Kompetensi
1. Penyusunan Rancangan Media Pembelajaran/Storyboard
2. Pembuatan Media Pembelajaran berbasis TIK
Indikator
1. Menyusun Rancangan Media Pembelajaran/Storyboard
2. Membuat Media Pembelajaran berbasis TIK
Langkah Kegiatan
a. Menyusun Rancangan Media Pembelajaran / Storyboard

Membuat
rancangan
media
pembelajaran

Presentasi
dan
penyimpulan
hasil diskusi
dan
pembuatan
rancangan
media
pembelajaran

b. Membuat Media Pembelajaran berbasis TIK


Mendiskusikan
Melaksanakan
Menyiapkan
bersama
pembuatan
rancangan
kelompoknya
media
media
mengenai
pembelajaran
pembelajara
pembuatan
n
media

Presentasi/de
mo media
pembelajaran
karya
kelompok

Mengamati
tayangan
rancangan
media
Pembelajara
n

Diskusi
kelompok
tentang
rancangan
media
pembelajaran

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

91

pembelajaran
sesuai
rancangan

92

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

HO-5.1

MATERI PELATIHAN :
5.1. Penyusunan Rancangan Media Pembelajaran /
Storyboard

A. Latar Belakang
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu
pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran
sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual.
Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan media
cetak, menjadi penyediaan permintaan dan pemberian layanan secara multisensori dari beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi,
menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara
luas. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi
dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka
pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan
memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas.
B. Definisi, Peranan, dan Manfaat Media Pembelajaran
1. Definisi Media Pembelajaran
Apakah anda pernah mendengar istilah media pembelajaran? Media berasal
dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium secara harafiah
berarti perantara atau pengantar. Banyak batasan yang diberikan tentang
pengertian media. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association
Of Education and Communication Technology/ AECT) sebagaimana dikutip
Sadiman (2006:6) membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang
digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi. Rohani (1997:3)
mendefinisikan media sebagai segala sesuatu yang dapat diindra yang
berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi (proses
belajar-mengajar). Pengertian serupa diungkapkan Sadiman (2006:7) yang
menyatakan media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga
proses belajar terjadi. Sementara Smaldino, et.al (2005:5) menyatakan media
sebagai sarana komunikasi dan sumber informasi.
Untuk memahami pengertian media pembelajaran lebih lanjut, mari kita
simak pendapat dari beberapa ahli lainnya, Gagne dalam Miarso (2007: 457)
menyatakan bahwa media pembelajaran adalah berbagai jenis komponen
dalam lingkungan siswa/mahasiswa yang dapat merangsang siswa untuk
belajar. Briggs dalam Miarso (2007: 457) menyatakan bahwa media
pembelajaran adalah sarana untuk memberikan perangsang bagi siswa
supaya proses belajar terjadi. Media pendidikan/pembelajaran berkembang
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

93

GURU

MEDIA

SISWA

sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan dari media


visual, audiovisual, televisi, komputer hingga teknologi modern lainnya.
Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau
kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan, atau sikap hal ini diungkapkan oleh Gerlach dan
Ely yang dikutip Arsyad (2006:3). Sementara Anitah (2008:2) mendefinisikan
media pembelajaran adalah setiap orang, bahan, alat, atau peristiwa yang
dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan peserta didik menerima
pengetahuan, keterampilan dan sikap. Lebih lanjut Arsyad (1997:6-7)
mengemukakan ciri-ciri umum yang terkandung dalam batasan media,
Media
sebagai berikut: (1) media pendidikan
memiliki pengertian fisik (hardware)
pendidikan
yang dapat dilihat, diraba dan didengar dengan panca indera, (2) media
yang
pendidikan memiliki pengertian non fisik (software) yaitu kandungan pesan
dipergunak
yang terdapat dalam perangkat
merupakan isi yang ingin
an hardware
dalam
disampaikan kepada siswa, (3) penekanan
media pendidikan terdapat pada
rangka
visual dan video, (4) media pendidikan
dapat diartikan sebagai alat bantu
komunikas
proses belajar, (5) media pendidikan
digunakan
dalam rangka komunikasi dan
i
dan
interaksididik, (6) media pendidikan dapat
interaksi antara pendidik dan peserta
pendidik
digunakan secara masal.
dan

Berdasarkan pendapat tentang pengertian


media pendidikan dapat diambil
peserta
kesimpulan bahwa media pendidikan
didik hakikatnya adalah perantara yang
dipergunakan dalam proses pendidikan
dalam untuk mencapai tujuan pendidikan.
Media pendidikan merupakan proses
media komunikasi pendidikan karena
pembelajar
pendidikan juga merupakan proses komunikasi. Media pendidikan yang
an
dapat
dipergunakan dalam rangka komunikasi
dan interaksi pendidik dan peserta
dikatakan
didik dalam proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai media
sebagai
pembelajaran. Peran media dalam pembelajaran sebagaimana diilustrasikan
media
dalam gambar berikut.
pembelajar
an. Media
pembelajar
an secara
khusus
dipergunak
an dalam
proses
pembelajar
an
untuk
mencapai
tujuan
atau
kompetens
i tertentu
yang
dirumuska
secaran. khusus

Media pembelajaran
dipergunakan dalam proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan atau kompetensi tertentu yang telah
dirumuskan. Media yang menyajikan pesan-pesan terkait dengan tujuan
94

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

pembelajaran disebut dengan media pembelajaran (Smaldino, 2005: 09).


Leshin, Pollock, & Reigeluth dalam Arsyad (2007: 36) mengklasifikasi
media ke dalam lima kelompok, yaitu (1) media berbasis manusia (guru,
instruktor, tutor, main-peran, kegiatan kelompok, field-trip), (2) media
berbasis cetak (buku, buku penuntun, buku latihan, alat bantu kerja,
lembaran lepas), (3) media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan,
grafik, peta, tranparansi, slide), (4) media berbasis audio-visual (video,
film, program slide-tape, televisi), (5) media berbasis komputer
(pengajaran dengan bantuan komputer, interaktif video, hypertext).
Media dapat menjadi komponen sumber belajar atau wahana fisik yang
mengandung materi instruksional yang dapat merangsang siswa untuk
belajar. Pengertian ini mengandung makna bahwa media merupakan
komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi
instruksional di lingkungan siswa yang dapat menarik perhatian siswa
untuk belajar.
2. Peranan Media Pembelajaran
Ada beberapa peranan media pembelajaran menurut Rohani (1997), di
antaranya adalah: (1) Media pembelajaran mengatasi perbedaan
pengalaman pribadi peserta didik; (2) Media pembelajaran mengatasi
batas-batas ruang kelas; (3) Mengamati benda yang terlalu kecil; (4)
Mengamati benda yang bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat; (5)
Mengamati suara yang halus untuk didengar; (6) Mengamati peristiwaperistiwa alam; dan (7) Media pembelajaran berperan membangkitkan
minat belajar yang baru.
Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa media pembelajaran berperan
untuk membantu mewujudkan tujuan pembelajaran. Media pembelajaran
dapat
mengatasi
permasalahan-permasalahan
yang
menyangkut
pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nana Sudjana (2005)
bahwa media pembelajaran berperan untuk mengatasi kesulitan proses
pembelajaran.
Sama halnya seperti media pembelajaran, sumber belajar juga memiliki
peranan, diantaranya adalah sebagai berikut: (1) Menjembatani anak atau
siswa dalam memperoleh pengetahuan (belajar); dan (2) Mentransmisi
rangsangan atau informasi kepada anak atau siswa (ungkapan transmisi
dalam konteks ini mempunyai dimensi banyak dan dapat dikaitkan dengan
pertanyaan-pertanyaan apa, siapa, di mana, dan bagaimana; pertanyaanpertanyaan ini amat berguna sebagai alat bantu mengorganisasi dimensi
sumber belajar.
3. Manfaat Media Pembelajaran
Secara umum manfaat media dalam pembelajaran adalah memperlancar
interaksi guru dan siswa, dengan maksud untuk membantu siswa belajar
secara optimal. Namun demikian, secara khusus manfaat media
pembelajaran seperti dikemukakan oleh Kemp dan Dayton (1985), yaitu:
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

95

a) Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan


b) Guru mungkin mempunyai penafsiran yang beraneka ragam tentang
sesuatu hal. Melalui media, penafsiran yang beraneka ini dapat
direduksi, sehingga materi tersampaikan secara seragam.
c) Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.
d) Media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio)
dan dapat dilihat (visual), sehingga dapat mendeskripsikan prinsip,
konsep, proses maupun prosedur yang bersifat abstrak dan tidak
lengkap menjadi lebih jelas dan lengkap.
e) Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
f) Jika dipilih dan dirancang dengan benar, maka media dapat membantu
guru dan siswa melakukan komunikasi dua arah secara aktif. Tanpa
media, guru mungkin akan cenderung berbicara satu arah kepada
siswa.
g) Jumlah waktu belajar dapat dikurangi.
h) Seringkali terjadi, para guru banyak menghabiskan waktu untuk
menjelaskan materi ajar. Padahal waktu yang dihabiskan tidak perlu
sebanyak itu, jika mereka memanfaatkan media dengan baik.
i) Kualitas belajar siswa dapat lebih ditingkatkan
j) Penggunaan media tidak hanya membuat proses pembelajaran lebih
efesien, tetapi juga membantu siswa menyerap materi ajar secara
lebih mendalam dan utuh.
k) Proses pembelajaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.
l) Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa
dapat belajar di mana saja dan kapan saja mereka mau, tanpa
bergantung pada keberadaan guru.
m) Sikap positif siswa terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
n) Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Hal ini
dapat meningkatkan kecintaan dan apresiasi siswa pada ilmu
pengetahuan dan proses pencarian ilmu.
o) Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif dan produktif.
p) Dengan media, guru tidak perlu mengulang-ulang penjelasan, namun
justru dapat mengurangi penjelasan verbal (lisan), sehingga guru
dapat memberikan perhatian lebih banyak kepada aspek pemberian
motivasi, perhatian, bimbingan, dan sebagainya.
4. Manfaat Media sebagai Sumber Belajar
a) Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat
laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih
baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi,
sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
b) Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual,
dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan
(b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan
kemampuannnya.

96

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

c)

Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara:


(a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan (b)
pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
d) Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan: (a) meningkatkan
kemampuan sumber belajar; (b) penyajian informasi dan bahan secara
lebih kongkrit.
e) Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu: (a) mengurangi kesenjangan
antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas
yang sifatnya kongkrit; (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya
langsung.
f) Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan
menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.
Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti
penting media sebagai sumber belajar untuk kepentingan proses dan
pencapaian hasil pembelajaran siswa.
C. Klasifikasi Media pembelajaran
Pada saat ini kita dihadapkan pada pilihan berbagai bentuk media. Salah satu
penggolongan media yang dilakukan oleh Schramm, yaitu :
1. Media besar, dimana media ini memerlukan biaya investasi besar dan
perlu digunakan secara meluas untuk mencapai skala ekonomis.
2. Media kecil, yaitu media yang sederhana dan dapat dipakai secara lebih
luwes.
Menurut Haney dan Ullmer ada tiga kategori utama berbagai bentuk media
pemebelajaran, yaitu:
1. Media yang mampu menyajikan informasi (media penyaji).
2. Media yang mengandung informasi (media objek).
3. Media yang memungkinkan untuk berinteraksi (media interaktif)
Jenis media yang termasuk pada media penyaji diantaranya: Grafis, bahan
cetak dan gambar diam (kelompok satu), media proyeksi dian seperti film
bingkai (slides), film rangkai dan transparansi (kelompok dua), Media Audio
(kelompok tiga), audio ditambah media visual diam (kelompok empat),
Gambar hidup (flim) termasuk pada kelompok lima, kelompok enam televisi,
dan kelompok tujuh yaitu multimedia
Jenis media yang termasuk pada media objek adalah benda tiga dimensi
yang mengandung informasi, tidak dalam bentuk penyajian tetapi melalui ciri
fisiknya seperti ukurannya, beratnya, bentuknya, susunannya, warnanya,
fungsinya dan sebagainya. Sementara itu, yang termasuk pada media
interaktif, yaitu yang mempunyai karakteristik terpenting bahwa siswa tidak
hanya memerhatikan penyajian atau objek, tetapi siswa dikehendaki untuk
berinteraksi selama mengikuti pelajaran.
Umar Hamalik (1986), Djamarah (2002) dan Sadiman, dkk (1986),
mengelompokkan media ini berdasarkan jenisnya ke dalam beberapa jenis:
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

97

a.

Media auditif, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara


saja, seperti tape recorder.
b. Media visual, yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan
dalam wujud visual.
c. Media audiovisual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur
gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, dan
media ini dibagi ke dalam dua jenis:
1) Audiovisual diam, yang menampilkan suara dan visual diam, seperti
film sound slide.
2) Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara
dan gambar yang bergerak, seperti film, video cassete dan VCD.
Jerold Kemp dan Dayton (dalam Pribadi, 2004:1-5), mengemukakan klasifikasi
jenis media sebagai berikut:
a. Media cetak
b. Media yang dipamerkan
c. Overhead transparency
d. Rekaman suara
e. Slide suara dan film strip
f. Presentasi multi gambar
g. Video film
h. Pembelajaran berbasis komputer (computer based learning)
Dari pendapat para ahli di atas maka, secara umum kita dapat
mengelompokkan media menjadi 4 macam, yaitu:
a. Media Audio, yang mengandalkan kemampuan suara seperti radio, kaset,
dan sebagainya.
b. Media visual yaiu media yang menampilkan gambar diam seperti, foto,
lukisan dan sebagainya.
c. Media audio video yaitu media yang menampilkan suara dan gambar
seperti film, video dan sebagainya.
d. Media berbasis komputer yaitu media pembelajaran berbantuan komputer.
Anderson (1976) mengelompokkan media pembelajaran sebagai:
KELOMP
OK
JENIS MEDIA
MEDIA INSTRUKSIONAL
MEDIA
1.
Audio
pita audio (rol atau kaset)

2.

3.

98

Cetak

Audio Cetak

piringan audio

radio (rekaman siaran)


buku teks terprogram

buku pegangan/manual

buku tugas
buku latihan dilengkapi kaset

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

gambar/poster (dilengkapi audio)

film bingkai (slide)

film rangkai (berisi pesan verbal)


film bingkai (slide) suara

film rangkai suara


film bisu dengan judul (caption)

film suara

Benda

video/vcd/dvd
benda nyata

Komputer

model tirual (mock up)


media berbasis komputer; CAI
(Computer Assisted Instructional) &
CMI (Computer Managed Instructiona

4.

Proyek Visual
Diam

5.

Proyek Visual
Diam dengan
Audio
Visual Gerak

6.
7.

8.

9.

Visual Gerak
dengan Audio

D. Pengembangan Media pembelajaran


1.
Media Berbasis Visual
Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin disampaikan kepada siswa
dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar/illustrasi,
sketsa/gambar garis. Grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau
lebih. Unsur-unsur visual yang harus dipertimbangkan menurut Kustandi dan
Sutjipto ( 2011, 104), adalah:
a. Kesederhanaan
Secara umum, kesederhanaan itu mengacu pada jumlah elemen yang
terkandung dalam suatu visualisasi. Jumlah elemen yang lebih sedikit
memudahkan siswa menangkap dan memahami pesan yang disajikan visual
itu. Pesan atau informasi, teks yang menyertai bahan visual, penggunaan kata
harus dengan huruf yang mudah dipahami.
b. Keterpaduan
Keterpaduan mengacu pada hubungan yang terdapat diantara elemen-elemen
visual, ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama. Elemen-elemen
itu harus saling terkait dan menyatu sebagai suatu keseluruhan, sehingga
sajian visual itu merupakan suatu bentuk meyeluruh yang dapat dikenal dan
dapat membantu pemahaman pesan serta informasi yang dikandungnya.
c. Penekanan.
Meskipun penyajian visual dirancang sesederhana mungkin, namun seringkali
konsep yang ingin disajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsur
yang akan menjadi pusat perhatian siswa. Dengan menggunakan ukuran,
hubungan-hubungan, perspektif, warna, atau ruang, penekanan dapat
diberikan kepada unsur terpenting.
d. Keseimbangan
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

99

Bentuk atau pola yang dipilih sebaiknya menempati ruang penayangan yang
memberikan persepsi keseimbangan meskipun tidak seluruhnya simetris.
e. Bentuk
Bentuk yang aneh atau asing bagi siswa, dapat membangkitkan minat dan
perhatian. Oleh karena itu, pemilihan bentuk sebagai unsur visual dalam
penyajian pesan, informasi atau isi pelajaran perlu diperhatikan.
f. Garis.
Garis digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur, sehingga dapat
menuntun perhatian siswa untuk mempelajari suatu urutan-urutan khusus.
g. Tekstur
Tekstur adalah unsur visual yang dapat menimbulkan kesan kasar atau halus.
Tekstur dapat digunakan untuk penekanan suatu unsur seperti halnya warna.
h. Warna.
Warna digunakan untuk memberikan kesan pemisahan atau penekanan, atau
untuk membangun keterpaduan.
2. Media Berbasis Audio Visual
Media audio visual merupakan bentuk media pembelajaran yang relatif murah
dan terjangkau. Materi audio dapat digunakan :
1. Mengembangkan keterampilan mendengarkan dan mengevaluasi apa yang
telah didengar.
2. Mengatur dan mempersiapkan diskusi dan debat dengan mengungkapkan
pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi.
3. Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa.
4. Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan tingkat kecepatan belajar
mengenai suatu pokok bahasan atau suatu masalah.
3.

Media Berbasis Komputer


Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan
memproduksi media audio visual. Komputer mendapat perhatian besar karena
kemampuannya yang dapat digunakan dalam berbagai bidang kegiatan
pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer
seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran. Dibalik kehandalan
komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang
sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran
berbasis komputer:
a. Perangkat keras dan lunak yang mahal dan cepat ketinggalan zaman.
b. Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat
yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.
c. Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu
pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati
dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan
pengoperasian program.
Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan: (1) praktik dan latihan (drill dan
practice); (2) tutorial; (3) permainan (games); (4) simulasi (simulation); (5)
penemuan (discovery); dan (6) pemecahan masalah (problem solving)
(Heinich,et.al 1996).

10
0

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Pembelajaran berbatuan komputer merupakan suatu usaha yang dilakukan


oleh para ahli sejak beberapa dekade yang lalu, karena dengan bantuan
komputer ini proses pengajaran berjalan lebih interaktif dan membantu
terwujudnya pembelajaran yang mandiri. Dengan perkembangan teknologi
komputer ini, maka metoda pendidikan juga berkembang, sehingga proses
pengajaran berbantuan komputer ini maju terus menuju kesempurnaannya,
namun secara garis besarnya, dapat dikatergorikan menjadi dua, yaitu
computer-based training (CBT) dan Web-based training (WBT).
a.

Computer Based Training (CBT)


CBT merupakan proses pendidikan berbasiskan komputer, dengan
memanfaatkan media CDROM dan disk-based sebagai media pendidikan
(Horton, 2000). Dengan memanfaatkan media ini, sebuah CD ROM bisa
terdiri dari video klip, animasi, grafik, suara, multimedia dan program
aplikasi yang akan digunakan oleh peserta didik dalam pendidikannya.
Dengan CBT, proses pendidikan melalui classroom tetap dapat terlaksana,
sehingga interaksi dalam proses pendidikan dapat terus berlangsung, yang
dibantu oleh kemandirian peserta didik dalam memanfaatkan CBT.

b.

Web Based Training (WBT)


Web-based training (WBT) sering juga diidentikkan dengan e-learning,
dalam metoda ini selain menggunakan komputer sebagai sarana
pendidikan, juga memanfaatkan jaringan Internet, sehingga seorang yang
akan belajar bisa mengakses materi pelajarannya dimanapun dan
kapanpun, selagi terhubung dengan jaringan Internet (Rossett, 2002).

Pemakaian komputer dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tujuan yaitu :


a. Untuk Tujuan Kognitif
Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkahlangkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat
menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan
visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan
pembelajaran mandiri.
b. Untuk Tujuan Psikomotor
Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games &
simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja.
Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat,
simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.
c. Untuk Tujuan Afektif
Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip
suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran
sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer
4.

Media Pembelajaran Berbasis Edutainment


Pemakaian

media

pembelajaran

dalam

proses

belajar-mengajar

dapat

membangkitkan keinginan dan minat yang baru, dan rangsangan kegiatan


belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

101

Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan


sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan
dan isi pelajaran.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, komputer dapat digunakan sebagai
alat

bantu

pembelajaran.

Komputer

sebagai

media

pembelajaran

pemanfaatannya meliputi penyaji informasi, simulasi, latihan, dan permainan


belajar. Media pembelajaran yang sekiranya sesuai dengan era teknologi
informasi adalah media berbasis edutainment yang menggabungkan prinsip
hiburan dengan pendidikan. Harapannya, dengan adanya unsur hiburan,
media berbasis edutainment akan lebih disukai siswa dibanding software
pembelajaran biasa.
Edutainment dirancang khusus untuk tujuan pendidikan yang penyajiannya
diramu dengan unsur-unsur hiburan sesuai dengan materinya. Masuknya
komputer dalam proses belajar mengajar dapat menciptakan suasana yang
menyenangkan karena siswa dapat mengatur kecepatan belajar sesuai dengan
kemampuannya. Gambar dan suara yang muncul membuat siswa tidak cepat
bosan, sebaliknya justru merangsang untuk mengetahui lebih jauh lagi.
Media yang mampu berperan sebagai tutor maupun ensiklopedia, akan
menyediakan informasi dan umpan balik kepada siswa secara cepat. Siswa
tidak hanya duduk dan mendengarkan secara pasif. Mereka harus berpikir, dan
merespon. Akan tetapi media yang berbasis edutainment tidak menutup
kemungkinan untuk didesain bagi siswa yang kurang aktif di kelas yaitu
dengan memberikan simulasi yang bermakna serta interaktivitas media yang
baik.
Media maupun program yang mengajarkan konsep abstrak akan sangat
mendukung proses belajar mengajar. Penerapan persamaan linear satu
variabel di buku maupun yang diajarkan guru di kelas akan terasa lebih
konkret. Melalui program ini siswa diharapkan dapat membuat persamaan
sendiri dan menetapkan variabel yang digunakan sehingga muncullah
penyelesaian dari persamaan yang dibuat oleh siswa tersebut. Siswa juga bisa
memilih materi yang akan dipelajari dan melewati materi yang sudah dikuasi
sehingga mereka tidak jenuh dengan materi yang mereka rasa mudah.
Dengan

cara

belajar

yang

demikian,

siswa

akan

mampu

mengontrol

pembelajaran mereka sendiri.


Dalam pengembangannya, media yang berbasis edutainment diharapkan
sesuai dengan karakteristik siswa seperti tingkat kepandaian, kematangan,
serta penguasaan materi prasyarat sehingga mampu mengantarkan siswa
untuk menguasai kompetensi-kompetensi dasar. Media berbasis edutaintment
yang dibuat diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa belajar
mandiri dan memecahkan masalah. Di dalam penggunaan media ini, siswa
10
2

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

dapat menentukan sendiri apa yang hendak dilakukan. Dengan demikian siswa
akan belajar menganalisis, melihat permasalahan dan menemukan alternatif
yang merupakan langkah pemecahan masalah. Adanya pengambilan tindakan
tersebut, kemampuan siswa untuk memecahkan masalah akan meningkat
E. Pedoman Umum Penggunaan Media dalam Proses Pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki kemampuan masing-masing, maka
setiap guru diharapkan menentukan pilihannya sesuai dengan kebutuhan
pada saat suatu pertemuan. Hal ini dimaksudkan, jangan sampai penggunaan
media menjadi penghalang proses belajar mengajar yang akan dilakukan
guru di dalam kelas. Harapan yang besar tentu saja agar media menjadi alat
abntu yang dapat mempercepat atau mempermudah pencapaian tujuan
pembelajaran.
Dalam usaha menggunakan media dalam proses belajar mengajar, menurut
Miarso (2004: 461), perlu diberikan sejumlah pedoman umum sebagai
berikut:
a. Tidak ada suatu media yang terbaik untuk mencapai suatu tujuan
pembelajaran. Masing-masing jenis media mempunyai kelebihan dan
kekurangan. Oleh karena itu pemanfaatan kombinasi dua atau lebih
media akan lebih mampu membantu tercapainya tujuan pembelajaran.
b. Penggunaan media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai. Dengan demikian pemanfaatan media harus menjadi
bagian integral dari penyajian pelajaran.
c. Penggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media
dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan.
d. Penggunaan media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar
mengajar yang akan dilaksanakan seperti belajar secara klasikal, belajar
dalam kelompok kecil, belajar secara individual, atau belajar mandiri.
e. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti preview
media yang dipakai, mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan
di ruang kelas sebelum pelajaran dimulai dan sebelum peserta masuk.
Dengan cara ini pemanfaatan media diharapkan tidak akan mengganggu
kelancaran proses belajar mengajar dan mengurangi waktu belajar.
f. Peserta didik perlu disiapkan sebelum media pembelajaran digunakan,
agar mereka dapat mengarahkan perhatian pada hal-hal yang penting
selama penyajian dengan media berlangsung.
g. Penggunaan media harus diusahkan agar senantiasa melibatkan
partisifasi aktif peserta didik.

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

103

HO-5.2

Materi 5.2 :
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
A. Pra Produksi
Fase perencanaan pengembangan
berikut:

media pembelajaran adalah sebagai

1. Menentukan Ruang Lingkup


Pengembangan media bertujuan: 1) memperjelas dan mempermudah
penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik; 2) mengatasi
keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera siswa maupun guru; 3) dapat
digunakan secara tepat dan bervariasi, seperti; 4) meningkatkan motivasi
belajar
para
siswa
untuk
menguasai
materi
pembelajaran;
5)
mengembangkan kemampuan siswa dalam berinteraksi langsung dengan
lingkungan dan sumber belajar lainnya; 6) memungkinkan siswa untuk
belajar lebih bermakna dengan tayangan-tayangan yang jelas dan menarik
perhatian; dan 7) memungkinkan para siswa untuk melakukan kegiatan
peniruan (modeling) sesuai dengan isi pesan yang terdapat dalam media.
2. Penyusunan Garis Besar Isi Media (GBIM)
Di dalam pola dasar kegiatan pembelajaran (PKDP) sudah jelas standar
kompetensi, kompetensi dasar, indikator, serta jenis media yang akan
dikembangkan untuk mencapai pembelajaran selama periode tertentu.
Dalam PDKP tersebut sudah ditentukan jenis media, sehingga standar
kompetensi, kompetensi dasar, serta indikator tersebut dipilih untuk
dikembangkan menjadi media pembelajaran.
Penyusunan Garis Besar Isi Media (GBIM) dikaji oleh ahli materi dan ahli
media. Ahli materi mengkaji kebenaran dan kecukupan materi, sedangkan
ahli media mengkaji kemenarikan materi tersebut untuk dikembangkan
dalam media. GBIM merupakan acuan tahapan jabaran materi selanjutnya.
Berikut ini adalah
contoh GBIM pengembangan media audio visual
pembelajaran menulis kreatif puisi, sebagaimana tergambar dalam tabel
berikut:

10
4

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

GARIS BESAR ISI MEDIA (GBIM)


Mata pelajaran
Kelas
No
1

: Bahasa Indonesia
:X

KD

Indikator

Menulis
puisi baru
dengan
memperhat
ikan bait,
irama, dan
rima.

1) mengidentifikasi puisi baru


berdasarkan
bait, irama, dan
rima;
2) menulis puisi
baru dengan
memperhatikan
bait, irama, dan
rima;
3)
menggunakan
majas dalam
puisi; dan
4) menyunting
puisi baru yang
dibuat teman.

Materi
Pokok
1) ciri-ciri
puisi baru,
2) bait;
3) rima,
dan 4)
irama.

Penerapa
n Konsep
Menulis
Puisi
Berdasarka
n Hasil
Pengamata
n

Topik/
Judul
Menulis
Kreatif
Puisi

Pustaka
Buku
Bahasa
Indonesia
Kelas X
untuk
SMA,
Yudhistira,
2010.

3. Penyusunan Jabaran Materi (JM)


Setelah GBIM selesai disusun, maka langkah selanjutnya yaitu
penyusunan jabaran materi (JM). JM disusun oleh guru dan dikaji oleh ahli
materi dan ahli media. Di dalam JM harus diuraikan secara lengkap materi
yang akan diangkat dalam media yang akan dikembangkan. Pemilihan jenis
media harus disesuaikan dengan lingkungan belajar siswa. Pendekatan yang
digunakan dalam membuat jabaran materi adalah pendekatan kontekstual,
sehingga siswa dapat belajar dan mengikuti materi pembelajaran sesuai
dengan pengalaman dan kondisi yang ada di lingkungannya. Contoh jabaran
materi (JM) media dapat dijabarkan sebagaimana dalam tabel berikut:

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

105

JABARAN MATERI MEDIA


Mata Pelajaran
Kerlas
No
1

Indikator

: Bahasa Indonesia
:X
Tujuan

1) mengidentifi- 1.
Siswa
kasi puisi baru
mengidentifika
berdasarkan
si puisi baru
bait, irama, dan
berdasarkan
rima;
bait, irama, dan
rima.
2) menulis puisi 2.
Siswa
baru dengan
menentukan
memperhatikan
ciri-ciri puisi
bait, irama, dan
baru.
rima;
3.
Siswa
membedakan
3)
bentuk puisi
menggunakan
lama dengan
majas dalam
puisi baru.
puisi; dan
4.
Siswa
menulis
puisi
4) menyunting
baru dengan
puisi baru yang
memperhatikan
dibuat teman.
bait, irama, dan
rima.
5.
Siswa
menyunting
puisi yang
dibuat teman.

Topik/
Judul

Uraian
Materi

Menulis
Kreatif
Puisi

1) ciriciri puisi
baru,
2) bait;
3) rima
dan

Penerap
an
Konsep
Menulis
Puisi
Berdasark
an Hasil
Pengamat
-an

Pustaka
Buku
Bahasa
Indonesi
a Kelas X
untuk
SMA,
Yudhistir
a, 2010.

4) irama.

4. Identifikasi Karakteristik Siswa


Bagian ini pengembang media perlu memperhatikan karakteristik siswa yang
akan menggunakan media. Karakteristik tersebut, antara lain: kelas; usia ratarata siswa; kebiasaan belajar siswa; dan kemampuan dasar siswa.
5. Mengumpulkan dan Menentukan Sumber Daya
Sumber daya merupakan daya dukung yang dapat dimanfaatkan dalam
rangka pengembangan media pembelajaran. Sumber daya yang dimaksudkan
disini adalah segala bentuk sarana prasarana, orang, maupun lainnya yang
mendukung program pengembangan media pembelajaran. Sumber daya
tersebut, misalnya: orang, perangkat komputer (hardware dan software),
kamera, tripod, mikropon, alam, ruangan, dan lain-lain.
6. Penulisan Naskah
Setelah jabaran materi selesai disusun, langkah selanjutnya yaitu penulisan
naskah. Naskah disusun setelah mempelajari jabaran materi serta buku-buku
10
6

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

referensi yang digunakan. Naskah ditulis dalam bentuk sinopsis, skenario


cerita, dan skenario syuting.
Tahapan yang harus dilakukan untuk menulis naskah, yaitu:
a. Mempelajari garis besar isi media dan jabaran materi media.
b. Mencari buku referensi yang dianjurkan serta sumber lain yang barkaitan.
c. Melakukan riset lapangan, untuk menemukan aplikasi atau penerapan
konsep yang dibahas, sebagai ilustrasi yang akan diambil dalam naskah.
d. Menyusun identifikasi naskah, sinopsis, storyboard (urutan sajian
naskah), kemudian dikonsultasikan kepada ahli materi dan ahli media
agar mendapatkan masukan dari kebenaran aplikasi atau penerapan
konsep serta kemenarikannya.
B. Produksi
1. Melakukan Curah Pendapat
Tahap ini adalah aktivitas diskusi yang digunakan pengembang untuk
menjaring pendapat, ide, saran, kritik dari berbagai pihak, dan komponen lain
yang berkaitan. Dalam curah pendapat ini dievaluasi kekurangan dan hal-hal
lain yang belum terakomodasi. Termasuk dalam materi curah pendapat
adalah materi tentang jadwal pengembangan, uraian tugas dan fungsi
masing-masing komponen, dan langkah-langkah produksi. Di samping itu,
juga dilakukan diskusi teknis pelaksanaan produksi, masing-masing profesi
menyampaikan persiapan yang sudah dan sedang dilakukan serta mencari
solusi permasalahan yang belum terselesaikan.
2. Menentukan Subjek Evaluasi Produk
Tahap ini adalah tahap menentukan ahli yang akan bertugas melakukan
evaluasi dan validasi terhadap produk yang dikembangkan. Para ahli yang
diperlukan untuk mengevaluasi dan memvalidasi terdiri dari ahli materi, ahli
desain pengembangan, dan ahli media. Kriteria penentuan ahli evaluasi dan
validasi adalah ahli di bidangnya, berpendidikan minimal strata satu (S1), dan
aktif sebagai praktisi di bidangnya.
3. Mendesain Tindakan
Tahap mendesain tindakan merupakan tahap pengembangan dari gagasan
yang sudah ada. Pada tahap ini gagasan dituangkan dalam bentuk format
treatment-treatment (terlampir) dan/atau storyboard yang diturunkan dari
skenario.
a. Program Pendahuluan
Kegiatan yang dilakukan dalam program pendahuluan adalah membuat
sinopsis. Praktiknya sinopsis diperlukan untuk memberikan gambaran
secara ringkas dan padat tentang tema atau pokok materi yang akan
digarap. Tujuan utamanya adalah mempermudah pengguna menangkap
konsepnya, mempertimbangkan kesesuaian gagasan dengan tujuan yang
ingin dicapai dan menentukan persetujuannya. Sinopsis merupakan
ringkasan cerita dari media yang dikembangkan. Sinopsis dirumuskan
dalam kalimat yang singkat, padat, efektif. Meskipun demikian di dalamnya
telah termuat tema, even, dan alur cerita sehingga mudah dipahami.
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

107

b. Membuat Prototype
Prototype atau produk sementara dari pengembangan media merupakan
hasil rancangan yang akan dilakukan pengembangan pada fase produksi.
Prototype harus menggambarkan bentuk asli atau produk akhir yang akan
dicapai. Oleh karenanya, prototype harus menggambarkan secara
keseluruhan media yang dikembangkan.
c. Membuat Catatan Tindakan
Langkah berikut ini adalah membuat catatan tindakan atau treatment yang
akan menuntun pengembang dalam proses produksi. Treatment
merupakan uraian ringkas secara deskriptif tentang bagaimana bagian
cerita atau rangkaian peristiwa pembelajaran (instructional event)
nantinya akan digarap. Berbeda dengan sinopsis yang diuraikan hanya
dalam kalimat yang singkat dan padat, dalam treatment semua alur dan
plot cerita yang akan dimuat dalam media diuraikan dari awal sampai
program berakhir secara detail dan menyeluruh.
d. Mempersiapkan Skenario
Skenario yang sudah dibuat dan didesain pada fase perancangan
selanjutnya dipersiapkan untuk dilakukan pengkodean dalam bentuk skripskrip atau bagian-bagian yang nantinya akan membantu pengembang
dalam menentukan bagian yang mana dikerjakan terlebih dahulu.
e. Membuat Rangkaian Peristiwa (Storyboards)
Rangkaian cerita yang sudah ada dalam langkah-langkah perlakuan dan
skrip selanjutnya disederhanakan dalam storyboards. Dalam storyboards
termuat unsur visual dan teks, sehingga memudahkan pemeran,
pengembang, dan kameramen dalam kegiatan pengembangan. Berikut ini
adalah kolom storyboards.
VISUAL

TEKS/NARASI

Pada kolom visual berisi semua kejadian yang perlu digambarkankan


dalam keseluruhan media dari awal sampai akhir program. Pada kolom
teks berisi narasi atau naskah yang memaparkan rangkaian peristiwa.
4. Produksi/Pengembangan
Tahapan ini merupakan tahapan yang merupakan klimak dari tahapantahapan yang sudah direncanakan sebelumnya. Kegiatan ini merupakan
proyek produksi yang dikembangkan. Kegiatan ini merupakan pengembangan
atau menerjemahkan semua isi rancangan ke dalam bentuk media yang
diinginkan.
Langkah-langkah sebagaimana diuraikan dapat digambarkan sebagai berikut:
10
8

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Menentukan
Tema
Mengumpulkan
Data
Analisis Data

Seleksi Data

Sinopsis
Setelah menyelesaikan tahapan di atas, langkah selanjutnya adalah memilih
media yang relevan sebagaimana bagan berikut ini.
Sinopsis
Treatment
Naskah
Disusun Sesuai dengan Format yang
Diinginkan
Powerpoint

Flash

Audio Visual

Web

C. Pasca Produksi
1. Proses Editing/Penyuntingan
Editing atau penyuntingan merupakan suatu proses yang penting dalam
menyusun sebuah produksi media. Seorang editor atau penyunting harus
dapat menerjemahkan rancangan yang sudah dibuat desainer. Rangkaian
gambar (visual) yang ada disusun sesuai dengan alur naskah atau
deskripsi materi yang sudah dirancang. Dalam proses editing seorang
editor harus memperhatikan unsur penggunaan teks, warna, gambar,
sound, video, animasi, tata letak tampilan, dan unsur-unsur lainnya yang
sudah dibuat oleh desainer.
Editing adalah merangkai gambar dengan gambar, gambar dengan teks.
Kegiatan ini adalah gabungan antara seni dan teknik dari bahan dasar
berupa potongan gambar, suara, dan teks yang dipadukan dan diolah
sehingga mempunyai arti dan makna yang jelas dan mengandung pesan
pembelajaran.
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

109

2. Validasi Ahli
Setelah draf produk diperoleh dari proses editing/penyuntingan, langkah
berikutnya adalah dilakukan validasi ahli. Dalam model pengembangan
multimedia yang dikembangkan oleh Trollips dan Alessi (dalam Patwary,
2009), langkah ini disebut dengan alfa tes atau validasi atau penilaian
ahli terhadap produk yang dikembangkan. Jika dalam alfa tes atau
validasi ini ditemukan kesalahan-kesalahan atau kekurangan-kekurangan,
maka perlu dilakukan revisi dan dilakukan validasi ulang atau alfa tes
tahap kedua. Jika dalam alfa tes tahap kedua tidak ditemukan lagi
kesalahan atau hanya sedikit saja (direkomendasikan untuk diteruskan),
maka dilanjutkan beta tes atau ujicoba lapangan.
3. Revisi
Revisi pada tahap ini merupakan perbaikan dari kesalahan-kesalahan
yang ditemukan pada alfa tes.
4. Ujicoba Pengguna/Uji Lapangan/Beta Test
Setelah melakukan validasi ahli atau proses alfa tets, langkah berikutnya
adalah melakukan apa yang disebut Trollips dan Alessi dengan beta tes.
Beta tes atau ujicoba lapangan dilakukan terhadap pengguna. Beta tes
merupakan lanjutan dari alfa tes. Beta tes dilakukan terhadap pengguna
kelompok kecil dan pengguna kelompok besar.
5. Revisi
Jika dalam beta test tahap pertama ditemukan kesalahan, maka dilakukan
revisi atau perbaikan. Hasil revisi ini selanjutnya dilakukan beta test
tahap kedua dengan objek yang berbeda. Hasil beta test selanjutnya
direkomendasikan kepada ahli pada tahap berikutnya.
6. Revisi Validasi Ahli
Tahap revisi validasi ini merupakan rangkaian akhir dari proses
pengembangan untuk memperoleh produk akhir yang akan didiseminasi
untuk pengguna akhir. Tahap ini validator akan memberikan rekomendasi,
bahwa media yang dikembangkan layak untuk digunakan dengan
kategori baik atau baik sekali.
7. Hasil Pengembangan
Hasil akhir dari kegiatan ini yaitu sebuah media pembelajaran yang siap
dimanfaatkan oleh siswa dan guru dalam pembelajaran di kelas.
Langkah-langkah keseluruhan penulisan naskah dan pengembangan media
sebagaimana diuraikan, dapat digambarkan dalam diagram alur berikut ini.

11
0

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

111

LK-5.1
Lembar Kegiatan
PENYUSUNAN RANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN / STORYBOARD
Tujuan: Memahami penyusunan rancangan media pembelajaran / storyboard
Langkah Kerja:
1. Cermati hand-out penyusunan rancangan media pembelajaran / storyboard
2. Diskusikan dalam kelompok dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut,
tuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom yang tersedia
3. Presentasikan hasil diskusi, setiap kelompok menyajikan salah satu jawaban
pertanyaan hasil diskusi
4. Berikan komentar terhadap hasil presentasi kelompok lain
No
1

Pertanyaan
Rumuskan

pengertian

Jawaban
media

sesuai dengan pendapat anda?


Berikan contoh manfaat media

pembelajaran sesuai bidang studi/


mata pelajaran yang Anda ampu?
Uraikan fungsi media sebagai

sumber

belajar

dalam

mata

pelajaran yang Anda ampu?

11
2

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Lembar Kegiatan

LK-5.2

PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK


Tujuan: Membuat media pembelajaran berbasis TIK
Langkah Kerja:
1. Cermati hand-out tentang pembuat media pembelajaran berbasis TIK.
2. Buatlah secara individu, media pembelajaran berbasis TIK menurut kaidah
pembuatan media pembelajaran yang baik dan benar, dengan mengikuti
langkah-langkah atau prosedur kegiatan berikut ini:
a. Tentukanlah tujuan umum yang akan anda capai dalam media yang
akan anda rancang!
b. Lakukan analisis pembelajaran dan karakteristik siswa yang akan
menggunakan media yang Anda produksi!
c. Kumpulkan dan analisis data yang berhubungan dengan produksi media
dalam proyek anda!
d. Buatlah kesimpulan dari hasil analisis Anda, yang dituangkan dalam
tabel!
e. Buatlah sinopsis dari media yang akan Anda kembangkan!
f. Buatlah naskah sesuai dengan alur sebagaimana terdapat dalam modul
ini!
g. Untuk mendapatkan rancangan naskah yang baik dan memenuhi
kriteria, mintalah teman, atau ahli di bidangnya (ahli media dan ahli
materi) untuk menelaah naskah yang Anda rancang?
h. Lanjutkan/terjemahkanlah naskah yang sudah Anda rancang dalam
kegiatan produksi sesuai dengan pilihan media yang Anda lakukan!
3. Presentasikan hasil pembuatanmedia pembelajaran berbasis TIK.
4. Berikan komentar terhadap media pembelajaran berbasis TIK yang telah di
buat dan di presentasikan

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

113

Lampiran 1: Contoh Sinopsis


SINOPSIS
Program video pembelajaran ini menyajikan materi bahasan Menulis Puisi
Baru untuk SMA Kelas X. Tampilan diawali dengan penjelasan presenter tentang
tujuan penbelajaran dan memberikan contoh pembacaan puisi oleh seorang
model.
Selanjutnya, presenter memberikan beberapa contoh objek yang dapat
dijadikan bahan observasi yang hasilnya dapat ditulis dalam bentuk puisi dengan
menunjukkan cuplikan video. Penayangan tersebut diikuti dengan penjelasanpenjelasan mengenai objek dengan segala bentuk dan seluk-beluknya. Presenter
kemudian mengajak siswa untuk menginventaris kata-kata dari visualisasi yang
diberikan. Selanjutnya presenter meminta siswa menyebutkan kata-kata yang
diinventarisnya untuk selanjutnya dijadikan bahan penulisan puisi.
Langkah berikutnya presenter meminta beberapa siswa menjelaskan unsurunsur yang membangun puisi (bait, irama dan ritma). Untuk memperjelas
pemahaman siswa tentang menulis puisi, presenter menayangkan sebuah puisi
dengan tema yang sama dengan visualisasi. Selanjutnya siswa diminta untuk
membuat puisi tentang cuplikan video yang disaksikannya tersebut dari berbagai
aspek yang diamatinya sesuai dengan kata-kata yang telah diinventarisnya.
Pada bagian akhir, presenter menyimpulkan dan mengingkatkan kembali
pengertian serta pemahaman siswa terhadap bait, irama dan ritma dalam puisi.
Presenter juga meminta siswa untuk lebih memahami cara menulis puisi dengan
cara berlatih menulis dan mencari contoh puisi serupa dengan mengakses
rujukan yang terkait. Selanjutnya presenter menutup sajian program video
pembelajaran.

11
4

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Lampiran 2: Contoh Treatment untuk Media Video


TREATMENT
00.
01.
02.
03.

04.
05.

06.
07.

08.

09.
10.

Opening Shot: Dislate Program


Mata pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SMA kelas X semester 1
Program dibuka dengan opening credit title standard.
Pembuka (teaser)
Montage Sequence (cuplikan gambar):
Terlihat rangkaian stok shot yang dirangkai dengan dinamis, semuanya
menjelaskan tentang obyek-obyek yang terdapat di lingkungan sekolah.
Gambar dimulai dengan gambar gerbang sekolah dan suasana pagi hari di
sekolah, guru menyambut para siswa di gerbang sekolah sambil bersalamsalaman. Diperlihatkan suasana pendidikan membentuk karakter dan etika
dimulai saat siswa memasuki lingkungan sekolah.
Long Shot
: suasana sekolah di pagi hari
Detail shot :
Terlihat gambar dibuka dengan menampilkan gerbang depan sekolah lengkap
dengan papan nama sekolah. Gambar selanjutnya berganti dengan suasana
ramai para siswa yang datang dan memasuki gerbang sekolah. Gambar
selanjutnya berganti dengan aktivitas suasana para guru menyambut
kedatangan siswa sambil bersalaman. Gambar memperlihatkan, bahwa guru
tidak hanya bersalaman, tetapi juga meneliti kelengkapan pakaian siswa
(atribut sekolah), seperti tanda nama sekolah. Gambar memperlihatkan
bagaimana siswa harus memiliki kedisiplinan.
Long Shot:
Suasana sekelompok siswa yang sedang belajar di perpustakaan.
Detail shot :
Gambar memperlihatkan suasana dalam perpustakaan sekolah. Sekelompok
siswa sedang belajar di perpustakaan dan menampakkan seperti sedang
kebingungan. Gambar dengan cepat berganti pada aktivitas belajar siswa
yang sedang berdiskusi. Gambar beralih pada presenter yang sedang
mencari buku di rak. Gambar selanjutnya beralih kepada gerakan presenter
yang merespon siswa yang bertanya padanya. Selanjutnya gambar
memperlihatkan presenter yang berbalik arah (menghadap kamera) untuk
membuka pembelajaran. Sekelompok siswa diperlihatkan masih berdiskusi di
belakang presenter. Diperlihatkan juga barisan buku-buku kebahasaan dan
kesusastraan yang tersusun di rak perpustakaan.
Close Up :
Slide tulisan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran, diperlihatkan secara
tegas dan dibuat berjalan (animasi).
Long Shot
:
Siswa berdiskusi dengan presenter.
Detail shot
:

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

115

11.

12.
13.

14.

15.
16.

17.
18.

19.

20.

21.

11
6

Sebelum presenter menjelaskan tentang


unsur-unsur puisi yang akan
dibahas (bait, irama dan rima), gambar beralih memperlihatkan pembacaan
sebuah puisi tema pemandangan alam oleh seorang model)
Close Up :
Tulisan naskah puisi yang dibaca model. Gambar kemudian berpindah pada
aktivitas model yang sedang membaca puisi dengan irama dan rima yang
pas. Gambar sesekali
memperlihatkan para siswa yang memperhatikan
pembacaan puisi dan memperlihatkan aktivitas siswa mencatat
bagianbagian yang penting dari bagian puisi yang dilihatnya.
Long Shot
:
Naskah puisi secara utuh.
Detail shot
:
Gambar memperlihatkan aktivitas diskusi antara presenter dan para siswa
mengenai menulis puisi dengan memperhatikan unsur bait, irama dan rima.
Gambar memperlihatkan tayangan pemandangan alam yang dapat menjadi
inspirasi bagi siswa untuk dituliskan menjadi sebuah puisi.
Close Up :
Gambar memperlihatkan suasana diskusi yang serius dan intens
antara
presenter dan siswa. Gambar beralih pada pemandangan
alam yang
disajikan secara dekat. Gambar beralih kepada aktivitas
siswa aktif
membuat catatan-catatan dari gambar yang
ditayangkan. Gambar
memperlihatkan siswa menulis kosa kata yang berhubungan dengan
tayangan yang diamatinya.
BUMPER PROGRAM BAHASA INDONESIA:
Segmen 1
INT/ EXT. RUANG PERPUSTAKAAN
Suasana diskusi di pojok ruang perpustakaan. Sekelompok siswa
kebingungan menulis puisi, karena tidak mampu menuliskan imajinasinya ke
dalam kata-kata. Siswa berdiskusi mencari jalan keluar untuk membantu
mereka dapat menulis puisi tentang suatu tema.
BUMPER LATIHAN 1
LATIHAN :
EXT. RUANG PERPUSTAKAAN
Presenter memberikan tugas kepada siswa untuk menulis puisi berdasarkan
tayangan pemandangan alam yang divisualisasikan berdasarkan kosa kata
yang telah diinventarisnya dengan memperhatikan bait, irama dan rima.
BUMPER KESIMPULAN
Presenter membuat kesimpulan berupa kesimpulan hasil pembelajarang
menulis puisi dengan memperhatikan bait, irama dan rima. Gambar
memperlihatkan slide kesimpulan materi pembelajaran.
BUMPER PENUTUP
Gambar memperlihatkan slide penutup berupa ucapan terima kasih dan
tulisan sekian.
BUMPER OUT
Tayangan memperlihatkan gambar menghilang dari visualisasi.
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

117

Lampiran 3: Contoh Skenario Shoting


SHOOTING SKRIP
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL
MENULIS KREATIF PUISI
Judul Program
Sasaran
Kompetensi Dasar

: Menulis Kreatif Puisi


: Siswa SMA
: Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama,

dan rima.

Durasi
Perancang
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Penelaah Rancangan
Penelaah Materi
Penelaah Media

:
:
:
:

30 menit
Sofyan
Prof. Dr. Mujiyono Wiryotinoyo, M.Pd
Dr. Sudaryono, M.Pd
: Prof. Dr. H. Sjarkawi, M.Pd
: Dr. Hary Soedarto H, M.Pd
: Dr.rer.nat.H. Rayandra Asyhar, M.Si

SETTING :
Video pembelajaran dimulai dengan suasana pada pagi hari saat para
siswa datang dan memasuki gerbang sebuah sekolah.
Presenter berada dalam ruang perpustakaan dengan latar belakang rak
buku dan property lainnya. Dia berdiri menghadap rak buku. Di meja samping rak
buku sebuah meja yang di atasnya terdapat beberapa buku dan laptop. Pada
bagian lain sekelompok siswa sedang belajar kelompok menyelesaikan sebuah
tugas. Waktu tampilan adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB.
Setelah opening dilakukan di ruang perpustakaan, presenter melakukan
penjelasan pengantar materi pembelajaran yang dilakukan di luar ruangan.
Kegiatan dilakukan dengan background gedung sekolah.
Waktu tampilan
dilakukan pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB.
PROPERTY :
Kursi, meja, spidol, laptop,
PEMERAN/TALENTA :
Presenter adalah seorang guru perempuan dengan penampilan menarik
dan sopan serta intonasi suara yang baik. Presenter dibantu oleh 3 orang siswa,
di antaranya 2 perempuan dan 1 laki-laki untuk melakukan suatu interaksi dalam
menjelaskan materi pembelajaran.
NASKAH
No

11
8

VISUAL

AUDIO

Pintu Gerbang Sekolah

Musik: Pembuka IN-UP

Gambar Situasi/Suasana
sekolah di pagi hari saat

Musik: IN-UP

DURA
SI
1
2

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

para siswa datang ke


sekolah.
3

CAPTION: Video
Pembelajaran Bahasa
Indonesia:
Mempersembahkan
MENULIS KREATIF PUISI

Musik: UP

Sekelompok kecil siswa


berdiskusi di ruang
perpustakaan membahas
sebuah materi tugas.

MUSIK: IN-UP
NARASI 1:
YUDI : Ky, bagaimana dengan
tugas membuat puisinya?
RISKY : Aku sendiri masih bingung
Yud.
ANGGI : Bingung gimana Ky?
RISKY : Ya bingung Nggi, aku kan
jarang-jarang menulis
puisi
apalagi memilih kata-kata
yang bagus, baitnya,
persamaan bunyinya,
maupun irama.
YUDI
: Iya juga sihpuisi itu kan
harus tersusun indah
sehingga saat kita
membacanya dapat
memberikan irama yang
enak untuk dibaca dan
didengar. Tapi, aku
sendiri juga bingung
seperti kamu Ky, karena
obyek apa yang harus
kita
tulis. Kita kan bukan
penyair.
ANGGI
: Kamu benar Yud,
mestinya
kita dibantu dengan alat
apa
atau gambar sesuatu
sehingga kita dapat
menulis
puisi.
RISKY : Iya Nggi, tapi bagaimana
caranya?
YUDI
: Sssttt (sambil
menempelkan
telunjuk ke bibir dan
bicara
pelan). Coba lihat,

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

119

(sambil
menunjuk kea rah rak
buku)
itu ka nada ibu Rubi, yuk
kita dekati dan bertanya
pada beliau. (Yuk.
Ketiga
siswa tersebut mendekati
presenter).
5

GAMBAR:
Presenter yang
sebelumnya menghadap
rak buku, membalikkan
badan menghadap
kamera sambil membuka
pembelajaran.

NARASI 2:
Anak-anakku sekalian, selamat
berjumpa pada video pembelajaran
Bahasa Indonesia. Pada pertemuan
kali ini, kita akan membahas materi
Menulis Kreatif Puisi. Selamat
mengikuti!
Musik: UP-DOWN-OUT

GAMBAR:
NARASI 3:
Presenter menyampaikan
Anak-anakku, kompetensi dasar
tujuan kompetensi dasar
pertemuan kita kali ini adalah:
dan tujuan pembelajaran
MENULIS PUISI BARU DENGAN
yang akan dicapai siswa.
MEMPERHATIKAN BAIT, IRAMA, DAN
Lalu setelah membuka
RIMA. Sedangkan tujuan
pembelajaran, Presenter
pembelajaran yang akan kita capai
kembali meneruskan
aktivitas membuka laptop adalah:
1.
Siswa mengidentifikasi puisi
yang ada di mejanya.
baru berdasarkan bait, irama,
dan rima.
2.
Siswa menentukan ciri-ciri
puisi baru.
3.
Siswa membedakan bentuk
puisi lama dengan puisi baru.
4.
Siswa menulis puisi baru
dengan memperhatikan bait,
irama, dan rima.
5.
Siswa menyunting puisi yang
dibuat teman.
Nah anak-anakku, untuk memahami
lebih jauh bagaimana menulis puisi
baru, mari kalian ikuti tayangan
berikut ini.

Musik: UP-DOWN-OUT
7
12
0

GAMBAR: PRESENTER
melakukan pekerjaannya

NARASI 4:

4
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

dengan menggunakan
laptop di dalam ruang
perpustakaan. Kemudian
beberapa siswa
mendekati presenter
untuk menanyakan
permasalahan yang
mereka hadapi. (TERJADI
DISKUSI ANTARA
PRESENTER DENGAN
SISWA).

(SISWA) : Selamat pagi bu!


IBU RUBI : Selamat pagi Eee
kalian, Yudi, Anggi dan
Risky bagaimana? Apa
kabarnya?
(SISWA) : (Baik bu. )
ANGGI
: Ibu sendiri bagaimana?
IBU RUBI : Ya seperti kalian lihat,
sehat dan baik-baik
saja.
YUDI
: Begini bu, kami
mendapat
tugas menulis puisi
baru,
tetapi kami sendiri
mengalami kesulitan
menulisnya karena
belum
berpengalaman.
ANGGI
: Benar bu, sebenarnya
kami
bisa saja mengambil
dari
internet bu, tapi itu
bukanlah pekerjaan
yang
terpuji.
IBU RUBI : Lalu?
RISKY
: Kami bingung bu, karena
masih belum paham
betul
tentang bait, irama dan
rima dalam puisi baru.
IBU RUBI : Ohbegitu, kalau itu
permasalahannya coba
kita perhatikan dulu
baikbaik pembacaan puisi
berikut. (Ibu Rubi
membagikan
naskah/teks
puisi yang akan
dibacakan
model).
(SISWA) : (Memperhatikan
pembacaan dan naskah
puisi yang dibacakan
model).
Musik: UP-DOWN-OUT

Presenter dan para siswa

NARASI 5:

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

10
121

berdiskusi membicarakan
dan membahas
pembacaan sebuah puisi
oleh model dengan
memperhatikan unsurunsur, seperti: bait, irama
dan rima. Selanjutnya
presenter meminta siswa
memperhatikan
gambar/visualisasi
tentang keindahan alam,
dan meminta siswa untuk
menginventaris kata-kata
yang berhubungan
dengan gambar tersebut.
(siswa memperhatikan
gambar yang
ditayangkan).

12
2

IBU RUBI : Nah, dari pembacaan


dan
naskah puisi yang ada
pada kalian. Apa yang
kalian dapat ketahui
mengenai bait, irama
serta
rima dalam puisi baru.
Terus, kira-kira apa yang
memedakan antara
puisi
baru dengan puisi
lama?
ANGGI
: Saya menangkap, bahwa
bait puisi baru tidak
terbatas jumlah barisnya
Bu, tidak seperti pantun
yang dalam satu baitnya
hanya terdiri dari 4
baris.
IBU RUBI : Kamu Yud bagaimana?
YUDI
: Saya melihat, bahwa
persamaan bunyi pada
ujung kata-kata pada
akhir
baris lebih bebas Bu,
kalau
pada pantun atau puisi
lama kita kan mengenal
persamaan bunyinya
ada
yang ab-ab, atau aa,
aa.
Karena persamaan
bunyi
dan baris dalam puisi
yang
bebas (tidak terikat)
maka
kita bebas berekpresi
membacanya Bu.
IBU RUBI : Persamaan bunyi seperti
itu dalam puisi disebut
apa?
ANGGI
: Rima Bu.
IBU RUBI : Ya, tepat. Kamu sendiri
bagaimana Risky?
RISKY
: Saya melihat dari cara
membacanya Bu.
IBU RUBI : Maksudnya Ky?
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

RISKY

: Karena jumlah baris dan


persamaan-persamaan
bunyi pada puisi ditulis
secara bebas, maka
membacanya lebih

enak
Bu. Misalnya panjang
pendeknya, tinggi
rendah
suara kita, bahkan
keras
lembut suara dapat kita
sesuaikan.
IBU RUBI : Apa yang Risky sebutkan
itu, kalau dalam musik
disebut apa?
YUDI
: Irama Bu.
IBU RUBI : Ya tepat. Lalu, setelah
kita
dapat memahami bait,
irama dan rima dalam
puisi,
apakah kalian masih
mengalami kesulitan
dalam
menulis puisi?
(SISWA) : Masih Bu (Anggi, Yudi,
dan Risky menjawab
hampir bersamaan).
YUDI
: Kami masih sulit untuk
menuliskan obyek apa
yang harus kami tulis
dan
ekspresikan dalam puisi
Bu.
IBU RUBI: Baik, kalau begitu coba
kalian simak visualisasi
berikut ini. Temanya
sama
dengan puisi yang tadi
kalian simak, yakni
pemandangan alam.
ANGGI
: Apa yang harus kami
lakukan Bu?
IBU RUBI : Kalian simak dan
perhatikan baik-baik
gambar yang
ditayangkan,
lalu kalian kumpulkan
katakata yang berhubungan
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

123

dengan gambar tersebut


sebanyak mungkin.
Nanti
kata-kata tersebut akan
kalian susun ke dalam
sebuah puisi dengan
pilihan-pilihan kata yang
indah. (IBU RUBI
meminta
siswa memperhatikan
gambar/visualisasi).
Musik:UP-DOWN-OUT.
6

12
4

Video 1 : gambar objek


pemandangan, atau
lukisan suatu objek.
(Yudi, Anggi dan Risky
memperhatikan gambar
yang ditayangkan, sambil
menginventaris kata-kata
yang berhubungan
dengan gambar yang
ditayangkan.)
Siswa menulis puisi
sesuai dengan gambar
yang ditayangkan dengan
memperhatikan bait,
irama dan rima serta
membahasnya bersamasama.

NARASI 6:
Musik: Up-Down-Out.

IBU RUBI : Bagaimana dengan


gambar yang ibu
tayangkan
tadi?
YUDI
: Bagus Bu, indah,
rasanya
nyaman dan sejuk.
Terasa
damai.
ANGGI
: Lagipula, kami mengenal
obyek yang ditayangkan
itu
Bu. (Anggi
menambahkan)
RISKY
: Bahkan kami pernah ke
sana Bu (Risky
menimpali).
IBU RUBI : Baik, artinya kalian
sudah
mengenal obyek
tersebut.
Dengan demikian akan
semakin memudahkan
dan
membantu kalian dalam
mengepresikan gambar
yang kalian lihat dan
rasakan tersebut ke
dalam
sebuah puisi. Nah tugas
kalian sekarang coba
buat
puisi berdasarkan
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

gambar
yang ditayangkan dan
katakata yang telah kalian
kumpulkan dengan
merekreasi puisi yang sudah
ada. Perhatikan bait,
irama
dan rima seperti telah
kita
bahas.
(SISWA) : Baik Bu. (siswa
mengerjakan tugas
membuat puisi yang
diberikan Ibu Gurunya).
MUSIK: UP-DOWN-OUT.
7

PRESENTER on setting
ubah anggel dan frame
setting.
VIDEO 2 : gambar objek
pemandangan, atau
lukisan suatu objek.

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

NARASI 7:
MUSIK: UP-DOWN-OUT.
IBU RUBI : Siswa sekalian, sebagai
bahan latihan coba
kalian
perhatikan tayangan
berikut ini. Yang perlu
kalian lakukan adalah,
buatlah catatan katakata
dari obyek yang
ditayangkan,
selanjutnya
buatlah sebuah puisi
berdasarkan obyek
yang
ditayangkan dengan
katakata yang sudah kalian
kumpulkan. Mintalah
teman sebangkumu
untuk
memberikan penilaian
atau
menyunting puisi yang
kalian buat. Selanjutnya
konsultasikan dengan
guru
yang mengajar di
kelasmu.
Selamat mencoba..!

10

125

MUSIK: UP-DOWN-OUT.
8

PRESENTER on setting
ubah anggel dan frame
setting
Slide Kesimpulan Materi
Pembelajaran

NARASI 7:
MUSIK: UP-DOWN-OUT

IBU RUBIATI: Nah, anak-anakku, dari


pembelajaran kita tadi dapat
disimpulkan:
1. Bait merupakan kumpulan larik
atau baris yang tersusun
harmonis (dalam puisi baru
jumlahnya tidak terbatas,
sedangkan dalam puisi lama
setiap bait terdiri dari 4 baris).
2. Rima atau persajakan atau
persamaan bunyi adalah bunyibunyi yang ditimbulkan oleh
huruf atau kata-kata dalam larik
dan bait.
3. Irama (ritme) adalah pergantian
tinggi rendah, panjang pendek,
dan keras lembut ucapan bunyi.
4. Perbedaan puisi lama dengan
puisi baru, bahwa puisi lama
terikat oleh jumlah baris dalam
setiap bait, sedangkan puisi baru
tidak terikat atau bebas.
Nah, anak-anakku demikian saja
pembelajaran kita kali ini. Selamat
mencoba menulis karangan
deskriptif berdasarkan
pengalamanmu. Sampai jumpa di
pertemuan berikutnya dalam topik
yang berbeda.

MUSIK: UP-DOWN-OUT.

12
6

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

Lampiran 4: Contoh Storyboard


PENYUSUNAN NASKAH STORYBOARD
MEDIA AUDIO VISUAL PEMBELAJARAN MENULIS PUISI
BAHASA INDONESIA
Judul Program
Sasaran
Kompetensi Dasar

: Menulis Kreatif Puisi


: Siswa SMA
: Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama,

dan rima.

Durasi
Perancang
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Penelaah Rancangan
Penelaah Materi
Penelaah Media

:
:
:
:

30 menit
Sofyan
Prof. Dr. Mujiyono Wiryotinoyo, M.Pd
Dr. Sudaryono, M.Pd
: Prof. Dr. H. Sjarkawi, M.Pd
: Dr. Hary Soedarto H, M.Pd
: Dr.rer.nat.H. Rayandra Asyhar, M.Si

TREATMENT
No
1

Visual
Opening:

Narasi/Treatment

Durasi

Musik: In-Down-Out

Bumper Program Bahasa


Indonesia

Pembelajaran Bahasa Indonesia


Topik: Menulis Kreatif Puisi Untuk
Kelas X Sma

Gambar : siswa berdiskusi


di perpustakaan

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

Musik: in-down-out
Rangkaian

dialog

4
diskusi

siswa
127

dalam ruang perpustakaan.


3

Presenter/audio
Bumper kd dan tujuan
pembelajaran

Musik: in-down-out

Siswa sekalian, pada pertemuan kali


ini kita akan belajar bahasa
indonesia dengan topik menulis
kreatif puisi.

Kompetensi dasar
Menulis
puisi
baru
dengan
memperhatikan bait, irama, dan
rima
Tujuan pembelajaran:
1) Siswa terampil mengidentifikasi
jenis puisi baru berdasarkan
bait, irama dan rima setelah
diberikan contoh dan bimbingan
oleh guru.
2) Siswa kreatif menulis puisi baru
dengan memperhatikan bait,
irama dan rima setelah diberikan
contoh puisi baru dan dibimbing
guru.
3) Siswa kreatif menulis puisi baru
dengan
majas/gaya
bahasa
setelah diberikan contoh puisi
baru dan dibimbing guru.
4) Siswa terampil menyunting puisi
karya
temannya
setelah
diberikan
penjelasan
dan
bimbingan oleh guru.
Untuk membahas topik kali ini,
coba
siswa
sekalian
amati
pembacaan puisi berikut ini.
(musik: up-down-out)
3

Musik: in-down-out
Gambar orang sedang
membaca

12
8

Model membacakan puisi.


Siswa membuat catatan-catatan
atas puisi yang dibacakan.
Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

4
Musik: up-down-out
Gambar: dialog guru
dengan siswa

Rangkaian gambar/obyek
untuk membantu
penjelasan guru.

Gambar:
Dialog guru dan siswa
membahas visualisasi
obyek.
Visualisasi obyek
pemandangan alam untuk
bahan latihan menulis puisi

Rangkaian dialog guru dan siswa


dalam ruang perpustakaan.
Membahas unsur-unsur yang
membangun puisi (bait, irama dan
rima).

Musik: up-down-out
Siswa diminta untuk mengamati
rangkaian gambar dan membuat
catatan dan mengumpulkan katakata yang berhubungan dengan
obyek untuk dijadikan puisi.

Musik: up-down-out
Siswa berlatih menulis puisi
berdasarkan tayangan gambar
pemandangan yang ditayangkan.

10

Gambar:
Musik: up-down-out
Presenter menutup pembelajaran,
Slide kesimpulan materi
pembelajaran.

Slide penutup:
Ucapan terima kasih

2
Musik: up-down-out
Slide penutup:
Ucapan terima kasih

Bumper out.
Musik: up-down-out

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

129

13
0

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP/SMA/SMK Tahun 2015

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rohani.1997. Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta


Arif S. Sadiman, dkk. 1986. Media Pendidikan. Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya. Seri Pustaka Teknologi Pendidikan No. 6. Jakarta:
Pustekkom Dikbud dan PT Raja Grafindo Persada.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum. 2007. Naskah Akademik
Kajian Kebijakan Kurikulum Mata Pelajaran TIK, Departemen Pendidikan
Nasional
Brown, James W.; Lewis, Richard B.; Harcleroad, Fred F. 1977. AV Instuction.
Technology, Media, And Method. New York: McGraw Hill Book Company.
Darmanto, A. 2000. TataTeknik Penulisan Naskah Siaran Radio. Yogyakarta:
Universitas Atmajaya.
De Foster, Esta. Interactive Radio Instruction: What It is, How It Works, and What
is Needed to Get It on the Air. Hand-out: Pelatihan Media Audio
Instruksional Interaktif. Diselenggarakan oleh Pustekkom Dikbud,
Depdikbud, Jakarta, 1224 Desember 1995.
Frye, Harvey R. 1970. Technique for Producing Visual Instructional Media. Tokyo:
McGraw-Hill Kogakusha, Ltd.
Gerlach, Vernon S.; Ely, Donald P., dan Melnick, Rob. 1980. Teaching and Media.
A Systematic Approach. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Heinich, R., et. al. (1996) Instructional Media and Technologies for Learning. New
Jersey: Prentice Hall, Englewood Cliffs.
Joko

Setiono. Estetika Siaran Radio. Hand-out: Pelatihan Media Audio


Instruksional Interaktif. Diselenggarakan oleh Pustekkom Dikbud,
Depdikbud, Jakarta, 510 September 1993.

Kemp, Jerrold E. 1980. Planning and Producing Audiovisual Materials. 4rd Ed. New
York: Harper & Row, Publisher.
Kemendikbud. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 68 Tahun 2014, Jakarta.
Miarso, Yusufhadi. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan.Jakarta. Kencana
Media Group.
Raharjo. Media Pembelajaran. Dalam Yusufhadi Miarso. 1984. Teknologi
Komunikasi Pendidikan. Pengertian dan Penerapannya di Indonesia. Seri
Pustaka Teknologi Pendidikan No. 1. Jakarta: Pustekkom Dikbud dan CV
Rajawali. (p.47-76).
Sigit Kamseno. Tata Artistik Setting dan Musik Media Audio. Makalah disampaikan
dalam Sarasehan Media Audio, yang diselenggarakan Pustekkom Dikbud,
Jakarta, 38 Maret 2000.
Sobell, Max A. dan Maletsky, Evan M. 1991. Teaching Mathematics. A Sourcebook
of Aids, Activities, and Strategies. Boston: Allyn and Bacon.
Teknologi Informasi dan
Komunikasi

131

Sutisno, P.C.S. 1993. Pedoman Praktis Penulisan Skenario Televisi dan Video.
Jakarta: PT Gramedia.
Wittich, Walter A. dan Schuller, Charles F. 1979. Instructional Technology. Its
Nature and Use. New York: Harper & Row Publishers.
_____________.1993. Naskah Siaran Radio. Hand-out: Pelatihan Media Audio
Instructional

Interaktif.

Diselenggarakan

oleh

Pustekkom

Dikbud,

Depdikbud, Jakarta, 510 September 1993.


_____________.1999 Information

and

Communication Technology,

The

National
Curriculum for England, Key Stage 1-4, 1999.
_____________.1999 Computer Apllication for Lower Secondary normal (Technical) Course,
Currirulum planning and development Devision, ministry of education, Singapure, 1999.
_____________.2002 Information and Communication Technology, A curriculum For Schools And
Programme Of Teacher development, Unisco 2002
_____________.2003 Information And Commnucation Technology, interim program of Studies,
Alberta Education Catalogoying publication Data, 2003
_____________.2003 Senior Years Information And Communication Technology, (Minatoba) 2003

13
2

Teknologi Informasi dan Komunikasi