Anda di halaman 1dari 9

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA
Pemberhentian merokok dengan pendekatan 5A telah terintegrasi dalam manajement pasien
CVD di eropa hampir sama dengan pendekatan 5A pada pemberhentian merokok pada
umumnya:
Ask smoking behavior/perilaku merokok : Tanyakan selalu bagaimana merokok
ny,berapa lama, aetiap hari ny berapa. dsb
Advise patients to quit/Anjurkan pasien untuk berhenti merokok : Punya
keinginan berhenti tidak?
Assess willingness to quit smoking/ menilai kemauan untuk berhenti merokok :
Bantu pasien untuk keluar dari merokok
Assist in preparing quitting plan/ membantu dalam mempersiapkan rencana
berhenti: Bantu pasien dengan merencanakan pemberhentian merokok dengan
cara memulai dari pengurangan bertahap, sampai bias berhenti sepenuh nya
Arrange for follow-up visit/ mengatur tindak lanjut kunjungan :Selalu tanyakan
apakah skrg telah merokok kembali, atau perkembangan kesehtan, atau apakah
masih berhenti dan akan bnar2 berhenti merokok.
BERHENTI MEROKOK
Rokok mengandung 40.000 bahan kimia, 200 diantaranya beracun dan 43 penyebab kanker. Racun utama
pada rokok adalah Nikotin, Tar dan Karbon Monoksida (CO)

FAKTA - FAKTA
Saat ini penyakit karena penggunaan tembakau menduduki peringkat 9 penyebab utama
kematian di dunia.
Pada tahun 2005, kematian akibat rokok mencapai 5 juta orang di dunia, dan diprediksi akan
meningkat 25 juta pada tahun 2010, dan 70% terjadi di negara berkembang.
Di Indonesia, tembakau membunuh 427,948 perokok pada tahun 2005, biaya kesehatan untuk
mengobati penyakit akibat rokok sebesar 154,84 triliun yaitu 4,5 x cukai rokok yang hanya
sebesar 32,6 triliun.
Sekitar 70% dari 3000 orang tersebut terpapar asap rokok saat berada di tempat umum.
30

BAHAYA ROKOK
Rokok mengandung 4000 bahan kimia, 200 diantaranya beracun dan 43 penyebab kanker. Racun
utama pada rokok adalah Nikotin, Tar dan Karbon Monoksida (CO).
Nikotin adalah zat adiktif (menimbulkan kekambuhan) yang mempengaruhi syaraf dan peredaran
darah. Zat ini mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak
mampu mengikat oksigen.
DAMPAK RACUN ROKOK
Efek racun rokok membuat penghisap asap rokok mengalami resiko lebih besar (dibanding yang
tidak menghisap asap rokok) sebagai berikut :
14 kali menderita kanker paru-paru, mulut dan tenggorokan.
4 kali menderita kanker lambung.
2 kali kanker kandung kemih/kelamin
2 kali serangan jantung.
Rokok juga meningkatkan resiko kematian bagi penderita penyakit paru dan gagal jantung,
impotensi serta tekanan darah tinggi terutama pada wanita hamil
TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK
Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi ada disekitar (dalam jangkauan) asap
rokok. Efek asap rokok bagi perokok pasif ada dua macam yaitu efek langsung dan tidak
langsung.
Efek langsung, seperti iritasi mata, batuk-batuk, pusing dan mual-mual. Bagi penderita asthma
bisa menurunkan fungsi paru. Efek yang ditimbulkan 3 kali lebih berbahaya dari pada perokok
aktif.
Efek tidak langsung, perokok pasif memiliki peningkatan resiko terkena kanker sebanyak 25%.

31

Pada bayi bisa mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau kematian mendadak. Calon ibu
yang merokok atau terpapar asap rokok saat mengandung menyebabkan berbagai kelainan saat
melahirkan seperti kekurangan berat badan, posisi janin tidak benar, kecacatan dan lain-lain.
Pada anak-anak asap rokok dapat menyebabkan Pneumonia (radang paru-paru), Bronchitis,
Asthma, Infeksi telinga dan lain-lain. Sedangkan bagi orang dewasa menyebabkan berbagai jenis
kanker seperti kanker paru-paru dan kanker panyudara, sinus (radang pada hidung), penyakit
jantung, menurunkan fungsi hati, sampai menurunkan fungsi seksual (impotensi).
MENGAPA HARUS BERHENTI MEROKOK
Ada 5 alasan harus berhenti merokok, yaitu:
1. Finansial
Jika anda merokok sehari 1 bungkus dengan harga Rp. 7.500,- dalam sebulan anda perlu Rp.
225.000,- atau Rp. 2.700.000,- dalam satu tahun. Rokok menduduki peringkat kedua setelah
makanan pada anggaran belanja rumah tangga.
2. Penampilan
Dengan tidak merokok, fisik anda akan lebih segar dan bergairah.
3. Kesehatan
Tidak merokok menghindarkan diri dari 10 jenis kanker dan 13 jenis penyakit.
4. Gaya Hidup
Tidak merokok sudah menjadi gaya hidup sehat dan alami yang menjadi trend di masyarakat.
5. Larangan dari Orang Terdekat
Istri/Suami dan orang yang anda cintai menghendaki anda untuk tidak merokok.
KEUNTUNGAN BERHENTI MEROKOK DAPAT SEGERA DIRASAKAN
6 JAM setelah berhenti merokok, denyut nadi dan tekanan darah kembali normal.
12 Jam setelah berhenti merokok, Karbonmonoksida (CO), meninggalkan sistem Peredaran
darah dan pernapasan.
1 Hari setelah berhenti merokok, tekanan darah lebih rendah dan kegiatan jantung lebih kuat.
5-15 Tahun setelah berhenti merokok, resiko serangan jantung menurun sampai setengah
dibandingkan dengan perokok pasif

32

10 Tahun setelah berhenti merokok, resiko stroke menurun sampai setengah dibandingkan
dengan perokok aktif.
15 Tahun setelah berhenti merokok, resiko kanker paru menurun sampai tingkat bukan perokok
jika berhenti sebelum timbul penyakit.
Identifikasi Status Klien
IDENTIFIKASI TIPE KLIEN

STRATEGI

Klien yang mau berhenti

Bantu dengan langkah 4T

merokok

(Modifikasi 5As dan ABC)

Klien yang belum ingin berhenti Tingkatkan motivasi klien (Contoh:


merokok

dengan wawancara / konseling

Klien yang baru berhenti

motivasional)

merokok

Lanjutkan kegiatan berhenti Merokok

Klien yang tidak pernah

Berikan selamat

merokok

Jaga pola hidup bebas dari rokok

Pendekatan motivasi
1. Ungkapkan Empati
Gunakan pertanyaan open ended untuk menggali informasi
Dengarkan pasien untuk memahami
2. Bangun ketidaksukaan/ ketidaksesuaian
Tekankan kepada pasien mengenai ketidaksesuaian kebiasaan pasien merokok
dengan suatu nilai, tujuan, harapan dari program
Tekankan pada kalimat yang mengundang komitmen dari pasien
Bangun dan perdalam komitmen yang sudah dibuat.
3. Menghadapi penolakan
Potong pembicaraan dan alihkan perhatian jika terdapat tanda-tanda penolakan
dari pasien
Nyatakan empati.
33

Tanyakan kepada pasien untuk memberikan informasi penunjang lain.


4. Dukungan motivasi saat follow up
Jika perokok berhasil melakukan pantangan
Jika perokok melakukan penyimpangan dari program
Jika perokok merokok kembali setelah 2-3 minggu program
Prinsip-prinsip Upaya berhenti merokok
Terapi nonfarmakologi
1. Self help
2. Brief advice
3. konseling
a. Individu
b. Kelompok
c. Konseling melalui telepon
4. Terapi perilaku
5. Terapi pelengkap
a. Hipnoterapi
b. Akupuntur
c. Akupresure
Terapi farmakologi
1. Terapi pengganti nikotin (Nicotine Replacement Therapy/ NRT)
2. Bupropion SR
3. Varenicline tartrate
Kombinasi terapi baik terapi nonfarmakologi dan farmakologi telah terbukti bermakna
memberikan tingkat keberhasilan yang lebih baik dibandingkan terapi tunggal.
Tahapan Perubahan Perilaku
1. Tahap prokontemplasi
( Belum berpikir sama sekali)
Mendidik klien mengenai efek adiksi, perilaku dan bahayanya
2. Tahap Kontemplasi
34

(Mulai berpikir bahwa merokok menimbulkan masalah)


Beri dukungan, umpan balik (konfrontasi dengan ramah , humor)
3. Tahap Preparation/persiapan
(Mau dan siap berhenti merokok)
Membantu upaya berhenti merokok, identifikasi hambatan, rencanakan berhenti merokok.
4. Tahap Aksi
(Sudah berhenti merokok)
Penguatan komitmen klien
5. Tahap pemeliharaan /Maintenance
(Tetap tidak merokok)
Mengenali ketidaknyamanan yang dialami klien selama melakukan upaya berhenti merokok
6. Kekambuhan (Relaps)
(gagal)
- membantu menghadapi ambivalensi, mengevaluasi komitmen dan hambatan yang ada
.
LANGKAH-LANGKAH BERHENTI MEROKOK

Dalam berbagai pedoman umumnya mengenal istilah pendekatan 5As yaitu Ask, Advice,
Assess, Assist dan Arrange untuk membantu seseorang berhenti merokok.

Meskipun begitu ada beberapa pedoman lain yang memperkenalkan pendekatan ABC
yaitu Ask, Brief advice dan Cessation support. Pada prinsipnya kedua pendekatan
tersebut sama dalam upaya membantu berhenti merokok.

Modifikasi dari kedua pendekatan tersebut di Indonesia diperkenalkan istilah


pendekatan 4T yaitu Tanyakan, Telaah, Tolong dan nasihati serta Tindak Lanjut
dalam membantu kegiatan berhenti merokok.

Garis besar langkah pendekatan 4 t

35

Tanyakan

Tanyakan tipe klien, profil perokok,

Apakah klien merupakan seorang perokok

tingkat adiksi/ ketergantungan

atau bukan?

nikotin dan tingkat motivasi untuk


berhenti merokok.

Identifikasi dan dokumentasi


setiap perkembangan upaya
berhenti merokok setiap pertemuan.

Telaah

Perlu dipastikan klien memiliki

Nilai keinginan klien untuk berhenti

keinginan untuk berhenti merokok atau

merokok

tidak, bila tidak maka diperlukan suatu


konseling motivasi.

Nilai sampai manakah tahap keinginan


klien ntuk berhenti merokok apakah
pada tahap prekontemplasi,
kontemplasi, siap, tindakan dan
pemeliharaan.

Tolong dan nasehati


Anjurkan klien untuk berhenti merokok

Gunakan pendekatan secara personal,


kuat, jelas untuk menganjurkan klien
berhenti merokok.

Untuk klien yang berniat berhenti


merokok, berikan konseling agar klien
dapat berhenti merokok

Susun waktu kapan berhenti merokok


akan di mulai, target minimum adalah
2 minggu
Berikan informasi cara/metode untuk
berhenti merokok seperti berhenti
36

langsung, atau bertahap.


Beritahu keluarga dan orang sekitar
bahwa kita akan berhenti merokok dan
mintalah dukungan dan pengertian
mereka

Tolong dan nasehati

Antisipasi hambatan yang akan

Anjurkan klien untuk berhenti merokok

muncul. Biasanya hambatan paling


besar akan terjadi pada minggu
pertama yakni gejala putus nikotin
(withdrawal effect)

Untuk klien yang belum berniat


untuk berhenti merokok,
tingkatkan motivasi dan upayakan
intervensi lanjut sehingga klien di
masa yang akan datang akan
berhenti merokok Wawancara /
konseling motivasional

Tindak lanjut

Untuk klien yang berusaha untuk

Menyusun rencana untuk menindak lanjuti

berhenti merokok, maka susunlah

terapi yang sudah dilakukan

jadwal untuk konsultasi rutin/berkala


misalnya satu minggu atau 2 minggu
sekali

37

Tindak lanjut
Menyusun rencana untuk menindak lanjuti

Pada pertemuan berikutnya lakukan


penilaian antar lain :

terapi yang sudah dilakukan

Tingkat keberhasilan berhenti


merokok
Tingkat motivasi
Kendala yang timbul
Gejala withdrawal effect dan
penanganannya
Penilaian parameter klinis
(seperti berat badan, kadar
CO udara ekspirasi, tekanan

darah dll).
Untuk klien yang tidak ingin berhenti
merokok untuk saat ini, perkenalkan
mengenai ketidaktergantungan rokok
dan dan tingkatkan motivasi klien
untuk berhenti merokok pada
kunjungan klien berikutnya

38