Anda di halaman 1dari 45

SAMBUNGAN

BAUT DAN LAS

Sambungan Baut
(SNI 03-1729-2002, ps.13.2)

Suatu baut yang memikul gaya


terfaktor , Ru, harus memenuhi :
Ru < .Rn

Baut Dalam Geser :


Vd = f.Vn = 0,75.r1.fub.m.Ab
dengan r1 = 0,5 untuk ulir di luar bidang geser
r1 = 0,4 untuk ulir pada bidang geser
fub adalah tegangan tarik putus baut
Ab adalah luas brutto baut pada daerah tak berulir

Baut Yang Memikul Tarik :


Td = f.Tn = f.0,75.fub.Ab
dengan f = 0,75

Kuat Tumpu :
Rd = f.Rn = 0,75(2,4.fu).db.tp
dengan f = 0,75
tp adalah tebal pelat tertipis
fu adalah tegangan tarik putus
yang terendah antara baut dan

pelat

Diameter lubang (ps.17.3.6)


diameter nominal dari suatu lubang harus memenuhi syarat :
L = baut + 2 mm (untuk baut < 24 mm)
L = baut + 3 mm (untuk baut > 24 mm)

Tata Letak Baut (ps.13.4)


jarak minimum antar baut > 3.baut
jarak maksimum antar baut < 15.tp atau 200 mm
< 4tp+100mm atau 200 mm
(untuk baut terluar)
jarak tepi minimum > 1,5.baut
jarak tepi maksimum < 12.tp atau 150 mm

Sambungan Las
(SNI 03-1729-2002, ps.13.5)

Kekuatan Las Tumpul Penetrasi Penuh


Bila sambungan dibebani gaya tarik/tekan
aksial, maka :
y.Rnw = 0,9.tt.fy
(bahan dasar)
y.Rnw = 0,9.tt.fyw
(las)
Bila sambungan dibebani gaya geser :
y.Rnw = 0,9.tt.(0,6.fy)
(bahan dasar)
y.Rnw = 0,8.tt.(0,6.fuw)

(las)

Dengan tt adalah tebal rencana las.

Kekuatan Las Sudut


f.Rnw = 0,75.tt.(0,6.fuw)

(las)

f.Rnw = 0,75.tt.(0,6.fu)

(bahan dasar)

dengan tt adalah tebal rencana las.


Ukuran minimum las sudut tercantum dalam
tabel 13.5-1 SNI 03-1729-2002 :
Tebal bagian paling tebal, t (mm)

Tebal minimum las sudut, tw (mm)

t<7

7 < t < 10

10 < t < 15

15 < t

Ukuran maksimum las sudut :


untuk komponen dengan tebal < 6,4 mm,
maka tw = tebal komponen
Untuk komponen dengan tebal > 6,4
mm, maka tw = tebal komponen 1,6 mm

tw

tt = 0,707.tw

tt
tw

Las Pengisi
Las pengisi hanya boleh digunakan
untuk menyalurkan geser dalam
sambungan tumpuk. Kekuatan las
pengisi adalah :

f.Rnw = 0,75(0,6.fuw).Aw
dengan Aw adalah luas geser
efektif dari las pengisi

Problem 1 :
Rencanakan sambungan antara balok induk (WF 600.200)
dengan balok anak (WF 300.150 dan WF 400.200) dengan
menggunakan baut A325 19 mm. Reaksi terfaktor balok
WF 300 adalah sebesar 18 ton, sedangkan pada WF 400
adalah sebesar 32 ton. Mutu baja profil BJ37.

Jawab :
Tahanan tumpu pada bagian web dari balok :
Rn = 0,75(2,4.fup).db.tp
= 0,75(2,4)(370)(19)(6,5) = 8,22 ton/baut
(WF 300)
= 0,75(2,4)(370)(19)(8) = 10,12 ton/baut
(WF 400)
Tahanan geser baut dengan dua bidang geser :
Rn = 0,75(0,5.fub).m.Ab
= 0,75(0,5)(825)(2)(283,64) = 17,55 ton/baut

Perhitungan jumlah baut :


WF 300

18
2,2 3 buah baut
8,22

WF 400

32
3,2 4 buah baut
10,12

Periksa geser blok pada WF 300 :


Agv
= 180(6,5) = 1170 mm2
Anv
= (180 2,5(19 + 2))(6,5) = 828,75 mm2
Agt
= 40(6,5) = 260 mm2
Ant
= (40 0,5(19 + 2))(6,5) = 191,75 mm2
fu.Ant
= 370(191,75) = 70947,5 N
0,6fu.Anv
= 0,6(370)(828,75) = 183982,5 N
Karena fu.Ant < 0,6.fu.Anv maka
Tn = 0,6.fu.Anv + fy.Agt = 183982,5 + (240)(260)
246382,5 N = 24,64 ton
.Tn= 0,75(24,64) = 18,48 ton > Pu1 = 18 ton (OK!)

Periksa geser blok pada WF 400 :


Agv
= 280(8) = 2240 mm2
Anv
= (280 3,5(19 + 2))(8) = 1652 mm2
Agt
= 40(8) = 320 mm2
Ant
= (40 0,5(19 + 2))(6,5) = 236 mm2
fu.Ant
= 370(236) = 87320 N
0,6fu.Anv
= 0,6(370)(1652) = 366744 N
Karena fu.Ant < 0,6.fu.Anv maka
Tn = 0,6.fu.Anv + fy.Agt = 366744 + (240)(320)
= 443544 N = 44,35 ton
.Tn= 0,75(44,35) = 33,26 ton > Pu1 = 32 ton (OK!)

WF300.150

WF400.200

WF600.200

baut A325 d 19 mm

Problem 2 :
(UNSTIFFENED BEAM SEAT)
Sebuah profil siku digunakan untuk menghubungkan balok WF 400.200
dengan bagian web dari kolom WF 250.250 (mutu baja BJ37 dan mutu
baut A325). Reaksi dari balok adalah sebesar 75 kN yang terdiri dari
15 kN (D) dan 60 kN (L).

Jawab :
Karena reaksi balok tidak terlalu besar (kurang dari 200 kN) maka
tidak perlu pengaku vertikal. Kapasitas yang diperlukan adalah
Pu = 1,2D + 1,6L = 1,2(15) + 1,6(60) = 114 kN
Untuk profil WF 400.200, k = 29 mm, sehingga
Pn

Pu
fy .t w .(N 2,5k)

Dengan = 1, fy = 240 MPa, dan tw = 8 mm, maka diperoleh N = 13,125


mm. Karena disyaratkan bahwa Nmin = k, maka diambil N = 29 mm.
Asumsikan ksiku = 25 mm, sehingga momen pada penampang kritis adalah :
Mu = Pu(N/2 + 20 ksiku)
= 114000(14,5 + 20 25) = 1083000 Nmm

Dicoba seat angle dengan panjang 15 cm, sehingga kapasitas


momen nominal dari seat angle adalah :

Mn Mp Mu

b t2
fy .
4

M u 1083000
b t2
Mn

1203330Nmm fy .

0,9
4

Sehingga

Mu

b fy

4 1203330
11,56 mm
150 240

Gunakan siku 120.120.12 (k = 25 mm, sesuai asumsi awal)


Selanjutnya kuat tekuk dukung dari balok juga harus diperiksa,
dengan mengingat
N = 29 mm d = 400 mm tf = 13 mm tw = 8 mm fyw = 240 MPa
Serta N/d = 29/400 = 0,075 ( < 0,2 ), maka :

N tw
2

Pn 0,75.(0,39 ).t w . 1 3
d tf

E fyw t f

tw

1,5

182690 NPu(114kN) OK!

Asumsikan sambungan baut tipe tumpu dengan ulir di luar


bidang geser, gunakan baut 19 mm, fub = 825 MPa
Rn = .0,5.fub.m.Ab
= 0,75(0,5)(825)(1)(283,64) = 87716,7 N = 87,7kN

114
2 buah baut
87,7

baut A325 d 19 mm

WF 400.200
set back 20 mm

penampang kritis untuk lentur

Problem 3 : (STIFFENED BEAM SEAT)


Desainlah sebuah sambungan balok kolom dengan
menggunakan las, antara balok WF 500.200 dengan web dari
kolom WF 250.250. Diketahui reaksi balok adalah sebesar 275
kN yang terdiri dari 75 kN (D) dan 200 kN (L). Mutu baja BJ37,
sedangkan mutu las fu = 480 MPa.

Jawab :
Properties dari WF 500.200 adalah :
d = 500 mm
tf = 16 mm
tw = 10 mm
k = 36 mm
Beban disain adalah sebesar :
Pu = 1,2D + 1,6L = 1,2(75) + 1,6(200) = 410 kN
Untuk mencegah leleh dari web, maka panjang tumpuan
ditentukan oleh :
Pn = .fy.tw (N + 2,5k)
Atau :

Pu
410000
2,5k
2,5(36) 80,83 mm
fy t w
1 240 10

periksa terhadap kuat tekuk dukung balok


Pn 0,75(0,39) .t w

N t
1 3 w
d tf

E fy t f

tw

1,5

182690N Pu( 114 kN)

dengan Pu = 410000 N serta d = 500 mm, tf = 16 mm,


tw = 10 mm, diperoleh
N = 202,21 mm 205 mm

Karena N/d = 205/500 = 0,41 > 0,2 maka harus diperiksa terhadap
persamaan :

2
Pn 0,75(0,39) .t w . 1 4 0,2
d

0,75(0,39) (10) 1

205

4
0,2
500

= 438719,1 N > Pu = 410000 N

tw

tf

10

16

(OK!)

E fy t f

tw

1,5

1,5

200000 240 16
10

Untuk seat plate digunakan pelat dengan ketebalan 16 mm (sama


dengan tebal flens balok). Ukuran las minimum untuk pelat tebal 16
mm adalah 6 mm, dalam contoh ini digunakan ukuran las 8 mm.
Wperlu = N + set back = 205 + 15 = 220 mm
Ketebalan stiffener (ts) ditentukan sebagai berikut :
a.

ts tw = 10 mm

b.

ts

W
250

fy

220
13,63 mm
250
240

es = W N/2 = 220 (205/2) = 117,5 mm


c.

ts

Pu(6 e s 2 W) 410000 6(117,5) 2(220)

6,93 mm
2
2
(1,8 fy )W
0,75 (1,8 240) 220

Tebal stiffener diambil sebesar 16 mm, sehingga ukuran las efektif


maksimum dapat ditentukan sebagai berikut :
p

a maxeff

f ts
370 16
0,707 u
0,707
8,72 mm(ambil a 8 mm)
fulas
480

Panjang las yang diperlukan (L), ditentukan dengan persamaan :


R

Pu
2
2
16.e

L
s
2,4 L2

Untuk disain LRFD, maka :


R = Rn = (0,707a)(0,6.fu las)
= 0,75(0,707)(8)(0,60)(480) = 1221,7 N/mm
Sehingga panjang las sekarang dapat dihitung sebagai berikut :
1221,7

410000
2
2
16(117,5)

L
2,4 L2

diperoleh L = 276,08 mm 280 mm


Jadi digunakan las ukuran 8 mm dengan panjang L = 280 mm.

Problem 4 : (MOMENT RESISTING CONNECTION)


Disainlah sebuah sambungan balok kolom antara balok WF 300.150
dengan kolom WF 200.200. Gunakan mutu baja BJ37 dan baut A325
19 mm dengan ulir pada bidang geser. Diketahui momen ujung
sebesar 15 kNm (D) dan 30 kNm (L). Gaya geser ujung yang bekerja
sebesar 20 kN (D) dan 50 kN (L).
Properties penampang adalah :
WF 300.150 d = 300 mm tf = 9 mm tw = 6,5 mm
WF 200.200 d = 200 mm tf = 12 mm tw = 8 mm

Jawab :
Mu = 1,2D + 1,6L = 1,2(15) + 1,6(30) = 66 kNm
Pu = 1,2D + 1,6L = 1,2(20) + 1,6(50) = 104 kN
Menghitung tahanan nominal baut :
Geser :
1 bidang geser : Rn = 0,75(0,4.fub)Ab
= 0,75(0,4)(825)(283,64)
= 70,2 kN
2 bidang geser : Rn = 2(70,2) = 140,4 kN
Tumpu :
Web balok : Rn = 0,75(2,4.fup).db.tp
= 0,75(2,4)(370)(19)(6,5)
= 82,2 kN
Flens balok : Rn = 0,75(2,4)(370)(19)(9) = 113,8 kN
Tarik
: Rn = 0,75(0,75.fub).Ab
= 0,75(0,75)(825)(283,64)
= 131,6 kN

Perhitungan siku penyambung atas dan bawah :


Dicoba dua buah baut pada masing masing profil siku, sehingga :

M
66 10 3
d

250,76 mm 400 mm
2T
2 131,6
jarakbaut terhadap flens atas balok = (400 300) = 50
mm. Gunakan profil siku 100.200.14, sehingga :
a = 50 tsiku rsiku = 50 14 15 = 21 mm

50

dengan d = 400 mm, maka gaya yang bekerja pada profil siku adalah :
M 66 10 3
T

165 kN
d
400

Gaya ini menimbulkan momen pada profil siku sebesar :


M = 0,5.T.a = 0,5(165000)(21) = 1732500 Nmm
Kapasitas nominal penampang persegi adalah :

b d2
.fy
M n 0,9
4
sehingga diperoleh : b

4 1732500
163,7 mm
2
0,9 240 14

Gunakan siku 100.200.14 dengan panjang 200 mm pada flens kolom.

Perhitungan sambungan pada flens balok :

66 10 3
Gaya geser pada flens balik adalah
220kN
300

Baut penyambung adalah baut dengan satu bidang geser, sehingga :

220
3,13 4 buah baut
70,2

Perhitungan sambungan web balok dengan siku 100.200.14 :


Tahanan dua bidang geser (140,4 kN) lebih besar daripada tahanan
tumpu (82,2 kN) sehingga tahanan baut ditentukan oleh tahanan
tumpu.
n

104
2 buah baut
82,2

Sambungan web balok dengan flens kolom :


Baut yang menghubungkan balok dengan flens kolom adalah sambungan
dengan satu bidang geser (Rn = 70,2 kN), sehingga :
n

104
2 buah baut
70,2

Problem 5 : (STIFFENER KOLOM)


Disainlah sambungan balok kolom berikut, antara balok WF 600.200
dengan kolom WF 350.350. Gunakan mutu baja BJ37, fu las = 480 MPa,
baut A325 19. Diketahui beban beban yang bekerja adalah :
beban

Geser (kN)

Momen (kNm)

90

110

30

60

100

220

Properties penampang :
WF 600.200 d = 600 mm bf = 200 mm
WF 350.350 d = 350 mm bf = 350 mm

tf = 17 mm tw=11mm
tf = 19 mm tw=12mm

Jawab :
Perhitungan kombinasi pembebanan :
U = 1,2D + 1,6L = 156 kN
(Geser)
= 228 kNm (Momen)
U = 1,2D + 0,5L + 1,3W = 253 kN
(Geser)
= 448 kNm (Momen)
Perhitungan pelat penyambung atas (flens tarik) :
Tu = 448.103/600 = 746,66 kN
Tn = 0,9.Ag.fy = 0,9(240).Ag = 746,66.103 N
Ag = 3456 mm2 Gunakan pelat ukuran 20175 (Ag = 3500 mm2).
Las sambung gunakan las sudut ukuran 8 mm dengan kapasitas :
Rn = 0,75(0,707.a)(0,6.fu las) = 0,75(0,707)(8)(0,6)(480)
= 1221,7 N/mm
Panjang las yang diperlukan = 746,66.103/1221,7 = 612 mm.
Gunakan las sepanjang 175 mm (pada ujung pelat) dan 220 mm
(pada kedua sisi).

Perhitungan pelat penyambung bawah (flens tekan) :


Gunakan pelat ukuran 10350 = 3500 mm2, dengan las sudut ukuran 8 mm
sepanjang 310 mm tiap sisi.
Perhitungan pelat geser (shear plate) :
Baut penyambung digunakan baut A325 19 mm dengan satu bidang geser:
Rn = 0,75(0,4.fub).Ab = 0,75(0,4)(825)(283,64) = 70,2 kN

253
3,6 4 buah baut
70,2

Panjang shear plate = 3(75) + 2(30) = 285 mm


Vu
253 10 3
t

6,84 mm
0,9 (0,6 fy ) b 0,9 0,6 240 285

Gunakan shear plate dengan ukuran 10285 mm2. Sebagai


penyambung shear plate denga flens kolom digunakan las sudut
ukuran 6 mm dengan kapasitas :
Rn = 0,75(0,707)(6)(0,6)(480) = 916,3 N/mm
Panjang las sudut yang diperlukan = 253.103/916,3 = 276 mm
280 mm
Stiffener flens kolom pada flens tarik balok :
Rn = .6,25.fy.tf2 = 0,9(6,25)(240)(192)
= 487350 N < Tu (746,66 kN)
perlu dipasang stiffener !

Problem 6 : (SAMBUNGAN MEMANJANG)

Disainlah sambungan memanjang dari balok WF 500.200 (BJ37),


rencanakan sambungan tersebut sebagai sambungan sekuat profil.
Gunakan pula baut A325 19 (dengan ulir di luar bidang geser).

Jawab :
Tahanan momen rencana dan tahanan geser rencana dari balok WF
dihitung sebagai berikut :
b.Mn = b.Mp = 0,90(2096,36.103)(240) = 452813760 Nmm
v.Vn
= v.(0,6.fy).Aw = 0,90(0,6)(240)(500)(10) = 648000 N

jumlahbaut

648000
3,69 4buahbaut
175502,25

Perhitungan pelat web :


Pelat web harus memikul semua gaya geser. Tahanan rencana Rn
untuk baut dengan dua bidang geser adalah :
.Rn= (0,5.fub).m.Ab = 0,75(0,5)(825)(2)(283,64)
= 175502,25 N

jumlah baut n

648000
3,69 4 buah baut
175502,25

karena 4 buah baut tersebut hanya digunakan untuk memikul geser,


sedangkan pelat web juga harus memikul sebagian momen lentur dari
balok maka dicoba menggunakan 3 baris baut 19mm (@ 4 baut).
Ketebalan pelat web untuk mencegah keruntuhan geser sepanjang
penampang netto dapat ditentukan sebagai berikut :
(0,6.fu).Anv = Vu
A nv perlu

Vu
648000

3892 mm2
0,6 fu 0,75 0,6 370

Dengan menggunakan 4 baut, tebal yang diperlukan untuk tiap


pelat web berdasarkan kondisi batas keruntuhan geser adalah :
tperlu

A nv
5,79 mm 6 mm
2 420 4(19 2)

Gunakan 2 buah pelat ukuran 6450 mm sebagai pelat web.

Perhitungan pelat flens :


Pelat sambung flens didisain seperti batang tarik, lebar pelat diambil
selebar flens balok IWF = 200 mm. Untuk disain pelat flens harus
ditinjau terhadap kondisi batas fraktur dan leleh.

Gaya pada flens

Mu
Mu
452813760

887870,1 N
lengan d tkira kira
500 10

Pelat flens diperiksa terhadap syarat syarat :


.Tn = .Ag.fy
(kondisi leleh, = 0,90)
.Tn = .An.fu
(kondisi fraktur, = 0,75)
An < 0,85.Ag

A g perlu

Tu
887870,1

4110,51 mm
fy 0,90(240)

A n perlu

Tu
887870,1

2666,3 mm
fu 0,90(370)

A g minimum

tperlu

A n perlu
0,85

2666,3
3136,8 mm
0,85

2666,3
10,02 12 mm
200 2(75) 4(19 2)

Ag = 350(12) = 4200 mm2 > Ag perlu (OK!)

Perhitungan baut pada flens :


Baut pada flens merupakan baut dengan dua bidang geser.
Tahanan baut diperhitungkan sebagai berikut :
Tahanan geser (dua bidang geser) :
.Rn = .(0,5.fub).m.Ab = 0,75(0,5)(825)(2)(283,64)
= 175504 N
Tahanan tumpu :
.Tn = .2,4.fu.db.tp = 0,75(2,4)(370)(19)(12)
= 151848 N

jumlah baut n

Tu
887870,1

5,85 6 buah baut(2 baris @ 3 baut)


Rn
151848

Perhitungan baut pada web :


Hitung momen yang dipikul oleh pelat web, ketika fy tercapai pada
bagian tengah pelat flens tarik :
b .M n

t d2
b .
6

210
.fy .

256

2 6 420 2
0,90.
6

210
62511750 N mm
256

.240

Gaya pada baut terluar dihitung dengan cara elastis sebagai berikut :
x2 + y2
= 8(75)2 + 6(150)2 + 6(50)2
= 195000 mm2

R ux

My
62511750 150

48086 N
2
2
195000
x y

R uy

Mx
62511750 75

24042,98 N
2
2
195000
x y

R uv

648000
54000 N
12
2

R u (R uy R uv )2 R ux (24042,98 54000) 2 48086 2 91667,7 N


untuk web dari WF 500.200 (tw = 10 mm), maka :
.Rn
= 0,75(2,4)(370)(19)(10) =126540 N > Ru

(OK!)