Anda di halaman 1dari 2

Praktikum kali ini berjudul Persilangan monohibrid pada tanaman kacang panjang

(Vigna unguiculata Subsp. sesquipedalis). Yang bertujuan untuk mengamati beberapa sifat yang
berbeda antar 2 tetua lini murni dan menghasilkan populasi F1 dari persilangan dan menentukan
dominasi sifat pada tanaman kacang panjang. Percobaan ini dilakukan berlatar belakang
percobaan yang telah dilakukan oleh Mendel dengan menggunakan kacang kapri. Pada
percobaan ini kacang kapri diganti dengan kacang panjang, karena kacang panjang mudah
tumbuh di Indonesia, dapat menghasilkan banyak biji, memiliki keturunan yang banyak, dapat
disilangkan secara artificial, memiliki sifat contrast yang dapat diamati, dan mempunyai
beberapa sifat yang membedakan antar varietas dan dapat disilangkan. Tanaman kacang panjang
juga termasuk famili yang sama dengan kapri sehingga mempunyai struktur bunga yang serupa.
Persilangan yang dilakukan yaitu persilangan monohybrid, yaitu persilangan yang hanya
membedakan salah satu cirri dari sifat tetuanya yang akan diturunkan pada keturunannya. Cirri
yang diamati pada praktikum kali ini yaitu warna pada biji yang dihasilkan keturunan kacang
panjang.
Pada praktikum ini menggunakan 2 varietas kacang panjang yang berbeda dan dilakukan
pada dua bunga pada individu tanaman yang berbeda, yaitu tanaman kacang panjang berbiji
merah ulir dan kacang panjang berbiji putih. pada praktikum ini dilakukan penyilangan sebanyak
tiga kali. Penyilangan pertama dan kedua merah ulir sebagai indukan jantan disilangkan dengan
putih sebagai indukan betina. Dan penyilangan ketiga yaitu putih sebagai indukan jantan dan
putih sebagai indukan betina.
Pada percobaan ini menggunkan cara khusus seperti(METODE)
Hasil yang diperoleh dari persilangan pertama yaitu kacang merah ulir sebagai indukan
jantan dan putih sebagai indukan betina yaitu dihasilkannya kacang dengan warna biji separuh
hitam dan separuh putih dengan jumlah sebanyak 11 biji.
Pada persilangan kedua juga menggunakan kacang merah ulir sebagai indukan jantan dan
putih sebagai indukan betina menghasilkan kacang dengan biji berwarna separuh hitam dan
separuh putih dengan jumlah 3 biji.
Pada persilangan ketiga yaitu menggunakan putih sebagai indukan jantan dan merah ulir
sebagai indukan betina menghasilkan biji dengan warna merah dengan jumlah 9 biji.
Dasil hasil tersebut, pada persilangan pertama dan kedua termasuk pada persilangan
intermediet karena biji yang dihasilkan berwarna separuh hitam dan separuh putih. hal tersebut

menunjukkan bahwa indukan betina berwarna putih bersifat dominan daripada indukan jantan
yang berwarna merah karena pada hasil persilangan yang dilakukan dua kali dengan
menggunakan indukan jantan merah ulir dan indukan betina putih menunjukkan hasil yang sama
yaitu biji berwarna setangah putih dan setengah hitam dan tidak ada warna merah pada biji
tersebut.
Sedangakan pada persilangan indukan jantan putih dengan indukan betina merah ulir
menghasilkan biji berwarna merah. Sehingga dapat diketahui bahwa indukan betina merah ulir
memberikan sifat dominan pada keturunannya.