Anda di halaman 1dari 3

Digoksin

nama dagang
- Fargoxin

- Lanoxin

- Digoksin Sandoz

dosis
Oral, untuk digitalisasi cepat, 1 1,5 mg dalam
dosis terbagi, bila tidak diperlukan cepat, 250 500
mikrogram sehari (dosis yang lebih tinggi harus
dibagi).
Dosis pemeliharaan : 62,5 500 microgram sehari
(dosis yang lebih tinggi harus dibagi). disesuaikan
dengan fungsi ginjal dan pada atrial fibrilasi ,
tergantung pada respon denyut jantung; dosis
pemeliharaan biasanya berkisar 125 250 mcg
sehari (dosis yang lebih rendah diberikan pada
penderita lanjut usia). Pada kondisi emergensi,
loading dose (dosis muatan) diberikan secara infus
intravena , 0,75 1 mg hingga paling sedikit 2 jam,
kemudian dilanjutkan dosis pemeliharaan melalui oral
.

indikasi
Gagal jantung, aritmia supraventrikular (terutama
atrial fibrilasi)
kontraindikasi
Intermittent complete heart block ; Blok AV derajat II
; supraventricular arrhytmias yang disebabkan oleh
Wolff-Parkinson-White Syndrome ; takikardia
ventricular atau fibrilasi ; hypertropic obstructive
cardiomyopathy
efek samping
Biasanya berhubungan dengan dosis yang berlebih,
termasuk : anoreksia, mual , muntah, diare, nyeri

abdomen, gangguan penglihatan, sakit kepala, rasa


capek, mengantuk , bingung, delirium, halusinasi,
depresi ; aritmia, heart block ; jarang terjadi rash,
isckemia intestinal ; gynecomastia pada penggunaan
jangka panjang , trombositopenia.
interaksi
Dengan Obat Lain :
Efek Cytochrome P450: substrat CYP3A4
(minor):Meningkatkan efek/toksisitas : senyawa betablocking (propanolol), verapamil dan diltiazem
mempunyai efek aditif pada denyut jantung.
Karvedilol mempunyai efek tambahan pada denyut
jantung dan menghambat metabolisme digoksin.
Kadar digoksin ditingkatkan oleh amiodaron (dosis
digoksin diturunkan 50 %), bepridil, siklosporin,
diltiazem, indometasin, itrakonazol, beberapa
makrolida (eritromisin, klaritromisin), metimazol,
nitrendipin, propafenon, propiltiourasil, kuinidin
dosis digoksin diturunkan 33 % hingga 50 % pada
pengobatan awal), tetrasiklin dan verapamil.
Moricizine dapat meningkatkan toksisitas digoksin .
Spironolakton dapat mempengaruhi pemeriksaan
digoksin, namun juga dapat meningkatkan kadar
digoksin secara langsung. Pemberian suksinilkolin
pada pasien bersamaan dengan digoksindihubungkan
dengan peningkatan risiko aritmia. Jarang terjadi
kasus toksisitas akut digoksin yang berhubungan
dengan pemberian kalsium secara parenteral (bolus).
Obat-obat berikut dihubungkan dengan peningkatan
kadar darah digoksin yang menunjukkan signifikansi
klinik : famciclovir, flecainid, ibuprofen, fluoxetin,
nefazodone, simetidein, famotidin, ranitidin,
omeprazoe, trimethoprim.
Menurunkan efek: Amilorid dan spironolakton dapat
menurunkan respon inotropik digoksin. Kolestiramin,
kolestipol, kaolin-pektin, dan metoklopramid dapat
menurunkan absorpsi digoksin. Levothyroxine (dan
suplemen tiroid yang lain) dapat menurunkan kadar
digoksin dalam darah. Penicillamine dihubungkan
dengan penurunan kadar digoxin dalam darah.
Interaksi dengan obat-obat berikut dilaporkan

menunjukkan signifikansi klinik aminoglutetimid,


asam aminosalisilat, antasida yang mengandung
alumunium, sukralfat, sulfasalazin, neomycin,
ticlopidin.
Dengan Makanan :
Kadar serum puncak digoksin dapt diturunkan jika
digunakan bersama dengan makanan. Makanan yang
mengandung serat (fiber) atau makanan yang kaya
akan pektin menurunkan absorpsi oral digoksin.
Hindari ephedra (risiko stimulasi kardiak)
Hindari natural licorice (menyebabkan retensi air dan
natrium dan meningkatkan hilangnya kalium dalam
tubuh)

mekanisme kerja
Gagal jantung kongestif: menghambat pompa
Na/K ATP0-ase yang bekerja dengan meningkatkan
pertukaran natrium-kalsium intraselular sehingga
meningkatkan kadar kalsium intraseluler dan
meningkatkan kontraktilitas. Aritmia supraentrikular :
Secara langsung menekan konduksi AV node
sehingga meningkatkan periode refractory efektif dan
menurunkan konduksi kecepatn - efek inotropik
positif, meningkatkan vagal tone, dan menurunkan
dan menurunkan kecepatan ventrikular dan aritmia
atrial. Atrial fibrilasi dapat menurunkan sensitifitas
dan meningkatkan toleransi pada serum konsentrasi
digoksin yang lebih tinggi.