Anda di halaman 1dari 4

Untuk melakukan penelitian ini, terlebih dahulu mempelajari tentang teori

persamaan diferensial dan pemodelan matematika. Ross (1984) menjelaskan


tentang definisi persamaan diferensial secara umum. Chau Xie (2010)
menjelaskan tentang definisi dan contoh dari persamaan diferensial biasa dan
persamaan diferensial parsial. Selain itu dijelaskan juga tentang orde suatu
persamaan diferensial dan bentuk umum persamaan diferensial biasa linear orde n.
Romusan (2014) menjelaskan tentang langkah-langkah mencari solusi dunia
nyata dengan pemodelan matematika. Langkah-langkah tersebut dimulai dengan
mendefinisikan masalah, membentuk asumsi model, membentuk model
matematika, mencari solusi dari model yang telah dibentuk, mengevaluasi solusi
tersebut, dan menerapkan model matematika yang telah tervalidasi dalam
kehidupan nyata. Setiap langkah dalam proses pemodelan dibutuhkan pemahaman
tentang berbagai konsep dan teknik yang dipadukan dengan cara berpikir yang
kratif dan kejelian. Untuk memperoleh model yang baik harus melalui proses
yang berulang dalam merumuskan hipotesis, validasi dan perbaikan.
Arrowsmith dan Place (1992) menjelaskan tentang sistem autonomus yang
terdiri dari fungsi-fungsi yang tidak dipengaruhi oleh variabel waktu t. Suatu
kondisi populasi yang tidak mengalami perubahan sepanjang waktu dapat
digambarkan oleh sebuah titik yang disebut titik kesetimbangan. Pada sistem
persamaan diferensial tak linear dapat diselidiki perilaku solusinya melalui
pendekatan sistem linearnya. Proses linearisasi dijelaskan oleh Kocak dan Hale
(1991). Linearisasi dilakukan untuk mendapatkan sistem linear sehingga dapat
diselidiki perilaku solusi sistem tak linear dengan syarat titik kesetimbangan
tersebut merupakan titik kesetimbangan hiperbolik.
Olsder dan Van der Woude (1994) menjelaskan tentang kasifikasi kestabilan
titik kesetimbangan. Secara umum kestabilan titik kesetimbangan terbagi menjadi
tiga, yaitu stabil, stabil asimtotik, dan tidak stabil. Dinamika suatu sistem dapat
dipelajari melalui sifat-sifat dari titik kesetimbangan. Apabila titik kesetimbangan
sistem diperoleh, maka kestabilan sistem dapat diselidiki di sekitar titik
kesetimbangan tersebut.

Anton H. (1987) menjelaskan tentang nilai eigen yang merupakan nilai


katakteristik dari suatu matriks. Nilai karakteristik tersebut diperoleh dari hasil
determinan matriks yang berukuran

n n . Perilaku solusi sistem non linear

dari titik kesetimbangan dapat diketahui melalui nilai eigen. Wiggins (1990)
menjelaskan tentang sifat kestabilan suatu titik kesetimbangan yang diselidiki dari
bagian real nilai eigen. Nilai eigen tersebut diperoleh matriks Jacobian hasil
linearisasi sistem tak linear.
Boutayeb et al. (2004) mengkaji model populasi penderita diabetes dengan
membagi populasi menjadi dua kelas yaitu kelas individu yang diabetes dengan
komplikasi dan kelas individu yang tanpa komplikasi. Laju perubahan jumlah
individu yang diabetes dengan komplikasi dalam model ini dipengaruhi oleh
kecacatan akibat komplikasi yang tidak dapat disembuhkan. Dalam hal ini tingkat
kecacatan tidak dikategorikan lagi sebagai diabetes karena kecacatan yang timbul
akibat komplikasi telah menjadi penyakit yang berdiri sendiri.
Setelah melalui proses linearisasi maka sifat stabilitas dari
masing-masing titik kesetimbangan dapat diketahui melalui nilainilai eigen.

Untuk melakukan penelitian ini, terlebih dahulu mempelajari teori mengenai


persamaan diferensial yang dibahas dalam buku Ross (1984) dan Chau Xie
(2010). Penjelasan mengenai langkah-langkah mencari solusi dunia nyata dengan
pemodelan matematika diperoleh dari Romusan (2014). Suatu kondisi populasi
yang tidak terpengaruhi oleh perubahan waktu dapat digambarkan oleh sebuah
titik yang disebut titik kesetimbangan. Pemahaman tersebut diperoleh dari
Arrowsmith dan Place (1992) yang menjelaskan tentang sistem autonomus dan
titik kesetimbangan. Kocak dan Hale (1991) menjelaskan tentang analisis
kestabilan dilakukan dengan melakukan proses linearisasi sistem persamaan
diferensial melalui pendekatan pada titik-titik kesetimbangannya.
Penjelasan tentang jenis-jenis kestabilan disekitar titik kesetimbangan
dipelajari dari Olsder dan Van der Woude (1994). Dalam skripsi ini kestabilan
model matematika dapat ditinjau dari nilai eigen Matriks Jacobian dijelaskan oleh

Anton H. (1987) dan kestabilan melaui nilai eigen dijelaskan oleh Wiggins
(1990). Selanjutnya model populasi penderita diabetes melitus dalam skripsi ini
dipelajari melalui tulisan Boutayeb et al (2006) yang berjudul A Non-Linear
Population Model of Diabetes Melitus . Model matematika yang terdapat dalam
tulisan tersebut dianalisis menggunakan metode numerik. Selain itu pengetahuan
tentang model populasi penderita diabetes melitus juga dibahas dalam Ekawati
(2011).

It is evident in the definitions above that the stability type of an equilibrium point
is a local property. Consequently, as in the case of the scalar equatons, it is
reasonable to expect that under certain conditions the stability type of x can be
determined fron the approximation of the the vector field f with with its
derivative, which is a linear vector field