Anda di halaman 1dari 2

Maluku Tenggara Programkan RSUD Langgur Jadi

Rujukan
Senin, 22 September 2014 18:47 WIB | 260 Views

James F. Ayal

Berita Terkait

RSUD Langgur Kekurangan Air Bersih


Indonesia Optimistis Juara Umum Ski Air
Sosok - Ade Hermana Terngiang Didikan Ayah
KPU Kepulauan Aru Tinggal Bentuk KPPS
Bulog Maluku Beli Beras Buru 650 Ton

Ambon (Antara Maluku) - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memprogramkan untuk menjadikan RSUD Karel
Sadsuitubun, Langgur, sebagai rumah sakit rujukan bagi sejumlah daerah di Kepulauan Kei dan Maluku Tenggara.
"Kami sedang melakukan berbagai persiapan dan perbaikan guna mendukung program RSUD Karel Sadsuitubun
sebagai rumah sakit rujukan untuk daerah-daerah sekitarnya," kata Bupati Maluku Tenggara Andreas Rentanubun,
dikonfirmasi dari Ambon, Senin.
Pemkab Maluku Tenggara melalui Dinas Kesehatan setempat sedang mempersiapkan sejumlah persyaratan yang
dibutuhkan untuk pengusulan akreditasi peningkatan status RSUD tersebut menjadi tipe C ke Kementerian
Kesehatan.
Pihaknya tandas Andreas sedang membenahi infrastruktur kesehatan di RSUD tersebut, terutama pola pelayanan,
kondisi bangunan hingga ketersedian tenaga kesehatan, baik dokter ahli, umum maupun tenaga para medis.
"Bangunan RSUD saat ini sedang dalam tahapan renovasi, disamping diupayakan penambahan fasilitas kesehatan
sehingga sesuai dan memenuhi standar untuk peningkatan status menjadi rumah sakit tipe C," katanya.
Saat ini rumah sakit tersebut, ujar Andreas, telah memiliki sejumlah dokter spesialis di antaranya dua orang dokter
spesialis paru-paru, dokter gigi serta lima orang dokter umum.
Jika RSUD Karel Sadsuitubun menjadi rumah sakit rujukan, maka terbuka peluang bagi warga yang menderita sakit
dari sejumlah kabupaten dan kota, diantaranya Kota Tual, kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Tenggara Barat (MTB)
dan Maluku Barat Daya (MBD), termasuk dari Papua Barat dapat dirujuk untuk memperoleh perawatan lanjutan di
RS tersebut.
Menurutnya, selama ini warga dari sejumlah kabupaten dan kota tersebut jika sakit harus di rujuk ke kota Ambon, ibu
kota provinsi Maluku untuk mendapatkan perawatan lanjutan dan memadai, padahal waktu tempuh serta
keterbatasan sarana transportasi, mengakibatkan biaya yang dikeluarkan terlalu besar dan mahal.
"Jadi jika status RSUD Karel Sadsuitubun dapat ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe C atau rujukan, maka pasien
yang menderita penyakit kronis dapat segera ditangani dan biaya perawatannya jauh lebih murah dibanding dirujuk
ke Ambon," ujarnya.
Pemkab Malra juga memprogramkan menjadikan RSUD Karel Sadsuitubun sebagai rumah sakit pendidikan, di mana
dapat menampung warga dari sejumlah kabupaten terdekat untuk menempuk pendidikan kesehatan di rumah sakit
tersebut.
"Kami juga memprogramkan RSUD Karel Sadsuitubun sebagai rumah sakit pendidikan di masa mendatang. Karen
itu sejumlah tenaga kesehatan berkualitas saat ini dikirim untuk menempuh pendidikan spesialis dengan dibiayai
penuh oleh daerah sehingga akan kembali untuk mengabdi membangun daerahnya," katanya.
Dia berharap program tersebut dapat terwujud di masa lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Yunus
Serang periode 2013-2018.

Editor: John Nikita


COPYRIGHT 2015