Anda di halaman 1dari 10

Perancangan Alat Proses

Boiler

DISUSUN OLEH :

NYIAYU DITA ISVARINGGA(03031281320006)


NUR KHOLIFAH(03031281320036)
YESICA MAHARANI ARINDA (03031381320052)

FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015

A.Definisi boiler
Boiler (ketel uap) adalah suatu bejana tertutup yang
bertekanan, dimana air di ubah menjadi uap dengan
pemberian panas (kalor)
B.Sistem utama Boiler terdiri dari:
1. Sistem air umpan dan steam
2. Sistem bahan bakar
3. Sistem udara pembakaran
C.Komponen-komponen boiler :
Furnace
Steam Drum
Superheater
Air Heater
Economizer
Safety valve
Blowdown valve
2

3. Klasifikasi boiler
Klasifikasi Boiler Berdasarkan tipe pipa:
Fire Tube
Water Tube
Klasifikasi Boiler Berdasarkan bahan bakar yang
digunakan:
Solid Fuel
Oil Fuel
Gaseous Fuel
Electric

Klasifikasi Boiler Berdasarkan kegunaan boiler:


Power Boiler
Industrial Boiler
Commercial Boiler
Residential Boiler
Heat Recovery Boiler

Klasifikasi Boiler Berdasarkan cara


pembakaran bahan bakar:
Stoker Combustion
Pulverized Coal
Fluidized Coal
Firing Combustion
3

4.Prinsip kerja boiler

1.Air Umpan setelah melalui proses pretreatment di softener atau air


condensate dipompakan ke economizer.
2.Di economizer terjadi pemanasan awal yang memanfaatkan panas
buang di chimney. Pemanasan awal dimaksudkan untuk
meningkatkan efisiensi dari boiler.
3.Selanjutnya air umpan masuk ke dalam ketel tapi sebelumnya
diberikan chemichal sesuai dosis yang ditentukan.
4.Setelah itu air umpan yang mengalami pemanasan didalam ketel
uap berubah fasa menjadi steam dan siap didistribusikan.
5.Setelah steam berubah fasa kembali menjadi air (air condensat)
maka bisa kembali dipompakan kedalam ketel kembali. Air make up
hanya digunakan untuk menggantikan hilangnya air akibat proses
blowdown.

5.Persamaan efesiensi boiler


Metode langsung
Boiler efficiency () =

Heat Input
Heat Output

x 100 =

Q x (hg hf)

x 100

Q x GCV

Metode tidak langsung


Efficiency of boiler () = 100 (i+ii+iii+iv+v+vi+vii)
Keterangan :
i = Gas cerobong yang kering
ii = Penguapan air yang terbentuk
karena H2 dalam bahan bakar
iii= Penguapan kadar air dalam
bahan bakar
iv = Adanya kadar air dalam udara
pembakaran
v = Bahan bakar yang tidak terbakar
dalam abu terbang/fly ash
Vi = Bahan bakar yang tidak terbakar
dalam abu bawah/bottom ash
Vii = Radiasi dan kehilangan lain yang

Boiler Efficiency : Direct Method


hg-entalpi steam jenuh dalam kkal/kg steam
hf-entalpi air umpan dalam kkal/kg air
Parameter yang dipantau:
Jumlah uap yang dihasilkan per jam (Q) dalam kg/jam
Jumlah bahan bakar yang digunakan per jam (q) dalam
kg/jam
Tekanan kerja (dalam kg/cm2 (g)) dan suhu superheat ( oC),
jika ada ,Suhu air umpan (oC)
Jenis bahan bakar dan nilai kalor kotor bahan bakar (GCV)
dalam kkal/kg bahan bakar
6

6.Tahapan perancangan
Heat Balance
Proses pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam
bentuk diagram alir energi. Diagram ini menggambarkan
secara grafis tentang bagaimana energi masuk dari bahan
bakar diubah menjadi aliran energi dengan berbagai kegunaan
dan manjadi aliran kehilangan panas dan energi. Neraca panas
merupakan keseimbangan energi total yang masuk boiler
terhadap yang meninggalkan
boiler dalam bentuk yang
Stochiometric
Stack
berbeda.

Gas

Udara berlebih
Tidak terbakar

FUEL INPUT

STEAM
OUTPUT

Convection &
Radiation

Blow
Down

Ash and Un-burnt parts


of Fuel in Ash

7.Rule of thumbs boiler


1.Aliran uap (Steam Flow )
pengoperasian boiler pada tingkat aliran uap maksimum
yang bisa dijalankan secara berkelanjutan.Jika melebihi
tingkat ini bisa merusak peralatan ataupun meningkatkan
biaya perawatan.
2. Tekanan Boiler
tekanan uap panas kering yang dihasilkan pun harus sesuai
dengan kebutuhan beban.
3. Temperatur Uap
Panas yang dihasilkan dari proses pembakaran dalam
furnace tersebut juga harus diperhatikan agar suhu uap
yang dihasilkan memenuhi standar yang ditentukan.Karena
jika suhu uap kurang maka efisiensi akan turun tapi jika
terlalu tinggi akan berpengaruh pada gas buangnya.
4. Efisiensi Boiler
kegunaan unit boiler itu sendiri yaitu apakah uap yang
harus dihasilkan konstan atau bervariasi sesuai kebutuhan
generator pembangkit listrik. Selanjutnya yang menentukan
juga adalah jenis dan kualitas bahan bakar yang akan
dibakar : apakah padat,cair atau gas

8.Contoh
soal:
1.Jika semua bahan bakar terbakar
sempurna membentuk CO2(g) dan H2O(l)
pada 25C, maka panas pembakarannya
adalah:

H P ni R
i

11,6

17

CO(g) + 8,5 H2O(g)


Reaksi di atas merupakan penjumlahan dari
reaksi2 sbb.:
C11,6H17(l) + 15,85 O2(g) 11,6 CO2(g) + 8,5
H2O(l)
8,5 H2O(l) 8,5 H2O(g)
Panas
standar
0,4 COreaksi
(g) 0,4
CO(g)total
+ 0,2pada
O2(g) 25C:
2

H 298
6.797.040 44.012 8,5 282.984 0,4 6.309.740 J

Reaktan pada 1 bar


dan 25C:
fuel
152,2 g
O2
21,85 mol
N2
82,20 mol
Produk pada 1 bar
dan 300C:
CO2
11,2 mol
CO
0,4 mol
H2O
8,5 mol
O2
6,2 mol
N2
82,2 mol

i ni Ai T T0

n B
i

T T
2

2
0

dT

T0

ni C Pi

dT R

H 298
43.515 156,2 6.797.040 J

Analisis hasil pembakaran menunjukkan


bahwa pembakaran berlangsung tidak
sempurna dan H O berupa gas bukan
Reaksi yang terjadi 2
Ccairan.
H (l) + 15,65 O (g) 11,2 CO (g) + 0,4

T0

C Pi

n C
i

1 1
T T ni Di
i
T T0
3

3
0

Ai 384,142

n C
i

Bi 76,134 10 3

Di 10,0617 10 5

Jika dimasukkan ke persamaan untuk HP:

H P 8,314 384,142 573,15 298,15

76,134 10 573,15
3

1
1


T 298,15

298,15 2 0,645 10 5

= 940.660 J

H H 298
H P

= 6.309.740 + 940.660 = 5.369.080


J
Proses pembakaran ini merupakan proses alir
tunak dengan:
WS = 0
EK = 0
EP = 0
Q
= 5.369.080
J merupakan panas yang
Maka:
H = Q
ditransfer ke boiler
Jadi fraksi panas pembakaran yang ditransfer ke
boiler adalah:

5.369.080
100% 79,0%
6.797.040

3.Cari efisiensi boiler dengan metode langsung


dengan data yang diberikan dibawah ini :
Jenis boiler berbahan bakar batubara
Jumlah steam (kering) yang dihasilkan 10 TPJ
Tekanan steam (gauge)/suhu : 10kg/cm2(g)/180oC
Jumlah pemakaian batubara : 3,35 TPJ
Suhu air umpan : 80oC
GCV batubara : 3200 kkal/kg
Entalpi steam pada tekanan 10 kg/cm2 : 665
kkal/kg (jenuh)
Entalpi of air umpan : 85 kkal/kg
Jawaban :
Boiler efficiency () = Q x (hg hf) / Q x GCV x
100% = 10 x (665-85) x 1000 / 3,35 x 3200 x
1000
= 0,5410 x 100% = 54,10%